Author Topic: Strawberry, Lovers or Haters?--#CHP 15 PART II# 6 Nov' 11  (Read 27107 times)

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
yuhuuuuuuuuuuuu gue udah baca nih !!!  [lovestruck] ceritanya terinspirasi sama bitter sweet ya ?  [hmpfh] punya si kath  [laughing]

gue suka gue suka  [smiley-gen013] [smiley-gen013] mommy hyesun & daddy minho disini masih pada ABG & cute cute kaya gue  [hmff]

ayooo lanjuttt mom !!! btw si wine alergi strawberry, mom ?
berarti ga bisa kissing si berry donk ???  [dry] [dry]
alergi sama buah strawberry atau sama orangnya sih ? gue confused  [goodgrief]


shanty, iya si wine mabok kepayang ama aroma strawberry [hmpfh] makanya dia benci, ya selain alergi juga sih [laughing] [laughing] piku2 hyesun ama minho emang sengaja gw nyari yg cute (kyk gw [hmpfh] jd ikut2an vio, ngaku2 cute [laughing] [laughing] ) kan cocok ama image mereka, ABG [lovestruck] my everything 3 [chin] [chin] gw mikir2 dulu deh [biggrin]

si mommy ketularan sama anaknya ye ? pake kata2 cute ! hmpffh kemaren2 gue selalu kena getok >>  [hammer3] kalo bilang cute  [dry] dasar  [head break]

tapi kita emang mommy & daughter yg cute ko mom  [hmpfh] [laughing] [laughing]


 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
vio, cute [smiley-gen013] [smiley-gen013] sama2 cute [smiley-dance013] [smiley-dance013] [hmpfh] [hmpfh] ga tahu malu [laughing] [laughing] inspirasinya bukan dr ff punya kath (sedikit sih. tp cuma namanya doang [hmpfh] [hmpfh] ) asli ceritanya terinspirasi dari drama di siggy gw, the rippling blossom [lovestruck] bedanya,, ff ini versi abg sedangkan TRB versi dewasa [hmff] [hmff] jadi ya beda dong. apaan [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
lagi bikin lanjutan ini [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
lagi bikin lanjutan ini [hmpfh]

[smiley-gen013] [smiley-gen013] update malem ini mom  [smiley-gen013] [smiley-gen013]  [hmpfh]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
lagi bikin lanjutan ini [hmpfh]

[smiley-gen013] [smiley-gen013] update malem ini mom  [smiley-gen013] [smiley-gen013]  [hmpfh]
usahain deh,, tp maleman ya [hmpfh] [hmpfh] klu ga sesai ya besok aja [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Asyik mami mau update ni kopel stroberi and wine. Ku kan setia menunggu mam.


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER TWO
Idola sekolah ...



Tangan ku bergerak, terus dan terus .. mencatat dan mencatat ... Gerutuan-gerutuan dan caci-maki lancar berhamburan dari mulut ku, sampai ...  sebuah tangan tiba-tiba mendarat keras di pundak ku.

"Auww--" Aku berseru. Goresan panjang sukses tercipta pada buku catatan di hadapanku. "Aush--" Aku mendamprat. Segera saja aku mendelik ke samping. Tangan yang tadi merupakan penyebab dari kesalahan itu sudah ditarik pemiliknya.

Mango mengangkat tangan dengan perasaan bersalah. "Mian--"

"Kau ini!!" dengus ku kesal. "Apaan sih kalian?"

"Belum selesai juga?" Apple yang diapit antara Mango dan Pear mencodongkan badan ke depan, menatap buku catatan malang dalam tangan ku.

"Kau lihat sendiri!!" Aku kembali mengerutu sambil berusaha menghapus goresan panjang tadi.  Tapi, tentu saja tidak berhasil. Tinta dari pen memang tidak mudah dihapus. "Aku harus membuat ulang deh!!" umpat ku keras.

"Miane .. ," sekali lagi Mango mengutarakan penyesalannya.

"Kau juga sih! Ngapain selalu nyulut kemarahan Jo sonsaengnim?!" celetuk Pear yang sedari tadi tidak bersuara.

"O--kau menyalahkan ku?!" Aku melotot padanya. "Kalau bukan si Wine berengsek itu, aku tidak bakal terlambat. Paling tidak .. ," Aku terdiam ... Tiba-tiba teringat kembali pernyataan-pernyataan ketus Wine tentang jalan pintas yang merupakan milik-NYA, .. segera saja kutebis sedikit perasaan menyesal (ingat : hanya sedikit!)  yang muncul mendadak karena sudah membentaknya buat larangan mengunakan jalan itu. "AKU AKAN TIBA TEPAT WAKTU!!" dengus ku keras-keras.

"Ya, kami tahu .. " Apple mengangguk-angguk dalam upaya menenangkan ku. "Memang si Wine rada aneh. Kenapa cuma kau yang dilarang mengunakan jalan pintas itu? Padahal terhadap yang lain, dia tidak setegas itu!"

"Karna dia gila!!" celetuk ku dongkol. "Hanya kata itu yang pantas buatnya!"

"Hey--jangan begitu .. ," tiba-tiba Pear bersuara. "Saya yakin dia punya alasan sendiri .. "

"Oh--kau membelanya?!" Aku mendelik kearah Pear. "Aku heran kenapa akhir-akhir ini kau selalu membelanya ... " ujar ku ngasal. Aku sudah terlalu capek dengan hukuman-hukuman dari Jo sonsaengnim. Beliau, panggilan resmi dari ku, menambahkan beberapa catatan lagi sebagai bentuk sayangnya pada ku.

"Hah--" Mata Pear terlihat melebar. "Bukan begitu .. aku .. aku hanya .. "

"Ah sudahlah!" Mango segera melerai perdebatan kami. "Bukankah kita F3. Kenapa jadi tidak akur gara-gara cowok .. " Lalu dia melingkarkan lengannya ke leher ku. "Hey--Stro--tahu nggak sekolah kita kedatangan murid baru?"

"Murid baru?" Aku segera menoleh pada Mango. "Di sini?"

"Iya .. ," Mango tersenyum tipis.

"Desa kita?" tanya ku masih tidak mampu mempercayai pendengaran sendiri. Seorang murid pindahan di Dream High? Kedengarannya tidak masuk akal. Siapa yang bakal pindah ke sekolah terpencil ini? Aku saja sudah berniat kabur sejak dulu-dulu jika saja orangtua ku tidak melarangnya. "Orang mana? Desa sebelah?" tanyaku asal-asalan.

"Tentu saja bukan!" umpat Mango. Dia segera mendorong kepala ku. "Anak kota tulen, tahu? Kalau tidak salah dari Seoul."

"Seoul?" Aku mengulang nama ibukota itu. Hanya dalam mimpi dan dari TV aku pernah melihat kemegahan kota itu. "Kau serius?"

"Tentu saja!" Mango membusungkan dadanya dengan wajah berseri-seri.

"Tapi .. dari mana kau mengetahuinya?"

"Kau lupa Bi sonsaengnim paman ku?" tanya Mango. "Beliau yang memberitahu ku .. ," lanjutnya dengan nada bangga.

Akhirnya aku mengangguk-angguk mengerti. Benar. Bi sonsaengnim adalah pamannya Mango. Dan dengan kecerewatannya, berikut kebawelan Mango, rahasia apapun pasti terbongkar di antara mereka =.=

"Terus .. apalagi yang dikatakan paman mu?" tanya Apple yang terlihat lebih bersemangat dari ku. "Apa dia ganteng .. atau .. menarik? Dan juga pintar?!!Yang paling penting, .. dia kaya nggak?!!"

Aku menyandarkan punggung ke sandaran kursi sambil mengulum senyum. Mango terlihat kewalahan diserbu secara bertubi-tubi oleh Apple. Masih dengan senyuman di bibir, aku mengalihkan perhatian pada Pear. Dia agak lain dari biasanya. Alis ku berkerut. Gadis yang biasanya ceria seperti dia terlihat aneh dalam kebisuannya. Seperti detik ini, aku yakin dia sedang dipusingkan oleh sesuatu. Jawaban-jawaban dari Mango sudah tidak kuperhatikan lagi ketika aku menepuk pundak Pear.

"Gwencana?"

"Hah!!" Pear tersentak. Dia segera berpaling padaku, sementara mulutnya terbuka lebar. Dia terlihat gugup. "Oh--ne. Gwencanayo .. Kenapa kau bertanya?"

"Aku melihatmu agak aneh .. ," jawabku menyelidik. "Ada sesuatu yang kau pikirkan, benar kan?"

"Aniyo!" kelit Pear cepat.

"Kau tidak bisa membohongi ku .. ," ujar ku cepat. "Gerak-gerikmu menunjukan segalanya ... "

"Aku ... " Pear menghela nafas. Dia sudah akan berujar lagi ketika Apple membuyarkan pembicaraan di antara kami.

"Hey--ternyata cowok itu hebat!" seru Apple. "Pewaris tunggal perusahaan elite di Korea. Pintar dan ganteng. Pintar dalam musik ... ," Lalu dia berbalik pada Mango. "Benar begitu kan, Man?"

Mango mengangguk. "Ne. Itu yang dikatakan paman ku. Tapi aku juga tidak tahu ... Namanya Music Jung, idola di sekolahnya dulu, Seoul High School--sekolah menengah paling bergengsi di Seoul .. "

"WOWW---" Apple bersiul.

Aku melihat matanya berkilat-kilat sehingga membuatku terpingkal-pingkal.  Tak tahan, aku menekan perutku dengan tangan. "Jika ... jika dia sehebat itu, mengapa pindah ke sini?" tanyaku dengan sisa-sisa tenaga terakhir. Ekspresi Apple sungguh membuatku geli.

"Aku juga tidak mengerti .. ," jawab Mango. "Sama tidak mengertinya dengan paman .."

"YEE--"

Kami segera mendorongnya secara bersamaan sampai hampir terjungkal dari meja yang didudukinya.

"Yaishh!!" teriak Mango.

"Sama aja bohong!!" dengus Apple, kesal sama pernyataan Mango tadi.

Kalau aku sih biasa saja. Idola sekolah tidak pernah masuk daftar cowok impianku. Buat apa jika suatu saat bakal disakiti/sakit hati? Sudah kebiasaan kan, cowok idola tuh mata keranjang semua? Suka gonta-ganti cewek. Aku lebih memilih 'cinta sejati' daripada 'cinta palsu' seperti itu. Mendambakan memiliki seorang kekasih yang benar-benar mencintai dan mengerti aku ... rela melakukan segalanya bagi ku.

Berlainan dengan semua itu, teman-teman ku lebih menikmati hidupnya di masa remaja ini. Mereka suka tertarik pada cowok-cowok tertentu, yang dianggap menarik dan punya masa depan yang cerah, ataupun hanya sekedar berkencan dengan cowok-cowok yang mengajak mereka kencan. Agak liar sih, tapi begitulah mereka. Dan aku menikmati persahabatan ini walaupun tidak begitu sejalan dengan pikiran mereka.

Sesaat kemudian aku menarik kembali buku catatan di atas meja dan memulai lanjutan catatan-catatan ruwet yang tertunda.

"Stro--kau ikut dengan kami nyamperin idola sekolah nggak?" Mango menyenggol tangan ku.

Lagi-lagi aku berteriak. Perbuatannya membuat pen di tangan ku terpeleset sehingga kejadian tadi terulang kembali. Walaupun tidak lebih parah dari tadi.

"Yaish!!"

"Ups--" Mango menutup mulutnya. "Miane ... "

"Kau--selalu menyebalkan!!"

"Jadi, kau pergi nggak?" ulang Mango.

"Tidak!!" sahut ku ketus. "Jika catatan-catatan ini tidak kelar sebelum jam pelajaran berakhir, aku akan digorok Jo sonsaengnim!!"

"Kau yakin?" Mendadak Apple menyorongkan wajahnya sampai hampir menyentuh wajah ku. "Idola sekolah loh?" lanjutnya sambil menaikan alis ke atas .. mengoda ku.

"YAISHH!!" Aku menyambar buku dari laci meja dan mengarahkannya pada mereka dengan raut mengancam. "kalian keluar sekarang juga!!!"

Sahabat-sahabat ku langsung ribut. Mereka menghambur ke pintu kelas. "Strawberry ngamuk!! Ha .. ha .. kabur!!!!!"

Sebentar saja orang-orang iseng itu akhirnya lenyap dari hadapan ku.  Aku berhembus lega. Akhirnya bisa mencatat dengan tenang jua ...


*******



"Itu dia yang lagi main piano .. ," bisik Apple di telinga ku.

Ya, dua hari berlalu sudah. Dan tidak bisa dihindari lagi, aku diseret oleh anggota F3 lainnya buat mengintip cowok yang dinamakan 'IDOLA SEKOLAH' oleh mereka.

"Keren ya?" ujar Mango sambil menyenggol tangan ku.

Aku menoleh padanya dengan mata hampir segaris. "Menurut mu?"

Jujur saja, aku tidak tertarik pada cowok di ruang depan. Keren sih keren, ganteng sih ganteng--kenyataan ini tidak bisa kupungkiri .. tapi sekali lagi aku ingin menguatkan, 'IDOLA SEKOLAH BUKAN COWOK IMPIANKU' --NO!!!!--

"Menurut ku sih kerennya selangit ... " Mango tersenyum-senyum ganjeng di tempatnya.

Aku menghela nafas, capek. "Ya terserah kalian deh .. " Aku menegakan badan yang sudah kaku karna membungkuk terlalu lama di depan jendela ruang kesenian ini. Bermaksud bergerak dari situ tapi sialnya tanganku yang menekan jendela kaca menimbulkan bunyi keras.

"Siapa di situ?!!" terdengar seruan dari dalam.

"Emm--" Aku jadi kalang kabut. Menoleh ke kiri dan kanan, .. cewek-cewek yang katanya sahabat-sahabat sejatiku sudah menghilang entah ke mana. Kabur begitu saja meninggalkan ku?

"Stro ... "

Aku menoleh ke belakang. Dari balik lorong sekolah yang agak terhalangi oleh ruang kelas satu, tiga kepala menonggolkan diri dengan posisi meringkuk, berjajar dari yang paling tinggi ke yang paling pendek, dari Mango sampai ke Pear.

"Mwo?" Aku mendelik pada mereka.

Tapi bunyi halus dari pintu yang dibuka di sebelah ku menghentikan kekesalanku pada mereka. Aku menoleh ke depan. Sosok yang tadi bermain piano di ruang dalam sudah berdiri di ambang pintu.

"Kau mau pakai piano?" tanya cowok itu halus. Suaranya sangat merdu dan langsung tertanam dalam hati ku. Entah mengapa suaranya seperti suara salah satu penyanyi favorit ku, Cho Kyu Hyun Super Junior.

"Dhe?" Aku melebarkan mata padanya. Yang aku sadar sudah seperti bersiap meloncat keluar dari rongganya saking gede dan bulatnya bola mata ku.

Cowok itu tersenyum. "Maaf jika saya pakainya terlalu lama ... Sekarang silahkan anda memakainya ... "

"Saya?" tanpa sadar tangan ku menempel di dada. Dan kemudian aku segera mengeleng keras-keras. "Aniyo! Aku tidak bisa main piano .. Nggak ngerti .. "

"O ya?" Cowok itu mengeryitkan alisnya. "Kau berdiri di sini, kupikir kau menunggu ku selesai main ... "

"Aku ... " Sumpah, aku semakin gugup saja. "Aku tidak ... "

"Tidak apa!" Mendadak dia menarik tangan ku. "Aku bisa mengajari mu. Kacha!"

"Mwo?" Aku berusaha melepaskan genggaman ini, tapi urung oleh perkataannya selanjutnya.

"Siapa nama mu?"

"S ... Strawberry Im ... "

"Strawberry?" Dia tersenyum. "Aku sangat suka Strawberry, sangat manis dan harum. I'm strawberry lover. Dan sepertinya nama itu cocok buatmu, .. samar-samar saya seperti mencium aroma strawberry ... "

"O--" Aku membuka mulut lebar-lebar. Pertamakalinya, setelah berulangkali mendapat hujatan dari Wine bahwa dia strawberry hater, aku mendengar kata strawberry lover dari seseorang. Apalagi cowok sekeren dia. Aku mengeleng keras-keras. Lupakan si Wine bego!

"Tahu nama ku?" tanya cowok itu kembali. Menyadarkan ku dari ketermenungan.

"Dhe?"

"Nama ku?"

"Music Jung ... ," jawab ku ragu-ragu.

Dia mengangguk. Lalu mengerakan tangannya yang masih mengenggam pergelangan tangan ku. "Kacha!"

Aku tidak bisa menolak lagi. Untuk terakhir kalinya aku melirik ke belakang. HAHAHA--Aku puas melihat paras pucat dari sahabat-sahabat ku tersayang.


**********



Pear mendekati ku dengan ragu-ragu. Tangannya terlihat saling meremas. Saat itu jam istirahat pertama, sehari setelah perkenalan ku dengan Music. Aku sendirian dalam ruang balet karena si Apple dan Mango ada kegiatan lain sebagai anggota Perlindungan Lingkungan Sekolah. Anggota grup balet yang lain seperti biasa ... bolos,  sedangkan Pear kelihatannya bukan bermaksud bergabung dengan ku karena tingkahnya agak aneh.

"Stro ... " Pear menjatuhkan dirinya di lantai secara perlahan.

"Ada apa?" tanya ku sambil membilas keringat dengan handuk. "Kau bukannya latihan kan?"

Pear mengeleng.

"Lalu .. ?" Aku menatapnya lekat-lekat. "Ada sesuatu?"

Dia mengangguk.

"Sudah kukira ... ," ujarku sok tahu. "Kau terlihat aneh sejak beberapa hari terakhir .. Jadi ada apa?"

"Aku ... " Pear meremas tangannya. Pandangannya tertunduk ke lantai. "Aku rasa ... aku jatuh cinta .. "

"Jatuh cinta?" Aku segera menghentikan kegiatan membilas keringat. Segera saja aku berpaling padanya. "Siapa? Music?"

"Tentu saja bukan!" sahut Pear.

"Jadi?"

Pear tidak segera menjawab. Perhatiannya kembali dijatuhkan ke lantai.

"Kau .. serius?" tanya ku pelan-pelan. "Maksudku .. apa kau yakin dengan perasaan itu? Bukan .. cinta monyet seperti biasa kan?"

Pear mengeleng. "Aku yakin dengan perasaan ku ... Perasaan ini sangat lain .. Aku selalu memikirkannya ... ingin bersamanya .. "

"Emm--" Aku mengangguk, berusaha memahami. Sepertinya Pear sangat serius. Akhirnya sahabatku ini merasakan cinta sejati.

"Siapa dia?"

"Aku .. aku yakin kau tidak bakal suka ... ," ujar Pear ragu-ragu.

"Tidak suka?" Aku jadi tidak mengerti. "Memangnya siapa dia?"

"Wine .... ," jawab Pear lambat-lambat.

"WINEEEEEE??!!!" Seperti mendengar guntur di siang bolong ketika aku mendengar nama itu. Mataku terbelalak lebar pada Pear.

"Ya, Wine .. ," sahut Pear.

"Apa kau gila?!!" teriak ku. "Wine! Wine!!! Wine!! Kenapa mesti Wine?!! Bukankah kau tahu dia tidak waras?!!"

"Stro--aku benar-benar mencintainya!"

Sahutan ini membuatku lemas. Pear mencintai Wine, itu terlihat jelas. Sekuat apapun aku membantah, tidak akan berhasil mengubah keputusan dan perasaannya. Pear sudah jatuh cinta pada Wine, musuh bebuyutanku.

"Aku berharap kau membantu ku, Stro .. "

"Membantu?" Aku mengangkat wajah padanya. "Apa maksudmu?"

"Aku berharap kau dapat .. menunjukan padanya--perasaanku .. "

"Mwo? Kau ingin aku mengatakan padanya bahwa kau mencintainya?" Aku berteriak.

"Ne .. ," jawab Pear.

"Kau tahu kami musuh bebuyutan?" Aku mendengus.

"Aku tahu kalian musuh bebuyutan . .," tiba-tiba Pear bergelayut pada ku. "Karena itu aku memerlukan bantuanmu. Kau tidak akan merasa risih ataupun bersalah mengatakan itu .. "

"Mwo?" Aku membuka mulut lebar-lebar. "Kau sudah gila!"

"Ayolah, tolong aku ... ," pinta Pear dengan tampang memelas. Tangannya yang bergelayut dalam lingkaran lenganku digerak-gerakan berulangkali. "Ya--Stro?!! Boleh ya? Ya?"

"NO!!" Aku mengeleng keras-keras. "Ide ini terlalu gila. Wine akan menguliti ku hidup-hidup karna terlalu iseng!!"

"Emangnya kau pikirin perasaannya?" sindir Pear. "Kau takut padanya?"

"AKU TAKUT PADANYA?" Mataku membelalak.

Dan, INI kelemahan ku. Aku paling benci disindir. Semakin dibilang 'AKU BEGINI DAN BEGITU' maka .. 'AKU AKAN MEMBUKTIKANNYA BAHWA AKU BUKAN'!!! Aku sadar teman-teman ku mengetahui kelemahan ku ini, termasuk si Pear.


******



"WINE!!" Aku berteriak dari atas pagar pembatas. Aku sedang duduk dengan posisi kaki mengarah ke dalam ladang anggur.

Wine mendongak. Parasnya langsung berubah keras. "Mau meloncat ke dalam lagi ya?!" tukasnya ketus.

"Tidak!" sahutku sambil memukul-mukulkan ranting kering dalam genggaman ku ke semak-semak liar yang banyak tumbuh di situ.

"Hentikan ulahmu!" bentak Wine.

"Yee--emangnya semak-semak ini juga milikmu!" Aku meleletkan lidah padanya.

Wine menjadi panas. Aku melihat kulit wajahnya yang rada gelap menjadi merah padam. "Semua yang berada di sini adalah milik ku, tanpa terkecuali!" tandasnya keras.

Aku menatapnya, lalu mengangkat bahu cuek. "Ya--terserah deh .. " lalu kembali kuarahkan ranting kering tadi ke bawah, .. mengorek-ngorek tanah yang mulai kering. "Kelihatannya cuaca nggak begitu menguntungkan ladang anggur mu .. " Aku bergumam seenaknya.

"MWO?!"

Ya, kesalahan lagi. Wine memang paling tidak suka disinggung tentang hal yang bakal merugikan ladang anggur keluarganya. Sekalipun itu pengaruh alam.

"Apa yang ingin kau bicarakan, Strawberry?" dengus Wine dingin.

Mata ku melirik ke atas. Setelah berpikir sejenak, aku menjawab lambat-lambat. "Ti .. tidak .. ada .. "

"Jika tidak ada, angkat kaki mu dari pagar pembatas itu!!" seru Wine.

"Yaa--" Aku mengerakan kaki kearahnya. Lebih tepatnya, menendang dengan kesal. "Apa salahnya aku duduk di sini? Aku tidak melanggar batas!"

Wine mengangkat tangan dan memukul pangkal kaki ku. "Kau menyelonjorkan kaki ke sini, berarti sudah melanggar batas!!"

"AKHH---" teriak ku. "Kau memang sudah gila!" Aku meringis menahan nyeri yang diakibatkan pukulannya.  "Begini saja kau bilang melanggar batas?!!" Tersungut-sungut aku memonyongkan bibir kearahnya. Tapi bukannya takut dengan perlakuannya tadi, aku malah menegakan badan dan meloncat ke dalam ladang anggur.

"Hey--" Mata Wine membelalak. "Kau sudah tuli ya?!!"

Tapi aku sudah tak memperdulikan kemarahannya. Segera saja aku menekan tubuhnya dengan ranting kering yang masih tergenggam dalam tangan ku. "Ada yang ingin ku bicarakan?"

Wine memundurkan kepalanya. "Tadi kau bilang tidak ada!"

"Memang .. " Aku melempar ranting ke tanah dan berjalan kearahnya. "Tapi sekarang ada!"

"Berdiri di situ!" Reaksi Wine seperti perkiraan ku. Dia segera menyusut ke belakang dengan ekspresi jijik, .. seakan aku ini virus mematikan yang bakal menular padanya. "Jangan mendekat!" Tiba-tiba dia membuat gerakan yang membuatku tak percaya. Dia menutup hidung dan mulutnya dengan tangan.

"Yaa--" Aku melempar pandangan mematikan padanya. "Apa maksud dari tindakanmu?!"

"Aromamu terlalu menusuk! Membuat ku muak!" sahutnya dingin. Tanpa menunjukan perasaan bersalah.

"Kau ... " Aku kehilangan kata-kata. Aroma yang menusuk? Membuat muak? Apa maksud cowok geblek ini? Semua orang yang berada di dekat ku selalu memuji aroma strawberry yang semerbak dari tubuh ku, bahkan orangtua ku sangat bangga memiliki putri seperti ini, lalu ... apa haknya menghina ku?

"Katakan apa mau mu?!" Bentakan darinya menyadarkanku dari lamunan.

"O ya--" Aku menegakan badan menantang. Akan kuluruskan masalah ini sekarang juga! "Kau kenal Pear?"

"Ya .. ," sahut Wine sambil lalu. Dia membungkuk dan memungut ranting kering yang tadi kujatuhkan.

"Dia tertarik pada mu ... "

Ranting terlepas dari tangan Wine. Dia segera menegakan badan dan memandang ku dengan pandangan menusuk. "Maksud mu?"

"Sudah jelas kan? Teman ku itu suka padamu. Dan dia meminta ku menyampaikan ini pada mu .. "

"Kau berubah jadi mak comblang, Strawberry?!!" Tiba-tiba Wine mendorong ku sampai merapat ke pagar pembatas. Aku tidak bisa bergerak. Aku sangat terkejut dan menyusut ketakutan. Mata ku terbelalak lebar padanya. "Dikemanakan otakmu?!" desis Wine dengan nafas tertahan. Gerahamnya terkatup rapat, menimbulkan aura yang membuatku gentar. Dia terlihat sangat murka. Dan untuk pertamakalinya aku melihatnya seperti ini. Biasanya, walaupun dia marah pada ku, ekspresinya tidak semengerikan ini. Aku jadi tahu bahwa dia benar-benar benci dengan tindakan ku.

"Wine .. aku ... "

Wine melepaskan cengkramannya pada leher ku kemudian mundur ke belakang. "Lain kali jika kau lakukan lagi, aku bersumpah akan meremukan otak udang mu!!!"

"WINE!!" Aku berteriak begitu melihatnya berlalu dengan tangan terkepal.

"BERHENTI MEMANGGILKU, STRAWBERRY!!! KAU SAMA PABONYA DENGAN GRUP BALET KONYOLMU!!!"

Aku mengerutkan bibir--manyun, kemudian menghempaskan tubuh ke tanah ... duduk lemas, sementara Wine semakin jauh dari pandangan ku.


********
« Last Edit: February 27, 2011, 09:18:02 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mommy !!!!!!!!!!!!!!!  [cheekkiss]

belom baca-- tapi si wine keliatannya kasar amat sama si berry  [dry] jahat jahat jahat  hammer2

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mommy !!!!!!!!!!!!!!!  [cheekkiss]

belom baca-- tapi si wine keliatannya kasar amat sama si berry  [dry] jahat jahat jahat  hammer2

baca aja dulu [biggrin] sebenarnya si berry yg ngelakuin sesuatu yg plg dibenci ama wine [hmpfh] [hmpfh] jd perantara perjodohan wine ama sahabatnya [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
wow,mami...cepet banget chap 2-nya nongol,but i like it  [lovestruck]

strawberry bkln jatuh cintrong gak sm si music,mam???bikin pacaran aja,biar strawberry punya kesibukan + punya tk.antar jemput biar gak trlmbt lg ke skolahan...nah,klo si strawberry kagak main2 lompat2 pagar lg,kn si wine punya waktu buat kehilangan strawberry yg biasanya rajin langgar batas lahannya si wine (mian,mam...cuma usul,keputusn akhir tetap haknya bu author buat menentukn  [biggrin])

si wine ngeri banget sih reaksinya...ditaksir cewek cakep,kok marah2??? kn kasian strawbwerry,si mak comblang,br jg buka 'praktekan' dah dbikin syok  [hmpfh]...emangnya knp dia gak mau dcomblangin,mam??? kn si pear cakep,tuh (atau jgn2 si wine dah punya feeling sm neng strawberry,nih...cm blm sadar aja  [hmpfh])

chap 2-nya KEREN,mam...lanjutannya dtunggu,lho  [lovestruck]

ps : TLC kpn d update lg,mam??? (tetep nyari kesempatan nanya2 soal i2  [hmpfh])

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
udah baca mom, tapi kenapa reaksi si wine sampe sebegitunya ?

ya ampun gila aja yaaa-- si straw cuma bilang kalo sahabatnya >> pear falling in love sama wine. reaksi wine sampe begitu  [dry] itu si wine kenapa sih mom ? sakit jiwa ya ? harusnya kan dia ga sampe begitu  [goodgrief]

apa si wine udah falling in love sama straw ya ? -- kayanya belom deh -- lol  [hmpfh]

itu itu itu cho kyu hyun from super junior  [hmpfh] I like it  [laughing] [laughing]

si music baik banget mom, biasanya kan anak orang kaya seperti music itu sombong >> si wine yg ga kaya aja sombong wkkkkkk  [laughing] [laughing]

eh eh eh mom, ada rencana buat si straw sama music pacaran ga ???  [hmff]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

aiyuu_minsunnerz

  • Guest
Ahhh mami gomawo dah update para buah2 ni..hehe..
Aku bacanya sambil senyum2 ngebayangin muka strow ama wine yg segerrr banged..xixixi

Wine itu napa si mam?? Dia udah mulai suka ama strow ya?kok ga suka strow ngecomblangin dia ama pear..

Tambahan,klo ada cast lain kasih nama kesemek aja mam..biar sekampung buah2an..hahaha :*

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
chingu yg jdi murid bru di skulahnya berry siapa..?orang nya baik bnget seh..!g kya wine yg sellu judes & ksar sma berry,gomapta udah di updat lgi,q suka sma certanya & nma" pemainnya jg yg bea dri ff lainnya,smga bisa cepat di updat next nya ya...!

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
dalbyeol, emang gw rencana bikin berry pacaran ama music [hmpfh] [hmpfh] terus tar ada sesuatu yg bikin mereka putus.  si berry sgt sedih. yg ngehibur ya si wine gila [laughing] [laughing] si wine murka karna nganggap berry ga punya kerjaan, iseng banget pakai jodohin sahabatnya ama dia. ya jelas kesal dong, moso cakep2 dijodohin [hmpfh] [hmpfh] kan klu dia mau, bisa aja mendptkan cewek manapun yg dia suka [hmff] si berry emang pantas di [hammer3] deh,, pakai acara ngejodohin segala [hmff] wine belum ada perasaan ke berry kok. dia cuma sebel karna harga dirinya terasa terinjak gara2 tindakan berry [hmpfh]

coward belum ada. mungkin minggu depan but ga janji deh. udah kapok janji2 tp ga ditepati [laughing] [laughing] ngerasa berdosa [hmpfh]

vio, udah gw jelasin ke dalb. si wine murka kyk gitu karna ngerasa harga dirinya terinjak gara2 tindakan berry [hmpfh] cowok kan paling gengsian [laughing] [laughing] si wine ga sombong kok. dia biasa2 aja ke yg lain. cuma ke berrynya bawaannya dongkol mulu [hmpfh] kata org kan beda tipis antara benci dan cinta [laughing] berry pacaran ama music. pasti [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Loph... Trims yaaaa, updetannya buanyaaak...bener2 seneng de gw. Apalg ini ampe 2 apdetan...  [lovestruck].

Walah... Si Wine di sini kok orangnya kasar bgt yaa. Tp berhubung dia masih anak SMU, ya wajar2 aja dah. Masih nyari identitas. Biar dikirain hebat.

Si Pear kok ga berani ya ngomong langsung ke Wine. Malah dia nantangin Stro kl dia takut. Lah... Yg takut pan si Pear. Kok malah nuduh Stro yg takut... [hmpfh].

Si music ntar jatcin ama Stro yak? Biarin de. Biar Wine jealous...

OKd... Ditunggu apdetan lanjutannya yaa...