Author Topic: Strawberry, Lovers or Haters?--#CHP 15 PART II# 6 Nov' 11  (Read 27231 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Mami, jinjayo mo update rathdaze? Mami hug hug kiss kiss. Mamiiii bener ye update si rathdaze ,eke da kangen ama si rathdaze yg makin Hot Pop,hmpf tp update yg ini juga ya mam yg part 2 nya,heheh
yeee gw ga janji malam ini karna baru dimulai nih [hmpfh] [hmpfh]
gapapa mam,gw setia menanti kok. Mami hwaiting^^


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
kasian mami dimanamana ditagih mulu.. [wacko] [wacko]
kalo gw g pernah nagih update,cuma minta dilanjutkan [hmpfh]
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER SEVEN
Part II : Tentang Music Jung


Aku bergerak sedikit dari posisi semula, dengan cara mengerakan pundak ku yang terasa pegal .. entah kenapa--perasaanku jagi tidak enak, seperti ada sepasang mata yang terus mengamatiku sejak tadi. Dengan gerakan slow motion, aku berpaling ke belakang. Kulihat Pear sedang menatapku tanpa berkedip.

"Mwo?" tanyaku pelan.

Pear tidak menjawab. Perlahan sahabat ku itu mengalihkan pandangan keluar jendela, tidak mengubris ku.

"Eh--Pear!"

Bersamaan itu bel tanda pelajaran berakhir dibunyikan, sehingga perkataanku selanjutnya mesti ditelan. Aku mengalihkan perhatian ke depan. Jo Sonsaengnim mengucapkan pesan-pesan terakhir, bahwa liburan sudah tiba esok harinya, dan semoga kami dapat menghabiskannya buat hal-hal yang bermanfaat .. dan tentu saja yang lebih penting dan kolot dari seorang sonsaengnim--diharapkan kami tidak lupa belajar dan mengerjakan PR lol.

Kasak kusuk terdengar ketika para murid mulai membereskan alat-alat tulis. Begitu juga keributan karna rencana-rencana besar mereka selama liburan panjang nanti. Aku kembali berpaling ke Pear, namun sebelum sempat mengeluarkan suara, dia sudah beranjak bangun dari kursi dan berjalan kearah pintu.
 
"Pear--tunggu!!" Aku segera menyambar buku-buku yang masih berantakan di atas meja dan menyusulnya. "Apa ada sesuatu yang terjadi padamu?"

"Tidak!" jawab Pear pendek.

"Tapi ... " Aku menyentuh pundaknya, tapi segera dikibaskan olehnya.

"Jangan menyentuhku!"

"Weeyo?" tanyaku heran, dengan sepasang mata dikejap-kejapkan--membentuk puppy eyes. Tidak biasanya Pear bersikap kasar begini, apalagi padaku. Pasti ada yang terjadi padanya!

"Sudah kubilang tidak ada .. ," ujar Pear setelah kami bertatapan selama hampir semenit.

"Tapi .. "

Pear segera mengangkat tangannya buat menghentikan perkataanku. Lalu kami kembali berpandangan dalam diam. Sampai dia menghela nafas dan mengeleng perlahan.

"Aku sungguh tidak mengerti, apa yang dilihat Wine dari mu ... ," ucapnya pelan, .. sangat pelan buat terdengar olehku.

"Dhe?"

"Tidak apa-apa .. ," elak Pear segera. Dia berbalik dan melangkah keluar. "Tidak perlu mengikutiku ... Sungguh--aku tidak apa-apa ... "

"Pear ... "

Panggilanku terputus ketika dua pasang tangan mendarat di pundak ku.

"Yo--ada apa?" tanya Apple seraya mengikuti arah pandangku.

"Kenapa dengan Pear?" Mango ikut menonggolkan kepalanya di sebelah kananku. "Kelihatannya terburu-buru sekali .. Sejak kemarin, dia terlihat aneh .. "

Aku mengangkat bahu. "Entahlah ... "


*****



Aku mengantar kepergian Music sore harinya. Setelah memasukan semua oleh-oleh yang dibelinya ke bagasi mobil, kami masuk dan mengambil posisi masing-masing. Music duduk di bangku kemudi, sedangkan aku di sebelahnya.

"Apa oleh-oleh yang kau beli sudah lebih dari cukup?" tanyaku agak khawatir.

"Ne. Tidak usah khawatir .. ," jawab Music seraya menjalankan mobilnya.

Beberapa saat kemudian kami tiba di gerbang masuk desa. Music turun dan membukakan pintu untuk ku.

"Kau ini aneh .. ," Dia tertawa. "Berkeras mengantarku, lantas .. bagaimana caramu pulang?" lanjutnya sambil mengeleng-gelengkan kepala.

Aku menjejalkan kaki ke tanah, kemudian berjalan keluar. "Kau tidak perlu memusingkanku. Jarak gerbang ini dari ladang strawberry tidak terlampau jauh. Saya bisa pulang jalan kaki .. "

"Kau serius?" Music menutup pintu di sebelahnya dan menatapku.

"Ne!" Aku mengangguk yakin. "Pergilah," ujarku sambil mengibaskan tangan bergaya mengusirnya. "Aku akan menunggu di sini sampai mobilmu hilang dari pandangan .. "

"Hmm--baiklah .. " Akhirnya Music menyetujui keputusanku setelah pertentangan yang cukup lama.

Dia mendekatiku, dan tiba-tiba memeluk ku. Mataku melebar. Perlakuannya ini agak mengejutkan ku. Dengan risih, aku berdeham pelan. Tapi sepertinya Music tidak terpengaruh oleh kegugupanku. Dia terus saja memeluk ku erat-erat.

"Aku akan merindukanmu .. ," bisiknya halus di telingaku.

Sumpah, entah kenapa aku jadi merinding mendengarnya. Dengan kikuk, kulepas rangkulannya dari tubuhku. Aku terkekeh sengau buat membuang kerisihan yang ada.

"Sudah waktunya kau pergi .. Akan sangat larut tiba di Seoul kalau kau masih terus-terusan tidak rela melepas ku ... "

"Aku sungguh tidak rela melepasmu!" tukas Music, membuat mataku terbelalak.

"Ehh--"

"Karna aku mencintaimu ... ," ucap Music dengan sinar mata redup. Tubuhnya dicondongkan ke depan dan bermaksud menciumku. Tapi dengan reflek aku menghindarinya. "Hanya ciuman perpisahan, tidak boleh kah?" tanyanya dengan nada memohon.

Aku membalas tatapannya, dan terbersit sedikit rasa kasihan terhadap rautnya yang memelas dan meratap. "Miane ... " Namun tetap saja kata penolakan halus itu yang keluar dari bibir ku.

"Kapan kau akan memberikannya?" tanya Music kemudian.

Aku mengangkat bahu sambil menghela nafas berat. "Aku tidak tahu .. Mianeyo ... "

"Ok. Baiklah .. " Akhirnya Music menyerah setelah melihat rautku yang 'sungguh tidak ingin'. Dia menempelkan telapak tangannya ke bagian belakang kepalaku dan menarik ke arahnya. Ciuman di kening yang dapat diberikannya padaku. "Kuharap hari itu segera datang .. "

Aku mengangguk. "Sekali lagi, mianeyo. Aku belum siap .. "

"Ya, aku mengerti .. " Music berusaha memberikan senyumannya. Kemudian dia membuka pintu bagian kemudi dan menjatuhkan tubuhnya ke dalam. "Aku akan segera kembali. Jaga dirimu baik-baik .. ," ujarnya sambil melambaikan tangannya.

Aku mengangguk dan ikut melambaikan tangan padanya. Sesaat kemudian Music menghidupkan mesin dan sebentar saja mobil itu sudah berlalu dari hadapanku. Aku mengikuti kepergian Music sampai mobilnya menghilang di antara pepohonan lebat yang banyak tumbuh di sekitar situ.


*****



Aku menyusuri jalan tanah sampai memasuki ladang strawberry. Langkahku terhenti begitu mendekati pagar pembatas pemisah ladangku dan ladang anggur sebelah. Tiba-tiba aku pingin manjat ke atasnya. Setelah sekian lama--setelah kebersamaanku dengan Music, aku sudah tidak melakukan kebiasaan ini lagi. Yang terakhir, aku melakukannya ketika diantar pulang si geblek Wine. Dan itu juga bukan pengalaman yang menyenangkan. Tubuhku sampai menimpa tubuhnya sehingga didampratnya habis-habisan, .. padahal saat itu aku sama sekali tidak minta bantuannya. Si geblek itu aja yang sok tahu dan langsung main nyamber aja huh--. Mengingat itu, aku jadi dongkol setengah mati.

Kupegang pagar yang terbuat dari rajutan rotan tebal itu, lalu memanjat naik sampai berada di atasnya, yang cukup kuat buat menampung berat badanku. Kujatuhkan tubuhku di sana, lalu melayangkan pandangan ke depan--ke ladang anggur yang perlahan-lahan sudah terselimut kabut senja.

Aku mengernyitkan alis dan menajamkan pandangan ke arah pinggir kali yang airnya beriak-riak kecil. Samar-samar kulihat sosok seseorang berjongkok di situ. Bentuk tubuhnya yang jangkung panjang sedang mengais-gais sesuatu dengan ranting di tangannya. Aku mengenali sosok itu, karena dia begitu familiar. Siapa lagi kalau bukan si geblek Wine.

"Wine!!" teriak ku sambil mengerak-gerakan tangan ke atas. "Ngapain di situ?"

Wine kelihatan terperanjat kaget. Mungkin tidak menyangka ada seseorang yang akan menyapanya di hari sesore dan tempat sesunyi ini. Posturnya jadi kaku. Perlahan dia bangkit berdiri dan berbalik menghadapiku. Rautnya terlihat sebal. Dia mendelik.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu!! Ngapain kau di situ?! Pingin meloncat ke sini?!" tanyanya berang.

"Cih--" Aku mencibir. Cowok ini selalu mengesalkan dengan sikapnya yang sok berkuasa. Semula aku tidak berkeinginan memasuki ladang anggurnya, tapi begitu mendengar tantangannya barusan--entah kenapa terbersit keinginan untuk mengodanya. Segera saja aku menegakan badan, mengambil ancang-ancang, kemudian ... tap, kakiku mendarat di tanahnya.

"Yaa--" Wine segera mengacungkan ranting di tangannya dan mengerak-gerakannya ke arahku. "Jangan mendekat!!" serunya dengan tatapan mengancam.

Kembali aku mencibir. Kusepak rumput-rumput liar yang mulai memanjang di bawah kakiku.

"Mau apa kau?!!" Suara Wine mengaung lagi.

Aku mendongak, lalu mengangkat pundak tak acuh. Jarak kami cukup jauh sehingga aku dapat dengan seenaknya menjatuhkan diri di atas rumput, tanpa khawatir 'diserang' olehnya.

"Yaa--berdiri dari situ!!" larang Wine sambil mendekatiku.

Sekarang gantian aku yang tidak habis pikir--siapa yang mendekati siapa sekarang?

"Untuk apa kemari? Sudah sore--pulang gih!!" ujar Wine dengan gaya mengusir.

Aku tidak memperdulikannya. Perlahan kututup sepasang mata ini, dan menghirup udara dalam-dalam. Samar-samar tercium olehku aroma rumput musim panas yang teramat kental. Sebentar lagi musim panen akan tiba.

"Yaishh--kau tuli ya?" Kudengar Wine membentak sehingga mau tidak mau kubuka mata kembali.

"Mwo?" tanyaku cuek.

"Pulang!" Wine mengibaskan ranting di tangannya.

"Nggak mau!" tukasku masa bodoh.

"Yaishh--!!!" Wine menyepak tanah. "Kau keras kepala!"

"Biarin!" Kembali aku memejamkan mata.

Sesaat kemudian keheningan menyelimuti kami. Tidak ada suara yang terdengar kecuali riak-riak air kali dan kicauan burung yang makin samar. Begitu juga desauan angin yang menerbangkan daun-daun kering ke udara.

Aku membuka mata perlahan dan melihat Wine menatapku lekat. Tidak mengerti apa yang dipikirkannya namun tindakannya itu menimbulkan kerisihanku. Aku bergerak bangun dari tanah sambil berdeham kecil.

"Ke mana Music?" tanya Wine dengan tampang serius.

"Emm--kembali ke Seoul ... ," ujarku tanpa berani memandangnya. Mengapa? Jujur saja aku juga tidak tahu. Tatapannya itu menimbulkan suatu .. suatu perasaan aneh dalam hatiku. Sebuah desiran halus yang tidak kumengerti apa itu.

"Kau tidak ikut dengannya?" tanya Wine lebih lanjut.

"Tidak!" sahutku sambil bangkit berdiri. Kukibaskan seragamku yang sudah agak kotor oleh tanah dan rumput. "Aku pulang .. ," sambungku seraya memutar tubuh menjauhinya.

Aku berjalan ke arah pagar pembatas, walaupun sedang memungunginya, kurasakan sorot mata itu terus mengikutiku. Sebelum memanjat ke atas, kusempatkan berpaling ke belakang. Benar saja, Wine sedang menatapku lekat-lekat.

"Mwo?" tanyaku dengan posisi bergantung di tengah pagar.

"Bagaimana sikap Music padamu?" tanya Wine.

Alisku berkenyit. Apa maksud dari pertanyaan ini?

"Baik .. ," jawabku. "Memangnya kenapa?"

Selama beberapa saat kami saling berpandangan, dengan posisi aku membelakanginya. Dan ini membuatku tidak betah. Pergelangan tangan dan kakiku sudah terasa pegal karena terlalu lama bergantungan di atas pagar.

Kulihat Wine mengangkat pundaknya. "Tidak apa .. " Lalu pemuda geblek itu memutar tubuh dan berjalan menjauhiku.

Gubrak! Mataku melebar--bagaimana mungkin dia membiarkanku bergantungan sekian lama lalu meninggalkanku begitu saja? Terbuat dari apa pemuda sableng itu?

"WINEEEE!!! KAU GILAAAAA!!!!" jeritku sampai kerongkonganku terasa kering. "PABOOOO!!!


*******
« Last Edit: April 10, 2011, 08:49:34 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
Tatapannya itu menimbulkan suatu .. suatu perasaan aneh dalam hatiku. Sebuah desiran halus yang tidak kumengerti apa itu.
swetttttttttt itu adalah perasaan suka
part terakhir  bikin  [laughing] [laughing] geblek banget si wine gw bayangin berry gemelantung di pager  [hmpfh] [hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
Tatapannya itu menimbulkan suatu .. suatu perasaan aneh dalam hatiku. Sebuah desiran halus yang tidak kumengerti apa itu.
swetttttttttt itu adalah perasaan suka
part terakhir  bikin  [laughing] [laughing] geblek banget si wine gw bayangin berry gemelantung di pager  [hmpfh] [hmpfh]
kyk tarzan,, atau monyetnya tarzan [hmpfh] [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
lagi komen dimari wineeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee kuatir ye sm berry prikitieeewwwwwwwwwwwww [clap] [clap] [clap] [clap] mommyyyyyyyyyyyyyyyyy lagi lagi lagi lagi [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

tengkyu udin diupdate [cheekkiss] [cheekkiss]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
lagi komen dimari wineeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee kuatir ye sm berry prikitieeewwwwwwwwwwwww [clap] [clap] [clap] [clap] mommyyyyyyyyyyyyyyyyy lagi lagi lagi lagi [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

tengkyu udin diupdate [cheekkiss] [cheekkiss]
hemat amet [head break] [head break] [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
Tatapannya itu menimbulkan suatu .. suatu perasaan aneh dalam hatiku. Sebuah desiran halus yang tidak kumengerti apa itu.
swetttttttttt itu adalah perasaan suka
part terakhir  bikin  [laughing] [laughing] geblek banget si wine gw bayangin berry gemelantung di pager  [hmpfh] [hmpfh]
kyk tarzan,, atau monyetnya tarzan [hmpfh] [laughing] [laughing]
dua duanya  [hmpfh] btw berry manjatnya make rok ape celana mam [hmpfh] mamii itu si wine udah suka kan ama berry

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
strowberry suka usil gak digangguin wine eh dy yg cr gara2..nampakx dy kangen tu kebiasaan lama manjat2 pagar biar bikin wine kesel
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
strowberry suka usil gak digangguin wine eh dy yg cr gara2..nampakx dy kangen tu kebiasaan lama manjat2 pagar biar bikin wine kesel
iya pan puasanya udah terlalu lama, klu kelamaan ga manjat2 bawaannya pegel2 mulu [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
 [hmpfh] tumben si wine mandang bery mpe segitunya. ntar pasti lo lama2 dpandg bery tambh grogi.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
lah maunye gmn mommy yg penting pan udinan komen [hmpfh] [laughing]

liburan ini bs dunk berwine jd agak deket pelagi masalah music yg wine udinan tau [smiley-dance013] kalo udin deket ga ada lg yg manggil2 si geblek dunk kangen ah [hmpfh] [hmpfh]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[hmpfh] tumben si wine mandang bery mpe segitunya. ntar pasti lo lama2 dpandg bery tambh grogi.
kan dia merasakan perasaan gimana gitu setelah mengetahui rahasia music, ada perasaan kasihan dan sesuatu yang tidak disadarinya, yaitu--perasaan ingin melindungi [biggrin] [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
Tatapannya itu menimbulkan suatu .. suatu perasaan aneh dalam hatiku. Sebuah desiran halus yang tidak kumengerti apa itu.
swetttttttttt itu adalah perasaan suka
part terakhir  bikin  [laughing] [laughing] geblek banget si wine gw bayangin berry gemelantung di pager  [hmpfh] [hmpfh]
kyk tarzan,, atau monyetnya tarzan [hmpfh] [laughing] [laughing]
dua duanya  [hmpfh] btw berry manjatnya make rok ape celana mam [hmpfh] mamii itu si wine udah suka kan ama berry
pakai rok dong, pan lum ganti seragam [hmpfh] [hmpfh] celana dalamnya kelihatan ama wine ga ya [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
lah maunye gmn mommy yg penting pan udinan komen [hmpfh] [laughing]

liburan ini bs dunk berwine jd agak deket pelagi masalah music yg wine udinan tau [smiley-dance013] kalo udin deket ga ada lg yg manggil2 si geblek dunk kangen ah [hmpfh] [hmpfh]
kata gebleknya ttp berlaku, pan kata favoritnya berry [hmpfh] [hmpfh] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun