Author Topic: Strawberry, Lovers or Haters?--#CHP 15 PART II# 6 Nov' 11  (Read 26765 times)

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
ada yg salting...pdhl mungkin 'terbayang2 d mata' (hidup dangdut [hmpfh])

update,mam...kgk sbr ngeliat si geblek salting d dpn Stro (jgn lupa...bw2 tante So jg ya,mam [hmff])

HWAITING,mam [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ada yg salting...pdhl mungkin 'terbayang2 d mata' (hidup dangdut [hmpfh])

update,mam...kgk sbr ngeliat si geblek salting d dpn Stro (jgn lupa...bw2 tante So jg ya,mam [hmff])

HWAITING,mam [AddEmoticons04262]
tenang, tante so ttp muncul di next chp [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
MAAAAMIIIII......peyuk2 [arms]
minta sop iler tapi absen telat di [hammer3] mami...gw doyan kalo mereka pada salting [hmff] biasa ABK [laughing]
UPDATEnya kapan?? [what] [hmpfh]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
MAAAAMIIIII......peyuk2 [arms]
minta sop iler tapi absen telat di [hammer3] mami...gw doyan kalo mereka pada salting [hmff] biasa ABK [laughing]
UPDATEnya kapan?? [what] [hmpfh]
kebiasaan ABK emang suka salting2an ya [hmpfh] [hmpfh] minta gw [hammer3] [hammer3] nih [head break] [head break] [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
itu yg gw demen mam....salting2 berrywine kan ga terduga?? [laughing] [laughing] tiba2 maen sosor aje gitu ampe jontor [hmff]
bsk jontor2annya lagi,,kalo bisa emak ma babenya deh yg bikin masakan super pedes...
biar dpn tante sama om cipokannya [rofl] [rofl]

Love you more than I can say

iiuuu

  • Guest
ayo mam.. tancap.. lgsg update.. hmpf..

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Muahahahahah demen de kalo liat bocah2 ni pd salting kek kepiting rebus de tu muka kalo langsung natap sama2 ke bibir lebih asoy lol


ADAM COUPLE SELCA

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
UPDATE donk mam... [smiley-gen013]

si geblek kn lg salting...moment langka tuh,biasanya kan dia suka  [angry] sm si Stro

oh,si Wine geblek pasti pengen [kiss] lg klo ngeliat bibir Stro yg ranum [laughing] (tp,pasti jontor lg deh tuh bibir klo nyentuh bibirnya Stro [laughing])

UPDATE,mam..dh kagak sabar nih [hmpfh]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kuusahakan sesaiin sesegera mungkin [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER ELEVEN
Kerisihan dan ‘Ke-TIDAKBIASAAN’ menandakan sesuatu? Benarkah?



Sepanjang jalan menuju ladang anggur kuhabiskan dengan berlambat-lambat. Entah kenapa sepasang kaki ini serasa sulit untuk digerakan, .. seakan ada kekuatan yang menahannya selalu, dan ingin menariknya kembali ke rumah.

Aku menjadi keki, .. sebuah perasaan yang sungguh sungguh tidak kupahami. Jadi kenapa aku mesti enggan ke ladang? Apa penyebabnya? Aku garuk-garuk kepala yang tidak gatal sampai hampir mencapai pintu gerbang masuk ke ladang.

Sesuatu, atau tepatnya seseorang yang datang dari arah berlawanan membuat langkahku tercekat. Aku mengangga menatapnya. Dia, si Wine geblek, ikut-ikutan membalas tatapanku. Dia terlihat lebih risih dariku.

Dia berdiri kaku, .. sepasang tangannya yang tertancap di saku celana terlihat tegang sehingga membujur lurus. Aku menelan ludah perlahan, kemudian mengalihkan pandangan kearah lain. Kenapa? Seperti pertanyaan-pertanyaan yang sudah-sudah, .. aku tidak tahu jawabannya.

Kami berdiri dalam posisi saling berhadapan dengan tatapan terarah ke arah lain. Hampir lima menit lamanya kami habiskan dengan hanya berdiam ria. Aku menatap dahan-dahan sebatang pohon palem yang entah kenapa sampai tumbuh di situ. Saking tidak tahu harus berbuat apa, kuhitung satu persatu daun-daun yang bergelantungan di dahan paling bawah.

Sedangkan Wine, memindahkan pandangannya ke tanah. Aku tidak melihatnya, namun kuyakini matanya sedang jelalatan kini. Mungkin dia sedang mencari cacing-cacing tanah yang gemar berkeliaran di musim hujan lewat pandangannya itu? Eh—cacing? Kenapa mesti cacing? Lagian saat ini tidak sedang hujan … Hu hu, aku mulai tidak waras .. Oh—nooo!!! Tidak boleh begini!!

Aku berpaling lambat-lambat padanya. “Hmm—kenapa .. kau jadi aneh?”

Tubuh Wine menegak. Dia berpaling dengan cepat. “Kau yang aneh?!!” celetuknya sengit.

“Mwo? A .. aku … “ Well, hal yang memalukan ketika pandanganku bertemu dengan tatapannya. Kurasakan aura panas menjalar ke wajahku, atau tepatnya ke sepasang pipiku. Pasti pipiku sudah memerah tomat. Begitu juga Wine. Kulitnya yang agak kecoklatan jadi gelap. Kami saling bertatapan hanya untuk sekian detik, sebelum … secara bersamaan, kami memalingkan wajah kearah lain tanpa dikomando lagi.

Aku mengigit bibir dan memejamkan mata. Setelah berhasil memenangkan diri, .. kubuka sepasang mata ini dan meliriknya waspada. Wine terlihat menghembuskan nafas sehingga poninya yang sudah agak panjang dan menjuntai menutupi wajahnya melambai-lambai lucu. Tanpa sadar aku tergelak. Dan untung saja perbuatan tersebut tidak tertangkap Wine. Kalau tidak, aku pasti sudah diomelin habis-habisan. Segera saja kututup mulut dengan sepasang tangan. Wine kelihatan terlalu sibuk dengan pikirannya sehingga tidak menghiraukanku. Dia tenggelam seutuhnya dalam renungannya sendiri.


*****



Flash back …

Pletak, .. sebuah kerikil melayang masuk ke kamar Wine dan mendarat di lantai. Eh—kerikil? Siapa yang iseng?

“Wine sayang .. “

Wine terkesiap, lalu secara lambat dia menoleh ke arah pintu. Matanya terbelalak seketika itu juga. “Mwo … wo .. o .. ?” tanyanya gagap.

Nyonya So, ommanya, sudah berdiri di ambang pintu sembari mengacung tinggi-tinggi miniature pesawat terbang kecil di tangannya.

“Menurutmu, bagaimana nasib benda mungil ini kalau tidak sengaja terhempas ke lantai?” Nyonya So menyengir licik.

“Mwo .. wo .. o .. ?” Wine meloncat turun dari ranjang, dan menghambur ke depan berusaha mengapai miniature dalam genggaman Nyonya So.

Namun wanita itu bereaksi lebih gesit lagi. Dengan cepat dia mundur beberapa langkah.

“Yaishh—ommaaa!!!”

“Tidak, tidak, anak ku .. ,” tukas Nyonya So sembari mengerak-gerakan telunjuknya berkali-kali. “Kau tidak boleh melakukannya ..”

“Kembalikan padaku, omma .. ,” pinta Wine dengan nada hampir merengek. Lututnya jadi lemas seketika begitu melihat ommanya dengan seenaknya saja memindahkan miniature rapuh itu ke tangan satunya. “Hati-hati … ,” desis Wine lirih. “Tolonglah, kembalikan padaku. Barang itu bukan mainan .. “

“Barang ini sangat berarti bagimu, kan?” Nyonya So menyengir.

“Omma tahu itu .. ,” tegur Wine lemas.

Dia sungguh-sungguh dibikin tidak berkutik sekarang. Miniatur kecil di tangan Nyonya So itu merupakan hasil karyanya waktu kelas tiga SD, dan merupakan satu-satunya hasil karya yang mendapat penghargaan pertama, itupun ‘se-Dream High Primary School’—sangat sangat membanggakan kan?

Dan karena miniature itu pula yang menjadikan landasan baginya untuk meraih cita-citanya buat masa depan. Hal pertama yang membuat dia tahu dan menyakini apa yang akan dilakukannya kelak. Dia ingin menjadi seorang pilot.

“Dan apa kau juga tahu, Stro sangat berarti bagi kami .. ,” lanjut Nyonya So, yang membuat Wine terperanjat kaget dari tempatnya.

“Yaa—kenapa menyangkut-pautkan masalah ini dengan Strawberry?!!” seru Wine lantang.

“Karna omma ingin menyadarkanmu .. “ Nyonya So menyorongkan tangannya yang memegang miniature pesawat kecil tersebut ke arah Wine. “Sebagaimana pentingnya miniature ini, segitu pentingnya juga Stro bagi kami .. “ Sudut bibir wanita itu tertarik ke atas. Perkataannya yang tenang dan mengandung ancaman itu mendirikan bulu roma Wine. “Jadi, bagaimana nasib barang ini, tergantung pada keputusanmu, sayang .. “ Nyonya So terlihat bermaksud melonggarkan genggamannya. “Apakah kau ingin dia hancur berantakan?”

“Omma!!” pekik Wine.

“Berangkat ke ladang sekarang juga, atau .. “ Nyonya So segera mengantung perkataannya. Pandangannya menatap sinis dan kejam pada miniature di tangannya.

“JANGANN!!!” teriak Wine. Dalam sekejap dia sudah menghambur kearah ommanya dan menyangga tangan yang siap digerakan itu. Seakan takut kalau pengangan tersebut benar-benar terlepas. “Jangan, jangan. A .. aku .. berangkat sekarang .. “

Terbirit-birit Wine berlari meninggalkan ommanya. BLAMMM!! Terdengar pintu depan dihempaskan dengan keras. Tuan So yang baru keluar dari kamar mandi melirik istrinya keheranan. Nyonya So tersenyum bangga, .. dia mengangkat miniature di tangannya seolah berkata, “Wine tidak mungkin menang dariku, yeobo .. he .. he .. “

End of flash back …


******



Aku menghela nafas. Sudah hampir sepuluh menit lamanya aku dan Wine berada dalam posisi serupa. Tidak bergerak setapakpun, .. ataupun secuilpun. Sekujur tubuhku sudah pegal-pegal, … karena itu aku mengerak-gerakan leher dan pundak ku sembari meliriknya.

“O ya—kenapa bibirmu jadi jontor begitu?” Mulaiku, maksudku untuk mencairkan kekakuan di antara kami.

Tapi ternyata pertanyaanku tidak pada tempatnya. Tampang Wine segera berubah merah padam. Dia menoleh padaku, dan menghardik keras. “Masih tanya?!!”

“Mwo .. ?” tanyaku heran. Sumpah deh nih anak, .. bersuara sedikit aja langsung didamprat ><

“Semua gara-gara kau?”

Hoho—Dia mungkin keceplosan. Setelah berkata begitu, Wine langsung membuang muka.

“Mwo?” tanyaku kebingungan. “Memangnya apa salahku?” lanjutku lagi tak berdosa. Memang iya kan? Yang cium duluan kan dia =.= Cium?!! Mengingat ini, aku segera mempelototinya. “Lagian siapa yang salah?”

“Mwo?!!” Wine terlihat tidak terima terhadap sikapku. Matanya bersinar tajam begitu menatapku. “Memangnya apa salahku?” tegurnya sengit.

“Kenapa kau menciumku?!!!”

#gubrak

Kenapa aku sampai menanyakan pertanyaan seperti ini? Hikss!

Keheningan seketika kembali menyelimuti kami. Wine tertegun, .. tidak mampu menjawab. Sedangkan aku sendiri, sungguh tidak menginginkan jawaban darinya. Pertanyaan itu hanya keceplosan semata, .. harap kau tidak menjawabnya .. , doaku dalam hati.

Dan doaku memang terkabul. Wine menoleh ke arah lain,  dan memasang tampang seakan tidak mendengar pertanyaanku. Aku bersyukur karenanya walaupun, … di sudut hatiku yang terdalam, mungkin aku mengharapkan kepastian dari pertanyaan yang tidak sengaja kulontarkan tadi. Ya, mungkin saja. Aku juga tidak begitu jelas ..


*****



”Kenapa pasang pose?”

Celetukan yang mendadak dan cukup tajam itu menghentak ku dan Wine. Segera saja kepala kami yang sama-sama mendongak ke langit menoleh kearah pemilik suara tersebut.

Mulutku mengangga, namun tidak mampu mengeluarkan suara. Berlainan dengan Wine yang matanya terbelalak lebar dan langsung memekik nyaring.

“Dho--!!” Dia menunjuk Pear yang lagi menghampiri kami.

“Mwo?” tegur Pear cuek.

“Bu .. buat apa ke sini .. ?” tanya Wine gugup.

Dia melirik ku sesekali, .. dengan tatapan yang sama sekali tidak kupahami. Kenapa dia mesti segugup itu? Dan kehadiran Pear di sini seakan membuatnya tidak nyaman ..

“Katanya bantu-bantu di sini akan dapat gaji .. ,” sahut Pear sambil mendahului kami.

“Mwo? Yaaa—“ Seru Wine. Dia bermaksud menyusul Pear, namun tertunda oleh cewek itu yang tiba-tiba memutar tubuhnya.

“Tentang kejadian beberapa waktu lalu—“ ujar Pear dengan mata dipicingkan. “Lupakan saja!”

“Eh—“ tukas Wine tidak mengerti.

“Lupakan!” ulang Pear agak kaku. “Apa kau tidak mendengarnya?”

“Mwo?”

“Maksudku .. “ Pear menekan dagunya. “Setelah dipikir-pikir, .. rasa-rasanya, aku tidak begitu suka padamu!” lanjutnya dengan nada datar.

“Hah--?”

Sumpah—ingin sekali aku tergelak lepas saat ini. Tampang si geblek itu benar-benar mengelikan. Membayangkan dia dicampakan Pear, membuat duniaku seakan berubah surga. Ha ha ha .. biar tahu rasa dia. Berita ini merupakan berita paling memuaskan yang pernah kuterima setelah ciuman kemarin. Eh—ciuman??? Lagi-lagi kembali ke ciuman huhu, .. benar aku telah dicium Wine? Bukannya mimpi semata ya? Tanpa sadar aku mengigit bibir keras-keras.

“Sudah jelas, bukan?” ungkap Pear sekenanya. “Semula aku mengira telah benar-benar menemukan cinta sejati yang selama ini kuimpi-impikan, pada dirimu. Tapi ternyata salah. Perasaan itu sama saja dengan perasaan yang dulu-dulu. Datangnya cepat dan hilangnya juga cepat. Setelah kupikir-pikir, ternyata perasaan itu hambar. Aku cuma tertarik padamu, tidak lebih. Mungkin sikapmu yang lain dari yang lain itu penyebabnya. Setelah perasaan tersebut berlalu, kurasa semuanya balik lagi ke awal. Kau tetap Wine biasa yang kukenal. Perasaan itu hanya rasa ingin tahu saja, dan bukan suka, apalagi cinta ..,” susulnya dengan tampang berkenyit.

Pear memutar badannya kembali, membelakangi kami, kemudian meneruskan langkahnya yang tertunda memasuki ladang.

“Hey—“ Wine segera mengejar Pear. “Kau sungguh-sungguh?!!”

Meninggalkanku begitu saja? Aku memberenggut. Cowok yang satu itu sablengnya benar-benar nggak ketulungan. Emosiku selalu meledak dan tidak terkendali setiap berhadapan dengannya huh—


*****



“Ada apa dengan kalian?”

Teguran Chocolate yang cukup keras membuatku berpaling. Dia dan Coffee tampak sedang mendekati Wine. Sama denganku, Wine yang hanya berjarak beberapa meter dari ku, juga menoleh kearah mereka. Lalu kami (aku dan Wine) saling melirik sekilas, kemudian membuang muka secara bersamaan.

“Loh—aku mencium ada yang aneh .. ,” celetuk Coffee yang berada di belakang Chocolate sambil mengendus-ngendus.

“Iya, iya. Benar .. “ Chocolate melengkapi godaan mereka dengan mengangguk-anggukan kepalanya.

“Aneh palamu!” Wine segera menepis tangan Chocolate yang didaratkan di pundaknya. Begitu juga pada Coffee, dia mendelik sengit. “Memangnya apa yang aneh?!!” tantangnya kemudian.

“Ada saja .. ,” sahut Chocolate sembari mengelus-ngelus dagunya.

“Sepertinya telah terjadi sesuatu di antara kalian .. “ Coffee menimpali seraya melirik ku. Melihat itu, aku segera membuang muka dan berlagak memetik seuntai anggur yang menjuntai di depanku.

Kudengar Wine mendengus. Keranjang kecil di tangannya yang sudah terisi penuh anggur diletakannya ke tanah, kemudian dia menekan Chocolate dan Coffee sampai mundur sebanyak dua langkah.

“Jangan mengangguku!!”

“Oh—tidak!” seru Coffee tiba-tiba.

“Mwo?!” Wine mendelik.

“Ada apa?” nyeletuk Chocolate.

Coffee tidak memberi tanggapan terhadap Chocolate. Pandangannya tepat jatuh ke wajah Wine, lalu ke bibirnya yang agak-agak jontor.

“Ada apa dengan bibirmu?” tanya Coffee dengan kening berkerut.

“Huh—“ Wine segera menghindar dengan memutar tubuhnya hingga membelakangi Coffee dan Chocolate. “Bukan urusanmu!” sahutnya ketus.

“Sepertinya alergi .. ,” celetuk Chocolate setelah menyadari arah mana pembicaraan Coffee.

Coffee mengangguk. “Iya. Aneh sekali .. ,” ujarnya sambil berpikir. “Memangnya apa yang bisa membuatmu alergi segitu selain .. “ Perkataannya terhenti. Saat itu juga dia berpaling pada Chocolate.

Kedua cowok itu saling berpandangan. Seperti mendapat ilham terhadap jawaban yang mendadak melintas begitu saja, mereka berseru keras.

“STRAWBERRY!!!”

“Mwo?!” Merasa namaku dipanggil, aku menoleh. Dan alisku langsung berkenyit begitu melihat si Double C tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

“Ada yang aneh … ?” ujarku lirih dan heran. Kupertajam pandangan kearah mereka, .. dan kulihat tampang Wine menjadi keras. Tangannya diangkat dan mendorong kedua sahabatnya itu.

“APANYA YANG LUCU?!!” Wine berteriak.

“Ya, lucu aja ha ..ha .. “ Chocolate terpingkal-pingkal di tempatnya.

“MWO?!!” Wine jadi berang.

“Kau .. kau ini aneh .. “ Coffee menimpali sambil memukul punggung Chocolate. “Sudah tahu .. ha .. ha .. itu .. itu berbahaya .. Kau .. kau masih nekat jua .. ha .. ha … “

“Di sini?” Chocolate menyentuh bibirnya, yang langsung disambut tawa membahana dari Coffee.

Aku yang melihat adegan-adegan tersebut, terutama peragaan terakhir yang dilakukan Chocolate, merasa bisa mengira-ngira kearah mana pembicaraan mereka. Tampangku jadi merah padam. Setelah menghempaskan keranjang di tanganku ke tanah, aku tergesa-gesa meninggalkan mereka. Tidak sudi rasanya mendengar terlalu banyak omongan-omongan yang memanaskan telinga.


*****



Wine terlihat makin murka. Wajahnya yang sudah merah menjadi semakin merah ketika menatap Chocolate dan Coffee. “Ketawalah .. Ayo ketawa lebih keras lagi!!” teriaknya parau. “Kalian sungguh-sungguh berengsek!! Sahabat katanya?!!—Huhh!!” Kemudian, dengan keras dia mendorong Chocolate dan Coffee yang masih terbahak-bahak sampai terhempas ke tanah berumput.

“Hey—“ protes Chocolate. Tawanya sudah berhenti ketika diperlakukan dengan kasar oleh Wine. Tapi, untuk melanjutkan protesnya, dia tidak bisa lagi. Wine sudah berlalu meninggalkan mereka.

“Ada apa dengannya?” tanya Coffee dongkol.

“Tahu tuh—“ dengus Chocolate. “Kebiasaan buruknya kambuh terus akhir-akhir ini—“

“Tapi masih tidak separah waktu kau mengeluarkan ide mencoba bibir Stro kan?” cerocos Coffee seenaknya.

“Tahu ah—“ sahut Chocolate sekali lagi. Pundaknya diangkat sembari berdiri dari posisinya. Kemudian dikibas-kibaskannya celananya yang tertempel tanah dan rumput kering. Begitu juga Coffee, melakukan hal yang sama.

“Ngomong-ngomong .. ,” tukas Coffee tiba-tiba. Ditekannya lengan Chocolate sampai hampir terduduk kembali di tanah.

“Yaishhh—“

“Mian .. ,” sesal Coffee. Tapi sesaat kemudian, tidak digubrisnya lagi kekesalan Chocolate akibat tindakannya barusan yang hampir membuatnya terjungkir ke tanah. Ada sesuatu yang lebih penting yang teringat olehnya. “Kalau si Wine bener-bener sampai jatuh cinta pada Stro, bisa gawat dong .. ,” tukas Coffee cemas.

“Gawat?” Chocolate menghentikan gerakan tangannya mengibas daun kering dari celananya. “Kenapa?” tanyanya tidak mengerti.

“Stro kan sekarang lagi pacaran ama anak pindahan itu?” sahut Coffee.

“O—benar!” Chocolate menepuk jidatnya. “Lalu bagaimana ini?” Dia terlihat ikut-ikutan cemas bersama Coffee. “Orangtua Wine dan Stro kan giat-giatnya menjodohkan kedua anak itu ..”

“Itulah masalahnya .. ,” desah Coffee. “Bisa berabe jika ketahuan kalau ternyata si Stro sudah berpacaran dengan cowok lain .. “

“Bagaimana ini?” Chocolate terlihat kebingungan sendiri, padahal itu bukan masalahnya. “Eh—menurutmu, .. apa si Stro belum memberitahu orangtuanya tentang hubungannya ama Music .. ?”

“Kenapa bertanya begitu?” Coffee mengerutkan alisnya.

Chocolate mengangkat bahu tak acuh. “Hanya bertanya saja. Soalnya Tuan dan Nyonya Im kayaknya tidak mengetahui hubungan putrinya tersebut .. “

Coffee mengangguk. “Benar juga .. Aushh—“ Dia mengacak-ngacak rambutnya hingga berantakan. “Kenapa kita sampai terlibat dalam masalah mereka?!!”

Chocolate mengomentari dengan menyemburkan nafasnya ke udara. “Tahu ah, gelap!”


*****



Usaha yang kulakukan sia-sia saja. Kurasa, .. begitu juga dengan Wine. Karna akhir-akhir ini aku tetap melihatnya muncul dan berkeliaran di ladang. Walaupun dia membawa raut yang terlihat ‘sangat tidak ingin’, dia tetap melakukannya. Sampai aku percaya, bahwa dia juga tidak bisa membantah keinginan orangtua.

Ada sesuatu yang aneh dalam diri Wine, .. yang kurasakan lain dari biasanya. Semula aku tidak begitu menangkap. Dia masih saja Wine dingin dan suka membentak yang pernah kukenal. Namun, ada sesuatu … sesuatu yang samar-samar kusadari dan kurasakan, … dia memang bukan Wine yang biasa.

Dua hari yang lalu, aku hampir terkilir sehingga jatuh terduduk di atas tanah berumput. Dan tiba-tiba saja Wine membantuku berdiri. Tanpa berkata apa-apa, dia menumpahka air dingin di kakiku sehingga terasa lebih nyaman. Setelah itu, dia menyingkir begitu saja. Tanpa memberi kesempatan padaku untuk berterimakasih.

Kemarin, .. mataku kemasukan debu, dan tanpa diminta si Wine melempar sebotol air mineral begitu saja buatku untuk membersihkan mata. Tadi pagi lagi, dia tiba-tiba membantuku menuang anggur-anggur yang telah penuh ke dalam karung. Padahal itu tidak pernah dilakukannya sebelumnya. Jangankan membantuku, biasanya buat dekat-dekat dalam radius semeter denganku saja seakan dapat membunuhnya. Artinya, dia anti sekali.

Perhatian-perhatian kecil yang membuatku jadi bertanya-tanya selama panen seminggu ini, … Apa yang sebenarnya telah terjadi pada Wine? Apa dia sudah tidak waras, dan .. penyakit itu sudah memasuki tahap akhir?


*****
« Last Edit: May 07, 2011, 12:46:49 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] wine kok jadi sweet, ya...

jangan-jangan karena tiap hari diancam ma nyonya So... hahahaha, aneh ni anak... tapi lanjutkan...


 [smiley-gen013] [smiley-gen013]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] wine kok jadi sweet, ya...

jangan-jangan karena tiap hari diancam ma nyonya So... hahahaha, aneh ni anak... tapi lanjutkan...


 [smiley-gen013] [smiley-gen013]
klu diancam tuh so pasti [hmpfh] [hmpfh] tp yg jelas si wine udah ada perasaan apa2 ke berry [laughing] [laughing] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
[lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] wine kok jadi sweet, ya...

jangan-jangan karena tiap hari diancam ma nyonya So... hahahaha, aneh ni anak... tapi lanjutkan...


 [smiley-gen013] [smiley-gen013]
klu diancam tuh so pasti [hmpfh] [hmpfh] tp yg jelas si wine udah ada perasaan apa2 ke berry [laughing] [laughing] [lovestruck]

 [laughing] [laughing] oh... tak kira karena diancam, terus... lo ntar music balik, gimana, dong??  [what] [what]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
berry berry..apapun ujung2x slalu dikaitkn dgn ciuman kilatx wine..
Wine sigeblek terxta punya otak encer nih,citax mw jd pilot udh dpt pnghargaan lg...ibux pake ngancam mw ancurin hsl karya kebnggaan wine..jgn gt eomma..
Apa jadinya nyonya so kl tau menantu impian udh pux pacar,wine jd pelampiasn g?
[/size][/color][/b]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Muahahahahah sumpe ane demen sm eommanya wine maen ngancem si wine mau ga mau harus nurut ekekek

Uhuyyyyyyyyy wine secara ga langsung mulai ada rasa sm berry lanjoottttkan wine sbelonnya obatin de tu ye penyakit ente ganggu bgt moso tiap ciuman ntar jontor mulu jd mr dower loh lol


ADAM COUPLE SELCA