Author Topic: Strawberry, Lovers or Haters?--#CHP 15 PART II# 6 Nov' 11  (Read 27186 times)

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
apa reaksi berry pas ngeliat lagi totol2nya wine,trus kalo tau itu karena dia berry menghindar gak?
Akhirnya ditanyain juga,dr kemarin sih tp suka lupa [biggrin]
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
apa reaksi berry pas ngeliat lagi totol2nya wine,trus kalo tau itu karena dia berry menghindar gak?
Akhirnya ditanyain juga,dr kemarin sih tp suka lupa [biggrin]
tar berry bakal tahu jga [biggrin] [biggrin] reaksinya, semula so pasti kaget n ga percaya,, mana ada org alergi ama org [hmff] [hmff] si wine aneh2 aja [hammer3] tp setelah tahu alasannya,, mungkin aja dia bakal ngehindari wine [heh] tp apa wine mau [what] tentu aja kagak [hmpfh] [lovestruck] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
kapan ya si wine sembuh... biar bisa leluasa ma berry?? ya ampuuuunnn.......  [what] [what] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat]

gimana ya sakitnya.a digigit berry??


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
apa reaksi berry pas ngeliat lagi totol2nya wine,trus kalo tau itu karena dia berry menghindar gak?
Akhirnya ditanyain juga,dr kemarin sih tp suka lupa [biggrin]
tar berry bakal tahu jga [biggrin] [biggrin] reaksinya, semula so pasti kaget n ga percaya,, mana ada org alergi ama org [hmff] [hmff] si wine aneh2 aja [hammer3] tp setelah tahu alasannya,, mungkin aja dia bakal ngehindari wine [heh] tp apa wine mau [what] tentu aja kagak [hmpfh] [lovestruck] [lovestruck]
pastix g mw dong,wine bakal ngejar2 bery mpe ke ujung ladang skalipun
[/size][/color][/b]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Apa kabarmu,wine? [bye]
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Apa kabarmu,wine? [bye]
Wine lg berobat ke dokter kwon, jd jgn diganggu ya? Ini pengumuman lgs dr wine Hmpfh

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Spoiler ... [drool] [drool] [on] [goodgrief]



Dua hari berlalu sejak pertemuan terakhirku dengan Wine di taman belakang sekolah waktu itu. Aku berjalan dengan kepala tertunduk sore harinya, .. tanpa menyadari si pemilik tubuh jangkung di depan, yang muncul dari arah berlawanan, juga berjalan dengan posisi yang hampir sama. Wine melangkah dengan pikiran melayang, hingga tak melihat kehadiranku. Tak pelak, .. tubuh kami saling bertabrakan satu sama lain.

Aku mengibaskan rok bagian belakangku yang kotor oleh rumput-rumput dan daun-daun kering akibat terhempas di semak-semak. "Huh--" Aku mempelototi si penabrak tak tahu diri itu.

Sosok jangkung yang kutabrak tadi tampak tidak bergeming, masih berdiri kokoh di posisinya. Tak ada reaksi berarti darinya, .. hanya terdorong sedikit. Berlainan denganku, yang sampai pusing karna terantuk dadanya yang bidang, untuk kemudian mendarat di semak-semak berduri.

Aku mengepalkan tangan dan bersiap mendamprat orang itu. Mungkin kepalaku masih pening oleh benturan tadi sehingga pandanganku mulai ngawur dan tidak benar, .. kenapa yang kulihat, mirip Wine?

"Hmm--" Wine berdeham dengan kikuk.

Mataku terbelalak. Jadi benar, .. dia Wine?!!! OH--emakkk!!!

"Yaa--gwencana?" tegur Wine begitu melihatku hanya bisa bengong di tempat terhadap sapaannya yang tidak bisa dibilang bersahabat tadi.

"Eh--" Aku tersentak. Teramat gugup, aku berusaha menghindari tatapannya. Sebenarnya tindakan ini tidak perlu karna Wine kelihatan tidak kalah gugupnya dariku.

"Gwen .. gwencanayo .. ," sahutku tanpa berani memandangnya.

Bohong besar!! Aku tidak baik-baik saja. Aku sangat gugup, .. teramat gugup untuk dilukiskan dengan kata-kata. Ciuman yang terjadi antara kami, .. begitu juga pundak yang dipinjamkannya buat menghiburku dua hari yang lalu, .. kembali bermain-main dalam pikiranku. Aku mendesah. Apa yang harus kulakukan buat mengusir kecanggungan ini? Padahal, .. selama pergaulanku dengan Wine selama ini, .. tidak bisa dibilang baik sih karna kami lebih sering bertengkar daripada berbicara baik-baik, .. tapi cukup bebas dan tidak serba salah seperti ini ..

Bola mataku sesekali melirik Wine, ... dan tentu saja ini tanpa disadarinya,  .. jika tidak, bisa mampus aku saking malunya.

Kami terdiam untuk waktu yang cukup lama. Kuamati dia, .. tentu saja masih secara sembunyi-sembunyi. Kulit wajah dan leher itu belum benar-benar sembuh dari bentol-bentol merah yang mengerogotinya. Jidatku berkerut.

Kemudian pandanganku menurun pada sepasang lengannya yang tidak terbungkus kain (mengingat Wine mengenakan kaos lengan pendek yang ujungnya tergulung sampai ke pundak, ..  otot-ototnya yang sudah terbentuk sempurna sampai menyembul dari bagian yang terbuka tersebut begitu sepasang lengan itu digerak-gerakan, yummy he.. he ..)--sama saja! Sepasang lengan tersebut juga dipenuhi bintik-bintik darah yang sudah mulai memudar. Pandanganku perlahan naik kembali, .. sampai bertemu iris gelap Wine.

Apa cuma perasaanku atau bukan, .. kenapa dia kelihatan jauh lebih menarik dari Wine yang kukenal selama ini?

"Kau .. mau kemana?" tanyaku lambat-lambat. Bibirku kugigit sekeras-kerasnya setelah menanyakan ini, .. takut kalau kegelisahan, dan suaraku yang bergetar ketahuan Wine.

"Hn--" Wine berujar dengan kaku. "Ke ladang. Ada yang harus kubereskan di sana .. "

"O--" Aku mengangguk.

Terus terang saja, .. kekakuan ini sudah hampir mencekik leherku. Aku meluruskan badan dan bertekad meninggalkannya. "Bye--" ujarku sambil melambaikan tangan padanya. Aku melakukannya dengan serba salah, .. dan melewatinya tanpa berani berpaling lagi.

"Strawberry!!"

Panggilan yang mampu menghentikan langkahku dalam sekejap. Aneh.

Aku memutar badan menghadapinya. "Ya?"

"Ba .. gaimana keadaanmu .. ?" tanya Wine dengan nafas tertahan. "Keluargamu? Baik kah? .. Kudengar, .. perusahaan ayah Music mengambil-alih semuanya .. "

Aku tersenyum kecut. "Ya memang," kemudian kepalaku menengadah ke langit. Menatap gumpalan-gumpalan awan yang mulai kelam. "Aku salah ketika mengenalnya. Ternyata dia musuh dalam selimut ... "

"Gwencana?" Wine menatapku tak berkedip.

Aku menoleh padanya. "Ne, gwencana. Dia masih berperasaan dengan menyisakan villa strawberry pada kami, .. walau orangtuaku tidak menyukainya .. " Aku tertawa getir. "Omma dan appa sudah memaksa untuk meninggalkan Dream High jika saja aku tidak berhasil membujuk mereka ... "

Tiba-tiba aku mendapatkan respon tidak wajar dari Wine. Dia tertawa dengan suaranya yang parau dan dingin. "Tentu saja! Karna dia masih mencintai dan mengharapkanmu!"

"Mwo?" Aku terperanjat. Mataku terpicing ketika menatapnya. "Maksudmu?"

"Benar begitu kan?" Wine mengangkat pundaknya. Kali ini dia yang berinisiatif meninggalkanku. "Sangat mengelikan kalau berpikir dia akan melepaskanmu begitu saja .. "

"Hah?!"

Wine lewat begitu dekat di sampingku,  .. sampai lengan kanannya yang kekar menyerempet pundak ku dengan keras. Aku hilang keseimbangan. Terhuyung-huyung aku berusaha mengatur posisi berdiriku. Berhasil! Namun kertas-kertas lukis yang kugenggam tidak tertolong, ... berhamburan ke mana-mana.

"Akhh--"

Wine menghentikan langkahnya. Dia berbalik dan melihatku membungkuk dan memungguti kertas-kertas hasil ulahnya.

"Kau ini kenapa sih?" Aku mengerutu kesal.

Wine masih terpaku sesaat, ... kemudian dia berjalan ke arah semak-semak dan memunggut selembar kertas yang tersangkut di sana, .. lalu kembali kepadaku, .. berjongkok dan membantuku memungguti kertas-kertas yang bertebaran di jalan tanah. Pada lembaran terakhir, tangan kami saling bersentuhan. Rupanya, .. ketika kami memunggut kertas tersebut, .. pada waktu dan posisi yang hampir bersamaan.

Aku mendongak dan mendapatinya sedang mengamatiku. Jarak di antara kami sangat dekat, sehingga desah nafasnya yang beraroma .. hmm--wine? yang begitu memabukan terasa menerpa kulit wajahku. Kami saling menatap untuk waktu yang cukup lama, .. dengan tidak seorangpun dari kami yang ingin membuyarkan keadaan ini.

Tangan Wine terangkat pelan-pelan dan menyentuh wajahku dengan sangat halus. Aku tidak dapat bergerak. Aku 'sungguh-sungguh' terhipnotis oleh daya tarik magnetnya.

"Wine--kenapa .. kau .. seganteng ini .. sih?" Aku tidak dalam keadaan sadar ketika menuturkan pertanyaan ini.

Kulihat Wine tersenyum samar. Dia terlihat makin menawan saja, .. sepasang mata yang seakan bersinar itu menurun ke bibirku. Daya tarik ini yang membuatku mengutarakan permintaan lebih lanjut, .. dengan linglung.

"Cium saya dong, Wine .. "

Tanpa diminta untuk kedua kali, Wine sudah melumat bibirku dengan sangat ganas dan bernafsu. Lidahnya terasa mengorek-ngorek dinding-dinding mulutku. Aku mendesah. Tanganku bergayut di lehernya.

Bibir Wine terasa sedap dan memabukan. Aroma wine yang sangat kental terhembus, membuat perasaanku melayang. Aku seperti habis meneguk segelas wine, kemudian mabuk. Namun, .. kenikmatan ini melebihi segelas anggur. Aku yakin aroma bibir Wine lebih nikmat seratus bahkan seribu kali lipat dari minuman beralkohol yang namanya 'wine'.

Mendadak aku mendengar Wine meringis. Aku melepaskan rangkulan dari leher dan menatapnya dengan pikiran yang masih menerawang jauh. Ya, Tuhan! Apa yang kulihat hampir membuatku terpekik. Bintik-bintik laknat itu kembali bermunculan di sekujur wajah dan badannya. "A .. apa .. ini .. ?" tanyaku gugup.

Wine mengeleng sambil menyandarkan punggungnya di batang sebuah pohon yang tumbuh di belakangnya. Nafasnya tersengal-sengal dan tangannya berulangkali mengelus-ngelus dadanya.

"Wi .. ne .. " Aku menjadi pucat. Segera kutekan wajahnya dengan sepasang tangan. "Jangan begini! .. Saya mohon jangan begini ... " Dan aku PUN mulai menangis tersedu-sedu. "Jangan perlakukan aku seperti ini, Wine-a .. Aku tidak tahan .. Lebih baik kau mengejek dan memarahiku seperti dulu, tidak apa-apa .. daripada begini .. "

Wine menarik nafas dalam-dalam. Dengan susah payah dia mengeleng, lalu meraih tubuhku dan membenamkan kepalaku di dadanya. "Bukan .. itu--" Dia menjawab dengan sangat pelan. Nafasnya semakin tidak teratur.

"Jangan menghindariku .. ," Aku memohon dengan tampang memelas.

Wine mendesah. "Tidak akan .. "

"Lalu .. kenapa? .. Wajahmu ... ?"

"Ini--" Wine mengigit bibirnya. Dia terlihat enggan untuk menjawab. Kemudian sepasang matanya terpejam. "Ini .. bukan penyebab dari ..  sikap ku padamu ... Dulu mungkin iya, tapi ... tidak sekarang ... "

"Maksudmu?!!"

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
hiiiiiiiiiiiiii berry nya minta cium????  [bav] [bav] [bav] [bav]
yahh payah si wine baru gitu ja udah keok,, mamiii ayo sembuhkan wine  [what]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
hiiiiiiiiiiiiii berry nya minta cium????  [bav] [bav] [bav] [bav]
yahh payah si wine baru gitu ja udah keok,, mamiii ayo sembuhkan wine  [what]
hahaha keok,, maklum dah tua [hmpfh] [hmpfh] #abaikan [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Angin spoi spoinx sudah datang dan san9at meyejukkan,gumawo mam bwt spoi2nx apalagi spoi2nx panjang lalu bagaimana d9n updatetanx pasti bakalan sepanjang jembatan suramadu.kra2 kpn mam updatenx...

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
hiiiiiiiiiiiiii berry nya minta cium????  [bav] [bav] [bav] [bav]
yahh payah si wine baru gitu ja udah keok,, mamiii ayo sembuhkan wine  [what]
hahaha keok,, maklum dah tua [hmpfh] [hmpfh] #abaikan [hmff]
tua?? [what] eh mam ini si wine agak2 hot juga ya wah jangan2 the next generation of rantang LOL [hmpfh]

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Luph, spoilernya panjang amat. Jad penasaran ne ama versi benernya. Udah, deh, gue ntar telpon si Wine, kasih nomer telpon dukun2 dari kampung gue yang bisa nyembuhin segala penyakit. Kayanya Wine kena santet si Music neh  [laughing] [laughing]...

Updet segera ya Luph... [hug]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
gubrak deh CM bener2 sensi ama gw ya hammer2 hammer2

omo mami gw suka banget ama part ini  [lovestruck] [lovestruck]


Quote
Wine menarik nafas dalam-dalam. Dengan susah payah dia mengeleng, lalu meraih tubuhku dan membenamkan kepalaku di dadanya. "Bukan .. itu--" Dia menjawab dengan sangat pelan. Nafasnya semakin tidak teratur.

"Jangan menghindariku .. ," Aku memohon dengan tampang memelas.

Wine mendesah. "Tidak akan .. "

"Lalu .. kenapa? .. Wajahmu ... ?"

"Ini--" Wine mengigit bibirnya. Dia terlihat enggan untuk menjawab. Kemudian sepasang matanya terpejam. "Ini .. bukan penyebab dari ..  sikap ku padamu ... Dulu mungkin iya, tapi ... tidak sekarang ... "

sumpah wine gw suka banget ama kata2 lu *nunjuk2 quote di atas
dewasa banget meski alergi lu lg kumat, lu kagak kaborr seperti biasanya, lu malah meluk berry, [huglove] [huglove]
agar berry tidak kuatir ngeliat penyakit lu, gw suka liat perubahan lu wine
cuma satu kata untuk perubahan lu [bav] [bav] [bav]

[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
WINEEE........abis berry,,,gw yaa!! pan gw juga mau dicium elu wine [lovestruck] [lovestruck]

Love you more than I can say

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
huuuuu ROMANTIS dan juga miris
mam kapan alergi si wine sembuh ?
apa obatnya?
jangan jangan harus jebolin stro dulu baru sembuh