Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 17173 times)

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
kak love,ita,vol wewww,,, keren nih ceritanya , ada misteri besar (suka bgt sama cerita kyak gini) ... pas baca judulnya kirain sama kyak ff lain , gak tahunya pas baca ceritanya cukup berat juga . ayo kakak2 ditunggu cerita selanjutnya . Oh iya eryn itu emg gak punya keluarga lagi yah ?? emg ayahnya kemana ??

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
hwoaaaaa dah up date toh. komawo ^^

Eryn ama Gavin lom ketemu muka yaw, TRIO KENTANG [hmpfh] [hmpfh], Tn Kim itu siapa???, kenapa dia pengen banget ketemu ama Eryn???? apa ada hubungannya dgn Gavin atau orang lain yang selalu mengawasi kehidupan Eryn????

part 3 nya bagian mami ya, panjang ya mam, jangan lama2 ya up datenya. HWAITING buat TRIO kentang [hmpfh] [hmpfh] ( gapapa kan gw kasih julukan trio kentang?? [hmpfh] [hmpfh]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mantap nich ff mam. keren sumpah. . penuh dgn teka_teki. gw aj bcanya mpe ngayal tingkat tinggi . lol . . ayo skrg gliranmu MAM . . UPDATE d0ng :p . . bdw add aq d grup i2 jga d0ng mam. okeh. . gumawo sblumx. . hehe
udah gw add di fb,, xie2 [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
gumawo mam dah di copas di mari ffnya#saya author yang tidak bertanggung jawab [hug]
hwoaaaaa dah up date toh. komawo ^^

Eryn ama Gavin lom ketemu muka yaw, TRIO KENTANG [hmpfh] [hmpfh], Tn Kim itu siapa???, kenapa dia pengen banget ketemu ama Eryn???? apa ada hubungannya dgn Gavin atau orang lain yang selalu mengawasi kehidupan Eryn????

part 3 nya bagian mami ya, panjang ya mam, jangan lama2 ya up datenya. HWAITING buat TRIO kentang [hmpfh] [hmpfh] ( gapapa kan gw kasih julukan trio kentang?? [hmpfh] [hmpfh]

[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
gavin ama eryn gak bakal ketemu lagi#iyakan mam [hmpfh]
Tn.Kim, gw juga gak kenal siapa dia [what]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ita, kita sama bingungnya, gw jg ga kenal ama Tuan Kim, ayo tanyain ke voldi-mungkin dia tahu [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
kentang lagi, dunk  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
mamiiiiiiiiiiiiiiiii... [bye]  [biggrin]
di update sekarangkah [what] [what] [what]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mamiiiiiiiiiiiiiiiii... [bye]  [biggrin]
di update sekarangkah [what] [what] [what]
nooo, besok malam ya [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

jadi 2morrow , and sesuai janji mommy ...panjanggg dan laamaaaa  [hmpfh]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
momyyyyyy.......updateeeeeeeeee
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
RED : Part Three



Eryn menghela nafas, untuk kemudian kembali membuka pintu di depannya. “Sudah kubilang, aku tidak mengenal Tuan Kim yang kalian maksud!” tandasnya, menekankan kembali apa yang sudah dikatakannya. “Pergilah! Jika begini terus, aku akan menelepon polisi .. “

Kedua pria di depannya membungkuk dengan hormat. “Agashi akan mengetahui yang sebenarnya bila mengikuti kami,” ujar mereka tak mau menyerah. “Kami hanya mengikuti perintah, jadi harap agashi tidak memberatkan kami .. “

“Tapi .. “ Eryn ingin membantah lagi, tapi segera terputus oleh ucapan si kepala botak.

“Silahkan, agashi .. ,” kata pria itu sambil mengerakan tangannya. “Sebelah sini. Mohon ikuti kami .. “

Eryn kembali membuka mulutnya, tapi kedua pria itu sudah membentuk barisan yang mempersilahkannya keluar apartemen, seakan dia ini orang penting yang sangat terhormat. Mereka membungkuk 90 derajat dengan tangan terayun laksana pengawal-pengawal kerajaan.

Seperti terhipnotis Eryn bergerak perlahan. Sampai beberapa langkah dia berhenti dan menoleh. “Sebelah sini .. ?” tanyanya ragu-ragu.

Kedua pria itu mengangguk.

“Halaman depan apartemen, agashi .. “ Salah seorang dari mereka, yang berambut tebal, menjawab.

Eryn mengangguk, kemudian melanjutkan langkahnya menyelusuri lorong panjang yang agak gelap dan tua dengan dihimpit beberapa kamar yang disewakan di situ, sampai tiba di pintu utama. Dibukanya pintu itu. Dan hal pertama yang dilihatnya membuatnya tergangga. Sebuah limousine yang seumur-umur belum pernah dilihatnya dengan mata telanjang, kecuali dalam TV! Wow!!

“I  ni ..” Eryn tergagap.

Kedua pria itu tersenyum. Lambat-lambat Eryn mengalihkan pandangan ke sebelahnya. Masih ada dua mobil lain yang berbaris rapi di belakang Limo tersebut. Dua mobil sedan yang tidak kalah mewahnya. Beberapa pria keluar dari dalam mobil. Mereka juga berpakaian serba hitam yang sangat rapi. Tampang mereka tidak kalah sangarnya dengan kacamata hitam gelap bertengger di hidung masing-masing.

“A .. ada apa sebenarnya .. ?” tanya Eryn gugup. Dia mulai takut. Ya, semua ini terasa janggal.

“Kami tidak akan berbuat yang tidak-tidak pada agashi. Percayalah .. “ Seperti bisa membaca pikiran Eryn, pria berkepala botak berkata. Lalu tangannya digerakan ke depan. “Silahkan .. “

Eryn masih sangat gugup ketika menuruni tangga. Dia tidak bisa kemana-mana lagi sekarang. Para pria asing ini mengapitnya. Dua yang tadi menjemputnya berada di belakang, sedangkan beberapa yang tadi keluar dari mobil berada di depan sambil memandanginya. Salah seorang dari mereka membuka pintu limousine baginya.

“Silahkan, agashi .. “

Eryn terpaku sejenak. Haruskah dia masuk?

“Ern—ssi!” Panggilan itu melegakan Eryn.

Dia berpaling dan tersenyum pada ahjuma penjaga apartemen. “Ahjuma, selamat pagi ..”

“Kau mau ke mana?” tanya ahjuma sambil melirik curiga pria-pria yang mengelilingi Eryn. Lalu pandangannya beralih ke mobil-mobil terutama Limousine yang terparkir di situ. Kekaguman terpancar di matanya.

“Sa .. saya harus pergi, ahjuma .. ,” jawab Eryn.

Ahjuma beralih padanya. “Perlu kupanggilkan seseorang untuk menemanimu?”

“Agashi .. ,” tegur pria berkepala botak perlahan.

“Eh—“ Eryn tersentak. “Ti .. tidak. Saya rasa tidak perlu .. “ Lalu gadis itu mengangguk. “Saya akan segera kembali .. “ Dia berusaha tersenyum. Dan ketika melirik ke belakang, dia melihat orang-orang mulai mengerumuni mereka. Ini tidak mengherankan mengingat pemukiman tua ini memang jarang kedatangan mobil-mobil mewah.

Eryn memicingkan mata,  sosok yang tidak asing seperti tertutup dibalik kerumunan-kerumunan orang-orang di depan. Eryn bermaksud melangkah, tapi segera dihalangi pria yang menjemputnya.

"Agashi ... "

"Hah--?" Eryn menoleh. Kebingungan dia menatap pria itu. "Sebentar .. ," katanya kemudian. Dia beralih kembali ke depan .. tapi sosok itu sudah menghilang dari situ. Eryn menghela nafas,  .. lalu dia berbalik menghadapi ahjuma yang belum beranjak pergi. "Anyong, ahjuma .. , " Dia mengangguk pendek sambil memasuki Limousine yang pintunya masih ditahan oleh pria satunya.

Si ahjuma mengangguk. “Berhati-hatilah, Ern .. “

Pintu ditutup. Para pria yang menjemput Eryn masuk ke mobil masing-masing. Sebentar saja barisan mobil-mobil mewah tersebut meninggalkan pelataran halaman depan apartemen.


*********



Mulut Eryn mengangga untuk kesekian kalinya. Di mulai dari terbukanya pagar besi yang teramat tinggi secara otomatis, memasuki halaman depan yang teramat luas dengan dikelilingi pohon-pohon besar dan tinggi beserta bunga-bunga aneka warna, sampai tiba di teras sebuah rumah yang besar dan megah tidak kalah dari istana kerajaan.

“Apa saya tidak bermimpi?” Desis Eryn dalam hati. Perlahan dikuceknya sepasang matanya, dan merapatkan wajah sampai menempel ke kaca jendela. “Seperti .. memasuki dunia dongeng .. “

Eryn mengejap-ngejapkan mata, untuk kemudian mengalihkan perhatian ke kedua pria yang duduk di depannya. “Tem .. tempat apa ini .. ?”

Kedua pria berstelan hitam itu menoleh, namun tidak menjawab. Mereka mengangguk pendek, lalu keluar dari mobil. Salah seorang dari mereka membukakan pintu bagi Eryn. Dan dengan ragu-ragu gadis itu melangkah keluar.

“Sudah sampai, agashi .. ,” kata pria berkepala botak.

“Mengenai apa yang agashi tanyakan, sebaiknya dijawab sendiri oleh Tuan Kim .. “ Lalu kedua pria itu sama-sama menyilahkan Eryn berjalan lebih dahulu—memasuki rumah megah yang pintunya sudah dibukakan pelayan. Bahkan, hampir enam orang pelayan sudah berjajar rapi menyambut kedatangannya. Eryn semakin dibuat bingung oleh keadaan ini.


*******



Eryn diiring melewati lorong-lorong yang sangat panjang. Di mana kanan kirinya, dan setiap berjarak beberapa meter terpajang hiasan-hiasan berupa barang-barang antik yang sangat mahal seperti guci-guci peninggalan dinasti-dinasti Cina, bahan-bahan keramik dari jaman kejayaan kerajaan-kerajaan Eropah, beberapa lagi dari Malaka berupa pisau, keris dan lain sebagainya. Sebagian besar bahkan tidak dikenali Eryn.

Begitu juga dinding-dindingnya, tergantung lukisan-lukisan yang menurut gadis itu, tentu tidak lebih murah dari barang-barang yang dipajang di sepanjang lorong. Setelah menyebrangi beberapa ruangan yang luasnya tidak terhingga, mereka sampai di ruangan paling ujung. Pintu dari kayu di depan mereka berdiri kokoh dan angkuh, menyentuh langit-langit sampai menyapa lantai yang dialasi karpet tebal.

Pria berambut lebat menjulurkan tangan dan mengetuk pintu tersebut.

“Masuk!” terdengar perintah dari dalam, agak serak dan datar tapi sangat berwibawa.

Pria yang mengetuk pintu meraih gagang dan menekannya ke bawah, sebentar kemudian pintu tersebut terbuka secara perlahan-lahan. Pandangan Eryn sedikit terhalangi oleh dua pria di depannya sehingga tidak bisa melihat jelas pria dibalik mereka, yang sedang duduk sambil menyilangkan kaki di sofa.

Kedua pria yang menghantar Eryn membungkuk hormat pada pria itu.

“Tuan Besar, agashi sudah berada di sini .. “

Pria tersebut terlihat mengangguk dan mengerakan tangannya. “Kalian boleh keluar sekarang! Ingat, tidak ada perintah dariku, jangan sekali-kali memasuki ruangan ini!”

“Agashimida!” sahut kedua pria itu bersamaan.

Begitu mereka bergerak dari posisinya, barulah Eryn dapat melihat dengan jelas wujud pria itu. Seorang pria umur limapuluhan. Berkumis tipis yang tercukur rapi dan terpelihara baik, dengan sepasang mata bundar yang memancarkan cahaya dan kehidupan. Warna kulitnya bisa dikatakan terlalu putih buat ukuran seorang pria. Selain itu, dia memiliki postur langsing yang cukup tinggi.

“Eryn?” tanya pria itu dengan nada memastikan.

Eryn mengangguk perlahan-lahan. Kegugupan mulai menghinggapinya. Bukan karena takut—dia tahu, tapi entah mengapa .. terbersit suatu perasaan aneh dalam hatinya. Pria ini, dilihat dari sudut manapun, tetap merupakan orang asing. Tapi entahlah, dia merasakan sesuatu yang akrab. ‘Sesuatu’ yang sepertinya sudah dikenal lama sekali. Sesuatu yang menimbulkan kepastian bahwa pria ini tidak akan melukai atau mencelakainya.

“Anda .. Tuan Kim .. ?” Sambil menetapkan hati, Eryn memberanikan diri bertanya.

Pria anggun itu tersenyum tipis, sambil menjatuhkan kakinya yang tersilang ke bawah, menyentuh lantai.

“Saya Eros Kim, biasa dipanggil Tuan Kim. Dan saya adalah abojimu .. ,” ucap pria itu, tanpa basa-basi lagi.

“MWO??!!!” Eryn tersentak kaget. Sesaat mulutnya mengangga lebar. Pria ini barusan mengaku sebagai ayahnya?—Benarkah? Dia tidak salah dengar kan? “Jangan main-main, Tuan Kim!!” tandas Eryn tiba-tiba. Keras, tajam dan menusuk. “Lelucon ini tidak lucu!!!”

“Ini bukan lelucon!” balas pria yang mengaku bernama Eros itu, tenang. Dia sama sekali tidak terpengaruh oleh emosi Eryn. Setelah beradu pandang cukup lama, Eros meraih sebuah amplop yang sudah agak menguning dari atas meja dan menyodorkannya pada gadis itu. “Jika kau tidak percaya, lihatlah sendiri!”

Agak ragu-ragu dan dengan tangan gemetar, Eryn menerimanya, kemudian membuka amplop itu. Di dalamnya terdapat secarik kertas yang juga sudah menguning. Perlahan-lahan Eryn mengeluarkan kertas itu. Dan seketika dia tertegun. “Omma … ,” desisnya lirih. Huruf-huruf yang tergores dalam kertas itu tidak salah lagi adalah tulisan ommanya. Eryn mengangkat wajah perlahan. “Ottoke …. ?”

“Bacalah sendiri .. ,” kata Eros. “Maka kau akan mengetahuinya. Kebenaran dari semua ini .. “

Tangan Eryn terkepal meremas surat dalam genggamannya. Masih sulit rasanya dia mempercayai semua ini. Ada rahasia yang disembunyikan ommanya--Selama duabelas tahun? Dan berhubungan dengan asal usulnya? Kemudian Eryn kembali menghadapi surat itu dan perlahan-lahan mulai membacanya.

Oppa, .. maafkan karna telah pergi tanpa pamit. Mungkin sangat terlambat buat kata ‘maaf’ ini—sudah hampir 13 tahun, namun saya harap oppa dapat memaafkan saya. Walaupun saya sadar seharusnya tidak mengharapkan maaf dari oppa karna .. mungkin oppa sangat membenciku … namun, sungguh saya tidak punya pilihan lain.      

13 tahun yang lalu, beberapa hari setelah Natal, Tuan Besar Kim mendatangiku. Dan beliau menekankan tentang masa depanmu, masa depanmu yang akan sangat cemerlang tanpa terikat olehku. Setelah saya pikir-pikir, mungkin beliau benar. Kita hidup dalam dua dunia yang sangat berbeda. Bagaimanapun kerasnya usaha kita, tetap tidak akan mungkin bersatu. Terlalu banyak rintangan dan cobaan yang saya sendiri tidak yakin untuk melewatinya. Saya terlalu rapuh, miane .. Namun saya tidak menyesal, oppa, .. karna saya mencintaimu dengan tulus.

Dan saya sungguh bersyukur mendengar pernikahanmu dengan wanita itu, dia paling cocok dan sederajat denganmu. Mungkin itu juga bukan keputusanmu, namun … saya tetap berbahagia buat kebahagiaanmu ..

Dari semua itu, cuma satu yang kusesali .. Eryn--tidak mendapat kasih sayang dari seorang ayah. .. Ya, saya mengandung ketika meninggalkanmu. Eryn, dia anak gadis yang cantik dan berbakti. Saya memberanikan diri menulis surat ini, karna anak itu. Oppa, waktuku sudah tidak banyak lagi. Aku akan mati setiap saat karna penyakit mematikan yang  mengerogoti tubuhku. Aku harap setelah semua itu, kau dapat menjemput Eryn untuk hidup bersamamu. Mohon jaga dia dan lupakan segala dendam dan rasa benci yang pernah ada …. Bagaimanapun, dia buah cinta kita yang pernah ada.

Salam dari,
Yang pernah dan akan selalu mencintaimu,
Gloria Joo

“Omma …. " Eryn meremas kertas di tangannya dan mulai menangis tersedu-sedu.

Eros menghela nafas perlahan. Lalu dia bangkit dari sofa dan menghampiri Eryn. Agak kaku, ditepuknya pundak gadis itu. "Semua sudah berlalu, dan appa berharap kau betah di sini ... "

"Saya putrimu ... ?" tanya Eryn pelan.

"Seperti yang kau baca sendiri .. ," jawab Eros. Alisnya berkerut ketika melanjutkan, "Weeyo? Kau tak percaya?"

"Jika benar .. " Ery menatap Eros lekat-lekat. "Kenapa baru menjemputku sekarang?"

Eros Kim mendesah. Ternyata menjemput pulang gadis ini tidak segampang perkiraannya.

"Karena ada suatu hal .. ," jawab pria itu. "Berhubungan dengan harabojimu. .. Beliau--harabojimu, tidak menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan ommamu--"

"Termasuk aku?" tanya Eryn sengit.

"Miane .. ," ujar Eros. "Appa tahu ini menyakitkan, namun .. semua sudah lewat. Harabojimu meninggal sebulan yang lalu. Setelah pemakamannya, appa rasa sudah sepantasnya membawamu pulang, .. menjadi bagian dari keluarga ini ... Dongsengmu juga akan kembali dari Sydney minggu depan. Kalian bisa bertemu dan membina kekeluargaan yang hilang ... "

"Dan anda mengira .. saya akan menerimanya .. ?" tanya Eryn tersendat-sendat. Bibirnya digigit guna menjaga gejolak perasaannya yang tidak menentu.

"Kamu akan menerimanya!" sahut Eros tegas. "Kamu harus menerimanya!" lanjutnya dengan tekanan. "Karna ini amanat terakhir ommamu!!"

"Tapi anda tidak mengharapkannya? Benar kan?" seru Eryn.

"Anhi. Kenapa kau berpikir begitu?" tanya Eros heran.

"Karna sikap datar anda .. ," ujar Eryn ngetir. "Anda tidak terlihat antusias dengan pertemuan ini, tapi itu wajar .. " Gadis itu tersenyum pahit. " .. karna kehadiranku memang tidak diharapkan dari semula ... "

"Kau salah!!" bentak Eros tiba-tiba, membuat Eryn terperanjat kaget. "Setelah mengetahui keberadaanmu, appa telah mencoba berbagai cara. Dari melindungimu sampai membiayai kuliahmu lewat beasiswa palsu yang sengaja appa karang bersama pemilik universitas Seoul. Karna mengkhawatirkan keselamatan dan kehidupanmu, appa tidak berani mengakuimu. Itu sangat menyiksa, kau tahu? Yang bisa appa lakukan hanya melindungi dan menjagamu dari jauh, menghindarimu dari marabahaya. Sebab itu, sejak kematian ommamu, appa mengutus seseorang untuk mengawalmu secara diam-diam ... "

"Mengawalku?" desis Eryn heran. "Bodyguard?" Tiba-tiba dia mengucapkan kata itu, seakan kata itu memiliki makna penting yang untuk saat ini belum terpikirkan olehnya.

"Ne, seorang pengawal pribadi. Dia mengikutimu sejak usia 12 tahun .. ," sahut Eros.

"Pengawal pribadi .. ," seperti orang linglung, Eryn kembali mengucapkan kata yang semakna tapi berlainan pengucapan itu. Sesaat matanya melebar, benar--kenapa tidak terpikirkan tadi?!! "My secret rainbow!" ujarnya perlahan.

Eros tidak mendengar sehingga dengan cuek dia meraih ponsel dari atas meja dan menghubungi seseorang. "Gav, masuklah!" perintahnya pada orang di telepon. Lalu ponsel itu ditaruh kembali ke tempatnya.

Sebentar kemudian pintu diketuk dari luar. Seseorang memasuki ruangan dengan langkah tegap. Eryn menoleh. Seorang pemuda jangkung bertampang datar melewatinya dan membungkuk dengan hormat pada Eros, tapi tidak mengucapkan apa-apa. Eryn menatapnya lekat-lekat. Entah kenapa ada sesuatu yang tidak asing pada pemuda itu. Bentuk pundak dan punggungnya yang lebar dan tegap mengingatkannya pada seseorang. Namun siapa itu, dia tidak tahu.

"Ini Gavin Jeon .. " Eros memperkenalkan pemuda yang bernama Gavin itu. "Dia diasuh, dan mengikuti harabojimu sejak kecil, lalu diberikan pada appa ketika remaja. Pemegang sabuk hitam taekwondo, dan penembak terjitu yang pernah ada di Korea. Dia kuperintahkan mengawalmu sejak kematian ommamu .. "

Eryn perlahan-lahan berdiri dari sofa. "Kau ... orang yang selama ini .. melindungiku .. ?"

Gavin membungkuk kaku. "Anyongheseyo, agashi .. "

"Anyong!" seru Eryn. Tampangnya yang semula sendu berubah ceria. Dengan bersemangat dia mengulurkan tangan pada Gavin. "Eryn immida!!"

Namun Gavin tidak membalasnya.

Dan seruan mendadak terdengar, "Jaga sikapmu, Ern--!!!" Eros menatap Eryn lekat. "Bagaimanapun, Gav adalah bawahan dan kau majikannya! Kau harus bisa membedakan status kalian!"

Ditatap seperti itu, Eryn menunduk segan. "Miane ... ," ujarnya pelan.

Gavin, pemuda bertampang datar yang masih berdiri kaku pada posisi semula, bergerak sedikit dan mengangguk pendek pada Eryn. "Gavin Jeon immida .. ," katanya, memperkenalkan diri pada Eryn.

"Begitu lebih baik ... ," terdengar Eros berkata. "Kau tentu tahu tempatmu, Gav?"

"Ne, Tuan Kim ..  " Gavin membungkuk kaku.

"Sekarang antar agashi ke kamarnya!" perintah Eros.

Gavin mengangguk.

Lalu Eros beralih pada Eryn. "Ern--ikut dengan Gav. Dia akan menunjukan kamarmu, setelah itu bersiaplah buat sarapan .. "

Eryn terlihat ragu-ragu sejenak. Dia masih belum memutuskan apakah akan tinggal di sini, bersama aboji yang baru dikenalnya, atau tidak. Tapi, begitu mengingat surat dari omma yang masih digenggamnya, pertahanannya runtuh juga.  Kayaknya tidak ada salahnya dia mencobanya.

Eryn mengangguk perlahan.. "Ne .. "


*********


Eryn mengikuti Gavin naik ke lantai atas. Mereka berjalan tanpa bersuara, .. membisu karena setiap kali Eryn berinisiatif memulai pembicaraan selalu diabaikan oleh Gavin. Pemuda itu terlihat enggan menyahut.

Eryn menatap bisu pundak lebar dan punggung tegap yang bergerak-gerak di depannya. Ya, pundak dan punggung yang sama, yang dilihatnya sejak sebelas tahun yang lalu. Tidak salah lagi karna dia sangat mengingatnya.

Eryn mempercepat langkahnya hingga sejajar dengan Gavin. "Benar orang itu yang mengutusmu melindungiku?" untuk kesekian kalinya dia berusaha membuang kekakuan di antara mereka.

Gavin tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Eryn. "Sudah sampai--Ini kamar agashi--" ujarnya datar.

"Oh--" Eryn mendongak. Wajah datar di depannya tetap tidak memperlihatkan ekspresi apa-apa. Eryn jadi manyun. Segera saja gadis itu menarik gerendel pintu dan mendorongnya ke dalam. Ketika dia bermaksud  memasuki kamar, tiba-tiba tangan pemuda itu menghalang di depannya.

"Tunggu sebentar!!"

"MWO?!!" teriak Eryn.

Gavin tak menyahut. Setelah melirik se-keliling kamar, pemuda itu melangkah ke dalam. Dia menghampiri jendela yang tertutup tirai. Disibaknya tirai panjang tersebut kemudian mengamati keadaan di luar. Dia berjongkok, mengorek-ngorek sesuatu lalu berdiri kembali. Diketuk-ketuknya jendela-jendela dari kaca tersebut, seperti memastikan kalau kaca-kaca itu tidak retak apalagi pecah.

"Sebaiknya agashi tidak dekat-dekat di jendela ini .. ," ujar Gavin sambil melepaskan tirai yang tadi disibakannya. "Sekalipun terbuat dari kaca anti peluru, namun tidak menutup kemungkinan ada peluru-peluru mutakhir yang dapat menembusnya ... "

"Kaca anti peluru?" Eryn terbelalak. "Kenapa mesti pasang kaca anti peluru di kamar ini?" tanyanya sambil menerjang ke dalam kamar dan menarik lengan jas Gavin. "Ada yang belum kalian ceritakan?" teriaknya sambil menguncang lengan pemuda itu. "Ayo ceritakan padaku!! Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan?!! Apa pekerjaan orang itu?!!!" desak Eryn.

Namun dengan tenang Gavin melepaskan tangannya. Tanpa menjawab pertanyaan Eryn, dia berjalan kearah pintu. "Jika agashi membutuhkanku--aku akan selalu berada di luar .. ," katanya sambil membuka pintu. Kemudian--bluk, menutupnya.

Eryn mendengus. Dengan kesal dia melangkah lebar ke ranjang, kemudian menghempaskan tubuhnya di sana. Terlalu banyak teka-teki di sini .. , desisnya pelan.


******
« Last Edit: April 01, 2011, 08:47:29 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
mamiiii...gw demen ma Gavin...Gavin is my bodyguard [lovestruck] [lovestruck] Tn.Kim kerjanya apa mam? tajir bener [what]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mamiiii...gw demen ma Gavin...Gavin is my bodyguard [lovestruck] [lovestruck] Tn.Kim kerjanya apa mam? tajir bener [what]
ngerampok [laughing] [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
yee asem ni si mami hammer2 jgn2 eryn anak mafia ya mam?? [hmpfh] abis rumahnya aja ada pake jendela anti peluru [sweat]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yee asem ni si mami hammer2 jgn2 eryn anak mafia ya mam?? [hmpfh] abis rumahnya aja ada pake jendela anti peluru [sweat]
udah tahu nanya hammer2 hammer2 [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun