Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 16300 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Yg ini lanjut setelah DazHyat [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Dazhyat [chin] daze n rathyat ya [what] [what] [hmpfh] kalo iya artix yg ni hr sabtu kah?
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Dazhyat [chin] daze n rathyat ya [what] [what] [hmpfh] kalo iya artix yg ni hr sabtu kah?
[guns] [guns]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
SECRET RAINBOW
   A 2011 MinSun Fanfiction Colaboration by Lovelyn, Voldy, Itaraya

Green : Part 2



”Masuk!”

Pintu ruang kerja Eros berderak pelan, .. dan, .. sesosok jangkung berambut pekat dan lebat melangkah masuk. Gerak kakinya, .. hampir saja tidak terdengar. Begitu pelan, .. seolah mengambang di atas lantai.

Eros Kim meletakan koran yang sedari tadi dibacanya, .. dan memutar kursi, menghadapi Gavin yang kini sudah sampai di hadapannya.

“Tuan Kim .. ,” sapa Gavin dengan agak kaku.

“Bagaimana?” tanya Eros tanpa basa-basi lagi. Ditatapnya Gavin lekat-lekat. Seraya menyilangkan sepasang tangannya di depan dada.

Tanpa disangka, .. tatapan yang sama didapat dari Gavin. Pemuda berusia 27 tahun itu membalas tatapannya tanpa gentar. Sepertinya, .. Gavin sudah mengambil tekad.

“Sosoenghamida, Tuan Kim. Saya tidak bisa menerima perintah tuan .. “

“Mwo?!!” Jawaban Gavin mendapat gebrakan meja dari Eros. Kertas-kertas yang bertumpuk rapi di dekat tangannya, berserakan ke mana-mana. Gavin meliriknya sebentar, .. lalu kembali lagi ke posisinya semula. Reaksi Eros sudah diperhitungkannya sejak semula, jadi dia sudah tidak begitu kaget lagi. “Kau tahu apa akibat dari pembangkanganmu ini, Gavin Jeon?!!” tanya Eros murka.

“Maaf—tapi, saya tetap tidak bisa menerimanya .. ,” sahut Gavin penuh sesal. “Sebaiknya, tuan memberikan pekerjaan ini kepada orang lain saja—“

Gavin sudah bermaksud beranjak dari tempatnya ketika terdengar seruan Eros.

“Saya sudah berusaha mengambil jalan tengah, Gav—jadi, .. jangan menguji kesabaranku—“

Gavin menghentikan langkahnya. Dengan masih berpusat di tempat, .. dia berbalik menghadap ke Eros.

“Saya tidak mengerti maksud tuan .. “

Eros mengeleng sambil menyeringai sinis. “Kau mengerti, Gav!! Kau pasti mengerti! .. Aboji sudah berjanji padamu bahwa selamanya kau boleh bekerja dan mengabdi pada keluarga ini. Dan aku-- .. atau siapapun, tidak boleh mengusirmu, .. kecuali atas keinginanmu sendiri. Tapi dengan syarat, .. kau tidak boleh menyentuh pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan ‘Serikat’. Namun sebentar lagi, setelah Eryn menikah, .. tidak ada lagi yang bisa kau lakukan untuk keluarga ini. Aku tidak ingin janji almarhum aboji dilanggar maka kuambil keputusan ini. Tapi lihat, .. apa balasan darimu?!! Penolakan? Kau sungguh anak tidak tahu berterimakasih!! Huhh—“ Eros mendengus. Tangannya menyambar asal dokumen yang tersusun tidak beraturan di atas meja dan mencampakannya ke lantai hingga menimbulkan suara berdebam keras.

“Sosoengheyo .. “ Gavin kembali menunjukan penyesalannya.

Apa yang dikatakan Eros memang benar. Dia telah diasuh dan dibesarkan Tuan Kim Tua, almarhum dari aboji Tuan Eros Kim ini, … dengan sangat baik. Dia diajari ilmu bela diri, dan cara menembak sejak kecil, .. hingga menjadikannya pengawal yang tangguh dan tidak mudah ditaklukan.

Tuan Kim Tua sendiri sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Sekalipun orang tua itu tidak pernah mengijinkannya menyentuh pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan ‘serikat gelap’ mereka, .. Gavin tidak pernah menyesali keputusannya tersebut. Karna Gavin tahu, .. apa yang sebenarnya dibalik kedok bisnis resmi mereka. Essex Junto, merupakan pemasok narkoba dan senjata-senjata api paling besar di Korea.

“Kau tahu, pilihan yang kuajukan tidak akan kuulangi kedua kalinya—“ tukas Eros dingin.

“Sosoengheyo .. “ Gavin mengangguk pendek. Dia mengalihkan pandangan ke depan, kemudian melanjutkan langkahnya.

“Kau dan Eryn—itu tidak mungkin!!” seru Eros geram.

Langkah Gavin kembali terhenti. Dia sudah sampai di ambang pintu ketika memutar tubuh menghadap ke Eros. Alisnya berkerut, .. tapi tidak mengucapkan apa-apa.

“Kau menyimpan perasaan terhadap Eryn, kan?” tanya Eros tanpa sungkan. Dia merasa masalah ini harus diselesaikan, segera. Tidak boleh membiarkan Gavin membayangi Eryn terus. “Aku tidak akan pernah mengijinkannya—“

Gavin membuka mulut, kemudian menghela nafasnya perlahan. Tiba-tiba saja, dia merasa capek, .. sangat capek buat masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Sesungguhnya, .. dia tidak pernah berharap terhadap Eryn. Dia hanya melakukan tugasnya untuk melindungi gadis itu, .. berulangkali kata peringatan tersebut mengaung dalam pikirannya. Dia tidak mengerti, mengapa Eros Kim harus senantiasa mengungkit kenyataan tidak mengenakan yang sudah berusaha dihindarinya.

“Aku tahu posisiku sejak dulu. Aku hanyalah seorang bodyguard, .. apa yang harus kulakukan adalah melindungi majikanku dari bahaya. Dan aku berusaha melakukan itu dengan baik. Maka, .. untuk pekerjaan di ‘serikat’ itu, .. aku tolak. Sosoenghamida, Tuan Kim .. “ Gavin kembali mengerakan kakinya.

“GAV!! Kau harus melupakan perasaanmu--”

Gavin menghentikan langkahnya. “Satu hal lagi tuan—“ Gavin melanjutkan tanpa memutar badannya. Suaranya terdengar lemah dan pelan kini. “… menyukai siapa, .. jatuh cinta pada siapa, .. itu di luar kendaliku .. “

Kepala Gavin tertunduk, .. menyapu karpet bulu tebal yang mengalasi lantai, .. seiring langkahnya yang berat meninggalkan ruangan Eros.

“GAV!!”

Panggilan keras yang masih mengaung masuk ke dalam telinganya itu tidak menghentikan langkahnya. Gavin menuruni tangga dengan langkah ditekan satu-satu, .. dengan pandangannya yang perlahan-lahan berubah redup. Sepertinya masalah yang sudah lama dikhawatirkannya, .. bakal terjadi.


_________ooOOOoo__________



“Gimana, Gav?!! Ini hebat, bukan?!!” seru Eryn sambil merentangkan tangannya lebar-lebar sambil tersenyum. Sejak tadi dia sudah bersorak-sorak dan melonjak-lonjak riang di ruangan yang masih dalam tahap renovasi itu. “Studio pertamaku—sungguh tidak dapat dipercaya .. “

Gavin meliriknya sebentar, … untuk kemudian mengembalikan pengawasan ke luar jendela, .. seperti yang sudah dilakukannya sejak tadi.

“GAV!!” tegur Eryn yang berubah jengkel. Didekatinya pria itu, .. kemudian menariknya ke tengah ruangan. “Bagaimana menurutmu?” tanyanya lebih lanjut.

“Hn—“ Gavin menekan lepas genggaman Eryn dari tangannya. Agak malas, dia mengamati ruangan tersebut. “Bagus—“ hanya jawaban pendek itu yang terucap dari bibirnya.

Bibir Eryn meruncing beberapa senti. Didorongnya kesal lengan Gavin, lalu berjalan dengan langkah lebar-lebar ke lemari pendek satu-satunya yang bersandar di dinding. Dia menjatuhkan diri di sana, .. mengoyangkan-goyangkan kakinya dengan mood yang sudah hilang akibat pernyataan pendek dari Gavin tadi.

“Bisakah kau memberi jawaban yang lebih memuaskan dari itu—“ Eryn mulai mengomel. Diliriknya Gavin yang berdiri cukup jauh darinya dengan raut dongkol. “Aku bahagia buat impian yang sebentar lagi kuraih. Lihatlah—studio ini sesuai keinginanku. Aku bermaksud memindahkan piano yang kau beri ke sudut ruangan itu, … memainkannya saat mengajar anak-anak bernyanyi dan menari .. Pengalaman itu pasti akan sangat menyenangkan .. “

Suara Eryn berubah pelan ketika melanjutkan, “ … Sejak kecil, .. hidupku tidak pernah mulus … Aku hanya ingin membagi perasaan ini dengan seseorang, .. dan yang terpikirkan olehku saat ini, hanya kau … Tidak bolehkah? .. Apakah itu salah .. ?“ Eryn mengigit bibirnya, .. seraya menjatuhkan perhatiannya ke atas lantai yang terbuat dari kayu.

Mendengar itu, .. Gavin memicingkan matanya sedikit. Dilihatnya Eryn sudah tidak menendang-nendangkan kakinya lagi. Sekujur tubuh mungil tersebut membujur kaku.

“Agashi .. ,” panggil Gavin pelan.

“Sudah tidak ada waktu lagi, Gav .. ,” desah Eryn, tidak kalah pelannya. “Aku akan ditunangkan dengan Ashley dua minggu kemudian .. Bukannya menyesal sih, tapi—menurut apa yang kudengar dari pembicaraan para pelayan, .. kau .. bermaksud meninggalkan Kim’s Mansion . .” Eryn mengangkat wajahnya sampai bertatapan langsung dengan raut redup Gavin. “Kau menentang appa hingga harus keluar dari rumah, benarkah?”

Gavin membuang wajah ke arah lain. Dia tidak mampu membalas tatapan memelas Eryn saat ini. Perasaannya sedang galau. Dia belum mengambil keputusan untuk itu. Tapi sekarang, gadis ini sudah menanyakan pertanyaan ini. Apa yang harus dijawabnya?

“Gav ..”

“Ehm—“ Gavin membersihkan tenggorokannya yang terasa kering.

Dia memutar tubuh ke arah pintu, dan mulai melangkahkan kakinya. “Sudah saatnya kita pergi, agashi .. Bau bahan-bahan kimia ini tidak baik buat kesehatan .. ,” alasan Gavin tanpa menghentikan langkahnya.

Eryn menatap nanar punggung lebar yang semakin menjauh darinya. Dia mengetahui rencana kepergian Gavin tadi pagi, .. dan entah mengapa, perasaannya langsung tidak karuan. Dia tahu suatu saat Gavin akan meninggalkannya. Tapi, .. tidak membayangkan akan secepat ini. Dia mengira, .. semua baru akan terjadi setelah dia menikah nanti, .. mungkin, .. setahun atau dua tahun kemudian.

Eryn turun dari posisi duduknya. Kakinya terasa berat ketika dilangkahkan. Dia sampai di depan pintu keluar, .. dan ternyata, Gavin masih setia menunggunya di tikungan luar yang membelok ke pintu keluar utama. Tubuh Eryn menegak. Dia tersenyum. Dengan langkah yang berubah ringan, dia mendekati Gavin. Dilingkarkannya lengannya di lengan Gavin, .. tanpa memberi kesempatan pada pemuda jangkung itu untuk terkejut, ataupun protes.

Eryn tersenyum lebar. Paling tidak, .. dia diberi kesempatan untuk menikmati kebersamaan ini, walau terasa sangat singkat. Dia sudah sangat bahagia.

“Kacha!!” Eryn menarik lengan Gavin, .. agak menyeret—membawanya keluar dari bangunan yang sengaja dibelikan Eros Kim buatnya, untuk dijadikan studio seperti janjinya semula.

_________ooOOOoo__________



“GAV!! Lihat itu!! Pelangiii—wowww!!!”

Eryn menunjuk takjub ke garis yang melengkung tinggi di depan mereka. Warna-warna cerah mengapit lengkungan tersebut, .. memberi nuansa yang sangat indah di hari yang dihiasi gerimis kecil, .. walau sudah agak memudar.

“Awas, agashi . .” Tubuh Eryn yang sudah tertuju ke depan tertarik kembali. Gavin memandanginya dengan sorot mata menegur. “Apa agashi tidak lihat di luar sedang hujan?”

Eryn memanjangkan bibirnya. “Hanya gerimis kok—“ sahutnya membela diri. Lalu, tubuh mungilnya tiba-tiba terjulur ke depan, .. menatap Gavin dengan pandangan mengoda. “Tidak kah kau merasa itu romantis, Gav-a?”

“Eh?” Mata Gavin melebar.

“Pelangi!” sahut Eryn yang berubah agak dongkol. “Kau ini benar-benar tidak ada romantis-romantisnya .. ,” lanjut gadis itu agak mengerutu. “Pelangi—tidak kah kau merasa berhujan-hujanan di bawah pelangi itu sangat romantis?”

Gavin berdeham pendek. “Tidak!” sahutnya sembari mengalihkan pandangan ke jalan. “Yang kutahu—kita bisa sakit kalau berhujan-hujanan di cuaca seperti ini!”

“Huhh—“ Eryn mendengus jengkel. Didorongnya lengan Gavin dengan agak kasar. “Aku ragu, .. kau pernah pacaran!”

Eryn jadi tertegun. Sehabis mengucapkan perkataan itu, .. sepasang mata bundarnya melebar, .. Mungkinkah? Eryn segera berpaling pada Gavin.

“Benarkah?!!” Eryn membelalak kaget. “Tidak kan?” ujarnya tak percaya.

Gavin menahan nafas. Wajah yang hanya memperlihatkan kerisihan sebentar itu mendongak ke atas, .. setelah memastikan bahwa hujan gerimis sudah berhenti, .. dia mengerakan kaki ke jalan, .. menuju mobil mereka yang terparkir di pinggir jalan dekat sebatang pohon akasia.

Tergesa-gesa, Eryn mengejarnya. Untuk kemudian menyejajarkan langkahnya di samping Gavin, .. meski itu dengan susah payah. Sepasang kaki panjang Gavin memang susah untuk diikuti. “Pria seusiamu belum pernah pacaran?!!!” seru Eryn, .. matanya berkejap—berulangkali, .. masih tidak mampu percaya akan prasangkanya yang sudah pasti benar itu. “Gav!!” Eryn menyentuh lengan Gavin.

Namun, Gavin sudah membuka pintu mobil dan menyilahkannya masuk ke dalam. “Silahkan, agashi. Kita harus kembali sebelum hujan turun lagi. Tuan Kim sudah menantikan lunch bersama agashi . .”

Belum sempat Eryn merespon kata-kata tersebut, .. beberapa orang asing berpostur gede dan bertampang sangar, yang jumlahnya tidak kurang dari sepuluh orang, dengan tongkat-tongkat tergenggam di tangan sudah mengelilingi mereka. Pandangan orang-orang tersebut tertuju pada Gavin. Tongkat-tongkat dalam tangan mereka berdenting-denting nyaring ketika menghantam badan mobil.

“Tuan Gavin Jeon?!” tanya salah seorang dari mereka memastikan.

Gavin mengerutkan alis perlahan. Diamatinya orang-orang tersebut satu-persatu. Dia tidak merasa mengenal orang-orang ini. Semula dia mengira, mereka suruhan dari Tuan Kim untuk memperingatinya, .. namun tidak, .. cara orang-orang ini mengelilingi dan mengertaknya sangat berbeda, .. sangat tidak profesional. Mereka pasti orang-orang amatir di bidangnya, .. menerima tugas hanya karna imbalan. Mereka bukan dari perkumpulan yang terorganisir seperti Essex Junto.

Gavin mengangguk sambil mengambil ancang-ancang secara diam-diam. Dia bersiaga buat serangan mendadak. Dan seperti perkiraannya, .. orang-orang itu langsung mengangkat tongkat di tangan mereka dan mengayunkannya kearahnya begitu anggukannya berhenti.

Gavin segera menarik Eryn yang masih terpaku buat menghindari serangan tersebut. Gadis itu menjerit ketika Gavin menangkis tongkat yang hampir mengenai kepalanya dengan lengan.

“Akhh!!” Gavin meringis. Lengannya langsung membiru begitu tongkat dari besi tersebut sukses mendarat di lengannya.

“GAV!!” pekik Eryn. Mulutnya mengangga ketika melihat bekas memar yang sangat parah di kulit Gavin. Dia terbujur kaku, .. ketakutan yang teramat sangat menyergapnya. Seumur-umur, dia tidak pernah terlibat perkelahian seperti ini.  

Gavin tidak berhenti begitu saja. Tangannya yang masih bebas melancarkan dorongan yang kuat dan keras di leher pria yang tadi hampir melukai Eryn.

“Akhh!!” Pria tersebut terkapar di jalan.

Sementara, .. rekan-rekannya yang lain kembali melancarkan gempuran mereka. Gavin menarik Eryn ke arahnya, .. mendekap  dan membenamkan kepala gadis tersebut dalam-dalam di dadanya, .. supaya Eryn tidak melihat keberingasan orang-orang sadis tersebut.

Berulangkali, Gavin menggunakan badan untuk menangkis serangan-serangan yang hampir mengenai Eryn. Sambil sesekali, membalas serangan beruntun yang terus datang kearahnya dengan tangannya yang bebas, .. dan juga melancarkan tendangan-tendangan berputar yang telak mengenai lawan-lawannya. Namun, .. semuanya percuma. Penyerang-penyerangnya terlalu banyak, .. dan mereka terlihat makin murka mendapat balasan pantang menyerah dari Gavin.

Menit ke sepuluh, .. Gavin sudah terpojok di badan mobilnya. Dia tidak punya jalan untuk menghindar lagi. Sedangkan Eryn, .. makin gemetaran dalam pelukannya. Tendengar isak tangisnya yang mendesah halus dan berusaha ditahannya.

Gavin melirik Eryn sekilas. Tidak ada jalan lain, pikirnya sambil mengambil keputusan.

Sambil mengigit bibir, .. menahan rasa sakit yang terasa di sekujur tubuhnya, .. Gavin merogoh ke balik jas dan mengeluarkan sepucuk revolver warna hitam yang segera diarahkannya pada orang-orang tersebut.

Beberapa dari mereka yang berada paling depan terkejut. Salah seorang yang berada paling dekat, .. yang sudah bersiap mengayunkan tongkatnya, terkesima dan berhenti mendadak. Namun, tangannya yang sudah terayun tidak bisa ditarik kembali.

Dorr,  ..

"AKHHH!!" jeritan keras terdengar begitu timah panas dari pistol Gavin bersarang di lengan pria itu. Timah panas tersebut sukses menembus lengannya. Darah segar menyemprot deras dari luka berlubang di lengan pria itu.

Prang,, tongkat yang digenggamnya melayang dan terhempas sampai mendarat di kap mobil dengan sangat keras. Pria itu kemudian terkapar tidak sadarkan diri di jalan yang terlapis aspal.


“AHHHH!!” jerit Eryn sambil menutup mulutnya. Dia terbelalak menatap Gavin. Kemudian beralih pada mulut revolver yang masih mengepulkan asap dalam genggaman Gavin.

Gavin mengarahkan pistolnya kearah orang-orang yang kembali bermaksud menyerangnya.

“Coba saja jika kalian berani?!” katanya dengan nada dingin dan mengancam. “Peluru dari pistol ini akan bersarang di tubuh kalian jika melakukannya!”

Para penyerang tersebut saling berpandangan, .. mereka lalu mundur secara beraturan. Gavin menyeringai. Cecunguk-cecunguk ini sungguh membuatnya muak.

Terlepas dari pengamatan Gavin, .. salah seorang dari mereka menunduk dan melepaskan diri, ..  mengendap-endap memutari mobil menuju ke belakang Gavin. Matanya bersinar garang, penuh kemenangan ketika tongkat di tangannya terangkat dan diayunkan ke batok kepala Gavin.

Dorrrr,,

“AKHHH!!” Pria itu menyerit, .. lalu brukk,, tubuhnya terkapar dengan lubang mengangga di kepalanya. Darah mengucur dengan deras. Pria itu tewas seketika.

“AHHH!!!” Eryn hampir saja pingsan melihat kejadian tragis itu. Tubuhnya ambruk dalam dekapan Gavin, .. yang segera menekan dan menyembunyikan wajah pucatnya di dada bidangnya. Keringat dingin mengucur deras dari sekujur tubuh dan wajah Eryn. Dia menekan wajahnya dalam-dalam di dada Gavin, .. hingga dapat tercium aroma bercampur keringat yang teramat kental dari kulit pemuda itu.

Gavin berpaling ke belakang, .. untuk mencari tahu siapa penolong yang muncul mendadak itu. Dia melihat sekelompok orang keluar dari dua mobil hitam yang berhenti tidak jauh dari tempat mereka berada.

Orang-orang tersebut berpakaian serba hitam, … sangat rapi dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung masing-masing. Tangan mereka mengenggam pistol yang siap dibidikan kearah penyerang-penyerang tadi.

Para penyerang yang melihat salah seorang dari temannya mati dengan mengenaskan, segera mengambil langkah seribu. Tongkat-tongkat di tangan mereka dilempar begitu saja, .. tanpa berani lagi berpaling sedikitpun.

Gavin memutar tubuh menghadapi orang-orang di belakangnya. Tangannya yang satu masih merangkul erat Eryn dalam dekapannya, .. sedangkan yang satunya lagi, .. yang memegang pistol, diarahkannya pada orang-orang yang baru datang itu. Dia tidak mengenal mereka, jadi dia harus waspada. Ditilik dari penampilan mereka, .. Mereka bukan pengikut Eros Kim.

Seorang pria usia sekitar limapuluhan berjalan keluar dari barisan orang-orang tersebut. Dia kelihatan berwibawa, dengan rautnya yang tenang dan matanya yang bersinar tajam. Orang-orang yang berbaris rapi di sebelah kiri dan kanan pria itu, .. yang diyakini Gavin hanyalah bawahan dari pria tersebut, menyebar perlahan. Mereka membungkuk dalam-dalam seakan orang ini sangat terhormat dan merupakan pemimpin tertinggi mereka.

“Siapa kau?” Gavin mengalihkan revolvernya perlahan pada orang itu. Pandangannya tak berkedip. “Apa mau kalian? Kenapa menolong kami?”

Pria itu membalas tatapan Gavin selama beberapa detik, … lalu dia memberi isyarat kepada orang-orangnya untuk menyimpan pistol mereka. Juga memboyong mayat pria yang mati tertembak tadi ke dalam mobil. Kemudian, .. dia melirik Eryn yang masih syok berat. Tatapannya berubah dingin. Dia  beralih kembali pada Gavin beberapa saat kemudian, dan mengeleng perlahan.

“Tidak!—tidak sekarang!” sahut pria itu datar. Kemudian dia bersiap memasuki mobil yang pintunya sudah dibukakan salah seorang bawahannya. “Kau akan mengetahuinya nanti, … doronim .. “

“Doronim?!” Gavin terkesiap. “Hey—apa maksudmu?!!”

Namun, pria itu sudah masuk ke dalam mobil. Begitu juga pengikut-pengikutnya. Gavin tidak diberi kesempatan untuk bertanya lebih lanjut. Dua mobil sedan tersebut menderu-deru meninggalkannya dan Eryn. Gavin mengeryitkan alis sangat dalam. Panggilan dari pria tadi terus bergiang dalam pikirannya sampai, .. desahan mengigil dari Eryn menyadarkannya dari lamunan.

“Agashi, gwencana?” tanya Gavin khawatir.

“Kita pulang, Gav … ,” sahut Eryn bergetar. Telapak tangannya yang dingin mendarat di tenguk Gavin dan mencengkramnya erat-erat. “Saya ingin pulang .. “

“Ne, kita pulang sekarang .. “ Gavin menenangkannya. Dengan lembut dan sangat hati-hati, dia mendudukan Eryn di mobil. Setelah menegakan badan kembali,  .. untuk terakhir kalinya, dia berpaling ke--arah datangnya orang-orang tak dikenal tadi.

Siapa mereka?!


_________ooOOOOoo__________



“Paman sudah mendengar apa yang kau lakukan!!” Tuan Jung mendobrak pintu kamar Ashley, .. dan menemukan keponakannya tersebut sedang bermalas-malasan di atas ranjang. “Apa kau sudah gila?!! Perbuatan itu bisa menghancurkan rencana kita!! Sudah berapa kali paman ingatkan, .. jaga emosimu! Jangan tersulut hanya karna masalah sepele!”

Ashley bangun dari ranjangnya. Dia terlihat tidak terima dengan teguran tegas dari Tuan Jung. “Saya hanya bermaksud menakutinya. Siapa suruh dia dekat-dekat Ern melulu!!”

Pamannya mendengus. “Jangan bilang kau benar-benar jatuh cinta pada gadis itu, Ash!”

“Memangnya kenapa?!” Ashley menyengir lebar. Telunjuknya dijentikan di depan pamannya. “Sekali panah dapat dua burung, .. tidak buruk kan, paman?”

Tuan Jung kembali mendengus. Kali ini hanya bisa menyerah. “Asal kau tidak mengulanginya lagi! Ingat, kecerobohan itu bisa memporak-porandakan rencana kita! Jika kau ingin balas dendam buat apa yang terjadi pada abojimu, .. jaga sikapmu!”

Ashley menghembuskan nafas sambil menghempaskan tubuhnya kembali ke atas ranjang. “Ne, arasoyo .. “


_________ooOOOOoo__________



Kim’s Mansion terhias sempurna.

Beribu-ribu bahkan berpuluh-puluh ribu kuntum mawar, .. baik warna merah, kuning, putih maupun jingga, … terpajang menghiasi halaman depan, … begitu juga--mengapit jalan masuk yang sudah dilapisi karpet beludru merah. Seakan ikut menyemarakan suasana di hari yang sangat istimewa itu.

Bola-bola kristal besar digantung tinggi-tinggi, mendominasi setiap sudut langit-langit ruangan yang memang sudah tinggi, .. sebuah meja panjang sudah tersusun ratusan gelas kristal terisi penuh anggur-anggur yang seolah siap menyambut para tamunya. Musik lembut juga sudah diputar, .. dan para undangan mulai memasuki ruangan.

Di halaman belakang, .. di atas panggung sebuah altar yang sengaja di didirikan buat perayaan acara hari itu, .. terpampang spanduk besar bertuliskan, ‘Eryn and Ashley’s Engagement’!!!!

 
_________ooOOOOoo__________
« Last Edit: June 11, 2011, 07:49:03 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
ASHLEYYY,pengecut tuh namanya.beraninya keroyokan#hammer hammer. Mam, Gavin tuh sbnarnya siapa ,anak org kaya jg ya maksud ane Gavin bkn sekedar bang buddy biasa. Suka kt2 Gav yg "pd siapa aku suka,pd siapa aku jatuh cinta,....,"lgsg nancep di jantung Om Eros jd dia tau kalo Gav jg ga pernah membygkan akan jatcin ama Eryn. U go My Ice Man,lol. Di chap ini Gav byk belah beloh bin cengo ya mam gara2 abis diperingati Om Eros bt ga deket2 Eryn. Gimana reaksi Gav ya liat iv tlsan "ERYN & ASHLEY ENGAGEMENT"..mami tengkyu da update my Ice Man.


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
mamiiiiiiii...wow,chap yg menegangkn & sangat [AddEmoticons04246] sekali....gumawo,mam dh d update [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

om Eros [head break] trnyata seorang pemasok narkoba & senjata2 api ke Korea...(mmng pantas sekali klo om ini kena [head break] [hmpfh]),mo nugasin Gavin ke bagian lain pdhl punya niat misahin Gavin dr Eryn,nih om skali lg [head break]

untung aja Gavin tegas setegas2nya...gak terpengaruh sm kata2 si om Eros [head break] (i2 yg ke-4 kalinya lho,om [hmpfh])...+ gw demen banget sm kata2 Gavin :menyukai siapa, .. jatuh cinta pada siapa, .. itu di luar kendaliku [lovestruck] (huuuaaahhh...Gavin keren banget [smiley-gen013] [lovestruck])

mam,yg nyuruh2 orang2 amatir buat mukulin Gavin i2 si ashley kn???si ashley wajib d [head break] + d [guns] (pinjam senjata pasokannya om Eros [hmpfh])

Gavin doronim???aw...aw...aw...ternyata bukan Eryn aja yg punya 'rahasia',Gavin jg (cocok banget...nikahin mereka donk,mam [hmpfh])

huh...pesta pertunangan dh mau dgelar (gw sih berharapnya,Eryn melarikn diri aja sm Gavin...mungkinkh??? [biggrin])

gumawo skali lg buat update-annya,mam [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ASHLEYYY,pengecut tuh namanya.beraninya keroyokan#hammer hammer. Mam, Gavin tuh sbnarnya siapa ,anak org kaya jg ya maksud ane Gavin bkn sekedar bang buddy biasa. Suka kt2 Gav yg "pd siapa aku suka,pd siapa aku jatuh cinta,....,"lgsg nancep di jantung Om Eros jd dia tau kalo Gav jg ga pernah membygkan akan jatcin ama Eryn. U go My Ice Man,lol. Di chap ini Gav byk belah beloh bin cengo ya mam gara2 abis diperingati Om Eros bt ga deket2 Eryn. Gimana reaksi Gav ya liat iv tlsan "ERYN & ASHLEY ENGAGEMENT"..mami tengkyu da update my Ice Man.
Selain pengecut, ashley jg punya niat buruk ke keluarga kim, terutama eros kim. Dia pingin balas dendam.
Siapa gavin,, ada apa dibalik masa lalunya,, apa ygterjd hingga dia bisa diadopsi harabojinya eryn? Elu ngikutin aja kelanjutannya hehehehe
O ya,, kata2 gavin itu pula yg plg menyentuh perasaanku,, gavinnnnn, bener katamu, suka ama siapa,.jatuh cinta ama siapa, emanf tdk ada seorgpun yg dpt mengendalikannya. Bisa saja kita memaksa dr utk tdk menyukai atau mencintai seseorg, tp ttp aja perasaan itu tdkbisa dipungkiri [sweat] eh, gavin udah mengetahui pertunangan eryn n ashley kok
 [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Balas dendam ASHLEY jung utk appanya?? "Doronim"?? [wacko] [wacko] gw tambah bingung mam... sebenernya ada apa?? [what] [what]

Love you more than I can say

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
like this chap..smuanya sdh mulai terkuak apalg gavin scr g lgs sdh mengakui cintax pd eryn.ditambah lg ada tembak2n,jd ngebayangin ch..ApakaHGavin jg ada pelindungx,mungkinkah dia anak dr mafia sebela??
[/size][/color][/b]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
 [what] [what] cepet banget dah mau tunangan? wah, diam-diam gavin anak orang kaya, ya??? cihuy... [briggin]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
« Last Edit: June 11, 2011, 08:07:42 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[what] [what] cepet banget dah mau tunangan? wah, diam-diam gavin anak orang kaya, ya??? cihuy... [briggin]
Cepat ya? Pdhl itu dah 2 minggu stlh gav n ern menyaksikan pelangi bersama hehe
Elu yakin gavin anak org kaya???!! Tp sayang, hidup gavin ga seindah itu [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
[what] [what] cepet banget dah mau tunangan? wah, diam-diam gavin anak orang kaya, ya??? cihuy... [briggin]
Cepat ya? Pdhl itu dah 2 minggu stlh gav n ern menyaksikan pelangi bersama hehe
Elu yakin gavin anak org kaya???!! Tp sayang, hidup gavin ga seindah itu [sweat]

la kan tadi orang yang gak dikenal panggil gavin doronim, kan?  [hmpfh]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[what] [what] cepet banget dah mau tunangan? wah, diam-diam gavin anak orang kaya, ya??? cihuy... [briggin]
Cepat ya? Pdhl itu dah 2 minggu stlh gav n ern menyaksikan pelangi bersama hehe
Elu yakin gavin anak org kaya???!! Tp sayang, hidup gavin ga seindah itu [sweat]

la kan tadi orang yang gak dikenal panggil gavin doronim, kan?  [hmpfh]
Bisa pan cuma mantan anak org kaya [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun