CHAPTER 1 PART 3:
Berhari-hari, berbulan-bulan, akhirnya 1 tahun telah terlewati.
Mino sudah mulai mengerjakan kegiatan sehari-harinya, dia sudah mulai aktif bersama teman-temannya. Band yang dia bangun
bersama: lee min ho sebagai “vokalis”,kim bum sebagai “bassis”, choi min hwan sebagai “drumer”, oh won bin sebagai
“gitaris”, choi jong hoon sebagai “pianis”.
Star sky band sudah melebarkan sayapnya, sudah manggung di berbagai kota di korea.
Hingga akhirnya dia mendapat tawaran untuk konser di JEPANG.
“ya... aku tak menyangka. Benar-benar seperti mimpi, band kita bisa sampai ke JEPANG! Wah... pasti banyak wanita cantik
disana.” Min hwan menepuk tangan sekali sambil membayangkan.
PLAk** (kim bum memukul kepala min hwan pelan)
“fikiranmu wanita saja.bersihkan otakmu itu.” Kim bum berlagak seperti bos yang memerintah.
“ya.. aku bongkar simpananmu itu sama so eun.” Min hwan mengancam.
“berani kau bilang... nih.”kim bum mengepalkan tangannya.
“sebenarnya, kalian berdua, benar-benar ya.. sama-sama tukang selingkuh.” Joong hoon mengejek.
Kim bum dan min hwan menatap jong hoon dengan sinis, lalu mereka berdua berpandangan untuk merancang strategi.
“ya.. pasti kalian mau berbuat jahat..”jong hoon mundur ke belakang.
“SERANG!!!” kim bum dan min hwan memukuli jong hoon agak sedikit keras.
“ya..!! kalian bertiga benar-benar seperti anak kecil, selalu bertengkar.” Won bin memberi komentar.
Kim bum, min hwan, dan jong hoon sekarang malah bergabung.
“ya..!! aku tak ikut.” Won bin melambaikan kedua tangannya.
“SERANG!!” mereka bertiga menyerang won bin.
Mino menutup buku bacaannya.
“sudah... kita harus persiapkan buat keberangkatan kita besok.” Mino mencoba menghentikan pertengkaran kecil ini.
“akh... sudah...sudah... benar kata mino.”won bin membereskan pakaiannya yang agak berantakan.
Kim bum mendekat ke mino. “masih mengingatnya?” kim bum berbicara di telinga mino.
“selalu ada di hatiku.” Mino tersenyum miris.
“1 tahun? Belum cukup?” kim bum berbicara seperti orang yang kaget.
won bin segera membekap mulut kim bum, hasilnya, kim bum hanya berbicara tak jelas.
“jangan dengarkan dia mino’a. “ won bin berbicara seperti tak enak pada mino.
“dia ini memang aneh mino’a. Jangan di dengar.” Min hwan menjitak kepala kim bum pelan.
“ya!!!!” kim bum melepaskan diri dari won bin, mengejar min hwan.
Terjadi kehangatan diantara mereka, walau selalu ada pertengkaran kecil yang meramaikan persahabatan mereka.
#
Peralatan anak band memang berbeda. Banyak barang-barang yang mereka bawa. Bandara penuh sesak para fans yang
mengantar ke pergian star sky band.
Akhirnya band yang sedang naik daun ini berangkat dengan semangat yang menggebu-gebu.
#
“kamu sudah terkenal sekarang, tapi sayang, appa mungkin semakin tak suka denganmu.” Hye sun membelai lembut foto
mino.
“hye sun..!! wu chun sudah lama menunggumu. Apa kamu belum siap?” mrs.goo berteriak dari depan pintu kamar.
“ne.. omma..” hye sun segera menyimpan foto mino di bawah bantalnya.
Hye sun menuruni anak tangga.
Wu chun berdiri dari kursi yang empuk, menatap takjub kecantikan hye sun yang memakai gaun pink dengan rambut panjang
yang digerai.
“ayo kita berangkat.” Hye sun tersenyum pada wu chun.
“Omma, kami pergi dulu.” hye sun menarik lengan wu chun tuk segera mengikutinya.
Wu chun menundukkan kepala sebagai rasa hormatnya terhadap mrs.goo, kemudian dia pergi bersama hye sun.
#
“Tumben sekali, apa yang membuatmu senang sekali pagi ini?.” wu chun menatap hye sun yang terus tersenyum di kursi
penumpang.
“tidak ada.” Hye sun tersenyum manis.
“apa kamu sudah mengetahui hal itu?” wu chun bertanya ragu.
“hmm? Hal apa?” hye sun bertanya bingung.
“oh.. tidak.. bukan apa-apa.” Wu chun meneruskan menyetir namun sekali-kali melirik ke hye sun.
#
“Kamu benar tidak mau menonton star sky band? Ini band sedang naik daun, lagunyapun menyentuh. Benar tidak mau?” wu
chun meyakinkan hye sun.
“ya.. kalau kamu memaksa. Aku tidak bisa menolak.” Hye sun berbicara santai, padahal dalam hatinya, dia benar-benar
senang.
“kami beli 2 tiket.” Wu chun membeli di loket.
Hye sun dan wu chun memasuki tempat konser.
“wah.. ternyata penontonnya banyak juga ya.” Wu chun membuka pembicaraan.
“ne..” hye sun berubah wajahnya menjadi sendu.
Hye sun pov:
Sudah lama aku tak bertemu denganmu, jujur saja, hati ini masih mengharapkanmu, tapi, appa, orang ini. (hye sun melihat ke
wu chun, dibalas senyuman oleh wu chun) aku tak tau apa yang harus kulakukan. Apa kita masih bisa bersatu? Jujur, wu chun
orang yang baik, aku tak sanggup tuk melukainya.
Pov off.
“Huft..” hye sun menghembuskan nafas.
“Kita cari tempat paling depan saja ya?” Wu chun meminta persetujuan.
“ne??” hye sun kaget.
“iya, di depan saja, bagaimana?” wu chun tersenyum.
“terserah kamu saja.” Hye sun tersenyum manis pada wu chun.
#
“Para hadirin sekalian, konser akan segera di mulai. OK.. ini dia,penampilan dari.... star sky band...” sepasang pembawa acara
bersemangat.
konser dimulai:
hye sun menatap dengan pancaran kangen yang sangat mendalam.