Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 50196 times)

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Neng, update-annya kapan dunkkk??Ternyata si Hee Young masih kecil buanget yak? Walah...Tapi Hyun SOo suka ama daun muda... [hmpfh]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
wah di kasi sop iler..klo gt monggo diupdate skrg kan sop ilernya uda jdi.. [clap]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
wah di kasi sop iler..klo gt monggo diupdate skrg kan sop ilernya uda jdi.. [clap]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
   Dalby aku pensaran tingkat akut sama lanjutannya :( , soalnya engga sabar pingin tahu

  perjuangannya Hyun Soo buat dekat sama Hee Young

  kalo engga sempat mlam ini besok ya....?

  ku nantikan yang seutuhnya ^_^ .

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
The Day I Fall in LOVE


Add Cast :

Mrs. Goo & dr. Goo

Goo Jae Hwa
Dennis Oh as Shane Choi


Chap 4

“Omma kan tidak harus ikut pergi dengan appa ke Amerika?!” protes Hee Young dengan mulut yang masih sibuk mengunyah makanan. Saat itu keluarga Goo tengah menikmati makan pagi mereka di area ruang makan mereka yang luas dan nyaman.


Ny. Goo tersenyum mendengar protes putri sulungnya itu, terlebih lagi ketika melihat mulut mungilnya berbicara sambil terus mengunyah makanan.

“Omma kan sudah sering bilang, selesaikan dulu kunyahanmu baru bicara, sayang…kan tidak sopan kalau bicara dengan mulut penuh, telebih lagi kau adalah anak gadis” tegur Ny. Goo dengan penuh kasih sayang sambil memungut sisa remah roti yang tertinggal di dagu Hee Young yang duduk di sebelah kanannya.

“Noona memang sering tidak sopan, omma. Dia juga sering makan banyak-banyak sampai pipinya menggembung. Dia pikir dia lucu ketika melakukannya, sehingga cowok-cowok tertarik…padahal aku yakin cowok-cowok itu jijik melihatnya” tukas Jae Hwa, putra bungsu keluarga Goo yang langsung dihadiahi pelototan oleh kakaknya.

Hee Young menyelesaikan kunyahan makanannya sebelum membalas kata-kata adiknya,

“Yaaa…untung saja kau duduk di seberangku, kalau tidak…kau sudah mampus sekarang!”

“Hee Young-a…kata-kata apa itu, nak? Appa tidak suka mendengarnya” tegur dr. Goo lembut dari balik koran pagi yang sedang asyik dibacanya sembari menikmati sarapan dan kopinya.

“Mianhae, appa” jawab Hee Young menyadari kesalahannya…Jae Hwa terkikik geli tanpa suara dari seberang meja, sehingga membuat Hee Young ingin menjitak kepalanya saat itu juga.

Ny. Goo menggelengkan kepalanya kepada Jae Hwa sambil menggoyangkan telunjuk kanannya pada remaja tanggung itu. Jae Hwa mengucapkan kata ‘mianhae, omma’ tanpa suara pada ibunya…sementara pada Hee Young, dia meleletkan lidahnya.

“Jae Hwa, appa tahu apa yang kau lakukan. Cepat minta maaf pada noona-mu” tegur dr. Goo lagi dari balik korannya…Jae Hwa terkejut, tidak menyangka ayahnya bisa melihat ‘menembus’ koran pagi yang sedang dibacanya…sekarang giliran Hee Young yang terkikik geli tanpa suara, dan Ny. Goo yang tersenyum geli melihat mimic lucu putranya itu.

“Mianhae, appa…mianhae, noona” ucap Jae Hwa lagi. Hee Young langsung menjawab pernyataan minta maaf itu dengan anggukan sok bijaksana, yang tentu saja membuat Jae Hwa merasa kesal, tapi tidak bisa membalas ulah kakaknya itu…karena dia baru saja minta maaf.

“Sudah…sudah…ayo, kalian habiskan makanan kalian. Kau juga, yeobo…sudahi kegiatanmu membaca koran itu, habiskan sarapanmu…kalau tidak kau bisa terlambat tiba di rumah sakit” ujar Ny. Goo lembut, membujuk anggota keluarganya untuk makan dengan tenang. Suami dan anak-anaknya mematuhinya dengan segera.

“Omma belum menjawab pertanyaanku tadi” Hee Young tiba-tiba bersuara lagi, dia teringat dengan protesannya.

“Pertanyaan apa?” balas Ny. Goo geli, padahal dia tahu benar apa yang dimaksudkan oleh putrinya itu.

“Soal omma ikut appa ke Amerika”

“Itu pertanyaan? Bukan protes? Omma kira itu protesan, bukan pertanyaan…mianhae, Hee Young-a karena mengabaikan pertanyaanmu” goda Ny. Goo. Hee Young langsung manyun, sementara dr. Goo dan Jae Hwa tertawa geli.

“Sudah, jangan manyun begitu…nanti cantiknya hilang” dr. Goo ikut-ikutan menggoda Hee Young.

“Habisnya omma…” jawab Hee Young kesal.

“Putri cantik omma jangan marah…mianhae, omma hanya bercanda” bujuk Ny. Goo kepada Hee Young…hasilnya, Hee Young kembali tersenyum manis.

“Omma harus ikut pergi denga appa kalian, sayang…karena setiap istri dokter yang diundang ke konferensi itu diminta untuk mendampingi suami-suami mereka, termasuk omma. Lagipula kami tidak pergi lama, kok…hanya 5 hari, setelah itu kami akan kembali bersama kalian” jelas Ny. Goo dengan lembut kepada kedua anaknya, dr. Goo ikut menganggukkan kepala menyetujui setiap perkataan istrinya.

“Kalian kan bukan sekali ini saja ditinggal pergi oleh appa dan omma ke luar negeri?” timpal dr. Goo, kali ini istrinya yang mengangguk setuju.

“Tapi kan selama ini, kalau omma dan appa pergi ada imo yang menemani kami. Tapi sekarang imo sudah tinggal di rumah Jung Hwan-samchon sehingga kami hanya tinggal berdua saja” jawab Hee Young lesu.

“Bukannya kalian akan tinggal bersama bibi Ma dan juga pelayan yang lain? Sehingga kalian tidak hanya tinggal berdua. Kalian akan baik-baik saja, sayang”

“Iya, omma benar…hanya saja baru kali ini kami ditinggal pergi tanpa ada imo di rumah. Jadi pasti akan terasa sepi” sahut Hee Young lagi, kali ini dia tersenyum, walaupun senyumannya tidak terlalu bersemangat.

“Appa yakin kalian tidak akan merasa kesepian. Kau kan bisa meminta Eun Kyung untuk menemani kalian selama kami pergi?” usul dr. Goo sambil menghirup kopinya.

Hee Young hanya mengangkat bahunya dengan malas mendengar kata-kata ayahnya itu.

“Kenapa, sayang? Biasanya kau langsung setuju kalau appa mengusulkan agar kau meminta bantuan Eun Kyung…apa kalian bertengkar?” tanya Ny. Goo khawatir melihat keengganan Hee Young itu.

“Anhi…kami tidak bertengkar. Tapi, Eun Kyung sekarang sedang dekat dengan seorang laki-laki yang ditemuinya di pesta resepsi pernikahan imo, jadi Eun Kyung tidak terlalu bisa untuk diandalkan lagi karena dia selalu ingin bersama pacarnya itu”

Mendengar kata-kata kakaknya itu, Jae Hwa kembali terkikik geli…dan akibatnya Hee Young langsung memberinya pelototan mata lagi, sementara kedua orangtuanya memandangnya dengan bingung.

“Kenapa kau tertawa, Jae Hwa-ya?” tanya dr. Goo penasaran.

“Noona itu sedang kesal karena dia belum juga punya pacar, appa…sementara Eun Kyung-noona sudah memiliki pacar, dan noona juga pengen punya pacar” jawab Jae Hwa setelah menyelesaikan tawa gelinya.

Hee Young merasa ingin melemparkan bangku yang sedang didudukinya ke arah adiknya yang bawel itu.

dr. Goo dan Ny. Goo ikut tersenyum mendengar kata-kata Jae Hwa tadi.

“Bagaimana dengan teman kuliahmu yang kemarin ke rumah ini? Bukannya dia pacarmu, Hee Young-a?” tanya Ny. Goo sedikit menggoda.

“Dia bukan pacarku, omma! Dia cuma sekedar main-main saja ke rumah ini” seru Hee Young langsung, membela dirinya.

“Kalau dia pacarmu juga tidak apa-apa, sayang. Appa pikir sudah sewajarnya kau punya pacar di usiamu yang ke-18 ini…asalkan dia sangat sayang dan bisa melindungi putri appa yang cantik ini, appa akan merestui…ya kan, yeobo?”

Sebelum Ny. Goo bisa menjawab, Hee Young langsung menyambar kata-kata ayahnya itu. Dia merasa malu dijadikan bahan pembicaraan, dengan topik yang sukses membuat kedua pipinya merona merah.

“Appa bicara apa, sih? Siapa juga yang mau pacaran? Aku masih mau konsentrasi kuliah, belum mau mikirin laki-laki”
Jae Hwa tertawa geli, Hee Young semakin ingin membunuh adiknya saat itu juga,

“Noona belum mau pacaran? Bohong! Aku memergoki noona sedang ngobrol dengan Mr. Shane di telepon tadi malam, dan muka noona berkali-kali memerah kesenangan. Noona pacaran kan dengan Mr. Shane?”

“Yaaa…siapa yang pacaran dengan Mr. Shane? Dia guru les bahasa Inggrisku, masa’ aku pacaran dengan guru sendiri?!”
dr. Goo dan Ny. Goo saling berpandang-pandangan. Ny. Goo yang akhirnya bersuara,

“Benarkah kau dan Mr. Shane pacaran, Hee Young-a?”

Hee Young langsung gelagapan mendengar pertanyaan itu dan dengan cepat dia menyangkalnya,

“Anhi, omma…kami tidak pacaran. Mr. Shane menelponku hanya untuk menanyakan kabarku saja. Omma kan tahu kalau Mr. Shane sekarang sedang ada di Australia…dan  karena dia harus berada di sana selama sebulan, dia tidak bisa datang untuk mengajariku lagi…jadi, dia pikir lebih baik kami belajarnya lewat telepon saja sementara dia ada di sana”

“Rajin sekali…” komentar Jae Hwa geli sambil menatap piringnya seolah-olah piring itu yang jadi lawan bicaranya.

Hee Young harus berusaha untuk menahan dirinya agar tidak berdiri dan memukul kepala adiknya itu dengan bangku.

“Mr. Shane memang guru yang bertanggung jawab” hanya itu komentar dr. Goo…dan komentar itu langsung disambut dengan tawa geli dari Jae Hwa dan senyuman Ny. Goo…wajah Hee Young rasanya tidak bisa lebih panas daripada saat itu.

Ny. Goo dengan cepat menangkap keadaan…dia tahu kalau putrinya sekarang sudah semakin malu dijadikan bahan pembicaraan makan pagi mereka. Dengan lembut dia bersuara,

“Sudahlah, itu bisa kita bicarakan lain kali. Sekarang omma pikir sudah waktunya kalian untuk segera berangkat, kalau tidak kalian akan terlambat…Hee Young ada kuliah pagi kan? Kalau tidak cepat, kau bisa ketinggalan bis. Ayo, cepat selesaikan makanan kalian. Jae Hwa, jangan tertawa terus...nanti tersedak!”

Kata-kata Ny. Goo memang ajaib…hanya diucapkan dengan nada lembut, tapi efeknya seperti perintah jenderal bintang 5 saja, semua langsung mematuhinya.

Jae Hwa yang selesai terlebih dahulu, disusul oleh dr. Goo dan yang terakhir barulah Hee Young. Jae Hwa yang berangkat sekolah diantar oleh ayahnya langsung berdiri dan mencium pipi kiri-kanan ommanya sebelum meninggalkan ruang makan.

dr. Goo melakukan hal yang sama, hanya saja ditambah dengan mencium bibir istrinya itu dengan lembut. Hee Young melihat adegan itu dengan senang…sudah lebih dari 19 tahun kedua orangtuanya menikah, tapi kemesraan mereka tidak pernah berkurang…Hee Young merasa bersyukur lahir sebagai putri mereka dan berharap kelak diapun akan mendapatkan suami sebaik dan selembut ayah kandungnya itu.



_________


Hyun Soo menyeruput segelas kopi panas yang ada di dalam genggamannya dengan hati-hati. Wajah tampannya tampak klimis dan bersih. Sebuah setelan jas mahal berwarna abu-abu, dilengkapi dengan dasi berwarna hitam bergaris-garis putih, membungkus tubuhnya yang jangkung dan atletis…pagi itu Hyun Soo memang tampak seperti biasanya, tampak seperti seorang C.E.O muda yang bersiap untuk pergi ke kantor…hanya saja pagi itu bukanlah pagi yang biasanya bagi Hyun Soo…kali ini ada yang berbeda.

Bila pagi-pagi yang biasanya Hyun Soo pergi ke kantor dengan mengendarai mobil sport Bugatti Veyron putih atau diantar sang sopir pribadi dengan menggunakan mobil Cadiilac Escaladenya, maka pagi ini Hyun Soo lebih memilih untuk pergi ke kantor dengan menggunakan jasa angkutan umum, yaitu bis. Sesuatu yang luar biasa bagi Hyun Soo karena seumur hidupnya, baru kali ini dia naik bis…namun patut dicoba, demi seseorang…demi Goo Hee Young.
 




Hyun Soo tidak sendirian di halte bis itu, ada 3 orang lain yang duduk bersamanya…seorang pria tua seumuran ayahnya dan dua gadis muda yang kelihatannya masih usia kuliah, mereka sudah ada di halte itu sebelum Hyun Soo datang, sehingga kedatangan Hyun Soo menjadi ajang tontonan yang menarik bagi mereka. Pria tua itu menatapnya dengan bingung, mungkin heran dengan kehadiran Hyun Soo di situ. Dua gadis muda itu lain lagi ulahnya, mereka selalu cekikikan dan berkali-kali melayangkan lirikan serta senyuman genit ke arah Hyun Soo…namun semua prilaku itu hanya dianggap angin lalu oleh Hyun Soo, ada target yang lebih empuk yang sedang ditunggu kehadirannya…(jadi, pria tua dan gadis-gadis manis, menyingkir dulu ya [hmpfh])

Hyun Soo melihat jam tangan di pergelangan tangan kirinya, hal itu sudah dilakukannya sekitar 5 kali sejak 10 menit yang lalu, saat dia pertama kali duduk di bangku halte bis ini,

‘Hm…lama sekali, sih? Mudah-mudahan sekretaris Im tidak salah memberitahukan jam biasanya dia datang ke halte ini, kalau tidak sia-sia pengorbananku duduk lama-lama di sini’ kata Hyun Soo dalam hati, dihelanya nafas panjang dan kemudian sehirup lagi kopi panas masuk ke tenggorokannya, melegakan perut dinginnya.

Hee Young belum juga datang, Hyun Soo kembali harus menunggu, ditemani dengan segelas kopi panas dan tatapan 3 calon penumpang yang lain. Dengan tersenyum dia mengingat kembali pertemuan mereka 3 hari yang lalu, tepatnya saat pemberkatan pernikahan rekan Hyun Soo, Jung Hwan. Saat itu Hee Young sudah berhasil mendapatkan perhatiannya…wajahnya yang cantik, kedua bola matanya yang besar dan indah, rambutnya yang halus, kulitnya yang seputih susu, serta kedua betisnya yang ramping dan mempesona…semua kecantikan fisik yang dimiliki Hee Young sudah berhasil merebut hati Hyun Soo. Sayang, pertemuan pertama mereka diikuti dengan pertemuan kedua di lantai dansa, tidak membuahkan kesempatan yang memadai untuk Hyun Soo dan Hee Young untuk saling mengenal satu sama lain.

Tapi kali ini, Hyun Soo yakin, dia dan Hee Young akan berkenalan dan dari perkenalan itu mereka bisa saling dekat dan bahkan mungkin, bila keberuntungan ada di pihaknya, Hyun Soo bisa memboyong gadis itu ke pelaminan…khayalan yang gila memang, tapi patut dicoba.

Hyun Soo merasa, 3 hari adalah waktu yang lebih dari cukup untuk dijadikan jeda bagi pertemuan mereka selanjutnya…dan pertemuan kali ini bukanlah pertemuan yang tidak disengaja lagi, setidaknya bagi pihak Hyun Soo. Berkat kesigapan sekretaris Im (yang sudah disumpah untuk tidak membocorkan apa yang diinginkan Hyun Soo pada ayahnya), Hyun Soo berhasil mengetahui sebagian besar informasi mengenai diri Hee Young…termasuk kebiasaannya naik bis ketika pergi kuliah.

Dan disinilah Hyun Soo, di halte bis menunggu Hee Young. Walaupun Hyun Soo tahu kalau kampus Hee Young sangat berlawanan arah dan sangat jauh jaraknya dari kantornya, dia tetap nekat ingin ikut di bis yang ditumpangi Hee Young…alhasil pak Yin, supir pribadinya, harus siap-siap mengekor di belakang bis, demi melancarkan aksi sang tuan muda.

Tak lama kemudian, sebuah mobil Hyundai hitam yang berhenti tidak jauh dari halte bis berhasil membuat Hyun Soo mendongakkan wajahnya. Senyumannya makin lebar mengembang ketika melihat siapa yang baru saja keluar dari mobil itu…Goo Hee Young. Setelah melambaikan tangan kepada sang pengantar, gadis manis itu berjalan menuju ke halte bis diiringi tatapan penuh kebahagiaan dari Hyun Soo.

Pagi ini penampilan Hee Young sangat jauh berbeda dari penampilannya di pesta. Sebuah t-shirt hitam dengan gambar hati berwarna merah (kayak t-shirtnya Min Ho waktu KBS award 2010, cuma ini versi ceweknya…emang ada? Diada-adain aja,deh  [hmff]) dan jeans ketat berwarna hitam membalut tubuh mungil dan sepasang betis cantiknya…sepasang sneaker merah melengkapi penampilan kasualnya pagi itu. Rambutnya yang panjang rupanya telah dipangkas sebahu, menambah imut wajah cantiknya…dalam hati Hyun Soo bersiul memuji penampilan gadis incarannya itu. Tapi ketika Hee Young semakin mendekat, Hyun Soo dengan segera mengalihkan perhatiannya pada gelas kopi yang dipegangnya…sudah agak dingin, namun mampu memberikan alibi.

Beberapa langkah lagi Hee Young akan sampai di bangku halte itu, Hyun Soo belum juga mengangkat wajahnya dan terus memandangi gelas kopinya seakan-akan gelas kopi itu adalah benda yang paling menarik di dunia ini…sikapnya itu mengundang kerutan di dahi si pak tua dan bisik-bisik tetangga dari dua gadis yang duduk bersamanya, tapi sekali lagi Hyun Soo tidak peduli…dia akan begini terus sampai Hee Young tiba di halte bis, dan…

“Ah”

Kata itu terlepas dari bibir Hyun Soo dan Hee Young secara bersamaan. Sesuai perhitungan Hyun Soo, dia akan mengangkat pandangannya dari si gelas kopi menuju Hee Young ketika gadis itu tiba di dekatnya, seolah-olah dia ingin sekedar melihat siapa yang datang…perhitungan Hyun Soo sangat tepat, Hee Young terkejut melihat kehadirannya…dan Hyun Soo pun memasang tampang terkejut yang sama (hanya saja terkejutnya sama sekali palsu belaka).

“Tuan…?”

“Nona…?”

Hyun Soo dan Hee Young kembali sama-sama mengeluarkan suara…kali ini mereka tersenyum geli setelahnya. Hyun Soo berdiri dan menghampiri Hee Young…lagi-lagi diiringi kerutan dahi si pak tua dan bisik-bisik tetangga dari dua gadis di situ, Hyun Soo tentu saja tidak peduli.

“Sedang apa anda di sini?” tanya Hee Young ramah setelah Hyun Soo tiba di dekatnya berdiri.

“Menunggu bis…anda?”

“Sama. Saya juga menunggu bis. Tapi saya baru kali ini melihat anda menunggu bis di sini karena saya setiap pagi berada di halte ini”

“Ah, saya juga tidak merencanakan pergi ke kantor dengan menggunakan bis ini. Hanya saja tadi tiba-tiba mobil saya mogok sehingga harus diderek dan masuk bengkel di sekitar sini. Dan akibatnya saya harus duduk di sini, menunggu bis untuk pergi bekerja”

Ketiga orang yang duduk di halte bis itu tahu benar kalau Hyun Soo sedang berbohong, karena mereka melihat Hyun Soo turun dari mobil cadillacnya dan mobil itu sama sekali tidak terlihat seperti mobil yang mengalami kemogokan…dengan kata lain, mereka tahu kalau Hyun Soo sengaja sudah merencanakan ingin naik bis, bukan tidak disengaja. Seperti ada saling pemahaman di antara mereka, si pria tua dan dua gadis tadi saling bertukar pandang dengan bingung…namun mereka tidak berani menyela pembicaraan Hyun Soo-Hee Young dan mengatakan kalau Hyun Soo berbohong, mereka ingin mendengar detail percakapan yang selanjutnya di antara kedua orang itu. Hyun Soo, yang tidak ingat kalau di halte itu juga ada  tiga orang saksi kebohongannya yang sedang asyik menyaksikan dan mendengar kata-katanya, memasang senyum manisnya.

Sementara itu Hee Young memperhatikan penampilan Hyun Soo dengan seksama, sebelum berkata,

“Bukannya anda bisa meminta teman kantor anda untuk menjemput anda? Anda tidak perlu repot-repot menunggu bis di sini”

Hyun Soo agak gelagapan ketika mendengar kata-kata Hee Young itu…’sial, mengapa harus menjawab dengan alasan mobil mogok…sekarang apa lagi, Hyun Soo-a?!’ gerutu Hyun Soo di dalam hati,

“Saya lebih baik naik bis ketimbang harus menunggu teman saya untuk datang menjemput…bisnya datang tidak lama lagi kan?”

Hee Young mengangguk sambil tersenyum manis, “Ne, tidak lama lagi bisnya datang…mungkin…” Hee Young melihat jam tangan di pergelangan tangan kanannya, “sekitar 5 menit lagi”

Jawaban yang sempurna, Hyun Soo-a’ puji Hyun Soo pada dirinya sendiri…dia merasa puas melihat Hee Young dapat menerima jawabannya sebagai jawaban yang wajar.

“Lebih baik kita duduk, nona” tawar Hyun Soo. Dibimbingnya Hee Young menuju bangku halte yang sudah diisi tiga orang ‘penonton’ setia mereka. Melihat ketiga orang itu, Hyun Soo langsung memberi tanda supaya mereka bergeser dan memberi tempat duduk untuk dirinya dan Hee Young…ajaibnya, ketiga orang itu bergeser dan tidak mengeluarkan protes ataupun tidak juga berusaha membongkar kebohongan Hyun Soo di depan Hee Young…rupanya mereka lebih senang menjadi penonton daripada jadi provokator.

“Kita belum berkenalan secara resmi, nona…mengingat kejadian malam itu” ujar Hyun Soo sambil mengulurkan tangan kanannya, sesaat setelah mereka duduk manis di bangku halte.

“Oh, iya…benar sekali…kejadian malam itu membuat saya dan anda belum kenal satu sama lain. Saya Goo Hee Young” jawab Hee Young sambil menyambut uluran tangan Hyun Soo…telapak tangannya yang kecil dan putih nampak kontras sekali dengan telapak tangan Hyun Soo yang besar dan berkulit agak gelap.

“Lee Hyun Soo…senang berkenalan dengan anda, Hee Young-ssi” balas Hyun Soo sambil turut tersenyum.

“Saya juga, Hyun Soo-ssi”

“Jadi…setiap hari kau pergi ke halte ini, Hee Young-ssi?” tanya Hyun Soo setelah genggaman mereka akhirnya terlepas.

“Ne, saya setiap hari pergi kuliah dengan naik bis…sudah kebiasaan” jawab Hee Young ramah.

“Kebiasaan?”

“Ne, kebiasaan. Di Busan, saya terbiasa naik bis ke sekolah…dan kebiasaan itu berlanjut sampai saya pindah ke Seoul ini”

“Kau baru di Seoul ini?” tanya Hyun Soo sambil menampakkan tampang tertarik, padahal dia sudah tahu tentang asal muasal Hee Young.

“Ne, saya baru satu setengah tahun di sini. Ayah saya pindah kerja ke rumah sakit disini, sehingga kami juga ikut pindah bersamanya”

“Ayahmu seorang dokter?”

“Ne, seorang dokter”

“Dan kau juga kuliah di fakultas kedokteran?”

Hee Young tertawa mendengar pertanyaan itu, Hyun Soo ikut tersenyum…dalam hati mengagumi keindahan barisan gigi yang putih bersih milik Hee Young,

“Mengapa tertawa?” tanya Hyun Soo…dia senang melihat arah percakapan mereka yang semakin akrab. Sementara itu ketiga orang yang sedari tadi menjadi penonton dan pendengar setia mereka, akhirnya ‘menyerah’ dan kembali ke aktifitas mereka masing-masing.

“Maafkan saya, Hyun Soo-ssi…tapi, anak seorang dokter tidak selalu harus jadi dokter juga kan?” jawab Hee Young setelah tawanya selesai…kali ini Hyun Soo yang ikut tertawa mendengar jawabannya.

“Kau benar. Jadi, kau kuliah dimana?”

“Di fakultas sastra…saya belajar sastra Inggris”

“Sastra Inggris…benar-benar menarik”

“Ya, saya selalu tertarik dengan Inggris…bahasanya yang global, negaranya…terutama sejarahnya”

Alis Hyun Soo menaik sedikit, ketertarikannya sekarang murni…ini adalah sisi lain dari Hee Young yang baru saja diketahuinya…dan dia bersyukur bisa mengetahui hal itu dari sumbernya langsung.

“Kau pernah ke Inggris?”

Hee Young menggeleng, “Belum…appa dan omma belum pernah membawa saya ke sana. Satu-satunya negera di luar Asia yang pernah saya kunjungi hanya Amerika…ketika appa menghadiri konferensi di sana bertepatan dengan liburan kami, sehingga appa memboyong kami ke sana”

“Masih tertarik untuk pergi ke Inggris?”

Hee Young mengangguk dengan semangat, “Tentu saja…saya selalu memimpikan pergi ke sana…kata appa, suatu hari nanti kami akan pergi ke sana sekeluarga…saya sedang menantikan hari itu datang”

Hyun Soo tersenyum melihat semangat itu. Hyun Soo menikmati setiap kata, gerakan dan mimik wajah yang dikeluarkan oleh Hee Young ketika dia bercerita...Hee Young terlihat begitu alami.

Hyun Soo terpesona dengan cara bicara Hee Young yang riang dan tanpa dibuat-buat, selama ini dia selalu ‘terjebak’ dalam pembicaraan dengan mantan-mantan pacarnya, juga Jessica, yang selalu mencari kesempatan untuk menggodanya, dan pembicaraan yang dilakukan dengan penuh gairah itu selalu berujung ke tempat tidur. Sedangkan pembicaraan yang sedang dilakukannya dengan Hee Young kali ini adalah pembicaraan sederhana yang ternyata amat sangat dinikmatinya. Berbicara dengan Hee Young ternyata bisa membuatnya merasa tenang dan bahagia…sudah lama dia tidak berbincang-bincang seringan ini dengan seorang gadis…sudah terlalu lama sejak…

“Anda pernah ke Inggris, Hyun Soo-ssi?” pertanyaan Hee Young itu membuat Hyun Soo tersentak sedikit,

“Eh, ya?”

Hee Young tersenyum geli melihat mimik wajah Hyun Soo yang agak lucu ketika dia terkejut,

“Anda pernah ke Inggris, Hyun Soo-ssi?” ulang Hee Young lagi.

Hyun Soo mengangguk, “Saya pernah ke sana beberapa kali, tapi selalu untuk urusan bisnis…tidak pernah untuk liburan. Saya sangat ingin pergi lagi ke sana untuk berlibur…”

Hyun Soo ingin menambahkan kata ‘dan berbulan madu’ ketika Hee Young menunjuk ke arah kirinya dan berkata, “Bisnya sudah datang”

Hyun Soo dan ketiga orang lainnya ikut melihat ke arah tunjuk Hee Young.

“Cepat sekali” gumam Hyun Soo.

“Eh…?” tanya Hee Young ketika mendengar gumaman itu.

“Ah, anhiyo” jawab Hyun Soo cepat, Hee Young hanya tersenyum mendengarnya.

“Hee Young-ssi, kenapa tidak ikut mobil ayahmu saja untuk pergi ke kampus?” lanjut Hyun Soo tiba-tiba, tidak peduli dengan kesibukan di sekitarnya ketika yang lain sedang mempersiapkan diri untuk naik ke dalam bis yang akan segera datang.

Belum sempat Hee Young menjawab, bis yang mereka tunggu (sebenarnya Hee Young yang menunggu…Hyun Soo kan cuma ikut-ikutan) telah berhenti tepat di depan halte mereka. Di dalam bis, tampak beberapa orang yang berpenampilan seperti mahasiswa, duduk memperhatikan mereka.

“Ayo, Hyun Soo-ssi…kalau tidak kita bisa ditinggal” ajak Hee Young yang langsung melesat menuju bis itu, sementara Hyun Soo agak tertinggal di belakangnya…ketiga orang lainnya yang bersama mereka sudah naik terlebih dahulu.

“Tunggu, Hee Young-ssi”

“Cepatlah”

Keduanya akhirnya naik…Hee Young menyenggol sebuah alat yang terpasang di dekat bangku supir bis, dengan menggunakan paha kanannya…dan bunyi’bip’ terdengar setelahnya.

Hyun Soo memperhatikan itu dengan agak bingung…sungguh, karena saat ini adalah pengalaman pertamanya naik bis, dia sama sekali tidak paham apa yang harus dilakukannya bila dia ingin bepergian dengan kendaraan umum ini.

“Kenapa Hyun Soo-ssi? Ada yang salah?” tanya Hee Young, bingung karena Hyun Soo tetap saja belum beranjak dari tempat berdirinya.

“ Aku tidak memiliki kartu, Hee Young-ssi” jawab Hyun Soo berbisik, takut terdengar supir bis dan penumpang lain.
Hee Young tersenyum geli…dia kembali menuju alat itu dan sekali lagi dia menyenggolkan paha kanannya ke sana dan bunyi ‘bip’ itu terdengar lagi.

“Nah, sekarang anda sudah boleh ikut bis ini, tuan” ucap supir bis itu kepada Hyun Soo…wajahnya kentara sekali memperlihatkan rasa bosan...wajah Hyun Soo agak memerah karena ucapannya itu…tidak disangka oleh Hyun Soo, ternyata sang supir mendengar bisikannya tadi.

Hee Young tidak bisa menahan rasa gelinya…dengan tawa yang pelan, dia menatap wajah Hyun Soo dan lalu berjalan menuju bangku yang hendak ditujunya…dengan wajah yang masih bersemu merah, Hyun Soo mengekorinya dari belakang.

‘Sialan Pak Yin…dia tidak memberiku ‘perlengkapan perang’ yang lengkap rupanya’ gerutu Hyun Soo dalam hati.

Sementara Hyun Soo menggerutu, Hee Young sudah akan duduk di bangku tunggal yang jelas-jelas tidak akan ‘direstui’ oleh Hyun Soo.

“Hee Young-ssi…kita duduk di belakang saja” ajak Hyun Soo sambil menunjuk barisan belakang yang masih menyisakan tempat yang lapang.

Hee Young mengikuti arah tunjuknya, menatap Hyun Soo sebentar…dan tanpa bertanya, mengikuti saran Hyun Soo…wajah Hyun Soo langsung sumringah.

Seiiring dengan bis yang melaju dengan kecepatan sedang, mereka lalu duduk bersisian di barisan belakang. Hyun Soo menyarankan Hee Young agar duduk di samping jendela…hal ini dilakukannya karena ketika mereka berjalan menuju barisan belakang, Hyun Soo melihat seorang pria seusia Hee Young, yang juga duduk di barisan bangku belakang, tengah memandangi Hee Young dengan berseri-seri…rupanya berharap Hee Young dapat duduk agak ke tengah, sehingga bisa bersebelahan dengannya.

‘Salah satu pengagum rahasia rupanya…tapi maaf bung, hari ini anda kurang beruntung’ dan wajah Hyun Soo semakin sumringah ketika melihat kekecewaan tergambar jelas di wajah pria itu ketika Hee Young malah duduk di pinggir, di dekat jendela, sesuai saran Hyun Soo.

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Hee Young-ssi” ucap Hyun Soo begitu dirinya dan Hee Young sudah duduk dengan nyaman.

“Pertanyaan apa?”

“Tentang mengapa kau lebih memilih bis dibandingkan diantar naik mobil”

Hee Young tersenyum mendengarnya, “Saya sudah bilang itu karena kebiasaan…lalu saya juga tidak ingin merepotkan appa, sebab kebetulan kampus saya dan rumah sakit appa terpisah sangat jauh, dan rutenya juga berlawanan…kasihan appa kalau harus mengantar jemput saya, karena kami juga tidak punya supir pribadi. Hanya Jae Hwa, adik saya, yang ikut dengan appa, karena sekolahnya berdekatan dengan tempat appa bekerja”

“Hee Young-ssi…bisakah kau jangan menyebutku dengan ‘anda’ dan gantikan kata ‘saya’ dengan ‘aku’...aku merasa sangat tua karenanya” pinta Hyun Soo tiba-tiba.

Hee Young menatapnya lagi dengan sedikit terkejut, namun hanya sebentar karena kemudian rasa geli kembali menyergap mata dan bibirnya,

“Kenapa, Hyun Soo-ssi?”

“Jangan paksa aku untuk mengatakan alasannya sekali lagi” pinta Hyun Soo cepat, wajahnya kembali memerah…dan ini adalah pengalaman pertamanya merasa malu di hadapan seorang gadis yang notabene masih sangat muda dibandingkan dirinya…dan anehnya, Hyun Soo merasa bahagia dengan kenyataan itu.

“Berapa usia anda, Hyun Soo-ssi” goda Hee Young.

“Hee Young-ssi…jangan gunakan kata ‘anda’, please”

“Baiklah…berapa usia…e, usiamu, Hyun Soo-ssi?” kali ini giliran wajah Hee Young yang bersemu merah muda.

Hyun Soo tersenyum bahagia , “27 tahun” jawabnya cepat, “Usiamu?”

“Berarti kita berbeda 9 tahun…aku 18 tahun” jawab Hee Young.

“Sekarang aku benar-benar merasa sangat tua” ucap Hyun Soo bergurau…Hee Young tertawa geli mendengarnya,

“Anhi…kau masih sangat muda, Hyun Soo-ssi”

“Well…chongmal gumawo, Hee Young-ssi”

“Cheonmaneyo, Hyun Soo-ssi”

Kali ini mereka tertawa berdua…mereka bahkan tidak mempedulikan tatapan para penumpang lain yang silih berganti datang ke arah mereka.

“Bagaimana kabar pengantin baru kita?” tanya Hyun Soo setelah tawa mereka reda.

“Siapa?”

“Jung Hwan-hyung dan istrinya”

“Oh…mereka baik-baik saja. Oh ya, kau teman Myung Hee-imo atau Jung Hwan-samchon?”

“Jung Hwan-samchon…aish, aku merasa aneh kalau harus memanggilnya seperti itu…Jung Hwan-hyung, nah itu lebih enak diucapkan”

Sekali lagi Hee Young tertawa renyah, “Kalian kenal dimana? Sebab aku rasa kalian tidak mungkin teman satu kampus…karena kalau dilihat dari wajah, setidaknya samchon lebih tua beberapa tahun darimu”

“Well…gumawo, Hee Young-ssi. Aku merasa sangat bahagia mendengarnya” mereka berbagi tawa sekali lagi, “Aku dan samchon-mu sama-sama satu tim ketika kami wajib militer dulu”

“Wajib militer? Kapan itu?”

“Sekitar 3 tahun yang lalu…ayahku yang tercinta sengaja meminta agar aku menerima wajib militerku lebih awal agar aku dapat bekerja di perusahaan kami tanpa harus terkendala masalah itu. Akhirnya aku dan samchon-mu bertemu di sana…dan selain kami, sahabatku Jung Dae Kwan juga ikut wajib militer di tahun itu”

“Jung Dae Kwan?”

“Ya, Jung Dae Kwan. Kau mengenalnya?”

“Mungkin sekarang belum, tapi nanti pasti aku akan berkenalan dengannya, sebab dia sekarang sedang dekat dengan sahabatku, Han Eun Kyung…kalau sekarang, aku hanya tahu kalau dia putra direktur rumah sakit tempat appa bekerja, itu saja”

“Hm…dia sedang dekat dengan sahabatmu, ya?”

“Ne…mereka kenal di pesta resepsi pernikahan imo dan samchon”

‘kenal? Dae Kwan sudah mengincar sahabatmu sejak lama, nona manis'

“Kau dan Han Eun Kyung-ssi bersahabat sejak kau pindah ke Seoul, Hee Young-ssi?”

“Anhi…aku dan Eun Kyung sudah bersahabat sejak kecil karena kedua orangtua kami juga bersahabat sejak mereka SMA, kami berdua sudah seperti saudara. Keluarga Eun Kyung pindah dari Busan sejak 2 tahun yang lalu, setengah tahun kemudian kami menyusul mereka pindah ke sini”

“Aku dan Dae Kwan juga bersahabat sejak kami kecil”

Belum sempat Hee Young mengometari kata-kata Hyun Soo, bis tiba-tiba berhenti.

“Apa yang terjadi?” tanya Hyun Soo dengan heran ketika melihat para penumpang yang berpakaian seperti mahasiswa, termasuk pengagum rahasia Hee Young, bersiap meninggalkan bis…begitu pula dengan Hee Young.

“Kita sudah sampai, Hyun Soo-ssi…eh, maksudku kami sudah sampai. Kau tidak mungkin berhenti di sini kan?” ujar Hee Young sambil tersenyum.

Hyun Soo kembali agak gelagapan mendengar pertanyaan itu,

“Eh, cepat sekali...aku…tentu saja aku tidak berhenti di sini”

“Kalau begitu, aku duluan…senang berjumpa dengan anda, Hyun Soo-ssi”

Hyun Soo semakin gelagapan mendengar ucapan perpisahan itu…dia tidak mungkin membiarkan Hee Young pergi begitu saja.

“Tunggu Hee Young-ssi…”

Hee Young yang sudah akan berdiri, tertegun di tempatnya, “Ya, ada apa?”

“Kita…kita belum bertukar nomor telepon” kata Hyun Soo grogi…di dalam hati dia mengomeli dirinya sendiri yang memperlihatkan kegugupannya di depan Hee Young…tapi, memang baru kali ini dia gugup di hadapan seorang wanita setelah lama tidak merasakannya lagi…Hee Young benar-benar sanggup membuatnya salah tingkah.

“Nomor telepon?”

“Ya. Kita tidak ingin jalinan pertemanan ini hanya berlangsung di dalam bis ini saja kan?”

“Oh, tentu saja…" Hee Young tersenyum manis, "ini nomor telepon saya…”

Hyun Soo secepat kilat mengeluarkan ponselnya dan mencatat nomor yang diberikan oleh Hee Young, setelah itu diapun mengirimkan nomor ponselnya pada Hee Young.

“Agashi…mau turun atau tidak?” tegur supir bis yang terlihat tidak sabaran dengan acara tukar-tukaran nomor ponsel mereka, “Cepatlah, agashi…bis ini sudah harus pergi”

“Oh… Choesonghamnida, ahjussi. Aku turun sekarang, Hyun Soo-ssi”

“Aku akan menghubungimu nanti malam”

“Aku tunggu…annyeong”

“Annyeong, Hee Young-ssi”

Hee Young berjalan menuju pintu keluar bis diiringi tatapan Hyun Soo, bibirnya tersenyum puas setelah menerima nomor ponsel Hee Young. Hyun Soo merasa jalannya untuk menuju hati Hee Young makin terbuka, walaupun begitu dia sadar kalau jalannya itu pasti tidak akan mudah…setidaknya Hyun Soo berharap rencananya bisa terlaksana hanya dalam jangka waktu 2 bulan…sebuah harapan yang mungkin mustahil, tapi layak untuk dicoba…dan mudah-mudahan ada keajaiban yang mengiringinya.



chap yg ini memboringkn,ya???  [laughing]

mian,ya...klo boring...selamat membaca...kritik & masukannya selalu dtunggu [biggrin]

HWAITING!!! [AddEmoticons04262]
« Last Edit: May 07, 2011, 10:24:09 am by dalbyeol »

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
baca dulu tar coment lg.. [hmpfh]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
padahal sedang bikin berrywine [hmpfh] [hmpfh] karna udah diupdate, ya sutra. gw baca dulu,, updatean gw ditunda aja [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

iiuuu

  • Guest
padahal sedang bikin berrywine [hmpfh] [hmpfh] karna udah diupdate, ya sutra. gw baca dulu,, updatean gw ditunda aja [laughing] [laughing]

mami ... lanjtkan berywine nya... soensaengnim kapan??

keren hyunsoo PDKT mu sukses ya...saingannya hyunsoo bnyk ya..hmpf .. wah smga 3 org dhalte itu gak blg2 ke hee young..
next chapt uda kawin blon sista byoul?

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
padahal sedang bikin berrywine [hmpfh] [hmpfh] karna udah diupdate, ya sutra. gw baca dulu,, updatean gw ditunda aja [laughing] [laughing]

mam,dtunggu Wine-Stronya,ya (gw agak susah nulis Berry...smaan namanya dgn spupu gw,cmn dia laki2 [hmpfh])

oh ya,mam...tlng dong ajarin bikin index...or mami aja yg bikinin index gw (ini minta tolong ato mo nyuruh2,nih??? [laughing])

ya,mam...ya,please [AddEmoticons04261]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
padahal sedang bikin berrywine [hmpfh] [hmpfh] karna udah diupdate, ya sutra. gw baca dulu,, updatean gw ditunda aja [laughing] [laughing]

mami ... lanjtkan berywine nya... soensaengnim kapan??

keren hyunsoo PDKT mu sukses ya...saingannya hyunsoo bnyk ya..hmpf .. wah smga 3 org dhalte itu gak blg2 ke hee young..
next chapt uda kawin blon sista byoul?

gumawo dh dbaca,sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

kgk sia2 mmng si Hyun Soo duduk2 d halte bis nungguin si Hee Young [hmpfh]

next chap lngsung kawin??? [chin] ...ntar aja dl,ya sist...kn kgk segampang i2 ngajakin anak orang kawin...ntar si Hyun Soo d [head break] [guns] sm appanya si Hee Young  [hmff]

next chap dtungguin aja ya...mudh2an si bang ilham kgk nyasar kmana2 lg [hmpfh]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Ah hyunsoo ngejar2 heeyoung cuma dimanfaatin doank karna dikejar deadline 2bulan ye kalo tertarik keknya emang iya ni untung nyadar ga gampang dptin heeyoung jgn bikin yg instan ah kesian heeyoung jg msh polos gt


ADAM COUPLE SELCA

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
bila keberuntungan ada di pihaknya, Hyun Soo bisa memboyong gadis itu ke pelaminan. khayalan yang gila memang, tapi patut dicoba stujuu punk punk
jia..si mami dateng2 minta kawin mulu tuh Dab [on] [hmpfh] [hmpfh] thanks ya... [biggrin]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
padahal sedang bikin berrywine [hmpfh] [hmpfh] karna udah diupdate, ya sutra. gw baca dulu,, updatean gw ditunda aja [laughing] [laughing]

mam,dtunggu Wine-Stronya,ya (gw agak susah nulis Berry...smaan namanya dgn spupu gw,cmn dia laki2 [hmpfh])

oh ya,mam...tlng dong ajarin bikin index...or mami aja yg bikinin index gw (ini minta tolong ato mo nyuruh2,nih??? [laughing])

ya,mam...ya,please [AddEmoticons04261]
indexnya udah gw bikin. silahkan check page 1 [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Ah hyunsoo ngejar2 heeyoung cuma dimanfaatin doank karna dikejar deadline 2bulan ye kalo tertarik keknya emang iya ni untung nyadar ga gampang dptin heeyoung jgn bikin yg instan ah kesian heeyoung jg msh polos gt

baiknya kita apain si Hyun Soo ini,mak???  [laughing]

iya,kasian Hee Young [briggin] [hmpfh]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love