Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 50267 times)

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
dichap berapakah pernikahan mereka terjadi sist?jelaskan [hmpfh]
[/size][/color][/b]

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
 [hmff] [smiley-gen013] [hmpfh] ahjussi ahjuma hadeuh.clon pengantin lol. amien.

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
done read this chp...ku suka dalb  [hug] [hug]
yuhu sepertinya desiran halus itu sudah mulai hadir di hati HY-->akhirnya ane tau juga nama2 mereka ber-2 [laughing]
gw sih maunya di nikahkan saja, but kyknya gak bakal mudah jg ya jalinan cinta HS dan HY [chin]
ajushi, ajuma-->ane suka panggilan sayang bocah di panti asuhan itu lol [hmpfh] [lovestruck]
ktm carmer [on] pasti ommanya HS suka dong coba kurang apa lg tuh calon menantu [what] harus kudu, wajib suka. klo gak kita demo authornya [smiley-dance013] [smiley-dance013]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
dichap berapakah pernikahan mereka terjadi sist?jelaskan [hmpfh]

di chap yg gak akan jauh lg [hmpfh]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
[hmff] [smiley-gen013] [hmpfh] ahjussi ahjuma hadeuh.clon pengantin lol. amien.

amin jg...jgn lupa,datang ya ke nikahannya Hyun Soo-Hee Young [biggrin]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
saya siap jadi mc nya detective detective detective detective
 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
 punk punk punk punk punk punk punk punk
[/size][/color][/b]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
dichap berapakah pernikahan mereka terjadi sist?jelaskan [hmpfh]

di chap yg gak akan jauh lg [hmpfh]
jadi di tgl berapakah akan diupdate lg? [heh]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
done read this chp...ku suka dalb  [hug] [hug]
yuhu sepertinya desiran halus itu sudah mulai hadir di hati HY-->akhirnya ane tau juga nama2 mereka ber-2 [laughing]
gw sih maunya di nikahkan saja, but kyknya gak bakal mudah jg ya jalinan cinta HS dan HY [chin]
ajushi, ajuma-->ane suka panggilan sayang bocah di panti asuhan itu lol [hmpfh] [lovestruck]
ktm carmer [on] pasti ommanya HS suka dong coba kurang apa lg tuh calon menantu [what] harus kudu, wajib suka. klo gak kita demo authornya [smiley-dance013] [smiley-dance013]


sist.Ita...gumawo dh baca [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

ane jg bersyukur sist.Ita akhirnya tau nama2 mereka ber-2 [clap] [clap] [clap]

mereka pasti nikah,sist..tenang aja [biggrin]

klo soal ommanya Hyun Soo mah,don't worry of her...dia pasti suka ama Hee Young (jd ane jgn d demo yah [biggrin])...yg hrs dwaspadain ini appanya Hyun Soo [hmpfh]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
saya siap jadi mc nya detective detective detective detective
 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
 punk punk punk punk punk punk punk punk


ah,bahagianya...tp mc yg ini bayarannya mahal gak??? [hmpfh]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
dichap berapakah pernikahan mereka terjadi sist?jelaskan [hmpfh]

di chap yg gak akan jauh lg [hmpfh]
jadi di tgl berapakah akan diupdate lg? [heh]

mngkin hr ini...atau mlm ini...atau... [hmpfh]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
buat sist byeol dibayar pake updatean sj.. [hmpfh]
[/size][/color][/b]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
dichap berapakah pernikahan mereka terjadi sist?jelaskan [hmpfh]

di chap yg gak akan jauh lg [hmpfh]
jadi di tgl berapakah akan diupdate lg? [heh]

mngkin hr ini...atau mlm ini...atau... [hmpfh]
atauuu sekarang ya?..ta tunggu ya! [biggrin]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile

The Day I Fall in LOVE

Chap 9

Hee Young menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk kamar bayi, dia ragu-ragu untuk masuk ke dalam menyusul Hyun Ki yang telah lebih dulu masuk dan Hyun Soo yang berjalan di depannya. Hyun Soo yang tidak sadar kalau Hee Young tertinggal di belakangnya, tetap masuk ke dalam kamar bayi dengan langkah-langkah tegap dan panjangnya.

“Omma”

Hee Young dapat melihat Hyun Soo menyapa salah seorang wanita yang ada di kamar bayi itu dengan kehangatan. Hee Young tidak bisa melihat wajah wanita itu karena posisinya yang membelakangi Hee Young, tapi Hee Young bisa memastikan kalau omma Hyun Soo juga sangat gembira bertemu dengan putranya di tempat itu.

Hee Young melihat Hyun Soo mencium pipi kiri dan pipi kanan omma-nya dengan penuh kasih sayang, dan setitik airmata kembali jatuh ke pipi kanannya akibat adegan itu…Hee Young kembali teringat ibunya sendiri dan betapa seringnya dia bermanja-manja pada kedua orangtuanya yang kini telah tiada.

“Ahjumma, kenapa menangis?”

Suara Hyun Ki menyadarkan Hee Young, rupanya bocah laki-laki itu masuk ke dalam kamar untuk memberitahu Hwa Young tentang kedatangan Hee Young…dan sekarang kedua bocah lucu itu mendongak keheranan melihat Hee Young yang menangis sendiri di ambang pintu.

“Ah, anhi…ahjumma tidak menangis, sayang. Ahjumaa tidak menangis” jawab Hee Young sambil buru-buru menghapus titik airmatanya.

“Ahjumma? Jadi sekarang aku tidak boleh panggil onnie lagi?” sambung Hwa Young sambil memperhatikan Hee Young dengan penuh kebingungan.

Hee Young tersenyum menatap bocah perempuan itu, “Sekarang Hwa Young panggil ahjumma saja…bagaimana? Setuju kan?”

Hwa Young berpikir sebentar, Hee Young tersenyum semakin lebar melihatnya. Tak berapa lama kemudian dia mengangguk mantap, “Beres”

Hee Young ikut mengangguk sambil mengacungkan jempol kanannya.

“Hee Young-ssi”

Kali ini sapaan itu yang menyadarkan Hee Young kalau ada beberapa orang lagi di tempat itu…bukan hanya dia, Hyun Ki dan Hwa Young saja yang ada di sana. Ditatapnya Hyun Soo seakan-akan baru kali ini dia melihat pria tampan itu.

“Ne?”

Hyun Soo tersenyum melihat kebingungannya. Diraihnya tangan kiri Hee Young dan dibawanya gadis manis yang sedang terkejut itu masuk ke dalam. Di belakang mereka, Hyun Ki dan Hwa Young bertepuk tangan diam-diam sambil tersenyum senang. Setelah puas bertepuk tangan, keduanya meluncur untuk pergi bermain keluar bersama teman-teman mereka yang lain.

Sementara itu Hee Young yang terkejut berkat panggilan namanya oleh Hyun Soo, semakin terkejut ketika pria itu menggenggam tangan kirinya dengan erat dan membawanya masuk ke dalam…Hee Young tidak dapat menyembunyikan rasa kagetnya itu, bibir mungilnya sedikit terbuka dengan gaya yang tidak elegan sama sekali sambil menatap Hyun Soo yang berjalan sedikit di depannya dan terus menggengam tangannya.

“Omma, ada yang ingin kuperkenalkan padamu”

Kata-kata Hyun Soo itu membuat Hee Young cepat-cepat menghapus ekspresi tidak elegan itu dari wajahnya, dan sebuah senyuman manis tapi agak canggung menggantikan ekspresi itu ketika akhirnya dia dapat menatap langsung wajah omma-nya Hyun Soo.

‘cantik sekali’ bathin Hee Young, kemudian dia membungkukkan tubuhnya sebagai rasa hormat,

“Annyong hasaeyo”

“Hyun Soo-ya, siapa nama gadis manis ini?” tanya Soo Yun sambil menatap Hee Young dengan lembut.

Hyun Soo tersenyum melihat ketertarikan ibunya pada Hee Young, “Namanya Goo Hee Young, omma. Dia teman yang kuceritakan padamu semalam”

Hee Young menatap Hyun Soo sekali lagi, sebelum memberikan penghormatannya untuk Soo Yun kembali,

“Annyong hasaeyo, Goo Hee Young-imnida”

“Selamat datang di panti ini, Hee Young-ssi” ujar Soo Yun sambil mendekati Hee Young, tak berapa lama kedua tangan Hee Young berada dalam genggaman hangat kedua tangan Soo Yun.

Hee Young kembali memasang senyum manisnya, hanya saja tidak lagi canggung…sekarang dia melakukannya dengan keluwesan karena kehangatan sambutan Soo Yun kepadanya.

“Kamsahamnida, Ny. Lee”

Soo Yun membalas senyuman Hee Young dengan wajah yang cerah ceria, “Kau juga harus berkenalan dengan yang lain, Hee Young-ssi”

“Ne”

Soo Yun memutar tubuhnya untuk berdiri di samping kanan Hee Young, dan kemudian dengan suara yang lantang dan gembira, dia berkata, “Bibi-bibi pengasuh semuanya, perkenalkan ini adalah teman putraku, nona Goo Hee Young”

Bibi Song bersama bibi-bibi pengasuh yang lain langsung menghentikan aktifitas mereka mengurus bayi-bayi yang ada di kamar itu untuk melihat ke tempat Soo Yun, Hee Young dan Hyun Soo berdiri,

“Annyong hasaeyo. Goo Hee Young-imnida” hormat Hee Young.

“Annyong hasaeyo, Goo Hee Young-ssi” sahut bibi Song dan bibi-bibi pengasuh yang lain membalas salam Hee Young.

Soo Yun kembali mengalihkan perhatiannya pada Hee Young, “Sungguh menyenangkan menerima tamu cantik sepertimu di panti kami, Hee Young-ssi”

“Kamsahamnida, Ny. Lee. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya pernah kemari bersama Hyun Soo-ssi…saya juga sudah berkenalan dengan bibi Song”

“Benarkah?”

“Ne, omma. Hyun Ki dan Hwa Young bahkan sangat menyukai Hee Young-ssi”

“Terima kasih karena kau mau memberikan kebahagiaan bagi kedua anak itu, Hee Young-ssi”

“Saya yang seharusnya berterima kasih pada mereka, Ny.Lee”

 “Aku senang mereka juga bisa memberikan kebahagiaan kepadamu, nak. Nah, sekarang apakah kau mau membantu kami untuk menidurkan bayi-bayi mungil ini? Mereka semua sudah mandi dan diberi makan, sekarang waktunya mereka untuk tidur”

“Dengan senang hati, Ny. Lee”

Soo Yun tersenyum senang, kemudian perhatiannya beralih ke putranya yang berdiri di samping kiri Hee Young, “Kau juga mau membantu, Hyun Soo-ya?”

Hyun Soo langsung menggeleng, “Aku akan membantu mengawasi anak-anak yang lain saja, omma. Kalian bersenang-senanglah” kemudian dia menatap Hee Young, “Aku keluar dulu, Hee Young-ssi”

Hee Young balas menatapnya dan mengangguk, “Ne”

Soo Yun melihat interaksi mereka berdua dengan minat tinggi, perlakuan putranya pada nona muda ini sangat menarik perhatiannya…begitupun sebaliknya.

Sepeninggal Hyun Soo yang lebih memilih untuk menjadi pengawas anak-anak yang bermain di luar, Soo Yun langsung mengajak Hee Young ke salah satu buaian bayi yang berisi seorang bayi laki-laki montok. Hee Young langsung menyukai bayi lucu itu.

“Manis sekali” ucapnya spontan.

Soo Yun tersenyum, “Namanya Mal Chin, Hee Young-ssi. Kami memberinya nama seperti itu karena dia sempat sakit keras ketika baru saja ditemukan di pintu depan panti ini…seseorang menaruhnya di sana, kemungkinan besar orang itu adalah ibunya. Secarik kertas bersama beberapa lembar pakaian bayi menemaninya di dalam sebuah keranjang bayi, kami diminta untuk merawatnya”

Hee Young mendengarkan penjelasan Soo Yun dengan seksama, hatinya terasa pedih mendengar perlakuan yang diterima oleh bayi yang tidak berdosa itu, dan ketika Soo Yun melanjutkan ceritanya, kedua mata Hee Young sudah digenangi oleh airmata.

“Hee Young-ssi…kau menangis, nak?” tanya Soo Yun khawatir.

“Saya tidak apa-apa, Ny. Lee. Saya hanya sedih mendengar cerita Mal Chin. Dia masih sangat kecil dan tidak berdosa. Mengapa ada orang yang tega membuangnya?” sahut Hee Young sambil cepat-cepat mengusap airmatanya.

“Kau benar sekali, nak. Sebagian besar anak-anak yang kami terima disini mengalami nasib yang sama dengan Mal Chin.
Kami merawat dan menyayangi mereka, sampai ada keluarga yang benar-benar baik yang mau mengadopsi mereka”

“Mereka bisa diadopsi?”

“Tentu saja bisa, nak. Hanya saja untuk mengadopsi anak-anak dari panti ini cukup sulit. Kami menerapkan syarat-syarat yang ketat pada keluarga yang ingin mengadopsi mereka. Kami hanya ingin menjamin mereka mendapatkan kasih sayang dan kehidupan yang layak”

“Saya mengerti, Ny. Lee. Mereka anak-anak yang baik dan sudah sepatutnya mereka mendapatkan rumah yang layak bagi mereka”

Soo Yun mengangguk menyetujui pendapat Hee Young. Kemudian dengan hati-hati dia meletakkan Mal Chin di pelukan Hee Young yang menerimanya dengan penuh kehati-hatian yang sama.

“Nah, seperti itu” ujar Soo Yun setelah posisi Hee Young sudah benar dalam menggendong Mal Chin.

“Saya masih kaku, Ny. Lee…ini pengalaman pertama saya menggendong seorang bayi”

“Kau kelihatan alami, nak. Mal Chin juga sangat menyenangimu, lihatlah dia langsung menutup matanya begitu kau gendong…biasanya dia akan butuh waktu yang lama untuk tertidur, nak”

Hee Young tersenyum pada bayi yang ada di gendongannya itu.

“Hee Young-ssi, lebih baik kita duduk di sofa sana sambil kau menidurkan Mal Chin” ajak Soo Yun sambil menunjuk sofa putih yang masih kosong dari orang yang ingin mendudukinya, karena bibi Song dan bibi-bibi pengasuh yang lain memiliki bangku empuk mereka sendiri untuk menidurkan bayi-bayi mungil itu.

“Apakah orangtuamu tidak keberatan kalau kau membantu disini, nak?” tanya Soo Yun begitu dia dan Hee Young sudah duduk dengan nyaman di atas sofa.

Hee Young tidak bisa langsung menjawab pertanyaan itu. Tangan kanannya yang sibuk menepuk pantat Mal Chin dengan lembut pun berhenti bergerak. Kepalanya menunduk, Hee Young kembali diingatkan dengan kedua orangtuanya.

“Hee Young-ssi…kau tidak apa-apa, nak?” tanya Soo Yun dengan khawatir melihat prilaku Hee Young yang tampak sedih.

“Saya tidak apa-apa, Ny. Lee” jawab Hee Young, cepat-cepat menyeka airmatanya yang hampir jatuh.

“Kau menangis lagi, nak. Kau yakin kau tidak apa-apa? Apakah pertanyaanku membuatmu sedih?”

“Saya hanya teringat pada kedua orangtua saya yang sudah tiada, Ny. Lee”

Soo Yun terbelalak tidak percaya mendengar jawaban Hee Young. Dia sungguh tidak menyangka kalau dia sudah memberikan pertanyaan yang membuat gadis itu merasa sedih kembali.

“Maafkan aku, nak. Aku tidak tahu…maafkan aku, Hee Young-ssi”

Hee Young mencoba tersenyum, “Tidak apa-apa, Ny. Lee. Anda tidak bersalah”

“Sekarang kau tinggal bersama siapa?”

“Saya dan adik laki-laki saya tinggal bersama pengasuh kami, bibi Ma. Dia sudah lama bekerja dengan keluarga kami, semenjak suaminya masih hidup. Karena dia tidak memiliki anak, keluarga kami lah yang menjadi keluarganya. Kedua orangtua saya juga menunjuk adik perempuan omma untuk menjadi wali kami”

“Sekali lagi maafkan aku, nak”

“Tidak apa-apa, Ny. Lee”

Kedua wanita yang berbeda usia cukup jauh itu terdiam. Hee Young kembali melakukan aktifitasnya menepuk-nepuk Mal Chin yang semakin lelap tertidur, sementara Soo Yun memandanginya.

“Kau sudah lama kenal dengan Hyun Soo, Hee Young-ssi?”

Hee Young menggeleng, “Kami pertama kali bertemu di pernikahan tante saya, Ny. Lee. Tante saya menikah dengan teman Hyun Soo-ssi semasa dia wajib militer dulu. Kami juga baru beberapa hari ini mulai akrab”

Soo Yun mengangguk, “Aku senang dia mendapatkan teman wanita sepertimu…dan aku senang dia mengenalkanmu padaku, nak”

Hee Young tersenyum, “Ne. Saya juga senang berkenalan dengan anda, Ny. Lee”

Soo Yun balas tersenyum, “Terus terang aku sedikit terkejut ketika Hyun Soo bilang dia akan membawa teman wanitanya ke panti ini dan akan memperkenalkanmu kepadaku, karena dia tidak pernah membawa atau mengenalkan satupun teman wanitanya padaku…kau yang pertama, nak”

Hee Young tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya atas kata-kata itu, namun selain itu terbersit rasa bahagia ketika dia mengetahui bahwa dirinya adalah wanita pertama yang dibawa dan diperkenalkan oleh Hyun Soo secara khusus kepada wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya itu.

“Kalian sedang membicarakan aku, ya?”

Suara Hyun Soo seketika membuat Hee Young dan Soo Yun mengalihkan perhatian mereka ke ambang pintu. Hyun Soo sudah berdiri di sana, entah berapa lama.

“Aigoo…jangan terlalu besar kepala dulu, nak. Kami sama sekali tidak berminat membicarakanmu, buang-buang waktu saja. Iya kan, Hee Young-ssi” sahut Soo Yun sambil meminta persetujuan Hee Young yang hanya bisa tersenyum.

“Waktu makan siang sebentar lagi. Omma akan melihat persiapan di dapur dulu, setelah itu kita bisa makan siang bersama di taman” ujar Soo Yun kepada Hyun Soo dan Hee Young, “Serahkan Mal Chin kepadaku, nak…biar aku bawa dia ke buaiannya”

Hee Young menyerahkan bayi laki-laki yang tertidur pulas dalam dekapannya itu dengan hati-hati. Ketika Soo Yun membawa Mal Chin ke dalam buaiannya, Hee Young baru menyadari kalau bibi Song dan bibi-bibi pengasuh yang lain sudah tidak ada lagi di kamar itu.

“Aku dan Ny. Lee terlalu asyik mengobrol sampai-sampai aku tidak sadar kapan bibi Song dan yang lainnya keluar dari kamar ini” ujar Hee Young sambil berdiri, Hyun Soo memperhatikannya sambil tersenyum,

“Apa saja yang kalian bicarakan sampai kau tidak menyadari sekelilingmu, Hee Young-ssi”

“Banyak…dan tidak satupun mengenai dirimu”

“Benarkah? Aku tidak sepenuhnya mempercayai kata-katamu itu”

“Kalau kau tidak percaya, kami tidak bisa berbuat apa-apa, Hyun Soo-ya” Soo Yun yang sudah kembali dari menaruh Mal Chin, ikut nimbrung pembicaraan mereka, “Omma pergi ke dapur dulu, ya”

“Saya bisa ikut membantu anda, Ny. Lee?” tawar Hee Young segera.

“Tentu saja kau boleh membantuku, nak”

Hee Young tersenyum senang, “Dimana letak dapurnya?”

“Dari sini kau jalan lurus saja, setelah itu belok kiri…dapur ada disitu”

Hee Young langsung beranjak setelah menundukkan kepalanya dengan hormat sambil mengucapkan terima kasih kepada Soo Yun. Hyun Soo dan ibunya menatap gadis itu dengan senyuman merekah di bibir mereka.

“Bagaimana menurutmu, omma?” tanya Hyun Soo setelah Hee Young sudah agak jauh dari jarak pembicaraan mereka.

Soo Yun menatap putranya dengan tertarik, “Hee Young-ssi?”

“Siapa lagi kalau bukan dia, omma”

Soo Yun tersenyum lebar, “Dia gadis manis yang sangat menyenangkan. Sifatnya alami dan tidak dibuat-buat. Omma yakin kalau dialah yang ingin kau bawa ke hadapan abojimu…benarkan, Hyun Soo-ya?”

Mendengar nama ayahnya dibawa dalam pembicaraan mereka, Hyun Soo agak merasa terganggu. Soo Yun mengerti perasaan putranya itu,

“Kau tidak bisa menyepelekan abojimu dalam masalah ini, Hyun Soo-ya”

“Aku tidak menyepelekan aboji, omma…hanya saja, bisakah kita tidak menyertakan aboji dalam pembicaraan mengenai Hee Young-ssi ini?”

“Kau tidak bisa memisahkan abojimu dalam masalah ini, sayang. Bagaimanapun juga bila kau memutuskan untuk serius dalam hubunganmu dengan Hee Young-ssi, abojimu akan terlibat di dalamnya”

“Sudahlah, omma. Untuk saat ini kita jangan sebut-sebut aboji dulu”

“Baiklah, sayang…kalau itu yang kau inginkan. Omma hanya minta satu hal padamu”

“Apa itu, omma?”

“Jangan sakiti hati gadis manis itu”

Hyun Soo menatap ommanya dengan bingung, “Maksud omma?”

“Kau tahu benar apa yang omma maksudkan, Hyun Soo-ya” sahut Soo Yun sambil membelai pipi kiri putranya dengan lembut…dia bermaksud menyusul Hee Young ke dapur.

“Tapi omma setuju dengan pilihanku, kan?” tanya Hyun Soo.

Soo Yun menghentikan langkahnya, dia menoleh pada putranya dengan senyuman yang masih merekah di bibirnya, “Omma akan menjadi orang pertama yang menyetujuinya, sayang”

Hyun Soo balas tersenyum pada ibunya, tapi kata-kata ibunya sebelum pergi ke dapur tadi kembali bermain-main di benaknya…”Jangan sakiti hati gadis manis itu”



$$$

Setelah acara makan siang selesai digelar, Hyun Soo dan Hee Young duduk di bangku taman sambil menonton anak-anak bermain dengan bebas. Sesekali mereka mengajak Hyun Soo dan Hee Young untuk ikut bermain bersama mereka, namun kedua orang dewasa itu lebih suka untuk duduk mengobrol berdua saja.

“Masakan koki disini enak juga” ujar Hee Young sambil menepuk-nepuk perutnya yang kekenyangan.

“Saking enaknya kau sampai nambah nasi sampai 3 kali kan?” timpal Hyun Soo.

Hee Young tertunduk, wajahnya memerah menahan malu. Hyun Soo tertawa melihatnya.

“Jangan khawatir, aku juga nambah nasi lebih banyak darimu”

“Chongmal?”

Hyun Soo mengangguk. Hee Young tersenyum senang…melihatnya tersenyum, Hyun Soo kembali teringat kata-kata ibunya, wajahnya seketika itu menjadi serius.

“Hyun Soo-ssi...ada apa?” tanya Hee Young agak takut melihat perubahan wajah itu.

“Hee Young-ssi, ada yang ingin aku katakan padamu”

“Bicaralah”

“Apa kau masih ingat dengan ceritaku sewaktu kita di Seoul Bridge?”

Hee Young mengangguk, “Tentang kesepakatanmu dan ayahmu, kan?”

“Benar. Aku sudah menemukan gadis itu, Hee Young-ssi”

Kali ini wajah Hee Young yang menjadi serius, hatinya berdegup kencang ketika mendengar kata-kata Hyun Soo itu,
 
“Kau…kau sudah menemukannya?”

Hyun Soo mengangguk, “Aku sudah menemukannya”

“Apakah aku boleh berkenalan dengannya?”

“Aku rasa tidak”

Hee Young tersenyum lesu, tapi wajahnya kembali terkejut ketika Hyun Soo menambahkan,

“Aku rasa kau tidak bisa berkenalan dengannya…karena kau telah mengenalnya dengan baik, lebih daripada aku”

“Si…siapa…siapa dia, Hyun Soo-ssi”

“Gadis itu adalah dirimu, Hee Young-ssi”

Hee Young harus mengedipkan matanya berkali-kali untuk dapat mempercayai kalau Hyun Soo benar-benar mengucapkan kata-katanya barusan dengan serius…tapi sekali lagi yang didapatinya di wajah tampan itu hanya ekspresi serius, menandakan Hyun Soo tidak main-main dengan ucapannya itu.

“Hyun Soo-ssi…” akhirnya hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari bibirnya.

Hyun Soo tersenyum lembut, “Aku tahu kau pasti terkejut mendengar kata-kataku tadi…tapi aku benar-benar serius mengucapkannya, Hee Young-ssi. Tidak ada gadis lain yang membuatku tergerak untuk membina rumah tangga, selain dirimu”

“Tapi…”

“Aku tahu kau bingung sekarang. Aku menyukaimu, Hee Young-ssi…hanya kamu”

“Suka? Bukan cinta?”

Hyun Soo tersenyum lagi, kali ini ada sebuah rasa penyesalan di senyumannya itu...namun tatapannya pada Hee Young tetap lembut,

“Cinta akan tumbuh seiring perjalanan waktu kita nanti, Hee Young-ssi”

“Tapi aku rasa aku tidak bisa memasuki lembaga pernikahan itu tanpa rasa cinta, Hyun Soo-ssi. Aku memang masih muda, tapi aku tahu kalau aku ingin sukses membangun rumah tanggaku nanti…dan aku yakin kalau salah satu faktor keberhasilan itu terletak pada rasa cinta”

“Kau tidak mencintaiku?”

Hee Young tersenyum, “Perasaanku padamu saat ini sepertinya masih terlalu baru untuk dinamakan sebagai rasa cinta, Hyun Soo-ssi. Mungkin saja saat ini aku pun sama seperti dirimu…hanya merasakan rasa suka, bukan cinta”

“Hee Young-ssi…aku tahu aku sangat egois ketika aku melakukan hal ini. Tapi aku tidak akan memilih gadis lain selain dirimu”

“Hyun Soo-ssi…”

“Batas waktuku tinggal sedikit, Hee Young-ssi. Pilihanku adalah menikah denganmu atau menikah dengan pilihan abojiku”

“Kau bisa belajar mencintainya juga, kan?”

“Hee Young-ssi…aku sudah pernah bilang kalau aku tidak bisa menoleransi beberapa sifat wanita itu. Tapi kalau kau menolakku, aku tidak punya pilihan lain”

“Aku…aku bukan menolakmu, Hyun Soo-ssi. Hanya saja…ini begitu cepat, aku jadi bingung”

Hyun Soo tersenyum, digenggamnya tangan kanan Hee Young, “Kalau begitu pikirkanlah…berilah aku kesempatan itu”

“Aku ingin pulang sekarang”

Hyun Soo menatap Hee Young…dia kaget dengan permintaan itu.

“Kau ingin agar aku memikirkannya, kan? Aku tidak bisa berfikir di tempat ramai seperti ini” ujar Hee Young sambil tersenyum manis…senyumannya membuat Hyun Soo menjadi lega.

“Baiklah, kita pamitan dulu dengan omma”

Hee Young bangun dari posisi duduknya dengan dibantu oleh Hyun Soo. Bersama mereka berjalan menuju Soo Yun untuk berpamitan. Masing-masing tenggelam dalam pikirannya…Hyun Soo yang merasa lega sekaligus khawatir setelah meluapkan isi hatinya, sementara Hee Young galau dengan perasaannya sendiri sekaligus perasaan Hyun Soo padanya.

Hanya satu hal yang pasti bagi pasangan itu…hidup mereka tidak akan sama lagi setelah peristiwa itu.



_________

Di dalam perjalanan, Hyun Soo dan Hee Young kembali tidak bersuara…sama seperti ketika pertama kali mereka pergi ke panti asuhan beberapa hari sebelumnya.

Kali ini Hyun Soo konsentrasi menyetir, sementara Hee Young larut dalam pikirannya sendiri. Keduanya baru bertukar kata-kata ketika mobil Hyun Soo sudah memasuki gerbang kediaman Goo.

“Masuklah, Hee Young-ssi. Aku akan pulang setelah kau masuk ke dalam rumah”

Hee Young kembali memberikan senyuman manisnya, “Hati-hati menyetirnya, Hyun Soo-ssi”

Hyun Soo membalas senyuman itu, “Dan kau pikirkanlah apa yang aku mohon padamu…kau bebas memikirkannya selama yang kau inginkan”

“Aku minta waktu 2 bulan…bagaimana?”

“Kalau begitu kau akan menerima undangan pernikahanku”

Hyun Soo dan Hee Young sama-sama menertawakan kata-kata Hyun Soo itu, namun keduanya dapat merasakan kalau tawa yang mereka keluarkan tidaklah seceria tawa-tawa mereka sebelumnya.

“Baiklah, aku akan memikirkannya” ujar Hee Young…kali ini dengan mimik wajahnya yang serius.

Hyun Soo tersenyum senang mendengarnya, “Pikirkanlah dengan baik”

Dan sebelum Hee Young turun dari mobilnya, Hyun Soo memberikan kecupan hangat di punggung tangan kiri gadis itu…membuat kedua pipi Hee Young bersemu merah.



$$$

Hyun Soo benar-benar menjalankan mobilnya setelah Hee Young menghilang di balik pintu rumahnya. Perlu waktu beberapa detik bagi Hee Young untuk menenangkan deburan jantungnya yang kembali berdegup kencang setelah menerima kecupan hangat Hyun Soo di punggung tangannya.

Hee Young menatap punggung tangannya sekali lagi…bibir hangat Hyun Soo berada di sana beberapa saat yang lalu, dan karena satu kecupannya Hee Young menjadi salah tingkah tidak keruan…bagaimana bila bibir hangat itu berada di bibirnya sendiri? Hee Young meraba bibirnya dengan kalut.

“Kau sudah pulang, sayang. Imo kira kau akan pulang sore nanti…ternyata kau pulang lebih cepat dari perkiraan imo”

Suara perempuan yang menyapanya dengan ceria itu membuat Hee Young tersadar dari kekalutannya,

“Imo? Imo sudah kembali?”

“Ya, sayang. Imo sudah kembali”

Seiring kata-kata itu, tubuh mungil Hee Young masuk ke dalam dekapan hangat Kim Mun Hee.



mian kalau memboringkan ya,sista2 [biggrin]

spt biasa,kritik & komentnya dtunggu,lho [biggrin]

« Last Edit: June 02, 2011, 10:17:46 am by dalbyeol »

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
thanks dah d update :D

Sempet tegang baca bagian'' terakhir..

ayo hee young jgn nolak. aq jamin 100% drmu akan bahagia

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
thanks dah d update :D

Sempet tegang baca bagian'' terakhir..

ayo hee young jgn nolak. aq jamin 100% drmu akan bahagia

knp tegang,sist??? gr2 tantenya Hee Young yg dah kembali ya??? [hmpfh]

Hee Young minta waktu buat mikir2 dulu ya,sist...nolak apa kagak,nih??? [hmff]

btw,gumawo dh baca ya,sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love