Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 51898 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile

The Day I Fall in LOVE

Chap 11

Keesokan harinya Hee Young benar-benar merasakan dampak yang diperolehnya akibat dari penolakannya terhadap lamaran keluarga Bae semalam. Mun Hee tidak sudi menyapanya sama sekali…bahkan menatap wajahnya saja, Mun Hee tidak mau. Hanya Kang Dae yang menegurnya waktu sarapan, itupun dengan diiringi delikan dan deheman kesal dari Mun Hee untuk suaminya itu.

“Kau mau ikut bersama kami ke halte bis, Hee Young-a?” tanya Kang Dae pada Hee Young. Deheman keras dari Mun Hee tidak dipedulikannya.

Hee Young tersenyum kikuk. Jae Hwa yang tidak tahu apa-apa tentang kejadian semalam, hanya bisa memandang kakak, tante dan pamannya bergantian dengan raut wajah bingung.

“Tidak usah, samchon. Aku akan dijemput oleh Eun Kyung dan Dae Kwan-ssi. Kami akan pergi ke kampus bersama” jawab Hee Young, kedua matanya sesekali mencuri pandang ke arah Mun Hee yang sibuk dengan rotinya tapi sangat jelas menampakkan raut wajah jengkel.

Kang Dae tersenyum, mencoba membesarkan hati Hee Young atas sikap Mun Hee pagi itu, “Mereka akan mengantarkanmu pulang juga, kan?”

Hee Young mengangguk, “Ne, samchon”

“Kalau begitu samchon hanya akan menjemput Jae Hwa hari ini. Kau harus menunggu samchon ya, big boss” ujar Kang Dae pada Jae Hwa.

“Beres, small boss” jawab Jae Hwa.

Hee Young, Jae Hwa dan Kang Dae tertawa…namun tawa mereka berhenti ketika suara tegas Mun Hee menggelegar di ruang makan itu,

“Siapkan dirimu, Jae Hwa-ya…kau juga, yeobo…kita berangkat sekarang!”

“Tapi imo, makananku belum habis” bantah Jae Hwa.

“Kau bisa membawanya dan memakannya di dalam mobil, Jae Hwa-ya” jawab Mun Hee dengan nada yang lebih tegas, Jae Hwa jadi terdiam karenanya.

“Biarkan Jae Hwa menghabiskan sarapannya, yeobo. Lagipula kita tidak terlalu terlambat” sahut Kang Dae.

“Kita harus mengantarkan Jae Hwa dulu, yeobo…kantor kita sangat jauh dari sekolahnya” jawab Mun Hee semakin tegas. Kang Dae ikut terdiam bersama dengan Jae Hwa.

“Imo benar, Jae Hwa-ya…kau bisa menghabiskan makananmu di dalam mobil. Nanti  imo dan samchon terlambat sampai ke kantor mereka” bujuk Hee Young pada adiknya, Jae Hwa mengangguk setuju.

Mun Hee langsung berdiri dari bangkunya, lalu berjalan duluan menuju keluar rumah. Ketiga anggota keluarganya yang ditinggalkannya di ruang makan hanya bisa menatapnya tanpa berani menahan.

“Samchon pergi dulu, Hee Young-a. Ayo, Jae Hwa-ya…nanti imo-mu mengamuk kalau kita tidak segera keluar”

Jae Hwa mengangguk lagi, “Aku pergi dulu, noona”

Hee Young balas mengangguk sambil memberikan senyumannya bagi kedua laki-laki itu. Setelah itu mereka pun menyusul Mun Hee keluar, meninggalkan Hee Young sendirian di ruang makan…mencoba mencari akal untuk dapat berbaikan lagi dengan tantenya.

“Mereka sudah pergi, Hee Young-a?” tanya bibi Ma. Hee Young yang sedang melamun jadi tersentak kaget mendengar suaranya.

“Kau melamun?” tanya bibi Ma lagi.

Hee Young tersenyum, “Anhiaeyo, bibi Ma”

“Kau jangan coba membohongi bibi, sayang. Kau pasti memikirkan masalah semalam kan?”

“Bibi tahu darimana? Aku ingat kalau semalam bibi menolak hadir untuk ikut dalam pembicaraan di ruang keluarga” tanya Hee Young kaget.

“Myung Hee-imo yang bercerita. Semalam sepulangnya dari sini, dia langsung menelepon bibi dan menceritakan semuanya. Kau pasti memikirkan kejadian semalam kan, sayang?”

Hee Young mengangguk lesu, “Imo tidak mau memaafkanku, bibi Ma”

Bibi Ma duduk di sebelah kanan Hee Young, dibelainya rambut Hee Young dengan penuh kasih sayang, “Kau harus jujur pada imo-mu, sayang. Ceritakan padanya tentang siapa pria yang sudah melamarmu sehingga kau harus menolak lamaran keluarga Bae”

“Bibi Ma mau tahu siapa orangnya?” tanya Hee Young.

Bibi Ma menggeleng, “Bibi sudah tahu siapa orangnya, Hee Young-a. Laki-laki itu pasti bernama Lee Hyun Soo, iya kan?”

Hee Young kembali dikagetkan dengan kata-kata bibi Ma itu, “Bibi tahu darimana? Tidak ada satu orangpun yang tahu karena aku belum memberitahukan pada semuanya tentang identitasnya, bi…kecuali pada Eun Kyung! Bibi tahu dari Eun Kyung, kan?”

Bibi Ma tersenyum, dengan bijak dia menggeleng lagi, “Bukan dari Eun Kyung, sayang…tapi dari kalian berdua”

“Kami berdua…maksud bibi, aku dan Hyun Soo-ssi?” tanya Hee Young bingung.

Bibi Ma tersenyum lagi, kali ini dia mengangguk, “Benar, darimu dan dari Hyun Soo-ssi. Bahasa tubuh yang kalian berikan satu sama lain ketika kalian bersama tidak bisa membohongi mata tuaku, sayang…aku tahu ada ketertarikan di antara kalian berdua. Lagipula kau sedang tidak mempunyai hubungan dekat dengan laki-laki manapun kecuali Hyun Soo-ssi. Maka, Hee Young-a…satu-satunya pria yang bisa melakukannya hanya Hyun Soo-ssi”

Hee Young tersenyum malu, “Bibi benar…dia orangnya. Lalu bagaimana dengan tanggapan bibi? Aku sudah menerima lamarannya, bi…apakah aku sudah melakukan hal yang benar?”

Belum sempat bibi Ma menjawab pertanyaan Hee Young itu, Eun Kyung sudah memunculkan dirinya di ruang makan…membuat pembicaraan yang mereka lakukan menjadi terhenti.

“Kita pergi sekarang, Hee Young-a…Dae Kwan-oppa harus menghadiri rapat di kantornya pagi ini, makanya kita harus cepat-cepat” ajak Eun Kyung.

“Oh, arasso” sahut Hee Young sambil bergegas mengambil tas kuliahnya.

“Percayakan dia pada hatimu, sayang” ujar bibi Ma ketika Hee Young hendak berpamitan padanya.

Hee Young menatap bibi Ma sebentar…senyumannya merekah untuk wanita tua itu, “Aku pergi kuliah dulu, bibi Ma”.



_________

Malamnya, Hee Young bolak-balik berjalan di dalam kamarnya…sebentar ingin keluar, tapi kemudian mengurungkan niatnya lagi. Sudah lebih dari 10 menit dia seperti itu,. Akhirnya dengan tekad yang kuat, Hee Young melaksanakan juga rencananya keluar kamar.

Sebenarnya Hee Young masih takut dan tidak perrcaya diri melakukan hal ini, tapi dia tidak mempunyai pilihan lain…dia harus memberitahukan pada samchon dan imo-nya tentang identitas pria yang sudah melamarnya, agar semua jelas dan Hee Young juga berharap agar dirinya mendapatkan restu dari mereka.

Hee Young tidak bisa lama-lama merasa diabaikan oleh Mun Hee. Imo-nya itu bahkan menolak makan malam bersama ketika melihat Hee Young sudah ada di ruang makan, dan lebih memilih untuk melewatkan makan malamnya, itulah yang membuat Hee Young lebih merasa sangat bersalah.

Sayup-sayup suara televisi masih terdengar di bawah, di ruang keluarga, itu berarti samchon dan imo-nya  masih ada di sana, dan belum pergi tidur. Hee Young menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum menapaki tangga untuk turun menemui mereka…setiap anak tangga yang dituruninya malah membuat perasaannya makin kalang kabut.

“Kau tidak bisa selamanya menyalahkan Hee Young atas penolakannya, yeobo. Hal itu adalah hak-nya, kita tidak bisa melarangnya untuk menolak atau menekannya untuk menerima. Kau tahu benar tentang hal itu” suara Kang Dae terdengar di antara suara televisi, Hee Young berhenti melangkah…dan mendengarkan pembicaraan itu. Memang tidak sopan menguping pembicaraan orang lain, namun karena namanya dibawa-bawa di dalam pembicaraan itu…Hee Young merasa berhak untuk mengetahuinya.

“Kau tidak bisa membelanya, yeobo…dia sudah mempermalukan kita di hadapan keluarga Bae!” jawab Mun Hee tidak terima.

“Dia sama sekali tidak mempermalukan kita, yeobo”

“Aku tetap merasa dipermalukan! Dan berkat dirinya, hilang sudah kesempatan kita untuk mendapatkan suntikan modal dari perusahaan Bae buat proyek baru kita di Seoul ini!”

Hee Young harus mendekap mulutnya sendiri agar tidak menjerit kaget mendengar kata-kata imo-nya tadi.

“Berarti modal itu bukan rezeki kita, yeobo…lagipula mana yang lebih penting, kebahagiaan Hee Young atau modal itu?”

“Kebahagiaan Hee Young memang lebih penting, yeobo! Tapi kalau dia menikah dengan Bae Nam Wook-ssi, kehidupannya akan sejahtera…menjadi istri dari pewaris tunggal perusahaan Bae, dia pasti akan lebih bahagia!”

“Tapi Hee Young sama sekali tidak menyukai Nam Wook-ssi, yeobo. Aku bisa pastikan kalau Hee Young hanya akan menderita saja bila menikah dengannya”

“Darimana kau tahu?! Kau dengar sendiri kan kata-kata Nam Wook-ssi di Paris sewaktu dia tahu kalau kita berdua adalah paman dan tantenya Hee Young? Dia langsung mengatakan kalau dia jatuh cinta pada keponakan kita itu…dan dia langsung memperkenalkan kita pada kedua orangtuanya kan? Hee Young hanya akan dapat kesenangan dari suami seperti Nam Wook-ssi!”

“Dan kau langsung terbujuk dengan iming-iming hadiah pernikahan berupa investasi modal di proyek barumu…dan langsung menyiapkan acara makan siang dan makan malam yang akhirnya berujung pada penolakan Hee Young. Kau tidak bisa menyalahkan Hee Young. Kalau ada yang harus disalahkan, kau sendiri lah orangnya, yeobo!”

“Seperti kau tidak mendukung rencanaku saja!”

“Aku mendukungmu mengadakan acara jamuan makan malam itu, karena aku pikir Hee Young juga suka pada Nam Wook-ssi setelah aku menanyakan pendapatnya di mobil! Tapi setelah dia menolak, aku jadi merasa kalau dukunganku terhadap rencanamu itu salah besar…aku tidak bisa mengorbankan kebahagiaan Hee Young!”

Hee Young tidak bisa lagi berdiam diri setelah mendengar perdebatan itu semakin meruncing. Tepat ketika imo-nya sudah akan membuka mulut lagi, Hee Young turun dengan tergesa-gesa…mencoba melerai pertengkaran yang sudah mulai tercipta akibat dirinya,

“Imo! Samchon! Kumohon berhentilah saling menyalahkan! Kumohon” Hee Young berkata sambil meneteskan airmatanya…dia sedih, mengingat karena dirinyalah imo dan samchon-nya jadi bertengkar.

Kedua orang yang sudah dianggapnya sebagai pengganti kedua orangtuanya itu langsung terdiam melihat kehadirannya…tapi reaksi mereka sangat berbeda. Mun Hee menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan geram, sementara Kang Dae berjalan ke arahnya, ada kekhawatiran di wajahnya,

“Hee Young-a, apa yang kau lakukan disini? Seharusnya kau sudah tidur, nak”

Hee Young menggeleng, airmatanya masih setia menetes, “Aku tidak bisa tidur, samchon. Aku ingin bicara padamu dan imo”

“Soal apa? Soal laki-laki khayalanmu yang kau bilang sudah melamarmu?!” ucap Mun Hee ketus.

“Yeobo!” Kang Dae memperingatkan istrinya, lalu ketika kembali melihat Hee Young, dia tersenyum lembut, “Jangan menangis lagi, Hee Young-a…hapus airmatamu. Kalau kau ingin bicara, sebaiknya kau duduk dulu, katakan apa yang kau ingin katakan dengan tenang”

Hee Young menuruti kata-kata samchon-nya itu…dia duduk di sofa yang menghadap ke arah Mun Hee, namun Mun Hee tetap tidak mau memandanginya.

“Katakanlah, nak” ujar Kang Dae setelah mematikan televisi. Hee Young menghapus airmatanya dan mengambil nafas panjang sebelum akhirnya bisa bersuara,

“Soal lamaran itu…aku minta maaf pada kalian berdua. Aku tidak bisa menerimanya…aku benar-benar minta maaf” Hee Young berkata dengan lirih, kepalanya menunduk.

“Lalu untuk menolaknya, kau menciptakan kebohongan baru soal lamaran dari pria lain, iya kan?!” kata-kata bernada ketus itu keluar lagi dari mulut Mun Hee.

Hee Young langsung menatap imo-nya, “Anhi, imo…aku tidak berbohong. Aku benar-benar mendapatkan sebuah lamaran dari seorang pria...walaupun lamaran itu belum secara resmi diberikannya, tapi dia benar-benar serius dengan niatnya”
Mun Hee balas memandang keponakannya itu dengan senyuman sinis, “Lalu siapa pria itu? Seorang pemuda kuliahan seusiamu yang tidak bisa memberikan kehidupan layak padamu nanti?”

Hee Young menggeleng, sekali lagi kepalanya menunduk ketika dia berucap lirih, “Namanya Lee Hyun Soo, imo”

“Mwo? Lee Hyun Soo? Lee Hyun Soo dari LGG? Benarkah dia yang kau maksud, Hee Young-a?” suara nyaring dari Mun Hee jelas membuat Hee Young kaget…dan ketika dia mengangkat wajahnya, Mun Hee sudah berdiri dari duduknya.

“Ne, dia orangnya, imo” jawab Hee Young agak takut melihat reaksi Mun Hee itu, bahkan Kang Dae melihatnya dengan tatapan yang sama dengan Hee Young.

“Hee Young-a, kau benar-benar mendapatkan lamaran dari Lee Hyun Soo dari LGG, kan?” tanya Mun Hee lagi, kali ini dia kelihatan begitu bersemangat.

“Yeobo, kendalikan emosimu…kau membuat Hee Young ketakutan” tegur Kang Dae pada istrinya itu.

“Aku membuatnya ketakutan? Aku tidak marah padanya. Aku bahkan sangat…sangat bangga padanya karena telah menerima lamaran dari Lee Hyun Soo” sahut Mun Hee gembira, dengan cepat dia sudah duduk di sisi Hee Young dan membelai rambut keponakannya itu dengan bangga.

“Maksud imo?” tanya Hee Young bingung.

“Hee Young-a…Lee Hyun Soo itu adalah seorang pengusaha muda, pewaris perusahaan besar di Korea ini, bahkan lebih besar dari perusahaan milik keluarga Bae! Kau sudah mengambil keputusan yang tepat sekali ketika menerima lamaran darinya, sayang!”

“Tapi…aku…aku…” Hee Young tidak bisa berkata-kata lagi.

“Yeobo, kau tidak boleh berkata seperti itu…kau seolah-olah memperlihatkan kalau kau seorang yang matrealistis” Kang Dae kembali menegur istrinya.

“Memangnya kenapa kalau aku matrealistis demi keponakanku? Aku tidak mau dia hidup tidak berkecukupan…aku akan merasa bersalah pada oppa dan onnie bila Hee Young mendapatkan suami yang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya! Tapi kini setelah tahu dia menerima lamaran Lee Hyun Soo, aku sangat lega sekarang” sahut Mun Hee pada suaminya, kemudian dia beralih menatap Hee Young, “Hee Young-a, dimana kau bertemu dengan Lee Hyun Soo-ssi? Kau sudah lama mengenalnya?”

“Anhi, imo…aku belum lama mengenalnya. Kami bertemu di pesta resepsi pernikahan Myung Hee-imo,…dia adalah teman Jung Hwan-samchon. Beberapa hari setelah itu kami baru dekat, imo…bahkan dia juga menyempatkan hadir di acara oppa dan omma” jawab Hee Young…ketakutannya mulai berkurang setelah reaksi positif yang diberikan oleh Mun Hee.

“Benarkah? Ah, aku juga tidak memperhatikannya karena kesedihanku yang mendalam. Tapi, berkat dirimu aku akhirnya akan bisa berkenalan dengan seorang pengusaha muda terkenal di Korea ini, Hee Young-a. Dan yang lebih membahagiakan lagi, pengusaha muda itu sebentar lagi akan menjadi menantuku…ah, aku sangat bahagia sekali…”

“Hee Young-a, sebaiknya kau naik ke kamarmu, nak” usul Kang Dae cepat-cepat sebelum istrinya mengeluarkan lebih banyak kata-kata yang menggambarkan perasaannya saat ini.

“Ne, samchon”

“Tunggu sebentar, Hee Young-a” ujar Mun Hee sambil menahan Hee Young yang sudah akan beranjak dari tempat duduknya, “Kapan Lee Hyun Soo-ssi akan datang kesini untuk melamarmu secara resmi, sayang?”

“Aku juga tidak tahu pastinya, imo…karena sekarang Hyun Soo-ssi sedang berada di Taiwan untuk mengurus proyeknya disana” jawab Hee Young.

“Ah, sebaiknya segera setelah dia tiba kembali di Seoul ini, kau segera mengundangnya kesini agar kita bisa membicarakan hal-hal yang lebih detail bersamanya”

“Yeobo!” tegur Kang Dae sekali lagi, “Biarkan Hee Young istirahat”

“Baiklah, tidurlah yang nyenyak, Hee Young-a”
 
Kata-kata manis dari Mun Hee itu hanya bisa dijawab dengan senyuman tipis oleh Hee Young. Dan setelah mengucapkan selamat malam kepada Mun Hee dan Kang Dae, Hee Young segera naik menuju ke kamar tidurnya.

“Yeobo, kau seharusnya tidak menampakkan sikap seperti itu kepada Hee Young. Nanti dia mengira kalau kita tidak menyayanginya dengan tulus...aku benar-benar tidak ingin melihatnya terluka. Dia sudah kehilangan kedua orangtuanya…dan sebagai pihak yang diberikan amanat untuk menjaganya dan Jae Hwa, kita harusnya memberikan kasih sayang yang tulus dan ikhlas kepada mereka…dan mengharapkan yang terbaik untuk mereka berdua” ucap Kang Dae segera setelah Hee Young sudah naik ke atas.

“Aku menyayangi mereka berdua…aku darah daging mereka, aku juga sangat ingin melihat mereka berdua bahagia. Dan kupikir tidak ada salahnya jika aku bahagia ketika tahu keponakanku yang cantik dilamar oleh seorang Lee Hyun Soo” jawab Mun Hee cepat.

“Aku harap kau tidak mengharapkan apapun juga dari pernikahan Hee Young dan Lee Hyun Soo-ssi nanti” ujar Kang Dae berusaha memperingatkan istrinya itu.

Mun Hee tersenyum manis pada suaminya, “Kalau Lee Hyun Soo-ssi ingin memberikannya kepada kita…aku tidak mungkin menolaknya kan?”

Kang Dae mengangkat kedua tangannya tanda menyerah, “Terserah kau saja, yeobo! Aku hanya ingin mengingatkan kata-kata Myung Hee padamu…jangan pernah lagi mencampuri urusan pribadi Hee Young…dia bukan anak kecil lagi” setelah itu Kang Dae pun menyusul Hee Young ke atas, untuk beristirahat…meninggalkan istrinya yang masih sangat gembira dengan berita yang dibawa oleh keponakannya.

Mun Hee menatap punggung suaminya dengan mencibir…tak berapa lama senyuman bahagia kembali lagi di bibirnya, “Aku sangat ingin melihat reaksi Myung Hee dan Jung Hwan nanti. Oh…onnie, oppa…tugasku sudah kulaksanakan dengan baik”



$$$

Hee Young masuk ke kamarnya dan menemukan ponselnya menerima sebuah pesan singkat…dari Hyun Soo…

‘Aku sudah menelponmu berkali-kali malam ini…tapi tidak kau angkat. Maafkan aku bila tidak memberi kabar selama aku di Taiwan, aku sangat sibuk mengurusi proyekku, dan syukurlah semuanya bisa diatasi tepat pada waktu…mianhae, Hee Young-ssi. Oh ya, aku akan kembali besok siang karena urusanku disini sudah selesai. Besok pagi kau akan menerima undangan acara lelang amal yang digagas oleh ibuku…acaranya besok malam. Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu, aku akan menjemputmu jam 7 besok malam. Nantikan kedatanganku, Hee Young-ssi’

Hee Young melihat ponselnya, ada 7 kali panggilan masuk yang dari Hyun Soo, yang dimulai pada saat dia sudah keluar dari kamarnya untuk berbicara pada imo dan samchon-nya. Hee Young langsung teringat kalau Hyun Soo sudah 5 hari berada di Taiwan...dan itu berarti Hyun Soo akan menagih jawaban darinya besok malam, ketika mereka akan bertemu.

Hee Young mulai salah tingkah sendiri…tapi itu belum seberapa dibandingkan dengan keinginan Hyun Soo untuk menjemputnya di rumah. Hee Young tidak ingin kalau Hyun Soo bertemu dengan imo-nya sebelum jawaban itu didengar sendiri oleh Hyun Soo melalui bibirnya…bukan melalui perkataan orang lain.

“Undangan…undangan itu akan datang besok pagi. Kalau acara itu digagas oleh Ny. Lee, berarti Dae Kwan-ssi juga diundang…dan Eun Kyung akan datang bersamanya” ucap Hee Young lega setelah teringat kata-kata Hyun Soo soal undangan.

Hee Young segera membalas SMS Hyun Soo…

‘Dae Kwan-ssi akan menerima undangan itu juga kan? Lebih baik kita bertemu di tempat pesta itu saja…aku akan datang bersama Dae Kwan-ssi dan Eun Kyung. Aku ingin mempersiapkan diriku lebih baik lagi. Dan aku juga minta maaf karena tidak mengangkat teleponmu…ada sesuatu yang harus kukerjakan. Mianhae, Hyun Soo-ssi…untuk tidak menerima teleponmu dan untuk tidak bisa datang bersamamu ke acara itu…aku akan menjelaskannya nanti’

Hee Young langsung melancarkan ‘aksi’ jalan mondar-mandirnya setelah pesannya terkirim. Jawaban dari Hyun Soo terasa sangat lama…padahal hanya berselang 5 menit dari SMS yang dikirimkannya. Hee Young cepat-cepat membaca pesan masuk dari Hyun Soo itu…

Tidak apa-apa…yang penting kita akan bertemu disana kan? Aku sangat menantikan saat-saat untuk bertemu denganmu lagi, Hee Young-ssi. Nah, sekarang istirahatlah…selamat malam, selamat tidur, mimpi yang indah’

Kedua pipi Hee Young merona malu karena pesan itu, dengan tangan agak gemetar dia menulis pesannya untuk Hyun Soo…

‘Selamat tidur juga, Hyun Soo-ssi…’

Dan malam itu, Hee Young terlelap dengan senyuman di bibirnya.



_________

Hee Young duduk di ruang kuliahnya tanpa benar-benar berkonsentrasi mendengarkan penjelasan dosennya. Pikirannya tertuju pada peristiwa pagi tadi ketika sebuah undangan beserta sebuah paket diantarkan ke rumahnya oleh seorang pria yang mengaku sebagai supir pribadi Hyun Soo…Hee Young menerimanya dengan bahagia, terutama karena saat kedatangan undangan dan paket itu, imo-nya sudah berangkat bekerja, sehingga tidak akan ada kehebohan yang mengiringi kedatangan kedua benda itu kerumahnya.

Undangan itu adalah undangan yang dimaksudkan oleh Hyun Soo semalam, sedangkan paket itu tentu saja juga berasal dari Hyun Soo. Sebuah gaun pesta cantik berwarna kuning gading beserta sepasang sepatu cantik berwarna senada adalah isi paket itu…sebuah pesan melengkapi isi paket itu,

'Mereka akan terlihat semakin cantik bila kau yang mengenakannya, Hee Young-ssi’

 “Hee Young-a, mengapa wajahmu merona seperti itu…kwenchana?” teguran Eun Kyung yang hanya berisi bisikan sanggup membuat Hee Young gelagapan dan menghentikan semua lamunannya tentang surat Hyun Soo.

“Oh…kwenchana” jawabnya agak gugup.

“Kau benar-benar serius ingin pergi ke acara nanti malam bersama kami?” bisik Eun Kyung, tidak mempedulikan kegugupan Hee Young.

Hee Young hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan…dia ingin kembali fokus pada pelajarannya.

“Kalau begitu kau sudah harus siap ketika kami menjemputmu…arasso?!” bisik Eun Kyung sekali lagi.

Dan Hee Young juga menjawabnya, sekali lagi, dengan sebuah anggukan
.

$$$

Hee Young, Dae Kwan dan Eun Kyung tiba di kediaman keluarga Lee, tempat acara berlangsung, tepat ketika para undangan yang lain sudah tiba di sana.

Hee Young merasa bersyukur ketika dia pergi dari rumah tadi, imo dan samchon-nya belum kembali dari kantor mereka. Hanya Jae Hwa dan bibi Ma yang ada di rumah, dan mereka berdua terpesona melihat Hee Young dalam balutan gaun yang diberikan oleh Hyun Soo…bahkan Jae hwa sempat memuji kecantikan noona-nya itu, sesuatu yang tidak pernah diberikan oleh Jae Hwa kepada Hee Young sebelumnya, “Noona, kau sangat cantik…very beautiful!” dan Hee Young tentu saja merasa sangat tersanjung atas pujian itu.

Oleh seorang penerima tamu, mereka diantarkan ke taman belakang kediaman Lee yang luas. Sebuah panggung besar tempat acara lelang akan dilangsungkan, berdiri dengan megah di taman itu. Suasana terasa sangat mewah namun juga sangat menyenangkan. Acara inti memang belum digelar…namun pesta itu sudah dimulai setengah jam sebelumnya.

“Kelihatannya Hyun Soo belum datang” ujar Dae Kwan sambil mencicipi sampanye-nya. Dia, Eun Kyung dan Hee Young berdiri di dekat lantai dansa yang sudah mulai dipenuhi oleh pasangan yang berdansa mengikuti alunan musik yang lembut.

“Memangnya Hyun Soo-ssi tidak tinggal disini?” tanya Hee Young heran.

Dae Kwan tersenyum, “Dia tinggal di penthouse-nya. Sudah lebih setahun dia tinggal terpisah dari kedua orangtuanya”

“Kalau aku mana mau tinggal sendirian…enakan juga tinggal bersama appa dan omma” sahut Eun Kyung acuh tak acuh.

Dae Kwan tertawa, “Kalau begitu kalau kita menikah nanti, aku harus tinggal di rumah orangtuamu?”

Eun Kyung mendelik kesal pada kekasihnya itu, namun kedua pipinya yang merona, lebih dari cukup untuk menjadi bukti kalau dia juga merasa malu saat itu. Melihat sahabatnya malu-malu, Hee Young ikut tertawa bersama Dae Kwan.

“Apa yang kalian tertawakan? Apakah sesuatu yang sangat lucu”

Suara itu mampu membuat jantung Hee Young berdetak lebih cepat dari biasanya…dan wajah tampan yang penampilannya semakin gagah dalam balutan tuxedo hitam yang dipakainya itu, mampu membuat desiran darahnya merambat naik ke atas…kepada kedua pipinya yang langsung merona malu.

“Hyun Soo-ya…kapan kau datang?” tanya Dae Kwan, bahkan Eun Kyung juga menyambutnya dengan gembira…hanya Hee Young yang berdiri diam bagaikan patung, menatapnya takjub.

“Baru saja” jawab Hyun Soo…tatapannya beralih dari Dae Kwan kepada Hee Young yang masih saja berdiam diri. Hyun Soo tersenyum manis kepadanya.

“Hee Young-a…” tegur Eun Kyung sambil mencubit pinggang ramping Hee Young, yang sukses membuat Hee Young hampir saja kehilangan keseimbangan.  

“Apa kabar, Hee Young-ssi?” tanya Hyun Soo sambil memperlihatkan senyuman mautnya.

Hee Young harus berusaha menenangkan hatinya sebelum bisa menjawab canggung, “Baik, Hyun Soo-ssi”

Eun Kyung terlihat sangat geregetan akibat kecanggungan sahabatnya itu…tapi sebelum dirinya bisa beraksi untuk mengajarkan Hee Young cara bersikap, Dae Kwan sudah lebih dulu sigap menariknya ke lantai dansa,

“Kami tinggalkan kalian berdua dulu, ya…aku sudah sangat ingin berdansa dengan nona cantik ini” ujar Dae Kwan sambil berusaha menyeret Eun Kyung menjauh dari Hyun Soo dan Hee Young…tidak dipedulikannya lagi protes dari bibir Eun Kyung.

Sepeninggal Dae Kwan dan Eun Kyung, pasangan Hyun Soo dan Hee Young hanya bisa saling menatap tanpa berkata apapun juga selama beberapa detik. Hee Young sebenarnya merasa sangat malu, namun kedua matanya menolak untuk mengalihkan tatapan mereka dari wajah tampan Hyun Soo yang balas menatapnya dengan lembut.

“Terima kasih, Hyun Soo-ssi” ucap Hee Young lirih setelah kontak matanya dengan Hyun Soo terputus akibat Hee Young sudah merasa kedua pipinya terasa makin panas akibat acara pandang-pandangan itu…tatapannya sekarang beralih kepada rumput hijau segar di bawah kedua sepatunya.

Hyun Soo tersenyum senang melihat sikap malu-malu Hee Young itu, “Terima kasih untuk apa?”

“Undangan…gaun…sepatu…” jawab Hee Young yang masih setia memandang ke bawah.

“Untuk gaun dan sepatu, aku dengan senang hati menerima ucapan terima kasihmu, Hee Young-ssi…tapi kalau untuk undangan, kurasa kau harus mengucapkannya langsung pada si pengirim” ucapan Hyun Soo itu sukses membuat Hee Young mengangkat wajahnya untuk menatap Hyun Soo lagi.

“Undangan itu bukan darimu?” tanya Hee Young tidak percaya.

Hyun Soo tersenyum sambil menggeleng, “Anhi…bukan dariku. Undangan itu khusus dikirimkan untukmu dari omma-ku”

‘Ah, kalau begitu aku harus mengucapkan rasa terima kasihku kepadanya” sahut Hee Young sambil ingin melangkah pergi.

Melihat gelagat Hee Young yang ingin beranjak dari tempatnya berdiri, Hyun Soo dengan sigap menahannya, “Omma akan hadir ketika acara lelang sudah akan dimulai, Hee Young-ssi. Sekarang kau hanya akan berhadapan dengan putranya”

Senyuman manis di bibir Hyun Soo serta genggaman lembut dan hangat tangan pria tampan itu di tangan kanannya, membuat Hee Young terkesima sehingga tidak tahu harus berbuat apa.

“Kau mau minum? Kulihat gelas minumanmu sudah akan kosong” tawar Hyun Soo. Hee Young melihat gelas yang dipegangnya di tangan kiri…gelas yang berisi orange juice itu memang sudah akan kosong, Hee Young bahkan tidak ingat sudah meminum isinya.

“Aku akan mengambilkan gelas orange juice-mu yang baru…karena kita akan bicara, Hee Young-ssi”

Belum sempat Hee Young menjawab kata-katanya, Hyun Soo sudah meninggalkan Hee Young menuju ke meja minuman.

‘Dia akan menanyakan jawabannya…oh, Tuhan...dia mau jawabannya” ucap Hee Young agak gugup.

“Hee Young-ssi…kebetulan kita bertemu disini. Maukah kau berdansa denganku…untuk terakhir kalinya”

Kegugupan Hee Young belum lagi selesai, Bae Nam Wook sudah berdiri di hadapannya…meminta berdansa dengannya. Hee Young jelas terkejut melihat kemunculannya, tapi dengan sigap Hee Young berhasil menemukan jawabannya,

“Oh…mianhaeyo, Nam Wook-ssi. Tapi saya tidak bisa memenuhi permintaan anda” jawab Hee Young dengan nada menyesal…walau bagaimanapun Nam Wook adalah pria yang sudah dia lukai hatinya akibat penolakan atas lamaran yang diajukan kepadanya.

“Kau datang bersamanya? Bersama pria itu?” tanya Nam Wook…sebuah pemahaman terpahat di ekspresinya.

Hee Young kembali terkejut pada mulanya, namun kemudian dengan cepat dia mengangguk…Nam Wook tampak sedih, Hee Young semakin merasa bersalah padanya.

“Nam Wook-ssi…senang berjumpa anda disini” Hyun Soo tiba-tiba hadir di antara mereka, “Minumanmu, Hee Young-ssi”

Melihat kelembutan sikap yang ditujukan oleh Hyun Soo pada Hee Young, Nam Wook terlihat kaget, “Dia…dia…diakah orangnya?” tanyanya sambil menunjuk Hyun Soo.

Hee Young hanya mengangguk dengan rasa bersalah yang makin menancap di hatinya, sedangkan Hyun Soo yang jadi objek tunjukan tangan Nam Wook, hanya bisa menatap pemudan itu dan Hee Young bergantian…dia belum mengerti dengan arah pembicaraan kedua orang itu.

“Dia kenapa, Hee Young-ssi?” tanya Hyun Soo setelah Nam Wook pergi dari hadapan mereka.

Hee Young tersenyum kikuk dan menyahut lirih, “Dia ingin mengajakku berdansa…tapi aku menolaknya”

“Kau menolaknya karena aku?” tanya Hyun Soo lagi…Hee Young mengangguk sambil menundukkan kepalanya karena merasa malu.

Hyun Soo tersenyum bahagia melihat reaksi Hee Young, “Kalau begitu kita harus berdansa” ajaknya sambil menggenggam tangan kanan Hee Young lagi.

Kali ini Hee Young tidak bisa menolak…dan ketika Hyun Soo membimbingnya ke lantai dansa, Hee Young merasa melayang karena bahagia. Hilang sudah perasaan bersalah pada seorang Bae Nam Wook.

“Kita harus bersyukur karena kau telah menolak ajakan Nam Wook-ssi untuk berdansa” ucap Hyun Soo di telinga kiri Hee Young.

“Kenapa kita harus bersyukur?” tanya Hee Young sambil menahan malu akibat posisi dansanya yang sangat dekat dengan Hyun Soo…dansa terintim yang pernah dilakukannya dengan seorang laki-laki.

Hyun Soo tersenyum sambil menatap Hee Young, “Karena bila dia yang melakukan dansa ini denganmu, maka aku akan datang dan membuat sandiwara gila tentang kehamilanmu sekali lagi”

Kata-kata Hyun Soo itu mampu membuang rasa canggung Hee Young. Dibalasnya tatapan mata Hyun Soo dan sebuah senyuman manis mengiringi tatapan itu, “Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau melakukannya lagi…walaupun kau bawa aku ke pertunjukan air mancur paling indah di dunia ini”

Hyun Soo tertawa, “Karena itulah kita harus bersyukur kau menolak ajakannya”

Hee Young ikut tertawa bersamanya…dan suasana malam ini terasa makin menyenangkan bagi Hee Young.
    
“Apakah aku sudah bilang kalau kau sangat cantik malam ini?”

Pertanyaan Hyun Soo itu sukses membawa rona malu kembali menjalari kedua pipi mulus Hee Young.

“Kau sangat cantik malam ini, Hee Young-ssi…dan kau selalu terlihat cantik setiap aku melihatmu” lanjut Hyun Soo lagi tanpa menunggu jawaban dari Hee Young, “Aku sangat beruntung mendapatkan kesempatan berdansa denganmu sekarang”

“Kalau kau mendapatkan jawaban yang kau inginkan…apakah kau juga akan merasa beruntung juga?” tanya Hee Young sambil berusaha mengalahkan rasa malunya…dia harus berani, seperti yang disarankan oleh Eun Kyung.

Hyun Soo menghentikan dansa mereka, ditatapnya Hee Young dengan pandangan tak percaya…namun ada pancaran kebahagiaan di mata itu.

“Aku merasa sangat beruntung bila hal itu terjadi. Apakah jawabanmu sesuai dengan keinginanku?” tanyanya dengan nada bahagia.

Hee Young balas memandangnya sambil tersenyum, “Bisakah kita selesaikan dansa ini sebelum kau mendapatkan jawabanmu?”

Hyun Soo balas tersenyum, “Baiklah, apapun yang kau minta akan kucoba memenuhinya…dan setelah itu giliran kau yang harus memenuhi keinginanku, cantik”

Hee Young kembali merasakan kedua pipinya merona panas, kali ini dia tidak berani menyahuti kata-kata Hyun Soo...dan sekali lagi Hyun Soo tertawa melihat reaksinya. Tak berapa lama, keduanya kembali menyambung dansa mereka…kali ini tidak ada yang bersuara, hanya kebahagiaan yang terpancar dari wajah keduanya.

Dan ketika Hyun Soo dan Hee Young terbuai dalam dansa mereka, sepasang mata menatap keduanya dengan pandangan iri dan sakit hati.



$$$

Hyun Soo dan Hee Young menyelesaikan dansa mereka dan bergabung dengan Dae Kwan dan Eun Kyung untuk berbincang ringan. Mereka berempat benar-benar menikmati suasana pesta…bertukar gurauan dan cerita seru diantara mereka, membuat keempatnya tidak sadar kalau malam semakin larut.

Acara puncak yang berupa lelang barang-barang bernilai tinggi untuk disumbangkan ke beberapa panti asuhan dan tempat-tempat penampungan anak-anak terlantar segera digelar. Semua tamu bertepuk tangan riuh ketika tuan dan nyonya Lee hadir ke tengah-tengah mereka untuk membuka acara lelang itu.  Ketika itulah Hyun Soo kembali menggandeng tangan Hee Young untuk menjauh dari kerumunan tamu-tamu yang semakin banyak berkumpul untuk menyukseskan acara lelang amal itu.

“Ikut aku”ajaknya lembut. Hee Young sama sekali tidak ingin membantahnya, dengan patuh diikutinya langkah Hyun Soo sambil membalas genggaman tangannya.

Hyun Soo membawa Hee Young ke sebuah rumah kaca yang dipenuhi dengan tanaman mawar cantik beraneka warna.

“Ini kebun mawar omma-ku” jelas Hyun Soo sambil tersenyum lembut pada Hee Young.

Hee Young menatap sekelilingnya dengan takjub, “Cantik sekali”

“Ya, memang cantik sekali. Aku yakin omma-ku tidak akan keberatan bila kita meminjam kebunnya ini untuk berbicara”

Entah berapa kali sudah Hee Young merasakan pipinya merona malu malam ini…”Bicara?”

Hyun Soo mengangguk, dia sangat senang melihat Hee Young bila sedang malu…tak pernah dia melihat wanita yang seringkali merona malu seperti Hee Young…dan itu membuatnya semakin menyukai gadis itu, “Ya, bicara. Aku yakin kau pernah berjanji akan memberikan jawaban yang aku pinta saat aku sudah kembali dari Taiwan, dan malam ini adalah waktu yang tepat”

Hee Young sekali lagi memperlihatkan senyuman kikuknya, “Jawaban ya? Bukankah aku sudah memberikan petunjuk ketika kita berdansa tadi”

“Petunjuk itu bukan termasuk dalam kategori jawaban, nona manis”

Untung saja jaraknya berdiri cukup jauh dari Hyun Soo, sehingga Hee Young mendapatkan ‘kelonggaran’ untuk mendapatkan keberaniannya kembali, “Baiklah…aku akan menjawabnya…”

Hee Young berhenti untuk menatap Hyun Soo yang balas menatapnya dengan lembut…tatapan lembut Hyun Soo yang biasanya selalu membuatnya salah tingkah, entah mengapa saat ini malah membuat keberaniannya keluar,

“Aku…aku menerima lamaranmu, Hyun Soo-ssi”

Hyun Soo tersenyum semakin lebar, kebahagiaannya makin terlihat jelas karena kata-kata itu akhirnya keluar juga dari bibir mungil Hee Young…perlahan-lahan didekatinya Hee Young yang masih membalas tatapan matanya, tapi kemudian gadis manis itu sadar kalau Hyun Soo berupaya menghilangkan jarak di antara mereka,

“Hyun Soo-ssi…kau…kau sekarang mau apa?” tanya Hee Young salah tingkah.

“Memberimu hadiah” jawab Hyun Soo lembut.

“Hadiah? Aku tidak melihatmu membawa apa-apa ketika masuk kesini tadi…apakah hadiah itu memang sudah kau simpan disini sejak semula? Apakah kau membawanya di belakang tubuhmu?”

Sebagai jawaban atas pertanyaan itu, Hyun Soo mengangkat kedua tangannya agar bebas dilihat oleh Hee Young…bibirnya tetap menyunggingkan senyuman, semakin lama dia semakin menyukai sikap Hee Young yang salah tingkah seperti ini.

“Tidak ada di belakangmu? Apa kau membawanya di dalam jas tuxedomu?”

“Apakah hadiah itu harus berupa barang?” Hyun Soo balik bertanya ketika jarak mereka sudah sangat dekat.

Hee Young mengedipkan kedua matanya yang besar dan indah, tanda dia tidak mengerti dengan maksud Hyun Soo,

“Hyun Soo-ssi, kau mau apa?” tanya Hee Young panik ketika wajah Hyun Soo mendekat ke wajahnya.

‘Sudah kubilang…aku akan memberikanmu hadiah. Sekarang tutuplah kedua matamu yang cantik itu dan nikmatilah hadiahmu...ingat, sekarang giliranmu yang harus memenuhi keinginanku”

Kata-kata lembut Hyun Soo itu tidak bisa dibantah oleh Hee Young. Seperti keinginan Hyun Soo, ditutupnya kedua matanya, walaupun deburan jantungnya semakin cepat terasa...dan Hyun Soo mulai memberikan ‘hadiahnya’.

Bibir hangat dan lembut milik Hyun Soo mendarat di keningnya, satu kecupan mendarat dengan mulus di situ,

“Itu hadiahmu yang pertama” ucap Hyun Soo…Hee Young tidak berani menjawab, kedua matanya masih terpejam.

Kecupan berikutnya mampir ke hidung mungil Hee Young…

”Itu hadiah yang kedua” Hee Young dapat mendengar Hyun Soo berkata lagi.

Jantung Hee Young berdebar semakin keras menantikan apakah akan ada hadiah yang ketiga…dan saat itulah hal itu terjadi…

Hee Young merasakan bibir hangat dan penuh milik Hyun Soo menyentuh bibirnya yang terkatup rapat. Bibir itu menyentuh bibirnya perlahan-lahan, lembut dan penuh perhatian. Sentuhan itu berganti dengan sebuah kecupan…sebuah kecupan kecil yang dulu diimpikannya ketika Hyun Soo mengecup punggung tangannya. Hee Young membalas kecupan itu, dengan malu-malu.

Hyun Soo tersenyum lembut di bibir Hee Young…jelas sekali kalau Hee Young belum berpengalaman dalam hal berciuman dengan seorang laki-laki, dan Hyun Soo merasa sangat bahagia akan hal itu. Dialah laki-laki pertama yang akan mengajarinya…dan akan menjadi laki-laki satu-satunya bagi Hee Young.

Bibir Hyun Soo kembali menyentuh bibir Hee Young, kali ini Hyun Soo tidak sekedar mengecupnya. Hyun Soo melumat bibir mungil itu dengan lembut hingga sang pemilik tersentak kaget,

“Ssh…tenanglah, manis” ucap Hyun Soo ketika Hee Young bereaksi terhadap ciumannya…dan seolah kata-kata itu memiliki daya sihir yang kuat, Hee Young kembali menurutinya.

Lumatan lembut itu berlanjut lagi hingga akhirnya menjadi lumatan yang agak menunutut…bibir Hee Young tertutup sepenuhnya oleh bibir Hyun Soo. Hee Young bingung dengan apa yang harus dilakukannya untuk membalas ciuman Hyun Soo. Dia belum berpengalaman, namun dia tahu kalau dia juga menginginkan ciuman itu, dia sangat menikmati sensasinya…dan ingin memberikan kontribusi juga di dalamnya karena ini adalah ciuman pertamanya.

Seolah tahu kegalauan hati Hee Young, Hyun Soo mulai ‘membantunya’. Tangan kiri Hyun Soo menekan punggung Hee Young agar semakin mendekat dengan tubuhnya, sementara tangan kanannya membujuk dagu gadis itu agar mau membuka sedikit kedua bibirnya yang masih terkatup rapat.

Perlahan namun pasti bibir mungil Hee Young membuka, memberikan keleluasaan bagi lidah Hyun Soo untuk menerjang masuk dan ‘bertarung’ dengan lidahnya yang belum terlatih. Hee Young dapat mendengar dirinya mengeluarkan suara yang belum pernah dia keluarkan sebelumnya…Hee Young sampai terkejut ketika menyadari dirinya bisa mengeluarkan suara seperti itu.

Sementara itu Hyun Soo menelan setiap erangan halus yang tercipta dari dalam rongga mulut Hee Young…gerakan tubuh dan desahan yang dikeluarkan oleh Hee Young akibat dari ciumannya membuat Hyun Soo semakin bergairah…membuatnya semakin gila. Hyun Soo lupa tentang segalanya…yang terpenting sekarang adalah Hee Young yang berada di dalam pelukannya.

Hyun Soo dan Hee Young semakin hanyut dalam ciuman itu…mereka tidak peduli dengan keadaan sekitar mereka…mereka bahkan tidak menyadari ada sepasang mata yang terbelalak ngeri melihat aksi mereka. Dan ketika bibir Hyun Soo dan bibir Hee Young masih saling memagut dalam gairah yang semakin meningkat, sebuah jeritan histeris menghentikan kegiatan mereka…

“OPPA…APA YANG KAU LAKUKAN?!”



sebenarnya kemaren mlm dh mo update...tp ternyata karena mata udah gak mo kompromi,gw batalin deh update-nya,dan sbg gantinya gw update mlm ini...mian klo mem-boring-kn ya,sista2 [sweat] [biggrin] (i have a trouble time to describing Hyun Soo & Hee Young's first kiss...i don't know how to write it in words...so,mianhae if the first kiss is not so romantic [sweat]...saya kn msh pemula + msh polos sepolos2nya [hmpfh])

spt biasa...masukan,kritikan & koment2 dr sista2 smua akn saya nantikn dgn senang hati [AddEmoticons04262]
« Last Edit: June 10, 2011, 11:47:56 am by dalbyeol »

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
terlalu bertele-tele... itu obrolan ma teman sekampusnya lebih baik dihilangkan sajalah... gak penting banget... tapi yo terserahlah...


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
akhirnyaaaa ada kissing wkwkwk  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks dalb udah diupdateee xixixi next chap gpl yeee n musti nikah lol [hmpfh] [hmpfh]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
terlalu bertele-tele... itu obrolan ma teman sekampusnya lebih baik dihilangkan sajalah... gak penting banget... tapi yo terserahlah...

iya sih,onnie...mnurutku jg bgtu [hmpfh]...ntar deh dhilangin aja [biggrin]

btw,gumawo dh baca onnie [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
akhirnyaaaa ada kissing wkwkwk  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks dalb udah diupdateee xixixi next chap gpl yeee n musti nikah lol [hmpfh] [hmpfh]

gumawo dh baca,sist.virna [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

next chap mmng rencananya mo nikah,tuh [hmpfh] (but,without crita MP-nya ya...gw bingung klo hrs bikin i2,kcuali ada yg mo bantu2 [hmff])

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
akhirnyaaaa ada kissing wkwkwk  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks dalb udah diupdateee xixixi next chap gpl yeee n musti nikah lol [hmpfh] [hmpfh]

gumawo dh baca,sist.virna [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

next chap mmng rencananya mo nikah,tuh [hmpfh] (but,without crita MP-nya ya...gw bingung klo hrs bikin i2,kcuali ada yg mo bantu2 [hmff])
asssyekkkkk  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] yahhh kok gak ada mp nya lol minta bantuin sapa ya.... ane juga binung... [hmpfh]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
makasi ya sist,yang ini di update..tante matre tante matre ke laut aje.
wah ciuman pertama hee young ada yg ngerecokin,jessica????bener2 mereka berdua udh slg jatuh cinta tp kok g sadar2 sih,yg sadar malah bibi ma.hee sih gw ngerti kn msi polos tp hyun kok msh binun ma prasaanx.btw next chap menikah.horeee..
[/size][/color][/b]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
aduh gregetan ane ngeliat hee young malu2 kuda tpi bikin senyum2 sendiri sih,siapa tuh yg ganggu org lg asik indehoy si enjes kah?..next merit ya? Wah bnyk bnget nanti ane kondangan ntar mo kondangan rath jg!..dalb ceritain MP nya dong ya walaupun ga scra gamblang klo ga minta bantuin unique klo ga san san hi.hi.hi...next 3hr lg ya kan bng ilham stanby buat acara kawinan hyun so ma hee young..


Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Wwiiiihhhh ada kissingnyaa..
Itu siapa sist yg tereak tereak oppa???
Cewek yg dijodohin ama appanya hyun so yaa??
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Gubrakk..nunjuk2komenAlin,
napa arisanku yg kluar hrs dibagi 2.Pejuang Alin yg sudah nikahkan elu,gw blm.jd yg namax mp lu lebih tau n prnah rasa..lagian gw kan reader sjati tugasx komen n mnta updatean.ntar kl aq yg bwt mp nya nnt yg ada kacau,gw bikin hee nendang hyunso spy tdur dilantai..sist byeol next chap cepetan ya  [biggrin] sdh g sabar terbang ke koreaaa
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Dalb,, thanks buat updateannya,, pdhl kemarin dah pingin koment, dah ngetik di kompi eh ga tahunya logout sendiri, jd ga kepost deh (untung wkt postrath ga masalah, klu kagak .. Updatean bakal tertunda hehe)

Ciuman pertama hee young dah ok kok. Dah mengambarkan perasaannya yg ga pernah dicium cowok, .. Malu2 kucing n kaku2 bgt, dia kan lum pandai hehe ,,,, ... Wah ada yg bakal punya obrolan seru ama temannya nih,, kira2 bgmn cara hee young membanggakan ciuman pertamanya ama eun kyeung ya? [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
   Dalby emang aothur yang rajin updat ff nya hehehe...

  akhirnya Hee young menerima lamarannya Hyun soo
  sekarang tinggal minta restu dari appanya Hyun soo aja lagi
   maka pernikahan akan terlaksanakan .

  kalo restu dari keluarga Hee yong sudah tidak di ragukan lagi
  semoga aja semuanya berjalan lancar .

  Hee you baru menerima lamaran Hyun soo aja udah dapat hadiah Kiss
 gimana nanti setelah menikah bisa di bayangkan Hee youn akan mendapatkan
  yang lebih dari Kiss :) hahaha...

  next diriku berharap neh !!! pasangan ini akan menikah
 peluk" Dalby :) hehehehe... ditunggu lanjutannya

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Aish... Hee Young dan Hyung Soo lagi asyik-ayiknya  [kiss]  [on] malah ada 'nyamuk'  [dry]

Siapa sikh tu 'nyamuk'  [what] bikin penasaran aja  [chin]

Makasih dah update sista  [flowers] aku tunggu chap selanjutnya  [lovestruck]