Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 51275 times)

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
ane akhirnya komen juga lol [hmpfh]

ane gak puas ama adegan jebolnya kurang nendang [laughing] [laughing] [on]
intinya ane minta tambah lagi jebolnya [hmpfh] but kok Hee Young jadi ganas gitu yg di tempat tidur [what]
btw ada apa sih ama appanya hyun soo [what] kok kyk blm bisa menerima hee young ya hammer2
btw kok gw masih ragu ya ama perubahan hyun soo [heh] apa dah 100% dia berubah or dia akan kembali ke kehidupannya semula setelah nikah ama hee young [chin]


akhirnya mak koment jg [hmpfh]

mak...adegan jebolnya emang dbuat kgk nendang...ntar ane [collapse] [hmff]
klo msh kurang,ntar ane tmbh lg...tp,kgk janji bakaln nendang ya [hmpfh] (Hee Young jd ganas gr2 ada yg mulai...tuh,si Hyun Soo [hmpfh])

aboji-nya Hyun Soo emang blm nerima 100% pernikhan mereka,mak...kn menantu pilihannya i2 si Chung Ae,bukannya Hee Young [sweat]

percayalh pd Hyun Soo,mak...dia dh brubah kok,ane jamin [hmpfh]

btw,skali lg gumawo dh baca ya mak [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
ane akhirnya komen juga lol [hmpfh]

ane gak puas ama adegan jebolnya kurang nendang [laughing] [laughing] [on]
intinya ane minta tambah lagi jebolnya [hmpfh] but kok Hee Young jadi ganas gitu yg di tempat tidur [what]
btw ada apa sih ama appanya hyun soo [what] kok kyk blm bisa menerima hee young ya hammer2
btw kok gw masih ragu ya ama perubahan hyun soo [heh] apa dah 100% dia berubah or dia akan kembali ke kehidupannya semula setelah nikah ama hee young [chin]


akhirnya mak koment jg [hmpfh]

mak...adegan jebolnya emang dbuat kgk nendang...ntar ane [collapse] [hmff]
klo msh kurang,ntar ane tmbh lg...tp,kgk janji bakaln nendang ya [hmpfh] (Hee Young jd ganas gr2 ada yg mulai...tuh,si Hyun Soo [hmpfh])

aboji-nya Hyun Soo emang blm nerima 100% pernikhan mereka,mak...kn menantu pilihannya i2 si Chung Ae,bukannya Hee Young [sweat]

percayalh pd Hyun Soo,mak...dia dh brubah kok,ane jamin [hmpfh]

btw,skali lg gumawo dh baca ya mak [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
ok lah ane percaya..90%-->efek dr playboynya [hmpfh] [hmpfh]
but tuh yeoja2 dari masalalunya HY bakal ada dong di next chp  [what]
apa lg si ganjen gomeskan [whip] [what] [chin]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
ane akhirnya komen juga lol [hmpfh]

ane gak puas ama adegan jebolnya kurang nendang [laughing] [laughing] [on]
intinya ane minta tambah lagi jebolnya [hmpfh] but kok Hee Young jadi ganas gitu yg di tempat tidur [what]
btw ada apa sih ama appanya hyun soo [what] kok kyk blm bisa menerima hee young ya hammer2
btw kok gw masih ragu ya ama perubahan hyun soo [heh] apa dah 100% dia berubah or dia akan kembali ke kehidupannya semula setelah nikah ama hee young [chin]


akhirnya mak koment jg [hmpfh]

mak...adegan jebolnya emang dbuat kgk nendang...ntar ane [collapse] [hmff]
klo msh kurang,ntar ane tmbh lg...tp,kgk janji bakaln nendang ya [hmpfh] (Hee Young jd ganas gr2 ada yg mulai...tuh,si Hyun Soo [hmpfh])

aboji-nya Hyun Soo emang blm nerima 100% pernikhan mereka,mak...kn menantu pilihannya i2 si Chung Ae,bukannya Hee Young [sweat]

percayalh pd Hyun Soo,mak...dia dh brubah kok,ane jamin [hmpfh]

btw,skali lg gumawo dh baca ya mak [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
ok lah ane percaya..90%-->efek dr playboynya [hmpfh] [hmpfh]
but tuh yeoja2 dari masalalunya HY bakal ada dong di next chp  [what]
apa lg si ganjen gomeskan [whip] [what] [chin]


syukurlh mak dh percaya 90% [hmpfh]

klo si ganjen emang bakaln keluar,mak...tp,yeoja2 dr masa lalu Hyun Soo hrskh dkeluarin jg??? [chin] kita akan liat perkembangan d chap2 brikutnya [biggrin]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
hai author terupdate dimana dirimuuuuu...ayo update kan bng ilham ada terus dipos,kangen ni ma hyun so ma hee young pengen liat bulan madunya sama kemesraan mrk... [lovestruck]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
sist byeol td aku ketemu bang ilham diparkiran mall lg ngatur2 kendaraan,trus dy blg mau mempersembhkn mp season 2 hye young n hyunso hr minggu lusa,asyik asyik

kok bang ilham ada d parkiran mall sih??? kn tempat favoritnya bang ilham i2 pos ronda [hmpfh]

bang ilham mo mempersmbhkn MP Hyun Soo-Hee Young season 2 hr minggu lusa??? gmn nih bang ilham,kn katanya gw dsuruh semedi dl bbrp bulan klo mo bikin MP...bang ilham...bang ilham...gw kn blm semedi [hmff]
mumpung authornya lagi onlen mau teriak UPDATE [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]
bang ilham dah bersumpah waktu diparkiran kalo dia gak pernah bohong sista,katanya hari ini akan di update [goodgrief]


[/size][/color][/b]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
update lg dong dalby  [biggrin]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
dalb update dong...bng ilham uda nunggu tuh.. [wacko]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile

The Day I Fall in LOVE

Chap 14

Hee Young terbangun dengan rasa lapar yang melilit  di perutnya, tapi walaupun begitu kedua matanya masih tetap terpejam…sulit sekali untuk dibuka. Namun selain rasa lapar itu Hee Young juga merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan tubuhnya…sekujur tubuhnya terasa nyeri, terutama di daerah kewanitaannya…Hee Young meringis dan mengernyit ketika rasa nyeri itu datang melandanya.

Tapi rasa lapar dan nyeri itu belum seberapa dengan hal lain yang dirasakannya pada saat yang bersamaan. Hee Young dapat merasakan ada kulit hangat bersentuhan dengan kulitnya sendiri, detak jantung berirama yang mengetuk gendang telinganya, dan dua buah lengan yang besar dan berat tengah melingkari tubuh mungilnya…Hee Young seketika membuka kedua matanya dengan panik…dia tidur dalam pelukan seseorang, dan celakanya dia juga balas memeluk orang itu!

Benar saja, ketika Hee Young membuka matanya…sebuah dada bidang ‘tersaji’ di depan kedua matanya yang langsung terbelalak ngeri. Bibirnya sudah akan membuka, bersiap untuk menjerit namun sebuah kesadaran mampir ke otaknya…dia bukannya tidur bersama orang asing, dia tidur bersama suaminya sendiri! Hee Young langsung membatalkan niatnya untuk menjerit ketakutan…karena hal itu sama sekali tidak diperlukan.

Hee Young mendongak untuk melihat wajah suaminya. Hyun Soo masih tertidur dengan lelap, sebuah senyuman puas menghiasi wajah tampannya. Kedua pipi Hee Young langsung merona merah ketika dia teringat dengan apa yang sudah mereka lakukan berdua. Hee Young memeriksa keadaannya sendiri…dia tidak mengenakan apapun juga, begitupun dengan Hyun Soo…tubuh mereka benar-benar polos di balik selimut yang menutupi mereka saat ini. Kedua pipi Hee Young benar-benar terasa panas sekarang.

Belum lagi rasa malunya hilang, Hee Young malah merasakan kembali sesuatu yang malah membuatnya semakin malu kepada dirinya sendiri…dia ingin melakukannya lagi bersama Hyun Soo!

‘Jangan gila, Hee Young-a! Hyun Soo-ssi sedang tidur nyenyak! Apa yang sedang kau pikirkan sekarang?! Bukannya kau tadi kelaparan? Cepat cari makanan, jangan ganggu Hyun Soo-ssi!’ omel Hee Young di dalam hati pada dirinya sendiri.

Perlahan-lahan Hee Young melepaskan pelukannya di tubuh Hyun Soo sekaligus melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya itu. Hyun Soo sepertinya tidak terganggu dengan gerakan-gerakan yang dilakukannya…dan Hee Young merasa sangat bersyukur karena Hyun Soo benar-benar terlelap. Kalau tidak, dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya pada Hyun Soo nanti…bisa-bisa Hyun Soo akan menganggapnya sebagai istri yang ‘liar’.

Setelah ‘bebas’ dari pelukan Hyun Soo, Hee Young celingukan mencari pakaian yang pantas dipakainya untuk pergi keluar kamar. Handuk yang dipakainya ketika keluar dari kamar mandi tadi tergeletak di atas lantai, dan Hee Young merasa tidak mungkin untuk memakai handuk itu lagi. Kedua matanya tertumpu pada kemeja Hyun Soo yang juga tergeletak di lantai, tak jauh dari handuknya. Dengan berjingkat, takut Hyun Soo akan terbangun dari tidurnya, Hee Young berjalan untuk mengambil kemeja itu dan memakainya…kemeja Hyun Soo tentu saja kebesaran di tubuhnya yang mungil, tapi Hee Young tidak peduli…dia harus segera keluar, sebelum hasrat itu benar-benar menguasainya secara telak.

Hee Young kembali berjingkat ketika dirinya pergi meninggalkan kamar tidur…Hyun Soo sama sekali tidak menyadari kalau Hee Young sudah tidak berada di dalam pelukannya lagi, dia masih saja tertidur dengan nyaman. Gagang pintu juga dibuka perlahan-lahan oleh Hee Young…walaupun pintu itu bebas derikan, Hee Young tetap hati-hati membukanya. Setelah dirinya sudah berada di luar kamar tidur, Hee Young baru bisa menarik nafas lega.

“Jam berapa sekarang?” tanyanya sambil celingukan mencari jam…dan tampaknya tidak ada tanda-tanda keberadaan benda itu di sekitarnya sekarang.

Hee Young mengangkat bahunya dengan pasrah, sekarang yang penting baginya adalah mengisi perut kosongnya. Hyun Soo tidak memberinya kesempatan untuk makan malam tadi, karena suaminya itu langsung mengajaknya untuk…sekali lagi kedua pipi Hee Young merona bila mengingat apa yang terjadi pada mereka. Dia tidak pernah tahu kalau kegiatan itu bisa membuatnya dan Hyun Soo lupa diri, sampai-sampai mereka rela melupakan makan malam yang cukup penting bagi kelangsungan hidup mereka di dunia ini.



$$$

Hee Young memeriksa isi dapur Hyun Soo untuk mencari makanan yang dapat mengganjal perutnya yang sudah meronta minta diisi. Lemari es Hyun Soo adalah tempat pertama yang menjadi objek penelitiannya. Lemari es itu hanya dipenuhi dengan minuman ringan dan buah-buahan, tidak ada benda lain di dalamnya…Hee Young menatap isi lemari es itu dengan kesal,

“Mulai besok, kau sudah harus terisi dengan sayur-sayuran, ikan dan daging…bukan hanya terisi buah-buahan dan tumpukan minuman ringan saja…arasso?!” omel Hee Young sambil berkacak pinggang pada lemari es yang tentu saja ‘menerima’ dengan pasrah setiap kata-katanya itu.

Sehabis ‘mengevaluasi’ isi lemari es, perhatian Hee Young beralih ke rak-rak yang ada di kitchen set Hyun Soo. Beruntung baginya, karena rak pertama yang dibukanya berisi beberapa bungkus mie ramen instan. Kedua matanya berbinar, seolah-olah menemukan harta karun yang tak ternilai harganya ketika mengetahui bahwa ramen-ramen itu masih sangat layak untuk dikonsumsi,

“Akhirnya…aku selamat!” ucapnya dengan gembira.



$$$

Hyun Soo terbangun setelah merasakan tidak ada lagi tubuh mungil yang dipeluknya…dengan segera dia bangun dan tentu saja dia tidak mendapati sang istri terlelap di sampingnya.
Hyun Soo mengedarkan pandangannya dengan bingung ke seantero kamar…tidak ada tanda-tanda keberadaan Hee Young di kamar tidur yang cukup luas itu. Dengan tubuh polosnya, Hyun Soo berjalan menuju ke kamar mandi, berharap Hee Young ada disana,

“Hee Young-ssi? Jagi?” ketuk Hyun Soo pelan di pintu kamar mandi…tidak ada sahutan dari dalam.

Hyun Soo mencoba membuka pintu kamar mandi itu, dan agak terkejut ketika pintu itu ternyata tidak terkunci. Hyun Soo melongokan kepalanya ke dalam kamar mandi, dan Hee Young tentu saja tidak akan ditemuinya disana.

“Kemana perginya istriku itu?” tanya Hyun Soo bingung. Saat itulah pandangannya tertuju ke lantai dan mendapati kemejanya sudah tidak ada di tempat dimana seharusnya dia menjatuhkannya tadi.

Seulas senyum tipis mampir ke bibir Hyun Soo…dia tahu kalau Hee Young pasti pergi keluar dengan memakai kemejanya itu. Hyun Soo cepat-cepat mengambil dan memakai jubah mandinya. Saatnya untuk menyusul istrinya keluar.



$$$

Wangi ramen rebus sampai juga di indera penciuman Hyun Soo ketika kakinya melangkah turun ke bawah. Rasa lapar menyergapnya dengan segera…maklum saja, dia tidak lagi sempat untuk makan malam karena hasrat ingin bermesraan dengan Hee Young jauh lebih besar dibandingkan hasrat untuk menikmati makan malam.

Hyun Soo terus melangkahkan kakinya dengan perlahan-lahan menuruni tangga. Wangi sedap ramen sekarang ditingkahi dengan lantunan lagu bernada gembira yang dinyanyikan oleh suara yang sekarang semakin akrab ditelinganya…suara Hee Young, istrinya.

Ketika kedua kakinya sudah mendarat mulus di lantai bawah, Hyun Soo sengaja tidak melanjutkan langkahnya menghampiri Hee Young yang tampak sibuk di dapur. Dari tempatnya berdiri, Hyun Soo bisa melihat dengan jelas tubuh mungil itu dalam balutan kemejanya…dan pemandangan tubuh Hee Young di dalam kemejanya justru membuat rasa laparnya hilang, digantikan dengan hasrat menggebu-gebu untuk mencumbu istrinya itu yang muncul kembali.

‘Tenangkan dirimu, Hyun Soo-ya! Hee Young pasti sedang kelaparan sekarang…apa kau tega membuatnya menunda waktu makannya untuk kedua kali hanya untuk memenuhi keinginanmu? Kendalikan dirimu!’ kali ini giliran Hyun Soo yang mengomeli dirinya sendiri di dalam hati.

Setelah beberapa saat, Hyun Soo akhirnya bisa mengendalikan hasrat yang dirasakannya…tapi tatapannya tetap tidak bisa dialihkan dari tubuh mungil Hee Young, terlebih karena dia tahu istrinya itu tidak memakai apa-apa di balik kemejanya yang kebesaran. Ketika Hee Young berbalik sambil dengan hati-hati membawa mangkuk ramen yang mengebul-ngebul, Hyun Soo tambah terpikat dengan wajah istrinya itu…Hee Young kelihatan semakin cantik sehabis percintaan pertama mereka, tanpa terasa bibir Hyun Soo berdecak kagum.

Mendengar decakan itu, Hee Young mengalihkan perhatiannya dari mangkuk ramennya. Sebagai akibatnya, Hee Young hampir saja menjatuhkan mangkuk ramennya ketika melihat Hyun Soo berdiri sambil menatapnya…dia tidak menyangka Hyun Soo akan ikut bangun dan menemukannya di sini. Jantungnya semakin berdegup kencang ketika Hyun Soo mulai berjalan menghampirinya dengan senyuman manis di bibirnya.

‘Ya, Tuhan…suamiku kelihatan tampan sekali’ puji Hee Young di dalam hati. Tapi walaupun hatinya memuji namun tubuhnya seperti kaku, dia tidak bisa menggerakkannya sama sekali dan kedua matanya tidak berkedip menatap Hyun Soo yang semakin mendekatinya.

Dengan balutan jubah mandi, Hyun Soo kelihatan sama tampannya ketika tubuh atletisnya memakai setelan jas atau pakaian kasualnya…dan itu membuat Hee Young harus meneguk ludahnya berkali-kali! Dia makin terpesona ketika Hyun Soo sudah benar-benar berada di tepat di hadapannya.

“Jagi-ya…tanganmu bisa melepuh kalau kau terus menerus memegang mangkuk panas ini” tegur Hyun Soo lembut sambil mengambil alih mangkuk yang masih betah dipegang oleh kedua tangan Hee Young, dan meletakkannnya di atas meja makan.

Hee Young menatap mangkuknya seolah-olah dirinya baru pertama kali melihat benda tersebut, dia tidak sadar kalau kedua tangannya sudah cukup lama memegang mangkuk ramen yang panas itu.

“Coba kulihat tanganmu” tawar Hyun Soo sambil memeriksa kedua tangan Hee Young…si empunya tangan masih terpana, tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah tangannya diperiksa dengan teliti.

“Apa kubilang…tanganmu jadi memerah seperti ini, jagi”

“Heh?” tanya Hee Young bingung.

Hyun Soo tersenyum, “Kedua telapak tanganmu memerah karena terlalu lama memegang mangkuk panas itu”

Hee Young menatap kedua telapak tangannya yang masih dipegang oleh Hyun Soo, “Kau benar…mereka memerah”

“Seperti warna pipimu bila sedang malu kan?” goda Hyun Soo…otomatis kedua pipi Hee Young merona malu karenanya, Hyun Soo kembali tersenyum senang.

“Jam berapa sekarang?” tanya Hee Young salah tingkah…mencoba mengalihkan pembicaraan.

Hyun Soo memeriksa jam tangan yang masih melingkar di pergelangan tangan kirinya,

“Jam dua dinihari” jawabnya, “Mianhae, jagi-ya…karena aku kau harus makan malam selarut ini”

Hee Young tersenyum kikuk mendengar pernyataan maaf dari Hyun Soo, “Kau juga kelaparan? Aku bisa memasakkan ramen lagi untukmu…atau kau makan saja yang itu, aku bisa memasaknya lagi untukku”

“Tidak usah. Kita makan bersama saja” jawab Hyun Soo lembut.

“Oh…baiklah. Aku ambil mangkuk satu lagi” sahut Hee Young…tapi belum sempat dirinya berbalik untuk mengambil mangkuk yang dimaksudkannya, Hyun Soo sudah menariknya kembali.

“Mau kemana?”

“Mengambil mangkuk”

Hyun Soo tersenyum gemas mendengar jawaban lugu istrinya itu, “Tidak usah. Kita makan dalam satu mangkuk saja”

“Kalau begitu aku harus mengambil sendok satu lagi” tawar Hee Young.

Hyun Soo menggeleng, “Kita makan dari satu sendok yang sama saja”

“Mwo? Sendok yang sama?” tanya Hee Young sambil mengerjapkan dua matanya yang indah.

“Ne, istriku sayang…dari sendok yang sama. Jangan takut, aku tidak memiliki penyakit menular” jawab Hyun Soo dengan nada menggoda.

“Ah…anhi…bukan itu maksudku…” sahut Hee Young cepat-cepat, takut suaminya tersinggung.

Hyun Soo terkekeh geli, “Kalau begitu apalagi yang kau tunggu” ucapnya sambil menarik sebuah kursi dan duduk disitu sambil merentangkan tangan kirinya ke arah Hee Young, “Duduklah bersamaku”

“Ne?”

“Mengapa bingung begitu, jagi-ya? Duduklah disini di pangkuanku” sahut Hyun Soo sambil menepuk pangkuannya.

Kedua mata Hee Young kembali terbelalak.

“Duduk disitu?”

“Ya, duduk disini bersamaku. Kau malu? Jangan malu, jagi-ya…kita sudah resmi menjadi sepasang suami-istri sekarang…kita juga sudah melakukan hal yang lebih daripada sekedar duduk bersama dalam satu kursi…apa kau sudah lupa?” goda Hyun Soo.

Ucapan Hyun Soo sukses membuat Hee Young merona malu kembali. Setelah malu-malu kucing selama beberapa saat, akhirnya Hee Young mau menuruti keinginan Hyun Soo itu.

“Kau ingin makan ramen ini?” tanya Hee Young setelah bisa menguasai dirinya di atas pangkuan Hyun Soo…berada disitu membuat dirinya merasa sangat malu sekaligus merasa sangat bergairah lagi.

Hyun Soo mengangguk…tangan kiri Hee Young dilingkarkannya ke atas pundaknya, “Posisi begini akan lebih memungkinkanmu untuk menyuapiku”

“Kau ingin disuapi?” tanya Hee Young lagi.

“Kau keberatan?” balas Hyun Soo balik bertanya, kedua matanya seperti memohon agar Hee Young tidak keberatan menyuapinya.

“Baiklah” jawab Hee Young malu-malu, Hyun Soo tersenyum puas.

Hyun Soo memakan ramen buatan Hee Young dengan lahap, demikian pula dengan si pembuat ramen, Hee Young. Aktifitas makan mereka itu diselingi dengan candaan Hyun Soo yang bisa membuat Hee Young merasa santai dan sesekali merona malu…dan juga diselingi dengan ciuman-ciuman Hyun Soo yang berkali-kali mendarat di bibir dan leher Hee Young…dan dia sukses membuat Hee Young berkali-kali bergerak kegelian di atas pangkuannya berkat tangannya yang tidak mau diam.

Selesai makan, Hyun Soo melarang Hee Young untuk membereskan meja. Larangan itu sempat membuat Hee Young bingung. Namun setelah Hyun Soo membisikkan sesuatu yang berhubungan dengan tempat tidur…Hee Young mau tak mau harus merona kembali…tapi dia tidak menolak, karena hal itulah yang sangat diharapkannya saat ini.



$$$

Hyun Soo dan Hee Young kembali berbaring bersisian setelah ‘permainan’ penuh gairah mereka selesai…kali ini keduanya tidak lagi tertidur…masing-masing ingin menikmati kebersamaan setelah puas bercinta, dalam keadaan terjaga. Lengan kanan Hyun Soo menyangga kepala Hee Young, sementara tangan kirinya sibuk bermain dengan jari-jemari istrinya itu. Hanya sebuah selimut yang setia menutupi tubuh polos mereka.

“Kau ingin mendengar sebuah cerita?” tanya Hyun Soo…Hee Young mendongak untuk melihatnya,

“Cerita apa?”

“Cerita tentang kita”

“Tentang kita?” tanya Hee Young sambil memperbaiki posisinya.

Hyun Soo tersenyum, “Apakah kau tahu kapan pertama kali aku melihatmu?”

Hee Young mengangguk, “Tentu saja aku ingat…saat resepsi pernikahan Myung Hee-imo dan Jung Hwan-samchon, kan?”

Hyun Soo tersenyum lagi, “Bukan. Itu adalah kali kedua aku melihatmu”

“Chongmal? Lalu kapan tepatnya saat pertama itu?”

“Saat pemberkatan pernikahan mereka”

“Chongmal? Aku tidak ingat pernah melihatmu saat itu”

“Sudah dua kali kau berkata ‘chongmal’, jagi” sahut Hyun Soo sambil mencubit hidung mungil Hee Young dengan gemas.

Hee Young tersipu malu, “Tapi aku benar-benar tidak menyadari kehadiranmu di acara itu”

“Kau sangat cantik dengan busana pengiring pengantinmu…apakah kau tahu kalau aku pertama kali terpikat pada kedua betis indahmu saat itu”

“Betisku?” tanya Hee Young tidak percaya.

Hyun Soo mengangguk, “Iya…karena betismu sangat mempesona…” ujarnya nakal sambil membelai salah satu betis Hee Young dengan betisnya sendiri.

Hee Young tertawa kegelian, “Kau memang aneh…betisku malah yang mendapat perhatian pertamamu…apakah wajahku tidak pantas untuk diberi perhatian?”

“Wajahmu adalah perhentian berikutnya…aku tertarik dengan semua yang ada pada dirimu” jawab Hyun Soo…kali ini dengan nada suara serius, dikecupnya kening Hee Young dengan lembut.

Hee Young terdiam. Dia ingin sekali menanyakan ‘apakah hanya ketertarikan saja yang kau punya terhadap diriku…bukan cinta? Karena aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu, Hyun Soo-ssi’…tapi pertanyaan dan pernyataan itu hanya muncul di dalam hatinya saja. Hee Young tidak berani menanyakannya…dia takut merusak saat indahnya bersama Hyun Soo ini…Hee Young juga takut mendengar jawaban yang tidak ingin didengarnya…biarlah Hyun Soo belajar mencintainya sedikit demi sedikit…dan ketika saat itu tiba, Hee Young juga akan berterus terang mengenai perasaannya.  

“Apakah di sekitar sini ada halte bis, Hyun Soo-ssi?” tanya Hee Young pelan setelah mereka berdua sempat berdiam diri selama beberapa saat.

Hyun Soo menatap istrinya itu dengan bingung, “Kenapa menanyakan hal itu?”

“Karena bis adalah sarana transportasiku untuk pergi kuliah”

“Maksudmu kau akan tetap pergi kuliah dengan menggunakan bis?”

Hee Young mengangguk mantap, “Ne”

Mendengar jawabannya, Hyun Soo tertawa geli.

“Wae?” tanya Hee Young sedikit kesal karena telah ditertawakan.

“Mianhae, jagi-ya…tapi kau sudah resmi menjadi istriku sekarang, dan aku tidak akan membiarkan istriku pulang pergi ke kampus dengan menggunakan bis, kau akan pergi ke kampusmu dengan mobilku...bersamaku, atau bila aku tidak sempat untuk mengantarmu, kau akan pergi bersama Pak Yin…tidak ada lagi naik turun bis untukmu setelah resmi sebagai nyonya muda Lee. Lagipula kau tidak akan menemukan halte bis di sekitar sini, jagi… karena letaknya sangat jauh dari penthouse kita” jawab Hyun Soo lembut.

“Itukah alasannya mengapa kau menunggu bis di halte dekat rumahku?” tanya Hee Young lagi.

Kali ini Hyun Soo kembali tertawa geli mendengar pertanyaan lugu itu, “Aku tidak menunggu bis saat itu…aku menunggumu”

“Menungguku?” tanya Hee Young tidak percaya, “Untuk apa?”

“Untuk berkenalan denganmu”

“Berkenalan? Jadi mobilmu tidak mogok saat itu?”

Hyun Soo menggeleng geli, “Tidak, mobilku baik-baik saja”

Hee Young mendelik kesal pada suaminya, “Jadi itu hanya alasan saja?”

“Yup, itu hanya alasan saja…untuk mendapatkan nomor teleponmu, dan yang paling penting untuk mendapatkan perhatianmu”

Tiba-tiba saja Hee Young tertawa geli.

“Kenapa?” tanya Hyun Soo kebingungan.

“Ahni…hanya saja Eun Kyung sudah salah mengatakan kalau aku bukan termasuk tipemu” jawab Hee Young setelah tawanya reda.

“Kalian membicarakan aku?”

Hee Young mengangguk.

“Tentang apa?” tanya Hyun Soo antusias.

“Itu rahasia, Lee Hyun Soo-ssi…aku tidak bisa mengatakannya padamu” jawab Hee Young nakal. Hyun Soo mencubit pipi kanan Hee Young dengan gemas.

“Kalau begitu aku juga punya rahasia yang bisa aku bagi denganmu”

“Apa itu?” tanya Hee Young penasaran.

“Kau adalah tipe favoritku” bisik Hyun Soo mesra di telinga istrinya…kedua pipi Hee Young otomatis merona malu.

“Hyun Soo-ssi…ada yang ingin kutanyakan padamu” ujar Hee Young setelah bisa menguasai rasa malunya.

“Apa itu?” tanya Hyun Soo lembut.

“Apakah kau pernah membawa mereka…mm, maksudku…para mantanmu ke penthouse ini? Mianhae, jika aku menanyakannya…tapi aku harus tahu” ucap Hee Young lirih.

Hyun Soo tersenyum untuk menenangkannya, “Tidak ada satupun dari mereka yang pernah kubawa ke tempat ini. Kau adalah yang pertama…dan satu-satunya”

Hee Young menatapnya dan merasa lega ketika melihat ada kesungguhan di mata Hyun Soo ketika mengatakannya…entah mengapa, tapi Hee Young yakin sekali kalau Hyun Soo berkata yang sesungguhnya.

“Kalau begitu aku lega” ujar Hee Young…tak berapa lama mulutnya menguap lebar, tangan kanannya digunakan untuk menutup mulut itu.

“Kau mengantuk?” tanya Hyun Soo.

“Ne” sahut Hee Young…kedua matanya sudah mulai meredup.

“Jagi…sebelum kau tertidur, aku ingin menanyakan satu hal lagi padamu”

“Katakanlah”

“Jagi…apakah bulan ini kau sudah mengalami haid?”

Kedua mata Hee Young yang sudah akan tertutup, kembali terbuka ketika mendengar pertanyaan itu,

“Belum. Tapi mungkin aku akan mengalaminya seminggu lagi…atau mungkin lebih…memangnya ada apa,Hyun Soo-ssi?” Hee Young benar-benar dibuat kebingungan oleh pertanyaan itu.

Hyun Soo tersenyum lembut, “Tidak apa-apa…hanya mengecek saja. Tidurlah, aku tidak akan mengganggumu”

Bisikan lembut Hyun Soo itu sebenarnya tidak membuat rasa bingung Hee Young hilang…namun Hee Young tidak ingin memperpanjang masalah itu, dia sadar kalau tubuhnya benar-benar membutuhkan istirahat sekarang. Dibalasnya senyuman lembut Hyun Soo sebelum menutup kedua matanya.

Dengan penuh kelembutan, Hyun Soo menggenggam tangan kanan Hee Young didadanya, dibetulkannya posisi selimut yang menutupi tubuh mereka berdua…sementara disisinya, Hee Young berbaring dengan nyaman. Hyun Soo mendengarkan hembusan nafas istrinya yang semakin lama semakin dalam…tanda kalau Hee Young sudah terlelap. Hyun Soo mengecup lembut kening Hee Young dan mempererat pelukannya di tubuh istrinya itu, rasa kantuk juga mulai menyerangnya…tak berapa lama Hyun Soo pun jatuh tertidur.



_________

Hee Young menatap pilihan pakaian yang diletakkannya di atas tempat tidur dengan rasa bangga. Pagi ini untuk pertama kalinya, dia memilihkan pakaian kerja yang akan dipakai oleh suaminya untuk pergi bekerja. Tugas yang simple namun memiliki banyak arti untuknya. Hee Young menatap pakaian itu sekali lagi sambil tersenyum bahagia. Dari arah kamar mandi, dia dapat mendengar suara shower…Hyun Soo sedang mandi sekarang.

Hee Young merapikan t-shirt dan celana jeans yang dipakainya untuk berangkat ke kampus…dia tidak akan mengubah penampilannya walaupun statusnya sudah berubah, dan Hyun Soo sangat mendukungnya. Setelah puas dengan penampilannya, Hee Young segera keluar kamar sambil menggotong keranjang berisi sprei yang menjadi ‘saksi’ penyatuannya dan Hyun Soo semalam…Hee Young bermaksud mencuci ‘tanda mata’ yang mereka buat di atas sprei itu nanti.

“Selamat pagi, nyonya muda”

Sapaan itu membuat Hee Young agak sedikit terkejut. Seorang wanita paruh baya tersenyum padanya ketika dia menginjakkan kakinya di lantai bawah.

“Selamat pagi…” sahut Hee Young sambil tersenyum canggung…dia belum kenal dengan wanita itu.

“Saya bibi Kim, nyonya…saya yang bertugas membersihkan penthouse ini”

“Oh, ne. Maafkan saya, bibi Kim” ujar Hee Young.

“Nyonya muda tidak salah apa-apa…jadi tidak ada yang harus dimaafkan”

Senyuman bibi Kim yang ceria membuat Hee Young langsung merasa suka dengan kehadiran wanita itu…dia merasa diterima di penthouse milik Hyun Soo ini.

“Nyonya muda ingin kemana membawa keranjang itu? Biar saya saja yang membawanya” tawar bibi Kim ketika melihat keranjang dalam gendongan Hee Young.

“Tidak usah, bibi Kim. Saya saja yang membawanya…ini…saya…saya akan membawanya ke ruang cuci” jawab Hee Young…kedua pipinya yang merona merah membuat bibi Kim segera tanggap dengan apa yang dimaksudkannya dan dengan isi dari keranjang itu.

“Ah, kalian sudah berkenalan rupanya”

Suara Hyun Soo membuat Hee Young dan bibi Kim mengarahkan pandangan mereka padanya. Kedua pipi Hee Young yang masih merona, bertambah semburatnya ketika menatap penampilan suaminya pagi itu. Dalam balutan setelan pakaian yang dipilihkannya, Hyun Soo kelihatan semakin tampan. Jantung Hee Young serasa bertambah cepat debarannya ketika Hyun Soo melingkarkan lengannya di pinggang istrinya itu dengan sikap mesra.

“Bibi Kim ini adalah istri Pak Yin, jagi. Dia yang bertanggung jawab atas kebersihan penthouse kita…tapi jam kerjanya hanya sampai jam 5 sore. Setelah itu hanya tinggal kita berdua”

Penjelasan Hyun Soo soal siapa bibi Kim hanya ditanggapi oleh Hee Young dengan anggukan…sikap mesra Hyun Soo padanya di hadapan bibi Kim, membuat Hee Young jadi salah tingkah.

“Apa isi dari keranjang ini?” tanya Hyun Soo tiba-tiba sambil berusaha mengangkat sprei yang berada di dalam keranjang.

“Hyun Soo-ssi!” tegur Hee Young cepat…tangannya menepuk tangan Hyun Soo dengan agak keras, membuat Hyun Soo meringis.

“Masa’ aku tidak boleh melihat apa isinya?” tanya Hyun Soo dengan wajah tidak berdosa.

Hee Young mendelik kesal padanya sebagai jawaban. Bibi Kim tersenyum melihat tingkah laku kedua majikannya itu.

“Aku akan menaruh keranjang ini ke ruang cuci dulu” ujar Hee Young pada Hyun Soo.

“Biar saya saja, nyonya muda. Tugas saya juga termasuk mencuci pakaian doronim dan nyonya muda” tawar bibi Kim sekali lagi.

“Tidak usah, bibi Kim. Saya saja yang mencucinya ketika pulang nanti” elak Hee Young…dengan cepat dibawanya keranjang itu sebelum Hyun Soo maupun bibi Kim bisa untuk mencegahnya.

Bibi Kim dan Hyun Soo sama-sama tersenyum melihat gerak cepat Hee Young itu…dan ketika Hee Young sudah agak jauh dari mereka, Hyun Soo berkata dengan nada bangga,

“Bagaimana, bibi Kim? Istriku cantik sekali kan?”

Bibi Kim mengangguk setuju, “Ne, doronim…nyonya muda sangat cantik. Saya sangat menyukainya”

“Dia memang sangat mudah untuk mendapatkan kasih sayang dari siapa saja” ujar Hyun Soo sambil tersenyum pada bibi Kim.

“Dia juga masih sangat muda, doronim. Jagalah dia dengan baik” sahut bibi Kim bijaksana.

Belum sempat Hyun Soo menjawabnya, Hee Young sudah muncul kembali.

“Kita pergi sekarang?” tanyanya pada Hyun Soo…senyuman manisnya mengiringi pertanyaan itu.

Hyun Soo mengangguk, “Boleh juga”

“Bibi Kim, cucianku yang tadi…biar aku saja yang mengerjakannya ya”

Ucapan Hee Young itu langsung mendapatkan persetujuan dari bibi Kim. Hee Young terlihat sangat lega…bibi Kim tidak dapat menyembunyikan senyuman gelinya.

“Kami pergi dulu, bibi Kim” pamit Hyun Soo sambil menggandeng mesra tangan Hee Young yang tersenyum penuh keceriaan pada bibi Kim.

“Rumah ini akhirnya mendapatkan sinar terangnya” ujarnya bahagia saat Hyun Soo dan Hee Young sudah pergi meninggalkannya sendirian.



_________

“Apa rencana kegiatanmu hari ini?” tanya Hyun Soo sambil terus berkonsentrasi menyetir.

“Hari ini? Hari ini aku hanya akan menghadiri 2 kelas sehingga aku bisa pulang cepat…rencananya aku akan berbelanja dalam perjalanan pulang, lemari esmu perlu diisi. Lalu aku akan mencuci”

“Mencuci? Serahkan saja hal itu pada bibi Kim”

“Hyun Soo-ssi!” protes keras Hee Young itu membuat Hyun Soo tertawa geli.

“Arasso…arasso. Tapi kusarankan agar kau jangan mencucinya sendiri, tunggu aku pulang…aku akan membantumu. Bukankah aku juga harus bertanggung jawab?”

Godaan Hyun Soo itu membuat pipi Hee Young merona lagi. Hyun Soo tersenyum senang melihatnya.

“Tunggu aku di kampusmu…kita belanja bersama” ujarnya lagi.

“Bukannya kau harus bekerja, Hyun Soo-ssi?” Hee Young mencoba mengingatkan.

“Aku bisa meminta izin Miss Son untuk pergi keluar sebentar…dan aku yakin Miss Son tidak akan keberatan, dia selalu luluh dalam pesonaku”

“Miss Son? Siapa itu Miss Son?”

Nada suara Hee Young yang agak meninggi membuat Hyun Soo bersorak girang di dalam hatinya…tapi dengan suara tenang dia menjawab,

“Dia sekretarisku”

“Dia masih muda?”

“Ya, dia masih muda”

“Dia sudah menikah?”

“Aku memanggilnya dengan sebutan ‘Miss’, jagi…jadi kau sudah tahukan soal statusnya?”

“Dia cantik?” cecar Hee Young.

Hyun Soo seperti berpikir sebentar sebelum menjawab, “Tentu saja dia cantik. Salah satu syarat untuk menjadi sekretarisku adalah penampilan yang cantik dan menawan”

Hee Young menatap Hyun Soo dengan kesal, dan Hyun Soo tahu akan hal itu…hatinya sangat gembira melihat raut wajah Hee Young.

“Kenapa diam, jagi? Tidak ada pertanyaan lainnya lagi untuk Miss Son?”

“Aku tidak punya pertanyaan apapun lagi” jawab Hee Young ketus sambil menatap keluar jendela.

“Kau cemburu pada Miss Son?” tanya Hyun Soo…Hee Young diam seribu bahasa.

“Jangan marah, jagi”

“Aku tidak marah!”

Hyun Soo tersenyum, “Miss Son itu sudah bertunangan”

Hee Young mengembalikan pandangannya pada Hyun Soo, “Bertunangan?”

Hyun Soo mengangguk, “Ya. Miss Son sudah bertunangan dengan Mr. Im, tangan kanan aboji di kantor. Miss Son dan Mr. Im bahkan sudah berencana untuk menikah bulan depan”

“Oh” sebuah senyuman samar terpasang di bibir Hee Young...raut wajahnya penuh kelegaan

Hyun Soo tersenyum lagi, “Apanya yang ‘oh’?”

“Anhya…tidak ada apa-apa” sahut Hee Young sambil melihat keluar jendela lagi…kali ini dia merasa malu telah bersikap seperti istri yang tukang cemburu di depan Hyun Soo.

“Jadi…kau akan menungguku di kampusmu?”

Hee Young mengangguk tanpa mengalihkan perhatiannya kepada Hyun Soo…dan di dalam hatinya Hyun Soo sangat menikmati saat-saat itu.



__________

“Yaa…Goo Hee Young!”

Hee Young menghentikan langkahnya untuk menapaki tangga ketika mendengar suara khas yang sudah akrab di telinganya sejak dia masih anak-anak…suara Eun Kyung, sahabatnya.

“Eun Kyung-a” lambainya dengan gembira.

“Yaa…kenapa kau pergi kuliah pagi ini?” tanya Eun Kyung setelah dia tiba di hadapan Hee Young.

“Memangnya kenapa?” balas Hee Young bingung.

“Kau kan pengantin baru!” sahut Eun Kyung dengan suara nyaringnya yang seperti biasa langsung membuat Hee Young panik,

“Yaa…jangan keras-keras! Tidak ada yang tahu kalau aku sudah menikah di kampus ini, kecuali kau! Jadi jangan ribut!”

Eun Kyung nyengir-nyengir kuda ketika mendengar omelan Hee Young itu, “Sampai kapan kau akan menutup-nutupinya?”

“Aku tidak menutupi apapun juga…hanya saja pernikahan kami kan tidak dirayakan dengan besar-besaran, jadi hanya kalangan terbatas saja yang tahu. Kalau suamiku sudah angkat bicara tentang hal ini, maka aku juga akan bicara”

“Suami? Ahhhh…Hee Young-a…ceritakan bagaimana rasanya mempunyai suami” bujuk Eun Kyung dengan gaya noraknya. Hee Young jadi serba salah…mau malu atau kesal pada Eun Kyung…akhirnya Hee Young memutuskan untuk menggunakan keduanya untuk menghadapi sikap sahabatnya itu.

“Kau bicara apa sih?”

“Jangan pelit, Hee Young-a. Ceritakan padaku…apakah kalian sudah melakukannya?”

“Yaa…Han Eun Kyung! Itu rahasiaku dan suamiku…kau tidak perlu tahu!”

Eun Kyung memonyongkan bibirnya, “Kau tidak mau membantuku…mentang-mentang kau sudah berpengalaman”

“Berpengalaman apa?”

“Kau sudah lebih dulu memiliki suami…padahal kalau dipikir-pikir, aku yang yang harusnya menikah duluan karena kau…pacar saja tidak punya. Tapi siapa sangka, kau bertemu dengan Hyun Soo-ssi…dan langsung menikah. Aku jadi iri” keluh Eun Kyung.

Hee Young tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu, “Sebentar lagi kau pasti akan menyusul aku, Eun Kyung-a…tunggu saja, Dae Kwan-ssi pasti akan melamarmu dalam waktu dekat”

“Chongmal? Menurutmu seperti itu?” tanya Eun Kyung antusias.

Hee Young mengangguk, “Siapapun akan tahu kalau Dae Kwan-ssi sangat tergila-gila padamu…tidak perlu otak yang jenius untuk menebaknya”

Eun Kyung tersenyum senang…Hee Young apalagi, dia lega sudah bisa membelokkan arah pembicaraan Eun Kyung. Gadis itu sangat bersemangat kalau sudah mengejar sesuatu yang diinginkannya…dan Hee Young tahu hanya dengan membawa-bawa nama Dae Kwan sajalah, semangat Eun Kyung bisa diarahkan ke tempat lain.

Saat Eun Kyung dan Hee Young senyam-senyum dengan pikiran masing-masing, Park Chung Ae melintas di hadapan mereka. Tatapan marah dan bencinya masih bisa dirasakan oleh Hee Young yang langsung terdiam.

“Ada apa, Hee Young-a?” tanya Eun Kyung.

Hee Young menggeleng, “Tidak ada apa-apa”

Eun Kyung mengalihkan pandangannya pada sosok yang dilihat oleh Hee Young…Eun Kyung terkejut melihat cara Chung Ae yang menatap Hee Young dengan penuh kebencian.

“Ada apa dengan Chung Ae-sunbae? Mengapa dia menatapmu seperti itu?”

Hee Young tidak langsung menjawab. Hanya setelah Chung Ae berlalu, dia bisa mengeluarkan suaranya lagi,

“Chung Ae-sunbae adalah mantan kekasih Hyun Soo-ssi”

“Mantan kekasih?”

Hee Young mengangguk, “Mereka berdua punya masa lalu bersama…dan sepertinya Chung Ae-sunbae ingin mengulang kembali masa lalu itu, tapi Hyun Soo-ssi menolaknya”

“Apakah dia tahu kalau Hyun Soo-ssi sudah menikahimu?”

Hee Young menggeleng, “Aku tidak tahu. Mungkin dia tahu, tapi bisa juga dia belum mengetahuinya. Aku merasa bersalah padanya, Eun Kyung-a”

“Apakah kau merebut Hyun Soo-ssi dari dirinya?”

Hee Young agak terperanjat mendengar nada suara Eun Kyung yang tegas itu…namun dia serta merta menggeleng, “Dia dan Hyun Soo-ssi sudah lama putus sebelum Hyun Soo-ssi mengenalku”

“Maka kau tidak perlu merasa bersalah! Dia adalah masa lalu Hyun Soo-ssi…sedangkan kau adalah masa kini dan masa depan bagi Hyun Soo-ssi. Jadi jangan pernah merasa bersalah pada wanita itu! Hal itu hanya akan membuatmu lelah”

Hee Young menatap sahabatnya itu dengan takjub, “Eun Kyung-a, kau jadi pintar sekarang”

“Apakah kau pikir selama ini aku bodoh?”

Hee Young tertawa, “Ne”

Eun Kyung ikut tertawa bersamanya, “Aku juga berpikir hal yang sama tentangmu”

Hee Young merasa sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Eun Kyung yang bisa memberinya kekuatan saat dia membutuhkannya.



$$$

Sesuai janjinya pada Hyun Soo, Hee Young menunggu suaminya itu ketika mata kuliahnya sudah selesai semua. Tadi dia sudah menghubungi Hyun Soo, dan Hyun Soo sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya.

“Kau ikut pulang denganku, Hee Young-a? Kebetulan aku membawa mobil appa hari ini” tawar Eun Kyung.

Hee Young menggeleng, “Hyun Soo-ssi akan menjemputku sebentar lagi”

“Hee Young-a…mengapa kau tetap memanggilnya dengan sebutan ‘Hyun Soo-ssi’? Dia sudah resmi menjadi suamimu, panggil dia dengan sebutan yang lazim digunakan oleh istri pada suaminya” tanya Eun Kyung penasaran.

Hee Young tersenyum, “Aku akan memanggilnya seperti itu bila dia sudah siap untuk memanggilku dengan sebutan yang lazim digunakan oleh suami pada istrinya. Selama dia belum siap, maka dia akan terus kupanggil dengan sebutan ‘Hyun Soo-ssi’”

Eun Kyung mengangkat pundaknya dengan malas-malasan, “Terserah kalian saja. Kalian yang menjalani pernikahan ini…aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan kalian saja”

“Gumawo, Eun Kyung-a” ucap Hee Young sambil tersenyum pada sahabatnya itu.

“Harusnya sebagai bonus, aku bisa mendapatkan cerita tentang bagaimana rasanya menjadi istri seorang playboy seperti Hyun Soo-ssi”

“Yaa…suamiku bukan playboy! Dia sudah berubah…”

Ucapan Hee Young itu terpotong dengan kedatangan sebuah mobil di depan mereka, seorang wanita anggun dengan raut wajah sedih turun dari mobil itu.

“Nyonya Bae” ucap Hee Young lirih ketika mengenali siapa wanita tersebut.

“Kau mengenalnya?” tanya Eun Kyung.

Hee Young mengangguk, “Dia ibu Bae Nam Wook-ssi”

“Untuk apa dia kemari?” tanya Eun Kyung lagi…kali ini Hee Young menggeleng dengan bingung.

Ketika ny.Bae sudah sampai di depan Hee Young dan Eun Kyung, kalimat yang diucapkan oleh wanita itu semakin membuat keduanya kebingungan...karena ny. Bae langsung berkata dengan nada memelas,

“Nona Goo Hee Young…tolonglah saya”



akhirnya chap 14 nongol jg,sista2...mian,klo agak telat updatenya [biggrin]...bbrp bagian dr chap ini td sempat hilang krn gak smpt disimpan,so hrs ngetik ulang dr awal lg [sweat] (curhat critanya [hmpfh])

slamat membaca smuanya...mian,klo membosankn ya (koment2nya always dnantikn [biggrin])

HWAITING!!! [AddEmoticons04262]
« Last Edit: June 28, 2011, 10:23:33 pm by dalbyeol »

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
thank you updatannya Dalby [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

lucu juga memebayangkan mukanya Hee young kalua lagi malu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] apa lagi saat hasratnya timbul ketika melihat muka Hyun soo di sampingnya  [love eyes] [love eyes] [love eyes] sampai"  hasratnya Hee young hampir mengalahkan rasa laparnya   [laughing] [laughing] [laughing]
kalau Hyun soo tidak aneh  [dry] [dry] [dry] jika hasratnya itu timbul krtika melihat Hee young apa lagi mengenakan kemejanya sendri tanpa di lapisi apa  [heh] [heh] [heh] setelah makan ramen hasratnya belum hilang juga  [kiss] [kiss]
Hee young membuat aku geli  [rofl] [rofl] [rofl] saat bibi kim mau merebut cucian yang di bawanya apa lagi dia bersikeras mau memcucinya sendiri  [ohmy] [ohmy] untung aja bibi kim sudah berpengalaman jadi apa yang di bawa sama Hee young .
Hee young masih meragukan [chin] [chin] persaan Hyun soo Emoticons0425  sama dia apakah hyun soo hanya menyukainya bukan mencintainya [what] [what] padahal dia sudah mulai mencintai Hyun soo
jadi pernikahannya Hee young tidak ada yang tahu di kampusnya  [what] En kyung bisa aja mengoda pengantin baru  [hmpfh] [hmpfh] sampai menanyakan apakah sudah melakukannya  [rofl] [rofl] sabar Eu kyung  [briggin] sebentar lagi giliran kamu [hmpfh]
kenapa tiba" Nyonya Bae datang kekampusnya Hee young  [what] [what]
di tunggu lanjutannya  [AddEmoticons04267]

Offline miranti

  • Newbie
  • *
  • Posts: 21
    • View Profile
 [love eyes]
Wahh pagi dah dpet srapan nasi uduk dri eon dalb

Sesuai janji mira buat comment di sini^^
Eoni mslh HS nnyain siklus haid ke HY itu knpa ya???
Bgian akhirnya msih mnegangkan::
Klu skrang HS itu dah da rsa cinta blum eonie sma HY,,
Hy dah syng bgt ya sma HS.. Tpi blum brani ungkapin kesuami.a:D
^^

iiuuu

  • Guest
akhrnya bisa jebol cm jga.. lol

sweet bgd, hyunyeong..
itu emaknye bae napa dtg2 sgala?? palingan anaknye prustasi gara2 dtggal heeyoung..
hyunsoo cepetan dikit dong jlnnya.. tuh heeyoung lgi bingung.. lol

mnrt q, heeyoung suruh nemuin bae.. kalo emang bener hee young jgn sndrian.. tgguin hyunsoo.. biar mreka bsa brg2 nemuin bae.. ntr hee young diapa apain lgi..@ini kalo gtu ya critanya... xixixixi

lah hyunsoo pake tanya2 haidnya heeyoung.. biar tau ya kalo bini uda hamil.. hmpf lol..
lanjtannya malming ya sista.. lol@dihammer sist dalbyoul
abis pnasaran mo ngapain sih itu emak bae..@sinis2 gtu mode on.. lol

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
wah hee young uda ketagihan berarti mlm tu mrk gol 2 kali dong? Apakah perkawinan mrk diam2 ampe abis nikah aja lngsng melakukan aktifitas masing2 kan harusnya mrk bln madu,kasian jg hee young dia uda jatuh cinta ma suaminya eh hyun so nya mala masi tertarik,itu nyonya bae mau apa lgi nemui hee young ampe minta tolong gitu bisa2 jd masalah lgi blm lg ntar si enjes datang kyanya konflik uda dimulai ni...author terupdate thanks ya da update next chap 3 lgi kan? Kan bng ilham uda teken kontrak buat ga ambil job dimana mana... [biggrin]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
sist byeol thx dh updet,walau sbg author terupdet yg ni termasuk melar tp g papa kn dah diupdet..klakuan hee young dchap ini bikin gw cekikin dr awal mpe akhir..sbg pengantin br kayak org linglung gtu.hyun soo jg ada2 aj ngegodainnya pake tameng miss son.kok pengantinbaru pergi kul n kerja sih gak hNimun..aku suka bgt ucapan hee yovng yg nunggu suaminya dluan angkat bcra,lalu dia akn nyusul.bener2 istri yg baik.btw chung ae bener2 kasian de lu slain ditolak hyunso skrg diff ni dia cm numpang lewat doang.wkwkwk.eng ing eng bakal ada yg ngambek krn ga2l shopping bareng.kenapa nyonya bae datang,anakx setres ya? 
[/size][/color][/b]

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Pagi2 dah dapet sarapan sok sweet dari hyun soo ama hye young :D
Sweet sweet

Hyun soo belum ngerasain cinta ama istrinya ya sist??
Kesiaan hee young
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN