Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 50267 times)

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
penasaran sama efek kedatengan Mr.Shane nanti [what] [what]

sama gw jg penasaran [hmpfh] #d [head break] sm sist.Moow [hmff]

btw,gumawo dh baca ya sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Nanad_rath02

  • Newbie
  • *
  • Posts: 55
  • Omo !!! My Mom
    • View Profile
eon,,kpn d UPDATE nih,, [biggrin]  [biggrin]  [biggrin][head break]  [head break] gra" triak" ga jlas  [hmff]  [hmff]  [hmff]

kan pnsaran apa yg akan trjdi pda Hyun Soo,,saat melhat Hee Young sma Mr Shane  [chin]  [chin]  [chin]


UPDATE  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]
UPDATE  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
gomawo buat updteannya kak dalby [lovestruck][lovestruck][lovestruck]. yeay happy banget deh liat hyun so dan hee young. makin lama makin romantissss... Gue kaget loh waktu tiba-tiba si Hee young langsung duduk dipangkuan Hyun soo terus nyium dia, Bhahaha dah ada kemajuan nihhh.. Suka [clap] [clap] Best Couple di Hati gue #ayayayayy. Apalagi Pas liat sikap Hyun soo waktu ngedamprat rekan bisnisnya. Gue ga bisa nyangkal lagi deh, kalo Hyun Soo emg bener2 cinta ma Hee Young [hmpfh][hmpfh]. Gue liat sih, si Hyun soo ngambil wawancara majalah bisnis itu buat sekalian ngumumin pernikahannya deh sama hee young. Buat jessi nd Mr.shane.. Selamat datang di Keluarga Lee. Hahaha gue tunggu ya. Update lagi, jangan lama-lama.

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
gomawo buat updteannya kak dalby [lovestruck][lovestruck][lovestruck]. yeay happy banget deh liat hyun so dan hee young. makin lama makin romantissss... Gue kaget loh waktu tiba-tiba si Hee young langsung duduk dipangkuan Hyun soo terus nyium dia, Bhahaha dah ada kemajuan nihhh.. Suka [clap] [clap] Best Couple di Hati gue #ayayayayy. Apalagi Pas liat sikap Hyun soo waktu ngedamprat rekan bisnisnya. Gue ga bisa nyangkal lagi deh, kalo Hyun Soo emg bener2 cinta ma Hee Young [hmpfh][hmpfh]. Gue liat sih, si Hyun soo ngambil wawancara majalah bisnis itu buat sekalian ngumumin pernikahannya deh sama hee young. Buat jessi nd Mr.shane.. Selamat datang di Keluarga Lee. Hahaha gue tunggu ya. Update lagi, jangan lama-lama.

gumawo dh baca,Winda [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Hyun Soo ama Hee Young emang makin romantis,sist...kn blm ada [devil2] yg gangguin [hmpfh]

yup,Hyun Soo pengen ngumumin pernikahannya lwt media...biar smua tau klo dia dh nikah [biggrin]


And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile

Chap 18

Additional Cast :

Dennis Oh as Mr.Shane

Hee Young berdiri sambil berkacak pinggang memandang spreinya yang masih teronggok di dalam keranjang, menunggu sang pemilik untuk mencucinya. Dan Hee Young merasa saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya…dia tidak mungkin membiarkan cucian itu menumpuk lebih lama lagi kan?

Begitu bibi Kim pulang, Hee Young langsung bergegas mengganti pakaiannya dengan ‘kostum’ yang lebih tepat untuk dipakai mencuci…sebuah tank top dan celana super pendek sepaha. Hee Young merasa tidak khawatir Hyun Soo akan memergokinya dengan pakaian itu, sebab ketika Hee Young akan pulang dari kunjungannya ke LGG Tower tadi siang, Hyun Soo berkata kalau dirinya akan pulang agak malam dikarenakan harus mengunjungi proyek LGG.

Oleh karena itulah, Hee Young merasa akan aman dari ‘gangguan’ Hyun Soo selama dia mencuci nanti…Hee Young tahu kalau Hyun Soo tidak akan membiarkannya begitu saja, bila suaminya itu melihat dirinya berpakaian super sexy seperti ini. Hyun Soo pasti akan melancarkan serangannya, dan Hee Young pasti akan begitu saja luluh di bawah pesonanya, lalu akibatnya sprei ini akan menjadi ‘korban’ untuk kesekian kalinya…tidak dicuci karena sang pemilik sekali lagi menelantarkannya demi urusan pribadi mereka. Memikirkan tentang hal itu saja, Hee Young sudah merasa kedua pipinya panas dan gairahnya muncul ke permukaan.

“Hee Young-a…fokus! Cucian ini menantikan uluran tanganmu…jangan ditunda lagi, kasihan dia! Fokus, Hee Young-a…jangan memikirkan tentang Hyun Soo-ssi lagi! Pikirkan tentang cucian ini!” tegur Hee Young pada dirinya sendiri saat benaknya mulai terbayang-bayang keperkasaan Hyun Soo.

“Ok…pintu depan sudah kukunci. Sekarang waktunya untuk bekerja!”

Dalam sebuah baskom besar yang sudah diisi air dan deterjen, Hee Young memasukkan cuciannya. Sebenarnya dia bisa saja langsung mencuci sprei itu di mesin cuci, tapi Hee Young merasa kalau nodanya mungkin tidak akan bisa dibersihkan secara sempurna bila mengandalkan mesin…dia harus turun tangan sendiri.

Namun masalahnya sekarang adalah Hee Young tidak pernah mencuci sebelumnya. Saat belum menikah dulu, bibi Ma tidak pernah membiarkannya mendekati cucian kotor (kecuali pakaian dalamnya sendiri, tentu saja…ommanya akan marah bila Hee Young tidak mencucinya sendiri), sehingga Hee Young tidak memiliki pengalaman apapun juga dengan jenis cucian yang lebih besar dari pakaian dalamnya. Dan sekarang yang dihadapinya adalah sebuah sprei yang ukurannya jauh lebih besar dan lebar…Hee Young menatap rendaman sprei itu dengan pandangan nelangsa.

“Apa yang harus kulakukan terhadapmu?” tanya Hee Young sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal…rambutnya yang dikuncir dua jadi sedikit berantakan akibat garukan itu.

“Apakah aku harus menelpon bibi Ma atau bibi Kim saja? Tapi, kalau aku menelpon bibi Ma, dia pasti akan berpikir kalau Hyun Soo-ssi membiarkan aku mengerjakan pekerjaan berat, bibi Ma kan selalu bilang kalau mencuci adalah pekerjaan yang cukup berat…lagipula bagaimana cara aku menjelaskan padanya? Aku kan malu. Ah, lebih baik menelpon bibi Kim saja…walaupun aku malu, tapi bibi Kim tahu alasan aku memilih untuk mencucinya sendiri. Ya, bibi Kim jauh lebih mengerti” ujar Hee Young pada dirinya sendiri…dan langsung dia bergegas ke ruang tamu untuk menelpon bibi Kim.

Pembicaraan dengan bibi Kim tentu saja tidak berlangsung mudah, Hee Young harus menahan rasa malunya demi mendapatkan petunjuk yang diinginkannya…dan bibi Kim sepertinya juga menahan tawa gelinya ketika menjelaskan tentang cara menghilangkan noda di sprei itu, membuat pipi Hee Young semakin terasa panas saking malunya. Untunglah pembicaraan itu hanya berlangsung tidak lebih dari 3 menit, setelah mengucapkan rasa terima kasihnya, Hee Young bergegas kembali ke ruang cuci…dan tentu saja dia harus mempersiapkan diri menerima senyuman geli dari bibi Kim besok.

Di ruang cuci, Hee Young langsung menambahkan deterjen di bagian-bagian yang terkena noda (sambil menahan malu, melihat ‘bukti’ perbuatannya dan Hyun Soo malam itu) dan kemudian merendam cucian itu kembali…selesai dengan pekerjaannya, Hee Young berdiri lagi sambil menarik nafas lega,

“Aku bisa melakukan hal yang lainnya dulu, karena bibi Kim bilang untuk merendamnya butuh waktu sekitar satu jam”

Tapi kenyataannya, Hee Young tidak bisa melakukan apapun juga saat dia menunggu rendaman cuciannya…membaca buku atau menonton TV dilakukannya dengan tidak berkonsentrasi. Akhirnya Hee Young memutuskan untuk kembali ke ruang cuci.

Disana Hee Young langsung berjongkok dan mengangkat cucian itu hati-hati…bibi Kim benar, walaupun belum satu jam tapi noda yang diberinya deterjen tadi sudah mulai menghilang, Hee Young tersenyum senang melihatnya,

“Ah, tidak usah menunggu satu jam…aku cuci saja sekarang. Apa kata bibi Kim tadi? Dikucek dengan tangan sama seperti ketika mencuci pakaian dalam? Ah, tentu saja begitu…aku bodoh sekali, sampai-sampai berfikir cara mencuci sprei berbeda dengan cara mencuci pakaian dalamku sendiri”
 
Dan dengan hati-hati Hee Young mengucek semua noda yang ada di spreinya…satu persatu noda itu menghilang, Hee Young gembira melihatnya. Tapi belum lagi lama dia duduk, Hee Young sudah merasakan dirinya penat, seketika dia berdiri untuk meluruskan bagian tubuhnya yang terasa lelah. Setelah berdiri beberapa detik, sebuah senyuman licik muncul di bibirnya,

“Lebih baik aku mencucinya pakai kaki saja…bukankah di drama-drama yang ditonton oleh bibi Ma, para pemainnya melakukan hal itu ketika ada adegan mencuci? Aku juga ingin mencoba…siapa tahu bersihnya sama dengan ketika mencuci pakai tangan”

Tanpa pikir panjang lagi Hee Young melepas sandal rumahnya dan langsung ‘terjun’ ke baskom besar itu dan mendapati dirinya merasa senang dengan cara mencuci terbarunya itu.



<<<>>>

Sementara Hee Young mencuci, Hyun Soo sudah kembali dari kantor. Begitu Hyun Soo membuka pintu rumah, sebuah suara merdu menyambut telinganya…suara Hee Young sedang bernyanyi. Hyun Soo tersenyum senang mendengar suara istrinya. Setelah menaruh tas kerjanya di atas sofa, Hyun Soo berjalan menuju arah sumber suara itu berasal.

‘ruang cuci? apa yang dilakukannya di ruang cuci? jangan-jangan…nyonya muda Lee, apakah kau sedang mencuci tanpa menungguku?’ pikir Hyun Soo geli sepanjang perjalanannya menuju ke tempat Hee Young berada.

Sesampainya Hyun Soo di ambang pintu ruang cuci, dirinya harus menahan nafas ketika melihat penampilan Hee Young yang sedang membelakangi dirinya. Tubuh mungil Hee Young dibalut oleh tank top ketat dan sebuah celana super pendek yang memperlihatkan hampir seluruh bagian paha dan betis indahnya. Hyun Soo meneguk ludah, tangan kanannya langsung membuka kancing kemeja dan melonggarkan dasinya dengan cepat. Hyun Soo juga membuka sepatu dan kaus kakinya serta menggulung celana panjangnya ke atas…Hee Young sudah membangkitkan gairahnya kembali.

Dengan perlahan Hyun Soo beranjak mendekati istrinya yang sepertinya tidak sadar kalau ada orang lain hadir di ruang cuci itu. Hee Young masih sibuk menikmati lagu gembira yang dinyanyikannya sambil menari riang di dalam baskom yang berisi banyak sekali busa. Hyun Soo semakin terpancing dengan gerak tubuh lincah itu, tapi disaat bersamaan Hyun Soo juga merasa khawatir Hee Young akan jatuh akibat kelincahannya tersebut.

“Hati-hati jatuh, jagi-ya” bisik Hyun Soo pelan sambil ikut masuk ke dalam baskom, kedua tangannya sigap memegang pinggang Hee Young yang mulai oleng akibat terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba.

“Hyun Soo-ssi…” ucap Hee Young tidak percaya ketika menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang sudah mengganggu kesenangannya, “Apa yang kau lakukan disini? Kau kan harusnya pulang malam”

Hyun Soo tersenyum geli melihat keterkejutan Hee Young itu, dengan gerakan lembut kedua tangannya membelai pinggang ramping Hee Young sehingga membuat Hee Young menggeliat kegelian…tentu saja kedua pipinya sudah dihiasi rona merah akibat merasa malu.

“Aku yang seharusnya bertanya…apa yang kau lakukan disini dengan pakaian seperti ini? Ingin mencuci tanpa aku, nyonya muda Lee? Jangan harap aku membiarkanmu melakukannya sendiri” bisik Hyun Soo nakal di telinga kanan Hee Young.

Hee Young ingin menjawab, tapi terlambat. Hyun Soo sudah terlebih dahulu melancarkan serangannya…kepalanya ditundukkan untuk melumat bibir Hee Young yang setengah terbuka. Hee Young tersentak kaget, tapi Hyun Soo tidak membiarkannya kaget untuk waktu yang lama…karena berkat bujukan bibir dan lidahnya, Hee Young ikut larut dalam ciumannya. Dengan hati-hati Hyun Soo memutar tubuh Hee Young agar menghadap tubuhnya tanpa memutuskan ciumannya, Hee Young mengeluarkan suara rintihan pelan ketika Hyun Soo melakukan hal itu.

Dengan cepat Hyun Soo memutuskan ciumannya, dengan ekspresi cemas ditatapnya wajah Hee Young yang sedikit terkejut akibat lepasnya ciuman bibir Hyun Soo dari bibirnya,

“Jagi-ya…kwenchana? Apa yang sakit? Apakah aku sudah menyakitimu?” tanya Hyun Soo cemas sambil memegang kedua pipi Hee Young yang masih semerah tomat.

Hee Young tersenyum malu, “Kwenchana…aku hanya merasa sedikit nyeri ketika kau membalik tubuhku tadi”

“Nyeri? Bagian yang mana yang nyeri, jagi? Mianhae, aku tidak bermaksud membuatmu sakit…mianhae, jagi-ya”

Senyuman Hee Young makin dalam, bibir bawahnya digigit melihat kecemasan Hyun Soo pada dirinya…spontan Hee Young merasa amat bahagia diperlakukan seperti itu,

“Kalau kau merasa bersalah…maka sebagai hukumannya kau harus mencium aku lagi” sahut Hee Young malu-malu, tapi tatapannya nakal menembus kedua mata Hyun Soo.

Melihat istrinya menjadi agresif, Hyun Soo merasa tenang kembali…bibirnya ikut menyunggingkan senyuman nakal mendengar permintaan Hee Young tersebut,

“Kalau itu yang anda inginkan, nyonya muda Lee…saya akan melaksanakannya dengan senang hati”

Hee Young tertawa geli medengar jawaban Hyun Soo tadi, tapi tawanya langsung menghilang digantikan desahan nikmat ketika bibir Hyun Soo kembali melumat bibir mungilnya.

Tangan Hyun Soo juga sudah mulai merajalela ke bagian-bagian tubuh sensitif istrinya, membuat Hee Young merasa lemas dan harus memegang pundak suaminya itu dengan kuat.

“Hyun Soo-ssi…” ucap Hee Young pelan ketika bibir Hyun Soo berpindah ke leher jenjangnya, “Aku…aku sudah tidak…kuat lagi”

Hyun Soo tersenyum di leher Hee Young, “Kau ingin aku membawamu sekarang?”

Hee Young mengangguk, “Tapi tidak disini…aku tidak…mau disini”

Hyun Soo melepaskan ciumannnya di leher Hee Young, ditatapnya wajah sang istri dengan gairah di kedua matanya,

“Apapun yang kau inginkan, jagi…aku akan memenuhinya”

Hee Young tersenyum manis mendengar kata-kata lembut itu. Dirinya pasrah ketika Hyun Soo membopongnya di dalam pelukan…mereka tidak peduli lagi dengan banyaknya busa yang tumpah ke lantai. Dengan hati-hati Hyun Soo berusaha keluar dari baskom itu tanpa terjatuh sambil membawa tubuh Hee Young di pelukannya. Tapi usahanya hampir saja gagal, Hee Young tertawa geli ketika Hyun Soo hampir terpeleset busa yang diinjaknya di lantai…Hyun Soo ikut tertawa bersamanya,

“Kau harus menerima hukuman karena sudah berani menertawakan suamimu sendiri, nyonya muda Lee”

Kedua pipi Hee Young merona merah mendengar kata-kata yang diucapkan dengan nada nakal itu, tapi walaupun begitu bibirnya tetap menyahut,

“Aku pasrah menerima hukuman darimu, tuan muda Lee”

Senyuman bahagia terkembang di bibir keduanya ketika Hyun Soo dengan hati-hati membopong tubuh Hee Young menuju ke kamar tidur mereka.



<<<>>>

Waktu belum lagi menunjukkan pukul 9 malam ketika Hyun Soo membuka kedua matanya. Dari jendela besar kamar tidurnya, Hyun Soo dapat melihat kalau hari sudah gelap…bibirnya menyunggingkan senyuman ketika menyadari kalau dia dan Hee Young lupa untuk menutup tirai jendela itu. Mereka berdua sudah dimabuk asmara sehingga tidak lagi mempersoalkan apakah tirai jendela mereka sudah tertutup atau belum. Yang mereka sadari adalah mereka sangat saling membutuhkan satu sama lain, dan tidak ada yang lebih penting daripada hal itu.

Hyun Soo menatap ke sebelah kirinya, Hee Young masih tertidur dengan pulas di lengannya…

’dia pasti sangat kelelahan’ pikir Hyun Soo sambil mengecup lembut kening istrinya itu.

Hyun Soo kembali menatap wajah Hee Young, kebahagiaan membuncah di hatinya. Siapa sangka dia bisa menikmati kehidupan berumah tangga dengan gadis semuda ini?

Dulu Hyun Soo merasa kalau dirinya tidak akan bisa bahagia lagi, tidak akan bisa mengecap manisnya cinta lagi…sampai akhirnya dia bertemu dengan Hee Young. Si pemilik wajah cantik seperti peri dan sepasang betis indah ini sudah membuatnya berhasil menemukan cinta kembali…walaupun di awal-awal pertemuan mereka, Hyun Soo hanya merasa tertarik pada gadis manis ini.

Tapi sekarang lihatlah apa yang terjadi, Hyun Soo merasa kalau dirinya bisa gila bila tidak melihat wajah cantik Hee Young, bila tidak mendengar suara dan tawa renyahnya, bila tidak menyentuh kulit mulus pualamnya…bahkan Hyun Soo merasa kerinduan yang sangat menyiksa bila harus berjauhan dengan Hee Young, walaupun hanya untuk beberapa jam saja. Dan hal itu sudah dijalaninya selama dua hari pernikahan mereka kini.

Di kantor dia berusaha bersikap professional, mengedepankan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadinya. Dia berusaha untuk tidak menghubungi Hee Young, karena bila sekali saja Hyun Soo mendengar suaranya, yang ingin dilakukannya adalah segera pulang dan tidak ingin meninggalkan istrinya lagi.

Tapi hari ini Hee Young sendiri yang menghampirinya dengan datang berkunjung ke kantornya. Hyun Soo terkejut ketika melihat kehadirannya, hatinya terasa melonjak bahagia…namun kecemburuan menghilangkan kebahagiaan itu. Melihat Hee Young berdiri dekat dengan pria lain saja sudah membuat darahnya mendidih…apalagi ketika melihat raut wajah marah istrinya saat dia dipermainkan. Walaupun Moon Dak Ho adalah rekan bisnisnya tapi Hyun Soo tidak akan membiarkannya bebas berkeliaran bila pria itu sampai berani menyentuhkan ujung jarinya ke kulit Hee Young.

Hyun Soo sadar kalau sikap Moon Dak Ho kepada Hee Young adalah karena kesalahannya. Bila mereka melangsungkan pernikahan dengan acara yang besar dan meriah, Hee Young akan dikenal masyarakat sebagai istrinya…dan tidak ada satupun pria yang akan berani untuk mengganggu Hee Young lagi. Hyun Soo bertekad untuk menebus kesalahan itu, dia harus mengumumkan status barunya dan juga status baru Hee Young.

Kebetulan sebuah majalah bisnis terbesar di Korea Selatan menginginkannya untuk menjadi cover majalah mereka…berbulan-bulan mereka membujuk, tapi Hyun Soo tidak pernah mengindahkannya. Dia bukan selebritis, jadi Hyun Soo merasa tidak perlu untuk meladeni permintaan mereka. Dirinya memang sering masuk ke tabloid gosip ataupun situs internet, tapi semua itu terjadi saat dirinya mengencani beberapa wanita yang berprofesi sebagai model ataupun pelaku industri hiburan Korea…karena hubungan itulah dia menjadi bulan-bulanan publik. Tapi tidak sekalipun Hyun Soo pernah meladeni permintaan wawancara karena dia merasa dirinya bukan selebritis.

Tapi kini semua itu harus dijalaninya demi Hee Young. Hyun Soo merasa cara itu akan efektif untuk mengumumkan pernikahannya…setidaknya para wartawan yang lain akan menaruh hal itu di tabloid mereka, karena yang akan dicetak oleh majalah itu adalah pernyataan resmi darinya. Bila hal itu terjadi, seluruh Korea Selatan akan mengetahui kalau pria yang mereka juluki sebagai playboy ini sudah menemukan tambatan hati dan bukan pria single lagi. Dan semua itu rela dilakoninya demi rasa cinta yang dirasakannya untuk Hee Young, gadis yang menjadi pelabuhan terakhir hatinya.

Ya, Hyun Soo merasa benar-benar telah jatuh cinta sepenuhnya pada Hee Young, pada jiwa dan raga istrinya itu…dia tidak peduli apakah Hee Young sekarang sudah merasakan hal yang sama dengannya, paling tidak Hee Young dapat merasakan perhatian tulusnya adalah buah dari rasa cinta yang ada di dalam hatinya. Dan akhirnya Hee Young pun akan balas mencintainya. Kalaupun Hee Young belum merasakannya, Hyun Soo berharap perasaan itu akan tumbuh seiring waktu perjalanan rumah tangga mereka…sedikit demi sedikit.

Gerakan tubuh Hee Young disebelahnya membuat Hyun Soo melepaskan lamunannya. Senyumnya terkembang ketika kedua mata Hee Young membuka,

“Selamat malam, istri cantikku”

Hee Young balas tersenyum manis mendengar kata-kata lembut itu, kedua matanya mengerjab dengan indah ketika dia mengalihkan tatapannya ke jendela yang terbuka,

“Apakah ini sudah tengah malam?” tanya Hee Young saat pandangannya kembali pada Hyun Soo.

“Belum”

“Jam berapa sekarang?”

“5 menit lagi jam 9”

“Aku lapar” ucap Hee Young pelan tapi manja, Hyun Soo tersenyum melihat raut wajahnya.

“Kau lapar, jagi? Ingin aku ambilkan makanan?” tawar Hyun Soo sambil membelai pipi kiri Hee Young.

Hee Young menggeleng, “Aku mau makan mie ramen di dekat rumahku”

Hyun Soo menatapnya kaget, “Sekarang?”

Hee Young mengangguk, “Ne, sekarang. Kita makan disana, Hyun Soo-ssi. Bawa aku kesana”

Hyun Soo tersenyum, “Tapi mungkin mereka sudah tutup, jagi”

“Anhi, mereka belum tutup. Kedai itu buka sampai tengah malam. Bawa aku kesana ya?”

Hyun Soo tersenyum lagi, puncak kepala Hee Young dibelainya dengan lembut, “Baiklah. Tapi aku mandi dulu ya?”

Hee Young mengangguk, “Aku juga harus membersihkan diri”

“Bagaimana kalau kita mandi bersama?” tawar Hyun Soo dengan nada nakal.

Hee Young menggeleng malu, “Aku tidak mau…waktu mandiku akan jadi lebih lama bila harus mandi bersamamu. Bisa-bisa kita tidak jadi pergi ke kedai ramen”

Hyun Soo tersenyum geli, “Baiklah, aku akan mandi di kamar mandi tamu, jadi kau bisa menggunakan kamar mandi kita sepuasmu tanpa gangguan dariku”

Hee Young mengangguk setuju. Ekspresi wajahnya begitu manis sehingga membuat Hyun Soo tidak bisa menahan tangannya untuk tidak mengelus puncak kepala istrinya yang mungil itu.

Sebelum turun dari tempat tidur, Hyun Soo mengecup lembut sekali lagi kening Hee Young yang langsung menutup kedua matanya untuk menikmati sensasi bibir Hyun Soo di keningnya.

Dengan gerakan santai Hyun Soo mengambil celana panjangnya yang terserak di lantai, Hee Young memperhatikan dengan pipi merona malu ketika Hyun Soo memakainya…tapi kedua matanya tetap tidak beranjak dari tubuh atletis suaminya. Dan ketika Hyun Soo selesai dan berjalan ke sisi tempat tidurnya, hati Hee Young terasa melambung bahagia…pria tampan ini, yang sekarang sedang mendekatinya dengan tatapan lembut di kedua matanya adalah miliknya, milik Goo Hee Young seorang. Dan Hee Young berharap hanya dirinyalah yang ada di hati pria itu untuk selamanya.

“Tunggu aku, jagi…aku tidak akan lama”

Suara Hyun Soo meleburkan imajinasi Hee Young, wajah Hyun Soo kini hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya. Hee Young mengangguk pelan, dan sebelum Hyun Soo beranjak dari sisinya, Hee Young menyempatkan diri untuk mengecup bibir suaminya…sebuah kecupan lembut yang membuat Hyun Soo tersenyum bahagia.

Begitu Hyun Soo keluar dan menutup pintu kamar tidur mereka, Hee Young meraih bantal Hyun Soo untuk dicium dan dipeluknya, wangi maskulin Hyun Soo masih menempel di bantal itu. Untuk kesekian kalinya Hyun Soo berhasil membuatnya mengecap kebahagiaan, mengecap kepuasan dalam kehidupan rumah tangga mereka…sebuah senyuman muncul di bibir Hee Young, kedua matanya menutup rapat…bibirnya berbisik pelan,

“Omma…appa…aku sangat bahagia. Kalian dapat merasakan kebahagianku kan? Aku benar-benar mencintainya…aku tidak ingin terpisah darinya. Aku tidak tahu apakah dia juga sudah merasakan cinta untukku atau belum…tapi walaupun dia belum merasakannya, aku berharap cinta itu akan tumbuh sedikit demi sedikit dihatinya hanya untukku. Aku bolehkan berharap seperti itu,omma…appa…?”

Dan sebulir airmata mengalir jatuh ke pipi kanannya ketika kedua matanya kembali membuka. Sekali lagi Hee Young mencium lembut bantal milik Hyun Soo…

“Saranghaeyo, Hyun Soo-ssi…saranghaeyo, yeobo…” bisiknya perlahan.



_________

Suasana kedai masih cukup ramai saat Hyun Soo dan Hee Young menginjakkan kaki mereka ke tempat itu. Beberapa orang pria paruh baya tampak sedang menikmati makanan serta berbincang-bincang…dari pakaiannya, dapat ditebak kalau mereka adalah para supir bis yang baru saja selesai menjalankan tugasnya. Hyun Soo yang baru pertama kali datang ke tempat itu merasa senang dengan keadaan kedai yang bersih dan nyaman.

“Kelihatannya malam ini banyak sekali yang ingin makan mie ramen disini selain dirimu, jagi” bisik Hyun Soo pada Hee Young yang berdiri di samping kirinya.

Hee Young tersenyum geli, “Daripada kau sibuk membicarakan minat makan orang lain, lebih baik kau cepat cari tempat duduk untuk kita…aku sudah kelaparan, nih”

Hyun Soo balas tersenyum, dengan gemas diacaknya puncak kepala Hee Young, “Baik, nyonya muda Lee…” kedua matanya yang tajam menyisir ruangan kedai itu, dan tak berapa lama kemudian, “Jagi, ayo ikut aku”

Hee Young terpana sesaat mendengar perkataan Hyun Soo, tapi dia tidak membantah ketika suaminya itu menggandeng tangannya dan mengajaknya untuk mendatangi tempat duduk yang telah dipilih oleh Hyun Soo. Selama perjalanan mereka menuju ke tempat itu, beberapa pasang mata milik para ahjussi disana ikut mengiringi langkah kaki mereka...namun mereka tidak ambil berat dengan kedatangan pasangan muda itu, dan mulai menikmati makanan mereka lagi.

Begitu Hyun Soo dan Hee Young sampai di tempat yang mereka tuju dan duduk disana dengan nyaman, seorang wanita tua datang menghampiri mereka dengan tergesa-gesa…ditangannya terselip daftar menu dan diwajahnya tergambar rasa penasaran. Saking tergesa-gesanya wanita itu, sampai-sampai dia hampir saja terjatuh akibat bersenggolan dengan meja di dekat meja Hyun Soo dan Hee Young.

“Bibi Jang, hati-hati!” seru Hee Young sambil berdiri untuk membantu wanita itu menegakkan kembali tubuh tuanya yang agak gemuk.

Wanita yang dipanggil dengan sebutan bibi Jang oleh Hee Young itu terkekeh pelan, wajahnya yang ramah menjadi berseri-seri ketika melihat Hee Young,

“Hee Young-a…sudah lama kau tidak kemari, nak…kurang lebih satu bulan. Kemana saja kau? Tadi bibi hampir tidak percaya kalau kau yang masuk dari pintu itu…tapi ternyata mata tua bibi tidak salah, ini benar-benar dirimu. Apa kabar, nak? Kau baik-baik saja kan?”

Hee Young tersenyum manis mendengar kata-kata bibi Jang yang mengalir deras kepadanya, “Seperti yang bibi lihat, aku baik-baik saja”

Bibi Jang balas tersenyum, sebentar kemudian kedua matanya menatap Hyun Soo yang sedari tadi memperhatikan interaksinya dan Hee Young dengan senyuman senang,

“Dia siapa, Hee Young-a?”

Belum sempat Hee Young menjawab, Hyun Soo sudah berdiri dari bangkunya. Dengan sopan dia memperkenalkan dirinya,

“Annyong hasaeyo, bibi Jang. Perkenalkan nama saya Lee Hyun Soo…saya suami Hee Young”

Bibi Jang terbelalak mendengar kata-kata Hyun Soo…tatapannya seketika beralih kepada Hee Young kembali, “Benarkah dia suamimu, Hee Young-a?”

Hee Young mengangguk sambil tersenyum malu, “Ne, bibi Jang. Dia suami saya”

“Sejak kapan kau menikah, nak?”

Kali ini Hyun Soo kembali yang menjawab, “Kami menikah dua hari yang lalu, bibi Jang. Maafkan bila Hee Young tidak mengundang anda ke pernikahan kami…itu karena acaranya hanya berlangsung sederhana di kediaman orangtua saya…yang hadir juga hanya keluarga dan teman-teman dekat kami saja, bi. Jadi sekali lagi maafkan bila kami tidak mengundang anda ke pernikahan kami”

Bibi Jang terpana melihat sikap sopan Hyun Soo kepadanya, bibir tuanya menyunggingkan senyuman ramah, “Ah, tidak apa-apa, nak…siapa tadi namamu?”

Hyun Soo tersenyum, “Lee Hyun Soo, bibi Jang”

“Oh ya, nak Hyun Soo…bolehkan aku memanggilmu seperti itu?”

“Tentu saja boleh, bibi Jang”

“Aigoo, kau tampan sekali…sudah wajahnya tampan, dia juga sangat sopan sekali. Kau beruntung mendapatkannya, Hee Young-a”

Hee Young hanya bisa tersenyum malu, sementara Hyun Soo tersenyum senang mendengar pujian bibi Jang kepada dirinya...

“Kau juga sangat beruntung mendapatkan Hee Young, nak Hyun Soo. Dia gadis yang sangat manis”

“Anda benar sekali, bibi Jang…saya sangat beruntung” sahut Hyun Soo sambil menatap Hee Young dengan lembut.
Kedua pipi Hee Young mulai dijalari oleh warna merah akibat kata-kata Hyun Soo tadi.

Bibi Jang yang melihat adegan itu kembali terkekeh pelan, “Ah, kalian pasangan yang sangat serasi. Sekarang duduklah dulu…Hee Young-a, kau pasti lelah berdiri terus…kau juga, nak Hyun Soo. Aigoo, kau tinggi sekali!”

Hyun Soo dan Hee Young sama-sama tersenyum geli melihat cara bibi Jang terpesona pada tinggi badan Hyun Soo…wanita tua itu sampai harus mendongakkan kepalanya ketika harus melihat wajah Hyun Soo.

Setelah Hyun Soo dan Hee Young duduk, bibi Jang langsung menyerahkan daftar menu ke tangan mereka berdua, “Pesanlah apa yang ingin kalian makan…gratis. Hadiah pernikahan dariku dan keluargaku”

Hee Young dan Hyun Soo saling melempar pandangan dan tersenyum senang…kemudian secara bersamaan mereka mengalihkan tatapan mereka ke bibi Jang, dan kompak mengucapkan “Kamsahamnida” kepada wanita tua itu.

“Aigoo…bahkan bicarapun kalian bisa kompak seperti itu…benar-benar pasangan yang serasi. Seperti aku dan suamiku saja”

Hyun Soo dan Hee Young tidak bisa menyembunyikan senyuman geli mereka…keduanya merasa bahagia bibi Jang memuji kebersamaan mereka.

“Kau ingin makan apa, jagi?” tanya Hyun Soo…bibirnya masih tersenyum.

“Mie ramen pedas…kalau kau?”

“Aku sama dengan dirimu”

Bibi Jang bertepuk tangan dengan riang melihat percakapan kecil itu, para ahjussi yang ada di kedai itu sampai harus menengok ke meja Hyun Soo dan Hee Young akibat ‘ulahnya’ tersebut.

“Bibi Jang…jangan seperti itu” pinta Hee Young malu.

Bibi Jang tersenyum senang, tangan kanannya menepuk-nepuk dadanya dengan pelan,

“Ah, aku sangat senang melihat kalian berdua” ujarnya riang sambil mengambil kembali daftar menu yang diserahkan kembali oleh Hyun Soo, “Tunggulah disini, pasangan pengantin baru…pesanan kalian akan segera datang”

Hyun Soo tergelak geli dan Hee Young hanya bisa menahan rasa malunya dengan perkataan bibi Jang tadi…untung saja para pengunjung yang lain kembali sibuk dengan makanan mereka…kalau tidak mereka akan jadi perhatian terus sepanjang kunjungan mereka di kedai itu.



_________

“Ah…kenyang”

Hyun Soo tersenyum simpul ketika dia melirik Hee Young yang bersandar santai di sebelah kanannya. Keduanya sekarang berada dalam perjalanan pulang setelah menikmati mie ramen di kedai favorit Hee Young. Walaupun sudah tengah malam, tapi jalanan kota Seoul masih ramai…karena itulah Hyun Soo tetap waspada menyetir sambil sesekali memperhatikan ulah istri cantiknya.

“Kau puas, jagi?” tanya Hyun Soo sambil terus memperhatikan jalanan.

Hee Young mengangguk senang, walaupun Hyun Soo tidak melihat gerakan itu,

“Perutku sampai sedikit membuncit” jawab Hee Young geli sambil mengelus perut ratanya.

Hyun Soo melihat sebentar perut Hee Young yang katanya ‘sedikit membuncit’, sebuah senyuman jahil muncul di bibirnya,

“Perutmu masih rata, jagi...perut itu hanya akan membuncit bila kau sudah mengandung anak kita”

Hee Young yang masih santai, seketika terkejut mendengar perkataan Hyun Soo itu. Dengan cepat ditolehkannya kepalanya untuk melihat pemandangan di luar...dia ingin menyembunyikan rasa malunya dari Hyun Soo.

“Mengapa diam, jagi? Apakah kau malu?” goda Hyun Soo sambil terus menyetir.

Hee Young mengalihkan perhatiannya pada Hyun Soo, “Aku tidak malu”

Hyun Soo melirik paras istrinya itu sebentar, “Lalu mengapa pipimu memerah?”

“Merah? Pipiku merah?...” tanya Hee Young sambil memegang kedua pipinya, “Ah, mungkin pengaruh rasa pedas tadi belum hilang…makanya pipiku memerah”

Hyun Soo tersenyum geli mendengar jawaban Hee Young, dia senang sekali membuat Hee Young tersipu malu…dan kini kesenangannya bertambah karena Hee Young sudah mulai bisa mengelak dari godaannya.

“Oh…pipimu memerah karena kepedasan ya?”

Hee Young yang tahu benar kalau Hyun Soo sedang menggodanya, hanya bisa mengangguk…tidak ada gunanya menjawab, bisa-bisa Hyun Soo akan memanfaatkan setiap perkatannya menjadi sarana untuk lebih gencar menggoda dirinya.

“Besok aku mau menemani bibi Kim ke pasar lagi”

Hyun Soo yang masih asyik tersenyum geli, jadi agak kaget mendengar Hee Young memutar arah pembicaraan ke arah lain. Tapi mendengar kata ‘pasar’ disebut oleh istrinya itu, Hyun Soo mau tidak mau harus mengikuti arah pembicaraan Hee Young.

“Ke pasar? Untuk apa lagi ke pasar? Bukankah kalian baru saja kesana tadi pagi?”

“Kami harus membeli persiapan makan malam untuk esok malam. Kebetulan aku tidak ada kuliah lagi besok, jadi aku pikir aku dan bibi Kim bisa berbelanja lagi”

Hyun Soo melirik Hee Young sebentar…pemikiran akan ke pasar lagi sepertinya membuat Hee Young kembali santai...Hyun Soo tersenyum, dia tidak ingin menggoda Hee Young lagi, nanti dia sendiri yang rugi kalau Hee Young sampai ngambek.

“Baiklah, kau boleh ke pasar…tapi dengan pak Yin ya, jangan coba-coba merayu bibi Kim untuk naik bis”

Hee Young memonyongkan bibir mungilnya mendengar kata-kata Hyun Soo itu, “Arasso”

Hyun Soo tersenyum, “Istriku memang pintar sekali”

“Aku merasa seperti anak kecil bila kau terus menerus menyebutku pintar” keluh Hee Young tiba-tiba.
Hyun Soo menaikkan kedua alisnya dengan takjub, senyumannya makin dalam…sambil terus memperhatikan jalanan, dia menyahut,

“Mianhae, istri cantikku”

Hee Young mengangguk kecil,

“Tidak apa-apa” sahutnya penuh wibawa…membuat Hyun Soo tersenyum geli dan semakin merasa gemas terhadapnya.



_________

Hee Young berdiri di dalam ruang cuci dengan wajah muram…cuciannya semalam masih berada di dalam baskom rendaman, tidak tersentuh sama sekali akibat ulah Hyun Soo. Hee Young menarik nafas…dia menyesal telah meninggalkan cuciannya untuk kesekian kali.

Semalam sepulang dari kedai mie ramen, Hyun Soo mulai berulah lagi…dan seperti biasa Hee Young selalu saja bisa diluluhkannya dengan mudah. Tadi pagi ketika Hee Young ingin pergi ke ruang cuci, Hyun Soo merayu agar Hee Young mengantarkannya ke pintu depan…padahal Hee Young sudah menemaninya sarapan, tapi itu sepertinya belum cukup untuk seorang Lee Hyun Soo.

Di pintu depan dia mulai merayu lagi agar Hee Young memberinya ciuman…’untuk penambah semangat’ demikian alasan Hyun Soo. Mau tak mau Hee Young mengabulkannya, dan seperti yang sudah diduga oleh Hee Young, Hyun Soo menjadikan ciuman itu menjadi ciuman yang lama dan panas, sehingga mereka harus merapikan pakaian Hyun Soo yang agak berantakan akibat ulah mereka sendiri…untung saja bibi Kim belum datang...kalau tidak, wanita tua itu akan terkejut melihat kelakuan tuan dan nyonya mudanya ketika dia membuka pintu.

Dan kini setelah Hyun Soo pergi ke kantor, Hee Young termangu sendirian di depan cuciannya…memandangi cucian itu dengan tatapan muram,

“Mianhae, cucian…aku meninggalkanmu lagi”

“Meninggalkan apa, nyonya muda?”

Suara bibi Kim di belakangnya membuat Hee Young terlonjak,

“Bibi Kim…bibi sudah datang” ujarnya dengan kikuk.

Bibi Kim ikut masuk dan melihat apa yang dari tadi diperhatikan oleh Hee Young…bibir tuanya tersenyum geli menatap cucian yang masih teronggok di dalam baskom rendaman.

“Saya saja yang mencucinya, nyonya muda”

“Tidak usah…tidak usah, bibi Kim…biar saya saja”

Bibi Kim semakin geli melihat kesigapan Hee Young menolak bantuannya, “Tidak apa-apa, nyonya muda…saya yakin cucian itu sudah aman untuk saya pegang. Kalau dilihat dari keadaannya, saya yakin kalau cucian itu direndam semalaman dan bukan sejam…saya benarkan, nyonya muda?”

Kedua pipi Hee Young otomatis bersemu merah mendengar kata-kata bibi Kim itu…apalagi setelah melihat raut wajah bibi Kim yang kelihatannya senang ketika mengucapkannya, Hee Young bertambah malu karenanya.

“Itu…itu…karena saya tidak ingat sudah merendamnya, bibi Kim” sahut Hee Young beralasan.

Bibi Kim mengangguk…dia adalah seorang wanita yang sudah menikah lebih dari 30 tahun, jadi dia bisa tahu kalau Hee Young sedang berbohong tentang alasannya…tapi bibi Kim tidak ingin membantah, biarlah itu menjadi konsumsi pribadi tuan dan nyonya mudanya…hatinya sudah sangat bahagia bila melihat pasangan pengantin baru itu bahagia…jadi alasan apapun yang akan dilontarkan Hee Young tidak akan jadi masalah baginya.

“Jadi biar saya saja yang mencucinya, nyonya muda?”

“Saya saja, bibi Kim”

“Kalau begitu saya akan membantu nyonya”

Hee Young tersenyum kecil, “Kamsahamnida, bibi Kim”

“Itu sudah jadi tugas saya, nyonya muda” jawab bibi Kim sambil balas tersenyum.

Dan tidak sampai menghabiskan waktu yang lama, cucian Hee Young sudah berada di tali jemuran…menunggu waktunya untuk kering. Hee Young tersenyum senang melihatnya.

Hari itu diisi Hee Young dengan pergi berbelanja bersama bibi Kim dan pak Yin, lalu memasak untuk acara makan malam…tidak ada acara mengantar makan siang lagi untuk Hyun Soo, karena perhatian Hee Young tersita oleh hal lainnya.



_________

Acara makan malam dengan keluarga Hee Young berlangsung dengan lancar. Semua tante dan paman Hee Young, bibi Ma serta Jae Hwa merasa senang melihat keadaan Hee Young di rumah barunya. Mereka memuji penthouse Hyun Soo, dan Hee Young tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya mendengar pujian itu.

Jae Hwa paling bersemangat mendengar dirinya akan mendapatkan kamar tidurnya sendiri di penthouse itu. Hyun Soo memintanya untuk memilih kamar favoritnya…dan merasa lega ketika Jae Hwa lebih memilih kamar tidur tamu yang agak jauh dari kamar tidurnya dan Hee Young.

Sedangkan bagi Hee Young, hal yang paling membuatnya bahagia malam itu adalah melihat keakraban yang tercipta antara keluarganya dengan Hyun Soo, terutama antara Jae Hwa dan Hyun Soo…adiknya itu kelihatan sangat nyaman berada di sekitar kakak iparnya, demikian pula dengan Hyun Soo. Mereka berdua seperti dua orang kakak beradik kandung, tidak terlihat kalau sebenarnya mereka bukan saudara sedarah.

Ketika keluarganya sudah pulang dan mereka berdua telah berada di dalam kamar tidur berdua saja, Hee Young menumpahkan perasaannya dengan bermanja-manja pada Hyun Soo di tempat tidur…yang tentu saja membuat Hyun Soo bahagia…dia tidak perlu merayu Hee Young, istrinya itu yang pertama kali membuat ‘gebrakan’.

“Hyun Soo-ssi…gumawo” ucap Hee Young sambil memeluk tubuh Hyun Soo, kepalanya berada di lekukan leher suaminya itu.

Hyun Soo balas memeluk sambil tersenyum senang, “Gumawo? Untuk apa?”

“Untuk malam ini…untuk perhatianmu pada keluargaku, pada Jae Hwa”

Hyun Soo mengecup lembut puncak kepala Hee Young, “Mereka sudah jadi keluargaku juga, jagi…mereka berhak mendapatkannya”

Hee Young tersenyum, “Tapi tetap saja…gumawo”

“Kalau begitu aku bisa mendapatkan hadiah darimu kan?”

Hee Young diam sebentar, pipinya mulai memerah lagi…tapi dia tidak mau melepaskan pelukannya, “Tentu saja”

“Aku boleh memperolehnya sekarang?”

“Anhi…nanti saja”

Hyun Soo mengerutkan keningnya, “Nanti saja? Jagi, kau sudah berkata kalau aku boleh menerima hadiah…mengapa aku tidak bisa memperolehnya sekarang?”

Hee Young tersenyum manis, kepalanya didongakkan untuk menatap wajah Hyun Soo yang berpura-pura ngambek, “Hyun Soo-ssi…boleh aku meminta sesuatu?”

Hyun Soo tersenyum, Katakanlah”

Hee Young melepaskan tubuhnya dari pelukan Hyun Soo dan langsung duduk agar dirinya dan Hyun Soo dapat bertatapan dengan lebih jelas,

“Hyun Soo-ssi…begini…karena besok aku hanya kuliah satu mata pelajaran saja, apakah aku bisa minta ijin untuk menjemput Mr. Shane di bandara? Mr. Shane mengirimkan SMS kalau pesawatnya kemungkinan akan tiba di Seoul agak siang…jadi aku akan pergi ke bandara setelah aku selesai kuliah, pak Yin akan mengantarku”

Hyun Soo balas menatapnya, ekspresi wajahnya berubah jadi benar-benar serius sekarang, “Untuk apa Mr.Shane harus dijemput segala?”

Hee Young membasahi bibirnya yang tiba-tiba terasa kering dengan gerakan kikuk, “Tidak ada alasan apa-apa…hanya saja aku sudah lama tidak bertemu Mr.Shane, aku ingin bertemu dengannya sekalian mengabarkan kalau aku masih bisa meneruskan pelajaranku…itu saja. Kalau kau tidak mengijinkan, aku juga tidak akan pergi”

Hyun Soo menarik nafas sebentar sebelum menjawab Hee Young dengan nada sabar, “Bukan begitu, jagi-ya. Aku tidak keberatan kau menjemput gurumu…tapi, perjalanan ke bandara cukup jauh. Aku tidak ingin kau pergi sejauh itu tanpa aku…walaupun kau pergi bersama dengan pak Yin”

Hee Young mengangguk paham, “Arasso…kau hanya mengkhawatirkan keselamatanku. Kalau begitu aku tidak akan pergi, aku akan menelpon Mr. Shane saja nanti. Tapi aku boleh ke tempat lain kan?”

“Pergi kemana”

“Mmm…tadinya aku ingin pergi ke sana setelah dari bandara. Tapi karena aku tidak boleh ke bandara, aku pikir aku akan langsung pergi ke rumah omma saja…aku ingin sekali bertemu dengannya. Bolehkan?”

Sekarang Hyun Soo menanggapi kata-kata Hee Young itu dengan lebih santai, “Tentu saja kau boleh pergi kesana…aku tidak akan melarangmu”

Hee Young tersenyum manis kembali,

“Gumawo” ucapnya manis sambil memeluk Hyun Soo lagi dan mengecup leher suaminya itu dengan lembut…jakun maskulin Hyun Soo naik turun menerima kecupan itu.

“Aku kira kau sudah melakukan kesalahan dengan melakukan hal itu, nyonya muda Lee”

Hee Young mengerjabkan kedua matanya dengan bingung mendengar kata-kata Hyun Soo tadi…tapi ketika kepalanya mendongak untuk melihat ekpresi Hyun Soo, Hee Young sadar kalau Hyun Soo tengah menggodanya…ekspresi wajah suaminya itu paling dihapalnya selama 3 hari pernikahan mereka kini, dan Hee Young tidak menolak ketika Hyun Soo mulai ‘menghukumnya’



_________

Bandar udara internasional Incheon seperti biasa disibukkan oleh lalu lintas penerbangan yang padat dari dan keluar Korea Selatan, semakin siang semakin ramai saja aktifitas disana. Orang-orang hilir mudik di area keberangkatan maupun di area kedatangan bandara itu.

Diantara orang-orang yang memenuhi area kedatangan, terdapat seorang pria tampan berusia sekitar 29 tahun…dia sedang berjalan tegap sambil menyeret kopernya. Wajahnya yang tampan dengan kesan agak kebarat-baratan tampak begitu bahagia bisa menginjakkan kaki lagi ke tanah Korea.

Setelah beberapa langkah, pria itu berhenti sebentar untuk mengambil ponsel dari kantung kemejanya. Tanpa ragu-ragu pria itu menekan ponselnya untuk mengirimkan berita kedatangannya pada seseorang,

‘Hee Young-a…aku sudah tiba di Seoul. Aku sangat merindukanmu…bisakah kita bertemu? Aku ingin sekali membicarakan sesuatu denganmu’

Bibirnya mengembangkan seulas senyuman ketika jarinya menekan tombol ‘send’ di ponselnya. Tidak lama lagi dia akan bertemu dengan gadis yang selama ini menjadi bunga mimpinya, yang menjadi harapan hatinya…dan Mr.Shane bertekad akan menjadikan gadis itu sebagai miliknya, kali ini untuk selamanya.


finally,chap 18 selesai jg & bs d update [biggrin]

enjoy,sista2...mianhae,klo membosankn ya...koment2nya dtunggu lho [lovestruck]

HWAITING!!! [AddEmoticons04262]


And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

iiuuu

  • Guest
dalby....muaaaaaaaaaaach...akhrnya update jga ya..hehehe...
waw... couple ini bikin mupeng. ntar mggu kedua nikah heeyoung uda huek huek..dedek bayi dtg..hmpf hmpf...

happy bgd deh nyucinya kelar jga.. emang harusnya kalo nyuci gak da hyunsoo..jadinya malah bikin dedek cepet keluar..lol
kpan hyunso tau mister gak double tp single??? mister..anda blm bruntung. uda ama enjess aja sono...

sama2 uda jatcin.. kapan ngomongnya nih couple...
tengkyu uda update...muaaah..

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ngantuk nih [sweat] [sweat]

belum bisa komen karna bacanya baru setengah,, gw lanjut lagi besok ya, dalb. mau tidur dulu, see you [bye] [bye]

edit -----------------------------------------------------------------------

ff ini kok jlnnya terasa lambat ya?? udah lwt bbrp chp pernikahan mrk br berlangsung 2 hari [what] omg,, kpn tekdungnya klu bgn [hmpfh] [hmpfh]

yeeehh yeeeehh mr. shane akhirny nongol jg [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] biar si hyun soo klimpang klimpung bgt mengetahui klu ternyt mr. shane msh single [hmff] [hmff] lah mbak jess kpn munculnya nih [what] [what] kok betah di luar negeri trs sih [hmpfh]
« Last Edit: August 22, 2011, 07:15:26 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Seprai-seprai, malang nian nasibmu selalu dicuekin sang pemilik [hmfph]
bay the way any way busway si hee young kok kaya org ngidam [what]
bangun tidur langsung mau ramen deket rumah. Mana ramen pedas pula [chin] jd curiga
Mr.shane ane tunggu gebrakannya wkwkwk thanks dah update [lovestruck]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
hyun soo..hyun soo..dirimu ini ya ga boleh liat bini sexy dikit lngsung embat aja..mrk romantis bnget ya n uda slng cinta tpi kpn mrk blng cintanya?...waduh bentar lg bkl ada yg berasep-asep ni gara2 cemburu dan buat pa guru maaf anda sudah terlambat jdi cari aja yg lain ya..oke say thanks da update n next chap 4hr lg kan.. [goodgrief]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Makasih Dalby updatenya .
Akhirnyan Hyun soo benar'' menyadari kalau dirinya sudah benar'' mencintai istrinya (mudah''an Hyun soo secepatnya mengengkapkan perasaanya itu yang sudah pasti ada dapat jawaban yang sama dari Hee young karna dia sudah lebih dulu menyadari persaannya ke Hyun soo.
Lagi'' seprainya tertunda gara'' ulah pemiliknya , tapi.. Penampilan Hee young saat mencuci memang tidak heran kalau Hyun soo tidak tergoda di tamabh lagi Hee young sendiri mendukungnya (  pengantin baru ini benar'' bikin aku happy ) Hyun soo bisa mensesuaikan diri pada orang'' yang Hee young kenal bahkan dia sudah mulai mau mengenalkan dirinya kalau sia suaminya Hee young .
sikap Hun soo ke keluarganya Hee young yang sudah pasti juga jadi keluarganya benar'' membuat Hee young bahagia , setiap saat gairah Hyun soo kalau dekat'' istrinya selalu aja muncul apa lagi Hee young sudah mulai berani menyerang lebih dulu .
Tapi.. Giman reaksi Hyun soo soal Mr.Shine ?? Dia belum tahu jelas status Mr.Shine yang masih sendiri !!!
Seprti biasa di tunggu nextnya Dalny emang setia pada updatanya .

Offline miranti

  • Newbie
  • *
  • Posts: 21
    • View Profile
 [bav] ni couple bkinn ngilerrr..
Gomawo
Gomawo
Gomawo
Gomawo
Eoni dah update..
Stlah pnantian yg pnjanggggg..

Kocak bgt sma Hyun Soo.. Dnger suara istri.a cma lwattlpon aja bisa bkin dya gg fokus sma krjaan.a..
Salutt buat HY
 
Hy mau ktemu omma Hs??
Wahh sperti.a da request mira di chap brikut.a..
#Ngarepp:D

siti minsun

  • Guest
gomawo eonni udah update..... [lovestruck]
geli bgt liat hyun soo selalu punya ide untuk menggoda nyonya muda lee...
akhirnya dicuci juga cuciannya setelah menunggu lama.. [hmpfh] [hmpfh]
hyun soo krg udah benar2 fall in love  [love eyes] ma istrinya tp kenapa blum diungkapkan,,
mr.shine udah tiba,semoga ja hub hyun soo n hee young tidak terganggu.. [chin]
hee young mau ket4 omma hyun soo ,,,gmana ko ke temu ma appanya hyun soo  [what] [what]

ditunggu lanjutannya ..
sekali terimakasih eonni  [briggin]

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
woooooooow tingkyuuuuu updetanya dalb swetttttttttt deh
wah mr shane sudah datang ??? ntar ada yang ngebul tingkat akut pastinya kekeekekeke [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04247] [AddEmoticons04247] [AddEmoticons04247] [AddEmoticons04247]

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Neh pasangan, gak perlu bulan madu-bulan maduan....Di mana aja tetep mesra...and I love itttt....Mereka udah saling cinta, tapi sepertinya masih belum bisa mengungkapkannya. Karena mereka belum yakin ama perasaan pasangan mereka masing2. Belum PD mereka kalau mereka ternyata udah saling cinta ... [hmpfh]....

Gimana tuh, Pak Shane mau dateng. Mana dia dateng buat menyatakan cinta pula ke Hee Young....Biarin deh Hyun Soo liat. biar dia tambah panassss....dan terpancing buat nyatain cinta jua ke Hee Young....

Makasih banget ya Dalbyeol buat updetannya...

 [arms] [arms] [arms]

Offline miss_princess

  • Junior
  • **
  • Posts: 141
    • View Profile
Waaahhhh ternyata sudah update dua kalee..

Ketinggallan jauhh..
Yaa ampunn makin so sweetttttt ajee..

Lanjutannya jangan lama2 yee..
#kabur..