Author Topic: My Angel, Thank You Chapter 7 ' August, 25, 2011'  (Read 5868 times)

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Tapi Yong Hwa hanya memandang tangan yang terulur itu tanpa berniat membalasnya. Perlahan-lahan wajah Yong Hwa mendongak keatas. Pertama kali yang ia lihat adalah senyuman tulus bagaikan malaikat yang turun dari surga. Yong Hwa menatap senyuman itu lekat. Karena dipandang seperti itu, Eun menjadi bingung. Yoon ah yang melihat cara Yong Hwa memandang Eun juga bingung.  
“ Yong Hwa.. Kenapa kau memandang Eun Sun seperti itu? ” Tanya Yoon ah lembut. Yong Hwa tidak membalasnya, hanya memandang wajah Eun lekat.


Chapter 2

Perlahan-lahan tangan Yong Hwa terulur, membalas uluran tangan Eun Sun. Ketika menjabat tangan Eun, Yong Hwa merasakan ada perasaan nyaman dan tangan Eun yang putih dan lembut itu membuat Yong Hwa terbuai. Baru kali ini Yong Hwa merasakan tangan yang selembut ini, bahkan tangan kekasihnya saja “ Hyo Joo ” tidak selembut ini apalagi Yoon ah noonanya!

“ Namaku Lee Eun Sun. Yong Hwa bisa memanggilku Eun saja ” kata Eun sambil tersenyum manis ke Yong Hwa.

Lagi-lagi senyuman itu terlukis dibibir tipis Eun. Senyuman termanis dan tulus yang pernah Yong Hwa lihat. Bahkan kekasihnya saja “ Hyo Joo ” tidak pernah tersenyum semanis ini apalagi Yoon ah noonanya!

 Yong Hwa tidak membalas perkataan Eun. Masih dengan sikap semula, hanya memandang Eun lekat. Semakin lama Yong
Hwa menatap Eun seperti itu, membuat Eun gugup. Lalu, pinggangnya sudah pegal karena terlalu lama membungkuk mengingat posisi Yong Hwa yang duduk di lantai.

Akhirnya Eun hanya tersenyum kepada Yong Hwa dan mencoba melepas genggaman Yong Hwa ditangannya dengan lembut, tapi tidak bisa, genggaman Yong Hwa sangat kuat, berkali-kali Eun mencoba tapi tak bisa. Tanpa diduga Eun, Yong Hwa menarik tangan Eun dan membuatnya duduk disisi Yong Hwa. Lalu, Yong Hwa memeluk tangan Eun erat dan menyandarkan kepalanya dibahu Eun lalu memejamkan matanya. Ada perasaan nyaman dan terlindungi yang dirasakan Yong Hwa.

Yoon ah, Geun Seuk dan Eun Sun kaget atas sikap Yong Hwa yang manja. Yong Hwa tidak pernah bersikap seperti ini terhadap psikolog-psikolog sebelum Eun. Bahkan pada kekasihnya saja “ Hyo Joo ” tidak pernah bersikap seperti ini apalagi Yoon ah noonanya!

Geun Seuk perlahan mendekati Yong Hwa dan Eun Sun. Ia mencoba melepaskan rangkulan Yong Hwa di tangan Eun. Tiba-tiba Yong Hwa membuka kelopak matanya dan menatap Geun Seuk tajam. Seketika Geun Seuk ternganga dengan pandangan tajam Yong Hwa.

‘‘ Hmm.. Yong Hwa akan lebih baik bila Eun merawatnya. Pandangan itu tak pernah dilihatkannya, pandangan itu seolah-olah melindungi sesuatu miliknya. Pandangan itu sangat tajam dan menusuk, aku saja takut melihatnya ’’ Bisik Geun Seuk sambil terkekeh pelan tepat di telinga Yoon ah.

Yoon ah hanya mengangguk kepalanya pelan menyetujui pendapat Geun Seuk. Sedangkan Eun, gadis itu hanya menatap Geun Seuk dengan raut wajah memelas meminta pertolongan. Ia sedikit risih dengan perlakuan Yong Hwa, bukan berarti ia tidak suka, tapi ia belum pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang pemuda.

Seakan bisa membaca raut wajah Eun, Geun Seuk berkata “ Biarkan saja. Tunggu ia telelap dan aku akan membantumu memindahkannya ke atas kasur ”

“ Tapi berapa lama lagi. Aku.. tak pernah diperlakukan… seperti ini. Ayolah Dr. Jang bantu aku ” Pinta Eun memohon

“ Tidak bisa Eun Sun sayang. Apakah kau tak lihat pandangan Yong Hwa padaku? Melihatnya saja aku sudah ngeri, jadi biarkanlah seperti itu untuk sementara. Lalu, kau harus mencoba membiasakan diri dengan sikapnya yang sekarang ini. Sepertinya Yong Hwa akan sering seperti ini. ” Geun Seuk menjelaskan panjang lebar dan sedikit menggoda

“ Onnie.. ” Eun merengek pada Yoon ah. Tapi Yoon ah hanya menggelengkan kepalanya.

Lima belas menit sudah berlalu, Eun mulai merasakan pelukan Yong Hwa pada tangannya mulai mengendur. Pada saat itu, Geun Seuk dan Yoon ah tidak berada di sini. Geun Seuk dipanggil untuk memeriksa orang stress lainnya sedangkan Yoon ah izin keluar mau mencari makanan untuknya dan Eun. Jadilah ia sendiri disini duduk bersama Yong Hwa yang sudah tidur lelap dan menyandarkan badannya ke badan Eun dan LAGI-LAGI pinggang Eun menjadi pegal (secret: Eun sering merasakan pegal pada pinggangnya kalau tidak bergerak atau hanya diam dalam posisi yang sama  dalam waktu yang cukup lama)

Eun mencoba bangkit dan menumpu badan Yong Hwa dengan menyandarkan badan Yong Hwa dikakinya agar tidak jatuh. Eun meregangkan pinggangnya yang pegal. Lega rasanya setelah pinggangnya merasa baikan. Tiba-tiba ia merasakan  cengkraman dan getaran dikakinya. Eun segera menunduk dan melihat badan Yong Hwa yang gemeteran dan Yong Hwa memeluk sebelah kakinya dengan mata terpejam.

Cengkraman Yong Hwa dikakinya semakin erat dan membuat Eun meringis kesakitan tapi ditahannya.

“ Aaaakkkkhhhh!!! Kenapa datang lagi!! Pergi!! Pergi!! ” Eun yang mendengar teriakan Yong Hwa menutup kedua telinganya dengan sepasang tangannya erat. Begitu kerasnya teriakan Yong Hwa.  

Eun panic mendengar teriakan histeris yang keluar dari mulut Yong Hwa, ia tak tahu apa yang harus dilakukannya. Ini merupakan pengalaman pertama baginya, menenangkan orang-orang seperti Yong Hwa belum pernah ia mencobanya dan ini saatnya.

Eun jongkok untuk berhadapan dengan Yong Hwa yang masih teriak-teriak itu. Eun menatap Yong Hwa lekat dan menelusuri wajah pemuda itu. Keringat dingin mengalir didahinya. Tubuh serta bibir yang bergetar. Wajah yang tampan dan memikat itu berubah menjadi pucat dan ketakutan juga kesedihan terlihat jelas. Eun merasa sedih melihat kondisi Yong Hwa. Lalu, Eun mengeledah tasnya mencari sapu tangan, tapi sapu tangan tersebut tidak ditemukannya. Lalu, Eun mengangkat tangannya dan menghapus keringat diwajah Yong Hwa. Seketika saja, Yong Hwa berhenti berteriak. Dia merasa tenang setelah merasakan sentuhan lembut Eun diwajahnya.  

Klek..

Terdengar bunyi pintu yang dibuka seseorang, Eun menoleh dan melihat kedatangan seseorang yang ternyata Yoon ah noona Yong Hwa.

“ Oh.. Apa yang terjadi dengan Yong Hwa? ” Tanya Yoon ah sedikit berteriak saat melihat Eun mengelus wajah Yong Hwa.

“ Ini… Yong Hwa tadi berteriak histeris. Awalnya aku panik, tapi setelah menyentuh dan menghapus keringat diwajahnya.

Ia langsung diam. Aku bingung dengan sikapnya ini. Tapi tak apa, itu wajar bagi orang-orang seperti Yong Hwa ” Balas Eun sambil tersenyum

“ Hah… baguslah. Gomawo Eun-a. Sepertinya Yong Hwa merasa nyaman didekatmu. ”

Eun hanya tertunduk malu mendengar pujian dari Yoon ah. Tapi itu hanya sesaat, Eun mendongakkan kepalanya dan memperlihatkan wajah seriusnya kepada Yoon ah.

“ Onnie.. ”

“ Ne,.. ” Balas Yoon ah dengan tampang bingung saat melihat wajah serius Yong Hwa

“ Kenapa Yong Hwa seperti ini? ” Tanya Eun pelan. Yoon ah tidak menjawab pertanyaan Eun. Yoon ah memalingkan
wajahnya kearah lain, dia gugup waktu itu.  

Eun menghela nafasnya perlahan dan melanjutkan “ Bukan maksudku untuk ikut campur, tapi aku harus tahu apa yang membuat Yong Hwa seperti ini, tekanan seperti apa yang diterimanya. Kalau aku tahu, Yong Hwa akan cepat sembuh dan bisa melupakan kejadian yang membuatnya seperti ini. Jika masalah itu pribadi, jangan menceritakan secara detail, tapi secara garis besarnya saja. ” Eun menjelaskan panjang lebar ke Yoon ah untuk tidak salah paham.

“ Baiklah, tapi tidak disini. Diluar saja. ” Yoon ah melangkahkan kakinya keluar kamar Yong Hwa. Tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara Eun.

“ Onnie.. bisakah membantuku merebahkan tubuh Yong Hwa diatas ranjang. Tubuhnya berat dan jangkung, aku tidak bisa melakukannya sendiri. ”

>>>>>>******<<<<<<

“ Onnie.. Bisakah menceritakannya sekarang? ” desak Eun kepada Yoon ah karena Yoon ah diam tak bersuara.
Yoon ah menganggukkan kepalanya dan memandang ke atas. Dengan pikiran melayang Yoon ah mulai bercerita tentang Yong Hwa kecil.[/color][/size]

Flashback

“ Omma!! Appa!! Noona!! Cepatlah!! Nanti kita terlambat!! ” Suara Yong Hwa kecil membahana dirumah yang tak begitu besar itu.

“ Sabar sayang!! ” terdengar balasan dari Mrs. Kim

“ Yong Hwa, bagaimana penampilan noona? ” Yong Hwa menoleh kebelakang ketika mendengar suara noonanya.

“ Ck, noona sangat cantik. ” decak Yong Hwa kagum.

“ Benarkah? ” Tanya Yoon ah tak percaya. “ Aku ragu dengan pernyataanmu, biasanya kau selalu bilang kalau noona tak menarik. Kenapa memuji noona sekarang ”

“ Kali ini aku tak berbohong noona. Noona sangat cantik dan menarik. Pasti banyak pemuda yang melirik noona. Tapi… ”
Perkataan Yong Hwa berhenti ketika mengingat sesuatu. Ia memandangi baju yang dikenakan noonanya dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, Yong Hwa kecil melakukannya berkali-kali. Yoon ah yang melihat tingkah adiknya melakukan hal yang sama, melihat dirinya sendiri.

“ Tapi apa Yong Hwa? Ada yang aneh di baju noona? ” Tanya Yoon ah penasaran

“ Itu… kenapa.. ”


“ Yong Hwa, Yoon ah ayo berangkat sekarang, nanti kita terlambat. ” Teriakan Mr. Kim menghentikan perkataan Yong Hwa.

“ Yoon ah apakah Joon sudah datang? ” Tanya Mrs. Kim lembut

“ Sebentar lagi omma ”

“ Noona mau kemana? Tak ikut bersama kami? Acaranya asyik lo ” Yong Hwa memandangi noonanya dengan raut wajah bingung

“ Noona mau pergi kencan Yong Hwa.. Sejak kapan noona suka pertunjukan Magic. Noona tidak suka magic dank au tahu itu kan ” Jawab Yoon ah pada adiknya yang menatapnya bingung.

“ Sudah sudah.. Omma Appa pergi dulu ya.. ” Pamit Mr dan Mrs Kim

[/size]
>>>>>>******<<<<<<<

“ Waktu itu Yong Hwa masih berumur 4 tahun. Ia anak yang ceria dan humoris tapi kadang – kadang ia sangat
menjengkelkan. ” Sampai disini Yoon ah tersenyum pahit. “ Omma dan Appa selalu memanjakannya. Jadi, apapun yang ia mau harus dituruti, kalau tidak ia bisa saja melakukan apapun yang tidak pernah kami duga. Seperti, ia pernah lari dari rumah selama 2 minggu karena omma dan appa membatalkan liburan ke keliling Eropa. ”

“ Bagaimana kalian menemukan Yong Hwa kembali? ”

“ Kami melaporkan ke polisi untuk mencari Yong Hwa. Dan polisi tersebut menemukan Yong Hwa di bawah kolong jembatan. Kami sangat shock waktu itu. ”

“ Lalu..? ”

“ Yong Hwa berjanji tidak akan melakukannya lagi. Tidak lagi bersikap manja. Tapi itu hanya bertahan selama sebulan.
Setelah itu, sikap manjanya muncul lagi, tambah parah malahan. Waktu itu, ia ingin melihat pertunjukan Magic.

Pertunjukan itu diadakan setelah kepulangan omma dan appa dari Australia. Mereka sangat capek dan Yong Hwa tidak mempedulikan itu, yang penting baginya adalah pertunjukan tersebut. Pada saat itu pula, Yong Hwa memaksa appa untuk lebih cepat karena pertunjukan tersebut akan dimulai. Omma dan Appa sudah mencoba beberapa kali agar Yong Hwa diam. Tapi Yong Hwa tidak mempedulikannya. Hingga… ”

>>>>>>******<<<<<<

“ Appa lebih cepat. 5 menit lagi akan dimulai. Aku tidak mau melewatkannya. Cepat Appa!! Cepat!! ” Desak Yong Hwa sambil menggoyangkan tubuh appanya yang sedang menyetir

“ Jangan Yong Hwa.. Appa sedang menyetir, bagaimana kalau kita kecelakaan dan omma appa tidak bisa bertemu dengan mu lagi. Siapa yang memanjakanmu lagi. Huh? ” Kata Mrs. Kim sambil membelai rambut lebat anaknya itu, berharap Yong Hwa diam dan tak rewel lagi.

“ Aku tak peduli. Yang penting Cepat! Aku tak mau melewatkannya sedikitpun. Lebih Cepat appa!! ” Bukannya tenang tapi Yong Hwa semakin mendesak appanya. Karena ingin menyenangkan hati putranya, Mr. Kim langsung menyelip tanpa melihat keadaan terlebih dahulu. Tanpa sepengetahuan Mr. Kim sebuah truk melaju kencang dan...

 DASHH….

Mobil yang ditumpangi Keluarga Mr. Kim menabrak truk tersebut. Bagian depan mobil itu hancur. Tubuh Mr dan Mrs. Kim berlumuran darah dan tak sadarkan diri. Sedangkan Yong Hwa hanya mengalami luka ringan, kepalanya hanya terbentur pintu mobil, kakinya terkilir dan tangannya berdarah akibat goresan kaca mobil yang pecah.

Yong Hwa merangkak menghampiri orangtuanya. Ia menjadi panic ketika melihat tubuh orangtuanya yang berlumuran darah.

“ Omma… Appa… ” Panggil Yong Hwa pelan. Ia mengguncang tubuh kedua orangtuanya. Tapi Mr dan Mrs. Kim tak kunjung sadar

“ Omma!! Appa!! ” Teriak Yong Hwa lagi. Tapi tetap saja, tak ada jawaban.


>>>>>>******<<<<<<

“ Sejak kecelakaan itu, Yong Hwa selalu menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa orang yang paling jahat sedunia. Kecelakaan itu berarti ia sudah membunuh orangtuanya sendiri. Apalagi setelah mengetahui omma dan appa meninggal setelah 2 hari koma, ia semakin menyalahkan dirinya sendiri. Hingga hampir saja bunuh diri, untung saja aku mengetahui dengan cepat, jadi aku bisa mencegahnya. ” Yoon ah menceritakan semuanya dengan pikiran melayang ke masa lalu.

“ Jadi, Yong Hwa sudah seperti ini sejak kecil? ”

“ Tidak. Ia menjadi seperti ini 6 bulan yang lalu. Dulu, ia baik-baik saja. ” Kata Yoon ah yakin
Eun menyandarkan badannya, lalu mendesah pelan. Kisah hidup Yong Hwa memang berat dan penuh tekanan. Ini adalah salah satu penyebab stress.

“ Baiklah onnie.. Aku sudah mengetahui penyebab stress ini. Dan aku akan berusaha menyembuhkan Yong Hwa secepatnya. ” Kata Eun sambil tersenyum untuk menenangkan Yoon ah yang berwajah muram setelah selesai bercerita.

>>>>>>******<<<<<<

“ Aku pulang ” Sapa Eun sesampainya dirumah. “ Omma!! Appa!! ”

“ Kami diruang keluarga… ” Terdengar balasan dari Mrs. Lee

Eun melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga. Terlihat olehnya, ommanya sedang menjahit, sedangkan appanya meminum kopi sambil menonton.

“ Eun-a.. Kenapa berdiri disitu, ayo kemari duduk disebelah omma dan menceritakan pengalamanmu sebagai Psikolog ” Kata Mrs. Lee sambil menepuk kursi disebelahnya.

Eun menurut dan duduk disebelah ommanya.

“ Bagaimana? ” Tanya Mrs. Lee

“ Hmm.. sedikit berat. Yong Hwa mengalami masa kecil yang rumit. ” Eun mulai menceritakan pengalaman yang terjadi padanya hari ini.

“ Seperti? ” Tanya Mrs. Lee lagi

“ Orangtuanya meninggal karena kecelakaan waktu ia berusia 4 tahun. Kecelakaan itu terjadi ketika mereka menyaksikan pertunjukan sulap. Karena pertunjukan tersebut akan dimulai, Yong Hwa mendesak appanya melajukan mobil lebih cepat. Akibatnya, terjadilah kecelakaan tersebut dan ia menyesal. ”

“ Jadi, Yong Hwa mengalami stress sejak kecil begitu? ” Pertanyaan Mrs. Lee sama dengan pertanyaannya tadi. Eun terkejut awalnya, tapi ia memilih melanjutkan cerita

“ Nah itu yang buat Eun bingung omma. Yong Hwa mengalami stress sekitar 6 bulan yang lalu, bukan sewaktu kecil. Itu yang Eun pikirkan sejak perjalanan pulang ”

“ Jangan terlalu dipikirkan. Nanti kau iku-ikutan gila ” Kali ini Mr. Lee yang bersuara

“ Appa… ”

“ Jangan dengarkan apa yang dikatakan Appa, lebih baik kau ke kemar dan membersihkan diri. ” Lerai Mrs. Lee

>>>>>>******<<<<<<

“ Ahh… segarnya ”

Bukk..

Eun merebahkan tubuhnya di atas kasurnya. Ia sangat lelah hari ini. Bukan karena banyak pekerjaan tapi pinggangnya. Pinggangnya masih sedikit pegal karena Yong Hwa menyandarkan tubuhnya di tubuh mungil Eun.

Mengingat nama Yong Hwa, Eun teringat dengan masa lalu Yong Hwa. Di usia 4 tahun sudah kehilangan kasih sayang orangtua. Sedangkan Eun, saat umur 4 tahun Eun sangat dimanjakan walaupun sebenarnya ia tidak ingin dimanja. Eun mendesah perlahan. Ia memikirkan Yong Hwa saat ini. Berbagai pertanyaan muncul dibenaknya

“ Bagaimana ia menghabiskan hari-harinya tanpa orangtua? ”

“ Apakah ia bahagia walaupun hidup dengan Yoon ah onnie? ”

“ Apakah ia mendapatkan kasih sayang yang cukup?”

“ Apakah ia menyelesaikan sekolahnya dengan baik? ”

“ Apakah ia mempunyai seorang kekasih? ”

Sampai disini, Eun mengerutkan keningnya, tanda ia sedang berpikir.

“ Kekasih? Apakah ia sudah mempunyai kekasih? Oh tentu saja punya mengingat wajah Yong Hwa yang tampan dan
menarik serta tubuhnya yang Jangkung dan berotot. Tapi, kenapa aku tak melihat wanita lain selain Yoon ah onnie? Jika benar, apakah kekasihnya masih peduli dengan keadaan Yong Hwa yang seperti ini? ”  Eun memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas pertanyaan yang ia buat sendiri.

“ Huh.. kenapa aku memikirkannya. Itu kan masalahnya, aku tak mau ikut campur. Tapi, jika kekasihnya tak peduli lagi sama Yong Hwa, kasihan juga.. Ahh Sudahlah. ”

Eun langsung menarik selimutnya sampe kehidungnya. Lalu, memejamkan matanya dan tidur menyambut mimpi indah.
Baru 5 menit Eun tidur, ia terbangun lagi. Lalu menepuk jidatnya keras

“ Aduuhh… Bagaimana bisa lupa. Pantesan saja ada yang hilang. Dimana aku meletakkannya. Pasti tertinggal di kamar rawat Yong Hwa. Aduh bagaimana ini. Didalam tas itu ada ponsel dan dompet. Bagaimana bisa melupakannya.. Pabo! ” Eun memukul-mukul kepalanya.

Eun bangkit dari pembaringannya dan mengambil jaket, merapikan rambut panjangnya yang sedikit berantakan lalu keluar dari kamar dan berlari menuju pintu keluar.

“ Eun-a kau mau kemana? Eun-a! ” Panggilan Mrs. Lee hanya dibalas dengan lambaian.

>>>>>>******<<<<<<

Ckleek..

Eun membuka pintu kamar rawat Yong Hwa. Eun melihat Yong Hwa duduk dikasurnya sambil memegang ponsel yang tidak asing baginya. Lalu perhatiannya jatuh tepat di tasnya. Keadaan tas Eun terbuka, berarti ponsel tersebut miliknya. Segera Eun mendekati Yong Hwa dan memintanya pada Yong Hwa. Tapi, Yong Hwa tak merespon, ia melihat ke layar ponsel lalu ke wajah Eun, ke layar ponsel ke wajah Eun. Itu yang dilakukan Yong Hwa terus menerus.
Setelah 10 menit lamanya. Akhirnya Yong Hwa memperlihatkan foto yang ada di ponsel tersebut ke Eun. Lalu bertanya “ Ini.. mi..lik…mu..? ” Tanya Yong Hwa agak tersendat-sendat

“ Ne.. Yong Hwa bisakah kau mengembalikan ponselku? Aku sangat memerlukannya.. ” Kata Eun selembut mungkin

Perlahan Yong Hwa mengembalikan ponsel Eun. Lalu, Eun berdiri dan menekan bahu Yong Hwa agar Yong Hwa berbaring. Setelah itu, mengambil selimut dan menyelimuti Yong Hwa. Yong Hwa hanya menatap Eun tak berkedip, seolah-olah Eun adalah benda langka yang baru ia lihat atau sesuatu yang menarik dan sayang untuk ditinggalkan.[/color][/size]

End Chap
« Last Edit: May 09, 2011, 05:02:31 am by Rie_sHa »

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Nice work sist.

Thanks ya...

Kayanya cerita ini rada berat ya...abis ada kondisi kejiwaan segala gitu sih. Lagian penyakit si Yong Hwa aneh banget. kalo di indo pasti udah dituduh kena santet tu... [hmpfh]...

LAgian Hyong Hwa kterlaluan juga sih manjanya. Masak gara2 gak diajak ke Eropa ngacir ampe 2 minggu. Beda Yong Hwa ama noonanya berapa taun yak? Kok lagi Yong Hwa 4 taun, noonanya udah kencan aja... [hmpfh]

Ditunggun lanjutannya lagi ya sist...

 [arms]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
  kyanya EUN benar" bisa sembuhin yong hwa.... :)

 disaat orang" bingung menghadapi yong hwa kalo lagi teriak"

  seperti tadi Eun hanya dengan menyentuhnya aja sudah bisa menenangkan ^_^ benar" ajiiiib, semoga cepat sembuh ya yong hwa :) .

sebenarnya apa seh maksud dari mimpi orang tuanya yong hwa..?

  penasaran.com

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
 kyanya EUN benar" bisa sembuhin yong hwa.... :)

 disaat orang" bingung menghadapi yong hwa kalo mimpi itudtang lagi"

  seperti tadi Eun hanya dengan menyentuhnya aja sudah bisa menenangkan ^_^ benar" ajiiiib, semoga cepat sembuh ya yong hwa :) .

sebenarnya apa seh maksud dari mimpi orang tuanya yong hwa..?

  penasaran.com

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
pasti ada sesuatu yg menyebabkan trauma masa kecil yong hwa kumat lagi kan [what] [what] tapi apa [what] [what] ini merupakan teka teki yang belum terungkap [chin] [chin]
kyknya eun sun emang mempunyai kekuatan buat nyembuhin yong hwa, semoga saja dia cepat sembuh dgn perawatan angelnya, si eun sun [lovestruck] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

iiuuu

  • Guest
yong hwa pas stress liat eun aja lgsg curi2 kesempatan manja gtu.. [hmff] apa lgi uda smbuhnya lgsg [love eyes] dia.. hmpf..

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Hmmmmm stresnya yonghwa ni ada pengaruh dr orang2 sekitar mungkin ada yg ngingetin sm memori tragis ntu ato dy liat kejadian yg sama kek dy dulu #sotoy penasaran knapa jd bs kek gt lagian kebangetan ye msh bocah minggat gara2 ga jd holiday ckckck

Ekekekek eun risih ye ada manja2 begono sm dy kalo msh bocah mah wajar kalo udinan gede begono msh cenat cenut jdnya hmpf kalo duin waras yonghwa gantian de tu manjain eun ye^^


ADAM COUPLE SELCA

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
 [lovestruck] [lovestruck] yong hwa walau pun stres tahu ja ma yang bening-bening. langsung tidur di bahu Eun, ckckckck, lanjutkan...


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
kasiannya Yong Hwa...tp,ntar pasti traumanya hilang gr2 ada Eun Sun dsampingnya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

sist.Riesha...ada apa dgn pinggangnya Eun Sun??? dia gak knp2,kn??? [what]

lanjut...HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
kematian orang tuanya kan waktu yong hwa berusia 4 tahun,tp Yong hwa mengalami depresi di usia yg bukan anak2 lagi aka baru beberapa bulan terakhir. emang kejadian apa yg bikin young hwa depresi spt ini, mana cewe nya kgk nongol2????

tp young hwa nampak nyaman dengan perawatan yg dilakukan eun sun ,walapun hanya tertidur di bahu eun sun. berharap dengan perawatan eun sun yang maksimal dapat mengembalikan kesadaran Young Hwa.  [biggrin]



    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
  kyanya EUN benar" bisa sembuhin yong hwa.... :)

 disaat orang" bingung menghadapi yong hwa kalo lagi teriak"

  seperti tadi Eun hanya dengan menyentuhnya aja sudah bisa menenangkan ^_^ benar" ajiiiib, semoga cepat sembuh ya yong hwa :) .

sebenarnya apa seh maksud dari mimpi orang tuanya yong hwa..?

  penasaran.com

gg maksud apa-apa koq onn...
Mungkin karena perasaan bersalahnya pada orangtuanya yang membuatnya seperti ini

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
pasti ada sesuatu yg menyebabkan trauma masa kecil yong hwa kumat lagi kan [what] [what] tapi apa [what] [what] ini merupakan teka teki yang belum terungkap [chin] [chin]
kyknya eun sun emang mempunyai kekuatan buat nyembuhin yong hwa, semoga saja dia cepat sembuh dgn perawatan angelnya, si eun sun [lovestruck] [lovestruck]


pasti ada yang menyebabkan Yong Hwa seperti ini. Semuanya akan terungkap setelah Yong Hwa sembuh  [biggrin]

kasiannya Yong Hwa...tp,ntar pasti traumanya hilang gr2 ada Eun Sun dsampingnya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

sist.Riesha...ada apa dgn pinggangnya Eun Sun??? dia gak knp2,kn??? [what]

lanjut...HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

pinggangnya sehat" aja koq..  [goodgrief]
emang pegal" di pinggangnya udah Eun alami sejak kecil  [biggrin]

Nice work sist.

Thanks ya...

Kayanya cerita ini rada berat ya...abis ada kondisi kejiwaan segala gitu sih. Lagian penyakit si Yong Hwa aneh banget. kalo di indo pasti udah dituduh kena santet tu... [hmpfh]...

LAgian Hyong Hwa kterlaluan juga sih manjanya. Masak gara2 gak diajak ke Eropa ngacir ampe 2 minggu. Beda Yong Hwa ama noonanya berapa taun yak? Kok lagi Yong Hwa 4 taun, noonanya udah kencan aja... [hmpfh]

Ditunggun lanjutannya lagi ya sist...

 [arms]

Beda usia Yong Hwa dan Yoon ah terpau 10 tahun...  [biggrin] [biggrin]

jauh emang

Offline Bunga_MinSun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • How beautiful she is
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Risa.....  [hug] [hug]

thanks loe dah kasih tahu forum ini..   [arms]

gua suka.. 

Ternyata loe buat FF ya..
lanjutin napa..

yang di Short juga..
dah lama nggak di update

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Update

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 3

New Cast

Key SHINee as  Han Jun Ki or Key



Selama ini Yong Hwa menghabiskan waktu hanya di dalam kamarnya. Sekarang Eun Cha membawanya ke taman yang
ada di rumah sakit tersebut di pagi hari. Awalnya Yong Hwa menolak, namun karena kegigihan Eun cha akhirnya yong hwa menyetujui.

Di taman, yong hwa sangat antusias, ketika ia melihat capung atau kupu-kupu ia segera berlari atau meloncat berusaha mendapatkan kupu-kupu tersebut. Eun cha melihat tingkah yong hwa di kursi yanga ada di taman. Senyuman tak pernah hilang di wajah Eun cha, bukan karena melihat keceriaan Yong Hwa namun cita-cita yang sudah lama ia inginkan akhirnya tercapai. Eun Cha memejamkan matanya, menghirup udara pagi yang segar tanpa polusi dan merasakan hembusan angin yang menyerang tubuhnya.

Flashback

“ Lee Eun Cha, jika besar nanti, kamu mau jadi apa? ” Tanya Ms. Young pada Eun Cha

“ Mau jadi Psikologi, bu. ” Jawab Eun Cha dengan senyuman.

“ Psikologi? ” Ulang Ms. Young tak percaya. Gadis berumur 5 tahun, tahu apa tentang Psikologi.

“ Ya bu. Kata Appa, Psikologi biasanya merawat orang-orang yang tak waras bu. Karena Eun sangat penasaran, Eun meminta Appa mengajarkan tentang Psikologi, tapi appa menolak karena aku masih kecil. Jadi, Eun ingin tumbuh besar dan menjadi Psikologi ”

“ Benarkah? Apakah Eun sanggup dan siap menjadi Psikologi? ” Tanya Ms. Young

“ NE! EUN SIAP, SANGAT SIAP! ” Kata Eun lantang.

“ Eh Eun Cha.. Aku ragu kau bisa menjadi Psikologi. Gadis lemah dan cengeng sepertimu mana bisa menjadi Psikologi?
Seorang Psikologi harus memiliki mental yang kuat, karena yang ia hadapi bukanlah orang biasa, tapi luar biasa ” Ejek seorang pemuda cute dan terpintar di kelas Eun.

“ Tau apa kau tentang Psikologi huh? ” Balas Eun kesal

“ Appa ku seorang Psikologi. Beliau menceritakan bagaimana susahnya menjadi Psikologi. Seorang Psikologi harus memiliki rasa sabar dan mental yang kuat. Jika tidak,.. ”

“ Han Jun Ki!! ” Tegur Ms. Young. “ Kenapa kau selalu ingin berdebat dengan Eun Cha? ”

“ Jun cuma menceritakan sebuah fakta bu. Kalau Eun Cha nggak sanggup gimana? Kalau Jun kasih tahu sekarang, Eun akan lebih siap bu. ”

“ Eh? Apakah ia mengkhawatirkan aku? ” Kata eun dalam hati

>>>>>>******<<<<<<

Duarrr!!!

Tepukan keras di kedua bahu Eun menyadarkannya dari lamunannya.

“ Oh.. ” Tiba-tiba Yong Hwa berada di hadapannya sekarang sambil tersenyum manis dan menyembunyikan kedua tangannya ke belakang.

“ Apa yang Yong Hwa sembunyikan? ”

Yong Hwa memperlihatkan toples berisi kupu-kupu kepada Eun Cha. Eun cha yang emang menyukai kupu-kupu langsung merebut toples tersebut dari tangan Yong Hwa, sedangkan Yong Hwa hanya menganga menatap reaksi Eun yang begitu cepat mengambil benda yang di genggamnya..

“ Yong Hwa, kenapa kau mengambilnya cuma satu! ” Protes Eun menatap Yong Hwa

“ Yya.. kau kenapa? Yong Hwa! Yong Hwa!! ” Telapak tangan Eun bergerak ke kanan dan ke kiri menyadarkan Yong Hwa yang keliatan sedang melamun.

>>>>>>******<<<<<<

7 bulan kemudian

Sudah 7 bulan Yong Hwa di rawat, keadaannya semakin hari semakin baik, itu semua berkat Eun yang selalu mengajaknya jalan-jalan. Selama 7 bulan ini, tercatat Yong Hwa berteriak karena mimpi kedua orangtuanya hanya 5 kali dan itupun terjadi 5 bulan yang lalu.

Hari ini, senyuman tak pernah terlepas dari wajah Yoon ah. Hari bersejarah yang pernah ada baginya. Adik kesayangan telah sembuh dan siap tuk kembali ke rumah. Yoon ah berjanji, akan memerhatikan adiknya sekarang dan memberikan kasih sayang yang lebih dari yang dulu. Ia tak mau lagi Yong Hwa seperti ini.

“ Yong Hwa.. kau sudah siap? ” Tanya Yoon ah saat membuka pintu kamar rawat Yong Hwa

“ Omooo… ” Yoon ah menutup mulutnya, kaget! Itu yang dirasakannya sekarang. Yoon ah menggelengkan dan mengedipkan matanya berkali-kali, pemandangan didepannya membuatnya kaget setengah mati. ‘ Bagaimana bisa Yong Hwa seperti ini? Dia piker dia itu… ’

“ Wae?? Ada yang salah? ” Tanya Yong Hwa sambil memandangi dirinya sendiri

“ Yya.. kau pikir kau actor huh? ”

“ Anyi.. ” Jawab Yong Hwa santai

“ Ini apa? Ini? ” Yoon ah menunjuk-nunjuk kea rah Yong Hwa

“ Ini? Ini kacamata, ini baju. Lalu apa yang salah? ” Tanya Yong Hwa heran.



“ Ahh…. Susah bicara dengan mu. Lebih baik kau seperti dulu. ” Cibir Yoon ah ke Yong Hwa

“ Kau mau aku gila lagi? ”

“ Ahh.. ” yoon ah menggerakkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri tepat di wajah Yong Hwa. “ Aku tak pernah mengatakan seperti itu. Kau yang mengatakannya sendiri ”

“ Aish…. Noona menjengkelkan ”

“ Lebih baik kau mengenakan baju ini ” Yoon ah menyerahkan baju untuk Yong Hwa. “ Dari pada ini, nanti kau di sangka actor tampan yang bernama Lee Min Ho itu. Cepat ganti sana ” Yoon ah mendorong Yong Hwa kearah kamar mandi.



“ Yya.. aku tak suka baju ini. Aku seperti anak kecil. ” Protes Yong Hwa kepada Yoon ah.

“ Sini. Perhatikan baik-baik. ” Yoon ah menarik adiknya sampai di depan cermin

“ Rambutku sedikit berantakan. ” Gumam Yong Hwa. Lalu, yong hwa mengangkat kedua tangannya ke belakan kepala, merapikan rambutnya. Setelah itu ia tersenyum.



“ Bagaimana? ” Tanya Yoon ah setelah menatap senyuman adiknya di cermin.

Yong Hwa merangkul bahu kakaknya.

“ Bagus. Aku lebih terlihat tampan dengan baju ini. Terlihat lebih muda. Selera noona semakin hari semakin bagus. Pertahankan ” Kata Yong hwa sambil menepuk-nepuk bahu noona nya.

“ Mwo!! ” Yoon ah tercengang setelah mendengar perkataan dongsaengnya. “ Sejak kapan kau berani menguliahi noona huh? ”

“ Sekitar… ” Yong hwa melirik jam yang melingkar di tangan kirinya. “ 7 detik yang lalu ” 

“ Yong Hwa!! ” Kesabaran Yoon ah mulai menipis. Ia tak tahan dengan sikap Yong Hwa sekarang ini. Lebih parah.

“ Noona.. Jangan marah dulu. Aku kangen bertengkar dengan noona. ”

Yoon ah tak membalas perkataan Yong Hwa. Karena merasa di acuhkan, Yong Hwa teringat sesuatu.

“ Noona.. Eun Cha di mana sekarang? Aku mau mengucapkan terima kasih padanya. ”

“ Mana noona tahu. ” Jawab Yoon ah cuek

“ Hmm.. Baiklah. Noona punya kan nomor ponsel Eun Cha? Kalau ada, pinjam ponselmu ”

“ Ambil saja sendiri ” Sahut Yoon ah sambil melemparkan tas nya kepada Tong Hwa. Lalu, Yoon ah melangkah ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut

“ Untung saja tidak jatuh. Seharusnya noona berterima kasih padaku. ”

Yong Hwa mulai mengutak atik Phonebook Yoon ah. Sesaat ia melihat nomor seseorang yang ia rindukan selama ini. Segera ia menekan tombol hijau untuk menghubungi nomor tersebut.

“ Yeobseyo onnie.. ”

“ Park Hyo Joo… Bogoshipo… ” Ujar Yong Hwa lembut

“ Kim… Yong… Hwa..? ” Terka Hyo Joo tak percaya

“ Hmm… ini aku. Kenapa? Kaget? ” Kata Yong Hwa di iringi senyuman manis
Tak ada balasan dari Hyo Joo. Sekilas Yong Hwa merasa ada yang ganjal dengan “kekasihnya” ini. Tapi, Yong Hwa tak mau memikirkan itu sekarang, yang ia pikirkan adalah betapa besar rasa rindunya pada Hyo Joo.

“ Hyo Joo.. Kenapa selama ini kau tak pernah menjengukku huh? ” Tanya Yong Hwa pura-pura marah.

“ Jangan pernah menghubungi Yong Hwa lagi. Arraseo!! ”

“ Noona.. Apa yang kau lakukan. Aku menghubungi kekasihku. Kenapa kau mematikan sambungannya? ”

“ Huh Kekasih? Tidak! Noona tidak akan menyetujui nya jika kau kembali padanya ” Tegas Yoon ah pada Yong Hwa.

“ Apa alasannya. Dulu noona sangat menyetujui hubungan kami. Tapi kenapa sekarang… ”

“ Tanya tuh pada KEKASIH mu itu. ” Yoon ah menekankan kata ‘kekasih’ dan langsung pergi begitu saja.

“ Annyong Yoon ah onnie.. ” Sapa Eun ketika masuk dan melihat Yoon ah melangkah keluar. Yoon ah tak membalas ataupun tersenyum sapaan Eun cha. Eun cha hanya memandang aneh dan mengangkat bahunya tanda ia tak mau tahu.

“ Lee Eun Cha.. ” panggilan dari Yong Hwa mengalihkan pandangan Eun cha.

Eun menganggukkan kepalanya dan menatap Yong Hwa. Menanti perkataan Yong Hwa selanjutya.

“ Apa saja yang terjadi pada noona.. Tingkahnya sedikit aneh. ”

Eun cha mengankat kedua bahunya bertanda ia tidak tahu apa-apa. Yong Hwa menganggukkan kepalanya mengerti gerakan Eun cha. Lalu Yong Hwa bertanya lagi.

“ Apakah noona pernah menceritakan seseorang, tepatnya Park Hyo Joo padamu? ”

Eun cha menggelengkan kepalanya bertanda tidak. Yong Hwa melihat gerak-gerik Eun cha dengan pandangan bingung dan sedikit kesal.

“ Yya.. kenapa tak mengeluarkan suara sejak tadi. Ada apa denganmu? ” Tanya Yong Hwa sedikit berteriak karena kesal.

“ Tidak ada, cuma males aja. ” Jawab Eun tanpa ekspresi.

“ Kenapa? ” Tanya Yong Hwa lagi

“ Tidak tahu ”

“ Kenapa tidak tahu? ”

“ Ya terserah aku dong. ”

“ Apanya yang terserah ”

“ Kata-kata yang aku keluarkan ”

“ Emangnya kau mengatakan apa ”

“ Yya.. Kim Yong Hwa! ”

“ Ne.. ”

“ Ah sudahlah. Aku lebih suka kau waktu perjumpaan kita yang pertama ” Ujar Eun capek.

“ Mwo! ” Apa yang dikatakannya? Kenapa perkataan Eun sama dengan noona, apakah mereka berharap aku menjadi
gila?

“ Aku tahu apa yang dipikiran mu. Aku tak berniat mengucapkannya. ”

Yong Hwa hanya menganga, ia tak dapat mengeluarkan suaranya. Tergagap-gagap ia berkata

“ Ka..kalau e..mang k.kkau ta.hu apa. Yang.. aku.. pikirk..kan.. co..ba k.kau katakan ”

“ Aku tak mau. Nanti kau tersinggung. ”

“ Mwo! Kau! ” Tunjuk yong hwa tepat di hidung Eun. Segera Eun menepis tangan Yong hwa dan berkata

“ Cepatlah sedikit. Onnie pasti sudah menunggu kita di parkiran. ”

>>>>>>******<<<<<<

Di dalam mobil

“ Eun Cha, terima kasih kau telah menjaga Yong Hwa. ” Ucap Yoon ah pada Eun cha yang duduk di sebelahnya.

“ Ne onnie… ” Balas Eun tersenyum sambil memandangi Yoon ah yang tidak memandangnya, karena Yoon ah sedang menyetir

“ Setelah mengantar kami kau mau kemana? ” Tanya Yoon ah pelan.

“ Aku mau ke supermarket. Bahan-bahan di rumah sudah mulai habis. ” Kata Eun cha lagi.

“ Oh kalau begitu, kau pergi dengan ku saja. Anggaplah sebagai tanda terimakasih ku padamu ” Kali ini Yong Hwa yang
bersuara setelah terdiam cukup lama.

“ Yya Yong Hwa, kau belum mengucapkan terima kasih pada Eun cha? ” Tanya Yoon ah sambil melihat kekaca spion untuk melihat reaksi adiknya

“ Belum ” Jawab Yong Hwa pelan

“ Mwo!! ” Teriak Yoon ah tak percaya

“ Yya jangan berteriak, noona selalu berlebihan. Maka itu, aku mau menemaninya ke supermarket ” Balas Yong Hwa sambil cemberut.

“ Dasar! ” Gumam Yoon ah yang masih terdengar oleh Yong Hwa

Sedangkan Eun Cha hanya terkekeh pelan melihat kelakuan kakak adik di depannya ini.

“ Bagaimana Eun cha, kau mau aku temani ” Ucap Yong Hwa sambil memasang wajah se-manis mungkin

“ Hmmm… baiklah ”

>>>>>>******<<<<<<

“ Noona.. jangan lupa jemput aku ”

“ Do’a kan saja Noona tidak lupa. OK.. Bye! ” Yoon ah segera menancapkan gas. Ia tak mau mendengar celotehan adiknya itu

“ Noona selalu saja begitu. ”

“ Kalian noona dongsaeng terbaik, terlucu dan terunik yang pernah aku temui. ” Kata Eun sambil memasuki toko

“ Gomawo.. Oh ya, bagaimana sikap Noona kemaren sebelum…aku sembuh ” Yong Hwa sedikit gagap mengatakan itu pada Eun cha.

“ Onnie keliatan sedih, ia sangat mengkhawatirkan mu. Sampai-sampai ia cuti untuk mencari seorang Psikolog demi kesembuhan mu. Tapi setelah kau sembuh.. dia sedikit cuek. Apakah itu sifat aslinya? ” Tanya Eun sambil memilih-milih sayuran yang ada di depannya

“ Ne, ia selalu seperti itu. Kami selalu bertengkar sampai-sampai tetangga mendatangi rumah kami dan menanyakan apa yang terjadi. Serentak kami mengusir mereka dan melanjutkan pertengkaran kami. Tapi walaupun kami sering bertengkar. Kami saling menyayangi. ” Cerita Yong Hwa semangat mengingat masa lalunya bersama Yoon ah

“ Contohnya? ” Tanya Eun tanpa menoleh pada Yong Hwa.

“ Seperti yang kamu katakana tadi. Noona rela mengambil cuti dan mencarikan seseorang untuk menyembuhkan ku. Nah itu salah satu contohnya. ”

“ Benar juga. ”

“ Yya.. kenapa nada bicaramu selalu datar. Apakah aku telah berbuat salah padamu? Atau ceritaku membosankan? ”

“ Tidak ada yang salah, ceritamu juga tak membosankan. ” Eun menjawab pertanyaan Yong Hwa sambil berjalan menuju kasir.

“ Lalu? Kenapa kau bersikap seolah-olah kau marah padaku? ” Tanya Yong Hwa lagi

“ Terimakasih ” Kata Eun pada penjaga kasir dan melangkah keluar.

“ Karena aku seperti itu. Aku tak bisa menunjukkan ekspresi atau berkomentar jika seseorang bercerita kisahnya padaku. Kecuali kalau orang tersebut dalam masalah dan membutuhkan saran. Nah, baru aku bersuara. ” Ucap Eun panjang lebar.

“ Kau aneh. ” Kata Yong Hwa pelan

“ Kau orang yang ke 148.543 yang mengatakan aku aneh. ”

“ Mwo!! ” Teriak Yong Hwa tak percaya.

“ Yya.. Jangan berteriak. Lihat semua orang memerhatikan kita. ”

“ Oups.. Miane.. ” Sesal Yong Hwa

“ Tunggu aku mengenali pemuda itu? ” Gumam Eun cha pelan



“ Pemuda itu? Siapa? Kau mengenalinya? Kalau kau yakin kau mengenalinya. Lebih baik samperin saja. ” Saran Yong Hwa pada Eun cha.

Eun cha menganggukkan kepalanya.

“ Tumben kau pintar ” Eun cha menepuk-nepuk bahu Yong Hwa dan mendekati pemuda itu. Yong Hwa hanya mengikuti
eun cha dari belakang sambil tersenyum.



“ Permisi ” Sapa Eun sambil menepuk pundak pemuda itu. Sontak pemuda itu mengalihkan pandangannya. Eun menutup mulutnya.

“ Ternyata benar ini kau? ”

“ Lee Eun Cha ” Terka pemuda itu.

“ Ne! ”

“ Aaaahh..  Kau! Benar kau Eun Cha itu ” Tanya pemuda itu sambil menunjuk kearah Eun cha



“ Kude.. Ini aku. Aaakkkhhh … ” Eun langsung memeluk pemuda itu, dan pemuda itu juga. Membalas pelukan Eun Cha.

“ Apakah mereka adalah sepasang kekasih. Lalu, mereka berpisah karena orangtua? Hmm.. pemandangan ini mirip sekali
novel yang Hyo Joo ceritakan padaku setahun yang lalu” Yong Hwa menganggukkan kepalanya.

“ Bogoshipo Key.. ”

“ Ne.. Bogoshipo.. ”

End Chap