![[bye]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/bye.gif)
holaaa salam kenal semuanya newbie here mau nyoba bikin ff nih moga bisa dinikmati
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
Title : Never Say Love You
Genre: Romance
Started :9 may 2011
Ended :--
CAST
LEE MIN HO AS LEE MIN HO
Penerus kerajaan bisnis Shinwa.Semenjak kematiaan ayah tercintaannya dia mengelola semua perusahaan hingga berkambang pesat menjadi perusahaan yang terbesar di Korea Selatan.karena kesibukan itulah mengapa dia tidak pernah memikirkan sesuatu yang disebut dengan cinta...
GOO HYE SUN AS GOO HYE SUN
Putri tunggal dari keluarga Goo,ceria dan menyukai tantangan. baginya Cinta adalah hal yang Suci dan tidak mungkin datang hanya dalam waktu sekejap, membutuhkan sebuah perjuangan yang panjang.
KIM MI SUK AS Mrs. Lee
sosok wanita yang kuat, karena beliau membesarkan putra semata wayangnya tersebut tanpa ditemani oleh suami tercintanya yang telah meninggal sejak Min Ho masih kecil.
JUN IN WHA AS Mrs.Goo
Ibunda Goo Hye Sun,dibalik sifat kerasnya terhadap Hye Sun sebenarnya beliau sangat mencintai putri semata wayangnya tersebut.Semua yang dilakukannya adalah untuk kebaikan putri tercintanya.
KIM GAB SO AS Mr.Goo
Ayah tercinta Goo Hye Sun,beliau seorang pengusaha yang supel dan cekatan.setiap ucapannya adalah sebuah perintah.
SANDARA PARK AS DARA
sahabat baik goo hye sun, mereka berteman sejak masih kecil,dan berlanjut sampai ke bangku perkuliahan.
CHOI SEUNG HYUN AS CHOI SEUNG HYUN
Choi Seung Hyun adalah putra adik perempuan Mr.Lee.Seung Hyun bisa dikatakan adalah saudara sekaligus teman bagi Min Ho yang terlahir sebagai anak tunggal
HAN GA IN AS HAN GA IN
Sahabat semasa kuliah Lee Min Ho dan Choi Seung Hyun,dia adalah wanita ke dua yang terdekat dengan Min Ho setelah mr.Lee

Pada tengan malam badai besar melanda kota seoul.Suara gemuruh dan kilatan cahaya petir terlihat tampak jelas dan menyeramkan.Hye Sun terbangun dari tidurnya dan rasa ketakutan menguasai dirinya kini,detak jantungnya berdetak dengan ritme yang tak beraturan dan keringat dingin keluar dari tubuhnya.Hye Sun menutupi dirinya dengan selimut tidurnya yang tebal untuk meredam rasa takut yang berkecamuk dalam dirinya.
Di dalam selimut Hye Sun mendengar pintu kamar terbuka dan langkah kaki berdenyit di lantai kamar tidur.Dalam kilatan cahaya petir ia melihat bayangan Min Ho melangkah masuk melewati tempat tidurnya menuju jendela memutupnya dan memperbaiki posisi korden yang berantakan karena tiupan angin.
Min Ho hendak bergegas keluar dari kamar Hye Sun dan kemudian berbalik kearah tempat tidur.Dan mendapati Hye Sun yang menatapnya dari balik selimut tidurnya sedang menatap kearahnya.
“Apa kau terbangun?” dengan suara lembut Min Ho bertanya,Hye Sun keluar dari balik selimutnya dan mengangguk pelan tanpa berkata.
Denga sedikit rasa keragu-raguan Min Ho berjalan kearah tempat tidur Hye Sun.
“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Min Ho,Hye Sun kembali mengangung dengan ragu-ragu.
Sambil mengerutkan keningnya Min Ho duduk hati-hati menepatkan dirinya ditepi tempat tidur Hye Sun,kemudian meletakkan tangannya didahi Hye Sun.
“Apa kau sakit?” Min Ho kembali bertanya,Hye Sun menatap menatap Min Ho dengan tatapan terkejut melihat perlakuan lembut yang dilakukannya terhadap dirinya sekarang.
“Apakah kau mimpi buruk hye sun-ah” Min Ho menyapu poni Hye Sun dengan lembut dan menyelipkan rambut yang menutupi pipinya disela-sela telingannya.
“Aku akan membuatkan segelas susu hangat untukmu agar kau merasa lebih baik “ Min Ho hendak berdiri dan berbalik,Hye Sun segera menyambar lengannya,dan memegangnya dengan erat.Min Ho terkejut dan memandang ke arah Hye Sun.
“Mengapa kau membenciku?” Min Ho tampak terkejut mendengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Hye Sun.Min Ho terdiam dan sibuk dalam pikiranya sendiri.Seakan ia tak mampu menjawab pertanyaan yang cepat atau lambat Hye Sun akan mempertanyaan perlakuannya yang memang kurang baik terhadap Hye Sun seolah-olah memang ia membencinya.
Min Ho masih termenung bingung harus menjawab bagaimana pertanyaan Hye Sun.Dia merasa bersalah kini tak seharusnya ia memperlakukan Hye Sun secara dingin hanya karena pernikahan yang diatur oleh keluarganya,terlebih-lebih Hye Sun pada awal perjodohan mereka menolah dirinya mentah-mentah.
“Mengapa?mengapa kau membenciku Min Ho-a” Tak kuasa menahan siksa batinnya tangisan Hye Sun pecah,kini ia terisak-isak lembut sembari masih memegang erat lengan Min Ho.
Entah dapat bisikan dari mana tiba-tiba Min Ho menarik Hye Sun dan menciumnya.Bibir tebal Min Ho menempel dibibir mungil Hye Sun.Hye Sun membelalakan matanya terkejut dengan tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh Min Ho.
LEE MINHO POV
“Apa kau tahu betapa aku lama menginginkanmu,betapa kau telah menyiksa disetiap hari-hariku??”
“Apa kau tahu senyummu dan tawamu selalu terbanyang dalam pikiranku,betapa besar keinginanku untuk memungkiri rasa dihatiku terhapamu??”
“Apa kau tahu betapa lama aku menginginkanmu,menunggu untuk melakukan hal ini padamu??
Min Ho kembali melumat bibir Hye Sun meluapkan segala terasanya yang telah lama ia pendam,yang berkecamu dalam dirinya.Hye Sunpun tak menolak ataupun mendorong tubuh Min Ho untuk mengakhiri ciumannya,dengan air mata yang masih berlinang ia menutup mata menikmati setiap akan yang dilakukan Min Ho kini padanya.Membalas dan meladeni lumatan demi lumatan yang dilakukan Min Ho.
Dengan nafas yang terengah-engah Min Ho melepas ciumannya,memandang lurus kedalam mata Hye Sun dan berbisik halis tepas ditelinga Hya sun.
“Aku menginginkanmu GOO HYE SUN”
Kemudian Min Ho mencium leher,Hye Sun terpekik halus mendapati perlakuan Min Ho terhadapnya.Hye Sun tak mampu berbuat apa-apa.Tak mampu menjawab pertanyaan Min Ho ia hanya pasrah.
Hye Sun tidak menyadari betapa Min Ho menginginkan dirinya sampai saat ini.Menyentuh kulit halusnya,pinggang kecilnya,kaki rampinya,memcium bibir mungilnya dan menginginkan menyatu dengan dirinya,yang menghantui disetiap hari-harinya.Menyiksanya seberapa keras Min Ho membenamkan dirinya terhadap pekerjaanya hanya untuk menahan dirinya dan mencoba mengubur rasa yang tumbuh dihatinya.
Min Ho mulai menyelinap di baju tidur Hye Sun…Nafasnya terengah-engah ketika untuk pertama kali melihat gundukan sempurna yang dimiliki Hye Sun…Hye Sun mulai merasa panas menjalar disetiap tubuhnya…Pipinya merona melihat betapa Min Ho menatapnya dengan lapar seakan ia ingin memakannya….
Min Ho mencoba memberitahu dirinya untuk berperilaku lebih lembut….dan menyadari mungkin ini pertama bagi Hye Sun dan mungkin sedikit takut untuk melakukanya….tak bias terbendung hasrat dari dalam jiwa….Min Ho…
Dia mulai menciumi setiap jengkal dari tubuh Hye Sun….lenganya…dadanya….bahunya….meluncur kembali ke bibir mungil Hye Sun dan mencium lehernya….Hye Sun terpekik dan mendesah halus menikmati setiap perlakuan Min Ho terhadap tubuhnya…Min Ho kembali menekan bibirnya pada bibir Hye Sun…
Min Ho memulai kembali menciumi seluruh bagian tubuh Hye Sun…pinggulnya…perutnya….kakinya dan bagian pangkal pahanya,Hye Sun terengah-engah seolah susah bernafas….
“Min Ho-a” Hye Sun berkata dengan memohon seakan tak kuasa meminta Min Ho mengakhiri siksaan padanya.
“ehem…ne Hye Sun-ah”
Min Ho menjawab….Min Ho mengerti apa yang diinginkan Hye Sun…sangat….sangat ingin…dan untuk sentuhan terakhir menyatukan dirinya dengan Hye Sun….memuaskannya…memeluknya sangat erat saat keduanya menyatu…berteriak menahan sakit yang Hye Sun rasakan ia membenamkan kuku jarinya dibahu Min Ho….membuat bekas merah….
Setelah beberapa menit Min Ho bertanya kepada Hye Sun
“Gwenchana??”
Min Ho merasakan anggukan kepala Hye Sun yang tepat di bawah dadanya dan kemudian ia tersenyum.
“Kau bisa bernafas??”
Hye Sun malu-malu mengeleng…Min Ho hanya tersenyum dan tertawa kecil…memindahkan badannya yang semula diatas tubuh Hye Sun merebah disampingnya….Hye Sun memeluknya dengan erat sembari mengatur ritme nafasnya….merasa malu dalam dirinya….sementara badai masih bergemuruh diluar kamar mereka.
“Apa aku menyakitimu??”
“Sedikit,,,hanya sedikit tapi tetap sakit,,Gwe-gwenchana” Hye Sun menjawab dengan malu-malu.
Min Ho mematapnya melihat mata indah Hye Sun….Ia melihatnya….Dia lebih indah dari apa yang selama ini Min Ho lihat dan bayangkan….rambut yang jatuh lembut di wajah Hye Sun dan sebagian menempel di kening dan pipinya karena berkeringat….Ia tampak lebih indah setelah bercinta dengannya.Min Ho menurunkan bibirnya lembut terhadap bibir Hye Sun dan menciumnya lembut….
INDEX CHAPTER