Author Topic: THE PRISONER OF PRINCE Chapter 8 21102012  (Read 24510 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 3 1 juli 2011
« Reply #270 on: July 12, 2011, 09:44:30 pm »
Eomma, UP DATEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE

MY PRINCE JUN and bininya ANTHEA aka JANDI

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

sumpah dah gw kalo nemu laki model Jun yg bentar2 nyosor,bentar2 gerayangan tuh tangan pengen ane kerangkeng aja deh barengan piaraan ane si macan tutul , itu sih laki phsycopat tingkat akut [head break] [head break]

mudah2 an secepatnya dapat hidayah dari Yang Maha Kuasa biar kagak nyesel kalo ampe Jan Di dibawa kabur Ice Man jauh2 [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 3 1 juli 2011
« Reply #271 on: August 13, 2011, 09:47:57 pm »


All.................................................

prince dulu yak yang majuuuuuuuuuuuuuuuuu.....

thanks masih ada yg nungguinnnn  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 3 1 juli 2011
« Reply #272 on: August 13, 2011, 09:59:02 pm »


All.................................................

prince dulu yak yang majuuuuuuuuuuuuuuuuu.....

thanks masih ada yg nungguinnnn  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]

hyeeeeeeeeeeee....kemana aja dirimu...missss you so much...dan pastinya pada ditunggu ff2 nya uda pada kangen jg... [arms]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 3 1 juli 2011
« Reply #273 on: August 14, 2011, 12:28:47 am »
Habis teraweh kah update eon...jgn lpa eon prince dbwat cemburu truz minggu dpn update cassadoll...eonni kmana sja slama nie ko' gk prnah ksih kbar n bru muncul sekarang aku kn rindu ma eonni ma ank2nx,,,

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 3 1 juli 2011
« Reply #274 on: August 14, 2011, 08:46:49 am »


All.................................................

prince dulu yak yang majuuuuuuuuuuuuuuuuu.....

thanks masih ada yg nungguinnnn  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]


Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 3 1 juli 2011
« Reply #275 on: August 16, 2011, 08:13:54 am »




Chapter 4




BUZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ



Sedan mewah itu melesat dengan kencang, diantara pepohonan rimbun. Langit tampak mendung sore itu, seolah merasakan derita gadis yang masih terisak tenggelam dalam tangisnya….





“kau…sudah merasa baik, jandi-aa ?” suara itu terdengar parau diiringi belaian tangannya pada wajah yang masih dihiasi air mata.

Jandi semakin menggeserkan jarak duduknya, saat lelaki itu mencoba mendekati dengan sentuhan- sentuhannya untuk kesekian kali.….

Nafasnya terasa tercekat, ruang terasa sempit dan sesak karena terhalang akan pintu mobil yang terkunci bagai penjara, dengan kedua kaki yang menutup dadanya…. isakan itu masih mengalun dengan jelas, dari bibir mungil “anthea”yang gemetar….

“ sebentar lagi kita akan sampai, sayang…” Prince Jun menggeser tubuhnya perlahan… hingga kali ini terlihat semakin menguasai tubuh yang gemetar itu.

Junpyo tersenyum…, saat perlahan cuping mancungnya mencoba mencari sesuatu_dengan agresif…diiringi matanya yang terasa sayu… saat mendapati aroma kenikmatan dari tubuh kaku itu…

“jandi_aa… kau masih suka mengenakan parfum ini…”  bisik Prince jun sambil  menghisap perlahan aroma tubuh gadis itu, yang kali ini terasa seperti ekstasi memabukkan baginya…

“aroma bunga yang lembut dan…. menggairahkan…”

Ia jauhkan kepalanya beberapa senti…diiringi tatapan nakal disetiap lekuk bagian yang terlihat pada tubuh jandi…Seolah terkesima akan “hasil” kekuatan tangannya, pada kemeja yang robek…,
 

dan perlahan …..


sang prince mengangkat lagi lengannya…memainkan setiap jemari_menyentuhnya, pada pundak putih yang terlihat jelas karena robekan kemeja…

sentuhan itu terasa lembut… dan lagi- lagi terkesan, nakal… bagai pemilik nyata bagi tubuh kaku sang “mangsa”.….

dan dalam hitungan detik….


tanpa ragu…


Ia kecup pundak putih itu dengan bibirnya…

“ aku sengaja merobek pakaianmu, agar bisa melihat milikku dengan jelas, tapi aku sadar… seharusnya tidak melakukannya disini.”
 
Lagi- lagi sang prince tersenyum nakal, sambil menggigit kecil bibirnya, saat ia sadar gadis itu seolah bereaksi “geli” akan kecupannya… merasakan hembusan kecil nafas, yang keluar dari hidung mancung sang prince, yang seolah bagai udara lembut yang menyakitkan, yang membuat bulu roma bergidik.

Reaksi itu mungkin hanya “tertangkap” sekilas, karena bola mata jandi yang hanya mengarah pada luar jendela…seolah menyembunyikan ketakutan yang bahkan terlihat jelas diraut wajah pucat itu…

Kebisuan jandi mendadak membuat sang prince semakin “menggila” …

Dan…

jandi bisa merasakan lagi kecupan hangat tiba- tiba_untuk kedua kalinya, namun kali ini pada leher jenjang yang terpahat sempurna bersembunyi dibalik rambutnya…


“lembut, …dan lagi- lagi sangat menggairahkan” suara itu terdengar berbisik diiringi tawa sang Prince yang terkekeh. Saat jandi menaikkan pundaknya…menutupi leher jenjangnya, mencoba menolak kecupan itu…kecupan yang membuat bulu kuduknya kembali bergidik…

“weo…kau..malu?” tukas prince jun disela- sela tawa “iblisnya”

“padahal…aku sempat menerka, bahwa kau sangat menyukainya…”

Tawa sang prince kembali memecah… diiringi tatapan sang ajudan yang terlihat kesal akan tingkah majikannya….

Dan saat mencoba melancarkan aksinya “lebih jauh” lagi….




BIP BIP BIP



Terdengar suara ponsel berbunyi… yang sesaat melegakan jandi ketika tawa jun pyo mendadak  berhenti “mengalun”. Tawa yang membuat ketakutan, tawa iblis yang seolah memainkan irama kematian pada diri dan tubuhnya…

Prince jun yang sedari tadi duduk bagai terali pada tubuh itu, dengan perlahan mengendurkan “ikatan” lengannya….dan segera meraih ponsel yang berada disaku mantelnya….

“yoboseyo….” Sapanya dengan suara datar.

………….

“apa maksudmu, pelayan jang?!” bentak Prince Jun, yang segera merubah mimic wajahnya, serta posisi tubuh yang seolah terangkat diiringi bola mata yang terbelalak lebar.

…………..

“dimana dia sekarang?!, yang jelas jauhkan dia dari kamarku!!


“aishhh!!!”



Raut wajah itu terlihat semakin garang bahkan saat pembicaraan diakhiri.

Prince Jun mengerutkan dahinya, diiringi gurat- gurat kesal, dengan rahang yang seolah mengeras…


Wajah romantic dan “nakal” memudar, yang terlihat hanya keberingasan karena amarah yang perlahan muncul, saat menyadari seseorang akan menghancurkan rencananya…


Jandi yang sedari tadi melihat amarah itu, semakin memeluk kakinya yang menutup tubuh… diiringi pandangan ketakutan yang luar biasa, saat mata tajam junpyo kembali menatapnya.


“sembunyikan dia, saat kita tiba diistanaku, Ajudan Kim” mata tajam itu berkeling_ diiringi suara yang terdengar parau dan dingin.

 
Namun, Pandangan “membunuh” itu hanya sesaat

“aku tidak ingin, semua rencanaku gagal….karena mulut gadis membosankan itu!”

“ apa…kita telah kedatangan tamu besar, Prince Jun?” Tanya Ajudan Kim sambil melirik wajah majikannya melalui spion kaca.


“ya… kau benar Ajudan Kim, dan terus terang…kedatangannya benar- benar sangat menggangguku!” Junpyo  berkata dengan nada suara kesal diiringi helaan nafasnya yang panjang_ memburu.



------------------------------------------------------------





“minumlah…ini bibi…” Mickey mengangkat tubuh lemah itu, sambil perlahan… memberikan air mineral, hingga air itu direguk perlahan oleh wanita yang terbaring lemah disebuah sofa kecil.

“terima kasih, mickey” suara itu terbata, diiringi nafas yang bagai tersengal.

“bagaimana….?” Mickey bertanya dengan wajah khawatirnya. “bibi…sudah merasa baikan?”

Tubuh itu bersandar lemah diantara dinding sofa…

“ne… bibi_sudah merasa baikkan”  sesaat mickey masih dapat melihat ketakutan dan rasa pilu pada wajah itu, namun ia merasa sedikit lega saat Nyonya Geum tersenyum kecil dibalik bibir gemetarnya.

“syukurlah….” Tukas pemuda itu, diiringi senyum kecilnya.

Perlahan ia tatap wajah Ny.geum, yang tertunduk seolah gusar.

“bibi…dimana jandi?” Tanya mickey. Sebuah pertanyaan yang sedari tadi menari indah diotaknya.

“Ny. Geum perlahan mengangkat wajah pucatnya, memandang lelaki yang kini terpaku menunggu sebuah jawaban.

“ja…jandi… jandi…” mimic wajah itu seolah mencari, saat ia sadar…bahwa ia telah kehilangan…. Kehilangan sesuatu yang berharga, mungkin…melebihi nyawanya sendiri.

“ja…jandi….”

Tiba- tiba…. tangisan memecah disela- sela nama itu…

“bibi…kau kenapa?” Tanya mickey sambil menyentuh pundak Ny. Geum.

Lagi-lagi hanya tangisan yang menjadi jawaban dari wanita paruh baya itu. air matanya mengalir deras, diiringi jeritan yang bagai tertahan, saat tangan kanannya menutup rapat- rapat mulut yang seakan memaksa untuk menjerit, jika harus kembali mengingat semua yang telah terjadi…

“bi..bibi…tolong…katakan padaku…kenapa…?!!! Kenapa dengan jandi… a…apa telah terjadi sesuatu pada dirinya…?” sebuah terkaan akan kondisi buruk “gadisnya” membuat mickey terlihat semakin panik.  

Ny. Geum memandang wajah mickey perlahan…

Dan tiba- tiba ….


 “ mickey…maukah kau menolongku? To…tolong aku, nak….? Wanita itu berujar dalam isaknya, diiringi genggaman gemetar yang terasa erat pada lengan pemuda itu.

“bi…bibi, tolong jelaskan padaku…a…apa yang …terjadi !!”  mata pemuda itu terbelalak besar diiringi urat- urat panic diwajah tampannya.

“jandi….lelaki i..tu membawanya…dia membawa jandiku…ia membawa jandi!!!!”

Seketika Suara itu terdengar melengking, disela- sela tangisnya…nafasnya seolah sesak…. Kian sesak, seolah bagai tali gantungan yang siap menggantung lehernya…..


Tangan rapuh tuanya menggenggam erat kemeja yang dikenakan pemuda itu, seolah menahan sakit….jeritan, dan rasa sesal!!!



“ini…salahku…ini dosaku….!!!!”



----------------------------------------------







FLASHBACK



aku ingat wajah itu… wajah yang kini menari bebas dibawah rintik hujan, dan tidak peduli akan tubuhnya yang basah, menari sambil mengangkat setiap renda gaunnya…. benar- benar pemandangan yang indah__ seolah terdengar iringan music yang bermain, membawa tubuh itu bagai burung yang gemulai…menari indah dan bebas dihadapanku”


perlahan aku keluarkan senyum pertamaku, dikota itu….


“ kau bagai hantu yang selalu membayangiku nona…. Dan kini, jelas__ terasa bagai nyala api keperakan, yang membakar tubuhku__ cahaya didalam jantungku__ apakah wajahmu memang telah terpahat dihatiku?”

“Mungkin”


“karena aku tidak bisa melupakan wajah itu….senyum itu, yang selalu tergambar jelas didalam ingatanku…..”




.

.

.



Tubuh indah itu berhenti menari, diiringi bola mata yang terbelalak besar saat melihat sosok pemuda berdiri gagah, menatapnya….

Pemuda itu berdiri…. Masih mengenakan jubah tidurnya…

Tubuh dan jubahnya terlihat sedikit basah, karena hujan yang perlahan reda membasahi bumi,…

kedua insan kini saling memandang satu sama lain…

“kenapa berhenti?” tanpa ragu, sang pemuda bertanya diiringi senyuman kecilnya, sambil mengangkat salah satu alis tebal yang menghiasi wajah tampan itu….

Gadis itu hanya diam, tangannya mengenggam erat disetiap pinggir renda gaun putih yang ia kenakan.


Bibirnya terasa gemetar, entah itu karena dingin atau karena kegugupan yang kian mengikat dihatinya kini, saat harus menjawab pertanyaan dari pemuda yang ia kenal sebagai PRINCE JUN, GOO JUN PYO, nama yang sering terlontar dari bibir ibunya.

“menarilah… aku suka tarianmu, terlihat… sangat menarik…dan…sexy!” ia kedipkan salah satu matanya saat mencoba mengungkapkan lagi rasa ketertarikannya…

prince jun tersenyum…namun kali ini senyum tipis  itu terlihat sedikit menggoda.

“mi…mianhe, ji…jika…saya…mengganggu…istirahat anda, Tuan”

Suara itu terdengar menggigil, seperti tubuh yang kini berdiri lemah saat tiba- tiba tubuh jangkung dan besar itu perlahan…mendekatinya…

“itu..bukan gangguan nona…. Sungguh_aku sangat menyukainya”



Geum Jandi

“tubuh kekar itu kini berdiri dihadapanku, dengan balutan jubah yang mempertontonkan sedikit otot dadanya, ia menatapku…seolah menunjukkan pesonanya… ketertarikan akan pandangan matanya yang tajam dan mengikat…memandangku…Intim….”



Goo Jun Pyo


“ ia bagai itik kampung yang berubah bagai angsa putih yang mempesona, dengan gaun berenda putih secantik kulitnya…memperlihatkan lekuk keindahan seorang wanita muda, dengan rambut yang tergerai basah…menarikku perlahan kedalam bara api yang membakar hasratku, saat aku sadar….cahaya mentari kian menunjukkan akan pesona kecantikan itu…kecantikan yang jelas terpampang dihadapanku”

Sang Prince melangkahkan lagi kakinya…. Seolah tidak peduli akan gadis yang merasa kian gugup akan tingkahnya.

.

.

.


Kini, bukan hanya tubuh dan mata yang “terperangkap” bersatu…. Mungkin, desahan nafas yang memburu kian merajai satu sama lain saat prince jun perlahan… mengangkat lengan kanannya, dan memerintahkan pada setiap jemari untuk melancarkan “serangan” selanjutnya….


“bibirmu…gemetar…” ia sentuh garis bibir jandi dengan lembut. “kau…pasti kedinginan…nona” suara itu terdengar pelan bagai desahaan diiringi bola mata jandi yang semakin terbelalak dengan indah, ketika memandang pesona sang Prince, saat bibir gemetarnya tidak mampu berkata lagi…


Jandi beranikan untuk mundur satu langkah….



Namun….


SHETTTTTTTT



Dengan kecepatan tangannya, sang prince meraih pinggang ramping itu….

Dalam sekejap, tubuh itu kini menyatu dengannya… menjadi satu irama dalam kungkungan dada yang kini seolah menjadi satu dalam setiap dentak irama_jantung, yang kian terdengar memburu….


DEG DEG DEG




“kau ingin pergi?” prince jun mengkerutkan dahinya “ setelah… membuatku basah, seperti ini?"


“bwo?” wajah cantik itu penuh tanda Tanya, diiringi beberapa kedipan mata yang menggoda… heran…

Untuk beberapa saat pandangan pesona itu semakin merajai satu sama lain, … dengan pikiran dan fantasi yang liar …. seolah bagai bara api yang kian menjalar didalam setiap tubuh yang menggigil….

Hingga pada akhirnya….pandangan “intim” itu harus beralih saat terdengar suara dari balik taman memanggil nama salah satu diantara mereka…

“jandi-a…..jandi-a….jan…”


Jandi membelalakkan matanya saat menatap wanita paruh baya berdiri, sambil sedikit menganga saat melihat “pemandangan” yang tidak biasa kini berada dihadapannya….


“o…omma…” tukas jandi hampir bagai suara yang terdengar berbisik, sambil berusaha melepaskan genggaman erat pada pinggang rampingnya dari pelukan sang prince.


Pada awalnya…wanita itu memandang heran puterinya yang kini berada didalam pelukan prince jun, dengan gaun yang basah…. Bibir yang sedikit membiru….diiringi tetesan- tetesan air yang menetes dari ujung rambut karena air hujan.


Namun…saat melihat sosok angkuh dan dingin prince_dibalut tatapan tajam mata pemuda itu…, Ny.Geum pun dengan segera merubah raut wajah nya…. Saat ia sadar, mungkin puterinya telah melakukan sesuatu hingga membuat sang prince, terlihat sedikit marah….

“p…prince Jun…” wanita itu menundukkan kepalanya memberi hormat, seolah tidak peduli dengan apa yang dilihatnya barusan…
Prince jun membalas sapaan itu dengan tersenyum tipis …

“ja..jandi-aa…apa yang kau lakukan disini….,” ia sentuh lengan puterinya. “tubuhmu beku… ini karena kau asyik bermain hujan, dan mengganggu istirahat prince jun akan tawamu” suara itu bernada tinggi saat ia sadar, “kenakalan” puterinya terang- terangan telah membuat sang prince marah, mungkin hanya itu yang terlintas dipikiran  Ny.geum, saat ini.


“a..ayo…pulang, dan…ganti pakaianmu!”

Suara itu kali ini terdengar parau dan gugup…. Seolah rasa takut kini menguasai wanita paruh baya itu….

“jadi…nama puterimu, Jandi…Pelayan Geum?” ia tahan lengan mulus jandi, tanpa melepaskan sorot mata tajamnya akan gadis berlesung yang “menggigil’ dihadapannya, saat wanita paruh baya itu mencoba menarik pelan lengan puterinya.

“ne…???”

Ny.Geum tersentak!!! ketika ia merasa, kini lengan puterinya harus “tertahan” karena genggaman sang prince, yang mengikat… erat…

“oh..n…ne…prince, dan…a..aku yakin, gadis nakal ini telah berani mengganggumu, dan…”

“tidak…dia sama sekali tidak menggangguku… mungkin sebaliknya,…benar- benar sangat menghibur”

Jandi menatap sang prince, dan perlahan…ia tersenyum. Senyuman manis dengan dua lesung indah dipipinya..

“terima kasih prince jun….” jandi melepaskan genggaman tangan ibunya disela- sela ucapan itu.

Dan tetap membiarkan lelaki tampan itu menggenggam lengannya…



Mereka kini saling memandang…. Melempar senyum dan pesona, yang mungkin kian “menggila” diiringi pandangan gugup wanita paruh baya yang hanya berdiri kaku sambil terus memandang wajah puterinya…






-------------------------------------------------------------




“apa yang kau lakukan jandi!!” dengan cepat lengan itu menarik tubuh jandi yang masih ,menggigil kedinginan.

“ibu…aku mohon, tidak untuk saat ini… tolong…aku membutuhkan pakaian ganti”

Ny. Geum yang pada awalnya ingin marah, dengan segera mengurungkan niatnya untuk beberapa saat… ketika ia menyadari puterinya hampir membeku kedinginan.

“ibu tidak mengizinkan semuanya!!” Ny.geum menjerit, disela- sela kesibukannya mencari pakaian ganti untuk jandi.

Jandi membuka satu persatu bajunya, masih dengan bibirnya yang gemetar dingin…Tubuhnya yang putih… semakin menunjukkan warna pucat, saat ia sadar rasa dingin itu kini bagai pisau yang menusuk- nusuk kulitnya…

“ini…terlalu berbahaya…. Dan ini…bukan yang ibu inginkan!” Ny.geum dengan segera memasangkan pakaian hangat tebal ketubuh puterinya, saat menemukan pakaian itu meski masih dengan raut wajah marah.



Dan…



Dalam hitungan detik….baju hangat itu melekat sempurna ketubuh mulus jandi.

“jandi!” ia genggam pundak puterinya, diiringi pandangan tajam. “ini…terlalu berbahaya, dan… ibu tidak ingin… terjadi sesuatu padamu, sayang….”

Jandi menatap wajah tua itu sesaat, sambil terus menggigit kecil bibirnya yang gemetar dan menggigil…
“kita harus melakukannya bu… untuk mempertahankan milik kita!”

“tapi tidak dengan cara ini!!”

“hanya ini satu- satunya cara!” jandi menghela nafas “meski aku sadar…mungkin akan menjadi dosa terbesar, yang aku lakukan”

“gila!!! Ini gila!!!” pekik wanita itu lagi, sambil menenangkan tubuhnya yang kian gemetar, bersadar diantara kursi kecil yang terlihat kokoh dibanding tubuh tuanya kini…

Untuk beberapa saat suasana tampak terasa hening…

Wajah paruh baya itu semakin terlihat pucat_ ketakutan, yang membuat jandi sadar, ibunya kini  benar- benar khawatir.









“ibu tahu… seberapa keras aku menarik pesona prince jun ?,” jandi bersimpuh diantara tubuh dan kaki yang kini duduk, bersandar kaku….


“ hanya ini satu- satunya cara, bu….” Jandi menahan suara nya yang terdengar parau_menahan tangis.


“jadi…izinkan aku ibu…aku mohon….”





END FLASHBACK


Mobil itu berhenti tepat dihalaman belakang, seolah menjadi rahasia… akan perjalanan sang prince yang membawa “mangsa kecilnya” kedalam istana “Count Dracula” miliknya.

Pandangan dingin terus ia “lontarkan” pada jandi, meski saat ia mencoba melangkahkan kakinya keluar….

“ajudan kim, bawa budakku kedalam ruangan yang telah kusediakan sebelumnya, dan kuharap_untuk sementara…tidak akan ada yang tahu akan keberadaannya”

Kata- kata itu terdengar berbisik, saat sang ajudan setia berdiri disisi kanan tubuh jangkungnya, seolah meminta “petunjuk” atas apa yang harus ia lakukan_ setelah kejadian ini, khususnya kepada gadis yang meringkuk kaku dimobil itu…



“ne” jawab ajudan itu pendek, sambil menundukkan kepalanya.


Pintu mobil perlahan dibuka…


Tatapan sang ajudan tertuju pada sosok ketakutan yang masih duduk bertumpu pada kaki yang menutupi tubuhnya…

“agashi…silahkan” suara ajudan itu terdengar sopan, saat memerintahkan jandi untuk turun.

Prince jun yang masih berdiri gagah disamping mobil, memandang wajah “budak”nya dingin…

“kita sudah sampai….jadi turunlah! jangan buang waktuku!” suara itu terdengar berat, saat ia sadar jandi hanya duduk tanpa bergeming.

“kau dengar kata- kataku, anthea!!”


.

.

.

ANTHEA…..ANTHEA….ANTHEA….



Mata bulat itu terbelalak lebar, saat lagi- lagi mendengar sebuah nama yang tidak asing ditelinganya…membawanya pada bayangan- bayangan masa lalu, yang kini semakin menuntut….


kenapa harus nama itu?”

“ karena kau cantik… kau cantik bagai bunga jandi-a… yang akan selalu mekar didalam genggamanku….”

Kecupan manis mendarat didahinya…. Diiringi senyuman indah yang tersungging disetiap lekuk garis bibir indah itu…





SHETTTTTTTTTTTTT

Tarikan kasar, menyadarkan jandi akan lamunan samar yang kini menari dikepalanya… masa lalu yang kini menghampiri seolah menuntut dan membayangi jiwanya yang kian berkecamuk….

“akhh!!” jandi meringis saat merasakan lengan kekar yang seolah siap meremukkan tubuhnya.

“prince saya mohon hentikan!”

Ucapan sang ajudan menyadarkan amarah junpyo yang akan meledakk, saat ia sadar tubuh mungil jandi kian lemah didalam pelukannya.

Ditatapnya mata bulat nan berair… yang seolah memelas akan “nyawa kehidupan”nya…

“kau pikir…air matamu bisa meluluhkanku anthea?” suara itu terdengar parau. “tidak…kau tidak akan bisa…” wajah tampan sang prince mengeras, membentuk guratan amarah yang tertahan “karena bagiku… itu hanya permainanmu… ”

Mata jandi menatap prince dengan sendu, tangan gemetar yang bagai pelekat kuat diantara kemeja robeknya perlahan mengendur…, saat kenangan itu seolah kembali, ketika memandang wajah tampan yang berdiri “rapuh” dihadapannya…

“ kenapa….kenapa aku merasa ingin menangis jika memandang wajah lelaki ini…menangis… akan “jantungku” yang terasa sakit…kenapa?”



“saya akan membawa jandi_sshi, prince jun”


Kata- kata itu membuyarkan ingatan jandi lagi…, saat dengan sigap ajudan kim melepaskan jasnya_membalut tubuh jandi yang hampir setengah telanjang.

“agashi… saya akan membawa anda masuk”

Belum sempat ajudan Kim melakukan pertolongan pertama….

Ditahannya tarikan sang ajudan sesaat, dan membiarkan matanya memandang setiap inci tubuh kaku itu…

Prince jun tersenyum tipis,…

Dan perlahan…. Ia dekatkan bibirnya pada telinga gadis yang masih berada didalam pelukannya_didalam kehangatan tubuhnya….

“aku…akan…menemuimu…malam ini…. anthea, jadi… tunggulah aku” suara itu berbisik diiringi gigitan kecil pada cuping telinga_yang kembali membawa jandi pada ketakutan yang sesaat menghilang… membawanya pada tubuh yang kian bergidik_merinding, akan perlakuan liar sang prince padanya…






----------------------------------------------------------------------





Prince jun menaiki satu persatu anak tangga istananya…

Wajah aristokrat nan arogan masih setia menghiasi raut gagah mempesona itu.



TAP TAP TAP



“ Prince Jun” sapa pelayan Jang.


“dimana gadis itu sekarang?!” Tanya junpyo dengan suara dingin.

“sa…saya telah menyuruhnya untuk tidak berada dikamar anda Prince, namun… agashi masih bersikeras untuk….


Belum selesai kalimat sang pelayan, dengan cepat prince jun melangkahkan kakinya seolah berlari menuju kamarnya.



CRAKKKKKK


Ia buka pintu kamar yang tertutup.

“oppa…..!!!”

Gadis itu dengan cepat memeluk tubuh jangkung kakunya, yang berdiri bagai patung napoleon, diiringi tatapan dingin dan tidak ramah dari sang prince.

Pelukan itu sangat erat, pelukan yang seolah bagai pelampiasan kerinduan setelah hampir bertahun- tahun_tidak melihat wajah dan mendengar suara tampan serta sikap angkuh sang prince, pangeran impiannya.

“untuk apa kau datang?” suara itu terdengar dingin

Perlahan gadis itu melepaskan pelukannya, namun masih tetap membiarkan kedua lengan menggelayut dipundak sang prince.

“untuk…menemui…op…pa…” tukasnya manja. “apa…oppa...., tidak merindukanku, setelah hampir bertahun- tahun....?” masih dengan suara manja, melemparkan senyumannya.

“ tidak!” jawab prince jun singkat sambil menyingkirkan rangkulan  lengan itu dari pundaknya,diiringi langkah kaki_perlahan… dengan mata yang menyelidik_mencari sesuatu yang mungkin “mengganjal” diruang kamar mewahnya.

“ kau…tidak menyentuh barang- barangku, bukan?”

Gadis itu tersenyum dan perlahan senyuman itu berubah menjadi tawa kecil…

“jadi… ini adalah pertanyaan pertama, yang oppa lontarkan padaku, saat aku mengharapkan sebuah sapaan hangat?”

Junpyo diam, seolah acuh mendengar kata- kata itu.

“baiklah prince oppa aku akan menjawab pertanyaanmu” gadis itu berjalan, dan menghampiri sofa panjang mewah, merebahkan tubuhnya…. Duduk sambil melipat kedua lengan didada…

“aku…hanya menyentuh foto tampan, dan… sedikit rahasia kecilmu, oppa”

Dengan cepat prince jun membalikkan tubuhnya, dan perlahan memandang gadis yang kini tengah duduk dengan “menggoda” diantara kaki jenjangnya yang indah_ terbalut rok mini yang hanya sebatas paha.









“apa maksudmu?” tukas junpyo sambil mengerutkan dahinya, kesal.

“rahasia kecil yang tersimpan didalam hati dan ingatanmu… ANTHEA… huh ?!”

Mata prince jun seketika terbelalak lebar….


Dan tanpa ragu…


Dengan kasar ia tarik tubuh itu, setelah bagai hewan buas  yang akan menangkap mangsanya_melangkahkan kakinya mendekati gadis yang dengan pandangan kesal menatap wajah sang prince.

“apa maksudmu!!” suara itu terdengar bagai jeritan

“lepas!, lepaskan aku oppa, kau menyakitiku!”

Mata mereka saling memandang…







Raut wajah junpyo yang sedari tadi menyimpan rasa kesal semakin menunjukkan dengan jelas dihadapan gadis cantik yang telah lama mencintainya, minny.

“ kau…membaca buku harianku?” mata itu memicing tajam sambil terus menggenggam erat lengan minny.

“ya…lalu kenapa? Apa kau ingin terus mengingat wanita yang telah menipu dan mengkhianatimu?!” tukas minny dengan suara dingin.

“it’s not your, business minny!”

Dengan kasar, ia lepas genggaman tangannya dari tubuh gadis itu, sambil menahan amarah dengan menggigit dan menyatukan gigi dengan kuat sehingga membentuk gurat wajah perseginya,… membalikan tubuh, seolah menyembunyikan luka lamanya…

Minny yang sadar ucapannya mungkin menyakitkan sang prince, dengan perlahan melangkahkan kakinya mendekati tubuh yang berdiri membelakangi.
 
“o...op...oppa….”

“mi…mianhe, a..aku tidak bermaksud…”

“pergilah…”kata singkat itu menghentikan minny untuk terus melanjutkan...

“tidak!, aku …akan terus tetap berada disini… bibi yang menyuruhku untuk tinggal, sampai ia kembali dari New York”

Prince jun diam, tanpa bergeming….

“oppa….” Tanpa ragu ia rangkulkan lengan pada pinggang prince jun,… merebahkan kepalanya, kepunggung lebar lelaki itu…

“aku pernah kehilanganmu, dan…aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi untuk kedua kali” minny menggigit kecil bibirnya, seolah menahan tangis.

“aku…tidak peduli akan sikap kasarmu, aku…tidak peduli dengan siapa kau akan menghabiskan waktumu…bahkan aku juga…tidak peduli dengan siapa kau tidur” kali ini rangkulan itu menguat pada pinggang junpyo.

“selagi kau akan kembali padaku, aku akan melupakan semuanya….”

Ruangan luas dan mewah itu menjadi saksi disaat sang gadis memohon cinta pada lelaki yang terus berdiri mematung, namun membiarkan pelukan itu terus bertahan_meski hanya untuk waktu sesaat.

“ sebesar itukah cintamu padaku, minny_sshi?” pertanyaan itu terlontar diiringi senyuman sinis dari bibir sang prince.

“k…kau…tidak percaya, oppa?”

Junpyo tersenyum namun kali ini senyuman itu berubah penuh kelicikan, saat dengan cepat ia balikkan tubuh_melepaskan dengan lembut lengan gadis yang tengah kasmaran akan pesonanya itu.

“aku percaya… untuk saat ini, aku mungkin percaya… padamu, baby”

Minny mengangkat alisnya, sambil memandang heran, saat mendengar kata terakhir dari sang prince, BABY….

“ oppa…. ??” Bisik minny dengan suara heran.

“tinggalah disini, lakukan perintah sesuai keinginan “bibi” mu … namun…jangan pernah lupakan kata- kata bahwa kau mencintaiku”


“apa…maksudmu oppa…?”








Ia sentuh dengan lembut kedua pundak park min young…

“ aku ingin melihat seberapa besar kau mencintaiku,… dan setelah itu… barulah aku menentukan semuanya, minny”

Minny yang sesaat mengerutkan dahinya, dengan segera merubah raut wajah itu dengan binar cerah diwajahnya, saat sang prince meyakinkan hatinya…bahwa masih ada kesempatan untuk mencintai pangeran impiannya.


“je…jeongmal….oppa?” Tanya minny dengan lembut.

“ne…”

Junpyo tersenyum….

Dan perlahan menurunkan lengannya dari pundak Min Young_merubahnya menjadi sebuah pelukan kecil yang lama kelamaan terasa erat…

“oppa…merindukanmu…” bisik junpyo disela- sela pelukannya.

Minny tersenyum dibalik dada bidang prince jun, senyuman kecil yang manis saat ia sadar bahwa semua itu bukan mimpi.

“Oppa….memelukku, meski pada awal aku merasa ragu..akan sikapnya yang tiba- tiba berubah 180 derajat padaku…tapi…aku percaya,…aku percaya pada pangeranku”


Kata- kata itu berbisik dengan sempurna dihati seorang park min young… meski ia tidak pernah sadar bagaimana mimic wajah pangeran tampannya saat ini.

Senyum prince jun dingin…terlihat dingin dibalik wajah gagah aristokrat sang pangeran. Sebuah senyuman yang terkadang membuat bulu kuduk siapapun bergidik. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, permainan apa yang akan ia mainkan saat ia sadar, anthea kini ada didalam genggamannya… dan minny yang telah berada didalam perangkap cintanya.

Namun yang jelas… Prince jun menggenggam setiap permainan dengan sempurna….. dan kini sang prince akan mulai
memainkannya….




-------------------------------------------------------------------------------------






Jandi duduk dipinggir ranjang kecil sambil terus menangis,….


Matanya memandang sepiring makanan yang mungkin cukup terlihat lezat, dengan segelas susu hangat yang mungkin telah dingin karena cukup lama berada dimeja kecil, yang terletak disisi kanan ranjang_ tanpa ia sentuh sedikitpun.


Nafasnya kian terasa sesak karena kecilnya ruangan itu. ruangan yang remang, lembab dan dingin…


Perlahan…ia rebahkan tubuh lemahnya keatas tempat tidur, dan menarik selimut tebal yang berada dibawah kakinya_saat merebahkan tubuh.


“omma….” Bisik jandi disela- sela tangis kecilnya.

Matanya yang bulat kian terlihat sembab. Bibirnya yang tipis terlihat merah dan pecah, karena seringnya Ia gigit_menahan rasa sakit dan ketakutan yang kini hinggap dihatinya.

Untuk beberapa saat jandi terus mengingat kejadian siang yang “menakutkan” itu. mengingat perilaku lelaki asing yang sama sekali tidak pernah ia kenal sebelumnya, ….

Sampai akhirnya mata itu berangsung- angsur lemah, sayu…dan siap melayang kembali kealam mimpi…

.
.

.

.


“aku…merasakan kehangatan saat raga itu menyatu dengan tubuhku…aku merasa lemah saat bibir itu mengecup perlahan pundakku…dan… entah mengapa aku semakin merasakan bara api yang siap membakar tubuhku, saat….. jemari itu memelukku, dan bermain disetiap jengkal tubuhku…. Dan….”


“akh…!!!” jandi menjerit tertahan saat ia merasakan sesosok tubuh menguasai dirinya_ lebih… dan membawa tubuh itu semakin jauh...


“ssttt” bisik suara itu menenangkan, tepat dicuping telinganya…

Jandi yang sadar lengan kokoh itu tengah menguasai tubuhnya semakin tidak berkutik, saat kaki lelaki yang ia sadar adalah sang prince menahan tubuhnya, mengikatnya dengan erat…membuat nafasnya terasa sesak…diiringi ketakutan yang luar biasa, saat sentuhan itu terasa “menggila” disetiap jengkal tubuhnya yang lemah.

“le…lepaskan…a…aku mohon…lepaskan…”


Junpyo tersenyum dingin, meski ia sadar gadis itu tidak akan melihat senyumnya_ karena rasa takut yang ia rasakan pada tubuh gemetar itu…


“kau…tidak suka kedatanganku, jandi_aa ?” Tanya junpyo lembut.

Jandi diam_tidak bergeming, bahkan kini untuk menggerakkan tubuhnya mungkin ia tidak akan mampu!!

Jandi menangis…menangis pelan disela- sela pelukan erat sang prince.

“kau tahu…aku merindukan saat- saat seperti ini, saat tubuh indahmu kembali padaku, jandi-aa”

Perlahan ia lepaskan kungkungan kaki yang bagai terali penjara pada tubuh jandi dan…



Ia balik tubuh gemetar itu … agar dapat lebih jelas mengarah pada tubuhnya, menatap matanya yang ia yakin akan menjadi sebuah kesenangan dan kenikmatan yang luar biasa, saat JANDI…gadis yang pernah ia cintai, melemah ….memohon… untuk “dilepaskan”.




Dan dalam hitungan detik…



Tubuh jandi kini mengarah padanya…  dengan tangis yang masih memecah disela- sela dekapan liar itu.


“ sekarang kau …. Adalah budakku, jandi-aa”

Ia angkat wajah yang tertunduk takut itu…memaksa mata bulat, basah itu membalas tatapan dinginnya,…tatapan dingin sang prince…


“araso?”


Jandi diam… lagi- lagi tanpa bergeming sedikitpun…



“kau akan selalu menuruti keinginanku, perintahku…. Apapun itu jandi-aa”


Junpyo mendekatkan wajahnya, bernafas disekitar wajah pucat itu… dan membiarkan jandi merasakan nafas yang memburu dari dirinya…


perlahan.... tanpa ragu....Junpyo  mengecup  setiap jengkal wajah jandi…. Mengecupnya dengan kecupan lembut yang bertubi, meski ia tahu gadis itu merasa takut, jijik akan ciumannya yang semakin lama semakin menggila…



Jemari sang prince pun tanpa ragu mulai beraksi, disela- sela kecupannya… kembali dengan liar menyentuh tubuh jandi yang gemetar tanpa perlawanan, seolah pasrah akan semua yang terjadi….


"jangan!!!" jandi dorong dagu panjang yang semakin terasa menguasai setiap lekuk lehernya....

namun,...sang prince tidak peduli akan jeritan itu.....






“ tenanglah ...tenang budakku" bisik prince jun perlahan, seolah bagai bisikan kematian yang menari indah disetiap hembusan nafas yang kian memburu...

"izinkan, izinkan aku menikmati deritamu....karena deritamu…adalah kebahagian terbesarku, anthea…”







END CHAPTER



enjoyy ya sistaaa......
mian klo ga memuaskan....secara otak ane lagi buntu totallllllll   banghead banghead banghead banghead [heh] [heh] [heh] [heh]
« Last Edit: August 16, 2011, 11:27:21 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #276 on: August 16, 2011, 08:55:41 am »
terselip nama minho tuh [hmpfh] [hmpfh]

--->Minho tersenyum namun kali ini senyuman itu berubah penuh kelicikan, saat dengan cepat ia balikkan tubuh_melepaskan dengan lembut lengan gadis yang tengah kasmaran akan pesonanya itu.

si junpyo ga berperasaan nih [whip] mungkin aja jandi bersalah karna telah memanfaatkan cintanya buat sesuatu [chin] gw jg lum tahu apa itu [hmff] [hmff] , tp pan ga sehrsnya seberingas ini ama jandi [head break] emangnya jandi binatang and bukannya manusia [angry] [angry]
sekali lagi, ini [guns] buat junpyo hammer2 #menenangkan diri dulu [goodgrief] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #277 on: August 16, 2011, 09:03:52 am »
MAKASIH UPDATENYA EONNI  [flowers]
jujur merinding aja aku baca chap ini menbayangkan senyum licik P.jun  [devil2] apa lagi bagian" dimana P. jun mulai melancarkan aksinya di tubuh ANTHENA /jandi sedangkan jandi hanya bisa menangis dalam diam dan pasrah menerima perlakuan P.jun .
sedikit" mulai ada kejelasan kenapa P.jun murka sama jandi, jandi mendekati P.jun ada niat tersembunyi untuk mengambil sesuatu *apakah itu [what]* belum jelas pasti  [chin] tidak heran P.jun murka sama jandi dan ommanya karna dia merasa di tipu [angry] tapi.. paling tidak enak baca bagian jandi yang di panggil BUDAK rasanya pingin  [cry] apa lagi harus menuruti semua perintah dan kemauan P.jun yang sudah pasti membuat jandi sangat tidak nyaman, tambah lagi orang satu yang masuk dalam permainan P.jun  [drool] si MINY serasa melayang dapat pengakuan dari P.jun yang membiarkannya tinggal tapi.. tidak melihat senyum  [devil2] P.jun yang menyimpan sejuta rencananya  [smiley-dance013].
BANG CASSANOV DAN ISTRI MUNGILNYA P.DOLL kapan eonni lanjutnya  [what] udah MISS SANGAT sama mereka  [love eyes]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #278 on: August 16, 2011, 09:09:04 am »
ommaaa...akhirnya kau update jg anak bungusmu,gumawo ya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

anak bungsumu,omma...jandi aja blm selesai urusannya dh nmbh urusan baru,si pmy [AddEmoticons04279]...apa maunya si bungsu ini??? gak blh gitu,prince [nono]

jandi...oh jandi,gw sedih banget ngeliat nasib menantu keduamu ini,omma [AddEmoticons04284]...tp,klo dliat dr flashback-nya justru jandi yg mancing2 perhatian si prince ya??? (mian,klo gw salah [biggrin])...kyknya jandi punya missi khusus trhdp prince (jd ada kmungkinan jandi pd awalnya gak jatcin ama si prince kn,omma??? mohon pencerahannya [AddEmoticons04258])

kentang,omma...nambah lg donk [hmpfh] (si abang jgn lupa d update ya [smiley-gen013])

btw,lupaaaa...HWAITING,omma [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #279 on: August 16, 2011, 09:29:41 am »
masih penuh dg tanda tanya??? [heh] [heh]

rencana apa lagi yg dipikirkan prince???

wah.... ane paling demen tuh kalimat "aku…akan…menemuimu…malam ini…. anthea, jadi… tunggulah aku”  [lovestruck] [devil2] [devil2] [bav] [bav] [bav] tapi nanggung bgt nih..... belum berhasil sempurna si prince, malah end chapter....... [sweat] [sweat]

ane tunggu kebringasan prince jun selanjutnya,,, *setia nunggu ampe lumutan*


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #280 on: August 16, 2011, 09:57:55 am »
Kurang, kurang bringas si prince. Mustinya harus bs bikin jandi trauma dan lari kepelukan ice man wkwkwk [on]

kayaknya jandi ngak mungkin memulai rencana jahat tanpa PRINCE atau KELUARGA PRINCE yg mulai duluan. Kali aja ada nyawa atau peninggalan di kampung yg sebelumya udah direbut.

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #281 on: August 16, 2011, 10:39:09 am »
terselip nama minho tuh [hmpfh] [hmpfh]

--->Minho tersenyum namun kali ini senyuman itu berubah penuh kelicikan, saat dengan cepat ia balikkan tubuh_melepaskan dengan lembut lengan gadis yang tengah kasmaran akan pesonanya itu.

si junpyo ga berperasaan nih [whip] mungkin aja jandi bersalah karna telah memanfaatkan cintanya buat sesuatu [chin] gw jg lum tahu apa itu [hmff] [hmff] , tp pan ga sehrsnya seberingas ini ama jandi [head break] emangnya jandi binatang and bukannya manusia [angry] [angry]
sekali lagi, ini [guns] buat junpyo hammer2 #menenangkan diri dulu [goodgrief] [hmff]


 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] khilafff mom...maklum biasa ngetik nama MINHO pada casso...so jadi githu dah....thanks ya mom....

thanks juga udh baca.... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers]


jun prince emang rada2 beringasan maklum mom....sakit hati bangettt dan ini bukan sekedar penipuan doang loh  [goodgrief] [goodgrief]

bagi prince jun jandi masih manusia cuma termasuk kasta rendah mom BUDAK  [devil2] [devil2] [devil2]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #282 on: August 16, 2011, 10:44:24 am »
MAKASIH UPDATENYA EONNI  [flowers]
jujur merinding aja aku baca chap ini menbayangkan senyum licik P.jun  [devil2] apa lagi bagian" dimana P. jun mulai melancarkan aksinya di tubuh ANTHENA /jandi sedangkan jandi hanya bisa menangis dalam diam dan pasrah menerima perlakuan P.jun .
sedikit" mulai ada kejelasan kenapa P.jun murka sama jandi, jandi mendekati P.jun ada niat tersembunyi untuk mengambil sesuatu *apakah itu [what]* belum jelas pasti  [chin] tidak heran P.jun murka sama jandi dan ommanya karna dia merasa di tipu [angry] tapi.. paling tidak enak baca bagian jandi yang di panggil BUDAK rasanya pingin  [cry] apa lagi harus menuruti semua perintah dan kemauan P.jun yang sudah pasti membuat jandi sangat tidak nyaman, tambah lagi orang satu yang masuk dalam permainan P.jun  [drool] si MINY serasa melayang dapat pengakuan dari P.jun yang membiarkannya tinggal tapi.. tidak melihat senyum  [devil2] P.jun yang menyimpan sejuta rencananya  [smiley-dance013].
BANG CASSANOV DAN ISTRI MUNGILNYA P.DOLL kapan eonni lanjutnya  [what] udah MISS SANGAT sama mereka  [love eyes]



thanks udh baca imah [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers] [flowers]

minho aka junpyo emang lagi murka banget ama jandi yg baginya PENIPU....
apalagi dengan sikap kasar junpyo yg siapapun ga bakal nyaman sistaaaa apalagi ama pria yg jelas2 ga kita kenal sama sekali  [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief]

junpyo emang harus di  hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2

MINy cinta mati so bisa dengan mudah prince jun permainkan.... dan aku rasa emang pantesssss...... [devil2] [devil2] [devil2]


CASSA ada di rumahnya....bisa langsung koarr aja disana siapa tahu bersedia tuh bang cassa buat nongoll [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #283 on: August 16, 2011, 10:49:04 am »
ommaaa...akhirnya kau update jg anak bungusmu,gumawo ya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

anak bungsumu,omma...jandi aja blm selesai urusannya dh nmbh urusan baru,si pmy [AddEmoticons04279]...apa maunya si bungsu ini??? gak blh gitu,prince [nono]

jandi...oh jandi,gw sedih banget ngeliat nasib menantu keduamu ini,omma [AddEmoticons04284]...tp,klo dliat dr flashback-nya justru jandi yg mancing2 perhatian si prince ya??? (mian,klo gw salah [biggrin])...kyknya jandi punya missi khusus trhdp prince (jd ada kmungkinan jandi pd awalnya gak jatcin ama si prince kn,omma??? mohon pencerahannya [AddEmoticons04258])

kentang,omma...nambah lg donk [hmpfh] (si abang jgn lupa d update ya [smiley-gen013])

btw,lupaaaa...HWAITING,omma [AddEmoticons04262]



thanks udh baca ya mak hyun  [flowers] [flowers] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

emang jandi malanggg hampir 11 12 nasibnya ama PD [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
yups dari flashback...jandi emang sengaja mak hyun maklum...ada sesuatu dibalik sesuatu yg akhirnya membawa petaka...but bukan sepenuhnya kesalahan jandi doang kok....
ada campur tangan orng ke 3 ke 4 ke 5- ke 10 [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
dan itu masih rahasia AUTHOR  [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief]


soal abang casso...akan jadi pertimbangan yg jelas mungkin akan meluncur abis puasa.... [devil2] [devil2] [devil2] [devil2]
« Last Edit: August 16, 2011, 11:30:39 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 4 16 Agustus 2011
« Reply #284 on: August 16, 2011, 10:51:56 am »
masih penuh dg tanda tanya??? [heh] [heh]

rencana apa lagi yg dipikirkan prince???

wah.... ane paling demen tuh kalimat "aku…akan…menemuimu…malam ini…. anthea, jadi… tunggulah aku”  [lovestruck] [devil2] [devil2] [bav] [bav] [bav] tapi nanggung bgt nih..... belum berhasil sempurna si prince, malah end chapter....... [sweat] [sweat]

ane tunggu kebringasan prince jun selanjutnya,,, *setia nunggu ampe lumutan*


thanks udin baca bu admin  [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]

emang sih sengaja dibuat nanggung maklumin dong authornya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
si prince emang mau menyiksa jandi sampe keakar2 nya....tanpa sadar..... akan menjadi penyesalan tak berujung jiahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh bahasa gue  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]


keberingasan prince akan kembali

SOON !!!! [devil2] [devil2] [devil2] [devil2] [devil2]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]