Author Topic: THE PRISONER OF PRINCE Chapter 8 21102012  (Read 24791 times)

shileehye

  • Guest
Re: THE PRISONER OF PRINCE SPOILER 1542012
« Reply #405 on: April 19, 2012, 10:11:45 am »
oh my hot  [on]... prince semangkin jadi dah tuh sang pangeran mecum #aihh  [hmpfh]

ihh keknya Mr'ice bakal jadi gurdian nihh kaya yang onoh noh #ehh [hmpfh]

hudahlah kalo authornya sudah memutuskan, tidak bisa bicara banyak..  whistling
yang penting ceritanya tambah mantep dan para reader tambah kesem-sem.. [lovestruck]
mantep sis lanjutkan..  [clap]
yukk di update sekalian yang onoh noh  [love eyes]  [hmpfh] [biggrin]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE SPOILER 1542012
« Reply #406 on: April 20, 2012, 06:21:39 am »
pangeran setan mau di update ya [chin] [wacko]
ngeri ane liat tabiat nih orang [sweat] [sweat]
ku tunggu updateannya [bye]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 7 2242012
« Reply #407 on: April 22, 2012, 01:25:34 am »





Junpyo terpaku diantara keheningan malam itu. tubuh besarnya seolah mematung. Wajah tampannya menyimpan rasa kesal luar biasa ketika ia sadar minuman itu telah membawanya pada kenikmatan syurga yang mungkin tidak pernah ia inginkan lagi--- pada awalnya.


Kemeja putihnya masih terlihat acak, dengan leher dada yang terbuka. Benar- benar mempertontonkan keperkasaan dan pesona akan kharisma seorang Iblis tampan, yang berusaha lari dari amarah yang beberapa saat lalu terasa menggila--- ketika Anthea, berada disisinya.






“Harusnya aku berfikir terlebih dahulu akan tindakanku!” nada junpyo terdengar parau. “tapi kenapa… melihat racun itu, semakin membuatku tidak dapat menahan semuanya!”


“yang kutahu, kau menunjukkan cara betapa kau masih mencintai Anthea, nama yang sering kau ucapkan ketika kau memanggilku”


Terbersit kata- kata Jandi yang kini menghantui diotaknya….


“huh, mencintaimu?” Junpyo tersenyum sungging, “menghancurkanmu, membuatmu menderita…. Aku rasa kata- kata itu lebih tepat” bisik Prince Jun sembari perlahan menyandarkan tubuhnya kekursi, mencoba menenangkan diri… menatap tajam kearah tungku perapian yang seolah menggambarkan kemarahannya kini.


Untuk beberapa saat Prince Jun terdiam dalam lamunannya. Mata tajam yang beberapa saat lalu bagai tusukan sembilu perlahan terpejam, namun masih membiarkan urat dalam setiap raut wajah itu menggambarkan kemarahan yang tertahan.


“dan seperti yang kau tahu, kau lelaki pertama bagiku Tuan, tidak ada lelaki lain!”


Seketika mata yang terpejam itu kembali terbuka. Ia sadar ribuan pertanyaan kini sedang menggantung kaku diotaknya sejak pertama ia bercinta dengan gadis itu.


“ Perawan…. Bagaimana bisa??” suara Prince Jun seolah melemah—mengulang kembali pertanyaan yang menghantuinya sampai saat ini. “lelaki     pertama baginya adalah….AKU! merasakan aroma tubuhnya…. Bibirnya… setiap kehangatan jengkal tubuhnya… AKU….AKU….AKU!!!”


BRAKKKKKKKKKKKKKKKK

Ia tendang meja yang ada dihadapan dengan sekuat tenaga¬_ membuat meja itu tergeser cukup jauh dari tempat semula.

“ayolah Jun…. ada apa dengan dirimu, apa kau telah menjadi lelaki lemah ketika melihat air matanya ??? jangan bilang kau masih mencintainya, wanita yang mengkhianati cintamu!” iblis dihati Prince kini seolah berbisik.

“AKU tidak mencintainya” Prince mencoba menolak untuk kesekian kali.

“tidak mencintainya ?? lalu kenapa… kenapa kau melemah ketika kau telah mendapatkan kesucian tubuhnya,… ???. kau tidak bersalah Prince, kau hanya penghukum… penghukum bagi isteri tidak setiamu. Maka lakukan semua rencana seperti semula!!!






CHAPTER 7



Jandi mendesah ketika ia mendapati tubuhnya yang melemah, bersembunyi dibalik selimut tebal putih yang hanya menutupi sebagian tubuhnya, membiarkan punggung mulusnya terbuka, ketika ia sadar tubuh lemah itu terbaring menelungkup.

Mata sembab itu memicing, saat perlahan mentari pagi menyapa_mencoba mencuri masuk disela- sela tirai kamar yang masih tertutup rapat.

Meski mungkin… hanya sesaat!


SRETTTTTTTT, terdengar suara tirai yang terbuka, hingga kali ini membuat jandi semakin tersadar, berusaha bangun_mencoba menganggap semua kejadian semalam hanya mimpi buruk.


“Bangunlah” terdengar nada menekan dari wanita separuh baya, diiringi wajah dinginnya.


“Bi…Bibi…Ma….?’” Bisik jandi sembari mencoba beranjak dari tempat tidur, dan dengan segera menutup bagian dadanya ketika kedua mata bulat itu menangkap bukan hanya Bibi Ma yang berada diruangan, melainkan beberapa pelayan yang terlihat judes dan usil -- menatap dengan pandangan tidak kalah dingin.

“bersihkan diri Anda, Agasshi!” tukas pelayan Ma “Anda…. Terlihat kotor!”


Jandi menggigit kecil bibirnya, ketika ucapan spontan yang seolah memperolok terlontar dari bibir pelayan, yang menurut jandi akan menjadi satu- satunya orang baik diistana itu—Pada awalnya.


“pakailah handuk kimono ini, sebelum anda kekamar mandi” bibi Ma menyerahkan kimono yang beberapa saat lalu berada ditangan salah satu dari pelayan yang memandang Jandi dengan pandangan sinis atau mungkin tepatnya…. Iri.

Dengan tubuh yang lemah ia raih handuk kimono itu perlahan, sembari terus mempertahankan selimut yang membalut tubuh mungilnya.

“Dan kalian, cepat bersihkan kamar ini! ganti semua sprai dengan yang baru!”

“Baik!”  jawab mereka secara bersamaan.

Perintah Bibi Ma dengan cepat dilaksanakan oleh beberapa pelayan hanya dengan satu kali perintah. Bisa terlihat Pelayan Ma adalah pelayan yang cukup berkuasa diistana itu setelah pelayan Jang¬—pelayan kepercayaan Prince Jun.


Dengan tubuh yang lemah, jandi kenakan handuk kimono yang dalam beberapa menit kini telah membalut tubuhnya. Mata gadis itu terlihat sendu ketika menatap beberapa pelayan yang tengah membereskan beberapa pakaiannya yang berhamburan dilantai.

Air mata kini kembali mengalir dipipinya, ketika harus mengingat kejadian semalam. Saat untuk kesekian kali, Prince kembali menguasai tubuhnya—menjadikannya budak pelampiasan amarah, dendam, dan birahi yang mungkin lebih terasa menguasai.

Jandi, gadis itu …

Sempat terfikir didalam ingatan, akan keberanian yang ia miliki semalam. Ketika perlawanan mulai ia tunjukkan kepada lelaki yang sangat ia benci. Entah apa yang membuatnya melakukan hal itu, menantang Pangeran Iblis dengan sumpah yang telah ia ucapkan, bahwa ia tidak akan memaafkan lelaki itu ketika ia mengingat semuanya. --- Mengingat semuanya ???

Ada hubungan apa  antara ia dan Prince pada masa lalu ?, pikiran itu terus menghantui, karena harus ia akui wajah asing itu perlahan mengingatkannya pada seseorang. Wajah yang selalu mengganjal diotaknya, wajah yang selalu membuatnya ingin menangis ketika pandangan mengarah pada lelaki yang tidak lain adalah PRINCE, pria yang sangat ia benci.

Untuk beberapa saat mata Jandi memandang nanar sekelilingnya-- pelayan dan Bibi Ma yang tengah sibuk dengan tugas mereka. Sekuat tenaga ia angkat tubuhnya yang kini berbalut kimono, namun terlihat longgar hingga mempertontonkan lekuk dadanya, handuk kimono pendek sebatas dengkul yang melindungi tubuh yang sesaat lalu telanjang_tanpa sehelai benangpun.


Sampai akhirnya, jandi tersentak_atmosphere ruangan berubah angker ketika terdengar pintu kamar yang terbuka. Mengeluarkan suara dentuman yang terdengar cukup keras saat pintu itu menghantam tembok ruangan.


Prince berdiri dengan wajah dingin, saat perlahan ia langkahkan kakinya menuju kearah Jandi yang seketika terjatuh lemah ditempat tidur, seolah terkejut. Mata bulat itu terperangah, tanpa bisa melakukan apapun ketika hanya dalam beberapa detik tubuh jangkung itu kini berdiri dihadapannya.


Prince jun mengenakan jubah tidur panjang berwarna merah buah plum yang sangat cocok dengan warna rambutnya yang gelap. Dilehernya ada sentuhan warna putih yang mempertegas bentuk persegi dagunya, membuatnya benar- benar tampan dengan mata tajam yang berkeling sesaat, ketika menatap beberapa pelayan dikamar itu.


Pelayan yang tidak kalah terkejut akan kehadiran Prince yang tiba- tiba, dengan cepat menghentikan pekerjaan mereka.  Bibi Ma, yang sesaat lalu berwajah dingin seketika itu juga menunjukkan senyum manis dan sopannya pada prince diiringi sapaan hormat--- diikuti pelayan yang ada diruang kamar mewah itu.


“selamat Pagi, Prince Jun” sapa bibi Ma sembari menundukkan kepalanya.


Prince Jun hanya diam, seolah tidak menggubris--- dan menatap hanya pada satu arah, JANDI!


“bisa, tinggalkan kami?” tukas Prince dengan nada memerintah diiringi pandangan ketakutan Jandi yang seketika tergambar jelas diwajahnya.

Bibi Ma mengerutkan dahi sebelum akhirnya mendesah panjang—melirik Jandi sesaat, dan akhirnya memerintahkan beberapa pelayan yang berada dikamar itu untuk keluar mengikutinya.

Jandi menggenggam erat kimono yang kini membalut bagian tubuhnya atau tepatnya…  lekuk dada yang sesaat lalu terlihat indah dimata Prince_ketika ia sadar Prince menatap liar sejak pertama lelaki itu  memasuki ruangan.

Suasana tampak hening, ketika Jandi dan pangeran Iblis melepaskan pandangan mereka satu sama lain hingga terdengar pintu ruangan yang ditutup.

“kupikir… budak ku belum bangun dari tidurnya, setelah semalam telah memberiku kesenangan!” nada Prince seolah menyeringai “berharap… dapat menemukanmu terbaring telanjang tanpa handuk kimono yang menurutku, benar- benar PENGHALANG!”

Kali ini terdengar tawa lepas dari bibir Prince, diiringi wajah pucat Jandi dengan air mata yang tertahan. Namun tawa itu hanya menghiasi ruangan sesaat, ketika tanpa ragu Prince perlahan mendekatkan wajahnya kewajah jandi sembari berbisik….

“aku yakin, air hangat akan membuat mu rileks Anthea….” Prince berujar hingga membuat Jandi semakin ketakutan. “jadi, hari ini… aku ingin…kau menemaniku untuk menikmati air hangat bersama…, hanya KAU…DAN AKU….” jemari itu perlahan membelai garis wajah Jandi dengan lembut, diiringi pandangan nakal pada bibir jandi yang gemetar.

Hal yang menurut Prince benar- benar menguntungkan, ketika gadis itu terdiam dalam ketakutan.

Prince menyusuri lekuk leher jandi dan mencengkram erat ketika tubuh gemetar itu terdiam dalam ketakutan. “kenapa diam? harusnya kau memberontak, dan lebih menantangku seperti semalam ketika…” ia sentuh garis bibir jandi dengan tangannya yang lain “bibirmu bersumpah tidak akan memaafkanku!” terlihat jelas Prince masih menyimpan amarah ketika gadis itu telah berani menentangnya.

Jandi terisak, sambil terus menahan tubuhnya yang lama kelamaan semakin erat dalam dekapan Prince. Namun semua terasa sia- sia, saat Tubuh yang terpaku ditempat tidur, kini harus pasrah dalam pelukan menyakitkan ketika dengan paksa Prince kembali berusaha mensejajarkan tubuh mereka.

Hanya dalam beberapa detik…

Tubuh mungil itu berdiri diatas tempat tidur_bertopang dengan lututnya,  saat  tubuh besar prince kini berdiri bagai tembok dihadapannya.

Cengkraman erat yang sesaat lalu membelenggu ditengkuknya kini berubah kembali menyakitkan ketika dengan jemari Ia tarik perlahan rambut jandi dengan tangannya—membuat gadis itu menengadah, hingga dengan mudah prince kembali mensejajarkan pandangan mereka, …

“aku…bisa merasakan aroma nafasnya diwajahku dengan jelas” bisik jandi ketika junpyo menyatukan cuping hidung mancung kesetiap sisi wajah pucat itu.

“kau tahu … kau telah menjadi mayat didalam hati dan otakku, ketika pengkhianat sepertimu pernah singgah didalam kehidupanku. Kau telah terkubur Jandi_a…, membusuk bagai bangkai yang hari demi hari seolah kian merusak jiwaku!” suara serak itu terdengar menakutkan. “Kau yang menjadikan aku seperti ini, seharusnya… jangan pernah kembali, paling tidak…itu satu- satu nya jalan yang bisa menyelamatkanmu dari hukuman ku. Tapi…..” Prince kembali mendekap erat tubuh itu hingga membuat jandi sulit untuk bernafas “kau datang padaku… kau datang padaku tanpa ingatan, ingatan akan kesalahanmu. Dan itu…benar- benar menguntungkanku, sayang”

Bulu kuduknya kembali bergidik ketika tangan itu kembali menyusur pada setiap lekuk lehernya yang putih.

“jadi… izinkan aku menjadi penghukummu, Anthea.” Bisik Prince yang perlahan mengangkat wajah pucat itu dengan kedua tangannya sembari menatap bibir merah Jandi yang cukup membangkitkan gairahnya untuk kesekian kali…


“Kau tahu Anthea, aku… baru mencoba menerka jawaban dari sebuah pertanyaan, ketika menemukan  bahwa aku adalah lelaki pertama yang bercinta denganmu. Apakah bajingan itu juga telah tertipu akan permainanmu, seperti halnya aku?” nada suara itu terdengar parau “dengan menggunakan kecantikanmu, kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan, keuntungan yang kau dapat dariku dan…bajingan bodoh itu.” prince terkekeh seolah geli akan ucapannya sendiri “dan aku sangat beruntung, bahwa kesucianmu adalah hadiah terbesar akan rasa sakitku selama ini, jandi_a”

Jandi masih  terdiam, berusaha mencerna ucapan lelaki yang sama sekali tidak pernah ia mengerti. Nafas gadis itu seolah tercekat saat menatap mata tajam yang memandangnya dengan pandangan dalam. Apakah itu pandangan kebencian? Entahlah, namun saat ini jandi tidak menangkap kebencian di wajah itu, ketika gairah Prince lebih terasa  saat lelaki itu menggigit kecil bibir tebalnya seolah menahan sesuatu, Gairahkah Itu ?? --- Ketika Anthea berada intim dipelukannya.

“Karena aku adalah lelaki pertamamu, maka Aku akan sedikit mengurangi hukuman dan rasa sakitmu, menjadikanmu seperti yang aku inginkan!, membuatmu senang, dan merasa terhormat karena telah menjadi seorang pelacur bagiku, disisiku, PRINCE… Penguasa SHINWA… mulai hari ini….sampai kau mati!!!”

Nada suara yang pada awal berbisik kini menekan, dan dengan cepat ia angkat tubuh lemah Jandi kedalam pelukannya, membawa tubuh yang seketika memberontak.

“lepaskan…aku mohon…lepaskan….” Isak Jandi-- menangis terisak dalam dekapan prince Jun yang kini tengah membawa tubuh lemahnya.

“ kau tidak perlu malu… aku akan memperkenalkan KAU, sebagai pelacurku diistana ini, dan aku yakin kau akan menikmati Gelar barumu, Jandi_a!!!”


Isakan jandi seketika menggema hebat diistana itu ketika Prince melangkahkan kakinya tanpa ragu keluar dari kamar, membopong tubuh itu dalam dekapannya, membawa tubuh itu sesuai dengan keinginannya.

Satu persatu ia turuni anak tangga_dengan Jandi yang masih memberontak diiringi Beberapa pasang mata yang hanya dapat melihat, saat Prince membawa mangsanya menyusuri setiap koridor istana hingga sampai ke sebuah ruangan-- kolam pemandian, yang bergaya arsitektur eropa, dengan kaca- kaca lebar yang menghiasi sekeliling ruangan dan lampu-lampu kristal yang menghiasi langit- langit ruangan itu.






Pandangan pelayan kini menatap takut dan mungkin malu ketika melihat tingkah menjijikkan sang majikan---yang seolah bertingkah liar pada gadis yang kini menangis lemah dalam pelukannya. Mereka hanya berdiri kaku, menatap sembunyi--- melihat aksi sang majikan yang menurunkan tubuh itu dengan kasar dan memaksanya untuk melakukan sesuatu yang memalukan.


“buka pakaianmu!! tidak mungkin kau akan menemaniku dengan handuk kimono yang membalut tubuhmu itu, bukan?” tukas Prince dengan nada memerintah. Terlihat jelas pangeran Iblis mulai ingin mempermainkan mangsanya.

“ja…ngan” isak jandi sembari perlahan mengangkat tubuhnya yang lemah untuk berdiri. Menangkap beberapa pasang mata pelayan yang seolah kini menatapnya sembunyi.

“ayolah, jandi…. Ini bukan pertama kalinya kau telanjang dihadapanku!” goda prince Jun, diiringi pandangan nakal ketika menatap miniature mungil dengan handuk kimono pendek yang jelas- jelas memperlihatkan kaki indahnya.

“kau bajingan!” kau bajingan!” seketika nada itu terdengar bagai jeritan, ketika rasa amarah dan kesal kini tanpa disadari terlontar dari bibir Anthea yang gemetar.

Prince kembali terkekeh melihat sikap gadis itu, hingga mengeluarkan tawa nyaring yang membuat bulu kuduk siapapun merinding.

“aku suka caramu Jandi, menyalak bagai anjing liar…. Aku suka!”

Dengan cepat ia tangkap tubuh yang mencoba lari, sembari dengan kasar mencengkram erat lengan Jandi, dan membawanya kedalam pelukan yang Intim dan Liar.


“buka pakaianmu,… sungguh…aku ingin melihat keindahan itu lagi, Anthea… merasakanmu… tidakkah semua terasa manis, sayang…” bisik Prince sembari menggigit kecil telinga Jandi yang terisak lemah.


“Ja…Jangan….aku mohon, hen…tikan…!”


“weo…? Kau malu ?” Prince berbisik.


“apa salahnya jika kita menikmati air hangat disini. Jangan pedulikan mereka yang melihat, mereka hanya pelayan! Dan kau…Pelacurku! Budakku!, jadi…lakukan tugasmu dengan baik, hanya itu!”


“Jangan…a…aku…mohon…” isak Jandi yang kini dapat merasakan jemari Prince yang perlahan menarik tali kimono, yang mengikat dipinggangnya.


Beberapa pelayan yang pada awal berdiri mengintip, kini harus mengurungkan niat ketika mereka yakin akan ada pemandangan yang sangat tidak mengenakkan diistana itu. Apalagi setelah mereka dikejutkan akan kehadiran Bibi Ma yang tiba- tiba, dan menyuruh mereka meninggalkan salah satu bagian ruangan tempat Prince berada kini, ketika Bibi Ma yakin Prince akan melakukan sesuatu yang gila pada gadis itu.


Dalam hitungan detik, tali kimono itu terlepas_melonggarkan ikatan yang membalut tubuh mungil itu sebelumnya. Hanya dalam satu tarikan, tubuh Jandi akan terlihat seutuhnya dihadapan Prince, namun tidak dengan keinginan lelaki itu--- saat terlintas sebuah ide yang menyenangkan baginya untuk bermain- main terlebih dahulu dengan jandi yang tengah menutup sebagian tubuh dengan tangannya.


“kau tahu… kau ahli dalam memberiku kepuasan Anthea” bisik Prince sembari membelai wajah itu dengan jemarinya.

“sungguh, aku sangat menikmati setiap permainan ini, tapi aku bersumpah, ini hanya kesenangan untukku sayang… tidak lebih” suara serak itu berbisik. “seperti saat ini, ketika aku ingin kau menemaniku untuk menikmati air hangat bersama.”


Mulut prince perlahan menyusuri kerongkongan itu, ketika dengan lengannya ia rengkuh tengkuk jandi_menggenggamnya erat. “aku bersumpah kau hanya budakku jandi_a, seperti halnya ketika aku menginginkanmu. Jangan pernah berfikir ini cinta, bukan…ini bukan cinta….ini hanya hukuman untuk gadis yang menganggap dirinya naïf. dan merasa kotor ketika harus bercinta dengan lelaki yang sama sekali tidak ia kenal! Bukankah.. itu sangat menyakitkan bagimu, jandi_a?”  bisik Prince dalam hati, ketika dengan lembut ia kecup leher jenjang itu dengan bibirnya- mengambil keuntungan dari leher yang terbuka dan mengikuti denyut nadinya hingga ketulang leher, berfikir lebih jauh untuk melumat puncak dada yang Prince yakin kian mengeras, ketika ia menyentuhnya. Diiringi isakan jandi yang terus berusaha mempertahankan handuk kimono dengan tangannya yang gemetar.


“hen…hentikan….”


Jandi dorong tubuh  itu dengan sisa- sisa kekuatannya. “aku mohon….hentikan….” isaknya berulang- ulang saat dengan liar prince kembali menikmati leher jenjang yang kini terasa manis dibibirnya.


“hentikaaaaann!!!” jerit Jandi ketika dalam hitungan detik handuk kimono itu terlepas dari tubuhnya!


.



.




“apa yang kau lakukan!!!”



Suara itu terdengar lantang ketika prince sedang asyik menikmati boneka mainannya, yang terasa bagai cream coklat manis untuk dijilat.


Dengan cepat wajah itu beralih, mencoba menemukan suara yang telah berani mengganggu kesenangannya pagi itu. Dan betapa terkejutnya pangeran iblis, ketika menemukan sosok tubuh jangkung, dibalut dengan kemeja putih berdiri tepat dimuka ruangan.



“HYUNG?!” jerit prince dengan wajah memerah, diiringi mata tajamnya yang kini terbelalak lebar.

“ya, AKU!” jawab Jin Hoon dengan pandangan dingin kearah Prince Jun yang seolah berdiri kaku dihadapannya.

“tidak menyangka, menemukan adik sepupuku yang terhormat kini bagai seorang bajingan diistananya sendiri!” nada itu terdengar menekan, membuat Prince sadar mata Jin Hoon kini mengarah pada Jandi yang menangis sembari menundukkan wajahnya.


“JANDI!!!” bisik Prince



Entah dalam keadaan sadar atau tidak dengan cepat Prince menarik tubuh jandi yang tanpa sehelai benangpun, kembali kepelukannya. Namun kali ini pelukan yang berbeda yang dirasakan gadis itu ketika jubah Prince Jun, meraih tubuh mungilnya_mendekapnya hangat diiringi urat- urat kesal yang luar biasa saat terbersit pertanyaan, apakah Jin Hoon telah melihat tubuh gadis miliknya ?


Jin Hoon yang  masih berdiri seketika merasa gugup akan sikap sepupunya, seolah menuduh_ telah melihat tubuh gadis yang ia yakini adalah gadis yang terbaring dikamar mewah sang “Pangeran”semalam.  

Dengan cepat ia alihkan pandangan ketika Prince benar- benar menunjukkan rasa ketidak sukaan akan kehadirannya yang tiba- tiba. “aku butuh penjelasanmu, prince!” tukas Jin Hoon dengan nada menekan.


“Tunggulah di ruanganku!, aku akan menjelaskan semuanya disana.” Nada Prince terdengar memerintah, sembari terus merangkul tubuh gemetar Anthea.


Tidak akan mudah bagi prince mengeluarkan perintah itu, saat ia pastikan tidak seorangpun yang berhak ikut campur atas apa yang ia lakukan. Namun ketika keadaan memaksa _saat melihat kondisi Anthea karena ulah tangannya, dengan terpaksa Prince janjikan penjelasan kepada pemuda yang tidak lain adalah sepupunya sendiri, Joon Jin Hoon.


Jin Hoon yang yakin tidak mungkin menyelesaikan semua masalah diruangan itu--- ketika gadis “mawar” didalam dekapan “pangeran Iblis” dengan berat hati melangkahkan kakinya setelah sempat memandang wajah gadis yang kini terisak dipelukan sepupunya. Gadis itu tertutup tubuh besar Junpyo yang kini memeluknya.


Terbersit sebuah ‘rasa’ dihatinya saat melihat cara Prince mendekap tubuh yang tanpa busana_dengan jubahnya. “apakah Mr.Ice cemburu ?”  tidak…. Ia tidak mungkin cemburu saat melihat Prince yang hampir menjamah gadis yang sama sekali tidak ia kenal.


Jandi…


Gadis itu masih terkungkung dalam balutan jubah merah yang kini memeluk hangat tubuhnya. Isakan kecil masih terdengar mengalun dibibirnya. Pelukan Prince yang sesaat lalu membuatnya tersentak, entah mengapa kini terasa nyaman saat tubuh besar itu seolah kini tengah melindungi tubuhnya.


“aku….bisa merasakan detak jantungnya dengan jelas” bisik Jandi sembari terus membiarkan tubuh lemahnya berada dalam dekapan lelaki itu.


“kuharap… Hyung tidak melihat tubuh Jandi yang tercipta hanya untukku, hanya milikku!” bisik Prince yang tanpa sadar terus memeluk tubuh Anthea, seolah menyesal akan perlakuannya pagi itu.




-----------------------------------------------------





Jin Hoon menatap arloji miliknya ketika dengan langkah tegap Prince melangkahkan kakinya mencoba masuk. Untuk sesaat prince hanya berdiri mematung dimuka pintu, memandang dingin sepupunya yang tengah duduk sembari melipat kaki dengan secangkir kopi yang kini menemaninya.




“Apa yang kau lakukan pagi ini benar- benar membuatku jijik, Prince!” Jin Hoon berujar dengan nada menekan ketika perlahan Prince melangkahkan kakinya menghampiri.

Prince Jun tidak menjawab—mencoba ingkar akan janjinya, dan dengan santai merebahkan tubuhnya kesebuah sofa panjang yang berlapiskan beludru lembut. Ia kini terlihat bagai orang yang tidak bersalah, wajahnya pun terlihat tenang. Seolah mereka kini memiliki sifat yang serupa meski sebenarnya pribadi yang berbeda.


“kapan kau tiba Hyung ? kenapa… aku sama sekali tidak tahu” Prince berujar seolah tidak memperdulikan ucapan yang sesaat lalu terlontar dari mulut Jin Hoon.


“kau belum menjelaskan semuanya, Prince!”


“aaaaaaaa, kau datang dan pergi tanpa aku ketahui, bukankah… itu sudah jadi kebiasaanmu Mr. Ice”  lagi- lagi Prince mencoba mengalihkan pembicaraan.

“jangan alihkan pembicaraan, siapa gadis itu?, dan apa yang telah kau lakukan padanya, Junpyo!”

Mata Prince seketika mengarah tajam pada lelaki yang kini duduk sembari melontarkan pertanyaan yang benar- benar sedari tadi tidak ia sukai.


“sejak kapan kau mulai ikut campur dalam urusanku, Hyung?!”


“kau tahu, kau terlihat bagai lelaki bajingan ketika menyuruh gadis itu untuk membuka pakaiannya”
 Mata prince kembali menatap tajam ketika ucapan itu keluar dari bibir Jin Hoon--- seolah tidak nyaman.

“Apa kau melihatnya ?” tanya prince dengan nada dingin dan menuduh.

“apa maksudmu?” Jin Hoon seketika merubah posisi duduk sambil berusaha untuk tenang.

“jangan katakan kau tidak mengerti akan ucapanku, Hyung!” dahi prince kini mengkerut, mencoba menyembunyikan rasa kesal akan terkaannya sendiri.

“kau melihatnya bukan ? kau melihat Jandiku tanpa busana!” sifat dan wajah “tenang” prince seketika berubah.

“saat aku mencoba mencari kejelasan, kini aku harus menjadi tertuduh dihadapanmu, Prince!” Jin Hoon berujar sembari tersenyum sungging.

“kau belum menjawab pertanyaanku Hyung,… apa kau… melihatnya?” ulang Prince kali ini dengan nada menekan.

Sesuatu yang terlihat lucu, ketika Junpyo sangat mengharapkan jawaban yang tidak penting bagi Penghukum sepertinya. Bukankan tidak akan menjadi masalah apakah Jin Hoon melihat tubuh Jandi atau tidak ?.

“melihat sikapmu, kurasa,… aku tidak membutuhkan penjelasanmu lagi Junpyo.” Tukas Jin Hoon sembari dengan santai menarik cangkir kopi dihadapan--  menikmatinya perlahan dan meletakkan cangkir itu ketempat semula. Terlihat jelas kini Jin Hoon mencoba mempermainkan Junpyo yang sedari tadi telah mempermainkannya.


Untuk beberapa saat….



Suasana terasa hening, namun tidak dengan atmosphere ruangan yang tiba- tiba memanas ketika Prince kembali menanyakan pertanyaan yang sedari tadi terlontar --- dengan suaranya yang parau dan menekan, diiringi wajahnya yang kesal..


“jawab aku Hyung, aku berjanji…jika kau menjawab pertanyaanku akan aku jelaskan semuanya kepadamu”

Jin Hoon kembali menatap wajah sepupunya dengan senyuman sinis….




“jika aku melihatnya, apa yang akan kau lakukan padaku ?”

Mata Junpyo seketika terbelalak lebar ketika mendengar jawaban datar dari bibir Jin Hoon.

“Jadi kau melihatnya Hyung?!” nada Prince yang sedari tadi datar seolah membujuk kini terdengar meninggi.

“kenapa harus marah, itu bukan salahku Jun, itu kesalahanmu ketika kau memerintahkan gadis malang itu untuk membuka pakaiannya diruangan terbuka. Tidakkah kau terlihat menjijikkan Junpyo?!”

“itu bukan urusanmu, hyung!”


“kalau begitu jangan pernah menyalahkan aku untuk ikut menikmati tubuh indah gadismu saat itu!”


Amarah yang tertahan kini siap meledak, ketika dengan cepat Prince beranjak dari duduknya, menghampiri -- menarik kerah baju Jin Hoon dengan tangannya.


“Hyung!” geramnya, sembari mensejajarkan pandangan mereka, membuat Jin Hoon yang sesaat lalu duduk dengan tenang kini harus berdiri, karena  tarikan kuat tangan Prince.


“inikah sambutan yang harus kuterima darimu, dik?” bisik Jin Hoon masih dengan nada tenang—memandang raut wajah kesal yang kini tergambar jelas diwajah Junpyo.


Lelaki itu sama sekali tidak melakukan perlawanan, ketika untuk kesekian kali Prince, bagai harimau liar siap menyerangnya. Ia tahu semakin ia melawan junpyo, maka semakin membuat lelaki itu tidak dapat menahan amarahnya--- Jin Hoon kini seolah bagai pawang ahli, yang mencoba menjinakkan harimau peliharaannya.


“jangan lakukan sesuatu yang menyakitkan kepada gadis yang jelas- jelas masih berharga dihatimu Jun.” Jin Hoon berbisik dengan nada menekan “Jika kau merasa tersakiti, jangan maafkan dia namun cobalah untuk mengerti, karena dengan mengerti…maka rasa memaafkan itu akan muncul dengan sendirinya”. Kata- kata itu terdengar memancing…


“apa yang kau tahu tentang diriku hyung!!!, yang jelas dia pelacur dirumah ini!, hanya barang usang yang tidak berharga!” geram prince sembari terus menggenggam erat kerah baju Jin Hoon dengan lengannya.


“jika memang begitu, jadikan dia seorang pelacur bagimu… barang usang yang tidak berharga untukmu. Jangan sedikitpun menyediakan tempat dihatimu untuk melindunginya, seperti yang kau lakukan hari ini!” tukas Jin Hoon sembari melepaskan genggaman erat prince.


Prince memandang dingin ketika lelaki itu melepaskan lengan dari kerah kemejanya. Dengan sikap santai, ia rapikan kerah kemeja yang terlihat acak dan kusut--- Sikap tenang yang sejak dulu dimiliki Joon Jin Hoon.


“apa kau bisa melakukannya ?”  


 prince terdiam ketika pertanyaan itu terlontar. Wajahnya memerah, menggertakan gigi- gigi hingga membuat rahangnya kian mengeras--- karena menahan amarah.


“jika kau tidak bisa, maka jangan pernah lakukan hal itu lagi. Karena aku yakin, ketika menyakitinya…. Kau akan merasakan ribuan rasa sakit tanpa pernah kau sadari”


Perlahan dengan langkah santai, Jin Hoon melangkahkan kakinya mencoba meninggalkan ruangan tempat dimana prince berdiri mematung. Wajah Prince terlihat membeku seperti hatinya, berdiri sembari mengepalkan setiap jemari_mencoba menahan rasa sakit ketika tidak dapat menjawab pertanyaan dari Jin Hoon.


Entah mengapa bibir prince seolah keluh. Tidakkah dengan mudah ia bisa menjawab pertanyaan yang terlontar dari lelaki yang perlahan menjauhinya. Tapi mengapa, ketika pertanyaan itu terlontar, Prince hanya mampu terdiam.



“bagaimana jika aku bisa melakukannya, Hyung ?! Apa yang tidak bisa aku lakukan, ketika aku ingin”. Jin hoon seketika menghentikan langkahnya ketika prince seolah menjawab samar atas pertanyaannya.





“jika benar kau melakukannya, maka aku akan melindungi gadis itu. melindunginya, ketika jubah tidurmu akan menjadi tali yang mengikat dan menyakiti!”


Jin Hoon tersenyum ketika mengucapkan itu, melirikkan mata pada Junpyo sesaat, mencoba menangkap raut wajah lelaki itu saat ini. ketika ia yakin Prince kini terlihat bagai harimau garang diiringi pandangan mata yang seolah ingin menelannya hidup- hidup.



------------------------------------------------




“seharusnya … aku melarang puteriku untuk menerima lamaran itu. tapi aku hanya diam ketika menangkap sesuatu yang berbeda dari pandangan matanya yang berbinar… seolah bahagia, atau mungkin terbakar…. Atas permainan yang ia rencanakan sebelumnya”


FLASHBACK


Jandi duduk bersandar disebuah pohon besar. Pandangan matanya nanar seolah melayang, menatap langit senja sore itu. Masih teringat kata- kata semangat yang seolah menjadi kekuatannya untuk berdiri dan melakoni peran yang harus ia mainkan dengan sempurna.

Kau harus merasa seksi dan menggairah….
Semua terpancar dari jiwa dan tubuhmu, seolah kau wanita yang siap untuk ditaklukkan…
Kau harus merasakan kekuatan ini, lalu pikat ia untuk menghampirimu…



Bagaimana mungkin gadis lugu berusia 18 tahun itu mencoba menjadi “liar” saat dihadapan Prince Jun, yang tanpa sadar kini berdiri dihadapannya.

 “Junpyo_sshi…. ??” Bisiknya dan dengan cepat bangkit dari duduk.

Junpyo mengenakan pakaian berkudanya yang ketat, berwarna hitam. Dagunya yang panjang terangkat angkuh ketika berjalan menghampiri Jandi yang tersenyum manis menyambutnya.

“sudah lama menunggu?”

“aku ?” tanya Jandi seolah linglung, membuat prince tersenyum sungging.

“apa ada…orang lain disini ?”

Gadis itu tersenyum, lalu menggeleng. “tidak ada…. Hanya ada KAU,AKU…dan Napoleon” nada Jandi seolah menggoda, namun tidak dengn kakinya yang seketika gemetar, ketika perlahan…tubuh besar itu menghampiri.

“Napoleon ?” Junpyo melirik seekor kuda jantan yang baru saja diikatnya disalah satu pohon. “sejak kapan kuda jantan itu, menjadi perhatianmu Jandi-a”

“sejak ia selalu menemani Pangeranku. Ia kuda yang Jantan dan berani, sifatnya… mirip sepertimu Junpyo_sshi” Alis Junpyo mengkerut saat mendengar ucapan itu. “Napoleon juga keras kepala, bersemangat, dan tidak sabar untuk mulai berlari.” Tukas Jandi lagi seolah faham akan sifat kuda berwarna hitam yang kini sedang asyik menikmati rumput.

 
Junpyo tersenyum tipis, mendengar ucapan gadis itu. Matanya menatap nakal, Dan seolah gemas akan kelincahan bibir mungil itu berceloteh, dengan cepat ia raih tubuh Jandi dengan tangannya. Membuat tubuh Jandi seketika mengejang, memberontak---entah karena malu atau mungkin merasa Ingin.

“junpyo-sshi!”

“apa kau tahu, Napoleon juga kuda yang liar Jandi-a….”

“oh, ya?” mata bulat itu berkedip--- mencoba menggoda.

“ya, hampir sama sepertiku” Junpyo tersenyum nakal “Namun satu hal yang membedakan kami, apa kau…ingin tahu….?” Ia dekatkan wajahnya kewajah Jandi--- membuat gadis itu seolah terintimidasi akan pelukan erat sang “pangeran”

 “a…apa itu ?”


“Napeleon dengan mudah bisa di kuasai, ketika aku tidak ingin dia bertindak semaunya. Sedangkan aku…..”  junpyo menggigit kecil bibirnya. “Tidak ada orang yang bisa menguasai ataupun menghalangiku, ketika aku ingin melakukan apapun yang aku sukai, seperti saat ini…ketika aku memilihmu!”


Wajah Jandi seketika memerah, sembari menahan rasa gugup yang sekian lama menghancurkan keberanian---akan tatapan mata tajam penuh pesona itu.


“Jandi-a”


“mmmm”mata bulat itu mencoba menatap manja—lagi- lagi menunjukkan pesonanya.


“Jandi-a”


“weo ?” bisik Jandi memainkan jemarinya, menyusuri setiap lekuk kerah baju Junpyo.

“Jandi-a”


“Jun…berhentilah untuk menggodaku”

Junpyo terkekeh, lalu perlahan mengecup kedua lesung pipi Jandi dengan mesra, hingga membuat Jandi lagi- lagi terperangah akan sikap berbeda Junpyo sore itu.

“sudah berapa lama kita saling jatuh cinta, jandi_a ?” bisik prince sembari membelai wajah cantik gadisnya.

“mungkin…dua bulan” jandi menjawab santai, menyembunyikan rasa gugupnya saat mata tajam yang berkutat pada wajah cantiknya kini beralih pada bibirnya yang ranum.

“waktu yang cukup lama untuk aku mengenal dirimu lebih dekat...jandi-a” Suara serak itu berbisik sembari mendekatkan bibirnya ke bibir mungil Jandi yang terbuka.

“ma…maksudmu?” bisik jandi membuat Prince menjauhkan jarak pandangannya sejengkal, sembari tersenyum.

“Jandi-a….” Prince menatap dalam mata indah Jandi---menarik nafas panjang, lalu tersenyum…

“menikahlah… denganku. Menikahlah…denganku jandi_a, kau mau kan?”



“Jun….”



Belum sempat menjawab permintaan Prince. Jandi dibuat terkejut, ketika bagai kilat ia dapat  merasakan saat bibir tebal junpyo melumat bibir mungilnya yang terbuka, menahan gairahnya lebih jauh dengan merengkuh pinggang Jandi lebih erat, dan intim. Lidahnya menjelajah kedalam mulut jandi, untuk lebih merasakannya, hingga terdengar suara jandi yang mendesah.


“jun…junpyo_sshi….”


Ciuman itu seketika membangkitkan api didalam diri Jandi , terbesit dihatinya bahwa “Jandi-a ini bukan cinta…. ini bukan cinta…. bukan….” namun semakin kalimat itu bersuara lantang dihati, seketika itu juga rasa ingin memiliki lebih akan sang Pangeran semakin kuat ketika jandi sadar Junpyo telah membangunkan sesuatu yang tak terbayangkan dan keindahan yang sangat membutakan yang selalu dikenalnya sebagai bagian dari cinta. cinta ???



.


.


.





“tidakkah ini terlalu cepat”  tukas Jandi sembari bersandar mesra didada bidang Prince Jun sembari menikmati udara dingin bukit sore itu.


“cepat ?, menurutku tidak ketika kita berdua sudah saling mencintai”


Wajah cantik jandi menengadah, menatap prince Jun dengan pandangan menekuk “tapi…usiaku baru 18 tahun, dan bagaimana dengan sekolahku….aku…“


“sstttt” junpyo meraih wajah Jandi dengan kedua tangannya, sembari menyatukan cuping hidung mereka…


“kau bisa melanjutkan kuliahmu, setelah kita menikah. Menjadi dokter seperti cita- citamu, sekaligus isteri cantik setia disisiku, prince Jun!”


“tapi…” belum sempat Jandi melanjutkan kalimatnya


Prince kecup hidung mancung itu perlahan, membuat wajah itu kembali merona.


“Oh…Anthea… demi tuhan, aku mencintaimu” bisiknya seolah geram akan kecantikan yang ada dihadapannya. Tapi tidak dengan Jandi ketika dahinya seketika mengkerut, mencoba meyakinkan Prince Jun bahwa kini ia sedang terkejut.


“An…Anthea?”

“Anthea….ya, Anthea….aku ingin memanggilmu dengan nama itu.”


“sejak kapan kau memanggil namaku dengan panggilan yang berbeda, JunPyo_sshi!”

Jandi melepaskan genggaman lengan junpyo yang melingkar di wajahnya. Mengangkat tubuh mungilnya yang sedari tadi bersandar, diiringi wajah yang menekuk.

“tidakkah terdengar menakutkan bagiku, jika itu adalah nama gadis lain, Junpyo_sshi ?”

Junpyo terkekeh saat mendengar ucapan lugu dari gadis yang kini terlihat manis, sembari memajukan bibirnya.

“itu nama baru yang aku berikan padamu Jandi, karena ketika aku memanggilmu dengan nama Anthea … saat itu juga aku benar- benar sedang jatuh cinta untuk kesekian kali kepadamu, merindukanmu…dan memuja dirimu jandi_a”


“seperti,…panggilan kesayangan”


“bingo!”  tukas Junpyo lantang.

“ tapi…kenapa harus nama itu? kau tidak suka namaku, junpyo-sshi ?”



“ demi tuhan tidak…bukan itu maksudku Jandi-a,” Prince kembali meraih wajah mungil gadisnya.“Aku hanya ingin memujamu dengan nama Anthea…karena kau cantik… kau cantik bagai bunga jandi-a… yang akan selalu mekar didalam genggamanku….hanya itu. ”


“jeongmal?” jandi menatap sendu.

Prince tersenyum “harus berapa kali nama tuhan menjadi saksi akan cintaku, Jandi-a”

Pujian itu kembali membuat merah wajah cantik Jandi, gadis itu tersipu hingga tampak seperti gadis lugu yang menemukan cinta sejatinya. Apakah ia memang telah jatuh cinta pada “boneka Pangeran”nya?  Terbesit tanya dihati gadis itu, ketika menatap wajah tampan Prince Jun.

“tapi pada kenyataannya aku rumput Junpyo_sshi. Apakah mungkin, rumput liar seperti diriku bisa tumbuh dan mungkin masuk ke halaman istana”

 “siapa yang telah berani mengatakan bahwa jandiku adalah sirumput liar!” wajah Junpyo seketika mengkerut.


“kau tahu, aku hanya gadis miskin yang mencintaimu Junpyo_sshi, gadis kalangan bawah yang tidak memiliki apa- apa…bahkan, ibuku adalah pelayanmu!”


“heii, jandi_a …apa yang kau katakan sayang, aku memilihmu…. Bukan uang, ataupun derajatmu. Dan kenapa….tiba- tiba kau berbicara seperti itu ?”

Dengan cepat jandi peluk tubuh Junpyo yang mengejang--- meredamkan percikan api kemarahan yang kembali muncul .


“hanya ketakutanku” jawab jandi pendek.


“kuharap itu benar, karena jika ada orang lain yang mencoba mengatakan itu padamu, aku bersumpah tidak akan pernah melepaskannya!...karena bagiku kau tetap Jandi, Bungaku yang cantik”


Jandi kembali tersenyum mendengar kata- kata itu. Terbesit kelegahan dihati ketika kini Junpyo telah ada digenggaman. Dengan mudah, lelaki itu terjerat akan cintanya--- mencintai bahkan ingin menikahi.



“katakan ini mimpi, saat Junpyo menjadi milikku. tidak peduli jika aku si rumput liar. Tidak peduli jika aku tidak memiliki apa- apa Seperti yang dikatakan pelayan tua itu!, akupun…tidak pernah peduli !!”





END FLASHBACK




“untuk saat ini, aku akan melepaskanmu sesaat Anthea. Berusaha merubah keadaan menjadi lebih baik, ketika Penghalang berat kembali muncul. Jangan berfikir kau terbebas Anthea, bahkan nafas kehidupanmupun adalah harga yang harus kau bayar kepadaku,….nikmati hari- harimu tanpa rajamku untuk sementara waktu, karena kebaikan  Tuhan tidak akan pernah kekal untuk PENGKHIANAT sepertimu “




CRAKKKKKKKKKKKKK




Dingin,….



Itulah yang dirasakan Jandi ketika tersadar, bahwa jendela yang tertutup rapat itu seketika terbuka, hingga membuat celah lebar yang mengizinkan angin malam untuk berhembus diruangan itu. Mata itu memicing ketika ia yakin angin itu telah menembus kimononya yang tipis, hingga membuat tubuhnya menggigil.


Dengan tubuh yang seolah lemah, gadis itu mencoba bangkit dari tidurnya. Duduk sesaat--- mencoba menyadarkan diri sembari menatap tirai jendela yang melambai- lambai.


Namun, ketika tubuh itu mencoba untuk untuk turun dari tempat tidur, tiba- tiba sesosok tubuh kekar perlahan melangkahkan kakinya, menuju kearah jendela yang terbuka…



Dan, TUP… Terdengar suara jendela yang tertutup


Mata yang terasa lelah karena kantuk hebat kini terbelalak lebar saat sosok tubuh besar itu membalikkan tubuh dan wajahnya. Keremangan cahaya tidak menjadi penghalang, ketika Jandi yakin ia mengenal lelaki yang kini melangkahkan kaki, menghampiri…


Prince Jun,…..


Mengenakan kemeja hitam, dengan kancing dada yang terbuka. Melepaskan pandangan tajam pada tubuh yang seketika mengejang karena kehadirannya yang mungkin…tiba- tiba.


“lama tidak melihatmu, Anthea…” suara itu terdengar serak.


Jandi hanya diam, lagi- lagi dalam ketakutannya yang tidak akan pernah hilang, ketika lelaki itu berada disampingnya. Aroma parfum terasa menguasai ruangan, aroma maskulin khas sang pangeran yang dengan tubuh sempoyongan kini melangkahkan kakinya menghampiri Jandi yang terlihat mematung, gemetar.


“seharusnya aku membawamu, ke Jepang karena kau adalah pelayan pribadiku, bukankah begitu?” Junpyo berujar sembari merebahkan tubuhnya kesisi ranjang.


“tapi,…karena kecelakaan kecil membuatmu harus berada dirumah ini bersama sepupuku yang tampan. Dan, Kudengar… kalian cukup dekat!” nada Junpyo terdengar menekan, diiringi urat- urat wajahnya yang memerah.


“bisa kau…jelaskan padaku Anthea ?” tanya Prince Jun yang perlahan mendekatkan wajahnya kewajah Jandi, yang terdiam membisu.


Jandi menatap mata tajam yang kini hanya berjarak beberapa centi dari dirinya. Pandangan gadis itu terasa sendu, dengan bola mata bulatnya ia balas tatapan itu tanpa ragu.


“kalian selalu menghabiskan waktu bersama ditaman Istanaku, menikmati keindahan mawar- mawar cantik yang berduri tajam” nada Prince Jun terdengar datar “hampir mirip dengan sifatmu Anthea…”


Prince tersenyum dingin….



Untuk beberapa saat ruangan itu kembali terasa sunyi, ketika Prince-jandi melepaskan pandangan mereka masing- masing. Tidak ada kata- kata, tidak ada pula jawaban yang terlontar dari bibir mungil Anthea, yang hanya ada kebisuan sampai ketika prince mencoba mencairkan suasana, dengan mengecup perlahan leher jenjang Anthea yang terbuka.


“kenapa tidak menjawab ? apa…kini Jin Hoon telah menjadi majikan barumu?” bisik prince masih membiarkan cuping hidung mancungnya merasakan aroma lembut dari leher jenjang itu. Membuat Jandi merasakan nafas pria itu sedang membelai tubuhnya, lembut



“bisa aku rasakan aroma khas tubuh budakku yang kini terasa bagai selai strawberry yang manis . aku biarkan bibirku mengecupnya dengan lembut, hingga sampai ketulang lehernya, dan… suatu keterkejutan! Budakku hanya diam, akan sentuhanku yang perlahan menyusuri setiap keindahan tubuhnya. Apa dia telah terbiasa ? tapi demi tuhan, ini bukan cinta… ketika aku yakin rasa jijiknya akan menjadi keuntungan terbesarku”



“Apa khabarmu Junpyo_sshi ?” tanya Jandi dengan nada parau, hingga menghentikan perilaku “abnormal” prince, yang sesaat lalu terasa menggila pada leher jenjangnya.

Dahi prince mengkerut, mata tajamnya berkerling nakal saat kepala yang sesaat lalu terbenam akan kenikmatan, harus kembali mensejajarkan pandangannya dihadapan wanita yang sangat ia benci.

“sejak kapan keadaanku menjadi perhatianmu, Anthea ?” suara Prince terdengar serak.

Jandi hanya diam, namun tidak melepaskan pandangannya kepada pemuda yang kini menatap liar bibirnya.

“Anda…terlihat lebih kurus, Junpyo_sshi” bisik Jandi tiba- tiba sembari mengangkat lengan kanannya—meyentuh wajah prince lembut  hingga membuat lelaki itu seketika tersentak.

“Aku… hanya berada diruangan ini. Semua pelayan melayaniku meski terkadang bisa aku dengar ucapan mereka yang memeperolokku. Dan… Jin Hoon_sshi… dia…. Dia hanya menemaniku untuk memperkenalkan aku akan mawar- mawar kesukaannya” jandi berujar seolah ingin menjelaskan setiap pertanyaan yang sesaat lalu terlontar dari bibir Junpyo.


Wajah Junpyo seolah mengejang ketika melihat gadis yang kini masih meletakkan setiap jemari lentik pada wajahnya meski ia sadar jemari itu terasa gemetar.


“beraninya kau menyentuh wajahku dengan tanganmu” nada Junpyo terdengar parau dan menekan --- namun tetap berbisik nakal sembari menggenggam erat lengan itu, menjauhkan lengan dari wajahnya.


“ma…maaf…” Bisik Jandi dengan nada gugup namun terus memandang wajah Junpyo dengan tatapan sendu.


“kenapa harus minta maaf, ketika kau menunjukkan rasa inginmu dihadapanku” Junpyo mengecup jemari itu perlahan, mengecupnya lembut pada setiap celah jemari hingga memberikan sensasi aneh ketika kecupan itu menjadi gigitan kecil.


Terlihat jelas, Junpyo mencoba menggoda gadis itu dengan sikapnya, dan dia berhasil!


“jun…Pyo_sshi” erang Jandi sembari berusaha menarik lengannya. “weo ? ingin bersandiwara lagi?, Please Anthea… !”


Dengan cepat lengan kekar itu menarik tubuh Anthea, merebahkan tubuh itu keatas tempat tidur --- menindihnya.


“beberapa menit yang lalu kau telah membangkitkan gairahku, jadi jangan salahkan aku ketika aku kembali menginginkan Pelacurku!”


Jandi terdiam membisu, menatap mata Junpyo dengan tatapan dalam ketika perlahan lelaki itu menarik tali pengikat kimono yang melekat ditubuhnya. Seperti biasa, prince mencoba membuat Jandi kembali menderita akan sentuhannya ketika satu minggu ia berikan nafas kehidupan sesaat kepada gadis yang kini terdiam dalam pelukannya.


“Apa sepupuku juga telah mendapatkan kesempatan untuk menjelajah setiap jengkal tubuhmu, Anthea…” bisik Prince Jun sembari dengan liar menyentuh dada Jandi yang seolah mengejang.


“tidak..” balas gadis itu dengan nada gemetar saat ia merasakan sambaran lidah junpyo pada lehernya.


“tidak ? tapi kenapa ?? kupikir kau ahli dalam menjerat lelaki, sayang.” Bisik Junpyo tepat ditelinga jandi diiringi nafasnya yang terdengar liar dan memburu.


“bukankah aku…pelacurmu Junpyo_sshi?”


Ucapan itu seketika menghentikan aksi mesum Junpyo, yang sedari tadi asyik menikmati tubuh gadis yang terbujur kaku didalam pelukannya.


“aku bahkan tidak berhak akan kehidupanku, ketika aku telah menjadi tawanan, pelacur, sekaligus budakmu”


Junpyo tersenyum sungging, menatap tajam jandi yang kini telah siap untuk menjadi santapannya malam itu.


“bravo” Junpyo tatap bibir ranum budaknya. “akhirnya…kau menyerah padaku Anthea…”


Gadis itu menatap sendu dan tanpa ragu perlahan… ia sentuh wajah Junpyo lembut, dengan kedua tangannya hingga membuat keterkejutan untuk kesekian kali…


“Anthea… entah kenapa aku suka nama itu Junpyo_sshi… nama yang lebih sering kudengar dari bibirmu”


“oh, tuhan… jangan katakan kecelakaan kecil itu telah merubahmu menjadi kucing yang liar” bisik junpyo sembari terkekeh. “kenapa aku lebih suka jika kau menolakku sembari menangis dari pada…. Terdiam pasrah disaat aku mulai menginginkanmu”


Jandi hanya diam mendengar ucapan itu. mata bulatnya perlahan mengeluarkan titik- titik air mata yang sedari tadi ia tahan.


“kurasa…akan lebih indah jika kau menangis seperti ini” bisik Junpyo sembari perlahan menghapus air mata Jandi— seolah menikmati kesengsaraan gadis yang masih terus menangkap wajah dingin sang pangeran dengan tangannya.


Sampai akhirnya….



“apa yang ia lakukan?!”  bisik Junpyo dalam hati, saat jandi menarik wajahnya mendekat dan seketika memberikan kecupan hangat yang bagai kabut menyamarkan seluruh dunia sang Pangeran---  Lubang beku hatinya...

  

“Jandi-a !!”






END CHAPTER




happy reading  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]
mian klo kurang memuaskan  [heh] [heh] [heh] [heh]


ditunggu kritik siletnya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: April 24, 2012, 10:24:22 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Nanad_rath02

  • Newbie
  • *
  • Posts: 55
  • Omo !!! My Mom
    • View Profile
YEEEYYYYYYY,,, [clap]  [clap]  [clap]   [clap]


akhirnya d update jga  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]

ikhhhh si PJ demen amat nyakitin Anthea,, [hammer]  [hammer] [hammer]  [hammer]

ekh,nyakitin apa menikmati yee  [on]  [on]  [on]

kyaknya si PJ udah mulai jtuh cintrong nih  [chin]  [chin]  [chin] #sotoy d  [hammer]  [hammer]  [hammer] ma author

next chap jngn lama-lama ya,,buat PJ makin tergila-gila ma Anthea krna  [lovestruck]  [lovestruck]  [lovestruck] [lovestruck]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Prince Prince prince,,,,, kau benar2 gila.....  [hmpfh] [hmpfh]
gak ragu ragu nelanjangin anthea di depan orang banyak, sekalipun itu pelayan cwek semua,,,  [on] malu napa...!   Emoticons0431 [hammer] tapi tanpa diduga Mr ice datang,,,,  [smiley-dance013] buat prince kelabakan, takut banget klo tubuh anthea dilihat ama mr.ice.....  [AddEmoticons04253]
kagak bisa dibayangin betapa liar dan menakutkannya prince saat di kolam itu,  [AddEmoticons04253] tapi seketika melindungi anthea saat ada lelaki lain melihat tubuh wanitanya,,,, oh oh oh.....  [AddEmoticons04217] masih ingt pula nutupin tuh badan.,,,  [2vil3jc]

flash backnya>>sweet, ternyata kisah cinta mereka manis banget....  [kiss] [huglove] dan gak nyangka junpyo dulu berubah menjadi wild prince seperti saat sekarang,,, bertolak belakang...
tapi masih belum kejawab, karna laki-laki bajingan yg dipikirkan prince belum ketahuan siapa itu orangnya....  [chin]

setelah flashback, knapa tiba2 prince ngomong seolah dia baru pulang dari jepang?? dan membiarkan anthe bernafas satu minggu? mak gak ceritain ya pas kepergian prince?  [chin] [what]
nah lo.... anthea kenapa tuh kok jadi berubah gitu,,,  [chin] nyerah dan berniat menggoda balik prince.kah? atau ada sesuatu rencana besar yg ia lakukan untuk prince???  Hface Hface Hface Hface Hface Hface

oh ya??? kecelakaan apa itu? anthea kecelakaan apa?

mak.... itu end chapternya ngeganggu tahu....  [hammer] anthea mau ngapain prince tuh, ampe prince kaget gitu?? mau menjalani kewajiban sebagai seorang istri ya????  [kiss] [kiss] [kiss] [kiss]

thanks n gumawoooooooooooo buat updateannya makku sayang.....!!  [AddEmoticons04244] [briggin]
« Last Edit: April 22, 2012, 03:41:08 am by vhia_minsuners »


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
.halo mak,ini bukan dinda,ini sepupunya anna.
.Makasih eon udah update..
.ternyata jandi dan pj dah nikah ya,,,pntes aja pj sampe sgitunya menyiksa jandi#tp tetep gk stuju ama yg dlkukan pj ke jandi,
.emang seberapa parahkah kesalahan jd ke pj
.itu pelayan tua yang bilang jd rumput liar bibi ma ya eon soalnya dia itu sikapnya ke jd gimana gtu
.pj cemburu ya klo tubuh budaknya dilihat sepupunya..
.eon next chap bikin mr ice makin dkat ma jd biar dia gk kesepian
.gak sabar lihat pj menderita dan mndpat hukuman dr jandi
.next jgn lama" ya updatenya..truz bz0k update casso ya mak..

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
makasih eonni updatenya  [huglove] [lovestruck] ,dari kesini semakin yakin kalau P.Jun memang masih sangat mencintai Athea hanya saja dia mau mengingkari  [goodgrief] , dendamnya di hatinya masih menyala dan sulit memadamkan apa lagi kesalah pahaman yang belum terungkap  [what] , bisa di byangka gimana reaksi P.jun saat jiho bilang bagaimana kalau dia melihat tubuh jandi  [goodgrief] , kemarahan JUNPYO  [angry] yang seperti mau memakan Ji hoo hidup"  [angry] [angry] , saat baca bagian FLASHBACK seperti jandi mendekati Junpyo karna di anggap remeh sama seseorang yang meng'anggap keadaan keluarga itu kurang mampu atau memang ada sesuatu yang ingin dia ambil dari jupyo karna memang sesuatu itu milik keluarga  [goodgrief]  dan mungkinkah pelayan tua yg jandi sebut itu ada keterlibatan dalam masa lalu jandi  [chin] , seminggu ditinggal pergi jandi jadi lebih berani  [drool] , apa jandi juga merasa kesepian selama seminggu tanpa merasakan belayan dan keperkasaan sang princess  [hmpfh] , lebih baik di layani kebringasan P.jun dengan kelembutan mungkin itu sedikit akan membuat P.jun melunak  [hug] [hug], nextnya di harap FLASHBACK semakin jelas  biar tidak menebak" lagi kenapa dan ada apa dengan P.jun dan jandi di masa lalu  [biggrin]  

younee

  • Guest
Tarik napas…buang…Tarik napas…buang. P. JUN KAU SEMAKIN LIAARRR [on] masak iya nelanjangin JD diruang trbuka.
P.Jun ga mau ada orang lain ngliat tubuh JD, posesif tuh.
Masa lalu mreka kok sweet bgt ya, beda dg sekarang yg pnuh kebencian. Anthea segera ingatlah..
Ada apa dg JD ??? Ditinggal P.Jun sminggu tiba2 brubah.
Thanks updateannya eon [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Eomma Casso thanx udah di up date ya untung prince liarnya yang makin hari makin nyeremin  [hmpfh]

perlakukan prince terhadap Jan di sudah sangat keterlaluan dan diluar batas. dendam sih boleh2 aja tapi sampai nelanjangin jan di , wanita yang diakuinya sebagai istrinya masa tega sih tapi giliran tubuh indah jan di sempat terlihat oleh Jin Hoon sikap posesif dan ingin melindungi Jan di keluar dengan sendirinya. benar apa yang dikatakan jandi , kalo sebenarnya prince masih sangat mencintai anthea dan apa yang dikatakan jin hoon juga benar jika masih menempatkan nama jan di dihatinya maka jangan perlakukan buruk jan di tpi jika memang menganggaop jan di perempuan kotor maka lakukanlah karena jin hoon yang akan melindunginya, MAMPUSSSSSSSSSSSS PRINCE kagak bisa jawab [head break] [head break] [head break]

masa lalu mereka sangat indah, sepasang anak manusia yang saling mencintai. bahkan junpyo teramat mencintai jan di sampai mendengar ada org lain yang mengatakan jika jandi tidak sepadan untuknya udah mulai naik pitam, serem si prince...dan jan di yang tidak pernah mengira jika permainannya terhadap junpyo berbuah cinta

tapi tetaplah tidak adil memperlakukan jandi seperti itu. PRINCE  [head break] [head break] [head break] [head break]


itu jan di kenapa bisa berubah....jan di mencium junpyo ya, jangan2 ingatannya udah kembali



Eomma, next nya si Casso ya [lovestruck] komawo udah di update walo agak merinding bacanya dan terima kasih untuk tidak memunculkan miny [hmpfh] di chapter ini [hmff]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
gila gila gila bgt tu prince jun [head break] tega bener sm jandi  hammer2 pasti malu bgt jandinya  [angry]  prince jun masih cinta ma jandi kan buktinya dia gak mau klo jin hoon sampe ngeliat jandi telanjang

tuh sukurin di bikin kelabakan sm  ucapan JH hahaha  [devil2] kenapa jandi tiba-tiba berubah? ada rencana lain kah dia? atau sedikit demi sedikit udah mulai inget masa lalunya dgn PJ  [what]
gumawo dah update sist  [clap]  [clap] next chap ane tunggu  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
wahhhh... sepertinya Prince Jun bakal luluh nie sama jandi
Jandi knp tiba2 berubah ya, malah menerima perlakuan junpyo dan malahnya lagi nyium junpyo tiba2
ada apakah gerangan??

apa yg terjadi dengan jandi selama seminggu ini sehingga bisa menerima junpyo??
apa jandi sdh mulai ingat siapa dirinya?? atau jandi mulai ada perasaan sama junpyo?? atau jandi bersikap menerina junpyo karna mau balik bales perlakuan junpyo?? atau jandi emg luluh karna kasian sama junpyo yg sebenernya junpyo itu baik orangnya, jadi  jandi mulai ikhlas menerima takdirnya jadi budak junpyo???
ahhhh... bingungggg...

Hye sun... thanx udah di update
berharap segera di update juga next chap-nya ya
penasaran sama apa yg bakal dilakukan junpyo terhadap jandi

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
wah ini baru SPOILER yack [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] jadi kapan update chap 7-nya coz dijudul-nya SPOILER chapter 7 [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr takut di  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] sampai  [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] Emoticons0423 Emoticons0423 Emoticons0423 Emoticons0423 Emoticons0423 Emoticons0423 Emoticons0423

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
YEEEYYYYYYY,,, [clap]  [clap]  [clap]   [clap]


akhirnya d update jga  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]

ikhhhh si PJ demen amat nyakitin Anthea,, [hammer]  [hammer] [hammer]  [hammer]

ekh,nyakitin apa menikmati yee  [on]  [on]  [on]

kyaknya si PJ udah mulai jtuh cintrong nih  [chin]  [chin]  [chin] #sotoy d  [hammer]  [hammer]  [hammer] ma author

next chap jngn lama-lama ya,,buat PJ makin tergila-gila ma Anthea krna  [lovestruck]  [lovestruck]  [lovestruck] [lovestruck]


thanks udah baca my sistaaa  [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers]

Prince masih ragu sama hatinya, tapi...cinta bisa mengalahkan segalanya  [goodgrief] [goodgrief]
tungguin next chapnya ya, gomawo



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Prince Prince prince,,,,, kau benar2 gila.....  [hmpfh] [hmpfh]
gak ragu ragu nelanjangin anthea di depan orang banyak, sekalipun itu pelayan cwek semua,,,  [on] malu napa...!   Emoticons0431 [hammer] tapi tanpa diduga Mr ice datang,,,,  [smiley-dance013] buat prince kelabakan, takut banget klo tubuh anthea dilihat ama mr.ice.....  [AddEmoticons04253]
kagak bisa dibayangin betapa liar dan menakutkannya prince saat di kolam itu,  [AddEmoticons04253] tapi seketika melindungi anthea saat ada lelaki lain melihat tubuh wanitanya,,,, oh oh oh.....  [AddEmoticons04217] masih ingt pula nutupin tuh badan.,,,  [2vil3jc]

flash backnya>>sweet, ternyata kisah cinta mereka manis banget....  [kiss] [huglove] dan gak nyangka junpyo dulu berubah menjadi wild prince seperti saat sekarang,,, bertolak belakang...
tapi masih belum kejawab, karna laki-laki bajingan yg dipikirkan prince belum ketahuan siapa itu orangnya....  [chin]

setelah flashback, knapa tiba2 prince ngomong seolah dia baru pulang dari jepang?? dan membiarkan anthe bernafas satu minggu? mak gak ceritain ya pas kepergian prince?  [chin] [what]
nah lo.... anthea kenapa tuh kok jadi berubah gitu,,,  [chin] nyerah dan berniat menggoda balik prince.kah? atau ada sesuatu rencana besar yg ia lakukan untuk prince???  Hface Hface Hface Hface Hface Hface

oh ya??? kecelakaan apa itu? anthea kecelakaan apa?

mak.... itu end chapternya ngeganggu tahu....  [hammer] anthea mau ngapain prince tuh, ampe prince kaget gitu?? mau menjalani kewajiban sebagai seorang istri ya????  [kiss] [kiss] [kiss] [kiss]

thanks n gumawoooooooooooo buat updateannya makku sayang.....!!  [AddEmoticons04244] [briggin]



thanks udh baca bumin sayongg  [flowers] [flowers] [lovestruck] [lovestruck] Prince emang mesum stadium akhir, makanya g segan- segan buat anthea menderita dengan caranya...
dan saat JH datang, dengan cepat tubuhnya memeluk Anthea, dari situ bisa diliat bahwa prince sebenarnya masih mencintai JD tapi dendam masih menyelimuti hatinya

aku sengaja membuat scene 1 minggu kemudian, ntar next chap akan dijelaskan lagi.... begitu jg dengan kecelakaan yg terjadi sama Anthea,
Anthea melakukan ciuman mendadak ke prince, kayaknya....dia rindu tuh ama WP  [devil2] [devil2] [devil2]

laki- laki bajingan emang belum terungkap, ntar bukan hanya diungkap sekalian dimunculin yak biar kita  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] rame2  [rofl] [rofl] [rofl]
« Last Edit: April 23, 2012, 09:07:00 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
.halo mak,ini bukan dinda,ini sepupunya anna.
.Makasih eon udah update..
.ternyata jandi dan pj dah nikah ya,,,pntes aja pj sampe sgitunya menyiksa jandi#tp tetep gk stuju ama yg dlkukan pj ke jandi,
.emang seberapa parahkah kesalahan jd ke pj
.itu pelayan tua yang bilang jd rumput liar bibi ma ya eon soalnya dia itu sikapnya ke jd gimana gtu
.pj cemburu ya klo tubuh budaknya dilihat sepupunya..
.eon next chap bikin mr ice makin dkat ma jd biar dia gk kesepian
.gak sabar lihat pj menderita dan mndpat hukuman dr jandi
.next jgn lama" ya updatenya..truz bz0k update casso ya mak..


thanks udah baca Anna  [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers]
yups PJ ama JD udin nikah, but 5 tahun yang lalu
"PELAYAN TUA" masih misteri, but.... memang akan ada salah satu pelayan tua yg memang mengenal JD dengan baik, bahkan sebelum JD kehilangan ingatannya 5 tahun yang lalu
dari scene "PERLINDUNGAN JUBAH" kita bisa tahu bahwa prince engga suka klo seseorang melihat tubuh JD khususnya yg berjenis kelamin laki2  [hmpfh] [hmpfh]

hukuman Jandi ??? ane g yakin apakah Jandi akan memberikan hukumannya pada prince  [goodgrief] [goodgrief]

casso  [chin] [chin] lagi  [AddEmoticons04272] [AddEmoticons04272] [AddEmoticons04272] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]