Author Topic: A Face Over The Windows--CHAPTER 4--update 15 Mar'12  (Read 10078 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Chapter One





"AWASSS!!! MENYINGKIR DARI SITUUU!!"

Emma Winston meloncat dari jendela kamarnya di lantai dua yang dipenuhi tanaman rambat. Dia tertawa terbahak-bahak begitu mendarat dengan mulus di lantai tanah berumput halus di taman belakang rumahnya.

Sedangkan Stanley Mervil, yang berdiri di bawah memandang masam. Cowok dengan rambut pirang benderang itu mendengus sambil memutar tubuh, melangkah menjauhi Emma.

"Hey--Stan!!"

Teriakan di belakang tak diubris Stan. Em akan capek sendiri, begitu pikirnya.

Tiba-tiba sebuah tarikan membuat Stan hampir terjengkang.

"HOY!!" Em menatap Stan kesal. "Aku memanggilmu!" Cewek bebal itu memanjangkan bibir sementara nafasnya tersengal-sengal.

Stan mengibas tangan mungil yang menempel di lengannya. "Berhentilah bertingkah seperti anak kecil, Em. Kau sudah besar!"

Em meleletkan lidahnya. "Minggu depan umurku baru akan mencapai angka 17 .. "

"Itu pointnya--" Stan kembali mengerakkan kakinya. "Di mataku, semua orang yang melebihi umur 15 sudah dewasa .."

"Cih--" Em berdecak lalu terburu-buru mengejar Stan. "Kau tidak punya rasa humor ya, Stan?"

"Tidak!" jawab Stan--singkat, padat dan jelas. Tanpa berpaling sedikitpun.

Em memajukan bibir bawahnya. Langkahnya agak terseret mengikuti Stan. Keduanya tidak bersuara lagi ketika menyusuri jalan setapak yang memanjang di taman rumah keluarga Winston.

_____________



“STAN!!”

Untuk kedua kalinya Stan hampir terjengkang. Em menarik kerah mantelnya dengan keras. Cowok itu mendengus ketika berbalik dengan kesal.

“What?! Hentikan kebiasaan burukmu menarik-narik baju orang dengan tiba-tiba, Em!”

“Well,--“ Em mengangkat pundaknya dan memperlihatkan raut tak bersalah. Wajah bak malaikat kecil itu sekarang terlihat memprihatinkan. Kalau sudah begini, Stan dibuat mati kutu karenanya.

“What?” tanya Stan kembali. Sembari berusaha menyingkirkan pesona Em dari matanya.

“Itu—“

Em mengarahkan telunjuknya ke samping. Sebuah rumah besar dengan cat putih yang seharusnya memberikan kesan mewah dan arsitik namun justru menimbulkan perasaan suram berdiri kokoh di lapangan besar agak di ujung desa. Pagar-pagar besi bergerigi tajam mengelilinginya sampai ke teras belakang. Tanaman-tanaman rambat yang sangat rimbun, beserta pohon-pohon besar yang berakar menjuntai sampai ke tanah menyemarakan halaman depan rumah besar tersebut. Cat putih dari dinding-dindingnya yang masih baru tidak dapat menutupi kesan angker yang ditimbulkan pemandangan mencolok yang terlihat dari depan rumah.

Em mengelus-ngelus bulu-bulu halus di lengannya yang agak mengembang. “Menurutmu—apa rumah itu berpenghuni?”

Stan menghentikan langkahnya tepat di ujung jalan desa. Em yang melihat itu, ikut menghentikan gerak kakinya. Sekarang, kedua orang tersebut berdiri menghadap ke rumah besar yang terpisah puluhan meter dari tempat mereka berdiri.

“Kenapa bertanya?” Stan balas bertanya pada Em. Dia tidak berpaling pada gadis itu. Perhatiannya masih terarah lurus pada pagar besi dan tembok tinggi yang memugari rumah besar tersebut; yang sesungguhnya menatap nanar dan tidak focus. Semua dilakukan guna mengalihkan perhatian dari keberadaan Em di sampingnya.

“Tidak kenapa-kenapa .. “ Em menghela nafas pelan. “Hanya saja … “ Perkataannya terhenti. Sementara alisnya yang tumbuh dengan bagus dan indah berkenyit semakin dalam.

“Hanya saja?” Stan menoleh pada Em. “Hanya apa?”

Em terlihat agak ragu.

“Hanya saja … , saya merasa .. ada yang aneh dari rumah itu .. “

“Aneh?” Stan bertanya tak mengerti. “Aneh bagaimana maksudmu?”

“Entahlah .. “ Em kembali mengelus-ngelus lengannya. Lalu tatapannya beralih ke rumah besar. “Setiap kali saya melewati jalan ini, dan dengan tidak sengaja melihat kearah rumah tersebut—sepertinya, … selalu ada .. seraut wajah yang .. yang senantiasa memperhatikanku .. lewat .. jendela-jendela suram di atas sana .. “

“Wajah?” Stan makin memperlihatkan keheranannya. Kepala yang dinaungi rambut lebat pirang itu kemudian berbalik ke samping. Pandangannya naik agak ke atas. “Maksudmu—jendela-jendela lantai atas?”

“Ya .. “ Em mengangguk tanpa melepaskan tatapannya dari jendela-jendela kaca lantai atas.

“Apa kau sekarang juga merasa seperti itu?”

Em mengigit bibirnya. Dapat dirasakan dengan jelas, perasaan itu kembali menghinggapi dirinya. Dengan sangat pelan dia mengangguk.

“Kalau begitu—“ Stan menegakan badannya dan mulai melangkahkan kaki menyeberangi jalan besar yang memotong jalan setapak desa ke sekolah dan universitas Glowsbank yang terpisah cukup jauh dari desa Lambeth. “Itu hanya halusinasimu saja—Saya tidak melihat bayangan apa-apa dari balik jendela-jendela seperti yang kau katakan .. “

“Hey—tunggu!!” Em tersentak begitu ditinggal cukup jauh oleh Stan. Cowok itu sudah berada di tengah jalan besar. Terburu-buru Em membetulkan tali tas selempangnya yang agak melorot ke bawah dan mengejar Stan. Tapi sampai di pinggir jalan, dia berhenti. Perasaan itu dirasakannya kembali. Em menoleh lambat-lambat dari posisinya.

“Hoy—masih berdiri di situ?!!”

Teriakan Stan menghentak Em.

“Eh??”

“Jika kau masih betah di situ—kujamin kau akan terlambat sampai ke sekolah!”

“Yaaa—“ Disadarkan akan kenyataan ini, Em buru-buru mengejar Stan. Menyeberang jalan besar yang tidak banyak dilintasi kendaraan pada pagi itu dengan tapak panjang-panjang. “Kau tidak bawa motor, Stan?” tanya Em begitu menyadari kesendirian Stan, tanpa ‘istri’ setianya.

“Tidak.” Stan berbalik dan mulai melanjutkan langkahnya begitu Em sudah sampai di sampingnya. “Motorku masuk bengkel untuk diservis rutinan .. “

“O—“

Dengan agak susah payah Em menyejajarkan langkah dengan Stan.

“Apa kita akan jalan kaki ke sekolah?”

Stan melirik sedikit. “Bukankah itu sering kita lakukan jika motorku diservis?”

Em mengangkat pundaknya. “Iya sih. Tapi pagi ini saya sangat capek—tidak ingin jalan sejauh ini .. “

“Dasar!!” Tiba-tiba sebuah tangan sudah mendarat di kepala Em. Stan mengucek-ngucek rambutnya gemas. “Jika tenagamu tidak dihabiskan dengan melompat dari jendela—kau pasti tidak selelah ini … “

Em tersipu malu. Lidah mungilnya melelet sedikit. “Kan saya tidak tahu kau tidak bawa motor hari ini .. “ katanya pelan, mencoba membela diri.

Tangan Stan bergerak semakin cepat pada rambut panjang Em. “Dasar!!” tandasnya sekali lagi. Namun senyum lebar terpampang di bibirnya.


____________



“Kau hampir terlambat, tahu?” omel Helen Anderson begitu Em dengan terburu-buru menjatuhkan diri di bangku di sebelahnya.

Em tidak mengubris. Hanya memberi cengiran lebar sambil menghempaskan tas selempangnya ke atas meja.

“Untung Miss Arundell belum masuk. Jika tidak, kau rasakan akibatnya .. ,” lanjut sahabat Em yang super bawel itu.

Em kembali menyengir lebar.

“Ada apa sih?” tanya Helen tak sabar.

“Motor Stan masuk bengkel—“ sahut Em.

“O—“ Helen membuka mulut lebar-lebar. Sampai-sampai Em merasa, berpuluh-puluh lalat mampu menghuni rongga mulut tersebut. “Kau masih terus berhubungan dengannya?” lanjut Helen penasaran. Dia menarik seragam Em dan menatapnya serius.

Em mengenyit tidak senang. “Saya tidak mengerti maksudmu .. “

“Hoho—saya tahu kau mengerti—“ ejek Helen.

“Hentikan omonganmu!” Em mengeluarkan sebuah buku tebal dari tas dan menghempaskannya ke atas meja.

“Percuma kau berhubungan terus dengannya sementara dia tidak mengungkapkan apa-apa .. ,” nasehat Helen—yang mendadak menjadi bijak.

“What?” Em mendelik kesal. “What are you talking about, Miss Anderson?”

“Oh—come on; Sudah kubilang, aku yakin kau mengerti arah pembicaraanku, Miss Winston .. ,” balas Helen tak gentar. “Memang benar Senior Stan tuh menarik. Dan dia juga merupakan idola di sekolah ini. Tapi itu tidak menjadikannya—kau harus setia padanya sementara dia tidak mampu memberi status yang kau harapkan .. Apa kau rela mengikutinya terus sementara tidak pernah terungkap kata cinta untukmu .. ?”

Em mendesah. Tangannya yang bergerak menyibak halaman-halaman buku menjadi lambat.

“Sekalipun hampir seluruh murid di sekolah dan universitas sebelah menganggap kalian pacaran, tapi—itu berbeda, kan?” Helen menatap sahabatnya lekat-lekat. “Pengakuan langsung dari mulutnya lebih memantapkan posisimu di sisinya?”

Em tidak menjawab.

“Kenapa kau tidak memberi kesempatan pada pria lain? Itu—si Mike ..” Helen menunjuk seorang cowok berpostur tinggi dengan rambut lebat kemerahan yang duduk di dekat jendela. “ .. dia tidak kalah menariknya dari Senior Stan.Yang paling penting, kita tahu dia tertarik padamu. Bukankah dia sudah mengejarmu sejak setahun yang lalu?”

Em menghela nafas dan menutup bukunya. Merasa tidak diperhatikan—Helen bermaksud bersuara kembali. Namun segera tertahan oleh Em yang segera menunjuk ke depan.

“Miss Arundell!”

Helen menoleh ke pintu. Benar saja—miss Arundell yang selalu setia dengan penampilan menjemukannya; rambut yang disanggul tinggi-tinggi dan kacamata tebal bergagang hitam; memasuki ruang kelas dengan setumpuk buku di tangannya.

“Good morning, Miss Arundell!” sapa para murid begitu miss Arundell sampai di bangkunya.

“Good morning, class .. ,” balas miss Arundell dengan suara khasnya yang serak dan agak melengking. “Sekarang, buka buku rangkuman matematika minggu lalu .. “

Suara krasak-kresek terdengar. Para murid mulai ribut. Ada yang menjerit begitu mendapati buku rangkuman yang diminta miss Arundell hilang entah kemana. Ada lagi yang tertawa nyengir karna berhasil mengamankan buku yang semula dikira tidak penting itu.

Em menarik buku bersampul biru langit dari laci di bawah meja dengan tampang cemberut. Dilemparnya buku tersebut sampai menimubulkan bunyi cukup keras. Helen meliriknya, lalu perlahan mengangkat bahu. Perhatiannya sekarang ditujukan pada miss Arundell yang mulai menulis rumus-rumus memusingkan di atas papan tulis.


_____________



Bell tanda pulang sekolah berbunyi—Em membereskan buku-buku pelajarannya dengan tergesa-gesa. Sementara si Helen yang berada di sebelahnya, ikut memasukan buku-buku yang berserakan di atas meja ke dalam tas  ranselnya sambil mengeram panjang lebar.

“Ibuku tidak pulang lagi hari ini .. “

“Memangnya ibumu kemana?” tanya Em tanpa berpaling pada Helen. Buku terakhir dilempar begitu saja ke dalam tas selempangnya.

“Entahlah. Mana pernah dia memberitahuku .. “

Kesibukan Em menarik resleting tas selempangnya terhenti. Keadaan keluarga Helen yang broken home; tinggal berdua saja dengan ibunya, dengan hanya ditemani beberapa pelayan dan sopir; selalu membuat Em menaruh perhatian lebih padanya.

“Are you ok?”

“Yeah—“ Helen mengangkat pundak sambil tersenyum kecut. “Saya sudah biasa—“ Helen menyampirkan ranselnya ke punggung kemudian menepuk lengan Em. “I must go home now—See you later .. “

“Kau yakin?” tanya Em ragu-ragu. Segera ditariknya lengan Helen, yang sudah bermaksud meninggalkannya. Helen menekan tangan Em hingga terlepas dari lengannya dan tersenyum menyakinkan. Dia sudah akan bersuara ketika seraut wajah nonggol dari balik pintu kelas mengalihkan perhatian mereka.

“Sudah siap?” tanya Stan yang berdiri di depan pintu.

“Oh—“ Em mengangga.

Sedangkan Helen menyenggol tangannya. “Your prince is here—“ goda Helen pelan. Dia menepuk lengan Em untuk terakhir kalinya, lalu berjalan kearah pintu keluar dimana Stan berada. “See you, Senior Stan .. “

Stan tersenyum sambil mengangguk pendek pada Helen. Kemudian perhatiannya dikembalikan pada Em. “Bisa pergi sekarang?”

“Eh—Ya”

Em memakai tas selempangnya, lalu terburu-buru menghampiri Stan—keluar dari ruang kelas. Mereka berdua menyusuri lorong sekolah yang mulai ramai oleh para murid yang saling berebutan keluar dari ruang kelas masing-masing.


____________



Aku tidak akan memintanya, pikir Em berulangkali. Namun gerak punggung Stan menyita perhatiannya. Em mengikuti, tidak mampu membuat mulutnya mematuhi pikirannya. Keinginan yang begitu kuat akhirnya membuatnya bersuara.

“Stan .. “

Stan menghentikan langkahnya. Dia berbalik. Mereka sudah menyeberangi jalan besar, dan sekarang berdiri di ujung jalan masuk desa. Stan berhadapan dengan Em yang menghentikan langkah tepat di depannya. Mereka lalu saling berpandangan. Hari mulai beranjak senja. Matahari perlahan bergulir ke arah barat. Sinarnya menyemburat jingga—menyinari batu-batu kerikil di jalan masuk lebar yang menuju ke desa.

“Ya?” Pertanyaan yang terlambat dari Stan.

Em bergerak gelisah. Mulutnya seakan terkunci ditatap Stan seperti itu. Bibir mungil itu terbuka, namun ditutupnya kembali.

“Em?” tegur Stan. “Ada sesuatu?”

Em tidak menjawab.

“Tidak biasanya kau seperti ini .. “ Stan terlihat berkenyit heran. “Katakanlah .. “

“Hn—“ Em melirik gelisah.

Mereka terdiam untuk waktu yang cukup lama. Mentari senja bergerak semakin jauh—hampir tenggelam di antara dua bukit yang menjulang tinggi di ujung barat sana. Kesuraman perlahan-lahan mengantikan warna jingga dan oranye yang tadi sempat tersemburat dari atas langit. Air kali yang agak jauh di ufuk barat berkilat-kilat tertimpa sisa-sisa sinar mentari senja yang menerpa pucuk-pucuk dedaunan. Stan menghembuskan nafas agak keras.

“Emma Winston!”

Em tersentak kaget. Pesona yang ditimbulkan keadaan di sekitar tempat itu sempat membuatnya terlena sehingga melupakan keberadaan Stan di depannya.

“Jika tidak ada yang ingin kau katakan—Saya akan mengantarmu pulang. Setelah itu—saya harus bergabung dengan dad ke acara makan malam bersama keluarga Rich .. ,” kata Stan sambil menatap Em lekat-lekat.

Raut Em berubah sayu mendengar pemberitahuan Stan. “Kau .. sudah ada acara malam ini .. ?”

“Yea—“ Stan mengibas poni pirangnya ke samping. “Dad sudah merencanakan ini sejak beberapa hari yang lalu .. “

“Sa .. sangat penting .. ?” tanya Em pelan.

Stan tidak menjawab. Dia hanya menatap Em dalam-dalam, .. seakan ingin menyelami apa yang ingin dikatakan cewek ini selanjutnya.

“A .. apa tidak .. bisa ditunda .. ?”

Stan mengeleng. “Tidak. Memangnya kenapa?”

“Ehm—“ Setelah berdeham pelan, Em segera mengelengkan kepalanya. “Nothing! Just forget it—“

Em mulai mengerakan kakinya, namun segera ditarik kembali oleh Stan.

“Ada sesuatu?!” tebak cowok itu. “Katakan saja!”

“Sudah kubilang tidak ada apa-apa!” Em berusaha melepas genggaman Stan pada pergelangan tangannya, namun tidak berhasil. Cengkraman cowok itu terlalu erat. “Lepaskan saya, Stan!”

“Katakan padaku, Em. Jangan bertele-tele begini!”

“Tidak ada!” Em mengibas tangan Stan dengan keras. Dan kali ini berhasil melepaskan diri. “Hanya permintaan dinner bersama—tidak ada yang istimewa! Tapi—ternyata kau sudah punya acara sendiri, jadi tidak ada gunanya dibalas lagi!”

Tubuh Stan menjadi kaku walau hanya sedikit. Dan itu, tidak tertangkap oleh Em yang sekarang sedang menatap garang.

“Dinner?” Stan bergumam pelan.

“Lupakan saja—“ Em berbalik dan melangkahkan kakinya.

“Em!”

Panggilan Stan tidak digubrisnya, .. sampai tarikan pada tangannya kembali membuatnya berhenti.

“Kenapa semendadak ini?” tanya Stan.

“Mom dan dad pulang dari Paris hari ini .. ,” kata Em tanpa mau membalas pandangan Stan. “Saya hanya .. merasa .. akan sangat menyenangkan kalau .. kita bisa menghabiskan makan malam bersama seperti .. seperti beberapa tahun yang lalu. Kau tahu sendiri kan—mom and dad selalu sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga tidak ada waktu luang untuk ku?”

Stan diam seribu bahasa.

“Tapi, kalau memang tidak bisa .. ,” lanjut Em beberapa detik kemudian. “ .. lupakan saja. Anggap saya tidak pernah memintanya .. “

Kau bodoh, Em, sebuah suara menegur Em. Kau tahu ini tindakan bodoh, kenapa melakukannya? Dalam dasar hatinya, Em tahu Stan tidak pernah menganggapnya seorang wanita dewasa. Dia hanyalah seorang adik kecil bagi Stan.

Stan memutar tubuh, dan melangkah menjauhi Em. Em yang masih betah di tempatnya menghela nafas berat. Dan tiba-tiba, .. perasaan merinding itu menghinggapinya kembali. Em berpaling ke arah rumah besar yang tampak semakin kelam di ujung sana. Gorden-gorden jendela di lantai atas tampak bergerak-gerak kecil dari balik kaca-kaca besar yang panjangnya mencapai lantai. Dahi Em berkenyit. Dia merasa yakin telah melihat sesosok bayangan yang sangat tinggi beringsut dan akhirnya menghilang ke dalam ruangan di lantas atas yang suram dan tidak diterangi penerangan sedikitpun.

“Saya akan usahakan datang nanti—tapi tidak bisa cepat. Mungkin sekitar pukul Sembilan .. “

Samar-samar perkataan Stan memasuki telinga Em.

“Eh?!” Em menoleh cepat.

Stan masih berjalan dengan posisi memunggunginya.

“Stan!!” teriak Em yang terburu-buru mengejar Stan.

“Saya akan usahakan datang!” ulang Stan tegas. “Masih ingin protes?!”

“Eh—ti .. tidak . .,” sahut Em gugup. “Saya hanya .. hanya mengira telah salah dengar .. “ Em menyengir lebar.

Stan tertawa. Satu getokan pelan mendarat di jidat Em.

“Dasar!!”


__________
« Last Edit: August 13, 2011, 02:15:50 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
mamiiiii...selamat ya atas peluncuran perdananya ff brunya tpi jgn lupa ff yg lainnya diupdate jg terutama si ranjang...eh mi itu org yg suka nongol di jendela yg ngeliatin ema itu si jonat ya? Ko rmahnya serem gt memang si jonat tinggal sendiri apa?..trus crtnya mrk itu keturunan korea apa asli org inggris?..sory mam bnyj nanya namanya jg ff baru jdi masi bnyk teka teki..next update rath ya mam?.. [biggrin]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
thank you mami update chap perdananya  [flowers]
Emm dan stan sama" punya perasaan tapi.. tidak ada yang berani mengungkapkan perasaan masing"  [chin] padahal seluruh murid sekolah mereka menyangka mereka sedang pacaran  [huglove] apa yang di bilang Helen benar masih belum ada pengakuan langsung dari stan sama aja tidak ada apa"  [bored] si Mike siapa  [what] kalau dari pengungkapan Helen lumayan juga  [biggrin]  [hmpfh] berangkat sekolah pulang sekolah selalu bersama gimana orang" tidak mentafsirkan mereka tidak pacaran  [hmpfh] apa lagi stan sepertinya sudah dekat dengan ke dua orang tuanya Emm walau pun mereka jarang di rumah  [dry] , tapi... kira" siapa cowo yang berada di rumah yang menurut Emm rumah itu sangat angger  [what] dan setiap Emm lewat di depan rumah itu, dia merasa ada sepasang mata yang mengawasinya  [what] apakah Jonathan   yang memang kehidupannya penuh teka teki  [chin] sepertinya rumahnya  [hmpfh] *sok tahu neh  [hammer]  [hmff] .
dari pada nebak" mending nunggu nextnya , [drool]

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Luph...MAKASIH ya buat chapter perdananyaaa...  [arms] [arms] [arms]

Siapa tu yang di dalam rumah putih?? Misterius dot com. Semoga bukan dracula... [hmpfh] [hmpfh].

Stan sebenernya suka gak sih ama Emma? tapi kayanya emang dia menganggap emma dongsengnya ya...Bagus deh. Kalau mereka saling suka, susah dunk kesempatan buat bang Jonathan masuk  [hmpfh]...

Ditunggu ya lanjutannya.... [huglove]

Offline mbah dukun

  • Junior
  • **
  • Posts: 142
  • My Name Is JangKelin
    • View Profile
thank u dh update chap perdananya..ada misteri disni,gw kok ngeri ya mam membyangkan  ada penampakkan d rumah yg seperti tak berpenghuni itu.jonathan kah dia?kenapa dia misterius mam,apa penyebabnya??emma n stan TTM ya?pantes byk yg ngira mereka pcaran.next chap jgn lama2 ya..lg kangen minsun nih butuh obat penawar rindu.okey mam

Offline Mia

  • Newbie
  • *
  • Posts: 3
    • View Profile
Hwaaa ff brunya ci mami,ky"a menarik,,,,org misterius tu pst ci papi,,,pgn tw pertemuan em ma jo,,,hohoy aq bayangin sikap hyunj0ng saat dia jd baek sungjo,,wekwekwek
mam thnks dh bwt ff baru,maaaammm UL,ratdaz,ayo2 d update ^0^

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
mami mami
kenape th rumah ad hawa kek g2? bner ad orgny? kok btah ye? bkn jojonath kan ye? gak mgkn. ah masa? ah
ntu stan am emma ngapain sh? kesian th emma, idola sh idola. jgn ngsh hrapn kos0ng dh stan. ya?!
jojonath keluar kpan mami love?
.
.
chukkae ya mami [clap]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mami mami
kenape th rumah ad hawa kek g2? bner ad orgny? kok btah ye? bkn jojonath kan ye? gak mgkn. ah masa? ah
ntu stan am emma ngapain sh? kesian th emma, idola sh idola. jgn ngsh hrapn kos0ng dh stan. ya?!
jojonath keluar kpan mami love?
.
.
chukkae ya mami [clap]
rumah berhantu [what] [what] [hmpfh] tenang, tenang. ini bukan ff horor kok [laughing] [laughing] memang ada orang yang tinggal dalam rumah besar itu [biggrin] kenapa betah? karna dia suka ketenangan. rumah itu tidak berhantu kok. itu cuma rumah besar biasa. Berkesan angker karna tidak terawat. itu saja [hmpfh] [hmpfh]
stan and emma hubungannya dekat. lebih dari sahabat namun tidak sampai batas kekasih [heh] [heh]
jonathan keluarnya kapan [chin] hmm--mungkin chp 3 (belum tahu sih--lht2 dulu ye [hmpfh] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Hwaaa ff brunya ci mami,ky"a menarik,,,,org misterius tu pst ci papi,,,pgn tw pertemuan em ma jo,,,hohoy aq bayangin sikap hyunj0ng saat dia jd baek sungjo,,wekwekwek
mam thnks dh bwt ff baru,maaaammm UL,ratdaz,ayo2 d update ^0^
orang misterius itu siapa [chin] bisa aja jonathan, namun bisa jg org ga penting [laughing] [laughing] kira2 gimana pertemuan emma and jonathan ya [chin] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
thank u dh update chap perdananya..ada misteri disni,gw kok ngeri ya mam membyangkan  ada penampakkan d rumah yg seperti tak berpenghuni itu.jonathan kah dia?kenapa dia misterius mam,apa penyebabnya??emma n stan TTM ya?pantes byk yg ngira mereka pcaran.next chap jgn lama2 ya..lg kangen minsun nih butuh obat penawar rindu.okey mam
sama2 [biggrin]
gw mau menekankan kembali; INI BUKAN FF HOROR!! Apa yang dilihat em, bisa saja sosok beneran, ataupun seperti kata stan--cuma ilusinya semata. Yang jelas, bukan roh halus yg dilihat emma [nono] tidak ada penampakan yg begituan dlm ff ini [hmpfh] lalu, .. benarkah sosok itu si jonathan kah [what] [what] spt kata gw; MUNGKIN IYA--MUNGKIN JUGA TIDAK.
iya, emma and stan TTM [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Luph...MAKASIH ya buat chapter perdananyaaa...  [arms] [arms] [arms]

Siapa tu yang di dalam rumah putih?? Misterius dot com. Semoga bukan dracula... [hmpfh] [hmpfh].

Stan sebenernya suka gak sih ama Emma? tapi kayanya emang dia menganggap emma dongsengnya ya...Bagus deh. Kalau mereka saling suka, susah dunk kesempatan buat bang Jonathan masuk  [hmpfh]...

Ditunggu ya lanjutannya.... [huglove]
iya, sama2, dear [biggrin]
yang di dlm rumah putih [what] bisa jadi 'orang beneran' (not dracula [nono] [hmpfh] ), tp mungkin jg hanya halusinasi si emma [sweat]
stan suka kok ama emma [heh] dia bukan hanya menganggap emma sebagai dongsengnya aja [sweat] [sweat] maaf mengecewakanmu, dear. MEREKA SALING SUKA TUH [sweat] emang agak susah kesempatan buat jonathan tuk masuk ke dalam hubungan mereka. tp semoga saja, bang jonathan punya cara sendiri [smiley-dance013] yg ampuh ya bang [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
thank you mami update chap perdananya  [flowers]
Emm dan stan sama" punya perasaan tapi.. tidak ada yang berani mengungkapkan perasaan masing"  [chin] padahal seluruh murid sekolah mereka menyangka mereka sedang pacaran  [huglove] apa yang di bilang Helen benar masih belum ada pengakuan langsung dari stan sama aja tidak ada apa"  [bored] si Mike siapa  [what] kalau dari pengungkapan Helen lumayan juga  [biggrin]  [hmpfh] berangkat sekolah pulang sekolah selalu bersama gimana orang" tidak mentafsirkan mereka tidak pacaran  [hmpfh] apa lagi stan sepertinya sudah dekat dengan ke dua orang tuanya Emm walau pun mereka jarang di rumah  [dry] , tapi... kira" siapa cowo yang berada di rumah yang menurut Emm rumah itu sangat angger  [what] dan setiap Emm lewat di depan rumah itu, dia merasa ada sepasang mata yang mengawasinya  [what] apakah Jonathan   yang memang kehidupannya penuh teka teki  [chin] sepertinya rumahnya  [hmpfh] *sok tahu neh  [hammer]  [hmff] .
dari pada nebak" mending nunggu nextnya , [drool]
iya emma and stan sama2 punya perasaan [heh] cuma belum diresmikan [hmpfh] seantero sekolah sih dah menganggap mereka pacaran beneran. hanya helen saja yg tahu klu itu tdk bener [wacko] siapa si mike [what] sekedar cast lewat kok. elu tertarik [what] [laughing] [laughing]
gw mau blg--sebenarnya rumah besar yg berdiri di ujung desa itu tdk angker [sweat] [sweat] rumah itu hanya memberi kesan angker karna halamannya tdk terawat oleh pemiliknya. klu di dalam rumah sih, asli terawat dengan baiik [heh] [heh] ttg perasaan emma yang merasa diawasi sepasang mata setiap kali melewati rumah besar tersebut; sekali lagi gw tegaskan 'HANYA PERASAAN'. Tdk menutup kemungkinan sebenarnya si tuan rumah bukan memperhatikannya tp kebetulan setiap kali emma lewat di situ si penghuni rumah sudah berdiri di situ buat menikmati pemandangan lewat kaca2 jendela [laughing] [laughing] Emma salah paham cing ceritenye [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mamiiiii...selamat ya atas peluncuran perdananya ff brunya tpi jgn lupa ff yg lainnya diupdate jg terutama si ranjang...eh mi itu org yg suka nongol di jendela yg ngeliatin ema itu si jonat ya? Ko rmahnya serem gt memang si jonat tinggal sendiri apa?..trus crtnya mrk itu keturunan korea apa asli org inggris?..sory mam bnyj nanya namanya jg ff baru jdi masi bnyk teka teki..next update rath ya mam?.. [biggrin]
si rantang update sekitar tgl duapuluhan [hmpfh] [hmpfh]
org yg sering nongol di depan jendela tuh sapa [what] [what] jonathan kah [what] [what] mungkin iya, mungkin jg tdk. mungkin rumah besar itu berpenghuni, mungkin saja tidak. mungkin emma benar2 melihat seseorang, mungkin jg bukan. nah loh [laughing] [laughing]
elu boleh menganggap mereka keturunan korea, boleh juga inggris asli. terserah deh [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
MOHON PERHATIANNYA!!

Piku2 dari castsnya udah gw tambahin di page one, silahkan periksa sendiri [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
halo...halo,mami [arms]

ada ff baru dr mami [clap] [clap] [clap]...congratulation & gumawo buat chap 1-nya,mami [AddEmoticons04228] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Emma & Stan dh nongol duluan...brarti Jonathan bakaln nongol d chap ke-2 kn,mam??? (asal nebak [hmpfh])

gw jd penasaran sm pertemuan pertama antara Jonathan & Emma (mereka gak slng kenal sbelumnya kn,mam???)


trus soal tokoh yg djodohin ama si Jonathan,kn dia naksir Stan tuh...apa nanti stlh dia ketemu ama Jonathan,dia gak jatuh cintrong tuh sm Jonathan??? kyknya gw curigation deh ama tokoh yg satu ini [chin] (dia tokoh baik apa kagak sih,mam???)


mam,chap 1-nya bikin penasaran,apalg dgn penampakan wajah yg slalu merhatiin Emma lwt jendela...jd kpengen tau siapa sih pemilik wajah i2???

lanjut ya,mam...HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

ps : gw suka ama pikunya Hye Sun,mam...Emma kliatan bgitu ceria (jd makin penasaran dgn pertemuan pertamanya Emma sm Jonathan,nih)

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love