Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24812 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #45 on: January 22, 2010, 03:14:55 am »
Chapter Seventeen Part One

Goo Jun Pyo mengendarai mobil dengan senyuman lebar terpampang di wajahnya ,semangat mengingat dirinya sebentar lagi akan dirundungi barang-barang mungil bayi ,sementara Jandi yang duduk di sebelahnya ,sibuk memainkan rambut dengan jarinya sambil menatap jalan yang mereka lewati tanpa ekspresi..

“Hmm …,apa yang akan kita beli?”Tanya Jun Pyo sambil tersenyum..

“Tak tahu ..,lagipula kita tidak membutuhkannya sekarang kan?” Jandi menjawab dengan pelan ,kedua matanya tetap tertuju pada pemandangan jalan yang mereka lewati..

“Paling tidak ,kita harus ada persiapan ,araso..!”kata Jun Pyo membela dirinya..

“Putar balik..!!”desah Jandi pada Jun Pyo tiba-tiba..

“Mwo?!”kedua mata Jun Pyo membelalak mendengar pernyataan istrinya ,”Kau mau apa?”

“Putar..putar..,lebih baik kau membawaku ke tempat ini ,”jawab Jandi ,ia merogoh sakunya dan memberikan Jun Pyo sepucuk kertas note kecil bertuliskan alamat..

“Apa ini?”Jun Pyo meraih note itu dan membacanya sekilas..,ia memarkirkan mobilnya di sisi ujung jalan..

“Kau akan tahu ,”kata Jandi sambil menghela nafas kecil ,ia mengeriyitkan kedua alisnya,.”Shhh..,kenapa..kenapa tiba-tiba aku ingin mengunjunginya..gila ,benar-benar aneh..,”ia mendesah kecil ..

“Wegude?”Jun Pyo menatap Jandi dengan tampang khawatir ,”Kau mau apa?coba bilang ,aku akan memberikannya padamu..,”tambah Jun Pyo dengan percaya diri..

“Anyeo ,aku tidak ingin apa-apa ,tapi sekarang hanya satu keinginanku ,mengunjungi tempat itu..,”jawab Jandi menujukkan jarinya pada note kecil yang masih dipegang Jun Pyo..

“Yya sebenarnya ini tempat macam apa??”Tanya Jun Pyo dengan raut bingung sambil memonyongkan mulutnya..

“huhhh ..,pokoknya antarkan aku dulu baru berkomentar okeh ,”kata Jandi tak sabar..

“Ah..ya sudah ,yang penting kamu senang ,awas saja ya kalau kau membawak ke tempat yang macam-macam..,”tambah Jun Pyo masih dengan raut bingungnya ,sedikit kecewa juga atas rencana yang meleset ,ia menaruh kedua tangannya pada setir mobil ,mulai memutar balik mobilnya..,demi Jandi..,ini demi kesenangan Jandi dan anakku ,begitu pikir Jun Pyo..

**

Cukup jauh perjalanan menuju tempat ‘ini’ ,walaupun begitu Jun Pyo terus terkekeh sepanjang perjalanan mereka ,melihat Jandi yang daritadi mengelus-elus perutnya dengan wajah yang ,bisa dibilang ‘sangat ingin’ mengunjungi ‘tempat’ ini ,..tempat apa sih?kalian akan tahu sebentar lagi..
Mobil Jun Pyo berhenti tepat di depan sebuah ruko kecil ,etalase ruko itu ditutupi oleh kertas coklat sehingga orang tidak dapat melihat kedalam toko itu ,Jun Pyo menatap toko itu dengan bingung..

“Apakah benar ini yang kau maksud Jandi-ya?”Tanya Jun Pyo pelan..

“Iya benar ,mengapa?”

“Hmm..,toko ini terlihat sangat…suram..,”jawab Jun Pyo mengeriyitkan alisnya..,Jun Pyo memandangi seluruh ruko itu dari atas gedung sampai bawah dan matanya berhenti terpaku pada banner dari toko itu sendiri ,

“M..MWO?”kedua mata Jun Pyo membelalak kaget ketika membaca tulisan yang terpampang besar-besar pada banner tersebut..
Jandi mengeriyitkan alisnya dan mendesah kecil melihat suaminya yang terkaget-kaget..

“YYA..YYA GEUM JANDI..PLEASE BILANG DENGANKU KAU SEKARANG BERCANDA?”kata Jun Pyo menguncang bahu Jandi dengan kedua tangannya.

“AUSHH..anyeo..A-N-Y-E-O…aku T-I-D-A-K BERCANDA..,”jawab Jandi menekankan kata-katanya..

“TA..TA..TAPI DI DALAM..PASTI BERBAHAYA..?!”desah Jun Pyo panic ,kedua matanya masih membelalak ,tangannya menggengam bahu Jandi dengan erat..

“Apanya yang bahaya Goo Jun Pyo?Aku hanya ingin ,ehm ..sangat ingin tepatnya ,mengunjungi ‘TOKO HEWAN KIM AH JOON KHUSUS MENJUAL ULAR DAN SERANGGA’,”kata Jandi berteriak membaca banner yang terpasang di atas toko itu..

“ULAR..SERANGGA..AHH!!”Jun Pyo menatap istrinya dengan ngeri..,sementara Jandi hanya tersenyum polos..

“Jangan begitu ,kau tunggu disini saja ,aku yang akan masuk..,”kata Jandi ,menepuk bahu Jun Pyo..

Jun Pyo

Yya Goo Jun Pyo ..,bagaimana bisa kau menjadi sepengecut ini?Bagaimana bisa kau meninggalkan istrimu di dalam sana?
Nanti…nanti bagaimana kalau ular itu mematok istrimu?Atau bagaimana kalau..kalau ternyata serangga di dalam sana begitu membahayakan?
Anyeo..,ini tidak boleh terjadi..Yya Goo Jun Pyo kau haru turun dan menemani istrimu tak peduli seberapa takut nya kau sekarang dengan serangga itu ,kalau serranga atau ular itu macam-macam ,kau kan bisa menginjaknya atau melemparnya..,yah benar ,pokoknya aku tak boleh meninggalkan Jandi di dalam sana sendirian..

“Geum..Geum Jandi..,aku ikut ,”kata Jun Pyo pelan..

Keraguaan terpancar dari mukanya ,juga ketakutan ,tetapi disaat yang sama ,juga tersirat kekhawatiran..
Nah kira-kira bagaimana perjuangan Jun Pyo melawan ketakutannya di dalam toko dimana banyak ular-ular mendesis dan kaki-kaki kecil serangga yang berjalan ,bagaimana usahanya dalam melindungi Jandi?Ditunggu yah…heheh..AZA!GOO JUN PYO~END PART


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #46 on: January 22, 2010, 03:16:55 am »
Chapter Seventeen Part Two

Jandi meraih gagang pintu dan membukanya sedangkan Jun Pyo mengikutinya di belakang dengan tampang panik ,mereka mendapati ruangan itu ,lembab dan beraroma sesuatu ,bunyi desisan terdengar dari seluruh penjuru ruangan ,kaki-kaki serangga kecil yang berjalan bahkan dapat terdengar jelas di telinga Jun Pyo yang tajam ,ia menunjukkan raut jijik pada apa yang sedang dilihatnya sekarang ini ,tak percaya ia benar-benar melakukannya demi Jandi ,Jandi tersenyum semangat melihat ini semua ,tak ada sedikitpun keraguan atau kekahawatiran ia langsung menghampiri sebuah akuarium di sisi kanan ruangan ,berisi seekor ular berukuran sedang bewarna merah campur putih pekat ,ular itu meliuk-liuk dengan semangat sambil mendesis keras melihat Jandi yang menghampirinya ,Jandi membalikkan mukanya ,mencari-cari penjaga toko ini dan mendapati seorang kakek tua penjaga toko yang sedang sibuk membaca koran tanpa memperhatikannya..

“Haraboji ,”Jandi memanggil kakek yang duduk di kejauhan itu..

“Kenapa anak muda?”Kakek itu menoleh ke arah Jandi ..

“Apakah aku boleh memegangnya?”kata Jandi menunjuk kearah ular itu..

“Boleh ..silahkan ,kau juga boleh coba menggendongnya ,jangan lupa pertimbangkan untuk beli ,ia ular yang sangat bagus..,”jawab kakek itu sedikit tak acuh..

“Iye ,gamshamnida haraboji ,”

“Yya Geum Jandi..,kumohon jangan ,”Jun Pyo dari belakang memperingtkannya ,tampangnya menjadi kusut dan pucat karena ketakutan..

“Shh ,”Jandi mendesah sambil memonyongkan mulutnya ,ia membalikkan wajahnya dengan semangat melihat ular itu ,Jandi mengambil ular itu dengan perlahan..

“Sini ular kecil ,”kata Jandi sambil bermain-main dengan ular itu ,kedua mata Jun Pyo membelalak melihat kelakuan istrinya ,langsung menghampiri Jandi ,

“Yya Geum ..Geum Jandi ,”Jun Pyo menatap Jandi dengan sedkit kesal omongannya tidak digubris,ia menelan ludah dengan susah payah ,berhadapan dengan mahluk yang di depannya itu..

Ular itu meliuk-liuk di tangan Jandi berusaha untuk kabur ,tetapi bukan kabur ,ular itu malah menunjukkan gerak-gerik seolah ingin meloncat ke tangan Jun Pyo..Keringat dingin mulai mengucur pada dahi Jun Pyo ,ia ingin segera menjauh tetapi ia tidak bisa krena ingin melindungi Jandi maka ia harus tetap berada di dekatnya ,Jun Pyo tetap berdiri diam terpaku ,menahan kedua kakinya untuk tidak lari terbirit-birit dan mempermalukan dirinya di depan Jandi..

“Ohh..,apakah kamu ingin bersama paman itu ular kecil?” Jandi menunjukkan jarinya ke arah Jun Pyo..

Jun Pyo memucat ,ular itu terus mendesis keras ,ingin menghampiri Jun Pyo ,

“uh ,kau tidak bisa diam ,”keluh Jandi ..Kedua mata Jandi tertuju pada sepasang serangga yang diletakkan di akuarium sebelahnya ,”AH..LUCU ,”Jandi berteriak lalu secara tidak sadar (gaswat) melempar ular itu pada tangan Jun Pyo dengan acuh tak acuh..

“YYA...YAISHHHHHHH!!!!”Jun Pyo melompat ketakutan,tangannyadengan refleks melempar ular itu keatas udara,ia mengibaskan kedua tangannya dengan raut jijik ,sementara ular itu terpental ke sebrang ,tepatnya di kepala kakek penjaga itu..

Jun Pyo sadar ,Jandi menatapnya tajam ,suasana menjadi hening ,kakek itu melepaskan koran dari genggamannya dan melirik Jun Pyo sinis..

“Anak muda ,apakah aku perlu mengusirmu?”Kakek itu mencibir ketus..

“A..a,”Jun Pyo tergagap menjadi salah tingkah ..,seluruh muka Jandi memerah karena malu dengan kelakuan suaminya itu ,Jandi membalikkan tubuhnya kearah Kakek itu untuk meminta maaf dan segera meninggalkan Jun Pyo yang masih berdiri terpaku..

Di dalam mobil ,Jandi tidak berkata apa-apa ,ia hanya menatap pemandangan luar dengan lemas ,Jun Pyo terus meliriknya dengan raut bersalah..

“Jan..,Jandi..,”Jun Pyo memanggil Jandi pelan..

Jandi hanya menjawab dengan hmm..dan tidak menggubrisnya..

“Miyane..,tolong jangan ngambek seperti ini ,”kata Jun Pyo serba salah..

“Sudahlah ,”Jandi menghela nafasnya,..

Goo Jun Pyo tidak tahan ,ia tidak tahan istrinya seperti ini ,”Geum Jandi..,tolong maafkan aku ,”Jun Pyo menekan kata-katanya ,ia segera memutarbalikkan mobilnya dengan cepat ,tahukah kemana?

Jun Pyo berbalik ke toko ular itu ,ia menuruni mobilnya dengan tampang seolah tidak takut apapun lagi ,ia meraih gagang pintu itu ,kedua tangannya berucuran keringat tanda bahwa sebenarnya ia takut ,Jandi langsung bergegas turun dari mobil dan mengejar Jun Pyo ..,Jun Pyo yang sudah masuk kedalam toko ,menatap kakek itu ,dengan nada lantang ia berkata ,”Haraboji...,aku beli ular itu...”

Jandi membelalak ..,kedua matanya seolah tidak dapat mempercayai apa yang telah dilakukan suaminya itu..,demi dirinya..

**

Part Three

Selimut besar itu menutupi tubuh Gaeul dan Yizhung ,matahari siang telah menampakkan dirinya ,bersinar begitu terang ,sedangkan kedua pasangan ini masih tidur di dalam balutan selimut besarnya tanpa sehali benangpun di dalam sana..(ups)..Gaeul mengedipkan matanya ,silau matahri menusuk kedua matanya memaksa untuk bangun ,di sebelahnya tampak Yizhung yang tidur begitu nyenyak ,Gaeul mengambil kemeja putih longgar di meja kecil pada sebelah tempat tidurnya..Ia memakainya perlahan ,seluruh tubuhnya masih lemas dan lelah sejujurnya (yah malemnya gag tidur ketauan kan  [on] [on] [on]) ,setelah itu ia duduk dan memaksa kedua kakinya untuk berdiri ,tetapi tiba-tiba saja dari belakang suaminya itu menarik kemejanya..

"Jangan pergi ,tetaplah disampingku ,"gumam Yi-zhung pelan pada Gaeul..

"Sudah siang ,"desah Gaeul..

"Kalau begitu sebentar saja ,"Yi-zhung menarik kemeja Gaeul dan memaksanya untuk berbaring lagi..

Gaeul berbaring ,bertatapan muka dengan suaminya itu ,mengaguminya ,lekukan demi lekukan yang membentuk wajah suaminya..
Yi-zhung memainkan jarinya pada poni Gaeul ,mulai mengelusnya pelan dengan sayang..,

"Kapan kau mulai kerja ?"tanya Yi-zhung pada istrinya ,..

"Mungkin 2 minggu kedepan ..,kenapa?"

"Hmm ,tak apa ,hanya saja rasanya aku belum merancanakan aktivitas apapun untuk kita berdua kecuali pada malam hari sih ,"goda Yi-zhung menaikkan satu alisnya..

Kedua pipi Gaeul memerah dan berusaha tidak mengubrisnya..

"Sayang ,..kau mau kemana?Hari ini kita pergi main yah,"tawar Yi-zhung dengan senyumannya yang menawan ..Gaeul menelan ludahnya ,tak tahan setiap kali suaminya itu mengeluarkan senyuman mautnya..

"Ke mal saja ..,"jawab Gaeul tanpa ekspresi..

"Ke mal?Yang benar saja ,apakah kau tidak bosan ,bagaimana kalau ke Fiji?"tanya Yizhung..

"Fiji ..,mal macam apa itu?"tanya Gaeul dengan tampang bingung..

"Hhahaha...bukan mal sayang...,Fiji ,maksudku Fiji Island..,"jawab Yi-zhung terkekeh..

"MWO?FI..FIJI ISLAND?JO..JONGMAL..JONGMALNYO?HARI INI.."

"Kita honeymoon ,honey,,,"goda Yi-zhung lagi sambil memainkan jarinya pada bibir Gaeul..-END PART



And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #47 on: January 22, 2010, 03:18:46 am »
Chapter Seventeen Part Three

Pohon Kenangan


Sore ini ,tetap di padang rumput yang sama ,ketika matahari mulai meredupkan dirinya dan berubah warna menjadi oranye tua.Pohon besar itu masih berdiri tegap ,seolah melindungi dirinya dri sinar matahari ,batangnya yang kokoh dan daun-daunnya yang tumbuh begitu lebat ,suasana rindang dan sejuk hanya didapati pada titik tepat dibawah pohon tersebut jika kau melihat padang rumput telanjang yang terhampar luas diselimuti oleh sinar matahari sore..Woo Bin menarik tangan kekasihnya ,sekarang ia pada akhirnya bisa benar-benar menyebut ‘kekasihnya’ ,dengan senyuman lebar menawannya ,Woo Bin membawa Jilli menghampiri pohon tersebut ,keduanya berbaring dibawah rindangnya pohon setelah setengah hari terjebak dalam kesuntukan di kantor..Matahari perlahan menutup sinarnya ,hari mulai menjelang malam berganti cahaya bulan dan bintang ,Woo Bin dan Jilli saling bertatapan ,tatapan penuh cinta ,seolah tak bisa terlepas lagi ,mereka menjadi lupa tujuan mereka sebenarnya kesini adalah untuk piknik sesuai janji Woo Bin kemarin sore…

Woo Bin beranjak bangun ketika sadar hari sudah mulai malam ,ia berlari kecil menuju mobilnya dan mengambil sesuatu keluar dari bagasi mobilnya..

“Wait a sec ,”teriak Woo Bin dari kejauhan dengan senyuman menawannya…

“Sure ,love ,”jawab Jilli…

Woo Bin tampak membawa sebuah keranjang piknik berbentuk hati pada tangan kanannya dan sekantong plastic lilin di tangannya yang lain ketika ia menghampiri Jilli yang berdiri diam di bawah pohon itu..

“Mau kubantu?”tawar Jilli tersenyum manis menatap Woo Bin yang sibuk menggelar segala macam perlatannya..

“Jangan ,kau duduk aja…I’ll do it for ya..,”Woo Bin mengedipkan matanya ,menyusun sekotak demi sekotak berisi bekal makannya (yang dimasaknya) ,setelah sempat pulang lebih awal ke rumah dan memasak semuanya lalu menjemput Jilli lagi di kantor ,memang menyibukkan tetapi baginya ini adalah momen yang membahagiakan..

Sekarang bekal-bekal itu tertata rapi pada tikar bewarna pink yang terhempas di rumput hijau ,seluruh bekal dibungkus dalam kotak berbentuk hati yang dibeli khusus oleh
Woo Bin ,lalu Woo Bin memagari tikar itu dengan lilin-lilin kecil di sekitarnya yang juga dibentuk hati mengelilingi mereka …

Woo Bin dan Jilli ,sekarang kedua nya duduk berhadapan..,tersenyum dan sedikit bingung juga canggung dengan suasana ini ,seluruh lilin-lilin yang memancarkan terangnya dibawah cahaya bulan dan bintang ,langit biru gelap yang menutupi awan malam ,angin sejuk yang bertiup kecil ,semua memang terasa ,’baru’ bagi mereka..

“Hm..,kau mau makan yang mana?”Tanya Woo Bin ..

“Aku?...,bagaimana kalau aku jawab ,aku mau makan..kamu?”senyum Jilli dengan nakal ..Ia mendekatkan mukanya pada muka Woo Bin ,menopang tubuhnya dengan kedua tangan mungilnya ,menatap Woo Bin ..

“Kamu mau makan aku?”Woo Bin terkekeh..

“Iya..,kau takut?”Jilli mengoda Woo Bin nakal..

Woo Bin menatapnya dengan penuh goda ,ingin segera “meraub bibir” kekasihnya ,namun dengan sigap tangan Jilli memasukkan sebuah strawberi kedalam mulut Woo Bin..

Woo Bin menunjukkan ekspresi memelasnya ,sedangkan Jilli hanya bisa terkekeh sambil mencomot segenggam cookies..

“Enak..,”puji Jilli ,memakan cookie itu semakin lahap..

“Benarkah?berarti aku berhasil,”gumam Woo Bin senang..

“Yeah honey ,You are…,this is perfect..,”tambah Jilli ,kedua mata birunya menatap cookie yang berbentuk hati ditaburi choco chips itu..
Tak sampai 10 menit ,semua makanan telah raib dimakan mereka berdua ,sampai Jilli mengatakan sesuatu ,Woo Bin pun tak berhenti mengunyah makanan dari mulutnya ,,

“Aku kenyang ,sekarang giliranku ,memakan kamu..,”Jilli mulai menggoda Woo Bin lagi ,mulut Woo Bin yang sudah menggangga lebar hendak memakan tuna sandwich yang diggengamnya ,mendegar perkataan Jilli ,tuna sandwich itu jatuh dan meninggalkan Woo Bin dengan mulut menggangga dan tampang cengo nya ,ia langsung menjadi salah tingkah sementara Jilli terkekeh melihat Woo Bin yang menjadi salah tingkah karenanya..

Mulut Jilli berhenti tepat di sebelah telinga Woo Bin membisiki sesuatu padanya ,”Ready sir?Ready or not ,I’m in action honey love..”
Jilli mulai menghembuskan nafas nya perlahan pada leher Woo Bin ,ia tersenyum ,membawa mukanya menatap Woo Bin ,perlahan dan perlahan ,mendekat dan mendekat ,’keliaran’ itu mulai terpancar dari mata Woo Bin ,ia mengunci kedua tangannya mengitari leher Jilli..

Baru saja bibir lembut mereka bertemu satu dengan lainnya ,tiba-tiba dari atas awan ,suara petir menggelegar [bigno]akkan telinga..,

DARRRRR…

Cahaya bulan mulai ditutupi oleh awan gelap ,bintang-bintang mulai hilang tertutup awan gelap juga..

Tes Tes Tes..

Rintik hujan mulai membasahi rambut mereka …,”AH..,”Jilli melihat kearah langit ,kilat mulai menyambar ,”CEPAT MASUK KE MOBIL ,KITA PERGI DARI SINI ,”Teriak Woo Bin
menarik tangan Jilli ,berlari menghampiri mobilnya ,daun-daun mulai terhempas berguguran tertiup angin yang semakin lama semakin kencang ,langit sekarang gelap ,tidak ada bulan juga bintang ,yang tersisa hanya petir yang terus menyabar dan kilat..

Woo Bin dan Jilli duduk diam di mobil ,”Kurasa akan ada badai..,ottokhae?”Jilli mendesah dengan panic..,”Tenang ,masih ada suatu tempat ,angin semakin kencang terlalu berbahaya ,”jelas Woo Bin ,suasana menjadi sunyi sebelum Woo Bin mengatakan ,”Yah ,itu satu-satunya tempat..”~END PART ..Tempat apa yah?Just wait..^.^


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #48 on: January 22, 2010, 03:24:22 am »
Chapter Seventeen Part Four

Satu-satunya

Jae Kyung duduk terdiam di  ayunan tepat depan rumahnya ,melihat pemandangan pagi itu ,Ji Hoo tetangganya ,masih belum menginjakkan kakinya di rumah sejak kemarin sore ,Haraboji mengatakan kalau ada beberapa kasus kecelakaan yang harus ditangani Ji Hoo maka ia belum bisa pulang.Jae Kyung setidaknya tahu sedikit watak Ji Hoo ,yang ia yakini ,tetangganya itu tidak akan pulang sampai semua masalah benar-benar diselesaikannya dengan baik.
Jae Kyung menghela nafasnya dengan muka kusut ,2 jam lagi waktunya untuk pergi kerja ,tetapi ia sama sekali tidak tahu harus melakukan apa selama 2 jam yang tersisa ini…

Tiba-tiba saja pikirannya melayang kepada sesuatu ketika ia melihat handphone dalam genggamannya..,

“Jandi ..,”gumam Jae Kyung pada dirinya sendiri..

Jae Kyung memencet nomor Jandi dengan cepat ,lalu segera menempelkan handphone itu pada salah satu telinganya..

Nginggg,,

“A..aa..Jangan dekatkan ular ituu..JANGAN!!!”
suara teriakan Jun Pyo terdengar jelas mengiang di telinga Jae Kyung..

“YYA…ehmm ,Yeobseo…,”Jandi menyapa Jae Kyung suaranya terdengar sibuk..

“Jandi ,”

“Oh..Jae Kyung Onni..!!!”kata Jandi terkaget-kaget ..,”YYA GOO JUN PYOO ,JANGAN LEMPARI CAROL DENGAN BARANG..PABU!!!...ehm miyan onni ,”

“Oh gwencana ,kedengarannya kau sedang sibuk ,siapa Carol?”Tanya Jae Kyung sedikit bingung,..

“DIA MENJIJIKKAN!!!MAHLUK MENJIJIKAN!!”cibir Jun Pyo dengan nada jijik yang sangat terpancar dari suaranya ,”YAISHH..ehm ,onni ,dia ularku..,”jawab Jandi..

“Mwo?ular..,oh ya sudah kalau begitu ,kau lanjutkanlah ,”kata Jae Kyung mengeriyitkan alisnya mendegar apa yang dikatakan Jandi..

“Oh..Onni memang kau ada perlu apa ..”Jandi mencegat nya dengan perasaan sedikit bersalah..

“Anyeo ,sudah kau lanjutkan saja..,”balas Jae Kyung yang juga merasa tidak enak telah menggangu kedua pasangan itu..

“YYA..GEUM JANDI JANGAN BERTELEPON-TELEPON LAGI URUS ULARMU ,DIA SELALU MENGHAMIRIKU..YAISHH!!”Lagi-lagi Jun Pyo berteriak tetapi Jandi tidak menghiraukannya..,”Onni..”

“Bye..”

“Oh Onni”

Tut tut tut..

Jae Kyung memutuskan pembiacaraan mereka dengan segera ,sekarang dia merasa menelepon Jandi bukanlah ide yang bagus..,ia mulai memencet nomor lain ,nomor Gaeul..

“Yeobseo ..,”Yi-zhung yang mengangkat telepon itu..

“Hay..Yi-zhung ,mana istrimu?”Tanya Jae Kyung sedikit lega karena keadaannya sekarang lebih tenang..

“Dia sedang mandi ,aku sedang bergegas..,”kata Yi-zhung lagi ,ia juga terdengar sibuk..

“Bergegas kemana?”

“Honeymoon..,”jawab Yi-zhung singkat sambil terkekeh ,”Oh tunggu ..,Sayang ,apakah kau mau membawa bikini merah atau putih atau dua-duanya? ”  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] teriak Yi-zhung pada Gaeul..

“Terserahmu.., ehm aku tidak akan memakainya yang pasti..!!”jawab Gaeul dari kamar mandi..

Jae Kyung mengeriyitkan alisnya lagi ,honeymoon ,bikini ,semuanya sedang bersenang-senang..

“Yeobseo..,”kata Yi-zhung lagi..tetapi Jae Kyung sudah memutuskan pembicaraan mereka..

Tut tut tut..

Sekarang harapan terakhirnya ..,Woo Bin..

Perlahan Jae Kyung mulai memencet nomor Woo Bin dengan penuh harap..
Namun..,

“Halo semua ,,aku ..,W-O-O B-I-N ,sedang B-E-R-K-E-N-C-A-N dengan K-E-K-A-S-I-H-K-U yang cantik dan manis ,J-I-L-L-I ,maka jangan menggangu ,silahkan tinggalkan pesan  [hmpfh]  ,”

Jae Kyung melempar handphone itu pelan kedalam pangkuannya dengan tampang kesal..

Ia menghela nafas dan menutup kedua matanya..Membawa dirinya berayun lebih kencang ,rambutnya yang mulai memanjang terkibas angin sejuk ,Jae Kyung mulai bergumam pada dirinya…,”Tinggal kamu sendiri..,harus sampai kapan Jae Kyung?”

Jae Kyung menghela nafasnya lagi ,membuka matanya perlahan ,berharap keajaiban akan muncul ,kedua pipinya mulai memerah ,air mata seolah memaksa keluar dari matanya ,tetapi Jae Kyung terus menahan semua ini ,

“Konyol ,buat apa kau menangisi ini semua ,kau adalah Jae Kyung ,kau bukan orang yang seperti ini ,”gumam Jae Kyung dengan tegas pada dirinya sendiri..

“Tetapi seorang Jae Kyung juga mempunyai perasaan…Jangan memaksa dirimu..”

Jae Kyung membuka matanya dan terkaget mendapati siapa yang berdiri di depannya ,Jihoo ,masih dengan seragam dokternya ,kacamata masih menggantung pada kedua matanya yang sendu ,terlihat sungguh lelah ,mukanya tak bisa menyembunyikan itu ,tangan kanannya menggengam sebuah kotak donat…

“Ji…Jihoo!!!”kedua mata Jae Kyung membelalak..

“Hey ..”

Jae Kyung
Orang terkahir yang tersisa ,satu-satunya yang tersisa yang mau peduli denganku..Yoon Jihoo seorang…


~END CHAPTER..


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #49 on: January 22, 2010, 03:32:41 am »
REVIEW CHAPTER SEVENTEEN

Chapter Seventeen Part One


Goo Jun Pyo mengendarai mobil dengan senyuman lebar terpampang di wajahnya ,semangat mengingat dirinya sebentar lagi akan dirundungi barang-barang mungil bayi ,sementara Jandi yang duduk di sebelahnya ,sibuk memainkan rambut dengan jarinya sambil menatap jalan yang mereka lewati tanpa ekspresi..

“Hmm …,apa yang akan kita beli?”Tanya Jun Pyo sambil tersenyum..

“Tak tahu ..,lagipula kita tidak membutuhkannya sekarang kan?” Jandi menjawab dengan pelan ,kedua matanya tetap tertuju pada pemandangan jalan yang mereka lewati..

“Paling tidak ,kita harus ada persiapan ,araso..!”kata Jun Pyo membela dirinya..

“Putar balik..!!”desah Jandi pada Jun Pyo tiba-tiba..

“Mwo?!”kedua mata Jun Pyo membelalak mendengar pernyataan istrinya ,”Kau mau apa?”

“Putar..putar..,lebih baik kau membawaku ke tempat ini ,”jawab Jandi ,ia merogoh sakunya dan memberikan Jun Pyo sepucuk kertas note kecil bertuliskan alamat..

“Apa ini?”Jun Pyo meraih note itu dan membacanya sekilas..,ia memarkirkan mobilnya di sisi ujung jalan..

“Kau akan tahu ,”kata Jandi sambil menghela nafas kecil ,ia mengeriyitkan kedua alisnya,.”Shhh..,kenapa..kenapa tiba-tiba aku ingin mengunjunginya..gila ,benar-benar aneh..,”ia mendesah kecil ..

“Wegude?”Jun Pyo menatap Jandi dengan tampang khawatir ,”Kau mau apa?coba bilang ,aku akan memberikannya padamu..,”tambah Jun Pyo dengan percaya diri..

“Anyeo ,aku tidak ingin apa-apa ,tapi sekarang hanya satu keinginanku ,mengunjungi tempat itu..,”jawab Jandi menujukkan jarinya pada note kecil yang masih dipegang Jun Pyo..

“Yya sebenarnya ini tempat macam apa??”Tanya Jun Pyo dengan raut bingung sambil memonyongkan mulutnya..

“huhhh ..,pokoknya antarkan aku dulu baru berkomentar okeh ,”kata Jandi tak sabar..

“Ah..ya sudah ,yang penting kamu senang ,awas saja ya kalau kau membawak ke tempat yang macam-macam..,”tambah Jun Pyo masih dengan raut bingungnya ,sedikit kecewa juga atas rencana yang meleset ,ia menaruh kedua tangannya pada setir mobil ,mulai memutar balik mobilnya..,demi Jandi..,ini demi kesenangan Jandi dan anakku ,begitu pikir Jun Pyo..

**

Cukup jauh perjalanan menuju tempat ‘ini’ ,walaupun begitu Jun Pyo terus terkekeh sepanjang perjalanan mereka ,melihat Jandi yang daritadi mengelus-elus perutnya dengan wajah yang ,bisa dibilang ‘sangat ingin’ mengunjungi ‘tempat’ ini ,..tempat apa sih?kalian akan tahu sebentar lagi..
Mobil Jun Pyo berhenti tepat di depan sebuah ruko kecil ,etalase ruko itu ditutupi oleh kertas coklat sehingga orang tidak dapat melihat kedalam toko itu ,Jun Pyo menatap toko itu dengan bingung..

“Apakah benar ini yang kau maksud Jandi-ya?”Tanya Jun Pyo pelan..

“Iya benar ,mengapa?”

“Hmm..,toko ini terlihat sangat…suram..,”jawab Jun Pyo mengeriyitkan alisnya..,Jun Pyo memandangi seluruh ruko itu dari atas gedung sampai bawah dan matanya berhenti terpaku pada banner dari toko itu sendiri ,

“M..MWO?”kedua mata Jun Pyo membelalak kaget ketika membaca tulisan yang terpampang besar-besar pada banner tersebut..
Jandi mengeriyitkan alisnya dan mendesah kecil melihat suaminya yang terkaget-kaget..

“YYA..YYA GEUM JANDI..PLEASE BILANG DENGANKU KAU SEKARANG BERCANDA?”kata Jun Pyo menguncang bahu Jandi dengan kedua tangannya.

“AUSHH..anyeo..A-N-Y-E-O…aku T-I-D-A-K BERCANDA..,”jawab Jandi menekankan kata-katanya..

“TA..TA..TAPI DI DALAM..PASTI BERBAHAYA..?!”desah Jun Pyo panic ,kedua matanya masih membelalak ,tangannya menggengam bahu Jandi dengan erat..

“Apanya yang bahaya Goo Jun Pyo?Aku hanya ingin ,ehm ..sangat ingin tepatnya ,mengunjungi ‘TOKO HEWAN KIM AH JOON KHUSUS MENJUAL ULAR DAN SERANGGA’,”kata Jandi berteriak membaca banner yang terpasang di atas toko itu..

“ULAR..SERANGGA..AHH!!”Jun Pyo menatap istrinya dengan ngeri..,sementara Jandi hanya tersenyum polos..

“Jangan begitu ,kau tunggu disini saja ,aku yang akan masuk..,”kata Jandi ,menepuk bahu Jun Pyo..

Jun Pyo

Yya Goo Jun Pyo ..,bagaimana bisa kau menjadi sepengecut ini?Bagaimana bisa kau meninggalkan istrimu di dalam sana?
Nanti…nanti bagaimana kalau ular itu mematok istrimu?Atau bagaimana kalau..kalau ternyata serangga di dalam sana begitu membahayakan?
Anyeo..,ini tidak boleh terjadi..Yya Goo Jun Pyo kau haru turun dan menemani istrimu tak peduli seberapa takut nya kau sekarang dengan serangga itu ,kalau serranga atau ular itu macam-macam ,kau kan bisa menginjaknya atau melemparnya..,yah benar ,pokoknya aku tak boleh meninggalkan Jandi di dalam sana sendirian..


“Geum..Geum Jandi..,aku ikut ,”kata Jun Pyo pelan..

Keraguaan terpancar dari mukanya ,juga ketakutan ,tetapi disaat yang sama ,juga tersirat kekhawatiran..
Nah kira-kira bagaimana perjuangan Jun Pyo melawan ketakutannya di dalam toko dimana banyak ular-ular mendesis dan kaki-kaki kecil serangga yang berjalan ,bagaimana usahanya dalam melindungi Jandi?Ditunggu yah…heheh..AZA!GOO JUN PYO~END PART

Chapter Seventeen Part Two

Jandi meraih gagang pintu dan membukanya sedangkan Jun Pyo mengikutinya di belakang dengan tampang panik ,mereka mendapati ruangan itu ,lembab dan beraroma sesuatu ,bunyi desisan terdengar dari seluruh penjuru ruangan ,kaki-kaki serangga kecil yang berjalan bahkan dapat terdengar jelas di telinga Jun Pyo yang tajam ,ia menunjukkan raut jijik pada apa yang sedang dilihatnya sekarang ini ,tak percaya ia benar-benar melakukannya demi Jandi ,Jandi tersenyum semangat melihat ini semua ,tak ada sedikitpun keraguan atau kekahawatiran ia langsung menghampiri sebuah akuarium di sisi kanan ruangan ,berisi seekor ular berukuran sedang bewarna merah campur putih pekat ,ular itu meliuk-liuk dengan semangat sambil mendesis keras melihat Jandi yang menghampirinya ,Jandi membalikkan mukanya ,mencari-cari penjaga toko ini dan mendapati seorang kakek tua penjaga toko yang sedang sibuk membaca koran tanpa memperhatikannya..

“Haraboji ,”Jandi memanggil kakek yang duduk di kejauhan itu..

“Kenapa anak muda?”Kakek itu menoleh ke arah Jandi ..

“Apakah aku boleh memegangnya?”kata Jandi menunjuk kearah ular itu..

“Boleh ..silahkan ,kau juga boleh coba menggendongnya ,jangan lupa pertimbangkan untuk beli ,ia ular yang sangat bagus..,”jawab kakek itu sedikit tak acuh..

“Iye ,gamshamnida haraboji ,”

“Yya Geum Jandi..,kumohon jangan ,”Jun Pyo dari belakang memperingtkannya ,tampangnya menjadi kusut dan pucat karena ketakutan..

“Shh ,”Jandi mendesah sambil memonyongkan mulutnya ,ia membalikkan wajahnya dengan semangat melihat ular itu ,Jandi mengambil ular itu dengan perlahan..

“Sini ular kecil ,”kata Jandi sambil bermain-main dengan ular itu ,kedua mata Jun Pyo membelalak melihat kelakuan istrinya ,langsung menghampiri Jandi ,

“Yya Geum ..Geum Jandi ,”Jun Pyo menatap Jandi dengan sedkit kesal omongannya tidak digubris,ia menelan ludah dengan susah payah ,berhadapan dengan mahluk yang di depannya itu..

Ular itu meliuk-liuk di tangan Jandi berusaha untuk kabur ,tetapi bukan kabur ,ular itu malah menunjukkan gerak-gerik seolah ingin meloncat ke tangan Jun Pyo..Keringat dingin mulai mengucur pada dahi Jun Pyo ,ia ingin segera menjauh tetapi ia tidak bisa krena ingin melindungi Jandi maka ia harus tetap berada di dekatnya ,Jun Pyo tetap berdiri diam terpaku ,menahan kedua kakinya untuk tidak lari terbirit-birit dan mempermalukan dirinya di depan Jandi..

“Ohh..,apakah kamu ingin bersama paman itu ular kecil?” Jandi menunjukkan jarinya ke arah Jun Pyo..

Jun Pyo memucat ,ular itu terus mendesis keras ,ingin menghampiri Jun Pyo ,

“uh ,kau tidak bisa diam ,”keluh Jandi ..Kedua mata Jandi tertuju pada sepasang serangga yang diletakkan di akuarium sebelahnya ,”AH..LUCU ,”Jandi berteriak lalu secara tidak sadar (gaswat) melempar ular itu pada tangan Jun Pyo dengan acuh tak acuh..

“YYA...YAISHHHHHHH!!!!”Jun Pyo melompat ketakutan,tangannyadengan refleks melempar ular itu keatas udara,ia mengibaskan kedua tangannya dengan raut jijik ,sementara ular itu terpental ke sebrang ,tepatnya di kepala kakek penjaga itu..

Jun Pyo sadar ,Jandi menatapnya tajam ,suasana menjadi hening ,kakek itu melepaskan koran dari genggamannya dan melirik Jun Pyo sinis..

“Anak muda ,apakah aku perlu mengusirmu?”Kakek itu mencibir ketus..

“A..a,”Jun Pyo tergagap menjadi salah tingkah ..,seluruh muka Jandi memerah karena malu dengan kelakuan suaminya itu ,Jandi membalikkan tubuhnya kearah Kakek itu untuk meminta maaf dan segera meninggalkan Jun Pyo yang masih berdiri terpaku..

Di dalam mobil ,Jandi tidak berkata apa-apa ,ia hanya menatap pemandangan luar dengan lemas ,Jun Pyo terus meliriknya dengan raut bersalah..

“Jan..,Jandi..,”Jun Pyo memanggil Jandi pelan..

Jandi hanya menjawab dengan hmm..dan tidak menggubrisnya..

“Miyane..,tolong jangan ngambek seperti ini ,”kata Jun Pyo serba salah..

“Sudahlah ,”Jandi menghela nafasnya,..

Goo Jun Pyo tidak tahan ,ia tidak tahan istrinya seperti ini ,”Geum Jandi..,tolong maafkan aku ,”Jun Pyo menekan kata-katanya ,ia segera memutarbalikkan mobilnya dengan cepat ,tahukah kemana?

Jun Pyo berbalik ke toko ular itu ,ia menuruni mobilnya dengan tampang seolah tidak takut apapun lagi ,ia meraih gagang pintu itu ,kedua tangannya berucuran keringat tanda bahwa sebenarnya ia takut ,Jandi langsung bergegas turun dari mobil dan mengejar Jun Pyo ..,Jun Pyo yang sudah masuk kedalam toko ,menatap kakek itu ,dengan nada lantang ia berkata ,”Haraboji...,aku beli ular itu...”

Jandi membelalak ..,kedua matanya seolah tidak dapat mempercayai apa yang telah dilakukan suaminya itu..,demi dirinya..

**

Part Three

Selimut besar itu menutupi tubuh Gaeul dan Yizhung ,matahari siang telah menampakkan dirinya ,bersinar begitu terang ,sedangkan kedua pasangan ini masih tidur di dalam balutan selimut besarnya tanpa sehali benangpun di dalam sana..(ups)..Gaeul mengedipkan matanya ,silau matahri menusuk kedua matanya memaksa untuk bangun ,di sebelahnya tampak Yizhung yang tidur begitu nyenyak ,Gaeul mengambil kemeja putih longgar di meja kecil pada sebelah tempat tidurnya..Ia memakainya perlahan ,seluruh tubuhnya masih lemas dan lelah sejujurnya (yah malemnya gag tidur ketauan kan  On On On) ,setelah itu ia duduk dan memaksa kedua kakinya untuk berdiri ,tetapi tiba-tiba saja dari belakang suaminya itu menarik kemejanya..

"Jangan pergi ,tetaplah disampingku ,"gumam Yi-zhung pelan pada Gaeul..

"Sudah siang ,"desah Gaeul..

"Kalau begitu sebentar saja ,"Yi-zhung menarik kemeja Gaeul dan memaksanya untuk berbaring lagi..

Gaeul berbaring ,bertatapan muka dengan suaminya itu ,mengaguminya ,lekukan demi lekukan yang membentuk wajah suaminya..
Yi-zhung memainkan jarinya pada poni Gaeul ,mulai mengelusnya pelan dengan sayang..,

"Kapan kau mulai kerja ?"tanya Yi-zhung pada istrinya ,..

"Mungkin 2 minggu kedepan ..,kenapa?"

"Hmm ,tak apa ,hanya saja rasanya aku belum merancanakan aktivitas apapun untuk kita berdua kecuali pada malam hari sih ,"goda Yi-zhung menaikkan satu alisnya..

Kedua pipi Gaeul memerah dan berusaha tidak mengubrisnya..

"Sayang ,..kau mau kemana?Hari ini kita pergi main yah,"tawar Yi-zhung dengan senyumannya yang menawan ..Gaeul menelan ludahnya ,tak tahan setiap kali suaminya itu mengeluarkan senyuman mautnya..

"Ke mal saja ..,"jawab Gaeul tanpa ekspresi..

"Ke mal?Yang benar saja ,apakah kau tidak bosan ,bagaimana kalau ke Fiji?"tanya Yizhung..

"Fiji ..,mal macam apa itu?"tanya Gaeul dengan tampang bingung..

"Hhahaha...bukan mal sayang...,Fiji ,maksudku Fiji Island..,"jawab Yi-zhung terkekeh..

"MWO?FI..FIJI ISLAND?JO..JONGMAL..JONGMALNYO?HARI INI.."

"Kita honeymoon ,honey,,,"goda Yi-zhung lagi sambil memainkan jarinya pada bibir Gaeul..-END PART


Chapter Seventeen Part Four

Pohon Kenangan


Sore ini ,tetap di padang rumput yang sama ,ketika matahari mulai meredupkan dirinya dan berubah warna menjadi oranye tua.Pohon besar itu masih berdiri tegap ,seolah melindungi dirinya dri sinar matahari ,batangnya yang kokoh dan daun-daunnya yang tumbuh begitu lebat ,suasana rindang dan sejuk hanya didapati pada titik tepat dibawah pohon tersebut jika kau melihat padang rumput telanjang yang terhampar luas diselimuti oleh sinar matahari sore..Woo Bin menarik tangan kekasihnya ,sekarang ia pada akhirnya bisa benar-benar menyebut ‘kekasihnya’ ,dengan senyuman lebar menawannya ,Woo Bin membawa Jilli menghampiri pohon tersebut ,keduanya berbaring dibawah rindangnya pohon setelah setengah hari terjebak dalam kesuntukan di kantor..Matahari perlahan menutup sinarnya ,hari mulai menjelang malam berganti cahaya bulan dan bintang ,Woo Bin dan Jilli saling bertatapan ,tatapan penuh cinta ,seolah tak bisa terlepas lagi ,mereka menjadi lupa tujuan mereka sebenarnya kesini adalah untuk piknik sesuai janji Woo Bin kemarin sore…

Woo Bin beranjak bangun ketika sadar hari sudah mulai malam ,ia berlari kecil menuju mobilnya dan mengambil sesuatu keluar dari bagasi mobilnya..

“Wait a sec ,”teriak Woo Bin dari kejauhan dengan senyuman menawannya…

“Sure ,love ,”jawab Jilli…

Woo Bin tampak membawa sebuah keranjang piknik berbentuk hati pada tangan kanannya dan sekantong plastic lilin di tangannya yang lain ketika ia menghampiri Jilli yang berdiri diam di bawah pohon itu..

“Mau kubantu?”tawar Jilli tersenyum manis menatap Woo Bin yang sibuk menggelar segala macam perlatannya..

“Jangan ,kau duduk aja…I’ll do it for ya..,”Woo Bin mengedipkan matanya ,menyusun sekotak demi sekotak berisi bekal makannya (yang dimasaknya) ,setelah sempat pulang lebih awal ke rumah dan memasak semuanya lalu menjemput Jilli lagi di kantor ,memang menyibukkan tetapi baginya ini adalah momen yang membahagiakan..

Sekarang bekal-bekal itu tertata rapi pada tikar bewarna pink yang terhempas di rumput hijau ,seluruh bekal dibungkus dalam kotak berbentuk hati yang dibeli khusus oleh
Woo Bin ,lalu Woo Bin memagari tikar itu dengan lilin-lilin kecil di sekitarnya yang juga dibentuk hati mengelilingi mereka …

Woo Bin dan Jilli ,sekarang kedua nya duduk berhadapan..,tersenyum dan sedikit bingung juga canggung dengan suasana ini ,seluruh lilin-lilin yang memancarkan terangnya dibawah cahaya bulan dan bintang ,langit biru gelap yang menutupi awan malam ,angin sejuk yang bertiup kecil ,semua memang terasa ,’baru’ bagi mereka..

“Hm..,kau mau makan yang mana?”Tanya Woo Bin ..

“Aku?...,bagaimana kalau aku jawab ,aku mau makan..kamu?”senyum Jilli dengan nakal ..Ia mendekatkan mukanya pada muka Woo Bin ,menopang tubuhnya dengan kedua tangan mungilnya ,menatap Woo Bin ..

“Kamu mau makan aku?”Woo Bin terkekeh..

“Iya..,kau takut?”Jilli mengoda Woo Bin nakal..

Woo Bin menatapnya dengan penuh goda ,ingin segera “meraub bibir” kekasihnya ,namun dengan sigap tangan Jilli memasukkan sebuah strawberi kedalam mulut Woo Bin..

Woo Bin menunjukkan ekspresi memelasnya ,sedangkan Jilli hanya bisa terkekeh sambil mencomot segenggam cookies..

“Enak..,”puji Jilli ,memakan cookie itu semakin lahap..

“Benarkah?berarti aku berhasil,”gumam Woo Bin senang..

“Yeah honey ,You are…,this is perfect..,”tambah Jilli ,kedua mata birunya menatap cookie yang berbentuk hati ditaburi choco chips itu..
Tak sampai 10 menit ,semua makanan telah raib dimakan mereka berdua ,sampai Jilli mengatakan sesuatu ,Woo Bin pun tak berhenti mengunyah makanan dari mulutnya ,,

“Aku kenyang ,sekarang giliranku ,memakan kamu..,”Jilli mulai menggoda Woo Bin lagi ,mulut Woo Bin yang sudah menggangga lebar hendak memakan tuna sandwich yang diggengamnya ,mendegar perkataan Jilli ,tuna sandwich itu jatuh dan meninggalkan Woo Bin dengan mulut menggangga dan tampang cengo nya ,ia langsung menjadi salah tingkah sementara Jilli terkekeh melihat Woo Bin yang menjadi salah tingkah karenanya..

Mulut Jilli berhenti tepat di sebelah telinga Woo Bin membisiki sesuatu padanya ,”Ready sir?Ready or not ,I’m in action honey love..”
Jilli mulai menghembuskan nafas nya perlahan pada leher Woo Bin ,ia tersenyum ,membawa mukanya menatap Woo Bin ,perlahan dan perlahan ,mendekat dan mendekat ,’keliaran’ itu mulai terpancar dari mata Woo Bin ,ia mengunci kedua tangannya mengitari leher Jilli..

Baru saja bibir lembut mereka bertemu satu dengan lainnya ,tiba-tiba dari atas awan ,suara petir menggelegar [bigno]akkan telinga..,

DARRRRR…

Cahaya bulan mulai ditutupi oleh awan gelap ,bintang-bintang mulai hilang tertutup awan gelap juga..

Tes Tes Tes..

Rintik hujan mulai membasahi rambut mereka …,”AH..,”Jilli melihat kearah langit ,kilat mulai menyambar ,”CEPAT MASUK KE MOBIL ,KITA PERGI DARI SINI ,”Teriak Woo Bin
menarik tangan Jilli ,berlari menghampiri mobilnya ,daun-daun mulai terhempas berguguran tertiup angin yang semakin lama semakin kencang ,langit sekarang gelap ,tidak ada bulan juga bintang ,yang tersisa hanya petir yang terus menyabar dan kilat..

Woo Bin dan Jilli duduk diam di mobil ,”Kurasa akan ada badai..,ottokhae?”Jilli mendesah dengan panic..,”Tenang ,masih ada suatu tempat ,angin semakin kencang terlalu berbahaya ,”jelas Woo Bin ,suasana menjadi sunyi sebelum Woo Bin mengatakan ,”Yah ,itu satu-satunya tempat..”~END PART ..Tempat apa yah?Just wait..^.^


Chapter Seventeen Part Five

Satu-satunya

Jae Kyung duduk terdiam di  ayunan tepat depan rumahnya ,melihat pemandangan pagi itu ,Ji Hoo tetangganya ,masih belum menginjakkan kakinya di rumah sejak kemarin sore ,Haraboji mengatakan kalau ada beberapa kasus kecelakaan yang harus ditangani Ji Hoo maka ia belum bisa pulang.Jae Kyung setidaknya tahu sedikit watak Ji Hoo ,yang ia yakini ,tetangganya itu tidak akan pulang sampai semua masalah benar-benar diselesaikannya dengan baik.
Jae Kyung menghela nafasnya dengan muka kusut ,2 jam lagi waktunya untuk pergi kerja ,tetapi ia sama sekali tidak tahu harus melakukan apa selama 2 jam yang tersisa ini…

Tiba-tiba saja pikirannya melayang kepada sesuatu ketika ia melihat handphone dalam genggamannya..,

“Jandi ..,”gumam Jae Kyung pada dirinya sendiri..

Jae Kyung memencet nomor Jandi dengan cepat ,lalu segera menempelkan handphone itu pada salah satu telinganya..

Nginggg,,

“A..aa..Jangan dekatkan ular ituu..JANGAN!!!”suara teriakan Jun Pyo terdengar jelas mengiang di telinga Jae Kyung..

“YYA…ehmm ,Yeobseo…,”Jandi menyapa Jae Kyung suaranya terdengar sibuk..

“Jandi ,”

“Oh..Jae Kyung Onni..!!!”kata Jandi terkaget-kaget ..,”YYA GOO JUN PYOO ,JANGAN LEMPARI CAROL DENGAN BARANG..PABU!!!...ehm miyan onni ,”

“Oh gwencana ,kedengarannya kau sedang sibuk ,siapa Carol?”Tanya Jae Kyung sedikit bingung,..

“DIA MENJIJIKKAN!!!MAHLUK MENJIJIKAN!!”cibir Jun Pyo dengan nada jijik yang sangat terpancar dari suaranya ,”YAISHH..ehm ,onni ,dia ularku..,”jawab Jandi..

“Mwo?ular..,oh ya sudah kalau begitu ,kau lanjutkanlah ,”kata Jae Kyung mengeriyitkan alisnya mendegar apa yang dikatakan Jandi..

“Oh..Onni memang kau ada perlu apa ..”Jandi mencegat nya dengan perasaan sedikit bersalah..

“Anyeo ,sudah kau lanjutkan saja..,”balas Jae Kyung yang juga merasa tidak enak telah menggangu kedua pasangan itu..

“YYA..GEUM JANDI JANGAN BERTELEPON-TELEPON LAGI URUS ULARMU ,DIA SELALU MENGHAMIRIKU..YAISHH!!”Lagi-lagi Jun Pyo berteriak tetapi Jandi tidak menghiraukannya..,”Onni..”

“Bye..”

“Oh Onni”

Tut tut tut..


Jae Kyung memutuskan pembiacaraan mereka dengan segera ,sekarang dia merasa menelepon Jandi bukanlah ide yang bagus..,ia mulai memencet nomor lain ,nomor Gaeul..

“Yeobseo ..,”Yi-zhung yang mengangkat telepon itu..

“Hay..Yi-zhung ,mana istrimu?”Tanya Jae Kyung sedikit lega karena keadaannya sekarang lebih tenang..

“Dia sedang mandi ,aku sedang bergegas..,”kata Yi-zhung lagi ,ia juga terdengar sibuk..

“Bergegas kemana?”

“Honeymoon..,”jawab Yi-zhung singkat sambil terkekeh ,”Oh tunggu ..,Sayang ,apakah kau mau membawa bikini merah atau putih atau dua-duanya?   [hmpfh]teriak Yi-zhung pada Gaeul..

“Terserahmu.., ehm aku tidak akan memakainya yang pasti..!!”jawab Gaeul dari kamar mandi..

Jae Kyung mengeriyitkan alisnya lagi ,honeymoon ,bikini ,semuanya sedang bersenang-senang..

“Yeobseo..,”kata Yi-zhung lagi..tetapi Jae Kyung sudah memutuskan pembicaraan mereka..

Tut tut tut..

Sekarang harapan terakhirnya ..,Woo Bin..

Perlahan Jae Kyung mulai memencet nomor Woo Bin dengan penuh harap..

Namun..,

“Halo semua ,,aku ..,W-O-O B-I-N ,sedang B-E-R-K-E-N-C-A-N dengan K-E-K-A-S-I-H-K-U yang cantik dan manis ,J-I-L-L-I ,maka jangan menggangu ,silahkan tinggalkan pesan  Hmpfh ,”

Jae Kyung melempar handphone itu pelan kedalam pangkuannya dengan tampang kesal..

Ia menghela nafas dan menutup kedua matanya..Membawa dirinya berayun lebih kencang ,rambutnya yang mulai memanjang terkibas angin sejuk ,Jae Kyung mulai bergumam pada dirinya…,”Tinggal kamu sendiri..,harus sampai kapan Jae Kyung?”

Jae Kyung menghela nafasnya lagi ,membuka matanya perlahan ,berharap keajaiban akan muncul ,kedua pipinya mulai memerah ,air mata seolah memaksa keluar dari matanya ,tetapi Jae Kyung terus menahan semua ini ,

“Konyol ,buat apa kau menangisi ini semua ,kau adalah Jae Kyung ,kau bukan orang yang seperti ini ,”gumam Jae Kyung dengan tegas pada dirinya sendiri..

“Tetapi seorang Jae Kyung juga mempunyai perasaan…Jangan memaksa dirimu..”

Jae Kyung membuka matanya dan terkaget mendapati siapa yang berdiri di depannya ,Jihoo ,masih dengan seragam dokternya ,kacamata masih menggantung pada kedua matanya yang sendu ,terlihat sungguh lelah ,mukanya tak bisa menyembunyikan itu ,tangan kanannya menggengam sebuah kotak donat…

“Ji…Jihoo!!!”kedua mata Jae Kyung membelalak..

“Hey ..”

Jae Kyung
Orang terkahir yang tersisa ,satu-satunya yang tersisa yang mau peduli denganku..Yoon Jihoo seorang…~END CHAPTER..

« Last Edit: January 22, 2010, 03:44:05 am by endree_noona »

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #50 on: January 22, 2010, 03:46:31 am »
Chapter Eighteen Part One

Mengejutkan


Pagi-pagi buta ,ketika matahari belum membuka matanya ,seorang wanita paruh baya berpakaian rapi ,tampak menyeruput segelas teh hangat yang masih mengebul ,aroma the bunga itu merebak ke seluruh penjuru ruangan ,dua orang pelayan dengan mata sembab dan lesu ,berdiri tegap disamping wanita itu ,siap melakukan apapun untuknya ,jendela raksasa tamoak memperlihatkan pemandangan luar di pagi hari ,wanita itu mendesah..

“Satu hari lagi ,tak ada yang dapat kulakukan ,”gumam wanita itu pada dirinya sendiri dengan muka bosan..

Kebosanan ,sunyi ,sepi ,begitulah suasana di dalam ruang tamu itu..

“Eomma ..,”seorang wanita muda berparas cantik ,dibalut dengan dress bewarna cerah ,rambutnya diikat kebelakang , menyapa ibunya ,memecahkan keheningan…

“Joon Hee ,”wanita itu tersenyum senang ,menghampiri Joon Heed dan memeluknya dengan hangat ,”Eomma..,”Joon Hee balas memeluknya ,yah benar itu adalah Mrs.Goo..

“Nak ,kapan kau sampai di Korea?”tanyanya sambil menarik tangan Joon Hee untuk duduk dan menuangkan secangkir teh,,

“Baru saja ,aku berangkat kemarin malam dari Belgia ,”jelasnya sambil menghela nafas,terlihat lelah..

“Hmm…suamimu?”

“Seperti biasa…,ia besok akan berangkat ke Pakistan ,mengadakan survey tahunan di sekolah Korphe dengan Mr.Mortenson ..,”kata Joon Hee memejamkan matanya

“Apakah ia masih bekerja di CAI(Central Asia Institute)??”

“Yah ,hari ini aku juga akan segera berangkat ke Osaka ,urusan dengan PT.JK lagi ,pertemuan pertama kemarin ,Jun Pyo tidak jadi datang ,maka malam ini aku harus sampai disana ,”

“Secepat itukah?”Tanya Mrs.Goo memancarkan paras sedikit kecewa dengan pernyataan anaknya,..

“Begitulah ..,wegude?”Joon Hee menyeruput teh nya dan berdiri menghampiri jendela ,melihat pemandangan diluar rumahnya..

“Tidak ada lagi yang dilakukan ,aku kesepian ,tidak seharusnya aku pension secepat ini !!”sesalnya,

“Hey ,Eomma! Ini memang sudah sepatutnya kau pensiun..Suruhlah Jandi menemanimu ,ia anak baik ,kapanpun kau mengundangnya ,ia pasti datang dengan senyuman manisnya ,tidak peduli itu badai atau terik ,sungguh menenangkan hati..,”Joon Hee tertawa senang ketika Jandi tiba-tiba muncul di benaknya..,”Kita sungguh beruntung memilikinya ,”tambah Joon Hee..

“Aku tidak sanggup ,”Mrs.Goo menundukkan kepalanya..

Joon Hee menghampiri eommanya dan memluknya dengan erat dari belakang ,”eomma..”

“Salahku…,salahku padanya terlalu banyak ,Aku tak sanggup ,Jun Pyo ,Jandi ,…mereka hanyalah korabku ,”bisik Mrs.Goo menggelengkan kepalanya sambil menutup mukanya..

“Minta maaflah ,kau tidak akan bisa memendam ini semua lebih lama ,Jandi juga Jun Pyo ,pasti akan menerimamu dengan lapang ,percayalah mereka adalah pasanganan yang bahagia ,sungguh..!!”

“Pagi ,”Mr.Goo muncul memasuki ruang tamu ,sementara semua pelayan disitu tunduk memeberi hormat..

“Appa!!”Joon Hee berlari dan memeluk ayahnya ,”Appa..,appa..,appa!!masih baikkah?”tambah Joon Hee dengan riang,,

“Kude ..,gwencana ,Appa gwencana ,”Mr.Goo menepuk pundak putrinya sambil tersenyum..

Joon Hee dan Mr.Goo duduk ,mereka bertiga berkumpul tepat pada saat matahri mulai terbit menampakkan dirinya..

“Koran..?”Mr.Goo meminta kepada pelayan nya ,senyuman ramahnya tida pudar sedikitpun…

Pelayan itu tampak memberikan Koran yang ada dalam genggamannya kepada Mr.Goo..,beginilah rutinitas tiap harinya..

“Hmm..,berita ,berita ,berita ,ada berita apa pagi ini?”Mr.Goo membolak-balik halaman demi halaman pada Koran itu..

“Apakah begini terus tiap hari ?”Tanya Joon Hee terkekeh,,

“Beginilah ,perkerjaan orang yang sudah pensiun ,”jelas Mrs.Goo..

“Hahaha ,kude ,kalian sudah bekerja keras ,alangkah baiknya sekarang ini kalau memanfaatkan waktu untuk istirahat dan berjalan-jalan ,”Joon Hee tersenyum ,”Sekarang ini giliranku dan Jun Pyo ,”tambahnya…

“Yah ,tidak ada berita menarik !”Mr.Goo tampak menggerutu setelah setengah jalan membolak-balik berita tanpa menemukan apapun ,tetapi tiba-tiba ,mukanya berubah menjadi serius ,ia tampak terpana pada satu halaman di Koran tersebut ,Mr.Goo menyipitkan matanya ,”Apa ini?”Mr.Goo memakai kacamatanya dan mendekatkan Koran itu untuk melihat lebih jelas ,”MWO?”Mr.Goo membelalak dan segera meninggalkan kursinya..

“Appa..!!”Joon Hee mengejar ayahnya yang tiba-tiba bergegas menghampiri telepon di ujung ruangan,..

Mr.Goo tidak berbicara apa-apa ,mukanya tegang ,ia memencet tombol telepon ,semua jarinya bergetar tidak keruan ,Joon Hee dan Mrs.Goo menatapnya dengan  bingung ,khawatir akan sesuatu..

“Anyeong Haseo..”terdengar suara laki-laki menyapa dari telepon itu,,

“Goo Jun Pyo ,kamu ,Jandi ,kesini ,cepat ,..sekarang !!”perintahnya ,menekan setiap kata yang diucapkannya dengan suara yang bergetar ,ia masih tampak shock..

“Appa!!”Jun Pyo tergelak..

Tut..tut..tut..

Mr.Goo menutup telepon itu dengan mata membelalak ,mengehela nafasnya ,”Goo Jun Pyo ,”Mr.Goo menekan ketiga kata itu sambil menghela nafas panjang..~END PART


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #51 on: January 22, 2010, 03:52:07 am »
Chapter Eighteen Part One

Mengejutkan


Pagi-pagi buta ,ketika matahari belum membuka matanya ,seorang wanita paruh baya berpakaian rapi ,tampak menyeruput segelas teh hangat yang masih mengebul ,aroma the bunga itu merebak ke seluruh penjuru ruangan ,dua orang pelayan dengan mata sembab dan lesu ,berdiri tegap disamping wanita itu ,siap melakukan apapun untuknya ,jendela raksasa tamoak memperlihatkan pemandangan luar di pagi hari ,wanita itu mendesah..

“Satu hari lagi ,tak ada yang dapat kulakukan ,”gumam wanita itu pada dirinya sendiri dengan muka bosan..

Kebosanan ,sunyi ,sepi ,begitulah suasana di dalam ruang tamu itu..

“Eomma ..,”seorang wanita muda berparas cantik ,dibalut dengan dress bewarna cerah ,rambutnya diikat kebelakang , menyapa ibunya ,memecahkan keheningan…

“Joon Hee ,”wanita itu tersenyum senang ,menghampiri Joon Heed dan memeluknya dengan hangat ,”Eomma..,”Joon Hee balas memeluknya ,yah benar itu adalah Mrs.Goo..

“Nak ,kapan kau sampai di Korea?”tanyanya sambil menarik tangan Joon Hee untuk duduk dan menuangkan secangkir teh,,

“Baru saja ,aku berangkat kemarin malam dari Belgia ,”jelasnya sambil menghela nafas,terlihat lelah..

“Hmm…suamimu?”

“Seperti biasa…,ia besok akan berangkat ke Pakistan ,mengadakan survey tahunan di sekolah Korphe dengan Mr.Mortenson ..,”kata Joon Hee memejamkan matanya

“Apakah ia masih bekerja di CAI(Central Asia Institute)??”

“Yah ,hari ini aku juga akan segera berangkat ke Osaka ,urusan dengan PT.JK lagi ,pertemuan pertama kemarin ,Jun Pyo tidak jadi datang ,maka malam ini aku harus sampai disana ,”

“Secepat itukah?”Tanya Mrs.Goo memancarkan paras sedikit kecewa dengan pernyataan anaknya,..

“Begitulah ..,wegude?”Joon Hee menyeruput teh nya dan berdiri menghampiri jendela ,melihat pemandangan diluar rumahnya..

“Tidak ada lagi yang dilakukan ,aku kesepian ,tidak seharusnya aku pension secepat ini !!”sesalnya,

“Hey ,Eomma! Ini memang sudah sepatutnya kau pensiun..Suruhlah Jandi menemanimu ,ia anak baik ,kapanpun kau mengundangnya ,ia pasti datang dengan senyuman manisnya ,tidak peduli itu badai atau terik ,sungguh menenangkan hati..,”Joon Hee tertawa senang ketika Jandi tiba-tiba muncul di benaknya..,”Kita sungguh beruntung memilikinya ,”tambah Joon Hee..

“Aku tidak sanggup ,”Mrs.Goo menundukkan kepalanya..

Joon Hee menghampiri eommanya dan memluknya dengan erat dari belakang ,”eomma..”

“Salahku…,salahku padanya terlalu banyak ,Aku tak sanggup ,Jun Pyo ,Jandi ,…mereka hanyalah korabku ,”bisik Mrs.Goo menggelengkan kepalanya sambil menutup mukanya..

“Minta maaflah ,kau tidak akan bisa memendam ini semua lebih lama ,Jandi juga Jun Pyo ,pasti akan menerimamu dengan lapang ,percayalah mereka adalah pasanganan yang bahagia ,sungguh..!!”

“Pagi ,”Mr.Goo muncul memasuki ruang tamu ,sementara semua pelayan disitu tunduk memeberi hormat..

“Appa!!”Joon Hee berlari dan memeluk ayahnya ,”Appa..,appa..,appa!!masih baikkah?”tambah Joon Hee dengan riang,,

“Kude ..,gwencana ,Appa gwencana ,”Mr.Goo menepuk pundak putrinya sambil tersenyum..

Joon Hee dan Mr.Goo duduk ,mereka bertiga berkumpul tepat pada saat matahri mulai terbit menampakkan dirinya..

“Koran..?”Mr.Goo meminta kepada pelayan nya ,senyuman ramahnya tida pudar sedikitpun…

Pelayan itu tampak memberikan Koran yang ada dalam genggamannya kepada Mr.Goo..,beginilah rutinitas tiap harinya..

“Hmm..,berita ,berita ,berita ,ada berita apa pagi ini?”Mr.Goo membolak-balik halaman demi halaman pada Koran itu..

“Apakah begini terus tiap hari ?”Tanya Joon Hee terkekeh,,

“Beginilah ,perkerjaan orang yang sudah pensiun ,”jelas Mrs.Goo..

“Hahaha ,kude ,kalian sudah bekerja keras ,alangkah baiknya sekarang ini kalau memanfaatkan waktu untuk istirahat dan berjalan-jalan ,”Joon Hee tersenyum ,”Sekarang ini giliranku dan Jun Pyo ,”tambahnya…

“Yah ,tidak ada berita menarik !”Mr.Goo tampak menggerutu setelah setengah jalan membolak-balik berita tanpa menemukan apapun ,tetapi tiba-tiba ,mukanya berubah menjadi serius ,ia tampak terpana pada satu halaman di Koran tersebut ,Mr.Goo menyipitkan matanya ,”Apa ini?”Mr.Goo memakai kacamatanya dan mendekatkan Koran itu untuk melihat lebih jelas ,”MWO?”Mr.Goo membelalak dan segera meninggalkan kursinya..

“Appa..!!”Joon Hee mengejar ayahnya yang tiba-tiba bergegas menghampiri telepon di ujung ruangan,..

Mr.Goo tidak berbicara apa-apa ,mukanya tegang ,ia memencet tombol telepon ,semua jarinya bergetar tidak keruan ,Joon Hee dan Mrs.Goo menatapnya dengan  bingung ,khawatir akan sesuatu..

“Anyeong Haseo..”terdengar suara laki-laki menyapa dari telepon itu,,

“Goo Jun Pyo ,kamu ,Jandi ,kesini ,cepat ,..sekarang !!”perintahnya ,menekan setiap kata yang diucapkannya dengan suara yang bergetar ,ia masih tampak shock..

“Appa!!”Jun Pyo tergelak..

Tut..tut..tut..

Mr.Goo menutup telepon itu dengan mata membelalak ,mengehela nafasnya ,”Goo Jun Pyo ,”Mr.Goo menekan ketiga kata itu sambil menghela nafas panjang..~END PART


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #52 on: January 22, 2010, 03:57:39 am »
Chapter Eighteen Part Two

Kebanggaan


“Jandi ..,”Jun Pyo berbisik tepat pada telinga istrinya yang sedang terlelap ..,Matahari pagi sudah sepenuhnya menerangi kamar mereka ,Jandi tidak terbangun ,Jun Pyo bergegas menghampiri jendela dan membukanya lebar-lebar ,udara segar memasuki seluruh ruangan ,suara burung berkeciap terdengar semakin jelas ,tetapi Jandi tidak kunjung membuka matanya..

“Jandi ,”bisik Jun Pyo lagi ,ia duduk disebelah Jandi yang masih menutup matanya..

“Hmm..Jun Pyo ,Jun Pyo mari kita melakukannya lagi ..,”Jandi mengingau dan menarik kemeja Jun Pyo..
Jun Pyo melotot kaget melihat kelakuan istrinya ,lalu tersenyum kecil..
Jandi meregangkan genggamannya pada kemeja Jun Pyo ,ia berbalikarah dan mulai memluk gulingnya..
Jun Pyo mulai berdiri dan mendeham keras..

“EHM..YYAAA..BANGUN..BANGUNNN…ADA KEBAKARAN ,OTTOKHAEEE?CAROL JUGA TERBAKARRR..!!OTTOKHAEEE?”Jun Pyo berteriak dengan lantangnya dan berpura-pura panic.. sampai-sampai semua burung yang bertengger di jendela ,mendadak terbang ketakutan..

“OH..OH…OH!!”Jandi membuka matanya lebar-lebar dan melihat ke sekelilingnya dengan pangling..

“Hey..,cepat bersiap ,”Jun Pyo memperingatinya dengan nada kembali tenang dan wajah polosnya..

“YYA!!!GOO JUN PYO ,MAU MEMBUATKU..uhm ,”Jandi menutup mulutnya ,lari terbirit ke dalam kamar mandi ..,Jun Pyo mengikutinya dari belakang dan menggedor-gedor pintu kamar mandi sementara Jandi sudah tidak bisa lagi menahan rasa mualnya,,

“Yya..,Geum Jandi ,Geum Jandi!!”Jun Pyo menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan panic..

“Kau tidak apa?”tambah Jun Pyo..

“Aku..,aku..,hoeeeekk!!urgh”

Pintu kamar mandi terbuka ,Jandi keluar dari sana dengan tampang mual ,mukanya sedikit pucat ,Jun Pyo mengelus istrinya dengan sayang ,muka panic terpancar di wajahnya..,”Gwencana?”

“Oo..,”Jandi merebahkan kepalanya di dada Jun Pyo..

“Apakah ada yang sakit?”

“Ehm…,tid..,eh ,tadi kau bilang bergegas?Bergegas kemana?”gumam Jandi..

“Kalau kau sakit ,kita tidak usah pergi !!”Jun Pyo berkata tegas pada istrinya itu..

“Mwo ?Memangnya mau kemana?”

“Tadi appa meneleponku dan mengundang kita untuk kesana ,”jelas Jun Pyo santai..

Jandi membuka matanya lebar-lebar dan menepuk pipinya ,”MWORAGU?”

“Appa..,”

“Yya Goo Jun Pyo ,bagai..,bagaimana bisa hal sepenting ini ,…ahhh kau ini ..benar-benar..,”Jandi lari ke kamar mandi dan membanting pintunya,,

“Jandi!?”

“Aku siap-siap ,kau juga!!Pali!!,”Jandi berteriak lantang dari dalam kamar mandi..

“Aku sudah siap ,”jawab Jun Pyo polos sambil menatap dirinya sendiri yang dibalut dengan kemeja kasual dan vest kulit ,sementara jeans biru pudar menutupi kaki panjangnya ,dan untuk kesekian kalinya ia mengenakan sneakers bewarna putih mengkilap ,rambutnya tidak keriting melainkan lurus sekarang ini ,ia merasa aneh tapi juga merasa baik dan senang disaat yang sama..
Percikan shower mulai terdengar dari dalam kamar mandi sementara Jandi berbicara dari dalam kamar mandi dengan suara cempreng alanya pada Jun Pyo ..,”Yya..ndo ,Goo Jun Pyo ,aku ingin makan kimchi..!!”

“Kude ,aku akan menyuruh pe..,”

“Chakaman ,”Jandi memotong kalimat Jun Pyo ,lalu dengan santainya berkata ,”kau yang harus membuatnya ..”

“MWO?SE..SEKARANG??”Jun Pyo memonyongkan mulutnya sambil komat-kamit tidak jelas pada dirinya sendiri..

“Iya..,sekarang ..,kumohon ,aku sangat ingin makan kimchi..,mumpung masih ada waktu..,”ucap Jandi..
“Em..,kude ..,”Jun Pyo dengan terpaksa melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk melakukan perintah gila istrinya itu..

Semua pelayan perempuan yang bekerja di dapur ,cekikikan melihat tuannya memakai satu-satunya celemek yang tersisa di dapur ,celemek usang dengan motif bunga-bunga berwana merah..
Jun Pyo mulai membuat kimchi seperti yang diajarkannya dulu oleh keluarga Jandi ,Jun Pyo mencuci sayur hijau itu dengan tampang jijik ,memegangnya dengan ujung jarinya..,semua pelayan terkekeh kecil melihat tuannya sambil berbisik satu sama lainnya..

Jun Pyo mengeriyitkan alisnya tanda marah ,ia merasa kesal .Jun Pyo dengan sengaja membanting sebuah piring ke lantai sambil memonyongkan mulutnya ,menatap setiap pelayan yang terdiam ketika melihat Jun Pyo marah ,ia berkata dengan pedas,”Mau mati?Mau kupecat?”Jun Pyo berkacak pinggang..
Semua pelayan terdiam dan tertunduk..

“Yya..,”satu jari mungil menusuk pinggang Jun Pyo ,”Apa yang kau lakukan ,?”Jandi menerornya dengan tatapan menyeramkan..,Jandi menaikkan dagunya menatap tajam suaminya itu..

“Omo..!!”Jun Pyo membelalak melihat Jandi yang tiba-tiba berada di belakangnya..
Ia tampak cantik dengan hot pants berbahan jeans ,tubuhnya dibalut kemeja putih yang kelonggaran ,rambutnya diikat satu ke belakang ,Jandi memoles wajah mulusnya dengan riasan yang mempertajam kecantikannya..Terlihat seperti bukan Geum Jandi memang ,tetapi begitulah kenyataannya ,ia benar-benar Geum Jandi..

“Apa maksudmu ,’pecat’?”Tanya Jandi dengan kecut ,muka pucatnya yang tadi telah hilang ,tak tampak lagi di mukanya..

“Ehmm..,”Jun Pyo tertunduk salah tingkah sementara semua pelayan menatap mereka berdua tanpa berbicara apa-apa ..

“Kimchi?”Jun Pyo tersenyum memelas ,mencoba mengalihkan pembicaraan…,suaranya terdengar sangat kasihan…haha..

“Ayo kita pergi..,”Jandi berbalik hendak meninggalkan dapur..

“Yya..yya,…yya..kimchi?”Jun Pyo memonyongkan mulutnya ,mencegat Jandi..

“Kita sudah telat kan?”Jandi berkata polos..

Jun Pyo membenarkan adanya kalau mereka benar-benar sudah telat ,dengan muka kecut ia mengikuti istrinya dari belakang sambil memandangi dengan tatapan tidak rela ,kimchi yang dibuatnya sendiri ,yang masih setengah jadi..

**

Rumah besar itu masih tampak sama ,kediaman Goo..yah..
Jandi dan Jun Pyo sampai disana tepat ketika banyak sekali mobil box dan truk diparkirkan di depan kediaman Goo..

“Hmm,kenapa ya?Tak biasanya begini ,”Jun Pyo menatap setiap mobil box dan truk dengan seksama..

“Apakah ada acara?”Tanya Jandi..

“Tak tahu ,appa tidak mengatakan apa-apa..,”Jun Pyo menggelengkan kepalanya..,”Emm ayo turun..,”

Jun Pyo dan Jandi turun dari mobil mereka ,Jun Pyo tampak dengan bangga merangkul istrinya dan membawanya masuk,..

Keduanya tampak serasi mengenakan pakaian kasual ,sementara para pelayan disitu memberi hormat dan membungkukkan badan mereka dengan kaku karena Tuan mereka yang satu itu lama tidak pulang..

Perut Jandi yang tampak sedikit membesar ditutupi dengan kemeja longgarnya ,ia tampak memeganggi perutnya terus sepanjang perjalanan ke ruang tamu..,banyak orang berlalu lalang selama perjalanan mereka , orang-orang itu tampak sibuk ,ada yang membawa banyak buket bunga ,,lilin ayng berpak-pak banyaknya ,hiasan ,hidangan ,semua serba mewah ,mereka sungguh tampak sibuk …

Akhirnya mereka sampai di ruang tamu dimana Mr dan Mrs Goo juga Joon Hee duduk dengan wajah berseri-seri..,ketiganya berdiri dan menyambut Jun Pyo juga Jandi..

Mrs Goo berdiri dengan senyuman kaku terpampang dimukanya..,tulus tetapi terlihat keraguaan dalam dirinya..,Jandi membalasnya dengan tatapan dan senyuman ceria..,mencoba mencairkan suasana ..

Sekarang mereka semua duduk berkumpul ,Mr Goo tampak sangat senang melihat semua keluarganya berkumpul hari ini..

“Ah ,pelayan ..,tolong bawakan kopi dan teh ,”perintah Mr Goo..

Beberapa menit kemudian seteko kopi dan teh disuguhkan di meja ,bau kopi merebak kemana-mana..,Jandi menutup matanya ,salah satu tangannya menutupi mulutnya ,tangannya yang lain meremas tangan Jun Pyo yang duduk di sebelahnya ,lagi-lagi ia merasa mual dengan bau ini…,kopi..

“Nak ..,sekarang jelas kan ,kalian tidak perlu menyembunyikannya lagi..,”papar Mr Goo tersenyum lebar..Jun Pyo dengan bingung menatap ayahnya..

“Hey kalian ,lihat ini ,”Joon Hee membuka satu halaman Koran itu lebar-lebar dan merebahkannya di atas meja..

‘Satu Lagi Pewaris Keluarga Goo’

Tuan Muda Goo dan sang istri terlihat sedang berjalan memasuki rumah sakit mewah di kawasan Seoul
Utara ,Sabtu siang kemarin ,tepatnya pukul 2 siang. Salah satu foto menunjukkan Tuan Muda Goo membawa sebuah amplop besar dengan lambang dari rumah sakit itu. Tertulis juga nama dokter Park So Hye pada bagian depan amplop itu ,beliau yang dikenal sebagai dokte rspesialis kandungan ternama sepanjang tahun 2009. Menurut salah seorang sumber dari rumah sakit ,mengatakan benar adanya bahwa Tuan Muda Goo dan sang istri ,siang itu mengunjungi dokter Park. Nama Nyonya Geum Jandi terdaftar di salah satu daftar pasien dokter Park yang datang hari itu. Namun sampai sekarang dokter Park sendiri belum mau memberikan komentar apapun ketika ditanyai seputar kehamilan Nyonya Geum berdasarkan alasan kalau ini semua sangat dirahasiakan oleh kedua pasangan. Jadi benarkah adanya kalau sebentar lagi Tuan Muda Goo akan memberikan seorang pewaris pada keluarga Goo?Jika benar adanya ,maka anak itu akan menjadi bayi terkaya yang lahir di Korea dengan jaminan sebagai pewaris dari perusahaan raksasa keluarga Goo , yang akhir-akhir ini diketahui sedang mengadakan kontrak-kontrak bergengsi dengan banyak perusahaan asing maupun local.


“Begini apakah kau bisa bohong lagi?Aku jamin infotainmentakan mengekspos ini habis-habisan ,kalian tidak akan bisa menyembunyikannya lgi ,araso!! ”Joon Hee tersenyum senang..

Jun Pyo dengan mata mebelalak melihat Koran itu ,masih tidak percaya .Foto-foto mereka yang diambil secara diam-diam ,terpampang di Koran itu..,Jandipun shok melihat semua ini ,ia memenganggi perutnya lagi..,yang kian lama kian membesar..,sementara Mr Goo melirik Jandi yang salah tingkah..Mrs Goo tersenyum ,tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya..

“Jun Pyo ,Jandi ,seperti yang kalian lihat ,malam ini appa akan mengadakan pesta secara besar-besaran ,memang mendadak namun semua sudah diatur dengan baik..Appa akan segera mengumumkan ini semua..,”kata Mr Goo bangga ,ia menatap wajah Jandi dan Jun Pyo ,kemudian kedua matanya terarah pada perut Jandi ,”Cucuku..”

“Jandi ,kenapa kau dan Jun Pyo tidak menginap beberapa hari saja disini?”Tanya Mrs Goo dengan ragu pada Jandi,..

“Oh?”Jandi membelalak kaget..

“Iya ,ide yang bagus ,pokoknya malam ini kita berpesta ,aku pasti datang ,aku akan membatalkan semuanya demi keponakan pertamaku…,”sambar Joon Hee bersemangat..

“Menginap?”Jun Pyo bergumam..

“Ya..,ijinkanlah istrimu menginap disini ,mungkin omma ,kakakmu ,dan istrimu akan mengadakan acara sendiri untuk kita bertiga…,belanja keprluan bayi mungkin ,atau apa..,yang kausuka Jandi..?”tanya Mrs Goo ramah pada Jandi..,

“MAKAN..,”Jandi dengan reflek berteriak ,namun ia sadar dan bergumam pelan lalu menundukkan kepalanya ,”kim..chi..”

Semuanya tertawa melihat kelakuan Jandi..

“Kau ngidam ,dongsaeng?” Joon Hee terkekeh ..

Jandi tertunduk malu ,Jun Pyo tidak bisa menahan tawanya juga ,ia memenganggi perut Jandi dengan sayang..,”Anakku ..,ini anakku ,”kata Jun Pyo dengan bangga…,anak kebanggaannya ,anak yang dielu-elukannya..~END PART






And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #53 on: January 22, 2010, 04:01:06 am »
Chapter Eighteen Part Three

Gempar


"Apa?Malam ini?Jihoo yang sedang duduk bersantai di teras rumahnya tampak sibuk berbicara dengan sesorang lewat telepon ,"Jae Kyung juga?"tanyanya lagi..

"Ah araso ,"Jihoo mengakhiri pembicaraan itu dan menutup ponselnya ..,bergegas ke rumah Jae Kyung yang berada tepat di sebelah rumahnya .Perbedaan waktu antara Amerika dan Korea membuatnya agak sedikit pangling ,sekarang disini masih subuh ,angit masih gelap ,udara malam dingin menusuk tulang .Jihoo mengetuk pintu rumah Jae Kyung ,tidak ada jawaban ,

“Yya ..,”seseorang menepuk bahunya dari belakang..,itu Jae Kyung..

“Oo..kau darimana?”Tanya Jihoo ketika melihat Jae Kyung ,tubuh mungilnya dibalut mantel bulu mewah ,sebuah tas besar berwarna oranye tampak digenggamnnya .

“Lembur..,”jawab Jae Kyung sambil menguap..

“Lembur?sampai jam segini?”Tanya Jihoo..

“Ya..memang kenapa?”Jae Kyung mendelik kearah Jihoo yang masih memakai seragam dokternya ,stetoskop tergantung di lehernya ..,”Bukankah kau sendiri juga lembur?”

“Ya…memang ,seperti biasa aku harus siaga ,keadaannya sangat ‘gila’ ,apalagi tadi Jandi meneleponku katanya renovasi klinik kakek sudah dimulai ,”jelas Jihoo dengan tenang,,,

“Lalu untung apa kau kesini?”Tanya Jae Kyung sambil menaikkan satu alisnya..

“Cepat bersiap?”

“Bersiap apa?”

“Bersiap..ya bersiap…,”kata Ji hoo..,”Kita ke Korea sekarang ,”tegasnya..

***
Hall utama tepatnya di kediaman keluarga Goo ,hall paling mewah dan besar yang ada di rumah itu.Sebagian sudah tertata rapi dengan ornament-ornamen dan buket bunga ,meja-meja hidangan memenuhi hall itu ,berbagai macam hidangan dari berbagai Negara disiapkan dengan sedemikian rupa.Para pelayan dan EO lalu lalang sibuk melakukan tugasnya masing-masing ,seperti kata Mr.Goo semua harus yang terbaik ,tidak ada satupun yang boleh terluputkan. .,tidak masalah berapapun biayanya. Apalagi ini adalah selamatan cucu pertamanya ,ia tak mau menyianyiakan momen ini begitu saja ,bahkan Mrs.Goo pun ikut turun tangan merapikan bunga-bunga yang menghiasi hall ,sementara Mr Goo berbicara dengan EO terkenal ,untuk mengatur pesta ini ,menjadi sedemikian menarik walaupun waktunya sangat singkat ,namun tidak ada yang mustahil bagi orang terkaya di korea itu..

Semua undangan sudah tersebar ,media masa ,infotainment ,wartawan menyiarkan berita heboh dari keluarga Goo ,orang terkaya di Korea sebagai liputan utama .Di depan kediaman Goo tampak banyak wartawan berkumpul mencoba mengambil berita heboh ini namun para bodyguard turun langsung ke lapangan untuk mencegat mereka.Seluruh siaran berita ditelevisi dengan gempar memberitakan ini semua.
Jandi ,Jun Pyo ,dan Joon hee duduk di rooftop ,tak ingin berhadapan dengan media masa dan wartawan yang mengila di depan rumah mereka ,maka mereka akhirnya memutuskan untuk berbincang melepas rindu..

“Dongsaeng kau hebat ,”Joon Hee tersenyum mengacungkan jempolnya..

Jandi tertunduk malu menatapi perutnya yang mulai membesar ,”Lama-lama aku terlihat seperti babi ,”canda Jandi sambil terkekeh..Joon Hee tertawa sementara Jun Pyo dengan polos mengejeknya ,”HAH?Bukankah dari dulu kau terlihat seperti babi?..,kau memang babi?”
“MWO?”Jandi mendelik kearah Jun Pyo ,Jun Pyo tersenyum ,kali ini pandangannya terarah ke istrinya dengan penuh arti ,ia mulai membisiki Jandi ,”Gwencana walaupun kau seperti babi ,aku akan tetap mencintaimu .,”Jun Pyo mencubit pipi Jandi dengan gemas ..,

“Aigoo ,aku tak heran kalau keponakanku cepat datang ,kalau di depanku kalian saja sudah mesra seperti ini ,apalagi di belakang?”Joon Hee menggelengkan kepalanya..

“Tancap gas..,”kata Jun Pyo dengan muka polos sambil mencomot kue yang ada di depan matanya..

Jandi diam-diam mencubit tangan Jun Pyo dan mendelik ke arahnya..

“Nyonya Geum Jandi?”seorang perempuan dari belakang menyapa Jandi ,”Bisakah ikut dengan saya?”

***
Jun Pyo ,Woo Bin ,Jihoo ,dan Jae Kyung berkumpul dalam satu meja ,Jandi belum terlihat ,tamu sudah mulai memenuhi hall utama ,Yi Jung dan Ga Eul juga tidak datang sepertinya karena mereka sekarang berada di Fiji..,Orang tua Jun Pyo ,Joon Hee dan orang tua Jandi juga adik Jandi yang terlihat semangat duduk bersama dalam satu meja..

“Kemana Jandi ?”Tanya Woo Bin pada Jun Pyo..

“Aku tak bertemu dengannya sejak ia pergi dengan perempuan itu ,”kata Jun Pyo sedikit khawatir..

“Perempuan siapa?”Jae Kyung bertanya..

“Tak tahu ,kurasa kenalannya Joon Hee noona,”jawab Jun Pyo..

Mr Goo mulai menaiki panggung ,semua orang memperhatikannya ,ketika ia berdeham..

“Hari ini ,saya benar-benar senang sekali ,bisa mengundang anda sekalian ,ke tempat ini…Ada suatu kejutan yang benar-benar special untuk saya juga seluruh keluarga Goo ,oleh karena itu saya mengadakan suatu pesta besar-besaran..Sebelum saya mengumumkan semuanya , silahkan menikmati hidangan yang ada..,”sambut Mr Goo ramah ,lalu ia turun dari panggung dan mulai duduk ,sementara semua hidangan disiapkan..

Jandi belum juga muncul ,tetapi semua tenang-tenang saja ..,Jun Pyo hendak meninggalkan kursinya ketika Joon Hee mendelik padanya dan memberi tanda untuk tidak meninggalkan tempat itu..


END CHAPTER
« Last Edit: January 22, 2010, 04:07:07 am by endree_noona »

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #54 on: January 22, 2010, 04:05:30 am »
Chapter Eighteen Part Four

Terbongkar


Jihoo bersadar di belakang hall tepatnya di dekat pintu ,menghindari keramaian ,semua tamu tampaknya sudah selesai makan ,sekarang sebagian dari mereka berbincang, ada juga yang berdansa di tengah-tengah hall ..Musik klasik terdengar di seluruh penjuru ruangan..

Mrs Goo dan ibu Jandi berbincang asyik sementara Gang San memainkan laptopnya..

Mr Goo mulai bersiap untuk memberitahukan pengumuman lagi..,ia berdiri dan naik ke panggung seiring musik mulai berhenti mengalun…

“Ehm..,ya ,sekarang saya akan menyampaikan pengumuman ini.Pesta ini saya dedikasikan kepada Geum Jandi .Geum Jandi ,menantu kebanggaan saya ,ia anak yang baik..Sungguh baik jika kalian mengenalnya ,ia orang yang pantang menyerah.Ia orang yang merawat saya ketika saya kesepian dan terbaring sakit ,ia yang mengubah keluarga Goo dan memancarkan kehangatan hatinya pada keluarga kami ,Keluarga Goo yang dingin. Anakku ,Jun Pyo ,aku sangat berterima kasih padanya karena membawa Jandi pada keluarga kami..,tanpa Jandi sekarang ,aku tak tahu apa yang akan terjadi..Sejak awal aku melihat Jandi ,aku tahu ,kedua matanya memancarkan kebaikan..Ia berbeda..Ia bisa menaklukkan Jun Pyo yang sekeras batu ..,bahkan Joon Hee pun mendukung hubungan ini..Saya masih ingat ketika malam sebelum Jun Pyo pulang ke Korea dari Amerika ,waktu itu saya baru saja bertemu dengan Jandi dan tidak kuat lagi akan pesonanya ,maka saya menelepon Jun Pyo dan sebenarnya ini bercandaan saya saja ,saya menyuruhnya untuk menikahi Jandi sesudah ia pulang dari Amerika ,ia pun waktu itu masih tertawa-tawa dan saya mengira ia tidak menggangap serius ini semua ,keesokannya pada sore hari ,dengan helicopter Jun Pyo mengandeng Jandi ,ia membawanya pada saya ,dan bilang kalau ia benar-benar ingin menikahinya..,momen itu ,masih tertanam di memori saya ,begitu susah untuk dilupakan ,seumur hidup pun saya masih tidak jamin bisa melupakan betapa senang dan mencelos hati saya waktu itu..
Ketika Jun Pyo pergi ke Amerika ,saya pun sudah pensiun ,pada malam hari saya suka duduk di rooftop sendirian melihat bintnag dengan teropong milik Jun Pyo ,,menikmati udara segar ,dan Jandi ,hahaha ia hanya bisa membuat saya terkejut ,pasalnya dengan seragam doketrnya ia menghampiri saya dan memeluk saya dari belakang ,lalu ia mengacungkan tangannya sambil memperlihatkan rantang berisi sup jahe buatannya ,itu yang paling saya suka ,ia lah penghiburku ,tak pernah sekalipun aku merasa kesepian ,ini semua berkatnya ,untukku ia bagaikan malaikat yang diutus dari Surga..Suatu malam ia membawa handycam dan merekam momen ini ,saya tak tahan untuk tidak memutarnya dan memperlihatkan momen ini pada anda semua..,”

Layar di belakang Mr Goo mulai memutar video yang dimaksudnya ,

“Appa..,”panggil Jandi..

“Nak ,matikan handycam itu..,”

“Wegude…?aku tidak akan mematikannya..,”protes Jandi..

“Hey..,untuk apa kau lakukan ini?”Tanya Mr.Goo sambil terkekeh..

“Hmm…siapa tahu ini akan berguna suatu hari nanti hahaha ,oh ya mengapa kau tidak memakan sup ku?”

“Ya..appa akan memakannya..tetapi kau matikan dulu handycamnya..,”

“Sido..,”Jandi memonyongkan mulutnya..

“Ya sudah aku tidak akan memakannya..,”

“Ah..appa..aku sudah capek-capek memasaknya..,”keluh Jandi..

“Hahaha..,aku akan memakannya kalau..,”

“Kalau?aku mematikan handycam ini?”tebak Jandi..

“Bukan ,kalau kau cepat membawa Jun Pyo pulang dan menikahinya ,memberikan aku cucu yang banyak dan gemuk juga sehat..,”

“Appa..,” “


,”Yah begitulah ,kami memang sangat dekat ,tidak ada seorangpun yang mengetahuinya ,kecuali saya ,Jandi ,dan satpam yang tentu saja membukakan pagar untuk Jandi setiap malam..Sekarang rasanya keinginan saya sudah terwujud semua ,termasuk yang terakhir..,seorang cucu..,”gumam Mr Goo..

Pintu di belakang hall mulai terbuka ,Jandi dengan gaun satin bewarna merah darah ,ia berjalan memasuki ruangan ,perut nya tampak menonjol dalam balutan gaun yang ketat itu..Rambut Jandi disanggul dan diberi pita..,ia terlihat sangat cantik ,perlahan mulai berjalan ke atas panggung ,semua mata tertuju padanya..,gambar di layar mulai berganti ,menjadi gambar buram hasil USG Jandi..

Jihoo ,Woo Bin ,dan Jae Kyung ,mereka bertiga dengan mulut menganga melihat kearah perut Jandi ,

“Yya..Kau..kau bercanda?”bisik Woo Bin pada Jun Pyo..,”Bagaimana bisa kau tidak memberitahu kami?”

“Apakah kau tidak menonton televisi ,dasar..,”cibir Jun Pyo tanpa mengalihkan pandangannya dari Jandi..

Jae Kyung mengeluarkan ponselnya dan menelepon Ga eul..

“Yya..Chu Gaeul..,kau harus dengar ini..,”Jae Kyung memasang loadspeakernya..

Jandi berdiri di sebelah Mr Goo ,Mr Goo merangkul bahunya dengan sayang lalu berkata ,”Yah dengan ini saya menyatakan ,bahwa menantu saya ,Geum Jandi ,sedang mengandung anak Goo Jun Pyo ,saya sudah menentukan kalau ,janin dalam kandungannya adalah pewaris utama keluarga Goo..,”

Semua tamu betepuk tangan riuh..

Gaeul hanya bisa berteriak-teriak,”MWOOO?GEUM JANDI?”

~END CHAPTER




And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #55 on: January 22, 2010, 04:08:22 am »
CHAPTER EIGHTEEN REVIEW

Chapter Eighteen Part One

Mengejutkan


Pagi-pagi buta ,ketika matahari belum membuka matanya ,seorang wanita paruh baya berpakaian rapi ,tampak menyeruput segelas teh hangat yang masih mengebul ,aroma the bunga itu merebak ke seluruh penjuru ruangan ,dua orang pelayan dengan mata sembab dan lesu ,berdiri tegap disamping wanita itu ,siap melakukan apapun untuknya ,jendela raksasa tamoak memperlihatkan pemandangan luar di pagi hari ,wanita itu mendesah..

“Satu hari lagi ,tak ada yang dapat kulakukan ,”gumam wanita itu pada dirinya sendiri dengan muka bosan..

Kebosanan ,sunyi ,sepi ,begitulah suasana di dalam ruang tamu itu..

“Eomma ..,”seorang wanita muda berparas cantik ,dibalut dengan dress bewarna cerah ,rambutnya diikat kebelakang , menyapa ibunya ,memecahkan keheningan…

“Joon Hee ,”wanita itu tersenyum senang ,menghampiri Joon Heed dan memeluknya dengan hangat ,”Eomma..,”Joon Hee balas memeluknya ,yah benar itu adalah Mrs.Goo..

“Nak ,kapan kau sampai di Korea?”tanyanya sambil menarik tangan Joon Hee untuk duduk dan menuangkan secangkir teh,,

“Baru saja ,aku berangkat kemarin malam dari Belgia ,”jelasnya sambil menghela nafas,terlihat lelah..

“Hmm…suamimu?”

“Seperti biasa…,ia besok akan berangkat ke Pakistan ,mengadakan survey tahunan di sekolah Korphe dengan Mr.Mortenson ..,”kata Joon Hee memejamkan matanya

“Apakah ia masih bekerja di CAI(Central Asia Institute)??”

“Yah ,hari ini aku juga akan segera berangkat ke Osaka ,urusan dengan PT.JK lagi ,pertemuan pertama kemarin ,Jun Pyo tidak jadi datang ,maka malam ini aku harus sampai disana ,”

“Secepat itukah?”Tanya Mrs.Goo memancarkan paras sedikit kecewa dengan pernyataan anaknya,..

“Begitulah ..,wegude?”Joon Hee menyeruput teh nya dan berdiri menghampiri jendela ,melihat pemandangan diluar rumahnya..

“Tidak ada lagi yang dilakukan ,aku kesepian ,tidak seharusnya aku pension secepat ini !!”sesalnya,

“Hey ,Eomma! Ini memang sudah sepatutnya kau pensiun..Suruhlah Jandi menemanimu ,ia anak baik ,kapanpun kau mengundangnya ,ia pasti datang dengan senyuman manisnya ,tidak peduli itu badai atau terik ,sungguh menenangkan hati..,”Joon Hee tertawa senang ketika Jandi tiba-tiba muncul di benaknya..,”Kita sungguh beruntung memilikinya ,”tambah Joon Hee..

“Aku tidak sanggup ,”Mrs.Goo menundukkan kepalanya..

Joon Hee menghampiri eommanya dan memluknya dengan erat dari belakang ,”eomma..”

“Salahku…,salahku padanya terlalu banyak ,Aku tak sanggup ,Jun Pyo ,Jandi ,…mereka hanyalah korabku ,”bisik Mrs.Goo menggelengkan kepalanya sambil menutup mukanya..

“Minta maaflah ,kau tidak akan bisa memendam ini semua lebih lama ,Jandi juga Jun Pyo ,pasti akan menerimamu dengan lapang ,percayalah mereka adalah pasanganan yang bahagia ,sungguh..!!”

“Pagi ,”Mr.Goo muncul memasuki ruang tamu ,sementara semua pelayan disitu tunduk memeberi hormat..

“Appa!!”Joon Hee berlari dan memeluk ayahnya ,”Appa..,appa..,appa!!masih baikkah?”tambah Joon Hee dengan riang,,

“Kude ..,gwencana ,Appa gwencana ,”Mr.Goo menepuk pundak putrinya sambil tersenyum..

Joon Hee dan Mr.Goo duduk ,mereka bertiga berkumpul tepat pada saat matahri mulai terbit menampakkan dirinya..

“Koran..?”Mr.Goo meminta kepada pelayan nya ,senyuman ramahnya tida pudar sedikitpun…

Pelayan itu tampak memberikan Koran yang ada dalam genggamannya kepada Mr.Goo..,beginilah rutinitas tiap harinya..

“Hmm..,berita ,berita ,berita ,ada berita apa pagi ini?”Mr.Goo membolak-balik halaman demi halaman pada Koran itu..

“Apakah begini terus tiap hari ?”Tanya Joon Hee terkekeh,,

“Beginilah ,perkerjaan orang yang sudah pensiun ,”jelas Mrs.Goo..

“Hahaha ,kude ,kalian sudah bekerja keras ,alangkah baiknya sekarang ini kalau memanfaatkan waktu untuk istirahat dan berjalan-jalan ,”Joon Hee tersenyum ,”Sekarang ini giliranku dan JunPyo ,”tambahnya…

“Yah ,tidak ada berita menarik !”Mr.Goo tampak menggerutu setelah setengah jalan membolak-balik berita tanpa menemukan apapun ,tetapi tiba-tiba ,mukanya berubah menjadi serius ,ia tampak terpana pada satu halaman di Koran tersebut ,Mr.Goo menyipitkan matanya ,”Apa ini?”Mr.Goo memakai kacamatanya dan mendekatkan Koran itu untuk melihat lebih jelas ,”MWO?”Mr.Goo membelalak dan segera meninggalkan kursinya..

“Appa..!!”Joon Hee mengejar ayahnya yang tiba-tiba bergegas menghampiri telepon di ujung ruangan,..

Mr.Goo tidak berbicara apa-apa ,mukanya tegang ,ia memencet tombol telepon ,semua jarinya bergetar tidak keruan ,Joon Hee dan Mrs.Goo menatapnya dengan  bingung ,khawatir akan sesuatu..

“Anyeong Haseo..”terdengar suara laki-laki menyapa dari telepon itu,,

“Goo Jun Pyo ,kamu ,Jandi ,kesini ,cepat ,..sekarang !!”perintahnya ,menekan setiap kata yang diucapkannya dengan suara yang bergetar ,ia masih tampak shock..

“Appa!!”Jun Pyo tergelak..

Tut..tut..tut..

Mr.Goo menutup telepon itu dengan mata membelalak ,mengehela nafasnya ,”Goo Jun Pyo ,”Mr.Goo menekan ketiga kata itu sambil menghela nafas panjang..~END PART

Part Two

Kebanggaan


“Jandi ..,”Jun Pyo berbisik tepat pada telinga istrinya yang sedang terlelap ..,Matahari pagi sudah sepenuhnya menerangi kamar mereka ,Jandi tidak terbangun ,Jun Pyo bergegas menghampiri jendela dan membukanya lebar-lebar ,udara segar memasuki seluruh ruangan ,suara burung berkeciap terdengar semakin jelas ,tetapi Jandi tidak kunjung membuka matanya..

“Jandi ,”bisik Jun Pyo lagi ,ia duduk disebelah Jandi yang masih menutup matanya..

“Hmm..Jun Pyo ,Jun Pyo mari kita melakukannya lagi ..,”Jandi mengingau dan menarik kemeja Jun Pyo..
Jun Pyo melotot kaget melihat kelakuan istrinya ,lalu tersenyum kecil..
Jandi meregangkan genggamannya pada kemeja Jun Pyo ,ia berbalikarah dan mulai memluk gulingnya..
Jun Pyo mulai berdiri dan mendeham keras..

“EHM..YYAAA..BANGUN..BANGUNNN…ADA KEBAKARAN ,OTTOKHAEEE?CAROL JUGA TERBAKARRR..!!OTTOKHAEEE?”Jun Pyo berteriak dengan lantangnya dan berpura-pura panic.. sampai-sampai semua burung yang bertengger di jendela ,mendadak terbang ketakutan..

“OH..OH…OH!!”Jandi membuka matanya lebar-lebar dan melihat ke sekelilingnya dengan pangling..

“Hey..,cepat bersiap ,”Jun Pyo memperingatinya dengan nada kembali tenang dan wajah polosnya..

“YYA!!!GOO JUN PYO ,MAU MEMBUATKU..uhm ,”Jandi menutup mulutnya ,lari terbirit ke dalam kamar mandi ..,Jun Pyo mengikutinya dari belakang dan menggedor-gedor pintu kamar mandi sementara Jandi sudah tidak bisa lagi menahan rasa mualnya,,

“Yya..,Geum Jandi ,Geum Jandi!!”Jun Pyo menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan panic..

“Kau tidak apa?”tambah Jun Pyo..

“Aku..,aku..,hoeeeekk!!urgh”

Pintu kamar mandi terbuka ,Jandi keluar dari sana dengan tampang mual ,mukanya sedikit pucat ,Jun Pyo mengelus istrinya dengan sayang ,muka panic terpancar di wajahnya..,”Gwencana?”

“Oo..,”Jandi merebahkan kepalanya di dada Jun Pyo..

“Apakah ada yang sakit?”

“Ehm…,tid..,eh ,tadi kau bilang bergegas?Bergegas kemana?”gumam Jandi..

“Kalau kau sakit ,kita tidak usah pergi !!”Jun Pyo berkata tegas pada istrinya itu..

“Mwo ?Memangnya mau kemana?”

“Tadi appa meneleponku dan mengundang kita untuk kesana ,”jelas Jun Pyo santai..

Jandi membuka matanya lebar-lebar dan menepuk pipinya ,”MWORAGU?”

“Appa..,”

“Yya Goo Jun Pyo ,bagai..,bagaimana bisa hal sepenting ini ,…ahhh kau ini ..benar-benar..,”Jandi lari ke kamar mandi dan membanting pintunya,,

“Jandi!?”

“Aku siap-siap ,kau juga!!Pali!!,”Jandi berteriak lantang dari dalam kamar mandi..

“Aku sudah siap ,”jawab Jun Pyo polos sambil menatap dirinya sendiri yang dibalut dengan kemeja kasual dan vest kulit ,sementara jeans biru pudar menutupi kaki panjangnya ,dan untuk kesekian kalinya ia mengenakan sneakers bewarna putih mengkilap ,rambutnya tidak keriting melainkan lurus sekarang ini ,ia merasa aneh tapi juga merasa baik dan senang disaatyang sama..
Percikan shower mulai terdengar dari dalam kamar mandi sementara Jandi berbicara dari dalam kamar mandi dengan suara cempreng alanya pada Jun Pyo ..,”Yya..ndo ,Goo Jun Pyo ,aku ingin makan kimchi..!!”

“Kude ,aku akan menyuruh pe..,”

“Chakaman ,”Jandi memotong kalimat Jun Pyo ,lalu dengan santainya berkata ,”kau yang harus membuatnya ..”

“MWO?SE..SEKARANG??”Jun Pyo memonyongkan mulutnya sambil komat-kamit tidak jelas pada dirinya sendiri..

“Iya..,sekarang ..,kumohon ,aku sangat ingin makan kimchi..,mumpung masih ada waktu..,”ucap Jandi..
“Em..,kude ..,”Jun Pyo dengan terpaksa melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk melakukan perintah gila istrinya itu..

Semua pelayan perempuan yang bekerja di dapur ,cekikikan melihat tuannya memakai satu-satunya celemek yang tersisa di dapur ,celemek usang dengan motif bunga-bunga berwana merah..
Jun Pyo mulai membuat kimchi seperti yang diajarkannya dulu oleh keluarga Jandi ,Jun Pyo mencuci sayur hijau itu dengan tampang jijik ,memegangnya dengan ujung jarinya..,semua pelayan terkekeh kecil melihat tuannya sambil berbisik satu sama lainnya..

Jun Pyo mengeriyitkan alisnya tanda marah ,ia merasa kesal .Jun Pyo dengan sengaja membanting sebuah piring ke lantai sambil memonyongkan mulutnya ,menatap setiap pelayan yang terdiam ketika melihat Jun Pyo marah ,ia berkata dengan pedas,”Mau mati?Mau kupecat?”Jun Pyo berkacak pinggang..
Semua pelayan terdiam dan tertunduk..

“Yya..,”satu jari mungil menusuk pinggang Jun Pyo ,”Apa yang kau lakukan ,?”Jandi menerornya dengan tatapan menyeramkan..,Jandi menaikkan dagunya menatap tajam suaminya itu..

“Omo..!!”Jun Pyo membelalak melihat Jandi yang tiba-tiba berada di belakangnya..
Ia tampak cantik dengan hot pants berbahan jeans ,tubuhnya dibalut kemeja putih yang kelonggaran ,rambutnya diikat satu ke belakang ,Jandi memoles wajah mulusnya dengan riasan yang mempertajam kecantikannya..Terlihat seperti bukan Geum Jandi memang ,tetapi begitulah kenyataannya ,ia benar-benar Geum Jandi..

“Apa maksudmu ,’pecat’?”Tanya Jandi dengan kecut ,muka pucatnya yang tadi telah hilang ,tak tampak lagi di mukanya..

“Ehmm..,”Jun Pyo tertunduk salah tingkah sementara semua pelayan menatap mereka berdua tanpa berbicara apa-apa ..

“Kimchi?”Jun Pyo tersenyum memelas ,mencoba mengalihkan pembicaraan…,suaranya terdengar sangat kasihan…haha..

“Ayo kita pergi..,”Jandi berbalik hendak meninggalkan dapur..

“Yya..yya,…yya..kimchi?”Jun Pyo memonyongkan mulutnya ,mencegat Jandi..

“Kita sudah telat kan?”Jandi berkata polos..

Jun Pyo membenarkan adanya kalau mereka benar-benar sudah telat ,dengan muka kecut ia mengikuti istrinya dari belakang sambil memandangi dengan tatapan tidak rela ,kimchiyang dibuatnya sendiri ,yang masih setengah jadi..

**

Rumah besar itu masih tampak sama ,kediaman Goo..yah..
Jandi dan Jun Pyo sampai disana tepat ketika banyak sekali mobil box dan truk diparkirkan di depan kediaman Goo..

“Hmm,kenapa ya?Tak biasanya begini ,”Jun Pyo menatap setiap mobil box dan truk dengan seksama..

“Apakah ada acara?”Tanya Jandi..

“Tak tahu ,appa tidak mengatakan apa-apa..,”Jun Pyo menggelengkan kepalanya..,”Emm ayo turun..,”

Jun Pyo dan Jandi turun dari mobil mereka ,Jun Pyo tampak dengan bangga merangkul istrinya dan membawanya masuk,..

Keduanya tampak serasi mengenakan pakaian kasual ,sementara para pelayan disitu memberi hormat dan membungkukkan badan mereka dengan kaku karena Tuan merekayang satu itu lama tidak pulang..

Perut Jandi yang tampak sedikit membesar ditutupi dengan kemeja longgarnya ,ia tampak memeganggi perutnya terus sepanjang perjalanan ke ruang tamu..,banyak orang berlalu lalang selama perjalanan mereka , orang-orang itu tampak sibuk ,ada yang membawa banyak buket bunga ,,lilin ayng berpak-pak banyaknya ,hiasan ,hidangan ,semua serba mewah ,mereka sungguh tampak sibuk …

Akhirnya mereka sampai di ruang tamu dimana Mr dan Mrs Goo juga Joon Hee duduk dengan wajah berseri-seri..,ketiganya berdiri dan menyambut Jun Pyo juga Jandi..

Mrs Goo berdiri dengan senyuman kaku terpampang dimukanya..,tulus tetapi terlihat keraguaan dalam dirinya..,Jandi membalasnya dengan tatapan dan senyuman ceria..,mencoba mencairkan suasana ..

Sekarang mereka semua duduk berkumpul ,Mr Goo tampak sangat senang melihat semua keluarganya berkumpul hari ini..

“Ah ,pelayan ..,tolong bawakan kopi dan teh ,”perintah Mr Goo..

Beberapa menit kemudian seteko kopi dan teh disuguhkan di meja ,bau kopi merebak kemana-mana..,Jandi menutup matanya ,salah satu tangannya menutupi mulutnya ,tangannya yang lain meremas tangan Jun Pyo yang duduk di sebelahnya ,lagi-lagi ia merasa mual dengan bau ini…,kopi..

“Nak ..,sekarang jelas kan ,kalian tidak perlu menyembunyikannya lagi..,”papar Mr Goo tersenyum lebar..Jun Pyo dengan bingung menatap ayahnya..

“Hey kalian ,lihat ini ,”Joon Hee membuka satu halaman Koran itu lebar-lebar dan merebahkannya di atas meja..

‘Satu Lagi Pewaris Keluarga Goo’

Tuan Muda Goo dan sang istri terlihat sedang berjalan memasuki rumah sakit mewah di kawasan Seoul
Utara ,Sabtu siang kemarin ,tepatnya pukul 2 siang. Salah satu foto menunjukkan Tuan Muda Goo membawa sebuah amplop besar dengan lambang dari rumah sakit itu. Tertulis juga nama dokter Park So Hye pada bagian depan amplop itu ,beliau yang dikenal sebagai dokte rspesialis kandungan ternama sepanjang tahun 2009. Menurut salah seorang sumber dari rumah sakit ,mengatakan benar adanya bahwa Tuan Muda Goo dan sang istri ,siang itu mengunjungi dokter Park. Nama Nyonya Geum Jandi terdaftar di salah satu daftar pasien dokter Park yang datang hari itu. Namun sampai sekarang dokter Park sendiri belum mau memberikan komentar apapun ketika ditanyai seputar kehamilan Nyonya Geum berdasarkan alasan kalau ini semua sangat dirahasiakan oleh kedua pasangan. Jadi benarkah adanya kalau sebentar lagi Tuan Muda Goo akan memberikan seorang pewaris pada keluarga Goo?Jika benar adanya ,maka anak itu akan menjadi bayi terkaya yang lahir di Korea dengan jaminan sebagai pewaris dari perusahaan raksasa keluarga Goo , yang akhir-akhir ini diketahui sedang mengadakan kontrak-kontrak bergengsi dengan banyak perusahaan asing maupun local.


“Begini apakah kau bisa bohong lagi?Aku jamin infotainmentakan mengekspos ini habis-habisan ,kalian tidak akan bisa menyembunyikannya lgi ,araso!! ”Joon Hee tersenyum senang..

Jun Pyo dengan mata mebelalak melihat Koran itu ,masih tidak percaya .Foto-foto mereka yang diambil secara diam-diam ,terpampang di Koran itu..,Jandipun shok melihat semua ini ,ia memenganggi perutnya lagi..,yang kian lama kian membesar..,sementara Mr Goo melirik Jandi yang salah tingkah..Mrs Goo tersenyum ,tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya..

“Jun Pyo ,Jandi ,seperti yang kalian lihat ,malam ini appa akan mengadakan pesta secara besar-besaran ,memang mendadak namun semua sudah diatur dengan baik..Appa akan segera mengumumkan ini semua..,”kata Mr Goo bangga ,ia menatap wajah Jandi dan Jun Pyo ,kemudian kedua matanya terarah pada perut Jandi ,”Cucuku..”

“Jandi ,kenapa kau dan Jun Pyo tidak menginap beberapa hari saja disini?”Tanya Mrs Goo dengan ragu pada Jandi,..

“Oh?”Jandi membelalak kaget..

“Iya ,ide yang bagus ,pokoknya malam ini kita berpesta ,aku pasti datang ,aku akan membatalkan semuanya demi keponakan pertamaku…,”sambar Joon Hee bersemangat..

“Menginap?”Jun Pyo bergumam..

“Ya..,ijinkanlah istrimu menginap disini ,mungkin omma ,kakakmu ,dan istrimu akan mengadakan acara sendiri untuk kita bertiga…,belanja keprluan bayi mungkin ,atau apa..,yang kausuka Jandi..?”tanya Mrs Goo ramah pada Jandi..,

“MAKAN..,”Jandi dengan reflek berteriak ,namun ia sadar dan bergumam pelan lalu menundukkan kepalanya ,”kim..chi..”

Semuanya tertawa melihat kelakuan Jandi..

“Kau ngidam ,dongsaeng?” Joon Hee terkekeh ..

Jandi tertunduk malu ,Jun Pyo tidak bisa menahan tawanya juga ,ia memenganggi perut Jandi dengan sayang..,”Anakku ..,ini anakku ,”kata Jun Pyo dengan bangga…,anak kebanggaannya ,anak yang dielu-elukannya..~END PART

Chapter Eighteen Part Three

Gempar


"Apa?Malam ini?Jihoo yang sedang duduk bersantai di teras rumahnya tampak sibuk berbicara dengan sesorang lewat telepon ,"Jae Kyung juga?"tanyanya lagi..

"Ah araso ,"Jihoo mengakhiri pembicaraan itu dan menutup ponselnya ..,bergegas ke rumah Jae Kyung yang berada tepat di sebelah rumahnya .Perbedaan waktu antara Amerika dan Korea membuatnya agak sedikit pangling ,sekarang disini masih subuh ,angit masih gelap ,udara malam dingin menusuk tulang .Jihoo mengetuk pintu rumahJae Kyung ,tidak ada jawaban ,

“Yya ..,”seseorang menepuk bahunya dari belakang..,itu Jae Kyung..

“Oo..kau darimana?”Tanya Jihoo ketika melihat Jae Kyung ,tubuh mungilnya dibalut mantel bulu mewah ,sebuah tas besar berwarna oranye tampak digenggamnnya .

“Lembur..,”jawab Jae Kyung sambil menguap..

“Lembur?sampai jam segini?”Tanya Jihoo..

“Ya..memang kenapa?”Jae Kyung mendelik kearah Jihoo yang masih memakai seragam dokternya ,stetoskop tergantung di lehernya ..,”Bukankah kau sendiri juga lembur?”

“Ya…memang ,seperti biasa aku harus siaga ,keadaannya sangat ‘gila’ ,apalagi tadi Jandi meneleponku katanya renovasi klinik kakek sudah dimulai ,”jelas Jihoo dengan tenang,,,

“Lalu untung apa kau kesini?”Tanya Jae Kyung sambil menaikkan satu alisnya..

“Cepat bersiap?”

“Bersiap apa?”

“Bersiap..ya bersiap…,”kata Ji hoo..,”Kita ke Korea sekarang ,”tegasnya..

***
Hall utama tepatnya di kediaman keluarga Goo ,hall paling mewah dan besar yang ada di rumah itu.Sebagian sudah tertata rapi dengan ornament-ornamen dan buket bunga ,meja-meja hidangan memenuhi hall itu ,berbagai macam hidangan dari berbagai Negara disiapkan dengan sedemikian rupa.Para pelayan dan EO lalu lalang sibuk melakukan tugasnya masing-masing ,seperti kata Mr.Goo semua harus yang terbaik ,tidak ada satupun yang boleh terluputkan. .,tidak masalah berapapun biayanya. Apalagi ini adalah selamatan cucu pertamanya ,ia tak mau menyianyiakan momen ini begitu saja ,bahkan Mrs.Goo pun ikut turun tangan merapikan bunga-bunga yang menghiasi hall ,sementara Mr Goo berbicara dengan EO terkenal ,untuk mengatur pesta ini ,menjadi sedemikian menarik walaupun waktunya sangat singkat ,namun tidak adayang mustahil bagi orang terkaya di korea itu..

Semua undangan sudah tersebar ,media masa ,infotainment ,wartawan menyiarkan berita heboh dari keluarga Goo ,orang terkaya di Korea sebagai liputan utama .Di depan kediaman Goo tampak banyak wartawan berkumpul mencoba mengambil berita heboh ini namun para bodyguard turun langsung ke lapangan untuk mencegat mereka.Seluruh siaran berita ditelevisi dengan gempar memberitakan ini semua.
Jandi ,Jun Pyo ,dan Joon hee duduk di rooftop ,tak ingin berhadapan dengan media masa dan wartawan yang mengila di depan rumah mereka ,maka mereka akhirnya memutuskan untuk berbincang melepas rindu..

“Dongsaeng kau hebat ,”Joon Hee tersenyum mengacungkan jempolnya..

Jandi tertunduk malu menatapi perutnya yang mulai membesar ,”Lama-lama aku terlihat seperti babi ,”canda Jandi sambil terkekeh..Joon Hee tertawa sementara Jun Pyo dengan polos mengejeknya ,”HAH?Bukankah dari dulu kau terlihat seperti babi?..,kau memang babi?”
“MWO?”Jandi mendelik kearah Jun Pyo ,Jun Pyo tersenyum ,kali ini pandangannya terarah ke istrinya dengan penuh arti ,ia mulai membisiki Jandi ,”Gwencana walaupun kau seperti babi ,aku akan tetap mencintaimu .,”Jun Pyo mencubit pipi Jandi dengan gemas ..,

“Aigoo ,aku tak heran kalau keponakanku cepat datang ,kalau di depanku kalian saja sudah mesra seperti ini ,apalagi di belakang?”Joon Hee menggelengkan kepalanya..

“Tancap gas..,”kata Jun Pyo dengan muka polos sambil mencomot kue yang ada di depan matanya..

Jandi diam-diam mencubit tangan Jun Pyo dan mendelik ke arahnya..

“Nyonya Geum Jandi?”seorang perempuan dari belakang menyapa Jandi ,”Bisakah ikut dengan saya?”

***
Jun Pyo ,Woo Bin ,Jihoo ,dan Jae Kyung berkumpul dalam satu meja ,Jandi belum terlihat ,tamu sudah mulai memenuhi hall utama ,Yi Jung dan Ga Eul juga tidak datang sepertinya karena mereka sekarang berada di Fiji..,Orang tua Jun Pyo ,Joon Hee dan orang tua Jandi juga adik Jandi yang terlihat semangat duduk bersama dalam satu meja..

“Kemana Jandi ?”Tanya Woo Bin pada Jun Pyo..

“Aku tak bertemu dengannya sejak ia pergi dengan perempuan itu ,”kata Jun Pyo sedikit khawatir..

“Perempuan siapa?”Jae Kyung bertanya..

“Tak tahu ,kurasa kenalannya Joon Hee noona,”jawab Jun Pyo..

Mr Goo mulai menaiki panggung ,semua orang memperhatikannya ,ketika ia berdeham..

“Hari ini ,saya benar-benar senang sekali ,bisa mengundang anda sekalian ,ke tempat ini…Ada suatu kejutan yang benar-benar special untuk saya juga seluruh keluarga Goo ,oleh karena itu saya mengadakan suatu pesta besar-besaran..Sebelum saya mengumumkan semuanya , silahkan menikmati hidangan yang ada..,”sambut Mr Goo ramah ,lalu ia turun dari panggung dan mulai duduk ,sementara semua hidangan disiapkan..

Jandi belum juga muncul ,tetapi semua tenang-tenang saja ..,Jun Pyo hendak meninggalkan kursinya ketika Joon Hee mendelik padanya dan memberi tanda untuk tidak meninggalkan tempat itu..

***

Part Four

Terbongkar


Jihoo bersadar di belakang hall tepatnya di dekat pintu ,menghindari keramaian ,semua tamu tampaknya sudah selesai makan ,sekarang sebagian dari mereka berbincang, adajuga yang berdansa di tengah-tengah hall ..Musik klasik terdengar di seluruh penjuru ruangan..

Mrs Goo dan ibu Jandi berbincang asyik sementara Gang San memainkan laptopnya..

Mr Goo mulai bersiap untuk memberitahukan pengumuman lagi..,ia berdiri dan naik ke panggung seiring musik mulai berhenti mengalun…

“Ehm..,ya ,sekarang saya akan menyampaikan pengumuman ini.Pesta ini saya dedikasikan kepada Geum Jandi .Geum Jandi ,menantu kebanggaan saya ,ia anakyang baik..Sungguh baik jika kalian mengenalnya ,ia orang yang pantang menyerah.Ia orang yang merawat saya ketika saya kesepian dan terbaring sakit ,ia yang mengubah keluarga Goo dan memancarkan kehangatan hatinya pada keluarga kami ,Keluarga Goo yang dingin. Anakku ,Jun Pyo ,aku sangat berterima kasih padanya karena membawa Jandi pada keluarga kami..,tanpa Jandi sekarang ,aku tak tahu apayang akan terjadi..Sejak awal aku melihat Jandi ,aku tahu ,kedua matanya memancarkan kebaikan..Ia berbeda..Ia bisa menaklukkan Jun Pyoyang sekeras batu ..,bahkan Joon Hee pun mendukung hubungan ini..Saya masih ingat ketika malam sebelum Jun Pyo pulang ke Korea dari Amerika ,waktu itu saya baru saja bertemu dengan Jandi dan tidak kuat lagi akan pesonanya ,maka saya menelepon Jun Pyo dan sebenarnya ini bercandaan saya saja ,saya menyuruhnya untuk menikahi Jandi sesudah ia pulang dari Amerika ,iapun waktu itu masih tertawa-tawa dan saya mengira ia tidak menggangap serius ini semua ,keesokannya pada sore hari ,dengan helicopter Jun Pyo mengandeng Jandi ,ia membawanya pada saya ,dan bilang kalau ia benar-benar ingin menikahinya..,momen itu ,masih tertanam di memori saya ,begitu susah untuk dilupakan ,seumur hiduppun saya masih tidak jamin bisa melupakan betapa senang dan mencelos hati saya waktu itu..
Ketika Jun Pyo pergi ke Amerika ,saya pun sudah pensiun ,pada malam hari saya suka duduk di rooftop sendirian melihat bintnag dengan teropong milik Jun Pyo ,,menikmati udara segar ,dan Jandi ,hahaha ia hanya bisa membuat saya terkejut ,pasalnya dengan seragam doketrnya ia menghampiri saya dan memeluk saya dari belakang ,lalu ia mengacungkan tangannya sambil memperlihatkan rantang berisi sup jahe buatannya ,itu yang paling saya suka ,ia lah penghiburku ,tak pernah sekalipun aku merasa kesepian ,ini semua berkatnya ,untukku ia bagaikan malaikat yang diutus dari Surga..Suatu malam ia membawa handycam dan merekam momen ini ,saya tak tahan untuk tidak memutarnya dan memperlihatkan momen ini pada anda semua..,”

Layar di belakang Mr Goo mulai memutar video yang dimaksudnya ,

“Appa..,”panggil Jandi..

“Nak ,matikan handycam itu..,”

“Wegude…?aku tidak akan mematikannya..,”protes Jandi..

“Hey..,untuk apa kau lakukan ini?”Tanya Mr.Goo sambil terkekeh..

“Hmm…siapa tahu ini akan berguna suatu hari nanti hahaha ,oh ya mengapa kau tidak memakan sup ku?”

“Ya..appa akan memakannya..tetapi kau matikan dulu handycamnya..,”

“Sido..,”Jandi memonyongkan mulutnya..

“Ya sudah aku tidak akan memakannya..,”

“Ah..appa..aku sudah capek-capek memasaknya..,”keluh Jandi..

“Hahaha..,aku akan memakannya kalau..,”

“Kalau?aku mematikan handycam ini?”tebak Jandi..

“Bukan ,kalau kau cepat membawa Jun Pyo pulang dan menikahinya ,memberikan aku cucu yang banyak dan gemuk juga sehat..,”

“Appa..,” “


,”Yah begitulah ,kami memang sangat dekat ,tidak ada seorangpun yang mengetahuinya ,kecuali saya ,Jandi ,dan satpam yang tentu saja membukakan pagar untuk Jandi setiap malam..Sekarang rasanya keinginan saya sudah terwujud semua ,termasuk yang terakhir..,seorang cucu..,”gumam Mr Goo..

Pintu di belakang hall mulai terbuka ,Jandi dengan gaun satin bewarna merah darah ,ia berjalan memasuki ruangan ,perut nya tampak menonjol dalam balutan gaun yang ketat itu..Rambut Jandi disanggul dan diberi pita..,ia terlihat sangat cantik ,perlahan mulai berjalan ke atas panggung ,semua mata tertuju padanya..,gambar di layar mulai berganti ,menjadi gambar buram hasil USG Jandi..

Jihoo ,Woo Bin ,dan Jae Kyung ,mereka bertiga dengan mulut menganga melihat kearah perut Jandi ,

“Yya..Kau..kau bercanda?”bisik Woo Bin pada Jun Pyo..,”Bagaimana bisa kau tidak memberitahu kami?”

“Apakah kau tidak menonton televisi ,dasar..,”cibir Jun Pyo tanpa mengalihkan pandangannya dari Jandi..

Jae Kyung mengeluarkan ponselnya dan menelepon Ga eul..

“Yya..Chu Gaeul..,kau harus dengar ini..,”Jae Kyung memasang loadspeakernya..

Jandi berdiri di sebelah Mr Goo ,Mr Goo merangkul bahunya dengan sayang lalu berkata ,”Yah dengan ini saya menyatakan ,bahwa menantu saya ,Geum Jandi ,sedang mengandung anak Goo Jun Pyo ,saya sudah menentukan kalau ,janin dalam kandungannya adalah pewaris utama keluarga Goo..,”

Semua tamu betepuk tangan riuh..

Gaeul hanya bisa berteriak-teriak,”MWOOO?GEUM JANDI?”~END CHAPTER


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #56 on: January 22, 2010, 04:19:06 am »
CHAPTER NINETEEN FULL PART

Chapter Nineteen

Part One

Gairah Terpendam


Gaeul menutup ponsel milik suaminya dan menaruh ponsel itu di atas meja..,ia benar-benar kaget ,pasalnya Jandi belum menceritakan ini semua kepadanya ,tentang kehamilannya itu ,yang benar saja…pikir Gaeul ,masih tidak percaya..

Gaeul menuju ke balkon kamar hotelnya ,memandang pemandangan malam Fiji yang begitu indah..Angin sejuk menerpa wajhnya..

Yizhung sedang pergi entah kemana ,tadi siang ia tidur dan ketika pada sore harinya ,ia bangun dan tidak menemukan suaminya itu di sudut manapun..

Gaeul menghela nafas panjang ,beberapa malam ini dirinya begadang karena mengurus materi pelajaran untuk kelasnya ,masa cuti Gaeul akan berakhir sebentar lagi..

Yizhung sama sekali tidak protes ,Gaeul yang kerap kali tidur pagi karena kewalahan mengurus semuanya..

Yizhung mencoba membantunya tetapi Gaeul berkata padanya untuk tidur saja ,maka Yizhung hanya bisa melihat istrinya dengan muka mengeriyit kasihan..

“Minggu ini pasti akan sangat sibuk ,”desah Gaeul ,matanya menerawang melihat pemandangan pantai pada malam hari ..

Tidak ada seorangpun di pantai ,masalahnya ini sudah malam sekali ,Gaeul hendak beranjak ke meja untuk melanjutkan pekerjaannya tetapi malam ini tak tahu kenapa ,sedikitpun kemauan tidak didapatinya..

“Hmm..,”Yizhung memeluk Gaeul dari belakang ,membuyarkan lamunan Gaeul..

“Yi..Yizhung!!”Gaeul melihat kearah suaminya ,”Kemana saja kau..?”tanyanya ,kecemasan terpancar dari suara Gaeul..

Kedua tangan Yizhung mengangkat sebuah box ungu ..,”Tadaaa..,”Yizhung tersenyum lebar..,memberikan senyuman yang paling manis untuk istrinya..

Seolah seluruh aliran listrik menyengatnya ,Gaeul tak bisa lebih terpesona lagi ,kedua mata Gaeul menerawang wajah suaminya itu..,Gaeul mengerahkan satu tangannya dan mengelus pipi Yizhung dengan sayang ,lalu ia bertanya pelan..,”Apa ini?”

Yizhung hanya tersenyum tanpa bilang apa-apa ketika Gaeul mendesah ,”Oh ya!!!!Yizhung ,tadi kau tidak membawa ponselmu?Jae Kyung meneleponku..,dan kemarin subuh ada missed call sebanyak 5 kali ,itu dari Jun Pyo..,”seru Gaeul omongannya menjadi tak keruan ,pikirannya masih tidak percaya dengan berita yang baru diterimanya..

“Waeyo ?”Tanya Yizhung menunjukkan tampang polosnya..,”Aku memang tidak membawa ponsel..,”tambahnya lagi..,rautnya menunjukkan kebingungan..

“Yya..,kau tidak tahu ,kemarin ternyata Jun Pyo meneleponmu ,ia ingin menyuruh kita pulang ,”seru Gaeul..

“Wegude?”

“Ia ingin mengundang kita ke pestanya..,”

“Pesta?Tapi kita sedang honeymoon ,”kata Yizhung sedikit tidak terima..

“Tapi Jandi hamil!!”jawab Gaeul lagi..

“Mwo!!?”sekarang raut wajah Yizhung juga menunjukkan ketidakpercayaan..

“Ya..,ia hamil..,”kata Gaeul pelan ,”Tadi Jae Kyung juga meneleponmu tetapi kau tidak ada jadi aku yang mengangkatnya ,Mr.Goo tampaknya mengadakan pesta besar-besaran..,”tambah Gaeul..

“Jandi..Jandi anak cengegesan itu ..,”Yizhung masih melongo tidak percaya..

***
Yizhung meneguk segelas fruit punch yang dipesannya ,disebelahnya Gaeul tampak sibuk memikirkan sesuatu..

Bar yang tampak sepi pada malam hari ,hanya ada seorang bartender ,Yizhung ,dan Gaeul disana..

Musik membahana diseluruh penjuru ruangan , suara ombak di sebrang bisa terdengar sampai kedalam bar ,walaupun samar..

“Hmm..,”Gaeul menghela nafas panjang..

“Waeyo?”Tanya Yizhung sambil mengelus rambut Gaeul ,bartender perempuan berambut pirang itu tampak bingung dengan apa yang dikatakan Yizhung ,nampaknya ia terpesona dengan senyum yang menghiasi wajah Yizhung..

“Aneh ,aku merasa aneh..,”Gaeul tersenyum kecil..

“Aneh kenapa?”Yizhung menatap istrinya..

“Aneh ,pada akhirnya Jandi..Jandi akan menjadi ibu dari seseorang ,”Gaeul masih tidak percaya..,”Parahnya lagi ,ia sama sekali tidak memberitahuku..,”Kedua alis Gaeul mengeriyit kesal..

“Hahaha..,yah begitulah..,akupun tidak percaya ,si Jun Pyo anak tengil itu akhirnya menjadi seorang ayah ,padahal dulu ia anak yang urak-urakkan ,aku tak bisa membayangkannya sebagai seorang ayah..,”kata Yizhung..

“Yah..,ahhh..,kyopta ,pasti anak mereka akan sangat lucu ,sorang bayi gemuk dengan pipi tembem ,seperti Jandi..,”Gaeul tersenyum..,”Aku juga inginnn seorang bayi..,”kata Gaeul tidak sengaja ,ia lalu menyadari apa yang barusan diomongkannya..

Yizhung berdiri dan menarik Gaeul..,”Ayo kita kembali ke kamar..,”

***
Yizhung membuka box ungu yang dibawanya tadi dan menumpahkan semua isinya ke kasur..

Mata Gaeul membelalak melihat apa yang keluar dari box ungu itu..

Sebuah gaun tidur cantik..tetapi ,”Ini terlalu terbuka..!!Aku tidak mau memakainya..,”Gaeul menggelengkan kepalanya sambil menatap gaun tidur itu dengan ngeri..

“Hey..,kalau kau mau cepat punya bayi seperti Jun Pyo dan Jandi maka pakailah..!”Yizhung terkekeh dan menyodorkan gaun tidur itu pada istrinya..

“Aku tak bermaksud..,”Gaeul menyesal atas omongannya yang terlalu sembarangan tadi..

“Yya..,aku seharian mencarikan ini untukmu..,lagipula kemarin-kemarin ,dari hari pertama kita disini ,kau tidak sekalipun menyisakan ‘waktu malammu’ untuk ku..,”protes Yizhung..

“Tapi..,tapi..,”Gaeul menatap gaun bewarna abu-abu itu ,lembutnya begitu terasa sejak pertama kali
Gaeul memegangnya..,sementara Yizhung tersenyum penuh harap..

***
Gaeul berdiri dengan gaun abu-abu membalut tubuhnya ,memperlihatkan lekukan-lekukan indah pada tubuh Gaeul ,

Rambut panjang nya bergelombang begitu menggoda Yizhung..

Kedua tangan Gaeul terus menarik gaun itu agar bisa menutupo tubuhnya lebih lagi ,namun tampaknya usaha itu sia-sia belaka ,mengingat gaun itu begitu terbuka memperlihatkan seluruh keindahan tubuhnya..

Yizhung menghampiri Gaeul yang berdiri ragu-ragu di depan pintu kamar mandi..,lalu mengerahkan tangannya dan membawa Gaeul berdiri di depan kasur..

“Hmm..,apakah kau mau mendegar sebuah cerita cinta.,”Yizhung membelai tubuh istrinya dengan sayang..

Aliran listrik menyengat tubuh Gaeul lebih lagi ..,seolah pikirannya tersumbat ,ia tidak bisa memikirkan apa-apa selain pangeran yang berada di depannya itu..

“Ce..,cerita cinta?”Gaeul tergagap..

“Yah..,”nada suara Yizhung terdengar begitu menggoda..

“Ter..,terserahmu ,”kata Gaeul pasrah ,ia sudah tak bisa memikirkan apa-apa lagi ,’rangsangan’ suaminya telah sukses membuat otaknya rusak dan tidak bisa berpikir jernih..

Yizhung mendekatkan mukanya dan berhenti tepat di telinga Gaeul ,ia membisiki Gaeul ,sementara tubuhnya berjalan dan pada akhirnya berdesakkan dengan tubuh Gaeul..

“Pada sautu hari ,”bisikkan Yizhung yang perlahan namun begitu mengoda Gaeul ,ia bisa merasakan nafas Yizhung menyapu telinganya ,”Pada suatu hari ,ada sepasang kekasih ,”ia melanjutkan ceritanya..

Nafas Gaeul menjadi tidak beraturan..,ritme nafasnya semakin aneh ,degup jantung Gaeul seolah menunjukkan kalau jantungnya bekerja 2 kali lipat malam ini..,pipinya mulai memerah..,keadaan semakin panas walaupun angin sejuk masuk melalui pintu balkon yang terbuka lebar..,suara ombak yang terdengar keras tadinya ,sekarang menjadi ciut ,seolah kedua telinga Gaeul hanya memfokuskan suara Yizhung.

“Lelaki tampan itu ,pada malam yang dingin ,dengan angin bertiup di sekitar mereka ,begitu terpesona melihat kekasihnya ..,”bisik Yizhung yang daritadi tidak beranjak sedikitpun,,

“Kekasihnya yang mengenakan sebuah gaun sutra cantik ,merangsang tubuh dan seluruh pikiran lelaki itu..,”lanjut Yizhung..

“Begitu cantik ,bagaikan seorang malaikat dari nirwana ,lekukan demi lekukan elok menghiasi tubuh kekasihnya itu ,”Yizhung berkata-kata sementara kedua tangannya berjalan menyusuri punggung Gaeul yang terbuka..

Gaeul tak bisa lebih tergoda lagi untuk tidak melepas kancing kemeja suaminya..,tangannya mencoba untuk melepas satu kancing ditengah kesempitan itu .

“Lelaki tampan itu ,”nafas Yizhung mulai memburu namun ia tetap melanjutkan ceritanya ,”seolah ingin ‘melahap’ tubuh kekasihnya ,”tangan kiri Yizhung mulai melepaskan tali gaun Gaeul…,

“Pikiran lelaki itu mulai gila ,ia mengoyakkan kemeja yang membalut tubuh bidangnya ,”kata Yizhung ,ia juga melakukan hal yang sama dan membuang kemejanya ke pinggir ruangan ,kemejanya mendarat di satu-satunya lampu meja yang menerangi kamar mereka…,sekarang cahaya itu meredup ,kamar mereka hanya diterangi oleh rembulan malam..

“Wangi kekasihnya begitu mengoda ,”Yizhung mulai mendekati Gaeul lagi ,membawa hidungnya untuk melewati sepanjang leher Gaeul ,wangi parfum mendominasi tubuh Gaeul ..

Yizhung memeluk Gaeul dengan erat..”Lelaki itu memeluk kekasihnya dan mendorongnya jatuh ke kasur..”

Gaeul yang sekarang sudah sepenuhnya berbaring di kasur ,ia bisa dengan jelas melihat suaminya yang berada di atas tubuhnya..

Gaeul meraba dada bidang Yizhung dengan perlahan..

“Kekasihnya itu tidak bisa menahan godaan ,betapa indah tubuh lelaki itu ,”kata Gaeul pelan memulai ceritanya sendiri..

“Lalu kekasihnya ,mulai menempelkan bibirnya pada bibir lelaki itu dan melumatnya dengan bergairah ,”tambah Gaeul ,seiring Yizhung mulai mendekatkan mukanya pada muka Gaeul ..Sekarang hidung mereka bersentuhan satu dengan lainnya..

“Oh ,kau ternyata lebih mahir sayang..,”kekeh Yizhung..

“Tak perlu basa basi kan ,kau terlalu lama ,”kata Gaeul tak sabar ,ia segera mengerahkan kedua tangannya dan menguncinya pada leher Yizhung..

Lumatan pertama tak bisa lebih nikmat daripada hal lainnya ,mereka bermain begitu pelan dan pelan ,Yizhung melepaskan ciumannya dan menatap Gaeul ..,satu tangan Yizhung meraba dada halus Gaeul dan mencoba melepaskan gaunnya itu ,tetapi salah satu tangan Gaeul mencegatnya …

Gaeul tersenyum malu ,pipinya merah semerah bunga mawar ,Gaeul duduk dan mendorong Yizhung ,membaringkan tubuh suaminya itu..,lalu Gaeul tidur diatas tubuh Yizhung ,mengistirahatkan wajahnya pada dada Yizhung yang bidang..

Deg Deg Deg Deg Deg

Gaeul mendengarkan saura degup jantung sauminya yang semakin cepat..

“Kenapa kau begitu enteng sayang?”Tanya Yizhung ,kedua matanya tertutup ,nafasnya memburu namun tampak menikmati semua ini..

“Hmm..kau mau tahu kenapa?”jari Gaeul bermain-main nakal meraba dada Yizhung yang begitu bidang ,”Karena kau telah membawa sebagian jiwaku pergi kemana ,sekarang tubuhku bagaikan melayang diatas awan ,kau terlalu mengodaku ,”kata Gaeul tersenyum ..

“Baru sebagian..?”kata Yizhung dengan nada menggoda..

“Yah..,”

“Aku tak puas kalau baru sebagian ..,aku ingin semuanya.,”protes Yizhung..

Gaeul terkekeh dan mendekatkan mukanya pada muka Yizhung lagi..

“Baik semuanya ,”bisik Gaeul ,ia menghirup aroma sepanjang leher Yizhung lalu naik ke wajahnya ,sekarang bibir mereka bertemu satu dengan lainnya..

Gaeul melihat bibir merah Yizhung yang begitu menggodanya ..,ia melumat bibir merah itu dengan cepat ,Yizhung mengikuti permainan istrinya itu ,membalas lumatannya..

Kedua tangan Gaeul menelusuri rambut halus Yizhung dengan begitu bergairah..

Gaeul dapat merasakan lidah Yizhung bermain nakal dalam mulutnya..,ini tidak bisa dipercaya ,Gaeul membawa dirinya untuk duduk sementara bibir mereka tidak menghentikan ciuman itu walaupun dalam keadaan duduk ..

Gaeul berlutut di kasur dan mengunci kedua tangannya pada leher Yizhung sementara bibir mereka bermain nakal ,melumat satu dengan lainnya ..,seolah mereka tidak akan pernah bisa berhenti lagi..

Tangan Yizhung menelusuri punggung Gaeul perlahan ,lalu meremas pinggangnya ,membawa Gaeul lebih dekat lagi kedalam pelukannya,..

Gaeul

Aku tak bisa tahan..Ini membuatku gila..

Yizhung

Tahanlah sebentar ,aku terlalu bernapsu ,kau yang membuatku memendam ini semua selama berhari-hari ,maka bersiaplah malam ini ,aku tak akan memberimu kompromi lagi…Aku akan membuatmu melayang sepenuhnya..

***





And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #57 on: January 22, 2010, 04:20:17 am »
Chapter Nineteen

Part Two

Terlambat


"Hah..Jandi hamil ,”kata Jilli yang tiba-tiba muncul dibalik Woo Bin ,tubuhnya dibalut gaun biru metalik ,rambut ikal panjangnya diikat keatas ,kedua mata biru tajamnya terlihat kontras dengan warna gaunnya,,

“Ji..Jilli..!!Hey cepat duduk ,”bisik Woo Bin sambil menunjuk kursi kosong di sebelahnya ..

“Hey ,baby ,”Jilli mengecup pipi Woo Bin dan duduk..

Jun Pyo memelototi mereka ,bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga Jilli mencium Woo Bin di depan umum..

Begitupun dengan Jihoo dan Jae Kyung yang melongo melihat mereka berdua yang berlaku begitu mesra..

Jandi menuruni panggung ,menghampiri dan memeluk orang tuanya yang duduk bersama Mrs.Goo ,tampak membicarakan sesuatu ,lalu menghampiri meja dimana suami dan teman-temannya berkumpul..

Acara nya sudah selesai ,orang-orang telah memberi selamat pada Mr Goo dan Jandi ,lalu satu persatu mulai pulang..

Hall sekarang sudah sepi hanya ada beberapa orang yang terlihat membicarakan masalah bisnis dengan Mr,Goo…

Jandi duduk di sebelah Jun Pyo ,sambil menghela nafas…,tampaknya dirinya belum menyadari siapa yang duduk di desekitarnya…

“Yya..Geum Jandi..,bagaimana bisa kau tidak bilang apa-apa pada kami ?”suara Jae Kyung membahana..

Jandi melirik kearah Jae Kyung ,”O..ONNI!!OTTOKHAE?BAGAIMANA KAU BISA DISINI?”seru Jandi kaget ,suaranya terngiang sampai ke sebrang hall..

“Tentu saja ,mana mungkin aku tidak menghadiri acara ini..!!begitu Jun Pyo menelepon ,aku dan Jihoo langsung pergi ke bandara..,”kata Jae Kyung bersemangat..

“Congratss btw.!!”Jilli juga tersenyum lebar menyelamati Jandi..

“Yya..,ternyata ,tak kusangka ,Jandi yang polos ,”Woo Bin menggelengkan kepalanya sambil tertawa..

Jun Pyo merangkul bahu Jandi ,ia berdiri ,”Kachaa..,”kata Jun Pyo pada Jandi..

“Kau…,mau kemana?aku mau disini ,”cegat Jandi..

“Ikut saja..,”seru Woo Bin ..,”Besok ,besok kita bisa bertemu lagi..,aku dan Jilli masih belum pulang ke Jeju ..,lagipula aku dan Jilli akan segera pergi ..,”kata Woo Bin..

“Ahaa..,apakah kau dan Jilli?”goda Jandi sambil menaikkan satu alisnya..

“Yeah..,surely ,we’re dating..,”aku Jilli sambil merangkul kekasihnya..

Jae Kyung dan Jihoo tampak serba salah melihat sepasang kekasih dan sepasang suami istri yang begitu mesra..

Woo Bin juga bangkit berdiri hendak meninggalkan tempat itu..

“Yya..,kau juga mau pergi?”kata Jihoo..

“Tentu..,bukankah kau ‘bersama’ Jae Kyung?”goda Woo Bin sambil menaikkan satu alisnya..

Jandi dan Jun Pyo tampak tersenyum lebar melihat Woo Bin yang menggoda Jihoo.sementara Jilli terkekeh kecil..

“Ehm..,tidak..,”Jihoo menjawab tenang…,raut wajah Jae Kyung memerah malu..

***


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #58 on: January 22, 2010, 04:21:26 am »
Chapter Nineteen

Part Three

Malam Seribu Lilin


Jun Pyo menggandeng Jandi dengan erat..

“Mau kemana?”Tanya Jandi singkat..

“Hmm.,ke tempat persembunyianmu dengan Appa ,bagaimana bisa kau menyembunyikan ini semua daripada ku?”Tanya Jun Pyo sedikit kesal..,”Sekarang kau harus membayarnya ,kau harus menemaniku..!”protes Jun Pyo..

“Yya..,apakah kau tidak salah?Setiap hari ,setiap malam ,aku bersamamu..!!”Jandi memonyongkan mulutnya..

Mereka menaiki tangga menuju keatas rooftop..

Sesampainya di depan pintu ,ketika Jandi dengan tidak sabar ingin membuka pintu itu ,Jun Pyo mencegat istrinya ,memegang tangannya dengan erat ..

“Jangan buka dulu ,”kata Jun Pyo..

Jun Pyo menutupi mata Jandi dengan saputangannya..

“Yya..,”

“Pokoknya jangan mengintip..,”seru Jun Pyo..

Jun Pyo membuka pintu itu ,angin sejuk terasa menerpa wajah mereka..

“Wahh sejuk ,”kata Jandi senang..

Jun Pyo menuntunnya untuk berjalan perlahan ,lalu ia berhenti tepat di tengah-tengah rooftop itu..

Jun Pyo perlahan membuka saputangan yang menutupi mata Jandi..

1000 lilin ,atau berapapun itu ,jumlah lilin yang mengelilingi Jandi dan Jun Pyo membentuk sebuah hati ,menerangi malam seolah mengalahkan rembulan yang menerangi gelapnya langit..

Wangi bunga mawar merebak ,bercampur jadi satu dengan angin malam..

Di sebelah Jandi ,sebuah meja kayu berdiri tegak ,diatasnya ada semangkok besar kimchi..

“Hiaaa ,kimchi?”Jandi yang tadinya terkesima dengan pemandangan yang dilihatnya ,sekarang mengeriyitkan alisnya,,

“Bukankah dari tadi kau mau makan kimchi?”kata Jun Pyo bertanya-tanya..

“Tak mau ,aku berubah pikiran ,”kata Jandi polos..

“Mwo?”Jun Pyo mebelalak protes..

“Tak mau kimchi ,”Jandi menggelengkan kepalanya..

“Jadi kau mau apa?”Tanya Jun Pyo ,dalam hati menenangkan dirinya..

“Hmm..,”Jandi memasang tampang berpikir..,”Bagaimana kalau kita berdansa?”

“Berdansa?Bukankah dulu kau selalu menolak untuk berdansa?”kenang Jun Pyo..

Jandi tidak memperdulikan suaminya ,ia langsung menarik Jun Pyo kedalam pelukannya dan memabringkan kepalanya dalam dada Jun Pyo..

“Begini baru aku mau ,”kata Jandi yang terlihat menutup kedua matanya..

Jun Pyo terkekeh ,”Mau begini?Memanfaatkan sisa waktu ?”

“Sisa waktu apa?”

“Sisa waktu sebelum nanti semuanya berubah ,ketika kita mencoba berdansa seperti ini lagi tetapi ada tangisan bayi yang akan selalu memanggil kita ,”kata Jun Pyo tersenyum sambil melangkahkan kakinya ,mulai berdansa pelan..

Jandi mengikuti gerak kaki Jun Pyo ..ia sedikit terkekeh ,”Ya..,aku tak pernah terpikir sampai kesana..,”

“Bayangkan saja ,kalau nanti setiap malam ,aku harus bangun mengganti popok bayi dank au harus menyusui mereka setiap beberapa jam sekali ,kau tidak pernah membayangkannya?”Jun Pyo tertawa,..

“Tidak..,”jawab Jandi singkat ,kemudian ia tersadar ,”Yya..,kau tau darimana semua itu..,”

“Ehm..,yah..,”Jun Pyo mengeriyitkan alisnya..,”Tetapi jangan menertawaiku oke..,”

“Apa sih?”Jandi tertawa menggoda suaminya..

“Ehm..,terkadang aku mengambil waktu beberapa jam di kantor untuk.., untuk membaca buku tentang kehamilan dan bayi ,”aku Jun Pyo..

Tawa Jandi merebak..,”Apakah kau tak salah?Aku saja tak pernah membaca macam itu..,”

“Dasar ,”cibir Jun Pyo ..

“Aigoo..,”Jandi berhenti dan menatap suaminya ..,ia berjinjit dan mencubit kedua pipi Jun Pyo ,”Calon ayah yang baik yah..,”Jandi mengecup pipi Jun Pyo..

Jun Pyo tersenyum ,tak bisa lebih bahagia lagi..

***


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #59 on: January 22, 2010, 04:22:32 am »
Chapter Nineteen

Part Four

Trauma


Jilli dan Woo Bin berdiam di mobil ,keduanya tampak lelah ..

Kejadian kemarin ,ketika badai masih terngiang kuat di dalam pikirannya..

Woo Bin menatap Jilli dengan sayang..,kedua mata Jilli tampak tertutup ,ia menghela nafas dan mencoba untuk melupakan semuanya..

“Jilli..!”seruan Woo Bin membuyarkan lamunan Jilli ..

“Um ,”gumam Jilli..

“Kejadian kemarin lagi?”Tanya Woo Bin khawatir..

“Ya..,aku tak bisa melupakannya ,terlalu sulit ,”kata Jilli..

“Apa yang terjadi sebenarnya?”Tanya Woo Bin merasa bersalah karena mengajak Jilli waktu itu..,”Miyane..,”sesal Woo Bin..

“Jangan minta maaf ,aku yang bodoh..,”Jilli memukul kepalanya..

“Don’t do that ,babe..,”Woo Bin mencegat tangan Jilli..

“I’m so stupid ,I’m the one who ruined our moment..,”air mata mulai merebak mengaliri pipi Jilli..

“No ,you weren’t!!Stop crying..,”Woo Bin memeluk kekasihnya dan mencoba menenangkannya ..

“I’m so sorry ,”Jilli terisak..

“Jangan begitu ,tangisanmu sangat menyiksaku ..,araso “seru Woo Bin ,memeluk Jilli semakin erat..,”Kemana Jilli yang tegar ,Jilli yang bersemangat ?”bisik Woo Bin..

“Ia menghilang ,sekarang yang tersisa hanyalah ‘aku’ ,Jilli yang rapuh ,”kata Jilli ,isakannya tidak berhenti..

“Tidak ..,”Woo Bin mengelus rambut Jilli ,melepaskan pelukannya ,dan menatap Jilli ,kemudian ia menyapu air mata dari pipi Jilli ,”Ceritakan padaku ,sebenarnya apa yang terjadi ?”Tanya Woo bin lagi ,ia tak bisa menyembunyikan kekhawatiran ini lebih lama lagi..

“Ibuku…,ibuku meninggal disaat badai ,di depan mata kepalaku ..,”kepala Jilli tertunduk ,air mata mulai menetes membasahi gaun nya,,

Woo Bin serasa ditampar ,pengakuan Jilli begitu menusuk hatinya ,ia menjadi merasa bersalah karena mengajak Jilli kemarin itu..

“Miyane ,”sesal Woo Bin..,suaranya terdengar hampa..

“This wasn’t your fault!”kata Jilli..

“Aku janji akan menjagamu ,aku tidak akan teledor lagi ,”nada suara Woo Bin menunjukkan tekadnya yang kuat..

Ia menatap Jilli dengan sayang ,lalu mengecup bibirnya..

“I love you ,aku tidak akan pernah mengulangi keteledoran ini lagi ,I’m promise..,”janjinya..,ia memegang tangan Jilli dengan begitu erat..

“Jilli..,aku tidak mau menunggu terlalu lama lagi ,aku..,”Woo Bin merogoh sakunya dan mengeluarkan sesuatu sementara isakan Jilli mulai memelan..

“Jilli ,maukah kau..,”~END CHAPTER




And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^