Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24823 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #60 on: January 22, 2010, 04:24:34 am »
REVIEW SECTION

“Apakah..,apakah kau mau jadi istriku?” tanya Woo Bin, matanya memanvarkan tekad yang kuat.
Isakan Jilli mulai mereda, ia menatap Woo Bin, kedua tangannya meraih pipi Woo Bin.
Jilli memberinya satu kecupan kecil,lalu ia tersenyum lebar.

“Ah…, menurutmu?” gumam Jilli balik bertanya, sekarang tatapannya menjadi nakal.

Hey!aku serius”. Kata Woo Bin seiring Jilli keluar dari mobil.

Jilli berdiri di hamparan taman bunga, sementara Woo Bin memperhatikannya dari mobil. Jilli tanpak menghirup aroma malam yang bercampur aroma wangi bunga. Lalu pandangannya sejenak melihat kearah rembulan, gaun biru meyaliknya terlihat mencolok dibawah cahaya lembut bulan malam itu.Ia tampak sangat cantik, lekukan tubuhnya memancarkan pesona lebih lagi.

Jilli memetik sebatang bunga, ia memperhatikan kelopak bunga itu yang berwarna putih kekuningan dengan seksama. Cukup lama,sebelum akhirnya ia berteriak..,
“Woo Bin!!Keluarlah!” serunya lantang.

Jilli menggenggam bunga itu semakin erat.Woo Bin hendak menghampirinya ketika Jilli berteriak lagi,
“Stop disitu…”.
Jarak mereka hampir 5 meter. Woo Bin terdiam melihat jilli yang penuh senyuman.
Mata biru Jilli memperhatikan Woo Bin, lalu tangannya mulai bergerak, memetik kelopak bunga itu satu persatu,

“ya…” satu kelopak gugur, Jilli menutup matanya dan menghela napas, lalu ia melanjutkannya lagi, “tidak…”.2 kelopak telah gugur, raut wajah Jilli terlihat semakin serius…, “ya..”, ….”tidak…” 4 kelopak telah gugur.
Masih ada 2 kelopak lagi…, berarti jawabannya tidak? Pikir Woo bin meringis.
“ya… , Tidak!!”. Jilli menghabiskan seluruh kelopak bunga dan jawaban terakhir adalah ‘TIDAK’

Hati Woo bin mencelos..
Tetapi  ternyata Jilli masih belum selesai..,
Sekarang yang tersisa pada tangannya adalah batang hijau panjang dari bunga itu. Lalu Jilli melingkarkan sebatang hijau itu pada jari manis di tangan kanannya dan menguncinya lalu ia berbisik, “Jangankan dengan sebuah cincin yang begitu berkilau, dengan sebuah batang bungapun kau melamarku, jawabannya akan selalu…… YA…” 

*****

“Jandi…,”
Ia terbangun karena sebuah bisikan kecil. Jandi membuka mata besarnya. Itu
Mrs.Goo!!!!!!

“Oo…,”
 Jandi terkaget-kaget, tidak percayaengan pengelihatannya sendiri, namun ia benar-benar Mrs.Goo..
Mrs .Goo tersenyum hangat pada Jandi, ia bergumam pelan.

“Bagaimana tidurmu? Apakah kau tidak keberatan untuk bangun sekarang karena aku ingin mengajakmu pergi.” Jelasnya.

Jandi terdiamm “Em…,aku tidak keberatan asal Jun Pyo..”

“Jun Pyo sudah pergi kerja sejak tadi pagi , mungkin ia akan sangat sibuk”. Kata Mrs.Goo.

“Hmmmm…begitukah??” Jandi diam sejenak lalu ia tersenyum.

“Baiklah, kalau memang anda mau pergi dengan saya…”

“Jangan pangiil anda, panggilah eomma,Cepatlah bersiap”, senyum Mrs.goo.

“Eh, Iye eomma”.

“Semua barang disini bagus kan?”
 Mrs.Goo menunjukan sebuah butik perlengkapan bayi pada jandi… Jandi terkesima melihat butik itu, Pintu masuknya dihiasi oleh kanopi diatasnya… Etalase toko itu memperlihatkan kumpulan perlengkapan bayi yang serba mewah.

“Ayo kita masuk.” Ajak Mrs.Goo…

Jandi menurut. Di dalam butik itu dibagi beberapa bagian. Ada bagian yang menjual kereta bayi di sisi kanan,lalu baju-baju bayi disisi tengah, dan mainan di sisi kiri. Sebuah tangga putar dengan banyak hiasan boneka menarik perhatian Jandi, Namun Mrs.Goo menariknya ke bagian baju.
Ada banyak rak, dari atas sampai kebawah. Seorang karyawan butik itu menghampiri Jandi dan Mrs.Goo, tersenyum ramah. Ia melirik perut Jandi dan tahu apa yang harus ia lakukan.

“Selamat siang, adakah perlengkapan yang mungkin anda perlukan?”. Katanya sambil menunjuk pada baju-baju kecil yang tersusun rapi..

“Er..”. jandi melihat begitu banyak baju, Ini membuatnya kebingungan.

“hmm…, mungkin untuk bayi yang baru lahir, kita akan perlu beberapa kain,baju,selimt,” Mrs.Goo tampak mengingat-ingat seiring matanya memperhatikan rak demi rak dengan seksama.

“Harga ekonomis , favorit para ibu!”
 pelayan itu meraih sebuah baju kecil berwarna putih polos tanpa motif.
Tetapi Mrs.Goo hanya menunjukan senyum simpul dan menggelengkan kepalanya,

“Uh-hu…,tidak!!harga mahal tidak jadi masalah.keluarkan semua yang terbaik..,” serunya.

Jandi mengerinyit, dalam pikirannya berbisik, “sangat Goo Jun Pyo..”
Karyawan wanita itu pergi menghilang ke balik pintu. Ia keluar beberapa menit , dengan banyak baju memenuhi kdua tangannya.

“Semua dari bahan terbaik. Jarang orang membelinya ketika melihat harga yang tercantum”,

 karyawan itu menjelaskan dengan alis mengernyit , dalam pikirannya sembari menjajarkan baju-baju itu di depan Mrs.Goo. Beberapa kain dan selimut tampak selembut sutera.Jandi tidak bias menahan dirinya untuk tidak meraba selimut dan kain-kain itu. Kelembutannya membuat ia tercengang..
Mrs.Goo tersenyum.
 
“Dari reaksimu, aku tahu kalau semua ini memang benar-benar yang terbaik.”

“Ah?” jandi tak bias menyembunyikan keterkagetannya. Ini adalah benang-benang terbaik yang pernah dirasakannya. Benar-benar terbaik.

“Kalau begitu …,tolong bungkus ini semua”. Perintah Mrs.Goo, tangannya mengacungkan sebuah credit card..

“ho?Semua? iy….ye”, karyawan itu tampak begitu terkesima. Namun Jandi tidak lagi kaget.., Ia tahu semua akan begini. Wanita di hadapannya benar-benar mirip Goo Jun Pyo.

“Hah? Mengantar Jandi pulang ke rumah kalian.Sekarang??”
Raut kekecewaan mulai tampak pasa muka Mrs.Goo.

Jandi tahu itu pasti Goo Jun Pyo.

Hari sudah semakin gelap ketika mobil mereka berjalan dengan begitu cepatnya seolah mengejar waktu. Mrs.Goo memasukan ponselnya kedalam tas. Sedikit kesal, ia menenangkan diri dan mulai berbicara pasa Jandi..

“um.., Jun Pyo …,Ia sudah menunggumu di rumah kalian..”
Jandi hanya bisa menngangguk kecil lalu ia berkata..

”Gumawo sudah menyediakan waktumu. Mungkin lain hari, aku dan Joo Hee onni bisa mengatur waktu agar kita bias memiliki waktu minum the bertiga”

Kata Jandi dengan senyum lebarnya ,mencoba menghibur Mrs.Goo. Mrs.Goo mengelus bahu Jandi dan menatapnya dengan sayang…

“Begini baik..,selama ini aku telah salah menganggapmu, Aku selalu memikirkan yang terbaik untuk Jun Pyo . tapi aku sadar , aku sama sekali tidak mengerti , apa itu arti ‘terbaik’. Karena kau sempurna, tapi aku buta,bahkan tak pernah menyadarinya dulu”. Aku mrs.Goo  tertunduk,sambil menghela nafas. Ia tak sanggup menatap kedua mata jandi.

***

Jun Pyo berdiri di depan pagar ketika Jandi muncul dengan banyak bawaan di kedua tangannya.

“ya Tuhan, Kau mau membunuhku , membiarkan aku melihatmu membawa belanjaan sebanyak ini!” teriaknya histeris, Jun Pyo mengambil semua barang dari tangan Jandi…

“Hey!! Kau kita aku apa!!” Jandi meringis kesal,

“Jangan meremehkan wanita hamil. Bodoh!!” cibir Jandi..

Tetapi Jun Pyo hanya terdiam, ia menatap Jandid engan alis mengerinyit,

“Aku tidak meremehkan.., aku hanya khawatir..” Gumam Jun Pyo pelan.

“Tak perlu khawatir”. Sahut Jandi ketika mereka  sampai di dalam kamar. Jandi melirik Junpyo yang sedang menaruh barang-barang belanjaan di ujung ruangan. Raut wajahnya masih terlihat cemas.

“bagaimana bisa”. Kata junpyo pelan, ia menghampiri jandi yang berdiri di depan lemari sambil memeluknya dari belakang. Jandi meraih jeans ¾ dari dalam lemari dan hendak memakainya. Junpyo melepas pelukannya dan memerhatikan jandi.

“oh…”, seru Jandi, Ia melirik jeansnya yang hanya muat sampai bagian paha saja,

“Tak muat lagi?” ringisnya, ia memaksa mengancing jeansnya namun usahanya sia-sia.
 Junpyo terkekeh kecil, Ia berlutut dan menempelkan kupingnya pada perut Jandi yang terlihat membesar.

”Sudah tumbuh besar,nak!Bagus!!”,bisik Junpyo dengan wajah senang.
Jandi tersenyum kecil. Junpyo berdiri dan membuka kemejanya,Ia melemparkankemeja itu pada Jandi.

“Pakailah.. aku akan mengajakmu ke suatu tempat”,Perintah Junpyo.
 Jandi menurut,tubuh mungilnya tenggelam dalam kemeja Junpyo yang terlihat seperti rok terusan ketika dipakainya.

“Tetapi aku tidak memakai celana atau jeans.” Protes Jandi ketika Junpyo menariknya keluar kamar.
 
“memang kau kira ini rumah siapa pakai malu-malu, lagipula kamar kita ada di lantai 4, tidak akan ada yang berani kecuali aku menyuruh seseorang untuk menginjakan kaki mereka di lantai ini.” Tekan Junpyo meyakinkan Jandi. Jandi hanya mengangguk pelan.

"Oh ya, jangan melupakan barang belanjaanmu itu.” Kata Junpyo sambil meraih barang-barang itu.

“Sebenarnya kita mau kemana?” tanya Jandi. Junpyo hanya mengedipkan matanya dengan senyuman licik.

Jendela besar di seberang pintu memperlihatkan keindahan langit malam dengan bulan dan bintang-bintang yang menggantung di langit. Tangan Junpyo meraih gangang pintu sementaratangannya yang lain menggenggam Jandi. Jandi yang ragu Ia menghentikan lakahnya walaupun Junpyo telah menariknya.

“waeyo?Ayo masuk..” kata Junpyo..

Jandi mengintip kedalam kamar. Angin dari AC menerpa wajahnya membuatnya sedikit menggigil.Aroma rumah sakit dan mall bercampur menjadi satu. Junpyo mendorongnya kedalam. Sekarang kaki Jandi menapak lantai kayu dingin, Ia berdiri dipinggir ruangan dengan mulut menganga. Lemari-lemari raksasa mengelilingi seluruh ruangan. Jandi sangat terkejut oleh apa yang dilihatnya sekarang ini. Kantong-kantong plastik memenuhi sebagian ruangan itu sehingga ruangan itu terlihat sangat sempit walaupun Ia percaya kalau tadinya ruangan itu adalah ruangan raksasa.

 “umm..” Jandi mengeryitkan alisnya sambil memasang tampang berpikir..

 Junpyo menaruh kantung belanjaan Jandi di tengah-tengah kantong lainnya. Jandi membuka salah satu lemari raksasa, Ia mendelik keatas . Lemari itu penuh sesak dengan baju-baju bayi. Ia memelototi Junpyo,

“yya.. apa ini??” tanya Jandi.

“Apa? Baju bayi untuk anak laki-laki..,” jawab Junpyo polos..

 “Umm..Lihat di sebelahnya adalah lemari untuk baju anak perempuan.di sebelah kiri untuk obat-obat,popok,dan perlengkapannya,di sebelahnya lagi  leamri untuk mainan.Kau lihat saja sendiri.” Jelas Junpyo acuh tak acuh, tangannya sibuk merapihkan kantong-kantong yang memenuhi ruangan itu.

” Lalu kantung itu berisi apa?”.

”Hmm..baju,mainan,banyak tetapi aku belum membereskannya..,”

Jandi hanya mengangguk tidak percaya .., ia tidak mengatakan  apa-apa, terlalu terlena dengan dunia fantasinya. Jandi menatap salah satu sweater berwarna pink  yang sangat kecil. Tetapi sweater itu terlslu tinggi untuk diraihnya. Junpyo mengambil tangga dan naik untuk mengambilnya. Ia melempar sweater itu kebawah.

“tangkap..,” gumamnya. Jandi meraih sweater itu , Ia merasakan kelembutannya, menempelkan sweater itu pada pipinya..

”waah..,lembut,sangat kecil.” Gumam Jandi tersenyum.

Junpyo duduk diantara plastik-plastik itu, sementara Jandi tidur di pangkuannya.

“kau jadi berat,babi!” ejek Junpyo sambil terkekeh. Jandi dengan mata tertutup hanya bisa berkata dengan kseal.

“Mwo..?”

Tawa junpyo terdengan samar-samar. Seluruh ruangan henung sebelum jandi bergumam,

“oppa..”

Junpyo membelalak, “Apa kau bilang..?”

“Opaa Jun Pyo..” bisik Jandi…



And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #61 on: January 22, 2010, 04:26:02 am »
ENDING CHAPTER

PART ONE


NOTE:-This story served with fast motion

“Bagaimana kalau ini?”Jilli menaruh sekuntum bunga yang menjadi hiasan-hiasan rambut coklatnya.Woo Bin mengelus rambut Jilli yang halus bergelombang.

“Kau sempurna ,apapun juga sempurna,” tatap Woo Bin membuat Jilli tersipu sehingga memalingkan kepalanya. Jilli melepaskan hiasan itu dari kepalanya tanpa bersuara. Lalu ia tersenyum kecil dan bergumam ,”Oh okay..I’ll take this one..”

“Perfect baby ,”Woo Bin mengacungkan jempolnya ..,lalu ia berkata ,”Take some ,whatever you want ,whatever you like..,tetapi cepatlah sedikit okay ,kita akan ke butik ,Mrs Wang sudah menyelesaikan gaunmu dan tuxedo ku..,”senyumnya ,sementara Jilli hanya mengedipkan satu mata birunya dan segera lari memilah-milah hiasan rambut dan pita yang ia suka..

***

Gaun itu bewarna hitam sedikit kecoklatan ,panjangnya kurang dari selutut ,2 tali tipis mengantung padanya ,dan pita bewarna putih satin mengitari gaun itu. Jilli memandangnya dalam keterkejutan ,ia tidak menyangka gaun itu terlihat lebih indah ketika ia melihatnya secara langsung. Gaun itu begitu halus membalutnya. Jilli menahan dirinya untuk memakai gaun itu dan bergumam sambil terkekeh kecil .,”Aku bahkan tak rela memakainya,..akan sangat bagus kalau gaun ini berdiam di lemari kaca..”

Woo Bin mengetuk pintu fitting room mengagetkan Jilli ,”Baby?Already?”tanyanya tak sabar..

Jilli membeku ..,”Nope..”

“But its already 30 minutes!!What did You do?”Tanya Woo Bin meringis..

“I can’t wear it sweetheart!”bisik Jilli dari balik pintu..

“Apakah tidak muat?”Tanya Woo Bin lagi semakin penasaran dibuatnya..

“You buy a too perfect dress for me..”gumamnya sambil tersenyum..

“I knew,”Woo Bin tertawa lega..,”I did..karena kau sendiri adalah wanita yang Perfect untukku..”

***

“Okay jadi ,kostum check..,”papar Woo Bin tersenyum puas..Ia menyalakan mobilnya hendak meninggalkan butik..”Sekarang kita mau kemana?”Tanya Jilli polos..”Um ke toko bunga.,”jelas Woo Bin sambil mengelus rambut Jilli..

Jilli hanya tersenyum menurut seiring mobil itu berjalan ,well ,apa yang bisa dikatakan saat hatinya sedang berbunga-bunga?Mulutnya seolah membeku begitu saja..,tak bisa memungkiri rasa bahagia ini..,ia akan menjadi istri seseorang..Yah ,ia bukanlah Jilli yang dulu lagi..kehidupan baru menantinya..

Langit mulai menunjukan kemuraman yang sangat ,awan putih kebiruan berangsur-angsur menjadi biru kehitaman yang suram sesampainya mereka di toko bunga..Aroma bunga yang mencekat membujuk wajah Jilli untuk mengalihkan pandangannya dari atas awan. Woo Bin menarik tangan Jilli memasuki toko bunga itu ,”Apakah kau sudah mengaturnya?”Tanya Jilli pada Woo Bin tanpa rasa penasaran sedikitpun karena jawabannya sudah pasti ya..

“Belum..,”jawaban itu mengagetkan Jilli  ,karena ia tahu jawabannya adalah yak arena selalu ya..,”Tapi aku menemukan satu yang bagus..,”lanjut Woo Bin memecah keheningan seiring mereka mulai memasuki jalan setapak memasuki toko bunga itu..

***

“Pas kan?”Woo Bin tersenyum mengacungkan sebuket bunga yang kelopaknya melekuk begitu indah ,biru metalik mewarnai bungai itu dengan tangakinya yang bewarna hijau segar..”Just like your eyes,”gumam Woo Bin .Mata Jilli dan bunga itu bertemu ,keduanya selaras dengan warna biru yang begitu mencolok pandangan. Jilli meraba bunga dihadapannya ,yang membasahi jari-jari tangan dengan embun dingin. Para penjaga toko hanya dapat memandang mereka dengan tatapan iri sambil berbisik satu dengan lainnya ,”Aih..beruntungnya wanita itu..,”bisik salah seorang mereka berusaha agar tidak kedengaran ,sekarang satu lagi anggota F4 yang akan menikah..”Bukan yang beruntung adalah lelakinya ,”debat seorang penjaga lelaki dengan suara minim. Mereka menatap pasangan itu dengan penuh kekaguman ,Jilli dan Woo Bin yang kebetulan menjadi satu-satunya pelanggan sore itu ,berdiri begitu dekat ,hanya beberapa centi memisahkan keduanya ,membuat mereka tampak seperti melekat satu dengan lainnya ,ditengah-tengah lingkaran bunga ..Suasana yang tidak bisa digambarkan seolah dunia hanyalah milik mereka berdua..

***

“Besok aku akan mulai mengajar lagi ,”bisik Gaeul. Mereka sedang ada didalam pesawat yang menuju Seoul. Kebisingan membuat keduanya semakin sakit kepala ,Yi zhung menjawab dengan suara pelan yang terdengar lelah ,”Apakah tak sebaiknya kau istirahat dulu ?”Ia merangkul Gaeul dan membenamkan kepala Gaeul pada dadanya yang hangat..”Hm..,tidak..,aku sudah terlalu lama beristirahat..,”

“Tidurlah ,aku akan membangunkanmu setibanya kita di Soeul..,”papar Yi zhung menghela nafas panjang..,seiring mata sayu Gaeul mulai menutup dan tertidur tanpa mengetahui apa-apa lagi..

***

Ia merasa seperti di Surga ,apakah benar-benar di Surga?Pikiran konyol memang ,tepis Gaeul dalam hatinya. Angin menerpa dengan begitu sejuk ,bau kayu yang masih segar dan bau tanah serta rumput berbaur menjadi satu mengelitik hidungnya. Ia tidak ingin membuka mata ,ia ingin terus terlelap ,punggungnya yang lelah hilang seketika ,sewaktu ia menyadari kalau dirinya sedang berbaring di kasur empuk yang halus..Bunyi kicauan burung yang begitu tiba-tiba mengaung di kedua telinganya ,membuat Gaeul terpaksa menyipitkan matanya..

“Oh..,”

“Kau sudah bangun?”Tanya Yizhung yang muncul dari balik pintu membawa secangkir teh dengan asap yang mengebul hebat padanya..

“Um ya..,”jawab Gaeul ditengah kebingungan..,sekarang pandangan Gaeul menuju keatas , atap yang menutup kamarnya dengan gravity tinggi dilapisi kayu kokoh bewarna putih..

Jendela besar di setiap sisi kamar ,hanya mempertontonkan halaman luas dengan rumput-rumput bewarna hijau muda ,pagar bata tinggi menutup setiap centi dari halaman ,enggan memperlihatkan dunia luar ..,jendela itu mencerna setiap sinar matahari yang masuk kedalam kamar ,membuat Gaeul menyipitkan mata untuk kedua kalinya..

“Oh ya.,selamat datang di rumah baru kita..,”senyumnya dengan tampang puas..Yi zhung menaruh secangkir teh itu di meja kecil yang terletak tepat di sebelah tempat tidur ,pada tangan kirinya Yi zhung menggengam sebuah amplop dengan erat..Gaeul tidak terlalu memperhatikan Yizhung ,ia hanya sibuk berkelut di dalam pikirannya ,yang menyimpan berbagai macam pertanyaan..

“Bagaimana kita bisa sampai disini?”Tanya Gaeul meminta penjelasan..

“Aku yang mengendongmu keluar dari pesawat lalu kita pulang dengan taksi ,kau tertidur begitu lelap ,tidak terganggu dengan apapun…”jelas Yizhung tersenyum polos membuat Gaeul meringis malu ,bagaimana bisa ia tidur seperti itu..

Sepertinya sekarang amplop dengan pita itu menarik perhatian Gaeul sehingga ia meraihnya dari Yizhung..,”Apa ini?”

Sementara Yizhung hanya terkekeh dan mencoba menahan tawanya ,”Kau tak akan percaya ini..”

***

Seiring waktu yang berjalan ,ia tahu waktunya semakin dekat ..Semuanya semakin jelas dan tertata ,sekarang ia tinggal menunggu hari dimana hal itu kan terjadi...Tenang saja ,ini semua pasti akan fantastis ,pikir Jilli berdebat dengan pikirannya sendiri..

Tak bisa memungkiri bahwa ia sangat khawatir dan canggung akan semua ini ,terlepas dari Woo Bin yang terlihat baik-baik dan santai saja..

“Apakah kita berjalan terlalu cepat ,”Tanya Jilli ragu ,Woo Bin duduk menyilangkan kaki ,menerawang kearah taman yang akan menjadi saksi atas hari bersejarah dalam hidupnya ,ia menghela nafas panjang lalu merangkul Jilli dan berkata dengan tenang ,”Tidak..,aku yakin..,yakin sekali ,kau adalah pasangan hidupku..”

Jilli menundukkan kepala..,keraguan semakin jelas terpancar pada wajahnya..

“Apa lagi yang harus kita tunggu?”papar Woo Bin tersenyum..,terlihat tidak terbeban sama sekali..Justru ia merasa tidak sabar..

Jilli masih diam ,Woo Bin tahu ,Jilli masih ragu dan akan jawabannya..,”Aku tidak sabar ,kau tahu..Ini semua pasti sempurna..Ketika di masa depan nanti ,kau akan menungguku pulang dari kantor setiap petang ,lalu membuatkanku makanan enak ,wah..,aku sungguh tak sabar..Apalagi ketika kita memiliki bayi nanti ,aku ingin ,mereka memiliki mata biru sepertimu..,”papar Woo Bin terkekeh..

“Mereka?Memang berapa anak yang kau inginkan,”goda Jilli ketika suasananya mencair..

Woo Bin tampak diam sejenak dengan tampang berpikir ,lalu senyuman jahilnya keluar membuat Jilli mengeriyitkan alis ,”Um..bagaimana kalau 11..,kita akan bisa membuat kesebelasan sepak bola kan?”katanya semangat ,mengingat obsesinya dengan sepak bola yang membara akhir-akhir ini..

Kedua alis Jilli yang mengeriyit terlihat semakin nyata pada wajahnya ,”Banyak sekali..Apakah kau mau bertanggung jawab atas mereka semua?”

“Apa maksudmu?Aku ayahnya tentu saja akan bertanggung jawab sayang..!”Woo Bin mengacak-acak rambut coklat Jilli ,sedikit tak terima dengan apa yang baru didengarnya ..

“Well ,not about that baby!!Maksudku ,kau mau tidak menggantikan mereka popok dan segala macamnya..,”goda Jilli lagi ,tersenyum puas ketika ia mengira berhasil membuat Woo Bin sedikit resah..

“Um..yah..,”Woo Bin mendeham lalu memalingkan wajahnya sejenak..,”Yah..”ia merasa senasib dengan Jun Pyo sebelum waktunya..Ditanyai tentang menganti popok ,memberi makan dan segala macamnya…Tubuh Woo Bin sedikit bergetar ngeri mengingat Jun Pyo yang sekarang didaftarkan ke kelas perawatan anak oleh Jandi..Tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya disana..

Jilli hanya tertawa melihat tingkah Woo Bin yang menjadi ragu.., tawanya semakin menjadi ketika ia merasa sudah menang menjahili Woo Bin..

“Yah..,yah aku bisa saja sih..,kalau kau mau anakmu tersedak susu ,atau matanya kelilipan sabun ketika aku memandikan mereka..yah aku bisa saja..,”kata Woo Bin dengan tampang polos..
Raut wajah Jilli menjadi sedikit kesal ,”Kalau kau begitu pada anak-anakku..Aku tak..,”

Woo Bin tahu apa yang akan dikatakan kekasihnya itu..,maka ia langsung saja membawa wajah Jilli padanya dan menciumnya..Satu kecupan ,lalu Woo Bin bergumam pada Jilli ,menatap matanya ,”Kita..Kita bisa sewa pelayan dan babysitter..Yang terpenting..,kau menjadi istriku dulu ya..,kumohon…”

Jilli hanya tersenyum simpul..,lalu memeluk Woo Bin dengan erat..,”Aku akan menerimamu apa adanya..Don’t even worry..I won’t go anywhere baby..”paparnya menenangkan Woo Bin..

***

Ketika sudah menjelang pagi ,matahari baru membuka separuh matanya ,dan menyinari halaman dengan cahaya redup..Jandi dan Mrs.Goo sudah duduk dengan pakaian santai yang tetap terlihat formal ,keduanya bercakap sambil menyeruput secangkir teh Jasmine yang baunya merebak memenuhi seluruh ruangan..

Jendela ruang tamu dibuka Jandi lebar-lebar ,sehingga seluruh aroma embun dan udara pagi masuk ..Akhir-akhir ini Jandi menjadi lebih senang dengan suasana rindang dan sejuk ,kubilang beruntunglah dia karena Jun Pyo membeli sebuah rumah diatas bukit dengan hutan lebat di belakangnya ..

Jun Pyo belum juga bangun sampai ia dikagetkan oleh suara dua wanita yang sedang asyik berbincang tepat di ruang tamu yang bersebrangan dengan kamar utama mereka..

“Oh ya ,hari ini aku akan mengerjainya..,”suara Jandi bergeming samar-samar di kedua telinga Jun Pyo ..,diikuti dengan tawa Mrs.Goo yang membuat matanya membelalak..

“Apa ini?”Jun Pyo duduk di kasur ,kedua tangannya mengosok-gosok telinga dengan cepat..,merasa salah dengar ,ia memutuskan untuk tidur kembali ,masuk kedalam mimpinya..

“Apakah kau yakin dengan itu?”

“Ah tentu saja ,lihat nanti apa yang akan dilakukannya selain pasrah..”

Tawa membahana ..,membuat Jun Pyo benar-benar bangun sekarang..,dan ia membuka pintu dengan mata sayu..

Jandi dan Mrs Goo menatap Jun Pyo dalam diam..

Perlahan Jun Pyo sadar apa dan siapa yang dilihatnya..

Mereka sedang berbincang dengan bahagia..

Mereka ,istrinya dan ibunya..

Istrinya Jandi..,dan ibunya Mrs.Goo mantan direktur yang galak seperti nenek sihir itu..

“Oo!!Apa..Apa yang ..?”Jun Pyo menunjuk-nunjuk Mrs Goo dengan ngeri seolah ia sedang melihat hantu di pagi hari ,bola matanya serasa ingin keluar dari tempat..,mencerna setiap penglihatan yang ada di hadapannya itu..

Jandi menarik Jun Pyo untuk duduk di sebelahnya..

Mrs.Goo tetap menyambut Jun Pyo dengan senyuman hangat..,sedangkan Jun Pyo masih dengan mata membelalak..,ia mengucak matanya dan meneguk seluruh teh milik Jandi sampai habis..

Tak percaya ,untuk apa ibunya kesini..,dengan tiba-tiba?

Mrs.Goo dan Jandi masih tersenyum simpul ,tenang menghadapi Jun Pyo..

“Apa tujuan omoni kesini?”Tanya Jun Pyo ,mencoba untuk ramah ,namun suaranya tidak bisa berbohong lagi..

Mrs Goo menjadi tidak enak dengan sikap Jun Pyo yang merasa kehadirannya adalah gangguan..,”Omoni ..hanya ingin menemanimu dan Jandi ke kelas perawatan..”

Sekali lagi Jun Pyo tergelak..,ia menutup matanya menocba untuk mencerna setiap kata baik-baik..Oke jadi ,ibunya dan istrinya akan membawanya ,menemaninya ,dan dengan yakin menertawainya di kelas perawatan bayi khusus ayah..Dan ia akan bergabung dengan ayah-ayah lainnya di kelas itu..Sungguh memalukan ,Jun Pyo bergidik ..,merasa tidak terima namun ini satu-satunya jalan untuk menjadi ayah yang ‘becus’ dihadapan Jandi..

Jun Pyo menenangkan pikirannya ,suasana hening ,lalu ia membuka mata dan menatap perut Jandi yang sudah semakin membesar didalam balutan jaket coklat yang dikenakannya..Hanya sebentar lagi saja ,ia akan menjadi ayah..Seorang Ayah..,maka ia harus tenang dalam mengendalikan suasana ini..,yah betul..ia harus tenang dan berwibawa..

“Um..omoni ,aku mengijinkanmu untuk ikut..,”papar Jun Pyo merendahkan suaranya setenang mungkin ,menampilkan senyum memelas ,dan jujur saja ,tawa Jandi merebak melihat kelakuan suaminya yang ‘aneh’ itu semenatara Mrs.Goo hanya bisa meringis melihat anak lelakinya ,di hadapannya untuk pertama kali menjadi salah tingkah..

***
Siang itu ketika matahari sedang terik-teriknya menyinari Seoul..Jihoo dan Jae Kyung duduk berdua di depan kedai Sup Sapi..Hanya memandangi kedai itu dalam tatapan kosong dengan sekantong sup sapi di tangan mereka..Berjalan dari hotel sampai kesini membutuhkan waktu yang lama ,tidak diduga mereka sebelumnya..Atas permintaan kakek yang sangat ingin minum sup sapi ,padahal hari begitu panas ,ia masih ingin minum sup..Jae Kyung membujuk Jihoo untuk membelinya tetapi mereka dengan keadaan lelah dan berkeringat ,baru sampai di kedai terdekat ,setelah berjalan selama 30 menit..

Dan disinilah mereka sekarang ,memutuskan untuk istirahat karena tahu tak mungkin mereka akan kuat untuk berjalan lagi..Jae Kyung masih terengah-engah sementara Jihoo dengan tenang tetap duduk dan memperhatikan Jae Kyung..

“Kau tidak capai sama sekali?”Tanya Jae Kyung ,berusaha mengatur nafasnya..Jihoo mengeleng tanda tidak ,walaupun keringat di sekujur mukanya mengalir deras ,namun Jihoo tetap saja tenang..Ini membuat Jae Kyung sedikit aneh sampai-sampai berpikir kenapa ada orang seperti ini..,dan bagaimana Jandi bisa-bisanya dekat dengan orang yang seperti ini..

Pertanyaan itu membuat kepala Jae Kyung semakin pusing ,maka ia memutuskan untuk mengajukan pertanyaan pada Jihoo tanpa basa-basi lagi karena ia yakin kalau orang yang duduk di sebelahnya itu baik-baik saja dan tidak terlihat lelah sama sekali..,”Bisakah kau..,please..,mengendongku?”papar Jae Kyung..

Jihoo membelalak tetapi entah mengapa ia masih terlihat tenang juga..,dan hanya menjawab “Oke” tanpa ekspresi dan nada yang datar..

Jihoo berdiri siap mengendong Jae Kyung ,ketika seorang anak remaja perempuan dengan kamera mengantung di lehernya ,menghampiri Jihoo..,dan bertanya dengan muka berseri-seri..,”Apakah ini pacarmu?”

Jae Kyung melirik anak itu dengan malas ,ia tahu Jihoo akan diam seribu bahasa ,maka Jae Kyung melontarkan ,”Ya..ya ..”kecil dan berharap anak itu segera pergi ,bukannya mengambil gambar mereka dengan kamera ..

“Terima kasih ..,”anak perempuan itu membungkuk dan meninggalkan mereka berdua ,sementara Jae Kyung mencibir tidak jelas ,ia naik ke punggung Jihoo..

“Kau berhutang padaku..,”gumam Jihoo..

“Tak biasanya kau perhitungan..,okay kan kubayar sesampainya kita di Amerika..,”janji Jae Kyung dengan suara lesu..

***

Jun Pyo melirik kearah jam tangannya berkali-kali dengan resah..Sementara mobilnya masih saja berhenti tanpa bergerak di tengah kemacetan yang gila ini..

Ia baru selesai rapat dan hendak mengikuti kelas perawatan khusus ayah untuk kedua kalinya..

Pikirannya terus berjalan ,membayangkan Jandi yang akan meledak jika ia sampai terlambat..,atau ibunya akan datang lagi dengan tiba-tiba?Jun Pyo semakin ngeri dengan apa yang dipikirkannya..Pengalaman pertama kemarin masih belum bisa ia lupakan ..Mungkin tidak akan bisa dilupakan..,mengingat betapa malu dirinya..Jun Pyo hanya menutup mata..

Mempraktekkan seorang bayi dengan robot..Bagaimana bisa ada pemikiran seperti itu?Kata Jun Pyo dalam hati..Benar-benar gila ,ketika para istri memperhatikan mereka semua dibalik ruang kaca dan terkekeh bahagia..HAHA!!sedangkan suami mereka hanya memasang senyuman palsu dengan tampang memelas seolah berkata ..,”Ampuni aku!!”
Dan parahnya..,ajhumma paruh baya yang berdiri di depan sebagai guru mereka ,dengan tampang galak dan nada sangar menjelaskan detil tentang bayi..Setiap ayah disitu diberikan satu meja dengan bayi imitasi yang tidak lain adalah robot ,berbaring diatasnya..Dan Jun Pyo tidak bisa mengelak bahwa bayi itu terlihat dan bertingkah benar-benar seperti..,’bayi’..

Oke ,hari pertama itu Jun Pyo memutuskan bahwa ini adalah kelas khusus ‘penyiksaan’ ayah..,belum lagi mengingat tongkat pemukul yang digenggam erat ajhumma itu..Belum cukup kesialan di hari pertama ,ketika mereka sedang belajar memakaikan popok ,seluruh bayi robot itu serentak menangis ,meraung-raung..Jelas seluruh ayah kaget dan cepat-cepat mengantikan popok sesuai dngan instruksi..Jun Pyo yang kelihatannya sangat minim pengalaman disbanding yang lain ,ia hanya tahu menghabiskan waktu dengan bekerja dan menyenangkan istri tanpa tahu semua ini..Dengan sukses ,bayi Jun Pyo menangis meraung semakin menjadi sementara bayi lain di kelas itu sudah diam didalam pelukan ayahnya masing-masing..Oke ,ini memalukan ,sungguh!!Jandi dan Mrs Goo tidak tampak kaget ,tetapi mereka tertawa sekencang-kencangnya ,Jun Pyo tersenyum memelas berpikir bagus kalau istrinya masih bahagia walaupun ia tersiksa..Pandnagannya tak lepas dari Jandi sampai ajhumma itu membawa tongkat di tangannya dan menghampiri Jun Pyo..Jun Pyo mencoba menjelaskan bahwa ia sudah memakaikan dengan begitu benar dan apa yang bisa salah dari itu?

“Haha..memakaikan popok adalah hal gampang ,mungkin robotmu ini yang sudah..,eror..”semprot Jun Pyo mengejek membuat ajhumma itu semakin naik darah..,sementara ayah-ayah lain hanya bisa memandangi Jun Pyo dengan muka tegang..

“Lalu kalau gampang ,kenapa bisa begini?”Ajhumma menunjuk bayi Jun Pyo yang masih menangis keras..

“Yah..,kan sudah kubilang..pasti eror..!”kata Jun Pyo lagi ,sekarang ia menyilangkan kedua tangannya seolah menantang Ajhumma berambut keriting itu..
“Baik..,”jawabnya tegas ,ia segera memeriksa jikalau ada yang salah ,dan kau tahu apa..

Ajhumma menghela nafas panjang ,melihat popok yang dipakai bayi itu ,terbalik ,miring kanan dan kiri ,stamp pada kedua sisi terlihat longgar ..

PLAKKK..

Satu pukulan mendarat di tangan Jun Pyo..,”APA INI!?”Ajhumma yang sudah naik darah ,meraih kepala bayi di tangannya dan menaikannya tinggi-tinggi di hadapan Jun Pyo ,dengan tongkatnya ,ia menunjuk setiap bagian popok yang salah ,ayah-ayah lain tak bisa menahan godaan untuk tertawa ,membuat Jun Pyo malu dan tidak terima..

Jun Pyo merebut robot yang masih meraung-raung itu dari tangan ajhumma..,dengan marah ia membanting robot itu sambil memonyongkan mulutnya..,dan kali ini ,robot itu tergeletak di lantai dengan irama menangis ,tertawa ,bercampur menjadi satu ,dan aku yakin ,bayi robot itu telah resmi eror karena Goo Jun Pyo,..

Jun Pyo meninggalkan kelas dan menarik Jandi di dalam ruangan kaca untuk pulang..,setiap orang terpana melihat kelakuan ajaib Jun Pyo..

Ketika mereka sampai di lahan parkir ,menunggu supir untuk datang ,ajhumma membuka kaca dan melemparkan tongkat nya dari lantai 2 ,dan tepat jatuh di kepala Jun Pyo..

“YAISHHHHHH!!”Jun Pyo berteriak..,bersumpah tidak akan kembali kemari..,yang kutahu tak mungkin karena Jandi telah mendaftarkannya untuk bulan-bulan kedepan sampai anak mereka lahir dan pastinya Jandi akan memaksa Jun Pyo untuk datang lagi ,mau tidak mau..,seperti hari ini..

Ia berharap mati saja ,ketika ia bisa melihat Jandi yang sudah menunggu di depan pintu masuk ,melambaikan tangannya dengan senyuman gembira…,seolah berkata ,”Oke ,aku akan menyiksamu lagi ,datanglah padaku..”

Dengan senyuman meringis ia menghampiri Jandi dan siap menerima ‘pukulan’ lainnya yang tidak lain adalah hiburan bagi Jandi..

***

Tangan Jae Kyung bergetar menatap Koran di hadapannya..

YOON JI HOO RESMI BERPACARAN DENGAN PUTRI JK GROUP

“Apa-apaan ini?”Jae Kyung bergumam ,ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ..

Sekarang ia berada di suatu stand majalah dan Koran ,lari pagi yang menjadi kebiasaan yang disenanginya ,tiba-tiba menjadi ‘mimpi ajaib’ yang dihadapinya sekarang ini..

Jae Kyung mengelengkan kepala ,sekarang ia masuk Koran ,digosipkan berpcaran dengan Ji Hoo ,yang adalah SALAH!Ia terkenal ,lebih terkenal dari sebelumnya karena setiap Koran dan majalah memuat berita dan gossip salah ini..

Jae Kyung dengan segera menaikkan hoodie menutupi kepalanya dengan harapan orang-orang tidak akan mengenalinya..Kakek penjual hanya dapat menatap Jae Kyung dengan penasaran ,”Apakah kau benar-benar wanita itu?”tanyanya berkali-kali tanpa digubris Jae Kyung..

Jae Kyung meninggalkan duit dan membawa lari Koran itu segera..,”NYONYA INI 100.000 WON!!!”teriak penjual itu ,hanya bisa memandangi Jae Kyung berlari semakin jauh ..Rejeki nya hari ini benar-benar tidak terduga ,Koran jualannya dihargai 100.000 won membuat kakek itu mengganga memperhatikan kepergian Jae Kyung..

***

Ketika minggu demi minggu berlalu ,Jilli tahu hari nya semakin dekat ,dan ia tahu sebentar lagi ia tidak akan tidur sendiri lagi ,ia akan meninggalkan kamar kesayangannya..

Jilli menatap sekelilingnya ,kamar yang cukup luas itu dilapisi wallpaper bewarna biru muda yang birunya semakin memudar ,lantai kayu yang mengeluarkan suara ‘krit’ setiap Jilli berjalan itu ,menyimpan begitu banyak kenangan..

Kasur nya yang terbuat dari kayu dicat putih ,terlihat rapuh ,namun masih menopang tubuh Jilli sampai saat ini ,dan tidak terjadi hal-hal buruk seperti yang dipikirkan kebanyakan orang yang melihat kasur tersebut ..,”Kasur itu akan segera jebol tahu ..,”komentar kebanyakan teman Jilli..

Sebuah kursi goyang dengan bantal rajutan diatasnya ,deritan bangku itu masih terasa melekat ,kehangatan memenuhi hati Jilli setiap duduk di bangku itu..

Jilli menyeret kakinya membuka jendela dan semua angina dari pantai berebut masuk kedalam kamar Jilli ,bau asin dari laut segera merebak memenuhi ruangan..Jilli merenung melihat kearah pantai..,”Mom ,tidak banyak waktu lagi yang tersisa..,”bisik Jilli ,ia tersenyum dan menangis disaat yang sama..

“Aku tidak rela sejujurnya..,”gumam Jilli lagi ,ia lalu menatap seluruh kamarnya..

Dan memutar ingatan yang masih hangat dalam pikirannya..,kenangan indah masa kecilnya..

“Mom ,how about blue?Light blue?”gumam Jilli bersemangat ,rambut coklat panjangnya dikepang dua ..

“Hmm ,you think its good?”jawabnya ,Jilli menganguk pelan pada ibunya ,sekarang mereka berdua berdiri di dalam kamar yang masih kosong melompong ,lantainya pun hanya berupa semen berdebu..”I’ll make it as a beautiful room..,a comfy one..,”Jilli terkekeh semangat..Ia mulai mengitari ruangan ,dan mengira-ngira dimana akan menaruh barang-barang kesayangannya ..

“You’ll make it different right?”

“Yes Mommy ,,I will ,my room in our olden home ,its you right who decorated it?”

“Me and your Daddy..,before you were born..,”senyum ibunya..

“Yeah..,You know ,I don’t really like pinkish stuff..”Jilli mengacungkan tangan ,membuat ibunya tertawa melihat kelakuan Jilli..

“Really honey?Because I thought little girl should like that colour..,”

“Hehehe..,not me Mommy ..,I’m different from another little girl..,”tawa Jilli dengan senyum nakal..

“I knew ,because you are Mommy and Daddy’s lovely daughter..,You are different and special..”

“Mommyyyyyy..!!”Jilli tertawa puas ,pipinya merona merah ketika dipuji ,ia berlari kedalam gendongan ibunya ..

“Mom I want our rocking chair..”

“Sure honey ,Daddy will bring it here to Jeju from Italy..,”

“Uh oh , I want our rocking chair and I want you to read a tale every night for me when I sit on your lap..,Mommy..,”pinta Jilli manja..

“Haha..,of course honey…”

“You promised right ,everything would be just the same ,like in Italy..”

“Yes..baby..We should go home first to Italy to say good bye to all of your friend and pack our stuff there, when people working to fix this home..,to make it beautiful right?”

“Yes I know..I’m really sad ,in fact ,we will leave Italy soon ,and move here..”

“Everything will be just the same okay..We will begin our new life here..Agree?”

“Yes..”

“Promise me?”

“I am..”kekeh Jilli..


Dan tepat lusanya setelah kejadian itu ,ibu Jilli meninggal ,meninggalkan janjinya untuk memulai kehidupan baru…Jilli kecil meningginkan kehidupan baru tetapi bukan ini yang diinginkannya..Bukan kehidupan baru tanpa ibunya..Sebagai gadis kecil yang menyaksikan kematian ibunya sendiri di depan mata ,ia merasa hatinya teriris-iris ,bahkan menjadi mimpi buruknya sampai sekarang..

Jilli duduk di kursi goyang yang tampak sangat tua itu..,ia berjanji akan membawanya ke rumah baru ,tempat dimana ia dan Woo Bin akan tinggal nanti setelah mereka menikah ,dan akan membacakan buku cerita pada anak-anak mereka setiap malam di masa depan nanti..

Jilli tersenyum ketika ponselnya bergetar..

“Jilli kita nanti siang kujemput kau setelah rapat selesai ..Dan kita akan menemui Mr Sung ,Wedding EO ,di restoran di Seoul..Bersiaplah ,mungkin kan perlu beberapa hari lagi di Seoul..”

Jilli membaca pesan dari kekasihnya , ini melelahkan ,persiapan ini sudah mencapai tahap final ,dan seiring berjalannya waktu Jilli dan Woo Bin semakin sering pulang pergi Jeju-Soeul..Begitulah ,belum lagi pekerjaan Woo Bin di Jeju yang menjadi tanggung jawabnya ,sementara Jilli yang akan memutuskan untuk berhenti bekerja setelah ia menjadi istri Woo Bin..

Hari itu semakin dekat dan ia harus memastikan dirinya sudah siap..

***


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #62 on: January 22, 2010, 04:27:19 am »
PART TWO

Ruang guru petang itu ,sudah sepi tanpa huru-hara para guru yang biasanya sibuk bekerja ,besok adalah akhir pecan dan semuanya sudah pulang ke rumah masing-masing..Gaeul masih memainkan pen di tangannya ,merasa koneksi dengan otaknya terputus begitu saja ketika seorang cleaning service masuk dan mesin pembersih debu meraung-raung mengagetkannya..

Gaeul memandangi sinar matahari yang meredup ,lalu pandangannya tertuju pada pekerjaan di mejanya ,”Sedikit lagi..,”Gaeul menyemangati dirinya sendiri..”Aza!”bisiknya pelan..

Ketika pen di genggamannya mulai menari-nari ,memenuhi kertas demi kertas dengan tulisan tangannya ,Gaeul mendongak dikejutkan oleh penampakan sebuket bunga mawar yang berasal dari belakang..Itu Yizhung..

“Selamat sore sayang ..”Yizhung mengecup kedua pipi merah Gaeul..
Yizhung muncul dengan pakaian kasual yang sangat jarang dikenakannya kecuali pada waktu-waktu tertentu ,ketika sedang santai atau apalah..Terlepas dari jas atau ‘seragam’nya ketika membuat keramik ,Yizhung selalu menyisihkan pakaian kasual miliknya di lemari..

Kedatangan Yizhung membuatnya lebih buyar lagi ,sehingga Gaeul tersenyum memelas ,terpaksa tersenyum ,bukan karena tidak senang dengan kehadiran suaminya ,bukan begitu ,tetapi ia hanya merasa pekerjaannya akan semakin menumpuk ,ia tahu tidak akan bisa lagi melanjutkan ini semua ketika konsetrasinya sudah termakan habis oleh suasana ,maka Gaeul berdebat dengan pikirannya sendiri ,memutuskan stop adalah jalan terbaik ,karena tahu semuanya akan berjalan sia-sia jika ia terus lanjut..

“Em..,tumben kau memakai pakaian seperti itu..,”papar Gaeul sembari membereskan mejanya ,dengan tidak sabar memasukkan paksa seluruh dokumen yang akan dikerjakannya pulang nanti ..,mejanya terlihat rapi kecuali tumpukan-tumpukan dokumen itu..

“Er…,yah hehehe..Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat..,”aku Yizhung ,rautnya terlihat tidak sabar..Sadar istrinya sedang kesulitan ,ia membantu Gaeul memasukkan seluruh dokumennya dengan rapi dan gesit ,membuat Gaeul merasa kikuk sebagai seorang istri ketika suaminya bisa melakukan hal yang harus dilakukannya dengan begitu mudah..

Gaeul menunjukkan senyum simpul sebagai tanda terima kasih…,tak tahu harus berbicara apa..

“Sudah yuk ,”Yizhung menarik tangan Gaeul cepat-cepat meninggalkan ruangan itu ,tepat setelah cleaning service selesai dan mengunci ruangan dengan segera..Lampu di lorong telah mati sebagian ,membuat suasana mencekam terasa menyesakkan dada Gaeul ,namun ia terus memberitahu dirinya untuk tenang karena suaminya ada disini ,sedang mengandeng tangannya dengan erat..Fakta bahwa Yizhung berada di sebelahnya membuat Gaeul sedikit tenang ..,dan perlahan ia merasa kebahagiaan merasukinya lagi ,mengingat ,oh ya ,aku adalah istrinya sekarang ..Gaeul tersenyum bangga..

“Kemana sih?”Tanya Gaeul penasaran ketika raungan mobil Yizhung berdengung di kedua telinganya..

“Chu Gaeul ,meingangat kau selalu stuck di toko bubur ,sekolah ,rumah ,aku tidak yakin kau mengetahui tempat ini..,”ejek Yizhung ,ia merogoh laci ,sebuah kacamata ditemukannya ,Yizhung segera mengenakan kacamata hitam itu..

Gaeul meringis tidak teima..,lalu berkata dengan getir..,”Di Seoul kan?”

“Yep”

“Kalau begitu aku pasti tahu..,tahu kok!!”kata Gaeul ngotot..

“Berani taruhan..,ayo kita pergi..”senyum Yizhung ..

***

Pagi itu ketika keadaan masih getir ,Jae Kyung menatap marah Jihoo yang duduk dengan santainya..

“Heiiiii ,disaat seperti ini kau masih bisa tenang !!”geram Jae Kyung marah setibanya ia di hotel ,tamparan di Koran itu seolah tidak berarti apa-apa ,melihat Jihoo yang masih menyeruput kopinya dan mengembalikan Koran itu pada Jae Kyung..,serasa Jae Kyung yang begitu membara ingin melempar cangkir yang ada di genggaman Jihoo dari lantai 17 ke lantai 1..Ini gila!!!Pikirnya tak karuan..

“Ya..,tidak apa toh.”gumam Jihoo ,pandangannya tertuju kearah tivi ,membuat Jae Kyung merasa dirinya adalah sinting..

“Tidak apa bagaimana..,jelas-jelas ini salah..”kata Jae Kyung getir..

“Ya tidak apa..,kalau begitu kita pura-pura pacaran saja ,dan kalau waktunya datang nanti ,ya baru kita umumkan putus..,begitu saja ..”jawab Jihoo lalu kembali melanjutkan menonton tivi ..

“Gila ya..!!Apakah kau minum obat atau apa?”

Jihoo mengangguk tanda tidak seolah memberitahu kalau dirinya masih waras..,sementara Koran itu mendarat di tempat tidur ketika Jae Kyung melemparnya dengan kasar..,”Kau ikut aku sini..,”papar Jae Kyung marah ..,”kau harus buka matamu dan lihat kehebohan yang terjadi di luar sana..”katanya sembari menarik tangan Jihoo..,ia merasa tamparan ini belum cukup keras untuk Jihoo..

Jihoo hanya menurut ,ekspresinya tetap tenang ,seolah tak ada apa-apa dihadapannya ,tak ada seseorangpun yang benar-benar bisa ‘membaca’ pikirannya saat itu..

Jihoo bukanlah sembarang Jihoo ,pikir Jae Kyung ,ia tahu dan mencoba menenangkan dirinya …,namun tak berhenti melangkahkan kakinya sama sekali..

Jihoo yang masih menurut hanya bergumam santai ,”Jangan lupa sebentar lagi kakek pulang..”

“Araso..”sahut Jae Kyung ,ia bertekad Jihoo harus tahu dan mereka harus bertanggung jawab juga maju sama-sama atas masalah ini..Yah..

***

Jun Pyo yang baru pulang kerja ,hari sudah larut malam ,kelelawar memenuhi pohon-pohon tinggi mulai membuat dirinya ngeri ,ia dengan cepat melangkah masuk..

Jandi yang entah dimana ,pasti ada didalam suatu ruangan di rumah besar ini..

“Mana Jandi?”Tanya Jun Pyo cepat pada pelayan yang membawakan teh untuknya..

Pelayan itu mendunduk hormat dan menjawab pertanyaan Jun Pyo dengan nada yang sangat halus ,terdengar begitu sopan dan terlatih ,”Di kamar bayi ,Tuan”

Jun Pyo mengganguk dan menyuruhnya pergi ,ia selalu mendapati Jandi di kamar bayi sepulangnya ia kerja..Memang tidak aneh sih ,tapi ia merasa cemburu saja ,karena biasanya Jandi akan menyambutnya sepulang kerja ,dan sekarang malah pelayan yang menyambut ,Jun Pyo menghela nafas ,merasa gila karena cemburu dengan anak sendiri..

Grekkk..

Jun Pyo melirik Jandi dari balik pintu..Wajahnya terlihat ceria ,merapikan beberapa boneka beruang ..,ketika Jandi menyadari kedatangan Jun Pyo dengan segera ia melambaik dan berteriak seperti anak-anak ,”Eh..Oppa..,mari kesini..!!”Jun Pyo mengeriyitkan alis ,memutar otak kenapa istrinya menjadi sangat aneh juga sangat baik semakin hari berganti..

Karena Jun Pyo tak kunjung masuk ,Jandi sedikit berlari menghampirinya ,”Oppa kenapa tidak masuk?Apa kau sudah minum Oppa?”tanyanya ramah..

Jun Pyo mengganga ,”Jangan lari-lari dong ,aku seram melihatmu seperti ini ,berlari-lari dengan perut besar mengantung di badan mungilmu itu..”kata Jun Pyo menginggatkan sambil memonyongkan mulutnya ,sementara Jandi hanya bisa menggumam ‘hehe’ dan tersenyum lebar..

“Apa ini karena kehamilannya?”pikir Jun Pyo ,tak tahu kenapa rasa rindu merasuki dirinya ,ia rindu dipukuli dan dimarahi Jandi ,kerinduan yang aneh tapi tetap saja ia merasa merindukan itu semua..

“Dasar perut babi”ejek Jun Pyo berharap omelan Jandi akan keluar alih-alih ia berkata dengan santai,”Walaupun perut babi tapi Oppa tidak meninggalkanku kan..”

Ini oppa ,itu oppa ,sini oppa ,situ oppa ,Jun Pyo hampir gila dibuatnya..Ia memutuskan untuk menelepon dokter kandungan mereka suatu hari ketika di kantor..,”Apa ini karena kehamilannya atau bagaimana?”tanyanya penasaran dan tidak sabar ,ia ingin menyemprotkan ‘Cepat jawab saja’ pada dokter itu tetapi ia menenangkan dirinya..

“Yah ,mungkin bawaan bayi..Jangan khawatir kalau ia berbuat aneh-aneh..”kata dokter menenangkan..

“Dengan kata lain ,apakah kau menjamin Jandiku akan kembali menjadi galak kalau anak kami sudah lahir?”Tanya Jun Pyo getir ,merasa tidak puas dengan jawaban dokter..

“Ya ,tenang saja..”papar dokter itu santai..

“Ia juga bisa kembali kapan saja sih..,”tambahnya..

“Hah?maksudmu?”Jun Pyo merasa semangat kembali..

“Yah ,tidak ada yang bisa memprediksi emosinya itu..”kata dokter..

Jun Pyo menutup gagang telepon merasa percuma mendengarkan dokter itu..

Lagi-lagi telepon berdering..

“Yeobseo..,”Jun Pyo bersuara ,terdengar tidak sabar dan suaranya kembali dingin ,kekesalan sedikit meliputi hatinya setelah percakapan dengan dokter tadi ,ia merasa frustasi..

“EH!Oppa!Kau disana..,kukira kau akan rapat..,”suara ceria yang dikenalnya akhir-akhir ini ,pasti Jandi..

“Ehehe iya..,”Jun Pyo tertawa memelas..,merasa dirinya telah masuk perangkap..

“Oppa pulang nanti kau bawakan aku satu kardus mangga ya..,”pesan Jandi..

“Mwo?Satu kardus?”papar Jun Pyo kaget ,merasa tidak yakin apakah istrinya itu akan benar-benar memakan satu kardus mangga itu sekaligus..

“Iya..,satu kardus ..,kenapa kau keberatan?”suara kekecewaan yang seperti anak kecil mulai tersirat ..,sekarang dengan sempurna Jun Pyo bisa membayangkan kekecewaan Jandi bak seorang anak kecil yang sedang merengek meminta permen di hadapannya,dan ketika ia bilang ‘tidak’ dengan tegas ,air mata mulai berlinang pada kedua mata kecilnya ,gaya yang sangat khas kau temui pada anak kecil..Jun Pyo menghela nafas panjang..,membuang jauh-jauh pikiran gilanya itu..

Karena Jun Pyo merasa bakat yang paling menonjol dalam dirinya adalah menyenangkan istri ,maka jawabannya ,”Tentu tidak ,aku akan membawakan mu satu kardus tentu saja..Kalau kau mau lima kardus juga tetap kubelikan ..,”canda Jun Pyo..

“Eh?Betul?LIMA KARDUS?”Suara Jandi langsung berbinar-binar..

“Ehm..,”Jun Pyo merasa terjebak lagi ,omongan tidak serius tentu ,tetapi ia merasa telah menembakkan pistol kearah dirinya sendiri..

“Kalau begitu boleh lah..,Terima kasih ya oppa..,lima kardus hehe..,”

Jun Pyo menutup mata dan berusaha ceria ,”Iya sayangku ,lima kardus..”

“Hehehe”

***

Jilli masih mendata seluruh kebutuhan pestanya..Dan rata-rata semua sudah selesai ,beberapa hari lalu ketika EO mereka menjelaskan bahwa sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi..

Woo Bin meyakinkannya pesta ini pasti akan menyenangkan ,maka Jilli berpikir positif dengan mempercayai omongan kekasihnya..

Seoul sebenarnya menjadi tempat yang asing bagi dirinya karena selama ini ia hanya berada di antara Jeju dan Italy..Tetapi atas pertimbangan mereka ,akhirnya Seoul diputuskan menjadi tempat yang tepat untuk melaksanakan semua ini..

Jilli melahap pasta saus krim kesukaannya ,sembari menunggu Woo Bin ..Petang itu Seoul dirundung hujan deras ,langit sore terasa begitu gelap dan pekat dimata..

Untung suasana restoran ini membuat hatinya paling tidak sedikit lebih tenang ,Jilli merasa kerasan karena aroma Italy yang tersimpan di setiap sudut ruangan meningatkannya akan rumah masa kecil..Seolah mesin waktu membawanya pulang ke Italy ,rasa senang merasuki seluruh tubuh Jilli seketika membuat ia tersenyum sendiri ,sambil menatap asap yang mengebul dari hot chocolate di hadapannya..Musik klasik khas Italy masih mengiang di telinga sampai detik ini ,musik itu terus mengalun ,membuat hatinya menari-nari..

Perapian yang menyala-nyala di ujung ruangan ,api bewarna oranye ,terasa begitu hangat ,sama persis seperti ketika ia tinggal di Italy ,rata-rata orang mempunya satu perapian di setiap rumah ,berbeda dengan Korea ,rumahnya sekarang di Jeju tidak memiliki satu perapianpun ,membuat Jilli kecil protes pada ayahnya..Tetapi tetap saja tidak digubris ,membuatnya semakin frustasi..

Untunglah Woo Bin mengerti dan bersedia membuatkan satu perapian di rumah baru mereka ,hal ini membuat Jilli tersenyum ,mengingat kelak ia akan bisa merasakan kehangatan api oranye setiap sore..

Ketika Woo Bin muncul dengan tubuh basah kuyup ,Jilli segera melepas jaket dan melemparnya pada Woo Bin ..,”Jangan sampai sakit..”

“I know..Thanks babe..,”Woo Bin membungkus dirinya dengan jaket milik Jilli. Jilli menyodorkan segelas hot chocolate pada Woo Bin ..”Minumlah”

Tangan kanan Woo Bin meraih hot chocolate itu sementara tangannya yang lain menggengam erat tangan Jilli..,tangannya yang hangat dan besar ,tidak asing bagi Jilli ,ia merasa sekarang ibu yang dirindu-rindukan telah menggengam tangannya dengan begitu erat..Rasa itu begitu kuat entah mengapa ,ia merasa kembali ke kehidupan lampau ,ini semua membuat Jilli berusaha setengah mati menahan air mata yang memenuhi pelupuk matanya ..Musik klasik yang terus berganti ,nada demi nada ,memaksa air mata Jilli untuk menetes ,ia ingat setiap badai datang ,ibunya akan menggengam kedua tangannya lalu memutar musik klasik kencang-kencang sampai ia merasa Jilli kecil tidak akan bisa mendengar badai yang tengah terjadi dengan begitu hebatnya di depan rumah..Dan pada akhirnya ,..ia tetap meningat lagi ,kalau malam dimana ibunya meninggal ,badai sedang mengamuk..,ketika Jilli merasa tidak berdaya melihat pelindungnya direunggut nyawa begitu saja..,Jilli kecil merasa itu adalah mimpi sehingga ia meraung-raung sekencang mungkin ,menatapi ibunya yang tergeletak dengan darah dimana-mana saat itu ,ia terus meraung tetapi ibunya tetap diam dan tak beraksi apa-apa..Saat itulah Jilli yakin ,kalau ibunya sudah benar-benar tiada..Ia telah pergi…Ingatan yang begitu mengecewakan ,yang tak bisa dibuangnya begitu saja..

Jilli merasa ini bukanlah momen yang tepat untuk menangis ,sehingga dirinya merasa begitu konyol di hadapan Woo Bin..

“What’s wrong?”Tanya Woo Bin ,khawatir juga kaget melihat Jilli yang tiba-tiba menangis..

“I remembered her..,again..,my mom..,”aku Jilli..,ia tak bisa berbohong lagi ,kalau akhir-akhir ini ia selalu mengingat ibunya..,ingatan itu meracuni dirinya ,menyuruhnya untuk menangis dan menangis lagi..,selalu begitu..,seperti kecanduan yang tidak akan bisa hilang..Jilli merasa putus asa..

***

“IBU GURU..,”Dari belakang ,3 orang anak perempuan serentak mengangetkan Gaeul yang sedang tersenyum dan melamun sendiri..Ia terlihat seperti ‘pergi begitu saja’ ,hanya diam dan duduk tersipu ..

“Eh..,”Gaeul menoleh dalam kebingungan ,sementara 3 orang anak itu terkikik melihat ibu gurunya ternyata telah ‘bangun’..

“Apa yang sedang kau lakukan?”Tanya seorang anak dengan suara polosnya yang terdengar cempreng..

“Um tidak ada..,apakah kalian telah menyelesaikan seluruh tugas?”Gaeul menuntun mereka kembali ke tempat duduk..,menyuruh mereka untuk melakukan tugas lainnya ,sesaat ia merasa tidak becus menjadi guru..

“Kalau sudah selesai bilang yah..,”papar Gaeul lembut pada mereka ,ketika dirasa murid-muridnya telah duduk diam mengerjakan tugas masing-masing..

Sekarang pikiran Gaeul melayang kemana-mana ,memutar kembali ingatan indahnya dengan Yizhung petang itu..,tak bisa menahan dirinya untuk bermimpi pada siang bolong ,Gaeul terus tersenyum

“Kau tak tahu kan..,”kekeh Yizhung..,”Jujur sajalah ,kau kalah taruhan sayang..”goda Yizhung..

“Um..,”Gaeul membeku tidak tahu harus menjawab apa ,ia pasti terlihat bodoh sekarang ,padahal sudah jelas-jelas ia kalah ,jawaban ‘ya’ terasa begitu berat untuk dikeluarkan..”Yah ,aku pernah dengar kok..,”katanya membela diri..

Yizhung hanya tertawa pelan ,sembari memarkirkan mobil ke penghujung jembatan ,beberapa mobil terlihat berlalu-lalang dengan santai..,padahal biasanya jembatan ini menjadi sibuk pada malam hari..

“Jembatan Banpo ,”Yizhung membuka jendela mobil lebar-lebar ,sehingga seluruh angin dari luar mulai berebut masuk..,ia menghela nafas sambil tersenyum.Gaeul memalingkan wajahnya ketika sadar bahwa ‘jembatan’ membuat mereka meningat sesuatu yang berharga..

Hari ketika Yizhung melamarnya di Paris..,tepat di atas jembatan..

Ingatannya  mulai memutar seperti film ..,Gaeul tersenyum karena terlarut padanya ,mengingat setiap baris puisi yang ditujukan untuknya ,dan sebuah cincin ,yang menjadi saksi atas ikatan itu..

Apakah tujuan Yizhung membawanya kesini untuk membuka lagi memori-memori tersebut ..,Gaeul dalam dirinya ,ia yakin ,Yizhung tidak ingin sampai ia melupakan atau menutup memori ini sedikitpun..Seiring berjalannya waktu ,ketika mereka mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing ,kembali kepada kehidupan sehari-hari ,yang sesak memenuhi otak keduanya ,Gaeul sadar ,dalam hal ini ,sekarang ini ,mereka sedang menyediakan tempat lebih untuk satu dan yang lainnya ..,paling tidak mencoba untuk menyediakannya..

Senyuman tersirat pada wajah Yizhung ,ia tak pernah berhenti tersenyum memandangi alam luar sana ,fakta bahwa jembatan ini menopang mereka ,membuat mata Gaeul terbuka ,kalau-kalau sadar atau tidak ,suaminya itu mencoba  menopang hubungan mereka lagi ke tempat yang paling tinggi..

Kesibukan yang mewarnai hari demi hari ,yang sibuk akan semakin sibuk ,ketika Yizhung menyadarinya ,ia tak ingin melepaskan Gaeul begitu saja..Paling tidak..,harus ada sedikit waktu untuk mereka berdua ..

“Jangan pulang larut terus..,”protes Yizhung ,senyumannya sedikit hilang..,kecemburuan yang mati-matian hendak disembunyikannya malah tersirat begitu nyata..

“Aku tak bisa begitu saja melepas tanggung jawab kan..,”jawab Gaeul..,meminta pengertian..,ia merasa lucu Yizhung cemburu dengan anak muridnya ,membuat Gaeul sedikit tersenyum..

“Yah ,ku tahu..,apakah kau harus bekerja ,padahal keuangan kita lebih dari cukup ,apa yang kuhasilkan..,”dengus Yizhung..

Gaeul menggeleng..

“Pikirkanlah ,mungkin alangkah baik kalau kau dirumah dan menemaniku membuat keramik ,memasakkan sesuatu untukku ,atau apalah ,sehingga waktu kita berdua semakin banyak..,”gumamnya memberikan solusi..

“Hmm..,”Gaeul menghela nafas panjang ,Yizhung tahu istrinya pasti tidak akan memberikan jawaban apapun sekarang ini..

“Ketika sampai di rumah ,kau lebih sibuk dengan dokumen-dokumen itu..,sadarkah..,”papar Yizhung mencoba untuk berbicara dalam nada santai..

Gaeul tersenyum tanda maaf ,ia tahu seharusnya tak begini..

Keduanya memasuki alam keheningan ,deru mobil yang berlalu-lalang terdengar begitu berisik dan menggangu..

Seiring waktu berjalan ,ketika malam semakin larut ,bulanpun semakin sayu..,mobil-mobil mulai jarang lewat..,tetapi mereka masih terdiam..

“Pikirkanlah..,”bisik Yizhung ,ia menyelipkan suatu amplop kecil pada Gaeul..

“Apa..,apa ini?”tanyanya gugup…,keringat dingin mulai menetes ,tersirat banyak pertanyaat dalam raut wajah Gaeul..

“Bukalah dan pikirkanlah..,”senyum Yizhung manis menghiasi wajahnya membuat Gaeul luluh..

Ketika amplop bewarna cream itu dibukanya ,Gaeul melihat suatu foto ,yang menunjukkan gambar ,yang tidak asing lagi bagi dirinya..,tetapi dimana ini?

Gaeul berpikir keras tentang lokasi pada foto tersebut ,alisnya mengeriyit bingung..,lantas Yizhung mulai membuka mulut..,”Itu di rumah kita loh..!”

‘Rumah kita’ ,kata itu tidak bisa dicerna dengan baik oleh dirinya ,mulut Gaeul membentuk huruf 0 besar ,tanda tak percaya..

“Hah rumah kita?”suara serak Gaeul memecah keheningan ,pita suaranya bagai terjepit ketika mengamati foto itu lagi..

“Iya..”

Otak Gaeul berputar ,well ini memang kelihatan seperti rumah mereka ,tidak ada yang salah,kayu putih kokoh ,halaman yang luas ,itu betul rumah mereka ,hanya saja ,kenapa ini lebih mirip ruang kelas ketimbang rumah mereka ,apakah benar adanya kalau rumah mereka memiliki ‘sisi lain’?

“Tapi..,ini ruang kelas?”Gaeul mencoba mendapat pengertian lagi..

“Ya..,pikirkanlah ,alangkah baiknya kalau kita menerima murid di rumah saja ,dengan begitu mungkin kau akan lebih sering bersamaku..,”senyum Yizhung..

Gaeul merasa tidak percaya ,ini yang diidamkannya ,membuka kelas sendiri..Sadar atau tidak sadar..

“Bagaimana?”Tanya Yizhung yang terdengar mendesak ,mengharapkan kata ‘ya’..

Gaeul tidak bisa berkata apa-apa ,pipinya merona begitu merah ,mungkin tanda ia senang ,begitulah terkaan Yizhung..Gaeul membawa Yizhung kedalam pelukannya ,lalu menatapnya dalam-dalam..Yizhung hanya tersenyum ,menikmati momen demi momen..Ketika bibir Gaeul yang kering mulai melumat bibirnya ,perasaan membara mulai muncul pada keduanya ,perasaan itu ,menghinggapi mereka lagi..

“Kuanggap itu sebagai jawaban ya..,”Yizhung tersenyum manis ,kedua tangan nya mengusap pipi merah Gaeul..

“Gumawo..,sunbae..”Gaeul terkekeh ketika menekan kata sunbae..

“Apapun putriku..,untuk membawamu kembali padaku..,”katanya


Ingatan lain mulai merasukinya ,malam itu ,malam yang bergairah yang takkan dilupakannya seumur hidup..Gaeul tersenyum ceria ,sekarang ia menatap kepada murid-murid kecilnya ,sebentar lagi akan menjadi perpisahan ..Sekantong coklat sudah digenggaman Gaeul yang akan menjadi hadiah terakhir untuk mereka semua..,maka ia pun mulai menjelaskan semuanya ..Menjelaskan dengan tetap tersenyum dan suara nya yang tegar..

***

Jihoo berjalan memasuki kamar hotel dengan debatan Jae Kyung yang mengaung-ngaung di kedua telinganya..
Ia tak tahu kenapa Jae Kyung harus sepanik ini..

“Sekarang kau sudah lihat kan?”kata Jae Kyung berapi-api ..

Pemandangan luar yang menurutnya ‘buruk’ itu ,dimana-mana Koran dan media memberitakan tentang kisah ‘palsu’ asmara mereka..Jae Kyung mulai merasa bersalah ,seharusnya ia tidak mengiyakan pertanyaan anak itu dengan begitu sembrono ,tetapi ia juga menyalahkan Jihoo yang ‘pantang’ berbuat apa-apa selain menunjukkan wajah tenang ....

Ketika keduanya hening ,menatap kaget kearah kakek yang sedang duduk diam di kasur ,kedua mata tajamnya membaca setiap baris berita di Koran dengan teliti....,kacamata besar mengantung lemas menghiasi muka seriusnya..

“Hara..,haraboji..,”Jae Kyung menghela nafas ,lalu mulai berbicara dengan cepat ,secepat kilat ,”Ka..kau tidak membacanya kan?”

Kakek menatap garang kearah mereka berdua ,”Apa?”suara seraknya terdengar begitu menantang dan menakutkan sehingga tangan Jae Kyung sedikit bergetar..

“Apakah ia benar-benar sudah tahu?”bisik Jae Kyung pada Jihoo..

Jihoo tahu apa yang harus dilakukannya sehingga ia meraih Koran itu dari tangan kakek dan membolak-balik sampai halaman yang ditujunya..

“Ini ,”Jihoo mengembalikan Koran itu pada kakek..

Jae Kyung hanya diam tak berkutik ,mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri..,tidak ,Jihoo tidak mungkin menunjukkan artikel asmara palsu itu pada kakek ,debat Jae Kyung pada dirinya sendiri ,tetapi hati kecilnya berkata lain..Akankah Jihoo senekat ini?

Dan ketika kedua mata kakek mulai membelalak dan senyuman ramahnya itu mulai menghiasi muka ..Jae Kyung paling tidak ,bisa sedikit bernafas lega ,tetapi disaat yang sama ,udara seolah mengosongi paru-paru Jae Kyung ,membuatnya sesak..

“Benarkah?Aku sudah bilang ,kalian itu benar-benar..,”kakek menggelengkan kepala sambil tertawa renyah..,ia lalu menghampiri Jae Kyung dan memeluknya dengan erat..

Jihoo hanya tersenyum ,sedangkan Jae Kyung ,panas merasuki tubuhnya dan kebingungan memenuhi seluruh isi kepalanya..Matilah ia..!!

Jae Kyung menggeram kecil pada Jihoo seolah tatapannnya ingin berteriak ‘YOON JIHOO APA YANG KAU LAKUKAN..!!”Tetapi Jae Kyung menenangkan dirinya sendiri ,tidak mungkin berteriak begitu pada Jihoo didepan kakek..,kecuali ia ingin ditampar atau apalah..

Dan ketika pandangan Jae Kyung teralih pada Koran yang digenggam kakek ,ia tahu sekarang..Bahwa secara tidak langsung ,Jihoo resmi ‘membuka hubungan’ mereka di depan kakek..Atau boleh kubilang ,hubungan palsu mereka..

***


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #63 on: January 22, 2010, 04:28:19 am »
PART THREE

Ketika angin malam mulai bertiup sejuk ,Jun Pyo mengandeng Jandi keluar dari dalam limo .Gedung putih beraksen Barat itu terhampar di tanah lapang yang luas ,rata-rata sebesar rumah pribadi mereka. Cat kuning muda berpadu dengan cream dan putih ,untuk sekarang kedua mata Jandi tidak asing lagi terhadap barang-barang dan bangunan mewah seperti ini..Memasuki gedung itu ,bau makanan harum merebak ,menusuk hidung Jandi dan membuatnya tergiur ,karpet merah menuntun mereka kepada salah satu meja yang sudah dipesan oleh Jun Pyo sebelumnya..Hanya ada beberapa orang yang menjadi tamu restoran malam itu..Dan insting Jandi mengatakan ,oh ya mereka pasti orang kaya ,tidak salah lagi ,sehingga Jandi mencoba untuk tidak mempermalukan Jun Pyo ,ia  memperbaiki langkah kaki dan menegapkan badan walaupun perutnya memaksa ia untuk berjalan bungkuk saja..Dalam balutan gaun dipadu sweater ,Jandi bisa merasakan perutnya yang semakin membesar ..

Meja makan mereka ditata rapi dengan taplak renda bewarna lemon segar dan bunga lilac yang berdiri tegap didalam vas transparan itu..Ada 4 bangku disana dan Jandi tidak tahu siapa yang akan datang ..Ia dan Jun Pyo duduk bersebelahan ,30 menit lamanya mereka duduk diam sebelum akhirnya Jun Pyo memanggil pelayan dengan nada tidak sabar dan memesan makanan untuk mereka..

“Apakah kau sudah lapar?”Tanya Jun Pyo ,rautnya kembali sabar..Jandi menghela nafas ,tak bisa berbohong ,kalau sebenarnya cacing serasa menggerogoti perutnya ,ia sangat lapar..

“Ya sudah ,kita makan ..,tunggu sebentar ya..,aku sudah memesan makanan..,”jawab Jun Pyo ,ia mengelus perut Jandi dengan lembut..

Jandi terkekeh kecil dalam keheningan ,membuat Jun Pyo mengalihkan pandangannya sambil tersenyum ,lalu bertanya penasaran ,”Waeyo?”

“Aku merasakan tendangan semangat di dalam sana ..,”papar Jandi memandangi perutnya..

“Wah ,dia pasti sudah lapar ..,kita harus cepat-cepat menyuruh pelayan mengeluarkan makanannya ,”canda Jun Pyo membuat Jandi tertawa..

4 piring besar steak daging wagyu dengan saus ,asap harum mengebul diatasnya membuat pikiran Jandi menari-nari ingin cepat melahap semua..

Alih-alih makan ,ketika bunyi piring bergesekan dengan meja di hadapannya, Jandi malah tidak menghiraukan makanan di depannya itu ,ia menatap Jun Pyo dengan tampang memelas..

“Oppa..,”panggilnya kecil ,mencubit-cubit jas hitam Jun Pyo..

“Um?”

“Tolong suapi..,”pinta Jandi manja..

Seketika itu juga ,batuk keras Jun Pyo mengiang pada telinga Jandi..,”Hah?Bagaimana mungkin?”geger Jun Pyo terkaget-kaget melihat kelakuan aneh istrinya itu..

“Kalau mau disuapi ,yah suapi saja ,toh itu pasti kemauan si jabang bayi..,”suara Mr Goo yang tidak asing lagi ..,Jandi tersenyum lebar mendapati kedatangan Mr dan Mrs Goo..Mereka duduk di kedua bangku yang kosong dengan ceria ,seolah hendak melihat pertunjukkan ajaib anak dan menantunya itu..

Dalam hati Jun Pyo tak tahu semalam ia bermimpi apa ,tetapi akhirnya ia hanya menurut seperti biasa..Sekarang mereka berempat duduk ,menikmati makanan ,kecuali Jun Pyo yang bersedia menjadi ‘babysitter’ Jandi..

“Gumawo-yo oppa..,”Jandi tersenyum riang membuat matanya menyipit ,ia terlihat sungguh manis ,seolah menjadi racun bagi Jun Pyo untuk terus menurut dan menurut ..

Ini salahmu memilah istri yang begitu cantik dan manis ,Jun Pyo menyalahkan diri sendiri ,ia tersenyum ,lalu mulai menyuapi Jandi lagi..Bolehlah ia malu ,asal tidak kehilangan putrinya itu..

***
“Aku akan membawa kursi goyang itu..,”papar Jilli ketika Woo Bin untuk pertama kali masuk kedalam kamarnya.

“Kursinya sudah tua ya ,apakah kau tidak mau yang baru..,”Tanya Woo Bin polos..,matanya memperhatikan dengan seksama seluruh ruangan..

Pertanyaan itu membuat Jilli sedikit tersinggung ,ia mengeriyitkan alisnya ,dan menjawab singkat,”Er..nope..”

“Kau bisa pindahkan semua ini ke rumah baru kita nanti ,itu sih kalau kau mau..,”senyuman hangat Woo Bin membuat senyum simpul kembali menghiasi wajah Jilli..

“Thanksss..,”Jilli mengedipkan satu matanya..

“Memangnya kenapa sih ,kau sangat sayang yah dengan barang-barang ini..?”Tanya Woo Bin penasaran…

Jilli hanya mengganguk pelan ,”Setiap benda disini menyimpan memoriku dengan ibu ,”aku Jilli ,berniat menceritakan semuanya pada Woo Bin..

Pernyataan itu seolah menjadi tamparan bagi Woo Bin ,ia menjadi merasa bersalah ..,ketika ia hendak berkata ‘Maafkan aku ..,’ Jilli dengan cepat menghampirinya dan mengunci bibir Woo Bin dengan satu kecupan kecil..

“You see ,my rocking chair ,itu adalah tempat dimana Mom menceritakan berbagai macam dongeng padaku setiap malamnya ,dan aku berjanji akan menjadi ibu yang baik seperti dia untuk anak-anak kita kelak..,”Jilli duduk di pangkuan Woo Bin dan menghela nafas lalu melanjutkan pembicaraannya lagi ,”Dulu di Italy ,Mom adalah sosok orang yang sangat senang dengan udara segar pantai ,suatu malam diam-diam aku merengek pada Dad agar kamarku di Jeju diberi jendela dengan pemandangan pantai ,agar Mom senang berkunjung ke kamarku kelak ,begitu yang aku pikirkan haha..,”kekeh Jilli..Woo Bin tahu Jilli bercerita dengan hati yang sakit, ia tahu sekarang Jilli sedang memakai topeng dan berusaha menyembunyikan perasaan sebenarnya ,”Aku senang pergi ke pantai ,karena dari dulu aku berpikir bahwa Mom pasti selalu ada di pantai menungguku ,pikiran yang konyol ,tetapi tidak pernah pergi dari dalam otakku..,”papar Jilli menutup matanya yang memerah..,”Tetapi begitu saja ia meninggalkanku..,”Jilli mulai menangis ,air matanya tak terbendung lagi ,”She promised me ,ketika aku punya anak nanti ,aku bersumpah takkan berlaku begitu pada mereka ,meninggalkan janji palsu ,”Air matanya membasahi kemeja Woo Bin ..,”Sorry honey ..,”katanya dengan penuh penyesalan..,”I’m so sorry..,”Woo Bin memeluk Jilli dengan erat..,”Let’s begin our new life okay..,”bisik Woo Bin menenangkan Jilli..

Dalam hati Jilli tahu dirinya sudah ‘lepas’ sekarang ,Woo Bin sudah mengetahui semuanya ,dan ia bahagia bisa mencurahkan isi hatinya yang terpendam bertahun-tahun lamanya ..Ia bahagia ,mencoba meyakinkan bahwa dirinya bahagia ,Jilli bertekad menutup kenangan buruk yang ada pada dirinya..

***

Pagi masih cerah ketika Gaeul duduk di meja kerjanya dan membereskan semua barang miliknya kedalam kardus..Para guru satu persatu meniggalkan salam perpisahan padanya ..’Semoga beruntung’,’Semoga berhasil’,’Jaga diri baik-baik’ ,yah begitulah ,tidak ada yang istimewa..Ruangan guru menjadi sepi ketika bel tanda masuk kelas berbunyi dengan nyaringnya..

Kardus itu penuh dengan berbagai karya anak muridnya ,mulai dari kerajinan keramik sampai gambar lucu ,tidak lupa sebuah bingkai yang mempertontonkan dirinya dengan Yizhung di Fiji ,setelah 30 menit ,meja yang tadinya penuh sesak menjadi kosong melompong tanpa barang..

Gaeul menghela nafas ,memandangi seluruh ruangan itu untuk terakhir kalinya..Masih segar di benaknya ketika ia pertama kali masuk kedalam ruangan ini ,tak terasa sekarang perpisahan sudah di depan mata..

Ketika hari mulai sibuk ,halte dipenuhi oleh orang yang berlalu-lalang hendak bekerja ,pandangan Gaeul mulai buyar tak karuan ,untunglah bis segera datang..

Susah payah menarik dirinya untuk masuk kedalam bis yang penuh sesak itu ,Gaeul berdiri sambil menggangam kardus besar di tangannya ,hanya bisa memandangi pasrah orang-orang yang mendapat tempat duduk..Ajhumma berumur awal 40 tahun yang duduk tepat didepan Gaeul itu terus menatap Gaeul dengan pandangan kasihan ,namun tetap saja ia tidak kunjung berdiri dan memberikan kursi tersebut padanya..

15 menit setelah perjalanan ,diharapkan beberapa orang akan keluar dan memberikannya kursi untuk duduk ,namun bis semakin penuh sesak..Udara semakin susah dihirupnya membuat Gaeul mual..

“Kau baik-baik saja?”Tanya Ajhumma tersebut..

Gaeul menundukkan kepala tanda ya ,tetapi ia sama sekali tidak baik-baik saja..

Merasa perutnya begitu mual ,Gaeul mengerahkan salah satu tangan untuk mencegah dirinya muntah di dalam bis..Dengan segera Ajhumma memberikan Gaeul tempat duduk dan menenangkan dirinya ,”Nak apakah kau benar-benar tidak apa?”Tanyanya lagi..Membuat mereka menjadi pusat perhatian didalam bus tersebut..Gaeul mengangguk pelan..,tak bisa menyembunyikan wajah pucatnya..

***

“Kakek sudah tahu tentang hubungan palsu ini ,”Jae Kyung mengoceh tiada henti ,”Media semakin gencar..,orang tuaku pasti sudah tahu..,”katanya getir..

Jihoo duduk tenang memandangi bintang-bintang yang memenuhi langit malam ,sementara Jae Kyung tidak terusik dengan keindahan bintang atau apapun itu..Ia hanya terpusat pada ocehannya sendiri..

“Kalau orang tuaku dan kakek bertemu ,matilah kita..,”gumam Jae Kyung tanpa merasa lelah sama sekali..

Jihoo masuk kedalam kamar hotel dan keluar dengan biola di tangannya ,ia mulai memainkan biola itu dengan tenang dihadapan Jae Kyung..

Apakah ini saatnya bermain-main ,pikir Jae Kyung menatap kearah Jihoo kesal..

Lagu Ave Maria mulai mengalun lembut ,membuat diri Jae Kyung tidak percaya bahwa emosinya sedikit hilang bagaikan sulap..

Setelah lagu itu selesai ,Jihoo menghela nafas panjang dan menatap Jae Kyung ,”Sudahlah..,coba kita jalani saja ,jadilah pacar pura-puraku sekarang..”katanya acuh tak acuh..

Jae Kyung tidak mengerti apa yang dipikirkan lelaki di depannya itu ,tetapi memang tidak ada gunanya lagi mengelak ketika semuanya sudah terlanjur terjadi..

***

Gaeul bangun tepatnya jam 7.30 pagi ,lebih lama satu setengah jam dari biasanya ,Yizhung yang sedang duduk di meja makan sambil menyeruput secangkir kopi hitam sambil bercakap melalui ponselnya.

“Iya ,aku tahu sudah lama sekali..,mungkin kita harus bertemu ya kapan-kapan..,”papar Yizhung gembira..

Gaeul muncul dari balik pintu menghampiri Yizhung..

“Kau tidak kerja?”bisik Yizhung..

“Aku kan bekerja di rumah ,”senyumnya..

“Oh ya..ternyata jawaban ‘ya’ itu benar-benar menjadi kenyataan..,”bisik Yizhung lagi sambil tersenyum ,lalu ia melanjutkan percakapannya di ponsel itu..

Gaeul membuka lemari dapur dan mengeluarkan wajan untuk memasak telur dadar dan daging bacon..Tidak biasanya mereka sarapan seperti ini namun mengingat waktu sudah semakin siang ,maka Gaeul memutuskan untuk memasak sesuatu yang mudah dan praktis..

Ketika bunyi-bunyi minyak gemersik mulai memenuhi ruangan ,Yizhung meninggalkan Gaeul ke halaman luar ,masih asyik dengan percakapannya ..Semula Gaeul merasa tidak peduli dan terus melanjutkan kegiatan memasaknya..

2 piring telur dan bacon sudah siap di meja ,Yizhung memasuki ruangan dengan wajah berseri seusai percakapan itu..,”Wah ada apa nih?”Tanya Gaeul penasaran tanpa menaruh raut curiga pada wajahnya ,tetapi hatinya berkata lain..

Yizhung hanya senyum dan menjawab santai ,”Teman lama..”Maka Gaeul memutuskan untuk menyudahi kecurigaannya ini dan mulai makan bersama dengan tenang ..

***

Jandi terus bertanya ‘Apakah sudah waktunya?’ setiap 3 menit sekali ,Jun Pyo dengan setia menjawab belum dan terus menemaninya..

Ruang tunggu yang berukuran sempit itu ,tidak ada siapapun disana kecuali Jun Pyo dan Jandi ,mengingat ini adalah klinik di pedalaman yang tidak terkenal sama sekali ,merekapun harus memanggil dokter cadangan terlebih dahulu setiap ada pasien yang tiba-tiba datang  ,pikiran Jun Pyo mencibir tak senang ..Datang ke klinik ini bukanlah pilihan Jun Pyo ,melainkan Jandi sendiri ..Kebetulan sepulang kerja Jun Pyo mengajak Jandi berjalan-jalan menghirup udara segar di sekitar pedalaman di dekat rumah mereka..Klinik ini adalah klinik tua yang sepi pengunjung ,Jun Pyo sudah bilang kalau klinik ini tentu bukanlah pilihan yang tepat ,namun karena Jandi terus merengek ,akhirnya Jun Pyo menyerah demi menyenangkan istrinya dan mereka masuk untuk memeriksa hasil USG kandungan..

Jandi ,yang begitu tidak sabar ..,sehingga mulutnya terus ngoceh dan bertanya ‘Kapan ya?’ atau ‘Masih lama?’

Pada bulan-bulan pertama Jandi masih bersikap seperti biasa ,tetapi sekarang sudah berbeda ,ia lebih banyak mengoceh ini itu dengan suara seperti anak-anak ,terkadang membuat Jun Pyo tidak bisa menahan tawanya..Dibandingkan dengan dulu ,Jandi yang ceria juga galak ,ketika bulan demi bulan berganti ,sifat galaknya itu seolah menghilang entah kemana perginya..Sekarang kalau Jun Pyo memanggilnya dengan ‘Hey babi’ atau ‘Tukang makan’ ,alih-alih protes Jandi akan mengeluarkan senyum menawan..Memang aneh ,tetapi dokter bilang untuk tidak khawatir ,hmm..walaupun sifat galaknya sudah hilang ,tetapi sekarang Jun Pyo harus berusaha keras melawan kejengkelannya setiap kali Jandi membangukan dirinya tepat jam 12 malam dan meminta sesuatu yang aneh-aneh ,misalnya saja ketika ia bangun dan tiba-tiba merengek tanpa alasan ingin pergi ke restoran Jules Verne di Paris yang dikunjungi mereka pada saat bulan madu ..Jun Pyo dengan sabar hanya bisa menina-bobokan Jandi yang terus mengoceh tidak jelas sampai ia tertidur..Jandi menikmati kehamilannya lebih daripada apapun ,sehingga terkadang Jun Pyo mendapatinya tertidur di kamar bayi dengan buku seputar kehamilan membentang diatas kepala mungilnya..Ia tahu mungkin setelah bayi mereka lahir ,tidak akan ada lagi teriakkan ‘Oppa ini’ ‘Oppa itu’ yang membahana di kedua telinganya ,maka Jun Pyo tersenyum dan mencoba untuk terhanyut dalam setiap scene dari kehidupan yang mereka jalani saat ini..

“Jandi ,Goo “Seorang suster jangkung memanggil nama mereka dengan lantang dari balik pintu ruangan dokter..,tanda kalau dokter mereka baru saja sampai entah darimana asalnya..

“Nah ,nah ini waktunya ,”seru Jandi bersemangat ,ia menarik-narik tangan Jun Pyo dan membuatnya hampir terjungkal..

Seorang dokter paruh baya dengan kacamata super tebal duduk tenang sambil menulis beberapa catatan di meja..

“Sebuah kehormatan saya untuk memeriksa istri anda Tuan Goo Jun Pyo..,”sapanya ramah..

Jandi dengan senyumannya menyalami dokter itu sedangkan Jun Pyo bersikap acuh tak acuh ,lebih memperhatikan ruangan kerja dokter itu yang begitu sempit..Dan bertanya-tanya bagaimana bisa bekerja di ruangan macam ini..

Jandi mengikuti setiap prosedur dokter ,mesin USG yang sudah tua itu bergetar seolah ingin meledak membuat Jun Pyo terkaget sekaligus meringis ngeri ,ia menghampiri Jandi hendak melindunginya ,kali-kali mesin itu benar-benar meledak..Pikiran yang gila..

Jun Pyo menyipitkan alisnya bingung ,”Apa ini hanya bintik-bintik tidak jelas..?”Tanya Jun Pyo tidak sabar..

“Itu anakmu?”kata dokter itu santai..

Jandi hanya tersenyum bangga tanpa mengatakan apa-apa..Jun Pyo seolah tidak percaya ,mengajukan pertanyaan lagi ,”Kenapa begitu padat bintik-bintik seperti itu ya.,pasti ada yang salah ini ,mesinnya saja sudah begitu tua..!”cecar Jun Pyo pada dokter itu..

“Yah jelas padat begini..,anakmu saja kembar 7..!”tegas dokter itu..

***
Jandi yang duduk di sebelah Jae Kyung dan Gaeul menatap kearah kolam dimana para angsa mengepakkan sayap indahnya sembari berenang dengan tenang menyusuri air yang bewarna kehijauan itu..Bau basah pepohonan dan air kolam merebak menjadi satu .Jandi menghirup udara segar dengan senang ,lalu ia memalingkan pandangannya kepada Jilli dan Woo Bin yang sibuk menyambut tamu..

“Wah..,cantik sekali ya Jilli.,”papar Gaeul..

Jae Kyung menangguk setuju begitupun dengan Jandi ..

Siang tidak terasa seperti siang ketika cahaya matahari terhalang oleh rindangnya pohon-pohon hijau..Jun Pyo ,Jihoo ,dan Yizhung dengan santai membicarakan pernikahan Woo Bin yang sangat tiba-tiba ini ,sesekali juga menggoda Woo Bin ketika mereka berpapasan..Tidak begitu banyak yang datang hari itu ,hanya kerabat dekat saja..Mr dan Mrs Goo pun hanya muncul sejenak ,menyapa orangtua Woo Bin dan Jilli serta memberikan selamat ,lalu sekarang entah kemana perginya…Jandi tidak begitu terfokus dengan acara ini ,kepalanya masih berputar memikirkan ‘kembar 7’nya ,sedangkan Jae Kyung berdebat dengan dirinya sendiri tentang hubungan palsunya itu ,dan Gaeul merasa pusing karena kedua orang di sebelahnya tidak ada yang memulai pembicaraan ,bau taman dan kolam membuatnya mual setengah mati..

Bunga teratai yang berputar-putar terhempas angin seolah memutar-mutar kepala Gaeul ..,susah payah ia menahan ,akhirnya suara seraknya itu memecah keheningan diantara mereka ,”Aku..,aku ke toilet sebentar..,”pamit Gaeul ,pita suaranya seolah terjepit..

Ia berlari menyusuri keramaian ,mencoba mencari toilet terdekat ,berputar-putar selama 3 menit menyusuri jalan yang sama ,semuanya terlihat sama dengan pohon-pohon membentang , semakin ia berjalan jauh ,taman itu jadi terlihat seperti hutan tersembunyi ,putus asa tidak kunjung menemukan toilet ,ia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar yang begitu tinggi ,akar-akarnya yang bewarna coklat susu terlihat kuat menopang ,Gaeul hendak memuntahkan semua isi perutnya ,namun tidak berhasil mengeluarkan apa-apa dan mual yang tak kunjung hilang membuatnya frustasi..

“Okay ,tidak akan terjadi apa-apa ,semua baik-baik saja..,”Gaeul menenangkan dirinya sendiri ditengah-tengah keheningan..Tetapi dalam hatinya ia tahu ada sesuatu yang tidak beres ,namun apa gunanya melawan ,Gaeul hanya pasrah dan berjalan menyeret kakinya kembali ke taman…

Ia berjalan mencoba untuk setenang mungkin ,tetapi apakah ia masih bisa tenang ketika tiba-tiba saja ,di depan matanya ,dengan begitu nyata ,suaminya ,Yizhung sedang berpelukan dengan wanita lain..

Gaeul menutup mulutnya ,memaksa dirinya untuk diam dan memperhatikan apa yang terjadi ,air mata tidak bisa dibendung ,keluar menyusuri pipi merah Gaeul..Dirinya ingin menepis dan berkata ini tidak mungkin ,tetapi inilah kenyataan yang sedang ada di hadapannya..

“Kemana saja sih kamu?”suara samar-samar Yizhung terdengar tidak asing lagi..,ia menatap wanita itu..

Seorang wanita seumuran Gaeul ,berpostur tubuh tinggi ,yang pastinya jauh lebih cantik daripada dirinya ,membuat rasa percaya diri Gaeul jatuh dan hilang begitu saja..

“Ah ,studiku baru saja selesai di Amerika dan aku baru bisa pulang sekarang,kenapa kau kangen yah..,”godanya tersenyum begitu manis..

Yizhung memeluknya sekali lagi dengan erat ,membuat hati Gaeul serasa mencelos dan diiris-iris..Jelas-jelas itu seuminya dan ia tidak akan bisa menyangkal..Gaeul berlari pelan meninggalkan mereka berdua yang sedang berpelukan di kejauhan sana ,berusaha untuk tidak kedengaran ,Gaeul menghapus air matanya dan bersikap seolah tidak ada apa-apa ditengah emosinya yang bercampur menjadi satu..Ia pasti terlihat kacau..

Takkan bisa lagi menyangkal kalau suaminya itu selingkuh ,apakah ini sebuah keslahan menerima Yizhung ,dan apakah begitu cepatnya pernikahan mereka akan kandas?Gaeul duduk di samping kedua sahabatnya ,masuk kedalam dunia keheningan ,merenungi semuanya tetapi ia tahu terlambat untuk menyesal sekarang…Ia merasa begitu bodoh dan dibodohi pada saat yang sama..

***

Sensasi itu ada ,percaya atau tidak ,Woo Bin merasa apa yang dilakukan selama ini benar-benar tidak ada apa-apanya ,sungguh ..Menikmati kenikmatan ini membuat mereka dengan cepat kehilangan kesadaran dan menyelami dunia sensasi..

Tidak ada lagi kata basa-basi diantara mereka…Ketika satu tubuh mulai bertemu yang lain dan merasakan aliran listrik yang mengaliri keduanya ,gesekan tubuh lembut yang membuat keduanya semakin bergairah.. Woo Bin membawa Jilli hanyut kedalam pelukannya ,ia bisa merasakan gaun sutera yang begitu lembut mendominasi dirinya dalam kenikmatan..Jilli seolah dengan ganas menerkam bibir Woo Bin ,mengunci mulutnya dengan lumatan maut ,malam itu bibir Jilli terasa begitu nyata daripada hari-hari sebelumnya..

Gairah membutakan keduanya dengan cepat ,mereka terjatuh ke lantai ,namun tidak menghiraukannya sama sekali ,tidak ada yang berusaha bangun dan kembali ,mereka terus melakukannya tanpa terusik..Genggaman erat Jilli mengunci sekitar leher Woo Bin dengan erat ..Lumatan demi lumatan tidak pernah berhenti ,membuat mereka kehabisan nafas untuk sesaat ,tetapi masih tidak mau berhenti ,tidak ingin menyia-nyiakan setiap detiknya untuk terus bercumbu dengan semangat..

Untuk pertama kalinya ,kenikmatan itu menaklukkan mereka ..Membawa keduanya kea lam bawah sadar..

***

Ia percaya bahwa sekarang dirinya benar-benar sakit dan tidak ingin menunda-nunda lagi ,maka Gaeul pun segera pergi ke rumah sakit terdekat..

Yizhung yang sedang sibuk membuat keramik dihiraukannya begitu saja ,ia hanya berpamitan dengan suara dingin ,bersikap seolah tidak ada apa-apa padahal sesungguhnya ia tak bisa melupakan perkara itu begitu saja..,”Aku pergi..”

“Mau kemana?”Tanya Yizhung polos ,raut wajahnya begitu serius membentuk keramik yang ada di depannya..

Tetapi Gaeul tidak menjawab dan keluar begitu saja ,Yizhung mencoba untuk tidak memperdulikan kenyataan bahwa dirinya tidak dihiraukan..Ah tapi biarlah ,pasti Gaeul sedang terburu-buru ,paparnya dalam hati menenangkan diri sendiri..

Semua rencana yang ditatanya menjadi berantakan ,Gaeul merasa tidak mempunya semangat lagi ,setiap kali ia berbaring di sebelah Yizhung ,yang dirasakannya hanyalah kesakitan dan mimpi buruk yang membuatnya meneteskan air mata setiap malam..Okay ,jujur saja Yizhung tidak pernah mengetahui semua kegelisahan ini karena Gaeul merasa percuma ,dengan mendiskusikan semuanya ,akan semakin jelas bahwa hubungan mereka sudah retak ,Yizhung memiliki wanita lain selain dirinya..Disisi lain Gaeul memikirkan pekerjaannya dan ia lebih senang untuk tidak bekerja dan merenung akhir-akhir ini daripada ia menjadi guru yang tidak becus nantinya ,lebih baik ia mengundur semua itu..

Rumah sakit yang lumayan besar yang terletak tidak jauh dari rumahnya itu ,terlihat tua tetapi masih berdiri kokoh…Cat yang semula putih menjadi kunig kusam..Gaeul melangkah masuk ,ia merasa begitu sakit ,secara batin maupun fisik..Bagaimanapun ia tahu ia butuh teman namun ia lebih nyaman untuk memendam semua ini sendirian ,memaksa dirinya untuk tetap terhanyut didalam penderitaan yang berlebih..

Ketika ia masuk kedalam ruangan dokter ,seorang wanita muda memakai kacamata berbingkai garis hitam tipis ,ia menyapa Gaeul dengan ramah ..,ia balik memaksakan sebuah senyuman ,tapi tahu usaha itu sia-sia..

“Ada keluhan apa?”Tanya dokter itu ..

“Saya mual ,pusing ,dan merasa lemas..,”kata Gaeul pelan..

“Kapan terakhir kali anda berhubungan?”

“Sudah cukup lama..,”jawabnya tidak nyaman..

“Apakah siklus bulanan anda terlambat?”Tanya nya lagi dengan serius..

Gaeul baru menyadari semua ini..,matanya seolah terbuka..,ia mengganguk pelan pada dokter..

“Kalau begitu ,inilah yang anda perlukan..,”dokter muda itu menyerahkan sebuah test pack pada Gaeul..

Hati Gaeul mencelos seiring tangannya meraih testpack itu..

***   


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #64 on: January 22, 2010, 04:29:38 am »
PART FOUR

Jihoo ,Jae Kyung ,dan Kakek sampai di Amerika pada malam hari..Malam dimana badai mengamuk begitu hebat di pulau..

Mereka pulang naik taksi dan menyaksikan setiap pohon kelapa yang terhuyung terhempas nagin kencang ,begitupun dengan pasir yang berterbangan bagaikan debu ,ombak bergelut semakin besar dan ganas..

“Suasana yang tidak tepat..,”geger Jae Kyung memperhatikan pemadangan’gila’ di luar sana..

“Tenanglah nak ,apakah kau mau singgah di rumah kami sejenak ,sampai badai usai?”tawar kakek dengan suara ramah..

“Er..,tentu,”jawab Jae Kyung yang merasa tidak enak menolak tawaran..

“Baiklah ,aku akan memasak ikan dan sup untuk hari ini..,”katanya puas ,sementara Jihoo hanya bisa tersenyum melihat kakeknya bahagia..

Ketika mereka sampai di rumah ,lantai terasa begitu lengket dan ruangan menyimpan aroma lembab setelah lama ditinggal ,Jae Kyung dan Jihoo duduk berdampingan di ruang tamu ,menghadap kearah jendela yang mempertontonkan pantai di depan mereka ..Kakek yang bersikeras menolak untuk dibantu memasak ,pada akhirnya bekerja di dapur sendirian dengan senang hati..

“Dingin kah?”Tanya Jihoo yang memperhatikan geletukan gigi Jae Kyung..

Jae Kyung hanya mengganguk tanda ya tapi tak mampu berkata apa-apa..Jihoo dengan sigap melepas jasnya dan mengenakan jas itu pada tubuh mungil Jae Kyung..Beberapa lama keduanya duduk dalam diam ,melihat badai yang tak kunjung berhenti..

GLEGARR!!

Petir menyambar begitu hebat ,kilat berkali-kali muncul menerangi langit ,Jae Kyung hendak menggengam tangan Jihoo setiap kali ia terkaget ,namun tetap ragu dan akhrinya menyimpan ketakutan itu pada dirinya sendiri..Jihoo yang melihat kejadian itu tak bisa berbuat apa-apa untuk jae Kyung ,akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tetap diam tanpa suara..

“Kalau kekasihmu kedinginan ,maka peluklah ia..,”suara serak kakek menggangetkan mereka berdua..,Jihoo dan Jae Kyung bertatapan lalu memandangi kakek lagi..

“Kalau kekasihmu ketakutan ,genggamlah tangannya seerat mungkin sampai ia merasa tenang ,”kata kakek lagi ,membuat keduanya sadar kalau kakek sedang memperhatikan mereka diam-diam..

Kakek diam seolah membeku ,tidak melangkahkan kakinya sedikitpun untuk pergi ..Jihoo tahu keinginan kakek ,maka ia membawa Jae Kyung kedalam pelukannya dan menggengam erat tangannya..Walaupun mereka melakukan itu dalam keraguan ,kakekpun pergi ke dapur lagi untuk menyiapkan semuanya..

Jihoo melepaskan tangan Jae Kyung tetapi Jae Kyung menolak ,dengan suara gemeletuk dan gemetar ,ia berbisik ,”Aku sungguh-sungguh takut dan kedinginan..”Membuat Jihoo mengurungkan niatnya dan membawa Jae Kyung kembali kedalam pelukannya..

***

Jun Pyo dengan Jandi yang berada di pangkuannya ,mereka melihat bintang dan bulan yang berlalu-lalang diatas langit melalui balkon rumah..

“Apakah sungguh kembar 7?”Tanya Jun Pyo ,ia tertawa tetapi tak bisa menyembunyikan kekagetannya..

Jandi tersenyum ,”Mungkin Oppa!”

“Gila saja..,mungkin kita tidak akan memiliki waktu berduaan seperti ini lagi..,”kata Jun Pyo ,terdengar nada ketidakrelaan dalam dirinya..Apa yang bisa dilakukan kalau setiap hari nanti mereka hanya akan mengurus 7 bayi kembar..

“Oh aku tak sanggup ,ini gila..,”Jun Pyo menutup mata sambil menghela nafas ,”Aku akan menjadi ayah beranak 7..,ya ampun ,dalam usia kita yang sangat muda ,memiliki 7 anak..,”kata Jun Pyo lagi..,ia tak bisa mempercayai kenyataan ini..

Jandi hanya bergelut dengan pikirannya ,lalu membuka mulut ,”Apakah tidak sebaiknya kita memberitahu ini pada eomma dan appa?”saran Jandi..

“Ide bagus ,mungkin mereka akan bisa membantu ,3 pada kita ,2 pada orang tuaku ,dan 2 sisanya pada orang tuamu..,kita benar-benar seperti tempat pengasuhan ,”canda Jun Pyo ia menggelengkan kepala..

“Oo..,mereka menendang-nendang di dalam sana ,”papar Jandi senang ,pipinya merona merah..

“Wah mereka protes tuh ,ingin kita titipkan ,”tawa Jun Pyo membahana..

Jandi terkekeh kecil sebelum akhirnya berkata ,”Besok kita beritahu pada orang tuamu ya..Mereka pasti akan senang..”

“Dan shock..!!!”tambah Jun Pyo masih tertawa renyah..

***

“Kau tidak ingin berbulan madu?”Tanya Woo Bin kaget..

“Nope..,”jawab Jilli dalam senyumnya ,”Jeju adalah pulau bulan madu yang pas..,”kata Jilli sembari memandangi langit sore dengan matahari tenggelam..

“Wah,”Woo Bin tidak bisa berkata apa-apa dalam kekecewaannya..

Rumah baru mereka belum seberapa jadi ,barangnya pun masih sedikit ,Jilli mengusulkan untuk mengerjakan semuanya secara pelan dan tertata..Ia bersikeras menciptakan rumah yang hangat untuk ditinggali..

“Kita bulan madu di rumah saja ya..,”goda Jilli semangat..

“Ahhh!!You’re kidding me ,”Woo Bin memeluk Jilli dan mengelitikinya sambil tertawa-tawa bahagia..

“Awww..stop it..,ampun donk!!”Jilli mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Woo Bin ,ia berlari kearah sofa dan berakhir dengan Woo Bin menubruknya..Sekarang Jilli bisa memperhatikan setiap sisi wajah suami yang ada di atasnya..

“Uh..,don’t even start it..!”kata Jilli pura-pura menolak..

“Jangan kabur yah ,kau telah ‘mambangunkanku’ ,”goda Woo Bin ,ia memperhatikan pipi Jilli yang merona..

***

Gaeul masih merasa bersalah mengingat-ingat apa yang telah dilakukannya ,tetapi disisi lain ia juga tidak mau peduli lagi ,toh suaminya itu akan meninggalkannya cepat atau lambat ,dan cerita mereka berdua akan segera berakhir tanpa ada kebahagiaan…

“Sayang ,apa yang sedang kau lakukan didalam sana?”Tanya Yizhung dengan suara lembutnya itu..

“Mandi,”jawabnya singkat ,sebuah kebohongan yang sangat nyata ,melihat tidak ada percikan air yang terdengar sama sekali..

“Apa sih yang kau sembunyikan?”cecar Yizhung merasa dirinya sedang dibohongi ,”Kenapa kau bersikap begitu aneh?”

“Aku tak apa dan aku sedang mandi ,apakah ada yang salah dari itu?”tegas Gaeul ,sengaja menyalakan shower untuk mencari pembelaan..

Yizhung meninggalkannya ,tidak mau memperkeruh suasana,sementara Gaeul ia masih duduk terdiam di kloset ,menatapi tanda positif pada test pack itu..Ia hamil dan Yizhung selingkuh..Segala pikiran buruk menyerang dirinya ,membuat air mata perlahan menetes tanpa bisa dibendung..Anak ini akan besar tanpa ayah atau ia akan menjadi orang tua seorang diri ,tidak akan ada Yizhung lagi ,tidak akan ada ,ia tidak akan seberuntung Jandi dengan Jun Pyo disisinya .Suara isakan tenggelam dalam kerasnya bunyi percikan air ..,

Gaeul menutup mata ,merasakan perutnya yang semakin membesar..,”Nak ,maafkan ibu ,”bisiknya..

Apakah semua ini akan menjadi mimpi buruk?Bagi dirinya?Bagi rumah tangga mereka?


Jihoo baru saja pulang dari rumah sakit ,hari yang sibuk seperti dahulu kala ,pasien berbondong-bondong datang ketika mereka mengetahui kalau Dr.Jihoo telah pulang dari liburan panjangnya ,tak yakin aku apakah mereka ingin melihat wajah Jihoo atau benar-benar sakit? Dengan tenang Jihoo duduk di teras menikmati aroma pantai ..Biola yang menjadi temannya saat itu ,nada mulai mengalun dengan lembut memberikan efek yang begitu fantastis bagi seseorang yang memerlukan ketenangan..

“Nak ,apa yang kau lakukan ?”tiba-tiba suara serak kencang kakek mendominasi melodi biola yang dimainkan Jihoo..

Jihoo berhenti sejenak dan menjawab dengan tenang ,”Bermain biola..”

Ketika ia hendak mengesek bow dan menghasilkan nada yang lainnya ,dengan suara tegas kakek protes ,”Apakah biola itu pacarmu ?Kenapa kalian jarang bertemu?Harusnya kau dan Jae Kyung lebih sering bertemu daripada kau dan biolamu itu tahu!Pergi sana ke rumah Jae Kyung!!”

Okay ,dalam hati inilah akibat dari perbuatannya ,kakek pasti akan sering protes ,karena tidak ada gunanya melawan orang tua ,akhirnya Jihoo memutuskan untuk membawa serta biolanya ke rumah Jae Kyung..

“Kembalilah saat jam makan malam ,”teriak kakek yang melihat Jihoo mulai berjalan menjauh..

“Kalau aku menginap disana bagaimana?”canda Jihoo sambil tertawa..

“Takkan kubiarkan kau melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada anak orang lain tahu!”kata kakek..

Sepi ,begitulah suasana di rumah Jae Kyung yang muram ,sesungguhnya perempuan itu berusaha untuk ‘lebih hidup’ tetapi apa yang diusahakannya kebanyakan hanya membuatnya semakin bosan..Dulu sepulang kerja Jae Kyung akan berkaraoke ,suara teriakkannya terdengar mengaung sampai ke kamar Jihoo ,ini membuatnya gila karena suara biola lembutnya tenggelam dalam suara Jae Kyung..Ada juga kalanya ketika ia senang bermain drum an cymbal ,suaranya seperti piring kaca yang dipukul keras berkali-kali ,saat itu Jihoo memutuskan untuk membeli penutup telinga untuk dirinya dan kakek..Sampai akhirnya ia menyerah dan lebih banyak diam akhir-akhir ini..

 
Tok..tok ..tok ,tangan Jihoo dan pintu yang berbahan stainless itu..

Tidak ada jawaban selama beberapa menit ,sampai akhirnya Jae Kyung keluar dengan buku digenggamannya..

“Jihoo?”gegernya kaget..

“Ijinkan aku masuk..,”

“Ta..,tapi..”

“Aku diusir kakek..,”akunya..

Jae Kyung terkekeh ,tak bisa menahan tawa tanda kasihan ,ia mempersilahkan Jihoo untuk masuk..

Jae Kyung duduk di penghujung ruangan ,pada sofa bulat bewarna merah yang terlihat empuk itu..,melanjutkan kegiatan membacanya..
Sementara Jihoo hanya diam..,merasa tak bernapsu untuk melakukan apapun..

“Mainkan saja biola itu ,”pinta Jae Kyung ,ia yakin dirinya sekarang sudah resmi menjadi ‘pecandu’ melodi yang dihasilkan dari biola kecil Jihoo ..,tetapi masih berusaha menyembunyikan nya dan bersikap biasa seolah tidak pernah mendengar apapun..

Senyum simpul samar terlihat pada raut wajah Jihoo ,namun hilang secepat kedatangannya..Melodi yang dihasilkan begitu lembut dan menenangkan hati ,membuat Jae Kyung membeku ,ia tak sanggup melakukan apa-apa kecuali mendengarkan nada demi nada dengan seksama ,enggan melewatkannya sedikitpun..

“Kau tahu kenapa aku melakukan ini semua?”bisik Jihoo disela-sela permaiannya ,Jae Kyung tidak yakin dengan apa yang barusan didengarnya maka ia memutuskan untuk diam sampai Jihoo berbisik pelan ,”Karena kita sama ,kesepian dan membutuhkan satu dengan lainnya untuk menjadi ‘lebih hidup’ ,aku sadar akan fakta itu percaya atau tidak..”

Jae Kyung terkejut dengan pernyataan Jihoo ,selama ini ia terus mencari cara untuk menghidupkan dirinya ,membuat hidup lebih bewarna ,lebih dari sekedar pekerjaan ..Luput dari itu semua ,sesungguhnya baik Jae Kyung dan Jihoo membutuhkan pasangan hidup..,itulah apa yang mereka tidak sadari ,mereka cari dan berusaha gali selama ini..

***

Dihadapan mereka Mr dan Mrs Goo duduk diam ,menunggu untuk mendengarkan pengumuman yang akan disampaikan oleh anak mereka itu..

Jun Pyo menghela nafas panjang ,tanpa alasan ia menjadi panic ,sementara Jandi ,masih tersenyum lebar seolah tidak akan terjadi apa-apa..Jun Pyo menggangap ini adalah berita yang menyenangkan pastinya untuk orang tuanya itu , juga menjadi berita yang menghebohkan sekaligus mengangetkan tetapi bagimanapun juga ia harus memberitahu kebenarrannya cepat atau lambat..

“Eomma dan appa.,”Jun Pyo memulai ,suasana tegang meliputi mereka ,Mr dan Mrs Goo  seolah dihantui mimpi buruk terlihat dari muka mereka yang menjadi panic sekarang..

“Anak kami..,ternyata..,ternyata..,”Jun Pyo masih tak bisa mengeluarkan kata kembar 7 yang terasa begitu berat..

Ia menutup mata menegarkan dirinya ,sementara Mr dan Mrs Goo mulai ngoceh dengan panic..,”Apa terjadi sesuatu dengan cucuku?”Mrs Goo mencecar Jun Pyo tidak sabar ingin tahu apa yang terjadi..

Jandi diam tak berani mengatakan apa-apa karena Jun Pyo sudah memperingatinya untuk diam sebelum mereka pergi kesini..,padahal mulutnya memaksa untuk menenangkan mertua nya itu..,tetapi tidak memiliki keberanian yang biasa dimiliki untuk menentang Jun Pyo..

“Katakan ada apa sebenarnya Jun Pyo..,”desak Mr Goo ,alisnya mengeriyit khawatir..Dalam hati mencelos ,memikirkan segala kemungkinan buruk ,misalnya cucunya itu cacat atau kelainan ini dan itu..Mr Goo mengelengkan kepala ngeri..

“Cucu kalian.,kembar 7 ,”kata Jun Pyo secepat kilat..

“Apa?”gumam Mr dan Mrs Goo bersamaan ,”Apa kau bilang ,aku tak bisa mendengarnya ,katakanlah dengan jelas..,”kata Mrs Goo..

Jun Pyo menghelas nafas lagi ,menyuruh dirinya untuk sabar..,”Okay ,dengarkan baik-baik..,cucu kalian ,KEMBAR 7..,tahu kan kembar ,yah apalah itu ,berkali-kali lipat dengan muka yang sama..,”papar JunPyo lagi ,menekankan kata ‘kembar 7’ ,bingung bagaimana cara menjelaskan semua..Ia tahu dan sadar ,mungkin saja kejadian ini bisa terjadi karena gairah mencumbu yang tidak bisa dibendung diantara keduanya..Dan Jun Pyo merasa malu setengah mati akan fakta itu..

“MWO?”

Keadaan menjadi heboh diantara Mr dan Mrs Goo ,mereka berdua berdiskusi dengan cepat lalu mengambil ponsel masing-masing..

“Oh iye ,ada kabar gembira Joon Hee-ya ,keponakanmu ,mereka KEMBAR 7 ,”seru Mrs Goo antusias..

Sedangkan di sisi lain ,Mr Goo menelepon orang tua Jandi sambil menatap jendela ,”Iye ,tentu ,tentu ,mereka KEMBAR 7 ,dan semua baik-baik saja..,”

Kata ‘kembar 7’ mengiang di pikiran Jun Pyo membuatnya mengeriyitkan alis ,orang tuanya tak akan bersikap begini kecuali ada berita yang ‘benar-benar menyenangkan’ ,tak pernah seumur hidup mereka..

Jun Pyo tersenyum memelas mentap Jandi ,sebelum ponselnya ternyata juga berbunyi ..

“Yeobseo ,ya ini Goo Jun Pyo..,ada keperluan apa menelepon lagi?Bukankah semua hasil sudah keluar?”

***

Gaeul tidak sanggup membuka mata sayunya ,hari masih gelap ketika ia memutuskan tidur hanya akan membawanya ke alam mimpi buruk..Ia mendapati Yizhung tidak berada di kasur..Kemana ia sekarang?

Dalam kebingungannya Gaeul keluar kamar ,mencari-cari suaminya itu ,hanya untuk memastikan ia ada ..Gaeul tidak ingin melakukan ini sejujurnya ,tetapi dirinya terus mendesak..Desakan yang hanya membuat hatinya menjadi sakit karena setiap memandangi Yizhung ia akan mengingat kejadian itu..

Berputar-putar untuk mencari di setiap sudut ruangan ,Gaeul mulai putus asa setlah 15 menit ia masih belum menemukan Yizhung ,pandangannya terusik ketika ia mendapati pintu utama yang terbuka kecil..

Apakah ia kabur?Apakah ia keluar rumah bersama perempuan itu?Banyak kemungkinan ,Gaeul mencoba untuk mengusir segala mimpi buruknya itu namun sia-sia saja..Berbagai pertanyaan menyerang otaknya ,membuatnya bingung ,hatinya sesak mencelos..Gaeul memberanikan diri untuk menuju kearah pintu dan mengintip dari balik sekat ..

Sebuah mobil ferarri merah yang bukan miliknya tentu saja ,terpakir di sebrang rumah mereka..Mobil tanpa atap itu jelas-jelas mempetontonkan Yizhung yang sedang tertawa-tawa dengan wanita yang sama yang dilihatnya kemarin di pernikahan Jilli..

Apa ini ,kenapa harus ada kenyataan menyakitkan lagi ,pikir Gaeul tidak terima ,nafasnya menjadi sesak ,ia membeku melihat suaminya dengan wanita lain..Ia hendak menepis fakta bahwa suaminya telah selingkuh ,namun bukti-bukti semakin nyata dan meluluh-lantahkan semua harapan rumah tangganya..

Gaeul memutuskan kembali ke kamar ,kedua matanya mulai terasa panas ,air mata mengaliri pipinya tanpa henti ,Gaeul membaringkan diri di tempat tidur .Bantal tidak terasa cukup empuk untuk disandari ,bantal itu terasa seperti batu ketika kenyataan pahit bertubi-tubi mendatanginya..

Ia tak tahu harus berbuat apa ..,selain diam dan menangis..Menangisi kenyataan ,membuatnya yakin bahwa dirinya pasti terlihat konyol juga tidak berdaya..Pupuslah sudah semua harapan indah..,ia tidak ingin berharap apa-apa lagi ,kecuali menunggu waktu yang tepat sebelum pernikahannya dinyatakan gagal secara sah oleh pengadilan..Dan ia resmi menjadi orang tua tunggal ,membesarkan anak dari suaminya yang selingkuh ,terdengar begitu memilukan..

***

“Hari ini barang-barang dari rumahku datang ,biarkan saja dulu sampai aku pulang ,”begitu pesan Woo Bin tadi pagi sebelum ia berangkat kerja..Jilli menunggu truk pengangkut barang yang akan datang sebentar lagi sembari memasak makan siang untuk dirinya..

Ketika bunyi bip bip bip terdengar samar dari halaman rumah mereka ,Jilli langsung pergi keluar untuk membukakan pintu..Dan yang tidak disangkanya adalah betapa banyaknya barang Woo Bin..,sehingga perlu satu truk besar untuk mengangkut semua sekaligus..

Entahlah apa itu yang dibawa oleh Woo Bin ,tetapi Jilli menemukan setangkai bunga carnation dari kertas yang tidak asing lagi baginya..Warnanya sudah sangat kusam ,menunjukkan kalau bunga itu sudah dibuat dalam jangka waktu yang lama sekali ,kertasnya pun sudah rapuh ,membuat bunga itu terlihat seperti layu..

Jilli segera menyelamatkan bunga itu dari tumpukan barang yang menindihnya..

Ketika semua petugas sudah pergi dari rumahnya itu ,Jilli duduk termenung di meja makan, menatapi bunga kertas dihdapannya dalam diam ..Ia merasa kenal dan tahu dengan bunga ini..,tetapi otaknya seolah membeku ,ia tak bisa mengingat kejadian apa dibalik bunga misterius itu..

Jika diingat-ingat lagi ,dulu sekali waktu ia tinggal di Italy ,setangkai bunga yang sama persis terpajang di kamarnya..Dan setahunya ,bunga tersebuat adalah pemberian orang lain..Sewaktu ia pindah ke Jeju ,bunga itu lenyap entah kemana..

Jilli terpekik kaget ketika cerita demi cerita masa lalu mulai ‘hidup’ di dalam otaknya..

Apakah mungkin ,kalau Woo Bin itu?Jilli mencocokkan segala kemungkinannya ,ia merasa yakin dan tidak yakin disaat yang sama..,kalau-kalau ternyata benarlah ,Woo Bin ,suaminya ,adalah..

***


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #65 on: January 22, 2010, 04:31:02 am »
PART FIVE

ketika mereka sedang duduk di ruang tunggu sebuah rumah sakit mewah yang terkenal di kalangan orang kaya..
Jandi hanya menundukkan kepala mendengarkan setiap protes dan cecaran suaminya itu..

“Sejak awal seharusnya kita pergi kesini saja ,dengan USG 4D ,semua akan terlihat lebih 100x jelas daripada mesin butut tak jelas milik dokter itu..,”paparnya lagi kesal..Setiap pasangan yang ada disitu menatap kearah Goo Jun Pyo ,mengganguminya ,sebagian merasa tidak percaya akan bertemu dengan orang paling kaya di Korea itu..

Ketika suara isakan mulai terdengar ,Jun Pyo melirik Jandi dan mendapati kedua pipi merahnya dialiri air mata yang tak kunjung berhenti..Setiap pasang mata memperhatikan mereka berdua layaknya sedang menonton sebuah drama televisi..

“Jandi ,Geum Jandi ,”Jun Pyo menguncang bahu Jandi ,tetapi ia enggan memperlihatkan wajahnya..

Jun Pyo menjadi salah tingkah ,ia tak tahu harus berbuat apa ,otaknya berjalan ,mencoba memikirkan solusi terbaik dari semua ini..

“Apa yang terjadi?”Tanya Jun Pyo ,kaget melihatnya tiba-tiba menangis..

“Ini semua salahku untuk mengajak..,mengajak oppa ke dokter itu..,”isak Jandi ,suara polosnya penuh penyesalan..

Ya ampun ,jadi ia merasa bersalah atas semua ini ,pikir Jun Pyo tidak menyangka..Dan omelan ,cecaran ,juga protes yang terus keluar dari mulutnya hanya membuat Jandi merasa bersalah.Padahal jelas-jelas dokter bilang kalau wanita hamil pasti memiliki kemauan yang aneh ..Jun Pyo merasa dirinya sangat bodoh saat itu..Ia membawa Jandi kedalam pelukannya dan berkata ‘Maaf’ ..Namun isakan Jandi tak kunjung berhenti..Ia tahu maaf tidaklah cukup..

Mengingat sifat kekanakan Jandi akhir-akhir ini ,Jun Pyo memutar otak untuk membuatnya tertawa lagi..Butuh perjuangan untuk menghiburnya ,ia harus rela malu di depan orang-orang dan mematikan gensinya yang besar itu..

Jun Pyo berlagak seolah ia sedang menghibur anak kecil atau apalah..Ia berlaku begitu konyol ,mengeluarkan berbagai ekspresi aneh pada muka tampannya itu..,misalnya saja membentuk hidung babi ,memonyongkan mulut ,apapun sehingga ia terlihat gila ..Cara itu berhasil ,disela isakannya Jandi mengadah dan mengeluarkan sedikit tawa..Melihat Jandi yang tersenyum ,Jun Pyo menjadi bersemangat dan berusaha lebih keras ,kali ini ia berdiri di depan Jandi dan bertingkah bak orang sinting yang terlepas dari rumah sakit jiwa..Berputar-putar seperti monyet ,ini ,itu ,hal yang paling jarang ditemukan dalam sosok Goo Jun Pyo,..Kali ini tidak hanya Jandi ,namun seisi ruangan tertawa hebat..

Saat itulah Jun Pyo berhenti ,ia menghampiri Jandi dan memeluknya dengan erat ,”Putriku ,jangan menangis yah..,”bisiknya sambil mengelus kepala Jandi dan mengecupnya..

Ia tahu ,dirinya tadi terlihat seperti orang sinting didepan begitu banyak orang..Secara tidak langsung telah mempermalukan diri sendiri..Namun Jun Pyo menasihati dirinya ,inilah tugasnya sebagai seorang suami ,ketika ia memulai suatu permasalahan ,maka harus ia juga yang mengakhirinya..Hari itu ia merasa mendapat pelajaran berharga..Hari yang takkan dilupakannya ..Semua dilakukan karena cinta semata ,yang tidak menuntut balasan apapun..

***

“Akhir-akhir ini kau makan banyak?”Tanya Yizhung ketika keduanya sedang duduk sambil menyantap makan malam..

Gaeul tidak mengantakan apa-apa ,ia hanya memperlihatkan anggukan kecil..

“Um ,pantas ,kau jadi terlihat gemuk..,”tawa Yizhung..,mengingati Gaeul akan kehamilannya yang semakin membesar..

Gaeul tidak merespon ,padahal biasanya ia akan membalas dengan tawa juga atau kedua  pipinya akan merona ,tetapi kali ini ia hanya membeku dalam diam..

“Kenapa sih?”Tanya Yizhung bingung ,ia mencoba mencari alasan dibalik semua kelakuan Gaeul..,tetapi tidak mendapati atau menyadari dimana letak kesalahan semua ini sehingga istrinya berlaku seperti itu..

Nasi masih tersisa banyak didalam mangkuk Gaeul ,tetapi ia meninggalkan Yizhung sendirian ,lalu masuk kedalam kamar..Yizhung tak bisa berkata apa-apa ,merasa kaget sekali lagi dirinya diperlakukan begitu aneh..Ia memutuskan untuk mengejar Gaeul kedalam kamar..

“Kenapa tidak makan lagi ,nasi dan laukmu masih banyak kan?”Tanya Yizhung ,dengan sabar ia menghampiri Gaeul yang sedang duduk di kasur ,raut mukanya kusut tanpa ekspresi ,”Tidak apa..”

Yizhung mulai menggunakan jurus mautnya ,ia menatap Gaeul ,hendak membawa Gaeul kedalam pelukannya..,tetapi Gaeul menolak dengan alasan yang sangat tidak rasional ,”Aku hendak tidur ,”katanya menghindari Yizhung dan segera membenamkan dirinya dibawah selimut..,kesan ‘menghindari’ itu begitu nyata dibuatnya..

Yizhung tidak bisa dibodohi ,ini bukan Gaeul dan ia merasa ada yang tidak beres diantara mereka..”Apakah kau menjadi begitu membenciku sampai-sampai tidak mau dipeluk hanya untuk beberapa detik saja sebelum tidur?”bisik Yizhung pelan ,lalu ia keluar menuju ruang makan , meninggalkan Gaeul yang menangis di balik selimutnya..

***

Minggu demi minggu dilewati bersama ,membuat Jae Kyung dan Jihoo lebih dekat daripada sebelumnya..Nyatanya ini terjadi berkat kakek yang selalu mengusir Jihoo ke rumah Jae Kyung setiap ia pulang kerja..Terkadang Jae Kyung akan meninggalkan kunci rumahnya di bawah keset kaki di depan pintu jika ia belum pulang dari kantor ,menyadari Jihoo yang akan selalu datang untuk menghabiskan sisa malam bersamanya.Terkadang juga mereka masak berdua ,walaupun awalnya Jihoo mengaku ia hanya bisa memasak pancake ,itupun karena Jandi dulu ,tetapi beberapa hari ini ,beragam makanan telah menjadi bahan eksperimen mereka..Seperti pasta ,sup ,bahkan hidangan penutup..

Hari ini Jae Kyung menunggu Jihoo sampai larut malam ,ia tak kunjung datang.Tak ada tanda-tanda Jihoo diluar sana ,ini sudah lewat jam makan malam..Dan Jae Kyung melewatkan makan malamnya demi menunggu Jihoo ,sadar atau tidak ,sekarang mereka menjadi seperti ‘bergantung’ satu dengan lainnya..

Ketika jam di dinding rumahnya sudah menunjukkan pukul 10..Jae Kyung masih enggan untuk menyeret dirinya kedalam kamar tidur..Seolah dirinya membeku ,hanya ingin menunggu kedatangan Jihoo..Berharap-harap cemas ,penantiannya tidak akan sia-sia..

Tik..tik..tik ..bunyi jam itu memperingati Jae Kyung bahwa hari tidak berhenti begitu saja ..Pukul 10.50 ,Jae Kyung masih menanti dengan mata sayunya..Dan suara ‘grek’ kecil terdengar samar ,membuatnya semangat lagi.

Apakah itu Jihoo?

Jae Kyung berlari kedepan dan mendapati Jihoo berdiri disana dengan sebuket besar bunga mawar dan plastic beriisi kue di tangannya..

“Ini kakek yang menyuruhku..,”gumam Jihoo..,”Maaf kalau aku datang begini larut..”

Jae Kyung tersenyum dan meraih bunga itu dari tangan Jihoo..,”Ayo masuk kedalam dan makan kue yang kau bawa..,”kata Jae Kyung ,menyelipkan secercah nada ‘semangat’ pada suaranya..

Mereka makan dalam ketenangan ,Jae Kyung masih diliputi kesenangan ketika mendapati Jihoo ternyata datang malam ini..

Seusai makan ,tidak ada lagi acara bincang-bincang atau bermain biola seperti biasa kerena hari sudah begitu larut ,Jae Kyung tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya ,ia naik ke lantai 2 dimana kamarnya berada ,sementara Jihoo pamit pulang..

Ketika Jihoo menutup pintu rumah Jae Kyung sepelan mungkin ,ia berdiri tanpa melangkah lalu berbisik ,kata-kata yang ia harap didengar Jae Kyung ,tetapi ia merasa konyol karena tidak ada Jae Kyung disini untuk diajak bicara ,”Sesungguhnya aku bohong.Kakek sudah tidur dan tidak ada yang menyuruhku untuk datang ,aku bisa saja langsung tidur sepulangnya aku kerja.,tetapi dalam hatiku ,aku memaksa diriku sendiri untuk datang..Bunga mawar itu kubeli untuk pasien perempuan yang akan keluar dari rumah sakit hari ini..Tetapi diriku sadar dan tidak bisa menepis kenyataan kalau ,aku akan lebih bahagia jika kau adalah perempuan yang menerima bunga itu..”

***

Suatu malam ,Jilli memandangi wajah Woo Bin yang tertidur..

Ia masih berpikir keras dengan seribu pertanyaan membanjiri otaknya mengenai bunga carnation yang terbuat dari kertas itu..

Venesia ,kota seribu kanal ,tetap ramai pengunjung ,disetiap bulannya..Jilli kecil yang berumur 5 tahun, terisak ketika ia terpisah dari ayah dan ibunya..Dihantui ketakutan bahwa ia tidak akan pernah melihat orang tuanya lagi..

Orang yang lalu-lalang merasa tidak peduli dan tidak berkepentingan..Jilli tak mengerti harus berbuat apa selain berdiri diam sambil memangis terisak ,tidak tahu siapa harus ia mintai tolong..

Dari seberang ,mata biru tajamnya bisa melihat kearah turis asing yang sedang menyantap makanan bersama keluarga ,mereka terlihat begitu senang dan ceria..Salah satunya seorang anak lelaki seumurannya berwajah oriental,mengenakan jas bewarna coklat..Ia memperhatikan Jilli yang menangis ditengah kermaian..

Lelaki itu terlihat berbisik kepada orang tuanya yang sibuk mengobrol..Lalu ia menghampiri Jilli dengan 2 bungan Carnation di tangan kecilnya..,yang ia ambil dari atas meja makan tadi..

“Why are you crying?”Tanya nya dengan logat bahasa Inggris yang aneh..

“I’m lost..,”jawab Jilli ,ia masih terisak ,tak bisa menahan tangisannya..

Tanpa basa-basi anak lelaki itu mengandeng Jilli dan meminta pertolongan orang tuanya untuk mencari orang tua Jilli yang hilang..

“Ada apa?”Tanya orang tua lelaki itu bingung ,melihat anak mereka mengandeng seorang perempuan kecil yang terisak..

“Orang tuanya hilang..,”katanya menjelaskan..

Ingatan itu samar-samar menghampiri Jilli..Ia tidak yakin persis apa yang terjadi setelah itu..Tetapi setelah orang tuanya ditemukan pada malam harinya ,ia ingat sempat mengucapkan kata perpisahan dengan anak lelaki asing itu..

“Thank you ,”papar Jilli kecil gembira ,ketika orang tuanya sudah ditemukan..

“You’re welcome..,”senyumnya ramah ,”This is for you ,please remember me..,”anak lelaki itu memberikan 2 bunga carnation kertas yang bewarna pink cantik..

“No ,one for you ,one for me..,”kata Jilli mengembalikan salah satu bunga di genggamannya..

Anak lelaki itu tersenyum ramah lalu pergi meninggalkan Jilli bersama orang tuanya..Sesampainya di rumah ,Jilli sempat menyesal karena tidak mengetahui siapa nama lelaki yang menolongnya tadi ,tetapi disisi lain ia senang karena merasa telah menemukan pangeran impian seperti yang dibacakan dalam dongeng..Sejak saat itu Jilli kecil selalu mengingatnya sebagai ‘My Knight’…,ia selalu tersenyum ketika bayang-bayang senyuman lelaki itu menghampiri dirinya..


“Apakah kau benar-benar My Knight?1000 banding 1 ,keajaiban kalau kau benar-benar My Knight”gumam Jilli bertanya-tanya..

“Apa itu My Knight?”Tanya Woo Bin ,matanya masih tertutup ,membuat ia terlihat seperti menggigau..

“Kau belum tidur?”Tanya Jilli terkaget-kaget..

Woo Bin hanya terkekeh ,lalu membuka matanya ,bertemu pandang dengan mata biru Jilli..

“Tadi siang ,aku tak sengaja menemukan bunga carnation kertas..,”papar Jilli ,terdengar keraguan dalam suaranya untuk memulai semua ini..

“Um..,bunga itu ,”kata Woo Bin ..,”Memangnya kenapa?”tanyanya polos..

“Darimana asalnya?”

“Dari suatu tempat yang sangat jauh ,”jawab Woo Bin tersenyum..

“Boleh kutebak?”

“Sure..”

“Apakah Venesia jawabannya..,”kata Jilli ragu…,walaupun jawabannya mungkin saja ya atau tidak ,bisa saja kan dia memungutnya di suatu tempat atau diberikan oleh seseorang ,begitulah pikir Jilli…

Tanpa sangka mata Woo Bin sedikit membelalak..,”Kenapa..,kenapa kau bisa tahu..”

Hati Jilli bagai mencelos ,ternyata Woo Bin adalah anak yang waktu itu ,’My Knight’ yang selama ini selalu dipikirkannya ,diidamkannya..,tidak salah lagi..

“I’m lost..Do you remember?”Jilli mulai tersenyum manis ,tidak menyangka..,tubuhnya dicecari kesenangan yang mendalam..

“You..,you?”Woo Bin terduduk ,matanya masih bersitegang dengan Jilli..

“Yes ,’My Knight’ ,this is me ,your little girl..,,my name is Jilli ,thank you for the carnation flower that you gave ..Itu yang ingin kubicarakan denganmu selama ini ‘My Knight’,”bisik Jilli…

Sekarang ia mengerti apa itu takdir..Dan inilah garisnya ,ternyata ia ditakdirkan dengan Woo Bin ,ksatria masa kecilnya..

***

“Muka mereka tidak terlalu jelas ,padahal aku ingin tahu ,rupa mereka sepertiku atau sepertimu,”gumam Jun Pyo ,ia mengacungkan foto hasil USG 4D keatas ,cahaya lampu menembus foto itu..

“Kata dokter usia kandungan 6 bulan adalah waktu yang lebih tepat untuk melakukan ini semua ,berarti tinggal sebentar lagi yah..,”kata Jandi polos ..

Jun Pyo mengganguk kecil ,”Tidak disangka ,anak kita sungguh kembar ,tetapi untungnya tidak kembar 7 ,aku sempat berpikir mengingat nafsu dan gairah kita yang tak terbendung itu ,anak kita akan benar-benar menjadi kembar 7 ,membuatku malu setengah mati ketika berhadapan dengan eomma dan appa”canda Jun Pyo sambil tertawa lega ..,merasa disindir ,kedua pipi Jandi merona merah tanda malu ,ia pun tak bisa menyembunyikan fakta yang satu itu..

Jandi menatap foto itu dengan bangga ,bersabar sebentar lagi ,sebelum ia menjadi ibu..,hal ini terasa fantastis..

“Hah ,tidak ada lagi yang perlu dipersiapkan ,semua kebutuhan bayi sudah kita miliki lebih dari cukup..,Oppa..Ini karenamu berbelanja begitu banyak tempo dulu ,”protes Jandi cemberut ,mengingat ia tidak terlalu berperan dalam persiapan ini..

“Sepertinya belum semua ,masih ada aku..Aku harus mempersiapkan mental untuk segala rengekkan dan ocehanmu yang semakin menjadi tahu!”goda Jun Pyo..

Jandi hanya terkekeh mengingat semuanya..”Aku sedang mengandung anakmu ,sepantasnyalah aku melakukan itu padamu ,Oppa.,”kata Jandi tak mau kalah..

“Siapa ya nama mereka berdua..?”kata Jun Pyo tiba-tiba..,membuat Jandi teringat kalau mereka belum mempersiapkan nama untuk kedua anaknya..

“Lelaki dan perempuan ,sepasang ,pas sekali..,”senyum Jun Pyo melebar ,ketika berpandangan dengan istrinya..

“Bagaimana kalau kita menggunakan Byeol dan Dal pada nama mereka ,”usul Jandi..(Byeol ,Dal =Bintang ,Bulan)

“Ahh!!Benar juga ,aku jadi meningat masa kita pacaran dulu ,”ucap Jun Pyo ..,”Goo Kim Byeol dan Goo Kim Dal ,nama yang sempurna ,”kata Jun Pyo lagi setelah ia terdiam sesaat memikirkan nama yang tepat..

Tidak perlu waktu lama-lama ,keduanya setuju dengan nama itu..

“Kim Byeol ,Kim Dal ,cepat lahir yah ,eomma dan appa menunggumu disini ,”kata Jandi mengelus perutnya..

***

Seiring berjalannya waktu ketika perut Gaeul semakin membesar ,ia membeli banyak sekali kemeja longgar dalam berbagai macam warna ,untuk menyembunyikan kehamilannya..Sejujurnya dalam keterpurukan yang mendalam ,ia tak bisa merasa peduli dengan kandungannya itu..Sekarang ia bagaikan mayat hidup ,apapun yang dilakukan terasa hambar dan hampa ,seperti orang yang frustasi akan kehidupan..Hubungannya dengan Yizhung tidak pernah membaik tentu saja ,sejak kehadiran wanita itu.Sekarang setiap jam 4 pagi ,ia akan terbiasa dengan bunyi raungan mobil ferarri merah di depan rumahnya ,dan Yizhung akan keluar kamar untuk menemui wanita itu..Sepanjang kesendiriannya Gaeul hanya akan terisak dibalik selimut..Merasa terlalu konyol karena mengasihani dirinya sendiri..Hari-hari dilewatkannya dalam diam ,ia makan dengan terpaksa setiap harinya ,air mata akan mengalir tiba-tiba ,tidurpun tidak nyenyak bagaikan tidur beralas batu..

Gaeul jatuh sakit pada suatu ketika ..,tetapi ia tetap menyembunyikan semuanya daripada Yizhung..Ia bertekad ,semua yang terjadi pada dirinya termasuk kandungannya ,takkan pernah diberitahunya pada Yizhung ,ia merasa Yizhung tidak perlu tahu apa-apa lagi..Gaeul memutuskan untuk pergi ke dokter siang hari itu..

Mukanya pucat bagaikan mayat membuat orang-orang di bus menatapnya ngeri sekaligus kasihan..Nafas Gaeul tersengal-sengal ,terdengar persis seperti orang yang memiliki sakit asma ..Untunglah jarak rumah sakit tak terlalu jauh ,jadi ia tidak perlu pingsan tiba-tiba dan mengangetkan seisi bus..

Gaeul menyeret dirinya untuk terus berjalan melewati lorong rumah sakit..Pening menyambarnya ,membuat seluruh pandangan menjadi bayang-bayang hitam dan buram..Seorang dokter paruh baya menopang Gaeul dan membawanya ke ruang rawat..Seketika itu juga ,para suster mulai sibuk bekerja disekitarnya..

Pandangan Gaeul menangkap pada jarum infuse yang dipakaikan pada tangannya..,ia meronta-ronta sambil menangis ,”Sus ,jangan..Jangan pakaiakan saya itu ,saya ingin pulang saja..,”suara serak Gaeul pecah ..

Tetapi dengan pandangan getir ,ia menatap Gaeul ,”Bu ..,sadarkah kalau anda berjalan dengan darah di sekujur kaki..Anda pendarahan ,kalau tetap dibiarkan ,janin ibu yang akan menjadi taruhannya..”

Hati Gaeul mencelos ,ia merasa sedih ,tetapi disisi lain juga merasa tidak mau peduli ,biarlah ia mati sekalian..Kata pikiran gilanya saat itu...

***

“Sudah jangan menungguku lagi ,ayo ikut saja..,”Jihoo yang baru sampai ,menarik tangan Jae Kyung keluar rumah..Petang itu ,sebagai dokter ,Jihoo disibuki oleh berbagai macam sesuatu yang menggila di rumah sakit ,misalnya saja kecelakaan tak terduga atau komplikasi seorang pasien..Semua terjadi tanpa sepengetahuannya ,maka ia tahu ,ia tidak akan bisa pulang sampai setidaknya besok subuh..Dan karena Jihoo tahu ,berdasarkan pengalamannya ,Jae Kyung akan tetap setia menunggu berapa lamapun ,dibuatlah keputusan ,hari ini ia akan mengajak Jae Kyung ikut serta ke rumah sakit..

Jae Kyung hanya diam membiarkan Jihoo menariknya..,karena ia sudah tahu betapa tidak enak menunggu sendirian ,maka ia memutuskan untuk ikut dan menurut saja..

Sepanjang jam kerja ,Jae Kyung selalu berdiri  lalu duduk disamping Jihoo..Pasien yang kebanyakan wanita ,muda maupun ajhumma ,sedikit mengeriyit melihat kedatangan Jae Kyung ,lalu dengan sinis akan bertanya ‘Siapa ini?’ atau ‘Siapa kau?’ dan Jihoo dengan senyuman lebar akan menjawab ,’Dia pacarku’..Tak perlu berlama-lama ,beberapa pasien memutuskan untuk langsung pergi dengan pintu dibanting sekencang-kencangnya ,tetapi pasien lain yang ‘benar-benar sakit’ tidak akan terusik dengan kedatangan Jae Kyung sebagai ‘pacar’ Jihoo…

Setiap kali kata pacar keluar dari mulut Jihoo dan ia merasa itu ditunjukkan untuk dirinya ,Jae Kyung akan merasakan alirian listrik disekujur tubuhnya yang membuat ia tersenyum sendiri tanpa alasan..Tidak ada alasan untuk senang dengan hubungan palsu ini ,tetapi entah mengapa ,ia merasa senang…Apakah mungkin?

Jae Kyung menggelengkan kepalanya ,tidak mungkin ini terjadi ,jelas-jelas mereka hanya pura-pura..Ini tak mungkin ,tepis Jae Kyung..Ia berusaha memikirkan berbagai macam hal untuk mengusir pikiran itu dari pikirannya..,tetapi tidak berhasil..

Setidaknya sampai jam 12 malam ,ketika pasien mulai jarang berdatangan ,mata sayu Jae Kyung memutuskan untuk tidur ,ia merasa tidur adalah pilihan tepat untuk melupakan perasaan gila ini..Yah ,tidur saja lebih baik ,pikirnya..

***

“Wah ternyata kliniknya sudah jadi ,pasti Jihoo sunbae akan senang sekali melihatnya ,”papar Jandi gembira ,ia masih ingat ,dulu klinik yang kakek tempati ini sempit dan sudah tua ,sekarang Jun Pyo bagaikan ‘menyulapnya’ menjadi klinik yang fantastis..

“Setelah anak kita lahir ,apakah kau berencana mengurus klinik ini?”Tanya Jun Pyo ragu..,ia masih merasa aneh ,Jandi mau bekerja padahal jelas-jelas keungan mereka sangat sangat cukup..

“Tentu saja ,aku harus menggantikan kakek ,menjadi dokter yang hebat ,”jawab Jandi berangan-angan..Menyembuhkan orang lain adalah impiannya sejak dulu ,menurut Jandi hal tersebut adalah pekerjaan yang hebat..

“Wah tidak terbayang berapa banyak pasien yang akan keracunan ,”kata Jun Pyo menggoda Jandi ,tetapi tentu saja Jandi tidak marah ,paling tidak untuk sekarang ,keadaan akan menjadi berbeda ketika anak mereka sudah lahir ,maka Jun Pyo merasa ia sudah cukup puas mengejek Jandi dan tidak mendapat omelan darinya..Ketika semua sudah berjalan normal nantinya ,Jandi akan protes dengan tampang ketus ,seperti ‘YYA GOO JUN PYO’ atau ‘AUSHHH MAU CARI MATI!!’ ..Jun Pyo tersenyum ,meningat betapa ia merindukan omelan itu..

“Enak saja Oppa!!”Jandi tertawa ,ia berjinjit dan mengacak-acak rambut keriting Jun Pyo..

“Hey!Rambutku..,”Jun Pyo mencoba merapikan rambutnya yang menjadi berantakan ,ia mendekap Jandi dan mencium pipinya berkali-kali sebagai balasan..

“Aduh..Aduh ampunnn oppa ,ini ditengah jalan ,malu dilihat orang-orang..,”pinta Jandi ,ia berusaha melepaskan diri namun Jun Pyo terus mendekap dan mengecup pipi merahnya..Semua orang yang berlalu-lalang melewati klinik ,tersenyum melihat pasangan bahagia itu..

“Kau nakal sih ,sini kucium lagi ,”goda Jun Pyo ..,sementara jandi meraung-raung layaknya anak kecil, mencoba melepaskan diri dari dekapan Jun Pyo..

***

“Ternyata itu kau ,ya ampun..,”papar Woo Bin pada suatu sore,setelah beberapa minggu sejak ia tahu bahwa Jilli adalah yang anak hilang di Venesia itu..

“Yeah ,memang aneh ,tetapi aku merasa inilah destiny ,”senyuman Jilli menghiasi wajah manisnya..,”Siapa sangka ,My ‘Stranger’ Knight would be my husband..,”paparnya lagi bertatapan dengan Woo Bin..

“I still remember ,kau dikepang dua dengan pita hitam yang sangat lucu ,saat itu pipimu merona begitu merah sambil terisak..,”kata Woo Bin dengan tampang berpikir ,masih meningat-ingat kejadian itu..

“Hehehe ,I still remember your ‘geek’ English ,logatmu saat itu aneh sekali sih percaya atau tidak..,”ejek Jilli ..

Woo Bin tersenyum merasa dirinya disindir ,”English itu sangat susah untuk orang Korea tahu..,lagipula masa kau hanya mengingat logatku tanpa meningat yang lainnya..,”protes Woo Bin dengan tampang masam..

“Nope ,kau memakai jas cokelat ,dengan wajah tampan yang sangat oriental ,bagaimana bisa aku melupakan My Knight begitu saja..,”kata Jilli.., bahkan sampai dirinya beranjak remaja ,kejadian itu selalu membuat dirinya berbunga-bunga dan mengingat sosok Woo Bin kecil..

“Apakah kau masih menyimpan bunga carnation itu?”Tanya Woo Bin penasaran ,ia menggengam bunganya yang sudah rapuh dan layu ,bahkan sudah robek di beberapa sudut..

“Sayang sekali ,aku meninggalkannya di Venesia ,aku tak bisa katakan seberapa menyesal diriku waktu itu..,”Jilli menghela nafas panjang..,mengingat ketika dulu ia sadar kalau bunga carnationnya tertinggal di Venesia ,ia tak bisa berhenti meraung sepanjang hari..

“Ah sudah kusangka..,”kata Woo Bin , lalu dari kolong tempat duduknya ia mengeluarkan sebuah keranjang yang terbuat dari rotan berisi penuh bunga carnation bewarna cream keputihan ,sangat cantik ,wanginya pun bak aroma parfum mahal ..,”Tadaaa ,this is for you My Princess..”

Pipi Jilli merona kemerahan ,ia sangat bahagia ,sejenak ia tampak ragu untuk memegang keranjang penuh bunga itu ..Tetapi ketika kelembutan bunga caranation bertemu dengan tangannya ,Jilli bisa merasakan getaran masa lalu nya bagaikan ‘terbuka’ begitu nyata..

***


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #66 on: January 22, 2010, 04:33:13 am »
PART SIX

Di penghujung bulan keenam masa kehamilannya ,ajakan Jun Pyo untuk berpiknik di akhir pekan diterima Jandi dengan senyuman manisnya..

Lembah Hwayang menjadi tempat pilihan mereka..Memikirkan sungai ,daun-daun musim semi ,dan bukit di alam bebas membuat Jandi semakin tak sabar untuk segera pergi..

Di hari yang ditentukan ,Jandi tak bisa lagi memaksa matanya untuk tidur berlama-lama ,ia bangun di pagi hari ketika matahari masih terlelap .. Perutnya sedikit mual karena perasaan senang dan tak sabar ini ..Setelah mandi ,Jandi berkemas dan pergi ke dapur untuk mempersiapkan semuanya..

Satu keranjang besar yang menampung bekal mereka ,terasa mustahil untuk dihabiskan berdua saja..Namun karena Jandi tahu dirinya akan dengan rakus makan bak babi ,akhirnya ia membawa banyak sekali ragam makanan..

Pukul 7 pagi ,ketika matahari perlahan menunjukkan sinarnya ,Jun Pyo dan Jandi telah siap untuk menempuh perjalanan ke Lembah Hwayang dengan mobil pribadi mereka ,tanpa supir tentu saja ,Jun Pyo ingin acara ini menjadi ‘milik mereka berdua’..

Seoul belum ditandai dengan kemacatan parah pagi itu ,mungkin karena orang akan bangun telat di akhir pekan..Jadi bisa dibilang perjalanan ini lancar-lancar saja..Mereka memasuki rute luar kota dengan cepat..Padahal biasanya ,orang akan berebut tempat ,menyelinap sana dan sini untuk menghindari kemacatan sebisa mungkin..Tetapi hari ini sepertinya sedikit orang yang berniat untuk liburan..

Tidak ada yang diam selama perjalanan itu ,bisa dibilang Jun Pyo dan Jandi banyak mengoceh didalam mobil..Entahlah ,itu candaan atau sekedar berdiskusi tentang anak mereka..Keduanya menikmati setiap detik dari perjalanan itu dan benar-benar merasa dunia adalah milik mereka berdua..

Jandi menyipitkan matanya ketika cahaya matahari begitu pekat menembus jendela mobil..Semakin tinggi mereka menanjak lembah ,terik matahari menyinari cahayanya dengan begitu menjadi-jadi  ,udara segar terasa menari-nari diluar sana..

“Oppa ,apakah sudah mau sampai?”Tanya Jandi yang kelewat semangat..,Jun Pyo hanya tersenyum ,”Belum”

Selama 15 menit mereka hanya menyusuri lembah yang menanjak keatas ..Puncak bukit semakin nyata ,matahari berganti awan tebal dan kabut..Mobil sepi berlalu-lalang ,selama 15 menit terakhir tidak ditemukan satupun mobil yang menyusuri lembah..

“Sepi sekali!”gumam Jandi ,pandangannya tidak lepas dari alam luar..

“Memang karena mereka tidak tahu pemandangan tersembunyi ,”kekeh Jun Pyo..

Mobil mereka melewati sebuah klinik tua bergaya Eropa..,yang hanya berdiri sendiri tanpa bangunan lain di kanan atau kirinya..Jandi menatap klinik itu dengan heran..Perasaannya menjadi tidak enak setelah melihat klinik itu..Apakah klinik tersebut berhantu?Atau sesuatu akan terjadi?Jandi menggelengkan kepala ,ia tidak ingin berpikir yang tidak-tidak..Jandi meluruskan pikirannya ,berusaha memikirkan alam terbuka yang akan didatanginya nanti..

Jandi yang merasa tegang ,mulai mengeluarkan beberapa candaan dan obrolan untuk mencairkan suasana hatinya..,”Tidak kusangka ,waktu berjalan begitu cepat dan sebentar lagi anka kita lahir ,apakah oppa bisa menjadi ayah yang ‘becus’?Mengingat Oppa menolak untuk menghadiri kelas perawatan ayah ..,”goda Jandi ,ia tak tahu harus berkata apa ,perasaan yang begitu buruk menyergap dirinya saat itu ,membuat lidahnya semakin kelu..

Jun Pyo menujukkan muka masam ,ia menatap Jandi dan berkata dengan ketus ,”Enak saja ,jangan meremehkanku tahu!?”Jun Pyo mencubit pipi Jandi dengan satu tangannya..

“Aduh sakit!”protes Jandi ,padahal cubitan itu tidak terasa sakit sama sekali..

Jun Pyo terkekeh ,matanya terfokus pada Jandi dan jalan raya dalam waktu bersamaan…Tidak ada satupun kendaraan yang ditemuinya ,membuat jalan serasa milik sendiri ,lembah ini bagaikan lembah tak berpenghuni ,begitulah pikir keduanya dalam waktu kurang dari 15 menit..,”Tidak ada siapapun disini ,tak kusangka begini sepi..,”kata Jun Pyo santai sambil memandang Jandi..

Tragis..Pandangan itu adalah pandangan maut ..Bagi mereka berdua..Jun Pyo tidak memperhatikan jalan saat itu ,membuatnya tak sadar akan kedatangan truk besar bewarna merah ,yang berjalan menuruni lembah dalam kecepatan tinggi ,bagaikan monster bertubuh 3x lipat besarnya , yang siap menabrak dan meluluh-lantahkan mobil sedan mereka..,Sialnya pada saat yang sama ,supir truk itu sama sekali tidak memperhatikan jalan kecuali mengeleng-gelengkan kepalanya dengan sibuk mengikuti irama lagu yang diputar di radio..

“AWAS OPPA!!ADA TRUK DI DEPAN!!!!!!”Begitulah teriakan Jandi , yang dengan sigap melindungi tubuh Jun Pyo ,menamengi dengan tubuh mungilnya yang sedang dalam keadaan hamil besar , semua terjadi begitu cepat ,dan..

DASHHHH!!

Suara itu ,terdengar begitu hebat ,terlambat sudah..Mobil sedan mereka ,sekarang terlihat hancur sepeti ditelan oleh badan truk merah yang besar itu ,semua terjadi begitu cepat ,puing-puing kaca bertebaran dimana-mana ,bagian depan dari mobil itu sudah tak bisa dikenali lagi ,habis ‘termakan’ truk..

Supir truk itu menatap mobil sedan yang hancur ,baru saja ditabrak olehnya ,ia sadar bahwa dirinya dalam keadaan gawat ,jika seseorang melihat ,atau korban melaporkan kejadian ini ..,pikiran buruk menghantui diri supir itu ,membuatnya lari terbirit-birit ,kabur dari kenyataan mengerikan ini..

Luka ditubuh Jun Pyo tidak seberapa ,pasalnya ada tubuh Jandi yang menamenginya..Ia hanya mendapati beberapa memar ..,dan dirinya masih sadar ketika semuanya berlangsung..

Dari belakang Jun Pyo perlahan menghampiri Jandi ,ia membawa gitar ,sambil memainkannya ,tangan kanannya mengapit sebuket bunga mawar ,..ia mulai bernyanyi di hadapan Jandi

Baby ,aboji dan omoni disini selalu menunggumu..cepat lahir yah..,aboji dan omoni akan sangat menyanyangimu..


Semua ingatan indah itu berputar menjadi satu di dalam pikiran Jun Pyo…Tetapi kejadian mengerikan yang hanya terjadi dalam beberapa detik itu seolah memupuskan semua harapan rumah tangganya dengan Jandi..

Bau darah begitu menyengat ,Jun Pyo sadar sebagian besar darah yang tercecer adalah darah istrinya..Tubuh rapuh Jandi terkapar di pangkuan Jun Pyo ,dalam arti ia telah berhasil menyelamatkan Jun Pyo dan disisi lain juga menghancurkan dirinya sendiri..Nafas sesak Jandi seolah mengejar-ngejar udara ,semakin lama semakin melemah dan terdengar begitu mengerikan ,paru-parunya bagaikan bingung dan tak bekerja dengan baik sehingga ini membuatnya sengsara..

Jun Pyo membawa seluruh tubuh Jandi kedalam pangkuannya dan mencoba untuk keluar dari reruntuhan mobil mereka .Jandi tak bisa bergerak ,ia hanya mampu berbisik dengan suara serak yang sangat kecil ,kedua mata sayunya sudah setengah menutup seolah ia memberikan tanda bahwa ini semua terlalu sakit dan ia tidak kuat lagi..Ketika mereka berhasil keluar ,semuanya terlihat lebih jelas ,tubuh Jandi yang terluka dimana-mana ,darah yang menghiasi setiap sisi tubuhnya terasa begitu ‘tragis’ ,perlahan-lahan awan pekat mulai meneteskan rintik-rintik hujan , beberapa lecetan di sekitar tangan dan kepala Jun Pyo terasa sangat perih dibasahi rintik hujan ,namun ia tahu apa yang ia rasakan sekarang tidak apa-apanya disbanding tubuh ‘horor’ Jandi dengan darah dimana-mana..

Jun Pyo mulai berteriak panic memanggil nama Jandi sampai berkali-kali dengan harapan ia akan terus sadar ,tetapi keadaan menjadi semakin memburuk ketika gumaplan darah mulai menyusuri kaki Jandi..Jun Pyo tahu ‘sesuatu’ telah terjadi ,seluruh pikiran buruk menghantuinya ,apakah anak mereka akan menjadi taruhannya?Kim Byeol dan Kim Dal yang mereka tunggu setelah sekian lama?Atau Jandi yang akan menjadi korban?Atau lebih buruknya lagi ,istri dan anak-anaknya akan meninggalkannya seorang diri?

“Geum..Geum Jandi..!!”Jun Pyo tak berhenti menggumam sementara otaknya berputar ,apa yang harus ia lakukan sekarang…Mulut Jandi hanya bisa membentuk huruf a tanpa memiliki kekuatan untuk berbicara lebih ,ia hanya menangis merasa kesakitan dan tak berdaya..


“Klinik itu!!”Jun Pyo mengingat-ingat klinik tua disisi jalan yang baru mereka lewati tadi ,.,”Jandi ..Geum Jandi..,.bertahanlah ..!”teriak Jun Pyo..

Dengan sisa tenaganya ,Jun Pyo memaksa tangannya yang memar untuk mengendong tubuh Jandi ,segera seluruh darah menodai kemeja putih Jun Pyo..Ia harus berlari..,berlari tak peduli apapun ,demi keselamatan istri dan anak-anaknya ..

Jun Pyo setengah berlari menuruni lembah ,tetapi secepat apapun ia mencoba berlari ia tak pernah merasa cukup cepat..,..ia berharap akan segera menemukan klinik tersebut walaupun ia tahu masih jauh jalan yang harus ditempuhnya ,sementara Jandi terus menangis di tengah hujan deras ini ,ia tak bisa berhenti menangis ketika air hujan hanya membuat lukanya semakin perih bagai terbakar dan sensasi sakit yang harus di dalam perutnya terus menjadi ketika gumpalan darah mengucur lebih deras melalui kedua kakinya..Jun Pyo percaya itu adalah tanda yang buruk ,sungguh ,maka ia mempercepat langkahnya tanpa memperdulikan apapun yang terjadi dengan dirinya ,sekarang yang terpenting adalah istri dan anak-anaknya..

Semakin lama puing-puing mobil mereka tertinggal semakin jauh di belakang sana..Didalam gendongannya ,Jandi ‘tertidur’ namun dalam kepanikan ,Jun Pyo terus memeriksa apakah istrinya masih bernapas atau tidak..Jandi tak berkutik lagi ,ia terasa dingin dan diam seperti ‘mayat’ ,tak merasa kesakitan atau meringis lagi..Apakah benar-benar? Jandi telah tiada?Pikiran mengerikan itu membuat tubuh Jun Pyo bergetar hebat ,ia mulai menangis menguncang-guncang tubuh Jandi dalam keputusasaan..

TO BE CONTINUED......


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee
« Reply #67 on: January 22, 2010, 04:34:42 am »
Minnyyyyy udah aku copykan semuanya dimari  [sweat] [sweat] [sweat] cape boookkk  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

lanjutannya ditunggu yah dongsaeng selanjutnya ku serahkan pada dirimu  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
wiw gumawoyo udh di copasin..hehe..*author payah  surrender surrender Emoticons0433
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
yoooooo baru dateng  hammer2 hammer2 hammer2 hayo lanjutannya cepetan dshare dimari  [head break] [head break] [head break]  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

dara

  • Guest
Prinsip SR akherx runtuh.. Trs d posting d sni aja ya.. Dripda d LI lemotx kgak nahan..

dara

  • Guest
*minta ijin* blh buat tret bru gag d sni? Soal minsun kok..

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Boleh aja sista mang mo bikin tret apa ^^

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

dara

  • Guest
ff tentang MinSun juga.. tapi mungkin masih banyak kekurangan jadi mohon bantuannya  [bye] [smiley]

Offline Bian

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
    • View Profile
yoooooo baru dateng  hammer2 hammer2 hammer2 hayo lanjutannya cepetan dshare dimari  [head break] [head break] [head break]  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

hi i'm newbie in here, slam knal ya  [smiley-dance013]
MFF nya oke tuh sista, i like itt ^^
kira2 kpn ada lnjutannya lgi sis??
pnsran sma klnjutan sma kisah mereka smua ^^
atau ga aq bsa liat dmn KKOTBODA NAMJA MFF nya?
atau hrs tunggu uploadan dri sista?? ^^