Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24779 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
PART SIX


Di penghujung bulan keenam masa kehamilannya ,ajakan Jun Pyo untuk berpiknik di akhir pekan diterima Jandi dengan senyuman manisnya..

Lembah Hwayang menjadi tempat pilihan mereka..Memikirkan sungai ,daun-daun musim semi ,dan bukit di alam bebas membuat Jandi semakin tak sabar untuk segera pergi..

Di hari yang ditentukan ,Jandi tak bisa lagi memaksa matanya untuk tidur berlama-lama ,ia bangun di pagi hari ketika matahari masih terlelap .. Perutnya sedikit mual karena perasaan senang dan tak sabar ini ..Setelah mandi ,Jandi berkemas dan pergi ke dapur untuk mempersiapkan semuanya..

Satu keranjang besar yang menampung bekal mereka ,terasa mustahil untuk dihabiskan berdua saja..Namun karena Jandi tahu dirinya akan dengan rakus makan bak babi ,akhirnya ia membawa banyak sekali ragam makanan..

Pukul 7 pagi ,ketika matahari perlahan menunjukkan sinarnya ,Jun Pyo dan Jandi telah siap untuk menempuh perjalanan ke Lembah Hwayang dengan mobil pribadi mereka ,tanpa supir tentu saja ,Jun Pyo ingin acara ini menjadi ‘milik mereka berdua’..

Seoul belum ditandai dengan kemacatan parah pagi itu ,mungkin karena orang akan bangun telat di akhir pekan..Jadi bisa dibilang perjalanan ini lancar-lancar saja..Mereka memasuki rute luar kota dengan cepat..Padahal biasanya ,orang akan berebut tempat ,menyelinap sana dan sini untuk menghindari kemacatan sebisa mungkin..Tetapi hari ini sepertinya sedikit orang yang berniat untuk liburan..

Tidak ada yang diam selama perjalanan itu ,bisa dibilang Jun Pyo dan Jandi banyak mengoceh didalam mobil..Entahlah ,itu candaan atau sekedar berdiskusi tentang anak mereka..Keduanya menikmati setiap detik dari perjalanan itu dan benar-benar merasa dunia adalah milik mereka berdua..

Jandi menyipitkan matanya ketika cahaya matahari begitu pekat menembus jendela mobil..Semakin tinggi mereka menanjak lembah ,terik matahari menyinari cahayanya dengan begitu menjadi-jadi  ,udara segar terasa menari-nari diluar sana..

“Oppa ,apakah sudah mau sampai?”Tanya Jandi yang kelewat semangat..,Jun Pyo hanya tersenyum ,”Belum”

Selama 15 menit mereka hanya menyusuri lembah yang menanjak keatas ..Puncak bukit semakin nyata ,matahari berganti awan tebal dan kabut..Mobil sepi berlalu-lalang ,selama 15 menit terakhir tidak ditemukan satupun mobil yang menyusuri lembah..

“Sepi sekali!”gumam Jandi ,pandangannya tidak lepas dari alam luar..

“Memang karena mereka tidak tahu pemandangan tersembunyi ,”kekeh Jun Pyo..

Mobil mereka melewati sebuah klinik tua bergaya Eropa..,yang hanya berdiri sendiri tanpa bangunan lain di kanan atau kirinya..Jandi menatap klinik itu dengan heran..Perasaannya menjadi tidak enak setelah melihat klinik itu..Apakah klinik tersebut berhantu?Atau sesuatu akan terjadi?Jandi menggelengkan kepala ,ia tidak ingin berpikir yang tidak-tidak..Jandi meluruskan pikirannya ,berusaha memikirkan alam terbuka yang akan didatanginya nanti..

Jandi yang merasa tegang ,mulai mengeluarkan beberapa candaan dan obrolan untuk mencairkan suasana hatinya..,”Tidak kusangka ,waktu berjalan begitu cepat dan sebentar lagi anka kita lahir ,apakah oppa bisa menjadi ayah yang ‘becus’?Mengingat Oppa menolak untuk menghadiri kelas perawatan ayah ..,”goda Jandi ,ia tak tahu harus berkata apa ,perasaan yang begitu buruk menyergap dirinya saat itu ,membuat lidahnya semakin kelu..

Jun Pyo menujukkan muka masam ,ia menatap Jandi dan berkata dengan ketus ,”Enak saja ,jangan meremehkanku tahu!?”Jun Pyo mencubit pipi Jandi dengan satu tangannya..

“Aduh sakit!”protes Jandi ,padahal cubitan itu tidak terasa sakit sama sekali..

Jun Pyo terkekeh ,matanya terfokus pada Jandi dan jalan raya dalam waktu bersamaan…Tidak ada satupun kendaraan yang ditemuinya ,membuat jalan serasa milik sendiri ,lembah ini bagaikan lembah tak berpenghuni ,begitulah pikir keduanya dalam waktu kurang dari 15 menit..,”Tidak ada siapapun disini ,tak kusangka begini sepi..,”kata Jun Pyo santai sambil memandang Jandi..

Tragis..Pandangan itu adalah pandangan maut ..Bagi mereka berdua..Jun Pyo tidak memperhatikan jalan saat itu ,membuatnya tak sadar akan kedatangan truk besar bewarna merah ,yang berjalan menuruni lembah dalam kecepatan tinggi ,bagaikan monster bertubuh 3x lipat besarnya , yang siap menabrak dan meluluh-lantahkan mobil sedan mereka..,Sialnya pada saat yang sama ,supir truk itu sama sekali tidak memperhatikan jalan kecuali mengeleng-gelengkan kepalanya dengan sibuk mengikuti irama lagu yang diputar di radio..

“AWAS OPPA!!ADA TRUK DI DEPAN!!!!!!”Begitulah teriakan Jandi , yang dengan sigap melindungi tubuh Jun Pyo ,menamengi dengan tubuh mungilnya yang sedang dalam keadaan hamil besar , semua terjadi begitu cepat ,dan..

DASHHHH!!

Suara itu ,terdengar begitu hebat ,terlambat sudah..Mobil sedan mereka ,sekarang terlihat hancur sepeti ditelan oleh badan truk merah yang besar itu ,semua terjadi begitu cepat ,puing-puing kaca bertebaran dimana-mana ,bagian depan dari mobil itu sudah tak bisa dikenali lagi ,habis ‘termakan’ truk..

Supir truk itu menatap mobil sedan yang hancur ,baru saja ditabrak olehnya ,ia sadar bahwa dirinya dalam keadaan gawat ,jika seseorang melihat ,atau korban melaporkan kejadian ini ..,pikiran buruk menghantui diri supir itu ,membuatnya lari terbirit-birit ,kabur dari kenyataan mengerikan ini..

Luka ditubuh Jun Pyo tidak seberapa ,pasalnya ada tubuh Jandi yang menamenginya..Ia hanya mendapati beberapa memar ..,dan dirinya masih sadar ketika semuanya berlangsung..

Dari belakang Jun Pyo perlahan menghampiri Jandi ,ia membawa gitar ,sambil memainkannya ,tangan kanannya mengapit sebuket bunga mawar ,..ia mulai bernyanyi di hadapan Jandi

Baby ,aboji dan omoni disini selalu menunggumu..cepat lahir yah..,aboji dan omoni akan sangat menyanyangimu..

Semua ingatan indah itu berputar menjadi satu di dalam pikiran Jun Pyo…Tetapi kejadian mengerikan yang hanya terjadi dalam beberapa detik itu seolah memupuskan semua harapan rumah tangganya dengan Jandi..

Bau darah begitu menyengat ,Jun Pyo sadar sebagian besar darah yang tercecer adalah darah istrinya..Tubuh rapuh Jandi terkapar di pangkuan Jun Pyo ,dalam arti ia telah berhasil menyelamatkan Jun Pyo dan disisi lain juga menghancurkan dirinya sendiri..Nafas sesak Jandi seolah mengejar-ngejar udara ,semakin lama semakin melemah dan terdengar begitu mengerikan ,paru-parunya bagaikan bingung dan tak bekerja dengan baik sehingga ini membuatnya sengsara..

Jun Pyo membawa seluruh tubuh Jandi kedalam pangkuannya dan mencoba untuk keluar dari reruntuhan mobil mereka .Jandi tak bisa bergerak ,ia hanya mampu berbisik dengan suara serak yang sangat kecil ,kedua mata sayunya sudah setengah menutup seolah ia memberikan tanda bahwa ini semua terlalu sakit dan ia tidak kuat lagi..Ketika mereka berhasil keluar ,semuanya terlihat lebih jelas ,tubuh Jandi yang terluka dimana-mana ,darah yang menghiasi setiap sisi tubuhnya terasa begitu ‘tragis’ ,perlahan-lahan awan pekat mulai meneteskan rintik-rintik hujan , beberapa lecetan di sekitar tangan dan kepala Jun Pyo terasa sangat perih dibasahi rintik hujan ,namun ia tahu apa yang ia rasakan sekarang tidak apa-apanya disbanding tubuh ‘horor’ Jandi dengan darah dimana-mana..

Jun Pyo mulai berteriak panic memanggil nama Jandi sampai berkali-kali dengan harapan ia akan terus sadar ,tetapi keadaan menjadi semakin memburuk ketika gumaplan darah mulai menyusuri kaki Jandi..Jun Pyo tahu ‘sesuatu’ telah terjadi ,seluruh pikiran buruk menghantuinya ,apakah anak mereka akan menjadi taruhannya?Kim Byeol dan Kim Dal yang mereka tunggu setelah sekian lama?Atau Jandi yang akan menjadi korban?Atau lebih buruknya lagi ,istri dan anak-anaknya akan meninggalkannya seorang diri?

“Geum..Geum Jandi..!!”Jun Pyo tak berhenti menggumam sementara otaknya berputar ,apa yang harus ia lakukan sekarang…Mulut Jandi hanya bisa membentuk huruf a tanpa memiliki kekuatan untuk berbicara lebih ,ia hanya menangis merasa kesakitan dan tak berdaya..


“Klinik itu!!”Jun Pyo mengingat-ingat klinik tua disisi jalan yang baru mereka lewati tadi ,.,”Jandi ..Geum Jandi..,.bertahanlah ..!”teriak Jun Pyo..

Dengan sisa tenaganya ,Jun Pyo memaksa tangannya yang memar untuk mengendong tubuh Jandi ,segera seluruh darah menodai kemeja putih Jun Pyo..Ia harus berlari..,berlari tak peduli apapun ,demi keselamatan istri dan anak-anaknya ..

Jun Pyo setengah berlari menuruni lembah ,tetapi secepat apapun ia mencoba berlari ia tak pernah merasa cukup cepat..,..ia berharap akan segera menemukan klinik tersebut walaupun ia tahu masih jauh jalan yang harus ditempuhnya ,sementara Jandi terus menangis di tengah hujan deras ini ,ia tak bisa berhenti menangis ketika air hujan hanya membuat lukanya semakin perih bagai terbakar dan sensasi sakit yang harus di dalam perutnya terus menjadi ketika gumpalan darah mengucur lebih deras melalui kedua kakinya..Jun Pyo percaya itu adalah tanda yang buruk ,sungguh ,maka ia mempercepat langkahnya tanpa memperdulikan apapun yang terjadi dengan dirinya ,sekarang yang terpenting adalah istri dan anak-anaknya..

Semakin lama puing-puing mobil mereka tertinggal semakin jauh di belakang sana..Didalam gendongannya ,Jandi ‘tertidur’ namun dalam kepanikan ,Jun Pyo terus memeriksa apakah istrinya masih bernapas atau tidak..Jandi tak berkutik lagi ,ia terasa dingin dan diam seperti ‘mayat’ ,tak merasa kesakitan atau meringis lagi..Apakah benar-benar? Jandi telah tiada?Pikiran mengerikan itu membuat tubuh Jun Pyo bergetar hebat ,ia mulai menangis menguncang-guncang tubuh Jandi dalam keputusasaan..

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Jun Pyo tahu dirinya tak boleh menyerah sekarang ,nyawa Jandi dan anak-anaknya sedang dipertaruhkan ,ia harus bergerak cepat ,ini bukan waktunya untuk menangisi keadaan...Kedua kaki Jun Pyo melangkah lebih cepat tak seolah ia sudah tak mau perduli lagi dengan semua keadaan ketika setelah beberapa menit akhirnya klinik itu muncul juga..

“Geum Jandi..Kita sampai..,”bisik Jun Pyo ,suaranya sudah hampir habis ,tenaga yang dimilikinya tidak banyak lagi..

Jandi masih tetap tak berkutik ketika Jun Pyo melihat 2 orang suster dengan segera mendorong sebuah kasur beroda setelah menatap kedatangan Jun Pyo dan Jandi dari balik jendela lobby klinik itu..

Tubuh mungil Jandi tergeletak tak berdaya diatas kasur ..Jun Pyo membantu kedua suster untuk mendorong kasur ,memanfaatkan sisa-sisa tenaga terakhirnya..

“Jandi bertahan..,”papar Jun Pyo dibalik suara sendunya ketika mereka menyusuri lorong klinik yang terasa amat panjang..

Kedua mata Jandi terbuka setengah,ia menatap Jun Pyo dengan pandangan kesakitan tetapi kau tahu apa yang keluar dari mulutnya ,”Goo Jun..Jun Pyo..,kau..kau terluka..,”suaranya bergetar hebat ,giginya bergemeletuk tanda sesungguhnya ia sudah tidak memiliki kekuatan lebih untuk berbicara..Tetapi Jandi tetap perduli terhadap Jun Pyo ,melebihi keperduliannya terhadap dirinya sendiri...

Ini membuat Jun Pyo menitikan air mata ,untuk pertama kalinya dalam berbulan-bulan ,akhirnya Jandi menyebut nama Goo Jun Pyo ,tetapi kenapa harus dalam momen menyakitkan seperti ini?Kenapa?Diri Jun Pyo tidak berhenti bertanya sama seperti air matanya yang tidak berhenti mengalir...

“Ini bukan aku..Tapi kamu..,”seru Jun Pyo ,ia menangis ,ingin menggengam tangan Jandi tetapi tahu bahwa ia tidak bisa karena hanya akan menambah kesakitan daripada luka Jandi..,”Miyane..,”bisik Jun Pyo ketika ruang operasi sudah semakin dekat..Beberapa orang dokter juga telah bersiap-siap..

Darah tidak berhenti mengucur membuat Jun Pyo berputus asa atas semua ini ,ia tidak tahu apakah Jandi bisa melewatkannya..Melewatkan jurang kematian yang membentang didepan mata..

“Geum Jandi ,..Kita kan belum melihat anak kita lahir..Kim Byeol dan Kim Dal...    Belum sempat dengan bangga menunjukkan anak kita pada Appa dan Eomma.Kau juga belum menyaksikanku mengganti popok mereka dan memberi mereka makan. Belum melihat anak kita tumbuh ,mengantarkan mereka ke sekolah bersama,hidup sebagai keluarga yang utuh. Baru hitungan bulan kau menjadi istriku kan...Klinikmu juga sudah hampir jadi ,nanti aku berobat dengan siapa kalau kau tidak ada .Siapa juga yang akan berani memarah-marahi Tuan Muda Goo Jun Pyo selain kamu?Siapa yag akan menemaniku naik ke rumah pohon saat malam datang?Siapa yang akan berteriak ‘Oppa..Oppa’ selucu dirimu?..Aku ingin hidup sampai tua bersama Geum Jandi..,sampai kulit kita berubah menjadi keriput dan Goo Jun Pyo sudah tidak dipuja-puja wanita lagi nantinya..Lalu melihat cucu-cucu kita lahir..,”kata Jun Pyo sendu membuat kedua suster yang mendengar hampir menitikan air mata sedih..,”Geum Jandi aku juga belum mengucapkan ‘Saranghae’ padamu sampai 1000 kali..,aku ..,aku mohon untuk yang terakhir kalinya...Jangan pergi ya ,jangan menjadi malaikat di Surga dulu ,untuk sekarang tetaplah berdiri disebelah Goo Jun Pyo yang tidak becus ini ..,”Air mata Jun Pyo menetes satu persatu membasahi ranjang tempat Jandi berbaring..,sebelum akhirnya Jandi dilarikan kedalam ruang operasi.. Ia tidak tahu Jandi mendengar atau tidak karena kedua mata Jandi tertutup saat itu...

Jun Pyo mencegat seorang dokter dan berbisik padanya..,dengan suara tajam yang menujukkan suatu tekad menyakitkan yang amat sangat kuat..,”Kalau..,kalau aku harus memilih...Antara istri dan anakku..Tolong..Demi Tuhan selamatkan nyawa Jandi..Aku takkan bisa hidup tanpanya....”Papar Jun Pyo seolah ia sudah dengan rela memvonis kematian anaknya sendiri..

***

Gaeul datang ke klinik dengan kemeja longgar yang lebih pantas dikenakan lelaki membalut dirinya...Tetapi tidak ada tanda-tanda kehadiran Yizhung ..Gaeul menghampiri Jun Pyo yang duduk terkapar di lantai ,menunggu operasi Jandi..Jun Pyo memukulkan tangannya yang memar ke tembok tanpa berhenti dan terisak dengan begitu memilukan..Gaeul bisa mengerti posisi Jun Pyo sekarang..Pasalnya Jandi juga merupakan sahabat yang sudah ia anggap saudara sendiri...Gaeul tak mengerti pda dirinya yang tidak memiliki keberanian sedikitpun untuk menghampiri Jun Pyo atau sekedar menghiburnya..Apa yang bisa dikatakan..,Gaeul merasa tidak bisa menghibur orang lain karena diposisinya sekarang ,ia juga perlu dihibur..Belum selesai masalah yang menghampiri rumah tangganya dan sekarang Jandi kecelakaan..Gaeul tak mengerti kenapa masalah bertubi-tubi datang tanpa memiliki rasa iba padanya..

Gaeul memutuskan untuk berdiri ,terdiam di samping Jun Pyo padahal ia juga ingin meraung-raung seperti Jun Pyo..Beberapa jam berlalu dalam keheningan dan isakan pilu ,pintu ruang operasi belum kunjung terbuka ,dan ini membuat Jun Pyo dan Gaeul semakin tersiksa dan ditarik dalam jurang keputusasaan yang semakin dalam setiap menitnya..

“Jun Pyo...,Gaeul-yang..,”Itu suara siapa?Jun Pyo tidak mengadahkan kepala ,ia hanya diam dalam isakannya ,tak sanggup melakukan apapun lagi..Gaeul menoleh kecil karena ia sudah tahu siapa yang memanggilnya..Itu Yizhung yang sudah tiba disini, ia masih mengenakan ‘seragam’ yang biasa dipakainya ketika membuat keramik..

Gaeul tidak menghiraukan suaminya itu ,ia memilih untuk bungkam ...

“Bagaimana?” suara merdu lainnya yang berbeda terdengar mengelitik kedua telinga Gaeul..Bagus ,sekarang kedatangan wanita itu..Lagi..Kenapa ia harus selalu ada dimana-mana ,menghantui dirinya..Begitulah pikir Gaeul..

Keadaan menjadi sangat dingin kala itu ,keduanya bertanya ,tetapi kedua lainnya memilih untuk bungkam..Sampai kapan keadaan ini akan terus berlangsung..Entah..

***

“Jandi..,ia kecelakaan..,”bisik Jihoo pada Jae Kyung yang terlelap di kasur empuknya ,ia masih setengah bangun ketika Jihoo memasuki kamarnya..Tetapi berita ini berhasil mengejutkannya dan membangunkan Jae Kyung sepenuhnya..

Padahal matahari belum tampak..Waktu masih menunjukkan tengah malam di Pulau ini..Jihoo baru saja pulang dari rumah sakit setelah sehari yang melelahkan dilewatinya dengan berbagai macam rintangan..Begitupun dengan Jae Kyung yang disibukkan oleh proyek baru perusahaan yang membuatnya harus pulang lebih larut ,jauh lebih larut daripada biasanya..

Muka Jihoo dipenuhi kepanikan dan air mata mulai menyusuri kedua pipi Jae Kyung..Ia bingung ,perasaan lelah, kaget ,dan takut berbaur menjadi satu didalam dirinya..

“Ottokhae?”isak Jae Kyung ,melihat raut Jihoo yang panik ,pasti sesuatu yang sangat buruk telah menjadi predikat dalam kecelakaan tersebut..

“Kita segera ke Korea besok ,kau tidur saja dulu..,”bisik Jihoo mencoba untuk menenangkan Jae Kyung..Tetapi rasanya semua itu tidak berhasil ,bagaimana mungkin ,dirinya saja diliputi kekhawatiran apalagi Jae Kyung..Mereka adalah sosok yang kuat biasanya tetapi rasanya bata kekuatan itu hancur begitu saja ketika kematian mengejar Jandi ,sahabat mereka..

“Kau istirahat saja ,aku akan pulang dan mempersiapkan semua..,”kata Jihoo ,suaranya terdengar bingung dan kaku ,sampai-sampai ia terlihat bukan ‘Jihoo’ lagi..

Jae Kyung menyergap tangan Jihoo erat-erat ,menolak untuk membiarkannya pergi..Ia memeluk Jihoo dan berbisik tepat di telinganya..,”Ottokhae?Aku takut ,aku takut tak bisa bertemu Jandi lagi..”

Jihoo hanya diam karena ia tak bisa berbicara apa-apa ,sesungguhnya dirinya juga merasakan hal yang sama di dalam sana..

“Araso..Araso..,”Jihoo membawa Jae Kyung kedalam pelukannya lebih dalam lagi..Ia menepuk punggung Jae Kyung dengan lembut selayaknya seorang kekasih yang menenangkan wanitanya..

“Aku takut tak bisa melihatnya...Aku juga tidak ingin kau pergi..,”isak Jae Kyung ,ia tiba-tiba merasa akan kehilangan semua..Tetapi pemikiran itu membuat Jihoo tertawa lemas..,”Jangan takut..,aku bisa pergi kemana selain berada disisimu eh?”

***

Woo Bin dan Jilli sampai tidak lama setelah kedatangan Yizhung ..Kurasa kehadiran Woo Bin cukup mencairkan suasana ,ia membawa Jun Pyo untuk duduk di ruang tunggu ,menenangkannya memberinya teh hangat sementara Jilli mengajak Gaeul ke kamar mandi karena saat itu Gaeul terlihat sangat lusuh ,kantong hitam terlihat nyata berada dibawah kedua matanya..Yizhung dan wanita itu pergi mengikuti Woo Bin dan Jun Pyo di ruang tunggu yang sepi itu ,tetapi Yizhung masih tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Gaeul yang pergi menjauh bersama Jilli..

“Apa yang terjadi Gaeul.?”tanya Jilli ,ia menyadari sesuatu yang salah pada diri Gaeul sesampainya mereka didalam kamar mandi.Tidak ada siapapun disana kecuali mereka berdua..

Gaeul tidak mengerti ,ia harus berbicara apa..Kejujuran ,kebohongan ,atau diam seribu bahasa?
Kedua mata tajam Jilli tidak luput memperhatikan Gaeul ,istri kakak sepupunya itu..Jilli menaruh banyak curiga sebelum akhirnya Gaeul membuka sebagian kancing kemejanya dari bawah..Perlahan Jilli tahu apa yang disembunyikan Gaeul dibalik kemeja yang membalut tubuh mungilnya..

“Kau..Kau..Hamil?”tanya Jilli terkaget-kaget ..”Kau kelihatan seperti wanita gembul yang memakai kemeja kelonggaran ,tetapi kenapa kau menyembunyikan ini?Apakah Yizhung tahu?”tanya Jilli lagi berusaha mengeluarkan 1001 pertanyaan yang ia simpan sejak tiba di klinik...

“Jadi?”Yizhung menerobos masuk dengan cepat ,sejak tadi ia menguping pembicaraan Jilli dan Gaeul dari balik pintu..,”Kau..Kau hamil?”Sekarang wajah Yizhung berseri-seri..Tetapi air mata menyusuri kedua pipi Gaeul..,”Apa urusanmu?Kau tak ada urusan denganku..Pergi saja pada wanita itu..”Cibir Gaeul ,ia langsung meninggalkan Jilli dan Yizhung sendirian..

“Apa lagi sih yang terjadi?Apa yang kau lakukan?”tanya Jilli lagi dengan raut panik..

Yizhung memasang tampang berpikir ,lalu ia mendesah..,”Ya ampun ..Apakah ia baru saja mengira Lou adalah kekasihku?”

Jilli sedikit terkekeh..,”Don’t say..,selama ini ia menghabiskan waktu percuma mengira-ngira kau berselingkuh dengan Louise?”

“Kurasa jawabannya adalah ya ,Jilli dear..,”Dahi Yizhung mengerut..

“Go catch her and tell the truth..,”papar Jilli mendorong Yizhung keluar dari kamar mandi..

***

Jun Pyo menyaksikan seorang suster mendorong 2 inkubator keluar dari ruang operasi dengan masing-masing seorang bayi kecil di dalamnya..Kecil sekali ,mungkin mereka hanya sekepal tangan Jun Pyo saja..

Disebelah Jilli ada Woo Bin juga Louise yang duduk terdiam dengan raut bingung,Woo Bin sibuk berbisik pada Jilli ,”Apakah itu anaknya?”

Tetapi Jilli menenangkan Woo Bin karena raut Jun Pyo tidak kunjung membaik setelah melihat kedua bayinya..Yang ia inginkan hanyalah Jandi..Geum Jandi..

Jun Pyo berdiri ,memandang pintu kamar operasi dengan pandangan yang membeku...Tidak ada dokter atau suster lain yang keluar untuk memberitahu bahwa Geum Jandi baik-baik saja..

***

Yizhung berlari menyusuri beberapa lorong tetapi tidak menemukan Gaeul..Dimanakah ia?Yizhung berputus asa untuk mencari istrinya itu sebelum akhirnya ia memustuskan untuk pergi keatas atap karena ia sudah mencari Gaeul sampai ke penghujung rumah sakit dan hasilnya nihil ,sekarang satu-satunya tempat yang ia harapkan adalah atap..

Perlu menyusuri sebuah tangga kayu tua yang berbunyi’krek’ setiap kali ia melangkah untuk sampai di atap..Sekitar 20 anak tangga ia lewati ,lalu Yizhung menemukan 2 pintu disebuah ruangan ,tak tahu harus memilih yang mana ,akhirnya Yizhung memutuskan untuk membuka yang bagian kiri..Dan benar ,itu adalah akses menuju atap tetapi hasilnya tetap nihil ,tidak ada seorangpun disana kecuali pot dengan tanaman yang setengah layu dan kursi kayu rongsok..Yizhung mengitari seluruh penjuru atap sebelum ia memastikan Gaeul benar-benar tidak ada disana..

“Ya ampun istriku..,”Yizhung bergumam pada dirinya sendiri seiring kakinya melangkah ,tetapi tiba-tiba ia menginjak gumpalan lengket ..Darah..

***

“Ini salahku tahu..,salahku semua jadi begini..Brengsek ,ini semua karena diriku brengsek..,”cibir Jun Pyo entah pada siapa..

Woo Bin tak kuasa melihat temannya itu ,tangan kanan Jun Pyo yang memar sekarang berdarah-darah karena ia kerap memukulkan tangannya sendiri entah itu ke tembok ,kursi ,atau apapun..”Tangan brengsek..Kau tidak becus menyetir..Mati saja sampah..,”bisik Jun Pyo sinis..

Pintu kamar operasi akhirnya terbuka ,seorang dokter yang tadi ditemui Jun Pyo menghela nafas panjang ketika ia berhadapan dengan Jun Pyo..

“Mana istriku?Mana?”tanya Jun Pyo histeris..

Woo Bin mengeriyitkan alisnya ,ia memandang Jilli..Helaan nafas dokter itu pasti berarti buruk..Apakah Jandi telah tiada?

***

Gaeul berdiri di dalam kamar mandi lusuh memandangi jendela ,lumut dimana-mana ,satu-satunya penerangan hanya cahaya matahari yang masuk dari balik jendela ..,lantai kamar mandi itu sangatlah kusam ,seolah tidak pernah tersentuh air selama bertahun-tahun..Kusam dengan debu-debu yang sekarang bercampur darah..

Yizhung mendobrak pintu dan masuk ,mendapati Gaeul disana..

“Gaeul..Apakah kau tidak melihat darah itu dimana-mana?Kenapa kau diam?Mau mati?”papar Yizhung histeris melihat gumpalan darah yang tercecer di lantai kamar mandi yang terletak tepat disebelah atap..

Gaeul hanya tersenyum sinis,mukanya pucat seolah ia telah menjadi mayat hidup,bibirnya sudah bukan bewarna merah lagi tetapi ungu mengerikan ,keringat mengucur deras di sekitar wajahnya..,ia mendongak menatap kakinya yang dialiri darah berbau pekat..”Pergi!”kata Gaeul pada Yizhung..

Yizhung menghampiri Gaeul dan hendak mengendongnya ..Gaeul tidak mempunyai kekuatan lagi untuk menolak ,ia menghela nafas panjang dan sempat berkata ‘Jangan!’ sebelum akhirnya tidak sadarkan diri..

“Chu Gaeul..Kau keterlaluan ,kau tidak boleh begini pada anak kita..,”bisik Yizhung ,wajahnya memerah karena marah dan sedih..Ia berlari kebawah untuk segera mencari dokter..

***

“BRENGSEK..WEGUDE?AKU SUDAH BIANG SELAMATKAN NYAWA JANDI..NYAWA JANDI YANG UTAMA..APAKAH KAU TULI UNTUK MENDENGAR PERMINTAANKU!!”teriak Jun Pyo ,ia hendak menerjang dokter itu dengan pukulan tetapi Woo Bin segera menyergapnya dan menenangkan Jun Pyo..

Jilli dan Louise menatap Jun Pyo dalam kengerian..Begitupun Woo Bin ,baru kali ini ia melihat amarah Jun Pyo begitu menjadi..

Dokter laki-laki yang umurnya tidak lebih dari 27 tahun itu bisa mengerti posisi Jun Pyo..Ia menjelaskan dengan sabar..”Tuan ,saya mengerti..Begitupun istri saya beberapa tahun lalu mengalami kejadian yang sama dengan istri anda ,namun pesan terakhirnya adalah ia ingin anak kami yang diselamatkan dan ia ingin mengorbankan nyawanya..Sebagai seorang dokter yang sudah pernah melewati pengalaman ini ,saya hanya bisa menghormati pesan terakhir istri anda untuk menyelamatkan nyawa kedua bayinya..Kita tidak tahu berapa lama ia dapat bertahan dalam keadaan koma seperti ini ,kita hanya dapat berharap ia akan senang melihat bayi-bayinya tumbuh seandainya ia akan ‘pergi’..Ini adalah pesan terakhir dari Nyonya Geum pada saya saat ia sadarkan diri tadi sebelum operasi..Saya harap anda mengerti dan menerima keputusan ini..”

***

“Istri anda stress...Ia terlalu membebani pikirannya dengan banyak hal..Dan mungkin kejadian akhir-akhir ini membuat kesehatannya menurun drastis dan ini berpengaruh pada janin yang dikandungnya..Kalau kau tak hati-hati ,sekali lagi saja ia pendarahan ,kalian harus siap kehilangan janin itu,”jelas seorang dokter wanita paruh baya berambut pendek pada Yizhung yang duduk disebelah kasur tempat Gaeul tidur..

Masih di klinik yang sama, waktu yang sama , tetapi keadaan yang berbeda..Gaeul terkapar lemah ,ia membuka setengah mata sendunya..Tak kuasa untuk menangis, Gaeul hanya diam..Membatu ketika Yizhung mulai menjelaskan semuanya dalam harapan kesalahpahaman ini akan segera selesai..

“Gaeul..Percaya tidak kalau kau satu-satunya wanita yang bisa menaklukkanku?”tanya Yizhung ,tersenyum manis seolah tidak ada masalah diantara mereka..

Gaeul hanya diam membisu tanpa mengeluarkan reaksi apapun..Pandangannya kosong keatas langit-langit..

“Hm..,aku percaya kau pernah berpikir begitu..Dan benar sih adanya..Kau tahu mungkin kesalahpahaman ini membuatmu tidak berpikir seperti itu lagi selama beberapa bulan terakhir..Aku bingung sekali ketika kau tiba-tiba berlaku aneh padaku..Padahal aku merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa..Sungguh..,”gumam Yizhung pelan..

Air mata mulai membasahi pipi Gaeul ,ia memutuskan untuk diam mendengarkan walaupun ia sangat ingin mengelak tentang banyak hal..

“Pasti semua ini karena Louise kan?Pusat permasalahan ini semua?”kata Yizhung ,senyuman tidak hilang dari wajahnya ,kesedihannya termakan oleh kesenangan karena ia akan menjadi seorang ayah sebentar lagi..

Wajah Gaeul memanas ketika nama wanita itu disebutkan oleh suaminya..,tetapi ia menguasai diri untuk tetap diam saja..Anehnya Gaeul mampu mengendalikan semuanya padahal ia yakin ,kalau-kalau dirinya ingin mencaci Yizhung karena telah berselingkuh..Tetapi seolah janin yang dikandungnya memberi Gaeul kekuatan ,entah kekuatan apa itu ,untuk tetap mendengarkan penjelasan dari Yizhung..

“Kau tahu ,dulu waktu aku berumur 4 tahun ,ia adalah wanita yang sangat penting dalam hidupku..Sudah lama sekali kalau dihitung-hitung ,kami tak pernah bertemu lagi..Bahkan Jun Pyo juga F3 lainnya juga Jilli kenal dengan Lou..Percaya atau tidak ,dulu sekali aku memiliki penyakit leukimia dan sudah berada di ujung kematian ..Dokter berkata hidupku sudah menghitung bulan saja..Sebagai anak kecil yang mendengar itu ,tentu saja aku kaget..Begitupun orang tua dan keluargaku yang lain..,”Yizhung menghela nafas mengingat seluruh masa lalunya yang menyakitkan itu masih terasa begitu nyata didalam pikirannya..

Hati Gaeul mencelos ,ia mengira sudah mengetahui semuanya tentang Yizhung ,ternyata ia salah..Ia merasa tidak tahu apa-apa ketika Yizhung bercerita tentang masa lalunya..

“Sejak saat itu ,aku menghabiskan banyak waktu didalam rumah sakit..Yah bisa dibilang rumah sakit adalah rumah keduaku karena jarang sekali aku bisa pulang ke rumah yang sesungguhnya..Jujur ,aku merasa sangat kesepian juga sedih..Bangsal anak-anak di rumah sakit itu sangat sepi. Karena mahalnya biaya rumah sakit tersebut..Adapun anak yang dirawat adalah anak yang sudah koma atau tidak mampu bicara lagi ,mereka hidup tapi berkat mesin... Suatu hari ,seorang kakak perempuan yang lebih tua 3 tahun daripadaku ,ia adalah Lou yang menghampiriku siang yang terik itu ..Lou menjadi satu-satunya teman bermainku..Ia baik juga ramah..Ia adalah segala-galanya bagiku saat itu ..Aku tidak tahu Lou sakit apa tapi badannya sangat kurus juga pucat saat itu menunjukkan kalau ia mengidap penyakit yang amat parah bahkan melebihi diriku..Tapi tak perduli bagaimanapun ,Lou selalu meluangkan waktu bermain untukku..Keajaiban datang ketika aku berangsur sembuh tetapi Lou tidak..Keadaan Lou memburuk ,rumah sakit itu bahkan angkat tangan untuk menyembuhkan Lou..Akhirnya pada hari disaat aku diperbolehkan pulang ,Lou diterbangkan ke rumah sakit di Amerika..Aku marah pada Lou karena ia tidak berpamitan padaku ,sejak saat itu aku melampiaskan amarahku terhadap semua wanita..Terobsesi untuk mencari pengganti Lou ,sehingga aku terkenal menjadi seorang playboy..Padahal kau tahu sesungguhnya dihari Lou dipindahkan ke rumah sakit di Amerika ,ia dalam keadaan koma dan kritis..,”Yizhung belum selesai bercerita ,ia menertawai dirinya di masa lalu yang begitu bodoh..

“Lou baru pulang ke Korea beberapa bulan lalu..Ia belum sembuh ,penyakit itu masih menggerogoti dirinya..Kau tahu tidak ,rambut yang ia pakai adalah palsu dan tubuhnya sangat kurus jikau kau benar-benar memperhatikan .Dan ia juga bilang padaku tak tahu berapa lama lagi ia bisa bertahan ,katanya hidup sampai sekarang adalah suatu keberuntungan tersendiri..Aku sangat sedih ketika mengetahui ini semua ,kukira dengan canggihnya pengobatan di Amerika bisa menyembuhkan Lou ternyata tidak..Aku mencoba menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengannya tetapi kau malah menjauhkanku disaat yang sama..Aku dan Lou sering bertemu ,karena ketika aku memberitahu Lou akan dirimu ,ia sangat antusias dan hendak menyediakan sebuah hadiah yang spesial ketika aku mempertemukannya denganmu..Lou sangat payah dalam urusan membuat keramik ,tetapi ia belajar dariku setiap paginya untuk membuatkan mu satu saja karya tangannya..Lou tahu jika kau tersenyum maka aku juga akan tersenyum maka itu Lou melakukan ini semua..Disamping itu Lou juga sangat berharap bisa berteman baik denganmu tetapi sebelum itu terjadi ia bersikeras untuk mencari cara membuatmu senang terlebih dahulu..Lou jarang berteman karena penyakitnya membuat orang-orang segan untuk mendekati, maka ia sangat menghargai yang namanya pertemanan dan orang-orang baru disekitarnya..Oleh karena itu ia berbuat begini...Rasanya aneh memang ,tetapi Lou adalah wanita yang baik..Satu lagi ,ia bukan selingkuhanku ,bukan ya..!Aku hanya bisa selingkuh terhadap anak kita nanti ,membuatmu cemburu kalau-kalau nanti aku lebih perhatian pada anak kita..Bagaimana itu?”Goda Yizhung tertawa sambil mengecup kening Gaeul dan membelai perut Gaeul dengan sayang..

“Pokoknya jangan berpikir yang macam-macam ,aku hanya ingin kau fokus pada anak kita sekarang..Semua pasti baik-baik saja..,percayalah padaku.,”bisik Yizhung..

***

“Anyeong Geum Jandi..”

Jun Pyo mengharapkan jawaban..,”Yya Goo Jun Pyo..”

“Kau seperti babi ah!”

Jun Pyo rindu mendengar amarah .,”MWO?APA KAU BILANG?”

“Lihat aku ingin menunjukkanmu , Bayi-bayi kita..”

Jun Pyo menginginkan jawaban antusias dan terharu..,”Aku..Aku tak bisa membayangkan..Jeongmal kyopta..Bayi-bayi kita Goo Jun Pyo..”

Tetapi tahu itu semua mustahil,tidak akan ada suara jawaban apa-apa yang keluar..Yang ada sekarang hanyalah Jandi yang terbaring membeku di ICU..Berjuang hidup dengan bantuan mesin-mesin tua rumit yang menguasai dirinya..

Tidak perduli sebanyak apa ia mengoceh ,Jandi hanya diam ,diam tanpa suara ,ia bahkan tidak bergerak ,sedikitpun tidak ,matanya tertutup rapat seolah tidak akan pernah membuka lagi..Ia bagaikan Jandi yang tidak hidup..

Jun Pyo membenamkan wajahnya di samping tubuh kaku Jandi ,ia menggengam tangan Jandi dan mencoba merasakan aliran darah yang mengalir ditangannya..Berdoa semoga aliran tersebut tidak akan pernah berhenti..

Dari tadi Jun Pyo belum sekalipun meninggalkan ruangan ini untuk melihat anaknya..Ia merasa tak sanggup meninggalkan Jandi sendirian..Bagaimana kalau Jandi merasa kesepian?Atau bagaimana jika sesungguhnya Jandi meninginkan teman  tetapi ia tidak bisa menyampaikannya?Terlebih ketakutan Jun Pyo yang paling besar ,bagaimana kalau Jandi akan ‘pergi’ jika ia beranjak dari kamar ini?Pikiran Jun Pyo dihantui beribu-ribu rasa takut sehingga ia tidak kuasa meninggalkan Jandi sendirian..

***

“Mana cucuku?”tanya Mrs Goo lirih pada seorang suster di klinik..Ia ditemani Mr Goo dan Joon Hee melewati lorong demi lorong sampai mereka akhirnya tiba bangsal bayi dan anak-anak..

Hanya ada 5 bayi didalam ruangan yang sempit itu..3 bayi sehat yang ceria dan kerap menangis setiap mereka mendengar keributan..Dan 2 bayi didalam inkubator yang terbaring lemah tanpa bisa mengeluarkan suara apapun..Hanya diam dan berinteraksi dengan begitu pasif..

Mungkin berat masing-masing dari kedua bayi itu tidak mencapai 1 kg..Mereka sangat kecil dan membuat orang-orang bergidik ngeri untuk membelai kulit mereka yang bewarna merah muda dan terlihat sangat rapuh.. Tidak satupun dari mereka membuka mata ,mata kedua bayi itu menutup rapat seperti mata anak kucing yang baru lahir..

Itu adalah Kim Dal dan Kim Byeol..

“Seorang lelaki dan seorang perempuan..Kembar..,”jelas suster itu..”Aku diberitahu nama bayi perempuannya adalah Kim Byeol?”

“Ya..,ya benar..,”sahut Mr Goo membenarkan sambil memandang inkubator itu dengan tatapan sedih..

“Kim Byeol menderita NEC..,”kata suster itu lagi ,ia tampak membaca beberapa dokumen yang baru dikeluarkannya dari laci yang berada disebelah inkubator..

“NEC?”Joon Hee bergidik kalau-kalau NEC adalah suatu penyakit aneh..

“Ya..NEC..Necrotizing Enterocolitis...Infeksi bakteri akut pada usus ,ini dikarenakan faktor umurnya yang masih terlalu muda saat dilahirkan..Bisa dibilang ia belum sepenuhnya ‘matang’...Mereka dilahirkan pada minggu ke 27 dari total 36 minggu..Bukan awal yang bagus ,tapi bersyukurlah mereka bertahan dan tidak mengidap komplikasi lainnya kecuali NEC itu ..”

Mrs Goo menatap Mr Goo dan Joon Hee bergantian dengan wajah cemas..Lalu ia bertanya pada suster itu dan berharap mendapat jawaban yang memuaskan..”Bagaimana Kim Byeol bisa sembuh?”

“Operasi tetapi dengan resiko menderita sindrom ‘usus pendek’ dan ia harus menerima kebutuhan nutrisi melalu infus sampai ia pulih benar..Dalam arti..Pulih benar akan memakan waktu yang lama..Tetapi kalau ia tidak dioperasi ,kita harus merelakannya pergi..,”jelas suster itu ...

“Apakah Goo Jun Pyo sudah mengetahui semua ini?”tanya Mr Goo penasaran..

“Belum..Tuan Goo bahkan belum menengok mereka,”papar suster itu ,ia tidak tahu harus berkata apa lagi pasalnya tidak ada ayah yang ‘menolak’ untuk menemui bayinya..

“Ada apa?”Joon Hee merasa sesuatu yang ‘salah’ pasti telah terjadi..

“Nyonya Geum....Apakah kalian belum tahu..Nyonya Geum mengorbankan dirinya demi bayi-bayi ini.Sekarang dia koma,”kata suster itu,tatapannya terarah kepada kedua bayi itu..

“Mworagu?”Mrs Goo terperanjat kaget..Begitupun dengan Mr Goo dan Joon Hee..

***

Hari masih pagi ketika Jihoo dan Jae Kyung sampai di klinik itu..

“Tidak bisa dibilang seperti klinik..Lebih seperti rumah sakit tua..,”papar Jae Kyung ketika mereka memasuki lobby ,berusaha keras untuk menutupi kekhawatirannya..

Jihoo hanya mengangguk ,ia mengandeng tangan Jae Kyung dalam usaha untuk membuatnya berjalan lebih cepat..

Tetapi ketika mereka menemui Woo Bin dan Jilli ,mereka membelalak mengira Jihoo telah berpacaran dengan Jae Kyung..

“Kalian?”Woo Bin menunjuk tangan Jae Kyung yang dinggengam erat oleh Jihoo..

“Ya..,lalu kenapa?Apakah ada masalah kalau aku berpacaran dengannya?”papar Jihoo tenang..

Woo Bin sedikit terkekeh mendengar tanggapan Jihoo ..,begitupun dengan Jilli sedangkan Jae Kyung hanya bisa mengerutkan dahinya ,berpura-pura terkejut padahal didalam hatinya ia mendapat sedikit kesenangan dalam kekhawatirannya itu..Jae Kyungpun bingung kenapa ia sesungguhnya harus senang dengan ‘kebohongan’ ini..

“Dimana yang lain?”tanya Jihoo bingung karena ia hanya menemukan Woo Bin juga Jilli ,tetapi tidak ada siapapun selain mereka berdua di ruang tunggu .

“Bagaimana keadaan  Jandi?”tanya Jae Kyung penasaran..

“Jadi kalian ingin aku menjawab yang mana?”gumam Woo Bin lesu ,dari kemarin ia dan Jilli tidak hentinya ‘menjaga’..

“Keduanya!”sahut Jihoo tanpa basa basi..

“Okay..Jandi ada didalam kamar ,ia koma ,karena mengorbankan nyawanya demi bayi-bayi mereka..Dokter bilang ,kita hanya dapat mengandalkan keajaiban..Goo Jun Pyo berada di ruang bayi sekarang..Gaeul bersama Yizhung di kamar rawat inap ,Gaeul ternyata hamil dan ia pendarahan..Ayah dan Ibu Geum Jandi baru saja pulang bersama Mr dan Mrs Goo ..Joon Hee noona menemani Jandi didalam kamar..Apa lagi yang mau kalian tanyakan..Aku adalah satpam disini ,bisa menjawab semuanya..,”papar Woo Bin tersenyum lesu, sedikit mencairkan suasana..

“Bagaimana?”tanya Jihoo tegang ,ia menoleh kearah Jae Kyung.

“Kau lihat Jandi ,aku lihat Jun Pyo..,”sahut Jae Kyung asal..

***

Jun Pyo duduk diantara kedua inkubator tersebut..Ia memasukkan salah satu jemarinya pada inkubator Kim Byeol dan ia kaget ketika mendapati Kim Byeol benar-benar bereaksi , menggengam jarinya dengan begitu erat menggunakan tangan kanannya yang begitu mungil..

“Kim Byeol..Ini aboji..Kok kamu tidur terus sih?Ayo buka mata dan lihat Aboji disini bersamamu..,”bisik Jun Pyo lirih,ia sempat tersenyum samar ketika menyebut dirinya aboji untuk pertama kalinya.Ia telah mendengar tentang NEC yang diderita oleh Kim Byeol tadi ketika ia masuk kesini untuk kali pertama..

Walaupun Kim Dal dan Kim Byeol belum membuka mata ,Jun Pyo terus mengoceh tentang banyak hal ,entah tentang Geum Jandi atau dirinya atau hal lain..

“Sekarang Eomma-mu sedang menutup mata ,Aboji tidak tahu kapan ia akan membuka matanya..Masa sekarang kalian ingin terus-terusan menutup mata seperti eomma..Aboji bingung kalau tidak ada kalian..,”papar Jun Pyo,..Ia merasa seperti berbicara pada diri sendiri sekarang..

“Kalian mau mendengar cerita tidak tentang eommamu..?Ia wanita yang cantik juga mungil dulu rambutnya seperti jamur namun sekarang ia memiliki rambut panjang yang indah..Namanya Geum Jandi..Tetapi dulu aboji memanggilnya ‘Laundry girl’..,ia sangat miskin kerjanya mengantar baju cucian kemana-mana ,sampai-sampai Haelmoni kalian tidak suka padanya ketika melihat eomma kalian, bahkan sesungguhnya aboji sempat benci padanya dulu itu..Aboji juga bingung kenapa bisa mencintai eomma sampai ada kalian berdua bisa hadir di dunia ini..Eomma itu ceria tapi galak ,aboji sering dimarahi ,ia juga sebisa mungkin menyembunyikan kesedihannya dari semua orang...Mungkin salah satu dari kalian akan memiliki sifat seperti eomma ,tapi kalau aboji ,hmm bagaimana ya..Aboji memiliki sifat yang buruk ,jangan ditiru ya...Kalau mau ,jadilah pekerja keras seperti eomma kalian...Ketika aboji dan omoni tahu bahwa kalian akan hadir ,kami senang sekali,.sampai-sampai eomma sempat marah karena aboji memborong banyak sekali baju dan peralatan lain untuk kalian..Mungkin aboji terlalu berlebihan ,aboji memang selalu begitu sih..Karena tidak mengerti harus digunakan untuk apa lagi uang yang aboji hasilkan saking banyaknya..Akhir-akhir ini eomma sempat manja ,menjadi seperti anak-anak ,mungkin ini pengaruh kalian juga ,ayo siapa yang memiliki sifat kekanakan disini?Kim Byeol atau Kim Dal?Aboji suka kewalahan ,apalagi kalau eomma sudah mulai teriak-teriak ‘Oppa..Oppa’’..Kedengaran seperti anak-anak banget ya..,walaupun awalnya aboji senang juga..Bahkan eomma sempat minta disuapi,meminta aboji untuk memasak kimchi , juga membeli ular bernama Carol ,padahal reptil dan serangga kan sangat menjijikkan..Ia menjadi berubah selama kalian masih ada didalam perut...Semua terasa begitu bahagia sebelum kecelakaan ini datang..Miyane karena aboji ceroboh membuat kalian datang lebih cepat dan membuat eomma kalian ‘menutup mata’..Aboji tidak mengerti harus bagaimana menebus kesalahan ini..Tapi bagaimanapun kalian harus kuat ,Kim Dal jadi tumbuh yang sehat dan Kim Byeol harus melawan penyakit NEC..,aza..,”Jun Pyo tersenyum dalam kesedihan..Begitupun Kim Byeol yang menunjukkan senyum simpulnya samar-samar..

“Kim Byeol apakah kamu bisa merasakan aboji disini..Kau baru saja tersenyum kan?”gumam Jun Pyo merasa terhibur.Senyuman Kim Byeol bagaikan magis bagi dirinya..

Sedangkan Jae Kyung menatap Jun Pyo dari balik kaca dengan tatapan sedih..

***

“Kasihan Jun Pyo..Ia pasti merasa sangat bersalah..,”gumam Jae Kyung sedih ..Ia menyesap teh yang ada dihadapannya..

Kantin klinik tak lebih ramai daripada ruang-ruang lainnya..Hanya ada 1 dokter dan 2 suster yang sedang beristirahat untuk makan siang..Jihoo tidak memiliki nafsu untuk menyantap lasagna yang dipesannya setelah melihat keadaan Jandi..

“Terlebih Jandi..Kau tahu..,selang dimana-mana..Ia bagaikan robot..Lalu juga perban menghiasi tubuh mungilnya...Aku bercakap sejenak dengan Joon Hee noona dan langsung keluar..Aku tak bisa tahan menatap Jandi yang membeku ..,”bisik Jihoo ,nada suaranya menunjukkan duka..

Keduanya terdiam ,tenggelam dalam kesedihan masing-masing selama 15 menit berlalu..

“Hey sejak kapan kita berpacaran?Bohong saja..,”kata Jae Kyung memulai percakapan..

“Tidak..Sejak berita di koran itu mungkin..,”tebak Jihoo..Menatap lasagnanya yang sudah dingin masih belum disantapnya sedikitpun..

“Itu kan bohong..,”sahut Jae Kyung tak sabar..

“Kalau aku mau ini menjadi sungguhan ,bagimana?”gumam Jihoo polos..

“Mwo?”

***

“Waeyo?”tanya Jun Pyo khawatir ketika Joon Hee keluar dari kamar dan membiarkan para dokter masuk..

Joon Hee terdiam ,tak mampu menjawab apa-apa..

”Semoga kita masih memiliki harapan untuk Jandi..”bisiknya tiba-tiba ..

Jun Pyo dirundung rasa ketakutan ,kalau kakaknya saja sudah berpikir begitu negatif berarti sesuatu sudah benar-benar buruk,.dan Jun Pyo sendiri pun tidak yakin apakan ia masih memiliki harapan untuk Geum Jandi.,semua terasa mustahil sekarang..,untuk ‘menghidupkan’ Jandi kembali..

Jun Pyo berdiri diam membeku..,pandangannya kosong..Ia tak tahu harus berbuat apa seolah telah kehilangan arah ,ia sangat lelah akan semuanya tetapi bertekad kalau ia tidak akan pernah bisa melepaskan kepergian Jandi..Ia akan menahan Jandi untuk tetap berada disisinya..Tetapi Jun Pyo takut kalau-kalau kenyataan akan berkata lain?Bagiamana kalau takdir memutuskan sampai sini saja waktunya bersama Jandi?Waktunya telah habis..Semua telah usai..Ini adalah waktunya untuk Jun Pyo menutup memori akan Jandi istrinya itu dan memulai kehidupan yang baru tanpanya..Apakah mungkin begitu?

***

Woo Bin dan Jilli baru saja meninggalkan klinik untuk menginap di penginapan terdekat ketika Gaeul dibalik ‘seragam’ rumah sakitnya, datang dengan kursi roda yang didorong oleh Yizhung ,menghampiri Jun Pyo yang duduk termenung dengan Joon Hee disebelahnya..Semua orang terlihat sangat berputus asa akan keadaan Jandi..
Jihoo dan Jae Kyung berjalan tergesa-gesa melihat keramaian yang tengah terjadi didepan kamar Jandi..Hendak bertanya ada apa tetapi ragu karena pasti sesuatu yang buruk telah terjadi..Lagi!

“Kita berharap yang terbaik saja..Untuk Jandi..Jun Pyo kalaupun seandainya ia benar-benar pergi sekarang..,berarti ini keputusan yang terbaik untuknya..Kau harus relakan..,”Joon Hee merangkul bahu Jun Pyo yang tengah menangis..Jun Pyo tak perduli seberapa banyak ia menangis dalam beberapa hari ini ,ia merasa sangat buruk ,hatinya kacau tidak menentu..Apakah takdir benar-benar akan mengambil Jandi dari sisinya?

***

Keadaan kritis Jandi telah lewat ,tetapi kalau sudah lewat ,mengapa semakin banyak saja selang yang menguasai tubuh mungil Jandi?Juga mengapa para dokter menaruh alat detak jantung yang berbunyi ‘bip bip bip’ dengan garis hijau yang naik turun ,membuat Jun Pyo bergidik kalau-kalau nanti alat itu tiba-tiba akan mengeluarkan suara ‘bipppppppppppp..’ tanda kematian telah menjemput Jandi..

Jun Pyo tidak tahu kenapa dirinya menjadi begitu pesimis akhir-akhir ini..,seolah otaknya telah dikeruhi oleh mimpi-mimpi buruk yang datang bertubi-tubi..

Jun Pyo duduk ,ia menatap istrinya yang masih terbaring kaku ,beberapa bagian dari tubuhnya dibalut perban putih dengan sedikit bercak coklat ,juga ada beberapa luka bewarna keunguan dan memar-memar biru yang membuat Jun Pyo segera menutup mata karena ngeri..Hanya ada suara tetesan infus ,raungan mesin-mesin tua ,dan kegaduhan ‘bip bip bip’ dari alat detak jantung didalam kamar itu..Keadaan terasa begitu ‘berputus asa’ sekarang ini,..

Kedua mata Jun Pyo menatap Jandi dengan seksama..,seolah tubuh Jandi akan ‘rubuh’ dalam beberapa detik kedepan..Ia merasa sangat bodoh ,sedih ,marah ,entah apa yang benar-benar menjadi perasaannya sekarang ,semua terasa menumpuk menjadi satu..

Jun Pyo duduk ,ia mencoba mengalihkan pikiran dengan mengutak-atik ponselnya..Tetapi ia merasa lebih berputus asa ketika yang ditemui di ponselnya hanyalah gambar-gambar dan video Geum Jandi..Beberapa pesan dari Jandi yang berisi panggilan manja ‘Oppa..Oppa’..Jun Pyo menutup matanya sejenak lalu memberanikan diri untuk menatap satu persatu foto-foto itu..
Tetapi semakin ia memaksakan diri ,ketakutan yang luar biasa semakin membuatnya gila ,Jun Pyo menatap gambar Jandi yang ceria membandingkannya dengan tubuh Jandi sekarang yang terbaring lemah karena koma ...,ini membuatnya ketakutan setengah mati ,sampai-sampai seluruh tubuh Jun Pyo bergetar hebat dan ia melemparkan ponselnya dengan cepat..

Brakkkkk..

Ponsel Jun Pyo tergeletak di lantai ,hancur begitu saja..

“Tidak..,ini tidak mungkin..,”bisik Jun Pyo dengan nada ketakutan merasuki dirinya..Giginya mulai bergemeletuk dan tubuhnya tidak berhenti bergetar..Ia menangis ketika ketakutan itu tidak kunjung hilang..,”Wae..Wae??Kenapa kamu harus pergi Jandi..?”ringis Jun Pyo ,ia menjambak rambutnya sendiri bagaikan orang yang sudah gila...,”Wae?Apakah kamu membenciku sehingga memberikan siksaan ini?”tanya Jun Pyo lagi ,ia semakin terisak ..

“Goo Jun Pyo..,”Joon Hee masuk dengan tergesa-gesa..,ia merangkul bahu adiknya yang meringis ketakutan..

“Tidak..,ini tidak mungkin ,Jandi tidak bisa pergi..,”ringis Jun Pyo lagi..,seiring ketakutannya bertambah ,tubuhnya semakin bergetar lebih hebat daripada sebelumnya..

“Goo Jun Pyo ,tenanglah..Kau pulang dulu saja ya ,beristirahat sejenak..Jangan memaksakan diri lagi.,”bisik Joon Hee ,ia pun terdengar lelah ..

***

Woo Bin yang mengantar Jun Pyo pulang ,tetapi ia tidak mau membawa Jun Pyo ke mansionnya karena mansion itu hanya akan mengingatkan Jun Pyo akan Jandi..Maka Woo Bin memutuskan untuk membawa Jun Pyo ke rumah orang tuanya saja..

Jun Pyo hanya menurut..Pandangannya kosong..Ia bagaikan orang yang kehilangan akal sehat..Diajak berbicarapun ,ia bersikap tak perduli dan hanya diam saja.Saat itu Woo Bin mulai tahu ,seberapa besar cinta Jun Pyo terhadap Jandi ,cinta yang gila karena mampu membuat Goo Jun Pyo tidak berdaya seperti sekarang..

***

Entah ini sudah berapa bulan Jun Pyo melewati waktunya di rumah sakit..Jandi masih koma ,tak pernah sedikitpun membuka matanya.Ia sudah dipindahkan ke rumah sakit ternama di Seoul dengan harapakan keadaannya akan membaik ,begitulah yang dipercayai oleh Jun Pyo padahal dokter-dokter sudah bersikeras ,Jandi hanya hidup karena mesin-mesin..Jadi dalam arti ,kalau mesin itu dilepaskan dari tubuhnya ,maka Jandi akan meninggal..Segampang itu saja..

“Aku rela menunggunya ,aku tak perduli ia hidup dengan mesin atau tidak ,selama ada kata bahwa ia masih hidup ,aku akan menunggunya..,”begitulah kata-kata yang keluar dari mulut Jun Pyo..Semua orang sudah merelakan Jandi ,termasuk orang tuanya ,kecuali Jun Pyo ,ketika nanti saatnya Jun Pyo berkata kalau dirinya sudah tidak ingin menunggu ,maka dokter akan dengan cepat memutuskan mesin-mesin itu dari tubuh Jandi dan membiarkannya mati begitu saja..Tetapi ini semua kelihatan mustahil melihat pikiran Jun Pyo yang sekeras batu..

Kim Dal sudah cukup sehat untuk hidup tanpa inkubator lagi ,Jun Pyo membawanya pulang dan mereka tidur bersama tiap harinya di mansion ,dalam arti Jun Pyo memindahkan box bayi ke kamarnya ,ketika Kim Dal meraung-raung ,Jun Pyo yang selalu siaga memberinya makan ,juga mengajaknya mandi ,mengganti popok..Terkadang Jun Pyo juga membawa Kim Dal ke kantornya ,bahkan di dalam ruangannya di kantor ,ia menyediakan perlengkapan bayi dan box bayi..Kim Dal sangat mirip dengan Jandi ,mirip sekali sampai-sampai membuat semua orang berpikir bahwa ia adalah miniatur Jandi ...Ia bahkan memiliki beberapa sifat Jandi ,Jun Pyo mengakui kalau anaknya yang satu itu sama galaknya seperti Jandi ,terlebih kalau-kalau Jun Pyo terlalu sibuk dan tidak menghiraukan Kim Dal untuk beberapa saat ,maka ia akan menjambak rambut Jun Pyo dengan tangannya ketika Jun Pyo mengendong tubuh mungilnya..

Berbeda dengan Kim Byeol ,yang baru dioperasi..Ia dapat bertahan hidup karena telah berhasil melewati operasi NEC..,Kim Byeol mengidap sindrom usus pendek sebab operasi yang dijalaninya..Sehingga ia harus menerima berbagai macam nutrisi pengganti makanannya lewat infus..Kim Byeol tak pernah pulang ke mansion ,ia selalu berada di rumah sakit bersama ibunya ,usus Kim Byeol terlalu pendek untuk bertahan hidup diluar rumah sakit ,maka ia harus memulihkan keadaanya sampai baik betul baru akan diijinkan untuk pulang..Terkadang Jun Pyo menyuruh perawat untuk memindahkan Kim Byeol dari bangsal anak-anak ke kamar Jandi jikalau tiba waktunya bagi Jun Pyo untuk pulang bersama Kim Dal..Kim Byeol memiliki rambut ikal yang sekarang sudah cukup panjang untuk diberi pita dan hiasan kepala lucu lainnya..Ia sangat senang dan selalu menggumam ‘uh oh’ juga tersenyum manis setiap kali Jun Pyo membawakannya pita baru..Tetapi jika Jun Pyo menengoknya dengan tangan kosong ,Kim Byeol akan memonyongkan mulut dan menyemburkan ludahnya kemana-mana karena kesal..Kalau yang satu ini kalian tentu tahu ,Kim Byeol begitu mirip dengan Jun Pyo..


Gaeul sering menengok Jandi juga mengajak Kim Byeol bermain di rumah sakit..Maka Kim Byeol menjadi dekat pada Gaeul ,ia sering menjulurkan tangannya dengan ceria setiap kali Gaeul datang menjenguk..

Suatu siang ,seperti biasa Gaeul datang ke bangsal anak-anak dan mendapati semua bayi tertidur lelap kecuali Kim Byeol yang sibuk mengoceh tidak jelas..’Buuu..’’Baa..’’Uh..uh...’...Para perawat bilang bahwa Kim Byeol adalah bayi yang ceria dan sangat bawel..Gaeul hanya dapat terkekeh ketika mendengarnya..,apalagi ketika para perawat becerita kalau Kim Byeol akan diam ketika ia dibawa ke dalam kamar ibunya ,hanya diam dan menatap Jandi dengan kedua mata besarnya seolah ia bisa mengerti kalau ibunya tengah koma..

“Kim Byeol..,”Gaeul berdiri di depan box bayi yang ditiduri Kim Byeol..

Kim Byeol dengan antusias ,tersenyum lebar ,ia menjulurkan tangannya ,minta digendong..

“Baa..,baa..,”ocehnya senang ketika Gaeul mengendongnya.

“Hari ini apa?Pita bewarna merah?”kata Gaeul menatap rambut ikal Kim Byeol yang dihiasi pita merah kecil..Gaeul mengelus rambut Kim Byeol dengan sayang ketika Kim Byeol mulai menangis..

“Buuu..,buuuu..aaa..!!”Muka Kim Byeol memerah seiring tangisannya yang terdengar semakin keras..

“Waegudeyo?”tanya Gaeul bingung..

“Buuuu...,buuu..,”Kim Byeol menunjuk-nunjukkan jarinya kebawah tetapi Gaeul tidak mengerti apa yang diinginkannya..

Seorang wanita muda berambut panjang yang merupakan perawat itu datang ,takut kalau-kalau Kim Byeol akan membangunkan bayi lainnya maka ia segera membantu Gaeul menenangkan Kim Byeol tetapi ia masih saja meraung-raung tak jelas..

“Ada apa ya?”tanya perawat itu heran karena Kim Byeol termasuk bayi yang tidak rewel..

“Apa yang diinginkannya?”tanya Gaeul panik..,”Daritadi ia kerap menunjuk kebawah..”

“Apakah mainannya jatuh ke lantai?”tanya suster itu..Ia mendongakkan kepalanya kearah lantai..,tetapi alih-alih mainan ,ia membelalak..

“Nyonya ..,apakah air ketubanmu baru saja pecah?”tanya suster itu terkaget-kaget ,menunjukkan Gaeul air bening yang tercecer di lantai...

“Ah..,tidak..,tadi ketika aku minum ,tidak sengaja air tertumpah kearah bajuku..,”kekeh Gaeul ragu ,ia merasa tidak yakin..

Tetapi suster itu memperhatikan dengan seksama ,ia meyakinkan Gaeul bahwa itu benar-benar air ketubannya yang pecah,.

“Jeongmal?”Gaeul mulai panik ketika air terasa mengaliri kedua kakinya..

***


Yizhung berdiri mengendong Kim Byeol ..,”Kau lihat ,Kim Byeol ,itu adalah bayi Ajusshi..,”gumam Yizhung menunjuk dari balik kaca kearah seorang bayi lelaki bertubuh gembul dengan pipi merah menggemaskan..

“Kim Byeol sungguh pintar ya ,bisa merasakan kedatangan adik bayi ,”puji Yizhung ,ia mencubit lembut pipi Kim Byeol..

Jun Pyo menepuk bahu Yizhung dari belakang ,ia masih mengenakan jas yang biasa dipakainya ke kantor..

“Hey..,selamat ya..Kau telah mejadi seorang ayah ,jangan mengoceh kalau-kalau bayimu menangis di tengah malam ,harus bisa bantu Gaeul,”senyum Jun Pyo lesu..,nada suaranya tidak bisa menyembunyikan kelelahannya selama beberapa bulan penuh perjuangan ini..

“Ya ,kau harus mengajariku tata cara mengurus bayi..Selama ini kau mengurus Kim Dal juga Kim Byeol seorang diri..,”papar Yizhung..

Jun Pyo terkekeh kecil,ia meraih Kim Byeol dari gendongan Yizhung..

“Hey ,anak aboji yang cantik ,”Jun Pyo mencium pipi merah Kim Byeol berkali-kali..,membuat Kim Byeol sedikit kesal sehingga mengoceh dan mengeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat ke kanan dan ke kiri,”Gahhh!!Gahhh!!”

“Mana Kim Dal?”tanya Yizhung ,tetapi pandangannya masih tertuju pada bayi lelakinya ,tak pernah berhenti menggagumi..

“Ia di rumah orang tua Jandi..,Kim Dal sangat senang bermain dengan Kang San entah mengapa..,”papar Jun Pyo dengan raut bingung..

“Oh ,mungkin anakmu yang satu itu akan menjadi maniak komputer seperti Kang San eh..,”goda Yizhung terkekeh..

“Mungkin..,”sahut Jun Pyo ragu ,”Mana Gaeul?”

“Ia di kamar ,aku ingin menghampirinya sekarang..,”kata Yizhung ,ia menepuk pundak Jun Pyo dan segera bergegas berlari meninggalkan Jun Pyo dan Kim Byeol jauh di belakang..

Yizhung membuka pintu perlahan ,ia mendapati Gaeul yang terbangun memandangi jendela..

“Hey..,kau sudah melihatnya?”suara serak Gaeul bertanya pada Yizhung yang menghampirinya..

“Sudah..,ia sempurna..,”bisik Yizhung ,memberikan kecupan kecil pada kening Gaeul..

“Aku tahu ..,dia seperti malaikat kecil..,”gumam Gaeul ,ia merasakan air mata tidak pernah bisa berhenti mengaliri kedua pipinya karena terharu..

Yizhung mengeluarkan sebuah giring-giring perak dari balik jasnya..,”Hadiah terakhir dari Lou ,katanya ini untuk bayi kita..,”bisik Yizhung sekarang air mukanya menjadi sedih..

“Dimana Lou?Apakah ia ada di Korea..?”tanya Gaeul antusias ,ia menjadi dekat dengan Lou ,bahkan mereka sering berkirim surat atau mengobrol lewat telefon sejak Lou peulang ke Amerika..Gaeul merasa bersalah pada Lou juga kasihan padanya..Ternyata kehidupan Lou hanya habis di rumah sakit..Ia begitu lemah dan begitu sakit lebih dari yang bisa Gaeul bayangkan..

“Ia meninggal kemarin di Amerika..Orang tuanya mengirimiku surat juga giring-giring ini..”

***

Woo Bin dan Jilli sedang memandang bayi lelaki Yizhung dari balik kaca kamar bayi..Jilli tidak henti-hentinya memuji bayi itu..,”Ya ampun ,ia gembul..,menggemaskan..”

Kedatangan Jihoo dan Jae Kyung mengagetkan mereka berdua..

“Hey..,kau sudah datang disini ,kelihatannya kita harus pindah ke Seoul lagi ya ,beberapa bulan ini kita terus bulak-balik ke Seoul..,”canda Woo Bin..Memang ia dan Jilli harus terbang dari Jeju ke Seoul begitupun dengan Jihoo dan Jae Kyung dari Amerika..Mereka disibukkan oleh ‘keadaan’ di Seoul ini..

“Bayi Yizhung lucu sekali ,perpaduan Yizhung dan Gaeul yang sempurna.,”papar Jae Kyung

“Omong-omong ,kalian sudah lihat kedua anak Jun Pyo?”tanya Jilli penasaran.Mereka berempat memang sudah tak pernah melihat anak Jun Pyo beberapa bulan ini..

“Belum tapi kata Yizhung mereka juga ada disini kecuali anak lelaki Jun Pyo..,”jawab Woo Bin.

“Siapa yang memanggilku?”sahut Jun Pyo tiba-tiba ,ia muncul dari ujung lorong ,kedua tangannya sibuk mengendong Kim Byeol yang bermain-main denganpita yang menghiasi rambut ikalnya dan mengoceh sendiri..

“Ya ampun!!!”Jilli dengan gemas menyambut kedatangan Jun Pyo atau tepatnya anak perempuan Jun Pyo ,Kim Byeol..

“Ia..,sangat ‘Goo Jun Pyo’”sahut Jihoo ,hal pertama yang menarik perhatiannya adalah rambut ikal Kim Byeol yang terlihat sama seperti Jun Pyo..

“Kau benar..,”Jae Kyung mengganguk setuju..

“Ayo ,bilang anyeong..anyeong..,”bisik Jun Pyo pada Kim Byeol..

Kim Byeol menjulurkan tangannya kearah Jilli dengan antusias tanda ia sangat menyukai Jilli..,”Ah..ung..,ah ..ung..,”

“Bolehkah aku mengendongnya?”ijin Jilli pada Jun Pyo dengan nada berharap..

“Tentu..,”Jun Pyo membawa Kim Byeol kedalam gendongan Jilli..

Kim Byeol memandang kedua mata biru Jilli seolah terkesima dengannya..

“Aigoo ,lucu sekali..,”kata Woo Bin..

“Makanya kau cepat-cepat punya anak..,”sahut Jae Kyung enteng..

“Ah ,kalau begitu aku harus lebih giat lagi ya dengan Jilli..Tapi itu sih mudah-mudah saja..Yang paling penting sekarang ,kapan kalian akan menikah?”canda Woo Bin terkekeh..

“Siapa dengan siapa yang menikah?”tanya Jun Pyo polos..

“Tuh..,”Woo Bin menunjuk kearah Jihoo dan Jae Kyung yang tersipu malu..

***

“Hari ini ulang tahunmu..,kau masih ingin menghabiskan waktu di rumah sakit?”tanya Joon Hee suatu pagi ..Jun Pyo dan Joon Hee sedang berbincang di ruang tamu di rumah orang tua mereka karena keesokan harinya Joon Hee akan segera meninggalkan Korea ..

“Ya bersama Jandi dan Kim Byeol..,”jawab Jun Pyo polos..

“Get a life!”Joon Hee mengelengkan kepala ,prihatin melihat adiknya yang hanya memiliki kehidupan di kantor dan rumah sakit..

“They are my life..”sahut Jun Pyo enteng karena memang begitulah adanya..Tidak ada jawaban lain yang lebih tepat bagi Jun Pyo ..


***

Bip Bip Bip..

Itu adalah suara detak jantung Jandi ,detak yang sangat lemah..

Sore itu Jun Pyo ,Kim Dal ,dan Kim Byeol, semua berkumpul di kamar tempat Jandi dirawat..Jandi masih berbaring kaku.Tubuhnya pucat seperti hantu ,begitupun dengan bibirnya yang bewarna ungu keputihan ,dibawah mata Jandi terdapat kantong mata bewarna hitam pekat ,ia terlihat lelah dan tidak hidup..Selama berbulan-bulan ia tak pernah bergerak apalagi membuka matanya..Sedikit saja tidak..

Kim Byeol bermain dengan Kim Dal didalam box bayi yang diletakkan dekat dengan ranjang Jandi ,melepas rindu karena mereka jarang bertemu ,terkadang mereka memeluk satu dengan lainnya tanpa pernah berhenti..Jun Pyo duduk disebelah ranjang Jandi ,ia memegang cake cokelat yang berukuran hanya sekepal tangannya saja...

Kim Dal terlihat antusias ingin menyicipi rasa kue itu..Kim Dal memang memiliki selera makan yang sangat besar selayaknya Jandi..Tetapi tidak dengan Kim Byeol ,ia memilih untuk makan dengan tenang dan anggun..Yah kedua sifat yang bertolak belakang ,tetapi anehnya mereka masih bisa akur sebagai saudara kembar..

“Kacha Kim Byeol ,Kim Dal..Saengil Chukae untuk Aboji..Horeee..,”Jun Pyo menepuk tangannya dalam usaha untuk membuat kedua anaknya itu meniru apa yang dilakukannya..

“Bah..,bah..,”Kim Byeol mengeleng kepala tanda tidak..Sedangkan Kim Dal meniru saudari kembarnya itu..,ikut menggelengkan kepala..Kelakuan lucu mereka membuat Jun Pyo terkekeh lemas..,ia memandang anaknya lalu pandangannya terarah pada Jandi..,”Yya..,kapan kau mau bangun dan lihat aksi mereka?”tanya Jun Pyo sedih..

“Nah sekarang waktunya berdoa permohonan..,”seru Jun Pyo mencoba untuk bersemangat..

“Uh ah..,”Kim Byeol mengganguk setuju diikuti dengan Kim Dal yang lagi-lagi meniru kelakuan Kim Byeol..

Jun Pyo menutup matanya ..

Tidak ada yang dapat kuharapkan..,dan tidak ada yang kuinginkan..Selain Jandi..Aku ingin kehidupan Jandi kembali..Hanya itu..

Jun Pyo baru membuka matanya ketika..

Bippppppppppppppppppp..........

“GEUM JANDI..GEUM JANDI,”Jun Pyo berdiri dan berteriak histeris ,kue yang ada di tangannya jatuh begitu saja seiring ia mulai menguncang-guncang tubuh Jandi..Alat detak jantung itu menunjukkan tidak ada lagi kehidupan yang tersisa..,tidak ada..

Kim Byeol dan Kim Dal mulai menangis mendengar bunyi ‘bip’ panjang yang mengaung keras..

Nafas Jandi terdengar melengking tinggi seolah ia baru saja memaksa kematian mengembalikan hidupnya ketika bunyi ‘bip’ itu mulai kembali menunjukkan detak lemah..

Kedua mata sayu Jandi terbuka perlahan..,bibirnya membentuk kata-kata ,berbisik tanpa suara..,”Goo..Goo Jun Pyo..”

Ini keajaiban ,apa yang dipikirkan Jun Pyo menjadi kenyataan..Jandi hidup ,ia kembali..

“Geum Jandi..,kau bisa mendengarku?”tanya Jun Pyo antusias..Ia mulai tersenyum ketika air mata merebak di pelupuk matanya ,ia tak menyangka,.sungguh tak menyangka..

Jandi mengganguk pelan ..

Jun Pyo memastikan pandangannya tidak salah atau ini bukan hanya sekedar halusinasinya semata..Jun Pyo menggengam tangan Jandi dengan erat dan mengecup keningnya berkali-kali..

“Waeyo?”bisik Jandi kebingungan melihat perlakuan Jun Pyo..Raut wajah Jandi menjadi semakin bingung ,ia mengeriyit mendengar tangisan Kim Byeol dan Kim Dal yang semakin menjadi..

“Siapa mereka?”tanya Jandi lemas...

“Siapa?Tentu saja anak kita..,”sahut Jun Pyo senang..

“Shhh..”Jun Pyo menghampiri Kim Byeol dan mengendongnya keluar dari boks bayi ,membawanya pada Jandi..

“Ia disini Kim Byeol..Bilang ,anyeong eomma..,”seru Jun Pyo bersemangat..

Kim Byeol seperti biasa menjulurkan tangannya ,mengelus rambut Jandi dan mengoceh..,”Aa ..ma..Aa ..ma..”

“Bukan ama tapi eomma..,”kekeh Jun Pyo..,sedangkan Jandi masih terlihat bingung..

“Goo Jun Pyo..Apa yang telah terjadi?”tanyanya..

“Kau tidak akan percaya ,betapa lama kau berada dalam tidurmu..,”senyum Jun Pyo..

***

‘Seperti akhir dari semua dongeng yang selalu mendedikasikan kebahagiaan sebagai akhir dari suatu permulaan baru..’

9 tahun kemudian..

“Oppa, masih belum?”Kim Byeol untuk kesekian kalinya bertanya padaku dalam kebosanan..

“Ahh..,jangan memata-matai lagi !!”Jae Hee merengek..

Aku tak tahu harus berbuat apa ,disinilah aku terjebak ,di mansion kami ketika akhir pekan datang..,mengurus saudari kembar dan adik perempuanku yang baru berumur 6 tahun..Terpaksa harus begini ketika terkadang Appa dan Eomma menolak untuk mengajak kami pergi berjalan-jalan..

Aku tak tahu apa yang dilakukan appa dan eomma tetapi suatu hari appa pernah bilang ,”Okay ,mungkin beberapa minggu ini kita tidak akan berjalan-jalan ketika akhir pekan tiba..”

Dan tentu saja dengan polos aku bertanya..,”Kenapa?”Merasa tidak terima akan keputusan appa..

“Tidak..,appa dan eomma hanya sedang berusaha untuk membawa adik bayi untuk kalian..”

Dan sekarang disinilah kami bertiga ,mengendap-endap dan menguping dari balik pintu kamar appa dan eomma..

Awalnya kami tak mendengar apa-apa selain musik klasik yang mengalun sangat pelan..Lalu lama kelamaan ,kami mendengar desahan dan erangan yang semakin keras ,aku tak yakin apakah itu suara yang dihasilkan appa atau eomma ,mungkin keduanya..Dan kami membeku dalam kebingungan yang amat sangat..

“Apa yang mereka lakukan?”tanya Kim Byeol penasaran..Ia merangkul bahu Jae Hee lebih erat dari sebelumnya..

“Membawa adik bayi..,”jawabku seolah paling tahu akan semuanya padahal sejujurnya aku tidak kalah bingung dari Kim Byeol maupun Jae Hee..

“Kalau begitu berarti membawa adik bayi adalah sesuatu yang susah ,Oppa?”tanya Jae Hee ,tangan mungilnya memainkan rambutnya yang lurus sepertiku..Memang diantara kami bertiga ,hanya Kim Byeol yang mempunyai rambut ikal..

Aku berpikir sejenak dan memutuskan jawabannya adalah ya...,”Ya..karena kau dengar sendiri ,membawa adik bayi menghasilkan banyak desahan dan erangan yang pasti melelahkan..”sahutku mencoba untuk menyembunyikan semua keraguan..

“Ah yang benar?”Kim Byeol tampak meragukan jawabanku sialnya..Mungkin ia sempat menangkap gerak tubuhku yang menunjukkan keraguan..

“Sudah tak usah sok tahu..,”kataku ..

“Yang sok tahu itu aku atau kamu oppa?”tantang Kim Byeol..

“Dasar perempuan..,”cibirku ketus..,walaupun apa yang dikatakan Kim Byeol adalah kebenaran..

“Lalu Maidy apa kalau bukan perempuan?”cetus Kim Byeol enteng..Maidy adalah anak perempuan Ajusshi Woo Bin ,ia lebih muda setahun daripada kami ,Maidy memiliki kakak lelaki yang seumuranku dan Kim Byeol ,namanya Woo Ram..Selain itu juga ada Soo Yi Teuk ,anak lelaki Ajusshi Yizhung yang konon disukai oleh Kim Byeol karena senyuman mautnya..Sedangkan Yoon Sang Geun ,anak lelaki Ajusshi Jihoo ,ia kebanyakan diam dan terlarut dalam permainan pianonya.Entah ,terkadang ketika Woo Ram ,Yi Teuk ,dan aku bermain ,Sang Geun hanya akan diam memperhatikan kami...Memang appa dan eomma suka membuat jadwal bermain bersama..Biasanya lelaki berkumpul dengan para lelaki juga Kim Byeol ,Jae Hee ,dan Maidy akan asyik dengan ‘arisan’ mereka sendiri ,tetapi Sang Geun seperti terjebak dalam situasi yang tak menentu..Maka ia lebih baik diam walaupun aku suka memaksanya untuk ikut dalam permainan...

“Jangan ungkit-ungkit Maidelaine disini..,”paparku sedikit tersipu..

“Kau suka padanya kan?”cecar Kim Byeol ,sekarang ia menyeringai jahil..

Aku tak bisa mengaku padanya ,tetapi aku juga tak bisa memungkiri bahwa Maidy sangat sangat sangat cantik..Ia memiliki mata biru seperti Auntie Jilli dan rambutnya bewarna kecoklatan..

“Akui saja!!”Sekarang Jae Hee mendukung Kim Byeol..Ah mereka memang sama saja.Selalu kompak dalam segala hal..Apalagi urusan baju dan aksesoris wanita yang membosankan..Seperti sekarang contohnya.,Kim Byeol memakai rok terusan bewarna marun dengan bandana menghiasi rambut ikalnya yang diikat keatas dan Jae Hee juga akan mengikuti gaya Kim Byeol..Bosan..Biasanya kalau pergi ke mal ,Appa ,Kim Byeol ,dan Jae Hee menghabiskan banyak waktu untuk shopping sedangkan aku dan eomma hanya bisa bersungut-sungut mengekori mereka sambil memperingati kalau mereka sudah menghabiskan waktu 3 jam mengitari toko departemen tanpa henti-henti.Kalau mereka akn membawa banyak baju mahal sepulangnya kami dari mal ,berbeda dengan aku dan eomma yang membawa perut kenyang karena terlalu banyak icip-icip makanan di setiap stand yang kami temui..Tak jarang appa menggoda kami..’Babi..’ dan eomma akan mulai berteriak..’Yya Goo Jun Pyo’..Mereka selalu begitu ,tetapi kelakuan mereka berdua seringkali membuat aku tertawa..

Mungkin suara kami terlalu berisik atau apa sehingga eomma keluar dan mengoceh..”Hey apa yang kalian lakukan disini..!”

Aku ,Kim Byeol ,dan Jae Hee memandang eomma yang memakai gaun malam bewarna perak yang sedikit melorot..Ini kali pertama aku melihat eomma berpakaian seperti ini..

“Kalian cepat tidur..Besok hendak bertemu F4 kan!?..,”paparnya memamerkan muka galak yang dibuat-buat..Eomma tidak pernah marah pada kami kecuali pada appa..Justru amarahnya itu seringkali membuat kami tertawa..

“Ah eomma ,jangan marah ,kau akan membuatku tertawa..,”kekeh Kim Byeol..,pipinya memerah karena senang..

Eomma hanya tersenyum,senyuman yang membuat kami menjadi  ‘tunduk’ padanya..

Eomma mengecup kening kami masing-masing ketika kami hendak pergi ke kamar..

“Eomma apakah kalian sedang membawa bayi?”tanyaku memastikan..

“Dari mana kau belajar hal macam itu?”kedua mata eomma membelalak kaget..

“Appa ..,”jawabku polos..

Eomma membalikkan badan ,lalu masuk kedalam kamar dan membanting pintu..Saat itulah aku tahu kalau appa sedang dalam masalah..

“YYA GOO JUN PYOOOO..!!”

***

“Goo Jun Pyo ,Yoon Ji Hoo ,Soo Yizhung ,Song Woo Bin..F4 HWAITING!!”

***

“Goo Kim Dal ,Yoon Sang Geun,Soo Yi Teuk ,Song Woo Ram..F4 HWAITING!!”

***

maaf tidak ada bonus adegan begonoan  [hmpfh] [hmpfh]




And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yeeee akhirnya ending jg nih ff  [smiley-dance013] [smiley-dance013]

belum baca nih, cuma lht sekilas bagian terakhir  [love eyes] [love eyes] jundi nakal mau bikin bayi lg ya  [hmpfh] ga kebayang deh adegan wild mereka  [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
mam ada yg melorot  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] ternyata bawa adik tuh susah yah mesti cape2 dulu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mam ada yg melorot  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] ternyata bawa adik tuh susah yah mesti cape2 dulu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iya tuh, mesti pakai rintihan, erangan ama mungkin .. hmm teriakan  [drool] [laughing] [laughing] .. kalau bayinya ga kebikin terus, kasian ya jandinya  [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
kasian si Junpyo to mam digebukin terus ma jandi salah ndiri pake bocor ngomong ma anak kl mo bawa bayi nah kl anaknya nanya terus hayoooo  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
noona b, jawab aja terus terang nah lho  [hmpfh] [hmpfh] biar anak2nya masak sebelum waktunya kyk si monyong  [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
huaaaaa,, tuh kan c omma love m noona b kga dmn2 dah psti ja klo dah yg ngom-in bgtuan jd mnjang dah [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [rofl] [rofl]

ow dsni mff miny ru update ya ndree??? coz d'LI aq dah bca bbrp minggu yg lalau,, [hmff] [hmff] [hmff]

iya ni aq jg lg nunggu additional part stlh part ini,,
mna c miny,,,,,, whistling whistling whistling whistlingdah lumutan jg niy nunngunya,,, [bav] [bav]

c mami jg utang update kaga nahan dah bnyknya,, noona b dah lega tuh brhub dah update,, [smiley-dance013] [smiley-dance013]

n trio amburadulnya jgn dilupakan dg omma,,,,oke..... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
oki, gw lg menyelesaikan chp 3 my everything  [biggrin] sebenarnya sih tadi malam mau diselesaikan tp berhubung  perut gw sakit jd tertunda deh  [heh] udah deh mau diteruskan dulu tinggal sebentar lg selesai and .. ada sedikit bocoran nih, bakal ada ciuman pertama jundi  [bav] [bav]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
oki daku udah lumayan jarang ke LI klpun kesana paling cmn mampir ke tretnya mino ma hyesun doank  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] so telat dah jadinya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

mami pake alesan aja sakit perut  [whip] pas daku ngepost piku masih bisa ngumpat  [laughing] [laughing] [laughing]

ayuk mam kapan atuh di posttttt daku udah  [bav] dari kemaren tapi bakal lebih  [AddEmoticons04235] [AddEmoticons04253] kalo yg bengkok2 diupdate sekalian  [on] [hmpfh] [laughing] [rofl]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yaaa kok yg bengkok2 lg  [sweat] belum ada tuh klu yg bengkok2  [hmpfh] gw kan cuma manusia biasa, bukan wonder girl jadi bersabar ya semuanya  [smiley-dance013]

hampir selesai nih, hehehe tinggal edit gambar2nya doang  [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
akhirnya kelar jg baca ff yg satu ini...buat miny ffnya bagus banget  [hug]

[lovestruck]

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Miny, ini udah Finish apa belom...? *padahal ku suka banget baca fanfic yang satu ini.... [lovestruck] kalo perlu tambah beberapa CHP lagi... bonus : yang ada gitu-gitu-an dech.... [bav]  [on]  [hmpfh]*


Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Miny, ini udah Finish apa belom...? *padahal ku suka banget baca fanfic yang satu ini.... [lovestruck] kalo perlu tambah beberapa CHP lagi... bonus : yang ada gitu-gitu-an dech.... [bav]  [on]  [hmpfh]*



 [AddEmoticons04220] SETUJU SANGAD sm sizt Karin niy aq [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes]
tau c miny pdhl jnji mw da additional partnya tp sprtinya udah terlupakan gtu c ma dyaa.....

makkk nemm,, ingetin miny dg tuk update add partnya sgra,, dah ga sbar niy nunggu 2thn gni [hmff] [hmff] [hmff]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Miny, ini udah Finish apa belom...? *padahal ku suka banget baca fanfic yang satu ini.... [lovestruck] kalo perlu tambah beberapa CHP lagi... bonus : yang ada gitu-gitu-an dech.... [bav]  [on]  [hmpfh]*



 [AddEmoticons04220] SETUJU SANGAD sm sizt Karin niy aq [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes]
tau c miny pdhl jnji mw da additional partnya tp sprtinya udah terlupakan gtu c ma dyaa.....

makkk nemm,, ingetin miny dg tuk update add partnya sgra,, dah ga sbar niy nunggu 2thn gni [hmff] [hmff] [hmff]

zista oqy... ku pink bukan Karin... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Miny cepetan d'update ya...ku boleh request ga JP sama JD bonus gitu-gituan dech... [hmpfh]  [rofl]