Author Topic: New World >'<Chapter 10/ending>'<update 4 Maret 2012  (Read 7058 times)

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 5>'<update 7 November 2011
« Reply #30 on: November 09, 2011, 04:07:17 am »
OMG panas dingin baca nii FF [bav] [bav] [bav]
Ci sun ho walau anak ingusan v hebat di ranjang  [on] [on] [on] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

ye.... naluri kelelakiannya muncul seketika....  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 5>'<update 7 November 2011
« Reply #31 on: November 09, 2011, 05:57:23 am »
Ya ampyuuun....ternyata Sunho lebih muda dari Min Hye yah....Setelah hot2an di tempat tidur, baru deh mereka saling mendalami satu2 sama laen...hehehe...Sun Ho banyak penggemarnya begitu....Gmana si Minhye ga cemburu...

Aduh, si Eomma, datang pada saat tidak tepat...ahahaha...pagi2 kok nongol. Gimana tuh rasanya si Minhye...Terus gimana tu perasaan Eommanya ngeliat Minhye tidur ama anaknya....Tapi si Sunho beneran kan tu cinta ama Minhye...jangan sampe dia cuma mengejar hartanya... [hmpfh] [hmpfh]...

ditunggu yah updetannya lagi...

Trimsss....
 [arms] [arms] [arms]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 5>'<update 7 November 2011
« Reply #32 on: November 09, 2011, 07:11:03 pm »
nah pan apa gw blg bocor, bocor deh #ngelus2daguangguk2bijak [chin] [goodgrief] [hmpfh] [hmpfh]

sunhoo lebih muda 2 taun dr minhye [what] [what] lah ga pa2 lah, toh si rantang lbh mudaan--4 taun lg--dr daze #ujung2nyanyangkutkerantang [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 5>'<update 7 November 2011
« Reply #33 on: November 13, 2011, 07:03:36 am »
Ya ampyuuun....ternyata Sunho lebih muda dari Min Hye yah....Setelah hot2an di tempat tidur, baru deh mereka saling mendalami satu2 sama laen...hehehe...Sun Ho banyak penggemarnya begitu....Gmana si Minhye ga cemburu...

Aduh, si Eomma, datang pada saat tidak tepat...ahahaha...pagi2 kok nongol. Gimana tuh rasanya si Minhye...Terus gimana tu perasaan Eommanya ngeliat Minhye tidur ama anaknya....Tapi si Sunho beneran kan tu cinta ama Minhye...jangan sampe dia cuma mengejar hartanya... [hmpfh] [hmpfh]...

ditunggu yah updetannya lagi...

Trimsss....
 [arms] [arms] [arms]



ya sunho lebih muda dari minhye, pertemuan mrka kan begitu singkat, makanya baru tahu saat mereka bicara dg,  suasana seperti itu, klo masalah penggemar,,,, gk banyak sih.... cuma si miny yg terlalu terobsesi ma sunho.... [hmpfh] [hmpfh]
epmma kn muncul gara2 baru pulang dari rumah kerabat.... gak disangka emang pulangnya pagi... gumawo sista buat jejaknya... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 5>'<update 7 November 2011
« Reply #34 on: November 13, 2011, 07:10:50 am »
nah pan apa gw blg bocor, bocor deh #ngelus2daguangguk2bijak [chin] [goodgrief] [hmpfh] [hmpfh]

sunhoo lebih muda 2 taun dr minhye [what] [what] lah ga pa2 lah, toh si rantang lbh mudaan--4 taun lg--dr daze #ujung2nyanyangkutkerantang [laughing] [laughing]

iyeeee........... emang bocooooor mam.. [on] [on] [on] [on] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iye pan, sunho terinspirasi dari rantang dan minho  [hmpfh] [hmpfh] [huglove]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 5>'<update 7 November 2011
« Reply #35 on: November 13, 2011, 07:17:16 am »
nah pan apa gw blg bocor, bocor deh #ngelus2daguangguk2bijak [chin] [goodgrief] [hmpfh] [hmpfh]

sunhoo lebih muda 2 taun dr minhye [what] [what] lah ga pa2 lah, toh si rantang lbh mudaan--4 taun lg--dr daze #ujung2nyanyangkutkerantang [laughing] [laughing]

iyeeee........... emang bocooooor mam.. [on] [on] [on] [on] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iye pan, sunho terinspirasi dari rantang dan minho  [hmpfh] [hmpfh] [huglove]
loh??? perasaan rantang gw ga seHOTTTT sunho lu [goodgrief] [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 5>'<update 7 November 2011
« Reply #36 on: November 13, 2011, 07:30:42 am »
nah pan apa gw blg bocor, bocor deh #ngelus2daguangguk2bijak [chin] [goodgrief] [hmpfh] [hmpfh]

sunhoo lebih muda 2 taun dr minhye [what] [what] lah ga pa2 lah, toh si rantang lbh mudaan--4 taun lg--dr daze #ujung2nyanyangkutkerantang [laughing] [laughing]

iyeeee........... emang bocooooor mam.. [on] [on] [on] [on] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iye pan, sunho terinspirasi dari rantang dan minho  [hmpfh] [hmpfh] [huglove]
loh??? perasaan rantang gw ga seHOTTTT sunho lu [goodgrief] [hmpfh] [hmpfh]

kmsudnye umurnye yg lebih muda itu loh mam.... [hammer] [hammer]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #37 on: November 13, 2011, 09:29:46 am »
Chapter 6



Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho
Park Min Young aka Miny
Lee dong hae aka Mr Stuyoshi
[/size][/color]



Haruskah aku menyusul sunho dan mengatakan kalau aku yang menggoda sunho agar sunho terbebas dari amukan sang eomma? Tapi tak mungkin karena ku rasakan disekitar pangkal pahaku terasa ngilu begitupun pada perutku, masih sakit...
Ku mohon eomma.. ini tidak sepenuhnya kesalahan sunho


----------


“mianhae... cheongmal mianhae eomma”

“seharusnya kau berfikir masak-masak, jika keluarga minhye tahu, terutama appanya, ia tak akan melepaskanmu”

“aku sudah siap dengan segala resiko yang ada, bila perlu aku akan menikahi minhye eomma”

“kau ini... eomma tak habis pikir denganmu, kita ini hanya orang biasa, sedangkan mereka adalah orang ternama di korea, otakmu kau taruh dimana”

“tapi kami saling mencintai eomma...”

“kau... kau... yaaa... lee sun ho, eomma tak pernah mengajari bertindak gegabah, apa kau fikir dengan kata cinta kau bisa menyelesaikan masalah yang ada, jika appa minhye tahu, kau bisa menebak apa yang terjadi, eomma rasa perkebunan peninggalan appamu akan terancam, dan kau akan menghancurkan semuannya, huhuuu” ku dengar eomma sunho mulai menangis, ini benar diluar dugaanku, segera ku bangkit dari ranjang itu, dan menghampiri sunho dan eomma

“itu tak akan terjadi eomma” bujuk sunho meyakinkan eomma, dipeluknya tubuh eommanya, namun eomma sunho segera menepisnya dan mendorong tubuh jakung itu, hingga terduduk lemas

“jangan sentuh aku..”

“eomma..”

“kau mau jadi apa... ha? Kau merasa hebat saat meniduri anak orang!?”

“ini bukan kesalahan sunho eomma” aku melangkah mendekati eomma dan sunho dengan masih terbalut selimut tebal.. meski agak tertatih melangkah, sudah.. aku tak mampu menahan butiran bening ini, hingga menyeruak keluar, beribu penyesalan bergelayut di otakku, dan aku sadar, mana ada penyesalan datang lebih dahulu..

Ku tata hatiku untuk mempersiapkan bibir ini mengatakan sesuatu pada eomma sunho, dan ku berharap ia mau mendengarnya, dan aku mohon dengarlah... walaupun sekarang ku lihat tatapan sendu itu menatap penuh harap padaku.

“ini bukan sepenuhnya kesalahan sunho eomma, minhye.. minhye tak mampu menolak saat sunho melakukan itu eomma, karena minhye sangat mencintai sunho lebih dari apapun, mungkin ini terdengar konyol, perjumpaan dengannyapun belum genap 1 bulan, namun hubungan ini sudah sejauh ini, itu karena minhye yakin dengan rasa yang ada saat ini, dan minhye mohon pada eomma,,, jangan menyalahkan sunho,, atau eomma memang berniat memisahkan kami... sunholah laki-laki yang mampu mengajarkan pada minhye arti sebuah hidup, hidup minhye jauh lebih berwarna saat mengenal sunho.. apalah kehidupan saat ini jikalau tak ada sunho...kami melakukannya atas dasar suka sama suka.. dan minhye harap eomma mengerti,, hiiikkss.. minhye berharap... eomma.. eomma tak membenci minhye karena selain sunho, minhye sangat menyayangi eomma, eomma sudah minhye anggap seperti ibu kandung sendiri” aku terlalu banyak bicara,  kuatatap wajah sunho yang tertunduk menatap lantai, hingga akhirnya ku sejajarkan tubuhku dengan sunho sedangkan eomma duduk di atas kursi yang ada di ruang itu

“apapun yang terjadi nanti, bila perlu aku akan melepas goo’s grup untuk hidup bersama kalian!” kalimatku itu sontak membuat sunho menatapku dan saat itu juga aku tengah menatapnya hingga kini mata kami saling bertemu

“yaaa... goo min hye, apa yang kau katakan ini?”

“apa kau tak ingin aku bersama kalian?” tanyaku pada sunho, aku takut ia mengatakan sesuatu yg tak ingin ku dengar

“sudahlah minhye,,, jangan mengatakan sesuatu yang akan membuatmu menyesal” eomma bangkit dari duduknya dan berdiri

“aku akan menceritakan pada appa masalah ini, namun untuk saat ini ku rasa belum saatnya eomma, dan aku sudah dewasa, ku pikir aku sudah mampu menentukan jalan hidup, dengan siapa aku hidup itu adalah hakku”

“eomma tak mampu berbuat apa-apa.... kehidupan kalian yang jalani, namun saat rintangan menhadang eomma berharap kalian mampu berfikir dewasa, kalau kalian harus selalu saling menjaga...”

“eomma marah padaku??” bibirku kelu saat mengatakan itu

Mendengar pertanyaanku sontak eomma memelukku sambil menangis

“bagaimana bisa aku marah padamu, eomma hanya kesal dengan tingkah sunho padamu, eomma pikir ia memaksamu, jika itu terjadi eomma tak akan menganggap ia sebagai anak eomma...”

“tapi kami melakukannya atas dasar suka sama suka eomma, tak ada paksaan.. minhye berharap sunholah yang akan mendampingi hidup minhye kini dan seterusnya”
“maafkan eomma sudah berfikir macam-macam sayang”

“anyi... seharusnya, minhye yang minta maaf pada eomma, hingga buat eomma khawatir”

“baiklah.. eomma harus ke kebun segera untuk memetik hasil panenan pagi ini, cepat bersihkan badanmu sayang... atau kau perlu bantuan eomma?”

“anyi.. minhye bisa sendiri eomma”

“ara.. eomma pergi dulu, dan kau sunho!”

“dhe?”

“jangan membuat eomma marah lagi padamu, jaga minhye...”

“pasti”

Sepeninggal eomma kini hanya aku dan sunho yang masih duduk di lantai

“minhye-a!”

“mwo?”

“kau percaya padaku?”

“percaya apa?”

“bahwa aku tak akan meninggalkanmu selepas ini?”

“jika kau berani meninggalkanku, ku pastikan tanganmu akan ku potong abis abisan, dan akan ku mutilasi tubuhmu”

“yaa... aku serius..”

“aku tak pernah berfikir kalau kau akan meninggalkan ku, karena entah perasaan apa in, meyuruhku meyakini bahwa cintamu tulus untukku, dan aku akan selalu percaya bahwa kau akan berada di sampingku selamanya, kecuali otakmu sudah terbentur sesuatu yang keras hingga membuatmu hilang akal, namun aku tak akan menyerah sampai kau benar-benar mengakui keberadaanku yang dulu sempat ada mengisi hatimu”

Mata elang itu menatapku tajam dan dengan sigap lengan kekar itu mengunci tubuhku, memelukku erat diantara selimut tebal yang masih melekat kini

“tak akan aku lupa kata-katamu, kau telah mencintaiku dengan tulus dan aku lebih dari itu...”

Ucapannya berakhir di keningku, mengecup lembut keningku dan sedikit menyibak rambut panjangku yang agak berantakan. Setelah itu aku pun beranjak, namun lagi-lagi rasa ngilu dan sakit di bagian tubuhku, hingga memaksaku untuk berjalan tertatih, melihat itu sunho segera membopong tubuhku

“yaa....”

“aku tak tega melihatmu kesakitan, kau mau mandi kan,,,? Aku antar kau mandi” aku tak menolak

------------------

Tubuhku perlahan di letakkan di dekat wastafel

“kamar mandi disini beda jauh dengan kamar madi di rumahku hingga ku rasa bingung saat tak melihat ada bathub di dalam sini,

“tunggu disini, aku akan mengambilkan bak besar untukmu...”

Tak lama sunho datang membawa bak ukuran besar namun tak sebesar bathub yanga ada, hingga tangan terampil sunho memasukan sabun cair ke dalamnya di kucek2 hingga kini bak mandi itu penuh dengan busa.. “kalau aku mandi dalam bak itu, ku rasa hanya setengah dari badanku yang akan tenggelam.. baiklah tak masalah..” ikirku dalam hati hingga kini sunho mencoba melepas selimut yang sedari tadi menempel di tubuhku... deg... deg... deg... jantungku terpompa lebih cepat, hebusan udara hangat mejalar di tubuh, karena kini wajah sunho menatap tubuhku yang tanpa terbalut kain sehelaipun “apakah kami akan bercumbu lagi disini” batinku, namun dugaanku mungkin salah, karena wajah tampan itu berpaling ke arah bak tersebut dan meletakku dengan hati ahati, owh,,, benar saja.. bak ini terlalu sempit untukku, hingga kini dadaku terlihat dan tak tertutup oleh busa, ku merosot sedikit, dan kaki yang malah keluar dari bak itu... saat menyaksikan kakiku terjuntai di atas bibir bak, ku lihat sunho berusaha menahan gairahnya, ku tersenyum di balik keterdiamanku, hingga akhirnya ku lihat wajahnya semakin mendekat ke arah pergelangan kakiku, sengatan listrik seperti menghujam aliran darahku... ia mengecup kakiku hingga sebatas betis saja, karena pahaku tenggelam dala busa sabun

“apakah akubisa lepas dari keterkaitan mata elang itu... mata itu beralih menuju bibirku yang sudah agak terbuka, pelan tapi pasti bibir padat itu telah menempel di bibirku, sedikit menyesapnya,,, hingga kini lidahnya menerobos masuk mencari pasangannya, aku tak mampu menolak, karena masih ada sisa-sisa gairah semalam yang membuatku terbang ke langit ke 7,,..  kini kurasa pijatan tangan sunho di dadaku,, oh tidak kalau sampai berlanjut di kamar mandi dan eomma datang aku bisa malu...

“sun... sunho-a...”

“hemmm?”

“aku ingin mandi, dan kurasa aku harus segera pulang... paman jung pasti khawatir karena aku tak pulang semalaman”

“mwo?” sunho segera menatapku dengan pandangan yang seolah tak rela saat aku melepas ciuman kami

“jangan membuatku bersalah untuk kedua kalinya pada eomma... keluarlah..”

“aaahhhh... baiklah...”

------------------

Setelah membersihkan badanku, kini aku minta sunho mengantarku pulang mengingat aku datang kemari tidak menggunakan mobil pribadi, setelah berpamitan pada eomma , kamipun bergegas menuju Goo mansion

“gumawo sunho-a..”

“ne...”

“oh ya... ssebulan lagi aku ulang tahun, ku harap kau datang”

“mwo... 1 bulan lagi? Yaaa.... ku pikir undangannya terlalu cepat buatku minhye”

“aku sengaja memberitahumu sekarang, agar kau mempersiapkan diri saat itu, lagian saat ultah nanti appa akan pulang dari newyork, saat itu ku harap apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku”

“aku tak akan meninggalkanmu, jika kau yang minta”

“baiklah... aku masuk dulu...”

“minhye-a...!” panggilan sunho membuatku menoleh ke belakang lagi

“dhe?” aku terdiam memandang langkah sunho yang semakin dekat denganku, beberapa detik kemudian kecupan lembut mendarat di bibirku... hanya beberapa detik saja

“cheongmal saranghae,,,” tak mampu berkata lagi, hanya sekilas senyuman terpancar dari bibir ini... dan ku segera melesat masuk ke dalam

-------------

Hari-hari berjalan seperti biasa , aku masih sibuk dengan Goo’s grup, namun sesekali menyambangi butik untuk persiapan ultah yang sudah tinggal 2 minggu lagi, aku ingin ultah kali ini berbeda apalagi, ada sunho yang sekarang ada disampingku..

Malam telah tiba, badan ini semakin letih karena seharian berkutan dengan tugas kantor, belum lagi memilih gaun untuk malam ultah,, aku yang memang seharusnya memilih sendiri,,, saat merasa tubuh ini sudah sangat legket, hingga kini ku basuh tubuh ini dan rasanya segar sekali dengan aroma bunga mawar...

Setelah membersihkan tubuh aku langsung membenamkan tubuhku di atas kasur empuk, rasanya malam ini bakal tertidur pulas...

-----------

Bar 2xx selalu rame dengan pengunjung, terlihat sunho tengah sibuk menuangkan minuman pada pengunjung yang datang, dia selalu bersemangat, ia bekerja keras, bahkan ia menambah jatah kerjanya agar mendapat gaji lebih, 2 minggu bukan waktu yang lama untuk mengumpulkan uang buat membelikan kado istimewa buat wanita yang kini mengisi hatinya,,, bukan wanita yang kini tengan mencoba merayunya

“oppa, kau terlihat begitu lelah, seharusnya kau sekarang tidur di rumahmu, kau mengambil jam tambahan, ku rasa kerja dengan jadwal semula tidak akan membuatmu kelaparan oppa...”

“sudahlah miny,,,! Kau terlalu banyak bicara... kau urus sana pelangganmu”

‘aku sedang sepi oppa.... belum ada laki-laki itu mengajakku untuk berkencan... lagian jika ada.. aku dbayar sangat murah, makin hari, uang yang dikasih semakin sedikit... gila itu orang.. yang pali setia ya itu, si gendut dengan kumis tebalnyaa, kurasa malam ini dia tak datang.... taku ketahuan istrinya kali”

“kurasa kau salah miny.... lihat dibelakngmu... seseorang tengah tersenyum kearah sini”

Miny membalikkan tubuhnya, dan benar saja,,, laki-laki yang dibicarakan sudah datang, tapi miny tak mengubrisnya.. ia dia saja... terlihat wajahnya memelas pada sunho

“oppa... selamatkan aku...! malam ini aku tak ada gairah untuk meladeninya”

“itu sudah menjadi pekerjaanmu... dan kau sendiri yang mau”

Sunho malah pergi meninggalkan miny dengan tampang bodohnya

“gantikan aku sebentar ya... aku mau ke belakan” pinta sunho pada rekannya”

“baikalah jangan lama-lama”

‘Ok”

----------

Sunho berusaha menghindar dari miny, namun tanpa sunho sadari miny membututinya dari belakang

“mau kemana oppa?” panggilan oppa itu saja membuat sunho sakit kepala,,, secara umur mereka saja Cuma beda 3 bulan, tapi jika minhye yang memanggil oppa mungkin ia sangat senang, tapi itu tak mungkin umurnya saja lebih muda 2 tahun darinya... yang ada minhye yang dipanggil nuna olehnya... tapi mana mau sunho, minhye bukan kakaknya, tapi kekasihnya...

“yaaa.... oppa..!” rengek miny saat menyadari sunho tak kunjung berpaling

“wae? Kau kenapa membututiku...?”

“oppa kenapa menghindar?”

“layani saja sana pelangganmu”

“oppa cemburu?” wajah miny terlihat sumringah saat ia menyangka sunho cemburu pada laki-laki gendut yang setiap malam menidurinya

“mwo? Cem... cemburu?, cemburu pada siapa?”

“oppa.... oppa tak perlu malu, aku bisa kok menolak laki-laki gendut itu malam ini, ku tahu oppa malu kan... sebelum2nya oppa menolak untuk berkencan denganku, tapi ku rasa oppa sekarang mulai memikirkanku, oppa sangat bersemangat untuk kerja,,, bahkan oppa hampir 24 jam kerja, supaya tetap berjumpa denganku, menjagaku dan dekat denganku, gumawo oppa” miny yang merasa sangat super keGRan itu menggelayutka lengannya ke pinggang sunho

“yaaa.... lepaskan miny... kurasa kau tak perlu berpikir sekeras itu, karena bagaimanapun aku tak akan pernah tertarik padamu”

“mwo? Oppa.... kau jangan bicara seperti itu, lalu untuk apa kau berkerja sampai sesusah ini, kupikir gaji yang kau dapat dengan kerja paruh waktu tak akan membuatmu kelaparan... lau untuk apa kau menambah waktu kerja jika tak ingin selalu bertemu denganku, jika oppa malu mengatakan itu, aku memakluminya... dan kapan saja aku selalu siap melayani oppa”

“aaaaiiissshh... sampai kapanpun aku tak akan berkencan denganmu walau hanya sedetik...” sunho segera melepas pelukan miny, dan segera masuk kedalam bar lagi

“yaaaaaa oppaaaa........ apa kekuranganku? Aku ini cantik dan tubuhku juga bagus dan seksi... kau ini laki-laki atau apa, sehingga sulit sekali kugoda”

“maaf miny, kau bukan tipe wanita idamanku”


----------------

 H-7, pesta ulang tahunku semakin dekat, ku harap saat hari itu tiba semua hati berbahagia... aku, sunho, dan juga appa,,,,,

“sunho?, aissshhh..... sudah hampir 3 minggu aku tak pernah melihat bahkan menelponnya, dia juga tak pernah menelponku... apa ia lupa padaku?, tak mungkin... ia gak mungkin seperti itu, tapi dalam waktu yang kurasa sangat lama,,, bayangkan saja 3 minggu... apakah tidak cukup lama untuk merindukan kekasihnya? Aku... juga sangat sibuk belakangan ini, tapi aku mau dia yang menelpon duluan, bukannya aku... ku kira dia akan merindukanku juga.... setidaknya ucapan selamat malam saja... tapi tak ada sama semakali... awas kau lee sun ho, kau mau cari mati ya...??”

Kuambil ponsel yang ada di atas meja samping ranjangku. Ku tekan nomornya dan..... tuuuuut....... tuuuut..... tuuuut.... cukup lama menanti sambungannya... ooohhh... dia tak kunjung membalas panggilanku, apa yang ia lakukan sehingga tak sempat, apa ia masih di bar?, tidak mungkin.... ini sudah ewat dari jadwal kerjanya... atau dia sedang bermain-main dengan perempuan centil yang bernama... siapa namanya? Auuussshhh aku lupa,,, baiklah... sekali lagi lee sunho, jika untuk yang kedua kalinya tak diangkat juga.... aku akan melabrakmu ke rumah

Tuuuuuuuuuuuuttt.............. tuuuuuuuuuuuttttt..
5 detik kemudian, akhirnya terdengar suara berat sunho

“ne, yeoboseo minhye-a?”

Bukan hanya suara sunho, tapi juga suara ribut... owwwh... dugaanku benar... suara ribut itu, pasti ia masih di bar

“yaaa..... kenapa lama sekali mengangkat panggilanku?”

“mian... aku sedang sibuk minhye.... nanti ku telpon lagi...” tuut...

“yaa... Lee...!” belum sempat memarahinya, sambungan terputus

“mwo?, aku belum selesai bicara... kau.. kau kenapa sunho-a... apa aku begitu mengganggumu?, tak pedulikan aku lagi?, aaaaarrrrrggggg”

Rasa kesal dan takut menghampiriku... kenaa ia berubah dingin begitu..

------------

Pagi telah tiba... cahaya mentari telah menerobos masuk lewat celah tirai, ku bangun dan langsung menatap jam weker yang ada tepat disisi kanan ranjang, ku lihat ponselku mengeluarkan cahaya kecil menandakan ada pesan masuk, ku buka... tertera nama My SUN, nama yang ku berikan untuk lee sun ho di kontak Hpku

“ku harap kau tak berpikir macam-macam, aku tetap disampingmu... aku selalu mencintaimu, selamat pagi... dunia yang indah dan wanita yang indah... saranghae minhye”

Aku tersenyum saat melihat pesan masuk yang mungkin orang katakan sangat sederhana, namun mampu membuatku bahagia, kemarahan semalam entah hilanglah sudah

------------------

H-1

“agashi...!”

“ada apa paman jung?”

“saya ingin mengingatkan, bahwa tepat pukul 10 Tuan besar, appa agashi akan tiba di incheon”

“mwo?, sekarang sudah pukul berapa?”

“pukul 9.15 menit”

“baiklah... persiapkan mobilnya kita segera menjemput appa... saya ingin selesaikan ini sebentar lagi”  aku masih membereskan erkas-berkas yang berserakan di atas ranjang, mengingat pagi ini aku tak menuju kantor

Aku dan paman jung segera berangkat menuju incheon setelah semua siap, tidak lama menunggu akhirnya wajah yang sangat kurindukan

“appa.....!! teriakku saat menemukan sosok itu, oh ia terlihat semakin tua saja... tapi tidak mengurangi ketampanannya

“minhye sayaaaaang!”

“minhye pikir appa tidak jadi pulang”

‘tidak mungkin,  appa tentu saja pulang nak, hampir satu tahun tak pulang appa sangat kesempian disana, untung kerjaan itu membuat semangat appa bertahan...”

“appa pasti sangat lelah, sebaiknya sekarang kita langsung pulang, karena besok app harus fit..”

“baiklah....”

Diperjalanan aku melepas rindu pada appa, sangat rindu padanya, dalam lelahnya masih saja memikirkan Goo’s grup... sedikit jengkel, karena ku tahu perjalan jauh membuatnya lelah

-----------------

Pukul 10 malam, tepat kini aku berada di tengah kerumunan para tamu, gedung besar ini menutup pandanganku untuk mencari sosok jakung itu, dimana dia? Apa ia lupa kalau acaranya malam ini?

Terus saja ku edarkan pandanganku pada kerumunan orang-orang yang ada disana, walaupun acara pestanya masih sangat lama, tapi aku tak ingin ia terlambat

“minhye-a........!!”

Ne?”

“sa...”

“jangan sekarang.....!, ini belum saatnya” tolakku pada salah satu temanku sewaktu SMA dulu”

“baiklah princess... kau selalu seperti ini, seharusnya aku ingat itu”

“nikmati saja pestanya dulu...”

“Ok”

Sampai kapan aku akan menunggu sunho, belum juga ku lihat batang hidungnya... tiba-tiba terdengar suara yang menggema seisi ruangan ini

“Hadirin semua, saya sangat berterima kasih pada kalian... tertama teman-teman minhye, yang menyempatkan diri untuk datang meriahkan ulang tahun putriku tercinta Goo min hye”

“appa” desahku saat melihat appa telah berada di atas panggung, hingga memaksaku untuk ikut naik ke panggung setelah mendengar seruan appa

“Minhye... kemarilah sayang”


Saat hendak berjalan menuju panggung... tiba-tiba

“minhye-a...!!”

Suara itu...

“yaaa... kau? Kenapa baru datang?”

“mian, aku tadi...”

“Goo min hye... kemarilah sayang.... pestanya harus kita mulai sekarang” appa kembali memanggil dan itu membatku harus meninggalkan sunho yg baru saja datang

“pergilah...”


Malam semakin larut, namun tak mengurangi kemeriahan pesta ini, hadiah yang ku terima dari appa sebuah kalung bermata ruby,,, namun hadiah yang ku tunggu-tunggu kali ini dari sunho...

“gumawo appa... untuk hadiahnya malam ini” senyumku mengembang namun pandanganku tertuju pada orang yang duduk manis di seberang sana

-----------

Sebentar lagi... 5 menit lagi waktu akan berganti...

“ayo sayang.... kita hitung mundur setelah itu tiup lilinnya”

“dhe”

Nyanyian ucapa selamat ulang tahun terdengar dan setelah itu acara peniupan lilin

“akhirnya putri semakin dewasa... dan ku pikir ia sudah saatnya menentukan pilihan hidup yang nantinya akan hidup bahagia dengan pasangannya... aku sudah punya calon untuknya, Mr. Stuyoshi...”

Bagai tersambar petir di siang bolong, jantungku seakan mau lepas rasanya saat tiba-tiba kalimat yang tak terduga keluar dari bibir appa..

“mwo? Mak... maksud appa... apa?”

“minhye, maafkan appa tidak bicara lebih dulu, namun appa sudah terlanjur mengundang Mr. Stuyoshi kemari... kau lihat laki-laki yang memakai tuxedo berwarna putih itu? Meski umurnya 1 tahun lebih muda darimu, tapi appa jamin sifatnya lebih dewasa dari umurnya”

“appa, ini tak ada dalam pembicaraan kita kemarin”

“sudahlah... appa sudah tak mampu menolak tawaran appanya”

Laki laki bernama Stuyoshi itu melangkahkan kakinya semakin dekat kearahku hingga rasanya aku ingin kabur saja malam ini, namun genggaman tangan appa sangat erat... mau menangis tak mampu.. yang ada di otakku sekarang hanya Sunho, bagaimana dia... kucari sosok itu,... mwo? Ia tak ada.. kemana dia..

“hello Minhye, nice to meet you” kudengar sapaan dengan bahasa asing itu.. ia terlihat seperti yang apa katakan, tapi aku tak berfikir akan menjalin hubungan lebih dengannya
“i’m so sorry, i must go on...!”

Sekuat tenaga kutarik tanganku meninggalkan appa dan pesta ini, berlari mencaro sosok sunho, untungnya aku cepat walaupun kakiku sudah sangat lecet karena berlarian dengan kaki berhighheels tinggi


“yaaaa...... Lee Sun ho.! Mau kemana? Hohs hohs..”

“......”

“jangan menatapku seperti itu!” ucapku saat kusadari tatapan sunho yang terlihat sangat tak kumengerti

“ku pikir ada baiknya kau melanjutkan pestamu, jangan hiraukan aku”

“kenapa?, kau takut dengan appa?, kau takut dengan laki-laki yang bernama Stuyoshi itu, kau sadar gak sih.... aku sudah menunggu kehadiranmu begitu lama, dan sekarang kau pergi tanpa mengucapkan selamat padaku.... kau”

“mian... ku pikir, aku akan menyerahkan ini lain kali saja... tapi karena kau sudah ada disini... sekarang ulurkan tanganmu”

“untuk apa?”

“ulurkan saja...”

“saengil chukkae minhye-a.... “ seiring dengan ucapan itu, sesuatu yang dingin melingkar di salah satu jariku...

“ini?”

“mian... hanya ini yang mampu kuberi... karena.. aku ingin melamarmu malam ini, walau dengan tanpa lilin romantis, karena bintang akan lebih romantis,,,, walau tanpa alunan musik, namun ada semilir angin malam yang lembut... “

“hikksss..........” aku tak mampu berkata setelah ini, yang ada kupeluk erat tubuh jakung itu,, ingin ku katakan bahwa sunho yang aku harapkan bukan laki-laki lain

“apapun keputusan appa, jangan sekali-kali kau bertindak sesukamu meninggalkan aku seperti tadi... aku mohon.. aku mohon”

Tebece ^’^

Kasih saran setelah ini.... gumawo
 
« Last Edit: November 13, 2011, 09:31:59 am by vhia_minsuners »


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline rihta pertiwi minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 28
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #38 on: November 21, 2011, 07:20:29 am »
hahaha masa mo di lanjutt di kamar mandiii  [nono] [nono] [nono] [nono] [rofl] [rofl] [rofl]

kacian ci sun ho ci min hye di tunagin ma orla...

semoga di capter 7 min hye menerima lamaran sun ho  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #39 on: November 21, 2011, 10:07:38 pm »
hahaha masa mo di lanjutt di kamar mandiii  [nono] [nono] [nono] [nono] [rofl] [rofl] [rofl]

kacian ci sun ho ci min hye di tunagin ma orla...

semoga di capter 7 min hye menerima lamaran sun ho  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

haha..... gak mungkin, secara malunya minhye masih ada ma eommanya sunho....

tapi ini bukan halangan buat merajut cinta mereka... hahay

hmmm..... pasti..!!


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #40 on: November 25, 2011, 12:41:00 am »
hmm, bgmn a rasanya stlh bgtuan kepergok ama ortu [chin] jd pingin tahu apa yg dirasain minhye, pasti malunya setetngah mampus ya [hmpfh] klu gw sih dah nyembunyiin dr di kolong tikus [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

iiuuu

  • Guest
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #41 on: November 26, 2011, 10:40:53 am »
update chapt 7,8,9,10 @ditabokbumin hmpf lol

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #42 on: November 28, 2011, 10:14:35 pm »
vhia update chap 7 nya  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [clap] [clap] [clap] [clap]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 7>'<update 2 Desember 2011
« Reply #43 on: December 01, 2011, 07:32:31 pm »
New world
Chapter 7

(WARNING....... 17+)

Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho
Park Min Young aka Miny
Lee dong hae aka Mr Stuyoshi
[/size]


“apapun keputusan appa, jangan sekali-kali kau bertindak sesukamu meninggalkan aku seperti tadi... aku mohon.. aku mohon”
-------------

“mianhae,,! Hanya itu yang mampu sunho katakan setelah itu tangan kekar itu meraup wajahku dan membawanya dekat dengan wajahnya, kurasakan bibir padatnya menempel lekat di bibirku yang sedikit tebuka, disesapnya dan terasa bergetar, namun ku rasakan bibirku telah tenggelam sepenuhnya pada bibir padat itu, ku balas saat itu pula hingga tanpa ku sadari lidahku menjelajah liar dengah lidahnya saling mengait,... semakin dalam saat ku rasakan tangan kekar itu menyangga leher bagian belakangku, dan kami sejenak melupakan masalah yang baru saja terjadi, bagai terhipnotis oleh buaian malam yang gelap dan sentuhan sunho aku semakin agresif, kujambak rambut lebat itu saat bibirnya mulai menelusuri leher jenjangku, nafas memburu terdengar dari kami berdua,,,, namun aktifitas ini terpaksa terhenti saat terdengar seruan seseorang

“Goo Min Hye..............!!”

Saat itu pula segera ku rapikan gaunku yang agak berantakan, talinya yang satu telah terlepas, hingga memaksaku untuk menariknya ke atas, mukaku pasti seperti kepiting rebus saat ini, namun malam seolah menutupinya,,,

“a.... appa?”

“appa tak menyangka kau berubah seperti ini? Ini bukan minhye yang appa kenal.... apa laki-laki ini yang membuat kau seperti ini?” tanya appa, aku ingin mengatakan ia, namun bibirku memaksa diam,, entahlah apa yang terjadi padaku.. aku takut appa akan melukai sunho, ditambah ada Mr Stuyoshi yang mengekor dari belakang, menatap tak percaya, namun paling tidak aku bisa membuatnya ilfeel dengan tingkahku barusan, ya aku berharap setelah ini ia akan berfikir 2 kali untuk menerima tawaran appa..”

Tanpa diduga, appa menghampiriku dengan tatapan seolah ingin memakanku, ditarik lenganku hingga terlepas dari genggaman sunho dan memaksaku untuk meninggalkan tempat itu...

“yaaa.... appa” air mataku seketika menyeruak keluar saat ku lihat tak ada tatapan lembut sunho terlihat, yang ada hanya appa...
--------------------


@ Goo Mansion

Aku duduk dengan mata yang masih meneteskan air mata, bukan karena aku meneyesali kejadian barusan, namun aku takut appa menyuruh seseorang untuk mencelakai sunho, di bayanganku setelah kejadian barusan... beberapa orang berotot besar memukul perut sunho dan membuatnya tersungkur ke tanah,,, lalu meninggalkannya begitu saja, tak ada yang membela dan membawanya pulang... aaaaahhh..... andweeeeeee..... pikiran bodoh ini semoga tak akan terjadi

“tak pernah appa bayangkan kau akan senekat dan seberani ini, mana minhye yang appa kenal!!!??, mana minhye kebanggan appa?”

“appa kira kau bisa menjadi kebagaan appa minhye, padahal appa sudah membicarakan prihal perjodohanmu dengan Mr. Stuyoshi meskipun orang tuanya tak ikut campur akan perjodohan ini, namun appa ingin orang yang terbaik untuk putri appa, bukan hanya seorang bartender seperti yang kau inginkan, apalagi setelah melihat prilaku memalukanmu dengannya... appa sangat terpukul, andai saja appa punya penyakit jantung, mungkin saat ini kau tak lagi melihat appa disini...”

“Andweeyo...!” jeritku yang mampu dalam hati saja

Memang kenyataannya, Sekian lama duduk berdiskusi dengan appa, tak ada yang mampu ku katakan anggap saja ini sebagai bentuk kekecewaanku pada appa... bagaimana ia bisa memikirkan sesuatu yang terbaik untukku sedangkan aku tak merasakan apa-apa pada laki-laki yang dibanggakannya itu, seandainya ia lebih dulu datang dalam hidupku dan memperkenalkan ku akan dunia baru,,, setidaknya tak ada perasaan mendalam pada sunho..

“ngertiin appa.. sayang, appa akui semua ini terlalu mendadak buatmu, namun appa masih menunggu perubahan, appa menginginkan kau memikirkan lagi, laki-laki yang pantas menggantikan appa seharusnya lebih baik, laki-laki yang mencintaimu bukan untuk melampiaskan nafsunya padamu,  bukan seorang...”

“cukup appa...! maafkan minhye, tapi appa salah jika harus menilai seseorang hanya karena hartanya, appa tidak mengerti yang minhye rasakan saat ini, bisa saja minhye menerima perjodohan yang appa inginkan, jika itu terjadi lebih dahulu dari perjumpaan minhye dengan sunho, tapi itu tak mungkin,  itu terlambat... minhye terlanjur mengenal dunia yang diberikan sunho bukan Mr. Stuyoshi...”

“appa tak ingin kau dibutakan karena cinta sesaat ini sayang, tak ada orang tua yang mengharapkan anaknya celaka”

“jadi terima saja appa, yang kurasakan pada sunho bukan hanya sekedar nafsu sesaat, aku menginginkannya untuk jadi pendamping hidupku...!!”

“jadi keputusan sudah bulat minhye?”

“dhe” jawabku tegas....

“baiklah... ini adalah jalan hidupmu, kau yang menentukan, tapi kau harus mampu membuka hatimu, berikan kesempatan untuk mr. Stuyoshi mencoba mengenalmu dan kau mengenalnya, appa rasa kau mungkin akan lebih menilai dia lebih baik dari sunho”

“gumawo appa... tapi ia harus berusaha lebih keras lagi, karena minhye tak yakin ia bisa”

“arasseo....!”

Pembicaraan ini memang belum berujung karena aku tahu betul dengan appaku sendiri, ini bukan dirinya yang biasa, ia adalah laki-laki yang keras kepala... ia tak mungkin menyerah begitu saja, namun jangan lupa,,, aku ini anaknya yang mewarisi sifat keras kepalanya, maka dari itu,,, silahkan saja, kita lihat sampai sejauh mana ia akan bertahan

-------------------

Pagi telah menampakkan dirinya dibalik tirai panjang kamarku, saat ku sadari mataku telah terbuka untuk merasakan hangatnya pagi ini, namun ada sedikit rasa sakit dikepalaku, mungkin karena mulai tidur pukul 3 dini hari, diskusi dengan appa tak terasa menyita waktu tidurku. Aku tidak ke kantor hari ini... karena moodku masih buruk... ku raih ponsel yang ada di atas meja riasku... ku tekan nomor 1 untuk secara otomatis terhubung dengan nomor sunho, tidak seperti kemarin-kemarin yang susah sekali mendengar suara sunho...

“yeoboseo?” jawab sunho dari seberang sana, suaranya terdengar berat, ku rasa ia baru saja bangun tidur, sama sepertiku

“dhe... yeoboseo  my angel...” rayuku padanya dan sukses membuat sunho membuka suara lebih jelas

“min... minhye?”

“dhe... kau baru bangun ya?”

“dhe... jika tidak karena deringan panggilanmu, aku mungkin belum bangun”

“jadi gara-gara aku kau terbangun, owh... mianhae...”

“ya... mataku langsung melek saat denger suaramu..”

“kau tidak kerja hari ini?” tanyaku lagi

“tidak, aku sudah kerja dengan jadwal seperti biasa”

“owh... syukurlah..”

“bagaimana keadaanmu?” tanya sunho, seolah menyadarkanku,, itu pertanyaan seharusnya yang ku lontarkan pada sunho bukan sunho yang menanyakan padaku

“kau.... yaaa.... kau sendiri tak apa-apa kan?”

“tidak minhye, aku baik baik saja... tak ada sedikitpun yang kurang dari diriku.. kau tak perlu cemas... lalu kau sendiri?”

“andweyo... gwenchanayo,, hanya saja... saat ini aku sedang dilanda musibah”

“mwo.... kau kenapa?” terdengar suara cemas dari sunho,,, yang mampu membuatku cenegesasn disini

“aku kangen kamu my angel...”

“yaa.... kau ini, ku kira kau diapa-apakan...”

“kenapa? Apa aku salah merindukanmu?, apa kau lupa telah melamarku semalam... ? atau kemarin malam otakmu terbentur benda keras?”

“haha... tentu saja tidak minhye, ku pikir kau yang tidak ingat malah... padahal itu seharusnya hanya penyematan cincin biasa... bukan semacam lamaran, walaupun niat awal memang ingin melamarmu...”

“jangan bicara seperti itu, kau harusnya memilki pendirian tetap, jika ingin melamar... lamar saja aku, tak kasihan liat aku ya?”

“kasihan buat apa?, lagian laki-laki yang hendak dijodohkan denganmu itu...”

“cukup... kau mengatakan itu sama saja dengan kau meragukanku... atau kau memang ingin melihatku bersanding dengan pria lain”

“babo...!” suaranya terdengar serius kembali

“jika saja kau sekarang di hadapanku, kau tak akan aku lepas, kupastikan kau tak akan selamat dari cengkramanku.... aku akan menciummu habis habisan...”

“haha... benarkah?”

“kenapa? Meragukanku?”

“tapi sayangnya aku masih bisa berkelit, karena sekarang kau tidak di hadapanku”

“awas kau minhye....”

“sudahlah... aku mau mandi dulu, ohya... kau mau menemaniku berbelanja hari ini?”

“mwo? Nona besar berbelanja, memang mau berbelanja apa?”

“rahasia...”

“baiklah, ternyata sekarang sudah mulai main rahasia-rahasiaan....”

“baiklah... sampai ketemu pukul 10... aku tunggu di rumah.. aku sekarang mau mandi”

“Ok, ayo kita mand bareng...”

“mwo?”

“maksudku mandi bareng di kamar mandi masing-masing”

“owh... yaaa...”

“bye minhye sayang...”

“bye my angel”

------------------

Sarapan pagi ini pukul 9 pagi, agak telat karena aku bangun kesiangan dan appa juga harus telat,, namun terkejutnya aku saat ku lihat seseorang laki-laki dengan jas rapinya, bertolak belakang denganku yang hanya menggunakan baju santai

“pagi minhye...!” sapanya padaku

“pagi juga Stuyoshi” panggilku enteng, karena ku tahu ia lebih muda dariku, tak enak jika memanggilnya dengan sebutan Mr terdengar sangat tua...

“pagi minhye sayang... kau tidak ke kantor hari ini?”

“tidak appa” jawabku sambil menarik kursi yang memang sudah ditarik oleh stuyoshi sebelum aku sampai di kursi makan

“kebetulan sekali, pagi ini Mr Stuyoshi ingin melihat kota seoul, kau temani dia melihat-lihat ya sayang...” apa? Ini terdengar disengaja

“mwo ? tapi hari ini aku ada janji dengan seseorang”

“kalau begitu batalkan saja... kali ini saja temani Mr Stuyoshi, appa mohon sayang”

Appa gila ya... bagaimana rencana kencanku dengan sunho, Eh KENCAN? Maksudku acara jalan-jalan dengan sunho

“tapi minhye sudah terlanjur janji dengan seseorang appa...”

“tidak bisa ditunda?”

“tidak”

“bagaimana kalau bertiga saja...” tawar appa

“aku menatap ngeri pada appa..”

“baiklah..” jawabku pasrah

Saat waktu menunjukan pukul 10 pagi, dan tanpa kurang atau lebih sunho sudah sampai di Goo mansion aku menceritakan prihal keikutsertaan Stuyoshi padanya, awalnya dia ragu, namun aku meyakinkannya,,, hingga akhirnya ia sepakat akan mengajak Stuyoshi, dan akirnya kami jalan-jalan ber 3...

Kami naik mobil stuyoshi. Ia duduk di bangku pengemudi sedangkan aku dan sunho duduk di jok belakang ber 2, ku pikir tidak ada ruginya, malah aku punya siasat untuk ini.. ini kesempatan untuk menunjukan kemesraanku dengan sunho pada stuyoshi...

Aku bercengkrama hangat dengan sunho di belakang sedangkan mata stuyoshi menatap dari balik kaca spion mobilnya,,  ku genggam tangan sunho dan menyenderkan kepala di bahu sunho, sunho risih, terlihat saat ia menatapku ragu.. namun aku hanya tersenyum melihat keterkejutannya, biar saja stuyoshi melihat tingkah agresifku pada sunho... namun jangan sampai seperti wanita murahan...

“sunho..!”

“hm?”

Rasanya aku ingin tertawa saat ku lihat muka tegang sunho, kenapa? Ia malu kugoda? Dasar... biasanya kami selalu lebih dari ini saat tidak ada orang, sekarang apa... ia begitu tegang saat pahanya ku elus...

“minhye-a..”

“wae?”

Aku tak menghiraukan ketegangannya... tanganku malah asyik mengelus dadanya, dan meniup telinganya, ia bergidik ngeri..

Sumpah demi apapun, aku ingin tertawa lepas saat ini melihat ketakutan sunho,.. ia tak berani menyentuhku di depan stuyoshi padahal aku ingin menunjukan pada stuyoshi, dia telah kalah, sempat terjadi ngerem mendadak yang dilakukan stuyoshi saat ku rasa bibir lembut sunho makin mendekat kearahku... namun terhenti saat rem mendadak yang dilakukan stuyoshi.. ini gila, ya aku gila sudah memancing amarah stuyoshi namun ini yang kumau, agar ia sadar, kalau ia mengharapkan wanita yang salah...

Tibalah di tempat yang aku inginkan, sebuah butik... BUTIK BAJU PENGANTIN,,,

“kenapa berhenti disini minhye-a?” tanya stuyoshi

“kenapa? Ada yang salah...?”

“tidak”

“kalau tidak, sekarang turunlah, atau kau tak mau melanjutkan untuk jalan-jalan dengan kami?”

“tidak,,, mari kita lanjutkan, aku senang bisa jalan-jalan dengan kalian” ucap stuyoshi yang memang masih dalam bahasa asing itu #anggap saja stuyoshi bicara dalam bahasa inggris

Saat bertemu dengan perancang busana gaun pengantin itu aku segera mencoba

“anda akan menikah Minhye agashi?” tanya pemilik butik itu yang memang sudah jadi butik langgananku

“sebentar lagi,,, tenang saja”

“saya melihat ada dua laki-laki di luar sana, yang mana yang akan menjadi pendamping hidup anda? Apakah laki-laki yang memakai jas putih itu atau..”

“laki-laki dengan jaket hitam itu” jawabku tandas

“owwh... saya pikir laki-laki yang memakai jas warna putih... mereka ber2 sangat tampan agashi, apa tidak ke22nya saja..”

“ya... nyonya kim anda bercanda?”

“haha.. sangat konyol agashi”

“mana ada wanita punya suami 2”

“tentu saja ada, anda ini sangat cantik agashi, tentu laki-laki akan mudah kecantol melihat lekuk tubuh dan paras ayu anda”

“tidak nyonya kim, saya hanya tertarik bersuamikan satu, yaitu laki-laki bernama Lee sunho”

“anda memang keren agashi biasanya wanita kaya yang hidupnya glamour tidak puas dengan satu laki-laki, ia merasa selalu kurang dengan pelayanan suami mereka dan akhirnya mencari laki-laki yang lebih bisa memuaskan diri mereka”

“saya bukan mereka”

“geure.... anda wanita lain, wanita kaya namun tidak berprilaku glamour seperti kebanyakan

“bagaimana Ny. Kim?” tanyaku saat resleting gaunku sudah terpasang

“sempurna....!” pujinya

“benarkah? Apa laki-laki yang bernama sunho itu akan senang melihatku dengan gaun ini?”

“saya jamin matanya tak akan berpaling...”

“anda bisa saja..”

“baiklah... kalau begitu sekarang bantu saya melepasnya”

“kenapa dilepas? Kan belum dilihat”

“tidak,,,karena ada 2 laki-laki sekarang ini, rasanya dia harus melihatnya lain kali, aku takut laki-laki berjas putih itu makin kepincut denganku” jawabku kePDan

“haha... baiklah,,, saya akan menyimpan gaun ini sampai agashi datang untuk memintanya kembali..”

“baiklah....”

--------------

“sekarang kita ke tempat lain..” ajakku pada sunho dan stuyoshi

“mwo? Lalu kau kesini Cuma ngapain saja?” tanya sunho

“Cuma melihat barang yang cocok”

“apa tidak ada yang cocok?”

“ada...”

“lalu?”

“lalu apanya?”

“lalu kenapa tak memperlihatkannya?”

“tidak mau... nanti saja” jawabku enteng, hanya aku dan sunho yang terlalu banyak bicara, sedangkan, stuyoshi hanya dia mengemudi mobil mewahnya, ia tak mengerti bahasa yang kami gunakan. Dan untuk kedua kalinya kami singgah di toko baju dan aku memilih baju yang akan ku kenakan untuk acara tertentu... stuyoshi, aku kasihan padanya, ia hanya bisa mengekor kami dari belakang... namun tidak ada cara lain selain ini, aku tidak memintanya untuk ikut, siapa suruh dia mau?

Setelah berjalan menyelusuri toko baju itu akhirnya ku temukan gaun malam yang cocok untukku, ku ambil dan segera ku coba.... saat melihat gaun malam itu melekat di tubuhku, kurasa ini sangat cocok untuk malam pertamaku nanti.. sunho pasti suka, dan tak lupa  membeli beberapa bikini dan underware bermotip bunga matahari. Aku tersenyum sendiri saat membayangkan motif daleman ini, matahari,,, matahariku adalah Sunho...

Sudah capek rasanya saatku sadari kakiku lelah berjalan

“kenapa sudah lelahkah?”

“sedikit..” tapi aku masih mau mencari sesuatu”

Saat kehening terjadi mendadak deringan ponsel milik stuyoshi berdering, aku lihat ia menjawab panggilan itu... dan setelah selesai, ia memandangku dengan raus wajah menyesal... ya itu yang tertangkap di penglihatanku

“minhe-a... aku minta maaf, tiba-tiba asistenku memanggilku, dia baru tiba dari hokaido dan sekarang ia berada di seoul,, ada keperluan mendadak yang harus segera ku tangani... aku harus pergi,”

“owh... thanks sudah mau jalan-jalan dengan kami”

“aku pergi dulu”

Setelah kepergian stuyoshi, aku dan sunho melanjutkan jalan-jalan, setelah benar-benar lelah kamipun bergegas meningggalkan tempat itu
Aku dan sunho tak langsung pulang ke rumah, kami berdua singgah di restorant untuk mengisi perut setelah seharian berjalan-jalan, ku pikir ia pasti sangat lapar, setelah mengisi perut kami duduk-duduk di bangku panjang yang memang masih ada di lokasi restoran... malam ini tak nampak bintang maupun bulan. Ternyata malam ini mendung dan kuarasa setetes demi tetes hujan membasahi wajahku.. owh... aku kelabakan saat menyadari hujan makin deras, aku dan sunho buru-buru masuk ke penginapan yang ada di restoran yang memang menyiapkan tempat untuk menginap, pakaianku dan sunho sama-sama basah..., apalagi aku yang hanya menggunakan pakaian satu saja, sedangkan sunho masih syukur memakai 2 baju... hingga kini ia terpaksa melepas jaketnya yang basah... rambutku yang tergerai itu juga ikut basah.. kami memesan kamar penginapan untuk berlindung, karena penginapan sedang rame hingga terpaksa kami kebagian Cuma 1 kamar saja, karena tidak ingin ada scandal, sunho dan aku mengaku sebagai suami istri

Ranjangnya juga hanya satu namun cukup besar untuk 2 orang, ruangan di kamar ini juga dilapisi oleh hawa yang dingin yang keluar dari AC ruangan yang ada, aku makin menggigil, hingga sunho menyadarkanku

“kau harus ganti baju dulu...”

“aku gak punya baju ganti”

“tadi kau beli gaun kan... kau pakai itu saja..”

“mwo...?” aku tersentak kaget, bagaimana mungkin itu gaun ku beli untuk malam pertamaku nanti”

“andwe...!” tolakku mentah-mentah

“ya... kalau terus-terusan pakai baju itu, kau bisa sakit, karena basah kedinginan...” yah.... mau tidak mau aku harus mengiyakan permintaan sunho, masuk ke kamar mandi buat ganti pakaian basahku,,, tak ada yang bersisa,,,, sampai2, dalemanku juga basah.... terpaksa ku taruh di ruang penghangat agar saat pulang nanti bisa kering, andalan satu-satunya Cuma gaun yang seharusnya dipakai untuk malam pertama nanti... tapi mau gimana lagi, sunho pasti marah-marah melihatku kedinginan.. lagian dia juga belum lihat gaun yang kubeli ini... bagaimana reaksinya ya...?


Saat keluar dari kamar ganti, ku lihat sunho tengah membuka jaket basahnya dah meletakannya di meja yang tak jauh dari ranjang, kebetulan disana ada tempat buat menggantungnya, ia masih mengenakan pakaian lengkap, hanya jaketnya saja yang terelepas, dan menurutku itu tak adil... bisa-bisanya menyuruhku mengganti baju, sedangkan ia tidak.. tapi ia memang tidak membawa pakaian ganti...

“yaaaa... kenapa kau tak mengganti pakaianmu?” tanyaku saat sudah tiba di dekatya” pura-pura ngambek

“aku akan mengeringkan diri di ruang penghangat,,,, bajuku memang tidak basah, hanya celana panjangku kaya’nya agak sedikit basah” ucap sunho dan beranjak... namun langkahnya terhenti saat matanya jatuh menatap tubuhku, aku jadi malu ditatap seperti itu, apalagi aku hanya menggunakan gaun, tanpa daleman di dalamnya.. wajahnya segera berpaling dan melangkah lebar meninggalkanku,

“dia kenapa? Apa ia tak suka melihat gaun yang kubeli ini, atau gaun ini tak cocok denganku, oh tidak... ia pasti melihatku seperti wanita penghibur di bar tempat ia bekerja...” batinku... yaaa aku takut saat ini dengan tatapan menolak sunho.. aku bukan bermaksud memamerkan tubuhku padanya, hanya saja hanya baju ini yang masih tersisa, untung bukan baju pengantin... disangkanya pasti aku ini gila.... oh tuhan... aku menutup wajahku, rasanya aku ingin menangis sekarang jika ku tahu akan terjadi seperrti ini, aku tak mau berhujan-hujanan... jangan menganggap aku sama dengan wanita itu sunho, aku harap aku masih minhye yang ia kenal sebelumnya, tanpa ku sadari tubuhku bergetar ditambah sesuatu melingkar dipinggangku... yang sukses membuaku terkejut saat itu

“kenapa kau begitu indah minhye?” terdengah suara sunho yang mendesah dan nafasnya yang menyapu leherku yang sempat dingin tadi... aku menatap kebelakang, mata sendu itu begitu dekat denganku

“sunho-a...!” ucapku lirih

“apa... apa semua pakaianmu basah?, hingga ku lihat bra dan CDmu kau taruh di ruang penghangat?” tanya sunho yang sukses membuatku malu, aku hanya mngangguk setelah itu

“hanya ini yang ku punya untuk sekarang ini” ku rasakan pelukan sunho semakin erat memeluk pinggang rampingku yang hanya terbungkus gaun tipis dan sedikit transparan itu, sedangkan hawa hangat keluar dari tubuhnya yang tidak terbalut kain, ia hanya menggunakan underwarenya yang masih tersisa, ini sulit kuutarakan... aku menikmati dekapan eratnya dan esapan bibir dinginnya menempel di leherku, tanpa kusadari mataku terpenjam terbuai, apalagi saat tangannya mulai naik dari perut ke atas... ke 2 gundukan milikku, awalnya hanya merabanya pelan namun kurasa ia semakin menekan dan meremasnya hingga aku seperti kehilangan akal.. ku raih wajahnya dan kutempelkan bibirku pada bibir padatnya, karena tak mampu menahan birahi ini sendiri.. lidahnya yang panas menerobos masuk mengaitkannya dengan lidahku, degup jantung makin tak berirama... ku yakin kini sunho merasakan degup jantungku yang semakin keras, apalagi tangan kekarnya menyusup masuk ke dalam gaun malamku, aku mendesah saat itu pula, karena tak tahan.. ku putar badanku hingga kini menghadap sunho,, ditatapnya wajahku

“minhye-a... aku menginginkanmu” tanpa menunggu jawaban dariku, bibir padat itu kembali menghujam bibirku dengan tak kalah cepat dari sebelumnya, terlalu keras ia menghisap bibirku hingga kurasa sakit, namun tak apa... saat bibirnya melumat habis bibirku,, mulailah tangan kekar itu dengan gampangnya menarik tali gaunku dengan satu tarikan hingga dengan mudahnya merosot jatuh ke lantai... dan tak dipungkiri lagi aku telah telanjang.... didepannya, sedangkan sunho masih setia dengan underwarenya yang menutup bagian terpenting dari tubuhnya... tangannya mulai menggerayangi bagian tubuhku secara detail, mulai dari kedua gundukanku diremas dan memelintir bagian puncaknya, hingga terdengar lengguhan keluar dari bibirku yang masih dilumatnya, tak membiarkanku bernafas.. setelah sekian lama memainkan buah dadaku, kini tangan itu turun mengelus perut dan pinggangku, kurasa melumer sudah.. diriku dalam dekapannya... hingga kini berujung pada daerah lembabku, mataku tiba-tiba terbuka karena kaget saat salah satu jarinya masuk pada daerah lembabku... tak tahan rasanya saat jari itu memainkan daerah lembabku, mengeluar masukannya dan ku rasa sekarang 2 jari masuk ke dalam daerah lembabku, ia menjepit sesuatu di dalamnya... aku memekik luar biasa, belum lagi bibirnya tengah mengulum pucuk dadaku, aku tak tahan lagi,,, gerakan jarinya yang keluar masuk dan sesekali menyentil sesuatu di dalam daerah lembabku, belum lagi bibir itu makin dalam dan bernafsu mengulum buah dadaku... aaaaaaaaaaahhhhhh........ aku rasa daerah lembabku semakin basah, aku orgasme begitu cepat, tubuhku lemas dan aku mengerang sambil mengigit pundaknya sehingga ia menghentikan gerakan itu menatapku sambil tersenyum. peluhku berjatuhan.. aku lemas dan terjatuh di dalam dekapannya

“min..... minhye-a.. permainan belum selesai sayang...” dan seketika tubuhku diangkat dan dijatuhkan di atas ranjang satu-satunya di dalam kamar penginapan itu... aku masih tergolek lemas, sunho bangkit dan dengan tatapan sendu ku lihat ia melepaskan satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya, hingga barang miliknya telah menegang keras.. aku hanya tersenyum namun tubuhku masih lemas... setelah melepas underwarenya, sunho kembali mendekat padaku, diciumnya leher jenjangku, kemudian naik ke pipiku lalu disesapnya bibirku... aku belum bisa merespon.. ia terus terusan mendatangkan gairahku lagi, diciuminya daguku, kemudian turun lagi ke leher jenjangku,,, kemudian tangan kirinya meremas dada kananku sedangkan mulutnya menangkup di dada kiriku... ia menggigit dadaku hingga gairahku kembali lagi... aku memeluknya erat, hingga ia kehabisan nafas.. kembali ke bibirku dan kami saling mengulum hebat.. saling menyedot dan berbagi air  liur,,  permainan makin memanas... bibir itu semakin ganas menggerayangi tubuhku, meninggalkan banyak tanda merah di tubuhku, menyentuh dan menciumnya tanpa ada yang terlewatkan... kembali lagi aku melengguh kuat saat kedua pahaku disingkap dan kini bukan tangannya yang masuk ke daerah lembabku namun, ku rasakan bibirnya mencium daerah lembab bagian luar dari tubuhku, dan lidahnya menerobos masuk, tubuhku menggigil.. karena tak tahan ku bawa wajahnya agar sejajar dengan wajahku,, kami berciumam lebih agresif lagi,,, rasanya seperti sudah diawang-awang...

“jangan menyiksaku sunho-a...” desahku dibalik ciuman kami

“ne... min.. minhye... aku akan memasukannya dengan hati-hati”

Dan setelah itu sesuatu yang  keras mendesak masuk menerobos daerah lembabku... walau sebelumnya kami pernah melakukannya, namun aku selalu merasa seperti baru pertama kali melakukannya, hingga terasa berdenyut2 daerah lembabku saat menerima juniornya masuk dan menggesek-gesekan di dinding daerah lembabku... masih saja terasa sakit, karena ku tahu ukuran juniornya terlalu besar dan punyaku tetap terasa sempit... hampir saja aku menahan nafas saat ia berusaha keras menenggelamkan juniornya ke dalam tubuhku, hingga akhirnya masuk setengahnya... aku menghela nafas guna menetralisasi suhu tubuhku yang semakin terasa panas walau AC terus saja menyala.... hingga saat ku sadari tubuh kekar itu naik turun dan menggoyangkan tubuhku... menghentakannya pelan, namun... lama-lama terasa semakin keras... dan cepat...  seprai ranjang sudah sangat kusut karena ku tarik... bibir kami saling mencari seperti ciuman kelaparan... sedangkan tanganku meremas bokong sunho yang bergerak turun naik begitu cepat.... hingga akhirnya kurasa.... kami orgasme berbarengan... aku mengerang dan wajah sunho terlihat merah menahan sesuatu yang hendak keluar dari tubuhnya, seperti yang kurasakan sekarang,,,
“croooooooooootttttttttt...............!”

kurasa hangat di dalam daerah lembabku.. merasuki hingga ke dasar tubuhku... lemas, kami terlempar ke ranjang bersamaan, namun junior sunho masih tertanam dalam tubuhku, masih ku rasa denyutan junior itu beradu dengan denyutan daerah lembabku... dadaku naik turun mengatur nafas... hingga saat sudah hampir bisa menetralisir, sunho mengeluarkan juniornya yang masih berdiri tegak... sunho terlentang di sisiku, mengatur nafas... dan kami tertidur pulas setelah itu, ku peluk tubuh itu... dan segera menutupi tubuh ketika merasa suhu kamar sudah mulai normal

-------------------

Saat terbangun pukul 3 dini hari aku merasa sesuatu yang besar terapit diantara pahaku, dan benar saja... kepala sunho tengah berada di antara selangkanganku,,,, aku kembali bergairah malam itu dan kami melakukannya untuk ke dua kalinya, namun kali ini aku yang mengambil peran.. ku raih wajahnya dan mendorongnya, ku duduk di atas paha sunho... ku mainkan junior itu mengocoknya sebelum ia memasukiku lagi... setelah bermain dengan gaya sunho yang terlentang, kini permaian berlanjut lagi dengan gaya duduk... kami melakukannya sampai pagi menjelang....

“aku ingin memiliki anak darimu sunho...”

“kita sudah melakukannya beberapa ronde. Kurasa... benihku telah cukup banyak masuk dalam tubuhmu”

Ku dorong tubuh sunho, hingga kini aku berada di atasnya dan membenamkan wajahku di dadanya

“saranghae...... sunho”

“naddo..... cheongmal saranghae.......... goo Min Hye”


Biarlah apa kata malam, atau apa kata pagi... biarkan saja mereka iri padaku karena telah puas dicumbu olehmu, karena ku yakin saat ini... kau hanya milikku, milik Goo Min Hye... dan aku hanya milikmu...



Tebece ^’^

Jika ada kalimat atau kata yang gak enak buat dibaca, author mohon maaf ini hanya semata-mata buat kalian senang....




kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline rihta pertiwi minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 28
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 7>'<update 2 Desember 2011
« Reply #44 on: December 01, 2011, 11:17:29 pm »
gax kuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttttttttttttt [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav]