Author Topic: New World >'<Chapter 10/ending>'<update 4 Maret 2012  (Read 7008 times)

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #45 on: December 02, 2011, 05:51:56 pm »
hmm, bgmn a rasanya stlh bgtuan kepergok ama ortu [chin] jd pingin tahu apa yg dirasain minhye, pasti malunya setetngah mampus ya [hmpfh] klu gw sih dah nyembunyiin dr di kolong tikus [laughing]

malus pastinya.... tapi gak sampe sembunyi di kolong tikus.... ogah ogah.... [hmff] [hmff] [hmff]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #46 on: December 02, 2011, 05:52:27 pm »
update chapt 7,8,9,10 @ditabokbumin hmpf lol

baru chap 7 doang... hahahaha  [hmff] [hmff] [hmff]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 6>'<update 13 November 2011
« Reply #47 on: December 02, 2011, 05:53:04 pm »
vhia update chap 7 nya  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [clap] [clap] [clap] [clap]

udaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh............... [clap] [clap] [clap] [clap]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 7>'<update 2 Desember 2011
« Reply #48 on: December 02, 2011, 05:53:37 pm »
gax kuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttttttttttttt [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav]



xixixixixixixixixixixixi  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 7>'<update 2 Desember 2011
« Reply #49 on: December 04, 2011, 10:56:43 am »
belum sempat baca jd belum bisa komen,, mian [sweat] [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 7>'<update 2 Desember 2011
« Reply #50 on: January 19, 2012, 08:25:42 am »
Vhia yang ini  CHAPTER 8 nya kapan  [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] segera di luncurkan mau reunian  neh sama chap 8 nya [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] di tunggu secepatnya  [AddEmoticons04235] [AddEmoticons04235]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 8>'<update 20 Januari 2012
« Reply #51 on: January 20, 2012, 08:25:31 am »
Chapter 8

Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho
Park Min Young aka Miny
Lee dong hae aka Mr Stuyoshi

 

“apa yang kau lakukan semalam Minhye? Darimana saja? Kenapa baru pulang?, appa dengar Mr. Stuyoshi meninggalkan kau dan Sunho berduaan, karena ia mendapat pesan untuk segera kembali menemui asistennya” tanya Mr. Goo pada putrinya
 
“appa pikirkan saja.. appa yang dilakukan seorang wanita dengan kekasihnya?” jawab Minhye enteng
 
“anyi... appa tak mau menebak, appa takut salah menilai”
 
“Minhye tahu appa sangat cemas, tapi appa mengertilah... Minhye sudah sangat dewasa untuk menempuh hidup tanpa dorongan appa... Minhye tak mau terus berkutat dengan Goo’s grup.. Minhye ingin merasakan masa-masa manis dengan seorang laki-laki”
 
“tapi bukan Sunho... appa telah meminta padamu untuk mempertimbangkan Mr. Stuyoshi yang appa yakin kehidupannya jauh lebih terjamin,,,”
 
“tapi Minhye tidak mencintai laki-laki itu, Minhye tak mampu melihat sesuatu yg menarik dari hidupnya...”
 
“apa yang kau katakan? Dia memiliki jaminan hidup yang lebih baik daripada Sunho” tanya Mr. Goo dengan nada yang ditekankan
 
“apa appa menjamin Minhye akan mencintai stuyoshi?” Minhye balik bertanya saat mendengar pertanyaan appanya
“cinta? Cinta bisa datang di saat kalian telah menikah...”
 
“jadi appa sunguh-sungguh berencana menikahkan Minhye dengan stuyoshi?”
 
“appa tahu kau tidak suka laki-laki yang lebih kecil dari usiamu”
 
“anyi... sekarang bukan masalah umur yang Minhye maksud...”
 
“lalu?”
 
“ini masalah hati”
 
“appa sudah bilang. Cinta itu bisa datang nanti... saat kalian sudah menikah”
 
“tidak appa... Minhye sudah terlanjur menyukai Sunho” jawab Minhye dengan pasti, Mr. Goo dan Minhye memang sama-sama keras, bersikukuh mempertahankan pendapat.
 
“itu hanya cinta sesaat... hanya nafsu...”
 
“nafsu? Bagaimana appa bilang itu nafsu sesaat?”
 
“kau dan dia menghabiskan malam bersama, dan diluar sana hujan begitu deras...  appa tak bisa mengatakan selebihnya apa yang terjadi, tapi appa yakin Sunho laki-laki normal yang akan menggodamu dengan jurus mautnya dan kau akan lemah dengan rayuannya... lalu...” sebelum Mr. Goo melanjutkan perkataanya, Minhye segera memotongnya
 
“lalu menghabiskan waktu di atas ranjang yang hangat... berbagi kehangatan... itu yang appa maksud?”
 
“cukup Minhye....! appa merasa gagal mendidikmu saat appa harus memikirkan apa yang terjadi semalam”
 
“intinya... Minhye ingin menikah dengan Sunho... tidak ada stuyoshi dan stuyoshi yang lain... dia memang seorang bartender, tapi Minhye menikmati hidup baru bersamanya, dan mungkin apa yang appa pikirkan sekarang memang benar adanya... maka dari itu sebelumappa mendengar berita kehamilan Minhye... appa baiknya segera menyetujui permintaan Minhye..” Minhye segera meninggalkan tempat dimana ia dan appanya bersitegang cukup lama, tanpa menoleh kembali dimana sanga appa terduduk lemas mendengar permintaan Minhye yang menurutnya sangat kekanak-kanakan
 
“Minhye-a....!!” Mr. Goo mencoba memanggil puterinya, namun tak ada jawaban
 
-------------------------
 
 
Minhye mengurung diri dalam kamar, ia tak mau menatap wajah Mr. Goo setelah bersitegang cukup lama, makan malampun ia tak mau... ia ingin menunjukan ini adalah bentuk dari protesnya pada appa
 
Meja makan yang memang selalu sepi ini bertambah sepi saat Minhye tidak bergabung dengan Mr. Stuyoshi di meja makan karena dari tadi siang Minhye tidak menyentuh yang namanya makanan,,, dan Mr. Goo khawatir jika Minhye tidak makan malam lagi
 
“panggilakan Minhye untuk makan malam bi” pinta Mr. Goo pada pembantu di rumah itu
 
“sosaenghayeo sajangnim... tapi saya sudah berulang kali mengetuk pintu kamarnya, ia tak kunjung mau keeluar... dia Cuma bilang dia tidak lapar”
 
“anak itu benar-benar keras kepala” ia bangkit dari kursinya dan segera menuju kamar Minhye, saat tiba di depan pintu kamar Minhye... pasokan udah dalam paru-paru Mr. Goo tiba-tiba berkurang, hingga ia haru menghirup dalam udara yang ada... kemudian menghembuskannya dengan berat
 
“tok tok... Minhye-a, dari tadi kau tidak makan,, ayolah temani appa untk makan malam sayang”
 
“mian appa... Minhye tidak lapar”
 
“hanya temani appa saja... ayolah...kau tak kasihan melihat appamu ini kesepian, appa baru saja pulang ke seoul lagi,,, masak hanya dapat cuekanmu?”
 
“itu salah appa sendiri”
 
“baiklah... appa mengaku salah... tadi itu memang kita bicara tidak dengan kepala dingin, appa mau kita bicara sekali lagi”
 
“jika jawaban appa masih tetap sama... Minhye juga tidak akan beranjak dari kamar” tantang Minhye
 
“baiklah... appa akan mempertimbangkan semuanya... tapi please jangan siksa appa dengan cara seperti ini,,, appa ini sudah duda, dicuekin pula oleh anak satu-satunya...”
 
“kreek” wajah Minhye tiba-tiba muncul dari dalam, matanya sudah cukup sembab... dan jujur saja perutnya juga sudah sangat keroncongan, dan saat berhadapan dengan Mr. Goo perut itu berbunyi dan minta untuk diisi, Mr. Goo kaget dan hampir tertawa, namun segera ditahan saat melihat wajah cantik Minhye yang tak biasanya
 
“lihatlah... kau bilang tidak lapar, lalu itu bunyi apa?”
 
“appa memang appa paling cerewet...” Minhye segera meninggalkan Mr. Goo dan berjalan menuju meja makan
 
 
Sesampai di ruang makan, mereka nampak duduk berseberangan... Mr. Goo memandang Minhye, ia belum menyentuh makanan yang ada di depannya
 
“makanlah sayang”
 
“anyi... appa kan bilang Minhye hanya menemani appa makan, bukan untuk menyuruh Minhye makan”
 
“tapi kau pasti lapar sayang”
 
“abaikan saja... mood Minhye masih buruk, percuma jika mulut tidak mau menelan makanan...”
 
“ayolaaah.... kemana puteri appa yang dulunya manja,,,?”
 
“itu masa lalu... Minhye sekarang sudah dewasa bukan gadis kecil yang akan duduk dipangkuan appa untuk meminta disuapin”
 
“benar juga... tapi bagaimana jika appa merindukan moment itu... appa ingin sekali bisa menyuapimu lagi sayang”
 
“anyi... appa fokus saja dengan makanan appa... Minhye tidak berminat”
 
“bagaimana kalau kita  makan sambil membicarakan masalah pernikahanmu?”
 
“mwo?”
 
“ya... pernikahanmu”
 
“akan menambah mood buruk jika appa akan membicarakan itu, apapun pilihan appa, Minhye tidak akan mau”
 
“benarkah?, bagaimana jika pilihan appa jatuh pada laki-laki bartender itu”
 
“mwo????????”
 
“aduhh... Minhye sayang, tidak adakah jawaban lebih panjang dari kata Mwo?”
 
“maksud appa apa?? “
 
“appa ingin membicarakan lagi tentang Sunho”
 
“jadi... appa?”
 
“appa tak bisa berbuat banyak, orang tua mana yang tidak mengharapkan putrinya bahagia, mungkin appa terlalu melihat materi untuk melihat kebahagian itu, namun ternyata appa sadar, bahagiamu mungkin terletak pada laki-laki yang bernama Sunho itu”
 
“lalu?”
 
“lalu apanya?”
 
“lalu keputusan appa?”
 
“intinya, apa yang menjadi pilihanmu,,, kini menjadi pilihan appa”
 
“SUNHO....... SUNHO.......... pilihanku selalu SUNHO appa” Minhye beranjak dari duduknya dari berlari menuju tempat Mr. Goo duduk dan segera merangkul Mr. Goo erat...
 
“hahaha.... puteri kecil appa sudah kembali” Mr. Goo menarik pinggang Minhye hingga ia duduk dia atas pangkuan sang appa
 
“gumawo appa.....!”
 
“orang tua selalu ingin melihat senyuman pada anaknya,,,, dan appa hampir kehilangan senyuman itu, namun appa sekarang melihat senyum itu tepat didepan appa lagi...”
 
“Sunho adalah kebahagian Minhye appa, Minhye yakin akan perasaan itu...”
 
“ne... appa akan mengerti itu saat melihat senyuman manis ini sudah terpampang di depan appa”
 
“Minhye mau appa suapin..” rengek Minhye pada appanya
 
“kapan kau akan mengundang Sunho makan malam disini?”
 
“kapan appa siap?”
 
“kenapa tanya kesiapan appa?, yang akan menikah dirimu sayang....”
 
“besok, bagaimana kalau besok malam?”
 
“terserah sayang”
 
“gumawooo... cheongmal gumawo appa.... “ Minhye segera mencium pipi appanya dan meminta untuk disuapi lagi
 
-----------------------------
 
 
“jadwal dengan rekan hari ini tolong dijadwal ulang, karena hari ini saya sedang menyiapkan sesautu yang lebih penting” ucap Minhye saat paman jung masuk dengan berkas-berkas dan jadwal untuk pertemuan dengan rekan bisnis
 
“baik agashi”
 
Minhye segera merogoh ponsel dan menekan nomor Sunho
 
Terdengar suara yang menghubungkan panggilan Minhye pada Sunho, sekitar beberapa detik... akhirnya terdengar suara Sunho
 
“yeoboseo?”
 
“yeoboseo... halo sayaaang” dengan gaya manjanya Minhye memanggil Sunho
 
“hei... ada apa dengan pagi ini kau tampak senang... tidak biasanya menelpon di jam kerjamu?”
 
“bisakah kita bertemu sekarang?”
 
“jam berapa?”
 
“sekarang”
 
“baiklah... aku akan menjemputmu sekarang”
 
“Ok”
 
--------------------------------
 
 
Minhye dan Sunho duduk di bangku panjang dan menatap danau yang ada tepat di depan mereka... awalnya Minhye duduk bersejajar dengan Sunho, namun tiba-tiba ia naik ke pangkuan Sunho dengan gaya manjanya
 
“ada apa ini? Kenapa hari ini begitu manja?” tanya Sunho
 
“ini adalah awal...”
 
“maksudnya?”
 
“kau akan terbiasa setelah ini dengan tingkah manjaku”
 
“haha... tapi aku suka”
 
“sungguh?”
 
“nhe...”
 
“kau tahu... setelah malam di penginapan itu...” Minhye terdiam sejenak
 
“kenapa setelah malam itu, apa yang terjadi? Jangan bilang kau menyesal melakukan itu”
 
“bodoh... bukan itu, kalau aku mau menyesal seharusnya dari awal... “
 
“lalu?”
 
“aku dan appa sempat bersitegang”
 
“maksudmu appamu tahu apa yang kita lakukan?” tanya Sunho segera menekan kedua bahu Minhye, hingga Minhye sekarang menghadapnya
 
“ne” Minhye mengangguk
 
“lalu, bagaimana ini,,,, apa ia memarahimu?”
 
“marah? Tentu saja ia... ayah mana yang rela mendengar anak semata wayangnya ditiduri oleh seorang laki-laki yang belum menjadi suaminya
 
“Minhye... aku tahu ini pasti terjadi, aku sampai memikirkan sesuatu yang buruk akan terjadi pada hubungan kita, aku takut jika....”
 
“sssttt” Minhye menempelkan telunjukannya pada bibir tebal Sunho
 
“appa memintaku untuk mengundangmu makan malam di rumah malam ini”
 
“mwo?”
 
“aku ingin menikah denganmu”
 
“mwo?’
 
“hei... adakah kalimat yang lebih panjang dari kata mwo?” persis ayahnya Minhye berucap
 
“maksudmu, kita menikah... secepat itu?”
 
“yaaa.... apa maksud dari pertanyaan itu, apa kau mau bilang kalau kau tak mau menikah denganku setelah apa yang telah kita perbuat?”
 
“kenapa kau begitu yakin tentang aku akan setuju dengan pernikahan ini?
 
“jadiii.............. kau” Minhye segera beranjak dari pangkuan Sunho, namun segera ditarik kembali pinggang Minhye dan kembali terjatuh pada pangkuannya
 
“lepaskan aku...!”
 
“mau kemana?”
 
“mau menghindari matamu”
 
“jangan lakukan itu.... tetaplah disini, tetaplah menatap mataku.. karena mataku juga akan selalu menatapmu”
 
“lalu apa maksudmu berkata seperti itu”
 
“kau memang gadis yang cepat emosi... aku hanya mengujimu... bagaimana bisa aku menyia-nyiakan wanita sepertimu, aku hanya tak habis pikir kenapa kau begitu yakin padaku?”
 
“aku mempercayaimu... aku mencintaimu Sunho”
 
“aku tahu....” hanya kata sederhana namun mampu menjadi jawaban atas prilaku ini.
 
Mata mereka menatap satu sama lain... tatapan itu turun seiring suasana danau yang mendukung,,, angin berhembus kencang... rambut panjang Minhye tergerai menyapu wajah Sunho yang kini hanya berjarak 1 cm dari Minhye... entah siapa yang memulai, namun bibir itu telah menyatu saling melumat..  Sunho menekan tengkuk Minhye saat ciuman itu semakin menuntut... terdengar suara desahan dari bibir Minhye dan membuat Sunho berhasil menerobos masuk untuk menyesap lebih dalam..
 
“hmmf... sun,,,,” ucap Minhye terbata-bata
 
“nikmati ciuman manis ini sayang....”
 
Sunho kembali menyesap bibir mungil itu semakin dalam dan lidah Sunho menerobos masuk memenuhi mulut Minhye,,, sementara tangannya bergerilya di atas bukit kembar Minhye... ia terus membelai bukit kembar itu sesekali menekannya,,, membuat Minhye terbuai... dengan ciuman dan sentuhan Sunho,,, selanjutnya bibir itu turun ke dagu... kemudian ke rahang Minhye dan terakhir ia mencoba mengecup lembut tengkuk Minhye sebelum gangguan datang tanpa diduga
-
-
 
“OPPA.............!” teriakan itu tak asing di telinga Sunho, sontak membuat pelukan Minhye dan Sunho yang tak berjarak kini melonggar saat mendengar teriakan wanita itu
 
“miny-a... apa yang kau lakukan disini?”
 
“WANITA SIALAN...........PLAK” miny dengan mudahnya menampar pipir Minhye, hingga membuat Sunho menatapnya tajam
 
“YAAAA....... APA-APAAN KAU INI?”
 
“oppa.......... kenapa dengan perempuan ini?, kau tadi janji padaku akan menemani membeli sesuatu, tapi kenapa sekarang kau berada dengan perempuan sialan ini”
 
“TUTUP MULUT MU MINY........ kau semakin lancang, mulutmu semakin kotor...... tadinya aku kasihan padamu karena kamu tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini,,, namun aku ternyata salah... sifatmu yang selalu merasa memonopoli diriku membuatku jenuh... asal kau tahu... aku ini hanya menjadikan adik, bukan seorang wanita yang spesial di hatiku”
 
“jangan bicara lagi oppa........ aku tak mau mendengar kau membela wanita sialan ini di depanku”
 
“CUKUP... CUKUP.. CUKUP.... LAGI KAU BERKATA BEGITU, AKU AKAN MENJAHIT MULUTMU YANG KOTOR ITU,,,, dan mungkin ini saatnya untuk ku katakan, cari laki-laki lain yang mampu menjagamu... mampu menyenangkanmu... dan yang jelas aku tak mampu,,,, dan malam ini aku akan menyerahkan surat pengunduran diri, aku tidak akan bekerja di bar lagi....”
 
“Sunho-a...!” panggil Minhye tak percaya, jujur Minhye masih syok saat miny menamparnya... namun melihat Sunho membelanya di depan perempuan lancang itu, ,membuatnya terkesima... namun sekarang ia kembali dikejutkan dengan keputusan Sunho yang berhenti dari bar 2xx
 
“kau tidak bisa meninggalkan aku begitu saja oppa........”
 
"BERHENTI MERAJUK MINY........ KU KATAKAN PADAMU......... AKU DAN MINHYE AKAN SEGERA MENIKAH.... DAN JANGAN COBA-COBA KAU BERANI MENYAKITI CALON PENGANTINKU....  KARENA MULAI DETIK INI AKU HANYA MILIKNYA SEORANG, TIDAK ADA LAGI MINY YANG CENGENG YANG AKAN MENGADU PADAKU”
 
“anyi,,,,,,,,, oppa pasti berbohong............”
 
“terserah kau percaya atau tidak....... dan aku tegaskan....kau pergi dari sini, sebelum aku semakin membencimu”
 
“oppa.......!”
 
“DIAM.....! kau membuat citramu semakin buruk di mataku, pergilah”
 
“aaarrggggg” miny segera pergi saat kesabarannya sudah tak dibendung lagi “oppa jahat”
 
 
Setelah kepergian miny, Sunho segera beralih ke Minhye, pipinya yang putih mulus kini tampak memerah akibat tamparan keras miny
 
“Minhye sayang, maafkan aku tak segera menghentikan tindakan miny, gwenchana?”
 
“anyi... sudah hampir mereda... tadi begitu sakit”
 
“mianhae sayang” tutur Sunho lembut sembari mengecup pipi Minhye yang terkena tamparan itu, diciumnya begitu dalam. Minhye hanya mampu tersenyum saat melihat prilaku Sunho
 
-------------------------
 
 
Makan malam di Goo mansion pun tiba, Sunho datang dengan eommanya.... sempat terjadi kebisuan sejenak saat mata Mr. Goo jatuh pada wajah eomma Sunho
 
 
“bagaimana kabarmu?”
 
“baik Mr. Goo”
 
“aku tak pernah menyangka jika Sunho adalah anakmu”
 
“appa..... appa mengenal eomma Sunho?” tanya Minhye dan Sunho hanya memandang tanpa berkata apa-apa
 
“ne... eomma Sunho adalah teman SMA appa...” hanya itu yang mampu Mr. Goo katakan
 
“benarkah...?? ini akan sangat mnyenangkan” wajah Minhye nampak ceria, namun ia tak menyadari ada sesuatu di tatapan keduanya, dan Sunho menyadari itu
 
“eomma... tolong katakan sesuatu”
 
Tanpa diduga... eomma Sunho menangis diantara percakapan itu,,, dan ia tak mampu berkata apa-apa... hanya keluar kata
 
“mianhae” selepas itu ia berlari keluar dari goo mansion... menyadari akan keganjalan itu, Sunho segera bangkit dari duduknya, namun segera dicegah Mr.goo
 
“Sunho, kau temani Minhye disini, aku akan mengejar eommamu.......” Mr. Goo segera melesat keluar mengejar eomma Sunho
 
Saat itu Sunho menatap lurus ke Minhye, beribu pertanyaan di kepalanya
 
“ada apa ini?”
 
TBC>> ^’^



 
Mian klo kurang gereget.... #nunduk 90 derajat

« Last Edit: January 20, 2012, 08:59:50 am by vhia_minsuners »


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 8>'<update 20 Januari 2012
« Reply #52 on: January 20, 2012, 10:24:24 am »
waduh kok endingnya kayak gitu sih?????
jangan-jangan sunho itu anak appanya minhye lagi.... [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono]
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 8>'<update 20 Januari 2012
« Reply #53 on: January 20, 2012, 11:59:18 pm »
waduh kok endingnya kayak gitu sih?????
jangan-jangan sunho itu anak appanya minhye lagi.... [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono]

hahahaha....  [jumpy] [jumpy] anyi,,, sunho bukan anaknya appa minhye, tenang aja.... [briggin]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 7>'<update 2 Desember 2011
« Reply #54 on: January 21, 2012, 12:01:17 am »
Vhia yang ini  CHAPTER 8 nya kapan  [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] segera di luncurkan mau reunian  neh sama chap 8 nya [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] di tunggu secepatnya  [AddEmoticons04235] [AddEmoticons04235]
thanks buat request.a... xixixi noh udah ane post eon [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 8>'<update 20 Januari 2012
« Reply #55 on: January 24, 2012, 02:22:59 am »
thanx vhia udah di update...
kalau sun ho bukan anaknya appa min hye trus knp ya ibunya sun ho lari??
jangan bilang klo mereka dulu pernah punya hubungan, tapi terhalang...
trus kapan acara nikahannya sun ho sama min hye  [hmpfh]

segera ya update next chapter ya...  [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 8>'<update 20 Januari 2012
« Reply #56 on: January 24, 2012, 03:31:32 am »
thanx vhia udah di update...
kalau sun ho bukan anaknya appa min hye trus knp ya ibunya sun ho lari??
jangan bilang klo mereka dulu pernah punya hubungan, tapi terhalang...
trus kapan acara nikahannya sun ho sama min hye  [hmpfh]

segera ya update next chapter ya...  [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]


ye,,,, sebenernya nih FF juga dah diupdate chap 9nya,,,, tapi di tempat lain,,, ye,,, gumawo sista buat komentnya,,, nih ane update chap 9 dah


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 9>'<update 24 Januari 2012
« Reply #57 on: January 24, 2012, 03:35:19 am »
Chapter 9[/size]

Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho
Mr goo appa Min Hye
Mrs Lee eomma Sun Ho


@author pov:
Suasana di Ruang makan nampak sunyi hanya beberapa suara terdengar dari orang2 tua masing

“kami akan menikah!!” tandas Mr Goo sambil menggenggam jemari eomma sunho

“mwo? Kalian tidak sedang bercandakan? Apa saja yang kalian bicarakan diluar sana? Tanya Minhye kaget

“tapi bagaimana dengan pernikahanku dengan sunho appa?” minhye takut dengan kejadian ini, diliriknya wajah sunho namun laki-laki itu tak menunjukan penolakannya, ia malah tersenyum simpul menatap minhye

“yaaa... apa-apaan kalian ini? Kalian menyembunyikan sesuatu padaku?”

“biarkan appa menceritakan ini padamu sayang”

“mwo cerita?”

“hmm dengarkan baik baik”


Flas back>>>
Angin malam yang begitu menusuk pori pori tubuh dengan pakain sederhana, namun wanita paruh baya itu tetap melanjutkan ceritannya duduk di samping laki-laki yang sempat mengisi hatinya beberapa tahun silam

“sepertinya takdir mempermainkanku,  Tuan Goo Min Sung” ujar wanita paruh baya itu pada laki-laki yang tepat berada di sampingnya

“bisakah kau bersikap seperti dulu,,, panggil aku dengan panggilan Min Sung” aku Mr Goo yang memang bernama lengkap Goo Min Sung

“........” wanita itu terdiam, rasanya ada sesuatu yang membuat hatinya bergejolak, sangat menggelikan saat merasa getaran ini kembali menghinggapinya saat bersitatap dengan cinta pertamanya

“yaa... Cha yeon-a... LEE CHA YEON!” seru Mr goo karena wanita itu tak kunjung menjawab pertanyaanya

“terakhir ku dengar berita tentangmu sebelum kau menjadi laki-laki sukses seperti sekarang ini, pada saat kelulusan SMA...  aku berharap kau datang saat kelulusan, tapi salah satu teman kita mengatakan kau pergi dan hanya meninggalkan  sepucuk surat”

“lupakan,,,! aku ingin kau melupakan kesalahanku yang pernah kubuat”

“bagaimana mungkin aku melupakan......! kau tidak pernah tahu setelah kejadian itu, aku tak menjadi jati diriku,,, aku bahkan sempat berfikir untuk jadi biarawati,, dan mengasingkan diri di daerah terpencil,,,, janji janji dulu masih tertanam di kepalaku saat kau bilang akan selalu mencintaiku, aku merasakan saat saat itu adalah yang terindah dalam hidupku, namun seiring waktu semua terkikis bagai batu karang... cintamu hanya berakhir semu.... kau memilih menikah dengan wanita yang sederajat denganmu”

“aku memang laki-laki lemah, karena untuk mempertahankan kekayaan orang tua aku terpaksa memilih menikah dengan wanita yang menurutku tidak tahu apa-apa tentang rencana orang tuanya, kami hanya korban, dan aku hanya laki-laki biasa... aku lemah melihat kebaikannya. Sampai suatu ketika Tuhan mengambilnya kembali dan memberiku seorang putri yang manis,,, Goo Min Hye, putri yang sangat ku sayangi karena saat itu aku merasa hanya dia yang aku miliki....”

“aku bisa melihat kebaikan wanita itu dalam diri minhye,  Minhye gadis yang menarik dan baik,,, maafkan jika nantinya kejadian yang kita alami terulang pada diri anak kita”

“iya,,, seharusnya kita sudah mampu berfikir lebih baik lagi, lalu kau menikah dengan siapa?, siapa laki-laki yang yang menggagalkan rencanamu untuk jadi biarawati?”

“tidak ada....... aku sampai sekarang memilih untuk tidak menikah dengan siapapun, karena rasanya hatiku sudah terlanjur beku, Sunho bukan anak kandungku... tapi anak dari kakakku yang telah meninggal, saat itu aku mengurungkan niat untuk menjadi biarawati dan memilih mengasuh Sunho yang sebatang kara, aku memulai hidup dari nol dengan anak itu... dan saat ia sudah pantas untuk tahu jati dirinya, aku menceritakan segalannya,,, awalnya ia tak percaya namun seiring waktu ia mampu menerima kenyataan..”

“jadi begitu?, jadi kau sampai sekarang belum menikah?”

“hm... wanita tua sepertiku mana ada yang mau”

“aku seorang duda, kau seorang perawan”

“perawan tua” potong Mrs Lee

“maukah kau memulai hidup sebagai kekasihku lagi Cha yeon-ssi?”

“mwo? Kau ini bicara apa?”

“ku katakan aku ini duda,,, dan mengenai perasaanku... masih tak berubah untukmu”

“Min Sung-a.........”

“dengan jalan ini aku semakin mengiyakan hubungan Sunho dan Minhye”

Mrs lee pun langsung berhambur memeluk tubuh kokoh milik Mr goo

“aku ingin kau jadi kekasihku lagi, dan kita menikah” tak ada kata basa basi,,,
End flashback>>>
@end author pov


“appa...........!” seruku saat mendengar cerita appa, ternyata cinta appa lebih rumit dibandingkan cerita cintaku, aku berhambur dan memeluk tubuh tua itu, bagaimana tidak rasa terharu mencekik mataku hingga air mata ini tumpah, laki-laki yang ku kenal tegas ini rupannya tak jauh beda denganku, lemah dengan cinta... meskipun kini kutahu cintanya pada eomma hanya sebagian dari kemuslihatan halmoni dan haraboji.. namun aku tak akan menyalahkan siapapun,,, aku hidup dengan setetes cinta... aku melanjutkan hidup dengan berjuta tetesan cinta... appa hanya laki-laki biasa, namun cintaku pada sunho menemukan cinta appa kembali.. ini terdengar sangat mengharukan disaat usia setua ini ia kembali berbunga dan berniat memperistri eomma sunho yang memang bukan eomma kandung sunho,,, sempat rasanya aku tak habis pikir, namun apa peduliku... yang terpenting kebahagian berlipat-lipat memenuhi atmosfir di ruangan ini, aku akan menikah dan akan memiliki eomma yang setiap saat bisa ku peluk....... aku merindukan sosok eomma.......

---------------------


Hari pernikahan yang begitu mendadak, sekiranya itu yang terjadi pada pasangan pengantin tua itu, kami berempat melangsungkan pernikahan secara bersama..., dengan seksama telinga ini mendengar suara pendeta membaca ikrar cinta... aku ingin menangis rasanya karena terharu namun air mataku ku tahan agar tak mengganggu pemandangan, dan tepat saat pendeta mempersilahkan pengantin laki-laki mencium pengantin wanitanya aku merasa tangan sunho membelai halus pipiku, dan kutatap mata elang itu dengan pandangan berkaca-kaca aku hampir menangis saat melihat mata itu menatap lekat kemataku... perlahan wajah itu mendekat dan mengucapkan sebuah kata-kata “kenapa kau hendak menangis?” tanya sunho

“mataku berair karena melihat matamu menatap lekat kepadaku”

“aku beruntung sekali beib...” jawab Sunho dan dilanjutkan mengecup lembut bibir mungilku, menyesapnya sedalam mungkin,,, terdengar sayup sayup suara tepukan tangan diruangan besar itu...namun aku merasa tak berdaya akan ciuman manis.
=============


Aku merasa tubuhku sangat kaku, saat berjam-jam berdiri, dan sekarang saatnya membersihkan tubuh dari keringat... aku harap aku bisa tertidur nyenyak malam ini,,,, beberapa menit kemudian aku yang hanya terbalut handuk model kimono itu melangkah menuju ranjang... ku lihat sunho terbaring tak bergerak sedikitpun... rupanya ia juga benar-benar capek setelah seharian penuh... aku langsung berbaring disebelahnya.. aku tahu dia tak mungkin akan melakukannya malam ini mengingat ia telah tertidur pulas layaknya anak kecil...., kutarik selimut yang ada di bawah kaki untuk menutupi tubuh ini, karena kantuk telah menyerang begitu hebat akupun tak berniat memakai baju tidur atau gaun malam. Beberapa menit kemudian aku bagai berada di alam mimpi, semua rasanya nyaman.....


@author pov
Hidung bangir dan mancung itu seperti mengendus sesuatu, sesuatu yang segar dan memabukan, ia terbangun dari tidur singkatnya, tepat disamping sesosok wanita bak putri salju,,,, matanya yang tertutup nampak memamerkan bagaimana besarnya bola mata itu, hidung mungilnya.. pipi putih dan mulus bak buah pualam,,, rambut yang terlihat masih basah, beberapa helai poni menutupi bagian matanya... sunho mendekat kearah putri salju itu, menyibak poni yang memang belum disisir sebelumnya, ditatap penuh keyakinan... beberapa jemarinya mulai bergerak menelusuri pipi mulus yang benar-benar mulus... nampak kedua boal mata itu bergerak seolah menikmati sentuhan hangat yang menjalar dipipinya, ternyata perbuatan sunho membuahkan hasil, sontak mata itu terbuka perlahan dan menatap wajah rupayan milik suaminya

“aroma yang berasal dari Tubuhmu membangunkanku beib” bisik sunho sambil mengusap lembut bibir ranum, minhye hanya menatap dengan pandangan redup tanpa mampu berkata

“kau ingin tidur tanpa merasakan kemanisan First night kita?” tanya sunho, yang membuat bibir minhye tersenyum simpul, masih tanpa kata

“oh please beib..... aku salah karena tertidur sejenak... lalu kau berniat tidak ingin merayuku di malam bahagia kita”


“aku rasa aku tak ingin mengganggu tidurmu yang bagai anak kecil itu”

“tapi sekarang aku telah terbangun”

“tidak..... kau belum mandi..... aku tak mau melakukannya jika kau belum mandi, lihat jas dan dasimupun masih belum kau lepas,,,”

“baiklah,,, aku akan segera mandi, kau tunggu aku, jangan sampe tertidur lagi..” ujar sunho sambil beranjak dari ranjang dan mengecup sekilas bibir minhye.

10 menit berikutnya.....


Tubuh jakung yang hanya terbalut handuk yang melingkari pinggang dan bagian bawahnya, menampakan tubuh atletisnya. Ia mendekat menuju tubuh mungil yang rupanya... lagi2 terpenjam

“aish... sudah ku bilang jangan tidur” gerutu sunho sambil mengacak rambut basahnya, ia berkacak pinggang berfikir sejenak... lalu

Sunho merangkak pelan diatas tubuh minhye dan tersenyum kecil menatap mata yang terlelap tidur, aroma tubuh sunho rupannya mengembalikan kesadaran minhye, namun ia berlagak masih terlelap,,,  sunhopun mendekat semakin dekat ke tubuh minhye dan bibirnya yang padat menempel di leher jenjang itu, mengecupnya berulang ulang, cukup lama... hingga minhye yang tidur dalam kepura-puraannya itu merasa kehabisan nafas,,, ia mendesah pelan menerima sentuhan yang semakin panas dilehernya, rupanya minhye membuka mata gara-gara sunho menghisap leher jenjangnya begitu kuat hingga meninggalkan jejak yang kontras dengan warna kulitnya yang putih

“sunho-a....?”

“wae? Mau pura2 tidur lagi?” tanya sunho

“hehe, kau tahu aku pura2 tidur?”

“tentu,,, kau bahkan tak bernafas untuk sesaat ketika ku mencium tengkukmu”

“kau ini mengganggu tidurku saja”

“tapi aku melihat kau menikmatinya beib, kau mendesah”

“yaaa..........” bibir minhye manyun membuat sunho segera meraupnya masuk kedalam lumatan panasnya....,,awalnya minhye tak membalas namun seiring dengan tindakan sunho membuatnya tak tahan untuk tak membalas,,, bibir mereka semakin bertaut dan semakin hilang kendali saat sunho menangkupkan kedua tangannya di atas gundukan kembar milik minhye, membuat minhye mendesah,,, karena memang minhye tidak menggunakan apa-apa untuk membalut tubuhnya hanya handuk itu.. sehingga rangsangan itu langsung menembus relung hatinya... tangan sunho semakin menekan area itu, tanpa melepaskan lumatan mereka,,, sedangkan tangan minhye meraba dada polos sunho... permainan yang melambat dan tidak buru-buru seolah masih banyak waktu untuk melakukannya kembali.

Sunho menatap wanita di hadapannya ia menatapnya seolah menikmati setiap saat desahan keluar dari bibir mungil itu, perlahan ditariknya tali yang mengikat perut minhye dan segera membuka handuk yang langsung memamerkan setiap lekuk tubuh minhye, dada yang begitu segar... perut yang rata, pusar yang menggiurkan dan sesuatu dibawahnya itu begitu menggetarkan, meski ini bukan kali pertamanya ia melihat minhye telanjang, namun selalu merasakan deg2an setiap menatap kepolosan tubuh yang sudah sangat menggugah untuk disentuh....ciuman di setiap jengkal tubuh minhye mewakilkan betapan besar kecintaan sunho pada dirinya, memanjakan tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.. menikmati apa saja yang terpampang di depan matanya... merangsang mereka berdua untuk terus melakukan percintaan membara, saat untuk terakhir kalinya kain yang ada dipinggang sunho terlepas,,, menjadi hambatan terakhir untuk berkelana mengarungi samudra percintaan yang liar....
@end author pov

------------------------


Kedua bola mataku terbuka, karena ku pikir terlalu lama sudah terlelap, dan saat mata ini terbuka sepenuhnya aku menyadari bahwa wajahku tengah bersarang di depan dada bidang milik sunho, aku tersenyum menyaksikan kepolosan kami, kukecup lembut dada bidang itu,,, dan sukses membuat sunho terbangun, dan kamipun melanjutkan permainan semalam.....

Pagi yang dingin menjelma menjadi panas saat permaianan ini begitu mendesak seluruh bagian tubuh bekerja saling membantu untuk mencapai klimaks,,,, bergumul dengan ketelanjang dan berakhir dengan desahan dan erangan yang keras..........

Rasanya begitu memabukkan saat setiap semburan hangat menjalar masuk dalam tubuhku...

“saranghae nyonya Lee” ucap sunho tepat di telingaku dan kemudian merunduk ke leher jenjangku, mengecupnya dalam

“nae do saranghae Tuan Lee” ku balas dengan desahan yang tertahan, dadaku terasa turun naik dan merasa dada kami menempel satu sama lain.

“nae cheongmal saranghae yeobo.....” ucapku lagi sambil mencium kening sunho dan dibalas dengan senyuman termanisnya

-------------------


Makan pagi yang merangkap makan siang, karena kami terbangun saat pukul 12 siang setelah permainan berkali2 di atas ranjang, aku belajar membuatkan sesuatu buat suamiku, namun karena belum terbiasa... telur dadar yang paling mudah pun bisa tidak enak begitu,,, sunho meleletkan lidahnya saat ia mencoba memakan telur dadar buatanku

“wae? Gwenchana? Apa rasanya aneh?” tanyaku khawatir

“anyi.... tidak aneh, coba kau makan sedikit” pintanya, dan aku mencoba mencicipinya...

“uweeeekkkkkkkk” ingin kumuntahkan rasanya, bagaimana bisa dia berkata tidak aneh, makanan laknat ini

“yaaaaaaaaa.... kenapa kau malah memakannya lagi?” tanyaku saatku lihat ia kembali memasukan telur dadar itu kedalam mulutnya

“mau gimana lagi, perut sudah sangat lapar karena pertempuran yang memakan energi berlipat2”

“kau bisa menyuruhku membeli sesutu yang lebih praktis untuk dimakan kan. Aku memang bukan istri yang berguna.... aku tidak bisa memasakan makanan buatmu, aku. Hikssssss hikssss”

“yaaaaa........” sunho berdiri dan langsung menghampiriku,

“aku ingin makan makanan buatanmu.. aku ini suamimu,,, aku hanya ingin memakan makanan yang dibuatkan olehmu selama kau membuatkannya untukku” ucap sunho sambil memeluk tubuh mungilku dari belakang

“tapi makanan itu sangat aneh,,,”

“tidak aneh, hanya terasa sangat asin saja,,,,,,,,,, aku rasa nantinya mantan nona Goo ini akan berusaha membuatkan makanan yang enak untuk dimakan”


“hidup manja menjadikanku seperti ini, aku harus lebih banyak belajar mengolah makanan menjadi enak untuk suamiku” 

“ye.... aku akan selalu menikmati setiap makanan yg kau buat yeobo...”

“bagaimana hari ini kalau hari ini kita mengunjungi appa dan eomma?” tawarku

“apa kau yakin hari ini, apa tidak sebaiknya membiarkan mereka menikmati bulan madu mereka,,, kupikir mereka sama dengan kita, aku masih enggan beranjak dari rumah mungil kita”

“yaaaa......... tapi aku merasa jenuh, bagaimana kalau kita main ke pantai?”

“tidak beib....... aku mau menghabiskan waktu di rumah denganmu”

“anyi,,,,,,,,,,, aku tak mau, kau pikir aku tidak lelah apa harus melayani kebutuhan seksualmu” tandasku, namun itu hanya untuk menutupi rasa maluku sejak semalam bertempur hebat dengannya...

“kau tak boleh membangkang, kita sudah mengisi energi dan sekarang kita main-main lagi....”

“aakhh” pekikku pelan saat tubuh ini berada dalam gendongannya, dan memberiku ciuman bertubi2 di bibirku,,, aku malu....... aku merasa kembali deg degan, aku membalasnya, dan kami melanjutkan permainan yang tak bosan2nya kami lakukan....

-----------------



2 minggu berikutnya...
Pagi yang cerah dalam dekapan hangat tubuh sunho,, ya itu sudah menjadi kebiasaan kami setelah bergulat semalam... dia masih terdengar mendengkur... namun saat terdengar bunyi ponselku berdering pagi2, aku menggeliat dalam dekapan itu dan mencoba meraih ponsel... tertera nama seseorang yang sudah 2 minggu ini tak pernah kujumpai karna seminggu yang lalu ia pergi berbulan madu dengan istri barunya

“appa?”

“selamat pagi nyonya Lee!!” sapa appa dengan nada menggoda padaku

“ya.... selamat pagi juga Tuan Goo”

“aissh..... kau baru bangun sayang?” tanya laki-laki yang ternyata adalah Mr goo

“hnn.”

“jam segini kalian belum bangun? Apa saja yang kalian lakukan semalam ha?” goda appa lagi, membuatku semakin malu dan segera melepaskan pelukan sunho seluruhnya dan bangkit mencob duduk dg keadaan yg masih polos, kutarik selimut tebal untuk menutupi dadaku selama menerima telpon dari appa

“yaa... appa! Aku tak mengerti apa yang dipikirkan laki-laki sehingga ia tega menyiksa istrinya melakukan kegiatan itu setiap hari bahkan setiap ada kesempatan” protesku pada appa, karena dia juga seorang laki-laki

“laki-laki itu mahluk yang tidak pernah puas minhye”

“mwo?” saat sedang asyik bicara ditelpon tiba2 ranjang terasa bergerak, oh rupanya suamiku yang nakal itu telah terbangun,,,, aiiiihh,,,, apa yang ia lakukan,,,, saat masih bicra dengan appa ia malah mengecup punggungku dari bawah hingga ke leherku dan berbisik

“telpon dari siapa?” Tanya sunho dengan suara seraknya

“Yaaa..... Jangan ganggu aku, aku sedang bicara dengan appa” tandasku

“Mwo!? Appa?” Sunho agak terkejut dan segera duduk di sampingku

“Tolong berikan telpon ini pada sunho sayang”

“untuk apa? Appa tak kangen minhye?”

“hahaha, ada yang appa ingin bicarakan dengannya”

“baiklah”

Kuberikan ponsel itu pada sunho “appa ingin bicara yeobo”

“mwo? Denganku?”

“bukan... ! yaiyalah..... aissh” keluhku sambil mengacak rambut lebatnya

“ne... annyeong appa?” sapa sunho

“heheh... nhe” hanya mampu mendengar suara sunho

“tenang appa.... sunho tak mungkin menyia-nyiakan waktu yang ada,,,” sunho masih terdengar canggung berbicara dengan mertua sekaligus ayah tirinya itu

Disela-sela percakapan sunho dengan appa, selintas sunho menoleh ke arahku dan hanya tersenyum lalu melanjutkan obrolan mereka, saat tiba-tiba obrolan itu berubah menjadi sesuatu yang mengejutkan

“cheongmal?????????” sunho kaget

“ada apa?” tanyaku penasaran

Sunho segera membesarkan suara di ponsel itu agar kami berdua dapat mendengar apa yang dikatakan appa diseberang sana

“pagi ini eomma memberitahukan appa kalau... kalau kalian berdua akan memiliki seorang dongsaeng!!”

“mwo????????” aku tak kalah kaget dari sunho, benarkah apa yang ku dengar ini atau appa hanya bercanda...

“mana mungkin?” ujarku

“yaaa....... mungkin saja, buktinya ini terjadi,,,”

“minhye tak percaya, minhye harus bicara langsung dengan eomma”

“eomma masih di kamar mandi...”

“baiklah..... minhye akan ke sana 1 jam lagi...” tandasku

------------------------

Sesampai di Goo mansion, aku menyapa eomma dan appa,,, dilihat dari wajah eomma yang sedikit pucat dan senyumnya terlihat  jelas, membuatku bertanya langsung

“jadi itu benar???”

“apa kau sudah tahu dari appa sayang?”

“ne,, appa tadi pagi menelpon minhye, appa itu benar? Katakan eomma”

“ne,,” jawab eomma malu-malu

“aku tak menyangka....... kalian pasti sangat bahagia, dan saling mencintai, di usia seperti ini kalian. Oh minhye sangat senang mendengar ini,,,,,” aku merangkul eomma senang, dan 2 laki-laki itu hanya tersenyum menyaksikan tingkahku

“kalian, kapan akan menyusul?” tanya appa tiba-tiba, kupikir itu obrolan antara sesama laki-laki

“hahaha..... kami sudah berusaha appa.... tapi kami memang ditakdirkan memilki dongsaeng dulu ketimbang anak”

“kau kurang mengeluarkan jurus mautmu sunho” canda appa

“yaaaaaa.... kalian laki-laki hanya bisa protes,” aku seakan malu

“minhye-a... sebelum kau menikah dengan sunho, kau pernah bilang kalau kalian sudah melakukannya dan mengancam appa akan menikahi sunho kalau tidak kita akan malu karena kau akan mengandung anaknya”

“aiiishh... appa.!” Aku makin malu mengingat perbuatanku tempo lalu

“mari kita rayakan kabar bahagia ini” tawar appa pada kami

“setuju.........”


Aku merasa seakan dunia begitu indah.... punya suami yang menyayangiku dengan tulus, punya appa, punya eomma.... dan kini hadir calon adik buatku.... dan betapa lengkapnya jika memilki anak sendiri.......



TBC >>>





kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 8>'<update 20 Januari 2012
« Reply #58 on: January 24, 2012, 03:37:30 am »
thanks yah udah diupdet...

Doh, gimana kalau ternyata Sunho adalah anak Mr Goo?? Tidaaaaaakkkkk....loh, kok gw yang stress...Iya nih, gimana kalau ternyata Min Hye dah Sun Hye adik kakak? wah, gak bisa merit dong mereka... [cry] [cry]...

Ditunggu lagi yah updetannya....

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 8>'<update 20 Januari 2012
« Reply #59 on: January 24, 2012, 03:42:10 am »
thanks yah udah diupdet...

Doh, gimana kalau ternyata Sunho adalah anak Mr Goo?? Tidaaaaaakkkkk....loh, kok gw yang stress...Iya nih, gimana kalau ternyata Min Hye dah Sun Hye adik kakak? wah, gak bisa merit dong mereka... [cry] [cry]...

Ditunggu lagi yah updetannya....

chap 9 bakal ngejawabnya,,, chap 9 udah diupdate,,, gumawo buat komentnya sista


kissing you baby... muaaaccchhh ^^