SPOILERRRRR
Pria yang dimaksud tiba-tiba mengeser pelayan yang menganggu pandangannya kearah wanita di depannya ke samping. Postur jangkung itu memperlihatkan luapan perasaannya saat ini. Wajah tirus dan tampan itu tersenyum lebar. Tangan kanannya yang semula tertancap di saku celana menunjuk kearah wanita di depannya dan menjentik keras.
“Elsie??!!!!” Teriak pria muda tersebut tiba-tiba. “Benar ini Elsie??!!!”
“Eh?” Orang yang dipanggil mengenyitkan alis heran. “Benar .. “ Lalu Elsie melirik pria satunya—yang berdiri di belakang pria yang berteriak tadi, agak menyandar di daun pintu.
Satu lagi pria jangkung di saat seperti ini … Elsie menghela nafas berat. Dia merasa sulit bernafas dikelilingi dua pria jangkung secara bersamaan. Seakan hatinya terhimpit batu besar yang teramat berat. Lalu pandangannya dialihkan kembali ke pria pertama. Dia menjadi ragu-ragu ketika mengeluarkan pertanyaan selanjutnya.
“Kau … Sheldon .. ?”
“BINGOOO!!” teriak Sheldon.
Sheldon segera menjatuhkan tubuhnya di kursi di depan Elsie. Sepasang matanya berbinar-binar ketika menatap wanita itu.
“Kau masih ingat .. ?” Senyum lebar tersungging di wajah tampannya. “Kira-kira … sudah berapa lama kita tidak bertemu? Hmm—kalau tidak salah, .. sudah hampir limabelas tahun ya? Saya masih ingat waktu itu kita masih duduk di bangku sekolah dasar—bagaimana papa dan mama memaksa pergi dari rumah ini setelah perselisihan mereka dengan kakek .. Saya sangat merindukan saat-saat itu dan saya berharap … “
“Kapan kau menginginkan saya pergi dari sini dan Han’s Group?!” Elsie menyela dengan tiba-tiba—memutus perkataan Sheldon yang belum selesai.
Sheldon tercekat. Raut yang semula ceria dan bersemangat itu—tiba-tiba berubah diam. Tatapan tajam tertuju pada Elsie. Membuat wanita itu menjadi gelisah dan serba salah.
Sebenarnya, .. apa yang telah terjadi dengan pria ini? Elsie mengenyitkan alis--ngeri. Yang mana—sifatnya yang sebenarnya? Mengapa sikap yang semula hangat tiba-tiba saja … berubah jadi … begitu mengerikan? Tatapan itu membuatku tidak bisa bernafas, dan juga—tidak mampu menjawab. Limabelas tahun, .. yah—waktu limabelas tahun kurasa memang bukan waktu yang singkat untuk mampu mengingat dan menjajahi sifat seorang saudara sepupu yang sudah lama tidak bertemu. Elsie kemudian mengelengkan kepalanya keras-keras.