Poll

okay, gw buat polling lagi yg berhubungan dgn karakter mh. kesempatan terakhir, siapa yg anda inginkan tuk jd mh??? perlu diingat, jumlah vote tdk mempengaruhi keputusan terhdp penentuan karakter mh, gw cuman ingin liat suara hati para pembaca sekalian, t

Sheldon
6 (40%)
alden
9 (60%)

Total Members Voted: 13

Author Topic: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 9#  (Read 13820 times)

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER# 27 Nov' 11
« Reply #210 on: November 27, 2011, 08:26:58 am »
Luph.....you're killing me.... Itu si els ngabur ke mana???

Updet yaaa luph...Pleaseeee.... [cry] [cry] [cry] [cry]

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER# 27 Nov' 11
« Reply #211 on: November 27, 2011, 04:56:04 pm »
mam, u make me bpindah haluan ke sheld 'kyaknya.' maybe
tp msh ngelirik ald, yg mana in yg bener?
mam.muka pngen tau o.O
els, ye ye ye bingung ya jeng ama hatix?ati2 lol
mami love ngebt nyok update pisan

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER# 27 Nov' 11
« Reply #212 on: November 28, 2011, 02:24:57 am »
Quote
Sheldon mengebrak meja. Tubuh jangkungnya berdiri tegak dari kursi dengan sepasang mata terbelalak menakutkan.

INI LEE MIN HO BANGETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT

SHELDONNNNNNN FIGHTING, BABY  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


Eomma Casso AGREE 1000% MINHO is SHELDON...... YES, SHELDON U MUST FIGHT FOR YOUR LOVE, FIGHT FOR ELSIE and ONE THING U MUST KISS HER WITH PASSIONATE SO SHE WON'T GO AWAY FROM YOU #ngaco [hmpfh]





emang alden lbh tajir dr sheldon kok [hmpfh] [hmpfh] ayo ayo alden, berjuang tuk dptin elsie [hmff] [hmff]

tidak usah diragukan cinta sheldon terhdp elsie. dia rela menukar apa saja yg dimilikinya utk mendptkan cinta dari wanita yg sudah dicintainya sejak kecil itu [lovestruck] [lovestruck]

jgn berharap mudah mendptkan moment kiss di ff ini [nono] [nono] ga gampang, jeng. authornya pan masih lugu [hmpfh] [hmpfh]

elu milih sheldon [chin] [chin] hati2 loh, tar kirain dpt orange eh ternyt jeruk nipis [laughing] [laughing]
[/quote]


SHELDON tetep pilihan ane mam, kagak peduli banyak yg menentang coz hatiku menginginkannya [hmpfh] pokoke SHELDON must MINHO #maksa [hmff] and What  moment Kiss nya ga gampang nongol???? [head break] [head break] [hammer] [hammer] WAJIB ada DUNKS mam [guns] [guns] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER# 27 Nov' 11
« Reply #213 on: November 28, 2011, 07:34:19 pm »
CHAPTER 6



Characters :

Elsie Han—25 tahun, tidak begitu mengerti akan 'Dirinya sendiri’. Hidup terlalu berpengangan pada ‘Apa yang dipercayainya’, yang sebenarnya—belum tentu benar.

Sheldon Han—24 tahun, dia mudah ceria ataupun akrab dengan orang-orang di sekelilingnya. Namun demikian, terkadang emosinya gampang tersulut. Tidak banyak yang mampu menebak perasaan hatinya. Namun satu yang pasti, cintanya tidak bercela.

Alden Song—24 tahun, pendiam tapi mampu menerka pikiran orang dengan sangat baik. Dia seorang pengamat jitu. Calon pemimpin yang bisa diandalkan. Namun, .. siapa yang mampu menebak perasaannya?




Elsie keluar dari kamar mandi setengah jam kemudian. Di tubuhnya, telah melekat dengan sempurna gaun panjang warna hitam dengan renda kecil yang sedikit transparan di bagian punggungnya, yang diberikan Bibi So beberapa saat lalu,  ... sekitar lima menit setelah dia memasuki kamar mandi.

Elsie langsung disambut oleh Bibi So yang telah siap di depan pintu.

"Nona .... " Bibi So membungkuk dan tersenyum ramah.

"Bibi ... menungguku ... ?" tanya Elsie heran.

"Saya takut nona akan tersesat di sini. Rumah ini terlalu besar buat orang yang untuk pertama kali menginjakannya kaki di sini, seperti nona ... ," jelas Bibi So panjang lebar. "Lagipula, .. saya berkewajiban mengantar nona ke ruang makan. Sebentar lagi, acara makan malam akan dimulai. Tuan muda pasti sudah siap di sana ... " Bibi So menelusuri penampilan Elsie dengan pandangannya. "Hm--tidak disangka ..  gaun yang sudah limabelas tahun ini begitu pas di tubuh nona. Tuan muda benar-benar jeli matanya, .. hingga bisa menduga ukuran tubuh nona sama dengannya. Yah, walau sedikit ketinggalan jaman tapi ... nona tetap terliat mempesona dalam balutan gaun nyonya ... "

Setelah berkata begitu, Bibi So sudah bermaksud beranjak dari tempatnya. Namun, langkahnya terhenti oleh perkataan Elsie yang lebih mirip gumaman pertanyaan.

"Nyonya?"

Bibi So menoleh dari posisinya. Dia tersenyum. "Ibu dari tuan muda ... "

"O--" Elsie manggut-manggut di tempatnya. Tanpa sadar, dia tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata dia telah sangka, .. bagaimana mungkin dia mengira nyonya yang dimaksud Bibi So itu istri dari Alden Song?

"Nona!"

"EH?!" Elsie melebarkan matanya. Teguran halus Bibi So sukses menyadarkannya dari lamunan sesaat itu.

Bibi So tersenyum lalu mengerakan tangannya. "Sebelah sini, ikuti saja saya. Ruang makan rumah ini berada di sayap kiri, terbuka dengan dapur yang berada di sebelahnya .... "

Bibi So melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Elsie menghela nafas. Mengarahkan pandangannya sebentar di tempatnya berpijak lalu berpindah ke punggung Bibi So yang bergerak halus menyusuri lorong panjang yang mengarah ke dalam.  Elsie mengejapkan matanya sekali, .. setelah menghembuskan nafas, dia menarik ujung gaunnya yang menyapu lantai kemudian bergerak pelan_menyusul Bibi So yang sudah sampai di ujung lorong dan sekarang berhenti di depan sebuah pintu bercat putih.



********




Elsie mematung di depan pintu yang sudah dibuka Bibi So, ... yang kini, sudah terpentang lebar di depan matanya. Pandangannya mengarah ke dalam, .. ke sebuah meja panjang yang hanya diisi seorang pria muda berpenampilan tenang. Pria itu sekarang sedang menatapnya, ... melirik sepintas gaun yang dikenakannya, ...  untuk kemudian beralih kembali kepadanya, mengangguk pendek dan menyilahkannya untuk masuk.

"Kenapa berdiri saja di situ?" tegur Alden halus.

Elsie tersentak. Layaknya seseorang yang sudah dikejutkan dari mimpinya yang berkepanjangan, sepasang mata yang indah dan besar itu terbelalak lebar.

"Masuklah!" Alden mengulangi  permintaannya,  .. mengerakan sedikit kepalanya sambil memperlihatkan senyum samar yang_belum pernah dilihat Elsie sebelumnya.

"Em--" Elsie membersihkan kerongkongannya yang mendadak terasa kering. Berada di tempat ini, berduaan saja dengan Alden, orang yang sebenarnya_tidak begitu dikenalnya ini, terus-terang saja—membuatnya risih. Sambil meremas ujung gaunnya, Elsie melangkah dengan sangat pelan, ... sampai berada di sisi pria itu.

"Duduklah ... ," perintah Alden.

Elsie mengangguk, kemudian menarik kursi dan mengambil posisi di sebelah Alden. Meja makan yang sangat panjang itu masih menyisakan belasan kursi setelah diduduki mereka berdua.

Alden memperhatikan Elsie sejenak, .. sebelum mengangkat tangan dan mengerakkannya pada Bibi So. "Bisa dimulai, bi ... "

"Ya, tuan muda ... " Bibi So menanggapi dengan  sigap.

Pelayan tengah baya itu beranjak dari ruang makan_menuju ke ruang terbuka di sebelahnya. Sebentar kemudian, dia keluar kembali dengan membawa piring-piring yang sudah terisi makanan--secara silih berganti dari ruangan yang ternyata dapur itu.

Lima  macam lauk tersaji di atas meja, beserta sebuah mangkuk besar berisi sup. Setelah mengisi mangkuk-mangkuk kecil dengan sup dan nasi, Bibi So meminta diri dari ruangan tersebut.

Sepeninggal Bibi So, ....

"Makanlah ... "

Setelah mengatakan itu, Alden mengambil sendok dari atas meja di samping mangkuknya_menyendok sesuap demi sesuap sup di dalam mangkuk dan memasukannya ke dalam mulut dengan sangat pelan.

Elsie melihat semua itu, ... pria di depannya tidak bersuara, khusuk dengan makan malamnya.

Alden mengangkat mangkuk nasinya,  menyumpit dengan pelan-pelan dan membawa butiran-butiran nasi putih tersebut ke dalam mulutnya. Dia mengunyah dengan tenang dan dengan gayanya yang tanpa cacat. Dia terlihat sangat berwibawa saat makan, .. sungguh merupakan contoh dari anak orang kaya yang terdidik dengan baik. Tangannya silih berganti menyumpit lauk yang diinginkan, memakannya dengan tanpa memperlihatkan bahwa dia makan karna 'lapar', tapi terlebih karna ini merupakan 'kewajiban'.

Sudah lewat tujuh menit ketika Elsie menghela nafas dan mulai menyantap makan malamnya. Percuma mengatakan apa juga, orang ini--sepertinya terbiasa makan tanpa bersuara--HUH!! Berpikir begitu, Elsie melahap makanannya dengan sedikit kesal.

Tiba-tiba, …. pintu diketuk dari luar, ... TOK TOK TOK ...

 Alden mengangkat kepala dari mangkuk nasi yang sedang dimakannya ke arah pintu. Sebelum ada perintah terucap dari bibirnya, pintu tersebut dibuka dengan pelan. Seraut wajah menyeruak masuk dari balik pintu.

"Pak ... " Tuan Song berkata dengan ragu-ragu.

Alden mengenyitkan alis. Dengan sangat tenang, diletakkannya mangkuk di tangannya ke atas meja.

"Anda belum pulang, Tuan Song?"

"Belum. Hm--ada tamu di luar ... ," sahut Tuan Song serba salah. " .. saya sudah memintanya untuk pergi tapi .... dia berkeras ingin bertemu dengan bapak .... "

"Tamu semalam ini?" Alden bergumam pelan.

"Iya, ... dia ... " Tuan Song membujurkan sekujur badannya. Terlihat benar dia agak tegang. " ... Mr. Smith, direktur dari Natural Oil yang berencana jadi investor buat proyek ZAP. Dia mendesak ingin bertemu dengan bapak. Katanya, ada pembahasan mendesak berhubungan dengan proyek ZAP yang ingin dilakukannya dengan bapak, ‘segera’ ... "

Alden menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dan melipat sepasang tangannya di depan dada.  "Saya tidak menerima tamu di jam segini, Tuan Song!"

"Saya tahu, pak ... ," ujar Tuan Song kembali. Dia terlihat makin serba salah. "Saya sudah menjelaskannya pada Tuan Smith, bahwa bapak tidak membawa masalah pekerjaan ke rumah. Tapi, Tuan Smith memaksa. Katanya, ini sangat penting ... "

Alden menjatuhkan telapak tangannya dan menyentuh meja.  Dia tidak mengeluarkan suara lagi.

"A ... apa yang ... harus saya lakukan, pak? … Apa .. yang harus saya katakan padanya?"

Alden mengangkat tangan dan mengerakkannya dengan pelan. "Keluarlah ... "

"Lalu, .. Mr. Smith?"

"Katakan padanya, pembahasan mengenai proyek itu akan kulakukan dengannya besok pagi ... "

"Jadi?" Tuan Song terlihat agak bingung.

"Haruskah kuulangi kembali, Tuan Song?" kata Alden, dengan tingkat kesabaran yang menakjubkan. "Seperti katamu, saya tidak membahas masalah pekerjaan di luar jam kantor, di ‘waktu’ yang seharusnya utuh menjadi milik saya. Pembahasan mengenai proyek ini, dan juga proyek-proyek lainnya, akan kulakukan besok .. " Alden kembali mengambil mangkuknya yang masih tersisa setengah. " ... dan kau juga, Tuan Song--jangan berkutat terlalu lama dengan pekerjaanmu. Pulanglah segera .. "

Mungkin Tuan Song sudah menyadari bahwa percuma memaksa Alden, ... dia mundur selangkah, memberi hormat dengan membungkukan badannya dalam-dalam, lalu keluar dari ruangan itu.
 
Selama perdebatan kecil tersebut, .. pandangan Elsie menyapu wajah Alden dan Tuan Song silih berganti. Begitu Tuan Song meninggalkan mereka, meninggalkannya sendirian bersama Alden, .. perhatiannya sekarang utuh tertuju pada Alden seorang.

Mata Elsie menyipit, menghujam lekat wajah Alden yang sekarang sedang melanjutkan makan malamnya. Pria itu bergerak tenang, seolah insiden kecil tadi,_tidak pernah terjadi dan sama sekali tidak berpengaruh terhadap dirinya.

Dia begitu tenang, ... begitu percaya diri. Seolah segala sesuatu ... berada dalam genggaman tangannya, ... berada dalam kendali dan kuasanya. Tidak akan meleset dari perhitungannya. Apa yang dilakukannya, ... apa yang sudah diputuskannya, ... dan apa yang dipikirkannya, benar adanya. Tidak ada yang salah dalam tindakannya. Dia tahu apa yang 'harus' dan 'pantas' dilakukan. Maupun apa yang 'tidak boleh' dan mesti 'dihindarinya'.

Tatapan Elsie meredup. Orang seperti dia, .. begitu jauh ... begitu tinggi, ... seolah tidak teraih. Sudah pasti dia tidak suka wanita seperti aku.  Dia pasti berpikir, aku ini begitu rendah, begitu tidak berguna, ... tidak berpendirian, ... tidak tahu apa yang dilakukan. Elsie menghela nafas dan menundukan kepalanya. Kenapa, ... kenapa aku merasa begitu kecil di hadapannya ... ? Dan kenapa .... hatiku ... terasa ... nyeri ... perihhh … ? Berpikir sampai di sini, entah mengapa, bibir Elsie jadi terkelu.

"Kenapa sedikit sekali makannya?"

Pertanyaan yang tiba-tiba tersebut membuat Elsie melebarkan matanya. Dia mengangkat kepala, menatap Alden dengan linglung.

"Hah?"

"Makananmu hanya tersentuh setengahnya ... " Pandangan Alden menyapu mangkuk Elsie yang masih tersisa setengah. "Apa makanan ini tidak sesuai dengan seleramu? Atau perlu, kusuruh Bibi So membuatkan semangkuk bubur untukmu?"

"Tidak!" Elsie mengeleng cepat. "Tidak perlu! Saya sudah kenyang kok .. "

Alden menatap Elsie sejenak, .. seolah ingin mendapat sebuah 'kepastian' dari jawaban gadis itu. Setelah yakin dengan perasaan yang didapat 'hanya dari' pemahaman yang sekilas itu, Alden mengangguk. Dia kemudian bangkit dari kursinya.

"Baiklah kalau memang begitu. Kau tunggu saja di sini, Bibi So akan mengantarmu ke kamar sebentar lagi. Kamar mu sedang dipersiapkan dan mungkin Bibi So masih memerlukan waktu sedikit untuk menyediakan keperluan lainnya ... "

"Thanks ... " Elsie mengangguk dari tempatnya.

"Satu hal lagi--" sambung Alden sebelum beranjak dari ruang makan itu. "Saya harap, … kau segera dapat menentukan sikap, ... apa yang sebenarnya yang kau inginkan. Jangan terombang-ambing lagi dalam ambisi yang tidak perlu. Saya bisa saja mengantarmu ke hotel dan tidak membiarkanmu tinggal di sini. Tapi mengingat kau merupakan wanita yang sangat dicintai sahabat baik ku, maka kuberikan bantuan kecil ini. Karna saya tidak ingin melihat sesuatu terjadi padamu, yang akan membuat Sheldon menyesal dan pasti menyalahiku kelak ... "

Elsie tidak mampu berucap apa-apa diceramahi seperti itu. Dia hanya bisa mengatupkan mulutnya dan menunduk dalam-dalam. Dia sedang mengutuk diri, .. benar apa yang dikatakan Alden, dia sama sekali tidak tahu apa yang diinginkannya sampai saat ini. Padahal dulu dia sangat yakin, .. mendapatkan kembali kekayaan Han merupakan keinginan terbesar dalam hidupnya, karna itu yang paling diinginkan almarhum orangtua dan kakeknya. Namun sekarang, dia sudah tidak yakin lagi. Perasaan Sheldon, .. itu juga harus diperhitungkannya sekarang.

Alden mengangguk pendek, dan sudah bermaksud melangkahkan kakinya ketika Elsie tiba-tiba berseru lantang, "ITU .... "

Alden menoleh dari posisinya yang memunggungi Elsie. "Ya?"

"Tentang keberadaanku ... ," kata Elsie terpatah-patah. " ... jangan beritahu Sheldon. Saya sendiri yang akan mencarinya setelah ... saya yakin .... " Perkataan Elsie terputus sampai di sini. Dia sudah tidak mampu melanjutkannya lagi ketika sepasang matanya mulai berkaca-kaca.

Namun Alden seolah mengerti. Dia sepertinya tahu kearah mana pembicaraan Elsie,  apa yang dimaksudkannya dengan 'saya yakin' itu.

"Baik. Saya tidak akan memberitahu Sheldon. Tapi untuk kau ketahui, ... " Alden menatap Elsie lekat-lekat. " ... saya juga tidak akan berbohong."

"Kau ... " Elsie terbelalak tak percaya. "Bagaimana mungkin kau lakukan ini?!!"

"Saya tidak akan berlagak tidak tahu keberadaanmu!" Alden menekankan pada kata-katanya ini. "Namun lebih dari itu, saya juga tidak akan bilang terus terang bahwa kau tinggal di sini, di rumah ku, ... biarlah Sheldon yang menemukannya sendiri ... "

Merasa diamati tanpa berkedip oleh Elsie, Alden melanjutkan perkataannya, " ... karna saya telah berjanji padamu .... " Alden memasukkan sepasang tangannya ke saku celana. "Bagaimana? Apa kau terima?"

Elsie hanya bisa mengangguk kemudian berbisik halus. Dia tahu, sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima penawaran dari Alden. "Thanks ... "

"Beristirahatlah yang cukup. Untuk sementara ini, lupakan dulu masalah yang membebani pikiranmu .. "Alden balas mengangguk. Setelah dirasa tidak ada lagi yang perlu dikatakannya, dia berlalu dari hadapan Elsie. Meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Elsie yang menghantar kepergiannya dengan sorot mata yang terkesan kuyu dan lelah.



*******




Elsie mengikuti langkah Bibi So sampai tiba di sebuah ruangan yang luas dan berlangit-langit tinggi dengan bentuk corong. Di ruangan itu, tergantung berbagai lukisan dan pajangan-pajangan yang terkesan kuno dan mahal. Ada beberapa lukisan hasil polesan tangan pelukis-pelukis terkenal dunia yang menempel di dinding, begitu juga pajangan porselin yang tidak bisa dibilang lebih murah dari lukisan-lukisan tadi. Beberapa di antaranya merupakan peninggalan jaman dinasti Cina.

Namun dari semua itu, ... cuma satu yang menarik perhatian Elsie. Sampai-sampai, dia menghentikan langkahnya di tengah ruangan sambil melekatkan pandangannya hanya pada satu titik. Sebuah lukisan seorang pria muda yang sedang menatapnya dengan sorot mata tajam berwibawa dalam balutan tuxedonya yang teramat sempurna. Lukisan Alden Song.

Kenapa saya pernah berpikir ... 'dia hanya pengikut setia' dari Sheldon? Elsie bergerak selangkah, mengenyitkan alisnya tidak mengerti. Kenapa saya pernah berpikir begitu? .. Darimana kesan yang kudapatkan itu, ... bahwa  dia bawahan seseorang? Elsie mengelengkan kepalanya. Dia sama sekali tidak mirip!

Sekarang, terlihat benar keningratan itu, .. tersirat jelas dari lukisan yang terpampang di hadapannya. Dia pasti bukan hanya anak dari orang kaya biasa. Dia melebihi itu! Tapi, ... apa ... ?

"Nona .. "

Elsie merasakan sentuhan di pundaknya.

"Ada yang nona perlukan?" Bibi So mengikuti arah pandang Elsie, hingga tatapannya jatuh pada lukisan besar di hadapannya. "Lukisan tuan muda ... " Bibi So mengangguk-angguk. " ... dibuat sewaktu tuan muda berumur 21 tahun. Sudah tiga tahun yang lalu tapi tuan muda tidak berubah, diliat dari saat itu ... "

"Bibi So ... " Elsie mendesis halus.

"Ya, nona?" Bibi So tersenyum penuh kesabaran. "Ada yang ingin nona ketahui? tanyakan saja ... "

"Siapa .. sebenarnya ... dia ... ?"

Bibi So terlihat berpikir keras. "Maksud nona?" tanyanya kemudian, setelah dia tidak jua menangkap arah pertanyaan Elsie.

Elsie menunjuk ke depan, ke lukisan di depannya. "Dia ... ?"

Alis Bibi So berkenyit semakin dalam. "Sudah saya bilang kan? Lukisan itu tuan muda .. "

"Bukan itu maksudku!" tukas Elsie yang tiba-tiba berubah keras. "Maksudku, siapa sebenarnya dia? Dari keluarga mana? Bagaimana reputasi dan kedudukannya di London ini?"

Bibi So sedikit menyusut begitu diberondong pertanyaan beruntun dari Elsie. Dia agak gentar ketika menjawab lambat-lambat. "Dia .. tuan muda Alden Song. Tentu saja pewaris dan pemilik tunggal dari Tax-Jack, perusahaan migas terbesar yang berpusat di Brunai ... "

Elsie terhenyak sampai ujung kakinya menyentuh kaki sofa.  "Alden Song! Alden Song!" Bibirnya komat-kamit mengulangi nama itu.

Mata Elsie melebar.

Pantasan nama itu tidak asing di telinga sejak semula. Ternyata benar, ... aku pernah mendengar nama itu. Alden Song--pengusaha muda tersukses di London, pemilik tunggal perusahaan migas terbesar Tax-Jack yang berpusat di Brunai. Masih berdarah ningrat, .. karna menurut kabar_merupakan cicit dari raja pada jaman kekuasaan kekaisaran Korea dulu.

"Karna itu ... dia terlihat lain ... " Elsie bergumam seolah pada dirinya sendiri.

"Nona!"

Lagi-lagi sentuhan Bibi So yang mendarat di pundak menyadarkan Elsie dari lamunannya.

"Nona kenapa?" tanya Bibi So resah. "Ada yang ... tidak beres?"

"Ti .. tidak!" Elsie mengeleng cepat dan berusaha menenangkan wanita di sebelahnya dengan tersenyum halus. "O ya, bi--kalau boleh saya tahu, ... rumah ini_kenapa terasa sepi sekali? Kemana para pembantu?"

"Pembantu?" Bibi So yang sudah mengendalikan dirinya, tersenyum mendengar pertanyaan Elsie. "Hanya ada saya_pembantu di sini, nona. Tuan muda membayar para pembantu secara harian_hanya untuk membersihkan rumah besar ini. Setelah semuanya beres, maka para pekerja tersebut akan meninggalkan rumah ini sebelum tuan muda pulang ... "

Elsie menatap Bibi So heran. "Kenapa bisa begitu?"

Bibi So melebarkan senyumnya yang menyejukkan. "Karna tuan muda tidak suka kebisingan. Setelah urusan kantor beres, tuan muda biasanya lebih suka menenangkan diri ataupun istirahat di rumah. Kadang-kadang, dia akan ditemani tuan muda Sheldon, tapi anak yang satu itu jarang kemari. Mereka berdua lebih sering menghabiskan waktu bersama di cafe, setelah itu tuan muda akan pulang sendiri, membersihkan diri dan lalu tidur ... "

"O-- " Elsie manggut-manggut. "Jadi begitu, ... jadi dia lebih suka memisahkan diri dari lingkungannya ... "

"Bukan begitu juga sih--" Bibi So menjelaskan dengan sabar. "Tuan muda sudah ditinggal pergi tuan besar ketika masih berumur 16 tahun.  Sejak itu, dia diharuskan memegang kendali dan mengurus Tax-Jack sendiri, sambil sekolah dan kemudian kuliah. Tuan muda merupakan anak satu-satunya dari keluarga Song ini maka itu_ …, “ raut Bibi Song jadi sendu, “.. lagipula… nyonya, entah karna alasan apa, meninggalkan tuan besar dan keluarga ini begitu saja waktu tuan muda masih kecil, mungkin ketika umur 7 atau 8 tahun .. " Bibi So berhenti dan menghela nafasnya, "… bisa dibayangkan kan_bagaimana 'balasannya' terhadap lingkungan yang sudah membesarkannya ini ... ?"

Elsie mendengarkan dalam diam. Matanya meredup seiring cerita Bibi So yang_entah mengapa_mengiris kalbunya.

"Namun nona tidak perlu mengkhawatirkannya ... ," lanjut Bibi So sambil mengembangkan senyumnya yang sempat hilang. "Kurasa tuan muda baik-baik saja dengan kehidupannya selama ini. Dia tidak pernah mengeluh, ataupun memperlihatkan rasa lelah. Mungkin ... dia cukup memahami apa yang seharusnya dijalaninya, tapi yah—mungkin saja anggapan bibi salah--siapa juga yang mampu membaca pikirannya ... " Bibi So menghela nafas dan mengangkat pundaknya. Dia memutus ceritanya sampai di situ, memutar badannya dan melangkah_mengarah ke tangga berputar yang terdapat di pertengahan ruangan itu. "Kamar nona ada di lantai atas ... ," kata wanita itu sambil menoleh dari posisinya yang sedang menaiki tangga.

"Ah-Ya!" sahut Elsie keras dan nyaring_sambil terburu-buru mengejar Bibi So yang sudah berada di anak tangga pertengahan. Untuk terakhir kali, Elsie menoleh ke belakang, menatap lukisan Alden yang terpasang anggun dan angkuh di dinding ruang tengah.


********




Sheldon menghempaskan majalah di tangannya ke atas meja kecil di café kecil yang sedang dikunjunginya dengan Alden siang itu.

"Coba kau bilang--dia bisa kemana?!" umpatnya keras. "Di Han's Palace_tidak ada! Tidak juga ke kantor! Bahkan tempat yang mungkin didatanginya, sudah kudatangi, tapi tetap saja tidak kutemukan-HUHH!!”

Alden yang duduk di depan Sheldon memperhatikan kejengkelan sahabatnya yang membuncah itu dalam diam. Cangkir kopi yang sudah habis diminumnya diletakkannya di atas meja kemudian meraih sepotong cookies dan mengigitnya pelan.

“Menurutmu, apa dia marah padaku?” tanya Sheldon yang berubah jadi khawatir. “Memang benar sih mama sudah keterlaluan, tapi kan .. saya sudah menjanjikan padanya bahwa semua akan baik-baik saja … “ Sheldon mengacak-ngacak rambutnya frustasi. “Kenapa dia masih takut dan meragukan semua itu? Meninggalkanku? OH__TIDAKKK!!”

BRAKKKK!!

Sheldon mengebrak meja. Tubuh jangkungnya berdiri tegak dari kursi dengan sepasang mata terbelalak menakutkan.

“Bisakah kau lebih tenang dulu?” Untuk pertamakalinya, Alden mengeluarkan suaranya.

“Bagaimana saya bisa tenang?!” balas Sheldon dengan nafasnya yang memburu. “Dia meninggalkanku!!! Kau dengar itu?!! DIA MENINGGALKANKU!!!!”

“Apa dia pernah mengatakan padamu jika dia meninggalkanmu?” tanya Alden dengan alis berkenyit. Sepotong cookies yang sempat diambilnya dari piring, ditaruhnya kembali.

“Tapi …. , ini sudah hampir …. Seminggu … ,” desis Sheldon halus. “ …. hampir seminggu lamanya dia menghilang … “

Alden menatap lekat-lekat_Sheldon yang sedang menyapu daun meja di depannya dengan pandangan nanar. “Apa dia pernah berkata menyerah dan tidak mau berjuang lagi buat ‘sesuatu’ yang dirasanya hak milik keluarganya itu? Kau pikir, .. dia orang seperti itu? Dia tidak akan berhenti sebelum menyadari ‘apa yang dilakukannya itu salah’, Sheld!” Alden menatap Sheldon tajam-tajam. “Kau masih belum mengerti dia? Atau … kepercayaanmu padanya, hanya sebatas itu?”

“OH—“

BRUKK! Tubuh Sheldon terhempas kembali ke kursinya.

Tampangnya yang sangar, perlahan-lahan berubah sendu. “Saya salah … Saya salah lagi .. ,” desisnya halus sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Terlihat jelas, dia sangat menyesal. “Sepertinya, .. saya selalu salah ya? Seperti halnya ketika saya memaksanya untuk pergi bersama, meninggalkan semuanya …. Itu juga salah, … dan sekarang, saya tidak mempercayainya. Kau benar, Ald .. Dia tidak mungkin pergi sebelum mendapatkan apa yang selama ini ingin dipertahankannya … Itu tidak mungkin ….”

Sheldon berusaha tersenyum pada Alden walau terlihat sangat terpaksa.

“Bersabarlah … ,” hibur Alden dengan suaranya yang khas dan dalam. Tangannya terulur, menyentuh halus pundak Sheldon. “Kurasa, dia tidak bermaksud meninggalkanmu. Dia hanya, butuh waktu untuk berpikir. Setelah semuanya beres, dia akan kembali lagi padamu. Percayalah! Pada akhirnya, dia akan menyadari .. siapa yang paling mencintainya dan yang pantas dicintainya di dunia ini …”

Sheldon tersenyum dan balas menepuk lengan Alden yang masih menempel di pundaknya. “Thanks,” katanya sambil mengangguk-angguk puas. “Kurasa, aku mengerti sekarang. Aku tidak akan memaksanya lagi. Biarlah dia berpikir dulu. Setelah kegalauannya hilang, aku baru akan berusaha memberi pengertian itu kembali padanya .. “

Alden mengangkat jempol kanannya dan tersenyum dengan sangat samar. Entah karna lega_Sheldon tidak memaksa lagi (karna terus terang saja, dia tidak sanggup menyimpan rahasia Elsie yang sekarang tinggal di rumahnya itu berlama-lama dari sahabat karibnya yang satu ini), atau karna … dia merasakan suatu tekanan yang perlahan-lahan … mulai menghimpit dadanya?



********




Elsie menghirup jus orange-nya sampai habis kemudian menaruh gelas yang sudah kosong di sisi sebelah kanan piring yang berisi sarapannya. Baru saja ham dingin yang ditusuk pakai garpu bermaksud dimasukannya ke dalam mulut, terdengar suara Alden, yang duduk di sebelahnya, berkata dengan tenang dan halus.

“Kapan kau akan kembali ke Han’s Group?”

Elsie mendongak dari makanan di tangannya. “Kau mengusirku?” Dia balas bertanya.

Alden menaruh garpunya ke atas meja, kemudian menghadapi Elsie. “Aku bertemu Sheld kemarin. Dia sedang mencarimu .. “

PRANGGG!! Garpu Elsie membentur piring.

“APA?!!” Mata bulat gadis itu terbelalak lebar.

“Sheld mencarimu!” Alden memperjelas perkataannya yang sempat terputus oleh reaksi tak terduga dari Elsie.

“Di … dia mencariku? Benar??!!” Tanpa sadar, Elsie mencengkram pergelangan tangan Alden. “Lalu, …. Apa katamu?! Kau memberitahukan keberadaanku padanya?” lanjutnya khawatir. “Kau mengkhianatiku?!!”

Alden mengenyitkan alisnya. “Kau ini kenapa sih?!” tukasnya keras sambil mengibaskan tangan Elsie hingga terlepas dari pergelangan tangannya. “Kau kira aku ini apa? Pengkhianat?” Dia menatap Elsie tajam-tajam. “Dengar Elsie Han—aku tidak akan melanggar apa yang sudah kujanjikan padamu, atau pada siapapun! Aku bilang akan menjaga rahasiamu, dan itu akan kulakukan! Terserah kau mau percaya atau tidak!”

Mendapat teguran sengit dan sedikit ketus dari Alden, Elsie menyusut dari posisinya. “Sorry … Aku sudah menyusahkanmu. Dan kau sudah begitu baik mau menolongku, memberi tempat padaku untuk menenangkan diri. Seharusnya .. aku berterimakasih dan bukannya .. mencurigaimu … “ Elsie menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Sekali lagi, … maaf …. “

Terdengar Alden menghela nafas. Begitu juga bunyi pelan dari gelas yang diangkat dari meja. Elsie melirik ragu-ragu dari tempatnya, dan melihat Alden sedang menghirup jusnya, membiarkan rasa manis dari aroma buah itu meresap membasahi tenggorokannya. Elsie memejamkan mata perlahan-lahan kemudian menundukkan kepalanya kembali.

Pada saat itu, Bibi So memasuki ruang makan dengan terburu-buru. Kepalanya hampir menubruk pintu ketika kakinya tersandung karpet tebal yang mengalasi lantai di lorong luar ruang makan tersebut. Nafasnya tersengal-sengal begitu sampai di sebelah Alden.

“Tu .. tuan muda … “

Alden melirik dari balik gelas di tangannya. Alisnya berkerut. “Ada apa?”

“Di … di luar … “ Bibi So menekan dada sambil menarik nafas dalam-dalam. Kata-kata yang ingin dikeluarkannya sepertinya susah untuk dilontarkan.

Alden menaikkan alisnya. Setelah meletakkan gelas ke atas meja, dia berkata dengan nada tegas. “Saya tidak menerima tamu sepagi ini, bi. Apalagi di rumah ini! Jika ada yang ingin dibicarakan, mengenai pekerjaan, .. suruh orang itu menungguku di kantor .. “

Bibi So mengibas-ngibaskan tangannya sebelum Alden selesai bicara. “Bu … bukan itu, tuan muda …. O .. orang itu …. Yang … di luar … nyo .. nyonya … besar …“

TINGGG!!

Elsie berpaling dengan cepat, …. ke pria yang duduk di sebelahnya. Rupanya piring di depan Alden tersenggol sikunya tadi sehingga garpu dan sendok yang berada di atas piring berbenturan menimbulkan bunyi berdenting nyaring.

Elsie melihat Alden terpekur kaku. Bibirnya terbuka, terlihat sedikit bergetar, … namun tidak ada suara yang terucap.

“Tu … tuan … muda …. “ Bibi So menegur pelan. Nafasnya yang dihela terdengar berat.

Bibi So sangat mengerti apa artinya ini, .. sedang terjadi pergolakan batin yang begitu hebat dalam diri Alden begitu mendengar kata ‘Nyonya Besar’ terucap dari mulutnya. Di satu sisi, laki-laki muda ini mungkin dikejutkan oleh kemunculan mendadak dari ibunya yang sudah menghilang selama puluhan tahun itu, sedangkan di sisi lain …. Mungkin saja dia sedang memperhitungkan bagaimana layaknya bersikap terhadap ibundanya yang tak bertanggungjawab itu.

Alden berdiri dari duduknya, .. memundurkan kursi dengan bagian belakang sepatunya. Dia tidak mengeluarkan suara, menghadap ke pintu dengan mata tak berkedip yang … samar-samar terlapisi embun, .. melangkah dengan langkah panjang-panjang_beranjak meninggalkan Elsie dan Bibi So yang saling melempar pandangan.

“Tu .. tuan muda!!” teriak Bibi So yang bergegas-gegas mengejarnya.

Elsie masih terpaku di tempatnya. “Nyonya? … ,” gumamnya pelan. “.. berarti … “ Mata Elsie melebar perlahan. “Oh_Tuhan … “ Terburu-buru Elsie berlari keluar ruangan sambil membekap mulutnya.



*****TBC*****

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline huey

  • Newbie
  • *
  • Posts: 73
  • bogosipta....saranghae...
  • Location: Semarang
    • View Profile
    • Huey is Coming
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #214 on: November 28, 2011, 09:02:28 pm »
horeeeeeeeeeeeeeee.... [smiley-gen013] [smiley-gen013]
aku telat yaaaaaaaaaaaaaa.... [sweat]

mami dah balekkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.... [clap] [clap]
chukaeeeeeeeeeee  Emoticons0427 Emoticons0427

ni ep ep rada2 berat ya mi.... [nicethread]
aku harus baca 2x nih...... [hammer]
biar ga dongdong... hammer2
hehehhehe [biggrin]

waduuuuuuuuuuhhhh pertamanya nyangkanya si sheldon yang mirip minho.. [AddEmoticons04226]
kok ksininya malah jadi alden ya??? [AddEmoticons04232]
penasaran nih miiiiiiiiiiiiiiiii..... [AddEmoticons04239]
sapa minhonyaaaaaaaaaaaaaa..... [AddEmoticons04259]

elsie dsini rada2 galau ya..... [hmpfh] [hmpfh]

kok alden ngijinin pake baju mamanya?? Emoticons0426
jangan2 diam2 alden juga suka ma LC??? [AddEmoticons04262]
hmmmm penasaran diriku... [AddEmoticons04241]

iiuuu

  • Guest
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #215 on: November 28, 2011, 09:40:39 pm »
alden is minho.. bukan bgtu mi??@maksa.com

emaknya alden dtg.. wooa.. penasaran alasan emaknya nggalin ald..
chapt 7 alden is mh ye mam..lol

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #216 on: November 28, 2011, 10:11:17 pm »
semakin cinta aku sama Alden song apa lagi sikapnya dingin tapi.. tegas  [cheekkiss] dia bisa menempatkan diri sebagai sahabat Sheldon  [hug] sebenarnya Elsie mau berapa lama menghindari Sheldon  [what] kalau dia terus" menghindar permasalahannya bukan cepat selesai malah sebaliknya , apa lagi dia seharus mempertegas sikapnya supaya tidak menggantung  kalau seperti ini yang semakin terluka Sheldon  [bored] ada apa kah gerangan yg di bawa nyonya besar yang datang tiba" setelah menghilang  [chin]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #217 on: November 29, 2011, 09:26:03 am »
semakin cinta aku sama Alden song apa lagi sikapnya dingin tapi.. tegas  [cheekkiss] dia bisa menempatkan diri sebagai sahabat Sheldon  [hug] sebenarnya Elsie mau berapa lama menghindari Sheldon  [what] kalau dia terus" menghindar permasalahannya bukan cepat selesai malah sebaliknya , apa lagi dia seharus mempertegas sikapnya supaya tidak menggantung  kalau seperti ini yang semakin terluka Sheldon  [bored] ada apa kah gerangan yg di bawa nyonya besar yang datang tiba" setelah menghilang  [chin]
ane jg cinta ama alden,, kyknya nyaman bgt bila punya cowok spt dia [hmpfh] [hmpfh] yah itu kelemahan els, say. dia tuh selalu plin plan, klu udah menghadapi masalah, maunya menghindar terus [sweat] [sweat] hmm, kira2 apa rahasia dibalik menghilangnya nyonya besar song ya [chin] [chin] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #218 on: November 29, 2011, 09:34:43 am »
alden is minho.. bukan bgtu mi??@maksa.com

emaknya alden dtg.. wooa.. penasaran alasan emaknya nggalin ald..
chapt 7 alden is mh ye mam..lol
yakin amat alden tuh minho [chin] [chin] #mikirlgmikirlagi [hmpfh] [hmpfh]
gw jg mesti mikir2 dulu alasan emaknya alden ninggalin dia #gubrakk
abis chp 7 baru gw tentukan siapa yg jadi minho [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #219 on: November 29, 2011, 10:02:34 am »
horeeeeeeeeeeeeeee.... [smiley-gen013] [smiley-gen013]
aku telat yaaaaaaaaaaaaaa.... [sweat]

mami dah balekkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.... [clap] [clap]
chukaeeeeeeeeeee  Emoticons0427 Emoticons0427

ni ep ep rada2 berat ya mi.... [nicethread]
aku harus baca 2x nih...... [hammer]
biar ga dongdong... hammer2
hehehhehe [biggrin]

waduuuuuuuuuuhhhh pertamanya nyangkanya si sheldon yang mirip minho.. [AddEmoticons04226]
kok ksininya malah jadi alden ya??? [AddEmoticons04232]
penasaran nih miiiiiiiiiiiiiiiii..... [AddEmoticons04239]
sapa minhonyaaaaaaaaaaaaaa..... [AddEmoticons04259]

elsie dsini rada2 galau ya..... [hmpfh] [hmpfh]

kok alden ngijinin pake baju mamanya?? Emoticons0426
jangan2 diam2 alden juga suka ma LC??? [AddEmoticons04262]
hmmmm penasaran diriku... [AddEmoticons04241]

baru tau ane balek yah, telat lu [hmpfh] [hmpfh]
emang bener ff ini rada2 berat [what] [what] moso mesti baca ampe 2x baru ngarti sih [sweat] [sweat] berarti, gwnya yg dongdong dong [hmpfh] [laughing]
nah, ini niat ane. biar semula dikira sheldon tuh sptnya minho, tp semakin ke depan kok jdnya spt alden loll
apa alden suka elsie??? hmmm mungkin jg, tp .. mungkin jg salah [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #220 on: November 29, 2011, 09:44:46 pm »
Mamiíiiiiiiiii , ald cool2 gimanaaaaaaaaaa gt bikin gw cenat cenut [hmpfh] tapi gw sih tetep sheldonerz [hmpfh] ald nampak tersepona ama penampilan els, tapi emang pembawaanya tenang sh bisa terkesan cool , els jg kyk yg tersepona ama ald [heh] mam, knapa ald nampak tergonc
ang dgn kehadiran ibunya????? 
ga sbr menanti sheld aka mino  [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #221 on: November 30, 2011, 09:17:00 am »
Mamiíiiiiiiiii , ald cool2 gimanaaaaaaaaaa gt bikin gw cenat cenut [hmpfh] tapi gw sih tetep sheldonerz [hmpfh] ald nampak tersepona ama penampilan els, tapi emang pembawaanya tenang sh bisa terkesan cool , els jg kyk yg tersepona ama ald [heh] mam, knapa ald nampak tergonc
ang dgn kehadiran ibunya????? 
ga sbr menanti sheld aka mino  [hmpfh]
cenat cenut [what] kepikiran omes nih [hmpfh] [hmpfh] loh loh--tetep sheldonerz toh [laughing] [laughing] ald bukan hanya agak terpesona ama penampilan els, tp masih ada yg lain,, apa itu? ga bakal gw kasih tau [laughing] [laughing] emberrr dah, si els selain terpesona ama ald, juga rada2 penasaran nih spt apa laki2 misterius yg satu ini [hmpfh] [hmpfh]
ibu ald meninggalkan keluarga mereka sekitar 17 thn yg lalu,, jadi elu bisa bayangkan kan? knp ald ga terguncang [what] [what] klu gw mah dah mati berdiri saking kagetnya [sweat] [sweat]
percaya amat klu sheld tuh minho [chin] [chin] [goodgrief] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #222 on: December 01, 2011, 12:27:54 am »
Mamiíiiiiiiiii , ald cool2 gimanaaaaaaaaaa gt bikin gw cenat cenut [hmpfh] tapi gw sih tetep sheldonerz [hmpfh] ald nampak tersepona ama penampilan els, tapi emang pembawaanya tenang sh bisa terkesan cool , els jg kyk yg tersepona ama ald [heh] mam, knapa ald nampak tergonc
ang dgn kehadiran ibunya????? 
ga sbr menanti sheld aka mino  [hmpfh]
cenat cenut [what] kepikiran omes nih [hmpfh] [hmpfh] loh loh--tetep sheldonerz toh [laughing] [laughing] ald bukan hanya agak terpesona ama penampilan els, tp masih ada yg lain,, apa itu? ga bakal gw kasih tau [laughing] [laughing] emberrr dah, si els selain terpesona ama ald, juga rada2 penasaran nih spt apa laki2 misterius yg satu ini [hmpfh] [hmpfh]
ibu ald meninggalkan keluarga mereka sekitar 17 thn yg lalu,, jadi elu bisa bayangkan kan? knp ald ga terguncang [what] [what] klu gw mah dah mati berdiri saking kagetnya [sweat] [sweat]
percaya amat klu sheld tuh minho [chin] [chin] [goodgrief] [hmff]

lagian untuk urusan apa dunks eomma nya Ald dtg lagi setelah 17 tahun menghilang , apa karena harta warisan Ald, atau punya niatan lainnya [chin], gw ga bisa bayangin gimana jadinya kalo ampe Ald akhirnya jatuh cinta ama Els secara Elsi adalah wanita yang sangat dicintai oleh Sheld ,sahabat karibnya [goodgrief] jangan ampe deh sahabat jadi musuh  [head break] [head break] [head break] gara2 authornya [guns] [guns] [hmpfh] [hmpfh]

gw mantep mam kalo sheld adalah minho ga tau kenapa hatiku mengatakannya [hmpfh]



    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #223 on: December 01, 2011, 03:57:18 am »
SERUUUU...

Itu yang dateng ibunya Alden yah? kemana aja dia selama ini? Kok ninggalin Alden?

Jadi ternyata Alden itu masih keturunan ningrat gitu? waaaahh....Bener2 bibit yang baik neh buat Elsie... [hmpfh] [hmpfh]...


Alden mengangkat jempol kanannya dan tersenyum dengan sangat samar. Entah karna lega_Sheldon tidak memaksa lagi (karna terus terang saja, dia tidak sanggup menyimpan rahasia Elsie yang sekarang tinggal di rumahnya itu berlama-lama dari sahabat karibnya yang satu ini), atau karna … dia merasakan suatu tekanan yang perlahan-lahan … mulai menghimpit dadanya?

Gue suka ne,...kayanya diem2 Alden suka tuh ama Elsie...Dan dia merasa sesak karena kalau ternyata Elsie cinta ama Sheldon, berarti tidak ada lagi kesempatan buat dia.

Highlight pleaseee..
Buat pembaca dn penggemar minsun di thread ini ataupun di callminsun, ini off the topic. Maaf yah Luph, kalau gue kesempatan nyampah....tapi swear, gue penasaran abes...
Sebenernya udah gw dah lama banget mau nanya ini ama teman2 pencinta minsun sekalian. Gw tau kalau kita semua penggemar minsun. Tapi temen2 tau ngga sih apa yang terjadi SEBENARNYA ama minsun, sebelum dan sesudah berita LMH 'pacaran' ama PMY? Kalau gw, karena gw suka banget ama Minsun, dan taunya mereka itu bener2 kaya pasangan jodohdari poto2 mereka d mana2, makanya seneng banget ama mereka, dan percaya kalau mereka itu emang pacaran diem2. Tapi karena mereka ngga pernah mengakui, makanya gue pikir, emang mereka beneran gak pernah pacaran. Jadi selama itui hanya murni kebetulan. Tapi sebenernya seperti apa sih mereka?? Temen2 pada tau ngga? Kalau ada yang bisa bagi cerita, tolong dong PM ke saya...Pleaseeee...
Sorry ya luph...kalau kamu juga tau, tolong dong bagi2...
hehehee...

trima kasiii...Luph you banget deeeh.... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
« Last Edit: December 01, 2011, 04:01:57 am by Mawar Jingga »

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 6# 29 Nov' 11
« Reply #224 on: December 01, 2011, 09:44:40 am »
SERUUUU...

Itu yang dateng ibunya Alden yah? kemana aja dia selama ini? Kok ninggalin Alden?

Jadi ternyata Alden itu masih keturunan ningrat gitu? waaaahh....Bener2 bibit yang baik neh buat Elsie... [hmpfh] [hmpfh]...


Alden mengangkat jempol kanannya dan tersenyum dengan sangat samar. Entah karna lega_Sheldon tidak memaksa lagi (karna terus terang saja, dia tidak sanggup menyimpan rahasia Elsie yang sekarang tinggal di rumahnya itu berlama-lama dari sahabat karibnya yang satu ini), atau karna … dia merasakan suatu tekanan yang perlahan-lahan … mulai menghimpit dadanya?

Gue suka ne,...kayanya diem2 Alden suka tuh ama Elsie...Dan dia merasa sesak karena kalau ternyata Elsie cinta ama Sheldon, berarti tidak ada lagi kesempatan buat dia.

Highlight pleaseee..
Buat pembaca dn penggemar minsun di thread ini ataupun di callminsun, ini off the topic. Maaf yah Luph, kalau gue kesempatan nyampah....tapi swear, gue penasaran abes...
Sebenernya udah gw dah lama banget mau nanya ini ama teman2 pencinta minsun sekalian. Gw tau kalau kita semua penggemar minsun. Tapi temen2 tau ngga sih apa yang terjadi SEBENARNYA ama minsun, sebelum dan sesudah berita LMH 'pacaran' ama PMY? Kalau gw, karena gw suka banget ama Minsun, dan taunya mereka itu bener2 kaya pasangan jodohdari poto2 mereka d mana2, makanya seneng banget ama mereka, dan percaya kalau mereka itu emang pacaran diem2. Tapi karena mereka ngga pernah mengakui, makanya gue pikir, emang mereka beneran gak pernah pacaran. Jadi selama itui hanya murni kebetulan. Tapi sebenernya seperti apa sih mereka?? Temen2 pada tau ngga? Kalau ada yang bisa bagi cerita, tolong dong PM ke saya...Pleaseeee...
Sorry ya luph...kalau kamu juga tau, tolong dong bagi2...
hehehee...

trima kasiii...Luph you banget deeeh.... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
iya yg datang tuh ibunya alden,, kemana aja dia selama ini? hmm--ada alasan kenapa dia sampai meninggalkan alden,, pd akhirnya akan terbongkar jg rahasia dibalik keluarga alden, so--sabar aja ya [hmpfh] [hmpfh]
yoiiiiiii alden tuh keturunan ningrat,, masih berdarah biru [hmpfh] [hmpfh] yah so pasti bibit yg sangat baik dung,, tp apa buat els? belum tentu tuh [hmpfh] [hmpfh]

Quote
Alden mengangkat jempol kanannya dan tersenyum dengan sangat samar. Entah karna lega_Sheldon tidak memaksa lagi (karna terus terang saja, dia tidak sanggup menyimpan rahasia Elsie yang sekarang tinggal di rumahnya itu berlama-lama dari sahabat karibnya yang satu ini), atau karna … dia merasakan suatu tekanan yang perlahan-lahan … mulai menghimpit dadanya?

Gue suka ne,...kayanya diem2 Alden suka tuh ama Elsie...Dan dia merasa sesak karena kalau ternyata Elsie cinta ama Sheldon, berarti tidak ada lagi kesempatan buat dia.
alden mulai ada rasa ke els,, tp .. apa itu rasa suka? terus terang aja, dia belum tahu,, mungkin saja perasaan yang dirasa menghimpit dadanya itu hanya 'karna' masalah yg dialami sahabat karibnya, si sheldon, dan bukan perasaan yg lainnya ... [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun