Author Topic: The One & Only # HIATUS ;p  (Read 11786 times)

Offline carina ainy

  • Newbie
  • *
  • Posts: 17
    • View Profile
Sama2 sist^^.
Jadi hari jum'at di updatenya, okelah aku tunggu.. ><
Aku doain deh gajinya cepet naik..
Hehehe..^^
Semangat y sist.. ;))=))

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
TEGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA



 [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219]


KEJAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
mo ikutin cara Hye Sun ahhhhh , D-3 [hmpfh] [hmpfh]


“Saranghee Goo Soo Hee” ucap Joon

Setelah mengucapkan kata cintanya pada Soo Hee, Joon menundukkan kepalanya sedikit dan kedua tangannya menarik pinggang ramping Soo Hee untuk lebih mendekat kepadanya, perlahan bibir Joon meraih bibir mungil Soo Hee dan mengecupnya pelan. Kedua mata itu saling berpandangan saat ciuman singkat itu terlepas, namun di detik berikutnya Joon kembali mencium bibir Soo Hee namun kali ini lebih dalam dan menuntut seolah ini menjadi pembuktian cintanya kepada Soo Hee, seolah ini menjadi kesempatan yang tidak mungkin dilepasnya, karena mungkin kesempatan itu tidak akan pernah datang lagi untuknya.



  [biggrin] [bye]
« Last Edit: January 31, 2012, 10:38:25 pm by Shanty_minsun »


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
gw percaya n yakin 100% yg genit mah authornya [hmpfh] [laughing] [laughing] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

 [hmpfh] [hmpfh]



hi Carina  [arms] [arms] welcome to this tret ama author yg agak aneh [hmpfh] thanx ya udah mo mampir ke tret ini dan juga komen.

up date nya hari JUM'AT y coz ane sibuk banget , kerjaan menumpuk maklum mo minta kenaikan GAJI nih [hmpfh]



ini udah sabtu,,,mana updatean-nya [what] [what] [what] katanya jum'at ini udah langgar janji [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono]
[/quote]

 [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04257]



TEGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA



 [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219]


KEJAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM



 [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [hmff] [huglove]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Ayoo update sudah hari jumat

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile

Chapter 4



Joon memasuki SoulStar Hotel dengan langkah yang tergesa-gesa.
Ditempat yang sama Soo Hee meyakini pria yang terlihat berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya yaitu Mr Dulake adalah tunangannya Joon yang berdiri membelakanginya, maka tanpa ingin membuang waktu Soo Hee memutuskan untuk menghampiri tunangannya karena sepertinya “JOON” tidak mendengar panggilannya.

Tanpa di ketahui Soo Hee, pria yang diyakininya adalah Joon sedang dilanda kepanikan yang luar biasa akan panggilan Soo Hee.

Kwon merasa rencananya akan berantakan jika gadis itu sampai menghampirinya.

“Goo Soo Hee”gumam Kwon pelan namun cukup terdengar jelas oleh Martin yang berdiri dihadapannya seolah meminta kepastian pada pria asing ini akan gadis yang memanggil nama lain pada dirinya , sedangkan Martin hanya menganggukkan kepalanya perlahan menjawab pernyataan Kwon dan disisi lain Soo Hee masih mencoba menggapai “Joon” namun ….

“akhhhhhhh”teriak Soo Hee saat tubuhnya bertabrakan dengan seorang pemuda dan membuat tubuh mungilnya oleng dan mulus mencium lantai lobby hotel.
Disaat itupun Martin langsung menarik tubuh jangkung Kwon dan memasuki lift yang berpintu kaca saat pintu tersebut terbuka.

“Sosongheyo Agashi. Gwenchana?” ucap pemuda itu dengan nada khawatir melihat Soo Hee mengusap bahunya
“Gwenchana”sahut Soo Hee yang masih terus mengusap-usap bahunya yang dirasa masih berdenyut-denyut
“Sekali lagi aku minta maaf . Aku sedang terburu-buru jadi tidak berhati-hati sampai akhirnya aku menabrakmu” ucap pemuda itu dengan nada menyesal sambil berusaha membantu Soo Hee untuk berdiri

Soo Hee tidak menolak bantuan pemuda tersebut dan membiarkan lengan kekar tersebut melingkar di pinggang rampingnya sedangkan lengan satunya meraih tangan Soo Hee dan menyampirkannya di bahunya

“Komapta” ucap Soo Hee atas bantuan pemuda tersebut

“Jae Suk. Bong Jae Suk “ucapnya memperkenalkan diri
Soo Hee tersenyum ramah saat pemuda itu memperkenalkan dirinya

“Komapta Bong Jae Suk-ssi”ucap SOo Hee berterima kasih lengkap dengan nama pemuda tersebut



“APA KAU MEMANG SELALU BERSIKAP RAMAH PADA SETIAP PRIA, GOO SOO HEE?”


Kwon mencengkram kuat-kuat sisi-sisi lift berpintu kaca tersebut seolah menahan amarah yang bergejolak kuat dihatinya yang sulit untuk dimengertinya.

**********
“Soo Hee-aa!” Joon terlihat panik saat melihat Soo Hee sedang di papah oleh seorang pria asing
Joon meraih tubuh mungil tunangannya dan menatap wajah  cantik itu dengan cemas ,sedangkan Jae Suk hanya termangu ditempatnya melihat  pria di hadapannya  yang sangat dikenalnya dengan baik.

“Gwenchana?” tanya Joon sambil memegangi wajah Soo Hee

“Joon, aku tidak apa-apa”sahut Soo Hee menjelaskan akan kekhawatiran tunangannya.
Jae Suk mengurungkan niatnya saat akan memanggil nama lain pada wajah yang sama

“Sepertinya kau sudah tidak apa-apa Agashi, aku pamit dulu”ucap Jae Suk seolah mengingatkan kehadirannya diantara dua sejoli tersebut.

Joon menatap wajah Jae Suk  dan mengulurkan tangannya mengucapkan terima kasih atas pertolongannya terhadap Soo Hee dan Jae Suk membalas uluran tangan tersebut dengan senyum yang menawan.

“Wajah yang sama, tinggi badan dan  semua yang ada pada diri pria itu mirip sekali dengan Kwon. Tapi ada yang berbeda pada diri pria itu yang tidak dimiliki Kwon. Sorot mata pria ini serta sikapnya sangat berbeda dengan Kwon yang kukenal dengan baik “ Jae Suk terus mengobservasi Joon seolah pria itu adalah barang langka yang perlu di cermati dengan baik.

“Ada yang salah?” ucap Joon dan membuat Jae Suk tersadar dari kesibukannya
“Ahniyo, hanya saja aku seperti pernah melihatmu tapi aku lupa dimana” ucap Jae Suk asal
“Tapi aku rasa ini adalah pertemuan kita yang pertama”ucap Joon
“Tapi sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas pertolonganmu pada tunanganku” ucap Joon yang membuat Jae Suk semakin bingung dengan situasi yang tengah dihadapinya saat ini.


Drtttt drtttt drtttt…


Jae Suk merogoh saku jaketnya dan mengambil BB Onyx putihnya yang terus menjerit
Belum sempat dirinya memberi salam , seseorang disebrang sana sepertinya sudah tidak sabar dan langsung mengutarakan maksudnya pada Jae Suk.

“kau dimana?” tukas Kwon dengan nada agak ditekan  dan terkesan tidak sabar menunggu jawaban Jae Suk
“Aku sudah berada di Hotel, sebentar lagi aku menuju kesana” ucap Jae Suk pada sahabatnya . Dan sambungan teleponpun terputus .

“sangat tidak sabaran” tukas Jae Suk kesal dengan sikap kwon

“Maaf aku sedang terburu-buru mungkin kita bisa bertemu di lain waktu” ucap Jae Suk berpamitan

“Komawo Jae Suk-ssi” ucap Soo Hee yang diikuti Joon dengan senyuman yang terkesan ramah.

Dan Jae Suk pun meninggalkan kedua sejoli itu dengan perasaan yang masih berkecamuk di dalam hatinya.

Dirinya yakin jika tadi yang menghubunginya di telepon adalah Kwon sahabatnya dan sepengetahuan dirinya Kwon hanya sebatang kara dan itu berarti dia tidak mempunyai kerabat apalagi jika Kwon mempunyai kembaran.
Tapi pria tadi wajah dan perawakannya sangat mirip sekali dengan Kwon.
Sampai akhirnya………

“Masih ingin diluar?” tukas Kwon yang berdiri gagah lengkap dengan wajah dinginnya menyambut kedatangan Jae Suk.
Jae Suk yang tersadar dari kebingungannya memasuki kamar President Suit yang di tempati oleh Kwon dengan tatapan takjub akan kamar mewah ini.

“Wow, harga kamar ini tidak murah Bro” ucap Jae Suk sambil mengusap-usap sofa panjang yang terletak di tengah ruangan tersebut.

“Apa yang terjadi dibawah?” tukas Kwon seolah menyelidik sambil meminum Brandy nya dalam satu kali tegukan .
“kau melihatnya?” tanya Jae Suk tanpa menyadari bahaya yang sedang mengancamnya

“Jawab saja pertanyaanku. Apa yang terjadi antara kau dan Soo Hee ?” tanya Kwon tidak sabar dengan tatapan mata yang berkilat-kilat membuat Jae Suk semakin yakin akan “KECEMBURUAN” Kwon.

“Seharusnya kau berterima kasih pada sahabatmu ini Kwon”ucap Martin yang muncul dengan membawa 2 kaleng bir dalam genggamannya dan melemparkannya satu kea rah Jae Suk.

“HUPPPPP”

Jae Suk menangkap sempurna bir kaleng lemparan Martin dan langsung membuka tutup kaleng tersebut dan meminumnya untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokannya

“aku tidak sengaja menabraknya” ucap Jae Suk sambil menyeka bibirnya yang terasa basah akibat soda bir tersebut.
Kwon masih sibuk menginterogasi sahabatnya seolah tidak puas dengan jawaban yang diberikan Jae Suk kepadanya
“Dan aku hanya membantunya berdiri dan sedikit berbincang dengannya sampai tunangannya hadir diantara kami” ucap Jae Suk menjelaskan secara detail kepada kwon.

“Sudahlah Kwon jangan seperti itu padaku” tukas Jae Suk yang merasa sikap Kwon sangat berlebihan kepadanya.
Jae Suk seakan teringat sesuatu saat menatap wajah Kwon

“Kwon, apa kau mengenal tunangan gadis itu ?” pertanyaan Jae Suk membuat Kwon mengerti akan maksud sahabatnya
Martin yang merasa hanya jadi penonton dari “perdebatan” kedua sahabat ini memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.

“Kwon, aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku dan soal Soo Hee kita bicarakan besok “ucap Martin yang sudah berdiri di pintu dan Kwon hanya menganggukkan kepalanya  dan Martin pun meninggalkan kamar mewah tersebut beserta Kwon dan Jae Suk didalamnya.

“Kwon , you act just like a jealous fiancée over Soo Hee, ckckck. You really fall in love with your brother’s fiancée” gumam Martin dengan senyum tipisnya berjalan di lorong-lorong kamar mewah hotel megah tersebut.
***

“Kwon!” Jae Suk masih menunggu jawaban sahabatnya dengan tidak sabar.

“Seperti yang kau lihat “ ucap Kwon menjawab seadanya

“Jadi kalian,……..KEMBAR?” ucap Jae Suk tidak percaya

“Dan kau harus membantuku dalam misi ini” ucap Kwon  

“Maksudmu?” Jae Suk bingung dengan pernyataan yang dilontarkan Kwon kepadanya

“Bantu aku mengambil posisi JOON” ucapnya dengan seringai yang menghiasi bibir padatnya
“Semuanya akan aku jelaskan padamu, tapi satu hal yang perlu aku tegaskan dan perlu kau garis bawahi dan harus
selalu kau ingat ……” JANGAN PERNAH MENCOBA MENDEKATI BURUANKU “ ucap Kwon tegas

“Goo Soo Hee?” tanya Jae SUk polos



Namun Kwon tidak menjawab pertanyaan Jae Suk karena Kwon sudah sibuk dalam tumpukan-tumpukan dokumen yang tergeletak sembarang di ranjangnya.

“Kau menyukainya?” , “ Tapi gadis itu adalah  calon adik iparmu?’ tukas Jae SUk menghampiri Kwon

“Memangnya aku perduli” ucap Kwon asal dengan senyum jahatnya

“Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan ,Kwon?’ gumam Jae Suk menatap wajah Kwon yang terlihat tersenyum tipis menatap sebuah foto seorang gadis yang ia yakini adalah foto Goo Soo Hee
“Sebentar lagi semuanya akan menjadi milikku , termasuk dirimu sayang” ucap Kwon mengusap halus foto Soo Hee dan mengecup singkat foto tersebut


***

“Joon , kau tidak sedang membohongiku,kan?” tanya Soo Hee menggenggam erat jemari Joon
 
“Untuk apa aku membohongimu,sayang. Ponselku lowbatt jadi aku memutuskan untuk segera menemuimu di restoran bukan di lobby hotel sesuai rencana kita semula”ucap Joon tapi sepertinya Soo Hee masih tidak percaya dengan pernyataan Joon.

“kau kenapa sayang, tidak mempercayaiku?” Joon menggenggam kedua tangan Soo Hee dan menatap wajah cantik itu penuh cinta

“Tapi aku tidak mungkin salah mengenalimu”gumam  Soo Hee dalam batinnya

“Soo Hee-aa” panggil Joon lembut membuyarkan lamunan Soo Hee
“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Joon cemas sambil membelai halus pipi Soo Hee dengan jemarinya
Soo hee hanya menggelengkan kepalanya namun malah membuat Joon heran dengan sikap tunangannya tersebut.
******


Kwon menatap serius layar I Pad nya dan mencermati dengan seksama tulisan-tulisan yang terpampang di layar tersebut. Kwon pun sibuk memainkan jari-jarinya di layar sentuh tersebut untuk mendapatkan informasi yang dia inginkan.

Senyum tipis mengembang di bibir padat itu. Kwon sepertinya sangat senang dengan pekerjaan yang dilakukan oleh informan Jang  dan dirinya yakin jika rencana yang sudah di susunnya dengan rapi akan berjalan dengan lancar.

“Martin, tolong kau urus keberangkatanku ke LA malam ini” ucap Kwon

“Malam ini?, bukankah kau ingin jadwal keberangkatanmu ke LA di samakan dengan jadwal keberangkatan Joon dan Soo Hee” ucap Martin kesal dengan sikap plin plan Kwon

“AKu harus menyelesaikan urusanku dulu di LA dan aku tidak ingin jika urusannku ini akan mengganggu rencana besarku terhadap Joon”ucap Kwon tegas

“Tapi…..” Martin bermaksud untuk protes tapi dirinya tahu jika perkataan Kwon adalah perintah yang tidak bisa untuk dibantah.

“Okay, I’ll find the ticket” dengus Martin kesal

“Aku benar-benar tidak sabar menantikan HARI BESAR itu tiba,hahahah” Kwon tertawa puas akan rencanya yang ia yakini akan berhasil

Kwon meraih koper berukuran sedang berwarna coklat tua dari atas lemari pakaian tersebut, satu persatu Kwon meraih pakaian-pakaiannya yang tergantung rapi di dalam lemari besar tersebut. Senyum terus terkembang di wajah tampan itu , sambil terus bersenandung kwon merapikan semua pakaian-pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper besar tersebut.

Kwon menatap cermin disamping ranjang besar itu dengan tatapan dingin, perlahan jemarinya menyentuh wajah tampannya , dan kedua mata elang itu terpejam perlahan seolah sedang membayangkan rencana besar yang tidak sabar untuk dilakukannya segera.

“Dan aku benar-benar tidak sabar untuk memilikimu …….Goo Soo Hee “Kwon membuka matanya dan tersenyum penuh arti

“Dan aku tahu dengan memiliki Soo Hee berarti aku membunuhmu secara perlahan Lee Joon” gumam Kwon dengan senyum menyeringai.

“Dan untukmu Cantik *jemari Kwon menunjuk foto Soo Hee yang tersampir di meja tersebut* aku akan membuatmu melupakan Joon untuk selamanya dari  hatimu dan mungkin saat hal itu terjadi kau tidak akan pernah menyadarinya jika Joon yang kau cintai dulu sudah digantikan  dengan Joon yang baru yang akan memberimu petualangan cinta yang baru”
@@@@


“Masih memikirkan kejadian tadi siang?” tanya Joon saat mematikan mesin mobilnya

“Dhe?” ucap Soo Hee bingung karena tidak terlalu mendengarkan perkataan Joon

“hhh, kau ini” Joon menjitak pelan puncak kepala Soo Hee dan menyuruh gadis itu untuk segera keluar dari mobil mereka

“Joon, tadi kau bicara apa?” tanya Soo Hee lagi penasaran sambil berusaha menyamakan langkah kakinya dengan kedua kaki jenjang milik Joon

“Nanti saja. Ayo cepat masuk” ucap Joon sambil menggenggam jemari mungil Soo Hee kedalam genggamannya.

“Ini rumah siapa ,Joon?” tanya Soo Hee lagi yang kebingungan,namun tetap mengikuti langkah Joon

Joon hanya tersenyum tipis melihat kebingungan Soo Hee , namun ada perasaan bahagia yang memenuhi hatinya.
Joon membuka pintu utama bangunan mewah tersebut dengan perlahan dan mengajak Soo Hee untuk mengikutinya masuk ke dalam.

“Joon!” ucap Soo Hee pelan

Bangunan mewah yang di persiapkan Joon untuk masa depannya bersama Soo Hee setelah mereka menikah nanti. Sebuah rumah yang di dominasi cat putih di setiap dinding-dinding kokoh tersebut, sebuah tangga yang menghubungkan antara lantai satu dengan lantai dua dengan bentuk yang berkelok sangat indah di pandang mata.

Lantai marmer dengan sentuhan warna cream menjadikan rumah tersebut terasa sangat nyaman . Langkah kaki Soo Hee terus berjalan menelusuri setiap sudut bangunan mewah ini seolah terhipnotis akan keindahan yang tercipta di dalamnya.

Sekarang keduanya sudah tiba di ruang kamar tidur utama yang lebih di dominasi dengan warna cream dan warna coklat tua dan sebuah sofa berukuran sedang terpajang membelakangi ranjang besar dengan di kedua sisinya terdapat meja kecil lengkap dengan lampu duduknya.

Ranjang besar yang terbuat dari kayu jati asli dengan ornament ethnic itu langsung menarik perhatian Soo Hee, terutama dengan hiasan kelambu berwarna gading yang membuat kesan romantis .

“Ini akan menjadi kamar kita,sayang” ucap Joon setengah berbisik dengan kedua lengannya memeluk pinggang ramping Soo Hee

“maksudmu?” tanya Soo Hee bingung dengan pipi yang sudah merona tergelitik akan hembusan nafas Joon

“Ini rumah kita” ucap Joon dengan menempelkan dagunya di bahu Soo Hee sambil memperat pelukan tangannya

“Joon” ucap Soo Hee pelan menahan air mata yang sebentar lagi akan keluar

“Aku harap kau menyukainya. Mungkin tidak semewah Goo Mansion tapi aku pastikan ini akan menjadi istana bagi keluarga kecil kita”ucap Joon

Soo Hee tidak pernah menyangka jika Joon akan membelikannya rumah untuk masa depan mereka tapi tidak bisa dipungkiri juga di dalam hatinya Soo Hee sangat bahagia akan keseriusan Joon mengenai masa depan mereka dan itu membuat Soo Hee semakin mencintai pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.

“Kau suka?” tanya Joon

Hiks….hiks…..hiksss…

Kedua bahu Soo Hee naik turun, suara isakan tangisnya terdengar begitu jelas di telinga Joon dan membuatnya sangat khawatir. Joon segera membalikkan tubuh mungil itu sehingga saat ini Joon bisa melihat dengan jelas wajah pucat itu sudah dipenuhi air mata dengan hidung mungilnya sudah berwarna agak ke merah-merahan.

“Soo Hee-aa, kenapa menangis?, apa kau tidak suka?”tanya Joon dengan meraup wajah mungil itu kedalam genggamannya

“Joon!” panggil Soo Hee pelan

“Komawo” ucap Soo Hee lagi yang masih terisak sambil menghapus air matanya

“Aku , tidak pernah memintamu untuk membelikan rumah setelah kita menikah nanti. Cukup dengan kau selalu ada di sisiku pasti akan membuatku bahagia” ucap Soo Hee

“Rumah ini terlalu mewah dan kau pasti menghabiskan uang yang banyak untuk membeli rumah ini”ucap Soo Hee pelan dengan kedua jemarinya meremas kuat sisi-sisi jaket yang Joon kenakan

Joon hanya tersenyum tipis akan kesederhanaan wanita yang sangat dicintainya. Dan Joon benar-benar tidak salah memilih Soo Hee untuk dijadikan istrinya karena selain kecantikan yang dimilikinya, kepribadian Soo Hee adalah nilai plus bagi Joon.

Joon menghapus air mata Soo Hee dengan jemarinya dan perlahan mengecup lembut dahi putih tersebut, di lanjut dengan kedua mata Soo Hee , lalu hidung mungil Soo Hee dan kedua mata Joon menatap penuh cinta pada Soo Hee dengan mengatakan “ aku tidak ingin melihatmu menangis,walaupun itu hanyalah tangisan bahagia. Hatiku terasa sangat sakit jika melihatmu seperti itu. Mulai hari ini, dan seterusnya sampai kita menikah nanti dan sampai kita menutup mata berjanjilah untuk selalu tersenyum  untukku”

“Joon,,,”

“Saranghee Goo Soo Hee” ucap Joon

Setelah mengucapkan kata cintanya pada Soo Hee, Joon menundukkan kepalanya sedikit dan kedua tangannya menarik pinggang ramping Soo Hee untuk lebih mendekat kepadanya, perlahan bibir Joon meraih bibir mungil Soo Hee dan mengecupnya pelan. Kedua mata itu saling berpandangan saat ciuman singkat itu terlepas, namun di detik berikutnya Joon kembali mencium bibir Soo Hee namun kali ini lebih dalam dan menuntut seolah ini menjadi pembuktian cintanya kepada Soo Hee, seolah ini menjadi kesempatan yang tidak mungkin dilepasnya, karena mungkin kesempatan itu tidak akan pernah datang lagi untuknya.

Soo Hee menempelkan kedua tangannya di dada  Joon dan masih memejamkan kedua matanya menikmati ciuman Joon yang terasa begitu indah dan meleburkan jiwanya.

*****


Martin mondar mandir  di dalam bandara Incheon sambil menatap arlojinya yang melingkar manis di pergelangan tangan kanannya.

“Dia bilang buru-buru, tapi kenapa dia sendiri yang datang terlambat”dengus Martin kesal dengan keterlambatan Kwon

“Bos Tampan” sahut Il Bo pada majikan barunya itu sambil menenteng koper berukuran sedang  berwarna coklat tua

“Apa kau akan kembali lagi?” tanya Il Bo cemas akan kelangsungan hidupnya nanti

“Nanti kau akan ditemani Jae Suk menuju Penthouse ku, kau boleh membawa anakmu juga untuk tinggal disana. Tapi ingat jangan sekali-kali berbuat yang aneh-aneh” ucap Kwon datar

“Dan yang harus kau ingat , kau harus menjaga velosterku baik-baik dan tidak boleh sampai lecet sedikitpun”ucap Kwon memperingatkan

Il Bo hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja menjawab segala perintah majikannya itu

Kwon yang ditemani Il Bo memasuki bandara Incheon dan akhirnya bertemu dengan Martin yang sudah memasang raut kesal karena terlalu lama menunggu kedatangannya.

“Where have you been Mr Kwon?” ucap Martin kesal sambil menyerahkan tiket pesawat itu pada Kwon
“Let’s Go!” ucap Kwon cuek tanpa memperdulikan kekesalan Martin akan keterlambatan dirinya
“Ingat dengan apa yang aku perintahkan” ucap Kwon mempertegas perintahnya pada supir barunya tersebut.

“KWON….KWON…..KWON…..” Jae Suk berlari-lari memanggil Kwon yang hampir memasuki pintu masuk keberangkatannya.

“What Now” dengus Martin kesal melihat kemunculan Jae Suk

“hhhhhh--- Kwon--- hhhhh, apa kau harus melakukan ini?” tanya jae Suk dengan nafas tersengal-sengal
Kwon hanya menatap dingin wajah sahabatnya itu seolah malas menjawab pertanyaan Jae Suk yang itu-itu saja

“Kau tidak boleh melakukan itu pada saudaramu sendiri, hhhhhh. Kau hanya akan melukai dirimu sendiri” ucap Jae Suk lagi tidak memperdulikan kemarahan Kwon akan pernyataannya itu

“Jae Suk, tolong kau antarkan Il Bo beserta anaknya untuk tinggal di penthouseku dan mulai hari ini aku minta kau juga pindah  dan mulai membantuku” ucap Kwon datar dan membalikkan tubuh jangkungnya untuk segera memasuki pesawat.

“Tapi Kwon…..”

“Kau sahabatku,kan?” ucap Kwon tanpa membalikkan tubuh jangkungnya

Kwon tahu betul jika Jae Suk sangat menyayanginya dan akan berbuat apapun demi sahabatnya meskipun bertentangan dengan nati nuraninya.
Kwon yang diikuti Martin berjalan terus memasuki pesawat setelah memberikan boarding pass mereka pada petugas bandara tersebut dan setelah semuanya beres , mereka berdua pun memasuki pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Los Angeles.

@@@@@


“ Kalian sudah bisa memastikan jika putraku akan tiba di Los Angeles malam ini?” ucap Mr Paul dalam bahasa inggris kepada Kent –asistennya.

“Jemput dia dan antarkan ke Hotel Hyatt untuk makan malam bersamaku” ucap Mr Paul
“Ingat! , hanya Kwon yang ingin aku temui” ucap Mr Paul mengingatkan Kent dengan tegas.
Setelah mendengarkan semua perintah Mr Paul, Kent segera pamit dan segera melakukan tugasnya untuk menjemput Kwon  yang mungkin sekitar 2 jam lagi akan tiba di bandara LAX, Los Angeles.

@@@


Akhirnya Kwon dan Martin  tiba di bandara LAX, Los Angeles lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan sebelumnya. Kedua pria tampan itu nampak keluar dari pintu kedatangan dengan menenteng koper masing-masing.

Dahi Kwon berkerut saat melihat Kent dan beberapa orang suruhan ayah angkatnya berdiri gagah di hadapannya.
Seutas senyum sinis terukir jelas di bibir Kwon ,dan di balik kaca mata hitamnya dapat terlihat jelas gurat-gurat kekesalan di wajah Kwon.

“Welcome home young master. How’s your flight?” tukas Kent dengan santun kepada Tuan mudanya

“Is Dad who send you to pick me up?” tanya kwon akan kehadiran Kent di bandara

Kent hanya tersenyum tipis menjawab pertanyaan Tuan Mudanya dan dengan santunnya, Kent meraih koper yang di pegang Kwon untuk dibawanya dan mempersilahkan tuan mudanya untuk mengikutinya , sedangkan Martin di intruksikan untuk berjalan mengikuti anak buah Kent menuju apartemennya .

Tanpa mengeluarkan sepatah kata dari bibirnya, kwon berjalan mengikuti perintah Kent untuk menemui ayah angkatnya.
Dan Mercy hitam tersebut melaju pergi meninggalkan bandara LAX menuju Hotel Hyatt dimana Mr Paul sedang menantikan kehadiran putranya.
*****



@Seoul, Korea

Jae Suk dan Il Bo akhirnya menempati penthouse milik Kwon . Walau sebenarnya Jae Suk agak enggan untuk menempati rumah mewah sahabatnya itu selama ketidakhadirannya di Seoul, tapi entah kenapa Jae Suk akhirnya menerima tawaran Kwon walau dia harus beradu argument dengan orang tua angkatnya perihal kepindahannya ke Penthouse sahabatnya itu.

Il bo yang sudah menidurkan putri kecilnya  berjalan menghampiri Jae Suk yang terlihat begitu gundah setelah kepindahan mereka ke tempat ini.

“Mau ku buatkan ramen?” ucap Il Bo membuyarkan lamunan Jae Suk

Tanpa menunggu jawaban Jae Suk, Il Bo segera berjalan menuju dapur untuk membuatkan ramen untuk dirinya dan Jae Suk. Dengan penuh ketelatenan , Il Bo mengambil 2 bungkus ramen di atas lemari makanan di dapur, tidak lupa dipersiapkannya 2 butir telur sebagai pelengkap memasak ramen. Jae Suk hanya tersenyum tipis melihat tingkah Il Bo yang sangat cekatan dalam mengolah masakan, walaupun itu hanyalah ramen yang semua orang pasti bisa membuatnya. Namun ada rasa kagum yang dirasakan Jae Suk terhadap lelaki setengah tambun itu. Mungkin karena terbiasa dalam mengurus gadis kecilnya tanpa seorang pendamping membuat Il Bo begitu cekatan dan lihai dalam mengerjakan semua pekerjaan yang dilakukan oleh seorang wanita.

Dengan nampan sebagai alasnya, Il Bo menaruh 2 mangkok ramen yang sudah matang diatas nampan tersebut dan membawanya ke meja makan dimana Jae Suk sedang duduk disana.

“Ayo dimakan selagi panas dan kupastikan kau akan menyukai ramen buatanku yang super duper lezat”tukas Il Bo saat meletakkan semangkuk ramen di hadapan Jae Suk.

Dan keduanya pun mulai menyantap ramen tersebut dan Jae Suk langsung memberikan dua jempol kepada Il Bo atas ramen buatannya yang terasa begitu lezat.
****

@Los Angeles, Amerika


Soo Hee dan Joon sudah tiba di bandara LAX, Los Angeles. Kedatangan mereka disambut oleh utusan dari Martin Dulake selaku sponsor utama Soo Design untuk pagelaran busana yang akan dilangsungkan di Hotel Hyatt .

Mr Smith menunduk hormat dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan dua tamu istimewa majikannya.

“My name is Collin Smith, Mr Dulake ask me to drive both of you safety to Hotel” ucap pria asing ini dalam bahasa inggris.
“Nice to meet you Collin. Can I call you that?”  Joon meminta ijin pada pria tersebut akan panggilan yang diberikan Joon untuknya.

“That’s fine”, jawab Collin

Setelah perkenalan yang cukup singkat, Collin mempersilahkan Joon dan Soo Hee untuk mengikutinya dan meninggalkan bandara untuk segera menuju Hotel.

Porche hitam sudah terparkir manis di  Vallet Parking area, seorang sopir berseragam hitam inisiatif meraih koper-koper milik Joon dan Soo Hee kedalam bagasi mobil tersebut.

Kemudian Collin dengan santun membuka pintu mobil dan mempersilahkan Joon dan Soo hee untuk masuk . Setelah itu Collin pun memasuki mobil dan duduk di samping sopirnya dan menyuruhnya untuk mengantar kedua tamu Mr Dulake ke Hotel Hyatt

Collin cukup terkejut dengan tamu  istimewa Mr Dulake yang ditemuinya hari ini . Sepasang calon pengantin yang sangat menarik perhatiannya, apalagi dengan latar belakang keduanya yang tidak bisa dibilang sebagai orang biasa.

Melalui kaca spionnya Collin mulai mengamati sepasang calon pengantin tersebut. Collin menilai Lee Joon sebagai seorang pria Korea yang sangat tampan dan gagah dengan pembawaan dirinya yang sangat berwibawa. Di usia 27 tahun, Joon sudah memiliki kehidupan yang mapan dan bisa dikatakan sukses dengan jabatan sebagai Vice President Director di Han Coorp. Yang menguasai bidang Property termasuk pemilik  SoulStar Hotel yang merupakan hotel terbesar di daratan Asia Pasific.  

Collin juga menilai Joon sebagai seorang pria yang sangat beruntung karena memiliki pendamping yang sangat sempurna . Gadis itu bernama Goo Soo Hee yang merupakan pewaris dari Daehwa Group yang menguasai 5 bidang penting dan terbesar dalam perekonomian Korea, yaitu  ( DaeHwa Textil, DaeHwa Gassoline, DAeHwa Automotive , DaeHwa Bank & DaeHwa Electronic ). Namun gadis cantik berusia 21 tahun ini lebih memilih mewujudkan impiannya sebagai Fashion Designer.

Collin berpikir di abad millennium ini masih ada orang-orang  seperti Joon dan Soo Hee yang tidak mengandalkan kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki oleh orang tua mereka dan itu semakin membuat Collin penasaran dengan pasangan ini.

Sambil terus mengamati kedua pasangan yang duduk di kursi penumpang sedang bercengkrama dengan Joon yang melingkarkan tangannya di bahu Soo Hee dan sesekali membelai halus puncak kepala wanita cantik itu.

Collin berpikir Tuhan sangat tidak adil pada dirinya karena Joon mempunyai calon istri yang sangat sempurna. Cantik, cerdas, berasal dari keluarga terpandang dan yang membuatnya sangat iri adalah gadis itu sangat mencintai tunangannya. Dan tanpa Collin sadari tatapannya terhadap Soo Hee membuat Joon sangat terganggu.

“Apa ini resiko yang harus aku tanggung karena memiliki calon istri yang menjadi incaran setiap laki-laki termasuk dengan pria asing di hadapanku ini yang sedari tadi tidak bisa melepaskan pandangannya dari Soo Hee”, gumam Joon kesal sambil memeluk erat tubuh mungil Soo Hee

Perjalananan menuju Hotel masih cukup panjang dan penumpang di dalam Porche hitam itu masih saling terdiam dengan kesibukan pikiran masing-masing .

Soo Hee yang sedari tadi mengagumi kota Los Angeles yang terlihat begitu ramai, Collin yang sedari tadi menatap kagum Soo Hee dari kaca spionnya dan Joon yang menatap kesal pada laki-laki asing yang berwajah  lumayan tampan yang terus memandangi Soo Hee sejak kedatangan mereka di bandara.
***

“Bagaimana urusanmu di Korea, apa semuanya sudah selesai?” tanya Mr Paul dalam bahasa koreanya yang fasih pada putra angkatnya.

Kwon meletakkan pisau dan garpunya di sisi piring makannya dan mengambil segelas red wine dan meminumnya dalam satu kali tegukan.

Mr Paul hanya tersenyum tipis memperhatikan setiap gerak gerik putra angkatnya tersebut.

“Apa yang Dad ingin ketahui?” ,tanya Kwon saat meletakkan  gelas kosong di hadapannya.

“You tell me and I’ll listen it”, ucap Mr Paul yang sangat ingin mengetahui kegiatan Kwon selama berada di Korea.

“Sepertinya tidak ada yang perlu aku jelaskan , karena Dad tahu benar apa yang aku lakukan selama 5 hari keberadaanku  di Seoul.

“Tidak bisakah kau melupakan saudaramu dan tetaplah fokus dengan kehidupanmu disini”. “ You have a great life here and you can get what you want”, ucap Mr Paul

“Melupakan Joon?, dan membiarkan dia hidup tenang dan bahagia sedangkan aku tetap dalam kehidupan yang selalu membuat hidupku terancam setiap menitnya” Kwon meluapkan segala kekesalannya terhadap Joon

“Jika dia bisa bahagia maka akupun harus bisa mendapatkan kebahagiaan itu”. “ Bajingan itu sudah cukup untuk menikmati semuanya dan aku harus mendapatkan semuanya,,,,tanpa ada sisa untuknya”, ucap Kwon geram

“Lalu apa yang akan kau dapatkan?” tukas Mr Paul

“Apakah semua yang aku berikan padamu tidak cukup?” Mr paul bertanya dengan nada sengit

“You never understand what I truly want” ucap Kwon datar dan berusaha untuk terlihat kuat di depan ayah angkatnya.

“Aku berusaha untuk menjadi orang yang tahu balas budi tanpa perlu aku ucapkan, karena itu bukanlah gayaku” gumam Kwon dan dengan kasar, kwon menarik kasar kursinya dan beranjak meninggalkan meja makan tersebut.

“Kwon, nanti malam pastikan kau tidak datang terlambat untuk transaksi besar dengan Mr Valentino nanti malam”ucap Mr Paul memperingatkan

“Don’t worry, I won’t be late. I just need some fresh air outside”, tukas Kwon tanpa membalikkan tubuh jangkungnya dan melanjutkan langkah kakinya meninggalkan sang ayah seorang diri di ruang mewah tersebut.  

“Suatu hari nanti anak itu bisa menjadi boomerang untukku jika aku tidak bisa mengendalikannya”, gumam Mr Paul
“Kwon, kau adalah tambang emasku dan aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan bisnisku karena dendam bodohmu itu”, ucap Mr Paul mengepalkan jemari keriputnya.
@@@@


“Ini kunci kamar kalian”, ucap Collin menyerahkan kunci kamar yang akan ditempati oleh Joon dan Soo Hee. Joon dengan sigap mengambil kedua kunci kamar tersebut dari  tangan Collin dan membuat laki-laki itu agak terkejut dengan sikap Joon terhadapnya.

“Selamat beristirahat”, ucap Collin sebelum meninggalkan sepasang calon pengantin tersebut

“Thanks” ucap Joon tersenyum tipis namun tatapannya terasa tajam pada lelaki bule di hadapannya.

Soo Hee hanya tersenyum melihat sikap Joon yang terasa begitu dingin  terhadap Collin , namun di dalam hatinya Soo Hee sangat senang dengan sikap Joon terhadap  Collin yang sedari tadi membuat Soo Hee merasa tidak nyaman dengan tatapan nakalnya.

Setelah kepergian Collin , Joon meraih koper-koper miliknya dan Soo Heed an beranjak meninggalkan lobby hotel menuju kamar yang akan mereka tempati.

“Komawo”, ucap Soo Hee sambil menggayutkan tangannya di lengan Joon.

“Mwo” ucap Joon heran

“Bersikap sebagai calon suamiku” ucap Soo Hee dengan senyum manisnya

“Aishhh, jangan tersenyum seperti itu lagi”ucap Joon pura-pura kesal

“kenapa dengan senyumku?” tanya Soo Hee bingung  dengan tangan yang masih menggayut di lengan tunangannya.
“Collin terpikat dengan senyum malaikatmu dan mungkin masih banyak pria-pria di luar sana yang juga terpikat dengan senyumanmu” Joon terus mengomel dan berjalan kesal sambil menjinjing koper-kopernya meninggalkan Soo Hee dalam kebingungan.

“Yaaa…. Lee Joon –ssi!”, teriak Soo Hee berusaha mengejar tunangannya .
Dan tanpa Soo Hee ketahui, Joon sedang mengulum senyumnya dan merasa aksi pura-pura marahnya membawa keberuntungan buat dirinya.

“Aku akan menghukummu sayang karena kau sudah membuatku cemburu setengah mati”gumam Joon dalam batinnya.
****


@Seoul, Korea


“Mereka sudah pergi?” tanya Ji Hyun terkejut dengan pernyataan Woo Young

“Soo Hee tidak memberitahumu?” tanya Woo Young sambil meminum coffee lattenya.

“ahni”ucap Ji Hyun kecewa karena sahabatnya pergi tanpa berpamitan padanya

“Goo Soo Hee, sahabat macam apa kau ini?” tukas Ji Hyun kesal sambil mengerucutkan bibirnya

“CUP”

Mata Ji Hyun terbelalak saat Woo Young dengan sengaja mengecup singkat bibirnya sedangkan Woo Young hanya tersenyum simpul melihat keterkejutan Ji Hyun akan tindakannya.

“Mulai sekarang kau adalah kekasihku”, ucap Woo Young seenaknya.

Ji Hyun yang tersadar dari keterkejutannya mendengus kesal akan sikap Woo Young yang sembarangan mencium bibirnya.

“Wae?” tanya Woo Young saat mendapat tatapan membunuh dari wanita yang sangat dicintainya.

“PLAKKKKK”

Tamparan keras mendarat manis di pipi Woo Young dan membuat pria itu terkejut namun tidak membuatnya kesal pada Ji Hyun , malah membuatnya semakin gemas akan sikap dingin Ji Hyun terhadapnya.

“JANGAN SEMBARANGAN MENCIUM BIBIR ORANG!”teriak Ji Hyun kesal sambil mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. Dan tanpa disadarinya teriakannya itu menarik perhatian orang-orang disekitarnya namun sepertinya Ji Hyun tidak memperdulikannya.

“Ji Hyun-ssi!, kau mau kemana?” tanya Woo Young saat Ji Hyun menarik kasar kursinya dan pergi meninggalkan Woo Young.

“Hong Woo Young, kau benar-benar pria brengsek, berani sekali mencuri ciumanku,hah”,  tukas Ji Hyun frustasi .
“Ji Hyun-ssi, kau semakin terlihat cantik jika sedang marah dan itu membuatku semakin mencintaimu” tukas Woo Young
*****


(Kembali ke Los Angeles, Amerika)


Kwon , Mr Paul beserta Martin nampak sedang menunggu tamu istimewa mereka malam ini di sebuah gedung tua yang terletak di sudut kota Los Angeles yang hanya orang-orang tertentu yang berani untuk datang ke tempat itu.  Karena area yang sepi dan gelap membuat sebagian masyarakat luar enggan untuk memasuki area tersebut karena rawannya dan merupakan tempat para mafia melakukan bisnis kotor mereka dan tanpa tersentuh oleh hukum.

Kwon yang mengenakan stelan kemeja merah darah dengan di padu celana hitam berbahan katun sutra , mantel hitam yang hampir menutupi kaki jenjangnya membalut tubuh jangkung Kwon dengan sempurna dan membuat kwon terlihat begitu gagah. Jemarinya masih disibukkan dengan menyentuh layar I Pad yang sedari tadi menyita perhatiannya , sedangkan Mr Paul lebih menyibukkan diri dengan menghisap cerutu favoritenya untuk menghilangkan rasa lelahnya menunggu kedatangan tamu istimewanya.

Sedangkan Martin hanya duduk manis sambil mengamati sekelilingnya untuk waspada jika ada hal-hal yang diluar dugaan mereka.



DRETTTTTTTT


Pintu besar yang terbuat dari besi tersebut terbuka lebar, beberapa pria bertubuh tinggi tegap yang terbungkus stelan jas yang rapi dengan wajah yang terlihat dingin dan sangar berjalan memasuki gedung tersebut dan seorang pria tampan dengan wajah khas latin , dengan pakaian yang bisa dikatakan sangat perlente berjalan dengan gagah menghampiri Mr Paul yang  sedang berjalan menghampiri pria latin tersebut menyambutnya dengan wajah sumringah namun tetap terlihat dingin.

“Maaf untuk keterlambatanku Mr Paul” ucapnya dalam bahasa inggris

“Aku tahu kau tidak mungkin akan melewatkan sesuatu yang sangat berharga untukmu Mr Valentino”ucap Mr Paul sambil menyerahkan beberapa koper besar  dan menyerahkannya pada anak buah pria latin tersebut untuk diperiksa keasliannya.

Kwon yang sudah berdiri gagah di samping Mr Paul mengawasi setiap gerak gerik dari orang-orang Mr Valentino dan mengawasi jalannya transaksi besar ini.

“You never fail me Mr Paul “, ucap Mr Valentino saat mencicipi barang haram itu dan yakin akan keasliannya

Mr Valentino segera memberi kode pada anak buahnya untuk menyerahkan uangnya pada Mr Paul.
Kwon membuka segera memeriksa keaslian dollar-dollar tersebut dengan cermat jika bayaran tersebut sesuai dengan kesepakatan mereka.

Setelah yakin akan jumlah dan keaslian dolar-dolar tersebut, kwon menutup koper-koper besi tersebut dan meraihnya segera dan menyerahkannya pada Kent.

Namun tanpa di duga Mr Valentino mengacungkan pistolnya tepat ke arah dahi Mr Paul dan itu membuat  Martin maupun Kent dan beberapa anak buah Mr Paul segera mengambil senjata api mereka namun orang-orang Mr Valentino lebih cepat dari yang mereka kira.

“Are you trying to cheat on me?” tukas Mr Paul dengan nada yang dibuat setenang mungkin.

“You should've learn from your own experience Paul”tukas Mafia Latin itu dan membuat Paul mengernyitkan dahinya.

“Apa dia tahu sesuatu akan kajadian 17 tahun yang lalu?” gumam Paul dalam batinnya

Saat keduanya terlibat argument yang seru dan  tanpa disadari keduanya, kwon memberi kode pada Kent dan juga Martin untuk melakukan aksi mereka dengan tetap bersikap tenang dan harus mengutamakan keselamatan ayah angkatnya.

Dengan hitungan yang hanya Kwon , Kent dan Martin ketahui, salah satu anak buah Kwon melempar gas air mata ke arah lawan dan sesuai perhitungan siasat yang dilakukan oleh Kwon, beberapa anak buah dari Valentino melakukan baku tembak ke segala arah , lalu kent bergerak kea rah Mr. Paul dan menarik tuannya  dan melindunginya agar terhindar dari peluru nyasar yang dapat merenggut jiwanya.


Tidak ketinggalan Martin langsung melumpuhkan lawannya dengan satu kali tendangan belda diri yang dikuasainya dan menembak beberapa anak buah Valentino tepat di dahi mereka.

Sedangkan Kwon langsung menyergap Valentino hingga tersungkur dan menghajar habis-habisan mafia latin tersebut karena kecurangannya dalam berbisnis dan hampir mengancam keselamatan jiwa ayah angkatnya.

Namun Valentino tidak semudah itu untuk di lumpuhkan , dia mengambil pistol berkaliber 38 yang kedap suara dan bermaksud untuk menembak Kwon ,namun tindakannya kalah cepat oleh Kwon yang dengan cekatan mengeluarkan pelurunya danmenembus tepat di dahi Valentino dan pria latin tersebut mati seketika.

Melihat Tuannya sudah berhasil di lumpuhkan oleh lawan, membuat anak buah Valentino yang masih hidup ketakutan dan bersiap untuk melarikan diri, namun sepertinya baik Kent maupun Martin tidak membiarkan salah satu dari mereka bernafas dan dengan cepat mereka langsung menembaki satu persatu anak buah Valentino tanpa membiarkan salah satu dari mereka hidup.

“Are you okay,son?” tanya Mr Paul dengan nada khawatir pada putra angkatnya.

“I’m fine Dad. You should worry about your self”, tukas Kwon sambil membantu sang ayah untuk berdiri.

“It’s a mess”, dengus Kwon kesal sambil meraih koper-koper yang berisi barang laknat tersebut dan menyerahkannya kepada Kent, sedangkan Martin meraih koper-koper yang berisi uang jutaan dolar.

“At least we got the money too”, tukas Martin dengan senyum menyeringai

“Kent, clear up”perintah Mr Paul pada asistennya.

Kent yang di bantu oleh 2 orang bodyguardnya memasang beberapa alat peledak di beberapa sudut , sedangkan Mr Paul yang di ikuti Kwon , Martin dan beberapa bodyguard lainnya keluar meninggalkan gedung tua tersebut dan berjalan menuju mobil mereka yang terparkir 2 blok dari gedung tua tersebut.

Tidak lama Kent yang diikuti 2 orang bodyguardnya terlihat keluar dari gedung tua tersebut dan setelah beberapa langkah dengan jarak cukup jauh dari gedung tua tersebut, Kent menekan tombol peledak dan dalam hitungan detik terjadi ledakan yang cukup memekakkan telinga dan membuat gedung tua tersebut hancur hingga menjadi puing-puing.
*******

“Collin, tolong atur pertemuanku dengan Nona Goo Soo Hee untuk membicarakan perihal Event SoHwa Fashion “tukas Martin pada asisten pribadinya di telepon.

“Jadi mereka sudah tiba di Los Angeles?” tukas Kwon memastikan
“It’s Show Time”ucap Martin dengan senyum yang menyeringai yang dibalas dengan tatapan dingin Kwon

“Aku ikut”ucap Kwon datar

“Mwo?”, “ Maksudmu ikut dengan rapat antara aku dan Soo Hee?” tukas Martin tidak percaya

“Apa kau sudah gila Kwon. Jika kau ikut dalam rapat nanti , Soo Hee pasti akan terkejut setengah mati melihat orang yang mirip dengan tunangannya dan itu berarti kau tidak bisa merebut posisi Joon seperti yang kau rencanakan sebelumnya” tukas Martin bertubi-tubi.

“Idiot. Kau pikir aku akan muncul begitu saja di hadapan mereka?” tukas Kwon kesal

“Tapi…..” belum sempat Martin menyelesaikan kalimatnya Kwon sudah keluar dari Volvo hitam yang berhenti tepat di Brosnan Resident.

“Hey!!!!” ucap Martin kesal dengan kebiasaan Kwon yang selalu saja bersikap seenaknya.

Drttttt  I Phone Martin bergetar tanda ada pesan masuk

“Hubungi aku kapan jadwal pertemuanmu dan Soo Hee berlangsung”pesan Kwon

Martin hanya mendengus kesal akan sikap bossy Kwon yang selalu menganggap dirinya adalah kacung yang tidak ada gunanya bagi seorang kwon.

Dan Martin pun melanjutkan perjalanannya menuju apartemen mewahnya di kawasan Beverly Hills.
********



Keesokan harinya, Soo Hee  dan Joon berencana untuk mengambil cincin pernikahan mereka yang sudah di pesan 3 bulan yang lalu ke sebuah toko berlian yang tidak lain adalan relasi bisnis dari keluarga Han.

Monika menyambut hangat pasangan calon pengantin tersebut dan menunjukkan hasil design cincin kawin yang sudah di pesan oleh Joon dan Soo Hee, dan sepertinya kedua calon pengantin itu sangat menyukai hasil karyanya terutama Soo Hee yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya akan keindahan cincin kawin tersebut .

“Kau menyukainya,sayang” tukas Joon menatap lembut Soo Hee yang tidak hentinya menyunggingkan senyum bahagianya.

“Monika, it’s beautifull. I love it so much. And it will be my beautifull wedding ring and I hope this ring will always united me and Joon for the rest of our life” ucap Soo Hee yang tidak sungkan meluapkan rasa bahagianya.
Joon mendekap erat tubuh mungil itu dan tidak lupa mengucapkan terima kasih atas hasil karya Monika untuk cincin pernikahan mereka.

*****


“Jam 2 siang ini , aku akan menemui Soo Hee dan Joon di Hotel Hyatt dan kami akan menggunakan meeting room untuk membicarakan beberapa hal mengenai pagelaran busana tersebut”ucap Martin memberitahukan pada Kwon perihal pertemuannya dengan Goo Soo Hee..

“AKu akan tiba sekitar 1 jam lagi”ucap Kwon singkat dan menutup pembicaraannya dengan Martin

Akhirnya waktu yang ditentukan sudah tiba. Soo Hee yang ditemani Joon sudah berada di ruang meeting menunggu kedatangan Mr Martin Dulake beserta beberapa sponsor yang terlibat dalam pagelaran busana pertama dari  SoHwa Fashion.

“Maaf untuk keterlambatanku Ms Goo dan ….*pandangan Martin jatuh pada sosok pria gagah yang berwajah sangat mirip dengan Kwon yang siapapun yang melihatnya akan berpikiran sama dengan dirinya jika pria yang ada di hadapannya ini jauh lebih baik dari Kwon yang dikenalnya walaupun dirinya belum mengenal baik sosok pria yang menjadi tunangan Goo Soo Hee*


“Mr Dulake, perkenalkan ini adalah calon suamiku, Lee Joon”ucap Soo Hee memperkenalkan tunangannya pada rekan bisnisnya

“Senang berkenalan dengan anda Mr Lee”ucap Martin sambil mengulurkan tangannya dan Joon pun membalas uluran tangan tersebut.

Setelah perkenalan tersebut tanpa membuang waktu, Martin memulai rapat mereka dengan presentasi mengenai susunan acara yang akan di gelar dalam Exhibition besar tersebut.

Kemudian Soo Hee memperlihatkan beberapa hasil designnya yang akan di peragakan oleh model-model yang sudah dipersiapkan dari pihak Dulake dan kawan-kawan.

Joon bahkan menambahkan beberapa susunan acara untuk menarik para pengunjung yang akan melihat pagelaran busana tersebut .


Setelah memakan waktu hampir 2 jam setengah , rapatpun berakhir dengan kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak.

“Saya bisa meyakinkan kalian berdua jika acara besar ini akan berjalan dengan lancar . terutama untukmu Ms Goo, melalui exhibition ini hasil rancangan SoHwa fashion akan menembus pasar Amerika. Percayalah padaku”, ucap Martin yakin.
*******
 
“Baiklah Ms Goo sampai bertemu untuk GR besok sore dan semoga acara ini berjalan dengan lancar”ucap Dulake sebelum akhirnya berpamitan dengan Joon dan Soo Hee.

“Rupanya Dulake masuk dalam daftar pesaingku juga”ucap Joon sambil merangkul bahu Soo Hee

“Tapi hatiku hanya akan mencintaimu seorang Lee Joon-ssi”ucap Soo Hee meyakinkan tunangannya
“Jeongmalyo”tukas Joon sambil memeluk pinggang ramping Soo Hee.

“Ne, jinja saranghamnida Lee Joon-ssi”ucap Soo Hee sambil melingkarkan kedua lengannya di leher Joon


“Saranghamnida Goo Soo Hee”balas Joon dengan suaranya yang teduh

*****

Kwon berjalan memasuki Hotel Hyatt dengan gagahnya.  Tubuh kekarnya terbalut sempurna dengan kemeja putih yang berkerah tinggi yang dipadu dengan jacket kulit berwarna coklat serta sepasang kaki jenjangnya yang terbungkus  celana katun sutra berwarna cream dan tidak ketinggalan sepatu booth rendah berwarna senada dengan jacketnya membuat Kwon bagaikan mannequin berjalan yang membuat para kaum hawa yang melihatnya berdecak kagum akan ciptaan Tuhan yang maha sempurna itu.

Namun tidak satupun wanita-wanita yang ada dihadapannya itu mampu menarik perhatian lelaki berdarah dingin tersebut untuk sekedar memberikan senyumannya atau kerlingan mata yang sering dilakukan para pria genit diluaran sana. Tapi walau para kaum hawa tersebut tidak dapat melihat jelas sepasang mata indah yang tertutup oleh kaca mata fashion ,namun mereka meyakini jika lelaki gagah tersebut pasti memilik sepasang mata yang sangat indah yang mampu menaklukkan hati setiap wanita yang beruntung melihatnya.

******

Joon meninggalkan Soo Hee sebentar di restoran Hotel untuk mengambil I Phonenya yang tertinggal di kamar hotel karena harus menelpon relasinya mengenai proyek yang akan ditanganinya sebelum hari pernikahannya dilangsungkan.

Mungkin takdir sudah menentukan pertemuan untuk kedua saudara yang sudah terpisah selama puluhan tahun lamanya ,walaupun sebenarnya pertemuan ini terjadi karena kesengajaan yang dilakukan oleh Kwon untuk segera menyelesaikan urusannya yang tertunda dengan Joon, saudara kembarnya.

Dan sesuai perkiraan Kwon, saudara kembar yang begitu ingin ditemuinya tersebut melihat dengan jelas sosok lelaki yang memiliki wajah dan perawakan yang sama dengan dirinya. Joon merasa bagaikan sedang bercermin di sebuah cermin raksasa melihat pantulan dirinya sendiri namun ada sesuatu yang berbeda dari hasil pantulan tersebut.

Walaupun mereka memiliki wajah dan perawakan yang sama tetapi ada suatu jiwa yang berbeda yang menempati tubuh yang sama. Joon sangat terkejut saat lelaki yang berwajah mirip dengannya menatapnya dengan tajam dan tersenyum menyeringai pada dirinya seolah sedang menantang dirinya tapi Joon berusaha untuk tetap tenang dan membalas tatapan lelaki tersebut walau berbagai pikiran aneh melintas di otaknya.


Joon kembali mengingat percakapannya dengan Soo Hee perihal kejadian beberapa hari yang lalu di SoulStar Hotel;

“Joon , kau tidak sedang membohongiku,kan?” tanya Soo Hee menggenggam erat jemari Joon
“Untuk apa aku membohongimu,sayang. Ponselku lowbatt jadi aku memutuskan untuk segera menemuimu di restoran bukan di lobby hotel sesuai rencana kita semula”ucap Joon tapi sepertinya Soo Hee masih tidak percaya dengan pernyataan Joon.
“kau kenapa sayang, tidak mempercayaiku?” Joon menggenggam kedua tangan Soo Hee dan menatap wajah cantik itu penuh cinta
“Tapi aku tidak mungkin salah mengenalimu”gumam  Soo Hee dalam batinnya



“Mungkinkah ?” gumam Joon dalam batinnya

“Asisten Kim, aku tidak tahu apa yang disembunyikan oleh Appa ku, tapi aku mohon bantu aku menyelidiki semuanya. Aku mohon bantuanmu untuk mencari tahu mengenai latar belakang keluargaku dan tragedy 17 tahun yang lalu”pinta Joon pada asisten pribadinya yang sudah seperti ayah kedua baginya.

****


“Joon, kau kemana saja?, kenapa lama sekali?” ucap Soo Hee kesal sambil mengerucutkan bibirnya

Tapi bukannya menjawab pertanyaan Soo Hee, Joon malah menatap tajam wajah cemberut Soo Hee yang menurutnya terlihat sangat menarik.

“Joon…Joon….yaaa Joon….”ucap Soo Hee mengguncang pelan bahu Joon

“Merindukanku?” ucap Joon tiba-tiba dan membuat Soo Hee terkejut akan sikap Joon yang menurutnya sangat tidak lucu
Joon menarik kursi dan duduk tepat disamping Soo Hee dengan tatapan yang begitu dalam dan menggoda

Soo Hee yang merasa sikap Joon sangat aneh merasa kesal dan menarik kasar kursinya dan beranjak pergi meninggalkan tunangannya itu.

“Bukannya minta maaf  dia  malah menggodaku. Jangan pikir aku akan mudah untuk memaafkanmu Lee Joon-ssi”dengus Soo Hee kesal sambil menghentakkan kasar langkah kakinya dan menuju pintu lift yang akan membawanya menuju kamarnya.

DINGGG”, pintu lift terbuka dan Soo Hee bergegas masuk dan menekan tombol ke lantai 11 dimana kamarnya ada dilantai tersebut .

Namun saat pintu lift akan tertutup sebuah tangan menahan agar pintu lift tersebut tetap terbuka dan sosok tubuh besar ikut memasuki lift tersebut dan hanya ada mereka berdua di dalam lift tersebut.

“Joon, apa yang kau lakukan?, kau sudah gila ya?” tukas Soo Hee kesal dengan sikap Joon barusan
Tapi bukannya menjawab pertanyaan tunangannya, Joon malah mendorong pelan Soo Hee ke pojok ruang lift tersebut dan menghalangi tubuh mungil itu dengan kedua lengan kekarnya.

“Joon, kau ini kenapa?” ucap Soo Hee cemas dengan sikap aneh Joon hari ini

Tangan kanan Joon perlahan membelai pipi Soo Hee yang merah merona dan kedua mata elang tersebut menatap tajam namun terasa meneduhkan bagi mata bulat Soo Hee dan membuat gadis mungil tersebut merasakan getaran yang berbeda dari sosok Joon dihadapannya ini.

Pandangan Joon menatap ke arah bibir mungil Soo Hee yang terlihat begitu menggoda dan membuat Joon menggigit kecil bibirnya saat ibu jarinya mulai menyentuh halus bibir merona itu.

“Joon”panggil Soo Hee pelan namun terdengar begitu gemetar

“Sudah lama aku ingin merasakannya”ucap Joon dan membuat Soo Hee bingung akan pernyataan tersebut.

Dan didetik berikutnya bibir padat Joon menempel ketat di bibir mungil Soo Hee dan membuat Soo Hee tersentak akan tindakan Joon yang begitu tiba-tiba.




“Ciuman yang berbeda, begitu liar dan panas. Namun……..terasa begitu indah”








NOte : udah ane up date ye, miane kalo membosankan dan makin ngalor ngidul ceritanya [heh] [heh] dan miane juga kalo ada kesalahan dalam penjabaran nama tempat ato penggunaan bahasa yang tepat dalam FanFic ini coz ane ga semoet browsing ataupun edit ulang postingannya. sekali lagi mohon maaf yang sebesar2nya. tapi jangan lupa kasih komennya ya. komawo [hmpfh] [lovestruck]
« Last Edit: February 03, 2012, 04:46:19 am by Shanty_minsun »


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
First  [clap] [clap] [clap] [hmff]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Gumawo eon for update...
Kyaaa,,,
apakah si kwon udah bunuh si joon dan apakah kwon sudah berubah jd joon,kok so hee merasakan ada yg berbeda dr joon,PENASARAN,,,
next jgn lama" eon updatenya truz yg long yah....update sun hye joon min donk...

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
kakak  [cheekkiss] thank you udah update  [hug]

btw kiss nya kurang kak, ko segitu doang udah end chapter  [goodgrief] next chapter tambahin lebih panjang & hot kak  [hmff]

sekarang giliran update sunhye sama joon min yaa  [hmpfh] malem ini kan updatenya?  [hmpfh] [laughing]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
MAKASIH eonni updatenya yang lumayan lah loong nya [flowers] [hmpfh]
sampai ke chap ini ko aku jadi sedih  [bored] ngebyangin joon yang membeli rumah Impiannya hidup beserta So hee [hug]   apa lagi Joon sangat mencintai soo hee begitu juga sebaliknya  [love eyes] apakah rumah Ipian itu akan jadi kenangan semata  [dry] atau akan jadi tempat tinggal joon aka Kwoon nanti sama Soo hee  [chin], Kwoon sama joon kalau soal kecemburan engga ada perbedaannya sama kuat rasa cemburu, kalau si joon pantas cemburu secara Soo hee tunangannya  [biggrin] sedangkan Kwoon  [chin] belum jadi apa" tapi..rasa cemburunya sudah luar biasa  [drool] tapi.. suka sama kecemburannya kwoon, kwoon cemburu engga kenal orang siapa pun bahkan sahabatnya sendiri Jae Suk  [hmpfh] ada apa kejadian 17 tahun yang lalu  [chin] apa ada kaitannya dengan masa lalunya joon dan kwoon  [heh] ? appa angkatnya kwon sepertinya punya rahasia besar 17 tahunyg lalu  [ohmy], woah.. akhirnya kwoon dapat juga merasakan bibir manisnya so hee  [kiss] , walau pun kaget luar biasa so hee karna dapat  [kiss] panas yg berbeda dari ciuman terdahulunya tapi.. masih merasakan kenyaman  [hmpfh] , di tunggu eonni nextnya yang lebih loong  [arms] [arms]

Offline miranti

  • Newbie
  • *
  • Posts: 21
    • View Profile

MAKASIH MAKASIH MAKASIH DAH DI UPDATE  [love eyes]
MAU JUGA DPET KISS.A JOON.. wkwkwk ngarep [lovestruck]
si KWON BKIN PNASARAN YEUH SMA TAKTIK DYA BUAT BLES DENDAM KE JOON..
JNGAN LMA2 LGI YA EON UPDATENYA..



kerennn [chin]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
yeaaaaaaaaaaahhhhhhhhh.... [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
cheongmal gumawo mak san2,,,,,,  [cheekkiss] [cheekkiss]

kasihan juga ye klo mikirin perjuangan Joon, udah beliin sohee rumah lagi, tapi yaaaaa mau gimana lagi... kwon lebih menantang...lol

yang ada di lift itu udah pasti kwon.... wadduuuuh, kwooooon bari deket sekali aja udah langsung nyosooor..........  [huglove] [kiss] [kiss] [kiss] apalagi klo udah ke tahap serius,,,,
kwon udah berhasil merebut posisi joon,,,, trus kemana Joon setelah itu???  [what] [what]

ini scene lift apa bakal berlanjut ke kamar ato cuma sepanjang perjalanan menuju lantai 11? [AddEmoticons04263] [AddEmoticons04263]

yihaaaaaaaa...... ditunggu aksi panas kwon yang lebih menantang,,, sohee demen tuh biar beda gitu...


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline carina ainy

  • Newbie
  • *
  • Posts: 17
    • View Profile
Gomawo sist dah update... =))

Si Kwon dah gak sabar ngicipin bibirnya SoHee ye sist, sampe2 di lift maen cium aja thu bibir..
>_<

Di tggu next chap y sist..^^
Jangan lama2 update next chapnya y sist Shanty.. *_*

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
First  [clap] [clap] [clap] [hmff]

mana komennyaaaaa [head break] [head break] [hammer] [hammer] [guns] [guns] [hmpfh] [hmpfh]


Gumawo eon for update...
Kyaaa,,,
apakah si kwon udah bunuh si joon dan apakah kwon sudah berubah jd joon,kok so hee merasakan ada yg berbeda dr joon,PENASARAN,,,
next jgn lama" eon updatenya truz yg long yah....update sun hye joon min donk...

emang si Joon mati??? [chin] [chin]  [hmpfh]


kakak  [cheekkiss] thank you udah update  [hug]

btw kiss nya kurang kak, ko segitu doang udah end chapter  [goodgrief] next chapter tambahin lebih panjang & hot kak  [hmff]

sekarang giliran update sunhye sama joon min yaa  [hmpfh] malem ini kan updatenya?  [hmpfh] [laughing]


 [nono] [nono] kiss nya cukup sampai disono aja ya [hmpfh] ,,,,sun hye ama joon min kapan2 aja ye [hmpfh]



MAKASIH eonni updatenya yang lumayan lah loong nya [flowers] [hmpfh]
sampai ke chap ini ko aku jadi sedih  [bored] ngebyangin joon yang membeli rumah Impiannya hidup beserta So hee [hug]   apa lagi Joon sangat mencintai soo hee begitu juga sebaliknya  [love eyes] apakah rumah Ipian itu akan jadi kenangan semata  [dry] atau akan jadi tempat tinggal joon aka Kwoon nanti sama Soo hee  [chin], Kwoon sama joon kalau soal kecemburan engga ada perbedaannya sama kuat rasa cemburu, kalau si joon pantas cemburu secara Soo hee tunangannya  [biggrin] sedangkan Kwoon  [chin] belum jadi apa" tapi..rasa cemburunya sudah luar biasa  [drool] tapi.. suka sama kecemburannya kwoon, kwoon cemburu engga kenal orang siapa pun bahkan sahabatnya sendiri Jae Suk  [hmpfh] ada apa kejadian 17 tahun yang lalu  [chin] apa ada kaitannya dengan masa lalunya joon dan kwoon  [heh] ? appa angkatnya kwon sepertinya punya rahasia besar 17 tahunyg lalu  [ohmy], woah.. akhirnya kwoon dapat juga merasakan bibir manisnya so hee  [kiss] , walau pun kaget luar biasa so hee karna dapat  [kiss] panas yg berbeda dari ciuman terdahulunya tapi.. masih merasakan kenyaman  [hmpfh] , di tunggu eonni nextnya yang lebih loong  [arms] [arms]



ane juga kasian ama Joon yg udah nyiapin semua untuk masa depannya bersama Soo Hee , idem ane juga jadi kgk tega ama Joon [cry] [cry] Kwon emang terlalu y [head break]...
ya namanya juga kembar jadi pasti ada kesamaannya walau ada perbedaan di antara mereka [heh] kalo soal cemburu jangan di tanya lagi coz Soo hee memang sudah mengalihkan dunia si Joon dan Kwon [heh] tp bedanya kalo Joon kan jelas cinta mati ama Soo hee, nah kalo Kwon tau tuh apa cuma penasaran untuk menyakiti kembarannya ato memang udah jatuh cinta ama Soo Hee [hmpfh]

17 tahun yang lalu ada tragedy dimana kel. Lee di bantai oleh org yg tdk menyukai kel. bahagia ini hingga membuat kedua saudara kembar tersebut terpisah hingga satu diantara memiliki dendam yg boleh dibilang tidak beralasan. Mr Paul atau mungkin ayah angkat Joon terlibat dalam peristiwa tsb , ya kita lihat aja nanti di chapter berikutnya [biggrin]


MAKASIH MAKASIH MAKASIH DAH DI UPDATE  [love eyes]
MAU JUGA DPET KISS.A JOON.. wkwkwk ngarep [lovestruck]
si KWON BKIN PNASARAN YEUH SMA TAKTIK DYA BUAT BLES DENDAM KE JOON..
JNGAN LMA2 LGI YA EON UPDATENYA..



kerennn [chin]

 [cheekkiss] noh udah dikasih tuch kiss dari Joon [hmpfh]



yeaaaaaaaaaaahhhhhhhhh.... [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
cheongmal gumawo mak san2,,,,,,  [cheekkiss] [cheekkiss]

kasihan juga ye klo mikirin perjuangan Joon, udah beliin sohee rumah lagi, tapi yaaaaa mau gimana lagi... kwon lebih menantang...lol

yang ada di lift itu udah pasti kwon.... wadduuuuh, kwooooon bari deket sekali aja udah langsung nyosooor..........  [huglove] [kiss] [kiss] [kiss] apalagi klo udah ke tahap serius,,,,
kwon udah berhasil merebut posisi joon,,,, trus kemana Joon setelah itu???  [what] [what]

ini scene lift apa bakal berlanjut ke kamar ato cuma sepanjang perjalanan menuju lantai 11? [AddEmoticons04263] [AddEmoticons04263]

yihaaaaaaaa...... ditunggu aksi panas kwon yang lebih menantang,,, sohee demen tuh biar beda gitu...


yang di Lift Kwon? yakin itu Kwon? [heh] , Joon kemana ya??? [goodgrief] tau tuh mungkin masih syok liat kembarannya [hmpfh]


Gomawo sist dah update... =))

Si Kwon dah gak sabar ngicipin bibirnya SoHee ye sist, sampe2 di lift maen cium aja thu bibir..
>_<

Di tggu next chap y sist..^^
Jangan lama2 update next chapnya y sist Shanty.. *_*

 [hmpfh] [hmpfh]


Note tambahan : thanx semuanya yg ,masih setia ama FF Kwon-Joon [huglove] & makasih juga buat komennya....  [lovestruck]













    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

younee

  • Guest
Huaaaaaaa si kwon bener bener gak buang ksempatan ye.. sekali ktemu Soo Hee langsung nyosor aje..
trus si Joon kemana tuh [what]
next chap jgn lama2 ya sist..
Mianhae baru komen..