Chapter 6
Part II
Mercedes Putih yang dikendarai oleh Soo hee memasuki sebuah mall elite di kawasan Beverly Hills. Salah satu mall paling bergengsi yang hanya bisa di kunjungi oleh orang-orang berkantong tebal namun tidak hanya itu penampilan yang sempurna juga menjadi salah satu point untuk dapat menginjakkan kakinya di mall elite tersebut. Walau sebenarnya peraturan seperti tidaklah penting, karena jika orang tersebut mampu membayar belanjaan mereka walau tidak berpenampilan menarik tidak akan membuat Mall tersebut gulung tikar.
Soo Hee tampak menikmati melihat hasil rancangannya yang dipajang di salah satu butik ternama di mall elite tersebut. Rasa puas berkecamuk didalam hatinya, ternyata kerja kerasnya selama bertahun-tahun tidak sia-sia apalagi jika sudah mendapat pengakuan di mata dunia fashion.
“Your design is one of the best product that we have . don’t you know that?”ucap wanita cantik bernama Nadia yang sebenarnya adalah warga keturunan Korea yang berdomisili di Amerika.
“thanks for letting my design display on your prestigious store”ucap Soo Hee
“For you” ucap Soo Hee menyerahkan sekotak hadiah yang terbungkus rapi kepada Nadia
“What is it?” tanya Nadia saat menerima hadiah yang dibungkus apik khas Negara Korea
“it’s only a simple gift from me but it’s good for your health. A Ginger from Korea ” ucap Soo Hee
“Komapta” ,ucapnya dengan bahasa Korea yang sangat fasih
“Ahh, Dimana Joon, kenapa dia tidak menemanimu?” tanya Nadia saat menyadari ketidakhadiran Joon
Soo Hee langsung memasang wajah cemberut seolah menjawab pertanyaan Nadia yang tidak ingin dijawabnya secara verbal
“Kalian bertengkar?” goda Nadia melihat wajah masam Soo Hee yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri
“Bertengkar diantara pasangan yang hampir menikah adalah hal biasa tapi jangan dibiarkan terlalu larut nanti bisa-bisa aka nada orang ketiga”ucap Nadia bijak
“Sorry, aku tidak bisa lama-lama disini?” . Aku harus kembali ke Hotel, mungkin Joon sedang mencariku, itupun jika dia memang mengkhawatirkanku”ucap Soo Hee dengan nada ketus
“Take care dear” ucap Nadia saat mengantar kepergian Soo Hee dan dibalas anggukan pelan oleh Soo Hee.
========================================================
“Apa ini tempat dimana saudara kembarku tinggal selama ini?” ucap Joon mengamati kokohnya bangunan megah di kawasan Greyston Mansion.
Audi A7 diparkirkan tepat di depan pagar tinggi yang melindungi bangunan kokoh tersebut dan Joon keluar dari mobilnya bersiap untuk menemui saudaranya.
“Young Master?”tukas salah seorang bodyguard bertubuh tinggi dan berkulit gelap menghampiri Joon yang dikiranya adalah Kwon
Joon yang menyadari jika bodyguard itu benar-benar mengira dirinya Kwon, mengambil kesempatan untuk memasuki mansion tersebut
“Something left here?. Usually you call me if anything wrong ?tanya bodyguard itu lagi
“Open the gate, I have to bring something “ucap Joon dengan nada datar
Dengan sigap bodyguard tersebut membuka pagar dan mengikuti tuan mudanya memasuki mansion.
Joon tampak takjub dengan isi Mansion tersebut yang mewah setidaknya dirinya tahu jika Kwon pun tidak hidup luntang lantung seperti yang ada dalam pikirannya. Tentu saja semua itu tidaklah murah karena Kwon melakukan pekerjaan kotor dari Raja Mafia yang membesarkannya.
Joon yang masih terus mengamati suasana Mansion tersebut menyadari jika dirinya tidak mengetahui letak kamar Kwon dan Joon harus bisa menemukannya untuk mengorek lebih dalam kehidupan kembarannya dan Joon pun mulai berakting.
“Bring my document in my room!” perintah Joon pada bodyguard tersebut
“Yes, young master”ucapnya langsung tanpa bertanya dokumen seperti apa yang dimaksud
Kedua mata Joon mengikuti langkah bodyguard tersebut dan sampai dimana orang itu memasuki sebuah ruangan yang Joon yakini adalah kamar Kwon.
Joon pun mengikuti orang tersebut dengan langkah penuh hati-hati dan seolah angkuh berjalan memasuki kamar pribadinya
“you find it?” tanya Joon sinis
Tentu saja bodyguard tersebut tidak menemukan dokumen yang dimaksud oleh Joon karena dirinya tidak tahu dokumen seperti apa yang harus dicari
“Idiot. GET OUT!!!!!!” teriak Joon kasar pada bodyguard tersebut dan tanpa menunggu waktu lagi lelaki tidak bersalah itupun keluar dari kamar Kwon
Joon menertawakan aktingnya yang cukup membodohi bodyguard tadi karena berlagak seperti Kwon, dan Joon tidak menyadari jika dirinya bisa berbuat seperti tadi.
“Aku harus bergerak cepat” Joon langsung menyelidiki setiap sudut ruang kamar Kwon
Satu persatu dimulai dari meja kerja Kwon, lalu dokumen-dokumen yang tergeletak di atas meja dan jemarinya meraih bingkai foto yang menarik perhatiannya.

“Soo Hee-aa”gumam Joon pelan menatap foto tunangannya
“Apa maksudnya?”, “Untuk apa Kwon menyimpan foto Soo Hee?” Joon merasa tubuhnya lemas saat menyadari jika Kwon mungkin saja tertarik pada tunangannya
Penyeledikan Joon dilanjutkan dengan meraih dokumen-dokumen di atas meja kerja Kwon“ Lee Joon’s profile –CONFIDENTIAL”
Joon meraih dokumen tersebut dan membukanya kasar, penasaran dengan isi di dalam dokumen tersebut dan membacanya dengan cepat=======Profile======

Name : Lee Joon Jae
BOD :Seoul, January 13th 1985
Blood Type : A
Adresse : Incheon – Block II No.273
Gangnam Apartment 14th Floor No. 2
Occupation : Entrepreneur of Han Coorporation as Supporting Promotion Manager
Status : Engagement with Goo Soo Hee
Lembar demi lembar dokumen tersebut dibuka dan dibaca dengan seksama, semua yang ada didalamnya begitu lengkap. Bahkan seperti sebuah naskah film yang siap untuk dimainkan. Joon benar-benar tidak menyangka jika selama 17 tahun ini Kwon benar-benar mencari tahu tentang keberadaan dirinya. Bahkan semua aktifitas yang dilakukan oleh dirinya tergambar jelas dalam foto-foto yang diabadikan.
“Apa yang ingin kau lakukan dengan hidupku?”, “Apa yang terjadi sebenarnya di masa lalu sampai kau ingin menghancurkan hidupku?” gumam Joon getir.
“Aku tidak bersalah atas ketidak beruntunganmu Hyung, dan aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan hidupku”. “ Tidak akan ku biarkan kau merebut Soo Hee dari sisiku” Joon beranjak dari kamar Kwon setelah mendapatkan apa yang dicarinya
“Young master!” panggil bodyguard itu lagi Namun Joon tidak menggubris panggilan tadi dan terus melangkahkan kakinya keluar dari Greyston mansion dan bertekad untuk menemukan Kwon untuk mendapatkan penjelasan.
Dan setelah menyalakan mesin mobilnya, Joon pun benar-benar meninggalkan mansion megah tersebut.
BUZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZz
==========================================================================
“Aku benar-benar tidak mengira jika transaksi malam ini akan begitu lancar,hehehehehe” Kwon terlihat sangat puas dengan hasil kerjanya
“Lalu kau ingin kejadian dengan Valentino terulang lagi?” tukas Kent sambil membawa koper2 yang berisi ratusan juta dolar tersebut ke dalam bagasi mobil.“Well, I like action. Don’t you know that Kent”ucap Kwon lagi
“Aku lupa menanyakan satu hal padamu, apa kau kembali ke Mansion?” tanya Kent tiba-tiba
“Me?” , What for?” and did we always together a whole day?” jawab Kwon dan membuat Kent kembali bingung.
Kent dan Kwon saling melempar pandangan mereka dan bermaksud untuk menyebutkan sebuah nama, namun tanpa di duga beberapa mobil –mobil mewah mengelilingi keduanya dan terlihat beberapa orang berpakaian ala mafia Itali mulai mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan menodongkannya pada kedua pria tampan tersebut.
“your wish come true”ucap Kent menatap sinis Kwon“Saatnya berpesta” ucap Kwon dan langsung menembakkan peluru ke arah lawan
Dan dalam hitungan detik sudah terjadi baku tembak antara kedua geng mafia tersebut.CkittttttttttttttttttttttttttttttttttttttJ
oon menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba saat mendengar suara tembakan dari dalam gedung tua itu yang ia yakini Kwon terlibat di dalamnya.
“Tembakan,,,,,Kwon,,,, aku harus masuk kedalam”seru Joon yang langsung membuka kasar pintu mobilnya
Namun gerakannya terhenti saat melihat beberapa pria berjas hitam yang terlihat terluka parah tergopoh-gopoh seperti berusaha menyelamatkan diri mereka dari baku tembak yang terjadi di dalam gedung tua tersebut. Dan dengan sigap Joon kembali masuk ke dalam mobil dan berusaha agar keberadaannya tidak di ketahui oleh orang-orang tersebut.
“ayo cepat!!! Selamatkan diri kalian, mereka benar-benar tidak bisa di anggap sepele”ucap salah seorang pria berkulit gelap yang tangannya sudah terkena peluru
Terdengar deru langkah yang terburu-buru dan suara dentuman pintu mobil yang tertutup dan suara mesin mobil yang dinyalakan dan dalam hitungan detik mobil-mobil tersebut sudah meninggalkan area berdarah tersebut.
“Kwon, apa dia baik-baik saja?”ucap Joon mengkhawatirkan keadaan saudara kembarnya
“Kwon” Joon terlihat lega saat melihat Kwon keluar dari gedung tua tersebut dengan keadaan baik-baik saja.
Senyum penuh kelegaan terukir jelas di bibir Joon, walau dirinya tahu Kwon sangat tidak menyukainya saat pertemuan pertama mereka namun Joon tidak mempunyai alasan untuk membencinya .
Siapa laki-laki yang bersama dengan Kwon?” , “Mereka terlihat akrab begitu” ucap Joon yang terus memperhatikan gerak gerik Kwon dari dalam mobil Audinya
Joon memarkirkan mobilnya agak tersembunyi dari posisi Kwon dan Kent berada sekarang karena itu baik Kwon dan Kent tidak menyadari jika ada seseorang yang terus memperhatikan gerak gerik mereka.
==========================================================================
“He’s not coming back?”tanya Soo Hee pada petugas receptionist yang sedang bertugas
“yes, miss. Mr. Lee hasn’t coming back to the hotel, but he left a message for you”ucap receptionist satunya sambil menyerahkan sebuah pesan singkat.
Soo Hee mengambil catatan kecil tersebut dan membacanya .“SORRY DEAR”
“Apa maksudnya?” ucap Soo Hee bingung dengan sikap Joon yang benar-benar aneh setelah pertemuannya dengan saudara kembarnya.
“Thanx”ucap Soo Hee pelan dan mengambil kunci kamar hotelnya
Setelah membaca pesan singkat tersebut, Soo Hee memutuskan untuk kembali ke kamarnya saja sambil menunggu kedatangan Joon. Soo Hee benar-benar butuh banyak penjelasan dari tunangannya itu.======================================================================
“Mwo!”, “Joon mempunyai saudara kembar?” ucap Ji Hyun yang terkejut dengan berita yang disampaikan oleh Soo Hee.
“Dhe”jawab Soo Hee pelan
“Menurutmu, apa Paman Han mengetahui tentang hal ini?”tanya Ji Hyun semakin penasaran
“AKu tidak tahu. Tapi tidak mungkin kan jika Paman Han tidak mengetahuinya. Tapi Joon berniat akan membicarakan tentang hal ini saat kepulangan kami ke Korea”ucap Soo Hee lagi
“Kau sudah bertemu dengan kembaran Joon?” tanya Ji Hyun tiba-tiba
“tentu saja belum. Lagi pula tentang berita ini saja , Joon baru menceritakannya padaku kemarin malam”jawab Soo Hee yakin
“Tapi bukankah kau tadi bilang, jika Joon sudah bertemu dengan kembarannya. Dan Joon juga mengetahui alasan kenapa kembarannya begitu ambisius untuk mencari keberadaan Joon jadi ada kemungkinan jika orang tersebut juga ingin mengetahui orang-orang terdekat disekitar Joon, termasuk kau” ucap Ji Hyun beranalisa
Soo Hee terdiam, dan entah kenapa ucapan Ji Hyun benar-benar mempengaruhinya.
Bagaimana jika apa yang dikatakan Ji Hyun ada benarnya jika tanpa disadari oleh Soo Hee, dirinya sempat bertemu dengan kembaran Joon. Lagipula Soo Hee belum pernah melihat foto atau bertemu langsung dengan sosok yang mirip dengan tunangannya itu.
Tiba-tiba----------------------------------------------------------“Sudah lama aku ingin merasakannya”
Bola mata Soo Hee terbelalak saat mengingat kejadian di dalam lift tersebut dengan sikap Joon yang tidak seperti biasanya. Joon yang tiba-tiba menciumnya dengan penuh geloraLalu --------------------------------------------------------------“Joon , kau tidak sedang membohongiku,kan?” tanya Soo Hee menggenggam erat jemari Joon
“Untuk apa aku membohongimu,sayang. Ponselku lowbatt jadi aku memutuskan untuk segera menemuimu di restoran bukan di lobby hotel sesuai rencana kita semula”ucap Joon tapi sepertinya Soo Hee masih tidak percaya dengan pernyataan Joon.
“kau kenapa sayang, tidak mempercayaiku?” Joon menggenggam kedua tangan Soo Hee dan menatap wajah cantik itu penuh cinta
“Tapi aku tidak mungkin salah mengenalimu”gumam Soo Hee dalam batinnya
“tidak mungkin” ucap Soo Hee
“mungkinkah”“Jika kau melihatnya, kau pasti akan sulit membedakan mana Joon dan mana Kwon”tukas Joon dengan kedua tangan yang diletakkan di atas bahu Soo Hee
“Aku bisa membedakannya”ucap Soo Hee dengan sorot mata yang seolah menantang
“Caranya?” Joon balik bertanya
[/b]
-------------------------------------------------------------------------------------------
“Aroma tubuhmu”tukas Soo Hee dengan wajah berseri-seri
“AKu bisa membedakan kalian dari aroma tubuh kalian”
“hmmmm, aroma Joon begitu lembut namun tetap terkesan maskulin”ucap Soo Hee sambil menghirup dalam aroma Joon disekitar leher jenjangnya
“Ciuman Joon juga sangat lembut dan selalu membuatku merasa tenang” ucap Soo Hee malu-malu sambil menatap bibir tebal Joon yang selalu membuatnya terlena
“Tidak mungkin……..tidak mungkin…….”ucap Soo Hee takut sambil menyentuh pelan bibir mungilnya
“Soo Hee-aa……Soo Hee-aaa”panggil Ji Hyun yang masih terhubung pembicaraan di telepon
“Soo Hee-aa, gwenchana? “tanya Ji Hyun cemas
“Eonni” isak Soo Hee pelan
“Yaaa, Goo Soo Hee!!!!!”, “ada apa?”, “ jangan membuatku cemas” ucap Ji Hyun lagi
“Eonni, sepertinya Joon sudah pulang, aku tutup dulu teleponnya. Nanti aku akan menghubungimu lagi. Ok”tukas Soo Hee
“Benar kau tidak apa-apa?”tanya Ji Hyun memastikan kondisi Soo Hee
“dhe, gwenchana”jawab Soo Hee
“Ok”sahut Ji Hyun dan pembicaraan di teleponpun berakhir.
“Lee Joon-ssi” ucap Soo Hee pelan
==========================================================================
“What!” sahut Kwon geram mendengar penjelasan anak buahnya perihal kedatangan tamu yang tidak di undang
“Ada apa?”tanya Kent menoleh pada Kwon yang duduk disampingnya
“I’ll call you later”ucap Kwon dan menekan tombol No pada layar I Phonenya
“wanna mess with me?” gumam Kwon dengan seringainya
“Nuguya?” tanya Kent penasaran
“Sepertinya adikku tersayang benar-benar sangat merindukan kakaknya yang telah lama menghilang,hahahahahahahahaha”Kwon tertawa dengan puasnya membuat Kent semakin dibuat bingung olehnya.
===========================================================================
Soo Hee terlalu lama menunggu tunangannya sampai akhirnya dia tertidur lelap di sofa besar kamar hotelnya. Hembusan nafas Soo Hee terdengar mengalun indah di telinga Joon bagaikan alunan melodi indah yang selalu menggetarkan hati dan jiwanya.
Perlahan jemari Joon menyentu lembut setiap lekukan di wajah cantik tunangannya yang tertidur lelap bagaikan seorang putri raja, Joon tersenyum tipis menyadari kebiasaan Soo Hee kalau sudah tertidur lelap tidak akan terganggu oleh apapun .eo jik nae kaseumseok juineun neoppeun ingeol
naegaen choeum ija majimak in geol
neol bulreobwa seumsuirttaemada neol
you’re my every
my everything
you’re my everything
love for you
i love you
you’re my everything..Joon mengecup dalam kening Soo Hee dengan kedua matanya yang berkaca menahan tangis. Berkali-kali Joon mengucap kata cinta pada tunangannya seolah jika hari ini adalah hari terakhir baginya untuk bersama dengan Soo Hee.
“Joon”panggil Soo Hee pelan saat dirinya terjaga dari alam mimpinya
“Miane”ucap Joon menatap sendu tunangannya
“kau menangis?”, “wae”? ucap Soo Hee cemas dengan kedua tangan yang menangkup lembut wajah tampan Joon.
Joon menarik lembut tubuh Soo Hee ke dalam pelukannya, memeluknya dengan sangat erat bahkan tanpa menyadari jika perlakuannya membuat Soo Hee sulit bernafas.
“jangan pernah melepaskan pelukan ini, aku mohon”pinta Joon memelas dalam isak tangisnya
“Joon”Soo Hee membalas pelukan tunangannya dengan tidak kalah eratnya dan menangis dalam pelukan Joon akan rasa cemas yang menggayut di hatinya melihat kesedihan di wajah Joon.
“Joon”isak Soo Hee pelan
“Joon” Soo Hee menangis pilu
“Soo Hee-aa”panggil Joon lembut
“Soo Hee”panggilnya lagi mencoba membangunkan tunangannya dari mimpi buruknya
Dan kedua mata Soo Hee pun terbuka dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Kedua bola matanya menatap sayu pada Joon yang terlihat cemas.
“gwenchana?” tanya Joon mengusap lembut keringat yang membasahi dahi Soo Hee dengan tangannya
“Mimpi buruk?” tanya Joon lagi
“Kau, baik-baik saja kan Joon?” Soo Hee malah balik bertanya pada Joon dan tentu saja membuat Joon kebingungan
“CUPS” Joon mengecup lembut bibir mungil Soo Hee
“Seharusnya aku yang bertanya itu”tukas Joon dan kembali mengecup singkat bibir Soo Hee
“Bangunlah, kita nikmati kota Los Angeles untuk yang terakhir kalinya”tukas Joon menarik lembut tubuh mungil Soo Hee membantunya untuk beranjak dari tidurnya.
Soo Hee menatap lembut wajah tampan Joon yang terlihat lelah namun wajah itu tidak pernah menyembunyikan senyumnya walaupun terlihat jelas gurat-gurat kekhawatiran.
Joon membuka pintu kamar mandi dan mendorong lembut tubuh Soo Hee untuk masuk
“mandilah dan dandanlah yang cantik untukku”ucap Joon
“AKu tunggu di lobby hotel”ucap Joon lagi dan menautkan bibir tebalnya pada bibir Soo Hee seolah tidak ingin memberikan kesempatan Soo Hee untuk mengatakan apapun
Dan saat ciuman itu terlepas, Joon menutup pelan pintu kamar mandi itu , mengusap pelan daun pintu itu seolah sedang menggambarkan kegundahan di dalam hatinya.
Joon menyadarkan tubuh gagahnya pada daun pintu kamar mandi tersebut dan air mata yang sejak tadi berusaha untuk ditahannya agar tidak keluar akhirnya mulai membasahi wajah tampan itu.
Entah mengapa sejak dirinya menyaksikan kehidupan yang di jalani oleh kembarannya,Joon merasakan firasat buruk akan terjadi pada dirinya.
SRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Suara gemericik air yang jatuh dari shower yang dinyalakan dari dalam kamar mandi membuat Joon tersadar dari keterdiamannya dan perlahan tubuh tegap itupun berdiri gagah dan dengan punggung tangannya Joon mengusap cepat air matanya dan melangkap cepat meninggalkan kamar Soo Hee .==========================================================================
“Apa kau tidak bisa menghubungi bos tampan?” tanya Il Bo pada pemuda yang berdiri disampingnya
Jae Suk hanya menggelengkan kepalanya tanda dirinya tidak bisa menghubungi orang tersebut.
“Sudah hampir 2 minggu Bos tampan berada di Amerika, apa dia tidak menitipkan pesan apapun padamu?” tanya Il Bo lagi dan membuat Jae Suk cukup kesal dibuatnya
“Jika kau memang ada urusan dengan Kwon, kenapa tidak kau saja yang mencoba menghubunginya kenapa harus menyuruhku”sahut Jae Suk kesal
“Kenapa kau marah-marah?”sahut Il Bo tidak mau kalah
DRTTTTT DRTTTTTTTT
“Jae Suk-ssi, ponselmu !!!” tukas Il Bo memberitahu“SETELAH URUSANKU SELESAI, AKU AKAN MENGHUBUNGIMU”
“apa maksudnya?” tanya Il Bo bingung
“Kwon yang akan menghubungi kita. Jadi tunggu saja kabar darinya”ucap Jae Suk menjelaskan
“Joon, waktunya telah tiba”gumam Kwon dan menyalakan Lexus hitamnya dan mengendarainya seperti sedang berlomba di arena balap.
Wajah tampan Kwon menyeringai seperti seorang iblis yang siap menghancurkan musuh-musuhnya hanya dengan tatapan tajamnya.
Seperti diburu waktu, Kwon semakin mempercepat laju mesinnya, menekan kuat pedal gasnya dan bahkan mengklakson setiap kendaraan atau apapun yang dianggapnya dapat memperlambat tujuannya.
Sementara itu di suatu tempat…………………………………………………….
“Soo Hee-aa, apa yang kau inginkan dalam hidup ini?tanya Joon mendekap erat Soo hee yang bersandar di pundaknya
“Hengbokhae”ucap Soo Hee
“Dhe?”Joon menatap Soo Hee dalam
“aku hanya ingin selalu ada disisimu dan hidup bahagia bersamamu”ucap Soo Hee
Joon meraih lembut wajah cantik Soo Hee dan mendekatkannya ke arah wajahnya tanpa ada jarak sedikitpun. Seolah terhipnotis dengan tatapan teduh Joon, Soo Hee memejamkan kedua mata indahnya dan bibir Joon sudah menempel ketat di bibir mungil Soo Hee. Kecupan lembut di awal ciuman mereka namun seolah terhanyut dengan suasana romantis kota Beverly Hills, bibir keduanya saling memagut berusaha untuk saling menyalurkan hasrat cinta yang mereka rasakan. Hanya decakan dan desahan yang terdengar dari keduanya saat ciuman keduanya sudah terasa tidak seperti biasanya.
“Soo Hee-aa”ucap Joon saat menghentikan ciumannya
“Saranghaeyo”ucap Soo Hee memeluk Joon dengan eratnya
Joon membalas pelukan Soo Hee dengan tidak kalah eratnya
=======================================================================
CKITTTTTTTTTTTTT
Kwon menghentikan Lexus hitamnya tepat di sebuah Hotel Hyatt tempat dimana Joon dan Soo Hee menginap.
Kwon dengan gagahnya keluar dari mobil mewahnya dan menutup kasar pintu mobilnya seolah sedang menahan geram akan sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya.
Kwon terlihat begitu tampan dengan balutan stelan hitam lengkap dengan mantel hitam yang membungkus tubuh gagahnya melangkahkan kaki jenjangnya dengan cepat seolah tidak ingin kehilangan apa yang ingin dicarinya.
Walaupun terkesan terburu-buru melangkah masuk hotel mewah tersebut tetapi Kwon tidak melupakan kaca mata hitamnya lengkap dengan fedoranya untuk membuat penampilannya berbeda. Mungkin terkesan berlebihan namun, Kwon tidak ingin satu kesalahan kecil saja bisa membuatnya kehilangan apa yang yang ingin dicapainya.
Para petugas Hotel tersebut dari mulai Security Hotel, sampai receptionist yang bertugas di depan tidak menaruh curiga akan gerak gerik Kwon. Mungkin terbersit rasa takut saat melihat penampilan Kwon yang terlihat seperti geng Mafia, karena itu mereka lebih memilih untuk bersikap sewajarnya dan alhasil Kwon sudah berjalan memasuki sebuah lift dan menekan tombol lantai 20 dimana Kwon bisa menemukan buruannya.
DINGGGGGG
Kwon keluar dari lift tersebut dan dengan langkah jenjangnya Kwon mulai menyusuri koridor kamar hotel tersebut dan mencari sebuah nomor 2014.
“Good evening Mr.Lee”sapa petugas cleaning service saat Kwon berhasil memasuki kamar Joon.
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Joon menyusuri wajah cantik Soo Hee yang sudah terpejam. Gadis itu sejak kepulangannya bersama Joon dari jalan-jalan mereka , sudah merasa kelelahan dan akhirnya tertidur dalam buaian Joon.
Setelah merasa gadisnya sudah tertidur lelap, Joon mengecup dalam kening Soo Hee dan menarik selimut tebal dan menutupi tubuh mungil itu sampai menutupi dadanya.
“Good night my angel. Sweet dream”ucap Joon dan mengecup lembut bibir mungil itu.
Setelah keluar dari kamar tunangannya, Joon mulai merasakan rasa lelah menjalari tubuh gagahnya dan Joon pun berjalan menuju kamarnya yang letaknya tepat disebrang kamar Soo Hee.
SRTTTT……..
Joon menggesekkan kartu pada pintu kamar hotelnya dan setelah terbuka, Joon pun segera memasuki kamarnya dan bersiap untuk beristirahat.
Namun tanpa di duga ……”BUKKKKKKK” …….sebuah pukulan keras menghantam wajahnya dan Joon pun terkapar tidak sadarkan diri.
“IDIOT” hanya satu pukulan kau sudah pingsan,ckckckckkkk” ucap Kwon sinis
“waktunya sudah tiba adikku sayang”ucap Kwon menarik wajah Joon dan menghempasnya dengan kasar.
Kwon langsung melepaskan mantelnya dan membungkus tubuh lemah Joon dengan mantel tersebut dan Kwon pun lansung menarik kasar tubuh Joon dan memasukkannya ke dalam sebuah ember besar seolah-olah Joon adalah bagian dari tumpukan pakaian kotor dan Kwon pun segera berganti pakaian dan menyamar sebagai petugas Cleaning Service.
Dan tubuh lain yang tergolek lemah hanya dengan pakaian dalamnya masih belum sadarkan diri terbaring di samping ranjang berukuran king size tersebut.
Dengan topi yang menutup sebagian wajah tampannya, Kwon bersiul sambil mendorong kereta pakaian kotor tersebut keluar kamar hotel .
Tidak ada orang yang mencurigai gerak geriknya, bahkan sampai tubuh Kwon memasuki pintu lift tersebut.
============================================================================
Kwon keluar dari pintu keluar khusus karyawan hotel dan sebuah Volvo hitam sudah menyambut kedatangan Kwon dan terlihat dua orang bodyguard bertubuh besar menghampiri Kwon dan mengambil alih kereta pakaian tersebut dan salah satu bodyguard berkulit gelap mengangkat tubuh Joon dan menggendongnya di bahunya dan bergegas memasukkan tubuh lemah Joon ke dalam mobil.
Dan Kwon pun mengikuti memasuki mobil dan duduk manis di samping kemudi supir.
“Joon..........Joon……..Joon”panggil Soo Hee lembut dalam racauannya
Kedua mata Soo Hee terbuka dan mulai memperhatikan sekelilingnya dan hanya satu orang yang ingin dilihatnya
“Jam 3 pagi”ucap Soo Hee menatap jam tangan yang masih melingkar di pergelangan tangannya.
“Apa Joon sudah tidur?, tapi kenapa perasaanku cemas sekali”ucap Soo Hee menyentuh dadanya dan terasa detakan jantungnya yang terasa begitu memburu
============================================================================
BYURRRRRRRRRRR
UHUKKK UHUKKKK UHUKKKK
Joon terbatuk-batuk saat dirasakannya air yang disiramkannya ke sekujur tubuhnya terhirup oleh hidungnya, kedua matanya mengerjap-ngerjap saat dirasakannya cahaya dari lampu yang menyilaukan pandangannya. Rasa nyeri dan ngilu mulai dirasakannya setelah pukulan yang membuatnya tidak sadarkan diri.
“Hello” sapa Kwon dengan senyum sinisnya berjalan menghampiri Joon yang berusaha berdiri dari tubuh lemahnya
BRUKKKKKK
Joon masih merasakan rasa ngilu di sekujur tubuhnya,mungkin saat tubuh lemahnya di masukkan ke dalam kereta cucian kotor saat Kwon menculiknya dan rasa nyeri itu baru dirasakan sekarang.
“Apa pukulanku begitu terasa menyakitkan?” tukas Kwon sinis dengan tangan yang meraih wajah kembarannya dan dengan kasar Kwon mendorong tubuh Joon hingga tersungkur
Joon berusaha untuk kembali bangkit lagi namun sepertinya Kwon benar-benar tidak sabar menunggu adik tersayangnya berdiri dan menghadapinya layaknya seorang lelaki sejati melawan musuhnya
Dengan kasar, Kwon menarik kerah baju Joon hingga dua kancing kemeja Joon terlepas dari tempatnya, dan didorongnya tubuh Joon ke dinding namun Joon kali ini tidak tinggal diam, dengan sekuat tenaga, Joon mencoba melawan Kwon dengan mencengkeram kedua tangan Kwon yang sedang meremas kasar kerah bajunya, dan tanpa diduga Kwon melayangkan tendangannya kebagian perut Joon dan membuat Joon merintih kesakitan
“Sakit?”tanya Kwon dengan seringai iblisnya
“Aku tanya, apa kau merasakan SAKITTTTTTT”teriak Kwon geram
Namun Joon hanya menatap sendu wajah kembarannya yang meluapkan segala amrahnya.
“AKu tidak bersalah”jawab Joon
“Mwo”sahut Kwon
Hahahahahahahahahahah
“Dasar brengsek………BUKKKKKKKKK………” Kwon kembali menghajar Joon dengan kalapnya
Tapi kali ini Joon benar-benar tidak tinggal diam. Joon menggunakan kemampuan bela dirinya untuk melawan keberingasan Kwon
Sampai akhirnya Joon melumpuhkan serangan Kwon yang bertubi-tubi dan kali ini posisi Kwon yang terjepit dengan posisi tangan Kwon yang dicengkeram kuat dan menahannya dibelakang punggungnya oleh Joon
“Jangan menyalahkanku atas ketidakberuntunganmu, hyung”tukas Joon dengan nafas terengah-engah
“AKu bahkan tidak menghetahui jika aku mempunya saudara, aku tidak mengetahui akan keberadaanmu. Jadi jangan pernah mengganggu kehidupanku”tukas Joon dan semakin menahan kuat kedua tangan Kwon seolah dirinya tidak takut akan ancaman kembarannya itu.
“HIATTTTTTTTTTTTT”
Kwon membalikkan tubuhnya dan langsung melayangkan tendangan taekwondonya pada Joon yang lengah akan serangan tiba-tiba dari Kwon dan alhasil tubuh Joon terlempar
“Dasar bajingan tengik, berani sekali kau mengatakan jika kau tidak bersalah”tukas Kwon yang kembali menyeret tubuh Joon dan menghajarnya lagi tanpa ampun
“Berani sekali kau menyusup ke dalam kamarku dan mengambil dokumen-dokumen penting, Apa kau benar-benar sudah bosan hidup?”ucap Kwon geram
Bagi Kwon, Joon hanyalah penghalang yang harus disingkirkannya. Bagi Kwon, Joon adalah butiran debu yang harus segera bersihkan, menurutnya jika Joon tersingkir maka hidupnya tidak akan kacau lagi, hatinya akan pulih dan mungkin saja dendam itu akan reda.
Kwon benar-benar tidak memiliki perasaan saat menghajar Joon dengan membabi buta. Tidak ada perasaan kasihan saat tubuh Joon terlempar atau bahkan terluka akibat pukulannya.
Dendamnya sudah berakar di dalam hatinya. Luka di dalam hati Kwon terlalu dalam sehingga sulit baginya untuk berpikir jernih.
“Soo Hee-aa”gumam Joon saat dirasakannya sudah tidak mampu untuk bangkit lagi
“Soo Hee-aa, bisakah aku melihatmu untuk yang terakhir kalinya” gumam Joon pelan namun masih bisa ditangkap jelas oleh pendengaran Kwon
“Jangan khawatir adikku,, aku akan menjaga Goo Soo Hee dengan sangat baik, bahkan lebih baik darimu,hahahaha”ucap Kwon dengan tawa penuh kemenangan
“Singkirkan dia. Dan buat seperti sebuah kecelakaan “perintah Kwon pada salah satu anak buahnya
“Hyung!”panggil Joon pelan
Namun Kwon berpura-pura tidak mendengarnya dan terus berjalan meninggalkan Joon yang terbujur lemah di lantai dingin itu dengan luka disekujur tubuhnya
“Selamat tinggal Lee Joon Jae”. “ Selamat datang Kwon di kehidupan barumu”tukas Kwon dengan senyum yang terlukis di wajah tampannya namun sepasang mata tajam itu masih menyimpan dendam yang semakin membara.