Author Topic: *When a Gay met a Young Mom (in love again)* ~chp 22 (ending), 22 Jan'2011  (Read 97701 times)

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]aq yakin om udah bres ko mi,,, kan niy ff tentang bengkok2 mknya om penasan jg bengkok kya gmn  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

ayoooo dong mi msa minggu kemaren kga da yg update ff nya mami  [cry] [cry] [cry] [cry]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ANNOUNCEMENT

As the special bonus for the BENGKOK-BENGKOK thread [hmff] [hmff] reach into 100 pages, the next chapter will be launching soon [smiley-gen013] [smiley-gen013] /tonight, so stay in tune girls and keep this thread on page 100 please, thanks [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

edit ==============================

upssssssssss ternyata udah sampai [dry] ya udah gw post sekarang [hmff] [hmff] [hmff]

HAPPY 100 PAGES FOR BENGKOK-BENGKOK THREAD [smiley-gen013] [smiley-gen013]
SEMOGA MAKIN SUKSES KE DEPAN [laughing] [laughing] [laughing]
« Last Edit: July 05, 2010, 07:54:38 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 12

SONG OF THE DAY :



The Lyrics :
Holding your hand in the warm sunshine
We sing Lalalala as we go on our sweet date
One spoon of sugar with your heart
And before I know it, my heart has become as big as a cloud
Youre like cotton candy, My heart melts
Just looking at your fluffy face makes me melt
What if I blow and you fly away, what if I touch you and you melt
Im so disappointed when you disappear with the blink of an eye
Youre like cotton candy, You melt on my lips
Should I fly away with you, our lips gently touching
Youre like cotton candy, my heart melts
Just looking at your fluffy face makes me melt
The tip of my nose is tingly tingly, because I like you
Youre like cotton candy
Youre like cotton candy, You melt on my lips
Should I fly away with you, our lips gently touching
Youre like cotton candy, my heart melts
Just looking at your fluffy face makes me melt
I melt, I melt

*************

ADDITIONAL CAST :


Kim Jae Joong as Kim Jae Joong


Minho memasuki ruang depan sekitar pukul 8 pagi. Saat itu Hyesun sedang menaruh piring berisi sarapan pagi di depan Kangsan. Dia segera menoleh kearah pintu begitu mendengar bunyi langkah kaki dari situ.

"O Minho-a .. selamat pagi .. ", sapa Hyesun sambil tersenyum halus.

"Anyong baby .. ", balas Minho. Dia mendekati Hyesun, merangkul pinggangnya, kemudian memberikan kecupan lembut di kening wanita itu. "Bogoshipoyo .. ", desisnya di telinga Hyesun. "Bagaimana keadaanmu hari ini babe?"

"Baik .. Saya .. "

"APPAA!!!", teriakan Kangsan memutuskan perkataan Hyesun.

Anak itu meloncat dari kursinya, kemudian berlari dengan kecepatan luar biasa kearah Minho. Sekali lompat dia sudah berada dalam rangkulan tangan Minho yang satu lagi.
"Ha .. ha .. San-a, bagaimana keadaanmu? Merindukan appa?"

"Ne!!!", jawab Kangsan keras-keras.

Minho langsung mengucek rambutnya dengan gemas. "Bagus he .. he .. Appa juga merindukanmu .. "

"San-a, turun sekarang juga dan mulai sarapannya!!", perintah Hyesun pada Kangsan begitu melepaskan rangkulan Minho dari pinggangnya. Anak itu langsung memanjangkan bibir mungilnya, tapi mau tidak mau dia kembali ke posisi semula dan memulai sarapannya.

"Apa kamu sarapan dengan kami Minho-a?", Hyesun mengalihkan perhatian pada Minho.

"Ne .. ". Minho menjatuhkan diri ke kursi di hadapannya. "Apa yang kamu masak hari ini?", dia mulai mengamati makanan dalam piring yang dipersiapkan Hyesun. Ham, sausage dan kacang-kacangan yang disirami tomato sauce tampak terhidang dalam piring. "Hmmm .. bakat masakmu mulai terasah ya baby?". Minho tersenyum mengoda setelah mengatakan ini.

Hyesun langsung melempar serbet di tangannya ke wajah Minho. "Simpan kata-katamu sebelum aku mengulitimu!!!"

"Ha .. ha .. ha ... ok, ok .. ". Minho menaruh serbet yang tadi berhasil ditangkapnya ke atas meja. "Saya menyerah. Kamu sudah hebat sejak dulu my baby .. "

"Tentu saja!", sahut Hyesun, bibirnya monyong beberapa milimeter ke depan.

"Appa dan omma selalu ribut ... San pusing .. ", seru Kangsan tiba-tiba, mengejutkan Minho dan Hyesun.

"San pusing?"

Kangsan menganggukkan kepala terhadap pertanyaan Hyesun.

"Lalu .. apa yang San inginkan dari appa dan omma?", tanya Minho dengan mata berbinar. "Bagaimana kalau .. mulai sekarang appa dan omma tidak ribut tapi ... lebih sayang-menyayangi dengan .. ", Minho berdiri dari kursinya, berjalan kearah Hyesun kemudian mendaratkan ciuman mendadak ke pipi wanita itu, " .. berciuman setiap hari .. ha .. ha .. ha .. "

"LEE MIN HOO!!!!", teriak Hyesun bersamaan keterkejutan yang luar biasa terhadap tindakan Minho. Tangannya segera meraba pipi kiri yang tadi dicium Minho. Matanya terbelalak lebar dan mempelototi Minho.

"Ha .. ha .. ha ...", Kangsan terbahak-bahak melihat kelakuan kedua orangtua itu. "Appa lucu .. ha .. ha .. "

Minho kembali ke posisi semula, kemudian dia mengacungkan jempol pada Kangsan. Kemurkaan Hyesun tidak diperhatikannya sama sekali. Wajahnya berseri-seri begitu mengingat ekspresi wajah Hyesun ketika dicium olehnya. Wajah gadisnya ini memerah ketika dia mendaratkan ciuman mendadak di pipinya, tampang Hyesun terlihat manis, lucu dan begitu menarik saat itu.

Hyesun menutup kedua mata perlahan. Dia harus tenang, tenang. Minho selalu begitu, selalu mengerjainya, jadi dia harus mampu mengendalikan emosi jika tidak ingin sakit hati.

"Teruskan makannya San-a .. ". Hyesun menaruh sendok ke tangan Kangsan dan mulai melahap makanannya.

"Baby .. ", panggil Minho dengan senyum nakal yang masih tersungging di bibir. "Bagaimana menurutmu?"

Tapi Hyesun tidak memperdulikannya sama sekali. Emosinya dipendam kuat-kuat supaya tidak menyahut pertanyaan tersebut.

"Baby .. "

Hyesun tetap tidak menjawab. Dengan tenang dia menusuk ham dalam piring dengan garpu di tangan kemudian memasukkannya ke dalam mulut.

"Baby .. ", panggil Minho lagi. Tapi tetap tidak mendapat sahutan dari Hyesun. "Miane .. ".

Hyesun meraih gelas berisi jus jeruk dihadapannya kemudian meneguknya beberapa tegukan sekaligus tanpa melirik Minho sekalipun.

"Ok ... ", Minho mengangkat bahu, "Kita bicarakan lagi setelah sarapan ...", lalu dia mulai menyantap sarapan yang sudah disiapkan Hyesun baginya.

Sepuluh menit berlalu, mereka sarapan tanpa bersuara. Suasana terasa tegang, dan tentu saja ini bagi Minho. Dia menyesal telah mengoda Hyesun, sepertinya permainannya kali ini sudah di luar batas. Dan dia sangat takut Hyesun benar-benar marah padanya. Apa yang harus dilakukannya agar Hyesun tidak marah lagi?



Hyesun menaruh garpu ke dalam piringnya yang sudah kosong, kemudian berpaling pada Kangsan.
"Sudah selesai San-a?"

"Ne omma .. "

"Kalau begitu ke kamar sekarang dan ganti bajumu. San bisa melakukannya kan?"

"NE!!", sahut Kangsan penuh percaya diri.

"He .. he .. bagus. Omma akan memeriksamu setelah membersihkan semua peralatan di meja. San lakukan sekarang .. sana .. ". Hyesun menepuk pundak Kangsan kemudian mendorongnya secara halus supaya masuk ke dalam kamar.

Kangsan menganggukkan kepalanya, "Ne .. ", dia berpaling pada Minho, "Bye appa .. ", lalu anak itu berlari-lari kecil ke kamar.

Sepeninggal Kangsan, Hyesun mulai membereskan peralatan habis sarapan dari atas meja. Minho memandanginya dari seberang meja. Tampangnya terlihat memelas tapi Hyesun tidak menunjukkan perhatian sama sekali.

"Sudah selesai?", tanya Hyesun dengan nada dingin pada Minho. Matanya melirik piring di depan Minho yang hampir kosong, sama sekali tidak menatap pemuda itu.

"Ne .. ", Minho menjulurkan piring tersebut pada Hyesun dan gadis itu menerimanya tanpa berkata apa-apa. Semua peralatan dia timpuk jadi satu kemudian membawanya ke dapur.

Minho mengikuti gerakan Hyesun dalam kebisuan. Tampangnya sangat memprihatinkan. Dia ingin menyapa dan menghibur gadisnya ini, mengajaknya berbaikan setelah apa yang dilakukannya. Tapi entah mengapa kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali.

Tujuh menit lamanya Hyesun berada di dapur, sibuk mencuci piring dan membersihkan semua peralatan dapur. Setelah itu dia keluar dari ruangan itu. Minho terlihat menyandar di sofa dengan sepasang mata terpejam di ruang depan.
"Apa kamu kerja nanti malam?"

Minho membuka mata perlahan. Alam bawah sadar yang tadi mulai menyapanya sirna mendadak akibat sapaan Hyesun.
"Ne .. ". Minho mendongak sambil menoleh kearah Hyesun.

"Saya akan mengantar San ke kelas lukis sekarang, kamu tidur saja dulu. Besok pagi kita akan pergi bersama Soeun dan pacarnya .. "

"San ke sekolah hari ini?", tanya Minho keheranan.

"Tidak .. ". Hyesun meraih tas Kangsan yang tergeletak di atas meja, "San tidak sekolah hari ini, dia hanya belajar lukis .. Seminggu yang lalu saya mendaftarkannya di tempat kursus melukis dekat sekolah. Melukis bagus untuk melatih daya kreasi dan keterampilan tangannya .. "

"O .. ", jawab Minho.

"Saya pergi sekarang .. ". Hyesun termangu di tempatnya untuk sejenak. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu tapi itu hanya sesaat, detik kemudian dia  sudah berlalu ke lorong yang menghubungkan dua kamar di belakangnya, “SAN-A .. SUDAH SELESAI BELUM BERPAKAIANNYA??”, teriak Hyesun dari tempatnya.

“SUDAH OMMA!!!”. Kangsan balas menyahut dari dalam kamar. Beberapa saat kemudian dia berhambur kearah Hyesun.

“Sini omma lihat dulu .. “. Hyesun berjongkok di depan Kangsan dan mulai memeriksa penampilannya. Kancing kemeja Kangsan melenceng di bagian atas, dengan sigap Hyesun memperbaikinya. “Nah .. sudah bagus sekarang .. “, katanya sambil tersenyum, “Ok, kita berangkat sekarang .. “. Hyesun berdiri dari posisinya, kemudian mengandeng tangan Kangsan untuk diajaknya keluar dari rumah.

“Hyesun-a .. “

Panggilan halus itu membuat Hyesun menghentikan langkahnya. Dia menoleh kearah Minho.

“Masih marah?”

“Saya tahu kamu suka bercanda Minho-a, tapi ada saatnya kamu harus memperhatikan perkataanmu. Tidak baik berbicara seperti itu di hadapan Kangsan .. “

“Miane .. “. Minho menundukkan wajah perlahan.

Melihat reaksi Minho seperti itu, hati Hyesun meluluh. Dia mendekati Minho dan mendaratkan telapak tangan di punggung pemuda itu.
“Tapi .. saya harus mencoba menerimanya kan?”

Minho mengangkat wajah dan memandangi Hyesun. “De??!!”

“Sifat kekanak-kanakanmu … “, Hyesun tersenyum perlahan. “Ini sifatmu yang sebenarnya kan?”

Minho ikut tersenyum, “Menurutmu begitu ya baby?”

“Apa saya salah?”, tanya Hyesun dengan sikap menantang.

“Aniyo .. “. Minho segera berdiri dari sofa dan memeluk Hyesun erat-erat. “Kamu betul baby .. saya aslinya memang kekanak-kanakan .. “

“Yaaa yaaa .. “, protes Hyesun sambil melirik Kangsan. Anak kecil itu tersenyum-senyum nakal kearah mereka.

“Appa dan omma berbaikan lagi .. “, teriaknya keras-keras. Telunjuk mungilnya mengarah kepada Hyesun dan Minho secara bergantian.

“Ha .. ha … “. Minho tertawa keras, dia berlari kearah Kangsan kemudian mengangkatnya ke atas. “Ne, appa dan omma berbaikan lagi .. San senang kan sekarang?”

“Ne .. “, sahut Kangsan.

Minho tertawa semakin keras. Dipeluknya anak itu erat-erat sambil mengendus kepalanya berulangkali. Untuk kesekian kalinya dia merasa bahagia dan semua ini hanya diperoleh dari Hyesun dan Kangsan. Mereka segala-galanya baginya, tidak tergantikan oleh apapun di dunia ini.

“Sudah, sudah! Kita harus berangkat sekarang San-a .. “. Hyesun mendekati mereka sambil memberi isyarat Minho untuk menurunkan Kangsan ke lantai.

Minho mengikuti perintah Hyesun. Diturunkannya anak itu dengan hati-hati. “Saya akan mengantar kalian .. “

“Tidak perlu Minho-a .. “, larang Hyesun. Dia mengandeng tangan Kangsan sambil melanjutkan perkataannya, “Kamu perlu istirahat .. nanti malam kan kamu mesti kerja sedangkan acara kita dimulai besok pagi, kamu tidak bisa beristirahat lagi esok harinya .. Sekarang kamu tidurlah! Kami bisa berangkat sendiri kok .. “, Hyesun kemudian menurunkan pandangannya ke Kangsan, “Benar kan San-a?”, tanyanya sambil mengerakkan tangan yang mengandeng Kangsan.

“Ne!!”, angguk Kangsan keras-keras.

“Jeongmal?!”, tanya Minho was-was.

“NE!!!”. Hyesun ikut menganggukkan kepalanya, tidak kalah keras dari Kangsan.

“Tapi … “. Tampang Minho masih terlihat khawatir tapi segera disambut Hyesun dengan kecupan halus di pipi kirinya.

“Ne .. kami tidak apa-apa. Percayalah padaku .. “

Akhirnya Minho menganggukkan kepala walaupun dengan terpaksa. “Baiklah, hati-hati di jalan baby .. “. Minho balas mencium Hyesun di bagian keningnya, kemudian dia beralih pada Kangsan. “Bye San-a .. “. Dia membungkuk sambil menyodorkan pipi kanannya kepada Kangsan, “Beri ciuman appa!!”

Cup … Kangsan mendaratkan ciuman ke pipi Minho. “Anyong appa!!”

“Anyong sayang …. “

Hyesun dan Kangsan keluar rumah dengan diantar pandangan tidak rela dari Minho. Dia berdiri di posisi semula,tidak bergerak selama lima menit. Setelah itu dia baru beranjak ke kamarnya, mengambil pakaian ganti kemudian masuk ke kamar mandi. Beberapa detik kemudian terdengar air disiramkan, syurrrr syurrrr ..

*********


Srekkkk … srekkk .. suara gesekan yang cukup keras memasuki telinga Minho. Masih dalam keadaan setengah sadar, dia berbalik dari posisinya -menghadap ke dinding. Agak kesal dia menutup telinga dengan kedua tangan, sedangkan keningnya berkenyit semakin dalam. Srekkk .. srekkk .. tapi suara tersebut tidak juga menghilang dari pendengarannya.

“Aishhh … “. Minho duduk tegak di atas ranjangnya. Dia sudah benar-benar sadar sekarang. “Suara apa itu??!!”, teriaknya kesal.

Minho melirik ke jam weker di samping tempat tidur, waktu menunjukkan pukul 6 sore. Dia segera menepuk jidatnya dengan tangan, ‘Sudah selama ini aku tidur?’.

Dengan enggan dia turun dari ranjang. Begitu berada di luar kamar, suara berisik itu semakin jelas terdengar oleh pendengarannya. Kening Minho berkenyit lagi, “Suara itu .. sepertinya berasal dari dapur …”. Minho melanjutkan langkahnya ke dapur.

“Baby .. “, serunya kaget begitu mendapati Hyesun sudah berada di sana. Bidadarinya ini tampak sibuk dengan berbagai bahan mentah yang berserakan di wastafel dan meja dekat situ, … ada tomat, kentang, sayur-sayuran, daging (baik itu daging ayam, sapi maupun babi), dan juga bermacam sauce, .. dari sauce tomat, cabe, cream, dan vinegar, dan … berjenis buah-buahan. Masih kurang, dua kantong belanjaan tergeletak di lantai.

“Baby .. apa-apaan ini?”. Minho masuk ke dapur dengan sepasang mata terbelalak lebar. Langkahnya tersaruk-saruk akibat lantai dapur yang sesak oleh belanjaan sedangkan pandangannya berputar-putar ke sekeliling dapur yang tidak begitu besar itu, keadaannya sangat berantakan!

“O Minho-a .. apakah .. apakah saya membangunkan kamu? Akhhh … “, sebelum berhasil menyelesaikan perkataannya, Hyesun sudah berteriak keras ketika ikan segar dalam genggamannya tiba-tiba memberontak keras.  “Akhhhh …. “, Hyesun segera membuang ikan tersebut ke wastafel.

“Apa yang kamu lakukan?”

“Fuhhh …. “, Hyesun menghembuskan nafas lega. Dia membuka keran, lalu mencuci tangannya. Setelah itu dia membilas tangannya di celemek warna pink yang dipakainya. “Saya berniat membuat makan malam buatmu tapi … “, Hyesun mengedarkan pandangan ke sekeliling, “ …. Kelihatannya tidak berhasil … “, sambungnya lemas.

“Tentu saja tidak berhasil .. “. Minho mengetok kepala Hyesun dengan tangannya, tidak keras tapi hanya menyentuh halus. “Pabo-a … apa yang kamu bisa dalam hal masak-memasak .. “, kemudian dia memutar tubuh Hyesun kearah pintu, “Sekarang keluar dari sini, biar saya yang memasak untukmu .. “

“Tapi … “, Hyesun berusaha membantah tapi segera diputuskan Minho.

“Tidak ada tapi-tapian! keluar sekarang juga! Saya tidak memerlukan bantuanmu .., araso? “, jelas Minho sengit. “O ya di mana San?”

“Dia sedang melukis di ruang depan .. “

“Temani dia …. “, setelah itu Minho berbalik ke hasil kerja Hyesun yang fantastis.

“Biarkan saya membantumu Minho-a .. “

Permintaan lembut dari sebelah membuat Minho berpaling. Hyesun sudah kembali ke dapur dan sekarang berdiri di sampingnya, memandanginya dengan harap-harap cemas.

“Saya ingin belajar .. saya ingin melakukannya bersamamu dan … sesungguhnya, saya ingin lebih mengenalmu .. “, sahut Hyesun lirih.

Minho membalas pandangan Hyesun untuk beberapa lama. “Mungkin dia sedang berpikir, atau … mungkin sedang mempertimbangkan sesuatu, atau .. mungkinkah dia takut aku akan mengacaukan semuanya mengingat bagaimana parahnya aku dalam bidang ini? Ya, seperti waktu memasak buat Joon oppa dulu .. “, pikir Hyesun.

“Baiklah .. “, jawab Minho, membuat Hyesun terperanjat dari tempatnya.

“Mwo?”

“Kamu boleh membantuku tapi dengan syarat … kamu tidak boleh memaksakan diri. Saya tidak mau melihat kamu cedera lagi seperti dulu .. “

“Cedera? Kapan?”, tanya Hyesun kebingungan.

“Ketika tanganmu terbakar cerek panas .. “

“O itu … “, sahut Hyesun yang langsung tertegun dalam kebisuan.

’Jadi itu alasannya? Dia salah sangka lagi. Mengapa bawaannya curiga melulu?’. Pandangan Hyesun meredup. ’Dia begitu perhatian, begitu lembut, yah .. walaupun kadang-kadang juga menyebalkan!’, kata sebuah suara dalam hatinya yang langsung disambung suara yang lain, “ Tapi .. bukankah itu bumbu kebersamaan kalian selama ini? Apa kamu akan menyukainya jika dia tidak seperti itu, Hyesun-a? Jujur saja, kamu tertarik padanya karena dia selalu memperhatikanmu kan? Karena dia selalu menghiburmu dengan segala kekonyolannya? Dia selalu ada untukmu! Sudah saatnya kamu mempercayainya Hyesun-a ..

“Baby …. “. Minho mengibaskan tangan di depan Hyesun berulangkali ketika gadisnya ini tidak beraksi terhadap panggilan-panggilannya. “Baby gwencana?”. Tangannya menyentuh lengan Hyesun dan mengoyangnya. “Baby .. “

“Ohhh .. “. Hyesun tersentak dari lamunannya. “De??”

“Gwencana?”, tanya Minho lagi. “Apakah kamu sakit?”

“O aniyo .. “. Hyesun tersenyum perlahan. “Saya Cuma memikirkan syarat yang kamu berikan .. “

“O .. jadi?”

“Ok saya menyetujuinya. Kita bisa mulai sekarang pak koki?”

“Ha .. ha … ha .. ne, tentu saja .. “.

Minho mengalihkan perhatian ke bahan-bahan yang berserakan di wastafel. “Saya akan memulainya dengan ini! kalau tidak, kita tidak bisa melakukan apa-apa .. “. Minho mulai menyingkirkan bahan-bahan tersebut dari wastafel, termasuk ikan yang tadi dilemparkan Hyesun. “Kamu bisa mencuci sayur-sayuran itu di sini baby … “

“Ne .. “, dengan semangat tinggi Hyesun memasukkan sayur-sayuran yang dimaksud Minho ke dalam wastafel dan mulai merendamnya dengan air yang dibuka dari keran.

“Setelah itu kamu bisa memotongnya baby! … Saya akan memasak sup ikan pedas dulu .. “

“NE!!!”

“Dan ini …. Ini …. “, perintah-perintah mengalir terus dari mulut Minho. Walaupun agak bingung, Hyesun bisa menjalankannya dengan baik dan dia merasa bahagia sekali. Baru kali ini dia bekerjasama dengan Minho tanpa adu mulut. Mengingat ini Hyesun tersenyum-senyum sendiri.

“Wegude baby? Gwencana?”, tanya Minho begitu melihat senyuman Hyesun.

“O aniyo. Gwencana-yo .. “, sahut Hyesun cepat.

Minho mengangkat bahunya, kemudian kembali memberikan perintah-perintah pada Hyesun. Mereka menyelesaikan kegiatan tersebut selama satu jam lebih sedikit. Setelah itu bersama Kangsan, mereka menikmati hidangan yang terasa sangat istimewa itu. Bukan karena apa-apa tapi karena makanan-makanan tersebut dibuat sepenuh hati oleh mereka, penuh cinta dan pengorbanan. Mengapa dikatakan pengorbanan? Karena  mereka sudah mau mengalah dan mendengarkan perintah masing-masing.

*********


Minho menaruh segelas champagne di hadapan seorang pelangan ketika Jess mendekatinya.

“Hari ini lebih baik dari kemarin …”, komentar Jess.

“Iya .. “, ujar Minho sambil menyodorkan segelas bir ke pelangan yang satu lagi. “Noona senang?”

“Ne .. “, jawab Jess sambil tersenyum semanis mungkin.

“Bagus he .. he .. “. Minho tertawa perlahan.

“Hottie-a, tentang pembicaraan yang terpotong kemarin … “, Jess sengaja mengantung perkataannya. Dia mengamati reaksi pemuda di hadapannya dengan seksama.

“Pembicaraan kemarin?”, sepasang mata Minho yang terpoles eyeliner menyipit perlahan. “Maksud noona yang mana?”

“Teman kencanmu?!”, tanya Jess menyelidik.

“O itu ha … ha … “

“Siapa dia?”

Minho mencondongkan tubuh ke depan dan menatap Jess dengan mata berbinar. “Sejak kapan Jess noona secerewet ini?”

“Mwo??!”, mata Jess terbelalak lebar. “Yaaa Lee Min Ho, apa itu rahasia?”

“Tidak! Tidak! Itu bukan rahasia .. “, Minho mengelengkan kepala berkali-kali.

“Lalu .. mengapa kamu kelihatan enggan menceritakannya pada noona?”

“Bukan enggan, tapi .. setelah saya pikir-pikir belum saatnya saya menceritakannya .. “, jelas Minho.

“Apa dia … mempunyai latar belakang yang tidak baik? Seperti Jang Geun Suk?”

“Ahh kenapa noona selalu mengaitkan pasanganku dengan Geunsuk??”, seru Minho tidak senang.

“Bukan??”

“Tentu saja bukan!!”, sahut Minho tegas.

“Tapi kamu tetap tidak mau menceritakannya?”, tanya Jess lagi.

“Sudah saya bilang belum saatnya .. “.

Minho kelihatan mulai tidak sabar dengan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan menyelidik dari Jess dan ini memperingatkan wanita tersebut terhadap gelagat-gelagat tidak baik dari Minho. Jika didesak terus, temperamennya yang panas akan meledak dan Jess tidak ingin hal ini terjadi. Dengan segera dia membelokkan percakapan kearah lain.
“O ya, ada kabar baik untukmu?”

“Apa itu?”, sekarang gantian Minho mengamati Jess dengan padangan menyelidik dan .. sedikit curiga.

“Tentang diskusi kita ketika pertama kalinya kamu menapakkan kaki di sini .. sekitar .. setengah tahun yang lalu …”

“Sungguh? Tapi apa itu? … Saya … tidak dapat mengingatnya .. “, tanya Minho sambil mengangkat botol bir ke mulutnya.


"Tentang kerjasama kita. Saya bermaksud membuka cabang 2X di luar Seoul tapi danaku tidak cukup untuk itu, karenanya saya membutuhkan seorang partner di sini. Saya langsung teringat padamu dan perbincangan kita setengah tahun yang lalu Minho-a, kamu berniat membuka bar sendiri kan?”

Minho termangu beberapa saat. Botol bir tadi ditaruhnya ke atas meja. Sepasang tangannya melipat di depan dada, sementara jari-jari tangan kanannya meraba-raba bagian dagu.

“Bagaimana hottie? Tawaran menarik kan? Saya yakin kamu tertarik ..”

“Miane noona .. “, Minho mengembangkan sepasang tangan kemudian meletakkannya di atas meja layan. “Dulu mungkin saya tertarik tapi sekarang … “, dia tersenyum perlahan, “ .. saya ingin hidup dengan normal .. “

“Maksudmu?”, tanya Jess tidak mengerti.

Minho memperlebar senyumnya. “Sebenarnya saya bermaksud mendiskusikan ini dengan noona … Mungkin saya akan keluar dari 2X .. “

“MWOO?”, Jess langsung membelalakan sepasang mata coklatnya. “Apa maksudmu? Keluar dari 2X??!!! Kamu bercanda kan?”

Minho mengibaskan tangannya, “Tidak, tidak! Saya tidak bercanda noona! Saya ingin hidup dengan normal, tidur di malam hari dan bekerja di pagi hari … seperti orang kebanyakan .. “

“Mwo?? .. Saya tidak pernah berpikir kamu akan hidup seperti itu, jadi mengapa? Apa alasannya? Saya mengira kamu menikmati kehidupanmu sekarang .. “, tanya Jess lagi.

“Saya menikmatinya noona .. “, Minho mengiyakan. “Tapi .. saya pasti akan lebih mencintai kehidupan yang saya impikan sekarang ..”, sambungnya tegas.

 “Kamu sudah mempertimbangkannya masak-masak?”

“Ne .. “

“Tidak akan menyesal?”

“No!!”

“Tidak bisa diganggugugat?”, Jess melancarkan pertanyaannya.

“Tidak!!”, jawab Minho yakin.

“Walaupun noona memintanya .. “

“Miane noona .. “, ujar Minho pelan. Dia menyesal dengan tindakan yang sudah pasti akan merugikan Jess ini tapi keputusannya sudah bulat. Jika ingin menjalani hidup tenang bersama Hyesun dan Kangsan, dia harus melakukannya, dia harus melepaskan kehidupan tak beraturan ini.

 “Kapan kamu akan memulainya? .. Maksudku, meninggalkan 2X?”, tanya Jess dengan suara yang agak bergetar.

“Mungkin .. dua minggu lagi .. “, jawab Minho lambat-lambat.

“Karena .. dia?”

“Ne ..”, Minho menunjukkan wajah perlahan.

“Begitu pentingkah peranan dia dalam merubah hidupmu? Kamu sangat mencintainya ya, Minho-a?”

Minho mengangkat wajah dan memberikan responnya dengan cepat, “Ne .. “

“O .. “. Jess terhenyak di tempatnya.

Dia kalah dari seorang asing? Mengapa bisa begitu? Siapa sebenarnya orang itu? Siapa yang mampu merubah Minho seperti sekarang ini? Sebenarnya siapa pria itu?

Dia mengenal Minho selama tujuh bulan dan selama itu juga dia berusaha merubahnya, tidak hanya sifat tapi juga kelainan seksualnya tapi tiak pernah berhasil. Dan orang ini … hanya dalam waktu sebulan, atau .. lebih? telah merubah prinsip hidupnya dari cuek menjadi perhatian terhadap keteraturan hidup? Yahhh .. walaupun kelainannya belum berubah tapi setidaknya … sekuat itukah peranan orang tersebut bagi seorang Lee Min Ho?

Jika ada waktu dia ingin sekali mengetahui siapa orang itu.

*********


Cklekkk …. Minho memutar gagang pintu depan dan membukanya, saat itu sudah pukul 8:15 pagi. Begitu sampai di dalam dia mendapati Kangsan sedang duduk menghadapi semangkukbubur di atas meja makan, sedangkan Hyesun tidak kelihatan di ruangan itu.

“Selamat pagi San-a ..”, sapa Minho sambil mendekati anak itu.

Kangsan mengangkat wajah dari mangkuk dihadapannya dan berpaling pada Minho. “APPAAAA!!”, teriaknya kegirangan. Hup .. sekali loncat, dia sudah berada dalam pelukan Minho.

“Ha .. ha .. anak pintar .. “, dia mengucek gemas rambut hitam Kangsan. “Di mana omma?”

“OMMAAAA!!!”, teriakan Kangsan langsung terdengar begitu mendapat pertanyaan dari Minho, membuat pemuda itu segera menjauhkan telinganya dari teriakan anak itu.

“Iya .. iya … “, terdengar sahutan dari dapur. Hyesun tergopoh-gopoh keluar dari dapur di lorong belakang. “Ada apa? … O Minho-a, .. sudah pulang?”, sepasang matanya melebar perlahan. Bukan karena terkejut, lebih karena gembira.

“Ne .. “. Minho menurunkan Kangsan ke lantai, kemudian dia mendekati Hyesun. “Selamat pagi baby .. “, dengan lembut dikecupnya pipi Hyesun.

“Pagi .. “, balas Hyesun kikuk. Dia melihat Kangsan melirik mereka dengan senyuman dikulum. ‘Anak ini benar-benar …. Apa arti senyumannya? Dia hanya anak berumur 3 tahun lebih jadi mengapa dia tersenyum seperti itu?’

“Apa kamu sudah makan?”, tanya Hyesun, berusaha mengalihkan perhatian dari ciuman yang dilihat Kangsan tadi. “Saya memasak bubur ayam sepanci penuh .. “

“Saya belum makan jadi saya tidak keberatan menghabiskan sepanci bubur ayam masakanmu ..”, goda Minho dengan kerdipan sebelah matanya.

“Baiklah, kalau begitu saya akan menyediakannya untukmu, Minho-ssi. Semangkuk besar bubur ayam dan kamu harus menghabiskannya, araso?”

“Ne .. he .. he .. “. Minho tertawa perlahan, kemudian dia mengangkat Kangsan yang masih tersenyum-senyum di tempatnya. “Ok sayang, sekarang kembali ke bangkumu .. “

Lima menit kemudian mereka sarapan sambil bersenda-gurau. Sesekali terdengar ketawa riuh dan teriakan-teriakan dari Hyesun ketika Minho mulai menjahilinya.

“Hentikan itu Lee Min Ho, saya sudah muak dengan leluconmu!!”

“Yaa baby, saya capek semalaman berurusan dengan para pemabuk dan penggoda jadi biarkan saya menyegarkan pikiran ini denganmu sekarang .. “, protes Minho.

“Antwe!!!! Makan sendiri kata-katamu!!”

“Yaaaa … “. Minho menunduk perlahan, lalu meneruskan makannya.

“O ya, apa kamu perlu istirahat dulu? Kita bisa memundurkan acaranya tiga jam kebelakang. Saya akan menelepon Soeun dan mengabarinya. Kamu pasti capek setelah tidak tidur semalaman .. “, sambung Hyesun begitu melihat kekecewaan Minho.

“Aniyo, .. gwencana-yo ..”, jawab Minho sambil tersenyum.

“Kamu yakin?”, tanya Hyesun ragu-ragu. “Jangan memaksakan diri jika memang tidak mampu .. Saya tidak ingin kamu pingsan karena kelelahan .. “

“Yakin!!”, Minho mengangkat jari manisnya, sebagai perjanjian. “Saya biasa begadang dan tidak tidur selama dua malam jadi kamu jangan khawatir … staminaku cukup kuat .. “

Hyesun mangut-mangut sendiri mendengar penjelasan Minho. Setelah itu mereka meneruskan sarapan lagi. Begitu selesai, Minho masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Hyesun membereskan peralatan di atas meja dibantu oleh Kangsan.

*********


Pukul 9 lewat 30 mercy merah milik Minho berhenti di halaman depan Lotte World. Sesuai perjanjian, mereka akan bertemu dengan Soeun dan pacarnya, Kim Jae-Joong, di sana.

Minho, Hyesun dan Kangsan keluar dari mobil dan memasuki dunia fantasi tersebut. Begitu sampai di dalam, mereka mendapati Soeun dan seorang pemuda berambut pirang sudah menunggu kedantangan mereka di deretan kursi yang menghadap ke kastil tiruan.

Hyesun segera melambaikan tangannya, “SOEUN .. “

Soeun menoleh dari posisinya, begitu juga dengan pemuda di sebelahnya.
“Hyesun-aa .. “. Soeun ikut melambaikan tangan kegirangan.


Dia berdiri dari kursi dan berlari kearah Hyesun, sambil diikuti pemuda tadi dari belakang. “Bogoshipoyo .. “. Soeun memeluk Hyesun erat-erat.

“Saya juga .. “, balas Hyesun.

Selama dua menit mereka saling berpelukan tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Kedua pemuda yang datang bersama mereka memperhatikan adegan tersebut dengan senyuman tersungging di bibir. Begitu juga Kangsan, walaupun anak itu tidak mengerti mengapa ommanya seperti itu dan siapa yang dipeluknya.

“Bagaimana keadaanmu Sun-a?”, tanya Soeun setelah melepaskan pelukannya.

“Baik ..”, jawab Hyesun.

“O ya kenalkan ini Kim Jae-joong .. “. Soeun menarik Jaejoong ke depan dan memperkenalkannya pada Hyesun dan Minho.

“Anyongheseyo .. “, pemuda itu membungkuk perlahan.


“Anyongheseyo Kim Jae Joong-ssi, … saya Goo Hye Sun, sahabat baik Soeun .. “, Hyesun mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Jaejoong.

“Anyong Hyesun-ssi, senang berkenalan denganmu .. “

“Ne, saya juga. Dan .. kenalkan dia .. “, Hyesun menoleh ke Minho, “Lee Min Ho .. , dia .. hmmm …. “, Hyesun tidak mampu meneruskan kata-katanya. ‘Mengapa kata pacar itu sulit sekali dikeluarkan?’, Hyesun mengetok kepalanya sendiri.

“Saya pacar Hyesun, … namaku Lee Min Ho, senang berkenalan denganmu Jaejoong-ssi .. “, sambung Minho begitu melihat kegelisahan Hyesun.

“O saya juga senang berkenalan denganmu Minho-ssi .. “, Jaejoong menyambut uluran tangan Minho. “Saya berharap date kita bisa berjalan lancar .. ha … ha .. “, sambungnya sambil tertawa.

“Ne .. he .. he …”, Minho mengiyakan.

“Heii bukankah ini San .. “. Soeun menunduk perlahan di hadapan Kangsan. “Masih ingat pada noona?”

Kangsan mengeleng sambil menyembunyikan diri di belakang Hyesun.

“Tentu saja tidak ya? Sudah setahun lebih kita tidak bertemu .. “, kata Soeun dengan bibir sedikit dipanjangkan, kemudian dia mengulurkan tangan pada Kangsan, “Kita berkenalan lagi ya? Saya Soeun noona, sahabat baik omma San .. “

“San-a, jangan takut pada Soeun noona .. Ayo berkenalan dengannya .. “, dengan lembut Hyesun memajukan Kangsan ke depan.

Anak itu kelihatan ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya menerima uluran tangan Soeun.

“Dan dia ini .. Jae-hyung .. “, Soeun ikut memperkenalkan Jaejoong pada Kangsan.

Jaejoong mengulurkan tangannya, “Hi dongseng-a .. “

“Hi Jae-hyung … “, sapa Kangsan pelan.

“He .. he .. anak yang lucu sekali ..”. Jaejoong menyapu rambut Kangsan dengan tangannya. “Dia putramu kan Hyesun-a?”

“Ne .. “

“Dia putra kami!!”, sahut Minho tiba-tiba.

Mata Hyesun terbelalak lebar mendengar jawaban Minho. Dia menoleh pada Soeun dan reaksi sahabatnya ini tidak kalah hebatnya. Mulut Soeun terbelalak lebar.

“O really? Woww that’s cool man!!! I wish I can have a child from Soeun too …  tapi saya tidak tahu kalau Hyesun-ssi sudah menikah? .. awwww!!”. Perkataan Jaejoong berhenti ketika cubitan Soeun mendarat di pinggangnya. “What’s wrong?”

“Kami memang belum menikah, tapi apa salahnya?”, sahut Minho kesal.

“Minho-a … “, desis Hyesun lirih.

“Hentikan perbincangan ini Jae .. “, pinta Soeun sambil melirik Hyesun. Sahabatnya itu tampak menundukkan kepalanya. Soeun menghembuskan nafas perlahan. ‘Mungkin salah memperkenalkan Jaejoong pada Hyesun .. ‘.

“Tidak ada salahnya, makanya saya bilang that’s cool! … heii come on man, jaman apa sekarang ini? Siapa yang perduli dengan mempunyai anak sebelum menikah?”

“Kim Jae-Joong, sudah cukup!!”. Soeun memejamkan matanya rapat-rapat, perkataan Jaejoong sudah keterlaluan dan harus dihentikan sekarang juga. Dia membuka mulut dan siap berkata lagi ketika ketawa Minho meledak saat itu juga.


“Ha .. ha … that’s right! Who care? Ha .. ha …”

“LEE MIN HOO!!. Hyesun langsung memelototinya.

Melihat kemarahan Hyesun, Minho segera menghentikan suara ketawanya. “Lalu .. kita akan kemana sekarang? Apakah mengelilingi Lotte World?”, tanyanya kemudian, berusaha mengalihkan perhatian kearah lain.

“San mau ke kebun binatang!!!”, seru Kangsan tiba-tiba.

Empat pasang mata langsung tertuju padanya. “Kebun binatang?”, tanya Jaejoong heran.

“Ha .. ha … lupakan saja perkataan anak kecil .. “. Hyesun segera membekap mulut Kangsan dengan tangannya, “Kalian yang ambil keputusan, kami ikut saja .. “, lanjutnya serba-salah.

“Kelihatannya ide itu cukup bagus .. “, sahut Jaejoong sambil tersenyum lebar.

“Mwo?”, semua memandanginya tidak mengerti.

“Maksudku kebun binatang .. “, jawab Jaejoong. “Sudah lama saya tidak ke sana. Kita ke kebun binatang saja. O ya, apakah kalian sudah sarapan .. “

“Ne!!”, jawab Minho, Hyesun dan Kangsan serempak.

“Bagus, kalau begitu kita berangkat sekarang!! Kacha .. “

Jaejoong beranjak dari tempatnya, diikuti pandangan bertanya-tanya dari yang lain. ‘Mengapa orang yang baru kembali dari Paris, kota model sedunia itu, tertarik dengan kata kebun binatang?’

*********


"Horeeeee!!!!", Kangsan bersorak-sorak kegirangan begitu mereka menginjakkan kaki di kebun binatang. Karena hari minggu, keadaan di kebun binatang itu sangat ramai. Kangsan mengandeng tangan Minho dan Hyesun di sebelah kiri dan kanan, wajahnya berseri-seri. Sedangkan Soeun dan Jaejoong mengikuti dari belakang dengan bergandengan tangan dan saling berpandangan dengan senyum dikulum.

"Sun-a, Jae mau melihat-lihat reptil di sini .. apakah kalian ikut dengan kami?", Soeun memulai pembicaraan di antara mereka, setelah teriakan nyaring Kangsan yang mendominasi selama beberapa menit lalu.

Hyesun dan Minho berpaling ke belakang.
"Aniyo .. kalian saja .. ", jawab Hyesun dengan raut wajah jijik.

"San mau lihat burung hantu!!!", teriak Kangsan tiba-tiba. Tangan mungilnya yang mengenggam tangan Minho digerakkan keras-keras. "Appa ... ", rengeknya manja.

"Iya, iya .. ", sahut Minho, "Kita ke sana sekarang .. ", dia tersenyum perlahan.

"Jadi?", tanya Soeun agak melebarkan matanya.

Minho mengangkat wajah yang tadi tertunduk memperhatikan Kangsan. "Kalian saja. Kami akan ke sarang burung hantu di sana .. lagipula Hyesun kelihatannya tidak suka reptil ... "

Soeun mengangguk, "Baiklah, kalau begitu kita berpisah di sini dan melanjutkan rencana masing-masing. Berkumpul kembali di depan kebun binatang dua jam kemudian .. "

Setelah kesepakatan, mereka berpisah dari situ. Soeun dan Jaejoong melanjutkan rencana semula -melihat-lihat reptil yang terletak di atas bukit sedangkan Minho, Hyesun dan Kangsan menuju ke kandang besar yang berisi beberapa ekor burung hantu, beberapa meter dari situ.  

"Burung hantuuu!!!! Appa, burung hantu yang kita lihat waktu itu!!!!", Kangsan melompat-lompat di depan kandang burung hantu. Telunjuk mungilnya menunjuk burung-burung hantu yang agak tersembunyi dibalik pohon dengan posisi membelakangi mereka.


"Iya, iya! San senang??"

"Ne!!!!!", sahut Kangsan keras-keras. "Tapi .. mengapa mereka membelakangi kita??"

Minho berjongkok dan merangkul Kangsan, "Karena mereka tidak terbiasa dengan sinar yang terlalu menyilaukan. Burung hantu hanya muncul pada malam hari jadi mereka akan tidur pada siang hari .. "

"Jadi ... sekarang mereka lagi tidur?", tanya Kangsan. Sepasang mata beningnya yang menatap Minho berkedip-kedip berulangkali.

"Ne ...". Minho mengacak rambut Kangsan, kemudian berdiri dari posisi jongkoknya.

Selama beberapa menit, Kangsan mengamati burung-burung hantu di depan dengan perasaan ingin tahu yang tinggi. Penjelasan-penjelasan Minho bermain-bermain dalam otaknya, berusaha dicerna oleh pikirannya yang masih sederhana. Sampai dia merasakan sesuatu mendesak keluar di bagian bawah.

Kangsan menarik ujung jas Minho.

"Mwo?", tanya Minho.

Anak itu tidak menjawab, dia kelihatan sangat menderita.

"Wegude?",  Minho segera berjongkok di sebelah Kangsan, keningnya berkenyit melihat anak itu menekan-nekan bagian perutnya.

"San-a wegude?", Hyesun ikut bertanya.

Tapi anak itu tetap tidak menjawab. Perlahan dia menarik kerah jas Minho dan membisikkan sesuatu di telinganya.

"MWO??!!", teriak Minho.

Kangsan terkakak melihat reaksi Minho. "Ha .. ha .. ha .. "

"Kamu .. jeongmal?! .. Ohh masih bisa tertawa?!! Dasar!! .. tahan dulu, jangan keluarkan di sini!!!".

Hupp .. sekali angkat, Kangsan sudah berada dalam himpitan di antara ketiak Minho dan langsung dibawa lari dari situ, tanpa pamitan dulu pada Hyesun.


"YAAA MAU KEMANA?", teriak Hyesun.

"KE KAMAR KECIL ...", jawab Minho dari kejauhan.

"MWOOO??!!", sepasang mata Hyesun terbelalak lebar. Tapi detik berikutnya dia tersenyum lebar begitu berhasil menangkap maksud Minho. 'Ternyata Kangsan kebelet ingin buang air kecil .. '.

*********


Dua jam kemudian Minho, Hyesun dan Kangsan berkumpul kembali dengan Soeun dan Jaejoong di tempat yang telah dijanjikan. Minho, Hyesun dan Kangsan tiba terlebih dahulu baru disusul oleh Soeun dan Jaejoong sepuluh menit kemudian. Pasangan itu terlambat dari waktu yang dijanjikan karena terlalu asyik dengan berjenis-jenis reptil di kebun binatang tersebut.

"Sekarang kita mau kemana?", tanya Jaejoong dengan nafas agak tersendat-sendat akibat memburu waktu ke tempat itu dengan Soeun.

"Omma, San lapar ... ", rengek Kangsan ke Hyesun.

"San lapar? .. Kalau begitu kita makan siang saja .. ", sahut Soeun, yang langsung disetujui oleh yang lain.

"Horeeee!!!", teriak Kangsan. "San mau sushi!!!"

"Sushi?", Jaejoong mengenyitkan jidatnya, " .. jarang ada anak kecil yang suka makanan mentah .. "

"He .. he .. sushi itu kesukaan San .. ", Minho mengulum senyumnya, "Tentu saja jika kalian tidak keberatan?"


"Tidak. Tentu saja kami tidak keberatan ..", sahut Jaejoong cepat. "Saya cuma heran anak kecil seperti San menyukai sushi .. he .. he .."

"Kalau begitu kita ke restoran Suki saja!!", usul Soeun.

"Setuju!!!", sahut yang lain hampir bersamaan. "Ha .. ha .. ", tawa keras langsung terdengar setelah itu.

*********


Sehabis makan siang, atas saran Jaejoong, mereka meneruskan acara hari itu dengan berkunjung ke pantai. Saat itu matahari bersinar terik dan pantai tersebut cukup ramai dikunjungi orang mengingat hari itu hari minggu.

Kangsan berlari-lari kecil sepanjang tepi pantai. Telapak kaki kecilnya yang polos menyapu pasir halus yang terbentang sepanjang garis pantai. Sesekali ombak kecil menerpa kakinya, membuatnya berteriak-teriak kegirangan.

"San-aaa, hati-hati!! Jangan berlari terlalu jauh!!!", teriak Hyesun dari jarak tujuh meter di belakang.

Kangsan menghentikan langkahnya. Dengan cepat dia berbalik kearah Hyesun dan Minho, yang sekarang semakin mendekatinya, tangan kiri Minho terlihat mengandeng tangan kanan Hyesun sedangkan tangan Hyesun yang satunya lagi menjinjing sepatu Kangsan -yang dilepaskannya tadi. Wajah keduanya terlihat ceria melihat kegembiraan Kangsan.

"Cihhh .. appa dan omma lambat sekali .. ", Kangsan mencibirkan bibirnya begitu Minho dan Hyesun sampai di depannya.

"Ha .. ha .. ha .. San memang hebat ... "

Lalu Minho mengangkat Kangsan ke dalam pelukan. "Tapi San-a .. benar kata omma, San harus hati-hati .. jangan berjalan terlalu ke tengah, araso?"

"Mwo?!", tanya anak itu polos.

"Karena San tidak bisa berenang, kalau berjalan terlalu ke tengah bisa digulung ombak ke dalam laut ...", Minho menekan cuping hidung Kangsan dengan pelan, " .. araci?"

"NE!!", jawab Kangsan keras-keras. Kedua telapak tangan mungilnya langsung ditempelkan ke sepasang pipi Minho.

"Sun-a, apa kalian tertarik ke sana?", tanya Soeun, yang menyusul mereka lima menit kemudian bersama Jaejoong.

Pertanyaan tersebut membuat Hyesun dan Minho berpaling ke belakang, sedangkan Kangsan tidak terpengaruh, masih asyik memainkan dasi bintik-bintik yang melingkari kerah kemeja Minho.

Minho dan Hyesun mengikuti arah yang ditunjuk Soeun. Puluhan pohon kelapa terlihat berdiri tegak dengan daun-daunnya yang melambai-lambai tertiup angin laut sekitar sepuluh meter di depan mereka.


"Kami mau berteduh di sana, sambil menikmati keindahan pemandangan pantai dan udara segar lautan .. apa kalian mau bergabung dengan kami?", lanjut Soeun.

"O aniyo Soeun-a, .. Kami akan bermain di sini saja .. San kelihatannya lebih suka bermain-main dengan air laut daripada berteduh di tempat rindang. Kalian saja yang ke sana .. "

"Baiklah, kalau begitu kami ke sana dulu. Jika kalian sudah capek, bergabunglah dengan kami .. "

"Ok, sampai ketemu nanti .. ". Hyesun melambaikan tangannya pada Soeun dan Jaejoong.

Soeun mengangguk, kemudian berlalu dari situ bersama Jaejoong.

Sepeninggal pasangan Soeun dan Jaejoong, Minho, Hyesun dan Kangsan meneruskan permainan mereka di tepi pantai. Mereka berkejar-kejaran, mengobok-obok air laut kemudian mengarahkannya ke yang lain, dan juga menendang-nendang pasir putih di sepanjang pantai ke tubuh masing-masing. Tidak sampai dua puluh menit, pakaian mereka sudah basah dan dipenuhi pasir.

Detik berikutnya mereka menjatuhkan diri, kelelahan di hamparan pasir, satu meter dari garis laut.

"Hhhh Hhhh Hhhh .. ti ... tidak .. bisa .. lanjut lagi ... Sa .. Hhhh .. saya .. sudah kehabisan .. nafas ... Hhhh ... Hhhh ....", ujar Hyesun dengan nafas terengah-engah.

"Baby ... "

Panggilan dari Minho membuatnya berpaling. "Mwo?"

"Itu .. ". Minho menunjuk ke kanan, jauh di depan samar-samar terlihat sebongkah batu besar menyembul keluar dari air laut yang mulai surut. "Masih ingat?"

Hyesun mengenyitkan alisnya, dan ...  kejadian beberapa waktu lalu, pada malam hari, ketika dia berusaha menghibur Minho dengan berteriak-teriak di pantai ini, perlahan merayap masuk dalam pikirannya.

flashback ....

"Teriaklah jika kamu suka!", kata Hyesun pada Minho.

"MWOOO?". Mata Minho terbelalak lebar.

"Seperti ini .......... HEIIIIIIIIIIIIIIIIII SAYA BENCIIIIIIIIIII BENCIIIIIIIIIIIII ....."

Teriakan Hyesun mengema di pantai yang sepi dan kelam. Minho sangat terkejut. Tangannya segera diangkat, membekap mulut Hyesun rapat-rapat.
"YAAAA .. GADIS GILA!! .. teriakanmu akan menganggu orang-orang di sini, tahu tidak!!"

Dengan usaha keras Hyesun melepaskan bekapan tangan Minho dari mulutnya. Dia tersenyum perlahan.
"Mana ada orang di tengah malam begini, lagipula .. "

Tapi perkataannya segera terputus oleh kepala sepasang muda mudi yang menonggol mendadak dari sebuah batu besar yang berada di dekat situ.

"HEIIIIIIIII ORANG GILA BERENGSEK!!! ... KAMU INGIN MAMPUS YA? .. JIKA INGIN TERIAK, CEBURKAN DIRIMU KE LAUT! .. HUHHH MENGANGGU KETENANGAN ORANG SAJA!!"

Hyesun langsung terngangga. Mulutnya terbuka lebar begitu juga matanya. Dia sama sekali tidak menyangka ada orang di tepi pantai itu. Minho tidak kalah terkejutnya dengan Hyesun. Tapi dia masih bisa mengendalikan perasaannya dengan baik sehingga dapat segera menarik tangan Hyesun dan Kangsan untuk diajak pergi dari situ ketika melihat pria itu berjalan kearah mereka dengan tongkat tergenggam di tangan.


End of flashback ..

"Ingat?!"

Hyesun merasakan tangan Minho menyenggol lengannya. "Ne .. ", dia mengangguk perlahan.

"Saat itu saya baru sadar kamu bisa segila itu ... he .. he .. "

"Yaaa Lee Min Ho!!!", Hyesun langsung mendelik kearah Minho. "Kalau bukan menghiburmu, saya tidak akan segila itu tahu!!", teriaknya sengit.


"Ha .. ha .. ne, ne .. miane baby. Saya tidak bermaksud mengejekmu tapi .. saat itu kamu benar-benar gila. Coba .. apa jadinya kalau pasangan itu berhasil menangkap kita?"

"Apa kamu menyalahkanku untuk itu?"

"Aniyo! Saya tidak menyalahkanmu, ... sesungguhnya saya ingin mengatakan sesuatu untuk itu .. "

"Mwo?!"

Minho tiba-tiba melingkarkan tangannya ke pinggang Hyesun. "Gumawo baby ... ", bisiknya lembut di telinga Hyesun, membuat gadis itu tidak mampu mengucapkan apa-apa. Dia kehilangan kata-kata, kekesalannya menguap begitu saja mendapat perlakuan mendadak dari Minho.

Tapi keterpanaannya itu hanya sesaat karena detik berikutnya Minho sudah berdiri dari lantai pasir dan mengangkat Kangsan tinggi-tinggi ke udara.

"San-a .. omma sudah kelelahan, sekarang San main dengan appa saja ya?"

"Ne .. ha .. ha ... "

Kangsan tertawa keras ketika dibawa berlari-lari kencang sepanjang garis pantai, mengejar riak-riak kecil di permukaan air laut yang berkilauan tertimpa sinar mentari siang.

*********


Kelompok kecil yang terdiri dari dua pasang pemuda-pemudi dan anak laki-laki berusia tiga tahun tersebut keluar dari area pantai sekitar pukul 6:30 sore, setelah puas menikmati indahnya pemandangan waktu matahari terbenam. Setengah jam kemudian, mobil yang mereka kendarai memasuki daerah perkotaan.

Minho dan Jaejoong menghentikan mobil mereka di sebuah restoran Cina di pusat kota Seoul.  Mereka menghabiskan makan malam di sana. Setelah itu salah seorang dari mereka menganjurkan untuk nonton film bersama, yang langsung disetujui yang lain.

Dua puluh menit kemudian mereka sudah berada di bioskop Megabox, yang berlokasi di lantai bawah tanah COEX Mall.

"Nonton film apa?", tanya Soeun.

"Ada film laga, film percintaan,  terus film detektif ... ", Jaejoong mulai menjabarkan jenis-jenis film yang diputar di bioskop itu.

"Jangan film laga, terlalu keras dan sadis buat San!!!", sahut Hyesun cepat.

"Kalau begitu ... ", Minho menunjuk ke banner yang tertempel paling pinggir, " .. film keluarga saja ... My Dear Daddy, kelihatannya menarik ... ", lalu dia berpaling pada yang lain, "Bagaimana?"

"Bagaimana Soeun-a? Dan anda juga, Jaejoong-ssi?", Hyesun ikut bertanya.

"Ok, saya tidak masalah ... ", Jaejoong tersenyum sembari mengangkat bahunya.

"Baiklah. Kalau begitu saya beli karcis sekarang .. ". Soeun berlari ke loket penjual karcis, yang sudah banyak pengantrinya.

"Heiii!!!!", teriak Soeun begitu berada di antrian paling depan. "Tidak ada tempat duduk dampingan buat lima orang!! Jadi bagaimana??!!!!"

"Sisanya apa??!!", balas Jaejoong.

"Dua di barisan depan dan tiga berselang dua baris tempat duduk dari dua yang di depan!!"

Jaejoong kemudian berpaling pada Hyesun dan Minho. "Bagaimana?", tanyanya.

"Tembak saja. Saya, Hyesun dan San duduk di barisan belakang sedangkan kalian duduk di bangku depan .. ", jawab Minho.

"OK!!". Jaejoong mengangkat jari telunjuk dan jempol yang dilingkarkan kearah Soeun.

Soeun mengangguk, tiga menit kemudian dia kembali dengan lima lembar karcis. Tiga lembar dengan nomor berurutan diberikan pada Hyesun sedangkan salah satu dari dua karcis yang lain dia berikan pada Jaejoong.

"Ayo masuk sekarang! Filmnya akan diputar sebentar lagi .... "

Soeun dan Jaejoong mendahului masuk ke ruang I, dimana film My Dear Daddy akan diputar, sedangkan Minho, Hyesun dan Kangsan menjajari langkah dari belakang.

Lampu-lampu dalam ruang I dipadamkan begitu film mulai berputar dalam layar lebar di hadapan mereka. Suara-suara berisik dari para penonton juga berangsur-angsur hilang. Semua mulai mengikuti alur cerita dari film yang bermain dalam monitar besar tersebut.

Sampai pertengahan cerita, Kangsan tertidur dalam pangkuan Minho. Karena kelelahan setelah bermain seharian, anak itu tertidur dengan pulasnya, bahkan suara dengkurannya yang berat terdengar jelas oleh Minho dan Hyesun.

"Ha .. ha .. anak ini benar-benar ... ", Hyesun tertawa pelan. Tangannya meraba rambut Kangsan dan kepalanya digelengkan berkali-kali. " ... dia pasti sangat kelelahan ... "

"Babe, lihat itu!!"


Tiba-tiba Minho menyenggol lengannya dengan bibir diruncingkan ke depan. Mata Hyesun menyipit perlahan, kemudian dia mengikuti arah yang ditunjuk Minho dengan bibirnya.

"Ohh .. ", Hyesun langsung menutup mulut dengan tangan. Sepasang matanya terbelalak lebar. "I .. i ... tu ...". Dia tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

Apa yang dilihatnya, terpisah dua baris tempat duduk di depan, sungguh tidak dapat dipercaya!! Soeun dan Jaejoong terlihat sedang berciuman dengan bergelora dibalik kesuraman ruangan bioskop tersebut.

"A .. apa .. yang mereka lakukan?", tanya Hyesun tersendat-sendat.

Kepalanya berpaling kearah Minho. Dan apa yang dilihatnya kali ini membuatnya lebih tidak bisa bersuara lagi. Kepala Minho mendekat kearahnya, semakin dekat dan hampir menyentuh wajahnya, hanya berjarak beberapa cm saja. Nafas Minho sangat terasa di seputar wajahnya, berhembus pelan dan meniupkan asap-asap lembut dengan aroma khas yang menyebabkan seluruh tubuhnya menegang seketika.

"Baby ... ", bisik Minho halus di telinga Hyesun.

"Hmmm .... ", hanya deheman pelan itu yang keluar dari mulut Hyesun. Wajah Minho sekarang sudah menempel di wajahnya. Sepasang mata Hyesun terpejam perlahan.

Tangan kiri Minho yang tidak menopang tubuh Kangsan melingkar ke belakang leher Hyesun, kemudian lambat-lambat Minho menempelkan bibirnya ke bibir Hyesun. Semula hanya pelan-pelan dan terasa sangat lembut tapi lama-kelamaan dia mulai membuka bibir dan mengulum bibir Hyesun, melumat dan memainkan lidahnya di rongga mulut gadis itu.


"Ahhh ... ", desahan terdengar dari mulut Hyesun.

Dia mulai membalas lumatan-lumatan bibir Minho, semakin lama semakin panas, memelintir lidahnya dengan permainan yang luar biasa. Tangan kanannya menyusup masuk ke balik kemeja yang dipakai Minho dan mulai mengelus dada bidang pemuda itu dengan irama beraturan, makin lama makin cepat dan terakhir dia memelintir keras puncak dada Minho.

"Akhhh ... ", jerit Minho dibalik ciumannya.

Tapi tetap itu tidak menghentikan permainan mereka. Bisikan-bisikan dari belakang juga tidak diperdulikan mereka. Hyesun, yang semula histeris dengan permainan Soeun dan Jaejoong, malahan menikmati ciuman-ciuman maut dari Minho.

*********

  
Begitu sampai di rumah, Hyesun langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang depan, sedangkan Minho, menurunkan Kangsan ke lantai. Anak itu memang sudah terbangun dari tidurnya waktu perjalanan dari bioskop Megabox ke rumah.

"San-a, cepat masuk ke kamar! Appa akan memandikanmu, setelah itu waktunya tidur .. Sana!". Minho menepuk halus punggung Kangsan.

"Ne!!", sambil melompat-lompat Kangsan memasuki kamarnya.

Minho lalu berpaling kearah Hyesun, yang masih bersandar di sofa dengan sepasang mata terpejam.

"Baby, kamu juga harus membersihkan diri. Pakai saja kamar mandi luar, .. saya akan memandikan Kangsan di kamar mandi satunya, setelah itu baru membersihkan diri ... ". Setelah itu Minho mendekati Hyesun dengan senyuman dikulum, "Sehabis itu ... saya menunggumu di dalam kamar ... ", bisiknya di telinga Hyesun.

"Mwo??!". Hyesun langsung membuka mata lebar-lebar. Dia berpaling ke belakang tapi pada saat itu sosok Minho sudah menghilang dibalik lorong yang memisahkan kamar-kamar di belakang.

Sehabis mandi dan berpakaian, Kangsan berbaring di ranjangnya. Matanya terpejam dan mulutnya bergerak pelan, "Selamat malam appa ... "

"Selamat malam sayang .. ". Minho mendaratkan ciuman di kening Kangsan, kemudian menyelimuti tubuhnya dengan selimut.

Setelah itu gantian dia yang membersihkan diri dalam kamar mandi yang terdapat di kamar tidur utama tersebut.Dia melakukannya dalam waktu sepuluh menit. Minho keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan tubuh terbalut kemeja putih tipis.Celana yang agak ketat membalut bagian bawah tubuhnya.

Saat itu Kangsan sudah tertidur pulas dalam pembaringannya. Wajah anak itu terlihat tenang, mungkin dia benar-benar kelelahan setelah acara yang sangat padat hari ini. Minho berjalan ke tepi ranjang, dia tersenyum perlahan sebelum akhirnya memadamkan lampu meja yang terdapat di meja rias di samping ranjang. Kemudian dia keluar dari kamar itu.

Sampai di lorong luar, sayup-sayup bunyi shower yang dinyalakan memasuki telinganya.Minho mengangkat bahu lambat-lambat, lalu masuk ke dalam kamar tidur yang bersebelahan dengan kamar mandi.

Hyesun keluar dari kamar mandi sepuluh menit kemudian. Dia menghabiskan waktu hampir setengah jam di situ, bukan karena apa-apa tapi karena dia serba-salah dengan permintaan Minho.

"Apa maunya menyuruhku ke kamarnya?", desis Hyesun.

Selama lima menit, Hyesun mondar-mandir di depan kamar Minho dengan perasaan tidak menentu. Tangannya yang bersiap mengetok pintu kamar itu, untuk yang entah keberapakalinya, ditarik kembali.

"Tidak! Tidak!! Alasan apa yang harus kuberikan jika dia bertanya tujuanku menganggap serius permintaannya? Bagaimana kalau dia hanya menjahiliku dan sekarang dia sudah tertidur nyenyak di kamarnya? Akhhhh ... ", Hyesun mengacak-acak rambutnya seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat. "Lee Min Ho!!! .. kamu benar-benar berengsek!!"

Drekkk ... bunyi pelan itu membuat Hyesun mengangkat wajahnya. Pintu kamar Minho terbuka, dan pemuda itu sekarang berdiri tepat dihadapannya dengan kening berkenyit dan sepasang mata menyipit.

"Mengapa lama sekali?",tegurnya.

"Sa .. saya hanya mau bilang ... kalau .. saya .. mau .. tidur sekarang dan .. yaaaa .. ". Perkataan Hyesun terputus ketika Minho tiba-tiba menariknya ke dalam kamar. "Yaaa .. Minho-a, mau apa? Yaaa .... "


"Masuk saja!!!"

"Yaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!"

*********


ps : silahkan menikmati [biggrin] [biggrin] next chapternya ga bisa cepat ya [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
kurang panjang!!!!!!!
 [laughing] [rofl]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
mami love sini tak peyuk peyuk dulu,... mmmuaaahhhhhhh!!!!!, gomawo dah di up date [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
mino ma hye sun mo ngapain sich di kamarnya min ho???  [sweat]  [sweat] [sweat], bakalan terjadi hal2 yg diinginkan yach mi [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
jadi makin penasaran nich ama next chapter.....
btw  [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]  dah ampe 100 page ni thread bengkok2 !!!!


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
si mami ga ngantor nih? tumben amir update pagi2 bikin kerjaanku terbengkalai aja.
gumowo buat special chp-nya, tp tanggalnya salah tuh mi, moso 6 jun.
kynya ini bukan bengkok thread lg deh mi tp lempeng thread scr si mino kan udh lurus.

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Mamiii btapa bhgianya drkuw liat update'an niy chp.. So sweet bgt lg mì, ga nyngka mami bkal update bengkok lg...:-D.mau peyuuukk mami..;-)... Tapi endingna bikin sesek napas niy mi,uda ngayal mrka ehm2 bkin dongseng tuk kangsan niy.... Mami,,,kita ktmu ja yuk crtain ni ff mpe bres drpd aq mati penasaran dluan.:-D
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline sunmi

  • Newbie
  • *
  • Posts: 41
    • View Profile
mamiiiiiiiiiiiiiii... tkx udah di update chapt spesialx, minsun so sweet dah :) penasaran nih apa yang bakal mereka lakuin di dalam kamar???? coba saya tebak mo bikin adex kangsan yah betulkan mi...  hehehehe, good luck mami :-)

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
 [ohmy] [ohmy] [ohmy] gyaaaaaaaaaaaaaaaaa mamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] update lg horayyy i luv u pull de mamiku [hug] [hug] [cheekkiss] [cheekkiss]

suka bgt sm chap yg ini sweet bgt [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] ehm si mami nih aku jd inget masa lalu kan jadi nya yg dibiokop ntu [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [on] [on] [on] [on] [on] [on] ehm mau ngapain tu dikamar sesuatu yg diinginkan nya kah [hmpfh] [hmpfh]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Song hye sun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 46
  • nomu.nomu.nomu chuaaaa
    • View Profile
Wah,mami udah update lg,.jjiah knp mesti brsmbung sih mi,pdhal tinggl dikit lagi tuh trjadi sesuatu yg di harap2kan,udah mandi,trus msuk kmar..next chap cepetan ya mii,jadi pnsaraan..

[hmpf]
 [laughing] [rofl]
[update] [update] [update] [update]

you and i together it's just feel so right

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
gyaaaaaa.. ada apa ini mami update secepat iniiiiiiiiii [AddEmoticons04235]
gumawo ya mii....  [AddEmoticons04225]
waahh chapt ini so sweet sekaliiiii [lovestruck]
tapi sayang kok kentang yaa [AddEmoticons04268]
padahal udaaa mendukung bgt tuuu mii [laughing]
tp mengingat mami kita yang satu ini super jahil, pasti deeehh makin bikin penasaran terus apa yang diinginin para sumsumers ga disampein [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04241]

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile


awalnya mau peluk and cium mami dulu akh

  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

tapi di bawah2nya kok jadi kentang sih Mi??   [what] [what] [what] [what] [what] [what] [what] [what] [what] [what]

lagi donk mi..........  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

bisa mati penasaran nih diriku...  [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
muuuuuu....ada spesial edition. Kirian bonusnya Mvers [hmpf]
wah, congrats ya mi. Page yang ke 100
duar duar duar (suara petasan itu mi)
mo bikin tumpengan gak mi?
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
yuhuuuu mami loph update  [cheekkiss] sweet bgt chapter kali ini  [lovestruck] tapi kok ending chap-nya kentang abis  [cry] alamat bisa nunggu sebulan lagi baru di update  [ohmy] tapi gapapa ditunggu chapter mino & hyesun bikin dongsaeng buat kangsan, ya mi  [love eyes]  oiiiya m-vers jangan lupa ya mi...  [laughing]  [hmff]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
uwaaaaaahhhhhhh mau pingsan aku... ternyata udah diupdet mamy... cihuyyy...

tumben kok secepet ini mam..? he he he he he * di  hammer2 mami, kalo lama salah cepet juga salah*

makaih buannyyak mi...  [jumpy] [jumpy] [jumpy] punk punk punk

tapi... nanggung banget mi... kenapa gak di langsungin aja... malah di putus di tengah jalan...  [hammer3]

maksudnya spesial apaan mi...? spesial waktu updetnya atao nanti mau diupdet lagi... jadi yang ini bonus gitu mi... ayo mi lagi... lagi...lag... lagi...

di  [head break] ma mami, baru aja dikasih udah minta lagi*  [hmff] [hmff] [hmff]

thenkz u mi...