Author Topic: *When a Gay met a Young Mom (in love again)* ~chp 22 (ending), 22 Jan'2011  (Read 101096 times)

Offline Kim ka eun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
    • View Profile
yup yup harap bersabar ya [biggrin]

the next chp,, acara pembuatan dongseng buat kangsan [hmff] [hmff] [bav] [drool]

Whooaaaa... Sik asik asik... Nak enak enak...  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Bengkok Lovers Fightin  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
jiahahaha kLo gt bener yak mi weekend dah di apdet...

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile

 [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
mi , karin dah up date ABMS, mami kapan dunks up date yg bengkok2????
si kangsan dah pengen punya adek tuch,....
ayo buruan di Up date, oce, oce, oce dunks!!!!


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline yazmin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 16
    • View Profile
hi, mam lam kenal. ikutan panggil mami boleh kan?
mau update bsk ya mi dtunggu lho
klo bs yg panjang ya mi  [biggrin]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
yup yup harap bersabar ya [biggrin]

the next chp,, acara pembuatan dongseng buat kangsan [hmff] [hmff] [bav] [drool]

wuuuaaahhh...yang bener mi  [bav] [bav] kala gitu buruan diupdet ya mi [jumpy] [jumpy] [jumpy] *semangat45* [hmpfh] [hmpfh]

weekend..???   [chin] [chin] ok deh mi...ditunggu yaw... [clap] [clap]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
yup yup harap bersabar ya [biggrin]

the next chp,, acara pembuatan dongseng buat kangsan [hmff] [hmff] [bav] [drool]

 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [hmpfh] [hmpfh]


ADAM COUPLE SELCA

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Huaaaa ga sbar mw weekend n enjoy bca gmn dongseng kangsan nongol ni mi..hahaha,, bsok kan sat.nite niy jd update dg mi.ok....
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sorry besok baru bisa diupdate,, lum selesai nih [sweat] tar malam gw ngalong deh buat nyelesaiinnya ok [biggrin]

yazmin, hi salam kenal say,, thanks udah dibaca ff ini [lovestruck] boleh panggil mami asal [nono] noel2 hubbyku aka lee min ho ya [goodgrief]

yuki, gw pinjam piku siggynya buat proses pembuatan dongseng kangsan ya, kyknya cocok deh hawttttttttt bo [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
sorry besok baru bisa diupdate,, lum selesai nih [sweat] tar malam gw ngalong deh buat nyelesaiinnya ok [biggrin]

yazmin, hi salam kenal say,, thanks udah dibaca ff ini [lovestruck] boleh panggil mami asal [nono] noel2 hubbyku aka lee min ho ya [goodgrief]

yuki, gw pinjam piku siggynya buat proses pembuatan dongseng kangsan ya, kyknya cocok deh hawttttttttt bo [hmpfh] [hmpfh]

gpp de mam setia menunggu pan lg proses bikin dongsaengnya kangsan jd perlu penghayatan [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]


ADAM COUPLE SELCA

she_muth

  • Guest
Annyong,,slm knal smua. Aduh2 smua yg dsni pd heboh ya,,aq bs ngakak sndri bc postingan dr kalian smua. Yah itung2 tu bs jd pnghiburku ditngah2 kpusinganku krjain skripsi. Btw,,ff love

she_muth

  • Guest
Yah ko' postinganku kpotong?Ya udh ta'ulang lg ja y ff love

she_muth

  • Guest
Adoh,,posting lwt hp ko mlh postinganku kptong trs gni?? FF l

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
sorry besok baru bisa diupdate,, lum selesai nih [sweat] tar malam gw ngalong deh buat nyelesaiinnya ok [biggrin]


Semangat mi!!!  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Annyeong jg sizt she_muth, met gabung n posting2 ya..tmpatnya menggila dmari mah she.hahaha...asik mami bneran mw update bsk y?bhgia dah ni smbil nunggu.huhu.fighting mi..
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
sorry besok baru bisa diupdate,, lum selesai nih [sweat] tar malam gw ngalong deh buat nyelesaiinnya ok [biggrin]

yuki, gw pinjam piku siggynya buat proses pembuatan dongseng kangsan ya, kyknya cocok deh hawttttttttt bo [hmpfh] [hmpfh]

ok mi...pake aja...

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

ayo mi buruan  [jumpy] buruan  [jumpy] buruan  [jumpy].. udah gak sabar... ditunggu mi ampe kapan pun... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

semangat 45 muncul lagi... gak jadi ngantuk nih mi...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

 

"Lee Min Ho yaa,, lepaskan saya!! .. kamu mau apa?,,, yaa!!". Hyesun memberontak keras, berusaha melepaskan diri dari cengkraman Minho.

"Duduk di sini, .. ada yang ingin kubicarakan!". Minho menekan bahu Hyesun sehingga terduduk di atas ranjang.

"A .. apa .. yang .. ingin kamu .. bicarakan?", tanya Hyesun gugup.

Minho mencondongkan tubuh ke depan sehingga wajahnya hampir menyentuh wajah Hyesun. "Banyak .. ", ujarnya dengan senyum mengoda tersungging di bibir.

"Yaa ..!!". Hyesun mendorongnya ke belakang, " ... kalau .. begitu,.. kita .. kita .. bicarakan di ruang depan saja ... "

"Antwe,,, saya ingin bicara di sini!!"

"Wee .. weeo?", bibir Jandi meruncing ke depan.

"Karena .. ", Minho mencondongkan badannya kembali, " .. di sini lebih .. bebas ... baby .. ", ujarnya dengan mata berkilat.

"Yaa ... Lee Min Ho .. ", Hyesun segera mendorongnya ketika bibir Minho hampir mengapai bibirnya.

"Ha .. ha .. ". Minho terbahak-bahak melihat reaksi cepat dari Hyesun. "Jangan malu baby,, bukan pertama kali buat kita kan? .. Kita sudah melakukan itu sebelumnya ... "

Hyesun berdiri dari ranjang dengan emosi ditahan. "Cukup,, saya pergi sekarang juga!!"


Tapi langkahnya tertahan ketika sepasang tangan tiba-tiba melingkar ke pinggangnya, dada bidang itu menempel ketat di punggungnya, memberi kehangatan dan sensasi yang begitu mengundang. Minho menundukkan wajah sehingga dagunya bertumpu ke pundak Hyesun.

"Ok, ok,, serius .. ". Minho membalik tubuh Hyesun sehingga berhadapan langsung dengannya. "Saya bersungguh-sungguh Hyesun-a,, banyak hal yang ingin saya ceritakan padamu .. "

Kemudian dia mengandeng Hyesun ke ranjang. Gadis itu mengikutinya, seperti biasa,, kemarahannya menguap begitu saja kalau Minho sudah memperlakukannya dengan begitu lembut dan penuh perhatian.

"Apa yang ingin kamu bicarakan?", tanya Hyesun, setelah menjatuhkan diri di atas ranjang. Minho mengikutinya duduk di atas ranjang. pandangan pemuda itu menerawang ke langit-langit kamar sebelum menjawab pertanyaan Hyesun.

"Minho-a ...., sulit dikeluarkan ya?"

"Tidak juga .. ". Minho menoleh pada Hyesun, dia tersenyum perlahan. "Ini berhubungan dengan tuan Lee .. "

"Abojimu?", tanya Hyesun.

"Ne ,, kamu sudah mengenalnya kan? .. Oh tidak, lebih tepatnya lagi,, kamu sudah pernah bertemu dengannya?"

Hyesun menganggukkan kepalanya, "Iya, lalu ..?"

Dahi Minho mengenyit perlahan sebelum menjawab pertanyaan itu, "Ada .. ada sesuatu yang tidak saya sukai darinya .. "

"Oh ..", desah Hyesun. "Saya tahu itu .. "

Minho segera berpaling padanya, penuh tanda tanya. "Kamu tahu? .. apa yang kamu ketahui?"

"Tentang kesalahpahaman antara kalian .. ", sahut Hyesun.

"Kesalahpahaman? Apa maksudmu?", tanya Minho menyelidik.

"Tentang gang Backcross ... "

"APAA??!! Dari mana kamu mengetahui gang itu?!!". Minho  menguncang bahu Hyesun saking kagetnya.

"Tenanglah Minho-a .. ". Hyesun menyentuh tangan Minho yang mencengkram bahunya, kemudian menepuknya perlahan, " .. biar saya menceritakan segalanya padamu .. "

Minho melepaskan cengkraman tangannya. Wajahnya tertunduk lambat-lambat, menatap nanar lantai dari kayu berkilat di bawah kakinya.

"Tuan Lee menemuiku dua hari yang lalu,,,"

"Mwo,,, menemuimu? .. Apa yang dilakukannya padamu?", tanya Minho khawatir. Tangannya segera mencengkram lengan Hyesun lagi, kali ini lebih erat dari tadi.

"Tidak ada!!", Hyesun mengibaskan tangan Minho secara halus, " .. jadi tenanglah,, .. beliau hanya minta bantuanku memperbaharui hubungan kalian ,,, tentang kesalahpahamanmu terhadap hubungannya dengan gang Blackcross .. "

"Dia memperalatmu guna mencari simpatiku??", tanya Minho sinis.

"Aniyo Minho-ya, bukan begitu .. ", ujar Hyesun cepat. "Beliau tidak bermaksud begitu ... "

"Bagaimana kamu tahu? .. Kamu tidak mengenalnya sama sekali .. "


"Saya mengenalnya .. ", jawab Hyesun pelan. "Saya merasa sangat mengenalnya .. "

"O ya? Bagaimana itu? .... Apa yang kamu rasakan?"

"Sesuatu yang akrab ... Saya mempercayainya,, ", yakin Hyesun.

Bibir Minho tertarik ke atas. "O ya? Kalau begitu ,, ceritakan padaku!!"

Hyesun mendesah perlahan. Tampang Minho berubah sinis dan agak menakutkan kalau sudah menyinggung nama Mr. Lee, rupanya kesalahpahaman antara mereka memang sangat dalam. Masalah ini bukan satu dua hari dapat terselesaikan.

"Beliau menceritakan kejadian pada suatu malam, .. Katanya kamu melihat salah seorang pengikut gang Blackcross bekerja padanya .. "

"Begitu?", Minho tersenyum kecut. "Lalu apa lagi yang dikatakannya?"

"Orang itu Wonbin,, dia putra tunggal dari pemimpin gang Blackcross .. ", lanjut Hyesun.

"MWOO?!!", teriak Minho,, setelah itu dia tertawa keras, " .. ha .. ha .. kamu lihat kan? dia mengatakan tidak berhubungan dengan gang itu tapi putra dari ketua gang malah bekerja padanya ,,,, alasan yang tidak masuk akal!!!!". Tampang Minho mengeras, suara ketawanya juga berhenti detik itu juga.

"Bukan begitu Minho-a ,,, tuan Lee mempekerjakan Wonbin atas permintaan tuan Won,,, pemimpin gang Blackcroos itu tidak ingin putranya mengikuti jejaknya,, dan dia mempercayakan Wonbin pada tuan Lee karena appamu itu telah menyelematkan nyawanya ketika dia dikeroyok oleh gang lain .. "

"Dan .. kamu percaya dengan penjelasannya?", tanya Minho sinis.

Hyesun membalas tatapan Minho lekat-lekat, kemudian menganggukkan kepalanya yakin, "Ne, saya percaya padanya! .. Seperti kataku tadi, entah apa yang membuatku percaya padanya, yang jelas saya mempercayainya! .. Mungkin .... karena sejak kecil saya sudah kehilangan orangtua dan hanya dibesarkan oleh onnie, saya jadi memahami cinta orangtua terhadap anak-anaknya itu sangat besar, seperti juga yang kurasakan terhadap Kangsan,, .. Saya akan merasa tersiksa kalau suatu saat San tidak mempercayaiku .. dan .. ", wajah Hyesun menjadi sendu, " .. saya takut saat itu akan datang .. San marah dan tidak memaafkanku begitu .. begitu mengetahui semua kebohongan yang telah kulakukan ..., yang sebenarnya dia .. dia bukan putra kandungku ... "

"Hyesun-a ... ", Minho bergerak perlahan dari tempatnya, kemudian dirangkulnya Hyesun erat-erat, "Jangan takut, San tidak akan membencimu .. dia akan mengetahui posisimu,memahami alasanmu,, karena kamu menyayanginya dan ingin memberi sesuatu yang terbaik baginya maka muncul kebohongan itu .. Kamu sangat mulia, baby .. tidak ada yang dapat dibandingkan dengan cintamu terhadap San .. "

Mata Hyesun mulai berair, dilepaskannya pelukan Minho, dia bergeser dari duduknya sehingga menghadapi Minho, "Karena itu Minho-a, .. berjanjilah padaku, beri kesempatan appamu, dengarkan penjelasannya,, .. Saya tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari karena tidak memaafkannya .. Hidup sangat pendek Minho-a, apapun bisa terjadi di hari esok, kita tidak bisa meramalkannya .. "

Selama beberapa menit Minho bertatapan dengan Hyesun. Perkataan-perkataan yang dilontarkan tadi mengiang-ngiang di telinganya. 'Mungkin benar apa yang dikatakan Hyesun! Hidup sangat pendek, siapa yang mampu memprediksi hari esok? Tidak ada, tidak seorangpun,, bahkan oleh seorang peramal yang paling terkenal dan terjitu sekalipun! Seperti .. seperti yang terjadi pada ibu tirinya,, siapa yang dapat memperkirakan umurnya akan sependek itu? Padahal dulu, waktu menyiksanya, dia kelihatan sangat kuat dan .. gila, ... tidak kelihatan tanda-tanda dia akan mengidap penyakit mematikan seperti kanker'.

Perlahan Minho mengangkat tangan ke atas, menghapus airmata Hyesun yang sudah menuruni sepasang pipinya.

Hyesun menutup sepasang mata lambat-lambat, dengan sepenuh hati dia menyesap semua kelembutan yang diberikan Minho lewat sentuhan-sentuhannya.
"Kamu .. mau kan Minho-a?", tanyanya pelan.

Minho tidak menjawab, dibawanya wanita itu ke dalam pelukannya.

"Mau kan?", tanya Hyesun lagi.

Minho mengangguk perlahan. "Ne, ne,, apapun permintaanmu akan kuturuti ..", kemudian dia melepaskan pelukannya, " tapi bisa atau tidak saya memaafkannya, saya tidak tahu dan saya juga tidak bisa menjanjikan itu .. Saya hanya akan menemui dan mendengarkan penjelasannya .. ", bibirnya memanjang ke depan, " .. semua karena kamu .. "

"He .. he .. ", Hyesun tertawa halus sambil mengangkat tangannya dan membelai wajah Minho, "araso,, .. gumawo Minho-a,, saya berharap hubunganmu dengan tuan Lee akan berakhir dengan baik ... paling tidak, dapat mewujudkan keinginanku bersama omma dan appa,, juga onnie dan Jihoon oppa .. "

"Semoga saja .. ", harap Minho lemas.

Dia tidak yakin harapan Hyesun akan terwujud, dalam hati dia masih meragukan ini. Perselisihan dengan abojinya bukan hanya berkisar selama satu dua hari ini, ataupun satu dua minggu dan juga bukan satu dua bulan, melainkan .. sudah bertahun-tahun. Dan sebenarnya yang paling membekas dalam hatinya bukan hanya hubungannya dengan gang Blackcross, melainkan karena ketidaktahuannya itu terhadap penyiksaan yang dilakukan nyonya Lee muda padanya.

"Hyesun-a .. ". Minho kembali melingkarkan sepasang tangannya ke tubuh Hyesun, kali ini sepasang tangannya melingkar di depan dada kekasihnya itu.

"Hmm ... ", balas Hyesun lirih.

"Bersediakah kamu mendengarkan ceritaku? ... Cerita masa lalu,, sudah bertahun-tahun yang lalu ,, kisah kelam dalam hidupku .. "

Hyesun berpaling padanya, "Ada yang lain?"

Minho mengangguk pelan. Wajahnya kembali sendu. "Iya .. "

"Apa itu?", tanya Hyesun, tangannya bergerak ke belakang dan mengelus wajah Minho, " .. kenangan yang menyakitkan ya?"

"Iya .. ", Minho mengigit bibirnya. "Waktu kecil .. hidupku sangat bahagia, bisa dikatakan aku memiliki segalanya di dunia ini, -appa dan omma yang menyayangiku, kehidupan yang serba berkecukupan, dan mau apapun selalu dituruti oleh kedua orangtuaku ,,, sampai ... tragedi yang memusnahkan segalanya itu terjadi,, omma meninggal dalam pesawat yang membawanya ke Paris, beliau berangkat ke sana dalam rangka menghadiri pernikahan sahabat karibnya, dan .. aku tidak tahu harus bersyukur atau tidak, aku dan appa tidak berada dalam pesawat itu sehingga .. terhindar dari kecelakaan itu ...". Minho berhenti sampai di sini.

"Me .. ngapa bisa begitu?", tanya Hyesun heran.

"Saya lagi ujian akhir,, sedangkan appa ada rapat penting yang tidak boleh ditinggalkanya,, kami bermaksud menyusul omma keesokan harinya tapi ternyata ... ternyata semua sudah terlambat .. "

"Minho-a .. ". Hyesun memutar tubuh menghadapi Minho, ditatapnya wajah yang tertunduk itu.



Hatinya terasa sakit, perasaan ini lebih kuat daripada yang dirasakannya ketika ditinggal Hyekyo dan Jihoon. Melihat kesedihan Minho, hatinya seperti tercabik-tercabik dan tersayat ratusan pisau tajam.

Perlahan Hyesun mengelus wajah Minho. "Ka .. mu .. baik-baik saja kan?"

Minho mengangkat wajahnya, kemudian dia tersenyum kecut, "Kamu tahu apa yang dia lakukan dua tahun kemudian?"

"Siapa? Abojimu?"

Minho mengangguk.

"Tidak .. ", Hyesun mengeleng kepalanya lambat-lambat. "Memangnya apa yang dilakukannya?", tanyanya sambil berpikir keras, "Apa .. sesuatu yang tidak bisa kamu maafkan?"

"Dia membawa pulang seorang wanita muda yang usianya lebih muda lima belas tahun darinya!!"

"O ... ", mulut Hyesun terbuka membentuk huruf O besar.

"Dia menikahi wanita itu dua minggu kemudian ... ".

"Minho-a .. ". Hyesun segera memeluk Minho erat-erat. "Apa terjadi sesuatu setelah itu?", tanyanya pelan.

"Saya tidak mau menerima alasan apapun dia menikahi wanita itu, baik itu untuk menjagaku ataupun untuk mengantikan kedudukan omma mengatur rumahtangga,, atau apapun itu!!! ..  saya hanya ingin dia meluangkan waktu lebih banyak buatku, memperhatikan semua kebutuhanku dan bukan menyerahkan aku ke dalam tangan wanita asing yang gila itu!! .. tapi .. dia tidak pernah mengerti,, dia tidak mau percaya perkataanku,, dia lebih mempercayai perkataan-perkataan iblis betina itu .. "

Hyesun mempererat pelukannya sehingga wajahnya menempel ketat di wajah Minho. Dapat terdengar oleh telinganya, desahan nafas berat Minho, dapat dirasakan tekanan batinnya.
"Lalu .. apa ... yang dilakukan wanita itu padamu?"

"Dia selalu menindasku .. dia .. dia menyiksaku hampir setiap hari ,,, selalu ada saja .. alasan yang diberikannya untuk memukulku, menyambukku ,,, bahkan ... dia .. dia pernah memakai .. api membakar ... membakar selangkanganku ... "

"Ohh tuhan ...!!", teriak Hyesun.

Minho sudah tidak tahan lagi. Kepalanya jatuh ke pundak Hyesun,, terisak perlahan-lahan.
"Karena .. karena perlakuannya itu saya .. huu .. saya sangat membenci wanita .. huhhh .. tidak ada wanita yang baik di dunia ini, semuanya jahat, iblis!!! ... saya .. saya hampir cacat karena .. karena insiden kebakaran itu .. huuu .. sejak saat itu,, saya bersumpah .. tidak akan jatuh cinta pada seorang wanita, tidak akan pernah menyentuh seorang wanita ... huu .. saya lebih memilih seorang pria menemani hidupku .. huuu .. karena itu .. saya sangat akrab dengan Sung hyung, .. dia yang mengerti aku, memahami aku dan dia juga satu-satunya yang percaya penyiksaan yang dilakukan iblis betina itu padaku ... sampai .. saya meninggalkan rumah itu dua tahun kemudian, ketika usiaku genap enam belas tahun ,, saat itu, berjenis pekerjaan pernah kulakukan, dari mengantar koran, pelayan restoran siap saji, tukang cuci rambut, sampai ... menjadi seorang bartender .. "


Minho menghentikan perkataanya dengan nafas terengah-engah, karena terlalu banyak menanggis dia kehilangan nafas, dengan susah payah dia menarik nafas dalam-dalam. Hyesun yang duduk berhadapan dengannya ikut menanggis, airmatanya mengalir tanpa dapat ditahan lagi. Dipeluknya Minho erat-erat.
"Lalu .. mengapa Jo In Sung-ssi tidak melaporkannya pada appamu,, maksudku tentang penyiksaan-penyiksaan itu?"

Minho mengeleng perlahan. "Percuma .. wanita itu terlalu licik,, dia pandai memutarbalikan fakta .. tuan Lee mempercayainya .. "

"Minho-a .. ". Hyesun melepaskan pelukan dari tubuh Minho. Dipandanginya pemuda itu dengan penuh perasaan. Sepasang tangannya terangkat dan menyentuh pipinya. "Jangan bersedih .. dan jangan takut lagi .. semuanya sudah berlalu .... semuanya sudah berlalu .. "


"Baby ... ". Minho mendekap Hyesun erat-erat, membawanya dalam-dalam ke pelukannya. Wajahnya tenggelam di tengkuk Hyesun, diserapnya dalam-dalam aroma mawar yang menyembul keluar dari tubuh Hyesun, kemudian dikecupnya tengkuk itu, maju lebih ke depan, ke bagian dagu.

Hyesun agak menengadah dengan mata terpejam sehingga bibir Minho dengan mudah mengapai bibirnya. Perlahan Minho melumat bibir itu, merasakannya dengan nikmat di sela-sela nafasnya yang masih memburu. Hyesun membalas lumatan-lumatan itu. Dapat dirasakannya lidah panas dan kasar dari Minho memasuki rongga mulutnya. Hyesun mulai menyedot lidah itu dengan keras, begitu juga lidahnya mulai terjulur ke dalam mulut Minho. Pemuda itu menyambut permainan lidahnya dengan memelintir dan mengaitnya dengan panas. Mereka saling melumat dan menyedot dengan bergelora.


Dua menit kemudian Minho membaringkan Hyesun ke atas ranjang.
"Apa .. kamu bisa menemaniku malam ini .. baby?"

"Hmm ..", jawab Hyesun.

"Jadi?", tanya Minho dengan senyuman khasnya, senyuman yang selalu membuat Hyesun bertekuklutut.

"Iya .. ". Hyesun melingkarkan tangan ke belakang kepala Minho kemudian menariknya keras-keras ke wajahnya. Disedotnya bibir kenyal itu keras-keras sampai membiru.

"Akhhh baby .. ", teriak Minho,, pura-pura memprotes keagresifan Hyesun.

"Kalau kamu masih diam seperti itu,, aku akan keluar sekarang juga .. ", ancam Hyesun sambil melirik kearah pintu.

"Antwe!! kamu tidak boleh melakukannya!!"

Minho segera melancarkan ciuman-ciuman maut ke seluruh wajah Hyesun, kemudian tangannya bergerak melepas pakaian yang dikenakan kekasihnya itu sampai polos sama sekali. Begitu juga Hyesun, melakukan hal yang sama terhadap Minho, tidak kurang dari semenit mereka sudah benar-benar polos.

Selama beberapa saat Minho menikmati keindahan bentuk tubuh Hyesun. Sekarang baru terlihat jelas olehnya kalau bentuk tubuh ini sangat sempurna, tanpa cacat sedikitpun. Waktu permainan mereka yang pertama dia tidak melihatnya dengan jelas karena pengaruh alkohol yang diminumnya, sekarang dia bisa merasakan dengan sepuasnya.

Minho mulai menikmati seluruh tubuh Hyesun, mencium, menjilat dan mencicipinya, tidak ada sejengkalpun yang tersisa dari permainan lidahnya yang panas. Hyesun membalas semua permainan Minho diiringi desahan, desisan halus dan jeritan tertahan, bibir bawahnya digigit keras-keras ketika bagian tubuh sensitifnya disentuh oleh Minho baik dengan tangan maupun lidahnya, ... sampai 'barang milik Minho' sudah tidak tahan lagi -ingin memasuki tubuh Hyesun.

Hyesun segera menyusut dari posisinya. "Pa .. kai ... condom .. ", pintanya di antara pernafasan yang hampir habis akibat permainan panas tadi.

"Tidak .. saya tidak mau!! ..lagipula .. saya tidak pernah pakai itu ..."

"Mwo?? .. yaa Lee Min Ho!!"

"Saya ingin anak darimu ...", sahut Minho. "Saya ingin kamu memberiku seorang anak,,, ini akan merupakan hadiah tak terkira dalam hidupku baby .. ", dia menyentuh wajah Hyesun membuat mata gadis itu terpejam, " .. karena itu saya mohon .. jangan memakai protector ... biarkan berjalan apa adanya ,,, mau kan baby?"

Dan .. tanpa mampu menolak, Hyesun mengangguk perlahan.

"Gumawo .. ", Minho mengecup bibir Hyesun, kemudian mereka melanjutkan permainan yang tertunda tadi, sampai masing-masing terkapar kelelahan di atas ranjang dan tertidur sampai keesokan harinya.

***************


Hyesun menggeliat dalam tidurnya, perlahan dia membuka mata dan mendapati Minho sedang memperhatikannya dalam jarak yang sangat dekat.

"Sudah bangun baby?", bisiknya pelan.

Pipi Hyesun memerah, secepat kilat dia menenggelamkan wajahnya ke dada telanjang Minho.

"Kenapa? Malu?", goda Minho.

"Yaa .. yaa.. Lee Min Ho .. ", selanya terputus-putus dibalik rangkulan Minho.

"Tidak perlu malu baby ... kamu sangat hebat tahu?", lanjut Minho. Disibaknya rambut Hyesun yang hampir menutupi seluruh wajahnya, kemudian dikecupnya pipi yang memerah itu.

"Yaa .. ", Hyesun mengangkat wajah dan mendelik kearah Minho. "Jangan bicara sembarangan lagi!!"

"Ok .. ok .. he .. he .. ". Minho tertawa perlahan. "Kamu tidurlah lagi, saya akan menyiapkan sarapan dan membangunkan San sekarang .. "

Perlahan Minho mengeser kepala Hyesun yang menyandar di dadanya, kemudian bangkit dari ranjang. Hyesun memperhatikan Minho dari pembaringan. Selimut yang menyelimuti tubuhnya agak tersibak ketika Minho bergerak dari posisinya. Segera dia menarik selimut itu ke atas sehingga menutupi buah dadanya yang tadi terlihat jelas, pipinya memerah kembali.

Minho sudah maju dua langkah ketika sebuah pikiran nakal melintas di pikirannya. Segera dia berbalik kembali, dan menghadapi Hyesun dengan senyum terkulum di bibir.
"Mau mencoba permainan kilat baby?"

Sepasang mata Hyesun langsung terbelalak lebar kearah Minho. Pertanyaan tersebut tidak terkira olehnya, "yaa .. "

Minho mengerakkan tangannya, "Kacha!!"

Dia bergerak selangkah ke depan dan .. hup .. sekali lompat, dia sudah berada di atas Hyesun.

"Yaaa .. ", protes Hyesun gugup.

"He .. he .. he .. "
Minho segera menyingkap selimut yang menyelimuti tubuh Hyesun. Dalam sekejap pemandangan indah yang selama dua puluh tiga tahun tidak pernah terbayangkan akan disentuhnya -mengingat perasaan jijiknya terhadap seorang wanita, terhampar di depan mata.

Kulit putih mulus -bersih laksana salju di musim dingin, dan lembut laksana kapas, terhias dada montok yang memperlihatkan dua bentil warna merah muda di bagian puncak, disempurnakan oleh perut rata yang bebas dari lemak, kemaluan yang mengairahkan dan sepasang kaki jenjang terindah yang pernah dilihatnya seumur hidup.

Dipelototin Minho, Hyesun segera meringkuk dalam posisinya. Pipinya yang sudah merah menjadi semakin merah. Dia dapat melihat bagaimana Minho terpesona menyaksikan tubuh telanjangnya, dan ini bukan pertama kali, mengingat dia sudah berhubungan badan kedua kalinya dengan pemuda ini, reaksinya juga seperti ini, seperti ingin menelannya hidup-hidup.

"Kamu sangat indah baby .. sangat sempurna ... "

Minho menyentuh sepasang tangan Hyesun yang melintang di depan dada, kemudian merentangkannya ke sebelah kiri dan kanan ranjang. Hyesun tidak mampu menolak atau berontak karena tatapan Minho sudah membuatnya luluh. Seluruh tubuhnya terasa tak bertenaga, tidak bisa digerakkan sedikitpun.

Minho mulai menyelipkan tangan ke belakang punggung Hyesun, sementara tangannya yang lain menyusup ke bagian leher wanita ini, tubuhnya semakin merapat kearah Hyesun, dan akhirnya saling menempel dengan ketat. Deg .. deg .. deg ..,,, jantung Hyesun berdetak keras.

"Baby .. ", desah Minho.

Hyesun menutup mata perlahan, bibirnya sedikit terbuka, menanti ciuman bergelora dari Minho. Yang diharapkannya segera datang, bibir lengket Minho terasa di bibirnya, menempel kemudian melumat dalam-dalam. Tubuh Hyesun menegang dan ini selalu dirasakannya setiap kali Minho menyentuhnya. Tangan Minho di bagian belakang lehernya terasa menekan lebih keras, membawa bibirnya semakin tenggelam dalam permainan bibir pemuda ini.



"Ahhhh .... ", desah Hyesun keras.

Minho melepaskan permainan di bibir Hyesun. Diciumnya dagu runcing kekasihnya ini, kemudian menelusuri pipinya dengan lidahnya sampai bibir penuh itu menyentuh daun telinga Hyesun.
"Saat ini kita tidak punya waktu bermain terlalu lama baby ... San sebentar lagi akan bangun, .. saya berjanji akan memberikan permainan yang tidak terlupakan olehmu lain kali, kamu pasti akan menikmatinya ,, .. sekarang saya akan memasukimu jadi .. bersiaplah!!"

"Hmm ... ", Hyesun mengangguk bersamaan dengan sesuatu yang besar, keras dan panjang memasuki tubuhnya.

"Ahh .... ", kembali dia mendesah keras, lebih keras dari tadi, desahan yang tidak pernah terbayangkan akan dilakukannya.

Tapi dia tidak bisa menghindar, permainan Minho di tubuhnya terasa sangat nikmat, setiap barang kekar tersebut keluar masuk dengan irama beraturan di tengah selangkangannya, lancar dan licin, setiap hentakan memberi sensasi luar biasa. Lenguhan-lenguhan dan teriakan-teriakan tertahanpun terlontar dari bibir mungilnya.

"Akhhh .. sampai .. Minho-a .. "

"Sa .. saya juga baby ... kalau .. begitu kita sama-sama .. ahhh ... "

bresssshhhh .. lava yang disemprotkan Minho memasuki tubuh Hyesun, seiring denyutan-denyutan dari harta berharga milik Minho yang menimbulkan sisa-sisa kenikmatan bagi Hyesun, terasa hangat sampai ke rahim.

Dua menit kemudian Minho menarik tubuhnya. Setelah memberi ciuman tipis di kening Hyesun, dia beranjak bangun dari ranjang.

"Saya akan menyiapkan sarapan sekarang .. kamu beristirahatlah .. "

"Gumawo .. ", jawab Hyesun di sela-sela nafasnya yang masih memburu.

Minho tersenyum, dia membungkuk dan menyapu bibir Hyesun dengan bibirnya, setelah itu dia mengambil celana jeans dan kemeja yang berserakan di lantai, memakainya lalu keluar dari kamar itu.

************


ting .. ting .. ting ... , "Appa cepat!! cepat!! San sudah lapar!!"

Kangsan yang sudah berseragam lengkap, mendenting-dentingkan sendok di tangannya ke gelas jus yang diletakkan Minho dihadapannya. Teriakkannya yang nyaring mengalahkan suara dentingan-dentingan dari gelas itu.

"Iya,, iya ,, ". Minho keluar dari dapur dengan piring-piring berisi sarapan di tangannya. "Ini punya San .. ", disodorkannya piring yang lebih kecil kepada Kangsan.

Anak itu memelototi makanan-makanan dalam piring selama beberapa detik, kemudian dia mengamati sekeliling ruangan itu.
"Omma mana?"

Mulut Minho terbuka, "O ... "

"Apa omma sudah pergi? .. Mengapa tidak menunggu San?", wajah polos Kangsan berubah sendu.

"Tidak, omma belum pergi .. ", jawab Minho segera.

Kangsan memiringkan kepalanya. "Tapi omma tidak ada dalam kamar .. "

Tanpa berpikir, Minho menyahut cepat, "Omma tidur di kamar appa .. "

"Di kamar appa? .. Weo?"

Begitu pertanyaan polos itu terlontar, Minho hanya bisa mengaruk-garuk kepala sendiri terhadap jawaban bodohnya tadi.
"Itu karena ... karena .. appa mimpi buruk, jadi perlu ditemani omma .. ", Minho tersenyum-senyum sendiri begitu alasan yang dirasa sangat pintar itu dikeluarkan.

"Lain kali San temani!!", seru Kangsan keras, membuat Minho tergelak di tempatnya, "Ha ... ha .. gumawo,, San memang anak pintar .. "

"Siapa yang pintar?". Hyesun menjulurkan kepala dari balik lorong dalam.

Tampangnya terlihat sudah segar dan dia sudah berpakaian rapi. Dia berjalan kearah meja makan, kemudian menjatuhkan diri di hadapan Minho dan Kangsan.
"Jadi .. siapa yang pintar?", ulangnya.

"SAN!!", Kangsan mengacungkan tangan tinggi-tinggi.

"He .. he .. weo?", tanya Hyesun.

"Karena San akan menemani appa tidur kalau appa mimpi buruk lagi, tidak perlu ditemani omma lagi .. ", jawab anak itu dengan semangat meluap-luap.

"MWO??!". Hyesun berpaling pada Minho, yang langsung tertunduk dalam-dalam ke piringnya.

"YAA LEE MIN HOOOO!!!"

"AKHHH .. ampun baby!!!"


**************


"Bagaimana penampilanku?", tanya Jaejoong gugup.

"Hmm .. ". Soeun mengibaskan jas yang dipakai Jaejoong, kemudian diperhatikannya dengan seksama, " .. sudah ganteng .. ", jawabnya sambil tersenyum manis.

"Dan bagaimana bingkisannya? Apa sudah cocok? Halmonie akan menyukainya?"

"Iya .. ", jawab Souen yakin, "Kacha .. "

Soeun melangkahkan kaki ke dalam Kim's mansion, sedangkan Jaejoong mensejajari langkahnya. Dua orang pelayan yang berada di ruang depan segera membungkuk pada mereka.

"Mana halmonie?", tanya Soeun pada mereka.

Salah seorang dari pelayan itu tergopoh-gopoh berlari kearahnya.
"Beliau menunggu di ruang makan, agashi ... Segala sesuatunya sudah disiapkan dan acara makan siang bisa dimulai sekarang juga .. ", jawab pelayan itu hormat.

"Bagus,, saya akan ke sana sekarang .. ", Soeun mengangguk puas. "Tidak, kalian tidak perlu mengantarku! .. lanjutkan saja pekerjaan kalian!", perintah Soeun tegas ketika melihat kedua pelayan tersebut bergerak mengikutinya.

"Kacha,, Jae!!". Soeun meraih tangan Jaejoong dan mengajaknya ke ruang makan yang berada di bagian dalam rumah itu.

"Halmonieeee ..... ". Soeun menghambur kearah wanita renta yang duduk dengan posisi tegak di ujung meja, memeluknya erat-erat kemudian memberi ciuman hangat di pipi kirinya yang sudah keriput.

Halmonie langsung tersenyum lebar melihat kemanjaan cucu perempuan satu-satunya ini. "He .. he .. sudah berapa lama halmonie tidak melihatmu? Kamu selalu berangkat pagi-pagi buta dan pulang larut malam. Coba halmonie lihat!". Perempuan tua itu sedikit mendorong Soeun ke belakang, kemudian mengamatinya dengan seksama. "Wajahmu semakin tirus saja .. "

"Aniyo!!", potong Soeun cepat. Jika tidak dihentikan sekarang, halmonie pasti akan menyerocos terus-menerus. Bibir Soeun segera meruncing ke depan, "Berat badan saya tidak berkurang kok .. "

"Jeongmal? Tapi kamu kelihatan lebih kurus .. ", tepis halmonie tidak percaya.

Soeun segera mengibaskan tangannya guna menghentikan perkataan halmonie, "Ah sudahlah,, jangan membahas keadaan fisikku lagi .. ", elaknya sambil tersenyum.

Secara halus dia melepaskan diri dari pengangan sepasang tangan keriput itu, kemudian menarik Jaejoong ke depan.
"Kenalkan halmonieku sayang,, ini Kim Jae Joong yang kuceritakan padamu .. "

"Pacarmu itu kan?", tanya halmonie menyelidik.

"Ne .. "

Jaejoong membungkuk dengan hormat kearah halmonie. "Anyongheseyo halmonie ... saya sangat senang bisa bertemu dengan halmonie .. "


Halmonie mengangguk dengan dagu agak diangkat. "Anyongheseyo Kim Jae Joong-ssi .. "

"Halmonie ...", Soeun segera menempel ke tubuh halmonie. "Jangan seperti ini,, jeobal .. ", bisiknya sambil menyipitkan matanya.

"Ne, araso .. ", balas halmonie halus. Sikap angkuhnya yang tidak bisa dirubah langsung diprotes Soeun.

"Ini oleh-oleh buat halmonie .. ". Jaejoong menyodorkan bingkisan di tangannya pada halmonie.

Nenek tua itu menerimanya. Memperhatikan sejenak, kemudian menaruhnya di atas kursi. Jaejoong melihat itu dengan bibir digigit.

"Saya akan membukanya nanti .. ", kata halmonie, seperti menjawab pertanyaan di kepala Jaejoong.

"Oh tentu .. ", sahut pemuda itu cepat, senyum lebar langsung tersungging di bibirnya.

"Sekarang mari kita makan dulu .. Makanannya akan dingin kalau dibiarkan terus .. ", ajak halmonie. Soeun dan Jaejoong menyetujuinya. Mereka mengambil posisi masing-masing, kemudian memulai acara makan siang itu.

Selama lima belas menit tidak ada yang mengeluarkan suara. Hanya dentingan garpu dan sendok beradu dengan piring yang terdengar. Mereka menikmati makanan-makanan yang terhidang di atas meja dengan perasaan puas.

"Jaejoong-ssi .. ". Halmonie memutuskan kebisuan di antara mereka.

Jaejoong mengangkat wajah dari piring yang dihadapinya, "De?"

"Benar anda memutuskan untuk menetap di sini?"

"Ne .. "

"Bagaimana menurutmu Seoul?", lanjut halmonie.

"Sangat indah .. ", Jaejoong tersenyum perlahan. "Sudah lama saya tidak pulang dan .. banyak yang berubah di sini .."

"Oh ya? Apa itu?". Halmonie mengangkat alisnya.

Jaejoong mengatupkan sepasang tangan yang tertumpu di atas meja, kemudian mulai berpikir.
"Eh .. kemarin, saya dan Soeun menjelajahi kota Seoul bersama sahabat-sahabatnya ,, sudah banyak tempat-tempat wisata menarik didirikan di sini dan juga gedung-gedung bertingkat lainnya .. Saya hampir tidak percaya tempat ini adalah Seoul, kota kelahiranku .. "

Begitu Jaejoong menyelesaikan perkataannya, halmonie mencondongkan tubuh ke depan, "Sahabat-sahabat siapa maksudmu?"

"Hyesun, halmonie .. ", Soeun yang menjawab pertanyaan ini.

Halmonie beralih padanya, "O .. lalu yang lainnya?"

"Lee Min Ho, pacar Hyesun dan Kangsan putra mereka .. "

"JAEEE!!",,, terlambat, teriakan Soeun tidak berhasil memotong perkataan Jaejoong,, semuanya terlanjur terlontar dari mulutnya.

"Putra Hyesun?", kening keriput halmonie berkenyit, "Sejak kapan dia punya anak?", tanya halmonie pada diri sendiri.

"Ne .. Kangsan sangat lucu ,,, awwww ... ", Jaejoong berpaling pada Soeun, cubitan yang mendarat di pinggangnya terasa sakit. Wajahnya berkerut, dia meringgis perlahan, ".. ada apa?"

"Begitu .. ", suara halmonie membuat Soeun dan Jaejoong berpaling.

"Aniyo ...", ujar Soeun.

"Jadi itu alasannya dia meninggalkan kuliahnya? Karena hamil sebelum menikah?", halmonie tersenyum sinis.

"Aniyo halmonie ,,, bukan seperti itu!!", bantah Soeun putus asa.

Jaejoong menyenggol lengannya, "Ada apa?", bisiknya halus. Soeun mengeleng pelan, sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan pemuda itu. Akhirnya Jaejoong membungkam di tempatnya.

"Saya sudah heran mengapa onnie dan oppanya sampai pindah ke Jepang dan tidak mau membiayai kuliahnya lagi,, ternyata dia telah melakukan selalu yang memalukan, yang mencemarkan nama baik keluarga .. ", lanjut halmonie dengan tampang dingin.

"Saya tidak melihat sesuatu yang memalukan dibalik perbuatan itu .. ", sela Jaejoong tiba-tiba, " .. memiliki anak sebelum menikah bukan sesuatu yang haram lagi sekarang .."

"Jae-a .. ". Soeun semakin lemas mendengar perkataan Jaejoong. Dia jadi berpikir, kesalahan terbesar yang dilakukannya seumur hidup mungkin mempertemukan Jaejoong dengan halmonie. Bukan hanya asal-usul Kangsan yang akan terungkap, dia yakin dengan perkataan Jaejoong barusan, halmonie akan anti padanya. Halmonie sangat menjunjung kehormatan seorang wanita, memiliki anak sebelum menikah merupakan hal terakhir yang bisa diterimanya di dunia ini.

"MWOO??!! Maksudmu, .. kamu juga akan seperti itu?", halmonie mendelik Jaejoong. "Kamu kira saya akan mengijinkannya?"

"Halmonie .. ", desah Soeun. "Please,, bukan seperti itu maksud Jaejoong .. "

"Jadi apa maksudnya?"

"Jae hanya mengambarkan hubungan-hubungan masa kini,, bukan hubungan kami. Kami akan menikah dulu sebelum berencana punya anak, jadi halmonie jangan terlalu peka seperti ini .. ", jawab Soeun.

Atmofer dalam ruang makan itu terasa berat ketika halmonie tidak menyahut perkataan Soeun. Keheningan berlanjut selama lima menit sampai halmonie mengambil mengeluarkan suara.
"Baik, saya menerima penjelasanmu .."

Fuhh ,, Soeun menghembuskan nafas lega.

"Lalu ... bagaimana dengan scandal Hyesun dengan pemuda itu?", lanjut halmonie, " .. halmonie berharap kamu tidak mengikuti jejaknya,, .. Jangan terlalu akrab dengan Hyesun lagi .. "

"Halmonie, sudah kubilang bukan begitu!!"

"Halmonie tidak mau tahu apapun alasannya,, yang jelas memiliki anak sebelum menikah, sesuatu yang tidak bisa dimaafkan!!", tegas halmonie.

"BUKAN BEGITU!!", teriak Soeun tidak sabar. "KANGSAN BUKAN PUTRA HYESUN!!", dan kata-kata yang tidak seharusnya keluar dari mulutnya terlontar juga.

"Bukan?!", seru halmonie dan Jaejoong hampir bersamaan. "Maksudmu?", selidik halmonie.

Soeun memejamkan mata perlahan. Sudah terlanjur, tidak ada gunanya dia menarik penjelasan itu sekarang. Halmonie harus diberitahu,, dia tidak ingin sahabat baiknya itu dicurigai melakukan sesuatu yang memalukan oleh neneknya sendiri.

"Kangsan, anak dari Kyo onnie .. "

"Bagaimana mungkin? orangtuanya berada di Jepang, mengapa anak itu tidak ikut dengan mereka, malah tinggal bersama Hyesun di sini?", tanya halmonie heran.

"Kyo onnie dan Hoon oppa tidak berada di Jepang .. ", jawab Soeun lemah. " ... mereka .. mereka meninggal dalam kecelakaan mobil .. tiga tahun yang lalu .. "

"MWOO?!!", sepasang mata halmonie dan Jaejoong terbelalak lebar.

"Ya, .. mereka .. mereka meninggal .. sangat .. sangat tragis .. Saya dan Hyesun melihat keadaan mereka dengan mata kepala sendiri, ... hanya .. hanya Kangsan yang selamat dari kecelakaan tersebut .. "

Soeun terhenyak di kursi yang didudukinya. " .. karena itu halmonie, saya mohon jangan mengungkit masalah ini lagi ,, apalagi di hadapan Hyesun dan Kangsan ..", dua butir air bening mengalir turun dari sudut mata Soeun. " .. dia bukan wanita murahan seperti anggapan halmonie ,, dia merupakan wanita tertangguh dan termulia yang pernah kukenal .. Saya sangat bangga menjadi sahabatnya .. "

Halmonie tidak mampu menjawab, dia hanya bisa mengangguk lambat-lambat. Apa lagi yang mampu dikatakannya kalau berita yang disampaikan Soeun mengejutkan seperti ini? Sama juga Jaejoong, dia hanya bisa membisu di tempatnya.  

**************

Setelah menghabiskan makan siang bersama Kimjoon dan Eunhye di restoran siap saji dekat klinik 'Kim's Health', Hyesun meluangkan waktu istirahatnya yang tinggal setengah jam untuk membeli peralatan melukis buat Kangsan.

Dia sedang membilah-bilah beberapa jenis buku gambar dan memilih crayon di antara jejeran crayon-crayon  di sepanjang rak yang terdapat dalam toko yang menjual alat-alat melukis di gedung yang bersebelahan dengan klinik 'Kim's Health' ketika ponselnya berbunyi.

kring .. kring .. kring ..., Hyesun mengeluarkan ponsel dari tas genggamnya, melihat nama yang terpampang di layar ponsel, dia tersenyum perlahan. Ditekannya salah satu tombol, lalu menempelkan ponsel tersebut ke telinga.


"Yeoboseyo Kim So Eun-ssi .. "

"Anyong Hyesun-a .. ", jawab Soeun dari seberang.

"He .. he .. bagaimana keadaanmu? Apa sedang di butik sekarang?"

"Tidak, .. saya baru saja menghabiskan makan siang bersama Jae dan halmonie di rumah ..", sahut Soeun cepat.

"O ya? Jadi .. kamu sudah mengenalkan Jaejoong-ssi pada halmonie?", tanya Hyesun kaget.

"Ne, .. dan .. keadaannya tidak baik,,,, miane Hyesun-a .. ", lanjut Soeun lemah, penuh penyesalan,, yang membuat Hyesun segera mengerutkan wajahnya.

"Tidak baik? .. Ada apa? .. dari suaramu, kedengarannya amat buruk ya?"

"Jae,, .. ", perkataan Soeun terhenti selama satu menit, membuat Hyesun berdeham pelan.

"Hmm ... Soeun?"

"Jae ,, dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya mengenai ... mengenai Kangsan .. miane Hyesun-a,, saya tidak dapat mencegahnya .. "

"MWOO?!!", seru Hyesun, langsung lemas di tempatnya.

"Miane ... ,, tapi ,, dia .. dia tidak mungkin disalahkan buat sesuatu yang tidak diketahuinya kan? ... Seharusnya saya menceritakan segala sesuatu pada Jae terlebih dahulu supaya dia tidak berbicara sembarangan .. tapi .. jika begitu,, berarti saya juga melanggar janjiku padamu untuk kedua kalinya .. "

Hyesun tidak mampu memberi tanggapan terhadap perkataan Soeun. Tubuhnya terasa ringan dan dia hampir tersungkur ke depan. Sebenarnya siapa yang harus disalahkan untuk semua kejadian ini? Tidak mungki Jaejoong! Seperti kata Soeun, dia tidak tahu apa-apa .. Apa yang dikatakannya hanya unsur ketidaksengajaan,, Jika ingin disalahkan, seharusnya dirinya! Ya, dirinya -Goo Hye Sun- yang harus disalahkan,, Dia yang memulai kebohongan ini. Mengapa harus mengajari Kangsan memanggilnya omma? Mengapa tidak jujur saja kalau dia bibinya? Jika begitu, dia tidak perlu menghindari dunia, tidak perlu menghindari pertanyaan-pertanyaan dari halmonie Soeun, dan yang paling penting .. tidak perlu menghindari kenyataan kalau Kangsan bukan putra kandungnya ..

"Hyesun-a gwencana? .. Kamu masih di situ?", tanya Soeun khawatir dari seberang sana.

"Ne .. ", jawab Hyesun, setelah tersadar dari ketermenungannya.

"Miane ... "

Hyesun mengambil nafas dalam-dalam kemudian berkata pelan,
"Sudahlah, itu bukan kesalahanmu dan juga Jaejoong-ssi,, ... katakan padanya, dia tidak perlu merasa bersalah buat sesuatu yang tidak diketahuinya .. lambat laun halmonie akan tahu juga rahasia ini ... jadi lupakanlah!"

"Kamu tidak marah?"

"Aniyo ...."

"Chinja?", tanya Soeun tak percaya, "Tapi ....bukankah .. kamu .. kamu menentang keras rahasia itu tersebar? Terlebih pada halmonie?"

"Saya tidak apa-apa,, jeongmal .. ", yakin Hyesun.

Terdengar Soeun menghembuskan nafas di seberang, "Fuhhhh ,, syukurlah kalau begitu,, ... Hyesun-a, tentang halmonie ... kamu tidak perlu khawatir, saya sudah memintanya tidak mengusikmu dan beliau juga tidak akan mengatakan apa-apa sehubungan dengan Kyo onnie dan Hoon oppa di depan Kangsan .. "

"Gumawo Soeun-a ..", kata Hyesun terharu, setelah terdiam beberapa menit.

"Hanya ini yang bisa saya lakukan Sun-a .. ", sahut Soeun lemah. "Sekali lagi miane .. "

"Ah sudahlah!! .. Sudah kubilang jangan diungkit lagi, .. saya tidak apa-apa kok .. ", potong Hyesun cepat. Dia berkata begini bukan berarti dia sudah menerima kenyataan ini,, sama sekali bukan! Dia hanya tidak ingin Soeun berlarut-larut dalam penyesalan.

Sambil lalu, Hyesun melirik jam tangannya,, .. ohhh, dia hanya memiliki waktu lima menit sebelum masuk jam kerja.

"Soeun-a,, saya harus ke klinik sekarang ,, kita bincang lagi lain kali .. "

"Ok .. see you .. "

tuttttt ..., hubungan telepon diputus dalam waktu dua menit.

Tanpa memeriksa terlebih dahulu, Hyesun menyambar sebuah buku gambar beserta sebungkus crayon dari rak paling atas, kemudian berlari ke meja kasir. Dia membayar harga barang-barang tersebut, lalu bergegas-gegas keluar dari toko itu.

**************


Malam hari di bar 2X ...

"Apa benar tidak perlu dipertimbangkan lagi?", tanya Jess begitu menjatuhkan diri ke kursi di hadapan Minho.

"Mwoga?". Minho mengalihkan perhatian dari gelas di tangannya kepada Jess.

"Tawaran kemarin .. ", jawab Jess.

Minho tersenyum sambil mengangkat bahunya, "No, thanks .. "


"Cool!! Selalu begitu,,, ", Jess tersenyum kecut. "Kalau begitu, kesempatan ini akan saya berikan pada Seunggi ,, ", tubuh Jess condong ke depan, "Kamu jangan menyesal hottie!!"

"Ha .. ha .. ha .. ", Minho tertawa keras, kemudian berlalu dari hadapan Jessica Gomez.

****************
« Last Edit: July 17, 2010, 02:26:37 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun