Author Topic: *When a Gay met a Young Mom (in love again)* ~chp 22 (ending), 22 Jan'2011  (Read 98588 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kan udah diblg lum selesai [sweat] ini gimana sih hammer2

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
kan udah diblg lum selesai [sweat] ini gimana sih hammer2
wahahaha [hmff] [hmff] [hmff]
si mami udah mulai emosi gara2 ditagih update [hmpfh] [laughing]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kan udah diblg lum selesai [sweat] ini gimana sih hammer2
wahahaha [hmff] [hmff] [hmff]
si mami udah mulai emosi gara2 ditagih update [hmpfh] [laughing]
yup bener [dry] gimana klu dibagi 2 part aja [hmpfh] tp dipikir2 lg, nggak deh [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
kan udah diblg lum selesai [sweat] ini gimana sih hammer2
wahahaha [hmff] [hmff] [hmff]
si mami udah mulai emosi gara2 ditagih update [hmpfh] [laughing]
yup bener [dry] gimana klu dibagi 2 part aja [hmpfh] tp dipikir2 lg, nggak deh [laughing]
ya elah mi [dry] [dry]
padahal mau jawab iya, eh gataunya gg jadi [dry]
tp kalo dibuat part2an, diusahakan 1 part yang panjaaaaaaaang ya mi [hmpfh] [hmpfh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
momi. update donk.
kalo mami update ntar aku update juga dech.
 [biggrin]
tapi cuma janji.
yeee [head break] [head break] gw udah update berchp2 ff gw and elu [dry] [dry] si om hanya janji gombal hammer2 hammer2 .. gombalnya jgn ke gw dong, ke neiya aja ye [hmpfh] [hmpfh]

jiaakhahahaha :D
cieEe cieEe
OM ma MAMI mulai goMbal2'an niEe..
'suith2x'
eheEm
seperti ad bau cinta seGi3 niH.
Antara Mami, OM, N Tante 'neiya'
haha :D
_ d bunuh, dtg2 lgsg bkin g0zip _
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
echyn, [nono] [nono] gw nih terkenal paling setia ama suami [lovestruck] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
setuju ma aisshin  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile



Hyesun mematuk diri di depan cermin untuk kesekiankalinya. Dia kelihatan gugup. Juga agak pucat. Berulangkali dia menarik posisi gaun panjang yang membalut tubuhnya. Tidak ke kanan, ya ke kiri. Atau memperbaiki bagian dadanya yang agak melorot ke bawah. Rambutnya yang sepundak dibiarkan tergerai begitu saja—menaungi wajah lancipnya yang hanya terpoles bahan-bahan kosmetik sekedarnya.


“Bagaimana baby? Sudah siap?”

Kepala Minho nongol dari balik pintu kamar.


“Kenapa lama se .. ka .. li … ?” pertanyaannya memelan seiring pandangannya yang jatuh ke penampilan Hyesun. “Yeppo-yo …,” pujian tersebut terlontar begitu saja dari bibirnya.

“Hmm …,” Hyesun salah tingkah. Sepasang pipinya yang sudah memerah karena pemerah pipi menjadi semakin merah. Dia menunduk perlahan.

“Weo? Malu?” tanya Minho sambil mengulum senyum.


“Yaa .. ,” protes Hyesun.

Minho tertawa. Sesaat kemudian dia meraih pinggang Hyesun dan menariknya kearahnya. “Tapi benar ,, .. kamu sangat cantik baby .. “, bisiknya pelan di telinga Hyesun. “Saya bangga padamu .. “


Hyesun menekan tangannya di dada Minho—berusaha menjauhkan diri dari dekapannya. Dadanya sudah hampir meledak sekarang. Bukan hanya karena pelukan ini, tapi juga pujian-pujiannya. Aku harus melepaskan diri sekarang juga! Jika tidak, kami tidak akan terkendali lagi.” pikirnya gugup.

“Sa .. saya .. saya tidak yakin .. mesti ke sana atau .. tidak .., “ katanya dengan susah payah dalam dekapan Minho.

Tampang Minho mengerut. Pelukannya mengendur perlahan. “Weo?” tanyanya. “Bukankah Soeun sudah mengurus semuanya? Dia sudah berjanji halmonienya tidak akan mengatakan sesuatu yang berlebihan terhadap San—kan?”

“Sa .. saya hanya khawatir … ,” kata Hyesun. “Saya khawatir Soeun tidak bisa mengendalikan semuanya. Kamu tidak mengenal halmonie sebaik aku dan Soeun. Mungkin bukan maksudnya melakukan itu, .. tapi dia akan melakukannya tanpa sengaja. Ini sudah pasti. Dia selalu tidak terkendali dalam setiap perkataannya .. sejak dari dulu .. “

“Jadi?” Minho menunggu jawabannya.

Hyesun mengelengkan kepalanya. Perlahan-lahan pembicaraannya di telepon dengan Soeun dua hari yang lalu terbayang kembali dalam pikirannya.

*************


Flash Back ….

“APA??!!!! Undangan ke acara ulangtahun halmonie?” teriak Hyesun histeris.


Plop …

Botol obat di tangan Eunhye jatuh ke lantai. Saat itu dia sedang meneliti label obat-obatan yang tertempel di botol-botol obat buat salah seorang pasiennya. Pasien tersebut segera meliriknya tajam, lalu beralih ke Hyesun dongkol.
“Sosoengheyo .. ,” ucap Eunhye dengan perasaan bersalah. Dia membungkuk dalam-dalam dan dengan cepat meraih botol obat dari lantai.

Kemudian disenggolnya lengan Hyesun. “Gwencana?”

Hyesun tidak menjawab. Hanya mengangkat tangan dan mengangguk halus. “Kapan? Apa … tidak masalah?” tanyanya pada teman bicaranya di telepon.

Eunhye mengangkat bahunya, kemudian meneruskan kesibukkannya yang tertunda.
“Maaf miss … ,” katanya sekali lagi pada pasien yang terlihat tidak sabar itu.

”Tidak. Tentu saja tidak .. ,” jawab Soeun di seberang. ”Saya sudah membicarakannya dengan halmonie … ,” lanjutnya. ”Beliau tidak akan menanyakan atau menyinggung apapun tentang asal-usul Kangsan, jadi kamu jangan khawatir. Halmonie sudah berjanji padaku. Dan kalaupun dia keceplosan, kita akan segera mengendalikannya. Bukankah itu gampang? Jae juga akan membantu kita …. ,” hening sejenak, kemudian, ” .. bagaimana?”

“Entahlah, saya .. saya tidak yakin .. ,” sahut Hyesun setelah tiga menit.

”Jadi kamu tidak menghargai undangan halmonie?” tanya Soeun tak percaya. ”Bagaimana mungkin? Hyesun yang kukenal selalu hormat pada orangtua .. “

“Soeun-a … ,” Hyesun mulai putus asa. Seharusnya bagaimana menjelaskannya pada Soeun? Dia berpikir keras.

”Saya bukannya ingin memaksamu, Hyesun-a … ,” Suara Soeun terdengar lembut di ujung sana. ”Tapi .. kamu juga mengenal baik halmonie-kan? Beliau merasa bersalah telah salah sangka padamu dan beliau ingin memperbaiki kesalahannya itu dengan mengundangmu ke acara ulangtahunnya …. Kamu … tidak akan mengecewakan ketulusannya-kan? Kamu akan menghadirinya-kan? Hyesun-a …”

“Saya …. ,” perkataan Hyesun terputus.

”Jangan khawatir .. ,” suara Soeun terdengar lagi. ” .. kalau perlu saya dan Jae akan mengikuti halmonie sepanjang acara itu … katanya mantap.

“Hmm .. saya tidak punya pilihan lain ..,” gumam Hyesun halus. “Baiklah. Saya akan datang .. “

”Bersama Minho-ssi dan Kangsan?” tanya Soeun.

“Bersama Minho dan San.” Hyesun mengiyakan.

”Ok. Dinantikan kedatangamu, Hyesun-a. Sampai ketemu dua hari nanti …. “

“Ne.”

Hyesun menutup ponselnya dengan lesu. Tidak bisa menghindar. Masalah ini cepat atau lambat harus diselesaikan. Hyesun menaruh ponsel dalam genggamannya ke meja, kemudian meneruskan pekerjaannya yang tertunda.

End of Flash Back ..

*************


”Babe … ,” Minho menyentuh lengan Hyesun.

“Oh .. ,” Hyesun tersentak. “Mwo?” tanyanya linglung.

“Berangkat atau tidak? Kamu harus mengambil keputusan sekarang juga baby.”

“Sa .. saya … ,” Hyesun mengigit bibir bawahnya kuat-kuat. Sampai sekarang dia masih tidak bisa mengambil keputusan. Dia tidak ingin ketemu halmonie. Sungguh, dia tidak ingin. Jangan paksa aku, dia memohon dalam hati.

“Jika kamu masih berdiri di sini, San akan memecahkan ruang depan dengan suaranya, baby. Kamu tahu bagaimana antusiasnya dia, begitu diberitahu akan dipertemukan kembali dengan Soeun dan Jae …”

“OMMA!!! APPA!!”

Belum selesai perkataan Minho, suara nyaring Kangsan sudah mengema dari ruang depan.

“Lihat?!” Minho menaikkan telunjuknya—menunjuk ke belakang.


“NE SAYANG. APPA DAN OMMA AKAN KELUAR SEKARANG!” balas Minho pada Kangsan.

Kemudian dia menarik tangan Hyesun. “Kacha … “

“Ta .. tapi … ,” kata Hyesun ragu-ragu. Dia berusaha menarik tangannya kembali.

Minho tersenyum. “Jangan takut!” hiburnya. “Apa yang terjadi nanti, biarkan saja terjadi. Kita akan menghadapinya bersama. Percayalah padaku .. “

Hyesun terpana. Tatapan teduh Minho membuatnya tidak jadi menarik tangannya. Kakinya yang memakai high-sheels bergerak perlahan, mengikuti langkah Minho keluar dari kamar.

*************


Minho memarkir Mercy merahnya di halaman depan Kim’s mansion. Acara ulangtahun halmonie memang diselenggarakan di rumahnya sendiri. Acara ini termasuk acara tertutup karena yang diundang hanya teman dekat dan rekan bisnis penting saja. Saat itu, halaman depan Kim’s mansion sudah sesak oleh mobil-mobil dari para undangan.

Minho keluar dari mobil. Dia membukakan pintu buat Hyesun, dan mengendong Kangsan keluar. Anak kecil itu terlihat antusias dengan keramaian dan dekorasi di sekitarnya. Dia bergeliat-geliat dalam dekapan Minho.

“Appa turun …. San mau turun!!” rengeknya.

Minho tertawa lebar, lalu menurunkan Kangsan di lantai serambi depan. “Kamu tidak boleh keluyuran ke mana-mana sayang. Di sini terlalu ramai, nanti appa dan omma kehilangan jejakmu .. “ nasehat Minho.

“Ne!” sahut Kangsan dengan suara nyaringnya.

Minho tertawa lagi. Kangsan berputar-putar di tempatnya. Dia seperti anak anjing yang berusaha menjangkau ekornya sendiri. Begitu bersemangat dan lincah.

“Sudah San. Kita masuk sekarang juga.” Perintah Hyesun lemah. Perjalanan selama duapuluh menit rupanya tidak mampu menenangkan pikirannya. “Soeun noona dan Jae hyung pasti sudah menunggu kedatanganmu …, “ dia menyentuh hidung Kangsan. “ …. Juga … halmonie … ,” suaranya memelan sampai di sini.

Minho segera menyentuh tangannya, dan mengenggamnya erat-erat. Seakan memberi kekuatan padanya untuk tegar. Pemuda itu tersenyum teduh. Hyesun ikut tersenyum walaupun sangat terpaksa. Dia mengangguk, diikuti Minho.

Tangan Minho yang satunya lagi menyambar tangan mungil Kangsan. “Kacha …”

Lalu mereka memasuki pintu masuk Kim’s mansion secara beriringan, berhimpitan dengan para undangan lain.

*************


”Sun-a …. ,” Soeun melebarkan tangannya dan memeluk Hyesun erat-erat, begitu rombongan kecil itu sampai di tengah ruang pesta. “Akhirnya kamu datang juga. Gumawo … “

Hyesun tersenyum hambar. “Miane .. membuatmu khawatir .. ,” katanya pelan—hampir tak terdengar.

Soeun mengeleng sambil menyentuh wajahnya. “Gwencanayo … .” Kemudian dia menunduk ke Kangsan yang berdiri di antara Hyesun dan Minho. “Hi San-a … ,” dicubitnya dengan gemas pipi montok anak itu. “Bagaimana kabarmu? Merindukan noona?”

“Achhh … ,” protes Kangsan. Wajah imutnya berkerut. “Noona menyakitiku! Huhh .. ,” dengusnya, membuat Soeun terbahak-bahak.

“O chinja?” tanya Soeun dengan mata berbinar nakal. “Miane .. habis kamu benar-benar mengemaskan sih …, “ kembali dicubitnya pipi Kangsan. Kali ini hanya cubitan ringan, sehingga Kangsan tidak sampai berteriak-teriak—memprotes karenanya. “Bagaimana? Merindukan noona tidak?”

“Ne!!” sahut Kangsan keras. “San merindukan noona dan juga Jae hyung .. “

“Jeongmal? Jae hyung pasti senang mendengarnya .. ,” Soeun tertawa lepas. “ … tapi Jae hyung tidak bisa bergabung dengan kita sekarang. Dia sedang sibuk menyambut tamu-tamu di sana .. , “ dia menunjuk ke ruang depan sambil mengucek rambut anak itu.

Kemudian dia menegakkan badannya, beralih pada Minho yang belum disapanya. “Anyongheseyo Minho-ssi .. terimakasih atas waktu yang anda luangkan buat halmonie … “


Minho membungkukkan badannya. “Ini kehormatan saya .. ,” jawabnya resmi.

Melihat kekakuan di antara mereka, tawa Hyesun meledak saat itu juga.

Minho berpaling padanya. “Weo? Ada yang lucu?” tanyanya heran.

“Aniyo … ,” jawab Hyesun, berusaha mengendalikan kegeliannya.

“Bagus kamu mulai relax Sun-a .. “

Perkataan Soeun kembali menyadarkan Hyesun akan ketegangannya. Ekspresinya langsung berubah—kaku. Melihat itu, Soeun menarik lengannya.

“Sudahlah. Ayo kita mendatangi halmonie .. Beliau ada di lantai dansa taman belakang … “

Agak terpaksa, Hyesun mengikuti langkah Soeun. Minho menjejeri langkah mereka dengan Kangsan di sampingnya.

*************


”Halmonie, Hyesun sudah sampai!!” seru Soeun sebelum mereka berada di hadapan halmonie.

Wanita renta itu memutar posisinya. Dia tersenyum, lalu bangkit dari kursinya dengan bertopang pada tongkat di tangannya.

“Anyongheseyo halmonie .. ,” sapa Hyesun gugup. Setiap bertemu dengan wanita ini dia selalu gelisah, sudah sejak dulu. “Sangeilchukkae .. ,” dia menyodorkan kado ulangtahun yang sudah dipersiapkannya kemarin.


“Hanya syal dan sweater biasa .. semoga halmonie menyukainya … ,” sambungnya pelan.

Halmonie menerima bungkusan kecil pemberian Hyesun. Senyuman tersungging di wajahnya yang keriput. “Tentu saja halmonie menyukainya .. ,” ujarnya. “Bagaimana kabarmu Hyesun-a? Mudah-mudahan undangan ini tidak mengejutkanmu?”

“Oh … tentu saja tidak halmonie … ,” sahut Hyesun segera, “Saya .. saya senang menerima undangan ini …”

“Begitu?” halmonie tersenyum lagi. Tidak lebar, dan entah mengapa Hyesun merasa senyuman itu terasa menusuk. “Ini …. ,” halmonie beralih pada Minho, “ … kekasihmu?”

Hyesun berdeham pelan—membersihkan tenggorokannya dari ketegangan. “Ne … ,” jawabnya pelan.

“Anyongheseyo halmonie … Saya Lee Min Ho … ,” Minho segera mengambil-alih pembicaraan begitu melihat ketegangan Hyesun. “Senang berkenalan dengan anda .. “

Halmonie mengangguk. “Saya juga Minho-ssi. Semoga pesta orangtua ini tidak membosankanmu … “

“Tidak akan. Saya senang bergaul dengan nenek seramah anda … ,” ujar Minho.

Halmonie tertawa. “Mulutmu sangat manis Minho-ssi. Saya rasa Hyesun tidak salah memilih pasangan … ,” dia melirik Hyesun yang segera menundukkan kepalanya.

“Dan bocah ini … ,” pandangan halmonie menurun ke Kangsan. “Kangsan-kan?”

“Ne .. ,” Hyesun mengeser Kangsan ke hadapannya. “Panggil halmonie San-a .. ,” perintahnya pada anak itu.

Kangsan menyurut ke belakang. Entah pengaruh kegelisahan Hyesun, atau memang dia sendiri merasa gentar pada halmonie, tubuh anak itu sedikit bergetar. Dia mengeleng pelan.

“San-a … ,” tegur Hyesun.

“Halmonie …. ,” akhirnya Kangsan menyapa takut-takut.

Halmonie tertawa serak. Setelah itu dia beralih dari Kangsan ke Hyesun. “Mengapa kalian tidak berdansa saja?” tanyanya pada gadis itu sambil melempar pandang ke Minho yang sedang meraba-raba kepala Kangsan. “Sebentar lagi musiknya akan diganti ke musik romantis. Akan disayangkan kalau kalian tidak memanfaatkan kesempatan ini .. Lihatlah, bulan dan bintang bersinar terang di atas langit …“

“Tidak perlu halmonie. Saya tidak pandai dansa, lagipula .. , “ Hyesun melirik Kangsan.

“Saya akan menjaga anak ini.” Tawar halmonie cepat. “Kalian ke sanalah!” tangan keriputnya yang memegang tongkat terangkat ke atas—mengusir mereka.

“Tapi … ,” bantah Hyesun gugup, tapi segera dipotong oleh Soeun.

“Ke sanalah Hyesun-a … ,” katanya dengan alis diangkat, sebagai isyarat bagi Hyesun. “Saya akan menjaga Kangsan … ,” bisiknya halus—yang tidak terdengar oleh pendengaran halmonie yang memang sudah tidak begitu baik.
“Pergilah!!” lanjutnya dengan suara dikeras-keraskan.

Hyesun masih ragu-ragu selama beberapa detik. Tapi segera dihapusnya perasaan itu begitu Minho menyambar tangannya.

“Kacha!!” ajak pemuda itu bersemangat.

Hyesun tersenyum. Dia tidak mampu menolak melihat kegembiraan Minho. Kemudian dia melirik orang-orang di belakangnya. Mungkin sudah saatnya aku menghilangkan perasaan tidak nyaman ini. Kangsan akan baik-baik saja bersama Soeun. Halmonie tidak mungkin mempengaruhi pikiran polosnya. Batin Hyesun.

“Omma akan kembali sebentar lagi San-a. Kamu harus mendengar kata-kata Soeun noona. Jangan nakal, araso?” katanya lembut pada Kangsan.

Anak itu mengelengkan kepalanya. “San ikut omma dan appa … “

“San-a … ,” Soeun berjongkok di sebelah Kangsan. “San ingin melihat omma dan appa bahagia kan? Nah sekarang, omma dan appa akan berdansa menikmati keindahan malam ini. Tidak akan lama, jadi San tidak boleh merengek begini … Nanti noona ambilkan kue untuk San, ok?”

Kangsan menatap Soeun dengan mata beningnya. “Chinja, hanya sebentar?”

“Ne .. “

“Dan omma –appa akan habagia?”

“Ne … ,” Soeun tertawa, dan menyentuh kepalanya. “Tentu saja sayang … “

Kangsan tersenyum, lalu memutar tubuh pada Hyesun dan Minho. “Omma dan appa berdansalah!!” teriaknya ceria. “San akan menunggu di sini. Tidak akan ke mana-mana.”

Minho condong ke depan dan mengucek gemas kepala anak itu. “Anak pintar. Appa dan omma akan segera kembali .. “

Kemudian dia dan Hyesun meninggalkan mereka, menuju lantai dansa di tengah taman.

*************


Minho melingkarkan tangannya di pinggang Hyesun, dan tangan satunya lagi mengenggam erat tangan Hyesun,  menarik gadis itu ke arahnya. Kemudian mereka mulai bergerak mengikuti alunan musik lembut yang terputar dari piring hitam di sudut taman.

Lagu ‘Only You’ mengalun dalam keheningan. Tenang dan jernih. Mengaung dalam taman yang terhias lampu-lampu kecil—berkerlap--kerlip indah tersiram cahaya rembulan dan bintang-bintang dari langit kelam. Melenakan pasangan-pasangan yang sedang meluncur pelan, mengikuti alunan musik di lantai dansa itu.

Hyesun memejamkan matanya. Menghayati setiap bait lagu yang tertangkap jelas oleh pendengarannya. Begitu indah dan membuainya ke angan-angan. Tanpa sadar, kepalanya menyandar ke dada Minho. Nyaman sekali dada ini, pikirnya. Dia merasa terlindungi dalam dekapan Minho.

Only You ...
can make all this world seems right
Only You ...
can make the darkness bright
Only you and you alone
can thrill me like you do
and fill my heart with you for only you

A--HA ...
Only You ...
can make all this change in me
for it's true
you're my destiny
when you hold my hand
I understand
the magic that you do
you're my dream come true
my one and only you
A--HA ... A

“Andai saja .. waktu berhenti sampai di sini …,” gumamnya. “ … semua tidak berubah. Hanya kamu dan aku, … tanpa kekhawatiran, … keraguan dan ketakutan … dan juga … ketidakpercayaan … “

“Baby … ,” desah Minho.

Bahkan suaranya terdengar sangat lembut saat ini. Pikir Hyesun.

Matanya terbuka … perlahan, bertemu dengan pandangan Minho yang redup.

“Wegude?” tanya Minho pelan. Tangannya terangkat, menyentuh lembut wajah Hyesun.

Hyesun berusaha tersenyum, tapi dia sadar senyumnya terasa hambar.

“Saya takut …., takut kebersamaan ini hanya sesaat—takut ini hanya mimpi. Jika mataku dibuka, mungkin … kamu akan lenyap dari hadapanku … ,” dan .. airmatanyapun mengalir keluar, membasahi ujung-ujung gaunnya.

“Paboya …. ,” ujar Minho. Ditariknya gadis itu ke pelukannya.

“Saya tidak akan pergi dari hidupmu, baby. TIDAK AKAN. .. ,” bisiknya di telinga Hyesun. “Walaupun dunia runtuh sekalipun, saya akan berada di sisimu … Menemanimu melalui hidup ini. Melindungimu dengan jiwa dan raga, … dan memuaskan semua kebutuhanmu .. jadi jangan menanggis lagi, .. jeobal …”

Mata Hyesun kembali terpejam. Kamu tidak akan menyakitiku, aku tahu ini. Tapi .. bagaimana jika aku yang meninggalkanmu? Bagaimana jika aku yang lemah? Apakah kamu akan memaafkanku? Akan mengerti posisiku? Hyesun mengeleng keras setelah memikirkan kemungkinan-kemungkinan menakutkan ini.

Aku terlalu sensitif malam ini. Mengapa aku merasa kebersamaan ini tidak akan lama lagi? Hyesun mengigit bibirnya. Pasti pengaruh lagu ini—PASTI. Batin Hyesun.

Dia mempererat pelukannya di tubuh Minho. Membenamkan wajahnya, semakin dalam ke dada pemuda itu. Minho tersenyum lembut. Dia menunduk, kemudian mencium rambut Hyesun.

“Malam ini perasaanmu terlalu peka, baby .. “

Hyesun tersenyum dengan sepasang mata yang masih terpejam. “Mungkin … ,” ujarnya. “Saya selalu lemah kalau berdansa … ,” dia beralasan.

“Saya tidak akan membiarkanmu berpikir yang tidak-tidak … ,” tegas Minho. “Karena itu, mari berdansa … lupakan semuanya … “

Hyesun mengangguk. Matanya terbuka, dan dia tersenyum. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Atau .. mungkin hal itu tidak pernah akan terjadi? Katanya dalam hati.

“Begitu dong?” goda Minho. “Kamu sangat cantik kalau tersenyum ..”


Hyesun tertawa perlahan. Minho kemudian menundukkan wajahnya. Menyapu bibir Hyesun dengan bibirnya. Mengecupnya lembut, membuat bibir Hyesun bergetar hebat.

Sementara itu, lagu ‘Only You’ semakin mendominasi suasana sekitar situ. Sinar bulan mulai meredup—tertutup awan gelap yang sesekali melintas di angkasa nan tinggi di sana.

Only You ...
can make all this change in me
for it's true
you're my destiny
when you hold my hand
I understand
the magic that you do
you're my dream come true
my one and only you
A--HA ... A

BY THE PLATTERS

*************


”San mau makan apa?” tanya Soeun.

Kangsan belum menjawab ketika teriakan terdengar dari belakang mereka.

“Agashi, tuan Kim minta bantuannya!!”

Soeun menoleh ke belakang. Seorang pelayan mendekatinya dengan nampan besar berisi makanan di tangannya.

“Di mana?” tanya Soeun.

“Di ruang depan, agashi .. ,” jawab si pelayan, hormat.

Soeun berdecak keras. Dia menatap Kangsan, kemudian beralih pada halmonie—antara menuruti atau tidak, panggilan Jaejoong.


“Pergilah sayang. Apa yang kau tunggu?” halmonie mengibaskan tangannya. “Kelihatannya nak Jaejoong kesusahan dengan tamu-tamu yang terus berdatangan .. Saya akan menjaga anak ini, jangan khawatir .. “

“Tapi …. ,” Soeun terlihat ragu-ragu.

Tapi teriakkan Jaejoong menghapus keraguannya.

“EUN-A!!”

“IYA, IYA, .. “ sahut Soeun. Setelah itu dia berpaling pada halmonie. “Ingat janji halmonie! Jangan berbicara yang tidak-tidak .. ,” lalu dia meraih pundak Kangsan ke arahnya, “Noona akan segera kembali. Dengarkan kata-kata halmonie. Jangan nakal!”

“Ne .. ,” janji Kangsan.

Terburu-buru Soeun berlari ke dalam rumah.

“Heyy anak kecil … “

Kangsan merasa sesuatu yang keras menyentuh lengannya. Dia berbalik. Tongkat halmonie terarah padanya. Kangsan memandangi nenek tua itu dengan sepasang mata bertanya.

“Ommamu … wanita paling baik di dunia … ,” ujar halmonie.

Kangsan memiringkan kepalanya. “Tentu saja … ,” jawabnya polos.

“Tahukah kamu, halmonie pernah mencurigainya?”

Sepasang mata bening Kangsan berkejap-kejap. Dia mengeleng—tidak mengerti.

“Halmonie sangat menyesal tapi tidak bisa mengutarakannya. Karena itu bocah … kelak, jika kamu besar nanti, dan mengerti segalanya, jangan menyalahkan tindakan ommamu ….. Dia melakukan semua itu karena dia sangat mencintaimu, araso?”

Kangsan memanjangkan bibirnya. Tangannya mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Halmonie mau ngomong apa?”

Halmonie tertawa. “Yang jelas jangan membuat dirimu menyesal, bocah bagus .. .” diacaknya rambut anak itu. “Semua akan indah pada waktunya .. ,” lalu dia menunjuk ke depan—ke sepasang anak manusia yang sedang berdansa di tengah taman. “Lihat omma dan appamu … mereka terlihat sangat serasi dan … bahagia … “

Kangsan mengikuti telunjuk halmonie. Bibirnya semakin dipanjangkan. “Biasanya omma dan appa bertengkar terus … “

Tawa halmonie langsung meledak. “Itu bumbu-bumbu cinta cucuku … Kamu tidak akan mengerti di usia semuda ini … ,” kemudian nenek tua itu berjalan  tertatih-tatih ke meja besar yang dipenuhi makanan di dekat bangku yang tadi didudukinya. “Kemarilah! Halmonie akan mengambilkan makanan untukmu … ,” teriaknya pada Kangsan.

Anak itu mengalihkan perhatian dari tengah taman padanya. “NE!!”

*************


Hyesun menyandarkan kepalanya di dada polos Minho. Memejamkan mata, dan mendengarkan detak jantungnya yang berdegup keras. Dia mendesah. Hari yang melelahkan setelah kunjungan ke acara ulangtahun halmonie. Bahkan Kangsan, si Bengal kecil itu, langsung terlelap di atas ranjang begitu selesai mandi.

“Apa yang kamu pikirkan baby?” tanya Minho.


Hyesun tersenyum dan mempererat pelukannya. “Tidak ada. Saya tidak ingin memikirkan apa-apa sekarang ini .. “


Minho tergelak kecil. “Tumben .. ,” godanya.

Hyesun mengangkat wajah dan menekankan kedua tangannya di wajah Minho. “Apa katamu?”

“Ha .. ha .. ampun baby … hanya bercanda .. ,” Minho mengangkat tangan dengan tampang memelas.

Hyesun tertawa dan membawa wajah pemuda itu kedekatnya. Bau tidak sedap samar-samar tercium olehnya. Hyesun menajamkan penciumnya. Mengendus-ngendus di sekitar wajah Minho.

Tiga menit berlalu.
“Ada apa?” tanya Minho penasaran.

“Kamu merokok?” selidik Hyesun.

Minho tertawa. “Iya … “

“Kapan?”

“Tadi. Di kamar mandi … setelah bercinta denganmu … “

“Kamu sering melakukannya?” tanya Hyesun lagi.

“Maksudmu merokok?”

Hyesun mengangguk.

“Tidak.” Minho menarik Hyesun ke dalam pelukannya. “Saya hanya melakukannya sesekali. Kalau pikiran lagi sumpek dan berat. Paling beberapa hari sekali .. “

“Apa kamu tahu itu tidak baik bagi kesehatan?” Hyesun mengangkat wajah dan memandanginya dengan kening berkenyit.

“Saya tahu .. ,” jawab Minho. “Saya sudah berusaha melepaskan diri darinya, dan sebentar lagi berhasil. Saya tidak begitu tergantung lagi padanya … ,” kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyesun, “ .. dan semua itu karena kamu baby … “

Hyesun segera mendorongnya ke belakang ketika Minho bermaksud menciumnya. “Satu hal lagi .. , “ lanjutnya.

“Mwo?” tanya Minho.

“Saya tidak menyukai dandanan seronokmu .. eyeliner, bedak dan segala macam itu,, saya tidak menyukainya … “

“Kamu ingin saya merubahnya?”

Hyesun mengangguk. “Saya tidak mau semua mata tertuju padamu … ,” bibirnya digigit keras setelah mengatakan ini.

“Kamu cemburu?” goda Minho.

“Yaa … Lee Min Ho … ,” tegur Hyesun. “Saya serius .. “

Minho tertawa keras. “Ok, ok, … saya akan merubahnya .. ,” dia memeluk Hyesun dari belakang. Mendaratkan dagunya di pundak polos gadis itu. “Demi kamu baby … ,” bisiknya halus di telinga Hyesun.

Mata Hyesun terpejam. Sebentar saja, terdengar lagi desahan-desahan dan erangan-erangan yang setengah jam lalu mewarnai kamar itu.

*************


Kantor Lee’s Corporation tiga hari kemudian …

Minho mendekati meja resepsion yang terletak di lobi depan. Gadis yang bertugas hari itu menatapnya tak berkedip. Mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan berbalik lagi, begitu berulangkali.

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” tanyanya dengan suara dibuat seramah mungkin.

“Saya ingin bertemu tuan Lee, presiden direktur kalian!” jawab Minho tegas.

“Anda ada janji?” selidik resepsionis itu. Rekan sekerjanya bergabung dengannya semenit kemudian. Gadis satunya ini, juga menyelusuri Minho dengan pandangannya.

“Katakan, putranya ingin menemuinya. Sekarang atau tidak sama sekali!”

“Putra tuan Lee?” mata gadis yang baru datang—yang lebih pendek dari gadis pertama—terbelalak lebar. Dia menyenggol lengan rekan di sebelahnya. “Apa kamu pernah mendengar ini?” bisiknya—tanpa menyadari pertanyaannya tertangkap oleh pendengaran Minho.

Gadis yang lebih tinggi mengeleng perlahan. “Sosoengheyo tuan. Tanpa janji, kami tidak bisa membiarkan anda memasuki kantor ini … ,” sesalnya.

“Apa kalian berani menanggung akibatnya?” tanya Minho tajam. “Saya tidak keberatan, tidak bertemu dengannya … tapi dia tentu akan menyesal setengah mati jika mengetahui kehilangan kesempatan menemuiku … ,” Sudut bibir kiri Minho terangkat ke atas—membentuk senyum ejekan.

“Ini … ,” gadis itu terlihat ragu-ragu.

“Minho-a … ,” dan panggilan tersebut membuyarkan ketegangan yang mulai tercipta di antara mereka.

Kedua gadis tersebut segera membungkukkan badannya ke arah pemilik suara itu. “Tuan Jo … “

Minho menoleh ke belakang. “Hyung!” serunya lantang.

Insung sampai di depan Minho. Ditepuknya lengan pemuda itu. “Benar kamu! Sudah berapa lama di sini?”

“Sekitar lima menit. Dan saya mendapat sedikit kesulitan .. ,” Minho melirik kedua gadis yang ketakutan di seberang meja resepsion.

Insung tersenyum lebar. “Jangan menyalahkan mereka … ,” ujarnya, “ .. mereka tidak tahu apa-apa tentangmu … ,” kembali dia menepuk lengan Minho, “Apa kamu datang menemui pak direktur?”


“Ne .. “

“Kalau begitu ayo ke dalam .. ,” Insung mendahului Minho berjalan ke jajaran lift yang terletak sekitar sepuluh meter di belakang meja resepsion. “Kalian kembalilah ke pekerjaan masing-masing .. ,” perintahnya begitu melewati kedua gadis yang masih terlihat gugup itu.

“Ne tuan Jo … ,” jawab keduanya hampir bersamaan.

*************


Insung meletakkan dua cangkir berisi kopi di hadapan Minho dan Mr. Lee. Setelah membungkukkan badannya, dia keluar dari ruangan kantor yang teramat luas itu.

“Minho-a, appa senang kamu kemari … ,” Mr. Lee memulai pembicaraan di antara mereka. Wajahnya berseri-seri. Tidak perlu diucapkanpun, bisa terlihat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya.

Minho mengangkat tangan yang sedari tadi melingkar di bagian dadanya. “Cukup! Tidak perlu basa-basi lagi!!” sahutnya dingin. “Saya datang ke sini bukan berarti telah memaafkanmu. Tidak segampang itu! .. Hyesun sudah menceritakan segalanya padaku. Tentang permintaanmu padanya. Dan saya datang ke sini juga karena alasan itu .. “

“Minho-a … “  

“Saya tidak ingin mengecewakannya, karena itu saya menemuimu. Dia ingin saya memberi kesempatan padamu, dan setelah saya pikir-pikir, mungkin dia akan bahagia jika saya melakukannya .. “

“Jadi?” tanya Mr. Lee tidak mengerti. “Apa yang akan kamu lakukan?”

“Saya akan mencobanya. Mencoba berbaikkan denganmu—walaupun saya tahu ini sulit, … tapi demi Hyesun, apapun akan saya lakukan. Dia mendambakan sebuah keluarga yang utuh, karenanya dia ingin saya berbaikkan denganmu … “

Mr. Lee mengangguk. “Lalu?”

“Saya akan menemuimu seminggu sekali. Kita akan mencoba menjalin kembali benang-benang merah yang terputus selama tujuh tahun terakhir ini … sampai … sampai saya benar-benar siap membawa Hyesun padamu. Mengenalkannya sebagai calon menantumu … “

“Kelihatannya kamu benar-benar mencintainya?” selidik Mr. Lee.

“Sangat!” jawab Minho tegas. “Jangan mencoba-coba memisahkan kami, karena saya akan murka karena ini.”


Minho kemudian berdiri dari kursinya. “Sampai di sini saja pembicaraan kita .. ,” kopi yang tersedia di atas meja tidak disentuhnya sama sekali. “Satu hal lagi .. ,” tiba-tiba dia berbalik pada Mr. Lee. “Jangan memberitahukan kedatanganku pada Hyesun. Saya ingin menyiapkan kejutan buatnya .. “

Kemudian Minho keluar dari ruangan kantor itu. Diiringi pandangan sendu Mr. Lee.

*************


Minho keluar dari gedung Lee’s Corporation dengan kepala tertunduk. Jalan beton beraspal yang ditelusurinya terasa jauh. Tempat parkir yang ditujunya seakan-akan tidak terjangkau-jangkau jua. Saat itu matahari bersinar terik. Udara terasa panas. Perlahan, Minho melepaskan beberapa kancing kemeja bagian atasnya. Sampai di depan sebuah toko perhiasaan, langkahnya berhenti.

Minho menoleh ke toko tersebut. Berbagai perhiasan, mulai dari kalung, gelang, cincin, sampai jam tangan terpajang di etalase toko depan. Minho mendekatinya. Ada yang terbuat dari emas murni, emas putih, batu-batu permata, mutiara sampai giok. Minho tersenyum. Sebuah ide tiba-tiba melintas dalam pikirannya.

Dengan mantap dia mendorong pintu dari kaca besar itu, dan masuk ke dalam toko.

“Anyongheseyo … ,” terdengar sapaan dari para sales toko sebelum pintu kaca itu terhempas ke belakang.

*************


Minho, Hyesun dan Kangsan menyelesaikan makan malam selama empat puluh lima menit. Minho tersenyum-senyum sendiri sepanjang acara makan malam tersebut. Dia tidak terlalu banyak mengeluarkan suara sehingga Hyesun bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi dengannya?

“Weo?”

Minho mengangkat wajah dari piringnya yang telah kosong. “Hah?”


Kening Hyesun berkenyit perlahan. “Apa yang terjadi denganmu? Kamu tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila!”

Senyuman langsung berkembang di bibir Minho. “Rahasia .. ,” jawabnya misterius.

“Mwo? Ayo katakan padaku, rahasia apa itu?” desak Hyesun.

“No baby .. ,” Minho mengoyangkan telunjuknya. “Namanya juga rahasia .. ,” gelaknya pecah ketika Hyesun melemparkan serbet di atas meja ke arahnya. Masih tertawa geli dia berdiri dari kursi. Meraih piring kotor di hadapannya, kemudian membawanya ke dapur. “Saya harus ke ‘2X’ sekarang baby, jadi tolong dicuci piring-piring bekasnya .. ,” teriaknya dari dapur.

“Ne!” sahut Hyesun yang sudah hilang dari kekesalannya.

*************


”Minho …. Penampilanmu?!!” dagu Seunggi hampir jatuh ke lantai melihat penampilan Minho.

“Hottie .. kamu … ,” Jess yang melintas di situ tidak kalah terkejutnya.

“Apa yang terjadi?” tanya pelayan bar yang lain.

Minho tidak sanggup menahan tawa melihat tampang melongo mereka.

“Hentikan ketawamu! Ada apa ini?” tanya Jess serius.

Matanya menelusuri setiap inci tubuh Minho. Dari rambut sampai ke ujung kaki. Tidak terlihat rambutnya yang awut-awutan ataupun … yang dikuncir ke belakang. Begitu juga bedak dan eyeliner yang biasa menghiasi wajahnya. LENYAP SAMA SEKALI. Kemeja dan celana yang dikenakannya juga terkesan santai, tidak bergaya/sekeren yang biasa melekat di tubuh jangkungnya yang mempesona.

“What’s going on man?” Seunggi menjatuhkan diri ke kursi di hadapan Minho.

“Hottie. Saya ingin penjelasanmu?!” tegur Jess tegas.

Pelayan-pelayan bar yang lain mulai mengerumuni Minho. Semua ingin tahu apa yang menyebabkan perubahan si pemuda panas ini. Tawa Minho mengelegar lagi.

“Ha .. ha … relax guys … , “ katanya sambil menyodorkan dua botol bir yang dipesan pelanggan pada seorang pelayan bar.


“Bagaimana bisa santai kalau kamu berubah normal begini?!” kesal Jess.

“Mwo?” mata bening Minho terbelalak lebar. “Apa maksud noona? Apa … berubah normal itu merupakan kesalahan?”

“Ti .. tidak .. ,” jawab Jess agak gugup. Dia sadar telah salah omong. Normal dan Abnormal seharusnya tidak dikaitan dengan Minho. “Sorry, noona tidak bermaksud menyinggung perasaanmu … “

Minho mengangkat bahunya—cuek. “It’s ok. Saya tidak akan menaruhnya dalam hati .. “

“Jadi .. mengapa kamu jadi begini?” Jess melanjutkan pertanyaannya setelah terdiam sejenak.

“Hanya mencoba sesuatu yang baru.” Jawabnya sambil mengisi sebuah gelas besar dengan bir. “Sebelumnya saya sudah memberitahukannya pada noona kan? Saya akan meninggalkan semua kehidupanku ini dan memulai hidup baru … .”

“Jadi kamu benar-benar serius dengan perkataanmu beberapa waktu yang lalu?” Jess menatapnya lekat-lekat.

Minho tersenyum, kemudian mengedipkan matanya.

*************
« Last Edit: August 09, 2010, 12:02:17 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Whoaaaaa update update  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Mamiiiiiii gumawoooooooooooo... [hug] [hug] [hug]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
cihuuuuuuuuuuuyyyyy... udah diupdet ma mami... [clap] [clap] [clap] makasih banyak mi  [huglove] [huglove] [huglove] [huglove]

akhirnya... setelah sekian lama  [laughing] [laughing] [laughing]

si mino ma hye sun jadi semakin aktif  [on] [on] [on] [on]  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

kok mino gitu banget sih mi ama appanya... kasihan appanya mino... diketusin ama mino  [goodgrief] [goodgrief]

hye sun belum ada tanda2 kalau hamil ya mi...? kapan mi..?  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Mamiii [jumpy] [jumpy]
udh lama gak maen ke tret bengkok, udah update trnyata..
Gumawo mami [cheekkiss] [cheekkiss]
iya mi bner kata ai kpn hyesun hamil??
[hmpfh]
trnyata halmonie so eun udh baik y ama hyesun jd brubah menyenangkan gitu, syukur deh, jah kayak ny bakal ada yg ptah hati, mbak Jess yg sbar yaa.. [hmff]
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
wahhhh... Uda d update :-D
Mamiiii gomawoooooo... :DD

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
 [clap]  [clap] [clap] asik bengkok udah diupdate, abis ini ME 3 ya mam  [biggrin]

mami, aku ga suka minho ngerokok...jgn bawa2 rokok lg ya mam  [sweat]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
liko, gw pingin bikin minho jd cowok terperfect stlh bertemu hyesun. pertama, dr bengkok jd lurus. kedua, ngerokok--dia emang ngerokok, wkt makan malam bersama ama hyesun dan kangsan terus bertemu dengan teman2 kuliah hyesun yg lain yg ngeledekin hyesun kan pernah disinggung klu dia membeli rokok. cuma gw ga nyinggung dia merokok. nah dr merokok jd tdk merokok [hmpfh]. ketiga, penampilan yg seronok ke penampilan normal [hmff]. keempat, sifat yg dingin menjadi hangat dan humoris. terus yg terakhir, hubungan keluarga yg ancur ama appanya menjadi baik [biggrin]

lya, si mbak jess biarin aja patah hati [hmpfh] [hmpfh] hyesun belum hamil. tar kehamilannya ga diketahui minho [heh]

yuki, tuh udah dijawab di atas [hmpfh]

bagi yg lain, komentar2nya dong [hmpfh] kemarin2 minta update, pas udah diupdate kok ga kelihatan batang idungnya hammer2 hammer2

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun