Author Topic: *When a Gay met a Young Mom (in love again)* ~chp 22 (ending), 22 Jan'2011  (Read 98832 times)

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Masyaalloh ENAM SENDOK???  [sweat] itu bayi anak manusia bukan seh???  whistling Org ponakanku aja cuman 1 sendok...  [sweat] [hmpfh]
yeee ponakan lu umur berapa? palingan lum cukup 1 bln [hmff]

JJiahhh 3 bulan bo'....  hammer2 hammer2 hammer2

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Sambil nungguin ini... mo ngungsi ke Janpyo dulu ahhh... [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] Janpyo bogoshippoyo....   [hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Masyaalloh ENAM SENDOK???  [sweat] itu bayi anak manusia bukan seh???  whistling Org ponakanku aja cuman 1 sendok...  [sweat] [hmpfh]
yeee ponakan lu umur berapa? palingan lum cukup 1 bln [hmff]

JJiahhh 3 bulan bo'....  hammer2 hammer2 hammer2
moso 3 bln satu sendok [ohmy] berarti makannya secuil doang dong [what] [what]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Masyaalloh ENAM SENDOK???  [sweat] itu bayi anak manusia bukan seh???  whistling Org ponakanku aja cuman 1 sendok...  [sweat] [hmpfh]
yeee ponakan lu umur berapa? palingan lum cukup 1 bln [hmff]

JJiahhh 3 bulan bo'....  hammer2 hammer2 hammer2
moso 3 bln satu sendok [ohmy] berarti makannya secuil doang dong [what] [what]

Lah dia kan juga minum ASI.... itu untuk 1 sendok besar sama kea' 2 sendok kecil...
Klo enam sendok untuk bayi apa gak kebanyakan tuh... [sweat] coz kebiasaan bayi kan minumnya dikit tapi sering...  [sweat] Klo langsung dihabisin mah... itu perut apa gentong...  [hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Chapter Twenty


Song of the day :


Lyrics : (SS501 song tittle "Your My Heaven")
Say my love... when you see my heart
Say my love... when you see my heart
Filled the day with laughter let me be the one, honey
do not hesitate,there's only u honey

like that star which shines like the sweet kiss
i will keep my precious love oh baby i will take care of u

to thought of holding onto one person
makes my heart skips a beat oh
my heart will not stop for anyone
it was love with only one direction
although unsure but in the end it will be you baby

i love u, i love u, i love u, i love u, love today
i love u, i love u, love only u tonight
i love u, i love u, i love u, love for u
only one for me oh my love for u

love is..those who are in love are crazy
it fills u with a joyful feeling that makes u go dizzy
i truly love u,i have been waiting for so long
now my heart can't take it anymore

u bring me my happiness just like heaven [just like heaven!]
love u so, deep inside there's only mah boo,oh my sweet her
now 1,2,3 to da 4 n going to tell my love for u
now 1,2,3 to da 4 n going to express my love for u

please hold me, to have u beside me honey
don't let me go hold me tight and give it to me honey
now i've told u everything of my heart, u have my soul,
till the day i died it is all for the taken

[repeat *love is..*]

love is..like happiness to me
its like embracing a morning dew
i have only u my love,i love u
to only love u, the only one
will take more til my heart cant take it anymore

i love u, i love u love today
i love u, i love u love tonight
i love u, i love u, love for u
only one for me
oh my love 4 u

say my love..when u see my heart
i just want for you
say my love..when u see my heart
i just want for you
truly loving u forever...



Hyesun meraih ponsel dari atas meja, dekat tumpukan lembaran-lembaran sketsa yang baru mulai dibuatnya. Dia ragu-ragu sejenak sebelum memutuskan menghubungi nomor Soeun. Perlahan dia membawa ponsel tersebut ke telinga. Terdengar nomor di seberang sedang dihubungkan.

”Yeboseyo .. ,” sapa Soeun dari ujung telepon. ”Siapa ini?”

“Soeun-a .. ,” balas Hyesun sangat pelan.

”Oh—Tuhan!!” terdengar seruan dari Soeun. ”Hyesun-a?!!” dia hampir berteriak, ”Apa yang kau lakukan selama ini? Kemana aja? Kenapa tak menghubungi kami? Tahu nggak kalau Minho-ssi dan Kimjoon-ssi mencarimu kemana-mana? Gwencana, Hyesun-a?”

“Ne .. ,” sahut Soeun sambil menghela nafas. “Gwencana-yo. Tentang Minho—dia sudah mengetahui kepulanganku. Kami sudah bertemu kok … “

”Chinja?!” seru Soeun riang. ”Selamat Hyesun-a .. “

“Gumawo .. “ Selamat? Sebenarnya, apa yang mesti diselamati? Hyesun mengeleng pedih. “O ya, selamat juga buat pernikahanmu, Soeun-a. Aku mendengarnya dari Minho. Miane karna sangat terlambat .. “

”Gwencana-yo! Yang penting kau sudah pulang dan dapat menghadiri pernikahanku. Itu sudah lebih dari cukup .. “

“Sekali lagi, gumawo … “

”Benar baik-baik saja kan, Hyesun-a?” tiba-tiba Soeun mengajukan pertanyaan menyelidik.

“Dhe?”

”Maksudku, … suaramu terdengar lain … “

“Oh—jeongmal gwencanayo!” sahut Hyesun tegas. “Mungkin masih ada sesuatu yang menganjal … tapi, … hmm—aku rasa … baik-baik saja. Ya, aku dapat menghadapinya … “

”Kau yakin? Aku tak ingin melihatmu minggat lagi!”

“Ne! Yakin sekali … ,” Hyesun tersenyum kaku yang tak mungkin terlihat oleh Soeun. “Sudah ya, Soeun-a? Istirahat yang banyak biar jadi pengantin tercantik di hari special itu. Aku mendoakan kebahagiaanmu .. “

”Begitu juga kau, dear. Jangan memikirkan hal-hal tak perlu lagi. Ingat pada San. Dia membutuhkan kasih sayangmu. Apa jadinya kalau ommanya sedih melulu .. “

“Ne. Eh—Soeun-a!!”

”Dhe? Ada yang lain?” Soeun tak jadi memutuskan hubungan mereka begitu mendengar seruan Hyesun.

“Hmm—ya! Hal ini baru teringat olehku begitu kau menyinggung San. Sebenarnya … aku … aku memiliki anak lain selain San … “

”Mwo?” teriak Soeun. ”Maksudmu anak pungut?”

Hyesun mengeleng keras-keras. “Anhi!!! Dia putri kandungku sendiri!”

”HAHHH?!! Apa berarti .. kau sudah menikah, Hyesun-a??!”

“ANHI!!!” sekali lagi Hyesun mengeleng keras-keras.

”Jadi?” Soeun menunggu beberapa saat tapi Hyesun tak menjawab. ”Apa .. apa dia putrinya Minho-ssi?” tanya suara di seberang ragu-ragu.

Hyesun mengangguk perlahan.

”Hyesun-a?!”

“Ne. Dia putrinya Minho … “

”Ohh—“ Soeun menghela nafasnya. ”Lalu .. apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Apa yang bisa kulakukan? Tak ada!” sahut Hyesun berat dan tegas.

”Hyesun-a … “

“Semua sudah berlalu dan aku tak ingin membahasnya sekarang. Aku dan dia merupakan orangtua kandung Yuri. Kenyataan ini tak bisa dirubah—walaupun aku ingin menghindarinya sekalipun. Kesempatan buat ayah dan anak agar bisa lebih dekat harus diberikan—demikian juga tuan Lee selaku harabojinya Yuri. Namun, walaupun demikian … aku bisa memastikan, hubungan kami tak akan beranjak dari tempatnya—tetap akan seperti ini … “

”Goo Hye Sun …. “

Hyesun segera memotong. “Miane Soeun-a. Aku benar-benar sibuk sekarang. Bisa kita lanjutkannya lain kali saja?”

”Hmm—ok. Aku menantikan kedatanganmu hari sabtu nanti … “

Hyesun tersenyum. “Tentu. Aku akan membawakan kejutan buatmu. Sampaikan salamku buat Jaejoong-ssi. Anyong, Soeun-a … “


”Anyong .. “

Hyesun menghelas nafas sambil meletakkan ponselnya perlahan-lahan. Pikirannya melayang selama beberapa menit. Banyak yang dipikirkannya. Mengenai masa lalu. Mengenai Minho. Mengenai Kangsan dan Yuri. Dan .. mengenai dirinya sendiri.


***** oOo *****



Esok harinya—sekitar pukul 5 subuh, Minho mendengus berulangkali dalam tidurnya. Hidungnya terasa geli. Ada sesuatu sedang mengelitiknya—mencongkel-congkel dengan gerakan memutar dalam lubang hidungnya.

“Huatchiiiii!!!!” Minho bersin dengan sangat keras.

Cairan encer dan bening sedikit mengalir keluar dari hidungnya. Masih memejamkan mata, Minho menghapus cairan tersebut dengan tangannya. Dan ada sesuatu yang menganggu di sana—sesuatu yang mungil dan terasa hangat. Mendadak ….

“OWAAAA …. OWAAAAA …. “

Minho tersentak bangun. Matanya terbuka lebar dan berkejap-kejap tak karuan. Dia sangat kaget begitu mendapati jari-jari sebuah kaki mungil sedang menendang-nendang dan menusuk-nusuk ke dalam lubang hidungnya.

“OWAAAAA … OWAAAA …. “

Tangisan memekakan telinga itu terdengar lagi. Minho segera berpaling ke sisi kiri ranjang.

“Oh—Tuhan!!” Dia langsung menutup mulut dengan tangannya. “Yuri sayang … ,” gelabakan dia meraih tubuh mungil yang sedang menangis tersebut ke dalam pelukannya. “Cup .. cup … cup …, jangan menangis sayang. Appa di sini. Miane appa melupakan keberadaanmu di sini … “

“OWAAA …. OWAAA … ,” tangisan Yuri semakin keras. Kedua tangan mungilnya mengaruk-garuk wajah Minho yang berada sangat dekat darinya.

“Yaa—yaa—kenapa menangis? Ada yang sakit?!” tanya Minho khawatir ditambah gugup. Ditepuk-tepuknya punggung Yuri yang sekarang disandarkan ke dada dan pundaknya berulangkali. Tapi bayi montok itu seperti tak memperdulikan kegelisahan-kegelisahan appanya—masih saja berteriak-teriak tak sabar. Memperlihatkan rongga mulutnya yang kemerah-merahan. Melihat itu, Minho semakin gugup.

Dia berdiri dari ranjang dan berjalan mondar-mandir dalam kamar sambil mengoyang-goyangkan tubuh mungil dalam dekapannya, sekaligus bernyanyi dengan suara sumbang—berharap putri kesayangannya itu segera menghentikan tangisnya. Beberapa menit berlalu, dan akhirnya Yuri menghentikan suaranya secara perlahan-lahan, terisak-isak sebentar, sampai memejamkan mata dan ketiduran dalam buaian Minho.

Ayah muda itu tersenyum. “Kau ini—memang bandel banget! Suaramu bakal mengalahkan genderang yang dipukulkan waktu tahun baru .. ,” dielusnya dengan gemas rambut ikal Yuri kemudian mengendus dalam-dalam aroma khas dan harum yang keluar dari sekujur tubuh mungil itu. “Sudah lapar ya? Nanti appa siapkan susumu .. “

Minho membaringkan Yuri dengan hati-hati di atas ranjang—seakan takut membangunkan bidadari kecilnya dari tidur lelap. Setelah membetulkan pakaian Yuri yang agak tersibak, Minho menarik selimut dan menyelimuti tubuh kecil tersebut. Sesaat diamatinya wajah montok yang bila tak ngambek bak malaikat itu secara seksama. ”Kau sangat mirip ommamu … “ ujar Minho lirih. Dia membungkuk kemudian mencium jidat Yuri.

Perlahan dia menjatuhkan diri duduk di pinggir ranjang, bersebelahan dengan Yuri. Pikirannya melayang ke sehari yang lalu—penyebab putrinya sampai bisa berada dan tidur dalam kamar bersamanya.



***** oOo *****



Flash back ….

Minho dan Hyesun melihat-lihat souvenir-souvenir pernikahan yang terpasang di sebuah etalase toko.

“Ada yang cocok?” tanya Minho.

Hyesun mengeleng perlahan. “Tidak. Soeun tak menyukai pajangan-pajangan seperti ini … “

Setelah berkata begitu, dia berlalu meninggalkan Minho. Pemuda itu menoleh, lalu mengikuti langkahnya.

“Sebenarnya apa yang disukai Soeun-ssi?” tanya Minho setelah menyejajarkan langkahnya di sebelah Hyesun. Wanita itu tak menjawab. Minho menghela nafas dan tak bertanya lebih lanjut. Mereka berjalan tanpa mengeluarkan suara dalam mall tersebut lima menit lamanya. Minho melirik Hyesun berkali-kali tapi wanita itu berlagak tak menyadarinya sama sekali. Pandangannya lurus tertuju ke depan. Minho menghembuskan nafasnya. Lalu, tiba-tiba dia berhenti.

“Baby!!” panggilnya sambil menunjuk sebuah toko perhiasan. “Bagaimana kalau kita beli perhiasan saja?”

Hyesun menoleh dengan ekspresi datar. Dasar pria membosankan! Tak kreatif sedikitpun! Kalimat-kalimat tersebut seakan diteriakan lewat pandangan beku Hyesun.

“Tidak cocok?” tanya Minho ragu-ragu. “Kita bisa membelikan … sepasang cincin, misalnya? Yang istimewa dan satu-satunya di dunia ini?”

Hyesun mengeleng kaku. “Jangan lupa Soeun seorang desainer. Apa yang paling dihargai seorang desainer selain … ,” mendadak Hyesun menghentikan perkataannya, “ … tunggu sebentar … ,” mata bundarnya melebar. “Ada! Aku dapat ide … “

“Apa itu?”

Hyesun menatap Minho. “Aku memerlukan waktu buat menyiapkan hadiah untuk Soeun. Mungkin dua hari. Harus selesai sebelum pesta pernikahannya sama Jaejoong-ssi. Kau bersedia membantuku, kan?”

“Mwo?”

“Tolong jaga Yuri dan San untuk-ku … ,” ujar Hyesun perlahan. “Aku memerlukan tempat yang tenang buat melakukan pekerjaan itu. Katada’s Palace bukan tempat cocok—di sana terlalu ramai. Aku tak bisa konsentrasi dengan segala keributan yang ada di sana. Dan juga, aku tak bisa mempercayakan Yuri pada orang lain. Kau tahu sendiri betapa aku mengkhawatirkannya? Besok aku akan menelepon Maiko dan meminta cuti beberapa hari lagi … “

“Itu tak masalah .. ,” jawab Minho.

Hyesun mengangguk. “Gumawo. Kupercayakan mereka padamu. Dan juga, … mianeyo karna sudah merepotkanmu. Aku .. aku akan merindukan mereka selama dua hari mendatang—San dan Yuri … ,” suara Hyesun bergetar.

Alis Minho berkerut perlahan. “Memangnya kau mau kemana, baby?”

“Sudah kubilang mencari tempat yang cocok buat menyiapkan hadiah buat Soeun. Mungkin … menyewa sebuah kamar hotel … “

“MWO?!!” teriak Minho. “Buat apa kau menyewa kamar hotel? Kamar-kamar di Lee’s mansion lebih dari cukup buatmu dan San, juga Yuri!” ujarnya bertubi-tubi.

“Tapi … “

“Tak ada tapi-tapian!!” gerutu Minho. “Kau memang sangat keras kepala! Dengar, aku tak akan memakanmu walaupun kita tinggal serumah, atau sekamar sekalipun! Jadi apa yang kau takutkan? Selalu saja begitu!!”


“Minho-a .. “

Hyesun masih berusaha membantah tapi segera dipotong Minho. “Sudah kuputuskan. Kau tak bisa membantah lagi! Yuri membutuhkan seorang ibu dan kau tak boleh meninggalkannya selama dua hari. Ayo, pulang sekarang juga bersamaku!”

“Minho-a!!” seru Hyesun, namun Minho sudah melangkahkan kakinya.

“Kali ini aku tak akan membiarkanmu seenaknya sendiri, baby … ,” sahut Minho tegas—tanpa membalikan badannya.

End of flash back …


***** oOo *****



Tok .. tok … tok …

Tak ada jawaban dari kamar yang ditempati Hyesun dan Kangsan. Minho memutar handel pintu kemudian mendorongnya perlahan.

“Baby … ?”

“Ada apa?” Hyesun bertanya tanpa menoleh dari posisinya di depan sebuah meja panjang dekat jendela.

“Kau tak tidur sejak semalam?” tanya Minho kaget.

“Tidak. Memangnya kenapa?”

“Jangan terlalu dipaksakan, baby. Nanti kau sakit. Beristirahatlah sejenak … ,” ujar Minho sambil memasuki ruangan.

“Aku tak apa-apa. Desain-desain ini harus segera kuselesaikan .. “

“Memangnya apa yang kau desain?” tanya Minho penasaran. “Sejak kemarin kau menghindar terus waktu ditanya .. “

Minho mendekati Hyesun. Namun sebelum sampai di dekat wanita itu, pandangannya menangkap sosok Kangsan yang melintang di atas ranjang dengan kaki terbuka lebar-lebar. Minho tergelak. “Si pemalas kecil ini belum bangun juga?”

Hyesun melirik Kangsan sebentar. “Dia tidak bangun sepagi ini.” Sahutnya pelan. “O ya bagaimana dengan Yuri?” Hyesun melihat jam weker kecil di atas meja. Mulutnya segera terbuka lebar-lebar. “Ohh—dia pasti sudah berteriak-teriak minta makan … ,” dengan cepat dia berdiri dari kursi.

“Tenang saja!” ujar Minho. “Yuri sudah tertidur kembali … “

“Mwo?” Hyesun mengangga. “Tertidur kembali katamu? Bagaimana mungkin? Biasanya, kalau belum dikasih makan, dia sanggup berteriak berjam-jam lamanya. Memangnya siapa yang melakukannya?”

Minho menepuk dada bangga. “Aku!!”

“Mwo?”

“Ne.” Minho tertawa. “Aku berasa jadi appa berpengalaman tadi. Tahu nggak, baby? Yuri tertidur dalam pelukanku. Dia sangat manis dan hangat .. “

“Hmm—“ Hyesun berdeham pelan, lalu berbalik kembali ke pekerjaannya. “Apa sebenarnya maksudmu kemari?”

“O ya!!” Minho menepuk jidatnya. Niat semula mencari Hyesun terlupakan olehnya gara-gara pembicaraan menarik mengenai Kangsan dan Yuri. “Aku tak tahu cara bikin susu buat Yuri. Kira-kira berapa air dan bubuk susu yang diperlukan?”

Hyesun meletakan pensilnya dan menoleh sedikit pada Minho. “Apa kau bawa botol susunya?”


“Ne.” Minho menyodorkan botol susu yang sedari tadi digenggamnya. “Ini .. “

Hyesun menerima botol tersebut kemudian menunjuk ke satu garis yang tercetak dalam botol.

“Tuang air sampai di sini. Ingat, air hangat bukan air mendidih! Kemudian masukan enam sendok bubuk susu ke dalam botol ini … ,” tiba-tiba Hyesun tersenyum perlahan. “Anak itu, … daya makannya termasuk besar buat bayi seusianya … ,” lalu Hyesun kembali lagi ke sikapnya semula. “Setelah itu kocok sampai rata dan berikan pada Yuri. Ingat, coba dulu susu tersebut pakai punggung tangan. Pastikan tak terlalu panas. Dan usahakan posisi waktu menyusui jangan terlalu datar agar tak mudah tersedak … “

“Ok .. “ Minho mengangguk sambil tersenyum lebar. Dia mengambil kembali botol susu yang dikembalikan Hyesun. Sesaat pandangannya jatuh ke lembaran-lembaran kertas di atas meja kerja Hyesun. Mulutnya mengangga perlahan. “Jadi … ini yang akan kau hadiahkan buat Soeun? Luar biasa … ,” Minho berdecak kagum. “Bagaimana kau tahu Soeun bakal menyukainya?”

“Kurasa … setiap wanita yang menikah … memimpikan seorang anak .. tak terkecuali … Soeun … ,” ujar Hyesun lirih.

“Baby … “ Minho menyentuh pundaknya perlahan tapi segera ditepis Hyesun.

“Aku .. baik-baik saja.” Suaranya berubah keras dan tegas. “Kau keluarlah.! Sketsa-sketsa ini baru selesai setengahnya. Aku harus menyempurnakannya sekarang juga .. “

“Baby …. “

“Silahkan!”

Tangan Hyesun mengarah ke pintu. Minho berdiam diri selama beberapa detik. Dia menghembuskan nafas, kemudian berjalan ke pintu. Setelah berpaling kearah Hyesun untuk terakhir kalinya, dia keluar dari kamar itu.


***** oOo *****



Minho memangku Yuri di atas pahanya kemudian memasukan dot botol susu ke dalam mulutnya yang sekarang sudah terbuka lebar. Yuri langsung menyedot dengan rakus. Suara sshhh ssshhh dari susu yang tersedot keluar terdengar sangat jelas.

Minho tertawa tertahan. Ini merupakan pengalaman pertama baginya menyusui seorang bayi. Sungguh, dia tak pernah berpikir bakal memiliki pengalaman seperti ini. Tak disangka, pekerjaan menyusui sangat menegangkan sekaligus menyenangkan. Melihat putrinya makan dengan baik, hatinya berbunga-bunga. Gerakan naik turun dari tenggorokan kecil itu saja, mampu membuatnya tersenyum-senyum dan tertawa-tawa sendiri.

Yuri tak berhenti menyedot sampai seluruh isi dalam botol tersedot habis semua. Pelan-pelan Minho menarik dot susu keluar dari mulut Yuri. Bayi itu tersenyum perlahan. Mungkin merasa puas karna sudah kenyang. Sekali lagi Minho tertawa melihat kelakuan Yuri. Kemudian dia menegakan badan putrinya itu dan menepuk-nepuk punggungnya menurut ajaran yang sempat disimaknya lewat DVD tadi.

Minho melakukan kegiatan itu selama duapuluh menit. Sampai Yuri mengeluarkan suara “Oakkk” panjang, barulah dia berhenti. Kemudian dia mengangkat Yuri di depan matanya. Mengamatinya dengan seksama. Perlahan dikecupnya hidung dan bibir bayi mungil itu.

“Sarangheyo, sayang …. Appa akan selalu mencintaimu … selamanya … “


***** oOo *****



Maiko keluar dari mobil sambil mengumpat keras. Hujan lebat yang tiba-tiba diguyurkan ke bumi membuat tubuhnya basah kuyup dalam sekejap. Dia mengangkat tangan dan menengadah ke langit. Ramalan cuaca agak-agak menyebalkan akhir-akhir ini. Selalu salah dan ngawur. Payung yang selalu dibawanya beberapa hari lalu ditinggalkan di rumah karna menurut departemen cuaca, hari ini cukup cerah.

“Tapi kenyataannya?” Maiko mendengus kesal.

Dia membanting pintu mobil dengan keras. Matanya melebar perlahan-lahan begitu merasakan guyuran air hujan yang mengiris-ngiris kulitnya tiba-tiba menghilang. Maiko menoleh dengan cepat.

“Kim Hyun Joong!!” serunya kaget bercampur senang. “Ottoke?”

“Paman Katada memberitahuku, galerimu buka hari ini. Pabo-ya, tak menunggu hujan berhenti dulu? Kau bisa sakit, tahu?” nyerocos Hyunjoong.

Maiko tertawa seraya mengangkat bahunya cuek. Tiba-tiba dia mengangkat tangan kemudian menyolek dagu Hyunjoong. “Kau—seperti ahjuma saja … “

“MWO?! Ahjuma?!!” mata Hyunjoong terbelalak lebar. “Aku mengkhawatirkanmu, tahu? Malah dibilang ahjuma!” dengusnya kesal. “Selalu saja tak memikirkan akibatnya jika sudah melakukan sesuatu!!”


“Ne! Ne! Araso-yo ahjuma. Puas?!” Maiko menyeringai sambil melangkahkan kakinya.

“Yaishh—ahjuma lagi?!! Hey—Maiko Katada!!!”

“Jika kau masih berdiri di situ—di antara guyuran hujan, kau akan sakit benaran!!”

“Anak ini!!” Hyunjoong mengomel sendiri.

Tangannya dilayangkan ke udara—memukul angina kosong. Setelah puas, dia bergegas mengejar Maiko yang sudah tinggal bayangan.


***** oOo *****



”Hot cappuccino .. “

Maiko menyodorkan secangkir cappuccino pada Hyunjoong sambil menjatuhkan diri di sofa. Dia sudah berganti pakaian kering sekarang. Dan rambutnya yang basah, juga sudah dikeringkan dengan sebuah handuk kecil yang sekarang disampirkan di pundaknya. Hyunjoong menerima cangkir tersebut dan menyeruput isinya.

“Menurutmu .. bagaimana?” tanya Maiko sambil meniup kopi panas dari cangkir di tangannya.

Hyunjoong meletakan cangkir kopi yang isinya tinggal setengah ke atas meja pendek di depan mereka, kemudian mengedarkan pandangannya berkeliling. Berjenis-jenis lukisan, baik abstrak maupun non-abstrak, juga pajangan-pajangan seni lain berupa patung-patung dan benda-benda antik ataupun kuno lainnya, terpajang dalam ruangan itu.

“Bagus. Galeri ini punya daya tarik tersendiri. Aku lihat dekorasi beserta karya-karya seni yang dipamerkan di sini agak berbeda … hmm—gimana mengatakannya? … Mungkin, .. sedikit misterius … “

“Jeongmal?” Maiko menurunkan cangkir kopinya. “Kau juga melihatnya? Merasakannya?”


“Mwo?”

“Itu salah satu aspek yang ingin kutunjukan lewat galeri ini—sisi misteriusnya .. “

“O—benarkah?” Hyunjoong terlihat tersentak sedikit. Tapi hanya sesaat. Sebentar kemudian dia sudah tertawa lebar. “Berarti, .. kau berhasil dong?”

Maiko mengangguk sambil tersenyum puas. “Ne!!”


***** oOo *****



”Hmm—Kim Hyun Joong … ,” panggil Maiko, dua jam setelah mereka menghabiskan makan siang yang cukup memuaskan. Sekarang mereka duduk berdampingan di sofa.

Hyunjoong menoleh. “Dhe?”

“Apa kau pernah memikirkan masa depan?” tanya Maiko sambil menoleh padanya.

“Maksudmu?”

“Tentang cita-cita, tanggungjawab, dan .. ,” Maiko menekan kata yang keluar selanjutnya, “ … cinta … “

“Mwo?” Hyunjoong berseru kaget.

Maiko tertawa sesaat. “Kenapa terkejut begitu? Kurasa, pertanyaanku wajar-wajar saja .. “


Hyunjoong tak menjawab. Hanya menatap Maiko tak berkedip.

“Tentang cita-cita, kurasa—kita sudah memutuskannya … ,” kata Maiko. “Sedangkan tanggungjawab—itu tak jauh berbeda ya?” dia tertawa.

Hyunjoong tetap membisu.

“Tapi .. bagaimana dengan cinta? Apa kau mengenalnya? Atau … pernah memikirkannya?”

Mendadak Hyunjoong berdiri dari duduknya. “Aku tak ingin membicarakan masalah tak perlu .. “


“Selamanya ingin begitu?” teriak Maiko.

“Mwo?”

“Aku pernah merasakan bagaimana jatuh cinta dan dikhianati—bukan sesama jenis, memang. Tapi aku yakin perasaan itu tak jauh berbeda! Aku mampu bangkit kembali dan melupakan semuanya—memulai kehidupanku yang baru … “

Tampang Hyunjoong mengeras. “Pembicaraan ini sudah tak menyenangkan lagi, nona Katada. Apapun masalahku, tak ada urusannya denganmu!!”

“Memang sih!!” Maiko tertawa guna meredakan ketegangan di antara mereka. “Bukan maksudku mencampuri urusanmu. Hanya saja—sebagai seorang sahabat, aku merasa perlu membantumu. Namun kalau memang tak perlu, ya … ,” dia mengangkat bahu. “Lupakan saja … “

“Ya, lebih baik begitu … “

Hyunjoong berjalan ke sebuah lukisan yang tergantung di dinding—tanpa menyadari ada yang tak beres pada kawat pengaitnya. “Kita bisa bersahabat baik jika .. “

“AWASSS?!!!”

Maiko melihat bagaimana lukisan tersebut oleng perlahan-lahan kemudian jatuh, mengarah ke Hyunjoong. Secepat kilat dia menerjang ke depan, mendorong tubuh Hyunjoong sampai terpelanting ke lantai—menghindari bencana tak diinginkan itu, dengan posisi tubuhnya menimpa tubuh pemuda itu.

“Akhhh … ,” desis Hyunjoong.

Brakk, … lukisan tersebut mendarat di lantai dengan bunyi keras. Hyunjoong dan Maiko berpaling secara bersamaan. Nafas keduanya tersengal dan matanya terbelalak lebar begitu menyaksikan lukisan tersebut terbelah di bagian tengahnya. Maiko langsung mendaratkan kepalanya di dada Hyunjoong. Jantung mereka berdegup sangat kencang.

“Gwen … gwencana?” tanya Hyunjoong lirih.

Maiko mengangkat wajahnya. “Seharusnya aku yang bertanya, apa kau baik-baik saja?”

Hyunjoong mengangguk. “Ne .. “

Sejenak, pandangan mereka saling beradu. Dalam posisi sedekat itu—dengan dada saling menempel erat, degup jantung mereka terdengar jelas. Hyunjoong segera menyusut dari posisinya dan mengalihkan perhatian kearah lain.

“Berdirilah jika tak apa-apa .. “

Namun mendadak Maiko memegang wajah Hyunjoong dan menarik kearah dirinya. “Bersedia kubantu?” tanyanya nakal.

“Mwo?”

Sebelum menyadari apa yang terjadi, Maiko sudah mendaratkan bibirnya di bibir Hyunjoong. Mata pemuda itu langsung terbelalak lebar. Apa yang dilakukan wanita ini? Kurang ajar sekali!! Perlahan-lahan Maiko melumat bibirnya. Hyunjoong melirik ke bawah dan melihat sepasang mata gadis itu terpejam rapat.

Tubuh Hyunjoong menegang. Apalagi begitu merasakan lidah panas itu masuk ke dalam rongga mulutnya. Berputar dan bergerak-gerak liar mengenai lidahnya. Hyunjoong mendesah halus. Bibir wanita. Begini rasanya? Kenapa begitu lembut dan … terasa berbeda?

Hyunjoong tak membalas ciuman-ciuman Maiko, tapi juga tak menolak ataupun mendorong tubuhnya yang bergerak liar di atas tubuhnya. Apa yang harus kulakukan? Kenapa … kenapa tubuhku terasa lemas tak bertenaga? Aku bahkan tak mampu menolak cumbuan-cumbuannya …

Sebelum Hyunjoong memutuskan tindakan apa yang mesti diambil, Maiko menarik diri ke atas dan duduk mendekap lutut di sebelahnya. Gadis itu tertawa begitu melihat kearah Hyunjoong.

“Weeyo? Wajahmu merah begitu?”


“Yaishh---!!”

Hyunjoong mendorong Maiko. Dia segera memutar tubuh membelakangi gadis itu, dengan posisi masih terbaring di lantai.

“Awas jika berani melakukannya lagi!! Akan kubunuh kau!!”

Jeritan Hyunjoong membahana dalam ruangan tersebut, membuat Maiko terpingkal-pingkal di tempatnya—sampai mengeluarkan airmata saking gelinya.

“Dasar, ajuhma … “   


***** oOo *****



Memasuki hari sabtu yang cerah. Hyesun dan Minho sampai di dalam ballroom hotel Grand Hyatt, tempat diselenggarakannya pesta pernikahan Soeun dan Jaejoong, sekitar pukul sepuluh pagi. Saat itu para undangan dari berbagai kalangan sudah memenuhi ruangan. Kebanyakan dari mereka merupakan partner bisnis halmonie dan Soeun sendiri. Juga ada beberapa teman dan saudara dekat Jaejoong yang sengaja datang dari luar negeri buat menghadiri pernikahan mereka.

“HYESUN-AAAA!!!”

Soeun mengembangkan tangan lebar-lebar begitu melihat kehadiran Hyesun.


Kedua sahabat yang sudah lama tak bertemu itu berpelukan dalam sekejap.

“Bogoshipoyo … “

“Ne. Saya juga. Chukae buat pernikahanmu … “

Hyesun melepaskan rangkulannya, kemudian mengamati Soeun dengan seksama. “Kamu … yeppo-yo … “

Soeun mengulum senyum. “Gumawo. Kau juga tak buruk … ,” balasnya sambil menyelusuri dandanan Hyesun.

Saat itu Hyesun mengenakan gaun panjang warna merah muda terbuat dari kain sutra yang belahannya sampai ke pangkal paha—memperlihatkan sepasang pahanya yang putih mulus dan indah. Sedangkan rambutnya dibiarkan tergerai, sedikit menutupi lengan dan belahan dadanya yang agak rendah. Penampilan Hyesun terlihat sangat sempurna.


“O gumawo … ,” Hyesun tersenyum perlahan. Kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari tas kulit peraknya dan menyodorkannya pada Soeun. “Sekali lagi, selamat … “

“Buatku?” Soeun menerima bungkusan tersebut. “Apa ini? Boleh dibuka?”

Hyesun tertawa. “Ne. Cuma hadiah kecil. Semoga kau menyukainya. Begitu juga Jae … “

“Oh—“ Soeun merobek kertas pembungkus kado tersebut. Mulutnya terbuka begitu melihat apa yang berada di dalam. “Hyesun-aaaa … ini, ini lucu sekali … “ serunya hampir menjerit. “Woww—aku suka gaun ini. Mungil banget …. “

Hyesun melirik kertas yang ditunjukan Soeun. “Ne. Aku juga suka gaun ini. Waktu membuatnya aku selalu membayangkan gaun yang cocok buat Yuri. Warna merah keungu-unguan terlihat romantis dan manis … “

Soeun mengangguk. “Iya. Genthe—bagaimana kau yakin aku bakal melahirkan bayi perempuan?”

“Eh—bukankah ada beberapa desain buat bayi laki-laki?” ujar Hyesun heran.

Soeun langsung menyikut lengan Hyesun sambil tertawa keras. “Jangan terlalu serius, sayang. Aku hanya bercanda kok. Lihat .. ,” Soeun mengangkat lembaran-lembaran lainnya kearah Hyesun. “Semua ada di sini. Aku juga menyukai desain-desain buat bayi laki-laki ini … “

Hyesun menghembuskan nafas lega. “Syukurlah jika kau menyukainya .. “

Soeun memeluk Hyesun. “Gumawo Hyesun-a .. “

Hyesun membalas pelukan Soeun. “Sama-sama … “ 

Lalu Soeun beralih ke Minho yang sejak tadi berdiam diri di sebelah Hyesun. “Lee Min Ho-ssi, selamat datang di pesta pernikahanku … “

Minho membungkuk kearah Soeun. “Anyongheseyo, Soeun-ssi.” Kemudian dia mengulurkan tangan menyalami pengantin baru itu. “Chukae buat pernikahanmu. Semoga berbahagia selamanya … “

“Ghamsamida .. ,” Soeun tertawa bahagia.


“O ya, di mana Jaejoong-ssi? Kami ingin menyelamatinya buat pernikahan kalian … “

Soeun mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruangan. “Entahlah. Mungkin sedang bersama keluarganya di dining room. Ucapan selamatnya nanti saja, Minho-ssi. Sekarang kalian makanlah dulu. Kalian belum sarapan, kan?”

“Belum .. ,” jawab Minho.

“Kalau begitu kalian makanlah dulu. Aku masih harus menemani undangan yang lain, jadi silahkan dengan kesibukan kalian sendiri! Maaf tak bisa menemani. Sampai ketemu nanti ya?.. “ Soeun kemudian menepuk lengan Hyesun. “Bersenang-senanglah sayang .. ,” dia mengedipkan sebelah mata penuh arti.

Hyesun mengangguk pelan. Lalu Soeun berlalu dari hadapan mereka. Hyesun berdeham perlahan ketika Minho merapat kearahnya. Agak kaku dia berbalik dan berjalan ke barisan meja-meja panjang yang dipenuhi makanan di pinggir ruangan.

Minho mengikuti kepergian Hyesun dengan pandangannya.


“Aku mau ambil makanan dulu … "

Alasan Hyesun, yang samar-samar terdengar Minho dari posisi berdirinya.   


***** oOo *****



Soeun menunjuk kearah Minho yang lagi berbincang-bincang seru dengan Jaejoong di sudut kiri ruangan, dekat pintu.

“Masih tak mempercayainya?”

Hyesun beralih dari minuman di tangannya. “Mwo?”

“Maksudku, … masih tak mampu menerimanya? Memaafkannya?”

Hyesun menghela nafas perlahan. “Entahlah … ,” kemudian dia menunduk sambil memejamkan matanya rapat-rapat.

“Berapa lama kau mengenalnya, Hyesun-a?” tanya Soeun tanpa menoleh pada Hyesun.

“Dhe?”

“Berapa lama kau bersamanya, sebelum kepergianmu ke Jepang?”

Hyesun terdiam sejenak. “Sekitar … hmmm—hampir setengah tahun … “

Soeun berpaling pada Hyesun dan menatapnya. “Lalu, berapa lama kalian berpisah?”

Hyesun mengerutkan alisnya. “Genap setahun. Memangnya kenapa?”

Soeun langsung melebarkan tangannya. “You see? Apa lagi yang kau harapkan jika seorang pria rela menunggumu selama setahun sementara kebersamaan kalian hanya beberapa bulan? Cintanya tulus, Hyesun-a. Yakinlah, perasaannya tak akan berubah … “

“Aku … ,” Hyesun mengalihkan perhatian pada Minho secara perlahan. Bersamaan dengan berpalingnya pemuda itu kearahnya. Minho mengangkat tangan dan tersenyum padanya. Kemudian berbalik kembali ke pembicaraannya dengan Jaejoong. “ … tak tahu ... ,” Hyesun mengelengkan kepalanya. “Aku hanya merasa tak adil baginya. Lebih baik aku bersikap kejam daripada harus menyakiti perasaannya lagi … Aku sadar, aku terlalu lemah. Tak pantas untuknya … “

“Apa kau bisa meramalkan masa depan, Hyesun-a?” tanya Soeun tiba-tiba.

“Mwo?” tanya Hyesun tak mengerti.

“Apa yang kau ketahui tentang masa depan?” Soeun menekankan kembali pertanyaannya. “Yang bakal terjadi kelak—di kemudian hari, siapa yang bisa meramalkannya?”

Hyesun tak mampu menjawab.

“Tidak ada, Hyesun-a. Baik kau, aku maupun semua orang di dunia ini—bahkan peramal sekalipun, tak bisa mengatakan dengan benar apa yang akan terjadi di masa mendatang.” Soeun mengambil nafas sebentar, kemudian meneruskan perkataannya. “Apa kau kira aku menerima pernikahan dengan Jae karna aku sudah yakin dengan masa depan kami—bahwa kami akan bersatu selamanya?”

Hyesun tetap membisu.

“Tidak.” Soeun mengeleng sambil tersenyum halus. “Mungkin suatu hari akan timbul masalah di antara kami. Mungkin kami akan bercerai. Dan mungkin juga, keputusan itu yang terbaik buat kami. Siapa tahu? Aku tak menyingkirkan kemungkinan itu. Keputusan terbaik harus diambil jika masalah-masalah itu datang. Tak seorangpun mampu memegang janji buat masa depan, Hyesun-a. Jika kau masih berteguh dengan keyakinan itu, kau sendiri dan orang-orang di sekitarmulah yang akan menderita. Pikirkanlah itu masak-masak.”

“Mengapa mengutuk pernikahan sendiri?” desah Hyesun. Perlahan matanya berair. “Kau akan bahagia, Soeun-a.” kemudian dipeluknya Soeun erat-erat. “Kau harus bahagia … “

“Tentu saja .. ,” Soeun tersenyum. “Aku tak peduli masa depan. Yang kuhargai masa kini. Aku bahagia bersama Jae dan aku yakin dia akan selalu mencintaiku. Kau juga, Hyesun-a. Berjanjilah padaku. Kau juga akan bahagia … ”

Hyesun tak sanggup menjawab. Dia terisak perlahan. Pelukannya di tubuh Soeun dipererat. Walaupun hatinya masih ragu-ragu, dia mengangguk keras-keras.

“Ne. Ne. Aku akan bahagia. Aku pasti bahagia!”


***** oOo *****



Hyesun berjalan menuju kamarnya.

“Aku akan menjemput Yuri dan San pulang ke Katada’s Palace sekarang juga. Terimakasih buat semua bantuannya selama beberapa hari ini. Jika kau merindukan mereka, kau bisa bertandang ke tempat kami .. atau membawa mereka keluar dan bermain bersama. Aku tak keberataan untuk itu … ,” ujar Hyesun tanpa berpaling pada Minho yang berada di belakangnya.

“Kau bermaksud membawa mereka saat ini juga?”

“Ne.”

“Tapi mereka sudah tidur, baby. Kau dengar sendiri dari appa tadi .. “

“Aku bisa membangunkan mereka … ,” sahut Hyesun tegas.

“Baby!!” Mendadak Minho menyambar lengan Hyesun dan menarik sampai langkahnya terhenti. “Bisa mendengarkanku sekali ini saja?!!” katanya sambil menatap Hyesun lekat-lekat. “Sebentar saja .. jeobal … “

Pandangan mereka beradu selama beberapa menit, sampai akhirnya Hyesun mengangguk perlahan.

“Di kamarku saja … ,” ujar Minho. “Aku tak ingin membangunkan yang lain. Apalagi appa baru masuk ke kamarnya … “

Hyesun kembali mengangguk. “Terserah kau saja … “   


***** oOo *****



”Sekarang, apa yang ingin kau katakan?” tanya Hyesun begitu mereka sudah berada dalam kamar Minho. Dia berdiri menyandar di pintu, tanpa bermaksud memasuki kamar itu.

“Tutup dulu pintunya dan duduklah di sini .. ,” kata Minho sambil menepuk tempat tidurnya.

Hyesun menghela nafas sejenak. Di mendorong pintu di belakangnya sampai tertutup rapat kemudian berjalan kearah Minho.

“Bisa katakana sekarang?”

“Duduklah .. “


Hyesun melirik ranjang di sebelah Minho. “Tidak perlu .. ,” dia mengeleng perlahan.

Minho mengerakan bahunya.

“Aku tak mengerti apa yang kau pikirkan. Apa yang salah dalam hubungan kita? Sungguh-sungguh tak kumengerti, baby .. Bisakah kau menjelaskannya padaku?” tanya Minho dengan raut memelas.

Tubuh Hyesun membeku. Suaranya bergetar ketika menjawab. “Karna aku tak ingin menyesal, … terlebih lagi, aku tak ingin kau menyesal .. “

“Karna itu kau lebih memilih menyiksaku? Begitu?” sela Minho.

Pandangan mereka beradu kembali. Kali ini, selain kekakuan, juga terdapat kerinduan yang besar dalam tatapan mereka.

“Aku tak tahu … “ Hyesun mendesah.

“Mengapa?”

Minho berdiri dari ranjang dan berjalan ke hadapan Hyesun. “Mengapa? Katakan padaku baby, mengapa?”

Hyesun mengeleng. “Sudah kubilang, .. aku tak tahu. Jangan memaksaku … “


Hyesun melempar pandangan kearah lain. Matanya terpejam dan bibirnya digigit kuat-kuat. Perasaannya sangat galau sekarang. Ada keraguan. Ya, keraguan yang disebabkan pandangan lembut dan menenangkan dari Minho.

“Pandang aku, baby .. “ Minho menyentuh wajah Hyesun dengan kedua tangannya, kemudian perlahan-lahan memalingkan wajah itu kearahnya. “Katakan padaku semuanya sudah berakhir .. ,” desah Minho. “Aku mohon padamu, baby … .” Wajahnya lambat-lambat mendekati wajah Hyesun. “Satu kata saja .. ,” sekarang hidungnya sudah menempel di hidung Hyesun. “Boleh, kan?”

Mata Hyesun terpejam perlahan-lahan.

“Baby … “

Suara Minho terdengar berupa desahan di antara bibir dan hidungnya.

“Hhh---“ Mulut Hyesun terbuka.

Minho bergerak semakin dekat, kemudian bibirnya menyentuh bibir Hyesun—terbuka dan melumatnya perlahan.

Tubuh Hyesun menegang. Setelah setahun lamanya, akhirnya dia merasakan kembali sentuhan Minho di bibirnya. Begitu lembut dan menyentuh sampai ke kalbu. Minho melingkarkan lengannya di pinggang Hyesun kemudian menariknya sampai menempel ketat di tubuhnya. Ciumannya diperdalam. Hyesun tak menolak—bahkan ikut melingkarkan lengannya di leher Minho. Hyesun berjinjit dan membalas lumatan-lumatan panas dari pria itu. Desahannya terdengar. Minho menurunkan ciumannya ke leher, lalu berbalik kembali ke bibir.



Bibir mereka saling beradu dan lidah saling bertaut dengan dasyat. Tangan Minho bergerak ke atas, mengelus-ngelus punggung Hyesun, kemudian menurun ke bawah dan menyusup ke dalam lewat belahan panjang di bagian paha pada gaun yang dikenakan Hyesun.

Hyesun mendesis. Pikirannya melayang sampai ke ubun-ubun. Apalagi tangan Minho bergerak liar di bagian tubuh sensitifnya.

“Minho-a … ahhh … “

Minho mengangkat tubuh Hyesun lalu membaringkannya di ranjang, sementara sepasang tangan dan bibirnya tak henti-hentinya bermain di tubuh Hyesun. Dia menarik gaun Hyesun ke bawah, kemudian ….


***** oOo *****



Hyesun membuka matanya. Ternyata hari sudah beranjak pagi. Dia meringis. Tubuhnya terasa capek dan lemas. Bagian bawah tubuhnya—terutama di pangkal paha, terasa gilu dan sedikit perih. Hyesun menoleh ke sebelah. Matanya terpejam perlahan.

“Mengapa hal ini sampai terjadi?” rutuknya pelan.

Minho tampak tertidur di sebelahnya—dalam keadaan polos. Selimutnya agak tersingkap sehingga memperlihatkan dadanya yang bidang. Hyesun mengeleng keras sambil bergegas meluncur turun dari ranjang. Dia menyambar gaun dan pakaian dalamnya yang berserakan di lantai dan ranjang, kemudian menghambur ke dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian dia keluar dengan berpakaian rapi.

“Pagi baby .. “

Mata Hyesun terbelalak lebar. Ternyata Minho sudah bangun dari tidurnya.

“Pa .. pagi .. ,” jawabnya gugup. “Aku … sa .. sarapan dulu … “ Dia berlari kearah pintu.

“Tunggu baby!!” seru Minho. “Bagaimana kalau, ulangi lagi? Permainan kilat seperti dulu … ” sambungnya dengan senyuman simpul tersungging di bibir.

“MWO?!!” Hyesun langsung memutar tubuhnya. “Apa maksudmu?”

“Sudah jelas, kan?” Minho tertawa mengoda.

Raut Hyesun berubah serius. “Dengar, Minho-ssi. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan, tapi kurasa kau salah paham. Apa yang terjadi pada kita semalam, bukan apa-apanya. Hanya ‘One Night Stand’! Tak lebih dari itu!!”

“Mwo?” Minho terperanjat bangun dari tempat tidurnya.

“Sudah sangat jelas, kan?” ujar Hyesun. “Aku tak jadi sarapan, Minho-ssi. Tolong sampaikan salamku pada tuan Lee. Aku akan pulang sekarang juga, bersama Yuri dan San .. “

Hyesun keluar dari kamar dan menutup pintunya dengan meninggalkan bunyi yang teramat keras. Minho tertegun. Sesaat kemudian pemuda itu menghempaskan tubuhnya kembali di atas ranjang. Sepasang tangannya menekan wajahnya keras-keras. Tiba-tiba dia berteriak.

“Aaaaaaaaaa!!!!”


***** oOo *****

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
vay, di sini ga begitu [biggrin] jadwal makan bayi klu udah 3 bln sekitar 4 jam sekali .. 1 sendok besar emang sama ama 1 sendok kecil, nah yuri makannya tuh pakai sendok kecil jd sekitar 3 sendok besar [hmpfh] [hmpfh] .. kadar makan itu emang melebihi ukuran bayi umur 3 bln but hanya sedikit kok [biggrin] [biggrin] biasanya sih makannya 4 ampe 5 sendok kecil. ingat ya, klu ini tanpa asi [hmpfh] [hmpfh] (klu pakarnya aje [laughing] [laughing] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Whoaaaa UPDATEEEEEEEEEEEEEEEEEEE

 [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Laaaaaah kok cuman sampe disitu.... [head break] [head break] [head break] tangguuuuuuuuuung!!!!  hammer2 hammer2 hammer2

Oalah ternyata "Cinta Satu Malam" Minho masih gbs berhasil bujuk Hyesun...  [sweat] Tuh kepala minta di  hammer2 kok masih lom sadar juga.... padahal udah banyak orang yg bujuk dia... Minho aja ampe ngemis-ngemis gtu... [dry] ckckck... [sweat]


Mi.... ternyata salon si mak yem gak laku buat Joongie... bagi Joongie lebih asoyy bibir Maiko  [kiss] [on] [hmpfh]


Klo ampe chapt 21 berarti tinggal endingnya donk.... Wedew udah kebelet ama bengkok sesion II neh... [chin]
Trus ME sesion III gimana neh mam??? [chin]
« Last Edit: November 28, 2010, 11:30:46 am by Vay_za »

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
horeeeeee udah update [clap] [clap] [clap]

 [ohmy] [ohmy] hyesun ni minta digetok ye busyeeetttttt orang2 pd ngomong ampe bebusa msh aja keras kepala [sweat] [sweat]

jiakakakak vay cinta 1 mlm kyk lagu dangdut [hmpfh] [laughing] hyesun ni kalo yg enak2 disamber [on] [on] [on] [hmpfh] [laughing]

eh vay joongie emang susah buat dilurusin dulu udah sempet lurus eh kriting lg [hmpfh] tp skarang sm maiko tokcer ni [rofl] [rofl]


ADAM COUPLE SELCA

minsunlover

  • Guest
Mamiiiii gomawo dah diupdate ;)

Gyaaa....Joongie akan diluruskan lagi kah mami? Setuju setuju setuju.....kasian Joongie bengkok terus ^^

Btw, hesun kok keras kepala amat sih???? Masa dia ga tersentuh sih ama kesungguhan n pengorbanan Mino selama ini? Apa dia terlalu "buta" untuk melihat n menyadari betapa Mino sangat mencintainya???? :(

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
horeeeeee udah update [clap] [clap] [clap]

 [ohmy] [ohmy] hyesun ni minta digetok ye busyeeetttttt orang2 pd ngomong ampe bebusa msh aja keras kepala [sweat] [sweat]

jiakakakak vay cinta 1 mlm kyk lagu dangdut [hmpfh] [laughing] hyesun ni kalo yg enak2 disamber [on] [on] [on] [hmpfh] [laughing]

eh vay joongie emang susah buat dilurusin dulu udah sempet lurus eh kriting lg [hmpfh] tp skarang sm maiko tokcer ni [rofl] [rofl]

cinta satu malam oh indahnya...
cinta satu malam buat ku melayang...  [hmpfh] [laughing]
[lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, kejadian lagi nich, emang ych kalo mino dah ngajak ngobrol di kamarnya pasti dech langsung kejadian [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh], tp OMO OMO OMO!!!! 1 night stand,  [chin] [chin] [chin] hye sun hye sun... ..kirain mo langsung ronde ke 3 mam [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

gw suka bgt adegan mino yg bersin gara2 jari2 mungil yuri msk ke idung mino yg menjulang, apalagi sampe keluar sedikit cairain bening dr hdg mino,  sama adegan mino yg buatin susu buat yuri and memberi susu buat yuri, ahhhhhh so sweet banget, min ho adalah Appa muda yg jempolan [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

tp mam, hye sun gak bakalan mabur lagikan, awas aja kalo ampe kabur2an lagi, ntar biar gw yg rante dech trus simpen di kamarnya min ho  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

aigo..... hyun joong munglai juga tuch dikasih ciuman mau ama maiko [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


NEXT UP DATE UL ya mam [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline minhye

  • Newbie
  • *
  • Posts: 89
    • View Profile
Akhirnya diuppdate juga....hyesun disini bener2 kras kepala tingkat tinggi bener yach, trus dia itu ga punya alasan atas

sikapnya yang sekarang, pas ditanya minho jawabannya ga tahu mulu....atau cma takut aja ngelangkah kedepan soalnya

dia ga mau sakit hati lge, suka banget pas minho jgain yuri, sweet banget minho kasih susu and nina boboin babyna..

udah panggilan alam sbagai seorang appa kayaknya .... [hmff] [hmff] [hmff] lanjut love.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
horeeeeee udah update [clap] [clap] [clap]

 [ohmy] [ohmy] hyesun ni minta digetok ye busyeeetttttt orang2 pd ngomong ampe bebusa msh aja keras kepala [sweat] [sweat]

jiakakakak vay cinta 1 mlm kyk lagu dangdut [hmpfh] [laughing] hyesun ni kalo yg enak2 disamber [on] [on] [on] [hmpfh] [laughing]

eh vay joongie emang susah buat dilurusin dulu udah sempet lurus eh kriting lg [hmpfh] tp skarang sm maiko tokcer ni [rofl] [rofl]

cinta satu malam oh indahnya...
cinta satu malam buat ku melayang...  [hmpfh] [laughing]

 Asooyyy bo'....  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
 
[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Liat nih kata Hyesun...


Quote
Raut Hyesun berubah serius. “Dengar, Minho-ssi. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan, tapi kurasa kau salah paham. Apa yang terjadi pada kita semalam, bukan apa-apanya. Hanya ‘One Night Stand’! Tak lebih dari itu!!”

Percaya gak kLo dia gak ngerasain apa-apa???  [chin] Liat aja nanti kLo dia udah baikan ama Minho pasti dia yg ketagihan...  [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: November 28, 2010, 10:20:05 pm by Vay_za »

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
horeeeeee udah update [clap] [clap] [clap]

 [ohmy] [ohmy] hyesun ni minta digetok ye busyeeetttttt orang2 pd ngomong ampe bebusa msh aja keras kepala [sweat] [sweat]

jiakakakak vay cinta 1 mlm kyk lagu dangdut [hmpfh] [laughing] hyesun ni kalo yg enak2 disamber [on] [on] [on] [hmpfh] [laughing]

eh vay joongie emang susah buat dilurusin dulu udah sempet lurus eh kriting lg [hmpfh] tp skarang sm maiko tokcer ni [rofl] [rofl]

Iya makk tuh kepala emang harus direparasi... hammer2 hammer2 hammer2

Lah iyo toh mak "One Night Stand aka Cinta Satu Malam"  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
Busyettt dah... [hmpfh]

Oalah makk kedudukan lu digeser ama Makio...  [laughing] [laughing] [laughing]