Author Topic: *When a Gay met a Young Mom (in love again)* ~chp 22 (ending), 22 Jan'2011  (Read 97593 times)

Offline liliona

  • Superintendent
  • Junior
  • *****
  • Posts: 123
  • ^^my lovely couple^^
    • View Profile
 banghead banghead banghead banghead

mami,tega nian masa belum dimulai sehuruf pun chapter berikutnya  [cry] [cry] [cry] [cry]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

ayo dong mam semangat bwt ngupdate chapter lanjutannya...

                   ~~~minsun~~~
                   *forever in love*

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
celingak celinguk celingak celinguk

blm d'update jg ya mi... [what]
Ayo mi d'update udah mw mti pnsran nichh  [collapse] [collapse]...
 
FIGHTING...
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline cynoer luv minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
  • My lovely couple "MINSUN"
    • View Profile
lum di update jg ya mam

lagi sbuk ngurusin mino yw

ditunggu yw updatetannya

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
selain lg ngurusin suami, gw jg lg sibuk ama persiapan menjelang lunar new year, jg updatean ffnya diundur dulu ya, miane semuanya  [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
selain lg ngurusin suami, gw jg lg sibuk ama persiapan menjelang lunar new year, jg updatean ffnya diundur dulu ya, miane semuanya  [sweat]

oiya bener ntar lagi chiness new years yah gong xi fat choy mamiii  [hug] [hug] [hug]

jadi kita bakal puasa ff neh minggu ini  [heh] [heh] [heh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
TDC sih udah ada setengahnya  [smiley-dance013] klu udah selesai gw post deh,  sekrg lg chat ama para sunniez  [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline cynoer luv minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
  • My lovely couple "MINSUN"
    • View Profile
ok lah klw begitu
tapi jgn lama2 yw mam, ntar keburu jamuran lagi

Offline maya0501

  • Police
  • Newbie
  • *****
  • Posts: 81
    • View Profile
Halluuuuuuuuuu..............kok sepoy ya............... sleep1 sleep1

Mam...where r u..?????????? [smiley-gen013] [smiley-gen013]

mana chaps 4 - nya.... [cry] [cry]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yaaaa gw kan liburan imblek say, sekrg bakal aktif lg nih, kata si oki gara2 gw libur semuanya pd ilang deh dr forum ini wkakakaka

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline liliona

  • Superintendent
  • Junior
  • *****
  • Posts: 123
  • ^^my lovely couple^^
    • View Profile
@mami,liburan imleknya jgn kebanyakan dong mam  [hmff] [hmff]
gw jg ikutan imlek nih mam tp liburannya cm 2 hari doang  [hmpfh] [hmpfh] ngga ada yg nanya

mam,kl nanti udah kelar tuh chapter lanjutannya please di update ya   [smiley-dance013]

kl kelamaan takut pd amnesia ama cerita sebelumnya  whistling whistling

                   ~~~minsun~~~
                   *forever in love*

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
@mami,liburan imleknya jgn kebanyakan dong mam  [hmff] [hmff]
gw jg ikutan imlek nih mam tp liburannya cm 2 hari doang  [hmpfh] [hmpfh] ngga ada yg nanya

mam,kl nanti udah kelar tuh chapter lanjutannya please di update ya   [smiley-dance013]

kl kelamaan takut pd amnesia ama cerita sebelumnya  whistling whistling
lili liburan imblek jg ya heheehe .. gw skrg lg sibuk ama ff my everything, nah kalau besok selesai bakal segera gw post deh ... terus baru deh dilanjutkan ama ff yg ini  [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
iye neh mami keenakan libur kayaknya  [head break] [head break] [head break] gak tau neh pada mo  [collapse] gara2 mati penasaran ma yang bengkok bengkok  banghead banghead banghead

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Anyong... [bye]

celinguk celinguk... yach b'lum ada update-an...
mami, FF my everything, FF ru mami yach...?  detective punk
« Last Edit: February 18, 2010, 11:52:29 pm by purple_pink »

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 4

SONG OF THE DAY


Hyesun memperhatikan Minho dan pemuda di depannya secara bergantian. Dahi Minho berkerut. Dia kelihatan tidak begitu senang melihat kehadiran pemuda itu. Sedangkan pemuda berkulit halus itu menatap Minho dengan sinar mata yang tidak dimengerti Hyesun. Pandangan itu begitu dalam.

"Kim Hyun Joong! .. Apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana mungkin kamu bisa mengetahui keberadaanku?", suara Minho terdengar tajam.

Hyunjoong tersenyum lebar, "Saya sudah mengikutimu sejak dari kebun binatang ... Dan saya sangat bahagia  bisa bertemu lagi denganmu, Minho-a, .... Setelah dua bulan mencarimu akhirnya kita bertemu lagi .. Ternyata pencarianku tidak sia-sia ... "

Mata Minho terbelalak lebar, "APAAAAAAAAAAAAA??... KAMU MENGIKUTIKU SEJAK TADI ??", Minho melangkah kearah Hyunjoong. Sepasang tangannya yang mengendong Kangsan terkepal erat.

Sedangkan Kangsan masih tertidur pulas dalam dekapannya. Teriakan Minho tadi sama sekali tidak berpengaruh terhadap Kangsan.

Melihat tampang garang Minho, Hyunjoong mundur selangkah ke belakang, "Mau .. a ..pa?", tanyanya gugup. Dia kelihatan gentar dengan kemarahan Minho.

"Heiii .. kalian berdua!!! ... Apakah tidak sebaiknya kalian berbicara di dalam rumah saja? ... Minho-a, kita harus membaringkan Kangsan dulu! .. udara di luar sudah semakin dingin ... "

Teriakan Hyesun meredakan ketengangan antara kedua pemuda itu. Sepasang mata bening Minho mendelik kearah Hyunjoong. Jika bukan karena Kangsan, dia sudah memberi pelajaran ke pemuda kurang ajar yang telah mengikutinya itu. Hyunjoong langsung bernafas lega ketika Minho berbalik dari hadapannya dan mengikuti Hyesun yang telah melangkah dari situ.


"Yaaaa .. tunggu saya ... ", Hyunjoong berlari-lari kecil mengikuti mereka dari belakang.

****************


Minho merebahkan Kangsan ke ranjang Hyesun. Dia melakukannya sangat perlahan karena takut membangunkan Kangsan dari tidurnya. Hyesun memperhatikan Minho tanpa bersuara. Setelah menegakkan badan, Minho melemparkan pandangan ke seluruh sudut ruangan. Untuk pertama kalinya dia memasuki kamar Hyesun. Kamar ini sangat rapi dan agak kosong. Hanya ada sebuah ranjang, lemari baju dan lemari hias kecil di sana. Samar-samar tercium oleh hidungnya wangi mawar yang tersebar di seisi ruangan.

"Gumawo ... ", kata Hyesun. Pelan dan kaku.

Minho mengangguk halus. Kemudian dia berbalik kearah pintu dan keluar dari kamar itu. Hyesun menghembuskan nafas lega setelah kepergian Minho. Dia mengambil selimut dari lemari dan menyelimuti Kangsan. Lalu dia berjalan keluar dari kamar.

"Mengapa kamu selalu menghindariku, Minho-a? ... Kamu tahu kalau saya sangat merindukanmu, kan?"

Pertanyaan-pertanyaan itu langsung memasuki gendang telinga Hyesun begitu keluar dari kamar. Keningnya berkerut. 'Apa pula maksud dari pertanyaan-pertanyaan itu?'


"Heiii, Kim Hyun Joong .. Sudah saya jelaskan sejelas-jelasnya padamu dua bulan yang lalu kalau hubungan kita sudah berakhir ... Saya tidak mau berurusan lagi denganmu jadi saya harap kamu menghilang sekarang juga dari kehidupanku!! ..."

Jawaban keras dari Minho membuat Hyesun merinding. Sadar atau tidak, samar-samar dia merasa bisa menangkap maksud dari pembicaraan mereka.

"Mengapa Minho-a? ... Mengapa?", wajah Hyunjoong mulai memerah, matanya berair, "Karena appaku, kan? ... Appa yang memintamu meninggalkanku? ... Setelah beliau mengetahui hubungan kita, kamu menghilang begitu saja .. jadi pasti appa yang menyuruhmu meninggalkanku ..., Benar kan, Minho-a? ... Katakan padaku kalau kamu hanya dipaksa untuk meninggalkanku!! .. katakan padaku kalau kamu masih mencintaiku!! .. Saya mohon padamu!! ... Minho-a ... "

Hyesun sampai ke ruang depan. Matanya terbelalak lebar kearah Minho dan Hyunjoong.
"APA-APAAN INI??!!! ... APA PULA MAKSUD DARI PEMBICARAAN KALIAN??"

Minho memejamkan mata perlahan. Dia melirik sekilas ke Hyesun, kemudian berbalik lagi ke Hyunjoong.
"Semua ini tidak ada hubungannya dengan appamu!! .... Saya pergi begitu saja karena saya memang sudah tidak tahan denganmu ... Kamu ingin tahu mengapa?  ... dengar baik-baik, Kim Hyun Joong SAYA TIDAK TAHAN DENGAN KEMANJAANMU, SAYA TIDAK TAHAN KARENA KAMU TERTALU TERGANTUNG PADAKU, KAMU TERLALU MEMONOPOLI WAKTUKU .. KAMU INGIN SEMUANYA BERJALAN SESUAI DENGAN KEHENDAKMU DAN SAYA TIDAK MENYUKAINYA ... SAYA INGIN HUBUNGAN YANG BEBAS, BUKAN HUBUNGAN SEPERTI YANG KITA JALANI .. TERUS TERANG, BERSAMAMU MEMBUATKU TIDAK BISA BERNAFAS, BERSAMAMU MEMBUATKU SEPERTI MENJAGA SEORANG DONGSENG!! ...JADI UNTUK APA KITA MELANJUTKAN HUBUNGAN SEPERTI ITU!! .. SAYA SANGAT LELAH .. "

Isakan mulai terdengar dari mulut Hyunjoong. Hyesun langsung mengangga. Bagaimana mungkin seorang pria bisa begitu mudah mengeluarkan airmata. Dia sudah bermaksud mengeluarkan suara, ketika sebuah tangan menariknya ke belakang. Minho mendelik kearahnya.
"Jangan coba-coba mencampuri urusanku!!", bisiknya dengan bibir terkatup rapat. Suaranya hampir tak terdengar.

"Kamu membuatnya menanggis!!", Hyesun membalas bisikan Minho.

"Saya tidak mau lagi berurusan dengannya jadi saya harap kamu berdiam diri .. jangan coba menghiburnya atau kamu akan menyesal!! "

Mata Hyesun mendelik. Dia tidak suka mendengar suara Minho yang seperti memerintahnya.

"Kamu berbohong hu .. hu ... sa .. saya tidak percaya kamu melakukan ini terhadapku .. Minho-a, dulu kita .. hu .. hu .. kita sangat  bahagia ... hu .. hu .. pasti karena appa ... tidak ada alasan lain!! .. Saya tidak percaya dengan ... hu .. dengan alasan yang baru saja .. kamu kemukakan ... hu .. hu ..."

"Dia tidak percaya padamu dan dia cukup pintar untuk itu ... ", bisik Hyesun sambil tersenyum mengejek.

"Tutup mulutmu!!", balas Minho.

Hyunjoong masih tersedu-sedu di tempatnya, "Bohong ... kamu bohong .. hu .. hu ... ", seperti membaca mantra, kalimat itu berulangkali terlontar dari mulut Hyunjoong.

Minho mendesah keras. 'Anak ini sangat keras kepala'. Selama setengah tahun hidup bersama Hyunjoong menyebabkan Minho mengetahui sifat asli dari pemuda ini. Dia tidak akan menyerah kalau tidak mendapat kepastian kalau dia harus menyerah. Mendadak Minho melingkarkan lengannya di leher Hyesun.
"Kali ini kamu harus menolongku ... ", bisiknya halus.

Mata Hyesun terbelalak lebar. Dia ingin memprotes, tapi begitu melihat tatapan Hyunjoong ke mereka, dia langsung membungkam.

"Kamu ingin mengetahui alasanku yang sebenarnya ya? ... baiklah! Hyunjoong-a, benar katamu kalau bukan cuma itu alasannya mengapa saya menghilang dari hidupmu ... Saya pergi begitu saja karena selain sudah bosan denganmu, juga karena saya sudah menemukan cinta sejatiku .. yaitu .... GOO HYE SUN .."

"HAAAAHHH??!!", bola mata Hyesun seperti akan meloncat keluar dari rongga matanya ketika mendengar perkataan Minho.

Hyunjoong lebih terkejut lagi. Dia mengeleng keras. Hidungnya memerah akibat tanggisan yang belum hilang.
"TIDAKKKKKKKKKKKK!!!! ... BOHONGGG .. SAYA LEBIH TIDAK MEMPERCAYAI ALASAN INI!!! ... KAMU TIDAK MUNGKIN MENYUKAI SEORANG WANITA!! ... APALAGI YANG SUDAH PUNYA ANAK .. TIDAK MUNGKIN!!"

"Yaaaa .. apa maksud dari perkataanmu?", protes Hyesun.

"Kamu lihat sendiri kan? .... Jika kita tidak membuatnya pergi dari sini, maka kita yang akan dalam masalah ... ", bisik Minho di telinga Hyesun.

"Walaupun begitu, saya tidak akan mengikuti permintaanmu .... ", balas Hyesun.

Wajah Minho langsung berkerut, "Mengapa?"

"Kalian tidak bisa membohongiku!! ... Saya tahu kalian berusaha membuatku pergi dari sini .. dan kalian tidak akan berhasil ... "

Perkataan Hyunjoong membuat Minho dan Hyesun mengalihkan perhatian kearahnya.

"Jika kamu bersedia berpura-pura jadi pacarku maka saya ... hmmm ... saya akan bersedia berbagi kamar mandi luar denganmu ... ", bisik Minho lagi, tanpa mengalihkan pandangan dari Hyunjoong.

"Saya sudah punya kamar mandi ... ", balas Hyesun pelan.

Minho mendecak halus, "Ckkk .... baiklah!! .. kalau begitu kamu juga bisa memakai dapurku ... "

"Untuk apa? .. Saya bisa membeli makanan di luar ... ", Hyesun berkeras dengan pendiriannya.

Sebelum Minho sempat membalas perkataan Hyesun, Hyunjoong bersuara lagi, "Bagaimana? .. Kalian tidak bisa membuktikannya padaku, kan? ... Minho-a, saya sudah berdebat dengan appa karena urusan kita, maka sekarang saya akan mengikutimu terus!! ... Kamu tidak bisa mengusirku!!"

Minho memejamkan mata perlahan. Emosinya sudah akan meledak. Untung saja dia masih bisa bertahan.
"Pikirkan Kangsan! .. Kamu tidak bisa memberinya makanan luar setiap hari, itu tidak bagus buat pertumbuhannya .. Saya akan mengajarimu memasak makanan yang bergizi ..", bisikan Minho terdengar sangat serak.

Hyesun berpaling ke Minho. Perkataan tadi menyentuh perasaannya. Ada kebenaran dalam kata-kata itu. Setelah berpikir beberapa saat, Hyesun menganggukkan kepalanya.

Minho tersenyum  perlahan, "Kalau begitu, bersiaplah ..", bisiknya halus, lalu dia menghadapi Hyunjoong, "Kamu mau bukti dari kebersamaan kami? ... KALAU BEGITU PERHATIKANLAH BAIK-BAIK!!!"

Minho berpaling kearah Hyesun. Kedua tangannya terangkat dan memegang erat wajah mungil Hyesun. Lalu tanpa dikomando terlebih dahulu, dia membungkuk dan menghujamkan bibirnya ke bibir Hyesun.


"OHHH ... TIDAKKKK!!!", Hyunjoong berteriak keras. Tangannya terangkat dan diayunkan berulangkali kearah Minho dan Hyesun. Wajahnya kembali memerah.

Sementara itu ...  Hyesun yang mendapat ciuman dadakan dari Minho, langsung membeku di tempatnya. Sepasang matanya yang besar dan indah sampai terbelalak lebar. Dia ingin mendorong Minho ke belakang. Tapi begitu mengingat perjanjian yang telah mereka buat, dia mengurungkan niat itu. Diperhatikannya wajah Minho yang menempel di wajahnya. Sepasang mata pemuda itu terpejam.

Nafasnya tercium jelas oleh Hyesun. Hati Hyesun langsung berdegup kencang. Nafas itu sangat harum dan membangkitkan sesuatu yang belum pernah dirasakannya. Hyesun langsung memaki dirinya sendiri dalam hati. 'Sadar Hyesun-a!!! .. Pemuda ini tidak normal!! .. Kamu harus mampu menahan perasaanmu!! Jangan terjebak dengan permainannya!!". Hyesun berdeham kecil.Mendengar itu mata Minho terbuka perlahan. Tatapan keduanya bertemu. Bibir Hyesun sudah terlepas dari bibir Minho. Tapi wajah mereka masih sangat dekat dan tatapannya sangat lekat.


"KALIAN ... HU .. HU .. KALIAN BENAR-BENAR BERSAMA HU .. HU ... Lalu bagaimana nasibku sekarang .. setelah berdebat dengan appa, saya tidak mempunyai tempat tinggal tetap .. saya .. saya .. sudah seperti seorang pengembara .. hu .. hu .."

Isakan Hyunjoong langsung menyadarkan Hyesun dan Minho dari keterpanaannya masing-masing. Dengan cepat Hyesun mendorong Minho ke belakang.
"Ehemmmm .. kamu bisa melihat sendiri kan bagaimana hubungan kami? ", jawab Hyesun serba salah, "Tapi jika kamu tidak punya tempat tinggal tetap .. saya tidak keberatan kalau kamu tinggal di sini bersama kami ... ", lanjut Hyesun, yang membuat Minho langsung membelalakan matanya.

"Yaaaa .... ", teriakan Minho tidak diacuhkan oleh Hyesun. Dengan cuek dia berlalu dari hadapan Minho.

***************


"Apa maksud dari perkataanmu tadi, Hyesun-a? ... Kamu ingin membalas dendam padaku ya?"

Sepuluh menit kemudian, Minho memprotes keputusan yang diambil sepihak oleh Hyesun. Mengijinkan Hyunjoong tinggal bersama mereka merupakan sesuatu yang sangat menguncang hatinya.

"Kamu tidak dengar ya kalau dia tidak punya tempat tinggal? .. Lagipula karena siapa dia harus terlantar seperti itu? ... jangan bilang kalau kamu tidak perlu bertanggungjawab atas semua itu!!", Hyesun menjawab dengan santai.

Mulut Minho langsung mengangga, "Walaupun begitu ..  kamu tidak perlu menyuruhnya tinggal di sini kan? ... Saya bisa memberinya uang untuk menyewa tempat lain!! .. Lagipula kamu ingin dia tidur di mana? Di kamarmu? Jangan katakan kalau dia akan tidur di kamarku?"

"Tentu saja di kamarmu!!! ... Tidak mungkin saya tidur di ruang depan dengan Kangsan!!"

"APAAA??!! .. Kamu yang mengeluarkan ide itu, mengapa harus saya yang menanggungnya?", protes Minho keras.

TOKK .. TOKKK ... TOKKKK ...

Ketukan di pintu mengejutkan keduanya. Hyesun segera berlari ke pintu kamar dan membukanya. Hyunjoong berdiri di sana dengan tanda tanya besar.
"Saya ... tidur di mana malam ini?"

Minho dan Hyesun saling berpandangan,
"DI KAMARNYA!!!!", mereka berteriak hampir bersamaan. Tangan mereka saling menunjuk satu sama lain.


"Haaaa? ... Jadi sebenarnya di kamar siapa?", Hyungjoong kelihatan kebinggungan dengan jawaban serentak dari Minho dan Hyesun.

"Kamu yang harus bertanggungjawab.. ", bisik Minho halus, sehingga hanya terdengar oleh Hyesun.

Hyesun langsung berpaling kearahnya. Mulutnya terbuka. Siap untuk membantah perkataan Minho. Tapi tertunda oleh pertanyaan Hyunjoong.
"Kalian tidak tidur bersama kah?"

Minho dan Hyesun sampai tersentak mendengar pertanyaan itu. Mereka saling berpandangan. Ketika melihat gelagat tidak baik dari Hyesun, Minho segera mengangkat tangan dan membekap mulut Hyesun erat-erat sehingga gadis itu tidak mampu mengeluarkan suara sedikitpun.
"Tentu saja kami tidur bersama!!!", jawab Minho cepat, "Kamu bisa tidur di kamar sebelah! .. dan jangan terkejut kalau kamu mendapatkan segala barangku ada di sana .. karena kamar ini saya khususkan untuk menaruh barang-barang Hyesun dan Kangsan maka kamar sebelah saya gunakan untuk menampung barang-barangku ..."

Mata Hyesun mendelik ke Minho. Dia tidak bisa mempercayai pendengarannya sendiri. Bagaimana mungkin pemuda ini bisa berkata seenaknya? Dia tidak berharap benar-benar tidur sekamar dengannya kan?

Hyunjoong mengangguk, kemudian berlalu dari situ. Hari sudah malam dan dia merasa capek. Setelah pengembaraan selama dua bulan ini, dia tidak pernah bisa beristirahat dengan tenang. Malam ini dia bermaksud tidur sepuasnya. Hyunjoong masuk ke kamar Minho dan bunyi 'klik' terdengar ketika pintu dikunci dari dalam.

******************


Minho melepaskan bekapan tangannya di mulut Hyesun dan menghembuskan nafas lega. Matanya terpejam perlahan. Sesaat kemudian dia membuka matanya lagi ketika merasakan angin dingin mendesir dari samping. Tubuhnya agak menggigil. Dia langsung berpaling ke samping. Hyesun sedang melotot kearahnya.

"Kamu tidak bermaksud tidur di sini kan?", pertanyaan itu terdengar menusuk. Tidak keras ..  tenang tapi mempunyai tekanan yang sangat dalam.

Minho mundur selangkah ke belakang, "Apa yang bisa kulakukan? .. Kamu yang memulainya jadi jangan menyalahkanku!!", Minho berusaha membela dirinya.

"Keluar dari kamarku!!!", seru Hyesun.

"TIDAK BISA!! ... Jika saya tidur di luar, semua sandiwara kita akan terbongkar!!", balas Minho.

Hyesun akan bersuara lagi, tapi gerakan halus dari belakang mengurungkan niatnya. Dia langsung berpaling ke belakang. Kangsan agak bergerak dalam tidurnya. Suara bisik dari mereka membuatnya tidak tenang. Hyesun menghembuskan nafas perlahan.

"Malam ini kamu boleh tidur di sini tapi tidur di lantai ..., Bagaimana nantinya kita lihat keesokan harinya saja .. Ingat!! Jangan sekali-kali naik ke ranjangku!! .."

Minho mengangkat bahu. Dia tidak bisa berbuat lain selain menyetujui keputusan Hyesun. Minho menjatuhkan tubuh jangkungnya ke lantai yang terbuat dari papan kayu. Hyesun berjalan ke lemari besar di sudut kanan ruangan kemudian mengeluarkan selimut tebal dari sana. Dia membawa selimut itu ke Minho.
"Pakai ini!"

Minho menerima selimut yang disodorkan Hyesun. Dia merebahkan diri ke lantai. Dihamparkannya selimut tebal yang diberikan Hyesun tadi ke tubuhnya. Dia agak meringkuk dalam tidurnya. Hyesun memperhatikan Minho sesaat. Dengan mata terpejam seperti itu, Minho kelihatan seperti anak kecil. Wajahnya yang polos sangat tenang dan damai. Wajah itu begitu sempurna. Alis tebal yang memikat, mata terpejam yang dilindungi sepasang bulu mata yang panjang, hidung mancung yang teramat lurus dengan bibir penuh, merah dan sangat memikat.


Hyesun mengetok kepalanya. Buat apa dia memikirkan semua itu?. Pemuda itu punya kelainan jiwa. Dia tidak akan tertarik dengan wanita. Hyesun menghembuskan nafas perlahan. Semua itu sangat disayangkan.

*******************


Keesokan harinya, Hyesun terbangun ketika mendapati Kangsan sudah berdiri di sampingnya. Wajah anak itu sangat berseri. Hyesun melirik ke jam kecil di samping meja. Sudah pukul 7 pagi. Dia agak terlambat bangun pagi ini. Hyesun tersenyum perlahan ketika mendapati Kangsan sudah memakai baju seragamnya.
"Pagi San-a! ... Yaaa sejak kapan anak omma bisa berganti pakaian sendiri?"

Kangsan tersenyum. Ditariknya tangan Hyesun supaya bangun dari ranjang.
"Hyung-nim yang mengantikan baju San ... "

Jawaban Kangsan membuat Hyesun tertegun.
"Hyung-nim katamu?"

"Iya ..", jawab Kangsan polos. Kembali dia menarik tangan Hyesun, "Omma ayo kita sarapan bersama!! .. Hyung-nim sudah menyiapkan sarapan buat kita ... "

Hyesun mengikuti langkah Kangsan keluar dari kamar. Dia masih kebinggugan dengan perkataan Kangsan tadi. Mereka melewati dapur dan Hyesun mendapati Minho sibuk membuat telur dadar di sana. Mendengar suara dari belakang, Minho segera membalikkan badan. Pandangannya langsung bertemu dengan mata Hyesun.


"Anyongheseoyo Minho-a .. ", sapa Hyesun gugup.

Minho mengangguk perlahan, "Anyong .. ", kemudian perhatiannya dialihkan ke Kangsan yang berada di belakang Hyesun, "San-a!! .. sarapanmu sudah tersedia di atas meja .. "

"Horeeee!! ..", Kangsan bersorak kegirangan. Anak itu berlari ke ruang depan dan mulai menikmati makanannya.

Hyesun melirik sekilas kearah Kangsan. Senyuman terhias di bibirnya. Kemudian dia mengalihkan perhatian ke Minho lagi. Pemuda itu sudah sibuk dengan pekerjaannya lagi. Hyesun melangkah ke dalam dapur.
"Ada yang bisa kubantu?"

"Tidak ..", Minho menolak tawaran Hyesun secara halus.

Hyesun memperhatikan kesibukan Minho. Pemuda ini benar-benar ahli dalam memasak. Semua pekerjaan dilakukannya dengan cekatan.
"Gumawo ... ", kata Hyesun perlahan.

"Apa ... ?", Minho berpaling kearah Hyesun.

"Terimakasih karena sudah menjaga San buatku ... ", Hyesun tersenyum manis.

Minho mengangkat bahunya, "Tidak menjadi masalah ... "

Hyesun berjalan ke ambang pintu, kemudian mengarahkan perhatiannya ke lorong luar,
"Saya tidak melihat Hyunjoong .. ", katanya. Mata Hyesun agak menyipit ketika mengarahkan pandangan ke pintu kamar Minho yang sekarang ditempati Hyunjoong.

"Dia sudah keluar dua puluh menit yang lalu .... ", Hyesun berpaling kearah Minho, "Saya juga tidak melihat kepergiannya .. Dia hanya meninggalkan catatan kecil di meja makan ... ", Minho segera menjawab pertanyaan yang tergambar jelas dari wajah Hyesun.

"Apakah dia benar-benar sudah pergi dari sini?", tanya Hyesun lagi. Dia tersenyum lebar ketika mengingat Minho tidak perlu sekamar lagi dengannya kalau Hyunjoong sudah pergi dari rumah itu.

Minho tersenyum kecut, "Tentu saja tidak!! .. Dia hanya keluar sebentar, katanya dia akan menemui appanya ... Itu sangat bagus!! .. mudah-mudahan hubungan mereka bisa membaik lagi ... "

Hyesun menunduk perlahan, "Jadi kita masih harus sekamar lagi malam ini?"

Pertanyaan itu sangat pelan sehingga tidak terdengar oleh Minho. "Apa katamu?", pemuda itu bertanya ketika cuma suara komat kamit yang tertangkap oleh telinganya.

"Ohh tidak ada apa-apa ..... ", jawab Hyesun cepat.

Sekali lagi Minho mengangkat bahunya. "Ayo kita mulai sarapan ... ". Minho meraih dua piring yang terisi penuh oleh telur dadar, ham, roti dan kacang-kacangan dengan saus tomat. "San pasti sudah menghabiskan makanannya .... ", Minho tertawa lebar, diikuti oleh Hyesun.

"Hari ini San harus ke sekolah kan?", tanya Minho lebih lanjut. Hyesun mengangguk kecil, "Iya .. Saya juga harus ke klinik .. dan bagaimana denganmu, apakah kamu tidak perlu bekerja?"

Minho mengeleng perlahan, "Saya bekerja malam harinya, jadi hari ini bisa kugunakan untuk bersantai .. "

"Ohhh ... ". Cuma desahan itu yang keluar dari mulut Hyesun. Dia tidak bertanya lebih lanjut.

******************


Klinik Kim's Health ..

 Hyesun menyelesaikan semua pekerjaannya dengan sangat tergesa. Setelah itu dia mengambil pakaian dari lemari kecil di belakang meja dekat pintu, kemudian berlari ke kamar kecil di lorong belakang. Tiga menit kemudian dia keluar lagi dengan pakaian yang sudah diganti dengan pakaian yang dibawanya tadi. Dia segera meraih tas dari atas meja. Ketika dia berlari kearah pintu, suara Kimjoon menghentikan langkahnya.

"Kamu mau pergi sekarang ya, Hyesun-a? ... "


Hyesun memutar tubuh kearah Kimjoon, "Hari ini sekolah Kangsan ada penyelenggaraan rapat para guru jadi semua murid boleh pulang satu jam lebih awal ... Saya harus menjemput Kangsan sekarang, kalau tidak dia akan sendirian di sekolah .. "

"Tunggu sebentar, oppa akan mengantarmu .... "

"Tidak perlu, oppa!! .. Saya bisa menjemput Kangsan sendiri .. , Oppa masih ada pasien yang harus diperiksa... Miane kalau saya pulang lebih awal, tapi jangan khawatir saya sudah berpesan ke Hyun Hyee untuk datang lebih awal .. dia akan tiba lima menit lagi ... "

"Hyesun-a!!", panggilan Kimjoon kembali menghentikan langkah Hyesun, "Kapan kamu akan mengundang oppa ke rumah barumu?"

Hyesun langsung tertegun. Janji yang telah dibuat itu sudah dilupakannya. Dengan dua orang laki-laki yang tinggal di rumahnya sekarang ini dia tidak mungkin mengundang Kimjoon ke rumah.
"Lain kali saja, oppa .. Sa .. at ini saya sedang sibuk ... "

Dan sebelum Kimjoon berkata lebih lanjut, Hyesun segera berlari keluar dari klinik itu.

*****************


Hyesun sampai di sekolah Kangsan  sepuluh menit lebih lambat dari yang dijanjikan. Hyesun menjemput Kangsan, kemudian mereka berjalan ke rumah lewat jalan setapak yang merupakan jalan satu-satunya yang menghubungkan kota Seoul dengan rumah mereka. Mereka berjalan sambil bergurau. Dan tanpa terasa mereka sampai di ambang pintu sepuluh menit kemudian.

Hyesun meraih anak kunci dari dalam tas. Kemudian dibukanya pintu itu. Hyesun masuk ke dalam rumah diikuti Kangsan.

"Kalian sudah pulang??"

Pertanyaan itu sangat mengejutkan Hyesun. Hyunjoong sudah berdiri di depan mereka. Tangannya terlipat di depan dada.

"KA .. MUUU ... Kapan kamu pulang?", Hyesun balas bertanya.

Hyunjoong mengangkat bahu dengan cuek, "Sejam yang lalu ... "

"Di mana Minho?"

Sekali lagi Hyunjoong mengangkat bahunya, "Tidak tahu!!! ... Apakah kamu juga tidak tahu, bukankah kamu pacarnya?"

Hyesun menelan ludah perlahan, "Tentu saja saya tahu dia kemana ... Minho .. dia ... dia kerja malam hari .. ", Hyesun memperhatikan Hyunjoong, "Saya dengar dari Minho, kamu .. menemui appamu hari ini, ... hmmm .. kalau kamu tidak keberatan menceritakannya padaku .. bagaimana pertemuan itu?"

Hyunjoong menghempaskan tubuhnya ke sofa. Pikirannya menerawang ke kejadian tadi siang ..............

*************

flashback ......
Setelah menelepon tuan Song, sekretaris appanya, untuk membuat perjanjian makan siang di restoran Cina dekat kawasan elite Seoul, Hyunjoong keluar rumah sekitar pukul 6:30 pagi. Karena ingin menenangkan diri sebelum pertemuan dengan Mr. Kim itu, Hyunjoong menghabiskan waktu hampir 5 jam berkeliaran tanpa tujuan di pusat kota Seoul.

Pertemuan ini akan merupakan pertemuan pertama setelah kepergiannya dari rumah sekitar dua bulan yang lalu. Sebenarnya Mr. Kim sudah berulangkali mengutus orang untuk membawa Hyunjoong kembali ke rumah. Tapi karena kekerasan sifat Hyunjoong, semua usaha itu tidak pernah berhasil.

Pukul 12 siang, Hyunjoong tiba di restoran yang telah dijanjikan. Mr. Kim sudah berada dalam ruangan yang telah dipesan oleh tuan Song. Hyunjoong agak gugup menghadapi appanya dan dia sangat terkejut ketika melihat tampang pria setengah baya itu. Ohh tuhan, mengapa dia kelihatan lebih tua dari yang dilihatnya dua bulan yang lalu?

"Hyunjoong-a .... ", suara Mr. Kim terdengar bergetar.

"Appa ... ", Hyunjoong berkata pelan, "Bagaimana kabar appa?"

"Baik ... ", Mr. Kim berhenti sejenak. Dua menit kemudian dia berkata lagi, "Bagaimana juga kabarmu?"

"Gwencana ... ". Hyunjoong merasa sangat membenci dirinya sendiri saat ini. Mengapa dia menjadi kaku begini?

"Noonamu selalu menanyakan kabarmu, Hyunjoong-a!! .. Kapan kamu kembali ke rumah?"

Mata Hyunjoong terpejam perlahan, "Miane appa .... ", permintaan maaf itu akhirnya terlontar juga dari mulutnya, "Saya salah ... jeongmalmiane .... "

Mr. Kim berdiri dari kursinya. Dia berjalan ke Hyunjoong. Menarik pemuda itu bangun dari kursi yang didudukinya kemudian memeluknya erat-erat.
"Gwencana Hyunjoong-a ... Gwencana ... Appa tidak pernah menyalahkanmu!! ... Appa hanya ingin yang terbaik bagimu, karena itu appa bersikap agak keras padamu ... "

Hyunjoong menyandarkan kepala ke bahu Mr. Kim. Airmata keharuan mulai mengalir keluar dari sudut matanya, "Mianee ...", katanya lirih.

"Kapan kamu kembali ke rumah? .. Pintu rumah akan selalu terbuka buatmu, Hyunjoong-a .. Lupakanlah yang lalu .. Appa tidak akan memaksamu lagi .. Lakukanlah apa yang kamu sukai, walaupun ... ya .. tentu saja appa berharap kamu bisa berubah karena cuma kamu pewaris dari Paradise Capital ... Umur appa sudah semakin tua Hyunjoong-ya, appa berharap kamu bisa belajar mengendalikan perusahaan ... "

Hyunjoong melepaskan diri dari pelukan Mr. Kim. Diperhatikannya pria itu dengan seksama.
"Bukan sekarang!! .. Miane appa .. saya belum siap!!"

Mr. Kim mengangguk perlahan. Dia tidak ingin memaksa Hyunjoong. Dia takut kalau tetap memaksakan kehendaknya, putra tunggalnya itu akan melarikan diri lagi.

*****************


Mendengar penjelasan Hyunjoong, Hyesun manggut-manggut di tempatnya. Dia selalu merasa iri dengan mereka yang mempunyai keluarga. Terbayang kembali dirinya yang sebatang kara. Beruntung dia masih memiliki Kangsan, jika tidak dia tidak tahu bagaimana harus bertahan.

"Omma .. San lapar .. "

Tarikan dari tangan Kangsan menyadarkan Hyesun dari lamunannya. Dia langsung tersenyum lebar menghadapi permata hatinya itu. Hyesun membungkuk dan meraih Kangsan ke dalam pelukannya, "Iya, omma akan memasak untukmu sekarang ... ", kemudian dia beralih ke Hyunjoong, "Bagaimana denganmu? .. Mau makan sesuatu?"

Hyunjoong mengangguk, "Gumawo .. "

Hyesun tersenyum, "Kamu tidak perlu berterimakasih padaku .. Saya harus memasak buat San jadi tidak ada masalah bagiku untuk memasak porsi lebih ... "


"Secara perlahan saya jadi mengerti mengapa Minho sampai tertarik padamu ... ", gumam Hyunjoong.

Hyesun tidak bereaksi terhadap perkataan itu karena gumaman halus itu tidak tertangkap oleh telinganya.

****************


Minho sedang menyodorkan bir dalam gelas besar ke seorang wanita bergaun seksi ketika Siwon mengambil posisi tepat dihadapannya. Minho mendesis perlahan. Dia tidak senang dengan kehadiran pemuda itu. Perhatiannya langsung dialihkan ke berbagai jenis alkohol yang terhampar di meja kerjanya.

"HEIIII MINHO-SSIIII!!!", Siwon berteriak keras. Selain karena ingin mengalahkan suara musik keras yang sedang diputar di bar itu, juga karena ingin menarik perhatian Minho.

Minho mengangkat wajah ke Siwon, "Whatttttttttttt?!!"


"Heiii come on, jangan berpura-pura bodoh Minho-ssi ... Sekarang sudah minggu kedua, bagaimana pertaruhan kita?"

"Iya ... Bagaimana dengan pertaruhan kita?". Jessica Gomez sekarang sudah berdiri di samping Minho.

"NOONA!! ...APA-APAAN INI? .. Saya tidak pernah berkata kalau saya menyetujui pertaruhan yang kalian ajukan!!!", teriak Minho. Sepasang matanya memancarkan api amarah.

"Yaaaaaaaaaaaaa ... Lee Min Ho!! Kamu ingin ingkar janji ya?"

Minho mengerling tajam ke Siwon, "Sudah saya katakan kalau saya tidak pernah menyetujuinya!!!"

"Tapi kamu juga tidak pernah menolaknya!! ... bagaimana keadaannya jika kamu berhasil mengusir ibu muda itu keluar dari rumah? .. Kamu pasti akan mendapatkan Lotus merah yang kujanjikan ... Nah sekarang kamu tidak berhasil membuatnya keluar dari rumah itu .... tapi kamu tidak mau mengakui kekalahanmu ... Itu tidak adil Minho-a!!"

"Benar kata Siwon .... Hei hottie, sejak kapan kamu menjadi seorang pecundang??", Jessica tersenyum simpul ke Minho. Sebenarnya dia tidak bermaksud memihak Siwon. Dia hanya ingin mengoda Minho. Dan dia juga penasaran dengan ibu muda yang bisa membuat Minho bertahan tinggal bersamanya selama dua minggu. Seperti yang diketahuinya kalau Minho sangat alergi dan membenci wanita.


"Apa yang kamu inginkan dariku", Minho memandang tajam ke Siwon.

"Sesuai perjanjian kita dua minggu yang lalu!! .. Kencan sehari dengan sepupuku ...", jawab Siwon.

Minho menghembuskan nafas perlahan.
"Baiklah!! .. Tapi jangan salahkan saya jika kencan yang kami lakukan itu tidak sesuai dengan keinginannya!!"

Tanpa terlihat oleh Siwon, bibir Minho menyunggingkan senyum misterius. Jessica Gomez yang melihat itu cuma bisa tersenyum simpul.

******************

cre all pics as labeled, baidu

bersambung ke chp 5 ....


EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Minho-yaa..hs ga suka dikiss ama lu coz u gay coba ga hs pasti dgn senang hati akan balas kiss dr u... Apa tuh yg direncanain mh? Jgn2x hj yg disuruh-a dating ma sepupu-a siwon... Mh stlh merasakan bibir hs akan benar2x fallin in love nih ma hs..Tb4 mami dah update