Author Topic: *When a Gay met a Young Mom (in love again)* ~chp 22 (ending), 22 Jan'2011  (Read 98832 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile



"O .. gwencana ..", jawab Minho, dengan sepasang tangan masih menekan tangan Hyesun di telinganya.

Kimjoon melirik kearah tangan Minho, mendesah perlahan.
"Kamu yakin, Hyesun-a? .. Teriakanmu tadi keras sekali .."

Melihat arah pandangan Kimjoon, Hyesun langsung menyadari kalau dari tadi tangannya masih menempel di telinga Minho. Dengan kikuk dia mengibaskan tangan Minho dan mundur selangkah ke belakang. Melihat reaksinya, Hyunjoong lansung mencibirkan bibirnya.

"Saya ..saya baik-baik saja ... tadi .. hanya tidak sengaja menyentuh cerek berisi air mendidih ... ", jawab Hyesun gugup.

Kimjoon membuka mulutnya, "Ohh ...", hanya itu kata yang berhasil dikeluarkannya.

Minho mendesah keras, mengalihkan semua perhatian kearahnya. Kemudian dia berpaling pada Hyesun, melangkah kearahnya, memegang pergelangan tangannya dan menariknya ke bak cuci.

"Yaaaa!!!", teriak Hyesun, memprotes keras perlakuan Minho padanya.

Tapi Minho tidak memperdulikannya. Dia membuka keran air dan memajukan tangan Hyesun ke depan wastafel sehingga air yang mengalir keluar dari keran itu menyirami telapak tangan Hyesun yang memerah.




"Dengan menguyur kulit memerah dengan air dingin, kamu akan merasa lebih baik, .. Dan setelah itu keluar dari sini!!! ... saya tidak memerlukan bantuanmu!!"

Hyesun langsung mendelik kearah Minho,"Siapa yang membantumu?! .. Saya memasak buat Joon oppa, bukan membantumu!!"

Minho mendengus, "Terserah apa katamu! .. yang jelas sekarang juga kamu keluar dari tempat ini!!!".

Minho menutup keran air, memutar badan Hyesun, menghadap pintu, kemudian mendorongnya keluar dari dapur, bergabung dengan mereka yang berdiri di luar.

"Niat mau membantu malah semakin merepotkan!!", gerutu Minho.

Mata Hyesun terbelalak lebar dan mulutnya terbuka, siap membantah lagi. Tapi semuanya tertahan di tenggorokan ketika pintu dapur ditutup dengan satu tendangan keras dari Minho.

Brakkkkkkkkkkkkkk ... pintu dapur tertutup, menimbulkan angin keras yang menerpa wajah Hyesun.

"LEE MIN HOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!"

---------------------------


Empat puluh lima menit kemudian, makanan yang terdiri atas sushi, steak daging sapi, sup cream dan perkedel kentang terhidang di atas meja. Semua orang yang duduk mengelilingi meja makan menyusuri makanan yang terhampar di meja makan dengan pandangannya. Mata mereka melebar, tidak mempercayai penglihatan sendiri. Bagaimana mungkin seorang pemuda seperti dia bisa membuat makanan seperti ini? Jangankan mencicipinya, melihat penampilannya saja sudah kelihatan sangat lezat.



Minho tersenyum puas melihat sinar mata kekaguman terpancar dari orang-orang yang mengelilingi meja makan. Cuma Hyesun satu-satunya yang tidak memperlihatkan perasaannya. Dia sudah tahu kehebatan Minho dalam mengolah makanan karena itu dia sudah tidak terpengaruh lagi oleh semua masakan yang dibuatnya.

Kemudian ... mereka mulai menikmati hidangan istimewa yang disiapkan Minho, tanpa mengeluarkan suara. Hanya suara garpu dan sendok beradu dengan piring yang terdengar. Dan sesekali juga terdengar teriakan Kangsan, meminta makanan yang dia inginkan.  Benar seperti perkiraan mereka, makanan yang dibuat Minho itu sangat lezat. Mereka menghabiskan makan malam itu dengan senyum puas.

Minho mengelap bibirnya dengan serbet, kemudian berpaling ke Kangsan.
"Bagaimana, San-a? enak?"

"Nggg ... ", Kangsan menganggukkan kepalanya keras-keras sambil mengajungkan jempol kanan ke atas.

"Ha .. ha .. ha .. ", Minho tertawa keras. Tangannya mengelus sayang kepala Kangsan.

Kimjoon memperhatikan keakraban antara Minho dan Kangsan dari tempat duduknya. Dia tidak bersuara. Semua terlihat jelas olehnya. Kangsan sangat menyukai Minho dan kelihatannya pemuda itu juga sangat menyanyanginya. Kimjoon menghembuskan nafas perlahan.

Hyesun melirik Kimjoon lewat sudut matanya. Hatinya merasa tidak enak. Dia telah membuat kebohongan ini melukai perasaan Kimjoon. Dia tahu dulu Kimjoon sangat dekat dengan Kangsan, tapi sekarang .. Kangsan lebih suka menempel disamping Minho daripada Kimjoon.

Kimjoon berdiri dari tempatnya. Mengedarkan pandangan ke orang-orang yang masih duduk di kursi ruang makan, kemudian pandangannya jatuh ke mata Minho.
"Gumawo buat hidangan istimewanya, Lee Min Ho-si .. ", dia mengangguk perlahan, lalu berpaling ke Hyesun, "Saya pamit sekarang Hyesun-a .. masih ada yang harus saya kerjakan, lagipula hari sudah malam ..."

Hyesun menganggukkan kepalanya, "Saya akan mengantar oppa ke depan ... "

Kimjoon tersenyum, lalu menoleh ke Kangsan, yang sudah duduk dipangkuan Minho, "San-a, hyung pergi sekarang! .. sampai ketemu lagi .. "

"Bye-bye Joon hyung ..", teriak Kangsan sambil menghindar dari kelitikan Minho di perutnya. Anak itu tertawa keras.

"Bye Kim Joon-si ..", Minho melambaikan tangannya, diikuti Hyunjoong. Setelah itu dia kembali asyik dengan Kangsan.

Kimjoon menghembuskan nafasnya lagi, kemudian beranjak dari situ, diikuti Hyesun dari belakang.

--------------------------------     


Hyesun mengantar Kimjoon keluar rumah, setelah menyelesaikan acara makan malam mereka. Minho dan Hyunjoong tampak sibuk membereskan perangkat bekas makan makan, dibantu oleh Kangsan yang hanya merepotkan. Sesekali terdengar teriakan dari dalam ketika Kangsan menjatuhkan sesuatu ke lantai. Hyesun tersenyum dari tempatnya, di gerbang pintu depan.

"Kamu bahagia, Hyesun-a?", tanya Kimjoon tiba-tiba.

Hyesun tersentak dan mengalihkan perhatiannya, dari dalam rumah kearah Kimjoon.
"Deee??"

"Saya bertanya padamu, apakah kamu bahagia?"

Hyesun tersenyum perlahan. Tidak menjawab, tidak juga mengangguk.

"Benar pemuda itu pacarmu?", tanya Kimjoon lagi, sambil menatap tajam ke mata Hyesun.

"Hahh?", sekali lagi, Hyesun hanya bisa membelalakan matanya.

"Pemuda itu bukan tipe kesukaanmu! .. Saya memang tidak tahu kamu menyukai pria seperti apa, tapi yang saya tahu bukan tipe seperti dia! .. Pemuda berdandanan seronok dengan perilaku aneh!"

Hyesun menghembuskan nafas perlahan. Dia berpaling lagi ke dalam rumah. Kalau bisa .. dia ingin jujur pada Kimjoon. Mengatakan semua kebohongan ini. Tapi .. entah mengapa dia tidak melakukannya! .. Dari dimulainya kebohongan ini, dia tahu! .. dia sudah terjerumus di dalamnya dan tidak ada jalan lain kecuali meneruskannya. Dia tidak sanggup melihat kekhawatiran Minho karena dihantui terus oleh Hyunjoong.

"Dia pemuda yang baik kok, Joon oppa .. ", kata Hyesun pelan. Berhenti sejenak, seperti memikirkan kata-kata selanjutnya, sedangkan Kimjoon tidak bereaksi di tempatnya. "Saya dan Minho .. seperti .. seperti .. langit dan bumi .. Oppa tahu apa arti perumpaan ini?"

Kimjoon tidak menjawab. Pandangannya masih terarah tajam ke mata Hyesun.

"Langit dan bumi .. seperti terpisah jauh, tapi sebenarnya mereka saling membutuhkan .. mereka saling terkait satu sama lain, ..walaupun tidak terlihat oleh mata orang awam, tapi suatu saat .. pasti ada satu titik yang akan menyatukan mereka .. "

Hyesun terdiam setelah menjelaskan perkataannya. Perumpamaan apa ini? Dalam hati, Hyesun mengetok kepala sendiri. Dia dan Minho? seperti langit dan bumi? .. Ohh come on!!! .. dari awal sampai detik ini, pada dasarnya, .. dia dan Minho kalau mau diibaratkan .. seperti ..  seperti air dan minyak, yang sekeras apapun dan seberusaha bagaimanapun dicampur dan diaduk tetap tidak akan jadi satu.

"Saya mengerti sekarang, Hyesun-a .. Oppa hanya berharap kamu akan bahagia dengan pilihanmu .. dan .. jangan lupa kalau kamu merasa menderita, oppa akan terus berada di sampingmu .. "

Perkataan Kimjoon menyadarkan Hyesun dari lamunan. Tubuhnya agak terhentak. Setelah sadar, dia tersenyum perlahan.
"Gumawo oppa .. "

"Kalau begitu oppa pergi dulu! .. Jaga Kangsan baik-baik!"

Kimjoon menepuk lengan Hyesun perlahan. Hyesun menganggukkan kepalanya. Kemudian pemuda itu meninggalkan rumah Hyesun dengan kepala tertunduk, menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan kecil.



-----------------------


Malam harinya ....
Hyesun melirik Minho dari sudut matanya. Pemuda itu sudah memejamkan mata di kasur yang terhampar di atas lantai. Tubuhnya terbalut selimut yang diberikan Hyesun beberapa hari yang lalu. Sedangkan Kangsan sudah terlelap di sampingnya. Saat itu sudah pukul 11 malam.

"Minho-a ... ", panggil Hyesun pelan.

"Hmmm ....", jawab Minho, tanpa membuka matanya.

"Boleh saya menanyakan sesuatu?"

Minho membuka matanya, tapi tidak menoleh kearah Hyesun. Pandangannya terarah ke langit-langit kamar kelam di atas sana.

"Kamu tidak kerja malam ini?"

"Saya cuti malam ini.. Sudah dua hari dua malam saya tidak tidur, .. Dan .. saya bukan robot, saya juga butuh istirahat, karenanya saya ambil cuti sehari .. ", jawab Minho dengan pandangan yang masih terarah ke atap ruangan.



Hyesun mengangguk, berpikir sebentar, kemudian melanjutkan pertanyaannya, "Sebenarnya apa kerjamu?"

Minho terdiam. Alisnya berkerut perlahan. Dia bangkit dari lantai dan duduk menghadap Hyesun. Pandangannya terarah lurus ke mata Hyesun, tapi dia tetap tidak mengeluarkan suaranya.

Ditatap seperti itu, Hyesun menjadi gugup.
"Sa .. sa .. ya .. ti .. dak .. ber .. bermaksud i .. kut campur .. urusanmu! .. Hanya .. saja saya jadi berpikir, setelah .. setelah kita tinggal bersama dan .. setelah kebohongan yang  .. yang kita lakukan, saya .. saya rasa ada baiknya kalau kita .. saling memahami satu sama lain, ... Kamu tidak ingin jika saya ditanya Hyunjoong tidak bisa menjawab .. atau salah menjawab, sehingga .. menimbulkan kecurigaannya kan?"

"Bartender! .. Saya seorang bartender di bar '2X'!", jawab Minho cepat.

Hyesun tersenyum perlahan. Lega? .. ya, dia merasa lega! .. Ternyata Minho adalah seorang bartender dan bukan pekerjaan tidak-tidak yang pernah dibayangkannya.

"Saya seorang perawat! .. Joon oppa adalah majikanku .. Dia seorang dokter dan .. saya mempunyai seorang sahabat karib, namanya Kim So Eun! .. Soeun tinggal bersama Halmonienya dan .. dia baru kembali dari Paris sekitar tiga minggu yang lalu .. dan ..."

"Kamu tidak perlu memberikan penjelasan sepanjang itu padaku!", potong Minho.

"O .. sosoengheyo .. ", Hyesun menundukkan wajah perlahan. Dia merasa bodoh dengan perbuatan sendiri.

"Kamu tidak perlu minta maaf! .. Sudahlah!"

Kemudian .. keheningan menyelimuti kamar kecil itu. Hyesun masih menundukkan wajahnya. Dia tidak berani menatap Minho. Tangannya saling meremas karena kegelisahan yang tiba-tiba mengerayangi tubuhnya.

Minho melirik Hyesun, berdehem pelan, kemudian berkata, "Hmm .. kamu .. kamu hanya punya seorang sahabat baik?"

Hyesun mengangkat wajah perlahan. Berusaha menatap pandangan tajam Minho, tapi dia tidak sanggup. Kepalanya tertunduk lagi.
"Iya ... ", jawabnya pelan.

Minho mendesah, mengeluarkan nafasnya yang sedikit beruap. Dia menarik kembali selimutnya, kemudian membaringkan tubuh ke lantai. Matanya terpejam seiring perkataan selanjutnya, "Tidurlah!"

Hyesun memberanikan diri memandang pemuda itu. Setelah dilihatnya si pemuda sudah memejamkan mata, Hyesun menghembuskan nafas lega. Dia mulai merebahkan diri di atas ranjang dan memadamkan lampu meja yang terletak di meja kecil, dekat ranjang.

------------------------------

Dua hari kemudian, bar '2X', pukul 9 malam ....
Seperti biasa, Minho melakukan pekerjaannya setiap malam. Jessica Gomez, setelah seharian tidak menampakkan diri, memasuki ruang bar dengan tampang dingin, dan .. ini tidak biasanya. Wanita itu langsung menuju kearah Minho yang lagi sibuk dengan tabung di tangannya.

"Lee Min Ho! .. Apa yang kamu lakukan pada sepupu Siwon?"

Minho mengangkat wajah ke Jess, mengalihkan pandangan dari permainan yang sedang dilakukannya.
"Mwoo?"

"SAYA BERTANYA PADAMU! apa yang kamu lakukan pada sepupu Siwon, si Jang Geun Suk? .. Kamu tahu siapa dia, dan apa yang sanggup dilakukannya kalau dia merasa dipermainkan?"

Minho mengangkat bahu dengan cuek, "Saya tidak mempermainkannya! .. Saya sudah melakukan apa yang saya taruhkan pada kalian ... "

Jess melebarkan matanya, "KAMU TAHU TIDAK APA YANG KAMU LAKUKAN?!! .. si Jang Geun Suk itu salah satu anggota gangster terkemuka di Seoul ini! .. Jika kamu sampai menyinggungnya, hidupmu akan terancam!"

Minho menaruh tabung di tangan ke meja kerjanya. Dia tersenyum perlahan.
"Noona jangan mengkhawatirkan saya! ... Semua akan baik-baik saja .. Saya tidak takut pada kelompok gelap itu .."



"Siapa yang mengkhawatirkanmu?", Jess mencibirkan bibirnya, "Saya hanya mengkhawatirkan bar ini, ... Jika bar ini sampai diporakporandakan oleh gang itu gara-gara kamu .. Ohhh .. tidak bisa kubayangkan!! ..  dan .. Siwon, dia sudah keluar dari keanggotaan bar ini! .. kamu tahu kan apa artinya seorang pelanggan tetap seperti Siwon bagi bar '2X'?", lanjutnya lagi dengan suara berat.

Minho mengerakkan bibirnya. Dia merasa menyesal dengan apa yang disebabkannya terhadap bar '2X' dan terutama terhadap Jess. Wajah wanita di depannya terlihat agak pucat. Mungkin dia terlalu tegang dengan berita yang didapat dari Siwon.

Minho meletakkan tangan di atas tangan Jess, kemudian menepuknya perlahan.
"Jangan khawatir, noona! .. Saya tidak akan membiarkan '2X' ambruk! .. Saya akan bertanggungjawab terhadap semua ini .. "

Jess tersenyum perlahan.
"Karena itu saya selalu bilang, kalau saya sangat mencintaimu, hottie .."

Minho tertawa renyah. Percakapan mereka terputus ketika seorang pelanggan meneriakkan minuman yang diinginkannya. Minho mengangguk kearah Jess dengan senyum manis masih terhias di bibir. Kemudian dia berlalu dari hadapannya, menuju barisan botol-botol yang diperlukan untuk meramu minuman yang dipesan pelanggan tersebut.

"Saya bersungguh-sungguh, hottie .. Saya benar-benar mencintaimu ... ", gumam Jess pelan, yang tidak tertangkap oleh pendengaran Minho.

--------------------------------

Hari sabtu, pukul 8:30 pagi ...
Hyesun sudah mempersiapkan diri buat acara pembukaan butik Soeun. Dia memakai gaun pendek warna putih yang terbuka bagian atas, dengan bordiran bunga pink besar di bagian dada, sehingga memperlihatkan kulitnya yang putih mulus. Kakinya yang indah terlihat menakjubkan dan semakin panjang dengan high heels berukuran 5 cm berwarna senada. 



Setelah selesai berdandan di depan cermin, Hyesun keluar dari kamar. Dan dia berpapasan dengan Minho yang baru keluar dari kamar mandi. Kepala Hyesun agak dimiringkan. Penampilan pemuda ini sangat lain pagi ini. Dia memakai jas hitam dengan kaos dalaman berwarna putih. Seuntai kalung perak dengan liontin batu bulat menghiasi lehernya. Rambut lembut habis keramas menaungi wajahnya yang polos tanpa riasan. Hyesun terbatuk pelan. Pandangannya dialihkan ke kamar Minho. Hyunjoong belum keluar dari kamar itu.




"Ehh .. kemana Hyunjoong?", tanya Hyesun, sekedar basa basi untuk menghilangkan kecanggugannya.

Minho mengikuti arah pandangan Hyesun.
"Mungkin belum bangun dari tidurnya?", jawabnya asal-asalan. Kemudian pandangannya tertuju ke Hyesun lagi. Dia tertawa tertahan, "He .. he .. yaaa .. ada apa dengan si angsa jelek?", kepalanya ditundukkan sehingga wajahnya hampir menempel di wajah Hyesun, "ternyata angsa jelek bisa tampil cantik juga ya?"

Hyesun segera menarik wajahnya, menjauh dari Minho. Matanya mendelik, tersinggung dengan ejekan Minho.
"APA URUSANNYA DENGANMU?!!"

Minho tertawa keras melihat kemarahan Hyesun.
"Ha .. ha .. ha .. kamu seharusnya tidak perlu berias, .. Pipimu sudah merah tanpa pemerah pipi .. ha .. ha .."

Mata Hyesun semakin melebar mendengar lelucon Minho yang menurutnya tidak lucu itu. Tangannya bergerak, bermaksud memukul Minho ketika sesuatu melintas dalam otaknya. Hyesun menepuk jidatnya.
"Ohhh .. saya harus membangunkan San!! ... "

Hyesun berbalik, dan berjalan ke kamar, meninggalkan Minho yang melonggo karena tidak berhasil memperoleh kesenangan akibat mempermainkan wanita itu.

Tujuh menit kemudian, Hyesun keluar dari kamar, dengan Kangsan yang kelihatan masih mengantuk berat. Hyesun agak menarik tangan Kangsan, tapi anak itu merengek dan tidak mau bergerak dari tempatnya.

"SAN-A!! .... omma sudah terlambat, .. jadi JANGAN MERENGEK LAGI!!!"

Hyesun kembali menarik tangan Kangsan. Kali ini lebih keras. Tapi anak itu tetap tidak mau beranjak dari sana. Wajah mungilnya mulai memerah dan tanggisan mulai terdengar dari mulutnya. Hyesun mendesah perlahan, lalu ... dengan satu gerakan dia mengangkat Kangsan ke atas. Mengendongnya dengan tampang kesal.

"Apa yang kamu lakukan? membuatnya menanggis begitu? .. Memangnya kamu akan membawanya kemana?". Minho mengerutkan alisnya dan berjalan kearah Hyesun.

"TIDAK ADA URUSANNYA DENGANMU!!", teriak Hyesun. Dia masih kesal dengan perkataan Minho beberapa menit yang lalu.

"Hikss ... hyunggg!! .. San tidak mau ikut Jae ahjummaaa!!"

Minho semakin mengerutkan alisnya. Dengan paksa dia merebut Kangsan dari tangan Hyesun.
"LAGI??! ... Mengapa kamu suka sekali menitipkannya ke orang lain?"

Hyesun mengigit bibirnya, "Apa yang bisa saya lakukan? ... Saya harus menghadiri acara pembukaan butik Soeun hari ini dan .. saya tidak bisa membawa San ke sana ... Apa kamu lebih suka melihatnya sendirian di rumah ini?"

Minho mengelus lembut rambut Kangsan. Anak yang sedang menanggis dan masih mengantuk berat itu menjadi lebih tenang dengan tindakannya. Kemudian perhatian Minho dialihkan ke Hyesun.
"Biar San ikut saya saja! .. Kamu tidak akan pulang terlalu malam kan?"

Hyesun terdiam. Dia mengeleng perlahan.

"Bagus! .. kalau begitu, serahkan dia padaku! .. Kamu .. mempercayaiku kan?"

Hyesun mengigit bibirnya lagi. Masih dalam kebisuan, dia mengangguk pelan.

Minho tersenyum. Kangsan sudah tertidur dalam dekapannya. Dia melirik ke jam tangan mungil yang melingkar di tangan kiri Hyesun.
"Jam berapa acara itu akan dimulai?"

Hyesun tersentak. Dengan gugup dia berlari ke sofa. Meraih tas genggamnya, mengaruk kepala, kemudian berlari kearah Minho lagi. Tangannya terjulur ke Kangsan, terhenti di tengah jalan dan menariknya kembali.

"Apa yang kamu lakukan?", tanya Minho kebinggungan.

Hyesun mengaruk kepalanya lagi, "Sa .. saya .. tidak tahu ... Hmmm .. TAXI!! .. Benar! .. saya harus menelepon taxi!!"

Minho menghembuskan nafasnya. Matanya mendelik kearah Hyesun.
"Dasar perempuan gila!", umpatnya pelan.

"Mwooo?", Hyesun yang masih kebinggungan berpaling padanya.

"SHIROOO!!", teriak Minho.

Dia berbalik kearah pintu depan sambil mengendong Kangsan.
"Ikut saya!! .. Saya akan mengantarmu!", katanya, tanpa berpaling kearah Hyesun.

"Mwooo?!!"

"Saya akan mengantarmu dengan mobilku!!", teriak Minho. Dia sekarang sudah menghilang dari hadapan Hyesun.

"Mwooo? .. Kamu punya mobil? .. Sejak kapan kamu punya mobil?"

Hyesun berlari keluar, menyusul Minho, dengan pertanyaan-pertanyaan yang terus terlontar dari mulutnya.

-------------------------------


Mercedes merah keluaran tahun 1998 itu berhenti di depan butik Soeun tepat pada saat dimulainya acara. Hyesun keluar dari mobil diikuti Minho. Kangsan masih tertidur pulas di jok belakang.

Hyesun berhenti di depan butik dan berpaling kearah Minho.
"Gumawo ... "

Minho tersenyum. Tangannya terangkat dan mengetok pelan kepala Hyesun.
"Lain kali .. jangan ceroboh lagi!!"

"Saya tidak ... "

Bantahan Hyesun terpotong oleh teriakan keras dari belakang ..
"MINHOOOO??!!"

Hyesun berpaling ke belakang. Seorang laki-laki setengah baya dan seorang laki-laki kekar dan tampan, berusia sekitar tiga puluh tahun membelalakan mata kearah Minho. Hyesun memperhatikan mereka sejenak, kemudian berpaling kembali ke Minho.

Wajah Minho kelihatan pucat. Langkah kaki terdengar ketika kedua orang itu berlari kearah mereka. Minho mundur selangkah. Dia menepuk bahu Hyesun dengan gugup, "Sa ..sa .. ya .. pergi dulu!!"



Minho memutar tubuhnya dan berlari kearah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Terdengar bunyi mesin dihidupkan ketika kedua laki-laki itu sudah berada di sebelah Hyesun. Sekejap saja mobil yang dikendarai Minho melesat meninggalkan tempat itu.

"Itu Minho! .. Saya yakin itu Minho! .. Dia menghindariku! .. Dia masih membenciku!", laki-laki yang lebih tua berujar pelan.

"Tenanglah pak direktur, .. suatu saat dia akan memaafkan anda ..", laki-laki yang lebih muda meletakkan tangan ke pundak laki-laki setengah baya, berusaha menghiburnya.

Kemudian .. secara bersamaan, mereka berpaling kearah Hyesun. Menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa ditafsirkan. Hyesun mengejap-ngejapkan matanya ... kebinggungan ....

--------------------------------   

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline liliona

  • Superintendent
  • Junior
  • *****
  • Posts: 123
  • ^^my lovely couple^^
    • View Profile
 [AddEmoticons04225]  [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]

mami,gomawo udah diupdate nih chapter 6  [clap] [clap] [clap] [clap]

min ho semakin care ya ama hye sun  [biggrin] tinggal tunggu tanggal mainnya aja nih  [kiss]

"Kemudian .. keheningan menyelimuti kamar kecil itu. Hyesun masih menundukkan wajahnya. Dia tidak berani menatap Minho. Tangannya saling meremas karena kegelisahan yang tiba-tiba mengerayangi tubuhnya"

ya gw kira si minho yg mengerayangi tubuhnya hye sun  banghead banghead banghead udah mupeng duluan nih ama kata2x mami  [cry] [cry]

kok udah sekamar masih blm ada gerakan2x yg mencurigakan gt  [hmpfh] misalkan si hye sun pindah tidur dilantai pk alasan kepanasan tidur diranjang  [hmpfh] biar bisa dimulai nih yg ditunggu2x ama kita  [hmff]
  

mam,chapter selanjutnya please jangan kelamaan  whistling whistling




                   ~~~minsun~~~
                   *forever in love*

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
woooooooooooohoooooooooooo ada angin opo si mami mpe update 22nya sekaligus  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


yeeee tetep ye dibikin penasaran maning  [head break] [head break] [head break] [hammer] [hammer] [hammer] [ranting] [ranting] [ranting] tuh laki2 setengah baya aku tebak buapakkknya mino  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


mi kok mobilnya mino ganti mercedes merah mana keluaran tahun '98 maning bukannya lotus ye  [what]


mimi kl gini kok aku jadi kasimin ma si cuncun duuuhhhh sini dah noona kekep dech jadi shoulder t cry on nya cuncun  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] di  [head break] ma mak yem neh  [laughing] [laughing] [laughing]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
noona b, [head break] [head break] gimana sih, lotus merah itu kan taruhan buat kemenangan minho, nah karna dia kalah maka hrs kencan ama JGS [hammer] dasarrrrrrrrrrrrrr pikunnnnnnnn [head break] elu di [banned] [banned]

ayoooo tebak tuh laki2 tampan dan kekar siapa ya [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Yahhhhhhhh miskin duonk si mino  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

alahhh kl yg tampan dan kekar paling2 hubbyku yo toh yo tohhhhh emang masih napsu wat ngebengkokin hubbyku to mi 

[head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]
[head break]

[ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting]

[hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer][hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer]

[head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]

[ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting]
[ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting]

[hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer][hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ya iya dung, malah makin semangat 45 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
salam kenal.....
makasih ya udah update....
diriku manggilnya apa yah..mami?mak?umi?bunda?ato embok? [hmpfh] whistling
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
salam kenal.....
makasih ya udah update....
diriku manggilnya apa yah..mami?mak?umi?bunda?ato embok? [hmpfh] whistling
[head break] [head break] [head break] [head break] enak aja [nono] [nono]
panggil si cantik dung [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
kya yang lain aja deh..mami... [flowers] [chin] [biggrin]
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ya terserah deh wkwkwkw

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
salam kenal.....
makasih ya udah update....
diriku manggilnya apa yah..mami?mak?umi?bunda?ato embok? [hmpfh] whistling
[head break] [head break] [head break] [head break] enak aja [nono] [nono]
panggil si cantik dung [hmpfh]

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] confession of mami love niy mah [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
mami,,, aq ru bres bc c bengkok2 niy,, ma'acih dah update ya mi,,,, tp bnr kta mak nem niy... ttp bkin penasan ja nig mah [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]
iyaa feeling aq tuh co klo ga insung ya wonbin x yakk tuh c hubby2nya c emak2 itu [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
@lili: huaaa s7 bgt deh chp 7 nya c minsun bkal bgono tuh sizt... [AddEmoticons04235] [AddEmoticons04235]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
horeeeee udah diupdate [clap] [clap] [clap] thanks mami [cheekkiss]

kasian cuncunku [AddEmoticons04268] sini come to mak yem [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]

iki loh si mak kan wes punya insung kok mau ngekep cuncun jg [nono] [nono] [head break] [head break] [head break]

lelaki tampan kalo ga insung yo wonbin kan mi [chin] masih napsu ae ni si mami bengkokin lakinya si mak [hmpfh] [hmpfh]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yup yup yup udah pasti [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
MAK PIYE TO KOK MALAH DUKUNG SI MAMI TUH HUBBYMU JUGA KAN MOSO MAU DI DUETIN  [head break] [head break] [head break] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [ranting] [ranting] [ranting] SADAR MAK SADARRRRR JANGAN TERLENA MA CUNCUN UDAH BANYAK YG NGEKEP  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


MUMU JANGAN MO MANGGIL SI CANTIK PANGGIL AE MAMI BAWEL ATO MAMI SINTING MOSOK COWOK2 KEYEN KOREA DI BENGKOKIN SEMUA MA DIA  [hammer] [hammer] [hammer] [head break] [head break] [head break] [ranting] [ranting] [ranting]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
[rofl] [rofl] [rofl] [rofl] iya niy c mak yem lum sadar klo hubby'nya jg mw dibengkokin mami niy mak nem [laughing] [laughing] [laughing],, huaaa ajran sesat mat niy moso c mumu nyuruh panggil mami sinting c mak nem ini aq [head break] [head break] [head break] [head break] ah,, coz yg pantes itu panggilnya mami "girang" (temanya tante2 girang & om2 senank)  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "