Author Topic: *When a Gay met a Young Mom (in love again)* ~chp 22 (ending), 22 Jan'2011  (Read 100321 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[head break] [head break] [head break] dari jaman kuda gigit jari jg aq dah dukung niy ff tp ga prnh di thx ma mami yooo..... [angry] [angry] [angry] [hmpfh] [hmpfh]

wah asik yasuw klo gtu skrng update "chanho" dulu yaa mi.... tak tunggu yooo,.,,, klo ga update jg tak  [guns] [guns] [guns] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

oke deh klo bengkok minggu depan tak apa,, asal puaaanjang n sweet yuaaa me... klo bsa smpe 1 page jg gpp panjangnya.. [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]okay mamikuw sayang..... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[head break] [head break] [head break] yg ini lagi kok nagih chanho, kan udah diupdate, dasar!!!!! [guns] [guns] [guns]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline kimmy_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 45
  • saranghae min ho oppa 4ever
  • Location: jakarta
    • View Profile
mamiii,,,kapan d update nih ..  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
kabur ah, sblum di [head break] mami .. whistling
"Being deeply loved by someone give u strength loving some deeply give u courage" ..

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
chp ini udah selesai tp lum edit gambarnya, jd dipost apa kagak ya [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

fara

  • Guest
chp ini udah selesai tp lum edit gambarnya, jd dipost apa kagak ya [hmpfh]

post sekarang aja mi [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
chp ini udah selesai tp lum edit gambarnya, jd dipost apa kagak ya [hmpfh]

post sekarang aja mi [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
yeee ga ada gambarnya ga hot lho [hmpfh] [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
~
« Reply #1160 on: May 30, 2010, 03:22:57 am »
Yee... Kan kita mau baca ceritanya, bukan liatin gambarnya... Gambarnya juga gambar yg udh pernah ada ini... Kecuali itu gambar dr cctv di apartemen minsun yg original... Karena belum beredar, yauda pikunya kasi ke kita".. Xixi..
Aku juga bukanya dr hp jadi percuma mami  ksh gambar aku jg gk lihat... [hmff]

mam, post aja...

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ~
« Reply #1161 on: May 30, 2010, 03:25:53 am »
Yee... Kan kita mau baca ceritanya, bukan liatin gambarnya... Gambarnya juga gambar yg udh pernah ada ini... Kecuali itu gambar dr cctv di apartemen minsun yg original... Karena belum beredar, yauda pikunya kasi ke kita".. Xixi..
Aku juga bukanya dr hp jadi percuma mami  ksh gambar aku jg gk lihat... [hmff]

mam, post aja...
yaa gw update kan bkn khusus buat elu [hmpfh] [hmpfh] jd elu bisa lht gambar atau kagak jg ga ada hubungannya ama gw [laughing] [laughing]
but bener nih dipost, hmmm klu gitu woke deh, gw jg males upload piku [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
~
« Reply #1162 on: May 30, 2010, 03:30:05 am »
Sialan kamu mam,. Bilang gk ada hub nya lg, kan gw slh satu reader jga... Nah yg buka dr hp jg gw yakin bukan gw doang,,. Neiya onnie buka dr bb deh kyknya.,. :P

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
 [hmpfh] [hmpfh] karin ngambek, ya udah gw post skrg deh, mian kalau membosankan [laughing] [laughing]



CHAPTER TEN


"Ahhhh ....", tanpa disadari desahan itu keluar dari bibir Hyesun.

Minho memperdalam lumatannya. Bibir Hyesun sampai tenggelam dalam mulutnya. Perlahan, lidahnya menjulur masuk ke dalam mulut Hyesun. Panas dan hangat terasa ketika lidahnya bertemu dengan lidah Hyesun. Lidah mereka saling bertaut, melipat dan mengulung hebat seiring bibir yang saling melumat dengan ganas.

"Hyesun-a ...". Minho memanggil nama itu dengan bergairah.

Hyesun tidak mampu menjawab. Hanya desahan dan rintihan tidak ada habisnya keluar dari mulut yang masih asyik dimainkan Minho.

Perlahan, Minho membaringkan Hyesun ke tempat tidur. Bibir mereka masih saling melumat. Hyesun meremas keras rambut Minho sehingga memberikan sensasi luar biasa yang belum pernah dirasakan pemuda itu. Minho memeluk Hyesun erat-erat. Kemudian bibirnya berpindah dari bibir mungil gadis itu, mengecup cuping hidungnya, menyelusuri pipi dan telinga dengan jilatan dari ujung lidahnya yang panas. Lalu dia mengigit ujung telinga Hyesun.

"Akhhh ...", Hyesun langsung menjerit keras.

Terkejut sekaligus histeris dengan perlakuan pemuda itu, Kepalanya langsung bergerak menghindari gigitan selanjutnya. Minho tertawa kecil seraya menarik Hyesun kembali ke pelukannya. Dilahapnya bibir gadis itu dengan nafsu yang sudah sampai ke ubun-ubun.

Hyesun tidak dapat menghindar. Dia membalas lumatan Minho. Semakin lama ciuman mereka semakin dasyat. Minho mulai melepas pakaian Hyesun. Tanpa sadar, Hyesun membantunya. Setelah semua pakainnya terlepas, Minho membuka pakaiannya sendiri. Sekarang mereka benar-benar polos.

Ciuman dan lumatan masih terus bermain dengan ganas. Keadaan di kamar itu seperti bara api saking panasnya. Minho menurunkan ciumannya dari bibir ke dagu, leher, dada, dan menurun terus sampai ... (khayalkan sendiri deh hehehe). Hyesun mengigit bibir bawahnya keras-keras ketika merasakan sesuatu yang asing memasuki tubuhnya. Badannya seperti terbakar api. Panas dan agak nyeri di bagian paha, tapi kenikmatan tak terkira, perlahan merambat masuk ke dalam tubuhnya.

Mereka terkapar dengan nafas terengah-engah setelah mencapai titik kepuasan tertinggi. Sepasang mata mereka terpejam. Kenikmatan tadi masih terasa di sekujur tubuh mereka. Beberapa saat kemudian, setelah berhasil mengatur pernafasannya, Minho dan Hyesun tertidur pulas dengan senyuman puas terhias di bibir.

--------------------  


Hyesun membuka mata perlahan-lahan. Seberkas sinar langsung menancap masuk ke bola matanya lewat jendela yang gordennya terbuka. Hyesun segera menutup matanya. Lalu membukanya lagi dengan hati-hati. Sinar itu kembali mengenai matanya. Tapi kali ini tidak menyakitkan seperti tadi. Sinar matahari dini hari ini memang belum terlalu terang, dan matanya mulai terbiasa dengan cahaya yang terpancar lembut dari luar jendela.

Perlahan, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Dengan sangat pelan, matanya menutup dan terbuka berulangkali. Keadaannya seperti orang yang berada di alam mimpi. Terlihat linglung dan belum sadar benar dengan keadaan di sekitarnya.  

Lima menit kemudian, dia tertegun. Ruangan ini agak asing baginya. Ini bukan kamarnya! Hyesun langsung melebarkan mata dan melemparkan pandangan ke seluruh ruangan. Apa yang telah terjadi? Tangannya menempel di kepala dan jeritan halus “Ahhh …”terdengar. Dia memejamkan mata lagi.

“Apa yang telah terjadi?”, pertanyaan itu kembali masuk dalam pikirannya. Dia menepuk keras-keras kepalanya yang masih terasa berat. Mengapa badannya terasa sakit dan tidak bertenaga? Terutama pangkal pahanya, terasa sakit dan nyeri.

Hyesun membuka mata lagi, dan ingatan itu berangsur-angsur kembali ketika mendapati pakaiannya berserakan di lantai. Dia segera mengangkat selimut yang menyelimuti tubuhnya. Dan ASTAGA!!! Benar saja! Tubuhnya polos, tidak berbenang sehelaipun.

Hyesun menghembuskan nafas kuat-kuat. Kepalanya terangkat dan pandangannya terarah lurus ke depan. Ke jendela luar yang gordennya terbuka. Dan, baru disadarinya sekarang kalau dia tidak sendirian di ruangan ini.

Seorang pria duduk menyamping di sofa kecil dengan pandangan terlempar keluar jendela. Keadaan pemuda itu hampir polos. Hanya jeans ketat belel yang membaluti bagian bawah tubuhnya. Otot-otot menyembul keluar dari sepasang lengan yang tertumpu di bagian lutut. Hyesun menelan ludahnya.

Pemuda itu bergerak perlahan. Dia menoleh kearah Hyesun. Sinar redup dari luar menimbulkan efek luar biasa pada wajahnya yang tampan sempurna. Rambut hitam yang agak keemasan di ujung-ujungnya, dipadu garis-garis tepi tubuh berotot yang agak tembus pandang akibat sinar keemasan dari mentari pagi. Dan juga raut wajah gelap karena terlindung dari cahaya, tapi dengan sepasang mata yang tetap memancarkan sinar tajam.

Hyesun menahan nafas untuk beberapa saat. Pemandangan itu menghipnotisnya sehingga dia tidak bisa berpaling kearah lain.

“O_ kamu sudah bangun?”, tanya Minho.

Hyesun tidak menjawab karena dia memang tidak mampu mengeluarkan suaranya. Bibirnya seperti terkunci.

“Apa saya menganggu tidurmu?”, tanya Minho lagi.

Kali ini, Hyesun mengelengkan kepalanya. Minho terlihat berpikir sejenak. Setelah itu, dia berdiri dari sofa dan mendekati Hyesun. Dia menjatuhkan diri di samping gadis itu.
“Gwencana?”, tanyanya halus. Tangannya kemudian diletakkan di pundak gadis itu.

Hyesun segera menepisnya. “Gwencana!”, jawabnya tegas.

“Miane saya … “, perkataan Minho terpotong di tengah jalan.

Hyesun langsung menatapnya lekat-lekat. Dia menunggu sambungan kata-kata selanjutnya, tapi pemuda itu tetap membisu. Akhirnya, Hyesun menghembuskan nafas kuat-kuat.

“Chukae …”, katanya kecut.

“MWo?”. Minho mengerutkan alis perlahan. “Apa maksudmu? Saya tidak mengerti ..”

“Saya kalah dalam permainan ini! Kalah telak!!”. Hyesun mengigit bibir bawah kuat-kuat. Air bening sudah bermain-main di kelopak matanya. Tetapi dengan susah dia bertahan supaya tidak ditumpahkan.

“Hyesun a … “

“Saya tahu ini bukan murni kesalahanmu. Seharusnya semua ini bisa dihindari!”. Hyesun memperkuat gigitan di bibir bawahnya. Airmata tumpah tanpa dapat dicegah lagi. “Begitu mengetahui kelainanmu, mengetahui kamu … gay ..”, sepasang matanya terpejam perlahan,  desahan keras terdengar, “ … seharusnya saya pindah dari sini. Karena .. karena saya tahu .. lambat laun.. saya .. saya … “, perkataannya terhenti sampai di sini.

“Hyesun-a …”. Minho bermaksud menyentuhnya lagi, tapi segera ditahannya ketika mengingat bagaimana kerasnya sikap gadis ini.

“Jangan berkata apa-apa! Saya mohon jangan mengatakan apapun …. “. Hyesun menutupi tubuh dengan selimut, kemudian turun dari ranjang.

“Hyesun-a ..”

Panggilan itu terdengar lagi. Hyesun segera menoleh padanya. “Sudah saya katakan jangan mengatakan apapun! Anggap semuanya tidak pernah terjadi!”

“Tapi ..”, Minho berusaha membantah, tapi Hyesun segera memotong perkataannya lagi.

“Memangnya apa yang bisa kamu lakukan dengan semua ini? Apakah kamu ingin bertanggungjawab karena telah meniduriku? Mengambil keperawananku?”. Hyesun tersenyum kecut. “Jangan katakan padaku kalau kamu berubah normal sekarang! Saya tidak akan mempercayainya, jadi lebih baik kasus ini ditutup sampai di sini!”

“Kamu tidak percaya padaku?”, tanya Minho pelan, seperti bertanya pada diri sendiri. Sesungguhnya, dia hanya mengulangi perkataan Hyesun. Hyesun tidak mempercayainya, dan ini merupakan pukulan terberat yang pernah diterimanya seumur hidup. “Walaupun saya berbicara jujur dan memintanya padamu, kamu tetap tidak akan percaya?”

“Tidak!!”, jawab Hyesun tegas. “Saya tidak akan percaya! Dan saya juga tidak berani menjalaninya. Bersamamu, terlalu banyak ketidakpastian. Saya sama sekali tidak bisa melihat masa depan kita. Mungkin saja suatu saat, di masa mendatang, kamu berkata padaku kalau selama ini kamu tidak berubah, dan .. dan berita itu akan membunuhku, … sungguh! saya akan mati, tidak hanya hati, tapi juga … jiwa dan raga … “. Air bening semakin deras tertumpah dari mata Hyesun. Walaupun dia tidak terisak sedikitpun, kesedihan terpancar jelas dari matanya.

“Saya tidak akan menyakitimu Hyesun-a. Tidak akan pernah .. “, ujar Minho lembut.

Mata Hyesun terpejam. “Saya tahu. Tapi mian, saya tidak bisa menjalani sesuatu yang saya sendiripun tidak menyakininya. Mungkin bukan keinginanmu jika suatu saat kamu melakukan itu, jadi lebih baik kita tidak memulainya. Dengan begitu, tidak ada seorangpun akan disakiti .. “

Setelah mengatakan itu, Hyesun berlari keluar kamar. Selimut tebal masih membaluti tubuhnya, sedangkan pakaiannya masih berserakan di lantai kamar Minho. Karena ingin menghindari pemuda itu, Dia lupa untuk berpakaian terlebih dahulu. Minho membuka mulut, tapi tidak berhasil mencegah tindakan gadis itu. Hyesun sudah menghilang dari pandangannya. Pintu kamar tertutup keras dari luar.

Brakkkkkkkkk ………….

Minho menghembuskan nafas kuat-kuat dan mulai mengutuki dirinya sendiri. Dia salah! Dia benar-benar pemuda berengsek! Mengapa harus mabuk? Sudah tahu tidak kuat dengan minuman beralkohol, mengapa minum sebanyak? Lihat apa yang telah kamu lakukan Minho-a! Kamu menyakiti hati seorang gadis polos! Tidak! Kamu bukan hanya menyakitinya, tapi kamu juga menidurinya. Kamu telah merebut keperawanannya!

Kepala Minho tertunduk ke seprai putih yang mengalasi kasurnya. Bercak-bercak darah terlihat menempel di sana. Minho mendesah keras.
“Kamu benar-benar berengsek, Lee Min Ho!!”. Tangannya bergerak, menyentuh bercak darah tersebut. “Darah keperawanan Hyesun … “, desisnya halus.

Brakkkkkkkkk ………….

Suara itu mengejutkannya. Dia segera menarik tangannya kembali. Pintu terbuka, dan Hyesun menjulurkan kepalanya ke dalam kamar.

“Tentang .. tentang kemarin malam, sebenarnya ada masalah apa?”, tanya gadis itu agak gugup.

“Hahhh???”, Minho memandanginya dengan sinar mata bertanya.

“Kamu, ... tidak biasanya kamu mabuk seperti itu? Apakah .. apakah ada masalah berat yang tidak terselesaikan?”

Minho tidak mampu menjawab. Kehadiran gadis ini yang mendadak dan pertanyaannya yang bertubi-tubi membuatnya tidak mampu berpikir cepat.

“Ah sudahlah kalau kamu tidak bisa menjawabnya!”, gadis itu mengibaskan tangannya. Dia melangkah ke lorong luar, tapi berbalik lagi setelah langkah ketiga, “O_ ya, kamu jangan minum terlalu banyak. Itu tidak baik buat kesehatan. Saya harus membangunkan San sekarang. Kamu beristirahatlah lagi. Pengaruh alcohol itu belum hilang seluruhnya dari tubuhmu …”

Hyesun meninggalkan Minho, yang langsung tersenyum-senyum sendiri begitu mendengar peringatan dari gadis itu. “Dia perduli padaku. Bagaimanapun dia masih memperhatikanku …”

-------------------


Siang harinya, Hyesun minta cuti setengah hari dari klinik Kim’s Health. Dia memberitahu Kimjoon. Wajahnya agak pucat dan sikapnya terlihat gugup waktu itu, sehingga membuat Kimjoon bertanya-tanya.

“Wegude? Apakah kamu sakit, Hyesun-a?”. Sebenarnya, bukan hanya alasan-alasan di atas yang menyebabkan Kimjoon bertanya seperti itu. Dia sangat mengenal Hyesun, sehingga dia tahu pasti gadis ini tidak akan cuti tanpa alasan yang jelas.

“Atau .. San-kah?”, sambungnya cepat.

Hyesun langsung mengelengkan kepalanya, “Tidak!! San baik-baik saja kok. Hanya saja .. kepala .. kepalaku terasa sakit ..”. Hyesun merasa puas dengan jawabannya. Dia tidak berbohong. Kepalanya memang terasa berat saat ini.

“O begitu ..”, sahut Kimjoon prihatin. “Kalau begitu, beristirahatlah segera ..”, tangannya menyampir ke pundak Hyesun dan menepuknya lembut, “Oppa akan mengantarmu pulang ..”

“Tidak perlu!!”, tolak Hyesun cepat.

Kimjoon langsung memandanginya keheranan, “Weo?”

Hyesun tidak mampu menjawab pertanyaan itu. Dia tidak mungkin berterus-terang pada pemuda dihadapannya kalau dari klinik dia akan mengunjungi Soeun di butiknya. Tidak mungkin!

“Jika tentang jadwal praktek di sini, kamu jangan khawatir. Dokter Jung dan dokter Jeon akan mewakiliku … “, kata Kimjoon selanjutnya, sambil tersenyum lembut.

Tapi Hyesun segera membantah perkataannya, “Bukan itu maksudku! Keadaanku tidak parah dan aku bisa pulang sendiri. Aku akan memanggil taxi jadi oppa jangan khawatir .. “

“Tapi, bagaimana dengan San?”

“Minho akan menjemputnya ..”, jawab Hyesun. Dia mulai memasukkan barang-barang ke dalam tas selempangnya. “Saya akan ganti baju dulu ..”, setelah itu, dia meraih pakaian dari dalam lemari kemudian bergegas ke kamar kecil. Lima menit kemudian, dia keluar dengan penampilan yang sudah berubah, dari seorang suster ke dandanan kasual, jeans panjang dan kaos lengan putih pendek.

“Saya pergi sekarang, oppa ..”. Hyesun mengambil tasnya. Dia menoleh sebentar kearah Eunhye yang sedari tadi sibuk dengan telepon dalam jepitan pundak kirinya. “Bye Eunhye …”, dia melambai ke rekan kerjanya itu. Eunhye membalasnya dengan anggukan halus.

“Bye oppa ..”, Hyesun meneruskan lambaian kepada Kimjoon, lalu berlalu dari situ secara kilat, sebelum Kimjoon dapat mengeluarkan bantahannya lagi.

----------------------



Sepasang tangan Hyesun memegang erat cangkir berisi teh hijau yang disodorkan Soeun dua menit yang lalu. Dia terlihat gelisah, dan cangkir itu diputarnya berulangkali dengan pikiran tidak menentu.

Begitu juga Soeun, wajahnya berkerut dengan perasaan bersalah.
“Miane, Sun-a ..”, ucapnya lirih.

Hyesun mengalihkan perhatian dari cangkir di tangan kepada Soeun.
“Mwo?”, tanyanya, linglung, seperti orang yang tersadar dari mimpi panjang.

Sesaat Soeun tidak mampu memberi tanggapan terhadap pertanyaan itu. Dia menatap sahabatnya dengan pandangan sendu.
“Miane karena telah melanggar janjiku, melanggar kepercayaanmu padaku ..”, akhirnya perkataan tersebut terlontar dari mulutnya.

Hyesun tertegun. “O itu .. “, dia mengangguk perlahan ketika berhasil menangkap maksud Soeun. “Lupakan saja .. “, lanjutnya pelan. Kepalanya tertunduk ke lantai beralas karpet tebal.

“Tidak!”, teriak Soeun keras, menyebabkan Hyesun segera memusatkan perhatian padanya. “Perbuatanku itu sangat lancang dan tidak pada tempatnya! Saya telah berjanji padamu untuk tidak membongkar rahasia itu, bahkan pada halmonie sekalipun, .. tapi, lihat sekarang, apa yang telah kulakukan?! .. Saya menceritakan semuanya pada orang asing yang pertama kali kukenal. Sungguh tidak dapat dipercaya!!”, Soeun mengelengkan kepala keras-keras. “Kamu berhak marah dan memusuhiku, Sun-a! Lakukanlah itu! Marahi aku, keluarkan semua kekesalanmu, supaya perasaanmu lebih baik! Jika itu belum cukup, kamu boleh memukuliku … “. Soeun meraih tangan Hyesun dan mengarahkan ke dadanya sendiri.

“Hei kamu gila ya?”. Hyesun segera menarik tangannya kembali. Dia memandangi Soeun dengan sinar mata tak percaya. “Apa gunanya kamu melakukan semua ini? Semua sudah terjadi. Minho sudah mengetahui masa laluku, dan kenyataan ini tidak bisa diubah .. “

“Miane .. “, Soeun terduduk lemas di kursinya. Pandangannya jatuh ke lantai berkarpet tebal dari bulu berwarna abu-abu putih. “Telah .. terjadi sesuatu kan? Pemuda itu … dia, apakah dia .. telah berbuat sesuatu yang menyakiti perasaanmu sehubungan dengan kecelakaan yang menimpa Hyekyo onnie dan Jihoon oppa? Apakah dia mengingatkanmu pada kejadian mengenaskan itu?”

“Bukan begitu Soeun-a … “, Hyesun mengelengkan kepalanya. “Saya tidak marah padamu, ataupun menyesali perbuatanmu .. “, dia tersenyum pada Soeun. “Seharusnya saya berterimakasih padamu. Karena kamu menceritakan kejadian itu pada Minho, saya bisa menerima dengan ikhlas dan melupakan semua tragedy yang terjadi pada onnie dan oppa. Semua karena bantuannya. Saya mulai belajar memaafkan diri sendiri dan mempercayai kalau kecelakaan tersebut bukan kesalahanku. Semua sudah ada yang mengaturnya. Itu bukan tangan manusia, tapi kekuatan yang di atas ..”

“Kamu mempercayainya, Hyesun-a? Apakah kamu mempercayai pemuda itu?”

Hyesun mengigit bibirnya, “Entahlah ..”, jawabnya halus.

“Tapi, dia sangat berarti bagi kamu kan?”, tanya Soeun menyelidik. Senyum nakal terhias di bibirnya.

Hyesun langsung menatap sahabatnya tajam-tajam. Apakah benar Minho sangat berarti baginya? Mungkin! Entahlah, dia juga tidak dapat memastikannya. Dia menyukai pemuda itu. Tidak! Bukan hanya itu! Dia bahkan sangat memuja pemuda itu. Melebihi perasaan suka, dia mencintai pemuda tersebut.

Tapi, apakah perasaan cinta itu cukup membuat Minho berarti dalam kehidupannya? Dia tidak dapat memastikannya. Seperti juga, dia tidak mampu melihat masa depan mereka. Semua yang berkaitan dengan pemuda itu sangat semu. Untuk hidup bersamanya, memerlukan kekuatan dan kepercayaan besar. Banyak liku-liku yang mesti dilewati sebelum menuju titk kebahagiaan yang diimpikannya. Dan dia tidak memiliki kekuatan sebesar itu.

Dia, Goo Hye Sun, menginginkan pasangan dan kehidupan yang bisa diperhitungan dengan jari tangan. Dan Minho bukan orang itu. Minho tidak memberikan perasaan itu. Minho tidak terjangkau oleh tangannya. Dunia Minho berbeda dengan dunianya.

“Weo? Bukan begitu kah?”

Pertanyaan Soeun menyentaknya dari lamunan. Dan dia berpikir lagi, apakah perlu dia menceritakan kejadian semalam pada Soeun? Lalu bagaimana reaksi sahabatnya jika mengetahui dia telah bersetubuh dengan pemuda yang tidak dipercayainya?

“Ada yang lain?”, tanya Soeun lagi.

“Soeun-a .. “

“Ne, .. ada apa?”

Hyesun mengigit bibirnya. Mendapat pandangan bertanya dari Soeun, akhirnya dia mengambil keputusan bulat.
“Saya telah melakukannya Soeun-a ..”

“Mwo?”, tanya Soeun, tidak mengerti.

“Saya .. “, Hyesun mengigit bibirnya lebih keras lagi, “ .. maksudnya kami, .. kami tidur bersama semalam .. “

Mata Soeun langsung terbelalak lebar, “Chinja?”

Hyesun mengangguk perlahan.

“O chukae, Sun-a ..”. Soeun menyentuh lengan Hyesun dan menepuknya berkali-kali. Senyuman terhias di wajahnya.

“Mwo? Chukae? Apa saya tidak salah dengar? Barusan kamu mengucapkan selamat kan?”

“Ne .. “

“Weo? Maksudku, saya benar-benar berhubungan badan dengan seorang pria. Seorang pria yang bukan suamiku. Hubungan pertamaku, Soeun-a! Bagaimana mungkin kamu mengucapkan selamat buat sebuah kesalahan besar seperti itu?!”, sahut Hyesun, kesal.

Soeun tertawa lebar. “Ha .. ha .. tenanglah Hyesunku manis. Pikirkanlah, berapa umurmu sekarang? Mana ada seorang gadis masih perawan di usiamu? He .. he .. jangan marah dulu ..”. Soeun langsung berkelit dari cubitan Hyesun. “Ok, ok, serius sekarang. Lalu bagaimana perasaanmu? Maksudku, apakah kamu merasa nyaman dengan hubungan pertama itu? Atau .. apakah hubungan itu memberi perasaan khusus padamu?”

“Entahlah. Saya tidak begitu ingat. Bayangan itu sangat kabur. Lagipula .. waktu itu dia mabuk berat ..”, jawab Hyesun gugup.

“Mwo, mabuk?”, Soeun sangat terkejut, “Berarti dia ingin melepas tanggungjawab itu?”

“Tidak, bukan begitu!!”, Hyesun segera membantah, “Dia tidak bermaksud begitu, hanya saja .. saya .. saya sendiri yang menolak tanggungjawab darinya .. “

“Weo?”. Soeun mengenyitkan alisnya. Sahabatnya ini semakin sulit dimengerti. Mengapa dia melepaskan pemuda itu dari tanggungjawab yang sudah bersedia diembannya?

“Kamu tidak akan mengerti Soeun-a .. “, jawab Hyesun lirih.

“Karena itu, jelaskan padaku .. “, pinta Soeun.

Hyesun mengangkat wajahnya yang tertunduk. Dia sedang berkutat dengan pikirannya. Apakah tindakan bijaksana jika dia menceritakan ketidaknormalan daya seksual Minho pada Soeun? Dua menit berselang, akhirnya dia mengelengkan kepalanya.

“Miane, saya tidak bisa menceritakannya padamu.”

“Sun-a … “

Hyesun meraih cangkir dihadapannya dan mengamatinya dengan pikiran menerawang. “Miane .. “, ujarnya sekali lagi.

Akhirnya Soeun mengangkat tangan ke atas, tanda menyerah.
“Araso! Lupakan saja … “

Hyesun langsung tersenyum padanya.
“Gumawo … “, ucapnya halus.

-----------------



Minho menopang dagu dengan tangan kanan, sedangkan jari-jari tangan kirinya menari-nari di atas meja. Dia tenggelam dalam lamunan panjang, tanpa terusik sedikitpun suara berisik dari alat pengebor si tukang lampu yang sedang menganti beberapa lampu blitz dari langit-langit ruangan tengah bar ‘2X’.

Senyuman tipis terhias di wajahnya ketika kejadian semalam berputar kembali dalam pikirannya. Hyesun yang tidak mengenakan sehelai benangpun tertidur pulas dalam pelukannya. Bidadari kecil yang telah mengembalikan kejantanannya. Merubahnya dari laki-laki tidak normal menjadi laki-laki sejati. Laki-laki yang selama ini sangat membenci dan tidak akan pernah tertarik pada seorang wanita. Jangankan menyentuh mereka, berhadapan dengan mereka saja, dia sudah muak.

Dia merupakan wanita pertama yang berhasil menimbulkan hasrat dalam hati untuk bercinta dengannya. Bukan hanya sekali. Jika diijinkan, dia ingin melakukannya berkali-kali. Lagi dan lagi. Bahkan setiap hari. Perasaan ini tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gairah besar yang bergelora. Bibir mungil nan lembut dan tubuh semerbak mawar itu membuat pikirannya melayang. Dan dia merasa bangga karena ternyata dia pria pertamanya. Laki-laki pertama yang diserahi keperawanannya.

Minho begitu sibuk dengan pikiran pada Hyesun sehingga tidak menyadari kehadiran seseorang disebelahnya.

“Hottie .. “, sapa Jess halus.

Pemuda itu tidak beraksi. Jess memandanginya keheranan. Dia agak membungkukkan badan dan mengikuti arah pandang pemuda itu. Tidak ada yang menarik dihadapannya! Hanya dinding semen bercat putih yang dingin dan kosong.

Jess mengalihkan perhatian pada Minho lagi. Pandangan pemuda itu masih tertuju ke depan. Sinar matanya menerawang, tidak tertuju pada titik tertentu. Sedangkan senyuman masih terhias di wajahnya yang tampan.

“Hottie!!”, Jess memperkeras panggilannya. Dia menepuk pundak pundak pemuda itu. Pakkk ….

Minho langsung tersentak dari lamunannya. “Ohh …. “, mulutnya mengangga lebar begitu menyadari kehadiran Jess di situ. “Jess noona .. “

“Ada apa? Ada yang tidak beres?”, tanya Jess khawatir.

“Tidak!”, jawab Minho cepat. “Semuanya berjalan lancar kok. Mengapa noona berpikir begitu?”

Sebelum menjawab pertanyaan Minho, Jess menjatuhkan diri ke kursi di samping pemuda itu.
“Karena kamu kelihatan berpikir sangat serius, jadi saya mengira ada yang tidak beres .. “

Minho terkekeh perlahan. “He .. he .. tidak. Semuanya baik-baik saja .. “

Jess mengamatinya dengan pandangan menyelidik.
“Kamu kelihatan lain, Minho-a. Ada yang membahagiakanmu?”

“Aniyo. Mengapa noona bertanya seperti itu?”, tanya Minho, agak gugup.

“Karena noona dapat melihatnya! Kamu sangat lain akhir-akhir ini. Kemana Minho yang dingin dan tidak tertarik dengan masalah orang lain?”

“Ha .. ha .. ha .. “. Minho memperkeras suara ketawanya. Berusaha menutupi kegugupan yang semakin menghingapi hati dan perasaannya. “.. noona Jess ada-ada saja ha .. ha .. Saya dari dulu tetap saja seperti ini, tidak ada yang berubah .. he .. he …”

Jess mengenyitkan alisnya. Tingkah pemuda ini semakin aneh saja. Tidak berubah katanya?! Apanya yang tidak berubah? Jika dia memang Minho yang dulu, ditanyai seperti ini, dia pasti akan menatapnya tajam-tajam dan berkata ‘tidak ada urusannya dengan noona!!’, dengan nada berat dan dalam.

Ditatap lekat-lekat seperti itu oleh Jess, Minho semakin gugup. “Hmm oh ya, bagaimana pembicaraan noona dengan pihak penyalur?”, dengan susah payah dia mengalihkan pembicaraan kearah lain.

Jess terdiam selama beberapa menit. Pikirannya dipenuhi perubahan Minho akhir-akhir ini. Apakah akan berhasil kalau dia memaksa pemuda ini menceritakan semuanya? Jess mengeleng perlahan. Tidak! Pasti tidak akan berhasil. Pemuda ini sangat memengang teguh pendiriannya. Kalau dia memang tidak bermaksud menceritakannya, maka tidak ada gunanya dia memaksa terus.
“Baik. Mereka memiliki stok alcohol yang cukup untuk dikonsumsi bar 2X .. “, jawab Jess.

“Bagus!!”. Minho tersenyum lebar.

Setelah itu, keheningan kembali menyelimuti mereka. Minho tidak tahu harus membicarakan apa, sedangkan Jess tidak tahu apakah bijak kalau dia memberikan perhatian lebih terhadap pemuda ini. Berbagai pikiran campuraduk dalam otaknya. Tidak bisa dipungkiri kalau dia menyukai pemuda ini. Bukan hanya suka, bahkan mungkin lebih dari itu. Tapi dia juga tahu pasti kalau semua itu tidak mungkin. Minho tidak tertarik pada wanita. Oleh sebab itu, dia rela hanya menjadi seorang noona baginya.

Tapi dua bulan terakhir, sikap pemuda ini berubah. Sejak dia pindah, dan tinggal serumah dengan ibu muda itu, sikapnya berubah perlahan-lahan. Mungkin perubahan itu juga tidak disadarinya.

Minho bergerak dari posisinya. Jess mengangkat wajah dan memperhatikannya. Minho kembali tersenyum pada Jess. Terlihat agak kaku.

“Saya akan memeriksa pekerjaan para tukang lampu itu dulu. Lampu-lampu di ruang dalam juga perlu diganti. Permisi, Jess noona .. “. Minho membungkuk kecil pada Jess.

Wanita muda berbody sexy itu hanya menganggukkan kepalanya. Memberi ijin tanpa mengucapkan apa-apa. Minho ragu-ragu di tempatnya selama beberapa detik, seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi. setelah itu, dia berlalu dari hadapan Jess.

-----------


Minho sampai di rumah sekitar pukul 10 malam. Pekerjaan yang dilakukannya di bar 2X menyita banyak waktu sehingga dia baru bisa melepaskan diri sekitar pukul 8 malam. Setelah menyelesaikan makan malam dan membereskan beberapa hal kecil di bar tersebut, dia sampai di rumah sudah selarut ini. Tapi beruntung, semua perbaikan di bar itu sudah kelar, jadi ini merupakan hari terakhir liburan panjangnya.

Minho masuk ke dalam kamarnya. Mengambil kaos santai dan celana pendek, lalu menuju kamar mandi. Selesai membersihkan diri, dia berjalan lambat ke dapur. Badannya terasa segar sekarang. Begitu juga sepasang mata yang tadi hampir tidak bisa dibuka menjadi melek lagi.

Sampai di ambang pintu dapur, Minho mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama keadaan dalam rumah. Sangat sunyi dan suram. Hyesun dan Kangsan pasti sudah terlelap dalam kamarnya.

Minho memasuki dapur dengan langkah pelan. Tidak ada suara yang ditimbulkannya. Dia membuka kulkas, mengambil botol berisi air es dan menuangkannya ke gelas yang diambilnya dari rak di samping lemari es. Minho meneguk minuman itu dengan perlahan-lahan. Lalu, suara halus itu menarik perhatiannya. Samar-samar, lewat sudut matanya, dia menangkap bayangan seseorang berdiri selama sepersekian detik di ambang pintu.

Minho segera menoleh kearah pintu. Bayangan itu sudah berlalu dari situ. Hanya ujung baju warna kuning yang sempat tertangkap penglihatannya. Minho berlari keluar dapur. Hyesun terlihat sudah mengulurkan tangannya, bersiap membuka pintu kamar yang ditempatinya dengan Kangsan.

“Hyesun-a .. “, panggil Minho halus.

Niat Hyesun kembali ke kamar tertunda. Tangannya mengantung di gagang pintu. Dia tidak bergerak, dan juga tidak bersuara. Hanya bisa membeku dengan pandangan tertuju ke pintu.

“Bisa kita bicara?”, tanya Minho, lebih halus dari tadi.

Hyesun masih tidak bergerak dari posisinya. Dengan suara berat dia menjawab, “Tidak ada yang perlu dibicarakan ..”

Kemudian, tangannya bergerak, bermaksud membuka pintu kamar tersebut. Dengan sigap, Minho berlari kearah Hyesun dan menariknya kembali.
“Ada! Ada yang ingin saya katakan!”, sahutnya dengan nada tajam. “Bisakah kamu mendengarkan pendapatku? Keinginanku? Jangan egois begini Hyesun-a!! Karena ketakutanmu, ketidakpercayaanmu, kamu menutup hati rapat-rapat padaku? Apakah itu adil? Kamu sama sekali tidak memberi kesempatan padaku untuk melakukannya, membuktikannya padamu, jadi bagaimana mungkin kamu dapat melihat ketulusanku? Bagaimana kamu bisa melihat masa depan kita?”

Pertanyaan bertubi-tubi dan sangat menyentuh perasaan itu membuat Hyesun meneteskan airmatanya. Semakin lama semakin deras. Dan isak halus juga mulai keluar dari mulutnya. “Hu .. hu .. karena … karena memang tidak ada masa depan di sana ..”. Hyesun mengibaskan tangannya, sehingga terlepas dari genggaman Minho. Dia mundur ke belakang. Ekspresi wajahnya sangat memelas.

Minho menghembuskan nafas kuat-kuat. Dia sudah tidak tahan lagi. Mengapa gadis ini begitu keras kepala? Dengan satu tarikan, dia menarik Hyesun ke dalam pelukannya. Gadis itu sangat terkejut. Dia memberontak keras. Berusaha membebaskan diri dari dekapan pemuda itu. Tapi percuma saja semua usahanya, Minho memeluknya sangat erat, sehingga ..  jangankan melepaskan diri, untuk bernafas saja sangat sulit.

“Lepaskan saya!!”, teriak Hyesun dengan nafas terengah-engah.

“Sido!!!”, teriak Minho, “Sebelum kamu berjanji bersedia menjadi pacarku, saya tidak akan melepaskanmu! Saya akan memelukmu, mendekapmu seperti ini, seumur hidup!!”

“Pemuda berengsek!!”

“Iya, saya memang berengsek!”. Jawaban itu membuat Hyesun agak mengendorkan perlawanannya. Sekarang, pandangan mereka bertemu. Karena Minho mendekapnya sangat erat, jarak mereka sangat dekat. Hembusan nafas kuat akibat perlawanan hebat tadi menerpa wajah masing-masing. “Saya berengsek karena telah menidurimu. Mencuri mahkota paling berharga yang telah kamu jaga selama 22 tahun …”, suara Minho memelan. Tangan kanannya terangkat dan menyentuh wajah gadis itu. “Miane, Hyesun-a .. “

Tanpa sadar, sepasang mata Hyesun terpejam perlahan. Dia tidak mampu memberontak lagi. Dia tidak punya tenaga untuk itu. Kekuatannya sudah hilang, terbang entah kemana. Isakan halus kembali keluar dari mulutnya, “Hu .. hu .. hu .. “

Minho mempererat dekapannya. “Miane, jeongmalmiane Hyesun-a .. “, sepasang matanya ikut terpejam.

Hyesun tidak memberi tanggapan. Apa yang mesti dikatakannya? Tidak ada. Pikirannya sudah buntu. Dia tidak mampu berpikir apa-apa. Yang dirasakannya saat ini, hanya kasih yang sangat tulus dari pemuda ini. Perlahan, kepalanya menyandar ke dada bidang pemuda ini.

“Bisakah kita memulainya, Hyesun-a? Membuka lembaran baru bagi kebahagiaan kita? Cinta kita?”, tanya Minho lembut.

Hyesun mengangkat wajahnya. Dia tidak mengeluarkan suara, hanya menatap lekat ke mata pemuda tersebut. Seakan mencari kepercayaan yang sangat dibutuhkannya.

“Dan .. tentu saja dengan Kangsan .. “, lanjut Minho sambil tersenyum lebar.

Mendengar nama Kangsan disebut, Hyesun ikut tersenyum. ‘Saat seperti ini dia masih memikirkan Kangsan, saya rasa .. saya bisa mempercayainya sekarang .. ‘, batin Hyesun.

“Tapi kamu mesti berjanji padaku?”, pertanyaan itu terlontar dari mulut Hyesun.

“Mwo?”, tanya Minho terheran-heran. Apakah perkataannya masih tidak dapat dipercaya sehingga dia masih mengharapkan janjinya yang lain?. “Apa itu?”

“Jangan menyembunyikan apapun dariku!”, sahut Hyesun, tegas. “Sekecil apapun masalah itu, jika masih ada kaitannya dengan hubungan kita, kamu harus berterus-terang padaku! Saya tidak menginginkan hubungan yang dilandasi kebohongan. Sekecil apapun kebohongan itu, saya tidak dapat menerimanya.  Itu dapat merusak hubungan kita. Jika suatu saat nanti, saya mendapati kamu menyembunyikan sesuatu dariku, saya akan meninggalkanmu, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, araso?”

Minho langsung mendaratkan ciuman ke bibir Hyesun. “Ne, araso Hyesun-ssi!!”

“Lee Min Ho!!!”, Hyesun melepaskan diri dari pelukan Minho dan mendorong pemuda itu ke belakang. “Siapa yang mengijinkanmu menciumku?”, tanya Hyesun berang.

“Ha .. ha .. kamu, si bebek jelek, kalau sudah ngambek cantik sekali … ha .. ha .. “. Minho terbahak-bahak di tempatnya melihat paras Hyesun berubah merah, semerah tomat.

“LEE MIN HO!!!!!”, teriakan itu membahana ke seisi ruangan.

“Yaaaa nanti San terbangun kalau kamu masih berteriak seperti itu … “

“Biarin!!! Kamu memang berengsek!!!”

Dan, kejar-kejaran mulai terjadi di ruang depan yang tidak begitu besar itu. Mereka berubah seperti anak kecil. Ketawa Minho semakin mengeras diiringi teriakan-teriakan dari mulut mungil Hyesun. Ya, beruntung Kangsan tidak terbangun oleh suara berisik yang memekakkan telinga itu, kalau tidak mereka akan kewalahan melayani pertanyaan bertubi-tubi dari anak bawel itu.

--------------
« Last Edit: May 30, 2010, 03:37:13 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
asik asik asik asik asik asik......  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

udah di apdet mami...

heheheheheheheheheeh

baca dulu ahh...

kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrr....................

 [smiley-whacky103] [smiley-whacky103] [smiley-whacky103] [smiley-whacky103] [smiley-whacky103] [smiley-whacky103]

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

ada  [on] [on] [on] nya gak ya....

 [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]

fara

  • Guest
Mami gumawo udh di update :D :D :D
Wowwww ada adgn MP'y Minho ma hyesun [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav]
ada MVer'y ga mi? Kalo ada aku mau dong pm-an nya mi
[hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
awalnya hyesun ga percaya kalo minho udh ga bengkok2 lg, tapi pas ngobrol ma soeun & minho meyakinkan hyesun, akhirnya mereka pacaran jg [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
[lovestruck]
btw, minho pas mp ga pake proctection ya mi? Berarti ada kemungkinan hyesun hamil dong mi [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav]   

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mami gumawo udh di update :D :D :D
Wowwww ada adgn MP'y Minho ma hyesun [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav]
ada MVer'y ga mi? Kalo ada aku mau dong pm-an nya mi
[hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
awalnya hyesun ga percaya kalo minho udh ga bengkok2 lg, tapi pas ngobrol ma soeun & minho meyakinkan hyesun, akhirnya mereka pacaran jg [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
[lovestruck]
btw, minho pas mp ga pake proctection ya mi? Berarti ada kemungkinan hyesun hamil dong mi [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav]   
[hmff] [hmff] byk banget pertanyaannya, klu soal baby hmmm kita lht aja ya [hmpfh] [lovestruck] .. ya klu yg bengkok2 jd lurus ya sulit dipercaya say, jd reaksi hyesun tuh wajar2 saja [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

fara

  • Guest
Mami gumawo udh di update :D :D :D
Wowwww ada adgn MP'y Minho ma hyesun [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav]
ada MVer'y ga mi? Kalo ada aku mau dong pm-an nya mi
[hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
awalnya hyesun ga percaya kalo minho udh ga bengkok2 lg, tapi pas ngobrol ma soeun & minho meyakinkan hyesun, akhirnya mereka pacaran jg [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
[lovestruck]
btw, minho pas mp ga pake proctection ya mi? Berarti ada kemungkinan hyesun hamil dong mi [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav]   
[hmff] [hmff] byk banget pertanyaannya, klu soal baby hmmm kita lht aja ya [hmpfh] [lovestruck] .. ya klu yg bengkok2 jd lurus ya sulit dipercaya say, jd reaksi hyesun tuh wajar2 saja [laughing] [laughing]

iya ya mi, wajar kalo hyesun sempet ga percaya kalo minho udh ga bengkok2, tapi minho udh membuktikan kejantanan'y ma hyesun dgn tdr brg [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mami gumawo udh di update :D :D :D
Wowwww ada adgn MP'y Minho ma hyesun [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav] [drool] [bav]
ada MVer'y ga mi? Kalo ada aku mau dong pm-an nya mi
[hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
awalnya hyesun ga percaya kalo minho udh ga bengkok2 lg, tapi pas ngobrol ma soeun & minho meyakinkan hyesun, akhirnya mereka pacaran jg [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
[lovestruck]
btw, minho pas mp ga pake proctection ya mi? Berarti ada kemungkinan hyesun hamil dong mi [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav]   
[hmff] [hmff] byk banget pertanyaannya, klu soal baby hmmm kita lht aja ya [hmpfh] [lovestruck] .. ya klu yg bengkok2 jd lurus ya sulit dipercaya say, jd reaksi hyesun tuh wajar2 saja [laughing] [laughing]

iya ya mi, wajar kalo hyesun sempet ga percaya kalo minho udh ga bengkok2, tapi minho udh membuktikan kejantanan'y ma hyesun dgn tdr brg [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
bisa aja lu [hmff] [hmff] minho emang jantan deh biarpun mantan bengkok [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Hip hip horreeeee ^^

Gumawo mami udh di update.. Kebayar deh smua di chapt ini.. Nunggu mami lama bgt updatenya :p

Wadoooh harus tumpengan nii si mino udh lurus ya mi :p hmph...

Aw aw aw..jadian lagi ama si hye sun :p hmph
Senangnyaaa akuuuu.. :D