Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19094 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *Love & Carerr* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess)
« on: February 07, 2010, 12:12:43 am »
CHAPTER 2 ~ Luveliprincess

Malam itu Eun Ho sedang berbaring di kamarnya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Bagaimana mungkin dia ditawari menjadi pemain utama di film itu? pikirnya. Ia menatap langit – langit kamarnya seakan disana terletak semua jawaban dari pertanyaannya. Namun ternyata rasa kantuk mulai menyergapinya. Tak lama kemudian ia pun terlelap dan bermimpi di kejar – kejar para wartawan yang menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.


*****

Sementara itu di kamar Yong Chan, ia duduk sambil menatap layar laptopnya dengan tatapan kosong. Pikirannya sangat penuh saat itu. Bagaimana mungkin wanita itu bisa menjadi pemeran utama? Dia kan sama sekali tidak cantik. Ahhh! Mengapa semua ini membingungkanku? Sepertinya sejak kedatangan dia hidupku menjadi sulit seperti ini. Pikirnya.

Lalu tiba – tiba suara kamarnya diketuk pelan. “Oppa, apa kau sudah tidur?” ujar suara perempuan dari luar pintu. “Belum, Masuk saja Yong Sae. Pintunya tidak dikunci” kata Yong Chan. Wanita yang dipanggil Yong Sae itu kemudian masuk kedalam kamar. Dia duduk di tepi tempat tidur. Dan memandang Yong Chan dengan heran. “Sebenaranya Apa yang terjadi pada Oppa dan Dam Ah Onni?” Tanya Yong Sae.

“Apa maksudmu?” Yong Chan balik bertanya.

“Dulu, Semua surat kabar dan berita di televisi menyatakan bahwa Oppa tidak ada hubungan apapun dengan Dam Ah Onni” ujar Yong Sae

“Aku sedang tidak ingin membicarakan hal itu” jawab Yong Chan dingin.

“Oppa.. Aku tahu kau masih menginginkannya”  Kata – kata Yong Sae sangat mengenai hati Yong Chan. Yong Chan hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan adiknya itu.

“Oppa..ikutilah kata hatimu. Ikutilah apa yang menurutmu benar”  Kata Yong Sae lagi. Namun perkataan Yong Sae kali ini membuat Yon Chan tertawa.   

“Aigoo..Aigoo.. Adikku yang satu ini sok tahu sekali, sok - sok  bicara masalah hati segala”  Kata Yong Chan sambil tertawa. Yong Sae yang mendengar perkataan Yong Chan berubah menjadi cemberut. Melihat adiknya cemberut seperti itu, Yong Chan malah semakin gemas dan mencubit kedua pipi Yong Sae dengan gemasnya.

 “Tenang Saja Yong Sae, Oppa-mu ini adalah lelaki terhebat di dunia. Tidak mudah ditaklukan oleh siapapun”  Kata Yong Chan

“Aiishhh.. rasanya aku tidak ingin menjadi adikmu jika kau sudah berbicara seperti itu” Ujar Yong Sae.

“Muorago? Apa katamu? Hei, kau lihat di luar sana masih banyak wanita yang ingin menjadi pacarku atau bahkan menjadi adikku. Harusnya kau bersyukur bisa memiliki Oppa yang tampan seperti diriku Ha~Ha~Ha” Yong Chan berkata dengan percaya dirinya.
Yong Sae hanya bisa menarik napas panjang melihat kelakuan kakaknya. Lalu ia  berjalan keluar kamar.

“Hei..Yong Sae-ya, kau mau kemana?” teriak Yong Chan.

“Tidur, besok aku sekolah” Kata Yong Sae tanpa menoleh ke arah Yong Chan.

“Ya..Ya.. belajar yang rajin adik kecilku” Kata Yong Chan sambil tersenyum. Lalu ia pun menutup pintu dan beranjak naik ke tempat tidur.


*****

Keesokan harinya Yong Chan dan Eun Ho sudah berada di Lapangan untuk latihan Syuting. Yong Chan yang menjadi pemeran utama pria dalam film itu memang harus melakukan adegan – adegan bertarung di dalamnya. Oleh karena itu ia harus ikut latihan khusus agar syuting berjalan dengan lancar.

Sementara Yong Chan berlatih bertarung, Eun Ho duduk di bawah pohon rindang di pinggir lapangan sambil membaca buku. Berkali – kali ia membetulkan letak kacamatanya ketika ia membaca. Tidak lama kemudian, Mr. Bae datang menghampiri Eun Ho. Eun Ho yang melihat itu langsung buru – buru menutup bukunya dan menganggukan kepalanya pada Mr. Bae.

“Santai saja..Santai Saja..” Kata Mr. Bae. Lalu ia duduk disebelah Eun Ho. “Waahh, kau pintar memilih tempat. Disini nyaman sekali” lanjutnya.
Eun Ho membalas dengan tersenyum kecil.

“Ah,bagaimana tawaranku? Sudah kau pikirkan?” tanya Mr. Bae

“Eee..itu..hmm..Aku..” Eun Ho menjadi gugup.

“Kau menolaknya bukan?” kata Mr. Bae

“Ah..itu.. bukan maksudku untuk menolak tawaranmu Mr. Bae tapi aku sama sekali belum pernah berpengalaman dalam berakting. Aku takut aku akan mengecewakanmu “ Eun Ho menjelaskan.

Mr. Bae hanya mengangguk mendengar penjelasan Eun Ho. “Baiklah jika itu keputusanmu. Tapi aku akan membuktikan jika kau memang mempunyai bakat berakting” Katanya

Eun Ho menatap Mr. Bae bingung, tapi tidak bertanya apa - apa, lalu Mr. Bae pamit dari tempat itu dan pergi menuju tempat Yong chan berada. Eun Ho masih merasa bingung ketika ia melihat Mr. Bae membisikan sesuatu pada Yong Chan. Namun ia tidak begitu memperdulikannya. Ia lalu kembali membetulkan letak kacamatanya dan kembali membaca buku.


*****

Hari sudah beranjak siang.  Tapi Yong Chan belum kembali juga. 1 jam yang lalu latihan Yong Chan pindah di dekat hutan sana. Eun Ho tadinya ingin ikut, tapi Yong Chan melarangnya dan malah menyuruh Eun Ho untuk menunggu di tempat ia duduk tadi.  Eun Ho mulai merasa ngantuk. Ia sudah berkali – kali menguap.  Tiba – tiba seseorang datang sambil berlari kearah Eun Ho. “Yong Chan…hhh Yong Chan…” Katanya sambil terengah – engah.

“Ada apa?” Ujar Eun Ho kaget.

“Yong Chan.. Dia terluka…darah.. darahnya banyak sekali” Orang itu kelihatan panik.

“Apa? Bagaimana bisa? Dimana dia?” Eun Ho mulai ikut panik.

“Di sana..ayo ikut” Kata orang itu sambil menunjukkan jalan ke tempat Yong Chan latihan.
Eun Ho pun buru – buru mengikuti orang itu ke tempat Yong Chan. Ia kelihatan cemas sekali. Ia berdoa dalam hati supaya tidak terjadi sesuatu pada Yong Chan.

“Itu dia” Kata orang itu

Disana Eun Ho sudah melihat orang berkerumun mengelilingi Yong Chan. Eun Ho buru – buru menyeruak kedalamnya. Lalu ia melihat Yong Chan tengah berbaring sambil bersimbah darah sambil merintih kesakitan.

“Ya! Goo Yong Chan! Kau kenapa? Ada apa denganmu?” Eun Ho menghampiri Yong Chan dengan cemas. Ia kelihatan sangat panik. “Mengapa? Apa yang terjadi? Mengapa ia seperti ini? Cepat panggil Ambulan!” teriaknya.

Orang – orang disekitar situ hanya bisa terdiam memandangi Yong Chan dan Eun Ho.

“Mengapa kalian semua diam? Cepat tolong dia! Panggil ambulan!” Eun Ho mulai merasa marah. Lalu ia kembali menatap Yong Chan sambil memegang tangannya.

“Yong Chan-a,,Yong Chan-a.. Gwaenchana? Oddi Appayo? Dimana yang sakit?” Tanyaa Eun Ho cemas.

“Eun Ho-ya… “ Panggil Yong Chan lirih

“Ada apa Yong Chan? Aku disini.. Tenang, Aku disini.. Ya!! Sebenarnya apa yang terjadi? Coba jelaskan padaku!”  Teriak Eun Ho marah pada orang yang membawa Eun Ho kesini tadi.

“Itu...tadi kami sedang belajar menggunakan pedang. Sebenarnya Mr. Bae sudah menyuruh kami untuk memakai pedang kayu saja, tetapi Yong Chan bersikeras ingin menggunakan pedang asli. Lalu ketika latihan bertarung menggunakan pedang, Yong Chan tidak sengaja terkena sayatan pedang di dadanya” Kata orang itu menjelaskan dengan takut.

“A..Apa? Lalu Apa kau sudah panggil ambulan?” Tanya Eun Ho lagi.

Orang itu mengangguk. Lalu terdengar suara rintihan Yong Chan lagi.

“Eun Ho-ya…” katanya

“Iya..” Jawab Eun Ho. Ia mendekatkan telinganya pada bibir Yong Chan agar suaranya lebih terdengar jelas.

“Aku tidak kuat lagi Eun Ho…Rasanya aku mau mati” Kata Yong Chan pelan.

“Apa maksudmu? Kau tidak boleh  bicara seperti itu! Tunggulah sebentar lagi, Ambulan akan segera datang” Eun Ho berkata marah. Perasaannya campur aduk saat itu. Ia marah, cemas, sekaligus sedih.

“Sakit sekali Eun Ho…..” kata Yong Chan

“Bersabarlah Yong Chan. Kau pasti bisa, kau pasti kuat” Air mata mulai menetes di pipi Eun Ho. Baru kali ini ia secemas itu hingga menangis.

“Eun Ho…..” Suara Yong Chan semakin lama semakin terdengar pelan. Lalu ia mulai menutup matanya pelan – pelan.

“Yong Chan-a… Yong Chan-a.. kau tidak boleh tertidur. Kau harus tetap sadar. Yong Chan-a!! “ Saat itu Eun Ho benar – benar panik. Ia menampar nampar pipi Yong Chan agar Yong Chan tetap sadar. Air mata mulai mengalir deras. Ia benar – benar ketakutan saat itu. Ia teringat kejadian sepuluh tahun lalu. Dimana ia melihat kejadian yang sama. Melihat Ayahnya berbaring di tanah dengan penuh darah. Dan disampingnya ia menangis sekeras – kerasnya. Ia tidak mau kejadian itu terulang di depan matanya lagi.

“Ya…CUT!! Bagus sekali – bagus sekali” teriak Mr. Bae dari pengeras suara.

Lalu tiba – tiba saja riuh tepuk tangan meramaikan tempat itu. Eun Ho kemudian tersadar dan memandang sekelilingnya heran. Orang – orang tengah tersenyum melihatnya. Lalu ia melihat Yong Chan membuka matanya dan beranjak bangun. Yong Chan sama sekali tidak kelihatan seperti orang yang kesakitan sekarang.

Eun Ho masih berusaha memahami apa yang terjadi. Lalu terlihat Mr. Bae datang menghampirinya sambil tersenyum senang. “Lihat kan? Aku bilang anak ini memang berbakat” katanya pada orang – orang disekelilingnya.

Eun Ho akhirnya memahami apa yang terjadi. Semua itu hanyalah sandiwara. Mr. Bae yang melakukan semua ini. Ia merasa sangat malu saat itu. Tapi ia juga merasa marah, karena ia dipermainkan.

“Maafkan aku nona Lee, aku tidak bermaksud untuk mengerjaimu. Tapi aku hanya ingin membuktikan bahwa kau benar – benar mempunyai bakat acting” Katanya pada Eun Ho.

 “Bagaimana Yong Chan? Tebakanku benar bukan?” katanya lagi pada Yong Chan. Yong Chan hanya bisa terdiam. Eun Ho memandang Yong Chan. Namun Yong Chan memalingkan pandangannya kearah lain.


*****

“Mengapa kau melakukan ini padaku?” Tanya Eun Ho kesal pada Yong Chan.

Saat itu mereka tengah beristirahat di bawah pohon tempat Eun Ho duduk tadi.

“Kau kira ini mauku? Kalau Mr. Bae tidak memintanya, aku tidak ingin melakukan itu.” Kata Yong Chan sambil mengambil satu botol air dan meminumnya. “Ahhh,,lega” Katanya lagi.

Eun Ho hanya bisa cemberut mendengar perkataan Yong Chan. Lalu ia merebut botol air dari tangan Yong Chan dan meneguknya habis.

“Yaaaaa…Itu Punyaku!” Kata Yong Chan.

Eun Ho tidak menggubris perkataan Yong Chan. Dia lalu berdiri dan  beranjak pergi dari tempat itu.

“Hei,mau kemana kau?” Tanya Yong Chan. Namun Eun Ho tidak menghiraukannya dan buru – buru pergi tanpa menoleh kearah Yong Chan lagi.


*****

Malamnya, setelah terlebih dahulu pulang ke rumah untuk mandi, Eun Ho memutuskan untuk pergi menemui paman mudanya, Choi Yoon.
Baru saja ia ingin mengetuk pintu depan, tidak lama keluarlah seorang wanita cantik, berambut panjang keluar dari rumah itu. Ia kelihatannya sedang marah. Ia memandang Eun Ho dengan tajam, lalu pergi dari tempat itu.

“Yong Na..” Teriak Choi Yoon mengejar dan memanggil wanita itu. Namun wanita itu tidak menghiraukan. Choi Yoon tersentak kaget ketika ia melihat Eun Ho disana.

“Ah.. Eun Ho..Kau ada disini” Katanya.

“Hhh,,mengapa aku mengalami kejadian seperti ini lagi?” Pikir Eun Ho dalam hati.

“Kau sedang apa? Ayo masuk” Kata Choi Yoon menyadarkan Eun Ho.

Eun Ho pun buru – buru masuk ke dalam rumah. Dan duduk di ruang tamu. Choi Yoon pergi ke dapur untuk mengambil minuman.

“Kau pasti bertanya – Tanya siapa wanita itu?” kata Choi Yoon ketika ia kembali dari dapur sambil membawa minuman.

“Yah, tidak juga. Aku tidak mau ikutan urusan pribadi Paman” Kata Eun Ho berusaha untuk tidak menyinggung pamannya.

“Ha Ha Ha.. kau tidak pernah berubah. Kau memang tidak pernah mau ikut campur urusan orang lain dari dahulu” Ujar Choi Yoon sambil tertawa.

“Untuk apa? Kecuali kalau memang orang itu memang ingin memberitahukannya padaku. Jika tidak, untuk apa aku Tanya – Tanya” Kata Eun Ho

“Jadi, Apa maksud kedatanganmu kesini? Apa masalah si Goo Yong Chan lagi?” Tanya Choi Yoon sambil meneguk tehnya
Eun Ho mengangguk. Lalu dia berkata “Aku ditawari menjadi pemeran utama di film “The Sword” oleh sutradaranya langsung”

Choi Yoon yang tengah meminum tehnya langsung tersedak. “Uhukk..Uhukk.. Apa?” Katanya kaget.

“Wae? Paman mengejekku ya? Sampai kau tersedak seperti itu?” Kata Eun Ho sambil cemberut.

“Tidak,, Aku hanya kaget. Kau serius?” Tanyanya

“Aku tidak bercanda Paman” Jawab Eun Ho

“Wahh, Ada apa ini? Kau ditawari menjadi asisten Goo Yong Chan, lalu sekarang di tawari menjadi pemain film. Hei bukankah, itu serial barunya Goo Yong Chan?” Tanya Choi Yoon lagi.

Eun Ho mengangguk pelan.

“Wah, sepertinya kau jodoh dengan si Goo Yong Chan itu ya?” Ejek Choi Yoon.

“Paman ini, apa – apaan sih?” Muka Eun Ho berubah menjadi merah.

“Lihat, mukamu saja sudah berubah merah begitu. Ya! Lee Eun Hoo, kau suka padanya ya?” Choi Yoon semakin mengejek Eun Ho.

“Tidak! Bagaimana mungkin aku bisa menyukai orang yang angkuh seperti dia?” Kata Eun Ho.

“Hei..Hei.. Hati – hati dengan perkataanmu Eun Ho. Nanti kau bisa terkena Karma.” Choi Yoon tidak henti – hentinya mengejek Eun Hoo.

“Paman! Eh, tapi kok rasanya aku seperti pernah melihat wanita tadi ya?” Tanya Eun Ho.

“Ah, Kau jangan coba mengalihkan pembicaraan ya?” Kata Choi Yoon sambil tertawa.

“Tidak Paman, Aku serius. Saat ia menatap mataku, seperti… seperti Ah ya! Seperti Yong Chan saat ia menatapku.” Kata Eun Ho

“Apa? Berarti benar kan perkataanku? Kau suka pada Yong Chan..” Ejek Choi Yoon Lagi.

“Ahhh!! Pamaaaann diaammm!!!!” Teriak Eun Ho kesal.


*****

Malam yang sama di rumah keluarga Goo. Saat itu Mr. Goo, Mrs. Goo, Goo Yong Sae dan Goo Yong Chan sedang menikmati makan malam. Lalu tiba – tiba terdengar suara bel. Pelayan di rumah itu segera pergi ke pintu depan dan membukakan pintu.

Lalu terlihat Goo Yong Na, kakak tertua Yong Chan masuk kedalam dengan wajah yang sangat kusut. Matanya kelihatan sembab. Sepertinya ia baru saja menangis. Yong Sae yang melihat kakaknya datang seperti itu langsung berkata usil.

“Onni, Bussun Irisseo? Kau habis mabuk ya?” Katanya.

“Yong Sae! Jangan ganggu kakakmu..” Ujar Mrs. Goo

“Yong Na,,kau sudah makan? Ayo cepat ganti baju dan ikut makan bersama kami” Lanjut Mrs. Goo

“Aku tidak lapar” Kata Yong Na. Lalu ia segera pergi menaiki tangga, menuju kamarnya di atas.

Sesampainya di kamar, Yong Na menghempaskan tubuhnya di tempat tidur tanpa mengganti bajunya. Matanya benar – benar bengkak. Lalu ia teringat sesuatu dan beranjak bangun. Ia mencari sesuatu di laci meja belajarnya. Lalu dia menemukannya. Sebuah foto. Foto dimana ia sedang berbahagia bersama pria yang dicintainya. Pria yang selalu berada di dalam hatinya. Di belakang foto itu tertulis sebuah tulisan.


고영나 ♥ 최윤 *우리 사랑 영원히* (Goo Yong Na ♥ Choi Yoon, Uri Sarang Yeongwonhi )

Yong Na terisak lagi melihat foto itu, lalu ia merobek foto itu menjadi dua. Dan membuangnya ketempat sampah.


*****


EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun