CHAPTER 4 ~ Lovelyn
Eun Ho berdiri di pintu depan rumah pamannya, si Choi Yoon dengan perasaan kacau. Hari ini dia pulang agak cepat dari biasanya. Dia sangat kesal dengan perlakuan Yong Chan kemarin. Gara-gara tindakannya yang seenak perutnya , yaitu menciumnya di depan umum, Eun Ho di damprat habis-habisan oleh manajemen Yong Chan pagi ini.
Hari ini Eun Ho tidak di ijinkan menemani Yong Chan yang ada shooting di luar kota Seoul. Pihak manajemennya mengatakan karena mereka tidak ingin masalah ini menjadi semakin mengemparkan maka untuk sementara waktu Eun Ho hanya diperbolehkan mengurus segala sesuatu yang ada di dalam ruangan. Hari yang membosankan buat Eun Ho. Semua orang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka sendiri tanpa memperdulikannya. Semua ini gara-gara si Yong Chan dan pemberitaan dari koran yang brengsek itu.
Eun Ho mengulurkan tangannya dan mengetuk pintu depan ....
tok.. tok... tok ...
Tidak ada suara terdengar dari dalam. Eun Ho mendengarkan dengan teliti, kemudian mengetuk lagi dengan agak ragu-ragu ....
tok.. tok.... tok.
Masih tidak ada reaksi dari dalam rumah. Tiba-tiba Eun Ho menepuk dahinya .... oh my god... dunia serasa berputar di kepalanya .. bagaimana mungkin dia bisa sampai lupa kalau pamannya ikut dengan rombongan Yong Chan shooting ke luar kota hari ini? Eun Ho menghembuskan nafasnya. Segala sesuatu tidak ada yang beres sampai saat ini.
Dengan cepat Eun Ho mencari kunci yang ditaruh di dalam tas yang dipakainya. Setelah dapat, dia memasukan anak kunci itu ke lubangnya. Tapi sebelum dia sempat memutar anak kunci tersebut, pintu di depannya terbuka dengan tiba-tiba dari dalam dan........ teriakan yang keras langsung [bigno]akan telinganya.
"Eunnn Hoooooo !!!!!!"
Seorang wanita menghambur keluar dan memeluk Eun Ho dengan erat. Eun Ho sangat terkejut mendapat sambutan yang tidak terduga itu. Matanya yang bulat dan besar berkedip-kedip dari balik kacamatanya.
"Bibi ... Younggggg?? ba........... bagaimana bibi bisa muncul disini?"
Choi Young, adik bungsu dari mamanya Eun Ho, yang juga merupakan kembaran dari Choi Yoon, tidak segera menjawab pertanyaan itu. Dia mencubit kedua pipi Eun Ho dengan gemas. Kelihatan sekali dia sangat senang bertemu kembali dengan keponakan satu-satunya ini.
"Akhhhhhhhhh .... bibi Young. .. apa yang bibi lakukan?", Eun Ho berteriak kesakitan dengan perlakuan Choi Young.
Eun Ho mengelus pipinya yang memerah setelah Choi Young melepaskan tarikan di wajahnya. Choi Young terbahak-bahak melihat Eun Ho mendelik kearahnya. Dia selalu senang mempermainkan keponakannya seperti ini, karena di mata Choi Young, Eun Ho selalu merupakan seorang anak kecil walaupun perbedaan usia mereka hanya 3 tahun.
"Ada apa sebenarnya? bukankah bibi seharusnya berada di London? mengapa bisa pulang mendadak seperti ini?", Eun Ho melancarkan pertanyaan bertubi-tubi kepada Choi Young.
Eun Ho benar-benar tidak habis pikir. Setelah tamat dari kuliahnya, bibinya yang keras kepala ini bertengkar hebat dengan mama dan paman Yoon. Semua itu dikarenakan dia bersikeras untuk terjun ke dunia model dengan mengikuti kontes model yang diadakan di London. Choi Young keluar sebagai runner-up ke 3 dalam kontes tersebut. Setelah itu dia benar-benar terjun ke dunia itu. Kejadian itu sudah terjadi 2 tahun yang lalu. Dan sekarang Choi Young berdiri di depan Eun Ho tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Choi Young tidak segera menjawab pertanyaan Eun Ho. Dia menarik tangan keponakannya itu untuk diajak masuk ke dalam rumah.
"Ceritanya sangat panjang .. ayo.. kita bicara di dalam saja..."
Eun Ho yang masih kebinggungan menurut saja di belakang Choi Young.
**************************
Choi Young memperhatikan Eun Ho yang duduk di depannya dengan senyum lebar. Eun Ho memandangi Choi Young dengan tanda tanya besar.
"Bibi dengar dari Yoon oppa bahwa ada sutradara yang berminat mengorbitkanmu menjadi artis baru, ya?", Choi Young mengedipkan matanya kearah Eun Ho.
"Hahhhhhhhhhhhh ....? jadi... jadi.. paman Yoon mengetahui kedatangan bibi?", mata Eun Ho terbelalak lebar.
Choi Young mengangguk, kemudian menjawab dengan ringan.
"Oppa mengetahuinya juga baru tadi malam.."
"Ohhh ...", hanya ini yang keluar dari mulut Eun Ho.
Seharusnya dia tidak terlalu terkejut dan heran dengan tindakan bibinya ini. Dari dulu sampai sekarang Choi Young memang selalu bertindak seenaknya sendiri.
"Dan bagaimana denganmu? sudah kamu terima tawaran itu?", Choi Young memandangi Eun Ho dengan mata berbinar-binar. Dia kelihatan tertarik sekali dengan masalah yang satu ini.
"Lupakan saja masalah itu ... saya rasa tawaran itu tidak akan berlaku lagi terhadapku... ada sesuatu yang terjadi .. sesuatu .. sesuatu yang memalukan ... dan.. yang saya khawatirkan saat ini adalah pekerjaanku yang sekarang ... huhhhh .. mudah-mudahan saya tidak dipecat karenanya .."
Choi Young mendengarkan penjelasan Eun Ho dengan cermat. Dahinya agak berkerut ketika melihat kekhawatiran terpancar dari wajah Eun Ho.
"Masalah apa itu? kelihatannya sangat serius, ya?"
Muka Eun Ho langsung memerah ketika mengingat kejadian yang terjadi di depan mall antara dia dan Yong Chan kemarin. Dengan cepat dia mengalihkan pembicaraan kearah lain.
"Lalu bagaimana dengan bibi? bibi pulang mendadak begini, bagaimana dengan pekerjaan bibi ?"
Choi Young menyandarkan punggung ke sandaran kursi yang didudukinya dengan pandangan menerawang.
"Bibi sudah mengambil keputusan untuk tinggal dan bekerja disini.."
"Hahhhh? tapi .. mengapa?", Eun Ho sangat terkejut dan sekaligus terheran-heran dengan keputusan Choi Young.
Dulu .. bibinya ini bersikeras untuk berkarir di luar, tapi sekarang dia dengan mudah berkata akan memulai karirnya lagi di sini, di Korea.
"Pekerjaan bibi tidak mulus di sana .. orang-orang sana lebih suka menggunakan model-model dalam negeri, jadi bibi berpikir lebih baik berkarir di negara sendiri daripada dianggap semu oleh orang-orang di luar sana .."
Eun Ho tersenyum dalam hati. Akhirnya bibinya ini mengetahui satu hal yaitu bagaimanapun tinggal di negara sendiri adalah yang terbaik.
"Makanya, selain oppa .. yang bibi harapkan sekarang adalah kamu .. hmmm.. apakah ada lowongan model di perusahaan kalian?"
Eun Ho kelihatan berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Choi Young.
"Hmmm .. di perusahaan kami tidak ada .. tapi.. yang saya tahu dari jadwal Yong Chan .. 'Jolly House', salah satu merek kosmetik yang terkenal di sini, sedang mencari model untuk dipasangkan dengan Yong Chan di cf terbarunya ... saya rasa bibi bisa mencobanya .. penyeleksian akan dilakukan pada tanggal 8 sampai 15 Agustus bulan depan, jadi tinggal sekitar satu minggu lagi.."
Choi Young mengacungkan jempolnya kearah Eun Ho.
"Thanks ... bibi akan mencobanya ... oh ya, Eun Ho, apakah kamu tahu gunting ditaruh dimana? bibi membawa banyak oleh-oleh dari Inggris, tapi karena diikat terlalu kuat, bibi tidak bisa melepaskannya .. bibi memerlukan gunting untuk memotong tali-tali pengikatnya .."
"Tidak, saya tidak tahu ditaruh dimana .. mungkin di kamar paman Yoon .."
Choi Young berdiri dari duduknya. Eun Ho segera berteriak ketika mengetahui apa yang akan dilakukan Choi Young kemudian.
"Bibi!!! .. bibi tidak bermaksud masuk ke kamar paman, kan? .. paman sedang tidak berada di rumah ... tidak sopan jika bibi melakukan itu .."
Tapi Choi Young tidak menghiraukan teriakan Eun Ho. Dia terus saja berjalan sampai ke lorong tengah dan memasuki kamar Choi Yoon. Dan kemudian ....
"Akhhhhhhhhhhhh ............."
Teriakan keras langsung terdengar dari kamar Choi Yoon. Eun Ho sangat terkejut. Dengan secepat kilat dia melesat ke kamar Choi Yoon. Disana, dia mendapati Choi Young sedang berdiri terpaku di depan sebuah foto besar yang terbingkai dan tergantung di dinding depan ranjang Choi Yoon. Foto itu adalah foto Choi Yoon dan Yong Na dalam pose saling berpelukan erat dan tertawa bahagia. Choi Young mengarahkan telunjuknya ke foto itu dan berkata terbata-bata ...
"Ce.. ce..wek itu ... menga.. pa fotonya.. ada .. disini?"
Eun Ho memandangi foto yang ditunjuk Choi Young dan tersenyum lebar.
"Oooo ... itu Yong Na onnie .. pacarnya paman Yoon .."
"Apaaaaaaaa???", teriak Choi Young.
Dia terkejut sekali sehingga tidak menyadari kalau teriakkannya begitu keras. Eun Ho langsung menutup telinganya rapat-rapat dengan kedua tangannya. Dipandanginya Choi Young dengan wajah berkerut.
"Yaaa .. ada apa dengan bibi sampai berteriak seperti ini? Apakah bibi mengenal Yong Na onnie?"
Mendengar pertanyaan Eun Ho, Choi Young langsung mengepalkan tangannya. Tampangnya berubah sangar dan giginya bergemeratuk hebat.
"Mengenalnya, katamu? ... hmmm... bibi tidak hanya mengenalnya .. wanita brengsek dan tidak tahu malu itu adalah teman sekelas bibi waktu kuliah dulu .."
Eun Ho sangat terkejut mendengar perkataan Choi Young. Sampai-sampai kacamata yang melorot kebawah tidak diperdulikannya. Dengan cepat dia mengeluarkan pertanyaannya lagi.
"Teman sekelas bibi? tapi.. bibi tidak kelihatan senang dengan itu?"
"Senang? ha..ha..ha.. bagaimana bibi bisa senang kalau mengetahui ternyata orang yang telah merebut pacar sendiri sekarang sedang berkencan dengan Yoon oppa?"
"Hahhhh "
Eun Ho membelalakan matanya lagi. Kacamatanya semakin melorot kebawah. Dengan cepat didorongnya kacamata tersebut keatas.
"Lihat saja nanti .. bibi tidak akan membiarkan oppa sampai dipermainkan oleh wanita itu .. bibi akan menceritakan semua tingkah lakunya yang dulu kepada oppa .. dan Eun Ho, kamu harus berada di pihak bibi.. ya ? .."
Eun Ho mengangkat kedua tangannya dengan cepat. Matanya terpejam rapat-rapat dan kepalanya digeleng-gelengkannya berkali-kali.
"Tidakkkkkkkkk!!!!!!!! .. saya tidak tahu menahu dalam masalah ini ... setelah Yong Chan, saya mohon .. bibi jangan menyeret saya kedalam urusan yang rumit ini ... cukup sudah ... sudah banyak masalah yang memusingkanku ... pekerjaan, Yong Chan, Yong Na onnie, paman Yoon dan sekarang ... bibi .. ahhh .. terlalu ruwet hubungan kalian semua .. oh.. kepalaku terasa mau pecah .. saya pergi dulu .."
Eun Ho bermaksud beranjak dari situ tapi Choi Young menghalanginya . ..
"Tidak ... bibi jangan berkata apa-apa lagi .. saya mau pergi sekarang juga ...."
Dengan cepat Eun Ho berlari meninggalkan Choi Young yang masih berdiri di tempatnya.
******************************
Eun Ho dan Yong Chan duduk dengan dikelilingi beberapa petinggi "YT Entertainment" pada keesokan harinya. Mereka sekarang sedang mendiskusikan bagaimana caranya untuk menyelesaikan scandal yang menghebohkan antara Yong Chan dan Eun Ho.
Semua mata tertuju kepada Yong Chan dan Eun Ho. Mereka semua tampak berpikir keras. Eun Ho menelan ludahnya. Dia merasa gugup dan yakin bahwa kali ini dia benar-benar akan diberhentikan dari pekerjaannya.
"Apakah .... apakah saya harus pergi sekarang juga?"
"Mengapa kamu berpikir dengan pergi dari sini semua masalah ini dapat terselesaikan?", manajer Yong Chan balas bertanya kepada Eun Ho.
"Saya.. saya .. tidak tahu..", Eun Ho segera menundukkan wajahnya.
"Benar kata Mr. Jung,.. tidak ada gunanya kamu berbuat begitu, Eun Ho ... dengan berbuat begitu, beritanya malah akan semakin membesar .. para wartawan yang tidak tahu menahu dengan masalah ini pasti akan membuat berita yang menyudutkan Yong Chan .. mereka mungkin akan memberitakan bahwa Goo Yong Chan, aktor muda yang sedang terkenal itu setelah kepergok berpacaran dan berciuman dengan asistennya itu segera memutuskan dan memecat asistennya tersebut hanya untuk menutupi hubungan mereka ..", kata Mr. Bae, sang sutradara yang juga hadir dalalm rapat tersebut.
"Lalu ... apa yang harus saya lakukan?", tanya Eun Ho.
"Tidak ada jalan lain .. sandiwara harus terus berjalan .. terima cast yang saya tawarkan kepadamu .."
"Hahhhhhhhhh ?"
Eun Ho terbengong di tempatnya. Begitu juga yang lain. Semua memandangi Mr. Bae dengan pandangan bertanya-tanya.
"Kita bisa menggunakan alasan bahwa Yong Chan dan Eun Ho berciuman hanya merupakan latihan penghayatan peran mereka buat serial "The Sword" .. dan yang sebenarnya adalah Eun Ho bukan lagi asistennya Yong Chan melainkan sudah merupakan artis baru yang dikontrak oleh "YT Entertainment".."
Semua yang berada disitu mendengarkan pendapat Mr. Bae dengan seksama. Eun Ho dan Yong Chan saling melirik dengan gelisah. Mereka berdua merasa tidak enak karena tindakan mereka yang tidak dipikir terlebih dahulu, semua orang harus menguras tenaga untuk membantu menyelesaikannya.
"Tapi... saya belum .. memutuskan untuk menerima tawaran itu .. lagipula berakting bukanlah sesuatu yang kukuasai... saya takut tidak bisa melakukannya dengan baik..", kata Eun Ho pelan.
Tapi Mr. Jung, manajernya Yong Chan, segera membantah perkataan Eun Ho. Dia bertepuk tangan dan mengacungkan jempolnya kepada Mr. Bae.
"Saya setuju dengan Mr. Bae .. ini merupakan cara terbaik untuk menutupi scandal itu, tidak ada jalan lain selain ini.. Eun Ho, kamu jangan khawatir soal akting .. banyak senior-senior disini yang akan mengajarimu .. jika kamu mau, kamu bisa minta diajari Yong Chan .. kemampuan aktingnya sudah meningkat pesat sekarang .."
Eun Ho membuka mulut, ingin membantah lagi, tapi segera dicegah oleh Yong Chan. Lengan kirinya terasa sakit ketika Yong Chan menekannya dengan kuat. Yong Chan berbisik kepadanya dengan pandangan masih terarah kedepan, ke para petinggi 'YT Entertainment'.
"Kamu masih ingin membantah, ya? kamu pikir kamu siapa sampai semua orang harus memohon kepadamu? jika kamu tidak ingin mendapat masalah segeralah terima tawaran itu .."
Eun Ho mendelik kearah Yong Chan. Dia segera memperhatikan orang-orang di sekelilingnya. Semua sedang sibuk dengan catatan-catatan dan pikirannya masing-masing. Sepertinya tidak ada seorangpun yang mendengar perkataan Yong Chan tadi.
"Yong Chan.. jika kamu ada waktu, ajari Eun Ho bagaimana caranya berakting .. masalah ini dimunculkan oleh kalian berdua jadi kalian berdualah yang harus bertanggungjawab untuk menyelesaikannya ..", kata Mr. Jung sambil mengarahkan pulpen yang dipegangnya ke Yong Chan dan Eun Ho secara bergantian.
Yong Chan mengangguk. Begitu pula dengan Eun Ho, walaupun dengan sangat terpaksa.
"Ok .. rapatnya sampai disini ....semua dijalankan sesuai dengan yang dianjurkan Mr. Bae .. Yong Chan, hari ini kamu ada pemotretan buat majalah ' ANGEL', jadi bersiap-siaplah sekarang .. dan Eun Ho, mulai sekarang kamu tidak perlu lagi mengurus segala keperluan Yong Chan.. hari ini kamu istirahat saja dulu, besok pagi saya akan menyediakan seorang pelatih untuk mengajarimu segala sesuatu yang berhubungan dengan seni peran .."
Setelah rapat berakhir, semua orang berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu satu-persatu. Yang masih berada di ruang rapat itu sekarang hanya Yong Chan dan Eun Ho. Mereka tidak mengeluarkan suara untuk waktu yang cukup lama. Perasaan risih dan grogi tiba-tiba menghinggapi mereka. Karena tidak tahan dengan suasana seperti itu, Eun Ho segera keluar dari ruangan itu dengan terburu-buru, meninggalkan Yong Chan yang masih termenung seorang diri.
******************************
Malam harinya di rumah Choi Yoon ...
"Apa katamu? Yong Na adalah teman kuliahmu dulu?", teriak Choi Yoon keras.
"Benar!.. sebenarnya dia bukan hanya teman kuliahku tapi juga merupakan sahabat kentalku .. dulu.. kami selalu melakukan segala sesuatu bersama, bahkan oleh teman-teman yang lain menjuluki kami sebagai TWINS ... sampai saya mulai berpacaran dengan Kim Jae Won pun, kami masih selalu pergi bersama .."
Choi Young berhenti sejenak disini. Wajahnya mulai menegang. Choi Yoon memperhatikannya dengan seksama.
"Teman-teman yang lain sering menasehatiku bahwa dengan selalu pergi bertiga, itu akan merusak hubunganku dengan Jae Won .. tapi.. saya tidak mendengarkannya karena saya mempercayai sahabat baikku sendiri .. lalu .. oppa tahu apa yang saya lihat setelah tiga bulan kemudian?"
Choi Young memandangi Choi Yoon dan menunggu reaksi selanjutnya. Tapi Choi Yoon tidak menjawab. Dia hanya membalas tatapan Choi Young dengan pandangan bertanya-tanya.
"Mereka berpelukan erat di taman sekolah!", Choi Young menjawab pertanyaannya sendiri dengan mata terpejam.
Choi Yoon terpaku di tempatnya. Ekspresi wajahnya kelihatan jelas bahwa dia tidak mempercayai perkataan Choi Young.
"Kamu pasti salah lihat .. atau mungkin kamu punya kesalahpahaman dalam masalah ini ...", Choi Yoon berusaha mencari alasan untuk menangkis perkataan Choi Young.
"Saya juga ingin percaya dengan penjelasan Yong Na yang mengatakan bahwa bukan dia yang merayu Jae Won, melainkan Jae Won yang mengejarnya ... tapi apa yang terlihat olehku tidak bisa berbohong, mereka benar-benar kelihatan begitu menikmati dan menghayati pelukan itu .. pokoknya saya tidak ingin jika oppa sampai disakiti oleh wanita itu .... lebih baik oppa berpikir sekali lagi dengan kepala jernih apakah memang ada baiknya oppa melanjutkan hubungan ini atau tidak ..."
Choi Young berdiri dari tempat duduknya. Dipandanginya Choi Yoon yang masih terpaku di tempatnya. Dia merasa sedih melihat muka Choi Yoon yang berubah sendu. Dia benar-benar tidak bermaksud untuk melukai hati Choi Yoon dengan ceritanya yang menyakitkan itu. Tapi demi menjaga hati Choi Yoon dari permainan Yong Na, dia harus menceritakan semuanya.
Choi Young menepuk bahu Choi Yoon kemudian berlalu dari situ. Choi Yoon masih duduk di tempatnya dengan pikiran yang menerawang jauh. Wajah Yong Na terbayang di pelupuk matanya. Hatinya sangat sakit. Benarkah Yong Na adalah tipe cewek seperti yang dikatakan Choi Yoon? Dia benar-benar tidak tahu dan itu membuat kepalanya terasa berat dan pusing.
**************************
bersambung ke chapter 5