CHAPTER 5 ~ Luveliprincess
Keesokan harinya Eun Ho sudah berada di ruang tunggu “YT Entertainment” pagi pagi sekali. Ia menunggu Mr. Bae yang katanya akan menyediakan pelatih untuk Eun Ho.
10 menit kemudian, Mr. Bae datang bersama seorang pria. Sepertinya umurnya tidak jauh dari Eun Ho. Rambutnya yang acak – acakan memberikan kesan cool padanya. Pipinya yang sedikit chubby meninggalkan kesan yang ramah padanya. Wajahnya pun lumayan tampan. Eun Ho membungkuk, untuk memberi salam.
“Kenalkan, ini pelatihmu seperti yang sudah aku janjikan” kata Mr. Bae sambil memperkenalkan orang di sebelahnya.
“Annyong haseyo, Kim Jae Won imnida, banggaepsumnida..” Katanya sambil membungkuk rendah.
“A..Annyong haseyo, jo neun Lee Eun Ho imnida” Eun Ho membalas salam Jae Won.
“Eun Ho-ssi, Dia yang akan mengajarimu berakting. Baik – baiklah dengannya” Kata Mr. Bae
Eun Ho mengangguk pelan. Jae Won menatap Eun Ho sambil tersenyum.
“Jadi? Kita mulai latihan hari ini?”
Eun Ho hanya tersenyum tipis
*****
Dam Ah berjalan sangat tergesa – gesa menyusuri koridor kantor YT entertainment. Wajahnya terlihat sangat marah, matanya menatap tajam seluruh orang yang berpapasan dengannya. Di ujung koridor ia belok ke kiri, dan berhenti pada sebuah pintu yang bertuliskan Bae Joong Hee dan membuka pintunya dengan kasar.
Mr. Bae yang berada di dalam ruangan kaget dengan suara pintu yang dibuka tiba – tiba. Mulutnya baru saja ingin mengajukan umpatan, namun Dam Ah sudah terlebih dahulu menyemprotnya dengan amarah.
“Apa maksudmu Mr. Bae? Bagaimana bisa perempuan itu mengambil peranku?!” Dam Ah berseru dengan marah.
“Peranmu?” Mr. Bae bertanya bingung
“Peran itu, peran utama dalam The Sword. Aku yang terlebih dahulu mengikuti casting! Tapi bagaimana bisa kau lebih memilih wanita itu daripada aku?!”
“Dia sama sekali tidak berpengalaman dalam berkating Mr. Bae! Kau sama saja merendahkanku jika kau melakukan itu!” Lanjut Dam Ah berapi – api.
“Dam Ah ssi! Bisakah kau tenang sedikit? Ini kantorku! Kau tidak berhak marah – marah disini” bentak Mr. Bae
“Kalau begitu jelaskan! Mengapa kau memilih wanita itu?” Tanya Dam Ah
“Karena aku bisa melihat dengan mataku, dia memiliki bakat. Lagipula aku punya peran yang lebih cocok buatmu”
“Menjadi peran pembantu maksudmu? Terima kasih Mr. Bae lebih baik aku tidak menerimanya” Kata Dam Ah kasar.
“Ya sudah kalau kau tidak mau, masih banyak orang yang menginginkan peran itu” Kata Mr. Bae acuh tak acuh.
Perkataan Mr. Bae membuat Dam Ah sakit hati. Dia benar – benar marah. Baru saja ia ingin membalas perkataan Mr. Bae namun manajernya menyeruak masuk dan memohon maaf pada Mr. Bae
“Maafkan dia Mr. Bae. Dia terlalu lancang padamu. Maafkan dia” Manajer Dam Ah membungkuk untuk memohon maaf pada Mr. Bae
Mr.. Bae hanya bisa berdehem memandang manajer Dam Ah. Dam Ah yang melihat itu semakin merasa jengkel.
“Ayo pergi…” Kata Manajar Seo sambil menarik tangan Dam Ah dengan paksa untuk keluar dari situ.
“Ah tunggu….” Kata Mr. Bae. Manajer Seo dan Dam Ah menghentikan langkahnya.
“Dam Ah-ssi, kalau kau terus seperti ini, kau tidak akan pernah berhasil sampai kapanpun” Kata Mr. Bae tajam
Dam Ah semakin kesal mendengar perkataan Mr. Bae. Dia menghempaskan pegangan Manajer Seo dari tangannya dengan kasar. Lalu pergi dari tempat itu dengan amarah yang menggebu – gebu.
Dia melewati ruang meeting dimana terdapat Eun Ho dan Jae Won. Dia menatap Eun Ho dengan pandangan dingin dan tajam. Lalu melanjutkan langkahnya untuk pergi dari situ.
*****
Eun Ho berbaring di kamarnya. Dia sangat lelah sekali. Dia meletakkan kacamatanya di meja kecil samping tempat tidurnya. Dia sangat ingin mandi, namun rasa lelah membuatnya malas untuk mandi. Akhirnya tidak lama kemudian dia tertidur pulas.
Di malam yang sama.
Choi Yoon baru saja sampai di rumah kediaman Goo untuk mengantarkan Yong Na. Mereka baru saja berkencan malam itu. Yong Na tersenyum manis dan bersiap – siap untuk turun.
“Sampai jumpa.. terima kasih untuk hari ini” Kata Yong Na
“Ah,, Yong Na-ya…” kata Choi Yoon
“Ne?”
“Apakah, ada yang kau sembunyikan dariku?”
“Ne?” Kening Yong Na berkerut mendengar perkataan Choi Yoon.
“Ah.. tidak.. tidak apa – apa. Pulanglah, sudah cukup malam” Kata Choi Yoon sambil tersenyum.
“Baiklah, hati – hati” Kata Yong Na.
Yong Na baru saja meraih gagang pintu untuk membukanya. Namun Choi Yoon menahannya sekali lagi.
“Ada apa?” Tanya Yong Na heran.
“Kau belum memberiku Goodbye kiss” Kata Choi Yoon sambil tersenyum nakal.
“Ne???” Yong Na malah makin heran..
Belum hilang keheranan Yong Na, Choi Yoon sudah mengecupkan bibirnya pada bibir Yong Na. Yong Na sedikit terperanjat. Namun nalurinya berjalan cepat dan dia memejamkan matanya untuk menikmati ciuman Choi Yoon. (sorry gw gak bisa menjelaskan lebih detail adegan ini. gak ahli dalam teori )
“Selamat malam…”
“Malam..” Yong Na memberikan senyuman yang paling manis kepada Choi Yoon. Dia sangat bahagia malam itu.
*****
“Bagaimana kencannya?” Tanya Choi Young dengan sinis ketika Choi Yoon sudah sampai dirumah.
“Aku tidak ingin membahas itu sekarang. Aku lelah” Kata Choi Yoon. Kemudian dia masuk ke kamarnya dan meninggalkan Choi Young yang masih terduduk kesal disana.
*****
3 Hari kemudian.
Eun Ho sudah mulai menguasai bagaimana caranya berakting. Ini semua berkat Jae Won. Dia pria yang cukup menyenangkan. Dia juga pandai dalam mengajar, sehingga Eun Ho lebih cepat menyerap semua pelajaran yang diterimanya.
“Bagus sekali..Bagus sekali..” Kata Mr. Bae ketika ia melihat Eun Ho saat berlatih berakting.
“Kau memang berbakat Eun Ho-ssi” Lanjutnya.
Eun Ho tersenyum mendengar pujian Mr. Bae. Dia sangat puas karena dia dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.
“Kalau begitu aku pergi dulu, silahkan lanjutkan latihan kalian” Ujar Mr. Bae lalu dia meninggalkan ruangan itu.
“Istirahat dulu saja Eun Ho-ssi kau kelihatan lelah” Kata Jae Won.
“Ne, Sonbae.. “ Eun Ho mengangguk kepada Jae Won.
Eun Ho mengambil minuman dari dispenser yang berada di samping sofa tempat Jae Won duduk.
Namun sepertinya ada yang menumpahkan air di dekat situ sehingga membuat Eun Ho yang menginjaknya terpeleset dan terjatuh.
“Aaaaahhhh…” Teriak Eun Ho.
“Hati – hati!” Teriak Jae Won
Jae Won yang berada disitu dengan refleks menangkap Eun Ho agar tidak jatuh. Di saat yang sama, Yong Chan masuk ke dalam ruangan itu. Dia kaget karena melihat Jae Won yang tengah menggendong Eun Ho dalam pelukannya.
“Kalian sedang apa?” Tanyanya
Eun Ho buru – buru melepaskan dirinya dari Jae Won, dan bangkit berdiri. Mukanya memerah seperti tomat yang baru dipetik.
Jae Won tersenyum memandang Eun Ho, membuat Eun Ho semakin salah tingkah.
“Ah, Eh.. itu, kami..hanya latihan akting” Kataku pada Yong Chan.
Mata Yong Chan menyipit memandangku heran. Namun dia tidak bicara apa – apa.
“Baiklah, silahkan lanjutkan latihannya” Kata Yong Chan, lalu dia keluar ruangan dan menuju ke tempat dimana ia seharusnya bekerja.
*****
Yong Chan sedang melamun di kamarnya. Di dalam kepalanya masih terlintas adegan Eun Ho dan Jae Won saat di kantor tadi. Yong Chan tersadar dan langsung buru – buru menepisnya.
“Aiishh, mengapa aku memikiran dia? Mengapa aku harus peduli padanya? Aaaahh ini membuatku gila” Katanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Yong Chan bangkit dari duduknya dan dia pergi ke kamar Yong Sae dan membuka pintunya begitu saja.
Yong Sae yang tengah belajar langsung kaget mendengar pintu yang dibuka tiba – tiba.
“Aaahh! Oppa!! Kenapa tidak ketuk pintu dulu sih?” Ujar Yong Sae sambil cemberut.
“Ahahaha, mian.. Kau sedang apa?” Tanya Yong Chan
“Kau tidak lihat aku sedang belajar?”
“Arasseo..arasseo, aku tidak akan mengganggumu lagi”
Yong Chan pun beranjak pergi dari kamar Yong Sae, namun tiba – tiba ponselnya berbunyi. Dia merogoh sakunya dan mencari ponsel itu.
“Ne…” Jawab Yong Chan pendek
“Ini Aku…” Ujar suara seseorang. Seseorang yang sangat Yong Chan kenal.
“Dam Ah?”
Yong Sae langsung menoleh kearah Yong Chan saat nama Dam Ah disebut. Yong Chan yang mengetahui itu langsung buru – buru menjauh agar tidak didengar oleh Yong Sae.
“Muo? Bertemu? Oddiseo?”
“Arayo.. Gidarilkkaeyo..”
Yong Chan menutup pembicaraannya dan beranjak dari kamar Yong Sae.
“Nugueyo? Dam Ah Onni?” Tanya Yong Sae penasaran.
“Geokjonghaseyo dongsaeng-a.. bukankah kau sedang be-la-jar?” sindir Yong Chan
“Oppa!”
Yong Chan hanya tersenyum memandang adiknya yang menjadi kesal karena ulahnya, lalu dia buru – buru pergi dari kamar Yong Sae sebelum Yong Sae menimpukknya dengan bantal.
*****
“Waegudae?” Kata Yong Chan dingin pada Dam Ah.
Saat itu mereka sudah berada di sebuah restoran yang cukup mewah. Yong Chan memakai kaos dan blazer putih dengan kacamata hitam menghiasi matanya. Bukan untuk gaya, tetapi untuk mencegah orang – orang mengenalnya. Jadi orang terkenal memang sulit.
“Chukae..” Kata Dam Ah setelah ia menaruh cangkir yang berisi teh di meja.
“Untuk apa?” Tanya Yong Chan bingung
“Karena kau memiliki pacar yang benar – benar seorang artis sekarang”
“Apa maksudmu?”
“Perempuan itu,, yang menjadi pemeran utama di fim “The Sword” bukankah ia pacarmu?” Tanya Dam Ah dengan sorot mata yang tajam.
Yong Chan baru mengerti sekarang dengan apa yang dibicarakan Dam Ah.
“Jadi kau menolakku hanya karena masalah peran? Jadi orang yang menjadi pacarmu harus benar – benar seorang artis?” lanjutnya
“Dam Ah..bukan begitu.. Aku..”
“Apa kau puas sekarang? Berpacaran denganku hanya akan membuatmu malu bukan? Seorang actor terkenal berpacaran dengan aktris pembantu, itu memalukan bukan?”
“Dam Ah, aku bilang bukan begitu. Itu bukan kemauanku.. Aku..”
“Kalau itu bukan kemauanmu mengapa kau mudah menyerah seperti ini?” Potong Dam Ah cepat.
Yong Chan tidak berkata apa – apa.
“Oppa.. Apa kau benar – benar mencintaiku?”
Perkataan Dam Ah benar – benar membuat Yong Chan terdiam. Dia tidak dapat mengeluarkan kata apa – apa. Dia tahu dia masih menyimpan perasaannya untuk Dam Ah. Namun ternyata dia sudah lelah, lelah menghadapi Dam Ah yang selalu emosional.
“Wae? Kenapa tidak bicara? Berarti ini semua kemauanmu kan?” Mata Dam Ah mulai dipenuhi genangan air mata.
“Kau sudah memutuskanku bukan? Kalau begitu begini saja.. “ Hanya itu yang keluar dari mulut Yong Chan.
Dam Ah tertawa pedih, genangan air mata di matanya tidak terbendung lagi. Dia berdiri dari tempat duduknya.
“Jadi itu yang ada di hatimu? Dengar Oppa, aku tidak akan pernah memaafkanmu” Kata Dam Ah dengan suara bergetar. Lalu dia segera beranjak dari tempat itu. Meninggalkan Yong Chan yang masih terduduk disana.
*****
Keesokan harinya.
Choi Young sedang memakaikan bedak pada wajahnya, lalu ia mengambil eyeshadow untuk menghiasi kelopak matanya, memakaikan mascara di bulu matanya yang lentik. Tidak lupa ia memoleskan blush on berwarna pink yang membuat pipinya semakin terlihat segar. Terakhir ia memakai lipstick tipis pada bibirnya. Dia memandang wajahnya pada cermin. Sempurna.
Hari ini Choi Young akan mengikuti casting untuk model iklan “Jolly House” oleh karena itu ia berdandan sangat cantik. Ia tersenyum puas memandang dirinya di cermin. Lalu ia segera berangkat menuju YT entertainment. Tempat ia casting hari ini.
45 menit kemudian, Choi Young telah sampai di kantor YT entertainment dan langsung menuju ruang tunggu casting. Dia tersenyum pada beberapa wanita yang telah duduk mengantri di ruang tunggu. Semua yang ada disana berbisik – bisik ketika melihat Choi Young. Mungkin mereka terpesona akan kecantikannya. Membuat peserta casting lain menjadi minder karenanya.
“Nona Choi Young?” Panggil seorang asisten.
Mendengar namanya disebut, Choi Young tersenyum pada asisten tersebut dan segera masuk kedalam ruang Casting.
*****
“Asaaaa..” Choi Young keluar ruang casting dengan wajah berseri – seri. Dia lolos menjadi 3 finalis. Besoknya ia harus menjalani casting kedua untuk menentukan siapa yang mendapatkan peran tersebut.
Choi Young segera menelpon saudaranya, Choi Yoon. Namun teleponnya tidak diangkat. Sepertinya ia sedang sibuk. Oleh karena itu ia menelpon Eun Ho untuk mengabarkan kabar gembira ini.
“Eun Ho-ya.. Aku lolos…” Kata Choi Young senang.
“Jeongmallyo? Aahh.. Chukae…” Kata Eun Ho diseberang sana.
“Eun Ho oddieyo? Bukankah kau bekerja disini? Apa kau sibuk sekarang? Bisakah kita bertemu?” Tanya Choi Young tidak sabar.
“Hmm..Jigum-eyo? Baiklah.. Aku akan menemuimu. Bagaimana kalau kita bertemu di café lantai bawah?”
“Baik.. “ Jawab Choi Young kemudian menutup ponselnya.
*****
“Eun Ho yaaaaa…” Choi Young beranjak untuk memeluk Eun Ho ketika mereka sudah bertemu di café.
“Ah bibi,,,selamat ya.. “ Eun Ho turut senang melihat bibinya itu.
“Tapi besok aku harus mengikuti casting kedua. Mudah – mudahan saja aku lolos”
“Tentu saja, aku pasti mendoakanmu bibi..” Kata Eun Ho.
“Kau sudah makan? Ayo pesan. Aku traktir”
Eun Ho tersenyum senang lalu mereka segera memesan makanan.
“Ah, bagaimana latihan aktingmu Eun Ho?” Kata Choi Young sambil memotong steaknya.
“Aahh,,hmmm haik haik haja..” Jawab Eun Ho dengan mulut penuh makanan.
“Haha.. Aku yakin kau dapat melakukannya dengan baik Eun Ho-ya kau ini kan keponakanku” Kata Choi Young penuh percaya diri.
Eun Ho langsung tertawa dan hampir tersedak.
“Muo? Memangnya kenapa kalau aku keponakan bibi?” Tanya Eun Ho
“Aigoo.. tentu saja karena aku seorang model, sifatku pasti menurun padamu” Kata Choi Young dengan narsisnya.
Eun Ho hanya bisa tertawa memandang bibinya yang sangat percaya diri itu.
“Ah, Jamkkaman…” Kata Eun Ho ketika ponselnya berbunyi. Choi Young hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.
“Ah Sonbae.. Wae? Aku sedang makan. Iya, dibawah. Kau mau kesini? Baiklah” Eun Ho menutup pembicaraan.
“Nugu?” Tanya Choi Young
“Uri Sonbae.. “
“Pelatih aktingku…” Kata Eun Ho menjelaskan ketika ia melihat Choi Young mengerutkan keningnya
“Aahh..” Ujar Choi Young mengangguk – angguk mengerti.
5 menit kemudian Jae Won telah sampai di café tersebut. Ia melihat Eun Ho tengah makan dengan perempuan yang duduk membelakanginya. Ia melambai pada Eun Ho.
“Ah Sonbae…” Eun Ho balas melambai.
Choi Young masih melahap makanannya ketika ia melihat Eun Ho melambai lambai pada seseorang yang berada di belakangnya.
“Bibi, kenalkan dia pelatihku.” Kata Eun Ho
Choi Young berbalik untuk memberi salam pada orang yang dikenalkan Eun Ho.
“Choi Young-a??”
Choi Young mendongakan kepalanya untuk melihat siapa orang tersebut. Dia langsung terperanjat ketika melihat orang itu. Matanya melotot lebar seakan-akan mau keluar dari lubang matanya. Seluruh darahnya langsung naik ketika mengetahui bahwa orang itu adalah Jae Won. Kim Jae Won.
“Kkk…Kaaauuuu?!!”