Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19089 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *Love & Carerr* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess)
« on: February 07, 2010, 12:20:46 am »
CHAPTER 7 ~ Lovelyn


Choi Young masih berdiri di taman kecil itu dengan sepucuk surat bermotif bunga tergenggam di tangan, sepeninggal Yong Na. Hatinya memberontak antara membuka atau membuang surat dari Yong Na tersebut. Choi Young meremas surat itu dengan perasaan gundah. Setelah mempertimbangkan selama sepuluh menit, akhirnya dia membuka sampul surat berwarna pink dengan motif bunga yang sudah agak menguning itu secara perlahan dan mengeluarkan selembar kertas surat yang ditulis dengan tinta biru yang agak pudar warnanya.

Dan ..... tidak salah lagi,  goresan-goresan dari tinta biru itu merupakan gaya tulisan khasnya Jae Won. Hati Choi Young langsung runtuh. Ternyata Jae Won benar-benar pernah menulis surat kepada Yong Na, sahabat yang  sudah dianggap seperti saudaranya sendiri. Secara perlahan mata Choi Young menyusuri huruf demi huruf, kata demi kata, baris demi baris surat yang ditulis oleh Jae Won itu.

Dan garis besar dari isi surat tersebut adalah sebagai berikut :

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

tertanggal, 10 September 2006

Yong Na yang pengertian,

Mungkin kamu agak terkejut menerima surat dariku. Tapi saya benar-benar sudah tidak tahan lagi. Hubunganku dengan Choi Young sudah di ujung tanduk. Aku benar-benar lelah dengan segala tindakannya yang selalu ingin menang sendiri.

Berada di dekatmu .. aku merasakan sesuatu yang lain, ketenangan dan kenyamanan. Mungkin kamu akan merasa bahwa saya seorang pacar yang brengsek dan tidak bertanggungjawab, atau mungkin juga kamu sama sekali tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadapku.

Saya berharap kamu jangan marah padaku. Saya hanya ingin kamu mengetahui sesuatu, bahwa saya mempunyai perasaan khusus terhadapmu.

salam dariku,

tertanda, Kim Jae Won

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isi surat itu sangat singkat, tapi padat dan jelas. Perlahan sepasang mata Choi Young meredup. Ternyata selama berpacaran dengannya Jae Won merasa letih dan menderita. Tapi Jae Won tidak pernah mengeluhkan itu sedikitpun terhadapnya. Apakah dia, Choi Young, benar-benar seegois itu? Choi Young mengeleng perlahan. Kepalanya sangat pusing. Sedangkan Yong Na .. dia benar-benar telah menyalahkan sahabat karibnya itu tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya.

Choi Young sekarang menjadi mengerti  mengapa Yong Na begitu membenci Jae Won dan selalu mengatakan Jae Won adalah pemuda berengsek. Semua itu dikarenakan Jae Won lah yang menjadi penyebab kehancuran persahabatan mereka.  Choi Young mendesah perlahan. Sekarang dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi dalam menangani masalah ini.


*************************


Kediaman keluarga Goo .............

Malam yang istimewa dengan hidangan yang sederhana. Mrs. Goo tampak bahagia melihat kelengkapan keluarganya dalam acara makan malam ini.  Sebenarnya sulit sekali untuk mengumpulkan seluruh anggota keluargan dalam satu kesempatan karena mereka semua mempunyai kesibukannya sendiri-sendiri. Tapi pada malam ini semua anggota keluarga Goo dapat duduk bersama menghadapi meja makan.

Mrs. Goo memperhatikan putra putrinya satu persatu. Wajah Yong Na kelihatan agak pucat, sedangkan Yong Chan tampak sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Yong Sae sedang memperhatikan noonanya dengan kening berkerut. Suara dehaman membuat Mrs. Goo berpaling kesampingnya. Mr. Goo memandangi Mrs. Goo sambil melirik-lirik kearah Yong Na.

"O ya .. Yong Na, bagaimana persiapan buat acara pembukaan klinikmu besok?", pertanyaan Mrs. Goo yang cukup keras, langsung menyadarkan Yong Na, Yong Chan dan Yong Sae dari lamunannya masing-masing.

"Semuanya sudah beres, ma ... acara pembukaannya akan dimulai pukul 8 besok pagi .. setelah itu saya akan resmi menjadi dokter yang mempunyai klinik sendiri .."

Mr and Mrs. Goo mengangguk mendengar jawaban Yong Na.

"Yong Chan, apakah besok kamu bisa menghadiri acara noona ini?", tanya Yong Na tiba-tiba kepada Yong Chan yang duduk disampingnya.

"Ya .. saya rasa saya bisa meluangkan waktu selama satu jam sebelum berangkat ke YT Entertainment .. besok pagi, kami akan kedatangan orang-orang dari pihak Jolly House yang akan mengumumkan siapa yang akan menjadi pasanganku dalam cf terbaru mereka .."

Yong Na mengangguk. Walaupun dia agak kecewa karena Yong Chan tidak bisa meluangkan waktu yang lebih banyak di hari yang sangat istimewa baginya itu, tapi dia tidak bisa memaksakan kehendaknya. Dan kekecewaannya akan berlipat karena Choi Yoon juga hanya bisa meluangkan waktu satu jam buatnya besok. Choi Yoon akan menata rambut aktor senior Jung Kam San untuk pemotretan sebuah majalah lokal.

"Apakah Choi Young onnie juga akan hadir besok?", pertanyaan ini terlontar begitu saja dari Yong Sae.

Mendengar nama Choi Young disebut, semua mata langsung tertuju kepada Yong Na, kecuali Yong Chan yang tidak mengenal Choi Young.

"Choi Young sudah pulang?"

Yong Na mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Mrs. Goo. Setelah ragu sejenak, akhirnya dia berdiri dari kursinya.

"Saya sudah kenyang .."

Yong Na segera berlari ke kamarnya, meninggalkan yang lain,  yang masih duduk disana dengan pandangan bertanya-tanya.


*********************


Keesokan harinya, acara yang dibuat untuk merayakan peresmian klinik Yong Na cukup ramai dihadiri oleh para tamu, baik yang sudah diundang maupun yang tidak diundang. Ada beberapa wartawan yang meliput berita itu. Dan sebenarnya ini wajar saja, mengingat nama Goo Yong Chan yang sudah mulai melonjak di dunia entertainment Korea.

Tapi ada yang mengesalkan Yong Chan saat itu. Para wartawan yang meliput berita itu bukan menanyakan tentang klinik baru yang dibuka noonanya melainkan menanyakan tentang pernyataannya tentang hubungannya dengan Eun Ho beberapa hari yang lalu.

Sementara Yong Chan  sibuk dengan pertanyaan para wartawan, Yong Na menerima sesuatu yang tidak terduga dari tangan Choi Yoon.

"Ini karangan bunga dari Young ... sebenarnya dia ingin datang hari ini, tapi dia masih tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadapmu .. dia memintamu untuk memberinya waktu .."

Yong Na menatap Choi Yoon tak berkedip. Kata-kata yang keluar dari mulutnya kemudian terdengar penuh keraguan.

"Kamu .. kamu .. mengetahui semuanya?"

"Ya, saya sudah mengetahuinya sejak kepulangan Young ... dia yang menceritakannya kepadaku "

Yong Na tersentak mendengar jawaban Choi Yoon. Tampangnya berubah khawatir.

"Kamu tenang saja, Yong Na .. selama ini saya memilih diam karena saya mempercayaimu ... apapun yang terjadi tidak ada yang bisa mengoyahkan cinta kita .."

Yong Na menatap Choi Yoon terharu. Kata-kata yang diucapkan Choi Yoon begitu mengena dihatinya.

"Choi Yoon!!! .. apakah kamu sudah saatnya pergi sekarang?" teriakan Yong Chan terdengar dari kejauhan, diantara kerumunan para wartawan.

"Maaf, saya harus pergi sekarang .. wawancaranya dilanjutkan lain kali saja .."

Dengan susah payah Yong Chan berhasil keluar dari kepungan para wartawan yang mengelilinginya. Dia berjalan dengan cepat kearah Choi Yoon dan menarik tangannya.

"Ayo Choi Yoon.. kita sudah terlambat ..", kata Yong Chan sambil memberi isyarat kepada Choi Yoon dengan melirikan matanya kearah wartawan yang sekarang sudah mengelilingi mereka.

Choi Yoon mengangguk setelah menangkap maksud dari Yong Chan.

"Kami pergi dulu ..", katanya sambil menepuk lembut lengan Yong Na.

"Bye noona, salam buat omma, appa dan Yong Sae dongsaeng .."

Yong Chan mengedipkan matanya. Kemudian dengan terburu-buru Yong Chan dan Choi Yoon menyeruak benteng para wartawan dan berlari dari sana dengan kecepatan luar biasa.


**************************


Dua jam kemudian, pukul 10: 35, di ruang ganti artis YT Entertainment, Yong Chan sedang duduk dengan santai menanti kedatangan orang-orang dari Jolly House yang akan mengadakan rapat terakhir penentuan siapa yang akan dijadikan pasangannya dalam iklan terbaru merek Jolly House.

Ruangan itu masih sepi pada jam begini. Yong Chan mengeluarkan ponselnya. Baru saja dia bermaksud memasangkan headphonenya, pintu ruangan yang tertutup itu dibuka dengan tiba-tiba dari luar. Mr. Jung, manajer Yong Chan, memasuki ruangan dengan tampang murka dan koran lokal tergenggam di tangan.

"Goo Yong Channnnnn ...... lihat apa yang telah kamu lakukan?", teriak Mr. Jung sambil melempar koran yang dipegangnya ke hadapan Yong Chan.

Yong Chan melirik koran dihadapannya sekilas, kemudian menyingkirkannya dari situ tanpa menjawab pertanyaan Mr. Jung.

"Benarkah kamu mengaku kepada wartawan bahwa kamu berpacaran dengan Eun Ho?", tanya Mr. Jung lebih lanjut.

"Saya sedang kalap waktu itu .. karena saya .. sudah tidak tahan lagi dengan perasaan saya sendiri ..", jawab Yong Chan pelan.

Mr. Jung membelalakan matanya yang sipit. Kacamata besar yang dipakainya sampai melorot ke bawah.

"Kalap katamu? apakah kamu sadar, dengan berbuat begitu karirmu dan Eun Ho akan terancam? .. apalagi Eun Ho .. dia baru saja menginjakkan kakinya di dunia hiburan ini, jika sampai para antifans memusuhinya, maka tidak ada tempat lagi baginya disini ... itu juga yang menyebabkan mengapa kami dulu menentangmu mengumumkan hubunganmu dengan Dam Ah .."

Mendengar perkataan Mr. Jung, Yong Chan langsung terhenyak ditempatnya.

"Lalu .. apa yang harus saya lakukan sekarang? katakan padaku Mr. Jung .. apapun itu akan saya lakukan asalkan .. jangan sampai terjadi sesuatu dengan Eun Ho .."

Mr. Jung memandangi Yong Chan dengan seksama. Amarahnya sudah agak terkendali sekarang. Dia mendekati kursi disamping Yong Chan dan mendudukinya.

"Sebenarnya masalah ini sangat sulit .. scandalmu yang dulu saja belum terselesaikan dengan baik .. mulai sekarang kamu harus hati-hati dengan segala omongan dan tindakanmu .. jika ada wartawan yang menanyakan masalah ini kepadamu, bilang saja kalau waktu itu kamu sedang kesal dan marah karena media masa tidak mau mempercayai tentang ketidakbeneran hubungan dengan Eun Ho .. saking marahnya kamu tidak sadar dengan kata-kata yang keluar dari mulutmu sendiri .. semua omonganmu itu hanya untuk melepaskan kekesalanmu karena semuanya mempercayai scandal yang tidak benar itu, maka sekalian saja kamu membuat mereka semakin mempercayainya dengan segala pengakuanmu itu, dan .. ingat Yong Chan, kamu harus minta maaf untuk segala perkataanmu yang sudah membangkitkan emosi para fans ..."

Yong Chan tidak beraksi terhadap perkataan Mr. Jung yang panjang lebar. Kepalanya tertunduk dalam-dalam ke lantai yang terbuat dari papan kayu berkilap.

"Lakukan seperti apa yang kukatakan kepadamu .."

Mr. Jung menepuk pundak Yong Chan sambil meneruskan perkataannya lagi.

"Setengah jam lagi berkumpul di ruang rapat utama .. para utusan dari Jolly House akan tiba sebentar lagi .."

Yong Chan mengangguk. Mr. Jung memandanginya sejenak, kemudian berlalu dari ruangan itu.


********************


Setengah jam berlalu, Mr. Jung, dua orang petinggi YT Entertainment yang lain, Yong Chan dan tiga utusan dari Jolly House, duduk mengelilingi meja rapat yang panjang berkilap. Mr. Kim, salah satu utusan dari Jolly House memandangi Yong Chan tak berkedip.

"Yong Chan ... kami tahu kamu menginginkan Eun Ho ssi dipasangkan denganmu di cf baru tersebut .. dan sejujurnya, kami juga merasa dia cocok dengan image dari produk kami, tapi ..sungguh, kami minta maaf .. scandal yang sekarang beredar di antara kalian membuat kami berpikir untuk kedua kalinya .. kami takut scandal itu akan mempengaruhi penjualan produk Jolly House .. oleh karena itu kami memutuskan untuk memilih model yang lain .. dan keputusan terakhir kami jatuh ke Choi Young ssi ...."

Yong Chan segera membuka mulutnya, ingin membantah perkataan Mr. Kim, tapi tarikan tangan Mr. Jung menghentikan maksudnya..

"Tentu saja, Mr. Kim  .. keputusan terakhir tetap ada dipihak Jolly House .. kami akan menerimanya, ... bagaimanapun.. cf ini dibuat untuk mendongkrak nilai penjualan produk Jolly House, jadi yang terbaiklah yang harus kita pikirkan ..."

Mr. Kim tersenyum kemudian berkata ..

"Perusahaan kami ingin mengontrak model dari sebuah manajemen resmi dan karena Choi Young ssi tidak berada dalam naungan manajemen manapun, maka kami berharap YT Entertainment dapat mengontraknya untuk 6 bulan kedepan .."

"Itu tidak jadi masalah, Mr. Kim .. kami akan membuat sebuah kontrak yang sesuai dengan keinginan tuan buat Choi Young ssi .."

Mr. Kim mengangguk puas. Rapat kemudian selesai dengan hasil keputusan Choi Young yang terpilih sebagai model Jolly House setelah Yong Chan. Semua orang dalam ruangan itu kelihatan cukup senang dengan hasil keputusan itu kecuali ... satu orang ... yaitu .. Goo Yong Chan.


*************************


Hari sudah siang saat itu. Jam di dinding telah menujukkan pukul 2 tepat. Yong Na baru saja menyelesaikan makan siangnya di restoran yang berada tidak jauh dari klinik barunya. Praktek di hari pertama yang membosankan buat Yong Na. Dari acara pembukaan sampai siang hari ini, belum ada seorang pasienpun yang menginjakkan kakinya di sana. Saking bosannya Yong Na memain-mainkan tombol lampu meja yang ada di sampingnya.

Lima menit berlalu dan suara bell di pintu depan menyentakkan Yong Na dari lamunannya. Bell pintu depan berbunyi? berarti ada pasien yang datang ..oohh .. pasien pertamanya. Karena penasaran Yong Na berlari ke pintu ruang prakteknya, membukanya sedikit dan mengintip lewat celah pintu.

Seorang pemuda ganteng yang bermata agak sipit sedang meringgis kesakitan dipapah masuk oleh seorang pria setengah baya. Dari cara berpakaian mereka yang sangat rapi, bisa dipastikan bahwa mereka bukan orang biasa. Yong Na menutup pintu dengan perlahan. Senyuman terhias di wajahnya. Dia cukup puas dengan pasien pertamanya. Beberapa saat kemudian sebuah kertas putih yang berisi daftar nama dan keterangan-keterangan tentang pasien meluncur masuk lewat lubang yang ada di pintu.

Yong Na meraih list itu dan membaca isinya. So Dong Wo, nama itu tercantum disana. Yong Na berjalan ke mikrofon yang ada di atas meja dan membaca nama tersebut. Dua menit kemudian pintu di depan diketuk dari luar ..... tok ...... tok ........ tok......

"Masuk!!!!", teriak Yong Na.

Pintu terbuka dan pria muda, tampan itu masuk tertatih-tatih dengan dibantu oleh pria setengah baya disampingnya. Sebelum Yong Na mempersilahkannya duduk, pemuda yang masih meringgis kesakitan itu sudah mengambil tempat di depannya.

"Hmmm .. apa yang kamu rasakan, tuan?", tanya Yong Na. Dengan perlahan dia menjatuhkan diri di kursi dibelakangnya.

"Akhhhh .. sakit!!! .. perutku .. sakit sekali .. ahhhh ", jawab pemuda yang bernama So Dong Wo itu sambil mengeryitkan dahinya. Kelihatan benar dia sangat tersiksa dengan sakit yang dideritanya.

"Apakah kamu makan sesuatu yang tidak segar hari ini?", tanya Yong Na.

"Tidak!! akhhhh .. hari ini saya belum makan apapun .. ahhhh .. saya .. akhhh ... saya terlalu sibuk .... ", Dong Wo mengigit bibirnya, berusaha untuk menahan teriakan yang hampir keluar dari mulutnya.

"Baiklah .. kalau begitu .. singkapkan sedikit bajumu, saya akan memeriksanya .."

Dengan patuh Dong Wo melakukan perintah Yong Na. Lima menit kemudian dia selesai dengan pemeriksaannya terhadap Dong Wo.

"Apakah .... akhhhh ... apakah penyakit saya sangat parah? .. akan matikah saya?", tanya Dong Wo pelan.

Wajahnya melukiskan segala perasaannya yang campuraduk. Yong Na tertawa terbahak mendengar pertanyaan Dong Wo. Dengan segera dia mengelengkan kepalanya.

"Ha... haa.. ha.. tentu saja tidak .. kamu hanya sakit mag biasa .."

"Maaaagggg?", Dong Wo terbelalak mendengar jawaban Yong Na yang ringan.

"Ya, mag .. tuan harus ingat,sarapan pagi itu paling penting untuk meningkatkan stamina setiap hari .. lain kali makanlah secara teratur "

"Benar hanya mag biasa?", Dong Wo kembali menanyakan pertanyaan yang sama. Ekspresi wajahnya sudah tidak begitu khawatir lagi walaupun rasa sakit masih tetap dirasakannya.

Yong Na mengangguk.

"Saya akan menuliskan resep obat yang bisa tuan ambil didepan dan ..."

Kata-kata Yong Na langsung terpotong oleh teriakan Dong Wo yang tiba-tiba..

"Kamu dengar itu tuan Park? saya tidak apa-apa .. saya hanya sakit mag biasa ..."

Dong Wo menguncang-guncang tubuh lelaki setengah baya yang datang bersamanya dengan wajah berseri-seri. Setelah itu dia berbalik kearah Yong Na.

"Terimakasih bu dokter .. kamu bukan saja cantik tapi kamu sudah seperti seorang malaikat penyelamat bagi saya ... oh ya.. saya akan mendengarkan nasehatmu .."

Dong Wo berbalik lagi kearah Mr. Park yang masih berdiri dengan pose sempurna di tempatnya.

"Mr. Park, tolong ambilkan obatku itu ... saya harus pergi sekarang, rapat dengan Mr. Ewing sangat penting, saya tidak boleh terlambat .."

Mr. Park membungkukkan badannya kearah Dong Wo dan menjawab dengan suara tenang yang terpelajar.

"Baik, tuan!!"

Dong Wo menepuk lengan Mr. Park dan berjalan kearah pintu depan. Tapi sebelum keluar, sekali lagi Dong Wo berpaling kearah Yong Na. Matanya melirik sekilas plat nama yang tersemat di jubah putih Yong Na.

"Dokter Goo Yong Na .. saya akan mengingatmu .."

Sambil tersenyum simpul Dong Wo keluar dari ruang praktek Yong Na. Mr. Park juga mengundurkan diri semenit kemudian. Sekarang tinggal Yong Na yang masih terbengong-bengong di tempatnya. Pasien yang aneh. Waktu datang dia kelihatan menderita setengah mati. Tapi setelah mengetahui penyakitnya yang tidak parah, dia langsung sembuh dari penyakitnya.

Yong Na mengelengkan kepalanya perlahan. Ternyata di dunia ini memang banyak orang gila. Dulu dia tidak begitu mempercayainya tapi sekarang dia mendukung 100% perkataan itu.


**************************


Dua hari kemudian, pada pukul 10 pagi, Choi Young tampak keluar dari salah satu ruang rapat YT Eentertainment. Dia baru saja menandatangani kontrak kerja dengan manajemen YT untuk 6 bulan ke depan. Walaupun 6 bulan adalah jangka waktu yang pendek tapi Choi Young percaya ini merupakan awal yang baik baginya di dunia entertainment Korea.

Tiba-tiba Choi Young menghentikan langkahnya. Orang yang sedang mengamati naskah ditangan dan berjalan lurus kearahnya sangat dikenalnya. Tidak salah lagi dia adalah Kim Jae Won. Merasa ada yang memperhatikannya, Jae Won mengangkat muka dari naskah yang sedang dipelajarinya dari tadi. Dia kelihatan agak terkejut melihat Choi Young berdiri tepat di hadapannya.

Dengan serbasalah Choi Young berbalik dan bermaksud pergi dari situ.

"Young!!!", teriak Jae Won.

Choi Young menghentikan langkahnya. Tapi dia tidak berbalik kearah Jae Won.

"Dapatkah kita berbicara sebentar?"

Choi Young mendesah perlahan. Kata-kata yang kemudian keluar dari mulutnya terdengar begitu pelan, tidak seperti biasanya.

"Yang berlalu biarkan saja berlalu .. lupakan saja .."

Jae Won berjalan kearah Choi Young dengan langkah lebar. Kemudian dia menghentikan langkahnya tepat dihadapan Choi Young.

"Saya tahu bahwa saya telah menyakiti hatimu .. tapi sungguh, saya tidak pernah bermaksud begitu .. saya.. saya tidak tahu kenapa saya bisa menjadi begitu .. maafkan saya.."

Choi Young segera memotong perkataan Jae Won.

"Sudah saya katakan lupakan saja .. untuk memaafkanmu, saya perlu waktu .."

Kemudian Choi Young berlari meninggalkan Jae Won yang masih memandanginya.

"Young!!! ...saya ingin kamu tahu bahwa saya sangat menyesal setelah berpisah denganmu .."

Choi Young tidak memperdulikan teriakan Jae Won di belakangnya. Dia terus saja berlari sepanjang lorong menuju ruangan luar yang dihalangi oleh pintu kaca besar. Beberapa orang yang berada disana melirik kearah mereka dengan pandangan bertanya-tanya.


**************************


Pada hari yang sama, di hutan dekat sebuah desa kecil paling terpelosok di sebelah utara Korea, syuting drama "Sword" sedang dipersiapkan. Para artis dan kru yang belum mendapat bagian, sedang mencari perlindungan dari teriknya sinar matahari. Kebanyakan dari mereka berlindung di bawah pohon besar. Sedangkan kru yang lain nampak sedang sibuk dengan pekerjaan dan perlengkapan perangnya masing-masing.

Yong Chan dan Eun Ho melakukan hal yang sama. Mereka duduk di sebatang pohon besar yang melintang di tanah, sedangkan di samping mereka berdiri dengan kokoh sebatang pohon besar yang sudah tua.

Mr. Bae, sang sutradara, tadi membawa berita yang agak mengejutkan mereka. Pemeran pembantu wanita yang semula sudah ditetapkan mendadak mengalami kecelakaan sehingga harus segera digantikan oleh yang lain, karena drama "Sword" ini memang merupakan salah satu drama yang ditunggu oleh pemirsa tivi. Yang mengejutkan mereka adalah ternyata pemeran pengganti pembantu wanita tersebut adalah Kang Dam Ah.

Yong Chan dan Eun Ho duduk membisu di tempatnya sambil memperhatikan Dam Ah yang sedang diarahkan aktingnya oleh Mr. Bae, di depan mereka.

"Hey .. Lee Eun Ho ..", panggilan pelan dari Yong Chan memecahkan kebisuan di antara mereka.

Eun Ho berpaling kepada Yong Chan dengan pandangan waspada.

"A .. apa ..? apa .. yang ingin kamu lakukan lagi sekarang?"

"Saya ingin kamu mempercayai sesuatu ..", Yong Chan menatap lurus ke mata Eun Ho.

"Jangan sampai kamu melakukan yang aneh-aneh lagi ya ... jika tidak kamu akan merasakan akibatnya ..", Eun Ho membalas tatapan Yong Chan dengan pandangan mengancam.

"Yang saya umumkan ke wartawan kemarin itu tidak benar semuanya .. yang saya katakan kepadamu dulu itu yang benar .."

Eun Ho mengangga. Dia bersiap mengatakan sesuatu lagi ketika suara Mr. Bae yang keras terdengar ..

"Ok .. semua berkumpul disini sekarang .. pengambilan adegan akan segera dilakukan .."

Eun Ho menutup kembali mulutnya. Dia dan Yong Chan segera berlari kearah Mr. Bae diikuti oleh yang lain.

"Hari ini syuting untuk episode ke 4, .. akan diceritakan si Eun Ho, tuan putri yang lemah mendapat serangan dari Dam Ah, seorang pendekar wanita yang keras dan pendendam, yang cemburuan karena mengira pacarnya tertarik kepada Eun Ho .. Dam Ah, ingat waktu mengarahkan pedang di tanganmu ke Eun Ho kamu harus hati-hati .. walaupun pedang tersebut palsu, itu cukup tajam untuk mencelakai orang .."

Dam Ah mengangguk mendengar perkataan Mr. Bae. Begitu juga yang lain segera mengambil posisi seperti yang diperintahkan sang sutradara.

"Ok ..'The Sword'  take 1 .... 1, 2, 3 .. action ..", teriak Mr. Bae.

Dam Ah segera mengarahkan pedang di tangannya kearah Eun Ho begitu mendengar kata action dari Mr. Bae. Eun Ho mundur dengan gugup kebelakang. Ini semua merupakan bagian dari adegan yang mesti diambil hari ini. Tapi, sial bagi Eun Ho, dia hampir kehilangan keseimbangannya ketika kakinya menginjak batu yang banyak berserakan di tanah.

Dengan susah payah Eun Ho berhasil menguasai dirinya. Tapi Dam Ah tidak berhenti sampai disitu saja. Pedang di tangannya terus meluncur dan menancap di lengan kiri Eun Ho .. blessssssssssss ............ darah segar langsung muncrat dari lengan tertancap pedang dari kayu itu.

"Akhhhhhhhhh ...... ", teriakan Eun Ho mengejutkan semua orang yang ada disana, terutama Yong Chan. Eun Ho berdiri sempoyongan dan ketika hampir ambruk ke tanah, Yong Chan dengan sigap menyanggah tubuhnya.

"Eun Ho!!!!! Eun Hoooo ..!!!!!"

Eun Ho membuka separuh matanya dan memandang sekilas kearah Yong Chan sebelum matanya tertutup secara perlahan. Dia tidak sadarkan diri dengan darah yang masih mengalir keluar dari lengan kirinya.

Yong Chan menatap Dam Ah dengan garang. Gerahamnya bergemeratuk hebat.

"Apa yang kamu lakukan?"

"Maafkan saya, tapi tangan saya tidak bisa dikendalikan ...", kata Dam Ah perlahan.

Tapi .. walaupun mulutnya meminta maaf, senyum sinis tampak terpancar dari wajah Dam Ah. Yong Chan agak terkejut melihatnya. Benar .. dia teringat sekarang  .. Dam Ah pernah mengatakan bahwa dia akan membalas dendam. Dia sudah bertindak sekarang.

"Panggilkan dokter ... cepat ...", teriak Yong Chan panik.

Dia sudah tidak perduli lagi dengan pandangan sinis Dam Ah. Yang dia pikirkan sekarang adalah keselamatan Eun Ho.

"Cepattttttt!!! ... Eun Ho ya ... sadarlah ... saya mohon .. Eun Hooo ya ....."


**************************

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun