Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19240 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *Love & Carerr* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess)
« on: February 07, 2010, 12:21:52 am »
CHAPTER 8 ~ Luveliprincess

Eun Ho membuka matanya perlahan. Dia mencium bau yang menyengat. Rumah Sakit. Pasti aku ada disini. Pikirnya. Eun Ho mengerjap – ngerjapkan matanya. Dia belum terbiasa dengan cahaya di kamar itu. Setelah matanya cukup terbiasa, matanya menerawang ke seluruh ruangan. Benar ini rumah sakit. Tapi mengapa aku berada disini?

Eun Ho mencoba mengingat apa yang terjadi, ah.. pedang. Pedang itu menusuk lengan kiriku. Pikirnya. Pandangan Eun Ho terhenti pada sosok pria yang tengah tidur telungkup di sampingnya. Dan memegang tangannya.

“Yong Chan?” Kata Eun Ho pelan

Yong Chan yang mendengar suara orang memanggilnya langsung tersentak bangun. Ia langsung mengusap – ngusap wajah dan bibirnya. *takut ngiler bo* lalu ia melihat Eun Ho disana, telah membuka matanya.

“Aaahh Eun Ho.. kau sudah sadar? Syukurlah… Apa masih terasa sakit? Aku panggilkan dokter ya?”  Kata  Yong Chan antusias.

“Tidak usah, aku baik – baik saja” Eun Ho memandang lengan kirinya yang kini telah dibalut perban.

“Ah, bagaimana syutingnya?” Tanya Eun Ho tiba – tiba.

“Kau tidak usah memikirkan itu, yang penting kau baik – baik saja sekarang. Si Dam Ah itu, aku akan membuat perhitungan dengannya!”

“Sudahlah, dia tidak sengaja”

“Tapi dia membuat lenganmu terluka!” Yong Chan berkata dengan marahnya

“Aku baik – baik saja Yong Chan. Tenanglah..”

Yong Chan menahan marahnya. Lalu dia menghela napas panjang.

Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Terlihat Choi Yoon dan Choi Young datang dengan wajah yang cemas. Melihat paman dan bibinya datang Eun Ho langsung berusaha bangun dari tidurnya.

“Ahhh..” Teriak Eun Ho. Rupanya lengan kirinya belum bisa menopang dengan baik.

“Jangan dipaksakan Eun Ho-ya…” Kata Yong Chan sambil membantu memapah Eun Ho untuk bangun.

“Iya,, lebih baik kau berbaring saja Eun Ho” Kata Choi Yoon.

“Aigoo, mengapa bisa begini? Mana orang yang membuatmu begini? Akan ku patahkan lehernya!” Choi Young berkata gemas, membuat Eun Ho tertawa.

“Bibi..bibi.. aku tidak apa – apa kok. Lagipula dia tidak sengaja. Sungguh” Kata Eun Ho sambil tertawa..

“Aduh anak ini, masih bisa tertawa..” Choi Young mengerucutkan bibirnya.

Lalu pintu kamar terbuka lagi, kali ini yang masuk adalah Manajernya Yong Chan, dan Mr. Bae.

“Bagaimana keadaaanmu Eun Ho-ssi?” Tanya Mr. Bae ramah.

“Aku,,err.. baik – baik saja. Mr. Bae, maaf… syutingnya berantakan gara – gara aku” Eun Ho menjadi merasa bersalah.

“Ha-ha-ha.. tidak, kau tidak usah memikirkan itu. Yang penting sekarang kau harus banyak istirahat, agar kita bisa menjalani syuting lagi” kata Mr. Bae

Eun Ho tersenyum dan mengangguk ke arah Mr. Bae. Dia sangat bersyukur saat itu, karena ia dikelilingi oleh orang – orang yang peduli padanya.

“Ah, rupanya Choi Young-ssi ada disini, kebetulan aku ingin memberitahumu. Syuting CF Jolly House akan dimulai besok lusa” Kata Manajar Yong Chan

“Apa?! Kau tidak lihat, Eun Ho sedang terluka!” Teriak Yong Chan marah.

“Tapi ini bukan berarti kau mengabaikan pekerjaanmu Yong Chan..” Kata Manajernya lagi

“Tapi aku…..” Perkataan Yong Chan terputus oleh Eun Ho

“Sudahlah Yong Chan, aku tidak  apa – apa. Kau harus mengutamakan pekerjaanmu” Kata Eun Ho.

Yong Chan yang mendengar perkataan itu langsung terdiam. Sementara Choi Young hanya bisa memandang Yong Chan dan Eun Ho seolah – olah bisa melihat rasa ketertarikan Yong Chan dan Eun Ho yang sangat kuat.

Tidak lama kemudian Pintu kamar dibuka lagi. Terlihat Dam Ah yang dipaksa masuk oleh manajernya. Sepertinya ia memberontak, dan tidak ingin bertemu Eun Ho. Namun manajernya memaksanya untuk masuk. Akhirnya dia masuk dengan wajah yang cemberut.

“Cepat minta maaf!” Kata manajer Seo tegas.

Dam Ah merasa salah tingkah saat itu, apalagi ketika ia melihat Yong Chan memandang dirinya dengan tatapan tajam dan marah.

“A..aku minta maaf…” Kata Dam Ah tanpa menatap pada Eun Ho.

Semua orang yang ada di ruangan itu menatap Dam Ah tajam. Melihat pemandangan yang tidak mengenakkan, Eun Ho buru – buru menanggapi Dam Ah.

“Ah, tidak apa – apa. Aku tahu kau tidak sengaja..” Ujar Eun Ho dengan senyum yang dipaksakan.

Lalu pintu kamar terbuka lagi. Semua menoleh ke arah pintu, untuk melihat siapa lagi yang datang. Sepertinya Eun Ho mendadak terkenal gara – gara kejadian ini *hehehe*

“Maaf, maksimal pengunjung di dalam ruangan adalah 2 orang. Mohon bergantian, sisanya bisa menunggu diluar…” Kata orang yang baru masuk itu yang ternyata seorang suster. Semua orang meminta maaf, lalu akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan Eun Ho dan Yong Chan berdua saja.


*****

Keesokan harinya Yong Na baru saja selesai kerja praktek. Hari ini dia memang sengaja pulang lebih awal karena ia ingin menjenguk Eun Ho bersama Choi Yoon. Dia membuka ponselnya yang berbunyi. Ada satu pesan dari Choi Yoon.

Kita langsung bertemu di rumah sakit. Aku masih ada urusan,
Jadi tidak bisa menjemputmu.

Yong Na membalas pesan Choi Yoon dengan cepat. Lalu dia mencari taksi untuk menuju rumah sakit. 20 menit kemudian, Yong Na sudah sampai di Rumah Sakit. Dia membayar taksi dan segera masuk ke lobi.

Yong Na mencari – cari ponsel di dalam tasnya sambil berjalan. Ia ingin memberitahu Choi Yoon bahwa ia sudah sampai. Karena tidak melihat kedepan, akhirnya dia menabrak seorang pria yang sepertinya sama – sama sedang buru – buru.

“Ah Josungheyo…” kata Yong Na sambil membungkukkan kepalanya rendah.

“Ah? Dokter Goo?” Kata Pria itu. Yong na mengangkat kepalanya. Disana ia melihat pria yang beberapa hari lalu berobat di kliniknya yang sangat diingat Yong Na. Pasien pertamanya.

“Ah.. Dong Wo-ssi??”

Pria yang bernama Dong Wo itu mengangguk sambil tersenyum.

“Wah, sepertinya kita bertemu selalu di rumah sakit ya?” ujar Yong Na sambil terkekeh. “ Apa kau sakit lagi?” tanya Yong Na

“Ah Tidak, aku hanya menjenguk teman…”

“Geudae? Bagaimana keadaanmu? Sudah baikkan?”

“Tentu saja, ini berkat obat darimu dokter…” Dong Wo tersenyum manis

Yong Na sesaat terpesona oleh senyuman Dong Wo, namun tepukan tangan seseorang di bahunya langsung menyadarkannya.

“Maaf membuatmu menunggu Yong Na… Ah, siapa dia?” Ternyata yang menepuk pundak Yong Na adalah Choi Yoon yang baru saja datang.

“Di…dia? Ehm..  Pasienku…” Ujar Yong Na yang langsung salah tingkah.

“Annyong Haseyo, So Dong Wo imnida..” Kata Dong Wo ramah mengangkat tangannya untuk menjabat tangan Choi Yoon.

“Hoo.. Aku Choi Yoon… pacar Yong Na..” Kata Choi Yoon dengan nada yang kurang mengenakkan, terlebih lagi dia menekankan nadanya pada kata pa-car.

Melihat Choi Yoon yang kurang ramah, Yong Na buru – buru pamit pada Dong Wo.

“Ah, Dong Wo.. Aku harus pergi. Aku harus menjenguk seseorang.. “

“Oh, Baiklah dr. Goo sampai jumpa lagi…” Kata Dong Wo. Lagi – lagi senyumnya membuat Yong Na sedikit terpesona.

“Ah ya, sampai jumpa lagi…” Kata Yong Na. Lalu dia menarik tangan Choi Yoon dan segera pergi dari situ.

“Mengapa kau harus bertemu dengannya lagi?” Tanya Choi Yoon sedikit marah.

“Memangnya kenapa?” Yong Na balik bertanya.

“Tidak apa – apa…” Jawab Choi Yoon pendek. Di mencoba menutupi rasa cemburunya karena melihat Yong Na dengan pria itu. Lalu dia melangkahkan kakinya dengan cepat, meninggalkan Yong Na di belakangnya.

Yong Na menatap Choi Yoon dengan bingung. Kenapa dia? Tanya Yong Na dalam hati.. lalu dia buru – buru menyusul Choi Yoon.


*****

Sementara itu Yong Chan dan Choi Young sedang memulai syuting iklan Jolly House. Di dalam scenario diceritakan, Choi Young adalah wanita biasa yang menyukai Yong Chan, namun Yong Chan tidak menghiraukan karena Choi Young sama sekali tidak menarik. Lalu dia bertemu sebuah peri, dan meminta satu permohonan. Dia ingin tampil cantik. Lalu si peri memberikannya kosmetik Jolly House. Setelah memakai kosmetik tersebut Choi Young jadi berbeda. Dia berubah menjadi sangat cantik. Sampai sampai Yong Chan terpesona dibuatnya.

Setelah seharian syuting, akhirnya sampai juga mereka di scene terakhir. Dimana Yong Chan terpesona oleh kecantikan Choi Young. Choi Young saat itu sudah berdandan sangat cantik. Ia memakai gaun pink panjang dengan terbuka di bagian punggung. Menampilkan punggung Choi Young yang indah.

“Ok, last scene! Choi Young, siap – siap di posisimu. Yong Chan! Jangan lupa ekspresi… Ok, Camera… Rolling.. and.. Action!” Teriak sutradara.

Choi Young berjalan perlahan menuruni tangga. Gaunnya yang panjang terurai di belakangnya. Dia sangat anggun saat itu. Yong Chan yang berada di bawah, harusnya terpana melihat Choi Young. Namun bukan terpana, Yong Chan tidak memperlihatkan ekspresi apapun saat itu. Matanya hanya melihat Choi Young dengan pandangan kosong.

“CUT!!” Teriak Sutradara. “Ada apa denganmu Yong Chan? Dari tadi setiap pengambilan scene kau selalu melakukan kesalahan!” Katanya kesal.

Yong Chan tidak berkata apa – apa. Dia malah menatap Sutradara dengan pandangan dingin.

“Cepat ulangi lagi! Ayo semuanya kembali ke posisi..... Ya! Action!”

Mereka mengulangi scene yang tadi. Namun lagi – lagi setelah Choi Young melakukannya dengan sangat baik, Yong Chan masih belum bisa mengeluarkan ekspresinya.

“CUT!!!!” Teriak sutradara. Kali ini dia benar – benar marah. Dia membanting buku scenario yang dipegangnya lalu menghampiri Yong Chan. Suasana langsung berubah hening. Pandangan semua orang tertuju pada Sutradara dan Yong Chan.

“Kalau kau masih belum bisa melakukan ini, lebih baik aku mencari orang lain! Masih banyak actor yang lebih baik darimu!” Ujar Sutradara dengan marahnya. “Istirahat 15 menit!”

Semua kru langsung bubar untuk istirahat. Meninggalkan Choi Young dan Yong Chan berdua di tempat itu.

“Yong Chan-a.. Aku tahu kau masih memikirkan keponakanku Eun Ho. Tapi bisakah kau berkonsentrasi dengan pekerjaanmu?” Kata Choi Young perlahan. Dia takut membuat Yong Chan tambah marah.

“Aku.. Aku tidak bisa.. Aku mengkhawatirkan Eun Ho..” Kata Yong Chan. Lalu dia terduduk di bangku dengan wajah yang sedih.

“Lakukan ini demi Eun Ho Yong Chan-a.. Kalau dia tahu kau seperti ini, dia pasti akan menjadi sedih. Kau tidak ingin melihatnya bersedih bukan?”

Kata – kata Choi Young menyadarkan Yong Chan. Akhirnya dia mengangguk dan mencoba mengumpulkan semangatnya kembali. Demi Eun Ho.


*****

Tiga hari kemudian, Eun Ho sudah masuk kerja lagi. Padahal ia baru saja pulang sehari sebelumnya. Paman dan bibinya menyuruh Eun Ho untuk istirahat lebih lama lagi. Tapi Eun Ho menolak. Akhirnya Choi Yoon dan Choi Young mengalah.

Eun Ho datang dengan wajah yang gembira. Sepertinya ia sangat senang telah keluar dari rumah sakit. Lengan kirinya sudah tidak diperban, namun masih belum pulih sepenuhnya. Untungnya saat itu, dia tidak ada jadwal syuting. Jadinya dia hanya menonton Yong Chan yang sedang mengambil adegan bertarung.

Eun Ho masih memandangi Yong Chan yang bertarung dengan pedangnya. Dia kelihatan sangat mahir sekali. Tentu saja, ia sudah melewati banyak latihan sebelumnya. Ketika Eun Ho sedang asyik memandang, dia dikagetkan oleh seseorang yang tiba – tiba duduk disampingnya.

“Jae Won-ssi?” Kata Eun Ho kaget.

Jae Won tersenyum melihat Eun Ho. “Aku dengar kau kecelakaan waktu syuting. Gwaenchanayo?”

Eun Ho mengangguk. “O.. Gwanchana… Aku sudah sehat sekarang” Eun Ho coba mengibas – ngibaskan tangannya. Tapi dia meringis kesakitan. “aaah…”

“Hati – hati.. Tuh kan.. kau masih belum sembuh benar…” kata Jae Won sambil menyentuh lengan Eun Ho yang sakit.

Yong Chan yang tidak sengaja melihat pemandangan itu, langsung hilang konsentrasinya. Ia lengah dan Oleh karena itu dia tidak sengaja terkena pukulan lawan.

“Ah!” Kata Yong Chan. Untungnya dia tidak apa – apa. Dia melanjutkan pertarungannya. Kemudian terdengar suara Mr. Bae bahwa syuting untuk scene itu sudah selesai.

“Bagus sekali! Kita lanjut ke scene 17. Tapi kita istirahat makan siang dulu..” Katanya

Yong Chan langsung melepaskan atributnya ke tanah dan buru – buru menghampiri Eun Ho. Lalu dia menarik tangan Eun Ho dengan paksa.

“Yong Chan-a…. “ Kata Jae Won heran begitu melihat Yong Chan membawa Eun Ho pergi dari situ.

“Aaaahhh… Yong Chan! Apa – apaan ini! Sakit!” Teriak Eun Ho. Namun Yong Chan tidak sedikitpun melonggarkan pegangannya. Dia malah mencengkram tangan Eun Ho semakin kuat.

“Yong Chan! Lepaskan!” Eun Ho masih memberontak. Beberapa kru yang melihat itu hanya bisa memandang mereka dengan heran.

Yong Chan dan Eun Ho telah sampai di pinggir danau. Suasana di sekitar situ cukup sepi. Sehingga membuat Eun Ho dan Yong Chan leluasa bicara.

“Ada apa sih denganmu??!” Kata Eun Ho marah.

“Kenapa kau masih dekat – dekat dengannya?” Tanya Yong Chan geram.

“Dengannya? Siapa maksudmu?”

Yong Chan tidak menjawab, dia malah memalingkan wajahnya ke arah danau.

“Aahhh, Jae Won maksudmu? Memangnya kenapa?”

“Aku kan sudah bilang, aku yang akan mengajarimu acting. Jadi kau tidak ada urusan lagi dengannya!”

“Apa? Memangnya kau siapa hah berhak melarang – larang aku bertemu siapa orang yang ingin aku temui??”

“Aku…”

“Pacarmu? Apa aku pernah mengatakan aku setuju pacaran denganmu? Aku tidak pernah mengatakan itu kan Yong Chan?”

Yong Chan langsung terdiam. Perkataan Eun Ho menusuk hatinya. Tapi sekeras apapun dia ingin menyangkalnya, perkataan Eun Ho benar. Yong Chan dan Eun Ho memang belum ada ikatan apapun.

Eun Ho lalu meninggalkan Yong Chan dengan kesal. Ia benar – benar tidak tahan dengan sikap Yong Chan yang semena – mena terhadapnya. Sementara itu, sepeninggal Eun Ho Yong Chan merenung sendiri memandang danau. Dia mengambil sebuah kerikil dan melemparkannya ke danau dengan sekuat tenaga.

Lalu handphone Yong Chan berbunyi. terlihat nama omoni di layar.

“Oh, omma bussun irisseo?..... Muo? Yong Sae sakit? Baiklah aku akan segera kerumah sakit…”


*****

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun