Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19093 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *Love & Carerr* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess)
« on: February 07, 2010, 12:25:16 am »
CHAPTER 10 ~ Lovelyn


Mata Eun Ho terbuka perlahan. Tubuhnya terasa lemas dan letih. Luka di lengan kirinya juga masih terasa sakit. Tapi semua itu tidak sebanding dengan kekagetannya yang luar biasa. Matanya terbelalak dan tubuhnya tersentak bangun dari ranjangnya ketika menyapu seisi ruangan. Kemana barang-barang yang berserakan di lantai dan tumpukan pakaian kotor di ranjangnya? Semuanya hilang. Kamarnya sekarang terlihat bersih dan rapi.

Eun Ho bangkit dari ranjang dan berlari keluar dari kamarnya. Dan keterkejutannya semakin mejadi ketika mendapati ruang tengah juga sudah tertata rapi. Eun Ho menghambur ke ruang makan yang terletak di bagian dalam. Di meja tersaji semangkuk besar bubur yang tertutup tudung saji. Eun Ho termangu. Ada apa ini? Siapa yang melakukannya? Eun Ho mengeleng perlahan. Dia sama sekali tidak punya bayangan untuk itu. Eun Ho keluar dari dapur, melintasi ruang tengah dan .... tiba-tiba tertangkap oleh pandangannya seseorang yang tertidur di sofa ruang tamu yang terletak di tengah ruangan. Televisi plasma 64" di ruang tamu masih menyala dan menayangkan acara entertainment.

Eun Ho memasuki ruang tamu dan berjalan ke sofa untuk melihat lebih jelas orang yang tertidur di sana. Dan ternyata orang itu adalah Goo Yong Chan. Eun Ho mendengus. Bagaimana mungkin orang ini ada di rumahnya? Seperti tahu ada yang memperhatikannya, Yong Chan membuka mata. Untuk sesaat dia agak kebinggungan dengan keberadaannya.

"Yaaaaaaaaa .. apa yang kamu lakukan di rumahku?", tanya Eun Ho kesal.

"Hmmm .. oh ya, di rumahmu .. kamu ketiduran di pementasan opera Yong Sae dongsaeng .. karena kamu kelihatan sangat capek maka saya membawamu pulang ..", jawab Yong Chan sambil menguap.

Eun Ho langsung melotot mendengar jawaban itu.

"Yaaaa ... kamu bisa menyuruhku bangun, kan? .. lagipula apa yang kamu lakukan dengan rumahku?"

Yong Chan tersenyum kecil, kemudian menjawab ..
"Ooooo ... saya hanya mencoba untuk membantumu merapikan dan membersihkan rumah ini .."

"Kamu ......", Eun Ho bermaksud membantah, tapi deringan telepon menghentikannya.

Untuk sesaat Eun Ho dan Yong Chan kebinggungan mencari asal deringan tersebut. Tiba-tiba Yong Chan berteriak dan mengarahkan telunjuknya keatas.

"AAAAAA ... bunyinya berasal dari dalam tasku .. ha...ha...saya lupa telah mengubah ringtonenya tadi malam ..."

"Yaaaaaaaa .. Goo Yong Chan!!! .. kamu benar-benar menyebalkan ..", teriak Eun Ho berang ke Yong Chan.

Yong Chan hanya tertawa terbahak-bahak melihak kedongkolan Eun Ho. Entah mengapa dia suka melihat bibir cemberut yang agak di teguk dan mata mendelik dari Eun Ho. Dengan tergesa-gesa Yong Chan mengeledah tasnya dan mengeluarkan ponsel keluaran terbaru dari dalam, sebelum deringannya terputus. Masih dengan suara ketawa khasnya, Yong Chan mendekatkan ponsel tersebut ke telinga.

"Yeoboseyo ..."

Karena tidak punya niat untuk mendengarkan percakapan Yong Chan, Eun Ho bermaksud meninggalkan ruangan itu. Tapi teriakan dari Yong Chan segera menghentikannya.

"Apaaaaaa ?? ... Yong Sae dongseng kecelakaan?? .. ya, ya .. araso, noona ... saya akan segera kesana .."

Sebelum Eun Ho sempat menanyakannya, Yong Chan sudah menarik tangannya untuk diajak pergi dari situ.

"Yaaaa .. ada apa ini?"

Eun Ho berusaha melepaskan genggaman tangan Yong Chan, tapi tidak berhasil.

"Yong Sae dongsaeng mengalami kecelakaan .. kepalanya retak dan sekarang dia sudah dipindahkan ke rumh sakit ..."

"Apa???", mata Eun Ho terbelalak lebar.

"Ayo .. cepat .."

Yong Chan tidak memberi kesempatan kepada Eun Ho untuk membantah lebih lanjut. Dipaksanya Eun Ho mengikuti langkahnya dengan cara menarik tangannya. Eun Ho terseret-seret di belakang Yong Chan.


************************


Dong wo memperhatikan Yong Sae yang terbaring di ranjang dengan kepala terbalut perban. Perasaan bersalah dan menyesal merasuki hatinya. Yong Sae harus dirawat di rumah sakit dan mendapat tiga jahitan di kepala karena kecerobohannya. Yong Na terisak dalam pelukan Choi Yoon. Yong Chan dan Eun Ho yang baru saja tiba lima menit yang lalu menatap Yong Sae dengan sedih dan khawatir.

"Sebaiknya kamu pergi dari sini .. hu..hu... saya tidak ingin berurusan denganmu lagi ...", kata Yong Na di sela-sela tanggisnya.

Dong Wo mendesah. Tatapannya yang sendu jatuh ke mata Yong Na.

"Miane ..."

"Saya tidak ingin mendengar permintaan maaf darimu .. pergilah !!! "

Dong Wo semakin sedih melihat kemarahan Yong Na. Keseriusan Yong Na yang diperlihatkan lewat perkataannya membuatnya semakin merasa bersalah.

"Bu dokter ...", desahnya pelan.

Melihat ketegangan di antara mereka, Yong Chan segera mengeluarkan suaranya.

"Sebaiknya anda pergi saja .. sudah tidak ada yang bisa anda lakukan lagi disini .."

Dong Wo berpaling ke Yong Chan. Perlahan dia menganggukkan kepalanya. Dengan lesu dia melangkah kearah pintu. Tapi sebelum keluar, dia berpaling sekali lagi ke Yong Na.

"Sekali lagi saya minta maaf .. saya tidak bermaksud mencelakai adik kecil .. dan saya juga berharap bu dokter jangan sampai membenciku .."

Sebelum Yong Na membalas perkataannya dengan kata-kata pedas, Dong Wo sudah membuka pintu dan keluar dari ruangan itu. Yong Chan yang melihat ketidakstabilan sikap noonanya segera ikut menghiburnya. Sedangkan Eun Ho hanya bisa berdiri di samping ranjang sambil menatap wajah Yong Sae yang pucat.

"Eun Ho! sebaiknya kamu pulang dan beristirahat yang cukup .. keadaanmu belum benar-benar pulih, kan? .. kamu masih terlihat lemah .. saya akan mengantarmu ..", kata Yong Chan melihat keadaan Eun Ho yang lesu.

Mata Eun Ho memang terlihat redup saat itu. Yong Chan berjalan kearahnya dan bermaksud menuntunnya. Tapi Eun Ho segera mundur ke belakang dan menolak keras.

"Tidak!! kamu tidak perlu mengantarku .. jangan selalu sok melindungiku seperti itu .. kamu harus menjaga Yong Sae dongsaeng dan Yong Na onnie juga kelihatan sangat terpukul dengan kejadian ini .."

"Kamu yakin tidak perlu kuantar?", tanya Yong Chan dengan tatapan tajam ke Eun Ho.

"Tentu saja!! .. saya bukan anak kecil yang perlu kamu antar kesana kemari ..", jawab Eun Ho mantap.

Kemudian dia berpaling ke Choi Yoon yang sedang menghibur Yong Na yang masih kesenggukan di samping Yong Sae.

"Saya pergi dulu paman dan .. Yong Na onnie, jangan terlalu bersedih, Yong Sae dongseng akan baik-baik saja .."

Choi Yoon mengangguk kearah Eun Ho. Begitu juga Yong Na.

"Hati-hati di jalan, Eun Ho .."

Eun Ho berjalan ke pintu dan untuk sejenak berhenti di samping Yong Chan.

"Saya pergi dulu .. dan kamu juga .. jangan terlalu bersedih .."

Yong Chan akan mengatakan sesuatu, tapi Eun Ho sudah terburu-buru keluar dari kamar itu.


**************************


Eun Ho menyusuri lorong rumah sakit yang sunyi dengan pikiran sumpek. Terlalu banyak peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini yang membuatnya merasa jemu dan letih. Tingkah laku Yong Chan yang tidak dipahaminya, kebencian Dam Ah yang begitu besar kepadanya, kecelakaan yang terjadi padanya dan Yong Sae, dan yang lainnya, semua bercampur jadi satu.

Eun Ho keluar dari lorong yang sepi dan memasuki taman kecil yang menghubungkannya dengan ruang utama rumah sakit. Eun Ho tertegun ketika mendapati seseorang yang dikenalnya sedang bersandar di pilar tengah taman dengan kepala tertunduk.

"Heiii ... kamu masih ada di sini?", tanya Eun Ho keheranan.

Orang tersebut, yang tidak lain adalah Dong Wo, mengangkat wajahnya. Kelihatan benar kalau dia sedang gelisah. Wajahnya agak pucat.

"Saya sangat menyesal dengan kejadian itu .. saya sungguh tidak mengerti mengapa bisa begitu ... biasanya saya mampu mengendalikan diri dalam keadaan apapun .. "

Eun Ho berusaha tersenyum walaupun agak terpaksa. Dia berusaha untuk menenangkan pemuda yang sedang kebinggungan itu.

"Kamu jangan terlalu menyalahkan diri dengan kejadian itu ... semuanya hanya kecelakaan dan tidak ada seorangpun yang menginginkan itu sampai terjadi .. Yong Na onnie terlalu keras tadi, tapi itu karena dia sangat menyayangi dongsaengnya itu .. onnie tidak membencimu kok .."

Dong Wo mengangguk. Kelegaan tersirat dari wajahnya.

"Mudah-mudahan yang kamu katakan benar adanya .. saya akan merasa lebih tidak enak lagi jika bu dokter sampai membenciku .."
Setelah itu, mereka berdua terdiam sejenak, tidak tahu harus berkata apa.

"Oh ya, siapa namamu?", tanya Dong Wo kemudian.

"Eun Ho .. Lee Eun Ho, dan kamu?", balas Eun Ho.

"Dong Wo .. So Dong Wo dan ..."

Perkataan Dong Wo terputus oleh kemunculan seorang pria setengah baya yang berpakaian perlente. Orang itu membungkuk kearah Dong Wo dan berkata dengan suara terpelajar. Tenang dan sopan.

"Tuan So, kita harus pergi sekarang .. Mr. Robinson ingin bertemu dengan tuan sekarang juga .. ada yang ingin beliau bicarakan dengan tuan sehubungan dengan iklan NB II.."

Dong Wo menghembuskan nafas kuat-kuat. Kelihatan benar kalau dia merasa terganggu dengan kehadiran orang itu.

"Ya .. ya, araso Mr. Park ..", lalu dia berpaling kearah Eun Ho,

"Sampai ketemu lagi Eun Ho .. saya senang bisa berbicara denganmu ..."

Kemudian Dong Wo berjalan keluar dengan diikuti Mr. Park dari belakang. Eun Ho memperhatikannya sampai menghilang di belokan luar taman.


*******************


Tiga hari berlalu ....
Eun Ho menjatuhkan tubuhnya ke lantai ruang latihan YT Entertainment yang luas. Nafasnya agak memburu. Dia mengeleng perlahan. Latihannya yang selama dua jam ini tidak begitu memuaskan.

"Miane  sunbae .. saya tidak bisa melakukannya dengan baik ..", katanya kepada Jae Won yang berdiri di depannya.

Jae Won tersenyum. Kemudian dia menjatuhkan diri di samping Eun Ho.

"Untuk ukuran orang baru, kamu sudah termasuk lumayan kok .."

Untuk kedua kalinya Eun Ho mengelengkan kepalanya.

"Tidak !! saya masih jauh dari kata lumayan ... saya tahu itu .."

"He .. he ..sejak kapan kamu jadi tidak percaya diri begitu ..?", tanya Jae Won sambil tertawa terkekeh.

"Saya memang sudah begini sejak dari dulu ..", jawab Eun Ho lesu.

Jae Won memperhatikan Eun Ho, lalu berkata dengan suara lantang ..
"Ya, kalau kamu membandingkan dirimu dengan Yong Chan, tentu saja kamu masih jauh .. Yong Chan mempunyai bakat alam sebagai seorang aktor, tapi .. kamu punya kelebihan yang tidak dimiliki Yong Chan .."

Eun Ho menatap Jae Won kaget. Dia tidak pernah merasa punya kelebihan seperti yang dimaksud Jae Won.

"Apa itu ?"

"Kesabaran .. Yong Chan tidak memilikinya dan ini menjadikanmu lebih unggul darinya ..", jawab Jae Won sambil mengedipkan matanya.
Eun Ho langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Jae Won.

"Ha ... ha.... ha .. benar kata sunbae .. dan untuk yang satu ini saya tidak akan mengalah kepada Yong Chan .. ha..ha.. dai orangnya memang selalu emosian .."

Jae Won ikut tersenyum melihat keceriaan Eun Ho. Kemudian dia mengambil sesuatu dari saku bajunya dan menyodorkannya ke Eun Ho.
"Berikan tanganmu kepadaku .."

Eun Ho terkejut, tapi mengulurkan tangannya juga ke Jae won. Sesuatu diletakkan ke tangan Eun Ho. Dan itu mengagetkannya.
"Ini .."

Eun Ho terpaku, memandangi sebuah logam perak di tangannya.

"Itu keberuntunganku .. dulu, ketika menghadapi masalah yang sulit, dia mempunyai peranan dalam membantuku menyelesaikannya  .. sekarang kuhadiahkan kepadamu .. bersemangatlah Eun Ho .. kamu harus yakin kamu bisa dan mampu melakukannya .."

"Tapi  saya .."

Perkataan Eun Ho terputus ketika pintu ruangan terbuka. Seseorang memasuki ruangan dan berjalan kearah mereka.

"Ohh .. Mr. Moon ..."

Orang itu adalah manajer baru Eun Ho.

"Sepuluh menit lagi berkumpul di ruang rapat utama, Eun Ho ...ingat jangan sampai terlambat .. para pemimpin tertinggi dari Seoul Corporation sendiri yang akan memimpin dalam meeting itu .."

Eun Ho sangat terkejut. Dengan gugup dia bertanya kepada Mr. Moon.

"Ada masalah penting kah ?"

"Tidak, tapi saya rasa ada tawaran iklan pertama untukmu .."

Eun Ho semakin terkejut mendengar kabar itu. Dia ingin bertanya lebih lanjut tapi segera di putus oleh Mr.  Moon.

"Jangan bertanya lagi, Eun Ho ... saya sendiri masih belum jelas dengan masalah ini .. lebih baik kita lihat bagaimana keputusan rapatnya nanti .."

Mata Eun Ho berkedip-kedip dari balik kacamatanya. Kabar itu sungguh mengagetkannya. Jae Won yang sedari tadi diam saja, menepuk bahunya untuk memberinya semangat.


************************


Eun Ho, Mr. Moon dan Mr. Kim (pemilik YT Entertainmet) memasuki ruang rapat utama sepuluh menit kemudian. Keikutsertaan Mr. Kim dalam rapat itu mengejutkan Eun Ho. Tidak biasanya majikan besarnya itu hadir dalam rapat buat sebuah advertisement. Sepertinya orang yang akan hadir itu benar-benar mempunyai kedudukan yang luar biasa.

Lima belas menit berlalu dan pintu ruangan terbuka. Empat orang pria dengan berpakaian rapi memasuki ruangan. Seorang bule dan tiga orang Korea. Eun Ho sangat terkejut ketika mengenali orang yang berjalan paling depan dan belakang. Orang pertama yang dikenali Eun Ho juga kelihatan terkejut. Tapi itu hanya sesaat dan tidak begitu menarik perhatian. Dengan segera dia sudah menguasai dirinya dan dengan tenang berjalan ke kursi yang terletak di ujung meja, yang memang disediakan untuknya.

"Selamat datang Mr. So .. senang bertemu denganmu  .."

Orang itu, yang tidak lain adalah So Dong Wo, tersenyum. Setelah segala sesuatunya dipersiapkan, makanan kecil dan minuman di letakkan di atas meja, Dong Wo memulai rapatnya.

"Kami mempunyai sedikit masalah dengan iklan Natural Beauty II .. kami membutuhkan seorang model baru untuk mengiklankan produk kecantikan ini .. sebenarnya kami sudah memiliki model-model bertaraf internasional untuk iklan produk ini, tapi Mr. Robinson, pemilik perusahaan model terbesar di eropa yang juga merupakan konsumen terbesar dari NB II ingin mengunakan model dalam negeri buat pemasaran di Korea ..."

Mr. Kim dan Mr. Moon mengangguk. Sedangkan Eun Ho masih terpaku kearah Dong Wo.

"Tentu saja Mr. So .. model dalam negeri lebih mudah diterima disini .."

"Oleh karena itu .. kami bermaksud mencarinya disini .. untuk model pria, Mr. Robinson sudah memilih Mr. Nathan Lee, yang pernah bekerjasama dengannya bulan lalu .. Mr. Robinson sangat tertarik dengan kepiawaiannya di bidang model .."

Orang yang dimaksud berdiri dari tempatnya. Dia membungkuk kearah kami. Posturnya yang tinggi dan menarik membuat kami terkagum-kagum.

"Salam kenal bagi semuanya .. nama saya Nathan Lee .."

Mr. Kim bertepuk tangan dengan gembira, kemudian berkata ..
"Bagus ... Nathan mempunyai postur tubuh yang proporsional .. dia akan mudah menarik perhatian para konsumen dan .. dari pihak kami sendiri mengajukan Eun Ho Ssi untuk dijadikan sebagai partnernya .."

Mr. Kim menunjuk Eun Ho sehingga membuatnya terperanjat dari tempatnya.Dengan gugup Eun Ho membungkuk kearah orang-orang dari Seoul Corporation. Dong Wo terlihat asyik membisikan sesuatu ke telinga Mr. Robinson. Pria berambut pirang yang dibisikinya mengangguk-anggukan kepalanya.

"Baguss! .. Mr. Robinson sangat puas dengan pilihan anda, Mr. Kim.. Eun Ho Ssi memiliki kulit yang putih bersih, ini sangat cocok dengan konsep iklan NB II ..", kata Dong Wo.

"What do you think, Nathan? does she relevant become your partner?" , tanya Mr. Robinson ke Nathan.

"Yes, .. i think she is perfect .. she has a white and bright skin .. it will be great ..", puji Nathan.

Semuanya kelihatan puas dengan keputusan itu. Hanya Eun Ho yang merasa tidak begitu senang. Dia tidak punya kepercayaan diri untuk itu. Akhirnya keputusan bulat diambil. Eun Ho dan Nathan Lee resmi menjadi model iklan terbaru produk NB II.


********************


Orang-orang dari Seoul Corporation keluar terlebih dahulu dari ruang rapat. Dong Wo, Mr. Robinson dan Nathan Lee tampang berbincang-bincang sejenak di lorong luar. Eun Ho melewati mereka dengan kepala tertunduk. Dia merasa rendah diri berada diantara orang-orang besar itu. Apalagi ditambah Dong Wo yang kelihatan tidak mengenalinya.

"Eun Ho Ssi !!!"

Eun Ho menghentikan langkahnya ketika mendengar namanya dipanggil. Dengan segera dia berbalik ke belakang. Dong Wo sedang berjalan kearahnya. Mr. Robinson dan Nathan Lee sudah berlalu dari situ.

"Oh .. kamu .. hmmm .. maksudku Mr. So .. anda mengenali saya?", tanya Eun Ho gugup.

Dong Wo tertawa mendengar pertanyaan Eun Ho. Dia agak membungkuk kearah Eun Ho dan mengetukan telunjuknya ke dahi Eun Ho.

"Tentu saja saja saya mengenalimu .. Lee Eun Ho .. ha..ha.. ha.. lupakan yang tadi .. kamu tidak perlu bersikap resmi padaku sekarang .. panggil saja saya Dong Wo .."

Eun Ho ingin membantah ketika Mr. Park yang perlente menghampiri mereka.

"Tuan So, para investor telah menunggu tuan dari lima menit yang lalu .."

Dong Wo cemberut, dan itu hampir membuat Eun Ho tertawa terbahak-bahak. Dengan susah payah Eun Ho menahan ketawanya agar tidak terlihat oleh Dong Wo.

"Iya .. iya .. araso .. saya tahu itu, kamu tidak perlu mengingatkanku terus Mr. Park .."

Dong Wo kemudian berpaling ke Eun Ho dan tersenyum manis.

"Saya pergi dulu, Eun Ho .. sampai ketemu lagi .. NB II saya percayakan kepadamu dan saya yakin kamu tidak akan mengecewakanku .."

Dong Wo mengedipkan matanya ke Eun Ho. Lalu cemberut lagi ke Mr. Park yang berdiri dengan sikap resmi dan kaku di tempatnya. Eun Ho memperhatikan kepergian mereka dengan senyum simpul. Benar-benar pemuda yang aneh.


****************


Tempat pemotretan 'Jolly House' season ke 2  ....
Yong Chan tidak bisa melakukannya dengan baik. Semua gayanya kaku dan senyumnya sangat terpaksa. Fotografer menghentikan pemotretan tersebut setelah tidak berhasil melakukan apa-apa dengan Yong Chan, dan memberi break selama setengah jam. Yong Chan menjatuhkan dirinya di sofa yang tersedia di ruangan itu. Wajahnya tertunduk. Dia tidak menyadari kehadiran Choi Young disampingnya.

"Ada apa denganmu?"

Pertanyaan Choi Young membuat Yong Chan mengangkat wajahnya.

"Apakah kamu bertemu dengan Eun Ho? sudah tiga hari ini saya tidak melihatnya .. anak itu sepertinya menghindariku ..", Yong Chan balas bertanya kepada Choi Young.

"Eun Ho? tidak! saya tidak bertemu dengannya .. saya rasa dia sangat sibuk akhir-akhir ini .. kamu .. kamu kelihatan perhatian sekali kepada Eun Ho .."

Yong Chan menundukkan kepalanya lagi. Penjelasan Choi Young sedikit melegakannya. Ya, mungkin Eun Ho hanya sibuk dan bukan menghindarinya. Choi Young ikut menjatuhkan dirinya ke sofa di samping Yong Chan.

"Saya khawatir dengan dirinya .. khawatir dengan lukanya .. semoga dia baik-baik saja ..", kata Yong Chan perlahan.

Suara penuh getaran perasaan itu menarik perhatian Choi Young. Dia berpaling ke samping. Wajah sendu Yong Chan membuatnya tertegun.  Ada cinta mendalam yang tergambar jelas dari wajah itu. Untuk pertama kalinya, Choi Young menyadari satu hal. Wajah itu begitu menarik dan menawan dengan ekspresi tersebut. Kepala yang tertunduk dengan rambut lurus dan hitam pekat yang jatuh menutupi jidat dan sebagian wajah, mata bening yang agak meredup, hidung lurus mancung yang sempurna, bibir penuh kemerah-merahan yang terkatup rapat dengan jakun menonjol yang naik turun, membuat jantung Choi Young berdesir perlahan.

Wajahnya langsung memerah. Dia bersyukur Yong Chan tidak berpaling kearahnya. Dan dia semakin bersyukur lagi ketika fotografer meneriakkan kata-kata pemotretan akan dimulai kembali.


********************


Yong Na sudah berpakaian lengkap dan rapi ketika memencet nomer ponsel Choi Yoon. Dia kelihatan cantik dan menawan saat itu. Hubungan tersambung dan dia berkata dengan riang.

"Yeoboseyo .. Choi Yoon?"

"Ya, Yong Na .. ada apa?"

"Kapan kamu akan tiba disini?"

Sampai disini Yong Na mengernyitkan dahinya.

"Kamu sudah berjanji untuk menjenguk Yong Sae dongsaeng bersamaku ... jadi kapan kamu sampai disini?"

Dan jawaban di seberang membuatnya jengkel.

"Ooo  ... miane Yong Na .. saya lupa .. sekarang saya berada di luar kota .. tidak terburu kalau saya pulang sekarang  .. kamu bisa pergi sendiri, kan? sekali lagi miane, sayangku .."

Permohonan maaf dari Choi Yoon tidak bisa meredakan amarah Yong Na yang sudah meledak. Wajahnya merah dan airmatanya mulai menitik.

"Kamu selalu begitu ..pekerjaanmu selalu yang terpenting .. bisakah kamu memasukkan kata-kataku ke dalam hatimu walaupun hanya sedikit saja?"

Yong Na melempar ponsel di tangannya. Suara keras terdengar dan ponsel itu berserakan di lantai.


*******************


Choi Yoon .....

"Yong Na .. Yong Na ....!!!!!!!?"

Teriakkan Choi Yoon di ponsel yang tergenggam di tangan tidak dijawab. Suara 'brakkkkk.....' keras dari seberang membuat Choi Yoon sadar bahwa hubungannya dengan Yong Na mulai terancam.


********************


Setelah pemotretan untuk 'Jolly House', Yong Chan bertemu dengan Dam Ah di cafe' yang terdapat di gedung depan. Yong Chan bermaksud berlalu dari situ ketika Dam Ah memanggilnya.

"Yong Chan aaa ... bisakah kita berbicara sebentar?"

Yong Chan terdiam tapi akhirnya dia menerima permintaan Dam Ah. Mereka duduk saling berhadapan di sudut ruangan.

"Kamu benar-benar mencintai Eun Ho?", tanya Dam Ah tanpa basa basi.

"Ya, saya mencintainya ..", jawab Yong Chan, tanpa berpikir terlebih dahulu.

"Jadi hubungan kita benar-benar sudah habis? ... hubungan yang sudah terjalin selama dua tahun ternyata tidak sebanding dengan kebersamaan kalian yang beberapa bulan?"

Dam Ah tersenyum kecut. Yong Chan memperhatikannya dengan perasaan bersalah.

"Maafkan saya.. tapi, cinta memang aneh, kan? .. saya tahu ini tidak adil bagimu dan saya berharap kamu akan baik-baik saja setelah ini .. jangan berbuat yang tidak-tidak lagi, apalagi terhadap Eun Ho .. saya tidak akan membiarkanmu memcelakakannya .."

Dam Ah menatap lurus ke Yong Chan. Perkataan yang serius itu  membuatnya terpukul. Dia mengangguk perlahan. Tapi.. tidak ada yang bisa menebak bagaimana perbuatannya nanti. Yong Chan kelihatan puas melihat anggukan Dam Ah. Dia meraih cangkir di depannya dan menghirup cappucino tersebut dengan nikmat.


****************

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun