Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19312 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 20 ~Luveliprincess

Seluruh mata yang ada diruangan itu menatap tajam pada Yong Chan. Setiap wartawan sudah bersiap dengan notes kecil di tangan mereka. Mereka memasang telinganya dengan baik – baik, seolah pernyataan yang dikatakan Yong Chan adalah suatu hal yang sangat penting.

Yong Chan menarik napasnya dalam – dalam. Lalu ia menghembuskannya perlahan. Eun Ho sesekali melirik ke arahnya dengan tatapan cemas.

“Pertanyaan yang sangat sulit..” Jawab Yong Chan. Kemudian dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan perkataannya lagi.

“Aku rasa, setiap orang memiliki alasannya masing – masing apakah hubungan pribadinya berhak di konsumsi oleh public atau tidak. Sedangkan saya pribadi, saya lebih memilih mengungkapkannya kepada public. Apa salahnya menyebarkan suatu kabar bahagia kan?” Ujar Yong Chan sambil sedikit tertawa.

Eun Ho terkejut mendengar pernyataan Yong Chan. Namun dia tidak berani berkata apa – apa. Maka dia membiarkan Yong Chan melakukan semuanya.

“Jadi, antara Yong Chan-ssi dan Eun Ho-ssi benar – benar tidak memiliki hubungan seperti itu?”

“Apakah kau akan mengabari kami jika kau memiliki kekasih?”

Pertanyaan wartawan datang bertubi – tubi membuat Yong Chan merasa sedikit kewalahan. Mr. Jung mencoba untuk menenangkan para wartawan.

“Harap tenang, tolong satu persatu bertanyanya…” Katanya

“Ehm.. Saya belum selesai bicara, Saya memang lebih memilih untuk mengungkapkan kepada public jika saya memiliki seorang kekasih, tapi sebagai seorang public figure, tentulah memiliki sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Setiap perkataan dan perbuatan kita di lihat oleh masyarakat luas..Oleh karena itu dari sisi seorang public figure saya harus bisa memilah, mana yang harus diungkapkan kepada masyarakat luar, dan mana yang tidak…”

“Saya percaya, jika saya tidak mengungkapkan sesuatu kepada teman – teman wartawan sekalian, karena saya memiliki alasan yang kuat untuk itu.” Jawab Yong Chan tegas.

“Lalu bagaimana dengan anda Eun Ho-ssi? Apakah anda sepakat dengan pernyataan Yong Chan-ssi?” Tanya seorang wartawan lagi

Eun Ho mengigit bibirnya pelan. Dia sangat gugup saat itu. Tangannya yang berada di atas pahanya sedikit bergetar. Yong Chan yang mengetahui itu, langsung menggenggam tangan Eun Ho tanpa melihat kearahnya. Untung saja Meja panjang yang dipakai untuk konferensi pers itu bertaplak rumbai – rumbai panjang, sehingga menutupi Eun Ho dan Yong Chan dari arah wartawan.

Eun Ho sedikit tersentak ketika Yong Chan memegang tangannya, namun setelah itu hatinya jadi sedikit tenang.

“Aku…ehm.. Aku setuju dengan Yong Chan..” Kata Eun Ho. Bisik – bisik di kalangan wartawan langsung terdengar. Namun Eun Ho melanjutkan perkataannya.

“Benar kata Yong Chan, setiap orang berhak memilih apakah kehidupan pribadinya boleh di konsumsi oleh public atau tidak. Apalagi seorang public figure. Banyak masyarakat luar yang hanya bisa mencemooh tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Padahal belum tentu yang diberitakan itu benar..”

“Saya hanya bisa memohon kepada wartawan sekalian, tolong hargai kehidupan pribadi kami..”

Bisik – bisik semakin terdengar. Para wartawan sibuk berbicara dengan teman wartawan lainnya. Tiba – tiba si wartawan pria dengan kacamata tebal yang tadi, mengacungkan tangannya untuk memberi pertanyaan lagi.

“Jadi, kalian tetap menyangkal bahwa diantara kalian tidak ada hubungan apa – apa?” Tanyanya dengan menggebu – gebu. Sepertinya wartawan itu sangat ingin memojokkan Eun Ho dan Yong Chan hingga mengakui yang sebenarnya.

“Maaf, itu sudah dijawab sebelumnya. Berita itu tidak benar. Yong Chan dan Eun Ho tidak memiliki hubungan apa – apa..” Kata Mr. Jung. Diikuti anggukan Mr. Moon yang berada di sebelahnya.

Pertanyaan mulai datang lagi berturut – turut. Sepertinya para wartawan tidak cukup puas dengan jawaban manajer Yong Chan.

“Apakah kalian takut hubungan ini akan menghancurkan karir kalian?” Pertanyaan ini membuat seluruh orang di ruangan itu terdiam. Yong Chan melihat kearah siapa yang berbicara, salah satu wartawan wanita mengajukan pertanyaan tersebut dengan lantang.

Yong Chan dan Eun Ho saling terdiam. Yong Chan rasanya ingin membantah. Hati kecilnya berontak, ingin mengungkapkan semua kebohongan ini. Mengungkapkan hal yang sebenarnya kepada masyarakat luas.  Mengungkapkan bahwa ia dan Eun Ho memang saling mencintai. Persetan dengan karir. Dia tak perduli, dia hanya ingin Eun Ho disampingnya. Dia tak perduli jika ia didepak dari dunia entertainment yang membesarkan namanya.

Yong Chan baru saja ingin membuka mulut ketika Eun Ho berkata dengan tegas, “Aku yang mencintainya…”

Yong Chan langsung menoleh kaget. Begitu pula dengan Mr. Jung dan Mr. Moon. Konon saja seluruh wartawan menjadi heboh atas perkataan Eun Ho. Mereka sibuk mencatat perkataan Eun Ho. Seluruh kamera yang ada langsung stand by untuk merekam apa yang akan terjadi.

“Aku yang mencintai Yong Chan..  Aku memendam perasaan ini sudah lama. Aku tidak berani mengungkapkannya pada Yong Chan. Karena aku tahu, Dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku..” Kata Eun Ho

Ribuan pertanyaan mengalir dari mulut wartawan. Mr. Jung dan Mr. Moon langsung kebingungan. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri konferensi pers ini.

“Maaf, waktu wawancara telah habis.. kami harus mengisi acara lain..” Kata Mr. Moon pada para wartawan yang langsung protes karena tiba – tiba saja konferensi pers berakhir. Mereka langsung berteriak – teriak ribut. Sementara itu Mr. Jung membantu Yong Chan dan Eun Ho untuk keluar ruangan.

Beberapa wartawan menyerbu mengejar Yong Chan dan Eun Ho, namun petugas keamanan mengamankan Yong Chan dan Eun Ho dari kejaran wartawan hingga masuk lift.

Sesampainya di lift, Yong Chan mencengkram kedua bahu Eun Ho dengan keras. “Apa maksudmu Eun Ho?! Mengapa kau melakukan ini??” Kata Yong Chan marah.

“Aku yang mencintainya? Dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku?!! Jelas – jelas aku yang mencintaimu lebih dulu Eun Ho-ya.. Jelas – jelas kita saling mencintai.. Mengapa seperti ini??” Teriak Yong Chan.

Eun Ho menunduk. Matanya menerawang pilu. Ia tidak sanggup berkata apa – apa. Dia juga tidak tahu mengapa ia berani mengatakan ini semua.

“Kau sendiri yang bilang ingin merahasiakannya dari orang lain, tapi mengapa kau melakukan ini Eun Ho-ya.. Waeee??” Kata Yong Chan putus asa sambil menggoncang – goncangkan tubuh Eun Ho.

“Ini semua untukmu Yong Chan-a… Jika mereka tahu yang sebenarnya, karirmu akan hancur…” Jawab Eun Ho pelan.

“Lalu kau?? Bagaimana dengan kau? “

“Aku hanyalah pemain baru Yong Chan, berbeda denganmu. Jika karirku hancur, itu tidak berarti apa – apa. Orang pun akan mudah melupakanku. Tapi kau? Kau telah mengawali karirmu dengan susah payah, aku tidak ingin hanya gara – gara aku karirmu berantakan..”

“Aku tidak perduli!! Aku sudah muak dengan semua ini! Aku hanya ingin kau berada di sisiku Eun Ho-ya..  Aku tidak ingin kau pergi.. Kumohon Eun Ho-ya.. Kumohon..”

Yong Chan memeluk tubuh Eun Ho dengan eratnya. Sementara itu, Eun Ho diam – diam terisak dalam pelukan Yong Chan. Hatinya sangat perih saat itu. Seperih hati Dam Ah ketika melihat mereka berpelukan saat pintu lift terbuka.

“Sepertinya aku harus merelakanmu.. Yong Chan-a..” Kata Dam Ah pelan, lalu dia berbalik pergi meninggalkan Eun Ho dan Yong Chan yang masih di dalam lift sampai pintu liftnya tertutup kembali.


********

Saat itu Choi Young baru saja membuka matanya. Dia merasakan rasa pusing di kepalanya. Dia beranjak bangun dan menggeliat. Lalu dia berteriak ketika melihat seorang pria sedang tidur sambil duduk di pinggir tempat tidurnya.

“OMO!!”

Mendengar teriakan itu, si pria itu langsung terbangun. Dia ternyata Nathan.

“Ah, Kau sudah bangun?” Kata Nathan sambil menguap. Sepertinya dia tidak bisa tidur nyenyak tadi malam.

“Omo! Kau! Kau,,kenapa bisa berada disini..??” Tanya Choi Young kaget. Lalu dia melihat keadaan sekitar. “Omo!! Dimana ini?? Ya! Kau bawa aku kemana hah?!!” Teriak Choi Young

“Hotel” Jawab Nathan pendek.

“Ho..Hotel.. Ya!!! Kau apakan diriku hah?!! Apa yang kau lakukan padaku!!”

“Apa yang aku lakukan padamu?” Kata Nathan heran. “Hei Nona, jika tidak ada aku, mungkin kau masih tertidur di bar dan bangun dengan tanpa busana..” Lanjut Nathan kejam

“Mm..Muo??Bar?Aku?”

Choi Young mengingat – ingat apa yang terjadi. Dia membaca Koran tentang Yong Chan dan Eun Ho,, lalu.. dia pergi ke Bar dan minum berbotol – botol anggur.

“Ah, Benar..”

“Kau sudah ingat sekarang?” Tanya Nathan

Choi Young langsung mengangguk pelan dan mencibirkan bibirnya kesal. *manyun ala Yoon Eun Hye*

“Lebih baik kau cuci muka, aku akan memesan sup untukmu. Orang mabuk harus meminum sup agar badannya segar..” Kata Nathan

“Tidak usah, aku bisa memesan makanan sendiri..” Kata Choi Young ketus.

“Kau Yakin? Lihat saja, sepertinya kau masih belum bisa berdiri dengan tegak..” Ejek Nathan.

“Apa? Kau menghinaku ya, lihat. Aku sudah tidak mabuk..”

Choi Young beranjak bangun dengan tergesa – gesa. Tapi dia merasakan kepalanya langsung sakit. “Aaaahhh..” Katanya

“Tuh kan,, apa kataku.. Sudah kau diam saja.  Aku akan memesan supnya” Kata Nathan, lalu dia bergegas meraih telepon yang berada di atas meja kecil dan memesan makanan.

“Aku…Ehm.. Aku mandi dulu…” Kata Choi Young

“Ah, baiklah.. “

“Jangan mengintip ya!” Ancam Choi Young polos. Nathan langsung tertawa dibuatnya.

“Tentu saja tidak, aku tidak menyukai tubuhmu yang kurus itu..” Ejek Nathan

“Muo? Kurus?”

Choi Yong mencibirkan bibirnya lagi sambil bergumam kesal. Lalu dia masuk ke dalam kamar mandi.

20 menit kemudian, Choi Young keluar dari kamar mandi. Dia hanya berbalut tank top warna pink dan celana jeans, karena baju atasan yang dipakainya dipenuhi bau alcohol. Untung saja tank top pinknya tidak terkena bau alcohol, jadi dia masih bisa memakainya. Rambutnya yang panjang dan bergelombang di biarkan terurai. Menambah kesan sexy pada dirinya.

Sebelum keluar kamar mandi, dia mengintip keadaan di dalam kamar. Ternyata Nathan sedang tertidur pulas di atas kasur. Maka Choi Young buru – buru keluar dari kamar mandi. Melihat Nathan yang tertidur, dia tersenyum kecil. Nathan seperti anak kecil yang sedang tertidur pulas. Dia menatap Nathan cukup lama, lalu dia perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Nathan.

“Dia tampan juga…” Pikir Choi Young. “Ah, tapi siapa ya namanya?”

Tiba – tiba tangan kanan Nathan terangkat dan memeluk Choi Young sehingga kini tubuh Choi Young terjatuh di atas tubuh Nathan. Choi Young tersentak kaget. Dilihatnya Nathan memeluknya dengan mata tertutup.

“Apa anak ini mengigau?” Kata Choi Young pelan. Lalu dia berusaha menaruh lengan Nathan pelan pelan. Sehingga ia terlepas dari pelukannya. Namun baru saja ia terlepas dan ingin beranjak bangun, Tangan Nathan kembali memeluknya. Kali ini dengan kedua tangannya. Sehingga Choi Young tak mampu lagi bergerak.

“Yaiissh! Anak ini kenapa sih..” Kata Choi Young. Kini wajah mereka berhadap – hadapan kurang dari 5 centi.  Choi Young dapat merasakan nafas Nathan yang sedang tertidur. Dia akhirnya hanya bisa memandangi wajah Nathan.

Hingga tiba – tiba Nathan membuka matanya. Lagi – lagi Choi Young tersentak kaget. Wajahnya langsung merona merah. Dia langsung bangun untuk melepaskan tubuhnya dari dekapan Nathan. Namun ternyata Nathan malah mengunci tubuhnya. 

“Ya…” Kata Choi Young.

Nathan tidak mengucapkan apa – apa. Dia malah mengangkat wajahnya dan mendekatkannya pada wajah Choi Young. Dada Choi Young berdegup kencang saat itu. ia tidak berani bernafas. Ia hanya bisa terdiam ketika melihat bibir Nathan yang semakin dekat dengan bibirnya. Nathan terus mendekat pada Choi Young perlahan demi perlahan. Hati Choi Young semakin tidak karuan. Namun entah kenapa instingnya berkata bahwa ia harus tetap diam. Lalu Choi Young perlahan menutup matanya ketika bibir Nathan tinggal sedikit lagi menyentuh bibirnya.

“Tiiinggg Toooonggg…”

Tiba – tiba bel berbunyi. Menyadarkan keduanya dari buaian asmara yang sekejap. Nathan langsung melepaskan pelukannya diikuti Choi Young yang langsung berdiri dan merapikan rambutnya. Wajah keduanya bukan main merahnya. Mereka menjadi salah tingkah.

“ehem.. Sepertinya, itu supmu datang..” Kata Nathan.

“Ah..ya? Oh.. Baiklah aku akan mengambilnya..” Jawab Choi Young. Lalu dia berbalik menuju pintu kamar dengan buru – buru untuk menutupi rasa malunya


*********

Malam itu Dam Ah bukan main gelisahnya. Dia sedang berada di kamarnya sambil menunggu kedatangan Sona. Mereka sudah berjanji akan bertemu malam itu.  Dam Ah merebahkan dirinya di atas sofa, lalu menyalakan televisi. Kebetulan malam itu sedang menyiarkan infotainment yang membahas tentang konferensi pers Yong Chan dan Eun Ho tadi pagi.

“Aku yang mencintai Yong Chan..  Aku memendam perasaan ini sudah lama. Aku tidak berani mengungkapkannya pada Yong Chan. Karena aku tahu, Dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku..”

Dam Ah melotot mendengar pengakuan Ekstrim Eun Ho di layar kaca. Ia sempat melihat pucatnya muka Yong Chan saat tersorot kamera.

“Heee?? Di..Dia… berani sekali berkata seperti itu…” komentar Dam Ah

Dam Ah semakin serius menonton kelanjutan isi konferensi pers tersebut. Selama beberapa menit, ia terhanyut dalam pengakuan Eun Ho yang sangat berani itu.

“Apa wanita itu gila? Untuk apa dia bicara seperti itu di hadapan wartawan?” Kata Dam Ah ketika tayangan infotainment di televisi habis.

“Dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku? Huh.. Jelas – jelas Yong Chan yang terlebih dahulu menyukainya. Permainan apa yang sebenarnya wanita itu mainkan?” Kata Dam Ah bicara sendiri.

Lalu dia terdiam seolah sibuk dengan pikirannya. Sebagai seorang entertainer, seharusnya dia tahu. Bahwa pengakuan jujur terhadap sebuah skandal kepada publik,sama saja dengan bunuh diri. Dan aku yakin wanita itu pasti mengetahuinya. Lalu apa sebenarnya maksud wanita itu? Apa dia tidak tahu ini bisa menghancurkan karirnya?

Dam Ah terdiam lebih lama lagi. Lalu tiba – tiba dia berkata, “Aahh.. Mungkinkah? Mungkinkah dia melakukan semua ini demi Yong Chan? Agar Karir Yong Chan tidak hancur?”

“Ya.. Lee Eun Ho.. Apakah kau benar – benar begitu mencintai Yong Chan? Hingga kau melakukan semua ini untuknya…? Jika iya, aku rasa aku salah menilaimu Eun Ho. Kau… Kau… “

“Tiiingg Tooong.. “ Tiba – tiba suara bel berbunyi. Dam Ah buru – buru keluar membukakan pintu.

“Ah, Miss Sona.. Aku sudah menunggumu dari tadi..” Kata Dam Ah sedikit kesal.


*********

“Kau yakin tidak mengenal foto ini?” Tanya Dam Ah sambil menunjukkan foto Yong Chan dan Eun Ho di Koran kemarin.

Sona menggeleng.” Aku tidak pernah mengambil foto ini”

“Lalu untuk apa dia mencuri foto – foto kita jika dia tidak meyebarkan foto yang kita ambil?” Tanya Dam Ah

“Aku tidak tahu.. Aku rasa, pencuri itu memiliki pikiran yang sangat licik”

“Dasar brengsek! Gara – gara dia kehidupan Yong Chan menjadi berantakan” Kata Dam Ah geram.

“Salah satu temanku bekerja di Koran yang menerbitkan foto itu, aku akan menanyakan padanya siapa yang membuat artikel itu.” Kata Sona

“Benarkah?”

Sona mengangguk. “Baiklah, aku menyerahkan semua ini kepadamu Miss Sona… Kau harus cari tahu siapa yang membuat artikel itu.. karena siapa tahu dia orang yang sama yang mencuri foto – foto kita” Perintah Dam Ah.

Sona mengangguk sekali lagi. Lalu dia meneguk tehnya yang sudah disediakan oleh Dam Ah dari tadi.


*********

Keesokan harinya, berita Yong Chan dan Eun Ho semakin memanas. Kini seluruh berita dan infotainment menayangkan konferensi pers tentang Yong Chan dan Eun Ho. Situs – situs fansclub Yong Chan ramai membicarakan pengakuan Eun Ho waktu itu. Sebagian menyetujui hubungan Yong Chan-Eun Ho, tapi tidak sedikit juga yang mencemooh Eun Ho dan membela Yong Chan.

Suasana di kantor YT pun sangat kalut. Manajer Yong Chan dan Eun Ho, beserta para staff manajemen YT sedang rapat untuk merundingkan masalah tersebut.

“Bagaimana ini? Jika begini syuting film The Sword selanjutnya akan terganggu” Kata Mr. Bae

“Maafkan kami Mr. Bae,, Kami benar – benar tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi..” Kata Mr. Moon, Manajer Eun Ho.

“Sebenarnya aku tidak perduli apakah diantara mereka ada hubungan atau tidak. Tapi jika berita ini terus menerus dibesar – besarkan, hal ini hanya akan menganggu proses syuting. Belum lagi para wartawan yang setiap hari datang berbondong – bonding itu mencari berita..” Lanjut Mr. Bae

Lalu Mr. Kim, petinggi dari YT Entertainment datang. Semua orang yang berada diruangan itu berdiri dan memberi salam pada Mr. Kim

“Duduklah…” Kata Mr. Kim

“Aku sudah mendengarnya… Kejadian ini memang sangat menghebohkan. Terutama di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya di pikirkan Eun Ho-ssi?? Mengapa dia berani bicara seperti itu di depan wartawan??!” Bentak Mr. Kim

“Maafkan kami Mr. Kim.. Maafkan kami…” Kata Mr. Moon merasa bersalah. Dia berkali – kali membungkukkan badanya untuk meminta maaf.

Seluruh orang yang ada diruangan itu langsung merasa tegang, kecuali Mr. Bae. Dia memang memiliki pembawaan yang sangat tenang.

“Maafkan talent kami, Mr. Bae.. Maaf jika karena hal ini syuting menjadi terganggu. Aku tahu pasti Anda merasa sangat kesulitan…” Kata Mr. Kim

Mr. Bae berdeham. “Sudahlah Mr. Kim, hal ini bukanlah kejadian yang besar. Dalam dunia entertainment hal ini sering sekali terjadi..” Katanya

“Sekali lagi maafkan kami, Mr. Bae.. Kini keputusan di tangan anda…” Kata Mr. Kim

“Apa maksud Anda?”

“Ya, Terus terang, dengan kejadian ini karir Eun Ho-ssi pasti akan terancam, Sekarang Anda boleh memutuskan apakah Anda akan tetap memakai Eun Ho-ssi di film anda atau tidak. Saya tidak ingin kejadian ini mempengaruhi hasil karya Anda…”

“Jika Anda memang tidak ingin memakai Eun Ho-ssi lagi, maka saya akan menyuruh Eun Ho-ssi untuk menjalani proses hukum sesuai dengan persetujuan kontrak..” Kata Mr. Kim panjang lebar.

“A…Apa?” Kata Mr. Moon tersentak kaget. Begitu pula semua orang yang ada diruangan itu. Semuanya merasa kaget oleh keputusan yang dibuat Mr. Kim. Mr. Moon ingin membantah, tetapi dia tahu itu tidak mungkin. Selain Mr. Kim adalah orang yang paling berwenang di dalam YT Entertainment, Apa yang dikatakan Mr. Kim adalah benar. Dalam kontrak, sudah tertulis beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Eun Ho, apabila melanggar, maka akan dikenakan denda atau dikenakan sangsi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mr. Bae terdiam. Keningnya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras. Lalu dia berkata, “Baiklah.. Kita tunggu sampai 3 hari. Jika setelah hari itu masalah ini masih belum reda, terpaksa aku tidak akan memakai Eun Ho-ssi lagi di dalam filmku” Katanya

Semua langsung terdiam. Sepertinya wajah semua orang disana berubah pucat. Terutama Mr. Moon dan Yong Chan yang diam – diam mendengarkan pembicaraan tersebut dari balik pintu ruang rapat.


*********

Di Waktu yang sama. Di klinik Yong Na

“Dokter Goo, ada yang ingin bertemu denganmu.. “ Kata salah satu perawat di klinik Yong Na.

“Siapa?” Tanya Yong Na heran. Dia bingung siapa orang yang mencarinya. Tidak mungkin Choi Yoon, karena dia masih di luar kota.

“Aku tidak tahu Dokter, dia tidak menyebutkan namanya..”

“Baiklah,, aku akan menemuinya…”

Perawat itu membungkuk dan pergi ke luar. Yong Na berdiri dari meja kerjanya, lalu beranjak pergi keluar.

“Yong Na-ya…”

Yong Na menoleh, ternyata itu benar Choi Yoon.

“Yoon-a.. Kenapa kau bisa ada disini..? Bukankah kau pulang besok?” Tanya Yong Na kaget. Ia tidak menyangka Choi Yoon pulang lebih awal.

“Bogoshipoyo…Jeongmal Bogoshipo…” Kata Choi Yoon sambil memeluk Yong Na.

“Yoon-a.. Jangan begitu.. ini di depan umum..” Kata Yong Na malu – malu. Mukanya memerah saat itu. beberapa perawat yang melihatnya hanya bisa tersenyum.

“Ah, Mianhae..Aku terlalu rindu padamu..” Kata Choi Yoon sambil melepaskan pelukannya.

“Kau belum jawa b pertanyaanku, mengapa kau pulang lebih awal?”

Choi Yoon segera duduk di tempat duduk yang tersedia disana. Diikuti Yong Na yang duduk di sampingnya.

“Syuting untuk hari ini ditunda sampai besok, karena cuaca disana tidak mendukung untuk pengambilan gambar. Jadi aku bisa pulang lebih awal..” jawab Choi Yoon

“Aaahh syukurlah.. Aku juga rindu denganmu Yoon-a.. “ Kata Yong Na.

“Aaa.. Geudae.. Soal Ayahmu.. Benarkah dia ingin bertemu denganku?” tanya Choi Yoon.

“Oo..” Kata Yong Na mengangguk. “Wae-yo? Kau takut?” Goda Yong Na

“Muo? Takut? Hahaha.. Choi Yoon tidak pernah takut pada apapun..” Canda Choi Yoon.

“Benarkah? Kalau begitu tunjukkan, ayo kita menemui Ayahku sekarang..”

“Hee?? Jigum-eyo?” Choi Yoon tersentak kaget.

“Geurae, Jigum!” Kata Yong Na tegas

“Tapi….”

“Tidak ada tapi – tapian.. Ayo berangkat…”

“Tunggu.. Jangan sekarang.. Maksudku.. Ah… Kau kan masih kerja?” Kata Choi Yoon mencoba menghindar.

“Aku bisa izin, lagi pula sedang tidak ada pasien…”

“Tapi…”

“Kau tunggu disini.. Aku membereskan barang – barangku. Ingat! Jangan kabur..” Perintah Yong Na

“Arata.. Arsseo…!” Kata Choi Yoon. Dia berubah menjadi cemberut saat itu. Yong Na berbalik menuju ruang kerjanya untuk beres – beres. Diam – diam dia tertawa melihat tingkah Choi Yoon. Dia senang menakut – nakuti Choi Yoon seperti tadi.

“Baiklah.. Ayo kita berangkat…” Kata Yong Na ketika ia sudah selesai membereskan barang – barangnya. Kini jas putihnya sudah berganti dengan sebuah baju terusan berwarna cokelat. Sangat cantik dan serasi  dipakai oleh Yong Na.

“Tunggu apa lagi, Ayo berangkat…” Kata Yong Na lagi, menyadarkan Choi Yoon dari lamunanya.

Yong Na menggandeng tangan Choi Yoon dan menggiringnya keluar. Di sampingnya Choi Yoon masih kelihatan pucat. Perutnya tiba - tiba terasa mulas saat itu.Sepertinya dia memang takut untuk menemui Ayah Yong Na.

Sesampainya di parkiran, tiba – tiba Choi Yoon berhenti.

“Wae?” Tanya Yong Na

“Apa.... Kita tidak makan dulu? Kau belum makan kan?” Lagi – lagi Choi Yoon mencoba mengindar.

“Ani..Aku sudah makan..”

“Ah, sudah makan ya..?  Kalau begitu kau temani aku saja. Aku belum makan..”

“Nanti saja, makannya dirumah. Aku akan menyiapkan makanan untukmu..”

“Tapi…”

“Sudah.. Jangan tapi – tapian lagi.. Ayo berangkat..”

“Yong Na-ya.. Aku…”

“Jangan – jangan kau takut ya untuk bertemu Ayahku?” Ledek Yong Na

“Apa? Takut..? Ten..Tentu saja tidak.. Aku kan sudah bilang, Choi Yoon tidak takut pada apapun..” Kata Choi Yoon mengelak.

Yong Na menahan tawanya. Lalu dia menggoda Choi Yoon lagi. “Kalau begitu tunggu apa lagi..? Ayo berangkat…”

“Baiklah.. Kita berangkat…” Akhirnya Choi Yoon menyerah. Mereka berdua masuk kedalam mobil. Yong Na memasang Seat Beltnya, begitu pula Choi Yoon.

Baru saja beberapa meter mobil mereka melaju, tiba – tiba Choi Yoon menghentikan mobilnya.

“Apa lagi?” Kata Yong Na kesal.

“Yong Na-ya.. Aku.. Sakit perut.. Tunggu sebentar ya” Kata Choi Yoon sambil memegang perutnya.

“Ya! Choi Yoon…!” teriak Yong Na ketika dia melihat Choi Yoon keluar dari mobil dan segera masuk kembali ke dalam klinik. Sepertinya perut Choi Yoon benar – benar mulas. Yong Na hanya bisa tertawa melihatnya.


********

“Nona Eun Ho, bisakah kau menjelaskan pada kami tentang hubunganmu dan Yong Chan?”

“Eun Ho-ssi.. Apa benar kau hanya bertepuk sebelah tangan?”

“Eun Ho-ssi.. Apakah kau melakukan ini demi karir Yong Chan??”

“Eun Ho-ssi… Eun Ho-ssi…”

Beberapa wartawan menghujani Eun Ho yang baru saja tiba di gedung YT dengan ratusan pertanyaan. Eun Ho hanya bisa menutupi wajahnya dari bidikan kamera wartawan dan diam seribu bahasa, sambil berlari menuju pintu masuk gedung YT. Sementara itu wartawan terus mengejarnya, hingga akhirnya beberapa sekuriti berhasil mengamankan para wartawan untuk tidak masuk ke dalam gedung.

“Eun Ho-ya…” Teriak Yong Chan begitu Eun Ho tiba di ruang latihan. “Apakah wartawan di bawah masih mengejarmu?”

“O..” Eun Ho mengangguk. Mukanya sedikit pucat. Dia merebahkan dirinya di sofa. Sepertinya dia sangat lelah.

“Eun Ho-ya.. Kau tahu apa yang telah kau lakukan…? Mengapa kau lakukan ini Eun Ho-ya.. Mengapa..?” kata Yong Chan sedih. “Aku tidak ingin melihat kau menderita Eun Ho…”

“Aku tidak menderita Yong Chan-a.. Aku hanya melakukan hal yang seharusnya. Ini semua demi kau… “

“Eun Ho-ya…”

“Sudahlah Yong Chan-a… Jangan perdulikan aku.. Aku sudah tahu segala resikonya, dan aku siap menghadapi semua itu..”

“Tidak! Tidak Eun Ho,, Aku akan menjagamu. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu…” Kata Yong Chan marah.

“Yong Chan-a…”

“Aku akan bilang pada mereka… Aku akan bilang bahwa kita saling mencintai.. Aku tidak perduli dengan karirku lagi.. Saat ini yang aku butuhkan hanya dirimu Eun Ho-ya…” Kata Yong Chan sambil menggenggam tangan Eun Ho

“Yong Chan-a…”

“Aku harus bilang.. Aku akan mengatakannya…” Kata Yong Chan sambil beranjak berdiri.

“Kalau kau lakukan itu, berarti kau dan aku sudah  tidak memiliki hubungan apa – apa lagi…” Kata Eun Ho. Matanya menatap lantai saat ia mengatakan itu. Seperti tidak kuasa menatap Yong Chan.

“Apa??”

“Jika kau lakukan itu… Lebih baik kita putus…”

“Jangan bercanda denganku Eun Ho-ya…” Kata Yong Chan dengan bibir bergetar.

“Aku tidak bercanda Yong Chan.. Jika kau benar – benar melakukan itu. Hubungan kita berakhir Goo Yong Chan..”

“Ya!! LEE EUN HO!!!” Teriak Yong Chan marah dengan tatapan yang membara.


*******

To Be Continued...


EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun