Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19136 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 20 ~Luveliprincess

Seluruh mata yang ada diruangan itu menatap tajam pada Yong Chan. Setiap wartawan sudah bersiap dengan notes kecil di tangan mereka. Mereka memasang telinganya dengan baik – baik, seolah pernyataan yang dikatakan Yong Chan adalah suatu hal yang sangat penting.

Yong Chan menarik napasnya dalam – dalam. Lalu ia menghembuskannya perlahan. Eun Ho sesekali melirik ke arahnya dengan tatapan cemas.

“Pertanyaan yang sangat sulit..” Jawab Yong Chan. Kemudian dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan perkataannya lagi.

“Aku rasa, setiap orang memiliki alasannya masing – masing apakah hubungan pribadinya berhak di konsumsi oleh public atau tidak. Sedangkan saya pribadi, saya lebih memilih mengungkapkannya kepada public. Apa salahnya menyebarkan suatu kabar bahagia kan?” Ujar Yong Chan sambil sedikit tertawa.

Eun Ho terkejut mendengar pernyataan Yong Chan. Namun dia tidak berani berkata apa – apa. Maka dia membiarkan Yong Chan melakukan semuanya.

“Jadi, antara Yong Chan-ssi dan Eun Ho-ssi benar – benar tidak memiliki hubungan seperti itu?”

“Apakah kau akan mengabari kami jika kau memiliki kekasih?”

Pertanyaan wartawan datang bertubi – tubi membuat Yong Chan merasa sedikit kewalahan. Mr. Jung mencoba untuk menenangkan para wartawan.

“Harap tenang, tolong satu persatu bertanyanya…” Katanya

“Ehm.. Saya belum selesai bicara, Saya memang lebih memilih untuk mengungkapkan kepada public jika saya memiliki seorang kekasih, tapi sebagai seorang public figure, tentulah memiliki sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Setiap perkataan dan perbuatan kita di lihat oleh masyarakat luas..Oleh karena itu dari sisi seorang public figure saya harus bisa memilah, mana yang harus diungkapkan kepada masyarakat luar, dan mana yang tidak…”

“Saya percaya, jika saya tidak mengungkapkan sesuatu kepada teman – teman wartawan sekalian, karena saya memiliki alasan yang kuat untuk itu.” Jawab Yong Chan tegas.

“Lalu bagaimana dengan anda Eun Ho-ssi? Apakah anda sepakat dengan pernyataan Yong Chan-ssi?” Tanya seorang wartawan lagi

Eun Ho mengigit bibirnya pelan. Dia sangat gugup saat itu. Tangannya yang berada di atas pahanya sedikit bergetar. Yong Chan yang mengetahui itu, langsung menggenggam tangan Eun Ho tanpa melihat kearahnya. Untung saja Meja panjang yang dipakai untuk konferensi pers itu bertaplak rumbai – rumbai panjang, sehingga menutupi Eun Ho dan Yong Chan dari arah wartawan.

Eun Ho sedikit tersentak ketika Yong Chan memegang tangannya, namun setelah itu hatinya jadi sedikit tenang.

“Aku…ehm.. Aku setuju dengan Yong Chan..” Kata Eun Ho. Bisik – bisik di kalangan wartawan langsung terdengar. Namun Eun Ho melanjutkan perkataannya.

“Benar kata Yong Chan, setiap orang berhak memilih apakah kehidupan pribadinya boleh di konsumsi oleh public atau tidak. Apalagi seorang public figure. Banyak masyarakat luar yang hanya bisa mencemooh tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Padahal belum tentu yang diberitakan itu benar..”

“Saya hanya bisa memohon kepada wartawan sekalian, tolong hargai kehidupan pribadi kami..”

Bisik – bisik semakin terdengar. Para wartawan sibuk berbicara dengan teman wartawan lainnya. Tiba – tiba si wartawan pria dengan kacamata tebal yang tadi, mengacungkan tangannya untuk memberi pertanyaan lagi.

“Jadi, kalian tetap menyangkal bahwa diantara kalian tidak ada hubungan apa – apa?” Tanyanya dengan menggebu – gebu. Sepertinya wartawan itu sangat ingin memojokkan Eun Ho dan Yong Chan hingga mengakui yang sebenarnya.

“Maaf, itu sudah dijawab sebelumnya. Berita itu tidak benar. Yong Chan dan Eun Ho tidak memiliki hubungan apa – apa..” Kata Mr. Jung. Diikuti anggukan Mr. Moon yang berada di sebelahnya.

Pertanyaan mulai datang lagi berturut – turut. Sepertinya para wartawan tidak cukup puas dengan jawaban manajer Yong Chan.

“Apakah kalian takut hubungan ini akan menghancurkan karir kalian?” Pertanyaan ini membuat seluruh orang di ruangan itu terdiam. Yong Chan melihat kearah siapa yang berbicara, salah satu wartawan wanita mengajukan pertanyaan tersebut dengan lantang.

Yong Chan dan Eun Ho saling terdiam. Yong Chan rasanya ingin membantah. Hati kecilnya berontak, ingin mengungkapkan semua kebohongan ini. Mengungkapkan hal yang sebenarnya kepada masyarakat luas.  Mengungkapkan bahwa ia dan Eun Ho memang saling mencintai. Persetan dengan karir. Dia tak perduli, dia hanya ingin Eun Ho disampingnya. Dia tak perduli jika ia didepak dari dunia entertainment yang membesarkan namanya.

Yong Chan baru saja ingin membuka mulut ketika Eun Ho berkata dengan tegas, “Aku yang mencintainya…”

Yong Chan langsung menoleh kaget. Begitu pula dengan Mr. Jung dan Mr. Moon. Konon saja seluruh wartawan menjadi heboh atas perkataan Eun Ho. Mereka sibuk mencatat perkataan Eun Ho. Seluruh kamera yang ada langsung stand by untuk merekam apa yang akan terjadi.

“Aku yang mencintai Yong Chan..  Aku memendam perasaan ini sudah lama. Aku tidak berani mengungkapkannya pada Yong Chan. Karena aku tahu, Dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku..” Kata Eun Ho

Ribuan pertanyaan mengalir dari mulut wartawan. Mr. Jung dan Mr. Moon langsung kebingungan. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri konferensi pers ini.

“Maaf, waktu wawancara telah habis.. kami harus mengisi acara lain..” Kata Mr. Moon pada para wartawan yang langsung protes karena tiba – tiba saja konferensi pers berakhir. Mereka langsung berteriak – teriak ribut. Sementara itu Mr. Jung membantu Yong Chan dan Eun Ho untuk keluar ruangan.

Beberapa wartawan menyerbu mengejar Yong Chan dan Eun Ho, namun petugas keamanan mengamankan Yong Chan dan Eun Ho dari kejaran wartawan hingga masuk lift.

Sesampainya di lift, Yong Chan mencengkram kedua bahu Eun Ho dengan keras. “Apa maksudmu Eun Ho?! Mengapa kau melakukan ini??” Kata Yong Chan marah.

“Aku yang mencintainya? Dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku?!! Jelas – jelas aku yang mencintaimu lebih dulu Eun Ho-ya.. Jelas – jelas kita saling mencintai.. Mengapa seperti ini??” Teriak Yong Chan.

Eun Ho menunduk. Matanya menerawang pilu. Ia tidak sanggup berkata apa – apa. Dia juga tidak tahu mengapa ia berani mengatakan ini semua.

“Kau sendiri yang bilang ingin merahasiakannya dari orang lain, tapi mengapa kau melakukan ini Eun Ho-ya.. Waeee??” Kata Yong Chan putus asa sambil menggoncang – goncangkan tubuh Eun Ho.

“Ini semua untukmu Yong Chan-a… Jika mereka tahu yang sebenarnya, karirmu akan hancur…” Jawab Eun Ho pelan.

“Lalu kau?? Bagaimana dengan kau? “

“Aku hanyalah pemain baru Yong Chan, berbeda denganmu. Jika karirku hancur, itu tidak berarti apa – apa. Orang pun akan mudah melupakanku. Tapi kau? Kau telah mengawali karirmu dengan susah payah, aku tidak ingin hanya gara – gara aku karirmu berantakan..”

“Aku tidak perduli!! Aku sudah muak dengan semua ini! Aku hanya ingin kau berada di sisiku Eun Ho-ya..  Aku tidak ingin kau pergi.. Kumohon Eun Ho-ya.. Kumohon..”

Yong Chan memeluk tubuh Eun Ho dengan eratnya. Sementara itu, Eun Ho diam – diam terisak dalam pelukan Yong Chan. Hatinya sangat perih saat itu. Seperih hati Dam Ah ketika melihat mereka berpelukan saat pintu lift terbuka.

“Sepertinya aku harus merelakanmu.. Yong Chan-a..” Kata Dam Ah pelan, lalu dia berbalik pergi meninggalkan Eun Ho dan Yong Chan yang masih di dalam lift sampai pintu liftnya tertutup kembali.


********

Saat itu Choi Young baru saja membuka matanya. Dia merasakan rasa pusing di kepalanya. Dia beranjak bangun dan menggeliat. Lalu dia berteriak ketika melihat seorang pria sedang tidur sambil duduk di pinggir tempat tidurnya.

“OMO!!”

Mendengar teriakan itu, si pria itu langsung terbangun. Dia ternyata Nathan.

“Ah, Kau sudah bangun?” Kata Nathan sambil menguap. Sepertinya dia tidak bisa tidur nyenyak tadi malam.

“Omo! Kau! Kau,,kenapa bisa berada disini..??” Tanya Choi Young kaget. Lalu dia melihat keadaan sekitar. “Omo!! Dimana ini?? Ya! Kau bawa aku kemana hah?!!” Teriak Choi Young

“Hotel” Jawab Nathan pendek.

“Ho..Hotel.. Ya!!! Kau apakan diriku hah?!! Apa yang kau lakukan padaku!!”

“Apa yang aku lakukan padamu?” Kata Nathan heran. “Hei Nona, jika tidak ada aku, mungkin kau masih tertidur di bar dan bangun dengan tanpa busana..” Lanjut Nathan kejam

“Mm..Muo??Bar?Aku?”

Choi Young mengingat – ingat apa yang terjadi. Dia membaca Koran tentang Yong Chan dan Eun Ho,, lalu.. dia pergi ke Bar dan minum berbotol – botol anggur.

“Ah, Benar..”

“Kau sudah ingat sekarang?” Tanya Nathan

Choi Young langsung mengangguk pelan dan mencibirkan bibirnya kesal. *manyun ala Yoon Eun Hye*

“Lebih baik kau cuci muka, aku akan memesan sup untukmu. Orang mabuk harus meminum sup agar badannya segar..” Kata Nathan

“Tidak usah, aku bisa memesan makanan sendiri..” Kata Choi Young ketus.

“Kau Yakin? Lihat saja, sepertinya kau masih belum bisa berdiri dengan tegak..” Ejek Nathan.

“Apa? Kau menghinaku ya, lihat. Aku sudah tidak mabuk..”

Choi Young beranjak bangun dengan tergesa – gesa. Tapi dia merasakan kepalanya langsung sakit. “Aaaahhh..” Katanya

“Tuh kan,, apa kataku.. Sudah kau diam saja.  Aku akan memesan supnya” Kata Nathan, lalu dia bergegas meraih telepon yang berada di atas meja kecil dan memesan makanan.

“Aku…Ehm.. Aku mandi dulu…” Kata Choi Young

“Ah, baiklah.. “

“Jangan mengintip ya!” Ancam Choi Young polos. Nathan langsung tertawa dibuatnya.

“Tentu saja tidak, aku tidak menyukai tubuhmu yang kurus itu..” Ejek Nathan

“Muo? Kurus?”

Choi Yong mencibirkan bibirnya lagi sambil bergumam kesal. Lalu dia masuk ke dalam kamar mandi.

20 menit kemudian, Choi Young keluar dari kamar mandi. Dia hanya berbalut tank top warna pink dan celana jeans, karena baju atasan yang dipakainya dipenuhi bau alcohol. Untung saja tank top pinknya tidak terkena bau alcohol, jadi dia masih bisa memakainya. Rambutnya yang panjang dan bergelombang di biarkan terurai. Menambah kesan sexy pada dirinya.

Sebelum keluar kamar mandi, dia mengintip keadaan di dalam kamar. Ternyata Nathan sedang tertidur pulas di atas kasur. Maka Choi Young buru – buru keluar dari kamar mandi. Melihat Nathan yang tertidur, dia tersenyum kecil. Nathan seperti anak kecil yang sedang tertidur pulas. Dia menatap Nathan cukup lama, lalu dia perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Nathan.

“Dia tampan juga…” Pikir Choi Young. “Ah, tapi siapa ya namanya?”

Tiba – tiba tangan kanan Nathan terangkat dan memeluk Choi Young sehingga kini tubuh Choi Young terjatuh di atas tubuh Nathan. Choi Young tersentak kaget. Dilihatnya Nathan memeluknya dengan mata tertutup.

“Apa anak ini mengigau?” Kata Choi Young pelan. Lalu dia berusaha menaruh lengan Nathan pelan pelan. Sehingga ia terlepas dari pelukannya. Namun baru saja ia terlepas dan ingin beranjak bangun, Tangan Nathan kembali memeluknya. Kali ini dengan kedua tangannya. Sehingga Choi Young tak mampu lagi bergerak.

“Yaiissh! Anak ini kenapa sih..” Kata Choi Young. Kini wajah mereka berhadap – hadapan kurang dari 5 centi.  Choi Young dapat merasakan nafas Nathan yang sedang tertidur. Dia akhirnya hanya bisa memandangi wajah Nathan.

Hingga tiba – tiba Nathan membuka matanya. Lagi – lagi Choi Young tersentak kaget. Wajahnya langsung merona merah. Dia langsung bangun untuk melepaskan tubuhnya dari dekapan Nathan. Namun ternyata Nathan malah mengunci tubuhnya. 

“Ya…” Kata Choi Young.

Nathan tidak mengucapkan apa – apa. Dia malah mengangkat wajahnya dan mendekatkannya pada wajah Choi Young. Dada Choi Young berdegup kencang saat itu. ia tidak berani bernafas. Ia hanya bisa terdiam ketika melihat bibir Nathan yang semakin dekat dengan bibirnya. Nathan terus mendekat pada Choi Young perlahan demi perlahan. Hati Choi Young semakin tidak karuan. Namun entah kenapa instingnya berkata bahwa ia harus tetap diam. Lalu Choi Young perlahan menutup matanya ketika bibir Nathan tinggal sedikit lagi menyentuh bibirnya.

“Tiiinggg Toooonggg…”

Tiba – tiba bel berbunyi. Menyadarkan keduanya dari buaian asmara yang sekejap. Nathan langsung melepaskan pelukannya diikuti Choi Young yang langsung berdiri dan merapikan rambutnya. Wajah keduanya bukan main merahnya. Mereka menjadi salah tingkah.

“ehem.. Sepertinya, itu supmu datang..” Kata Nathan.

“Ah..ya? Oh.. Baiklah aku akan mengambilnya..” Jawab Choi Young. Lalu dia berbalik menuju pintu kamar dengan buru – buru untuk menutupi rasa malunya


*********

Malam itu Dam Ah bukan main gelisahnya. Dia sedang berada di kamarnya sambil menunggu kedatangan Sona. Mereka sudah berjanji akan bertemu malam itu.  Dam Ah merebahkan dirinya di atas sofa, lalu menyalakan televisi. Kebetulan malam itu sedang menyiarkan infotainment yang membahas tentang konferensi pers Yong Chan dan Eun Ho tadi pagi.

“Aku yang mencintai Yong Chan..  Aku memendam perasaan ini sudah lama. Aku tidak berani mengungkapkannya pada Yong Chan. Karena aku tahu, Dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku..”

Dam Ah melotot mendengar pengakuan Ekstrim Eun Ho di layar kaca. Ia sempat melihat pucatnya muka Yong Chan saat tersorot kamera.

“Heee?? Di..Dia… berani sekali berkata seperti itu…” komentar Dam Ah

Dam Ah semakin serius menonton kelanjutan isi konferensi pers tersebut. Selama beberapa menit, ia terhanyut dalam pengakuan Eun Ho yang sangat berani itu.

“Apa wanita itu gila? Untuk apa dia bicara seperti itu di hadapan wartawan?” Kata Dam Ah ketika tayangan infotainment di televisi habis.

“Dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku? Huh.. Jelas – jelas Yong Chan yang terlebih dahulu menyukainya. Permainan apa yang sebenarnya wanita itu mainkan?” Kata Dam Ah bicara sendiri.

Lalu dia terdiam seolah sibuk dengan pikirannya. Sebagai seorang entertainer, seharusnya dia tahu. Bahwa pengakuan jujur terhadap sebuah skandal kepada publik,sama saja dengan bunuh diri. Dan aku yakin wanita itu pasti mengetahuinya. Lalu apa sebenarnya maksud wanita itu? Apa dia tidak tahu ini bisa menghancurkan karirnya?

Dam Ah terdiam lebih lama lagi. Lalu tiba – tiba dia berkata, “Aahh.. Mungkinkah? Mungkinkah dia melakukan semua ini demi Yong Chan? Agar Karir Yong Chan tidak hancur?”

“Ya.. Lee Eun Ho.. Apakah kau benar – benar begitu mencintai Yong Chan? Hingga kau melakukan semua ini untuknya…? Jika iya, aku rasa aku salah menilaimu Eun Ho. Kau… Kau… “

“Tiiingg Tooong.. “ Tiba – tiba suara bel berbunyi. Dam Ah buru – buru keluar membukakan pintu.

“Ah, Miss Sona.. Aku sudah menunggumu dari tadi..” Kata Dam Ah sedikit kesal.


*********

“Kau yakin tidak mengenal foto ini?” Tanya Dam Ah sambil menunjukkan foto Yong Chan dan Eun Ho di Koran kemarin.

Sona menggeleng.” Aku tidak pernah mengambil foto ini”

“Lalu untuk apa dia mencuri foto – foto kita jika dia tidak meyebarkan foto yang kita ambil?” Tanya Dam Ah

“Aku tidak tahu.. Aku rasa, pencuri itu memiliki pikiran yang sangat licik”

“Dasar brengsek! Gara – gara dia kehidupan Yong Chan menjadi berantakan” Kata Dam Ah geram.

“Salah satu temanku bekerja di Koran yang menerbitkan foto itu, aku akan menanyakan padanya siapa yang membuat artikel itu.” Kata Sona

“Benarkah?”

Sona mengangguk. “Baiklah, aku menyerahkan semua ini kepadamu Miss Sona… Kau harus cari tahu siapa yang membuat artikel itu.. karena siapa tahu dia orang yang sama yang mencuri foto – foto kita” Perintah Dam Ah.

Sona mengangguk sekali lagi. Lalu dia meneguk tehnya yang sudah disediakan oleh Dam Ah dari tadi.


*********

Keesokan harinya, berita Yong Chan dan Eun Ho semakin memanas. Kini seluruh berita dan infotainment menayangkan konferensi pers tentang Yong Chan dan Eun Ho. Situs – situs fansclub Yong Chan ramai membicarakan pengakuan Eun Ho waktu itu. Sebagian menyetujui hubungan Yong Chan-Eun Ho, tapi tidak sedikit juga yang mencemooh Eun Ho dan membela Yong Chan.

Suasana di kantor YT pun sangat kalut. Manajer Yong Chan dan Eun Ho, beserta para staff manajemen YT sedang rapat untuk merundingkan masalah tersebut.

“Bagaimana ini? Jika begini syuting film The Sword selanjutnya akan terganggu” Kata Mr. Bae

“Maafkan kami Mr. Bae,, Kami benar – benar tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi..” Kata Mr. Moon, Manajer Eun Ho.

“Sebenarnya aku tidak perduli apakah diantara mereka ada hubungan atau tidak. Tapi jika berita ini terus menerus dibesar – besarkan, hal ini hanya akan menganggu proses syuting. Belum lagi para wartawan yang setiap hari datang berbondong – bonding itu mencari berita..” Lanjut Mr. Bae

Lalu Mr. Kim, petinggi dari YT Entertainment datang. Semua orang yang berada diruangan itu berdiri dan memberi salam pada Mr. Kim

“Duduklah…” Kata Mr. Kim

“Aku sudah mendengarnya… Kejadian ini memang sangat menghebohkan. Terutama di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya di pikirkan Eun Ho-ssi?? Mengapa dia berani bicara seperti itu di depan wartawan??!” Bentak Mr. Kim

“Maafkan kami Mr. Kim.. Maafkan kami…” Kata Mr. Moon merasa bersalah. Dia berkali – kali membungkukkan badanya untuk meminta maaf.

Seluruh orang yang ada diruangan itu langsung merasa tegang, kecuali Mr. Bae. Dia memang memiliki pembawaan yang sangat tenang.

“Maafkan talent kami, Mr. Bae.. Maaf jika karena hal ini syuting menjadi terganggu. Aku tahu pasti Anda merasa sangat kesulitan…” Kata Mr. Kim

Mr. Bae berdeham. “Sudahlah Mr. Kim, hal ini bukanlah kejadian yang besar. Dalam dunia entertainment hal ini sering sekali terjadi..” Katanya

“Sekali lagi maafkan kami, Mr. Bae.. Kini keputusan di tangan anda…” Kata Mr. Kim

“Apa maksud Anda?”

“Ya, Terus terang, dengan kejadian ini karir Eun Ho-ssi pasti akan terancam, Sekarang Anda boleh memutuskan apakah Anda akan tetap memakai Eun Ho-ssi di film anda atau tidak. Saya tidak ingin kejadian ini mempengaruhi hasil karya Anda…”

“Jika Anda memang tidak ingin memakai Eun Ho-ssi lagi, maka saya akan menyuruh Eun Ho-ssi untuk menjalani proses hukum sesuai dengan persetujuan kontrak..” Kata Mr. Kim panjang lebar.

“A…Apa?” Kata Mr. Moon tersentak kaget. Begitu pula semua orang yang ada diruangan itu. Semuanya merasa kaget oleh keputusan yang dibuat Mr. Kim. Mr. Moon ingin membantah, tetapi dia tahu itu tidak mungkin. Selain Mr. Kim adalah orang yang paling berwenang di dalam YT Entertainment, Apa yang dikatakan Mr. Kim adalah benar. Dalam kontrak, sudah tertulis beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Eun Ho, apabila melanggar, maka akan dikenakan denda atau dikenakan sangsi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mr. Bae terdiam. Keningnya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras. Lalu dia berkata, “Baiklah.. Kita tunggu sampai 3 hari. Jika setelah hari itu masalah ini masih belum reda, terpaksa aku tidak akan memakai Eun Ho-ssi lagi di dalam filmku” Katanya

Semua langsung terdiam. Sepertinya wajah semua orang disana berubah pucat. Terutama Mr. Moon dan Yong Chan yang diam – diam mendengarkan pembicaraan tersebut dari balik pintu ruang rapat.


*********

Di Waktu yang sama. Di klinik Yong Na

“Dokter Goo, ada yang ingin bertemu denganmu.. “ Kata salah satu perawat di klinik Yong Na.

“Siapa?” Tanya Yong Na heran. Dia bingung siapa orang yang mencarinya. Tidak mungkin Choi Yoon, karena dia masih di luar kota.

“Aku tidak tahu Dokter, dia tidak menyebutkan namanya..”

“Baiklah,, aku akan menemuinya…”

Perawat itu membungkuk dan pergi ke luar. Yong Na berdiri dari meja kerjanya, lalu beranjak pergi keluar.

“Yong Na-ya…”

Yong Na menoleh, ternyata itu benar Choi Yoon.

“Yoon-a.. Kenapa kau bisa ada disini..? Bukankah kau pulang besok?” Tanya Yong Na kaget. Ia tidak menyangka Choi Yoon pulang lebih awal.

“Bogoshipoyo…Jeongmal Bogoshipo…” Kata Choi Yoon sambil memeluk Yong Na.

“Yoon-a.. Jangan begitu.. ini di depan umum..” Kata Yong Na malu – malu. Mukanya memerah saat itu. beberapa perawat yang melihatnya hanya bisa tersenyum.

“Ah, Mianhae..Aku terlalu rindu padamu..” Kata Choi Yoon sambil melepaskan pelukannya.

“Kau belum jawa b pertanyaanku, mengapa kau pulang lebih awal?”

Choi Yoon segera duduk di tempat duduk yang tersedia disana. Diikuti Yong Na yang duduk di sampingnya.

“Syuting untuk hari ini ditunda sampai besok, karena cuaca disana tidak mendukung untuk pengambilan gambar. Jadi aku bisa pulang lebih awal..” jawab Choi Yoon

“Aaahh syukurlah.. Aku juga rindu denganmu Yoon-a.. “ Kata Yong Na.

“Aaa.. Geudae.. Soal Ayahmu.. Benarkah dia ingin bertemu denganku?” tanya Choi Yoon.

“Oo..” Kata Yong Na mengangguk. “Wae-yo? Kau takut?” Goda Yong Na

“Muo? Takut? Hahaha.. Choi Yoon tidak pernah takut pada apapun..” Canda Choi Yoon.

“Benarkah? Kalau begitu tunjukkan, ayo kita menemui Ayahku sekarang..”

“Hee?? Jigum-eyo?” Choi Yoon tersentak kaget.

“Geurae, Jigum!” Kata Yong Na tegas

“Tapi….”

“Tidak ada tapi – tapian.. Ayo berangkat…”

“Tunggu.. Jangan sekarang.. Maksudku.. Ah… Kau kan masih kerja?” Kata Choi Yoon mencoba menghindar.

“Aku bisa izin, lagi pula sedang tidak ada pasien…”

“Tapi…”

“Kau tunggu disini.. Aku membereskan barang – barangku. Ingat! Jangan kabur..” Perintah Yong Na

“Arata.. Arsseo…!” Kata Choi Yoon. Dia berubah menjadi cemberut saat itu. Yong Na berbalik menuju ruang kerjanya untuk beres – beres. Diam – diam dia tertawa melihat tingkah Choi Yoon. Dia senang menakut – nakuti Choi Yoon seperti tadi.

“Baiklah.. Ayo kita berangkat…” Kata Yong Na ketika ia sudah selesai membereskan barang – barangnya. Kini jas putihnya sudah berganti dengan sebuah baju terusan berwarna cokelat. Sangat cantik dan serasi  dipakai oleh Yong Na.

“Tunggu apa lagi, Ayo berangkat…” Kata Yong Na lagi, menyadarkan Choi Yoon dari lamunanya.

Yong Na menggandeng tangan Choi Yoon dan menggiringnya keluar. Di sampingnya Choi Yoon masih kelihatan pucat. Perutnya tiba - tiba terasa mulas saat itu.Sepertinya dia memang takut untuk menemui Ayah Yong Na.

Sesampainya di parkiran, tiba – tiba Choi Yoon berhenti.

“Wae?” Tanya Yong Na

“Apa.... Kita tidak makan dulu? Kau belum makan kan?” Lagi – lagi Choi Yoon mencoba mengindar.

“Ani..Aku sudah makan..”

“Ah, sudah makan ya..?  Kalau begitu kau temani aku saja. Aku belum makan..”

“Nanti saja, makannya dirumah. Aku akan menyiapkan makanan untukmu..”

“Tapi…”

“Sudah.. Jangan tapi – tapian lagi.. Ayo berangkat..”

“Yong Na-ya.. Aku…”

“Jangan – jangan kau takut ya untuk bertemu Ayahku?” Ledek Yong Na

“Apa? Takut..? Ten..Tentu saja tidak.. Aku kan sudah bilang, Choi Yoon tidak takut pada apapun..” Kata Choi Yoon mengelak.

Yong Na menahan tawanya. Lalu dia menggoda Choi Yoon lagi. “Kalau begitu tunggu apa lagi..? Ayo berangkat…”

“Baiklah.. Kita berangkat…” Akhirnya Choi Yoon menyerah. Mereka berdua masuk kedalam mobil. Yong Na memasang Seat Beltnya, begitu pula Choi Yoon.

Baru saja beberapa meter mobil mereka melaju, tiba – tiba Choi Yoon menghentikan mobilnya.

“Apa lagi?” Kata Yong Na kesal.

“Yong Na-ya.. Aku.. Sakit perut.. Tunggu sebentar ya” Kata Choi Yoon sambil memegang perutnya.

“Ya! Choi Yoon…!” teriak Yong Na ketika dia melihat Choi Yoon keluar dari mobil dan segera masuk kembali ke dalam klinik. Sepertinya perut Choi Yoon benar – benar mulas. Yong Na hanya bisa tertawa melihatnya.


********

“Nona Eun Ho, bisakah kau menjelaskan pada kami tentang hubunganmu dan Yong Chan?”

“Eun Ho-ssi.. Apa benar kau hanya bertepuk sebelah tangan?”

“Eun Ho-ssi.. Apakah kau melakukan ini demi karir Yong Chan??”

“Eun Ho-ssi… Eun Ho-ssi…”

Beberapa wartawan menghujani Eun Ho yang baru saja tiba di gedung YT dengan ratusan pertanyaan. Eun Ho hanya bisa menutupi wajahnya dari bidikan kamera wartawan dan diam seribu bahasa, sambil berlari menuju pintu masuk gedung YT. Sementara itu wartawan terus mengejarnya, hingga akhirnya beberapa sekuriti berhasil mengamankan para wartawan untuk tidak masuk ke dalam gedung.

“Eun Ho-ya…” Teriak Yong Chan begitu Eun Ho tiba di ruang latihan. “Apakah wartawan di bawah masih mengejarmu?”

“O..” Eun Ho mengangguk. Mukanya sedikit pucat. Dia merebahkan dirinya di sofa. Sepertinya dia sangat lelah.

“Eun Ho-ya.. Kau tahu apa yang telah kau lakukan…? Mengapa kau lakukan ini Eun Ho-ya.. Mengapa..?” kata Yong Chan sedih. “Aku tidak ingin melihat kau menderita Eun Ho…”

“Aku tidak menderita Yong Chan-a.. Aku hanya melakukan hal yang seharusnya. Ini semua demi kau… “

“Eun Ho-ya…”

“Sudahlah Yong Chan-a… Jangan perdulikan aku.. Aku sudah tahu segala resikonya, dan aku siap menghadapi semua itu..”

“Tidak! Tidak Eun Ho,, Aku akan menjagamu. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu…” Kata Yong Chan marah.

“Yong Chan-a…”

“Aku akan bilang pada mereka… Aku akan bilang bahwa kita saling mencintai.. Aku tidak perduli dengan karirku lagi.. Saat ini yang aku butuhkan hanya dirimu Eun Ho-ya…” Kata Yong Chan sambil menggenggam tangan Eun Ho

“Yong Chan-a…”

“Aku harus bilang.. Aku akan mengatakannya…” Kata Yong Chan sambil beranjak berdiri.

“Kalau kau lakukan itu, berarti kau dan aku sudah  tidak memiliki hubungan apa – apa lagi…” Kata Eun Ho. Matanya menatap lantai saat ia mengatakan itu. Seperti tidak kuasa menatap Yong Chan.

“Apa??”

“Jika kau lakukan itu… Lebih baik kita putus…”

“Jangan bercanda denganku Eun Ho-ya…” Kata Yong Chan dengan bibir bergetar.

“Aku tidak bercanda Yong Chan.. Jika kau benar – benar melakukan itu. Hubungan kita berakhir Goo Yong Chan..”

“Ya!! LEE EUN HO!!!” Teriak Yong Chan marah dengan tatapan yang membara.


*******

To Be Continued...


EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Chapter 21 ~Miny

Yong Sae mempercepat langkahnya ,ia hanya berjalan tertunduk di bawah teriknya sinar matahari siang. Kerah seragamnya menjadi basah karena keringat yang bercucuran. Air mata Yong Sae bercampur dengan keringatnya ,muka Yong Sae menjadi sangat merah.

Ia tahu ,ia harusnya senang ,karena sekolah telah usai dan lagipula besok adalah akhir pekan. Tetapi ,ia pun tidak yakin haruskah ia senang untuk hal seperti itu disaat hal lain yang buruk tengah terjadi. Ia memutuskan jawabannya adalah tidak. Yong Sae menyalahkan dirinya sendiri ,kenapa ia menjadi begitu kekanak-kanakan dan cengeng dalam menghadapi semua ini. Dan benar-benar tak ada gunanya untuk melawan atau menyalahkan karena..,air mata terus mengaliri kedua pipi merah Yong Sae..

Ia tidak marah ,tidak kecewa ,tidak benci ,tidak sebal ,tidak dendam kepada siapapun ,tidak bukan itu .., satu kata yang mewakilinya yaitu ia sedih..Hanya itu..,ia sedih..,dan tidak ada kata lain…Seolah Yong Sae sedang memeras seluruh air matanya untuk keluar ..,begitulah ,ia berjalan sambil terisak..,berjalan di tengah kebingungan ,sampai-sampai dirinya sendiri yakin ,ia tak akan pernah menemukan lagi jalan pulang menuju rumahnya..,hahaha sungguh anak kecil yang menyedihkan..

Dan kau tahu dimana sekarang ia?Yong Sae ,bisa dibilang ,sekarang ia benar-benar berada di jalan raya..Sebuah jalan raya besar yang tidak dikenalnya ,itulah yang ada dalam pandangannya saat ini,dimana mobil ,truk ,motor berlalu lalang dengan cepat tiada henti ,tanpa sadar ia sudah berada di tempat ini…Bagus ,pikirnya ,sekarang ia benar-benar tersesat..

Kalau kalian ingin tahu ,sesungguhnya inilah yang diinginkan Yong Sae sekarang..Ia ingin sendiri ,menjauhi orang-orang yang ada di dekatnya ,keluarganya ,teman-temannya ..Hmm ,seperti menggangap dirinya sendiri adalah seseorang berbahaya yang harus dihindari dan ia memutuskan untuk menjauhkan dirinya sendiri daripada mereka..

Yong Sae berjalan dan berjalan ,lucunya ,ia bahkan tak tahu ingin kemana..Yong Sae memutuskan untuk terus berjalan ,sekiranya sampai ia pingsan dan ditemukan seseorang ..,hal yang nekat kutahu ,untung seseorang itu adalah..

“YYA..GOO YONG SAE..!!APA YANG KAU LAKUKAN?”Seseorang dari dalam mobil ,ia membuka kaca jendela dan berteriak dalam kebisingan jalan raya…

Yong Sae samar-samar mendengar suara itu ,”Dong Wo oppa?”seru Yong Sae lemas ,tenaganya terkuras untuk menangis..

Dong Wo yang tengah berada di dalam sebuah limosine mewah ,ia keluar dan menghampiri Yong Sae..Dong Wo dengan tampilannya yang rapi dibalut jas putih dan dasi yang melingkari lehernya..

“Yya..,apa yang kau lakukan?”cegat Dong Wo ,ia menggengam tangan Yong Sae dengan begitu erat .Pandangannya menunjukkan kekhawatiran..

Yong Sae hanya diam ,ia menyipitkan matanya menatap Dong Wo. Tak menjawab apa-apa..

“Waeyo?Sudahlah lebih baik kau pulang bersamaku..,terlalu berbahaya ,”bujuk Dong Wo yang baru menyadari mata Yong Sae yang bengkak ,ia tahu sesuatu telah terjadi pada Dong Sae..

Mendengar kata ‘pulang’ ,Yong Sae menarik tangannya dengan cepat dari genggaman Dong Wo..Ia ingin melanjutkan perjalanannya namun Dong Wo dengan sigap menghalangi Yong Sae..

“Goo Yong Sae ,apakah ini kamu?Benar-benar kamu?”Dalam hati Dong Wo bertanya-tanya kenapa anak ini menjadi seperti sekarang?Kemana Yong Sae yang ceria itu..

Yong Sae hanya diam ,ia berbisik ketus ,”Sudahlah..”

Dong Wo masih terus menahannya..

“Goo Yong Sae..!”tegas Dong Wo ,ia memaksa Yong Sae untuk menatapnya..,”Apakah kau sadar ,jalan raya ini berbahaya ,bagaimana kalau kau tertabrak bodoh!?”

Yong Sae hanya mendengus ,ia mengeluarkan senyuman masam ..,”Oh ya?Aku malah berharap orang seperti diriku dimusnahkan saja..,begini lebih baik kan..?”kata Yong Sae sinis ,”Tertabrak mobil..apalah..,heh..,aku bahkan takkan peduli lagi terhadap diri sendiri..”

“Goo Yong Sae..,”Dong Wo bergumam pelan melihat Yong Sae..Yong Sae yang ‘berbeda’..,hatinya mencelos..

***

Dong Wo berhasil membawa Yong Sae kedalam limosine dengan perjanjian tidak akan membawanya pulang ,tetapi ia tidak berhasil membawa ‘Yong Sae’ sesungguhnya untuk kembali..

Drttt…

Ponsel Dong Wo berbunyi ,tetapi Yong Sae tidak terusik dengan semua itu ,ia hanya terus menatap keluar jendela..Terdiam seribu bahasa..

“Maaf ,aku benar-benar tak bisa..,”bisik Dong Wo dalam percakapan itu..,matanya masih mencuri lirikan pada Yong Sae yang duduk memunggunginya..

“Iya..,tolong konfirmasi ketidakhadiran saya,okay ,aku tahu acara ini penting tapi tolonglah mengerti..,”katanya dengan cepat lalu dengan tidak peduli menutup ponsel dan memandangi Yong Sae..

“Yya..Goo Yong Sae..,”ia mencoba menyapa Yong Sae sekali lagi dan tentu saja sia-sia..Hasilnya adalah nol besar..Yong Sae tetap diam..

“Aku tak tahu ,ada apa sebenarnya ,kenapa kau sampai begini?”gumam Dong Wo resah..

Tetap saja kan ,jawabannya hanyalah diam..Yong Sae tahu ,sangat tidak sopan mengabaikannya seperti ini ,tetapi ia benar-benar tidak bernapsu menjelaskan semuanya , mengumbarkan semuanya ,ia tak bisa mengutarakan perasaannya dengan jelas ,hanya tak bisa… ,hatinya tertutup ,ia tak bisa menjelaskannya secara blak-blakan disaat perasaannya sedang kacau seperti ini..

Dong Wo mulai mengerti ,ia memutuskan untuk diam sampai Yong Sae bersedia menjelaskan semuanya..

“Mr.Hyun .., café biasa..,”perintah Dong Wo pada supirnya ..

***
“Um ..,yya apakah kau begitu buru-buru?”geger Choi Yoon pada pacarnya yang sibuk mengubek-ubek tas yang penuh dengan dokumen..

Sekarang mobil mereka diam di depan sebuah rumah sakit elit..

“Eh..,iya..,”jawab Yong Na keteteran ,beberapa dokumen terbang dari genggamannya..

“Ya ampun ,sebenarnya apa rencanamu?”Tanya Choi Yoon bingung ,”Bukankah katanya tadi kita akan menemui…,um..ayahmu?”Choi Yoon sedikit bergidik ketika berbicara kata ‘ayahmu’ ,tiba-tiba saja ia merasa akan disidang oleh Mr.Goo akan sesuatu..

“Ahaha ,tunggu saja..,”katanya sibuk mengambili dokumen yang berjatuhan ,..”Okay ,aku turun dulu ,semangatttt!!”seru Yong Na ,ia meninggalkan Choi Yoon yang kebingungan di dalam mobil..

“Heyy tunggu ..,”cegat Choi Yoon..

“Apa lagi?”geger Yong Na yang sedikit kesal karena ia sedang buru-buru..

Choi Yoon memberikan Yong Na sebuah kecupan kecil pada bibirnya dan berbisik ,”Semangat ,”walaupun ia tak mengerti apa yang mau dilakukan Yong Na..

***

Matahari senja menerangi seluruh balkon rumah kediaman Goo .Yong Chan dan Eun Ho duduk ,berpandangan dalam diam..Mereka tak berkata apa-apa kecuali memandangi satu sama lain ,menerawangi pikiran satu dengan lainnya ,meja kecil menjadi penghalang diantara mereka ,yang duduk bersebrangan..

Eun Ho menyeruput teh nya ,lalu kembali menatap Yong Chan .Tidak ada yang perlu didebatkan lagi akan semua ini ..,atau situasi akan bertambah buruk ,sungguh..Yong Chan bangkit ,ditengah pandangannya yang menunjukkan kesakitan ,ia bangkit ,dan perlahan mulai mendekatkan mukanya pada Eun Ho..

Kecupan pertama ..Yong Chan bisa merasakan bibir lembut Eun Ho yang basah oleh air teh..

Eun Ho-ya ..,miyane ,aku penyebab semua ini..Kita menjadi begini ,hubungan kita..

Eun Ho melumat kecil bibir Yong Chan ,seolah ingin menghiburnya ..

Kenapa harus menyalahkanmu?Bukankah ini salah cinta kita?Jangan salahkan dirimu Yong Chan..

Yong Chan membawa satu tangannya pada pipi Eun Ho..,mengelusnya dengan sayang ,sementara bibir Yong Chan mulai bermain dengan agresif..

Kau jadi begini …Aku ingin kita membeberkan semuanya saja…Sudah!Itu yang kubutuhkan..Aku bisa hidup tanpa karirku ,namun aku tidak bisa hidup tanpa mu ,Eun Ho..Kau yang kumau dan itu saja sudah cukup untuk melanjutkan hidupku..

Eun Ho melumat bibir Yong Chan lebih dalam ,memainkan lidahnya dengan bergairah ,siluet matahari yang begitu tajam menyinari mereka…Langit oranye tua menjadi pemandangan terindah yang bisa dilihat melalui balkon ,namun mereka tetap tak peduli ,selain melanjutkan ciuman mereka..

Aku juga sakit..,apakah kau tahu..,aku merasa serba salah ,namun pada akhirnya aku tetap mengorbankan semua ini demi mu ..Pikirkanlah bagaimana kalau kau ada di posisi ku ,Yong Chan…karena aku sangat mencintaimu …

Eun Ho meremas rambut Yong Chan lalu kedua tangannya perlahan mulai turun mengunci leher Yong Chan .Sementara Yong Chan yang melepaskan ciuman itu ,yang kuyakin hanya sepersekian detik ,nafas tersengal-sengal terdengar samar ,lalu Yong Chan mulai melumat bibir Eun Ho lagi ,bermain lebih agresif ,menunjukkan betapa sakit hatinya sekarang..

Melihat kau seperti ini?Aku tak tahan..,aku tak tahan Eun Ho..Yang kupikirkan hanya kebahagianmu..

Air mata mulai menetes di pipi Eun Ho ,Yong Chan merasakan hangatnya muka dan nafas Eun Ho ..,namun mereka tetap tidak berhenti melumat satu dengan lainnya..

Begitupun denganku..,aku juga memikirkan kebahagiaanmu..,dan kalau kau mau tahu Goo Yong Chan..Aku hanya bahagia ,jika melihatmu bahagia..Jadi berbahagialah dengan pengorbananku ini ,maka itu semua sudah cukup..Kita berdua ada di posisi yang sama ,hanya ingin melihat satu sama lain berbahagia ,maka harus ada yang berkorban dan harus ada yang merelakan..Kuharap kau mengerti..

Yong Chan membawa tangannya mengelus pipi Eun Ho dan menyapu air matanya..Sementara tangan Eun Ho memeluk Yong Chan semakin erat..

Sungguh tak adil..

Yong Chan melumat bibir Eun Ho lebih cepat ,ia marah ,nafasnya memburu ,mukanya memerah..,ia merasa dunia sungguh tak adil..

Aku tahu..,dunia sungguh tak adil ,begitupun dengan cinta ,ya kan?Belahan jiwaku?

Yong Chan meremas pinggang Eun Ho ,membuat meja kecil yang menghalangi mereka ,terseret ke pinggir..

Kenapa kita tidak mengakihiri semuanya saja?Begini lebih baik..

Air mata Eun Ho mengalir lebih deras ,sekarang ia mengakhiri ciuman mereka berdua dan menangis ,ia memeluk Yong Chan dengan erat ..

“Kenapa kita tidak mengakhiri semuanya?”bisik Yong Chan..

Tangisan Eun Ho semakin menjadi-jadi ..,apa yang sebenarnya dikatakan Yong Chan..?

***
Disaat yang sama…,musik jazz mengalun ceria di dalam sebuah café mewah…Dong Wo hanya memandangi Yong Sae yang terlihat kusut..

“Kau lihat dirimu..,”papar Dong Wo menggelengkan kepala melihat  rambut panjang Yong Sae yang lengket dan mukanya yang bercampur debu dan bekas air mata..

Yong Sae hanya diam ,ia memainkan makanannya dengan garpu tanpa melahapnya sesuap pun..

Mereka terdiam beberapa saat sebelum Dong Wo berbisik pelan..,”Begitu sedihkah?”

Yong Sae tersenyum masam..,”Ya..,sedih..”ia menatap kosong kearah makanannya..

Dong Wo tertegun ketika mendengar suara Yong Sae..,”Waeyo?”

Yong Sae mendengus..,”Aku sedih pada diriku yang gagal..”

“Apa maksudmu?”

“Aku seperti manusia gagal kan?”kata Yong Sae tersenyum ,tetapi senyumannya membuat hati Dong Wo mencelos..

“Siapa yang bilang begitu?”

“Aku..,aku yang bilang..,”tegas Yong Sae…

“Tidak!Kau tidak gagal ,apa maksudmu?”geger Dong Wo..

“Aku gagal..,aku membahayakan ..,”bisik Yong Sae tajam ,air mata mengaliri matanya lagi..,tetapi suaranya tetap tegas ,”Aku terus mengecewakan semuanya ,terus tanpa henti ,aku muak dengan diriku ..,aku muak..”

Dong Wo hanya diam ,ia tahu Yong Sae ingin membeberkan semuanya sekarang ,walaupun ia tak mengerti apa yang terjadi ,ia tetap diam..

“Semakin lama aku seperti monster mengerikan yang terus menyakiti orang-orang di sekelilingku ,orang yang sebenarnya kusayang..,”kata Yong Sae ,ia membanting garpunya marah..

“Kau tahu..,”ucap Yong Sae sinis ,”Betapa muak aku pada diriku ketika melihat mereka menangis karena ku?”

Dong Wo tertegun ,ia tak pernah menyangka Yong Sae memiliki ‘sisi’ seperti ini dalam dirinya..

“Hanya karena aku ,semuanya harus tersakiti ..,hanya karena seorang Yong Sae ,apakah tidak sebaiknya aku pergi saja ,entah kemana..,aku sayang mereka dan tidak ingin melukai mereka ..Aku tidak marah pada mereka yang meninggalkanku ,aku marah pada diriku yang bodoh ini…,”

Dong Wo mengulurkan tangannya menggengam tangan Yong Sae dengan erat..

“Pertama eomma ,aku sudah seperti pemberontak saja ,terus menyakitinya ,melawannya,ia pasti sangat kecewa memiliki putri brengsek sepertiku ,sekarang teman-teman terdekatku ,hanya karena kesalahanku , tim inti gagal memasuki pertandingan  final basket,mereka semua bermain sempurna ,hanya karena ada aku yang bodoh ditengah-tengah mereka ,semua ini harus terjadi ,aku merusak semuanya..,padahal mereka sudah berbaik hati untuk menerimaku..,”papar Yong Sae ,ia melepaskan tangannya dari genggaman Dong Wo dan menyapu air matanya..

“Lalu apakah temanmu meninggalkanmu?”Tanya Dong Wo pelan..

“Tidak!Mereka menangis ,aku hanya bisa diam seperti orang bodoh ,mereka tidak berkata apa-apa ,tetapi menunjukkan muka kesal ,aku tahu mereka marah padaku ,namun pada akhirnya mereka bilang tidak apa..,tetapi tidak segampang itu untuk melupakan semua ini..,aku terus dihantui rasa bersalah yang membuatku semakin gila..Mungkin aku terlihat kekanak-kanakan ,tetapi kalau sudah menyangkut orang yang kusayang ,aku tidak akan pernah memaafkan orang yang menyakiti mereka ,termasuk diriku sendiri..Aku hanya bisa diam karena aku pengecut..!Aku tak berani menemui mereka lagi seiring dengan terjadinya kejadian ini ,aku takut....,aku takut untuk alasan yang bahkan tidak kuketahui..”

“Kalau mereka teman-temanmu ,aku percaya ,mereka pasti menerimamu kembali ,menerimamu apa adanya ,percayalah ,menyalahkan diri sendiri hanya akan membuang waktu mu saja..,jadilah lebih baik ,jangan hanya menyalahkan tetapi bertindak..,”tegas Dong Wo..,”Aku percaya ,mereka menyanyangimu juga ,buktinya mereka memilih untuk mengakhiri semuanya kan?Jadi jangan menangis lagi ya..,kembalilah seperti Yong Sae yang dulu..”

Yong Sae tersenyum lemas ,”Haha ,aku hanya manusia biasa ,aku terlihat dewasa ,berusaha untuk ceria ,tetapi sekarang aku tak tahan ,aku ingin menangis dan mengeluarkan semuanya .Aku juga punya masalah ,bukan hanya onni atau oppa .Selama ini aku terus memendamnya dan menjadi Yong Sae yang ceria ,disaat sedih tetap tersenyum ,disaat kesakitan tetap tertawa..Betapa pengecutnya aku selalu bertindak begitu munafik..,”

“Aigoo..,adik kecil ini ,kau itu berharga ,araso ,taruhan semua orang akan mencarimu kalau kau hilang ,kakak-kakakmu ,orang tuamu ,mereka semua sangat menyanyangimu ,aku bisa melihatnya sungguh..,”kata Dong Wo ,ia mencubit kedua pipi Yong Sae..

“Aduh..,jangan panggil aku adik kecil!!”tatap Yong Sae galak..

“Hehehe ,jangan marah ,habis kau imut..,”kata Dong Wo tersenyum lebar ketika ia menatap tubuh mungil Yong Sae..

“Percayalah ,..mereka pasti akan menerimamu..,“

“Tapi aku pasti tidak akan pernah sama lagi dimata mereka oppa..,“
Dong Wo menggengam tangan Yong Sae lagi dan tersenyum..

“Jangan begitu ..,jangan berpikiran seperti ini..Kau harus memikirkan ,bagaimana perasaan mereka jika melihat kau seperti sekarang?Percayalah ,mereka pasti akan menerimamu kembali ,aku tahu jauh di lubuk hatimu ,kau adalah anak yang baik..,adik kecil..,“kata Dong Wo menyakinkan Yong Sae..

Yong Sae hanya tersenyum simpul ,tak disangka ia merasa jauh lebih baik setelah mengeluarkan semua ini pada Dong Wo..

***
Choi Yoon menatap ponselnya yang berisi sms dari Yong Na..

Yoon-a,Kau dimana?Apakah masih menungguku di rumah sakit?

Dengan cepat Choi Yoon membalas sms dari kekasihnya itu dan beberapa menit kemudian ,Yong Na menepuk punggungnya..

“Yoon-a..,”panggil Yong Na ,mukanya kelihatan ceria …,”Tak kusangka kau masih menungguku ,kukira kau sibuk seperti biasanya..”

Choi Yoon terkekeh ,ia mencubit kedua pipi Yong Na dengan gemas ..,"Tidak selamanya kan aku sibuk hehehe..,apa yang kau lakukan di rumah sakit ini Yong Na?”

"Um..,melamar menjadi dokter paruh waktu..,"ia berbicara pada Choi Yoon ,tetapi pandangan Yong Na menatap kearah lainnya ,lalu ia menahan tawanya..

“Mwo?”Tanya Choi Yoon bingung..

“Apakah kau daritadi disini?”Tanya Yong Na masih menahan tawanya..

“Um..,yeah..?”Choi Yoon menatap Yong Na bingung..

“Satu setengah jam ,kau hanya menatap pemandangan ini?”kekeh Yong Na menutup mulutnya ,masih tak percaya..

Choi Yoon mengganguk pelan dengan alis mengeriyit..,”Bukankah mereka lucu?”kata Choi Yoon membela dirinya dan menunjuk kearah bayi-bayi mungil yang sedang tidur ,pipi mereka merah bagaikan buah persik ,wajah mereka seperti malaikat kecil..

“Kau seperti orang terobsesi saja..,”tawa Yong Na merebak..
Seorang suster kepala paruh baya lewat dan tersenyum ramah ,”Permisi ,tolong jang ribut..,”katanya..

“Oh..,”Choi Yoon terperanjat mengeriyitkan alisnya ,sementara Yong Na tak bisa berhenti tertawa..

Suster itu tersenyum pada mereka lagi dan menatap Choi Yoon ,”Ah ,aku tahu ,istri yang sedang hamil memang ..,sedikit berubah-ubah ,kau tahu ,kadang senang ,kadang sedih ..,beruntunglah istrimu sedang senang ,semoga anak kalian kelak bisa lahir sehat dan lucu ya ..,”kata suster itu lalu meninggalkan Choi Yoon dan Yong Na..

“Oo..!”Choi Yoon tak bisa berkata apa-apa ,ia menjadi salah tingkah..,sementara Yong Na hanya tertunduk malu ,rambut panjangnya digerai sedikit menutupi mukanya yng memerah..,”Um..”

Lalu Choi Yoon memasang senyumnya ,menatap Yong Na dan memeluknya ,”Hahaha..,sudahlah tak perlu malu ..,mungkin saja ,kata suster itu sebentar lagi akan menjadi kenyataan hihihi ,”canda Choi Yoon gembira..

***

“Hei kau mau kemana?”cegat Nathan ..

“Pulang tentu saja..,kau mau mengharapkan apa?aku sudah seharian disini bersamamu ..,sungguh bosan ,,ah..!”keluh Choi Young..

“Tidak bisa ,jangan pulang dulu!!”kata Nathan..

“Mwo?Memang apa ?Aku ingin pulang ,ini sudah hampir malam..,”geger Choi Young kesal..

“Jangan pulang dulu ,kau ikut aku..,”kata Nathan ,ia menarik tangan Choi Young keluar dari kamar hotel itu..

“Oo..!!YYA..”

***

“Yong Chan ,aku tak mengerti maksudmu ,”kata Eun Ho masih terisak..,”Apakah kau benar-benar mau mengakhiri semua ini?”hatinya mencelos..

“Menikahlah denganku..,”pinta Yong Chan sambil berlutut di hadapan kekasihnya ,ia mengeluarkan sebuah cincin dari kantong celananya ,siluet matahari membuat cincin itu berkelip tajam menusuk mata..
Eun Ho menatap Yong Chan dengan mata membelalak ,ia tak bisa berkutik ,pipinya merona merah..

“Demi Tuhan ,Lee Eun Ho ,aku muak dengan semua ini ,aku tak peduli dengan karirku ,aku tak menginginkan ini semua kecuali kamu ,aku sudah muak, persetan dengan itu semua ,kita harus diam-diam ,berbohong di hadapan public ,yah aku akui ini yang terbaik untuk karirku ,tetapi pernahkah kau berpikir ,bagaimana sakitnya perasaanku harus melakukan semua ini ?Mereka sama saja menyelamatkan karirku tetapi disaat yang sama membunuh Goo Yong Chan perlahan-lahan..”

Eun Ho menelan ludahnya ,ia tergelak mendengar pernyataan Yong Chan..

“Demi Tuhan ,The Sword adalah film terakhirku ,setelah itu kita menikah saja ,sumpah aku sudah lelah dengan ini semua Eun Ho ,mengertilah tolong..,”kata Yong Chan ,matanya menunjukkan kegusaran..

“Tetapi ,kau ,kau bekerja selama ini untuk karirmu semata ,kenapa?”Eun Ho mengelengkan kepalanya bingung..

“Itu sebelum aku bertemu denganmu ,semua terlihat tidak jelas ,yang kupedulikan hanya karir ,duniaku hanya rumah dan karir ..Sekarang keadaannya berbeda..Sejak pertama kali ,cinta itu tumbuh ,yang ada di dalam pikiranku hanyalah Lee Eun Ho dan Lee Eun Ho ,apapun yang aku lakukan ,hanya memikirkanmu ..Tolong Eun Ho ,tolonglah ,aku benar-benar tak tahan lagi ..,”kata Yong Chan ,ia bangkit dan memeluk Eun Ho dengan erat..

“Apakah kau benar-benar ,sungguh ingin mengakhiri ini semua?”bisik Eun Ho ,mengelus rambut Yong Chan..

Yong Chan mengangguk pelan ,”Ya ,aku sudah lelah ..,aku ingin hidup bersamamu ,soal pekerjaan ,apakah hanya ada dunia artis saja?Masih banyak pekerjaan lain di dunia ,Lee Eun Ho..Aku sudah muak dengan dunia artis ..Semua adalah kemunafikan tersembunyi ,senyumanpun hanya pura-pura ,disaat ada gossip yang sebenarnya fakta ,lagi dan lagi kau harus menyangkalnya walaupun tahu itu benar ,sampai kau ingin muntah ,kau harus tetap berbohong ,demi apa?Demi public ,tetapi mereka tidak pernah memikirkan ,apa yang sebetulnya kuinginkan atau kurasakan ..Apa yang kukatakan ,semua untuk public ,yang kulakukan semua untuk public ,tidak pernah untuk diriku sendiri ..Aku lelah..”aku Yong Chan..

Eun Ho tidak pernah berpikir ..,ia tidak pernah tahu seorang Yong Chan menyimpan rasa yang seperti ‘ini’…

“Besok kita bilang ke Mr Bae..Kita selesaikan semua ini ,aku akan keluar dari dunia entertainmen ,menikahlah denganku ,dan semua akan berakhir ..”bisik Yong Chan ,ia meremas pinggang Eun Ho dengan erat..

Eun Ho hanya mengganguk pelan ,tak bisa berkutik ..,karena tahu ,sekarang ia tahu jelas bagaimana perasaan Yong Chan dan kemauan yang sesungguhnya..

***
Hari sudah menunjukkan pukul 6 sore ..,ketika Nathan dan Choi Young sampai di butik mewah..

“Bisakah kalian mengambilkan sepasang kostum formal ,untukku dan wanita ini ,”pinta Nathan ramah pada seorang pramuniaga..

“Yya..,”Choi Young terus memberontak ,mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Nathan ..

Pramuniaga itu membawakan mereka beberapa pilihan gaun dan tuxedo ..Nathan meraih gaun dan tuxedo termewah yang bewarna hitam mengliap..

“Aku beli ini ,”kata Nathan ,ia mengeluarkan kartu kreditnya dan memberikannya pada pramuniaga itu..

“Sebaiknya kau memakainya ,”kata Nathan..

“Hah?”Choi Young mengeriyitkan alisnya ,setengah kesal dan bingung..

“Kita akan menghadiri acara ulang tahun YT ..,”papar Nathan..

***

Ketika limosine itu sampai di rumah pada pukul 7 malam ,Dong Wo menatap Yong Sae yang terlelap di bahunya..

Ia memutuskan untuk mengendong Yong Sae masuk kedalam rumah..

Dan Mrs Goo yang tampak panic membelalak menatap Yong Sae yang ada didalam gendongan Dong Wo..

“GOO YONG SAE..,”teriakan Mrs Goo membuat Yong Sae terbangun..

Ia menatap kearah Dong Wo yang menggendongnya dengan canggung lalu ia menatap eommanya yang berlinang air mata..

Teman-teman Yong Sae bergerombol datang dari dalam rumah ..

“Oh ,,kalian kenapa bisa berada disini..?”Tanya Yong Sae bingung ,Dong Wo melepaskan Yong Sae dari gendongannya..

“Mereka bilang kau hilang begitu saja ,ini membuat kami semua panic ,kenapa kau melakukan ini..,”kata Mrs Goo terisak..

***

“Yong Chan apa kau mau terus bermalas-malasan seperti ini?”papar Eun Ho pada Yong Chan yang berbaring di kasurnya..

“Kenapa kau masih memikirkan acara YT ?Aku sudah tak peduli lagi..,”geger Yong Chan..

“Lalu..,apakah besok kau benar-benar mau menghadap Mr Bae ,juga petinggi YT?”Tanya Eun Ho ragu..

“Ya keputusanku sudah bulat ,kau sudah tahu perasaanku selama ini ,jadi kurasa tidak ada alasan lagi untuk kau menolaknya ,aku minta tolong ,aku benar-benar lelah ..,”dengus Yong Chan..

Eun Ho menghampiri Yong Chan dan berbaring di sebelahnya ,ia hanya bisa menghela nafas panjang ..

“Araso..”

“Hari ini aku akan menginap disini ,besok kita berangkat pagi-pagi menghadap mereka..”

“Mwo?Kau menginap?Bagaimana dengan Yong Sae?”kata Eun Ho panic..

“Ia sudah ditemukan ,barusan eomma yang meneleponku..,”kata Yong Chan..

***

Sinar flash dari kamera para wartawan menyerang muka Choi Young dan Nathan yang keluar dari limosine…

Nathan menggengam erat tangan Choi Young ..

“Oh Nathan apakah Choi Young ssi adalah pacara barumu?”Tanya seorang wartawan..,sementara wartawan lain menanyakan pertanyaan serempak..

Nathan hanya senyum menerobos mereka ,sementara Choi Young mengeriyitkan alisnya tak bisa berkutik..

***
Keesokan harinya..,

“Eun Ho apakah kau sudah siap?”Tanya Yong Chan..

“Oo..,aku sudah selesai mandi..,”kata Eun ho ,ia keluar dari kamarnya mengenakan sweater putih yang serasi dengan Yong Chan ..

“Ayo ,kita berangkat sekarang..,”Yong Chan menggengam tangan Eun Ho ,ia hanya menurut ..

Mereka menaiki sebuah motor mewah bewarna kuning milik Yong Chan..Eun Ho memeluk pinggang Yong Chan dengan erat dan menyenderkan wajahnya di punggung hangat Yong Chan..

“Siap?”kekeh Yong Chan..

“Um..”Eun Ho tersenyum kecil..

***

Mr Bae sedang duduk di lobby café bersama asistennya ketika Yong Chan mengandeng Eun Ho ,menghampiri Mr Bae..

Semua orang di dalam café dibuat kaget dan penasaran akan kemunculan pasangan itu..

Bisik-bisik mulai terdengar di sekitar..

“Yong..Yong Chan ,Eun Ho?”geger Mr Bae kaget..,”Kau bilang ,kau mau datang sendiri?”papar Mr Bae pada Yong Chan..

Yong Chan hanya mengelengkan kepalanya ,ia menggengam tangan Eun Ho semakin erat ,meminta kekuatan..

“Mr Bae..,kurasa sebaiknya..,kita mengakhiri semua ini setelah film The Sword selesai ..,aku dan Eun Ho sudah mendiskusikannya..,dan keputusan akhirku ,aku akan meninggalkan dunia entertainmen dan menikahi Eun Ho..Ini adalah yang terbaik ,setelah ini aku akan mengumumkan nya pada para petinggi dan semuanya..,”tegas Yong Chan..

Eun Ho hanya memejamkan matanya ,ia tak berkata apa ,ia tahu ,Yong Chan tahu ,kalau mengakhiri semua ini dan memulai hidup mereka yang baru …,adalah keputusan terbaik..-END CHAPTER



HAJARRRRR TERUSSSS YEAHHHH..   

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 22 ~Lovelyn


Mr. Bae berdiri dari tempat duduknya. Menatap lurus kearah Yong Chan. Matanya bersinar tajam. Yong Chan membalas tatapan itu tanpa berkedip. Dia tidak gentar sama sekali.

"Apa-apaan ini?", tanya Mr. Bae dengan suara khasnya yang dalam dan tenang. Matanya melirik sekilas ke Eun Ho. Yang dilirik langsung menundukkan wajahnya dalam-dalam.

"Seperti yang saya katakan tadi, setelah menyelesaikan syuting 'The Sword', saya akan mengundurkan diri dari dunia hiburan ini .. saya sudah muak dengan semua kebohongan ini ... ", jawab Yong Chan, masih dengan sikapnya semula.

Semua orang yang berada di ruangan itu menghentikan kesibukannya masing-masing. Perhatian mereka tertuju kearah ketiga orang yang sudah kelihatan tegang itu.

"Saya sangat mengerti bagaimana perasaanmu sekarang, Yong Chan a..... tapi saya berharap kamu dapat berpikir dengan kepala dingin, masalah ini tidak segampang perkiraanmu ... hmmm ... apakah kalian sudah mengatakan ini kepada Mr. Kim?", Mr. Bae berusaha memendam perasaannya. Dan dia dapat melakukannya dengan sempurna karena dia memang sudah terlatih untuk itu.

"Belum Mr. Bae .. kami ... kami belum .. mengatakannya kepada Mr. Kim .... ", Eun Ho menjawab pertanyaan ini dengan suara gemetar.

"Bagus!! ..", kata Mr. Bae, kemudian dia melanjutkannya lagi ...
"saya menganggap tidak pernah mendengar keputusan kalian ini .. kembalilah ke tempat yang seharusnya kalian berada dan pekerjaan yang seharusnya kalian lakukan ... "

Yong Chan mengeleng keras ...
"Tidakkkk!! sudah saya katakan saya sudah bosan dan muak dengan semua kebohongan ini .. yang saya ingankan sekarang hanyalah Eun Ho, yang lain saya tidak mau dan saya juga tidak perduli!! ... "

Mr. Bae tidak menaruh perhatian terhadap perkataan Yong Chan. Dia menyambung lagi perkataannya tadi ..
"Tentang 'The Sword', saya sudah membicarakannya dengan Mr. Kim, syutingnya akan dilanjutkan dua hari lagi dan saya juga tidak bermaksud menganti Eun Ho dengan aktris yang lain .. "

Yong Chan dan Eun Ho melebarkan matanya. Mereka saling berpandangan dengan perasaan tidak percaya.

"Saya tidak ingin memperkeruh masalah .. dengan menganti Eun Ho, sama saja dengan memberitahu dunia luar bahwa manajemen kita memang berusaha menutupi hubungan di antara kalian ... kami ingin membuktikan kepada dunia luar bahwa berita itu tidak benar dan juga masalah itu tidak akan mempengaruhi cara kerja kalian .... ", lanjut Mr. Bae lagi.

Yong Chan mengelengkan kepalanya lagi. Dia membuka mulut bersiap untuk membantah, tapi dengan cepat Eun Ho menarik tangannya. Yong Chan berpaling kearah Eun Ho. Gadis itu mengeleng perlahan.

"Kami mengerti Mr. Bae ... kamshamida ..... ", kata Eun Ho cepat.

Yong Chan kelihatan tidak puas. Dia membuka mulutnya lagi, tapi sebelum suaranya keluar, Eun Ho sudah membekap mulutnya.
"Kami permisi dulu Mr. Bae ...",
Eun Ho membungkuk kearah Mr. Bae. Dengan susah payah dia menyeret Yong Chan keluar dari ruangan itu. Tangannya masih membekap erat mulut Yong Chan.


***********


Choi Yoon dan Yong Na berada dalam mobil yang terparkir di gerbang depan kediaman Goo. Keduanya membisu dalam waktu yang cukup lama. Saling melirik tanpa ada yang berinisiatif mengeluarkan suara terlebih dahulu. Keheningan membuat nafas berat mereka terdengar jelas.

Yong Na menarik nafas panjang dan berpaling kearah Choi Yoon lima menit kemudian. Dia sudah mengambil keputusan bulat. Memulainya saat ini juga atau tidak sama sekali.
"Sudah siap?", tanyanya dengan nada tegas.

Choi Yoon membalas pandangan Yong Na dan mengangguk perlahan.

"Apapun yang akan dikatakan appa, tidak akan membuat hubungan kita merenggang, kan?", tanya Yong Na dengan penuh pengharapan.

Sekali lagi Choi Yoon menganggukkan kepalanya. Kali ini reaksinya lebih menyakinkan. Yong Na tersenyum. Begitu juga dengan Choi Yoon. Dia berpaling ke samping kemudian membuka pintu mobil di sebelah kanannya. Choi Yoon keluar dari mobil dan membukakan pintu buat Yong Na. Mereka kemudian bergandengan tangan  memasuki gerbang depan yang tidak terkunci.


*************


Dengan tergesa Yong Sae memasukan buku pelajaran ke dalam tasnya. Seorang gadis berseragam yang berdiri di depan sedari tadi memperhatikan segala tindak tanduknya. Yong Sae sudah bermaksud keluar dari ruang kelas setelah semua barang berhasil dimasukkan ke dalam tasnya, ketika gadis yang mengawasinya itu menghalangi jalannya.

"Goo Yong Sae .... apakah benar Yong Chan oppa mempunyai hubungan khusus dengan Lee Eun Ho?"

Pertanyaan itu dilontarkan dengan keras. Beberapa murid yang belum meninggalkan ruang kelas segera mengalihkan perhatian kearah mereka. Yong Sae mengedarkan pandangannya ke sekeliling, kemudian menjatuhkan tatapan lekat ke teman sekelasnya itu.

"Ada apa ini!! Han Chae In?"

"Saya bertanya kepadamu, apakah benar gosip tentang hubungan Yong Chan oppa dengan Lee Eun Ho?", gadis remaja yang bernama Han Chae In itu menjadi histeris. Wajahnya memerah. Air bening bergantung di pelupuk matanya. Perlahan wajah itu mengeras, seperti sudah mengambil keputusan bulat.

"Apa .. apa .. yang ingin kamu lakukan .... ?", tanya Yong Sae gugup. Dia sangat mengenal sifat Chae In yang keras. Jika sudah mengambil keputusan, gadis ini tidak bisa dianggap remeh.

"Lihat saja nanti ..  saya tidak akan membiarkan cewek tidak tahu diri itu merebut Yong Chan oppa dari kami, para fansnya ...", kata Chae In dengan nada suara yang sangat dingin dan datar.

Yong Sae mengangga. Dan sebelum dia mengeluarkan protesnya, Chae In sudah berlari keluar dari ruang kelas.

"Yaaaaaa .. Chae In .. tunggu dulu, kamu tidak bisa berbuat begitu .... yaaaaaaaaaa ...."

Yong Sae berteriak keras. Dia berlari keluar, bermaksud mengejar Chae In yang sudah lenyap dari hadapannya. Tetapi setelah sampai di lorong luar, dia tidak mendapati Chae In di sana. Gadis itu sudah benar-benar lenyap dari pandangannya.


**************


"Sebenarnya apa maumu? mengapa mengikutiku terus?", Choi Young bertanya dengan nada keras.

Sepasang matanya mendelik kearah Nathan yang berdiri termangu di hadapannya. Pemuda jangkung itu sama sekali tidak menyangka reaksi Choi Young akan sebesar itu terhadap tindakannya. Bibirnya bergerak tanpa ada suara yang terucap. Orang-orang di sekitar ruang rias itu mulai tertarik dengan pembicaraan mereka.

"Sebaiknya kamu menjelaskannya sekarang juga kepadaku ... setelah pertemuan pertama kali di restoran itu, kamu selalu seperti bayangan yang mengikutiku terus .. mengapa begitu? .. dan malam itu, mengapa juga kamu tiba-tiba memaksaku menemanimu ke pesta ulang tahunnya YT Entertainment? .. apa sebenarnya yang kamu inginkan? .. kamu jangan berharap bisa memperalatku, melakukan sesuatu yang tidak kuinginkan?", pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut Choi Young.

Matanya memancarkan kecurigaan besar. Nathan agak bergeser dari tempatnya. Sikapnya berubah dari terkejut menjadi kecewa. Kecurigaan Choi Young yang membuatnya kecewa. Nafas berat terhembus dari hidungnya yang mancung.

"Bisakah kita bicara di tempat lain?", akhirnya pertanyaan itu yang terucap dari bibirnya.

Dahi Choi Young berkerut. Diperhatikannya keadaan di sekelilingnya. Baru disadarinya kalau berpuluh pasang mata sedang memperhatikan gerak gerik mereka saat itu. Perlahan Choi Young mengangguk. Nathan kemudian memutar badannya kearah pintu dan berjalan keluar, diikuti oleh Choi Young dari belakang.


*************


"Lee Eun Hooo!! ... apa-apaan ini? ... bukankah kita sudah bersepakat untuk melakukannya bersama? mengapa sekarang kamu mengingkarinya?", Yong Chan mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu ke Eun Ho setelah berhasil menyingkirkan tangan Eun Ho dari mulutnya.

Eun Ho mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Kegelisahan dan perasaan bersalah mulai merasuki hatinya.
"Karena saya ... saya .. merasa apa yang dikatakan Mr. Bae ada benarnya ... ", jawabnya lemah.

Eun Ho tidak berani mengangkat wajah kearah Yong Chan. Dan selain jawaban itu, dia juga tidak bisa memberikan jawaban yang lain. Wajah Yong Chan mulai mengeras. Sinar matanya yang tajam terarah lurus ke wajah Eun Ho yang tertunduk. Perlahan matanya terpejam. Hembusan nafas yang sangat berat keluar dari hidung dan bibirnya.

Dia merasa putus asa dan tidak berdaya. Tenaganya sangat terkuras. Dengan gontai dia berbalik ke arah  berlainan dan berlalu dari situ.

Eun Ho memperhatikan gerak gerik Yong Chan dari sudut matanya. Kepalanya masih tertunduk. Perlahan dua butir air bening jatuh mengenai sneaker merahnya.


***************


Sepasang mata Dam Ah menyipit. Pandangannya dipertajam ke depan. Untuk ketiga kalinya dia baru mempercayai apa yang tertangkap oleh pandangannya. Tidak salah lagi, pemuda asing yang berada di depan pintu masuk cafe' kecil itu adalah Dillon Eyre. Pemuda tersebut tersenyum padanya.Ini merupakan pertemuan mereka yang ketiga kalinya setelah pertemuan terakhir.

"Miss Dam Ah ... ", sapa Dillon dengan senyum manisnya yang mempesona.

Dam Ah agak tersipu. Kedua pipinya mulai memerah. Entah mengapa jantungnya berdegup kencang.
"Hi .. ", balasnya pelan.

"Kamu kenapa? kepanasankah?", tanya Dillon. Keningnya berkerut dan kepalanya agak tertunduk sehingga wajahnya berada dalam jarak yang dekat dengan wajah Dam Ah.

Dam Ah mengeleng cepat dan mundur beberapa langkah ke belakang.
"Tidakkkk !! saya... saya baik-baik saja ..... dan ... bagaimana kamu bisa berada disini?"

Dillon masih tetap memperlihatkan senyumnya yang mempesona ketika menjawab pertanyaan Dam Ah.
"Saya tinggal di apartemen sana .... ", jawabnya sambil menunjuk ke apartemen bertingkat yang berada di sebelah gedung dimana cafe' tadi terdapat.

Tanpa mengeluarkan suara, Dam Ah mengikuti arah yang ditunjuk Dillon. Dillon kemudian mengembalikan perhatiannya lagi ke Dam Ah.
"Bagaimana denganmu? Apa yang kamu lakukan disini?", tanyanya lebih lanjut.

Dam Ah menghela nafas perlahan. Jawaban yang keluar dari mulutnya terdengar lemah dan tak bertenaga.
"Entahlah ....... saya hanya mengikuti kata hati, pikiranku sangat ruwet .. banyak sekali masalah yang terjadi akhir-akhir ini .... "

Dillon menatap Dam Ah dengan seksama. Ingin dia menanyakan masalah yang merisaukan gadis ini, tapi karena dia bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain maka pertanyaan itu tidak keluar dari mulutnya.
"Kamu ingat saya pernah mengatakan bahwa saya sedang mengikuti audisi yang dilakukan YT Entertainment dan StarVision buat pemeran Steve di drama terbaru 'My Love'  ... saya ingin memberitahukan ini kepadamu bahwa saya sudah lolos audisi buat peran itu .... ", Dillon berusaha mengalihkan perhatian Dam Ah dengan perkataannya ini.

Dam Ah terbelalak ...
"Ohhh benarkah? .. berarti ... kita akan bekerja di tempat yang sama .... "

Dillon mengangguk.
"Iya .. walaupun peran ini hanya peran pembantu, saya rasa tidak apa-apa .. ini akan merupakan awal yang bagus buat karirku .... oh ya kalau tidak salah, semula YT dan StarV bermaksud memberikan peran utamanya ke ... hmmm ... Yong Chan, ya namanya Goo Yong Chan .... tapi karena akhir-akhir ini banyak berita negatif tentang dirinya maka peran itu akan diberikan kepada aktor lain .... Dam Ah ssi, apakah kamu mengenal Goo Yong Chan?"

Wajah Dam Ah langsung menjadi buram ketika mendengar pertanyaan Dillon.
"Ya, saya mengenalnya ... saya mengenalnya dengan baik, bahkan baik sekali ... semuanya kesalahanku .. yang terjadi padanya adalah kesalahanku ..."

Kembali Dillon merasa hatinya seperti terhimpit batu besar. Usahanya untuk mengalihkan pembicaraan tadi sia-sia saja. Wajah Dam Ah meredup lagi.
"Oh ya,.. apakah kamu sudah makan?", tanya Dillon dengan suara yang dibuat seriang mungkin.

Dam Ah melebarkan matanya. Untuk sesaat kesedihannya tadi terlupakan.
"Hahhh ?", tanyanya dengan mulut mengangga lebar.

"Ayo, kita makan siang bersama ... ", ajak Dillon. Tawa perlahan keluar dari mulutnya. Melihat tampang ceria pemuda itu, Dam Ah langsung tersenyum simpul.


**************


Mr dan Mrs. Goo duduk berhadapan dengan Choi Yoon dan Yong Na. Mereka saling bertatapan untuk waktu yang cukup lama. Kedua orang tua Yong Na itu memperhatikan Choi Yoon dengan seksama.

"Kami rasa kamu tahu maksud undangan kami ini, nak Yoon ... ", Mr. Goo memulai pembicaraan mereka.

Choi Yoon menjadi tegang. Keringat dingin mulai mengalir keluar dari keningnya. Yong Na memperhatikan kedua orangtuanya dengan gelisah.

"Sebaiknya kami berterus-terang saja .... kalian juga menyadari kan kalau usia kalian sudah cukup untuk memulai suatu kehidupan yang lebih serius ... ", Mr. Goo melanjutkan perkataannya. Matanya menatap lekat ke Choi Yoon. Kemudian berpindah ke Yong Na.

Choi Yoon menelan ludah dengan susah payah. Sambil mengepalkan tangannya, dia mengambil keputusan bulat...
"Saya  tahu apa yang dimaksud anda, paman Goo .... dan sebenarnya masalah ini sudah saya pikirkan sejak  dulu .. hmm saya juga merasa sudah saatnya bagi saya dan Yong Na untuk memasuki kehidupan rumah tangga .. saya bersedia menikahi putri anda jika dia memang bersedia menikah denganku ...... "

Yong Na sangat terkejut. Matanya terbelalak lebar ke Choi Yoon. Dia sadar masalah ini yang akan dibicarakan appa dan ommanya dengan mereka.  Yang tidak disangkanya adalah Choi Yoon yang mengeluarkan itu terlebih dahulu.

"Bagus nak Yoon ! .. kami bahagia karena kamu mengetahui apa yang kami inginkan dan bersedia untuk melakukannya ... ", Mr dan Mrs. Goo saling berpandangan dengan senyum lebar tersungging di bibir.

"Tapi .. Yoon aa .... saya ... saya tidak ingin memaksamu dan ... "

Choi Yoon langsung mengenggam erat tangan Yong Na sehingga gadis itu tidak mampu meneruskan protesnya.
"Saya tidak merasa terpaksa ... saya sungguh ingin melakukannya .. sejak dulu saya sudah memikirkannya dan sekaranglah saatnya .. semuanya sudah kusiapkan, jadi Yong Na aa... maukah kamu menikah denganku? menjadi istriku?"

Bahu Yong Na terguncang. Airmata kebahagiaan mengalir keluar dari sudut matanya. Kepalanya terangguk perlahan. Mr dan Mrs. Goo memperhatikan adegan itu dengan terharu.


***************


"Sekarang jelaskan padaku apa maksud tindakanmu selama ini?", tanya Choi Young kepada Nathan, ketika mereka sudah berada di tempat yang cukup aman.

Nathan terdiam untuk beberapa saat. Kebingungan melandanya. Tapi beberapa menit kedepan, dia menyadari bahwa dia harus mengatakannya sekarang juga atau tidak sama sekali.
"Hmmmm .. sejujurnya sejak pertemuan pertama di restoran itu ... saya ... saya mempunyai suatu perasaan kepadamu ... saya tidak mengerti mengapa bisa begitu ... yang jelas bayanganmu selalu mengikutiku ... "

Choi Young sangat terkejut. Protes yang tadi hampir keluar dari mulutnya tertahan di tenggorokan.
"A ... a .. pa lagi maksud dari .. dari perkataan ini? ... saya ... saya tidak ... saya tidak mempunyai perasaan .. apa-apa .. ter .. terhadapmu .... ", jawab Choi Young terbatah-batah.

Nathan mengigit bibirnya dan tersenyum perlahan. Sudah disangka jawaban ini yang bakal keluar dari bibir Choi Young. Tapi satu hal yang tidak disangkanya. Ternyata jawaban itu tidak memberikan pukulan berat seperti yang dibayangkannya selama ini.
"Saya tahu .. saya tahu itu .. kamu .. kamu mencintai Yong Chan .. bukankah begitu?"

Sekali lagi Choi Young merasa terpukul dengan pertanyaan Nathan.
"Bagaimana .. bagaimana kamu bisa mengetahuinya?", tanyanya dengan sepasang mata terbelalak lebar.

"Waktu kamu mabuk di bar beberapa waktu yang lalu .. ", jawab Nathan cepat, kemudian dia melanjutkan lagi perkataannya, "Kamu mengatakan semuanya kepadaku .. bagaimana kamu menyukainya dan bagaimana kamu mulai jatuh cinta padanya ... "

Nathan memperhatikan reaksi Choi Young terhadap perkataannya. Sedangkan gadis di hadapannya menundukkan wajahnya. Sikap keras dan liarnya tadi hilang seketika. Semangatnya seakan runtuh saat itu juga. Gumaman pelan keluar dari bibirnya yang bergetar hebat.
"Yong Chan ... adalah milik Eun Ho ... bagaimanapun .. saya menyukai dan mencintainya .. saya .. saya tidak akan merebutnya dari tangan Eun Ho .... ", kemudian Kepala Choi Young terangkat ke Nathan. Dia melanjutkan perkataannya dengan sepasang mata redup, "Saya ingin kamu berjanji kepadaku untuk tidak membongkar rahasia ini .."

Nathan mengangguk. Apapun akan dilakukan untuk Choi Young. Karena dia sadar dengan melihat penderitaan Choi Young, hatinya juga akan merasa gulana.

Choi Young tersenyum melihat anggukan Nathan. Walaupun senyumnya terlihat terpaksa, paling tidak hatinya sudah agak baikan sekarang.
"Gumawo, Nathan aa ... maaf kalau saya menolakmu, .. untuk saat ini saya tidak ingin memikirkan semua masalah ini .... dan....sekarang saya merasa haus, bisakah kamu membelikan minuman buatku?"

Sekali lagi Nathan menganggukan kepalanya. Senyum ceria menghias bibirnya. Hatinya sudah bertekad untuk menunggu Choi Young. Dia akan melakukan semuanya bagi Choi Young, sampai gadis itu benar-benar siap menerima dia disisinya.
"Beres nona Young yang manis hehehe ... bagaimana pendapatmu dengan secangkir coklat panas ?"

Choi Young tertawa renyah.
"Ha .. ha .. ha... its perfect, Nathan Ssi ... "


****************


Eun Ho menyusuri lorong belakang gedung YT dengan kepala tertunduk setelah ditinggalkan Yong Chan tadi. Hatinya sedih dan terpukul. Semua peristiwa yang terjadi selama ini kembali bermain di pikirannya. Dia terus menerus menyalahkan dirinya dengan semua keputusan yang dilakukannya selama ini.

"Heiiii .. nona cantik di depan!! mengapa tampangnya seperti itu?"

Eun Ho menghentikan langkahnya dengan cepat. Kepalanya segera diangkat. Suara itu begitu dikenalnya. Dan benar saja, Jae Won sudah berdiri di depannya dengan jarak yang cukup dekat dan sambil tersenyum lebar kearahnya.
"Sunbae ...... ", panggil Eun Ho pelan.

"Ha .. ha ... ha .. mengapa si cantik jadi begini?", Jae Won mendekati Eun Ho dan mengetokkan tangannya ke jidat gadis itu.

"Sunbae .. mengapa ada disini?", Eun Ho balas bertanya. Sinar matanya memancarkan keheranan besar.

"Hari ini saya libur jadi ya .. datang menjenguk muridku yang manis ini dan  memberikan CD rekamanku yang sudah diliris ... tapi saya lihat sedang ada masalah yang terjadi denganmu ... ". Jae Won mengulurkan sekeping CD yang terbungkus rapi dengan tulisan "Kim Jae Won, the first best Golden Songs" yang besar tercetak di cover CD tersebut. Sedangkan pandangannya tidak lepas dari wajah Eun Ho.

Wajah Eun Ho langsung berseri. Diraihnya CD itu dari tangan Jae Won. Matanya bersinar ketika melihat tulisan yang tercetak di sana.
"Hebat .. sunbae memberikan ini padaku? ... ohhh chukae, Jae Won sunbae .... "

"Ahhh .. ini bukan apa-apa .... Eun Ho a, kamu belum jawab pertanyaanku ... masalahmu dan Yong Chan?"

Eun Ho langsung terdiam. Matanya yang bersinar perlahan meredup.
"Kami baik-baik saja .. "

"Kamu jangan berbohong padaku, Eun Ho aa ... saya sudah melihat semuanya tadi .... Jika kamu masih menganggap saya sebagai sunbae maka dengarkan nasehatku .... sifat Yong Chan gampang meledak, dan saya tahu bahwa kamu mengetahuinya, maka tugasmu untuk menjaganya, jangan sampai dia melakukan sesuatu yang akan membuatnya menyesal di kemudian hari ... ",

Eun Ho sedikit terpana dengan nasehat Jae Won. Bagaimana mungkin sunbaenya ini bisa mengenal Yong Chan dengan begitu baiknya? Kepala Eun Ho mengangguk perlahan. Senyum tipis menghiasi wajahnya.
"Gumawo sunbae ... saya akan berusaha melakukan yang terbaik .. oh ya, bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama .. ya sebagai hadiah selamat dariku terhadap kesuksesan dilirisnya Golden CD ini .... ", Eun Ho mengangkat tangannya yang memegang CD ke Jae Won.

"He .. he .. i love it, Eun Ho ya ... but i can't .... saya sudah ada janji makan malam, tepatnya saya akan ke undangan perpisahan dengan sahabat baik ... ", jawab Jae Won.

Eun Ho agak kecewa mendengar jawaban Jae Won,
"Yaaaa .. kenapa waktunya bisa pas begini ... tapi wajah sunbae memperlihatkan kalau sunbae tidak begitu senang dengan acara itu ... "

Jae Won menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya. Kepalanya mengeleng perlahan.
"Entahlah .... mungkin benar saya tidak menyukai acara itu .... "

Jae Won berusaha tersenyum ke Eun Ho. Tapi tidak berhasil. Eun Ho tahu ada sesuatu yang menganjal di balik senyum itu. Jae Won kemudian menepuk pelan bahu Eun Ho. Setelah pamitan, dia berlalu dari hadapan Eun Ho dengan langkah gontai.


**************


Yong Sae menyusuri jalan setapak taman kecil yang terdapat di samping sekolah dengan pikiran ruwet. Dia sangat khawatir. Apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh Chae In? Apa yang mungkin dilakukannya? Dia tahu jawabannya bahwa apapun itu, Chae In mampu melakukannya dan mungkin melakukannya.

Yong Sae mengeluarkan ponselnya. Diperhatikannya deretan nomor telpon lengkap dengan nama yang tersimpan di ponsel itu. 'Yong Chan oppa', Yong Sae mengeleng. Tidak!! tidak mungkin dia memberitahukan masalah ini ke oppanya. Kalau sudah mendengar ada orang yang akan mencelakai Eun Ho, oppanya itu pasti akan kehilangan kendalinya.

Yong Sae menyeret anak panah ke atas. 'Eun Ho unnie', kembali Yong Sae mengeleng. Ini lebih tidak mungkin lagi. Eun Ho onnie pasti akan ketakutan setengah mati jika mendengar kabar ini, seperti juga dirinya yang sudah ketakutan dan khawatir setengah mati.

Yong Sae menyeret anak panah di list itu lagi. 'Dong Wo oppa', Yong Sae tertegun. Nomor dan nama itu baru kemarin dimasukkan ke dalam ponselnya. Haruskah dia menelpon Dong Wo? Sebenarnya dia tidak ingin melakukannya, tapi saat ini selain Dong Wo tidak ada lagi orang yang tepat buat dimintainya untuk membantu dia mendiskusikan masalah ini.

Akhirnya Yong Sae mengambil keputusan bulat. Ditekannya nomor itu. Perlahan didekatkan ponsel itu ke telinga. Hubungan tersambung. Beberapa saat kemudian terdengar suara Dong Wo dari seberang.

"Yeoboseyo .... "
"Dong Wo oppa? .. ini Yong Sae, bisakah oppa menjemputku sekarang juga? saya ada masalah yang perlu diselesaikan dan selain oppa, saya tidak tahu harus membicarakannya dengan siapa lagi ... "
"Tapi sekarang saya sedang rapat ... "
"Jadi oppa tidak bisa datang sekarang juga .... saya .... huhhhhuhhhu ..... ", airmata dan isak tanggis mulai terdengar dari Yong Sae.
"Tunggu sebentar ..... heiii kamu jangan menanggis dulu ... saya akan datang sekarang juga ... kamu ada di mana?"
"Oppa bisa datang ..., benarkah? ... bagaimana dengan rapatnya?"
"Itu gampang, saya bisa menundanya .... jika tidak, bisa diwakili oleh yang lain, kamu tunggu saya ... kamu ada dimana?"
"Saya .. saya ada di taman dekat sekolah ... "
"Baiklah .. jangan kemana-mana .. saya akan tiba sepuluh menit kemudian ..."
"Gumawo, oppa ... ".[/i]

Yong Sae memasukkan ponselnya ke dalam tas. Dia mengambil tempat yang lebih nyaman sambil menunggu Dong Wo. Akhirnya dia menjatuhkan diri di bangku panjang yang terdapat di tengah taman itu.


***********


Dong Wo tiba sepuluh menit kemudian. Tepat seperti yang dijanjikannya ke Yong Sae. Dia mendapati Yong Sae sedang duduk tertunduk di bangku panjang di tengah taman itu.
"Adik kecil .... ", sapa Dong Wo pelan.

Yong Sae mengangkat wajahnya. Kelegaan langsung tersirat dari wajahnya yang sendu.
"Dong Wo oppa .... ". Yong Sae tidak bisa menahan kegundahannya lagi. Dia bangkit dan memeluk Dong Wo erat-erat. Isak tanggis meledak dari mulutnya.

"Heiiii ... ada apa? ... haaa... dongseng a .... ", Dong Wo menepuk pelan punggung Yong Sae tanpa tahu harus berbuat apa. Wajahnya berkenyit. Dia hanya bisa membiarkan Yong Sae melampiaskan semua perasaan yang bekecamuk lewat pelukannya.

Setelah perasaannya agak terkendali Yong Sae melepaskan pelukannya dari Dong Wo. Dihapusnya aimata yang masih mengalir dengan punggung tangannya. Melihat itu Dong Wo memberikan saputangan ke Yong Sae.
"Rumit, oppa aa ... saya sangat takut ... ", Yong Sae menerima saputangan dari Dong Wo sambil menceritakan semua masalah yang telah terjadi termasuk ancaman dari Chae In.

"Maksudmu .. teman sekelasmu itu mengancam akan melakukan sesuatu terhadap Eun Ho ... ?", tanya Dong Wo. Sepasang matanya menyipit.

"Iya. .... huhhhhuhhh lalu .. apa yang harus saya lakukan?", Yong Sae seakan bertanya kepada dirinya sendiri.

"Berdasarkan semua penjelasanmu, berarti benar gosip dari oppamu yang berkencan dengan Eun Ho?", Dong Wo mengajukan pertanyaan lagi. Pandangannya terarah ke Yong Sae. Ada tekanan dari pertanyaan itu yang tidak tertangkap oleh Yong Sae.

Yong Sae tidak menjawab. Dia hanya bisa mengangguk. Isak tanggis masih terus terdengar dari mulutnya. Dong Wo menghela nafas panjang. Hatinya sangat tertekan. Ini untuk yang kesekian kalinya. Dan kali ini dia tahu perasaannya harus dimatikan. Dia tidak mungkin berharap bisa mendapatkan Eun Ho. Demi kebahagiaan Eun Ho, dia harus mampu melakukannya.

"Jangan khawatir dongseng aa ... saya tidak akan membiarkan sesuatu terjadi dengan oppamu, begitu juga dengan Eun Ho dan yang lebih penting lagi, saya tidak ingin melihatmu bersedih terus seperti ini .... saya akan menyuruh orang mengikuti dan mencegah tindakan tidak diinginkan dari teman sekelasmu itu .... "

Mendengar perkataan Dong Wo, Yong Sae tertegun. Dipandanginya pemuda itu dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan, seperti juga perasaan yang dirasakannya saat itu, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Dong Wo tersenyum. Senyuman yang menenangkan.

Kemudian ditariknya tangan Yong Sae sehingga berdiri dari tempat duduknya.
"Sekarang sebaiknya kita makan siang bersama ... setelah sarapan tadi pagi, saya belum makan apa-apa, saya tidak mau lagi mengunjungi onniemu dengan sakit maag yang memalukan ... "

Yong Sae langsung tertawa terbahak mendengar perkataan Dong Wo. Pemuda di depannya mengerutkan alisnya. Perkataannya tadi sangat serius. Dia tidak menyangka akan ditertawakan sebegitu hebatnya oleh Yong Sae. Dong Wo mengangkat tangan dan membekap mulut Yong Sae. Suara tawa yang keras masih terus terdengar walaupun Dong Wo sudah membekap erat mulut gadis remaja itu.
"Hentikan tawamu atau saya akan meninggalkanmu sekarang juga .... ", ancam Dong Wo dengan tampang cemberut.

Yong Sae mengangguk cepat. Dia berusaha menahan ketawanya dengan susah payah. Pipinya sampai mengembung karena usaha tersebut. Melihat itu, tawa Dong Wo langsung meledak.  Butiran air sampai menyemprot keluar dari mulutnya.

"IIIiiiiiiiiiiii ..... oppa, kamu menjijikkan .... ", teriak Yong Sae. Dong Wo semakin memperkeras tawanya.


**************


Malam harinya ...............
Jae Won memisahkan diri di pojok ruangan. Acara perpisahan itu cukup ramai. Tuan rumah, Song Hye Jin tampak mempesona dengan gaun panjang dari sutra hitam. Choi Young datang dengan seorang pemuda berperawakan tinggi yang tidak asing baginya. Tadi Choi Young menyapanya. Jae Won agak kaget dengan tindakan Choi Young itu. Tidak disangkanya gadis itu akan memulai itu terlebih dahulu. Malam ini dia terlihat berseri. Mungkin semua masa lalu itu sudah terlupakan olehnya.

Jae Won mengamati anggur di tangannya dengan pikiran menerawang. Detak sepatu berhak tinggi samar-samar terdengar mendekatinya. Kepala Jae Won terangkat. Song Hye Jin berdiri tepat di hadapannya. Gaun tipis berwarna hitam yang membalut tubuhnya semakin memperlihatkan kulit mulusnya.
"Kamshamida, Jae Won aa ..... ", kata Hye Jin pelan. Sinar matanya tidak sepadan dengan dandanannya yang menarik. Sinar mata itu begitu redup dan suara itu begitu mengetarkan hati.

"Hmmmm  .... untuk apa?", tanya Jae Won dengan suara serak.

"Karena .... karena kamu ... bersedia .. meluangkan waktu ... menghadiri pesta perpisahan ini .... ", jawab Hye Jin. Perkataannya terputus-putus. Ada sesuatu yang merisaukan hatinya.

"Sama-sama ....., sebenarnya hari ini saya libur jadi ... kamu tidak perlu berterimakasih kepadaku, .... saya tidak meluangkan waktu dengan sengaja .... "

Hye Jin mengangguk pelan. Dia agak kecewa dengan perkataan Jae Won.
"Liburan semesterku sudah selesai jadi saya harus kembali lagi ke Australia ... mungkin bakal lama bagiku untuk  menginjakan kaki lagi di Korea .... "

Jae Won hanya bisa membisu mendengar penjelasan Hye Jin.

"Won aa .... ", panggilan Hye Jin begitu mengetarkan jiwa.

Jae won mengalihkan perhatiannya ke Hye Jin, ..
"Apa .... ?', tanyanya.

"Bolehkah .. saya ... saya mengajukan sebuah .. sebuah permintaan?", Hye Jin membalas tatapan Jae Won. Kedua anak muda itu saling berpandangan. Sangat lekat, seakan tidak bisa berpaling lagi satu sama lain.


~Ending Chapter~


EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 23 ~Luveliprincess

"Bolehkah .. saya ... saya mengajukan sebuah .. sebuah permintaan?", Hye Jin membalas tatapan Jae Won. Kedua anak muda itu saling berpandangan. Sangat lekat, seakan tidak bisa berpaling lagi satu sama lain.

“Permintaan?” Tanya Jae Won bingung.

Hye Jin menganggukan kepalanya.”O”

“Apa itu?”

“Bisakah kau luangkan satu hari saja untuk bersamaku?”

“Ne? Untuk apa?” Jae Won makin merasa bingung dengan pertanyaan yang diajukan Hye Jin

“Kencan..” Ujar Hye Jin sambil menundukan wajahnya yang mulai memerah.
Jae Won menatap Hye Jin dengan setengah percaya. Mulutnya sedikit menganga sakit kagetnya.

“Ke..kencan..?”

Hye Jin mengangguk lagi. Matanya diam diam menatap mata Jae Won dengan malu – malu. Perasaannya tidak karuan. Malu, sekaligus takut. Takut karena Jae Won menolak ajakannya. Hye Jin membalikan badannya sebentar. Sehingga dia membelakangi Jae Won. Lalu dia mengetuk ngetuk kepalanya dengan tangan.

“Pabo..Pabo.. Song Hye Jin, kau benar – benar bodoh. Mengapa tiba – tiba mengajak kencan?”

Tiba – tiba saja terdengar jawaban Jae Won di belakangnya. “OK”

Hye Jin membalikan badannya lagi dengan cepat, lalu ia menatap Jae Won yang kini tengah tersenyum manis ke arahnya. “Mworaguyo?”

“O-Ke.. Mari kita kencan..” Kata Jae Won mantap. Senyuman langsung mengembang di bibir Hye Jin. Keduanya lalu tersenyum.


*******

Keesokan harinya.
Eun Ho, Yong Chan, Choi Yoon dan Yong Na tengah makan siang bersama di sebuah restaurant dekat YT entertainment. Mereka berbincang – bincang riang sambil menyantap hidangan mereka.

“Bagaimana masalahmu Yong Chan-a.. Apakah sudah selesai?” Tanya Yong Na sambil memotong daging steaknya dengan anggun.

“Tentu saja belum. Aaahh entahlah, keadaannya menjadi semakin rumit. Mr. Bae tidak mengijinkan aku untuk keluar dari dunia Entertainment” Jawab Yong Chan sedikit kesal.

“Muo? Kau ingin keluar dari dunia yang membesarkan namamu?” Yong Na terperangah kaget, begitu pula dengan Choi Yoon.
Yong Chan sudah mengira reaksi kakaknya akan seperti ini. Lalu dia melanjutkan perkataannya.

“Kenapa? Aku memang sudah muak dengan semua ini. Mereka memang membesarkan namaku, tapi mereka juga yang menghancurkan hidupku”
Eun Ho terdiam dan meneguk minumannya perlahan. Dia tahu Yong Chan sangat keras kepala. Maka dia tidak akan membantah perkataan Yong Chan. Yong Na menatap adik lelakinya itu dengan kasih sayang.

“Tapi Yong Chan-a.. Kau tidak bisa begitu saja pergi dalam keadaan seperti ini..”

“Kenapa?” Potong Yong Chan cepat

“Jika kau seperti ini, sama saja seperti kau lari dari kenyataan. Masalah ini harus dihadapi Yong Chan-a.. bukan dihindari. Jika kau berhenti karena hubunganmu dengan Eun Ho, kau sama saja melepas tanggung jawabmu. Harusnya kau tunjukkan pada mereka bahwa hubunganmu dan Eun Ho, tidak akan mempengaruhi ke-professional-an kalian dalam bekerja…” Nasehat Yong Na

“Kakakmu benar Yong Chan-a..” Sahut Choi Yoon “Apakah kau mau hasil kerja kerasmu sekarang ini hancur dalam sekejap mata hanya karena keegoisanmu semata?”

Yong Chan terdiam. Eun Ho menatap pamannya itu dengan sungguh – sungguh.

“Aku tahu kalian sangat mencintai, tapi pikirkanlah lagi. Aku setuju dengan Yong Na, tunjukkan pada mereka bahwa cinta kalian tidak akan mempengaruhi pekerjaan kalian”

Yong Chan ingin membantah, namun kali ini Eun Ho angkat bicara. “Benar kata paman Yoon dan Kakakmu Yong Chan. Kita tidak bisa meninggalkan masalah ini begitu saja. Kita harus tunjukkan bahwa kau dan aku memang benar – benar serius”

Yong Chan langsung terdiam sambil menatap Eun Ho sebal. Eun Ho hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku Yong Chan.

“Ah, lebih baik kita bicarakan yang lain. Aku ada kabar gembira untuk kalian..” Ujar Choi Yoon mencoba untuk merubah suasana.

“Benarkah? Apa itu?” Tanya Eun Ho antusias.

Choi Yoon mengambil tangan Yong Na kedalam genggamannya, lalu dia memamerkan jari manis tangan kanannya dan tangan kanan Yong Na yang sudah terhiasi oleh cincin emas putih yang berkilauan kepada Eun Ho dan Yong Chan.

“Omo..? Jangan bilang……” Eun Ho menutup mulutnya kaget. Sementara Yong Na berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“O.. Kita akan menikah..” Sahut Choi Yoon.

Mata Yong Chan terbelalak menatap Kakak perempuannya. “Noona.. Kau…”

Yong Na menatap adiknya dengan tatapan bingung. “Wae?”

“Kau tidak hamil kan?” Lanjut Yong Chan polos.

Tawa Choi Yoon dan Yong Na langsung meledak. Yong Chan masih memandangi mereka dengan raut wajah yang kaget.

“Tentu saja tidak Yong Chan-a.. Kau ini gila ya…?” Jawab Yong Na.

“Tapi mengapa ini… begitu tiba – tiba?” Tanya Yong Chan lagi.

“Kami sudah memutuskannya, Usia aku dan Yong Na sudah sangat cukup untuk meneruskan ke jenjang pernikahan..” Choi Yoon mencoba menjelaskan.

“Lagipula, sepertinya Ayah dan Ibumu memang sudah tidak sabar ingin menggendong cucu..”

“Yoon-a…” Yong Na memukul bahu Choi Yoon pelan. Choi Yoon tertawa dan malah makin menggoda Yong Na. Eun Ho tersenyum melihat tingkah laku mereka.

“Chukae Noona.. semoga kau berbahagia dengan pamanku..”

“Gomawo Eun Ho-ya.. Kau juga harus berbahagia dengan Adikku..”

Eun Ho tersenyum. Sementara Yong Chan mengerutkan keningnya sambil berpikir keras.

“Berarti, Kakak perempuanku adalah istri dari paman dari kekasihku? Waahh.. ini benar – benar rumit..” Katanya

Eun Ho, Yong Na dan Choi Yoon pun tertawa melihat tingkah laku Yong Chan yang kebingungan.


*****

Sore itu Dam Ah sedang dirias untuk melakukan pemotretan. Dia mendapatkan tawaran untuk menjadi model catalog sebuah brand yang cukup terkenal. Koleksi baju yang dimiliki brand tersebut memang sangat populer.

“Bagaimana, sudah siap?” Tanya Sang Fotografer pada Dam Ah.

Dam Ah yang baru saja selesai dirias mengangguk mengiyakan.

“Baiklah,mari kita mulai”

Dam Ah berpose di depan kamera. Lampu blitz menyinarinya berkali kali. Sementara sang Fotografer memotret setiap gerakan yang Dam Ah lakukan dengan natural.

Setelah 2 jam kemudian, akhirnya pemotretan itu selesai. Dam Ah tengah memakai model pakaian untuk musim dingin sekarang. Senyuman puas
mengembang dari bibirnya.

“Ya, selesai. Terima kasih atas kerja samanya.” Kata si Fotografer pada Dam Ah. Sementara Dam Ah menganggukan kepalanya.

“Kamsamnida..Kamsamnida..” Ujar Dam Ah pada kru lain.

“Kerja yang bagus..” Ujar seseorang. Dam Ah menoleh kaget melihat si pemilik suara itu. “Dillon-ssi..”

Dillon, yang ternyata daritadi berada disitu tersenyum kepada Dam Ah.

“Mengapa kau ada disini?” Tanya Dam Ah bingung.

“Aku ingin melihatmu..”

“Melihatku..?”

Dillon mengangguk sambil tersenyum manis. Wajah Dam Ah mulai memerah. Entah kenapa, lubang di dadanya kini mulai kembali pulih perlahan. Itu semua berawal dari saat ia berjumpa dengan Dillon. Dan dia kini tahu, mungkin Dillonlah penawar rasa sakit itu.

“Kenapa melamun?” Tanya Dillon

“Ah.. Tidak.. Aku hanya.. kaget melihatmu disini..”

“Jangan kaget.. lain kali kau harus terbiasa atas kehadiranku di sampingmu..”

“Ne?” Pernyataan Dillon membuat Dam Ah bingung. “Tidak.. “ Sahut Dillon. Lalu dia tersenyum dan merangkul bahu Dam Ah,”Ayo kita minum teh..”

Dam Ah kembali tersenyum. “Sebentar, aku ganti baju dulu..”


*****

Matahari mulai hilang di kegelapan malam. Lampu – lampu berpijar menerangi pusat kota Seoul. Membentuk sebuah bintang – bintang yang gemerlapan seperti bintang di langit.

Jae Won mengemudikan mobilnya, membelah jalan raya yang bising dengan bunyi kendaraan. Atap mobilnya dibiarkan terbuka, sehingga angin malam berhembus menyapu rambutnya yang berkibaran. Wajahnya tersenyum, namun entah kenapa raut duka di wajahnya tidak bisa ditutupi. Dia merasa akan kehilangan sesuatu. Sesuatu yang tidak sadar telah dia rindukan selama ini.

Di sampingnya, Hye Jin sedang menikmati udara malam dengan memejamkan matanya. Tangan kirinya terulur ke samping seakan – akan ingin merasakan wujudnya angin.

“Waaahh.. Aku pasti akan merindukan udara malam di Seoul..” Katanya masih dengan mata terpejam.

“Kau suka dengan kencan kita hari ini?” Tanya Jae Won. Hye Jin membuka matanya, lalu mengangguk senang. “Tentu saja..” Katanya

Mereka memang habis berkencan, sesuai dengan permintaan Hye Jin pada pesta perpisahan itu. Mereka pergi ke berbagai macam tempat, dari Taman
Hiburan, Pertunjukkan Film, dan makan malam di sebuah Restaurant mewah.

“Pergi kemana lagi kita?”

“Apa? Kau masih ingin pergi..?” Tanya Jae Won.

“Tentu saja, Bagaimana jika kita ke Gedung 63?”

“Gedung 63? Untuk apa?”

“Tentu saja untuk melihat pemandangan malam kota..”

“Baiklah..” Jae Won mengalah. Dia pun menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya menuju kesana.


******




(ki) 63 Building (ka) Han River at night from 63 building

“Waaaahhhhh cantiknyaaaaa…..” Teriak Hye Jin senang. Beberapa orang sampai menoleh karena teriakannya.

“Sssssttt.. Jangan teriak – teriak.. “ Sahut Jae Won. Namun Hye Jin tidak mendengarkan. Dia sibuk berkeliling ruangan untuk melihat pemandangan malam Seoul dari ketinggian. Dia mencoba sebuah teropong yang telah tersedia disana dengan senang. Sementara Jae Won memperhatikannya dari jauh sambil tersenyum melihat tingkah Hye Jin yang kekanak-kanakan.

Setelah kurang lebih setengah jam berada disana. Jae Won pun mengajak Hye Jin pulang. Pengunjung yang ada disana pun hanya tinggal beberapa orang saja.

“Ayo kita pulang, disini sangat membosankan..”

“Tunggu.. masih ada 1 Jam lagi sampai jam 12 malam” Sahut Hye Jin bersemangat.

“Cih..kau pikir kau Cinderella yang jam 12 malam harus kembali pulang?” Ejek Jae Won.
Hye Jin yang masih memandangi sungai Han yang berada di bawahnya dengan sedih.

“Ya, Aku mungkin seperti Cinderella. Bedanya dia akan menemukan cinta sejatinya setelah itu, tetapi aku tidak. Aku tidak akan pernah menemukan cinta sejatiku..”

“Wae? Kenapa tidak?

“Karena aku harus pergi kan.. Jadi tidak ada lagi orang yang akan mencariku untuk mengembalikan sepatuku yang hilang, atau orang yang mencariku untuk menjadikanku pendamping hidupnya”

Jae Won menatap Hye Jin yang kini kelihatan bersedih. Entah kenapa perasaannya pilu melihat Hye Jin yang seperti itu. Tapi disisi lain dia merasakan suatu kekuatan baru, suatu kekuatan untuk menahan Hye Jin pergi, karena dia tahu rasa kehilangan yang dia rasakan adalah karena Hye Jin akan pergi.

“Hye Jin-a…Aku…”

Tiba – tiba datang seorang wanita ke arah mereka, “Maaf Tuan, waktu berkunjung sudah habis. Kami akan segera tutup” katanya sambil tersenyum ramah.

“Ah, Baiklah..” Jawab Jae Won. “Ayo kita pergi..” Ajak Jae Won. Kali ini Hye Jin menurut. Mereka pun segera menuju Lift untuk turun.
Sesampainya dibawah, Jae Won langsung menggenggam tangan Hye Jin erat. Hye Jin sempat kaget dengan perlakuan Jae Won padanya, namun dia diam saja. Membiarkan langkahnya mengikuti langkah Jae Won menuju pinggir sungai Han yang memang berada di sekitar Gedung 63.

“Baiklah, 1 jam lagi kita habiskan disini..” Ujar Jae Won.

Mereka berjalan perlahan menyusuri sungai. Angin bertiup cukup kencang saat itu, sehingga Hye Jin memeluk tubuhnya sendiri karena kedinginan. Jae Won yang melihat itu langsung membuka blazer hitamnya dan mengenakannya di tubuh Hye Jin.

Mereka duduk duduk di pinggir sungai, membiarkan waktu mengalir begitu saja. Saling terdiam menatap sungai yang tertimpa oleh kilauan cahaya sehingga memantulkan cahaya keemasan seperti bintang – bintang.

Waktu terus berjalan tak kenal lelah. Tidak terasa jam sudah menujukkan pukul 12 malam tepat.

“Nah, sudah jam 12 malam. Waktunya telah habis. Aku harus pulang” Kata Hye Jin seraya beranjak berdiri. “Terima kasih telah mengabulkan permintaanku Jae Won-a.. Aku akan selalu mengingat hari ini..”

Hye Jin menatap Jae Won dengan sedih. “Aku pergi…”

Hye Jin pun berbalik meninggalkan Jae Won. Namun tiba – tiba tangannya di tahan oleh Jae Won.

“Kajima..” Katanya lirih. Hye Jin menghentikan langkahnya. Dia terpaku sesaat mendengar perkataan Jae Won.

“Kajima Hye Jin-a…” Ujar Jae Won lagi.

Hye Jin membalikan tubuhnya perlahan. Matanya mulai berkaca – kaca. Jae Won menatap Hye Jin dengan sungguh – sungguh. Keduanya beradu dalam sebuah perasaan yang tidak mampu dilukiskan dengan kata – kata.

“Kau.. bilang apa?” Tanya Hye Jin pelan.

“Aku mohon jangan pergi…”

Air mata menetes lembut di pipi Hye Jin. Dia tahu, hal itulah yang ingin di dengar dari mulut Jae Won. Di tahu, bahwa sesungguhnya dia pun tidak ingin meninggalkan Jae Won.

“Aku.. aku…” Hye Jin tidak sanggup mengatakan apapun.

Tiba – tiba Jae Won meraih tubuh Hye Jin ke dalam pelukannya. Di dekapnya Hye Jin dengan erat. “Aku menyukaimu..Aku tidak ingin kau pergi…” bisiknya

Air mata Hye Jin mengalir deras. Sepertinya dia baru saja meluapkan perasaannya. Dia meraih tangannya untuk memeluk Jae Won juga.. “Aku juga menyukaimu..sungguh menyukaimu…” katanya.


*****

Keesokan harinya. Di bandara.

“Kau yakin tetap ingin pergi?” Tanya Choi Young.

Hye Jin mengangguk. “Aku juga tidak ingin, tapi aku kan harus kuliah”


“Lalu bagaimana dengan.. Well, Jae Won?” Masih ada perasaan canggung pada diri Choi Young ketika menyebutkan nama Jae Won.

“Dia mau mengerti, lagipula aku akan sering menghubunginya. Dia juga berjanji untuk mengunjungiku jika dia sedang libur”

“Lalu dimana dia sekarang? Mengapa dia tidak mengantarmu?”

“Tidak, aku tidak mengijinkan dia mengantarku. Aku takut dia sedih..”

“Waaaah wahh.. sepertinya hubungan kalian berkembang dengan cepat” Goda Choi Young. Hye Jin hanya tersenyum mendengarnya.

“Lalu bagaimana dengan kalian?” Tanya Hye Jin sambil melirik kea rah Nathan yang kebetulan menemani Choi Young untuk mengantar Hye Jin.

“Bagaimana apanya?” Choi Young malah balik bertanya.

“Jangan pura – pura. Kelihatannya kalian serasi..” Goda Hye Jin.

Nathan yang mendengar itu tersenyum senang. “Benar kan Hye Jin-ssi? Sayang, Nona Choi Young ini tidak menyadari betapa tampannya diriku..” Canda Nathan sambil merangkul bahu Choi Young.

Choi Young langsung melepaskan rangkulan Nathan sambil cemberut. Sementara Hye Jin hanya bisa tertawa melihat tingkah Nathan dan Choi Young.

“Dengar Young-a.. Sudah saatnya kau mencari orang yang bisa menjagamu. Dan aku rasa Nathan benar – benar pasangan yang tepat..” Hye Jin menasehati Choi Young.

“Cih, Nathan-ssi.. kau membayar temanku berapa hah, sampai dia memuji mujimu seperti itu?” Cibir Choi Young.
Mata Nathan membesar ketika mendengar itu. Lalu dia tertawa terbahak – bahak. “Hahaha, sepertinya rencana kita ketahuan Hye Jin-ssi..”


*****

Yong Sae mempercepat langkahnya. Tangannya sibuk memegang ponsel, mencoba menghubungi ponsel kakaknya, Yong Chan. Namun berkali – kali ia menelpon tapi tidak di angkat juga. Oppa pasti sedang latihan. Pikirnya.

Hari ini Yong Chan sedang syuting film “The Sword” untuk beberapa adegan terakhir. Film itu memang sebentar lagi selesai. Walaupun sempat mengalami penurunan rating ketika skandal Yong Chan – Eun Ho mencuat. Namun akhirnya kembali menjadi stabil.

Yong Sae mempercepat langkahnya lagi. Dia memang harus mengantarkan sebuah kostum untuk Yong Chan, kebetulan Yong Chan lupa membawanya. Padahal itu akan dipakai untuk syuting nanti.

Lokasi syuting berada di sebuah studio sebuah rumah produksi yang tidak jauh letaknya dari rumah Yong Chan. Namun karena Yong Chan harus latihan, maka ia tidak sempat mengambilnya sendiri. Jadi ia menyuruh Yong Sae untuk mengantarkannya.

Yong Sae kebingungan mencari studio yang digunakan untuk syuting. Kepalanya celingukan melihat seseorang yang barangkali saja dia kenal. Tiba – tiba saja ada yang menepuk bahunya dari belakang.

“Kenapa kau ada disini?” Tanya seseorang. Yong Sae berbalik cepat. Ternyata orang itu adalah Dong Wo.

“Dong Wo oppa? Apa yang oppa lakukan disini?” Yong Sae balik bertanya.

“Itu pertanyaanku..”

“Aaahh.. iya.. aku harus mengantarkan kostum ini kepada kakakku, tapi aku tidak tau studio mana yang dia gunakan untuk syuting..” Jawab Yong Sae

“Ooh..” Dong Wo mengangguk. “Sini ku antar..” Ujarnya lagi.

Yong Sae mengikuti Dong Wo dari belakang. Dia memperhatikan punggung laki – laki di depannya itu dengan seksama. Dia memiliki punggung yang indah. Pikir Yong Sae.

“Oppa.. Oppa belum jawab pertanyaanku. Oppa sedang apa disini..” Tanya Yong Sae penasaran.

“Aku…”

“Dong Wo-ssi?” tiba – tiba seorang perempuan memanggil Dong Wo. Yong Sae menoleh, ternyata dia Eun Ho. “Aah.. Yong Sae-ya.. kenapa kau ada disini?” Tanya Eun Ho lagi.

“Dia mengantarkan kostum Yong Chan.. “ Kata Dong Wo cepat.

Yong Sae yang dipotong pembicaraanya langsung menatap Dong Wo heran. Dilihatnya laki – laki itu memandang Eun Ho dengan pandangan yang tidak biasa. Seolah matanya memancarkan sinar yang begitu hangat.

“Aah, begitu.. Mari, kita kesana bersama..” Ajak Eun Ho

Sesampainya di studio yang dimaksud, Eun Ho langsung menghampiri Yong Chan, membisikkan sesuatu padanya. Dong Wo membuang mukanya ketika ia melihat itu.

“Aaahh, , uri dongsaeng Yong Sae.. kau sudah datang?” Seru Yong Chan menghampiri Yong Sae dan Dong Wo.

Yong Sae mengangguk. “mm.. ini pakaianmu Oppa..”

“gomawo Yong Sae-ya..” Yong Se mengangguk lagi. Lalu Yong Chan melanjutkan perkataannya. “Yong Sae, 2 jam lagi aku akan selesai. Apakah kau
mau menungguku? setelah itu kita bisa pulang bersama..”

“hmm..Aku..” gumam Yong Sae sambil berpikir.

“Tunggu saja Yong Sae-ya.. Aku akan menemanimu..” Kata Dong Wo.

Yong Sae melihat Dong Wo ragu, lalu melihat Yong Chan. “Baiklah..”

“Dong Wo-ssi, tolong jaga adikku. Aku harus mulai syuting” Pinta Yong Chan pada Dong Wo

“Tentu saja..”

Yong Chan mengusap kepala Yong Sae sebentar, lalu ia dan Eun Ho pun segera menuju lokasi untuk memulai syuting.
Studio sudah disulap menjadi sebuah istana pada jaman kerajaan dan Rumah – rumah tradisional korea.

Sementara syuting dimulai, Dong Wo dan Yong Sae duduk di sebuah bangku sambil menonton adegan demi adegan. Yong Sae sangat antusias melihat kakaknya. Dia memang jarang melihat syuting kakaknya langsung seperti ini.

“Wah, Oppa benar – benar hebat..” Katanya

Dong Wo tersenyum. Lalu kembali melihat jalannya syuting. Kini mereka sedang mengambil adegan sedih Eun Ho dan Yong Chan. Atau lebih tepatnya Su Ah dan Yeong Jae.

Yeong Jae harus pergi untuk berperang, sedangkan Su Ah, harus rela melepaskannya.

“Aku harus pergi Su Ah-ya.. “ Ujar Yong Chan sambil menggenggam tangan Eun Ho.

“Baiklah, aku akan melepaskanmu. Tapi kau harus janji padaku, kau harus kembali dengan selamat..” Kata Eun Ho

Yong Chan mengangguk. Lalu dia mencium kening Eun Ho dan memeluknya erat.

Sementara itu, Dong Wo yang melihat adegan itu, merasa sangat sedih. Wajahnya terlihat sendu. Diam – diam Yong Sae memperhatikannya. Dan entah
kenapa, dia pun merasa sedih. “Oppa.. apa kau benar – benar menyukai Eun Ho Onni?” Tanya Yong Sae dalam hati.


*******
END CHAPTER

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Chapter 24:CHANHO VERSION COMPLETE PLETE PLETE ~Miny


(Ya nggak komplet2 banget sih..Org ada cerita YS juga       )

Akhir pekan datang lagi..Yong Sae masih menutup matanya, membenamkan diri dibawah selimut rajut yang tebal, padahal matahari pagi sudah bersinar terik, menyinari kamarnya dari balik jendela besar.

Suasananya sangat hening di rumah hari ini…Tidak seperti biasa, ia akan terbangun karena suara ribut orang tua dan kakak-kakaknya yang sibuk mengoceh kala sarapan. Tapi untuk hari ini mungkin mereka semua tidak ada di rumah. Begitukah?

Rasa penasaran membawa kaki Yong Sae untuk keluar dari kamar, memaksanya untuk membuka mata lebar-lebar. Dan benar..Tidak ada seorangpun disana..Di meja makan ,di ruang tamu ,di kamar mandi..Ia tidak bermimpi dan penglihatannya tidak salah, tapi benar-benar tidak ada siapapun ,jadi ia hanya sendiri..

“Oo.!”Yong Sae menganga ,ia kaget karena untuk pertama kalinya ditinggal sendirian di rumah yang begitu besar tempatnya tinggal ini..

***

Dong Wo mengetuk beberapa kali..Tetapi tidak ada jawaban.Mengetuk lagi, tetap sabar ,namun masih tidak diberi jawaban..Apakah tidak ada seorangpun di rumah?

Dong Wo membawa tangannya membuka gagang pintu ,ternyata tidak terkunci..Ia tahu ini lancang, tapi dirinya juga tak bisa menunggu terus ,akhirnya Dong Wo memutuskan untuk masuk kedalam..Ia mengendap-endap, suasana hening menyergapnya ,di tangan Dong Wo terdapat beberapa kostum milik Yong Chan yang tertinggal..Yah ,syuting The Sword memang telah usai sejak beberapa hari lagi ,orang-orang tidak seceroboh Yong Chan yang meninggalkan lokasi dengan banyak barang yang ditinggalinya ..Dong Wo berencana menaruh kostum tersebut di sofa ruang tamu dan meninggalkannya ,tapi alih-alih menaruh ia malah terdiam menemukan Yong Sae yang terlelap di sofa..Ia seperti peri yang terlihat begitu rapuh dibalik balutan gaun tidurnya ..

“Eh..,”Dong Wo mengeriyitkan alis menatap Yong Sae yang terlelap dengan air muka sendu..

Dalam hatinya Dong Wo gundah..Ia diburu waktu ,harus segera bekerja dan mengurusi ini dan itu ..Tetapi ia kasihan dengan gadis kecil dihadapannya yang terbaring sendirian ..Apa yang harus dipilihnya ,menemani Yong Sae atau pergi begitu saja?

***

“Pasti Eun Ho akan terkejut!”Mrs Goo tertawa renyah sambil memandang pemandangan berjalan dibalik jendela mobil yang melaju cepat..

“Yah ..Yong Chan begitu sayang padanya..”sahut Mr Goo..

“Padahal karakter Yong Chan tidak seperti itu, apalagi ketika ia masih kecil dulu..Anak yang dingin dan tidak perdulian..,”Mrs Goo mendengus meningat-ingat memori Yong Chan sebagai pemuda yang dingin pada setiap orang bahkan terkadang terhadap orang tuanya juga..

“Kalau ia berlaku begitu pada Eun Ho..Tandanya ia sudah benar-benar jatuh cinta padanya..Eun Ho beruntung ,Yong Chan bukanlah orang yang ‘sembarangan’..,”Mr Goo tersenyum ..

“Apakah pesawat mereka sudah akan berangkat?”Tanya Mrs Goo dengan raut penasaran..

“Sepertinya masih ada waktu beberapa jam lagi..”

***

“Lee Eun Ho..,cepat bangun..,”bisik suara merdu Yong Chan tepat di telinga Eun Ho yang masih memejamkan matanya..Tetapi alih-alih bangun ,Eun Ho mendengus keras ,menggengam bantalnya semakin erat ,menolak untuk membuka mata..Entah kenapa semua orang begitu lelah akhir-akhir ini sehingga malas untuk bangun dari alam tidur mereka..

“Bangun..,bangun dong ,please..!!”Yong Chan terdengar terburu-buru ,ia mengelus rambut Eun Ho yang masih berantakan..

“Waeyo?”suara serak Eun Ho akhirnya terdengar..

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat dalam rangka usainya Film The Sword!Bisa dibilang liburan”senyum Yong Chan

“Tempat apa?”Tanya Eun Ho malas.

“Makanya kau bangun dulu!!!”

***

Mr dan Mrs Goo tidak percaya apa yang sedang dilihatnya..

Dong Wo..

Dan Yong Sae yang tidur di pangkuannya..

Mrs Goo mendeham keras..,mengagetkan Dong Wo yang berakhir dengan senyum memelas..,”Er..Tadi aku ingin mengembalikan kostum ,tapi kelihatannya Yong Sae sendirian di rumah..,jadi..”

Suara canggung Dong Wo cukup keras untuk membangunkan Yong Sae dari tidurnya..Raut polos Yong Sae yang tak mengerti apa-apa hanya dapat mengeriyit lalu menatap orang tuanya dan Dong Wo secara bergantian..

“Dong Wo oppa ,sedang apa kau disini?”Tanya Yong Sae bingung ,ia teringat bahwa tadi ia tertidur di sofa setelah sempat bangun..

Dong Wo hanya tersenyum memelas ,ia tak tahu harus menjawab apa pada Yong Sae ,begitupun tatapan tajam orang tuanya yang membuat Dong Wo semakin tertekan..Ia pun bingung akan dirinya sekarang..Apa yang sesungguhnya merasuki dirinya itu?Kenapa ia harus memberikan keperdulian lebih pada seorang anak 13 tahun?

***

“Chukae Film The Sword sudah tamat..,”seru Yong Chan bahagia..
 
“Kita mau pergi kemana?Pokoknya jangan mengalihkan pembicaraan..Bukankah kita akan diundang ke acara Promo The Sword malam ini?Kenapa kau malah hendak pergi ke sembarang tempat,”Tanya Eun Ho kesal karena daritadi Yong Chan mengalihkan pembicaraan mereka terus menerus tanpa tahu kemana tujuan mereka sesungguhnya..

“Lihat saja..,”tawa Yong Chan menunjukkan raut jahilnya..Salah satu alisnya terangkat ketika pesawat mulai lepas landas..Bunyinya berdengung menyakitkan telinga..

“Goo Yong Chan!Cepat beritahu!”pipi Eun Ho merona ,suaranya tidak kalah dari dengungan mesin pesawat..

Tetapi Yong Chan hanya berbisik tanpa suara..,”Ke suatu tempat yang jauh.!”

Eun Ho mengeriyit bingung ,tak bisa mendengar apa yang Yong Chan katakan..

***

Eun Ho

Rasanya sudah berjam-jam aku terkurung dalam pesawat..Membosankan, tetapi kehadiran Yong Chan berhasil menepis rasa bosan ini..

Aku sejujurnya tak tahu kemana kami akan pergi..Tetapi pasti ke suatu tempat yang sangat jauh ..

Hari sudah mulai malam ,tidak tahu sudah berapa jam perjalanan ini memakan waktuku..Yong Chan sangat ceria hari ini..Lebih dari hari-hari lainnya..Mungkin ia benar-benar capai akan semua skandal dan menikmati waktunya bersamaku..

Ketika seorang pramugari membawakan makan malam ,rasanya ia memberikan porsi makanan yang paling special untuk kami berdua..

Satu piring besar untuk berdua..Terdapat nasi yang dicetak berbentuk hati..Juga daging dan makanan lainnya..Okay ,ini pasti rencana Yong Chan juga.

“Satu piring untuk berdua..,”gumamnya senang..

Aku hanya menggelengkan kepala lalu menyunggingkan senyuman manis..Ia terlihat lucu sekarang ,bisa kekanak-kanakan dan romantis dalam waktu yang sama..

***

Yong Chan

Aku senang..Merasa lebih hidup daripada beberapa bulan ini..Akhirnya aku mendapat waktu bersama Eun Ho secara khusus..Selama ini pekerjaan menjadi penghalang bagi kami..Mana lagi pertemuanku dengan Eun Ho harus banyak dibatalkan agar skandal ini tidak terus mencuat..Ah tapi perduli apa..,memang kami ini benar sepasang kekasih dan bukan kebohongan kok..Terserah mereka hendak menerimanya atau tidak ,senang atau tidak , kami tetaplah sepasang kekasih..

Film The Sword sudah usai..Aku tak tahu harus bergerak kemana lagi tepatnya didalam dunia entertainment ini..Segalanya terasa rumit dicerna oleh diriku..

Eun Ho begitu cantik dengan senyuman dan rona merah pipinya..Senyumannya membawaku untuk ikut tersenyum bersamanya..

“Aku suapi ya..,”

Ia menggeleng tanda tidak..Aku tahu ia pasti merasa diperlakukan seperti anak kecil dihadapan banyak penumpang..Para penumpang yang merasa sangat beruntung dan tidak hentinya menggangumiku dan Eun Ho …Adapun juga raut cemburu yang menatap Eun Ho..Apakah ini menjadi semacam publikasi?Tak tahu lah apapun pikiran mereka..Seolah semuanya hanya tertuju pada hubungan kami..

***

Eun Ho

Yong Chan benar-benar perhatian bahkan didepan public..Tak perduli seberapa keras aku mencoba untuk menutupi semua ini..Tapi terlihat percuma..

Aku terdiam ,hanya bisa menurut dan menatap Yong Chan yang mengerahkan segala cara untuk memperlakukanku bak putri..Ia mengambil sesuap nasi dan menyodorkannya tepat pada mulutku..

“Aaa..,”katanya seolah aku adalah seorang anak berumur 3 tahun..

***

Yong Chan

Eun Ho tertidur lelap di dadaku..Ia terlihat sungguh manis..Aku hanya tersenyum menatapnya dengan sayang..Beberapa remaja didalam pesawat tidak tidur namun asyik memperhatikan kami berdua..Berbisik-bisik tetapi aku tak tahu apa yang mereka bicarakan..

Perjalanan ini sungguh masih jauh tapi apa yang akan kami lihat pasti sebanding nanti..

***

Disaat yang sama ..Mr Bae masih linglung karena Yong Chan maupun Eun Ho tidak hadir di acara..Skandal apa lagi yang akan terjadi sekarang..Pikir Mr Bae lelah..

Semua wartawan menunggu dengan antusias beberapa jam lalu ,namun mereka menjadi putus asa setelah 3 jam menunggu dan tidak ada tanda-tanda dari Eun Ho maupun Yong Chan..

Beberapa wartawan tampak berbisik curiga ,mereka mengira Eun Ho dan Yong Chan pergi entah kemana bersama..

Dan dalam hati ,Mr Bae tahu apa yang wartawan itu perkirakan..,pasti adalah benar adanya..

Ia hanya menggeleng lalu mendengus..Acara ini akan tetap berlangsung walaupun tanpa Yong Chan juga Eun Ho ,pemain utama Film The Sword..Mr Bae sudah bertekad seperti itu..

***

Eun Ho

Jam 9 pagi..Aku masih berada di dalam pesawat..Dan ketika pramugari mengumumkan bahwa pesawat ini akan mendarat di Ottawa,Kanada dalam 10 menit kedepan..Bagus ,Kanada..Bagaimana Yong Chan mempunyai ide seperti ini?

Yong Chan masih terlelap di pundakku..Aku tak tahu bagaimana kami menghabiskan malam kemarin berdua ,seingatku aku terlelap sebelum Yong Chan karena terlalu lelah..Tetapi pagi ini ,setiap pasang mata menatapku ,ada yang sinis juga senang..Apa yang telah kulakukan?Mungkinkah aku tidur memeluk Yong Chan sehingga mereka menatapku heran?Ah ,gila ..mana mungkin..

***

Yong Chan

Eun Ho menguncang tubuhku, kelihatannya perjalanan kami berakhir sampai disini..Orang-orang mengambil kopor mereka dan segera turun dari pesawat.

“Sudah sampai?”Pertanyaan yang tak perlu ditanya terlontar dari mulutku ,ia hanya mengganguk kecil..

“Dari beberapa menit yang lalu.Ayo..,”ajak Eun Ho tiba-tiba bersemangat, ia tersenyum dan memandangku dalam-dalam seolah hendak membaca pikiranku..Aku tak tahu apa yang dipikirkannya, tapi baguslah kalau ia bisa bersemangat seperti sekarang..

***

Eun Ho

Udaranya sangat dingin ketika kami keluar dari bandara untuk mencari sebuah taksi..Lebih dingin dari yang kuperkirakan..Dimana-mana orang mengenakan jaket bulu tebal..Begitupun aku dan Yong Chan..,tetapi aku masih merasa dingin entah kenapa..Gigiku bergemeletuk hebat tanpa henti..

“Dingin sekali ya?”Tanya Yong Chan ,ia mengeriyit ,kelihatannya ia terlihat baik saja  dan tidak merasa kedinginan sama sekali seolah tubuhnya dilindungi pemanas atau apa..

Aku tak sanggup menjawab selain mengganguk..

Sebuah taksi berhenti tepat dihadapan kami ketika Yong Chan memelukku dengan erat ..

***

Yong Chan

Mungkin ini karena badannya yang sangat mungil dan rapuh sehingga Eun Ho merasa kedinginan..

Taksi ini melaju begitu dalam kehati-hatian yang sangat tinggi ,mungkin supir itu merasa takut tergelincir jalan yang licin karena lelehan salju..Dimana-mana aku dapat melihat bangunan yang rata-rata tebruat dari kayu ,entah itu pub ,bar ,atau sekedar rumah biasa..Eun Ho merasa tidak tertarik melihat pemandangan diluar sana ,ia membenamkan dirinya dalm pelukanku..Hari ini ia bersikap manja lebih daripada biasanya..

Sungguh aneh tapi menyenangkan kok..Sampai-sampai aku tersenyum sendiri bak orang gila..

***

Eun Ho

Taksi berhenti ketika sebuah papan kayu bertuliskan ‘Emerald Lake’ muncul..Tidak ada yang dapat dilihat disini kecuali jalan setapak yang mungkin menuju kedalam hutan..

Sekarang udaranya sudah lebih hangat dimana matahari masih bersinar lebih terik ,.Yong Chan bilang kawasan ini adalah kawasan pedalaman yang cukup jauh dari kota..

Baguslah ,bagaimana jadinya kalau aku harus tinggal di kota sedingin itu ,mungkin yang akan kulakukan adalah berbaring setiap waktu tanpa bisa melakukan apa-apa..

Yong Chan melepas jaketnya begitupun denganku..Ia menenteng kopor kami dan itu membuat otot di kedua tangannya terlihat begitu nyata..Aku tak berhenti menggagumi dirinya selama perjalanan kami menyusuri hutan ini..Entah kemana aku tak tahu dan tak memikirkannya sama sekali..Pandanganku tak pernah lepas dari Yong Chan sehingga sesekali aku menabrak pohon dan itu membuatku malu setengah mati ,tetapi Yong Chan malah tertawa tiada henti..

Ia tak pernah tertawa sebahagia itu selama beberapa bulan ini..Dan tak bisa kupungkiri bahwa diriku juga bahagia melihat Yong Chan seperti sekarang..Mungkin ide perjalanan ini adalah hal yang baik lenih dari yang kuperkirakan ..

***

Yong Chan

Lucu sekali..Aku baru melihat sisi kecerobohan Eun Ho dengan begitu nyata siang ini..

Ternyata pohon-pohon menjulang lebih tinggi ketika aku melihatnya secara langsung..Gambar selalu menipu..Kawasan ini rindang sekali ,dedaunan yang banyak menghalangi sinar matahari untuk masuk menyinari hutan ini..

Emerald Lake belum kelihatan begitupun dengan Mrs Luce juga belum tampak..Oh ya kalian pasti bertanya-tanya siapa itu Mrs Luce..Tak perlu kuberitahu sekarang..Nanti juga jawabannya akan segera kalian ketahui..

***

Eun Ho



Seorang wanita paruh baya yang pendek dan kurus dengan rambut pirang keputihan menghalangi pandanganku ketika ia berdiri di penghujung jalan setapak..

Sebuah danau indah dibelakangnya sangat menarik perhatianku…Rasanya aku ingin menarik Yong Chan supaya kita cepat-cepat melihat danau itu tetapi tak bisa..Yong Chan melambai kearah wanita paruh baya itu dan cepat-cepat menghampirinya..

Aku tak mengenal dia tentu saja ,maka aku hanya berdiri diam sambil menatap Yong Chan yang sibuk mengoceh pada wanita itu dengan bahasa Inggris fasih..

“This is my girl..,”seru Yong Chan ,terselip nada bangga dalam suaranya..

Wanita yang kutahu bernama Mrs Luce itu menatapku ,tatapannya ramah dan hangat ,ia tersenyum lebar lalu menjabat tanganku..

“Pretty girl as pretty as Aurora  ,lucky Yong Chan..,”katanya seraya menepuk pundak Yong Chan..Tak mengerti siapa itu Aurora ,aku hanya tersenyum mendengar pujiannya..

***

Yong Chan

Percakapan itu berlangsung tidak begitu lama mengingat Eun Ho yang diam-diam terlihat bosan..

Mrs Luce adalah pemilik dari rumah yang kubeli..Sebuah rumah yang tidak sengaja kulihat di internet..Rumah itu memang tua tetapi menyimpan pemandangan yang sangat indah..Yaitu Emerald Lake..Aku berencana tinggal disini bersama Eun Ho setelah kami menikah nanti..Itupun kalau dia mau..

***
Eun Ho

Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan tidak pada rumah dengan pemandangan semenajubkan ini?Bagaimana?

Yong Chan hanya tersenyum ketika ia memberitahu rumah ini akan menjadi milik kami nantinya..

Aku tak bisa percaya ,aku memang cinta Korea ,tetapi kalau disuguhi tempat seperti ini, aku tak yakin iman ini bisa kukuh untuk menolak..

Emerald Lake adalah danau dengan air yang masih bewarna biru bening bagaikan kaca..Dibelakangnya ada gunung yang menjulang tinggi dengan salju yang menyelimutinya..Barisan pohon cemara juga menjadi bagian dari pemandangan ini..Udara terasa begitu sejuk ,tempat ini bagaikan surga dunia..Sungguh mataku terpesona..
Yong Chan menyuruhku untuk melihat-lihat kedalam rumah sementara ia dan Mrs Luce berbincang mengenai segala transaksi..Aku hanya menurut seperti yang sudah kubilang ,aku takkan bisa menolak ataupun berkata tidak untuk rumah ini..

***

Yong Chan

Eun Ho terlihat sangat antusias..Lebih dari yang kupekirakan..Aku juga takjub ,tak mengira akan semua kejutan indah ini..Ternyata tidak sia-sia aku mengeluarkan banyak uang untuk rumah ini..

Pandanganku tak bisa sepenuhnya tertuju pada kertas transaksi serta dokumen-dokumen di tangan Mrs Luce ketika kami berbincang di teras depan ,sesungguhnya aku begitu tak sabar sehingga mengiyakan semua pernyataannya …Mrs Luce hanya tersenyum ,ia dan suaminya yang sudah meninggal ,sama seperti kami ,mereka hanyalah sepasang kekasih muda yang berpuluh-puluh tahun lalu datang ke Emerald Lake  dalam tujuan membeli rumah ini dari pemilik sebelumnya..Sekarang kalian tahu kan betapa tua rumah ini tetapi tetap saja kokoh ..


***

Eun Ho

Kesan pertamaku akan rumah ini adalah hangat..Ketika aku masuk kedalamnya ,aku bahkan lupa akan kedinginan tadi..Rumah ini didekor sedemikian rupa dengan kayu-kayu kokoh yang menyusunnya..Di ruang tamu terdapat perapian yang sangat kental dengan aksen tradisionalnya..Ada 2 kamar tidur di lantai pertama ,1 kamar utama dan 1 kamar tambahan..Dapur berada di seberang ruang tamu dengan pemandangan menghadap taman belakang..Adapun tangga menuju lantai 2 yang terletak diantara ruang tamu dan dapur ,di lantai 2 tidak ada apa-apa kecuali sebuah kamar tambahan lagi dan balkon yang sangat luas yang memperlihatkan pemandangan Emerald Lake dari atas rumah..

Tentu saja aku terpukau ,aku duduk di sebuh kursi bewarna hitam dan menghirup udara dalam-dalam ..Membuka mata lebar-lebar menatap Emerald Lake ,ketika aku dikagetkan oleh kedatangan Yong Chan yang memelukku dari belakang..

***

Yong Chan

Transaksi selesai dengan cepat berkat doronganku..Mrs Luce pulang ke rumah barunya yang terletak ditengah kota Ottawa..

Eun Ho yang ada dalam pelukanku ,aku bisa merasakan seringaian bahagianya.

“Bagus kan?”tanyaku pelan..

Ia tak menjawab atau tepatnya tak mampu menjawab karena terlalu terpukau dengan semua ini..

***

Eun Ho

Yong Chan mengajakku untuk memancing di Emerald Lake ketika waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore..

Kami menyusuri danau dengan sebuah kapal kayu bercat merah pekat..Air danau sangat dingin ketika aku menyibakkan jemari-jemariku..Yong Chan mengoceh banyak ini dan itu ,bernostalgia akan momen-momen kami sembari menunggu ikan terkait pada kail kami..

Senja mulai datang ketika akhirnya Yong Chan berhasil menangkap sebuah salmon segar karena kebanyakan salmon hidup diperairan yang dingin..

Kami memutuskan untuk pulang dan memasak seusainya Yong Chan memasukkan salmon itu kedalam kantong es..

***

Yong Chan

Aku menyuruh Eun Ho untuk makan dengan cepat..Sushi salmon bagianku sudah habis tanpa sisa..

Ia hanya menatapku bingung..

Pokoknya harus cepat ,aku tak boleh melewatkan kedatangan Aurora..Seperti kata Mrs Luce..

***

Eun Ho

Siapa itu Aurora?Aku tak mengerti..Dari tadi Yong Chan hanya mengoceh tentang Aurora..
***

Yong Chan

Aku mengajak Eun Ho untuk duduk di balkon yang berada di lantai 2 ketika matahari mulai menutup setengah matanya..

Aku dan Eun Ho hanya terdiam ..Siluet matahari mengingatkan kami akan kejadian yang terjadi beberapa minggu lalu ketika aku bilang padanya kalau akan segera meninggalkan dunia entertainment..

Eun Ho duduk menyilangkan kedua kakinya dengan raut wajah yang tersenyum..Ia pasti sangat berbahagia sama sepertiku..

Aku mendekatkan kursi yang kududuki pada kursi Eun Ho..,lalu merangkul bahunya..

Air danau mengalir dengan tenang dan membaurkan udara dinginnya ..Angin tidak beraturan membuat beberapa daun dari pohon cemara rontok begitu saja..

“Besok kita sudah pulang lho!”kataku memulai pembicaraan..

“Besok?”Eun Ho tidak menatapku tetapi suaranya menunjukkan kekecewaan yang amat sangat..

“Ya..,memang kau ingin tinggal disini?”godaku sambil menyeringai..

Eun Ho mengganguk pelan dalam diam..

“Kalau begitu kau harus menikah dulu dengan Yong Chan baru bisa tinggal disini..,”bisikku jahil..

***

Eun Ho

Bisikan Yong Chan membuatku tertawa..Menikah?Bahkan aku belum sempat terpikir sampai ke masalah itu namun sepertinya Yong Chan sangat ingin menikah denganku..Padahal aku tahu kalau diriku akan selalu ada disisinya dan tak akan pergi kemana-mana..Yah Yong Chan adalah pelabuhan hatiku yang pertama dan terakhir..Aku sangat yakin itu..

“Padahal kata Mrs Luce ,Aurora akan datang hari ini ,tetapi kenapa Aurora tidak muncul-muncul ya?”Tanya Yong Chan tapi aku tidak tahu kepada siapa tepatnya ia bertanya..

“Siapa sih Aurora..?”tanyaku penasaran..Seolah Aurora adalah suatu yang sangat berharga sehingga Yong Chan terus membicarakannya..

“Pokoknya ia akan muncul sebentar lagi saja..Lihat baik-baik ya..,”papar Yong Chan mengelus rambutku..

***

Yong Chan



Ia disini!!

Aku menarik Eun Ho untuk berdiri dan menatap langit malam dengan takjub..,ketika sebuah cahaya bewarna hijau mulai muncul perlahan seperti asap yang mengebul..

“Itu Aurora..Namanya Aurora Borealis..Cantik ya..,”kataku ,aku membenamkan kepala Eun Ho kedalam dadaku..

***

Eun Ho

Aku tak bisa mempercayai kedua mataku..Itu Aurora yang sangat cantik..Terlalu cantik untuk sebuah kata-kata..

Langit malam di Kanada bewarna biru keunguan ,sangat indah seperti warna yang tercampur dalam lukisan ,bintang-bintang bertaburan menghiasi langit ,ditambah lagi dengan Aurora yang sangat cantik ,bewarna kehijauan menghiasi langit ..Aurora membaurkan dirinya dari ujung ke ujung langit ,menerangi malam bersama bintang yang berkelip-kelip ..Cahaya Aurora sangat nyata ,sampai-sampai jemariku menggapai langit seolah Aurora sangat dekat dengan kami..Kehadiran Aurora membuat langit hitam malam semakin lama semakin tenggelam oleh cahaya hijau Aurora yang sangat nyata menguasai malam dengan terangnya..Percayakah kau dengan keajaiban ini?

Terlalu takjub dengan kecantikan Aurora ,sampai-sampai aku berbisik pada Yong Chan..,”Ia sangat cantik..Maka kalau kita punya anak perempuan nanti..Aku ingin namanya adalah Aurora..,suapay ia bisa secantik Aurora Borealis.”

***

Yong Chan

Bumi menyimpan begitu banyak misteri ,salah satunya adalah Aurora yang jarang diketahui orang..

Aku tak bisa menaham senyumanku begitupun dengan Eun Ho..Rasanya momen ini begitu menabjubkan..Yah seperti sebuah imajinasi saja..Skandal-skandal ,semua masalah rasanya tertelan habis oleh momen ini..Aku sangat senang bisa berdiri dibawah Aurora bersama Eun Ho..

***

Eun Ho

Aurora seolah memiliki magis yang membuatku dan Yong Chan tergetar..Tergetar untuk mengukir momen ini lebih jauh lagi..

Yong Chan menatapku dengan pandangannya yang dalam..Aku tak bisa menerka apa yang sedang dipikirkannya..Ia menatap seolah sekarang akulah sang Aurora Borealis yang indah..Tetapi pandanganku juga tak bisa lepas dari Yong Chan sekali aku meilirknya ,seolah ia adalah langit malam yang tertelan dalam Aurora..

“Apakah besok kita harus pulang?”tanyaku sedih..Aku tak bisa mengelak bahwa aku meninginkan momen ini terus terulang ..,lagi dan lagi..

Yong Chan tidak menjawab ,ia hanya mendekatkan mukanya padaku sampai hidung kami menyentuh satu sama lain..Aku tahu apa yang akan dilakukannya sekarang..

Dibawah magis-magis cahaya Aurora..,Yong Chan mempertemukan bibirnya pada bibirku..Lalu memancing bibirnya untuk menelusuri telingaku..,aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang panas ..Ia mendesah pelan seolah telingaku sangat sensitive untuk mendengar suara yang keras..Desahannya merangsangku untuk mengunci lehernya dan membawa mukanya untuk lebih dekat pada mukaku..

Samar-samar ia sempat tersenyum jahil ,lalu memelukku lebih erat ,dapat kurasakan balutan tangan Yong Chan yang kokoh disekitar pinggang…Yong Chan mulai melumat bibirku perlahan ,aku membuka mulut ketika ia  mulai memainkan lidahnya dengan jahil..Rasa salmon pada lidahnya masih bisa kurasakan dengan begitu nyata..Kami menautkan lidah masing-masing dengan begitu bergairah sehingga Aurora kami lupakan begitu saja..

Yong Chan melepaskan ciuman kami lalu bisa kurasakan bibirnya mulai menelusuri leherku ,hembusan nafasnya membuat tubuhku semakin merasa panas..Ia memberikan hisapan kecil pada leherku lalu mulai mempertemukan bibirnya dengan bibirku lagi..Bulu mata Yong Chan terasa begitu menggelitik wajah lembutku ,ia menggigit kecil bibir bawahku sehingga membuatnya sedikit berdarah walaupun tidak sakit..Ia bermain sangat agresif hari ini lebih daripada yang kuperkirakan..Mungkin suasana yang begitu mendukung membuat kami menjadi begini..

***

Yong Chan

Darah Eun Ho terasa begitu nyata ketika kami mulai melumat satu dengan lainnya..Aku seolah menyesap udara dari mulutnya dengan begitu bergairah ketika kami sedang berciuman..

Aurora sudah tiada ketika aku menggendong Eun Ho untuk masuk kedalam tanpa menghentikan ciuman bergairah kami..

Eun Ho mengunci leherku begitu erat dengan salah satu tangannya dan tangannya yang lain menelusuri rambutku ,membuatnya menjadi berantakan..

Dengan susah payah aku berjalan menuju lantai 1 ketika akhirnya sampai di kamar Eun Ho yang tidak lain adalah kamar utama ,aku membaringkannya diatas kasur yang luas ..Ia masih mengunci leherku dengan kedua tangannya tetapi ciuman kami telah berakhir detik itu juga..

Eun Ho membuka mata ,ia terlihat merona dan nafasnya tersengal-sengal begitupun denganku..

“Besok harus benar-benar pulang?”tanyanya lagi..

“Ya..,”jawabku singkat ..,menatap Eun Ho yang tubuhnya berbaring dibawah tubuhku..

“Waeyo..?”Ia tak berhenti bertanya seolah tidak pernah puas dengan apapun jawabanku..

“Karena kita harus..Masih ingat kan dengan pernikahan Noona..?”

Eun Ho mendesah kecil..,”Aku ingin disini saja..”

Senyuman menghiasi wajahku ,aku mengecup pipi Eun Ho dan berjalan perlahan kearah pintu untuk keluar dari ruangan..

Eun Ho menatapi kepergianku ,masih mengharapkan jawaban yang lebih memuaskan..

“Kalau begitu ..,kita menikah dulu di Seoul ,lalu kita kesini ,tinggal disini tanpa perlu pulang lagi..Bagaimana?”tanyaku padanya..

Eun Ho mengganguk pelan lalu tersenyum lebar..Kurasa itu adalah jawaban YA..

“Baik Mrs Goo..,selamat tidur ya..,”paparku tertawa sembari menutup pintu kamarnya..

***

Disaat yang sama..Rasanya para wartawan sedang dihujani seribu pertanyaan akan hilangnya Eun Ho dan Yong Chan pada Promo Film The Sword..Padahal mereka adalah pemain utama..Jadi apakah semua skandal akan terungkap kebenarannya?Apalagi beberapa penumpang di pesawat dapat melihat dengan jelas bahwa Eun Ho dan Yong Chan pergi berwisata bersama ke Kanada..Apakah ini benar-benar akan menjadi ujung dari penantian Yong Chan akan terungkapnya hubungan mereka?


EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 25


"Ehmmmm .... ", Dong Wo berdehem perlahan, berusaha untuk menutupi kecangungannya.

Tiga pasang mata memperhatikan semua gerak gerik Dong Wo dengan tampang berkenyit. Pemuda itu membeku di tempat duduknya. Pandangan menyelidik dari Mr dan Mrs. Goo membuatnya tidak berkutik.

"Sa .. sa .. ya .. mengantar .. kostum .. Yong Chan .. yang .. ketinggalan di lokasi syuting ... ", Dong Wo mengulangi jawabannya.

Mr. Goo kembali mengerutkan alisnya, "Seorang CEO menjadi pengantar pakaian?", katanya, tidak percaya dengan pendengaran sendiri.

Dong Wo semakin serba salah dengan pertanyaan Mr. Goo. Sepasang matanya melirik kesana kemari dengan gelisah. Yong Sae yang melihat sikapnya itu menjadi tidak tega.
"Benar yang dikatakan Dong Wo oppa ... Appa dan omma, miane ... seharusnya saya yang mengambilkan kostum itu ..Chan oppa yang menyuruhku melakukan pekerjaan itu untuknya, tapi karena terlalu capek saya jadi ketiduran di sini ... "

Mr. dan Mrs. Goo mengalihkan perhatiannya ke Yong Sae, "Tapi tadi kamu tidak berkata begitu ... Kamu seperti tidak mengetahui kehadirannya di sini!!"

Kali ini Yong Sae yang menjadi salah tingkah.
"Itu ... karena .. karena .. saya belum sadar benar dari .. dari tidur ...", jawabnya gugup.

Tanpa sepengetahuan Mr dan Mrs. Goo, Yong Sae memberi isyarat ke Dong Wo untuk meninggalkan tempat itu, lewat sudut matanya . Isyarat itu segera tertangkap oleh Dong Wo. Dia mengangguk perlahan.

"Saya permisi dulu tuan dan nyonya Goo .. Maaf jika kehadiranku mengejutkanmu ..."

Dong Wo membungkuk dengan hormat kearah Mr dan Mrs. Goo. Setelah menarik nafas panjang, dia berbalik ke pintu depan. Sampai di ambang pintu, dia berhenti sejenak. Agak ragu Dong Wo berbalik lagi kearah Yong Sae dan kedua orangtuanya. Tatapannya lekat ke mata Yong Sae,
"Tentang ... bantuan yang kamu minta padaku waktu itu ... saya rasa tidak perlu dikhawatirkan .. Tidak ada sesuatu yang mencurigakan dalam gerak geriknya .. "

Yong Sae mendengarkan dengan seksama perkataan Dong Wo. Dia tidak kelihatan heran dengan perkataan Dong Wo yang tidak mempunyai gambaran yang jelas itu. Dia langsung bisa menangkap arti dari pembicaraan Dong Wo. Perlahan Yong Sae menganggukan kepala sambil tersenyum kecil.
"Gumawo .. "

Dong Wo ikut tersenyum. Sekali lagi dia membungkuk kearah mereka. "Anyongheseoyo ... ". Kali ini dia benar-benar berlalu dari hadapan mereka.

"Apa maksud dari perkataan tadi Yong Sae-a?", tanya Mrs. Goo dengan pandangan menyelidik setelah kepergian Dong Wo.

"Tidak ada apa-apa .. omma .. ", jawab Yong Sae singkat.

"Pasti ada yang kalian sembunyikan!! ... Katakan pada omma dan appa!!"

Perintah tajam itu membuat kerongkongan Yong Sae kering seketika. Dengan susah payah dia menelan liur yang tertahan di kerongkongan, "Hanya .. hanya ... pekerjaan sekolah ... Dong Wo oppa berjanji untuk membantuku .. mencarikan bahan buat praktikum .. hanya itu ... "

Berbohong!! Yong Sae mengigit bibirnya. Dia benci sekali telah menjadi seorang pembohong. Apalagi kebohongan itu dilakukan pada kedua orangtua yang sangat disayanginya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dengan kebohongan itu. Dia harus melakukannya. Selain begitu dia tidak tahu lagi bagaimana harus menjawab pertanyaan itu.

Memberitahu orangtuanya bahwa karena Yong Chan oppa, keselamatan Eun Ho onnie mungkin terancam? Itu lebih tidak mungkin lagi!

Mr dan Mrs. Goo mengangguk tanda mengerti. Yong Sae bisa bernafas lega ketika mereka tidak bertanya lebih lanjut. Setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing.

----------------------------------


Promo The Sword diikuti dengan konferensi pers yang diselenggarakan oleh YT Entertainment yang bekerjasama dengan beberapa sponsor utama drama tersebut berakhir mengecewakan. Pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan menyangkut ketidakhadiran Yong Chan dan Eun Ho selaku pemain utama The Sword dalam acara premier itu tidak bisa dijawab secara jelas oleh pihak YT.

Bukan hanya karena pihak manajemen besar Korea itu tidak mengetahui keberadaan Yong Chan dan Eun Ho, juga karena hubungan mereka yang memang sudah tersebar ke masyarakat umum. Walaupun pihak YT sudah berusaha keras untuk membalik semua fakta dan menutupi semua masalah yang menyangkut hubungan antara kedua artisnya itu, tetap saja para wartawan, para fans dan masyarakat luar tidak mempercayainya.

-----------------------------------------


Hari kedua setelah peristiwa itu .........

Yong Chan dan Eun Ho tiba di bandara Incheon dengan pesawat yang sama. Karena desakan dari Eun Ho, Yong Chan keluar dari bandara terlebih dahulu. Pemuda jangkung itu keluar dari gateway bandara dengan hoodie abu-abu, kacamata hitam dan converse merah yang melengkapi penampilannya yang hampir sempurna.



Melihat kemunculan Yong Chan, orang-orang yang berada dalam bandara langsung mengenalinya. Mereka berlari kearah Yong Chan, mengelilingi dan menjepretkan kamera dan ponsel di tangan mereka. Teriakan-teriakan keras mulai terdengar ...

"Ahhhhhhhhh Yong Chan oppaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!! ........ oppa pulang dari mana?"

"Oppa pergi sendirian atau ............. dengan Eun Ho-si ............."

"Mana Eun Ho-si ...?"

"Oppa tidak benar-benar bersamanya, kan?"

"Oppa tidak mungkin melakukan ini terhadap kami ........ OPPAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!"

Pertanyaan-pertanyaan yang saling sahut menyahut berbaur jadi satu dan memasuki gendang telinga Yong Chan dalam waktu hampir bersamaan. Berisik sekali. Hati Yong Chan menjadi sangat kacau. Matanya terpejam perlahan dari balik kacamata hitam yang dipakainya.

Emosi Yong Chan sudah mau meledak begitu mengingat kebebasannya yang terkekang. Juga keadaan Eun Ho di belakang bandara, yang tidak diketahuinya. Sepanjang perjalanan dari bandara ke tempat parkir, Yong Chan tidak memperlihatkan senyum sedikitpun. Selain perjalanan panjang yang melelahkan itu, juga penyebab utamanya karena keputusan Eun Ho untuk keluar sendirian dari bandara.

Yong Chan menghembuskan nafas panjang. Terdengar sangat berat. Dia dan Mr. Son, pengawal pribadi yang telah menunggunya di bandara, sampai di tempat parkir dengan gerombolan orang yang masih mengikuti dari belakang. Mr. Son membukakan pintu mobil untuk Yong Chan. Pemuda itu masuk dan duduk di jok belakang. Wajahnya langsung tertunduk, menghindari jepretan yang terus-menerus terarah padanya.

------------------------------------


Eun Ho keluar dari gateway bandara dua puluh menit kemudian. Dia sengaja mengatur rengang waktu selama itu supaya orang-orang tidak curiga dengan kepergiannya bersama Yong Chan. Beberapa orang yang mengenalinya segera berteriak keras.

"OHHH MY GODDDDDDDDDD!!!! ..........BUKANKAH ITU EUN HO-SI??"

"Benarrrr!!!! .. Itu Eun Ho-si ... ohhhh apa yang dilakukannya di sini? ........ Setelah penampakan Yong Chan tadi, sekarang giliran Eun Ho-sii ... Berarti benar yang dikabarkan koran hari ini??"

"Yong Chan dan Eun Ho lenyap bersama dalam acara promo The Sword dan sekarang mereka muncul dalam waktu hampir bersamaan di bandara Incheon ini ..... Ohhhhh ..."

Kekacauan mulai terjadi setelah kemunculan Eun Ho. Teriakan keras dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sangat memekakkan telinga. Tapi semua itu tidak membuat Eun Ho gentar. Senyuman yang terhias di wajah sejak kehadirannya diketahui oleh orang sebandara tidak hilang.



Orang-orang yang semakin penasaran dengan kemunculan Eun Ho di situ, mulai mengelilinginya.

"Eun Ho-si, benarkah anda pergi bersama Yong Chan oppa?"

Eun Ho semakin memperlebar senyumnya mendengar pertanyaan itu.
"Saya ada liburan beberapa hari makanya saya meninggalkan Korea selama beberapa hari untuk melepas ketegangan .."

"Tapi mengapa perginya mesti bertepatan dengan promo The Sword? .. Apalagi anda perginya bersamaan dengan menghilangnya Yong Chan oppa dan sekarang kalian muncul dalam waktu hampir bersamaan di sini .. Apa yang akan anda jelaskan buat peristiwa yang sangat kebetulan ini?"

"Tidak ada .. ", jawab Eun Ho ringan. Kemudian lanjutnya lagi, "Kepergianku diketahui oleh pihak manajemen YT jadi tidak ada yang harus saya jelaskan .. permisi semuanya ... "

Eun Ho tetap memperlihatkan senyumnya. Dengan kepala tertunduk dia berusaha menerobos orang-orang yang mengelilinginya.

"Kami belum selesai Eun Ho-si!! ... Yang kami ketahui pihak YT Entertainment sama sekali tidak bisa menjelaskan tentang kepergian kalian berdua ... "

Eun Ho mengangkat tangannya, "Soseongheyo .. saya sudah sangat lelah setelah perjalanan panjang ini, jadi pertanyaan itu akan saya jawab setelah mendapat persetujuan dari YT Entertainment ... "

Eun Ho kembali menyeruak benteng tebal yang menghalangi jalannya. Setelah usaha keras selama lima menit akhirnya dia berhasil keluar dari kumpulan orang-orang itu. Teriakan-teriakan keras masih terdengar dari belakang ketika Eun Ho melangkah dengan tergesa ke barisan taxi yang antri di depan bandara.

------------------------------------------------


Dari bandara, Yong Chan langsung menuju gedung YT. Pagi ini ada jadwal pemotretan buat iklan Bang Bang jeans yang dibintanginya, jadi dia tidak punya kesempatan untuk pulang dulu ke rumah. Sepanjang perjalanan Yong Chan tetap tidak memperlihatkan senyum khasnya yang memabukkan.

Waktu yang ditempuh dari bandara ke gedung YT sekitar setengah jam. Van putih itu memasuki tempat parkir sekitar pukul 9 lewat 5. Yong Chan keluar dari mobil diikuti Mr. Son. Kumpulan pengemar yang mengikutinya dengan taxi sejak dari bandara tadi ikut melangkah ke pintu masuk gedung YT. Tapi sampai di ambang pintu otomatis dari kaca yang besar itu, langkah mereka langsung dihentikan oleh pihak keamanan.

Yong Chan menarik nafas lega ketika mengetahui rombongan yang mengikutinya tertahan di pintu depan.
"Fuihhhhhhhhhhhhhhh ...................", Yong Chan meniupkan nafasnya.

Setelah melirik sekilas ke belakang, Yong Chan meneruskan langkah ke ruang pribadinya, di sebelah ruang rias. Dihempaskannya tubuh ke kursi malas yang terdapat di ruangan itu.
"Hmmm baru jam 9:12, .. saya masih punya waktu selama satu jam lebih sebelum pemotretan buat iklan itu ... ", kata Yong Chan pada diri sendiri begitu melihat jam tangannya.

Yong Chan memejamkan mata perlahan. Dia ingin bersantai selama satu jam kedepan. Tapi keasyikannya segera sirna begitu pintu kamar dibuka dengan tiba-tiba. Mr. Jung masuk ke ruangan dengan tangan terkepal erat. Tangan kanannya memegang selembar koran yang sudah kusut. Pandangannya terpusat ke Yong Chan. Tidak ada senyuman!! .. Wajah itu terlihat sangat serius dan .. Yong Chan langsung menyadari dan dapat menangkap ada sesuatu tidak mengenakan yang telah terjadi.

Mr. Jung melempar koran itu ke pangkuan Yong Chan..
"Lihat apa yang terjadi dari tindakanmu itu!!!!"

Yong Chan memandangi Mr. Jung sejenak, kemudian dia meraih koran yang berada dalam pangkuannya. Berita yang tertulis di sana tidak begitu mengherankannya. Apalagi kalau bukan berita tentang ketidakhadirannya dan Eun Ho pada saat promo The Sword. Dahinya agak berkerut ketika mendapatkan berita paling bawah yang digarisbawahi dan bercetak tebal :"Beberapa penumpang pesawat menuju Ottawa melihat artis Goo Yong Chan dan Lee Eun Ho berada dalam pesawat yang sama dan kelihatan sangat mesra. Tidak ada foto untuk itu, hal yang sangat disayangkan. Berita ini dapat dipercaya karena kami mendapatkannya dari sumber yang jelas.

"Apa yang akan kamu jelaskan dengan berita itu, Yong Chan-a ..?"

Yong Chan mengangkat wajah ke Mr. Jung. Dia sangat tenang. Masalah ini sudah diperkirakannya sejak semula. Memang dia agak terkejut ketika membaca berita itu tadi, tapi sekarang dia sudah dapat berpikir  jernih.
"Tidak ada .. ", jawab Yong Chan pendek.

"TIDAK ADAAA?!! ... Bagaimana mungkin??"

"Karena itu kenyataan .. ", lanjut Yong Chan.

"Tahukah kamu bagaimana orang seperusahaan berusaha menolong kalian untuk menutupi masalah ini? ... Kamu membuat masalah ini lebih rumit .. ", Mr. Jung berusaha meredam emosinya.

"Mian ..", ujar Yong Chan pelan,"Saya tahu tindakan kami menyudutkan posisi kalian .. tapi .. ini merupakan kebahagian kami, .. saya dan Eun Ho membutuhkan waktu kebersamaan itu, jadi kami pergi tanpa meminta ijin terlebih dahulu .. sekali lagi mian ... "

"Bagaimana pikiran masyarakat awam, Yong Chan-a? ... "

"Terserah ... ". Yong Chan mengangkat bahunya. Bukan karna tidak perduli. Tidak!! Dia sangat perduli, apalagi berkaitan dengan Eun Ho. Dia tidak ingin sesuatu terjadi pada Eun Ho. Tapi selain perasaan perduli itu dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Pikiran orang banyak tidak bisa dikendalikannya.

"Jadi .... ?", Mr. Jung mengajukan pertanyaan sekali lagi. Sekarang emosinya sudah terkendali.

"Menurutmu apa yang bisa kita lakukan Mr. Jung? .. Tidak ada kan?", suara Yong Chan terdengar sangat pelan disela bunyi nafas yang sangat berat.

"Ya .. tidak ada yang bisa kita lakukan .. Kita sudah melakukan semuanya, percaya atau tidak tergantung dari pendapat orang .... ", Mr. Jung berhenti sejenak. Memperhatikan Yong Chan dengan seksama, kemudian melanjutkan perkataannya lagi, "Mengenai Eun Ho ... hmmmm .. seperti hasil rapat yang kami adakan kemarin ... setelah masa kontraknya berakhir, YT Entertainment tidak akan mengontraknya lagi ... "

"APAAAAAAAAAAAAAA??", mata Yong Chan terbelalak lebar. Sepasang tangannya langsung menempel ke bahu Mr. Jung dan menguncangnya keras-keras.

"Lepaskan!! .. Yong Chan-a, kendalikan emosimu!!!", Mr. Jung segera melepaskan diri dari guncangan Yong Chan. Wajahnya agak berkerut ketika memperhatikan Yong Chan.

"Mengapa? .. mengapa bisa begini?", desah Yong Chan, seperti berbicara pada diri sendiri.

"Ini yang terbaik .. Jika kalian bertemu terus, semua skandal itu tidak akan berakhir .. "

Yong Chan mengangkat wajah ke Mr. Jung. Manajernya itu menghela nafasnya.

"Kamu jangan khawatir .. pihak kita sudah membuat perjanjian dengan Great Music Plus .. mereka bersedia mengontrak Eun Ho untuk diorbitkan menjadi penyanyi .. Seperti kita ketahui suara Eun Ho sangat bagus ... Ini akan merupakan peluang emas baginya ..."

"Tapi ..", Yong Chan berusaha membantah. Tapi kata-katanya hanya keluar segitu. Setelah berpikir sepersekian detik dia mengerti mengapa keputusan itu yang diambil. Pihak YT berusaha melindungi karirnya dan Eun Ho. Skandal itu tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Harus ada cara untuk menanganinya dan .. walaupun dia tidak menyukai cara ini, dia tidak bisa memungkiri kalau ini jalan terbaik.

"Bagaimana? ... apakah kamu bisa menerimanya? ...Saya mengatakan ini karena saya tidak ingin melihat kecerobohanmu lagi ..  Mr. Moon akan mencari kesempatan memberitahukan ini ke Eun Ho? .."

Mr. Jung menatap lekat ke mata Yong Chan. Setelah beberapa saat, pemuda itu mengangguk perlahan.

-------------------------------


Setelah berhasil lolos dari bandara, Eun Ho meminta sopir taxi untuk mengantarnya ke alamat rumah yang diberitahukan sebelumnya. Hari ini Eun Ho tidak ada kegiatan apa-apa jadi dia bisa mengistirahatkan diri di rumah.

Dalam perjalanan pulang itu, Eun Ho mendapat telepon dari Mr. Moon. Agak tergesa Eun Ho menekan tombol terima dan mendekatkan ponsel itu ke telinga.

Eun Ho :"Yeoboseyo .... Mr. Moon .."

Mr. Moon :"Eun Ho-a, ada yang ingin kubicarakan ... "

Eun Ho : berhenti beberapa menit, kemudian bertanya "Ya .. ada apa, tuan Moon?"

Mr. Moon :"Kamu tahu sendiri kalau kontrakmu dengan YT Entertainment akan berakhir bulan depan kan?"

Eun Ho : "Ya .. " (sangat pelan)

Mr. Moon : kedengaran agak ragu ketika berkata "Kami .. telah mengadakan rapat kemarin dan ... pak presiden mengambil keputusan tidak akan memperpanjang kontrak itu ... Berhubung semua pekerjaan di tanganmu sudah kelar, jadi kamu boleh libur mulai sekarang ..  kecuali untuk iklan Jolly House yang masih memerlukan beberapa pemotretan, kamu bisa menyelesaikannya dalam minggu ini ..."

Eun Ho : "Ohhhh .... " (Eun Ho tidak mampu bertanya seperti keinginannya. Mulutnya seperti terkunci)

Mr. Moon : berusaha menghibur Eun Ho :"Jangan bersedih Eun Ho-a .. Kami bukan bermaksud tidak memakaimu tapi .. skandalmu dan Yong Chan, kamu tahu kan apa maksudku? ... Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut ... salah satu dari kalian harus dikorbankan dan berhubung kontrakmu telah habis maka kami tidak ada jalan lain kecuali memilihmu ... Tapi kalaupun kami tidak memilihmu, kamu juga tidak akan membiarkan kami mengeluarkan Yong Chan kan?" (Mr. Moon menunggu jawaban dari Eun Ho)

Eun Ho : "Tidak akan!!" (jawaban Eun Ho sangat tegas dan agak mengejutkan Mr. Moon)

Mr. Moon : "Bagus!! .. kalau begitu tidak ada masalah dengan ini .. Kamu jangan khawatir Eun Ho-a .. kami sudah meminta kerjasama Great Music Plus untuk mengontrakmu .. Kamu akan diorbitkan menjadi penyanyi dan .. kamu jangan khawatir dengan suasana baru di perusahaan itu, Jae Won akan membantumu ... "

Eun Ho :"Sunbae ?"

Mr. Moon :"Iya .. Jae Won juga berada dalam naungan perusahaan music terbesar di Korea itu ... "


Eun Ho mengangguk perlahan. Setelah basa-basi beberapa menit akhirnya hubungan telepon diputus. Eun Ho menghembuskan nafas kuat-kuat. Pandangannya diarahkan ke luar jendela. Hari masih pagi dan jalanan cukup ramai. Rintik-rintik air hujan mulai dijatuhkan ke bumi. Mengenai jendela mobil dan menimbulkan suara klitak klitik. Terdengar berisik. Tapi semua itu tidak tertangkap mata dan telinganya. Yang ada semua terlihat semu dan kabur.

---------------------------------


Hari-hari selanjutnya cukup melelahkan buat Eun Ho. Walaupun dia sudah bisa beristirahat dari jadwal padat yang semula mencekik leher itu. Kegiatannya tidak berkurang. Selain beberapa pemotretan buat Jolly House, juga karena sibuk membantu mengurus pernikahan pamannya.

Yong Na seringkali mengajaknya keluar. Selain berbelanja juga mengajaknya berbicara dari hati ke hati, layaknya sesama wanita. Semula Eun Ho tidak berbicara banyak tapi setelah berkali-kali didesak akhirnya Yong Na bisa menjadi tempat curahan semua perasaan Eun Ho.

------------------------------------


Perkembangan setiap karakter sebulan terakhir ............

~Goo Yong Chan ....
Setelah skandal antara Yong Chan dan Eun Ho semakin meluas, karir keduanya menjadi terpuruk. Walaupun drama The Sword yang mereka bintangi cukup sukses dan meraih rating yang cukup tinggi tetap saja tidak mampu menolong sebagai pendongkrak karir mereka.

Beberapa naskah drama yang sudah hampir jatuh ke tangan Yong Chan batal semua. Pihak stasiun TV lebih memilih memakai aktor lain untuk mendongkrak peraihan rating drama bersangkutan. Salah satunya adalah drama 'Love and Career' yang diangkat dari novel terkenal 'Young Ambition' yang pemain utamanya semula bermaksud diberikan ke Yong Chan. Sekarang peran itu diberikan kepada dillon Eyre, pendatang baru yang mendapat bagian peran pembantu sebagai Steve, pemuda blasteran yang kocak dalam drama 'My Love'.

Banyak peluang terbang begitu saja dari tangan Yong Chan. Karena itu selama sebulan terakhir dia hanya dapat melanjutkan pemotretan dan syuting beberapa iklan yang belum habis masa kontraknya.

~Lee Eun Ho ...
Sedangkan Eun Ho, nasibnya tidak berbeda jauh dari Yong Chan. Tapi karena suara Eun Ho yang cukup berpotensi untuk menjadi seorang penyanyi, begitu masa kontrak dengan YT Entertainment berakhir, Eun Ho pindah perusahaan ke Great Music Plus.

Di sana dia bertemu kembali dengan Jae Won yang sudah terkenal. Untuk memulai segala sesuatu dari awal bukan hal yang mudah bagi Eun Ho.  Dia harus berusaha keras dan belajar berat tentang dunia yang baru baginya itu. Walaupun dia sangat mencintai musik tapi ternyata untuk menjadi seorang penyanyi profesional bukanlah hal yang gampang. Untung Jae Won senantiasa membantunya. Eun Ho sangat bersyukur untuk itu.

~Choi Yoon .....
Mempersiapkan diri menjadi seorang suami yang baik dan sempurna buat Yong Na. Dia sudah mengambil cuti untuk bulan depan. Setelah pernikahannya dengan Yong Na, dia ingin memberi kejutan kepada calon istrinya itu. Dia sudah mempersiapkan bulan madu termanis dan romantik di kota Paris, kota yang sangat diidamkan Yong Na.

~Goo Yong Na ...
Seperti halnya Choi Yoon, Yong Na juga telah mempersiapkan diri untuk menjadi istri yang baik buat Choi Yoon. Dia telah belajar lebih sabar, pengertian dan .. tentu saja belajar memasak dari Mrs. Goo. Untuk mengikat seorang pria lebih baik dimulai dengan mengenyangkan perutnya, bukankah ada peribahasa seperti itu?

Selain itu, Yong Na juga sangat sibuk dengan semua persiapan buat penyelenggaraan pesta pernikahan dengan Choi Yoon. Dan yang tidak terlupakan adalah membagi waktu menghibur dan menemani Eun Ho yang sedang berduka.

~So Dong Wo ....
Setelah peristiwa di rumah Goo, Dong Wo mulai menghindari Yong Sae. Setiap ditelepon dan dicari Yong Sae, dia selalu beralasan sedang sibuk. Dia juga tidak mengerti mengapa begitu. Mungkin karena dia masih merasa malu dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan Mr. dan Mrs. Goo beberapa waktu yang lalu.

Tapi walaupun demikian, dia masih melakukan permintaan Yong Sae. Orang suruhannya masih terus memata-matai teman sekelas Yong Sae yang telah mengancam untuk mencelakai Eun Ho. Dua minggu sebelum pernikahan Choi Yoon dan Yong Na, Dong Wo berangkat ke Jepang. Dia tinggal di sana dalam rangka menghadiri rapat dan seminar penting yang akan berakhir selama dua belas hari.

~Yong Sae ...
Hatinya masih diliputi kekhawatiran dengan ancaman Han Chae In. Selama dua minggu sebelum pernikahan Choi Yoon dan Yong Na hatinya semakin gelisah. Dong Wo tidak bisa dihubungi. Menurut kabar yang didapat dari karyawan Seoul Corporation, CEO muda itu sedang berada di Jepang dan akan tinggal di sana sekitar 2 minggu.

~Choi Young ...
Hubungannya dengan Nathan semakin dekat. Walaupun tidak ada persetujuan resmi darinya untuk menerima perasaan Nathan tapi dari sikapnya bisa dilihat kalau dia sudah mulai melupakan Yong Chan dan mulai menerima semua perhatian Nathan.

Pekerjaannya sebagai model YT Entertainment semakin sukses. Selain iklan, dan catwalk, dia juga menerima tawaran main drama yang akan ditayangkan TVS, salah satu stasiun tv Korea.

~Nathan Lee Si Hwan ...
Nathan sangat bahagia dengan perubahan sikap Choi Young. Gadis itu tidak dingin lagi padanya. Choi Young juga selalu menerima ajakannya keluar bersama, baik itu makan, nonton ataupun bertemu hanya untuk berbagi cerita.

Selain hubungannya dengan Choi Young yang sudah menemukan titik terang, karirnya sebagai model internasional juga berjalan lancar. Nathan sering keluar negeri dalam rangka menyelesaikan kontrak catwalk dan pemotretan yang diterimanya.

~Kang Dam Ah ...
Dam Ah berhasil mendapatkan peran utama dalam drama terbaru 'Love and Career', berpasangan dengan Dillon Eyre. Ini adalah kesempatan pertama yang didapatnya setelah berkecimpung selama 2 tahun dalam dunia hiburan.

Dan karena drama ini pula, hubungan cintanya dengan Dillon mulai bersemi. Mereka sering keluar bersama. Sebelum drama ini diputar, gosip hubungan mereka mulai beredar sehingga menyebabkan pihak YT sekali lagi menghadapi masalah.

~Dillon Eyre ...
Namanya mulai dikenal ketika bermain sebagai pemain pembantu dalam drama 'My Love' sebagai Steve. Karena ketampanan dan keunikan wajahnya menjadikan Dillon tidak mudah dilupakan pemirsa tivi. Namanya semakin terkenal setelah berhasil mengalahkan Yong Chan dalam perebutan peran utama drama 'Love and Career'.

Tapi masalah mulai timbul ketika dia kedapatan berhubungan dengan pemain utama wanita drama tersebut, Kang Dam Ah. Skandal yang sudah menurunkan nama Yong Chan dan Eun Ho sepertinya akan terjadi padanya dan Dam Ah. Lalu apa yang akan dilakukannya? Mana yang akan dipilihnya, karir atau cinta?
 
~Kim Jae Won ...
Peluncuran perdana Golden CD Jae Won meraih angka penjualan yang menakjubkan. Dan angka itu semakin meningkat dari bulan ke bulan. Jae Won menjadi penyanyi baru yang paling banyak dibicarakan di Korea. Bahkan dalam waktu singkat namanya mulai dikenal seasia.

Berbekal suara dalam yang menghanyutkan, Jae Won dapat membuat seorang pendengar langsung jatuh cinta hanya dengan mendengar suaranya. Itu sangat menakjubkan, jadi tidak heran kalau dia bisa meraih sukses sebesar itu.

Selain karir, hubungan jarak jauhnya dengan Hye Jin juga berjalan lancar. Bahkan semakin kuat. Mereka sering berhubungan lewat telepon dan internet. Jarak tidak bisa memisahkan cinta mereka.

~Song Hye Jin ..
Kuliahnya akan berakhir tahun depan dan dia sudah mengambil keputusan kembali ke Korea. Hidup dan bekerja di sana. Salah satu penyebab dari tekadnya itu adalah Jae Won. Dan dia merasa bahagia karena orangtuanya juga menyetujui keinginannya itu.


----------------------------------


Pernikahan Choi Yoon dan Yong Na sebulan kemudian ...
Setelah pengucapan sumpah di gereja, pesta pernikahan Choi Yoon dan Yong Na diselenggarakan secara besar-besaran di Hyatt hotel, Korea. Para undangan selain dari keluarga kedua mempelai, kebanyakan berasal dari dunia hiburan yang digeluti Choi Yoon. Sebagian kecil berasal dari sahabat dan rekan kerja Yong Na.

Ruangan yang dipakai untuk pesta istimewa itu dihias sedemikian rupa. Bunga berwarna putih melatar belakangi seluruh sudut ruangan. Hidangan istimewa tersaji di beberapa meja panjang yang mengelilingi ruangan yang sangat luas itu. Champagne dan wine terbaik tertuang ke barisan gelas yang disusun mengunung di tengah raungan. Musik lembut mengiringi para undangan yang sedang menari di tengah ruangan, mengelilingi gelas champagne dan wine yang mengunung.

Semua yang berada dalam ruangan itu terlihat gembira dan terpesona dengan kesempurnaan persiapan pesta pernikahan ini. Choi Yoon dan Yong Na juga tertawa bahagia sepanjang pesta istimewa buat mereka itu. Mr dan Mrs. Goo juga kelihatan bahagia. Mereka berbincang-bincang sambil tertawa lebar dengan orangtua Eun Ho yang baru pulang dari Australia.

Pesta itu sudah berjalan setengahnya ketika kejadian tragis itu terjadi. Seorang gadis remaja mendadak menerobos keluar dari kerumunan para undangan. Dia menerjang kearah Eun Ho yang sedang berbincang dengan Yong Na.

"AWASSSSSSSSSSSSSS!!!!!!"

Teriakan itu membuat Eun Ho menoleh kearah gadis remaja yang tidak lain adalah Han Chae In, teman sekelas Yong Chae itu. Tapi terlambat .. pisau di tangan Chae In sudah hampir mengenai dada Eun Ho. Mata Eun Ho terpejam seketika. Wajahnya mengerut.

"AKHHHHHHHHHHHHH ..... !!!"

Teriakan kesakitan langsung terdengar, diikuti teriakan-teriakan dan kekeruhan yang mulai terjadi di ruangan itu. Hati Eun Ho berdegup kencang. Pisau tadi dilihatnya sudah sangat dekat ke dadanya. Tapi aneh! dia tidak merasa kesakitan. Mata Eun Ho terbuka perlahan. Mulutnya mengangga ketika mendapati pemandangan mengerikan dihadapannya.

Dong Wo tersungkur di lantai dengan pisau menancap di pundaknya. Darah berceceran kemana-mana.

"DONG WO OPPAAAAAAAAA!!!!

Yong Sae berlari ke Dong Wo. Membalikan tubuhnya dan memangkunya dipangkuan. Isak tanggis mulai terdengar dari mulutnya. Semua orang di ruangan itu terpana. Sebelum semua menyadari apa yang sebenarnya terjadi, Chae In menarik pisau yang tertanam di pundak Dong Wo dan sekali lagi mengarahkannya ke Eun Ho.

Eun Ho sangat terkejut. Dia langsung mundur ke belakang. Tapi gadis remaja yang sudah kehilangan akal sehat itu terus mengarahkan pisau di tangannya. Dan pisau itu sudah semakin dekat ke dada Eun Ho.

"AHHHHHHHHHH ...!!!" "AKHHHHHHHHHHH", teriakan Eun Ho terdengar, diikuti teriakan kesakitan Yong Chan.

Mata Eun Ho terbelalak lebar. Yong Chan sudah berdiri dihadapannya dengan lengan terbentang yang tertembus pisau. Darah segar mencret keluar dari luka di lengannya.
"Yong Chan a ...", desis Eun Ho pelan.

"Ahhhh ... Yong Chan oppa ... mengapa? ... mengapa?". Chae In kelihatan sangat terguncang dengan apa yang dilakukan Yong Chan.

Tangggggggggggg ........ pisau dalam genggamannya jatuh ke lantai. Dia mundur ke belakang. Berbalik dan bermaksud melarikan diri dari situ. Tapi seseorang langsung menghentikan maksudnya. Orang itu mengunci tangan Chae In hingga tidak bisa bergerak.
"Pak presiden, bagaimana keadaan bapak? maaf saya datang terlambat !!", katanya ke Dong Wo yang masih berada dalam pangkuan Yong Sae.

"Oppa ... Dong Wo oppa .. hu ... hu .. sadarlah ... bukalah matamu .. hu .. hu .. saya .. saya mohon hu .. hu ..", Yong Sae tersedu-sedu sambil menguncang tubuh Dong Wo.

Nathan yang melihat peristiwa tragis yang terjadi dengan adik sepupunya itu segera berlari kearahnya.
"Dong Wo a ... ", katanya sedih. Dia menatap Dong Wo yang tidak bergerak sama sekali.

Yong Na yang baru berhasil menerobos kerumunan para undangan dan mengetahui kejadian berdarah itu segera berlari kearah Yong Chan.
"Dongseng a, bagaimana keadaanmu?", tanyanya penuh kekhawatiran.

Yong Chan mengeleng perlahan, "Saya tidak apa-apa! .. Sebaiknya noona memeriksa Dong Wo, kelihatannya keadaan dia jauh lebih parah ... "

Yong Na mengangguk, kemudian berlari ke Dong Wo. Dia berjongkok disebelah Yong Sae yang masih menanggis keras. Yong Na menyentuh pundak dongsengnya, kemudian mulai memeriksa keadaan Dong Wo.

"Na- a .. pakai ini untuk mencegah pendarahannya!!", Choi Yoon menyodorkan selembar kain ke Yong Na.

Yong Na menerima kain dari tangan Choi Yoon dan menekankannya ke luka Dong Wo.
"Tenanglah Sae a ... dia akan baik-baik saja .. saya yakin dia akan baik-baik saja ..", Yong Na berusaha menghibur Yong Sae yang kelihatan sangat sedih.

Sementara itu, Jae Won yang sudah menguasai perasaannya segera mengeluarkan ponsel dari saku celana.
"Ada yang sekarat di sini ... Hyatt hotel, Seoul .. iya, sekarat!!! .. kami membutuhkan ambulance .. sekarang juga!!!!!"

Tangan Eun Ho terangkat, menyentuh wajah pucat Yong Chan.
"Yong Chan a .. hu .. hu ...."

Yong Chan berusaha tersenyum. Wajahnya sangat pucat. Bibirnya bergetar ketika berkata, "Saya baik-baik saja, Eun Ho a .... apapun yang terjadi ... saya .. saya akan melindungi ... mu ..."

Lalu Yong Chan ambruk dalam dekapan Eun Ho.
"YONG CHAN AAAA ...!!!"

------------------------------------


Keesokan harinya ... semua koran Korea memuat berita yang terjadi di Hyatt hotel kemarin dengan tulisan besar-besar. Ada beberapa versi yang ditulis dari peristiwa itu. Tapi topik utama dari berita itu hampir sama.

Bagian berita entertainment ditulis ....
GOO YONG CHAN DAN LEE EUN HO, cinta melebihi segalanya? Keselamatanmu melebihi nyawaku!!

sedangkan bagian berita bisnis dan headline ...
SO DONG WO, CEO muda Seoul Corporation, sekarat karena menolong artis pendatang baru Lee Eun Ho!!

Dari semua berita dari koran yang terbit hari itu, ada sebuah kalimat yang digarisbawahi dan menjadi inti dari peristiwa itu.

Apa yang menjadi daya tarik artis Lee Eun Ho sehingga bisa membuat aktor Goo Yong Chan dan presiden direktur Seoul Corporation, So Dong Wo, sampai bersedia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi keselamatan gadis itu? Apakah ada sesuatu pada Lee Eun Ho yang tidak diketahui umum? Sebaiknya para pembaca semua bisa memberi lebih banyak perhatian padanya.

-----------------------------

End chapter ~~~

saya berusaha membuat penentuan dari cerita ini, semoga dengan pertumpahan darah yang terjadi dr hubungan yong chan dan eun ho, para fans bisa menerima hubungan mereka, amin hehee

« Last Edit: October 26, 2010, 10:33:09 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Lho clingak-clinguk first comment disini  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Mi kl liat garis besar ceritanya seh naga-naganya mo ending yaw  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] yo ntu Yong Chan cuman pingsan doank kan gak ampe koit terus gentayangan juga  [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04263]

hiiiiiiiiiiiii serem ah kl ampe beneran ada fans yg begono moga2 MinSun kagak ampe bernasib sama ye  [heh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
noona b, emang serem sih tp emang bener ada kan fans yg gila kyk gitu [heh] yong chan kan cuma ketusuk lengannya say so pasti ga bakal mati la hehee dia cuma pingsan gara2 kehilangan byk darah [biggrin] klu dong wo sengaja gw bikin sekarat supaya hubungannya ama yong sae bisa makin top cer [hmpfh] ~tar dibunuh ama si monyong deh [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Puw begono kirain bakal gentayangan juga nyambung donk ke FF daku  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Wow coba kalo real worldnya kayak gitu bakalan gimana yah kl Il Woo ma Mino rebutan Hyesun hmmm kl ini mah temanya love and friendship dah  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

berikutnya yg ngelanjutin sopo neh si bleh pa si luv  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

duuuhhh  [heh] serem dah kl ampe kejadian mino pa hyesun di serang ma fans gila kayak gitu  [heh]  hammer2 hammer2 hammer2

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
next chp bagian luv [biggrin] klu ilwo and hubby rebutan hyesun yg menang ya pasti hubby dung soalnya onnie kan cuma cinta mati ama hubby [hmpfh] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
wowowowooww [clap] [clap] [clap] [clap]finally stlah nunggu 3bulanan niy chp nongol jg [hmpfh] [hmpfh]

kena [head break] [head break] [head break] [head break]mami,,, [hmff] [hmff]
asoy niy mi,, ma'acih dah update yak,, tp lum bsa comment dlu niy krna niatan hati mau bca niy chp pas mau bobo bntran lg niy biar kbawa mimpi gtu skalian [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

tar nyusul commentnya yak mi,,,, [biggrin] [biggrin]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
oki, [head break] [head break] baru 3 minggu dibilang 3 bln, rasain tuh whistling

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
omo,,, apa iya 3minggu mi??? [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]
ko serasa 3bulan yakkk kynya c aq mimpi trakhr bc chp24nya itu bulan desember dah,,,, [chin] [chin] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

krna tetep mksa jd tambah deh [head break] [head break] [head break] [head break]dr c mami [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yaaaa masa sih [ohmy] perasaan tuh gw libur saat lunar new year, nah lunar new year kan tgl 14 feb, jd itung sendiri deh berapa lama nih ff tertunda [smiley-dance013] [smiley-dance013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [AddEmoticons04259] [AddEmoticons04259]eh iyakk deh mi..... jd 3minggu yakk?? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]jd aga lupa gtu cranya ngitung hari gmn niy aq [AddEmoticons04260]
sippo dah pkknya tuh updatean, dinanti lma skali. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

btw mi,, luveprincess itu cpa c?? tak prnh mampir ktmpt lain n bkin ff lain yakk mi??? [chin] [chin]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "