Author Topic: ^THIRTY DAYS CHANGES^ ~CHAPTER 18, ENDING, update 27 Mar'12~  (Read 44076 times)

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #30 on: January 28, 2010, 09:11:00 pm »
jiaaaahhhhh mam inem tukang jamu hohoho kalo yg ini laen dr yg laen mam yo ga mak inemku [hmff] [hmff]
si om poci = om pocong swami tercintanya mak inemku [hmpfh] [laughing]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #31 on: January 28, 2010, 09:54:50 pm »
Asyik mami mo bikin ff lg *jingkrak2x*... Iya mam buat ff jundi or mo yg lain jg gpp tp final ending-a tetap jundi ya mam... Yaelah mak nem ma mak yem sprt-a terobsesi ma minjoon couple wkkk

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #32 on: January 30, 2010, 03:43:37 pm »



Lee Min Ho...
hari ketiga di Korea .... sabtu, 5 Desember 1999 .......


Aku baru selesai membersihkan diri ketika bel pintu depan berbunyi. Gigiku bergemelatuk hebat dengan tubuh yang hanya terbalut kemeja tipis dan jeans biru ketat. Aku berlari ke pintu depan dan membuka membukanya. Raymond sudah berdiri di sana dengan setelan jas resmi yang sangat rapi. Mulutku sampai tergangga melihat penampilannya yang ajaib di pagi buta ini.
"Ada apa!!???", tanyaku keheranan.

"Ada apa ... ?", Raymond mengulangi pertanyaanku dengan kening berkerut. "Bukankah Angel akan tiba hari ini? ... leader tidak bermaksud menjemputnya, kah?", lanjutnya lagi.

Mendengar pertanyaan itu, tampangku langsung berubah. Percakapan via telepon kemarin malam tergiang kembali di telingaku.

"LEADERRRR!!!", teriakan Raymond ditambah guncangan keras di bahu membuyarkan lamunanku. Aku tersentak, seperti seorang pecundang yang tertangkap basah oleh kesalahan yang dilakukannya.

"Ohhhh ... dia ... dia .. tidak jadi .. datang hari ini ... ", jawabku dengan kalimat terputus-putus.

Raymond sangat terkejut. Sepasang matanya melebar kearahku. Mulutnya terbuka seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi aku sudah mendahuluinya ..
"Telepon Miss Son Jie Ah untukku, Ray .... ingat! segera!! ... katakan padanya kalau kita membutuhkan bantuannya .... minta dia menghadiri rapat senin depan bersama kita ... "

Raymond semakin terkejut ketika mendengar keputusanku. Dia mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi jika kami mengambil jalan itu. Son Jie Ah adalah pengacara senior 'Great Building' Korea. Dengan meminta bantuannya berarti kami sudah tidak memerlukan Angel lagi.
"Leader serius dengan keputusan ini ...?"

Tampangku mengeras.
"Tentu saja!! ..kita tidak bisa menunda kasus ini sampai minggu depan ... Angel baru bisa kemari minggu depan .. dan .. kita tidak bisa menunggu selama itu ... masalah ini harus segera diselesaikan .. harus!! "

"Apakah Angel sudah mengetahui keputusan ini?", tanya Raymond, setelah berhasil menguasai dirinya.

Agak segan aku menjawab pertanyaan Raymond ..
"Belum ... dan .. saya rasa tidak ada bedanya, dia mengetahuinya atau tidak ... minggu depan dia akan sibuk dengan pekerjaannya di Jepang .. jadi .. saya tidak perlu membebaninya dengan masalah ini ... "

Beberapa lama Raymond membisu di tempatnya. Pandangannya yang tajam terarah lurus ke mataku. Dia sepertinya berusaha menyelami isi otakku. Aku berdeham pelan. Agak risih diperhatikan seperti itu. Detik demi detik berlalu. Perlahan aku berbalik dan berjalan ke lemari kayu yang terletak di tengah ruangan. Kubuka pintunya dan kuperhatikan sejenak beberapa setelan jas dan mantel yang tergantung di sana.

"Apakah  .. ada jarak komunikasi antara kalian?",
pertanyaan itu menghentikan kegiatanku. Tanganku yang terulur ke salah satu jas di lemari, tergantung di tengah jalan.

"Leader ... ???"

Mataku terpejam perlahan. Sambil menelan ludah yang tertahan di tenggorokan, kuraih jas tebal berwarna putih dengan kerah tinggi, lalu memakainya. Aku masih dalam posisi membelakangi Raymond.
"Saya keluar sebentar ... mau mencari udara segar .. di sini terlalu sumpek ... "

Aku berjalan ke pintu depan. Tapi langkahku terhenti ketika Raymond berkata lagi ...
"Mengapa leader tidak menceritakan keadaan sebenarnya ke Angel? ... minta dan bujuk dia ke sini! .. jelaskan keadaan kita yang sangat mendesak dan sangat memerlukan bantuannya ... saya yakin, demi leader, dia akan segera terbang ke sini ... "

Penjelasan Raymond membuat hatiku semakin tertekan. Berterus terang ke Angel, katanya? Apakah dia pikir aku tidak mau melakukannya? Sesungguhnya aku ingin sekali melakukannya. Tapi apa daya, aku tidak mempunyai kekuatan untuk itu. Egoku melarang aku melakukannya. Aku menghela nafas perlahan.
"Jangan lupa kunci pintunya .... "

Hanya kata-kata itu yang terucap dari bibirku. Sangat datar dan terdengar tidak berperasaan. Aku melangkah keluar, meninggalkan Raymond seorang diri dengan pintu tertutup di belakang.

************


Kediaman keluarga Chan ....
Ruang makan yang sangat besar itu tertata apik dengan berbagai barang antik dari keramik dan penghargaan yang terdiri dari emas, perak dan perunggu, di lemari berkaca yang sangat tinggi dekat jendela. Sebuah meja panjang berkilat dari pualam hitam dengan kursi-kursi bercorak anggun yang mengelilinginya berada di tengah ruangan itu.

Mr. Chan tua dan Sammul sedang duduk menghadapi meja makan yang sudah dihidangi makanan yang terdiri atas ham, telur dadar, dan kacang-kacangan, lengkap dengan segelas susu. Mereka sarapan tanpa mengeluarkan suara. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan keluarga sejak dulu. Dua orang pelayan berdiri di pojok ruangan dengan sikap sempurna. Siap sedia melayani segala keperluan majikannya tersebut.

Sepuluh menit kemudian, semua peralatan bekas sarapan disingkirkan. Sekarang Mr. Chan tua dan Sammul bisa berbincang dengan leluasa.

"Sam ... kamu masih ingat dengan acara besok siang, kan?", Mr. Chan tua memulai perbincangan antara mereka.

"Tentu saja, dad! ... pameran perlombaan mendesain bandara yang diselenggarakan 'Great Building', kan?

"Bagus kalau kamu masih ingat! .. paman Yoonmu menginginkan kehadiranmu di sana .. ya, tentu saja sekalian meliput berita itu ... "

Sammul menganggukkan kepalanya. Perlombaan ini boleh dikatakan ajang kreasi terbesar bagi para arsitek muda berbakat dari kawasan asia.

"Kamu akan pergi sendiri .. atau ... daddy perlu menyuruh seseorang menemanimu?", tanya Mr. Chan tua. Suaranya terdengar ragu-ragu.

"Tidak! .. dad tidak perlu melakukan itu ... saya .. saya sudah punya .. partner .. "

Perlahan bibir Sammul tertarik keatas, membentuk senyum penuh arti.

*************


Goo Hye Sun .....

Aku terjaga sejak jam 5 subuh, dan tidak bisa terlelap lagi. Pikiranku dipenuhi berbagai peristiwa yang tidak kumengerti. Seperti bermimpi, tapi .. tidak!! Aku yakin tidak bermimpi, karena sepasang mataku tidak terpejam.

Waktu berlalu. Sudah dua jam aku berada dalam posisi merentang di atas ranjang. Hari ini aku masuk kantor agak siang, sekitar jam sebelas, dan waktu kerjaku hanya setengah hari, jadi aku mempunyai cukup banyak waktu untuk bermalasan di ranjang.

Perlahan aku meraih weker dari meja kecil di samping ranjang, sudah jam 7. Dengan agak tergesa kusibak selimut yang tadi menutupi tubuhku, kemudian keluar dari kamar itu. Ruang depan sangat sepi. Pintu kamar appa dan omma tidak tertutup rapat sehingga aku bisa melihat dengan jelas keadaan di dalamnya. Kamar itu kosong. Selimut dan bantal tertata rapi di atas ranjang. "Sepagi ini sudah keluar?", dahiku berkerut.

Aku berputar ke kamar Ji Hoon oppa ...
TOK ... TOK .. TOK ...

"OPPA ...!!!!", panggilanku tidak mendapat sahutan.

"Huhhhh ......", dengusku perlahan.

Untuk beberapa saat aku berdiri di depan kamar itu. Bertanya dalam hati, "kemana perginya penghuni rumah ini?" Lalu perhatianku tertancap ke hidangan di ruang makan, yang hanya terpisahkan oleh lorong tengah. Aku melangkah ke sana. Semangkuk bubur ayam, lengkap dengan segelas susu hangat terhidang di atas meja. Di sampingnya tertempel selembar kertas kecil dengan catatan pendek. Aku tersenyum kecil, itu tulisan appa.

Hyesun-aaa .... appa, omma dan oppa akan keluar sampai nanti siang. Kita sudah mendapatkan pembeli untuk rumah ini dan pembicaraan akan dilakukan hari ini juga.
Ingat, dimakan sarapannya!! .. sampai ketemu nanti sore ....
salam, appa


Kuraih salah satu kursi yang tersampir dekat meja dan mendorongnya ke belakang, kemudian duduk di situ. Bubur ini kelihatan enak sekali.

kringggg .... kringggggg .... kringgggg .....

Deringan telepon dari ruang depan mengejutkanku. "Siapa yang menelepon sepagi ini?", aku tersungut. Tidak ingin beranjak dari kursi, tapi deringan yang semakin menjadi itu membuatku menyerah. Aku berjalan ke ruang depan dan mengangkatnya.


"Yeoboseyo ... ", suaraku terdengar tak bersahabat.

"Goo Hye Sun ..?? .. Ini Sammul Chan ... ",
suara di seberang membuatku terkejut setengah mati. Bagaimana tidak? Sammul Chan, majikanku!! ... ohhh ... sungguh tidak bisa dipercaya ....

"Hyesun??? .... apakah benar ini Goo Hye Sun?", suara itu kembali menguncangku. Tidak!! ... dia tidak bermimpi !!

"Tuan .. tuan ... Chan ... "

"Iya, ini Goo Hye Sun, kan?"

Aku mengangguk. Tidak sadar kalau sekarang lagi ditelepon.

"Hello .... ", panggilan Sammul menyadarkanku lagi.

"I ... ya ... Mr. Chan ... ", jawabku gugup.

"Jangan memanggilku Mr. Chan! ... cukup dengan nama saja ... Sam atau Sammul, terserah kamu ..."

"Hahhhh ??", kekagetan tertangkap jelas di seberang.

"Kenapa? .. kamu kedengarannya sangat terkejut! ... kita tidak di kantor, jadi jangan terlalu formal ..", Sammul berhenti sesaat. Aku tidak memberi tanggapan terhadap perkataannya karena aku memang tidak tahu harus bereaksi apa.

"Oh ya .. apakah besok kamu ada acara?", lanjut Sammul.

"Tidak, mengapa bertanya seperti itu?", tanyaku penasaran.

"Kalau begitu .. besok aku akan menjemputmu ke pameran perlombaan yang diadakan 'Great Building' ... ", jawab Sammul ringan, seakan ajakan itu sudah biasa dilakukannya.

"A ... a .. pa? .. tapi .. mengapa ... mengapa harus saya?", mataku terbelalak lebar. Tidak percaya sama sekali dengan pendengaran sendiri.

"Tidak harus kamu sih ... tapi berhubung acara ini juga merupakan bagian berita yang diliput 'Daily News' maka saya memilihmu untuk menemaniku ke sana ... jadi kamu tidak punya alasan untuk menolaknya, ok??"

Aku semakin melongo mendengar perkataan Sammul. Apalagi setelah dia memutuskan hubungan begitu saja.
Aku ingin berkata lagi, tapi tidak bisa. Dengan sebal kuletakkan gagang telepon ke tempatnya.


************


Hari keempat ...

Sammul benar-benar melakukan yang dikatakannya kemarin. Pukul 07:00 pagi, dia sudah tiba di halaman depan, lengkap dengan mobil dan sopirnya. Appa, omma dan Ji Hoon oppa sampai melongo di tempat dengan kehadiran pemuda itu. Dan semuanya terjadi karena aku tidak memberitahukannya terlebih dahulu kepada mereka.

Sammul keluar dari mobil dan berjalan kearah kami. Dia membungkuk perlahan ke omma dan appa. Kemudian tersenyum kecil ke Ji Hoon oppa. Keluargaku juga melakukan hal yang sama. Setelah acara perkenalan yang rada kaku, dan penuturan tentang maksud kedatangannya ke sini, Sammul memperhatikan dandananku dengan kening berkerut. Kemeja putih kaku yang dipadu dengan rok abu-abu selutut bukanlah pemandangan menarik. Mataku berkedip-kedip gelisah dibalik kacamata tebal yang kupakai.

Sammul menghembuskan nafasnya, kemudian menarik tanganku.
"Ayo ... pergi sekarang!!"

"Benar mau mengajakku ke acara itu??", teriakku dengan suara agak serak.

Sammul tidak menjawab pertanyaanku. Dia terus menarikku ke mobil yang terparkir di halaman depan. Setelah sampai di sana, dia mendorongku masuk ke jok belakang yang pintunya sudah dibuka oleh sopir berseragam serba putih. Kemudian dia berbalik ke belakang sambil melambaikan tangannya. Appa, omma dan Ji Hoon oppa termangu di tempat. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa dengan tindakan majikanku itu. Mereka hanya bisa membalas lambaian Sammul dengan mata terbelalak lebar dan mulut mengangga.

Sammul memasuki mobil dan duduk di sampingku. Dia kelihatan sangat puas dengan tindakan yang baru dilakukannya. Tapi begitu dia berpaling kearahku, tampangnya langsung berubah lagi. Aku tahu bahwa dandananku yang membuatnya begitu.

"Cheosongmida ... ", kataku pelan.

Sammul tidak menyahut. Pandangannya beralih ke jok depan.
"Berangkat sekarang, tuan Son .. tapi .. sebelum itu ke tempat miss Sandara dulu ... "

"Iya, tuan muda .... ", jawab sopir bermarga Son itu.

Sesaat kemudian mobil itu sudah keluar dari komplek perumahan yang terlihat kumuh tersebut.

***********

Aku mengangga lebar. Bagaimana tidak??!!! Sekarang aku terpojok dengan tiga orang wanita setengah baya yang masih kelihatan cantik di sekelilingku. Di tangan mereka terpegang gaun yang sangat indah, alat-alat kosmetik beranekaragam yang tidak kuketahui namanya dan beberapa jenis lensa kontak yang siap dimasukkan ke dalam mataku.

"Mau .. apa ..?", tanyaku gugup. Dengan reflek aku mundur ke belakang.

"Tenang saja .. mereka hanya bermaksud mendandanimu, jadi duduk di sini dan jangan bergerak!! ..", Sammul menekan kedua bahuku sehingga aku terduduk di kursi bundar yang tersedia di depan sebuah kaca besar.

"Ta .. ta .. pi ..", aku berusaha memprotes.

"Tidak ada kata tapi  .. jika kamu tidak ingin saya terhina dengan dandananmu ini, sebaiknya kamu ikuti perintahku ... ", kata Sammul tegas. Kemudian dia berpaling ke tiga ahli rias yang masih berdiri di tempat dengan bibir tersenyum kecil, "Noona bisa memulainya sekarang ...!!"

Aku menghela nafas panjang. Tidak ada gunanya aku menolak dan memprotes sekeras itu! Sammul tidak akan mendengarnya. Lewat sudut mata, aku meliriknya. Dia sekarang sudah duduk di kursi panjang dekat pintu. Tangannya meraih majalah yang terletak di meja kecil, dan mulai mengamatinya dengan penuh perhatian.

Perlahan mataku terpejam. Ada apa ini? Mengapa harus mengorbankanku? Semula aku berpikir kalau majikanku ini orang yang pengertian. Sekarang aku berpendapat lain. Dia sama saja dengan yang lainnya. Yang selalu memanfaatkan kebodohan dan ketidakberdayaanku.

Sebentar saja ketiga ahjumma itu mulai mendandaniku. Mataku masih terpejam rapat. Aku tidak ingin melihat apa yang akan mereka lakukan terhadapku. Kurasakan berbagai benda berbulu mengoles wajahku. Sesuatu juga menyapu bulumataku. Wajahku berkerut berulangkali. Perlakuan mereka membuatku geli.

Dua puluh menit kemudian...
"Sekarang buka matamu, agashi ....", suara itu terdengar lembut. Mataku terbuka perlahan. "Saya akan memakaikan lensa kontak ini di mata agashi ... ", lanjutnya lagi.

Aku memandang ngeri ke benda bulat yang berada di tangan salah satu ahjumma berbaju biru. Kepalaku mengeleng cepat.

"Hmm .. jangan takut .. ini tidak akan sakit ... ", katanya sekali lagi. Suara itu benar-benar lembut.

Akhirnya aku mengangguk perlahan. Ajuhmma itu kemudian memasang sepasang lensa kontak itu ke mataku. Seperti yang dikatakannya, tidak terasa sakit. Cuma sedikit tidak nyaman dengan sesuatu yang tiba-tiba menempel di mata ini.

"Bagus he.. he .. saya rasa rambut agashi tidak perlu diapa-apakan, dengan rambut pendek agashi lebih kelihatan enerjik ... sekarang ganti baju agashi dengan gaun ini .... warna kuning cocok untuk kulit agashi yang putih mulus .... miss Sonna akan membantu agashi memakai gaun ini ... ", ahjumma bersuara lembut itu tersenyum manis kearahku.

Aku bermaksud memprotes lagi, tapi dengan sigap ahjumma bernama Sonna sudah mendorongku ke kamar ganti. Sekilas terlihat olehku Sammul yang masih asyik dengan majalah di tangannya. Aku kemudian memakai gaun pendek berwarna kuning dengan dibantu oleh miss Sonna.


Setelah keluar dari kamar ganti, aku hampir terlonjat di tempat dengan dandanan sendiri di depan kaca. Apakah benar ini aku? Bagaimana mungkin? Secantik inikah aku? Aku tidak pernah bisa membayangkan kalau aku juga bisa cantik seperti ini?

"Bagaimana? cantik, kan? ... ", ahjumma berbaju biru sudah berdiri di sampingku. Wajahnya memperlihatkan senyum puas.

Aku mengangguk pelan. Sangat pelan. Aku masih belum bisa mempercayai pandanganku sendiri. Kemudian suara berisik di belakang membuatku berpaling. Sammul sudah berdiri menghadapiku. Dia tertegun. Matanya melebar dan mulutnya sedikit tergangga.

"Begini ... baguskah?", tanyaku ragu-ragu.

"Lumayan .... ", jawabnya canggung. Suaranya agak bergetar. "Gumawo, miss Sandara .. ", ujarnya ke ahjumma dengan suara lembut itu.

"Kita berangkat sekarang ... ", Sammul mengulurkan tangannya kearahku.

Aku menjadi sangat gugup dan merasa tidak nyaman. Miss sandara kemudian mendorongku pelan. Lalu tanpa bisa membantah lagi aku menaruh tanganku ke tangan Sammul yang sudah terulur kearahku.

*************


Lee Min Ho ....

Pameran yang menjemukan. Semua orang berpakaian resmi berseliweran di depan mataku. Berpuluh maket~thanks to endree_noona untuk pemberitahuannnya tentang istilah ini, maket adalah miniatur berbentuk bangunan~ dengan plat nama masing-masing para desainer terpasang di setiap sudut ruangan.

Ini adalah perlombaan para desainer yang entah keberapakali yang kuikuti. Raymond cs yang datang bersamaku tampak bersemangat. Kecuali Raymond, yang sejak kemarin kelihatan lebih banyak diam. Aku sangat heran dengan sikapnya yang tidak biasa itu. Tapi ketika kutanyakan berulangkali dia selalu menghindar. 'Saya tidak apa-apa', begitu terus jawaban yang keluar dari mulutnya.

Sekarang gantian aku yang tidak bersemangat. Pameran perlombaan seperti ini sama sekali tidak menarik bagiku. Jika saja penyelenggaranya bukan 'Great Building', mungkin aku tidak akan ikut berpartisipasi di dalamnya. Aku mengarahkan pandangan ke seisi ruangan. Pemandangan yang sama, dan perasaan yang sama seperti yang kualami jika menghadiri acara seperti ini. Raymond cs tampak sedang berbincang dengan beberapa orang dari 'East Paradise, ltd'.

Dengan langkah gontai aku mendekati sebuah maket berbentuk bundar telur dengan langit-langit lebar laksana burung raksasa yang merentangkan sepasang sayapnya yang terletak di tengah ruangan. Kuperhatikan miniatur itu dengan pikiran menerawang. Tanpa kusadari seseorang menyelip ke sampingku.

"Wahhhh ... ini bagus sekali .... ", gumamnya pelan. Aku berpaling kearahnya. Mungkin setelah pertemuan kesekian kalinya, seharusnya aku tidak terkejut lagi dengan pertemuan kali ini. Tapi tidak! Kenyataannya .. kehadiran gadis ini kembali menyentakku.

Gadis itu menjulurkan kepalanya ke depan. Matanya agak disipitkan ketika memperhatikan nama yang tercetak di plat nama yang terpasang di bawah kaca yang digunakan untuk menyangga maket di atas.
"Lee Min Ho ...", ucapnya sambil tersenyum  perlahan.

Gadis yang tidak kuingat namanya itu, dandanannya sangat lain saat ini. Tidak kulihat lagi kacamata tebal yang biasa melekat di sepasang matanya. Dandanannya yang norak juga berubah. Dia tampak manis dengan gaun pendek berwarna kuning yang melekat di tubuh mungilnya. Senyumnya juga kelihatan sangat lain. Lebar dan menarik. Baru kusadari sekarang kalau dia tidak sejelek anggapanku semula.

"Apanya yang bagus? .. menurutku ini kreasi terburuk di ruangan ini ... ", ujarku dengan suara yang terdengar dingin.

Dia tersentak. Sangat kaget. Mungkin baru disadarinya kalau dari tadi ada seseorang berdiri di sebelahnya. Dia berpaling cepat kearahku.

"KAMUUUUU ......", teriaknya keras. Telunjuknya menunjuk kearahku, sedangkan wajahnya terlihat pucat. Beberapa orang langsung menoleh kearah kami.

"Kamu lihat hantu ya?", aku menepiskan tangan yang terarah ke wajahku.

"Cheosongmida ... ", katanya, ketika menyadari keterkejutan yang tidak pada tempatnya. Dia membungkuk kearahku. Aku menghembuskan nafas sekuat tenaga. 'Gadis ini .. walaupun dandanannya berubah, sikapnya tetap sama saja ..'.

"Sudahlah!! jangan minta maaf lagi padaku ... sekarang jawab pertanyaanku tadi, apa yang bagus dari maket ini ....? "

Setelah menegakkan badannya, gadis mungil ini menjawab dengan serius ..
"Tentu saja maket ini sangat bagus .. malahan menurutku desain ini yang paling bagus, .... lihatlah bentuk dari bangunan ini! .. saya tahu kalau semua desain di sini adalah desain bandara ... tapi yang ini sangat berbeda dengan yang lainnya ... dengan bentuknya yang bundar telur, bandara ini sangat hemat tempat, setiap sudut dapat digunakan dengan sempurna, dan yang lebih penting lagi .. sangat indah .. bentuk yang sangat menarik .. ditambah dengan atapnya yang laksana burung raksasa sedang merentangkan sayapnya, selain memberikan kesan melindungi para pengunjung, ... juga memberi kesan penyambutan hangat buat setiap keluarga, teman dan siapa saja yang bertemu di dalamnya. ...... Bukankah makna dari sebuah bandara adalah pertemuan ... ya .. mungkin juga perpisahan, tapi .. saya lebih membayangkan pertemuan mengharukan bagi setiap orang yang sudah lama tidak bertemu .... "

Mendengar penjelasan itu, aku langsung terpana. Bagaimana mungkin gadis ini seperti bisa membaca pikiranku? Semua ide yang kutuangkan ke dalam karya ini tepat seperti yang dikatakannya. Semuanya tidak ada yang lebih dan yang kurang.
"A .. a .. pa yang kamu .. ketahui tentang building design? ... Jika .. kamu bukan ahli dalam bidang ini .. lebih baik .. kamu tutup mulut .. ", kataku terbatah-batah. Aku masih terguncang dengan perkataannya tadi.

"Ohh ... Cheosongmida ... saya ... saya seharusnya tidak banyak mulut ... Cheosongmida ... "

Gadis ini kembali lagi ke sikapnya semula. Aku merasa bersalah ketika melihat tampangnya yang kelihatan sangat menyesal. Aku tahu seharusnya aku yang disalahkan dan bukan dia. Aku yang memintanya menjawab pertanyaanku. Dan dia hanya melakukan apa yang kuperintahkan. Kalau mau jujur sikapku yang keras itu diakibatkan jawabannya yang sangat mengena di sasaran. Aku tidak terbiasa mengakui ada orang yang mengetahui jalan pikiranku. Karena itulah aku mendadak berubah galak.
"Ahhh .. sudahlah!! lupakan saja semua masalah tadi .... oh ya, siapa namamu?"

Gadis itu melebarkan matanya kearahku ..
"Tuan lupa? .... dua hari yang lalu saya pernah mengatakannya ke tuan .... namaku Goo Hye Sun .. dan siapa nama tuan? ... lalu bagaimana saya bisa mengembalikan mantel yang tuan pinjamkan ke saya ... "

Aku sudah membuka mulut bermaksud menjawab pertanyaan Hyesun ketika MC di acara ini membuka suaranya ...

"Ladies and Gentlemen!!! .... setelah menunggu cukup lama, akhirnya hasil dari penilaian para juri keluar juga ... sebelum pengumuman buat pemenang pertama, kedua dan ketiga .. kami ingin mengucapkan terimakasih sebanyaknya buat para arsitek dari berbagai negara yang sudah berpartisipasi dalam acara ini .... dan saya yakin sekarang..  semua yang berada di ruangan ini sudah tidak sabar lagi kan?  .... siapa kira-kira yang menjadi pemenangnya ya? .. "

MC itu lalu berhenti sebentar. Sepertinya dia ingin memberi sensasi terhadap acara ini. Apa yang dilakukannya tidak berpengaruh terhadapku. Aku sudah berpengalaman dengan semua ekspresi dari para MC yang membawakan acara seperti ini. Tapi lain dengan Hyesun. Dia kelihatan tegang sekali. Aku tersenyum kecil melihatnya.


Kemudian suara MC itu terdengar lagi ...
"Kita akan memulai dari pemenang ketiga .. lalu kedua .... yang terakhir barulah pemenang pertamanya ....."

Lalu hening lagi selama semenit. MC kurus itu tersenyum kecil ...
"PEMENANG KETIGA ....... arsitek muda dari Jepang .... Mr. Jun Saito .... "

Terdengar tepuktangan yang meriah. Setelah acara penyerahan piala dan penghargaan ke Mr. Saito, si MC kurus melanjutkan pengumumannya lagi ....
"PEMENANG KEDUANYA .... adalah ..... adalah .... desainer yang paling muda di acara ini ... 22 tahun .. dia berasal dari negara ini .... MR. KIM SANG JOON!!!!!!"

Tepuk tangan meriah kembali terdengar. Kali ini lebih keras lagi. Terdengar hembusan nafas keras di sampingku. Aku menoleh kearah Hyesun. Dia terlihat lebih tegang dari sebelumnya. Bibirnya komat kamit seperti mengucapkan mantera. Aku tersenyum perlahan. 'Dia tidak ikut dalam perlombaan ini, tapi mengapa dia tegang begini?', tertawaku dalam hati.

"Dan yang paling ditunggu-tunggu .... pemenang pertamanya ... kira-kira siapa? .... Bagi yang ahli dalam building design, tentu tahu betul siapa pemenangnya ...... baiklah, saya tidak akan basa basi lagi .... PEMENANG PERTAMANYA ADALAH ............ arsitek muda dari Hong Kong dan juga seorang arsitek berbakat dari 'Great Building', penyelenggara utama perlombaan ini .... MR. LEE MIN HOOOOO!!!!"

"YEAHHHHHHHHHHHHHH ............. sudah kukatakan dia yang akan menang ..... ", Hyesun berteriak kegirangan, mengalahkan semua kebisingan di ruangan ini. Dia menghentak-hentakkan tanganku sambil melompat-lompat di tempat. Aku melonggo dengan kelakuannya. 'Gadis yang aneh!!! ... Mengapa dia bisa sebahagia ini dengan kemenangan seseorang yang tidak dikenalnya?'


"Mr. Lee Min Ho dipersilahkan ke panggung untuk menerima piala dan penghargaan dari Mr. Yoon dari 'Great Building' .. ", lanjut MC itu lagi.

Hyesun masih memegang tanganku. Wajahnya sangat berseri dan bersinar.

"Maaf Hyesun-shi .... bisakah anda melepaskan pengangan di tanganku .... aku harus ke panggung sekarang ...", kataku halus.

Dannnnn ... entah mengapa??? .. Aku senang melihat keterkejutannya. Mata coklat berlensa kontak yang bulat dan indah itu terbelalak lebar kearahku. Sangat menarik dan memukau. Perlahan dia melepaskan tanganku. Dia tidak bersuara. Bahkan untuk mengucapkan kata selamat juga dia tidak bisa. Kembali ... untuk kesekian kalinya aku tersenyum. Kali ini sangat lebar.

Aku berjalan ke panggung, meninggalkan Hyesun yang masih terpaku di tempat. Kuterima piala dan surat penghargaan  dari tangan Mr. Yoon dengan senyum yang masih tersungging di bibir. Kejenuhan yang kurasakan sejak menghadiri acara ini lenyap sama sekali. Aku merasa acara ini semakin ke depan menjadi semakin menarik. Setelah mengucapkan beberapa kata resmi dengan agak tergesa, aku berjalan kembali ke tempat di mana Hyesun berada. Piala dan surat penghargaan kutimang dengan sangat puas. Aku bermaksud memamerkan hasil kemenanganku itu ke Hyesun. Untuk pertama kalinya aku begitu bersemangat ingin membagi sesuatu yang kuraih dengan seseorang. Dan terus terang aku juga tidak mengetahui penyebabnya.

Tapi langkahku terhenti di tengah jalan ketika aku melihat seorang pemuda tampan menarik Hyesun pergi dari situ. Aku terbelalak di tempat. Ada bara api yang perlahan menjalar masuk ke dalam hatiku melihat kepergian mereka. Sepasang tanganku terkepal erat. Piala dan surat penghargaan di tanganku terpaksa harus menjadi korban dari perbuatan di bawah sadar ini.

************

ps: cre all pics as labeled, baidu
bersambung ke chapter 4 .......  [biggrin] [biggrin]
« Last Edit: April 02, 2010, 02:07:38 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #33 on: January 30, 2010, 08:57:27 pm »
FIRST ^^

Gigiku bergemelatuk hebat dengan tubuh yang hanya terbalut kemeja tipis dan jeans biru ketat.  [on] [bav] [hmpfh] [hmpfh]

biasa mami reaksi fakir akut  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

wowwww ternyata angel is a lawyer  [chin] [chin] [chin]

uhuyyyy benih2 cinta mulai bersemi mulai dech posesif-na  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh], gud jub mami bikin tambah penasaran aja ma critanya  [biggrin] [biggrin] [biggrin] rumahnya dijual  [chin] [chin] [chin] jangan2 pembelinya ya si ayang ntu  [on] ngarep.com  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #34 on: January 30, 2010, 09:12:53 pm »
Yipie dah update gomawo mi...Ada kesalahan tuh mi masa abis juara 3 n 2 kembali ke 3 lg... Mi, knp mino ga bs terus terang ma pcr-a sendr?...Baik bgt sam mo rubah penampilan hyesun walopun tuk gengsi-a dia tp sprt-a sam punya hati jg ke hs... Nah mino, kena batu- a deh blg ga suka n benci akhir-a jd suka kan n jd cembr saking cembr-a piala ga tau apa2x jd korban xi3x... Mami: chap 3 ini kok pendek sih..;D

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #35 on: January 30, 2010, 11:00:20 pm »
noona b and bultang, thanks ya buat komentarnya  [jumpy] [jumpy]

noona b,  [hammer] [hammer] [hammer] giliran ada yg hot dikit aja lgs deh  [bav] [bav] jd rasain tuh getokan dr gw  [hmpfh] [hmpfh] .. iya, si angel tuh lawyer and itu udah diberitahu di chp 1  [biggrin] .. klu ga posesif ya bukan mino namanya  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [hmpfh] .. pembeli rumah Goo tuh belum kepikiran ama gw  whistling

bultanng,
Quote
Ada kesalahan tuh mi masa abis juara 3 n 2 kembali ke 3 lg
setelah gw periksa kok ga gw lht kesalahan ini  [what] [what] .. karena mino sudah terbiasa hidup mandiri sejak kematian orang tuanya maka sikapnya tuh jadi tertutup, utk membicarakan dan minta bantuan kepada orang lain termasuk pacarnya adalah hal yang susah dilakukannya, egonya terlalu besar hehehe semoga penjelasan ini memuaskan elu  [biggrin] [biggrin] .. emang chp 3 pendek ya  [what] perasaan nggak kok, sama aja dgn chp sebelumnya, itu semua cuma perasaan elu saja deh  [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #36 on: January 31, 2010, 08:09:03 am »
setuju ma bultang onnie chapter 3nya terlalu pendek  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] seharusnya tuh dilanjutin aja biar pembaca agak puas sedikit [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

sammul baek bener yah mana cocok lagi momentnya ditemuin ma yayang yg super duper gengsian juga [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] sukurin loe cewek loe digandeng ma yang laen  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

hmmmm jadi ngayal aja klo ceritanya dibuat sam ma hyesun pacaran dulu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] gimana reaksi hubby  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] baru digandeng aja yg jadi korban piala ma piagam gimana kl denger kabar hyesun pacaran ma sammul  [heh] [heh] [heh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #37 on: January 31, 2010, 09:00:25 am »
noona b, kalau dilanjutin terus berarti ga ending dung chp ini  [hammer3]

apakah hyesun bakal punya perasaan ke sammul atau tidak, atau mereka bakal pacaran atau tidak, kita nantikan aja chp depannya  [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #38 on: January 31, 2010, 09:07:35 am »
yaaaahhhhh mami namanya juga fakir minsun mana pernah puas  [laughing] [laughing] [laughing]

mami kl daku mah dijadiin aja sekalian biar hyesun juga pacaran ma sammul so 50-50 lah sama mino tapi cintanya hyesun mendalam ampe mino sakitttttt hatiiii coz dia kalah ma sammul makanya sekarang giliran mino yg mati2an ngejar2 hyesun [on] [on] [on] indahnya [laughing] [laughing] [laughing]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #39 on: January 31, 2010, 09:14:48 am »
yeeee si noona merubah ide cerita gw lagi  [hammer] [hammer3] [head break] rasain  [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #40 on: January 31, 2010, 09:18:51 am »
chap 3 ternyata udah diupdate horeeeee [smiley-gen013] thanks mami [cheekkiss]

Gigiku bergemelatuk hebat dengan tubuh yang hanya terbalut kemeja tipis dan jeans biru ketat.
wuaaaaaaaaa kemeja tipis ehm2010x [on] [on] [on] [bav] [bav] [bav]

whwhwh mino udah mulai ada rasa yg tak biasa yg mulai  dia rasa yg entah mengapa, mungkinkah ini pertanda mino jatuh cinta pd hyesun hehehe jd nyanyi [biggrin] [biggrin]

bagooossssssssss mami  punk punk punk


ADAM COUPLE SELCA

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #41 on: January 31, 2010, 09:30:34 am »
mak yeeeemmmmm help meeee setuju kan ma ktt daku jadi sekali2 dunk kita liat mino cemburu setengah mampus  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] maso yh ceritanya mino doank yg punya pacar hyesun juga dunk  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] biar seruuuuu palagi kl pake kissu2 ma sammul didepan minong [laughing] [laughing] [laughing]

nah kl gitu mah mino kan jadi bisa nyanyi

ingin ku bunuh pacarmu
saat dia cium bibir merahmu
di depan kedua mataku
hatiku terbakar jadinya cantik aku cemburu


 punk punk punk dewa mode on  punk punk punk

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #42 on: January 31, 2010, 09:41:18 am »
ga bisa noona b, maso bibir virgin hyesun mau diembat ama pria lain selain mino  hammer2 hammer2

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #43 on: January 31, 2010, 09:54:10 am »
yeeee mami mang bibirnya mino juga masih perjaka ma si angel opo  [laughing] [laughing] [laughing]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ^THIRTY DAYS CHANGES^
« Reply #44 on: January 31, 2010, 09:56:31 am »
bibir mino ya ga perjaka lg dung, kan dia udah pacaran, bahkan ehemmm ehemmmm hubungannya udah lebih dr itu  [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun