Chapter One
Day One
Jangan Menangis
Senin
Minho keluar dari lift ,berjalan perlahan ,sambil menutup matanya dan mendesah …,ia merasa lelah sekali ,banyak pemotretan yang harus dijalaninya hari ini..
Minho menatap kebawah dan melirik Hyun Ae yang tidur nyenyak menghalangi jalannya..
“Ahh..,”ia tergelak..,”Yya…,yya…,bangun..,”ia menendang pelan tubuh Hyun Ae dengan kakinya ..
Hyun Ae terlelap tidak membuka matanya sedikitpun..,seolah ia tidak mendengar apa-apa dan tetap diam dalam dunia tidurnya..
Minho menggendong Hyun Ae dan mengambil kopernya ,ia memindahkan nya ke pinggir di sebelah lift ,lalu memasuki kamar apartemennya..,
“Menyusahkan saja..,”cibirnya ketika sampai di dalam kamar,ia melepaskan kemejanya dan melemparnya ke tengah-tengah sofa di ruang tamu ..
Minho berjalan masuk kedalam kamar mandi ,mulai memutar showernya ,dan membasuh tubuhnya dengan air hangat..
Baru saja beberapa menit ,,
“CCTV!!!!!”teriak Minho pada dirinya sendiri , teringat akan sesuatu itu dan membalut tubuhnya dengan handuk , membungkus badannya yang bidang ,dengan cepat ia membuka pintu kamarnya ,dan mendapati Hyun Ae yang terbangun ,Minho mengurungkan niatnya untuk menghampiri Hyun Ae ,maka ia hanya berdiam dan menatapnya dari balik pintu ..
Hyun Ae dengan rambut hitamnya yang dikuncir dua dikat tali pita ,pipinya merah dan kulitnya putih sekali ,badannya yang kurus kecil ,Minho memerhatikan kedua mata Hyun Ae yang hampir menangis ,ia berusaha menahan tangisannya..
Tangan kecilnya membuka sebuah buku diary bewarna pink kecil..
Hyun Ae membacanya dengan perlahan ..,”Hyun Ae harus jadi anak yang kuat ,tidak boleh menangis , Hyun Ae tidak dilahirkan untuk menjadi anak yang cengeng namun menjadi anak eomma yang kuat ,tidak peduli seberapa besar keinginan Hyun Ae untuk menangis ,Hyun Ae tidak boleh menangis..,eomma bilang kalau appa tidak suka anak yang cengeng ,kalau Hyun Ae menangis ,appa tidak akan suka..Hyun Ae tidak boleh menangis..,tidak boleh.,”tangan kecil Hyun Ae mengucak matanya yang semakin memerah sambil menggelengkan kepalanya..
Minho tergelak melihat anak kecil itu..
***
“Jangan menangis..,”kata Minho ,menyapu air mata yang mengalir di pipi Hye Sun..,”Ada aku yang menemanimu disini ,kau tidak perlu takut..araso..,”
***
Ingatan itu begitu kuat ,melihat Hyun Ae sekarang seperti melihat Hye Sun dulu..
Minho menghampiri Hyun Ae dan berlutut di hadapannya..
Sekarang air mata benar-benar merebak di kedua pipi merah Hyun Ae ,”Oppa..,Hyun Ae telah gagal ,Hyun Ae adalah anak yang cengeng ,”katanya pelan ,air mata tidak berhenti mengaliri pipinya..
Minho menggendong Hyun Ae ,menarik koper dan membawanya masuk..
Minho menidurkan Hyun Ae di sofa dan berkata dengan nada dingin namun menenangkan,”Jangan menangis..,”persis seperti waktu ia menghibur Hye Sun,sahabatnya , dulu ..
Minho meninggalkan Hyun Ae sendirian di sofa ,ia mematikan lampu ruang tamu dan memasuki kamar tidurnya..
***
Hye Sun-a ,maafkan aku telah meninggalkanmu ,mungkin kemarin benar-benar menjadi malam terkahir kita..
Tetapi aku janji akan kembali padamu..,suatu hari nanti..
***
Jam 4 pagi..
Minho terbangun ,pikirannya tentang Hye sun dan masa lalu dengan sahabatnya itu , mengiang begitu kuat di dalam otaknya..
Minho berdiri dan menengok ke ruang tamu…
Kedua mata sembab Hyun Ae masih menutup..
Pandangan Minho tertuju pada sepucuk surat yang terselip di atas koper pink Hyun Ae..
Ia mengambilnya dan membuka surat itu..,tulisan Hye Sun yang rapi masih ia ingat jelas dalam memorinya ,persis seperti tulisan yang sekarang ada di hadapannya..
Lee Min Ho ,
Semoga kau membaca surat ini ,aku tidak bisa memberikannya langsung padamu jadi aku menitipkan surat ini pada So Eun ,temanku..
Aku tahu alamat mu dari ayahmu ,Minggu kemarin aku bertemu dengannya di pasar malam, kau adalah orang yang satu-satunya dapat kutuju ditengah keadaan yang mendesak ini.. Maaf ,kalau tiba-tiba aku muncul dan meninggalkan Hyun Ae begitu saja padamu..,
Tapi ,jangan khawatir ,walaupun umurnya masih 7 tahun..
“7 tahun?Berarti 7 tahun lalu ,tepat pada waktu aku pergi meninggalkan Jeju-do?”Minho bergumam pada dirinya sendiri ,lalu melanjutkan membaca surat dari Hye Sun..
Hyun Ae adalah anak yang mandiri ,penurut ,ia akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menangis ,kalaupun suatu hari ia menangis berarti hatinya diliputi ketakutan yang sangat..
Minho menatap Hyun Ae yang masih tertidur di sofa sambil memeluk diary pink kecilnya ,kedua mata Hyun Ae sembab dan bengkak ,bisa jadi ia menangis semalam suntuk..
Bagiku ,Hyun Ae tidak pernah seperti anak kecil lainnya ,ia adalah seorang yang terlahir sebagai pendiam ,penurut ,ia sama sekali tidak bisa dianggap anak-anak walaupun aku tahu kalau kenyataannya begitu..,ia lebih senang berbicara pada buku diarynya daripada dengan orang-orang..
Disisi lain Hyun Ae terkadang suka keras kepala ,kadang suka bersikap dingin , tatapan matanya juga begitu tajam …,dalam sekejap waktu ia bisa menjadi ‘dingin’ begitu saja jikalau sesuatu atau seseorang mengusiknya ,aku pun tidak berani berbuat apa-apa jika ia sudah begitu..
Kalau kau bertanya ,siapa ayah dari Hyun Ae..
ayahnya adalah Hyun Joong oppa..
Hyun Joong oppa meninggal dalam kecelakaan bersama orang tuanya beberapa minggu setelah kepergian kau ke Soeul..
“Hyun Joong?Apa-apaan lelaki brengsek itu?”Minho menggelengkan kepalanya dengan tampang kesal tidak terima..
Aku tahu sekarang kau adalah Lee Min Ho yang sukses dan terkenal ,tetapi..
Aku sangat mengharapkanmu untuk mengurus Hyun Ae dengan baik sementara aku mempersiapkan semuanya di Amerika ,aku tidak tahu kapan akan pulang ,mungkin sampai aku mendapat pekerjaan tetap dan sebuah rumah di Amerika..,memulai semua kehidupan baru..,selama ini aku tidak pernah memberikan kebahagiaan apapun pada Hyun Ae..,sejak ia lahir sampai sekarang ,aku tidak pernah bisa mengabulkan keinginannya seperti layaknya seorang anak kecil..,maka ia tidak pernah meminta apapun padaku ,kecuali satu..,ia terus bertanya padaku siapa sebenarnya ayahnya ,tetapi aku tidak pernah memberi tahunya sekalipun ..,dan ia tidak pernah memaksa ku untuk memberitahunya..
Oleh karena itu aku sangat mohon padamu..,Hyun Ae adalah anak yang baik..
Jagalah Hyun Ae seperti dulu kau menjagaku..Aku tidak akan lama..
,Goo Hye Sun
***
Day Two
Nafas Yang Sesak
Selasa
Matahari pagi menyinari setiap sudut kamar Minho ,
Minho duduk termenung di meja makan ,ia melahap roti panggang dan telur rebus…,Hyun Ae berdiri bangun dari sofanya dan menatap Minho yang sedang makan..
Minho tidak memperdulikannya ,ia melahap habis semua makanan dihadapannya dan meninggalkan meja makan menuju ke kamar mandi..
Hyun Ae bergegas ke meja makan dan mengambil piring kotor bekas makanan itu ,lalu membawanya ke wastafel ,tangan kecilnya dengan gesit mencuci piring itu sampai bersih..Lalu ia meraih sebuah lap dan membersihkan meja makan itu sebelum pada akhirnya Minho keluar..
“Yya..,”Minho sedikit kaget melihat apa yang dilakukan Hyun Ae ,matanya membelalak..
Tetapi Hyun Ae tidak memperdulikannya dan terus membersihkan meja itu sampai benar-benar bersih..
“Apakah kamu tidak sekolah?tidak pergi ke sekolah?”Tanya Minho yang sudah rapi dengan jas nya untuk menjalani wawancara di sebuah stasiun televisi..
Hyun Ae hanya diam dan menggangukkan kepalanya kebawah tanda ‘ya’..
“Ya sudah terserah kamu saja ,hari ini oppa ada banyak pekerjaan ,”desah Minho..
Kedua mata besar Hyun Ae hanya memperhatikan Minho ,ia terdiam..,sementara Minho menghampirinya dan memberikannya sebuah kunci ,”Ini kamu pegang kunci kamar ini ,jangan hilang ,dan makan saja apapun yang kau mau..,terserah ,aku tak akan peduli”tambah Minho dengan nada dingin dan tampang acuh tak acuh..
***
Minho sudah meninggalkan apartemennya sementara Hyun Ae mandi dan berpakaian..
Ia membuka kopernya ,mengambil sebuah rok terusan bewarna marun kusut yang dibelikan eommanya dulu sekali ,lalu ia mengenakan sepatu hitam yang sudah usang dan menguncir rambutnya ke belakang..
Hyun Ae meraih tas sekolahnya dan pergi meninggalkan apartemen itu sesegera mungkin..
Begitulah kelakuaannya ,ia sama sekali tidak pantas disebut anak kecil ..
Walaupun terkadang Hye Sun masih mengantarnya tetapi ia mengajari putrinya untuk menghafal jalan-jalan yang sering mereka lewati ,dengan cepat Hyun Ae menghafalnya ,untung saja apartemen Minho dekat dengan sekolah Hyun Ae ,sehingga ini bukanlah masalah baginya..
Pintu gerbang sekolah masih terbuka lebar ,hari ini ia datang sedikit lebih siang daripada biasanya..
Hyun Ae melangkahkan kakinya terlalu pelan ,seolah menolak untuk masuk…,pikirannya masih dipenuhi dengan eommanya yang menghilang tanpa memberi tahu apapun kepadanya dan kemunculan oppa ,tinggal di rumah seorang oppa yang tidak dikenalnya ,ini membuatnya semakin tertekan ,namun Hyun Ae menutup mulutnya rapat-rapat ,dan terus berjalan menuju ke kelasnya..
***
Hari sudah malam ,kira-kira pukul sebelas malam ketika Minho pulang dan membuka pintu kamar apartemennya..
Ruangan yang biasanya gelap ,sekarang menjadi terang ,lampu menyala ,menyinari beberapa sudut ..
Minho percaya beberapa menit kedepan anak itu pasti akan muncul di hadapannya ,tetapi sampai Minho selesai mandipun Hyun Ae sama sekali tidak menampakkan dirinya..
Minho merasa tak bisa peduli sama sekali ,seluruh tubuhnya diliputi kelelahan yang amat sangat ,maka ia memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan tidur..
***
Srek…Srek..Srek
Suara Hyun Ae yang terus membolak-balikkan tubuhnya di sofa, terngiang di kuping Minho membuatnya tidak bisa tidur..
Minho keluar menuju ruang tamu sambil menggaruk-garuk kepalanya kesal..,ia melihat Hyun Ae yang sedang terlelap di sofa namun nafasnya tidak beraturan dan tubuhnya bergemetar hebat ,semakin lama ritme nafasnya semakin aneh ,membuat Minho bergidik ketakutan..
Ia ingin membangunkan Hyun Ae dan bertanya apa yang terjadi namun ia ragu melihat Hyun Ae yang tidur begitu lelap ,rambut nya menutupi pipi merah Hyun Ae..,mukanya tampak sangat lelah..,Minho mengerahkan tangannya ingin mengelus Hyun Ae ,tetapi ia sadar dan cepat-cepat mengurungkan niatnya..
Brakk..
Minho membanting pintu kamarnya dan mencoba untuk melanjutkan tidurnya ,walaupun ia tahu usahanya itu akan sia-sia saja...
***
Day Three
Jam Sebelas Malam
Rabu
Minho terbangun oleh suara air yang mengucur ,kedengarannya dari dapur..
Minho berjalan keluar dari kamarnya ,matanya masih sayup-sayup ,matahari belum terbit sepenuhnya ,ini pasti masih subuh sekali ,pikirnya..
Tubuh mungil Hyun Ae tampak sibuk bekerja di dapur ,ia tidak memperhatikan Minho yang sedang menatapnya dengan keheranan..
Hyun Ae menutup mulutnya rapat-rapat ,ia tak pernah bebicara sepatah katapun sejak tinggal disini ,wajah Hyun Ae yang sedikit pucat ,membuat Minho ingin menyuruhnya untuk stop ,tetapi Minho melarang dirinya untuk melakukan itu ,ia tidak tahu apa yang dipikirkan Hyun Ae..
Hyun Ae mencuci semua piring dan gelas kotor lalu menyusunnya ,ia beranjak ke kompor dan menaruh sebuah panci berisi air panas diatas kompor itu..,tubuh kecilnya tampak tenggelam dibawah meja dan kompor di dapur yang menjulang tinggi..
Hyun Ae menaruh panci diatas kompor ,dan tangan mungilnya membuka 2 bungkus ramen ..
Minho yang memperhatikannya dari belakang ,berkata ketus ,”Yya..yya..yya..,untuk apa kau lakukan itu?Apakah mau membuat apartemen ini kebakaran..,?”Tanya Minho sambil menguap..
Hyun Ae tidak mengatakan apa-apa selain menatap Minho dengan pandangan tajam nan dingin ,seolah ia ingin mencibir di depan Minho ,berkata untuk diam saja ,tetapi ia menahan untuk melakukannya..
Lalu Hyun Ae mengadahkan muka dan melanjutkan pekerjaannya ,mencoba untuk tidak memperdulikan Minho yang sedang menatapnya kesal..
Anak aneh!!,pikir Minho sebal..
***
Hari ini Minho tidak ada pekerjaan apapun kecuali interview sore nanti…
Jam menunjukkan pukul 6.30 pagi
Minho berdiri di balkon depan ,melihat pemandangan dan menghirup udara pagi ,setelah memakan sarapan berupa ramen yang dibuatkan oleh Hyun Ae..,tangannya menggengam segelas kopi ..,ia menyeruputnya dan menghela nafas ..
Brakk..
Suara pintu ditutup memakakkan telinga Minho..,ia menengok ke belakang ,Hyun Ae sudah meninggalkannya sendirian begitu saja..
***
Wali kelas Hyun Ae ,Mrs.Su ,memanggilnya setelah sekolah usai..,Hyun Ae berdiri di depan Mrs.Su ,mulutnya tidak menunjukkan sedikitpun senyum..
“Hyun Ae ,kenapa beberapa hari ini mukamu kelihatan pucat Apakah ada yang salah?”Tanya Mrs.Su pada Hyun Ae yang tertunduk lemas..
“Anyeo ..,”jawab Hyun Ae singkat..,”Hyun Ae ..,hanya kecapekan..,”
“Begitu?Ya sudah ,sebaiknya kau istirahat saja yang banyak ,sebentar lagi kelas kita akan mengadakan pentas ,kau sebagai salah satu murid berbakat di kelas jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan ini..,”jelas Mrs.Su sambil mengelus pundak Hyun Ae..
“Iye..,”
Mrs.Su menghela nafas sambil memperhatikan Hyun Ae yang berjalan tertunduk keluar kelas…
***
Interview hari ini berjalan sangat cepat ,pukul 19.30 Minho sudah berada di apartemennya..
Di meja ruang tamu, Hyun Ae mengerjakan PR nya dalam diam..,kedua matanya dengan jeli melihat setiap soal dan mengerjakannya..
Minho masih tidak mengerti dengan anak itu ,ia begitu mirip Hye Sun ,sangat sangat mirip ,tetapi anak itu adalah orang lain disaat yang sama ,sama sekali bukan Hyesun ..,tatapan tajamnya ,mukanya yang dingin .. ,itu bukan Hyesun..,tetapi Minho terus mengurungkan niatnya untuk menyamakan Hyun Ae dengan Hyun Joong ,lelaki brengsek itu..
“Semoga ia tidak mirip dengan lelaki brengsek itu ,”gumam Minho kecil..
Minho mendekatinya dan berjongkok di hadapan Hyun Ae ..
“Yya..”
Hyun Ae bertatap pandang dengan Minho tanpa berbicara apapun..
Minho sangat ingin mendengar suara cempreng Hyun Ae seperti hari pertama ketika Hyun Ae menangis..
Tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa selain pandangan dingin dan desahan sebal Hyun Ae..
Minho menggelengkan kepala dan masuk ke kamar tidurnya,mencoba untuk tak acuh dengan anak kecil yang sekarang tinggal bersamanya..,sementara Hyun Ae terus mengerjakan PR tanpa melemparkan pandangannya pada Minho sekalipun ,seolah ia tidak tertarik sama sekali dan hanya diam dalam dunianya sendiri..
***
Tepat pada jam 11 malam ,Minho keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air . Ketika ia melewati ruang tamu ,ia tidak mendapati Hyun Ae disudut manapun ,hari kemarin juga begini ,tepat jam 11 malam ,Hyun Ae menghilang..Kemanakah ia?
Minho menepuk kepalanya sendiri dan kembali ke kamar tidurnya..,bertanya-tanya ,kenapa ia harus pedulikan anak itu?
***
Day Four
Suara
Kamis
Hyun Ae sedang berjalan menuju sekolahnya ketika tiba-tiba kedua langkah kakinya berhenti tepat di sebuah spanduk iklan yang dipasang besar-besar di jalan raya..
Mata besarnya memperhatikan ,memperhatikan ,dan memperhatikan spanduk itu ,lalu mulut Hyun Ae mengangga..
Itu..,itu adalah oppa yang sekarang tinggal bersamanya ..,muka oppa itu terpampang besar-besar di spanduk iklan , apakah ia artis terkenal ,pikir Hyun Ae..
LEE MIN HO – FANSMEETING – EVERLAND ,SEOUL ,7 MAY ,4 PM
Hyun Ae mengingat baik-baik nama Lee Minho dalam ingatannya..,lalu kedua kakinya mulai melangkah menuju ke sekolah..
***
Kelas seperti biasa selalu dalam keadaan rusuh ..
Hyun Ae hanya diam memperhatikan sekelilingnya ,ketika tiba-tiba saja ,matanya serasa berkunang-kunang ,suara jeritan teman-temannya mulai terdengar samar..,semua temannya seolah menjadi bayangan..
BRAKK..
Mrs.Su yang baru masuk , memukul papan tulis dengan penggaris untuk menenangkan seisi kelas..,ini semua membuat Hyun Ae sadar dari lamunannya..,pandangannya telah menjadi jelas kembali..,Hyun Ae memegang kepalanya dan mengucak kedua matanya ,mencoba untuk focus pada Mrs.Su di depan sana..
“Baik anak-anak ,seperti yang kalian tahu ,untuk yang ke sekian kalinya ,sekolah kita akan mengadakan PENTAS BAKAT ANAK yang dihadiri oleh seluruh orang tua..
Hyun Ae akan mewakili kelas kita untuk menyanyi dan Su Hee akan mewakili kelas kita untuk menari..,”jelas Mrs.Su
“Hyun Ae ,apakah ayahmu akan datang?”cibir seorang teman lelakinya dengan nada mengejek ,..Su Hee yang duduk di ujung dekat jendela bersama teman-temannya terlihat tersenyum mengejek..
Seisi kelas menertawainya…,Hyun Ae tidak memperdulikan mereka ,ia balik memandangi mereka dengan tatapan tajam ..,Hyun Ae mengepalkan tangannya sangat erat ,menahan dirinya untuk tidak menggebrak meja ataupun melemparkan sesuatu ke temannya..
“Diamm!!!”teriak Mrs.Su ..
Tawa anak-anak mulai reda melihat Mrs.Su yang menunjukkan mimik marah pada mereka..
***
Ia baru saja sampai di apartemen .Hyun Ae melepaskan sepatunya dan duduk di balik sofa ,tangan kanannya memegang sepucuk kertas yang diberikan oleh Mrs.Su..
PARK YOUNG NATIONAL SCHOOL
Elementary Departement
Sehubung dengan perayaan ulang tahun sekolah yang ke 7 ,Park Young National School akan mengadakan PENTAS BAKAT ANAK yang sudah ketujuh kalinya diselenggarakan.
Demikian murid dari kelas 3E ,Hyun Ae
Akan mementaskan tarik suara pada ,
Tanggal :7 May
Pukul : 8 PM-10PM
Lokasi :Hall Utama ,4th Floor
Dimohon dengan sangat kedatangan orang tua untuk melihat pementasan ini..
Mrs.Su Eun Kim
Hyun Ae merobek kertas itu dan melemparnya ,potongan-potongan kertas itu berserakan di bawah sofa..,Hyun Ae memejamkan matanya dan menghela nafas ,merasa kesal dengan semua ketidak jelasan permainan dalam hidupnya ini ..
***
Minho keluar dari lift ,tangannya membawa segenggam kantong plastic bewarna pink ,sebuah CCTV diujung ruangan mengikuti gerak geriknya ,Minho mendelik ,lalu dengan kesal ia menaiki sebuah tong sampah dari metalik yang berada di bawah CCTV dan melepaskan CCTV itu dengan paksa ,kabel yang ditarik menimbulkan sebuah percikan api kecil ,Minho melepar CCTV yang sudah pasti rusak itu kedalam tong sampah .Ia tersenyum puas lalu memasuki kamar apartemennya..
***
Grekk
Pintu yang terbuka mengagetkan Hyun Ae ,ia berdiri dan melihat Minho yang sudah pulang…Minho menggengam sebuah kantong pink besar berbungkus pita ..,lalu menaruhnya di meja ruang tamu..
“Untukmu ,”kata Minho acuh tak acuh .,ia melepas blazernya dan meleparnya ke sofa..
Hyun Ae tersenyum simpul lalu menggambil kantong itu dengan ragu-ragu ,tetapi warna pink lembut pada kantong itu seolah mengundangnya untuk membuka kantong itu ,ia paling suka segala sesuatu yang bewarna pink..
“Wah..,”Hyun Ae terkagum kecil , Minho menengok padanya ,akhirnya Hyun Ae membuka mulutnya juga walaupun hanya sepatah ‘wah’ ,Minho memperhatikan Hyun Ae yang membuka kantong itu dan mendapati banyak sekali permen ,boneka beruang putih ,dan sebuah pena bewarna pink di dalamnya..
Hyun Ae menyingirkan semuanya dan memperhatikan pena itu..,pena bewarna pink dengan dominasi putih metalik ,mengkilap ,Hyun Ae membuka tutup pena itu dan mencoret garis kecil di buku diary kecilnya..
Sebuah garis bertinta pink tampak di halaman diarynya..
Hyun Ae tersenyum simpul ,ia senang sekali bisa mendapat pena pink seperti ini ,dari dulu ia sangat mengingininya tetapi ia tidak pernah berani untuk mengungkapkan ini semua pada eommanya..,karena ia tahu ini pena yang mahal..
Boneka beruang putih ,bulunya begitu halus ,Hyun Ae memeluk boneka itu ,ini boneka terhalus yang pernah dipeluknya..
Permen-permen ,selama ini Hyun Ae tidak pernah melihat permen sebanyak ini di hadapannya ,ada macam-macam warna dan rasa ,benar-benar kesukaan anak-anak..
Entah kenapa Minho juga tersenyum senang ,ia merasa senang?Semua ini tampak membingungkan..
Hyun Ae tersenyum begitu manis di hadapannya..,lesung pipitnya terlihat sangat dalam tertanam pada kedua pipi kiri dan kanan ,ia begitu manis ,cantik ,sangat mirip dengan Hye Sun..
Minho masuk ke dapur dan membuat secangkir kopi ketika suara kecil terdengar dari belakangnya ,” Lee O..Oppa..,”gumam Hyun Ae dengan suara yang sangat kecil dan lembut.
Minho tergelak ,sendok dari tangannya terlepas begitu saja..,ia mengarahkan mukanya dan menatap Hyun Ae ..
“..Lee Min Ho Oppa,”senyum Hyun Ae..,”Gumawo..”
Senyuman polos seorang anak kecil yang puas hanya dengan boneka ,permen ,dan pena..Minho akhirnya menyadari betapa hidup Hyun Ae adalah kesusahan selama ini ,dimana ketika anak seumurannya merengek minta dibelikan mainan ,permen ,dan jajanan ,tetapi Hyun Ae?
Minho mulai mengerti ,kenapa Hye Sun bilang kalau ,ia bukanlah ‘anak kecil’ karena Hyun Ae memang ‘bukan’..,ia berbeda..
***
Jam 12 malam ,Minho keluar dari kamar tidurnya ,Hyun Ae sudah terlelap di sofa tempat biasa ia tidur..
Minho memperhatikan muka kecilnya ,ia bisa melihat sarat kesedihan dalam raut wajah tidur Hyun Ae..
Minho mengeriyitkan alisnya dan bergumam pada dirinya sendiri ,”Apakah kamu bisa disebut anak kecil?”
Lalu Minho berdiri ,hendak kedapur dan membuat kopi ,ketika kakinya menginjak sesuatu ,Minho melirik kebawah ..,ia melihat sepotong robekan kertas..
Minho mengambil robekan kertas itu , hanya tertulis PARK YOUNG NATIONAL SCHOOL
Minho mencoba mencari robekan lainnya ,ia menundukkan badannya dan menengok ke kolong sofa ,dimana banyak sekali robekan yang terserak berantakan..
Minho mengambil satu persatu , robekan demi robekan ia sambung lagi menjadi satu kertas yang utuh..,lalu ia membacanya perlahan..,menyerap setiap kata yang ada di dalamnya dengan baik..
***
Day Five
Tersenyum Teruslah Tersenyum
Jumat
Bel tanda usai sekolah telah berbunyi ..
Hyun Ae dengan kepala tertunduk berjalan ,melangkahkan kakinya dengan cepat ..
Gerbang sekolah terbuka lebar-lebar ,semua anak berlari meninggalkan sekolah dengan begitu semangat ,hanya Hyun Ae yang berjalan di ujung dengan kepala tertunduk lemas..
Hyun Ae tidak memperhatikan orang-orang di depannya ,
Buakk..
Hyun Ae menabrak kaki jangkung seorang lelaki ..
Ia menenongkkan kepalanya keatas ,hendak meminta maaf ketika lelaki itu tiba-tiba menggendongnya dan membawanya masuk kedalam sebuah mobil ferari bewarna silver metalik..
“Lee Min Ho oppa ,”senyum Hyun Ae sedikit terkekeh melihat Minho yang menyamar mengenakan hoodie dan kacamata hitam..
Minho melepas kacamatanya seiring ferari yang ia kendarai melaju cepat..
“Hyun Ae ,sebenarnya darimana kau tahu namaku?”Tanya Minho..
“Hmm..,”Hyun Ae tersenyum nakal..,”Persis ,aku tahu kemana oppa akan membawaku..,aku tahu nama oppa dari ..spanduk..!,”kata Hyun Ae dengan sok tahu sambil melirik jam di tangannya ,suaranya terdengar pelan namun bersemangat....
“Yya..,”Minho tertawa..
“Everland..!Oppa mau membawaku kesana kan..?”Hyun Ae tersenyum puas..,”Tanggal 5 bulan May pukul 4 ,lokasi Everland Soeul ,sekarang tanggal 5 bulan May pukul 2.30 ..,”Hyun Ae menaikkan satu alisnya …
***
“Hyun Ae ,oppa tidak bisa membawamu di depan banyak fans,”desah Minho …
“Gwencana oppa ,Hyun Ae akan menunggu di mobil saja..,”kata Hyun Ae tenang ,mobil ferari itu diparkir di tempat tersembunyi..
“Begitukah?”Minho mengeluarkan dompetnya dan memberikan Hyun Ae uang 10000 won ,”Kalau begitu kau tunggu disini baik-baik ,uang ini kau pakai untuk jajan ,oppa janji akan cepat..,”tambah Minho..
Hyun Ae memelototi uang 10000 won itu dan menggelengkan kepalanya ,”Oppa ,terlalu banyak..,”
Tetapi Minho tersenyum dan menyodorkannya uang 10000 won itu pada tangan Hyun Ae kemudian meninggalkan Hyun Ae sendiri di dalam mobil sementara ia berjalan masuk kedalam Everland dengan seorang manajer lelaki yang sudah menunggunya di depan pintu gerbang..
Hyun Ae diam di dalam mobil ,kedua matanya mulai berkunang-kunang lagi untuk kesekian kalinya..
***
“Hyun Ae..,”Minho mengelus pipi merah Hyun Ae yang terlelap di dalam mobil ,seluruh wajahnya diliputi keringat dan mukanya sedikit pucat..
“Oppa..,”desah Hyun Ae membuka kedua matanya..,kedua tangannya masih menggengam uang 10000 won itu ,Hyun Ae menyodorkan uang itu pada Minho ..
“Yya..Hyun Ae ,sudah 1 jam sejak kepergianku ,kau hanya diam tidur disini tanpa makan apa-apa?”protes Minho..
“Gwencana..,”lirihnya lemas..,Minho menggendong Hyun Ae keluar dari mobil ,.tanpa menerima uang yang hendak dikembalikan Hyun Ae,tak lupa Minho mengenakan kacamata hitamnya dan memakai hoodienya ..
“Mr.Kim ,aku pergi bersama anak ini ,”kata Minho pamit pada manajernya ,”Sebaiknya Mr.Kim pulang saja..,”katanya lagi lalu ia meninggalkan Mr.Kim dan menggendong Hyun Ae masuk kedalam Everland..
Everland ,sebuah taman rekreasi yang terdiri dari 5 sektor ,yaitu American Adveture ,European Adventure ,Magic Land , Global Fair,dan Zoo Topia..European Adventure adalah sebuah sector dimana terdapat banyak sekali restoran khas Eropa ,juga banyak taman bunga indah tersusun rapi disana..Minho berpikir sector inilah yang paling sempurna untuk menghabiskan sisa malam bersama Hyun Ae..
Minho berhenti di salah satu restoran Italy ,Hyun Ae dan Minho duduk di ujung ruangan ,seiring bulan mulai naik menerangi malam ,Everland menjadi sepi pengunjung ,apalagi ini adalah hari biasa ..,bukanlah hari libur ..
Minho menyodorkan menu makanan pada Hyun Ae dan berkata ,”Pesanlah apapun yang kau mau..,”
“Oppa?”Hyun Ae melirik menu itu dengan bingung ,”Sebaiknya Oppa saja yang memesannya untukku..,”pinta Hyun Ae ..
“Kau yakin?”goda Minho
Bibir pucat Hyun Ae mengeluarkan senyum simpul dan mengganguk pelan..,”Ya ..”
Minho melambaikkan tangannya sementara seorang pelayan perempuan datang menghampiri meja dimana mereka duduk..
“Ya..Tuan..,”Pelayan tersenyum dengan notes siap di tangannya..
Minho berdeham ,ia memalsukan suaranya menjadi sedikit cempreng agar orang-orang tidak menyadari keberadaannya,”Ehm..,,tolong ,saya pesan 2 Fettucini with Sauce dan 2 strawberry smoothies..,”
Pelayan itu tampak mencatat semuanya dan pergi meninggalkan mereka..
Hyun Ae terkekeh ,ia lagi-lagi terlihat persis seperti ibunya ,pikir Minho..
“Kenapa kau terkekeh?”Tanya Minho ,suaranya kembali normal..
“Bukan begitu ,tetapi saya tak bisa menahannya ,suara cempreng oppa terlalu lucu..,”kata Hyun Ae ,kedua lesung pipitnya membentuk sebuah bolongan tajam ,menghiasi kedua pipinya kala ia tersenyum begitu bahagia..
“Bahagiakah?”Tanya Minho lagi ,ia termenung ,memikirkan betapa kasihannya hidup Hyun Ae..
Hyun Ae mengganguk pelan ,”Gumawo oppa..karena satu lagi mimpi Hyun Ae terwujud …,Pergi ke Everland..”
Everland sebuah tempat yang begitu umum bagi anak-anak ,sampai kesinipun ia tak pernah mengunjunginya membuat Minho tercengang tidak percaya..
“Kemana saja kau selama ini?”Tanya Minho pada Hyun Ae..
“Hanya rumah dan sekolah ,itulah kehidupanku oppa..,”Hyun Ae menunjukkan senyum manisnya..
Minho merasa lebih iba ,ia ingin menyenangkan Hyun Ae lebih lagi ,tetapi ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya ,terlalu banyak kepingan yang hilang dalam diri Hyun Ae ,ini membuat Minho tidak yakin dapat mengembalikan semua kepingan itu pada diri Hyun Ae secara utuh..
Tiba-tiba saja ia merasa sangat bertanggung jawab atas ini semua ..,perasaan yang datang tiba-tiba seolah sangat mengikatnya ,tatapan anak kecil di hadapannya..Ini mulai tak terkendali..,pikir Minho..
***
Minho dan Hyun Ae dalam gendongannya ,melihat hamparan taman bunga yang luas ,ditaburi warna warni bunga yang indah…
Bulan sudah sepenuhnya berada di atas ,menerangi langit malam bersama bintang-bintang kecilnya ..
Hyun Ae menutup matanya, ia menyenderkan kepalanya pada dada Minho yang hangat ,menikmati suasana ini ,mulutnya tersenyum lebar..,wangi bunga menusuk hidungnya..
Minho memperhatikan wajah Hyun Ae ,senyumannya sangat menusuk hati ,wajahnya seperti malaikat kecil dengan cahaya yang menerangi wajahnya..
Minho berbisik di telinga Hyun Ae ,”Tersenyum teruslah tersenyum ,”
“Oppa..,aku ..,hanya memanfaatkan sisa waktuku untuk tersenyum ,gumawo oppa sudah membantuku..,”kata Hyun Ae pelan ..
Minho memeluk Hyun Ae dalam gendongannya semakin erat ,dalam hati tak mengerti apa yang diucapkan Hyun Ae ..-END CHP