Author Topic: September's blue : My Rainy Days ~CHP 5 Part (iii) FINAL~6 Feb'11  (Read 21020 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
bikin aja si hyemi bunuh diri gara2 jungmin kawin lari ma jie ah  [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
bikin aja si hyemi bunuh diri gara2 jungmin kawin lari ma jie ah  [hmff] [hmff]
[nono] [nono] wlp diajak kawin lari si jieah pasti menolak [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
bikin aja si hyemi bunuh diri gara2 jungmin kawin lari ma jie ah  [hmff] [hmff]
[nono] [nono] wlp diajak kawin lari si jieah pasti menolak [sweat]
mak nem ada2 aja..kawin lari itu gak enak tau [hmpfh]

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline love_miinsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 77
  • ;)
  • Location: palembang
    • View Profile
wahh

mv baru bza koment n baca ff ny skrg !!
ak suka dec crita nya [cheekkiss]

lnjutkn ya sist   [smiley-gen013] [smiley-gen013] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04228]


                sexyyyyyyyyyyyyyy..... :D

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
MO NAGIH UPDATE SEKALIAN NYAMPAH DIMARI  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


[smiley-gen013] MAMI HAPPY B'DAY YOWWWW TAMBAH TUWA LOEEEE YG DEWASA GAK USAH PAKE REBUTAN MINO LAGI UDAH SERAHKAN MINO, RAYANG, DLL KE TANGAN NOONA DIJAMIN AMAN, DAMAI, TENTRAM N SENTOSA HIDUP LOE  [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
MO NAGIH UPDATE SEKALIAN NYAMPAH DIMARI  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


[smiley-gen013] MAMI HAPPY B'DAY YOWWWW TAMBAH TUWA LOEEEE YG DEWASA GAK USAH PAKE REBUTAN MINO LAGI UDAH SERAHKAN MINO, RAYANG, DLL KE TANGAN NOONA DIJAMIN AMAN, DAMAI, TENTRAM N SENTOSA HIDUP LOE  [hmpfh]
[guns] [guns] [guns]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
mami, ji ah kapan mo di update, jangan lama2 dunks [heh] [heh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




tok .. tok .. tok ....

"Masuk!"

drekkk ... sesosok tubuh mungil muncul dari balik pintu yang terbuka. Dia memakai jubah panjang warna putih dengan rambut panjang yang disangul ke atas. "Dear, sedang sibuk?" tanyanya.

Dokter muda dalam ruangan itu mengangkat wajah dari laporan-laporan pasien di atas meja. Dia tersenyum begitu melihat tunangannya mendekatinya.

"Sedikit." katanya sambil berdiri dari kursi. "Ada urusan mencariku?" Dia memberi kecupan hangat di pipi wanita berpakaian dokter tersebut.

"Ne. Tentang Jie-Ah."

"Goo Jie-Ah?" raut wajah si dokter pria berkerut. "Hmm--kelihatannya kau tertarik padanya, Eun-Hye a?" dirangkulnya tubuh Eun-Hye dari belakang.


"Ne." jawab Eun-Hye. "Dia, .. bagaimana menjelaskannya ya?" pandangannya menerawang ke langit-langit ruangan. "Dia .. mengingatkanku pada Hong-Ki." kemudian dia menoleh ke dokter muda di sebelahnya. "Kamu ingat Hong-Ki, Dae-Won a?"

Dae-Won berpikir sejenak. "Maksudmu ... sepupumu yang meninggal karena kelemahan jantung itu?"

Eun-Hye mengangguk. Pikirannya kembali menerawang ke masa lalu.

"Kamu teringat padanya karena kasus Jie-Ah?"

Eun-Hye mendesah perlahan. "Keadaan Jie-Ah lebih parah dari Hong-Ki kan?"

Dae-Won melepaskan rangkulannya dari pinggang Eun-Hye, kemudian mengandeng tangan tunangannya itu menuju meja kerjanya yang berserakkan barang-barang yang berhubungan dengan laporan-laporan kesehatan para pasien yang ditanganinya. Dia menarik selembar gambar X-ray yang memperlihatkan keadaan jantung Jie-Ah.

"Kamu lihat ini .. ," diberikannya gambaran X-ray tersebut pada Eun-Hye. "Sangat buruk ... "

Eun-Hye mengarahkan foto X-ray tersebut ke dekat lampu yang berada di atas papan yang menempel di dinding.

"Keadaan jantungnya semakin lemah .. ," lanjut Dae-Won begitu sampai di sebelahnya. "Tidak ada jalan lain selain menganti jantungnya dengan segera. Tapi sayang, sampai sekarang belum ditemukan jantung yang cocok buat jantungnya .. "

Eun-Hye mendesah lagi. Diletakkannya kembali foto X-ray itu ke atas meja.

"Keajaiban .. tidak akan terjadi dua kali kan?" katanya pelan.

"Mwo?" Dae-Won berpaling padanya.

Eun-Hye tersenyum kecut. "Tidak apa-apa." katanya. "Hidupnya selama 18 tahun adalah keajaiban, jadi menurutmu,, apa keajaiban itu akan terjadi lagi, Dae-Won a?"

Dae-Won terdiam--tidak mampu menjawab. Beberapa menit ke depan, ruangan tersebut menjadi senyap. Sampai Dae-Won bergerak, mendekati Eun-Hye dan memeluknya. "Mungkin ada pengecualian buat Jie-Ah ..," desahnya di telinga kekasihnya itu. "Semoga saja ... " Kemudian dia memutar Eun-Hye kearahnya. "Tapi .. masalah ini tidak akan menghambat rencana pernikahan kita kan? Kamu tahu appa sudah ngebet untuk menimang cucu .. "

Eun-Hye tersenyum. Dipeluknya Dae-Won erat-erat. "Tentu saja tidak. Pernikahan kita tetap akan dilaksanakan dua bulan mendatang .. Semua persiapannya sudah matang .. tidak mungkin ditunda lagi."

Dae-Won mengecup kening Eun-Hye. "Gumawo .. "


***** >< >< *****

 

Semburat merah mentari pagi menimpa rambut Jung-Min. Dia berdiri di depan gerbang Everlasting dengan dua kantong berisi makanan di tangannya.

tok .. tok .. tok .., diketuknya pintu tersebut dengan tangan kanannya yang menjinjing kantong besar.

Dia menunggu selama beberapa menit kemudian mengulangi ketukannya ketika tidak terlihat tanda-tanda pintu tersebut akan dibuka Jie-Ah. Dia menunggu lagi. Lima menit kemudian terdengar deritan pelan dari pintu kayu di hadapannya.

Jie-Ah muncul di depan pintu dengan sepasang mata melebar perlahan-lahan. Dia sangat terkejut mendapatkan kemunculan Jung-Min di situ.

"Ka .. kamu .. ," tangannya terarah ke Jung-Min. "Kenapa?"

Jung-Min tersenyum sambil mengangkat tangannya yang penuh bawaan. "Mengantar makanan .. Kamu belum sarapan, kan?"

"Makanan?" kepala Jie-Ah bergerak ke samping. "Sa .. saya tidak memesannya padamu .. ," tolaknya halus.

"Ne. Saya tahu." Jung-Min menurunkan kedua tangannya. tampangnya jadi serius sekarang."Beri saya kesempatan, Jie-Ah a! Jeobal,, Hanya sebatas sahabat."

Beberapa saat mereka saling berpandangan. Sinar mata Jung-Min menyusup sampai ke kalbu, membuat Jie-Ah membisu. Dia ingin menolak lagi tapi suaranya tidak keluar. Tatapan penuh pengharapan itu begitu hangat--mampu mencairkan kekerasan hatinya. Mata Jie-Ah meredup perlahan. Dia bergeser dari tempatnya dan memberi jalan kepada Jung-Min.

"Tidak lebih dari setengah jam. Saya .. saya sangat capek. Ingin segera istirahat." ujar Jie-Ah lambat-lambat.

Jung-Min melewatinya sambil tersenyum. "Tentu saja. Saya tidak masalah .. Tapi .. ," tiba-tiba dia berbalik hingga Jie-Ah hampir menabraknya. " .. kita lihat saja nanti .. ," lanjut Jung-Min.

Setelah itu dia memutar tubuh dan meneruskan langkahnya. Mata bulat Jie-Ah berkejap-kejap mengikuti kepergian Jung-Min.


***** >< >< *****

 

Jung-Min dan Jie-Ah menyelesaikan sarapannya dalam waktu setengah jam. Jie-Ah berdiri dari kursi kemudian mengayunkan tangannya ke arah pintu.

"Kamu boleh pergi sekarang .. ," katanya pada Jung-Min dengan ekspresi datar.

Jung-Min mengambil piringnya yang telah kosong kemudian menimpanya menjadi satu dengan piring-piring kotor lainnya. "Seserius ini?"



"Seperti yang telah kukatakan padamu. Saya ingin istirahat .. Peralatan-peralatan ini biar saya yang membersihkannya. Sekarang keluarlah dari sini ... "

"Tidak bisa!" Jung-Min berkeras. Tanpa memperdulikan reaksi Jie-Ah dibawanya piring-piring kotor tersebut ke dapur. "Saya akan membawamu ke satu tempat!" teriaknya dari dapur. Terdengar air mengalir dan bunyi dentingan piring ketika Jung-Min mulai mencuci piring-piring tersebut.

"Sudah kubilang saya yang akan membersihkannya .. ," kata Jie-Ah dari ambang pintu.

"Tidak apa." sahut Jung-Min tanpa berbalik. "O ya, apa kamu sudah makan obat?"

Tidak terdengar jawaban. Jung-Min menoleh ke belakang. Ternyata Jie-Ah sudah beranjak dari tempatnya. Jung-Min menghembuskan nafas perlahan sambil beralih kembali ke pekerjaannya mencuci piring.

Tujuh menit kemudian dia keluar dari dapur. Dilihatnya Jie-Ah berdiri menghadap jendela. Tubuhnya tak bergerak. Hanya pandangannya yang semu tertuju ke pemandangan di luar. Suhu udara mulai memanas sekarang. Mentari pagi yang bersinar lembut tadi sudah memperlihatkan keperkasaannya. Sinar-sinarnya membakar kulit.

Jung-Min mendekati Jie-Ah. Mendadak diraihnya tangan gadis itu.

"Ayo ikut denganku!"

Jie-Ah tersentak. Matanya melebar. "Mwo?!" kemudian dikibaskannya tangan Jung-Min. "Lepas! Apa-apaan ini?!"

"Ikut denganku?!" ulang Jung-Min.

"Pergi saja sendiri!" ketus Jie-Ah. Nafasnya agak memburu setelah mengatakan itu.

"Tidak!" ujar Jung-Min tegas. Ditariknya Jie-Ah sampai ke sofa. Kemudian meraih tas selempangnya. "Kita pergi bersama."

"Tidak mau!" Jie-Ah berusaha melepaskan pegangan Jung-Min tapi tidak berhasil. Genggaman tangan kekar itu sangat kuat. "Memangnya mau ke mana?"

"Ke laut.," jawab Jung-Min.

"MWO?!" mata Jie-Ah terbelalak lebar. "Ke .. ke laut?" sambungnya tak percaya--seakan kata 'laut' pertama kali didengarnya. "Laut .. katamu?"

"Ne." Jung-Min menoleh, "Memangnya kenapa?"

Jie-Ah mengeleng pelan. Dia tidak berontak lagi sekarang. Seperti orang linglung dia mulai bergerak. Perlahan-lahan kakinya melangkah ke depan mengikuti langkah Jung-Min.    


***** >< >< *****

 

"Bagaimana?" Jung-Min menoleh ke arah Jie-Ah. "Indah, kan?"


Jie-Ah tidak menjawab. Dia bergerak lambat-lambat ke depan. Pasir halus yang dihempaskan ombak laut menerpa kakinya yang tak beralas. Riak-riak kecil membuat pergelangan kakinya seperti digelitik--terasa sangat geli. Sedangkan langit biru di atas membentang berupa lingkaran melengkung, terlihat sangat dekat--seakan terjamah oleh tangannya. Tangan Jie-Ah terjulur ke depan--berusaha menyentuh garis langit dan pantai. Yang tentu saja tidak tergapai oleh tangannya. Sungguh ciptaan Tuhan yang maha sempurna, desis Jie-Ah halus.

Berulangkali burung-burung laut melayang di atas kepalanya. Berputar-putar dengan suaranya yang berkeok-keok--seakan menyambut kedatangannya kemudian menancap ke dalam laut dan terbang kembali ke atas dengan ikan yang terjepit di paruh-paruhnya yang tajam. Mulut Jie-Ah mengangga perlahan. Tidak mampu mempercayai apa yang dilihatnya di depan mata. Untuk pertama kali dia melihat pemandangan seperti ini. Pemandangan laut yang memukau. Untuk pertama kali pula kakinya menapak pasir halus yang terpentang begitu luas dan untuk pertama kalinya dia mendengar suara ombak-ombak yang menampar garis pantai dan batu karang.

Biasanya pemandangan ini hanya dapat dinikmatinya di televisi. Atau .. didengarnya dari orangtua dan oppanya. Sekarang dia melihatnya dengan mata dan kepala sendiri. Sungguh menakjubkan. Tiba-tiba ombak membesar dan menerpa kakinya sampai ke pinggang. Jie-Ah sangat terkejut dan langsung mundur ke belakang. Dia mendengar seseorang tertawa halus. Jie-Ah berbalik.

"Gwencana?" tanya Jung-Min begitu sampai di sebelahnya. "Jangan berdiri terlalu ke tengah. Nanti ombak besar datang lagi .. "

Jie-Ah menatap Jung-Min tak berkedip. "Gumawo .. ," katanya pelan.

"Untuk apa?" Jung-Min membalas pandangan Jie-Ah serius.

"Untuk semua ini .. ," Jie-Ah memandang ke depan. "Sejujurnya .. pertama kali saya menapakkan kaki di pantai--di laut. Sangat indah .. "

Jung-Min langsung membisu. Tidak dikira jawaban ini yang akan didapatkannya. "Kamu .. belum pernah ke pantai?"


Jie-Ah mengeleng sambil tersenyum hambar. "Tidak. Udara laut tidak baik buat kesehatanku .. ," belum habis perkataan itu, dadanya terasa sesak. Tangan Jie-Ah menekan dadanya sendiri. Dia berusaha menarik nafas dalam-dalam.

Melihat perubahan mimik wajah Jie-Ah, Jung-Min segera bergerak ke depan. "Weo? Gwencana?"

Jie-Ah mengeleng. "Aku ... aku ti .. dak .. tidak bisa .. ber .. na ..fas .. Sangat .. sangat ter .. tersiksa ..," jawabnya dengan susah payah. Kata-katanya terputus-putus dan wajahnya pucat pasi. Tekanan di bagian dadanya semakin kuat. Sampai akhirnya dia ambruk dalam dekapan Jung-Min.

"GOO JIE-AH!!!" teriak Jung-Min kaget. Diguncangnya tubuh Jie-Ah keras-keras. "GOO JIE-AH!! Heyy!! Bangun,, sadarlah!!" Tidak ada reaksi sama sekali dari tubuh yang terkulai tak berdaya itu.

Nafas Jung-Min tertahan. Tanpa berpikir panjang lagi dia mengangkat tubuh Jie-Ah dan membawanya berlari dari pantai menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan--beberapa meter dari tempat itu.    


***** >< >< *****

 

Dae-Won keluar dari ruang rawat Jie-Ah. Wajahnya terlihat kusut. Dilepaskannya masker dan stetoskopnya dengan kesal. Dia berjalan ke arah Jung-Min yang menyandar di dinding dengan kepala tertunduk.

"KAMU!! Tahu apa akibat dari yang kau lakukan?!" teriaknya marah.


Jung-Min mengangkat wajah dan tersentak melihat kehadiran Dae-Won. Dia terlalu tenggelam dalam perasaan dan ketakutannya tadi sehingga tidak menyadari keluarnya dokter itu dari dalam ruang UGD di belakangnya.

"Ba .. bagaimana keadaannya dok? Ti .. tidak parah, kan?"

Dae-Won menarik kerah baju Jung-Min dan menekan tubuh jangkungnya ke dinding. "Kamu hampir membunuhnya, tahu?!"

"A .. APA?" mata Jung-Min terbelalak lebar. "Ta .. tapi .. dia .. dia .. baik-baik saja kan sekarang?" tanyanya ragu-ragu dan sangat pelan. Penyesalan yang sangat dalam menyusup ke dalam hatinya.

"Jika tidak memahami keadaan penyakitnya--tidak tahu apa yang boleh dilakukan dan tidak--jangan sekali-kali membawanya ke mana-mana!!" mata Dae-Won hampir meloncat keluar saking murkanya. "Kami berusaha mempertahankan hidupnya selama 18 tahun. 18 tahun!" Dae-Won menarik tubuh Jung-Min kemudian menghentakkannya kembali ke belakang. Jung-Min meringis. Punggungnya terasa perih ketika menabrak dinding di belakangnya. "Apa kamu bisa membayangkan itu, keparat?! Kamu hampir merenggut nyawanya!! Apa kamu tahu dia tidak boleh berkeliaran di udara terbuka--apalagi menghirup udara laut dan cuaca panas seperti hari ini?!"

Seruan-seruan ketus dan bertubi-tubi dari Dae-Won membuat lutut Jung-Min lemah. Dia hampir tersungkur ke depan jika Dae-Won tidak menekannya begitu kuat ke dinding. "Sosoengheyo .. ," ujarnya lemah.

Dae-Won mendorong Jung-Min ke pintu ruang UGD. "Bukan padaku! Yang harus kamu mintai maaf ada di dalam." tangannya menunjuk ke ruang gawat darurat di depannya. "Dia berbaring dalam keadaan lemah .. Jantungnya hampir berhenti berdetak. Jika bukan dibawa ke sini tepat waktu, dia sudah meninggal. Dan itu karena kecerobohan anda!"

Jung-Min menghela nafas berat. Dia tidak berani membalas pandangan pria di hadapannya ini. Perlahan dia memutar tubuh dan berjalan ke ruang UGD yang pintunya tidak tertutup.



Dia sadar kesalahan yang dibuatnya memang sangat fatal. Perkataan dokter ini benar. Dia keparat. Tidak menyelami apa yang sebenarnya terjadi pada Jie-Ah. Tidak memahami penyakitnya. Mengapa gadis itu selalu keluar di waktu hujan, seharusnya dia menyadarinya. Udara panas dan pengap tidak cocok buat jantungnya yang lemah. Seharusnya dia tahu itu. Tapi dia tidak memikirkan ini. Dia tidak memberi perhatian lebih. Yang dipikirkannya hanya ingin menyenangkan hatinya dan juga memberi kejutan-kejutan yang dipikirnya akan membuat hatinya tersentuh.

Jung-Min menekan gagang pintu itu, membukanya kemudian masuk ke dalam.


***** >< >< *****

 

Jie-Ah terbaring di atas ranjang. Wajahnya masih terlihat pucat walaupun pernafasannya mulai terkendali. Pandangannya terlihat semu terarah ke langit-langit ruangan. Jung-Min mendekatinya dengan perlahan-lahan. Jie-Ah sama sekali tidak menyadari kehadirannya di situ.

"Jie-Ah .. "

Jie-Ah menoleh ke samping. Ketika bermaksud mengatakan sesuatu tiba-tiba kerongkongannya terasa tercekat. Tampang memelas Jung-Min membuatnya terbatuk-batuk kecil. "Weo?" tanyanya dengan suara kering. "Disembur dokter Kim?" tebaknya sambil tersenyum perlahan.


"O .. ," mulut Jung-Min terbuka. "Kamu tahu dari mana?"

Jie-Ah tertawa tertahan. Dia terbatuk-batuk lagi. Tenggorokannya terasa gatal dan kering. "Tampangmu seperti oppa ketika dimarahi dokter Kim .. "

"Oppamu?"

Jie-Ah mengangguk lemah. "Ne. Oppa sangat bandel. Dia selalu membawaku manjat pohon di belakang rumah. Sering begitu!" katanya dengan pikiran menerawang. "Oppa tidak pernah mau mendengarkan nasehat dokter Kim. Yang dipikirkannya hanya bagaimana caranya menyenangkan hatiku. Oppa tahu aku tidak suka dikurung dalam rumah. Karenanya dia selalu membawaku bermain di luar. Memanjat pohon dan menanam bunga-bunga di rumah kaca, tapi tentu saja .. ," perhatiannya beralih ke Jung-Min dan dia tersenyum lembut dengan sinar mata meredup, " .. tidak sejauh tindakanmu. Oppa tidak pernah membawaku jauh-jauh dari rumah. Apalagi ke laut. Oppa sadar itu titik matiku. .. Akibatnya aku selalu dilarikan ke rumah sakit karena kenakalan-kenakalannya .. "

Tampang Jung-Min jadi muram. "Miane .. ," katanya pelan. "Jeongmal miane."


Jie-Ah mengeleng. "Tidak. Kamu tidak perlu minta maaf." dia tersenyum lagi. "Seharusnya aku berterimakasih padamu, Jung-Min a. Ini pengalaman pertama bagiku. Walaupun menyakitkan dan hampir merenggut nyawaku, aku tidak menyesal. Aku akan mengingatnya seumur hidup .. "

"Jie-Ah a .. ," Jung-Min menyentuh lengan Jie-Ah. "Aku tidak mengijinkanmu berkata begitu .. Kamu akan panjang umur, percayalah .. aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Aku berjanji, mulai sekarang aku akan belajar memahami penyakitmu. Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak. Aku akan mencari pengobatan terbaik buatmu .. Jie-Ah a, agar kamu terus berada di sisiku .. "

"Gumawo .. ," kata Jie-Ah lemah. "Tapi kamu tidak perlu berbuat begitu. Hubungan kita hanya sebatas sahabat biasa. Tidak lebih. Biarlah semua berjalan apa adanya."

Jie-Ah memejamkan matanya. Ya, ini jalan terbaik. Dia tidak akan menghindari Jung-Min lagi. Tapi dia juga tidak akan menerimanya melebihi seorang sahabat biasa. Tidak jika begitu kepergiannya pemuda ini akan bersedih dan merana. Dia tidak mampu membayangkan kejadian ini. Hatinya akan terasa lebih sakit melebihi penyakit yang selama ini mengerogoti tubuhnya.

 
***** >< >< *****
« Last Edit: January 12, 2011, 06:35:21 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Nona lee, thanks dah update. Baca d bagian akhir ternyata jie-ah takut kalau dia mati jung min bakal sedih ya? Tp jung min parah juga tuh, klo telah bw ke rmh sakitkan jie ah bisa metong.

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Jadi itu toh maksud dr judulnya, MY RAINY DAYS. Ternyata oh ternyata jie ah gak bisa berada di udara yg panas. Makanya dia keluar rumah pas hari hujan. POOR JIE AH

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
mami pengen ku peyuk peyuk dirimu [arms] [arms] [arms] [arms], thnx mami yang baik hati & tidak sombong, ixixixixixixiiiii
jung min bermaksud baik mo ajak jie ah jalan2 eh malah ketiban maslah malah ampir ditonjok ama dr dae won lagi, duh kacian bener. pengen gw peyuk2 si jung min  [hmff] [hmff] [hmff]

tapi dah nampak nich jung min jatuh cinta ama jie ah begitu juga si jie ah dah mulai naksir2 jung min, bener ga mi????

liat piku dae won ama eun hye ( aka a tse aka san chai ) jadi kangen ama MG, hehehe

mam, ntar yg donorin jantung buat jie ah si hye mi aja mam, eh tapi ntar kalo donor jantungnya dari hye mi ntr berasa si hye min yg pacaran ama jung min walaupun secara fisik jie ah ( kan biasanya gitu mam kalo donor jantung berasa ada jiwa lain yg ada di tubuh kita )....... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mami pengen ku peyuk peyuk dirimu [arms] [arms] [arms] [arms], thnx mami yang baik hati & tidak sombong, ixixixixixixiiiii
jung min bermaksud baik mo ajak jie ah jalan2 eh malah ketiban maslah malah ampir ditonjok ama dr dae won lagi, duh kacian bener. pengen gw peyuk2 si jung min  [hmff] [hmff] [hmff]

tapi dah nampak nich jung min jatuh cinta ama jie ah begitu juga si jie ah dah mulai naksir2 jung min, bener ga mi????

liat piku dae won ama eun hye ( aka a tse aka san chai ) jadi kangen ama MG, hehehe

mam, ntar yg donorin jantung buat jie ah si hye mi aja mam, eh tapi ntar kalo donor jantungnya dari hye mi ntr berasa si hye min yg pacaran ama jung min walaupun secara fisik jie ah ( kan biasanya gitu mam kalo donor jantung berasa ada jiwa lain yg ada di tubuh kita )....... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
emangnya elu kepingin hyemi metong ya [laughing] [laughing]

kucing_hilang, yup maksud judulnya begitu,, hidup jieah dari kandungan udah kelam. klu bukan keajaiban dia tuh udah mati sejak dlm kandungan ommanya [cry]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks mami udah diupdate [hug] [hug] [cheekkiss] [cheekkiss]

 [ohmy] [ohmy] [ohmy] kasian bgt jieah mam kumat lg [cry] [cry] [cry] sampe kpn hrs tersiksa sama penyakitnya ntu nyari donor jantung pan ga gampang ye [sweat]

eh mam USG ntu bukannya kandungan ntu ya [chin] tu ruang UGD kali mam [chin]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
thanks mam atas updateannya  [hug]

jie ah ku malang, jie ah ku sayang  [cry]  [cry] [cry]

kucing_hilang, yup maksud judulnya begitu,, hidup jieah dari kandungan udah kelam. klu bukan keajaiban dia tuh udah mati sejak dlm kandungan ommanya [cry]

mam, bukan kucing tp kelinci. gimana sih ID orng digonta-ganti  [hmff]

kelinci, gigit tuh si mami  [laughing]