Author Topic: "Beautiful Life" *Chapter 4* 15 Juni 2012  (Read 8541 times)

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -sinopsis-
« Reply #30 on: July 03, 2010, 06:46:31 pm »
o gitu toh @lulu [biggrin] maklum kita2 bawaannya curiga mulu [hmff] apalagi gw [laughing] [laughing] ..
ID gw yg lain tuh min.love.sun. [biggrin]

ooww
aku pikir ID mami
'gantang ricky prabowo'
_ nuduh mode on _
haha :-D

@ LuLu ,
kpan nich launching chapter 0ne'x ???
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -sinopsis-
« Reply #31 on: July 03, 2010, 09:50:17 pm »
o gitu toh @lulu [biggrin] maklum kita2 bawaannya curiga mulu [hmff] apalagi gw [laughing] [laughing] ..
ID gw yg lain tuh min.love.sun. [biggrin]

ooww
aku pikir ID mami
'gantang ricky prabowo'
_ nuduh mode on _
haha :-D

@ LuLu ,
kpan nich launching chapter 0ne'x ???
[head break] [head break] [head break] gw ga segableng si om [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -sinopsis-
« Reply #32 on: July 04, 2010, 12:07:03 am »
Semuanya mian lulu blm bisa update chap perdananya.,
ayah ku lg sakit..jadi lulu jarang ol.. Ini aja ol lewat hp.. Mian sekali lagi
tapi lulu usahin update secepatnya..
yg ini lulu jg ya [what] berarti selama ini IDnya ada dua dong [chin] [chin]
terus judul ff kamu yg ini sama ama judul ff si noona b yg minolin itu, LIFE IS BEAUTIFUL [hmpfh] [hmpfh]

edit ------------------------

ternyata judul di sini BEAUTIFUL LIFE [laughing] [laughing]
yah si mami musti pk kacamata tuh masa judulny salah baca[laughing] [laughing]
Lulu aku doain m0ga ayahmu cepet sembuh,
Lu yg jd anakny mino sapa?yieun ya..

Offline lluluMH

  • Newbie
  • *
  • Posts: 79
  • I like her style boyish but still beauty love it
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #33 on: July 05, 2010, 11:44:13 pm »
mian semuanya baru bisa update sekarang, cz ayah blm sembuh jadi gak sempet ol..  [cry]
chap pertema ini blm ada konflik apa-apa. Baru pengenal aja....
selamat membaca...  [biggrin] [biggrin]
mian kalo jelek..  [heh] [heh]

Chapter 1

Additional Cast

-YE EUN-


Anak perempuan Lee Min Ho

Sunny


Sahabat dan Partner Kerja Yesung



-BEAUTIFUL LIVE-

“Kau sudah siap sun-a?”

“Ne!”

“Araseo, kachaaa..”

“Bibi kami pergi. Kau jaga diri baik-baik” hyesun pamit pada bibinya. Lalu memeluk bibinya erat-erat. Butiran bening itu sudah tidak terbendung lagi. Air mata hyesun sudah jatuh menyentuh bahu bibinya.

“Ne, hati-hati di jalan” air mata yang jatuh dari kelopak mata bibi hyesun tidak kalah deras dengan hyesun. Donghae hanya bisa tersenyum, sebenarnya air matanya sudah memaksa untuk keluar, tetapi donghae menahannya.

“Bibi jaga kesehatanmu. Jika ada apa-apa langsung hubungi kami!” donghae mulai bicara pada bibi hyesun saat mereka sudah melepaskan pelukannya.

“Ne, donghae tolong jaga hyesun baik-baik. Bibi titip hyesun padamu.”

“Bibi tak perlu khawatir. Aku akan selalu menjaga hyesun.”

“Ya sudah. Kami pergi bi, annyeong.”
Hyesun memasuki mobil donghae yang sudah menunggunya daritadi. Sedangkan donghae memasukkan barang-barang hyesun ke dalam bagasi. Setelah memasukkan barang-barang hyesun donghae masuk ke mobil. Dan mereka siap berangkat.

“Bibi, jangan khawatirkan kami. Makanlah yang banyak. Aku sayang bibi.” Hyesun teriak melalui kaca jendela yang di bukanya. Tidak henti-hentinya punggung tangan hyesun menyeka air mata yang bercucuran. Sebenarnya ia tidak sanggup untuk meninggalkan bibinya. Tapi apa boleh buat, sekarang sudah waktunya ia hidup mandiri dan mulai mengawali karirnya.


Flashback

“yeoboseyo sun-a” donghae memulai pembicaraan saat ia menelepon hyesun.

“Ne, yeoboseyo donghae-a. waegude?”

“Bisa kita bertemu di taman sekarang? Ada yang ingin ku bicarakan”

“O ya baiklah. Ada yang ingin ku bicarakan juga padamu. Tunggu aku di taman.”

“Ne, aku akan menunggumu.”


"Donghae"

Apa yang ingin hyesun bicarakan padaku. Semoga tidak ada masalah apa-apa. Dan semoga ia tidak menolak untuk menemani ku ke Seoul.

"Hyesun"

Ada apa dengan donghae. Tumben ia ingin membicarakan sesuatu. Ohh semoga donghae tidak melarangku pergi ke Seoul. Dan akan lebih baik jika ia ingin menemaniku.

Taman

“Hey, ada apa kau menyuruhku ke taman?” donghae terkaget. Ia tidak menyadari keberadaan hyesun di taman sejak tadi.

“O kau mengagetkan saja. Kau juga, apa yang ingin kau bicarakan padaku?” donghae memutar tubuhnya menghadap kearah hyesun.

“Aku dulu atau kau dulu yang memberitahu?” hyesun mulai menghampiri donghae.

“Kau saja.” Donghae mengadahkan  kepalanya kearah hyesun.

“Apakah kau ingin membicarakannya sambil berdiri? Duduklah” donghae menyuruh hyesun duduk di bangku yang ada di belakangnya.

Setelah mereka berdua duduk hyesun mulai memberitahu maksud dan tujuannya pada donghae.

“Baiklah, jadi begini aku akan ke Seoul besok. Seoul Magazine sedang mencari seorang photographer handal. Dan aku ingin mencoba melamar pekerjaan di sana. Apakah kau keberatan jika aku ke Seoul besok?” hyesun bicara dengan menatap pemandangan di depannya. Ia tidak sanggup penatap wajah donghae.

“Aaa joungmalyo?” donghae terlihat sangat senang.

“Ne, sepertinya kau senang. Kau tidak keberatan jika aku pergi?” hyesun bertanya pada donghae dengan raut wajah yang bingung. Baguslah jika donghae mengizinkannya pergi. Hanya ada dua kendala jika ia pergi Seoul, yaitu donghae dan bibinya. Tetapi ternyata bibinya mendukung hyesun, dan sepertinya donghae akan mengikuti bibinya.

“Ne, aku tidak keberatan karena  maksud dan tujuanku menyuruhmu ke sini untuk mengajakmu pergi ke Seoul besok.”

“Mwo?” hyesun makin di buat bingung oleh donghae.

“Kau ingat eun hye sahabat ku yang tinggal di Seoul? Ia  mendirikan sebuah studio foto. Dan ia memintaku dan kau untuk membantunya mengelola studio itu. Tetapi karena kau mempunyai rencana lain ya sudah tak apa. Yang penting kau menemani ku pergi ke Seoul.”

“Jinja?” hyesun tidak percaya dengan yang dikatakan donghae.

“Ne!” donghae menangguk mantap.

Hyesun merentangkan kedua tangannya kearah donghae. Dan donghae menghambur ke rentangan tangan hyesun, jadilah mereka berpelukan sekarang.
Senyum bahagia tampak di wajah mereka. Akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk mereka. Pekerjaan? Sepertinya belum bisa di katakan pekerjaan untuk hyesun, karena hyesun harus berusaha terlebih dahulu untuk mendapatkan pekerjaan itu. Dan ia akan melakukan yang terbaik agar ia bisa mendapatkan pekerjaan itu.

Besok donghae dan hyesun akan meninggalkan kota yang telah membesarkan mereka selama 21 tahun. Banyak kenangan-kenangan indah mereke yang menghiasi kota ini. Tetapi besok demi karir mereka, mereka harus meninggalkan kenangan indah itu. Apalagi dengan taman ini. Mereka tidak pernah absen untuk mengunjungi taman ini. Setiap hari mereka datang ke taman ini walaupun dalam keadaan sedih ataupun senang. Sekarang biarkanlah kenangan-kenangan itu menjadi lukisan indah yang abadi yang selalu tersimpan di hati mereka. Hidup yang lebih baik lagi menanti mereka di Seoul.

End Flashback


***

Kediaman Keluarga Min Ho

“Pagi ye eun-a, pagi semuanya.” Akhirnya mino turun juga dari kamarnya.

“Pagi appa, apakah tidurmu nyenyak semalam?” ye eun menyapa ayahnya dengan senyum khasnya.

“Ne, nyenyak sekali.” Mino mengelus-elus rambut ye eun.

Setelah berbincang-bincang kecil dengan doklib, sekarang mino sibuk dengan sarapannya. Setelah 10 menit mino dan keluarganya menghabiskan sarapan mereka masing-masing.

“O hyorim-a, yesung-a apa kegiatan kalian hari ini?” mino memulai pembicaraan setelah semua sudah mengabiskan sarapannya.

“Hmm aku ada pemotretan hari ini oppa.” Hyorim menjawab pertanyaan mino.

“Oo, araseo. Kalau kau yesung?” sekarang giliran yesung menjawab.

“Aku sepertinya hanya akan di rumah saja. Sunny bilang sudah tidak ada pekerjaan lagi yang harus ku selesaikan. Semua lukisan untuk pameran nanti sudah ku selesaikan semalam.”

“Oo..” mino mengangguk-anggukan kepalanya.

Ibu, ayah, dan nenek mino hanya bisa tersenyum melihat anak-anak nya. Mereka sangat bersyukur dan bahagia, mempunyai anak-anak yang saling menyayangi dan saling mendukung satu sama lain. Walaupun kadang terjadi pertengkaran kecil antara yesung dan mino.

“Oiya omma, halmoni, aku akan lembur hari ini. Dua hari lagi Seoul Magazine akan mengadakan interview untuk para calon photographer, jadi aku harus menyiapkan segala sesuatunnya dari sekarang. Nanti malam kalian makan malam duluan saja jika aku belum pulang. Aku akan makan di luar.”

“Ooo, araseo.” Ibu dan nenek mino menjawabnya bebarengan.

“Sudah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan?” ayah mino sudah siap untuk berangkat kerja.

“Ooo, ne appa. Ayo kita berangkat. Ye eun-a kachaaa.” Mino menarik tangan doklib.

“Ne appa, kachaaa..” ye eun meraih tasnya yang tergantung di belakang kursi yang ia duduki.

“Semuanya kami berangkat. Annyeonghi gaseyo.” Ayah mino, mino, dan doklib berpamitan.

“Ne, annyeong..”

“Hati-hati di jalan.” Teriak hyorim



***

Pukul 08.30

“aaahhh, akhirnya kita sampai juga. Oiya donghae, apakah kau sudah menghubungi eun hye?” hyesun merentangkan tangannya sambil melihat pemandangan kota Seoul di balik kaca jendela.

“Ooo ne, aku sudah menghubunginya. Dan ia meminta kita untuk bertemu di café dekat sini.” Donghae menjawab pertanyaan hyesun.

“Apakah masih jauh café nya?”

“Tidak sebentar lagi kita sampai.”

“Nah itu dia eun hye.” Donghae menunjuk kea rah seorang wanita, yang memang terlihat sedang menunggu seseorang di depan café.

“Eun hye.” Donghae menyapa eun hye saat mobil yang ia kendarai sudah berhenti di depan eun hye.

“Ooo donghae-a.” eun hye terlihat agak kaget. Donghae dan hyesun segera turun dari mobil.

“Bogoshipiyo donghae-a.” eun hye memeluk donghae saat donghae dan hyesun sudah turun dari mobil. Senyum simpul terlukis di wajah hyesun. Eun hye terlihat sangat cantik sekali.

“Ooo kau hyesun ya?”

“Hehe, iya. Senang bertemu denganmu.” Eun hye langsung memeluk hyesun setelah memeluk donghae. Donghae sudah menceritakan semua tentang hyesun pada eun hye. Dan sepertinya eun hye dan hyesun akan menjadi sahabat baik nanti.

“Hey, apakah kalian mau berpelukan sampai besok? Ayo kita masuk!”

“Hahaha, iya..iya..ayo kita masuk sun-a!” eun hye menggandeng tangan hyesun dan masuk ke dalam café.




***

SEOUL MAGAZINE CENTRE

“Pagi semua” mino menyapa semua karyawannya.

Mino menjadi seorang manager di Seoul Magazine Centre. Ia mengeuasai semua hal tentang majalah. Dulu sebelum ia menjadi manager ia pernah menjadi seorang photographer di Seoul Magazine Centre. Dengan kegigihannya dan rasa ingin taunya yang tinggi ia bisa menjadi manager sekarang. Dan posisi dia sebagai photographer di gantikan oleh kekasih adiknya yaitu Hyun Jin.

“Hyung-a, bagaimana persiapan untuk interview besok?” Hyun jin bertanya pada mino, saat mino berada di depan meja kerjanya.

“Ooo, ya nanti setelah makan siang kau ke ruanganku. Dan kita bicarakan masalah ini.” Mino menjelaskan semuanya pada Hyun jin.

“Ne, araseo hyung.”



***

Café
“Oke, ayo sekarang kita ke penginapan.” Eun hye bangkit dari duduknya, dan membantu membawakan barang-barang hyesun dan donghae.

“Ne, araseo.” Hyesun dan donghae menyusul eun hye.

Setelah sampai di depan café mereka masuk ke dalam mobil masing-masing.

“Brruuuummm.” Donghae dan eun hye sudah menyalakan gas mobilnya. Sekarang mobil mereka siap membelah jalanan yang padat di Seoul.

Mungkin karena terlalu lelah karena menempuh perjalanan yang tidak mudah menuju Seoul, setelah 5 menit hyesun serius memperhatikan keadaan kota Seoul yang di penuhi dengan gedung-gedung bertingkat, akhirnya matanya lelah juga. Sekarang ia sudah terlelap masuk ke dalam alam mimpi.

Setelah sekitar 20 menitan menempuh perjalanan dari café ke penginapan akhirnya mereka sampai.
 
“Sun-a bangun, kita sudah sampai.” Donghae membangunkan bidadari cantik yang ada di sampingnya, yang masih terlelap menikmati mimpinya.

“Hmm. Hoooaaa” Hyesun merentangkan tangannya. Ia mengedip-ngedipkan matanya yang masih terasa berat.

“Sudah bisa keluar?” Hyesun masih terdiam dalam duduknya. Ia sedang mengumpulkan nyawanya yang hilang tadi.

“Ooo, ne.” Hyesun terkaget dan langsung buru-buru keluar mobil. Eun hye sudah berada di samping mobil mereka, dan mengetok-ngetok kaca jendela tempat hyesun duduk. Setelah keluar dari mobil, donghae, dan hyesun mengambil barang-barang mereka, dan eun hye tidak hanya diam ia ikut membawakan barang-barang hyesun dan donghae ke dalam hotel.


Kamar Hyesun
“Bagaimana kau menyukainya sun-a?” eun hye bertanya pada hyesun saat mereka memasuki kamar untuk hyesun menginap.

“Ne, ini sangat indah.” Hyesun terpesona dengan semua yang ada dalam kamarnya. Kamar yang sunyi dan nyaman. Sangat cocok untuknya berdiam diri, menenangkan pikiran setelah bekerja nanti di tengah-tengah kota yang padat.

 

Setelah melihat-lihat kamarnya, hyesun duduk di samping eun hye yang sedari tadi duduk di depan jendela besar menatap indahnya pemandangan kota Seoul. Sedangkan donghae masih berada di kamarnya. Kamar donghae dan hyesun bersebelahan. Dan eun hye tentu saja tidak ikut menginap di hotel ini. Karena ia memang tinggal di Seoul. Jadi sudah pasti ia punya tempat tinggal di sini. Mulanya eun hye meminta hyesun dan donghae untuk tinggal di rumahnya saja. Tapi donghae menolaknya, karena ia dan hyesun pasti akan lama tinggal di Seoul, jadi tidak mungkin kalau mereka tinggal di rumah eun hye selama mereka masih di Seoul. Akhirnya eun hye memutuskan untuk mencarikan tempat penginapan sementara untuk hyesun dan donghae yang berdekatan dengan rumah dan studio yang didirikannya. Tetapi lumayan jauh dari Seoul Magazine Centre. Tetapi itu masalah belakangan yang penting sekarang hyesun dan donghae bisa beristirahat di tempat yang nyaman setelah capek menempuh perjalanan yang tidak mudah dan sebelum mereka di hadapi dengan banyaknya pekerjaan yang harus mereka selesaikan.

“Hmm sun-a, apa yang kau butuhkan lagi sekarang?” eun hye mulai membuka pembicaraan saat hyesun sudah berada di sampingnya.

“Hmm, untuk hari ini semuannya sudah cukup. Tetapi mungkin untuk kedepannya aku membutuhkan beberapa pakaian ganti dan pakaian yang akan aku kenakan untuk interview nanti.”

“Ooo, kalau begitu aku akan menyuruh donghae untuk mengantarmu ke Seoul Plaza besok. Aku tidak bisa mengantarmu karena masih ada beberapa surat-surat pembangunan studio ku yang harus ku urus besok. Jadi tak apakan jika kau diantar oleh donghae?”

“Ne, gwenchana eun hye-a. Kau tak usah menyuruh donghae, biar aku yang memintanya nanti padanya. Terima kasih banyak atas semuanya.”

“Hmm baiklah. Mungkin aku akan menjemputmu besok jika urusan ku sudah selesai.”

“Tak perlu repot-repot. Kau selesaikan saja urusanmu tak perlu mengkhawatirkan aku. Kau sudah banyak membantuku.”

“Tapikan kau baru saja datang ke Seoul.”

“Sudahlah gwenchana. Lagipula aku pergi bersama donghae. Jadi kau tak perlu khawatir.”

“Ya, baiklah kita lihat saja besok.”

“Hmm” hyesun mengangguk.

“Ingin jalan-jalan sekarang?”

“Ingin pergi ke mana?”

“Namsan Tower.”

“Mwo? Tidak terlalu jauh?”

“Ya, memang lumayan jauh, tetapi semua itu akan terbayrkan dengan pemandangan indah di sana.”

“Oke, baiklah. Kita pergi setelah makan siang saja gimana?”

“Hmm, oke sebentar lagi jam makan siang. Kau siap-siaplah, sebentar lagi kita turun untuk makan. Aku akan memberitahu donghae sementara kau siap-siap.”

“O, araseo.”

Eun hye keluar dari kamar hyesun. Sekarang langkahnya tertuju pada kamar donghae.

Senyuman puas menghiasi wajah hyesun saat ia berkaca. Sempurna, outfit biru muda besar simple yang melekat sempurna di tubuh mungilnya terlihat mewah. Celana jeans yang bermodel sobek di bagian paha membuat hyesun terlihat makin cantik.

“Drrttt…dddrrtt…” ponsel hyesun yang ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat tidurnya bergetar.

“New message from: Donghae” tulisan itu muncul di layar ponselnya.

“Donghae?”

“Jika kau sudah selesai, langsung saja ke ruang makan di lantai bawah. Kami menunggumu di sana.” Begitulah pesan dari donghae. Hyesun menganggukan kepalanya tanda mengerti. Setelah itu ia memakai sepatunya lalu keluar dari kamar. Dan turun menuju ruang makan.



***

Hyun jin melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Waktu menunjukan sudah pukul 12 tepat. Jam makan siang tiba. Hyun jin memutuskan untuk menelepon kekasihnya dan memintanya untuk makan siang bersama. Lalu di ambilnya ponsel miliknya di dalam kantong kanan celana panjangnya. Lalu ia tekan tombol nomor satu dan otomatis langsung tersambung ke nomor hyorim.

“Yobeoseyo hyorim-a.” terdengar suara hyun jin dari seberang sana.

“O, ne yobeoseyo hyun jin-a. bogoshipo…” hyorim mengeluarkan suara manjanya.

“Ne, aku juga merindukanmu. Mau makan siang bersama?” hyun jin langsung mengutarakan maksud dan tujuannya menelepon hyorim.

“Ya tentu saja. Di tempat biasa saja ya.”

“Oke, aku menjemputmu atau kita bertemu di sana saja?”

“Langsung bertemu saja. Aku sudah bosan di sini. Nanti aku bisa tambah bosan jika terlalu lama menunggumu.”

“Ne, araseo. Sampai bertemu di sana. Annyeong.”

“Ne, annyeong.”

“Tuuuttt…ttuuutttt” tanda telepon sudah terputus.

***


Ruang Makan

Eun hye sudah menghabiskan makan siangnya. Lalu ia betanya pada donghae dan hyesun apakah mereka sudah siap untuk pergi.

“Sudah selesai?”

“Ne!” Jawab hyesun dan donghae kompak.

“Oke, kachaaa.” Eun hye menarik tangan hyesun. Donghae mengikuti mereka.
Setelah sampai di depan hotel mereka langsung menuju tempat di mana mobil mereka di parkirkan.

“Kau ikuti aku, jangan sampai tertinggal.” Eun hye mengingatkan donghae sebelum donghae masuk ke dalam mobil. Ia menyuruh donghae untuk mengikutinya nanti dan jangan sampai kehilangan jejak, bisa-bisa hyesun dan donghae tersasar nanti.

“Oke, jangan khawatir.” Jawab donghae mantap. Hyesun sudah berada di dalam mobil.

“Brruuuummmm.” Donghae dan eun hye sudah menyalakan gas mobil mereka masing-masing. Mobil merah milik eun hye meluncur duluan, lalu di susul oleh mobil hitam donghae.
 
Sekarang dua mobil itu siap membawa eun hye, donghae, dan hyesun pergi ke namsan tower. Kebut-kebutan sesekali terjadi di antara mereka.

Saat hyesun sedang asik memperhatikan jalan dari balik kaca jendela, dan donghae masih serius dengan mobil di depannya yang harus ia ikuti, tiba-tiba hyesun teringat tentang pembicaraan dia dengan eun hye tadi.

“Hm donghae-a maukah kau mengantarku ke Seoul Plaza besok?” hyesun memutar kepalanya menghadap kea rah donghae.

“O, apa yang ingin kau beli di sana?” donghae mengangguk sambil melirik kaca spion yang berada di sebelah tempat duduk hyesun.

“Aku ingin membeli beberapa pakaian, dan barang-barang untuk interview lusa nanti.” Hyesun menjawab pertanyaan donghae sambil memikirkan apa yang akan ia beli.

“O, ya baiklah. Jam berapa kau ingin pergi?” donghae bertanya lagi pada hyesun.

“Mungkin jam setengah sepuluhan.”

“Apakah tidak terlalu pagi? Memang jam segitu mall sudah buka?”

“Aku juga tidak tau. Nanti jika mall nya belum buka, kita bisa jalan-jalan sebentar kan.”

“O, ne araseo sun-a” donghae mengacak-acak rambut hyesun.

“Aiissshh.” Hyesun merapikan rambutnya dengan mata mendelik ke arah donghae. Senyuman jahil tersungging di wajah donghae.

***


Café

Hyorim melambaikan tangannya saat hyun jin terlihat bingung mencari hyorim.

“Hyun jin-a aku di sini.” Hyun jin memutarkan kepalanya mencari sumber suara itu berasal.

“O, kau di sana rupanya.” Hyun jin menghampiri horim. Senyum manis terlukis di wajah hyorim.

“Bogoshipo hyorim-a” hyun jin memeluk hyorim.

“Ne, bogoshipoyo.” Hyorim semakin mempererat pelukannya.

“Apakah kau tidak ingin makan?” karena hyun jin sangat rindu pada hyorim karena sudah 2 hari mereka tidak bertemu karena di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing hyun jin sampai lupa untuk makan. Ia masih tetap memeluk hyorim.

“Hoo iya aku sampai lupa.” Hyun jin melepas pelukan mereka. Lalu memegang pipi halus hyorim dan menempelkan hidungnya dengan hidung hyorim lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.

Setelah puas mengungkapkan rasa rindunya dengan pelukan tadi, hyun jin sekarang duduk tepat di depam hyorim hanya meja makan yang memisahkan jarak mereka. Lalu hyunjin dan hyorim memesan makanan. Makanan mereka pun datang ada dua mangkuk bimbimbap dan dua gelas orange jus. Dalam waktu 10 menit mereka menghabiskan bimbimbap mereka masing-masing. Sesekali mata jahil mereka saling melirik satu sama lain. Senyum bahagia tidak pernah terlepas dari wajah mereka. Beginilah dua insan yang sedang di mabuk cinta.

“Sudah kenyang?” hyun jin memulai pembicaraan setelah mereka sudah selesai makan.

“Ne!” hyorim mengelus perutnya yang sekarang agak buncit akibat makan tadi.

“Apakah kau masih ada pekerjaan?” hyun jin khawatir melihat hyorim. Wajahnya terlihat sangat lelah.

“Ne, masih ada beberapa pemotretan nanti. Setelah makan siang aku harus segera kembali.”

“Omo, kapan kau istirahat? Apakah kau sakit akhir-akhir ini?”

“Anni, aku baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir aku selalu menjaga kesehatanku.”

“Oo..” hyun jin menanggukan kepalanya

“Kau harus jaga kesehatan. Jika kau sakit atau ada masalah segera hubungi aku. Araseo!!”

“Ne, hyun-a.” Hyorim menanggukan kepalanya. Lalu tangannya terulur menyentuh tangan hyun jin. “Gomaweo”

“Ne, itu sudah kewajibanku untuk selalu menjagamu. Aku selalu ada di sampingmu.” Tangan hyun jin ikut terulur menyentuh tangan hyorim satunya lagi. Lalu tangannya terangkat mengusap-usap rambut kekasihnya.

“Baiklah, aku akan mengantarmu sekarang.”

“Hm, kachaaa.”


***

Seoul Magazine Centre

Setelah mengantar hyorim dan sampai di kantorya hyun jin langsung pergi menuju ruangan mino.

“Tok..tok…tok..” terdengar suara seseorang mengetok pintu ruangan mino dari luar.

“Masuk.” Mino mempersilahkan orang itu masuk.

“Siang hyung.” Hyun jin membungkuk ke arah mino. Mino mendongakkan kepalanya.

“O, kau duduklah.” Mino mempersilahkan hyun jin duduk.

“Ne, gomaweo. Hm apa saja yang harus ku persiapkan untuk interview lusa nanti? Hyun jin langsung bicara ke pokok permasalahan.

“Kau hanya harus mempersiapkan pertanyaan yang menyangkut tentang majalah dan photographer. Lalu kau siapkan juga studio. Kita akan langsung menyuruh mereka untuk memoto seorang model. Dan jika ada sesuatu yang harus di beli katakan padaku.” Mino menjelaskan semuanya pada hyun jin.

“Ne, aku akan melakukannya. Hanya itu saja?” hyun jin bertanya lagi.

”Oiya, lusa nanti aku tidak bisa membantumu, karena masih banyak artikel yang harus ku selesaikan. Jadi ku serahkan semuanya padamu.” Ternyata benar perkiraan hyun jin. Masih ada yang belum mino katakana padanya.

“Baiklah gwenchana hyung. Oiya siapa yang akan menjadi modelnya nanti?” baru saja hyun jin mengangkat tubuhnya dari kursi. Ia baru menyadari siapa yang akan menjadi model nanti?

“Kekasihmu.”

“Mwo? Joungmalyo?” hyun jin tidak percaya.

“Ne, karena lusa aku tidak bisa membantumu jadi agar kau tetap semangat bekerjanya ku suruhlah adik ku untuk menjadi model nanti.” Mino memang kakak yang pengertian.

“Ooohh gomaweo hyung-a. Kau memang calon kakak ipar yang pengertian.” Hyun jin mengahampiri mino lalu memeluk calon kakak iparnya itu.

“Yaaaaa, sudahlah tak usah berlebihan. Tapi kau jangan jadi hanya memperhatikan hyorim saja nanti. Nanti bukannya kau meng-interview malah bermesaraan lagi dengan hyorim.” Mino menggoda hyun jin.

“Hahaha, mungkin bisa begitu nanti.” Hyun jin balik menggoda mino.

“Yaaaaa kau cari mati denganku?”

“Anni hyung-a. Tenang saja aku akan menyelesaikan semuanya dengan baik.” Hyun jin menepuk punggung calon kakak iparnya itu.

“Ya, sudahlah sekarang kembalilah bekerja. Berdandanlah yang sempurna nanti.” Mino mendorong hyun jin menyuruhnya kembali bekerja.

“Tak perlu kau suruh aku pasti akan melakukannya hyung-a. Baiklah aku keluar sekarang.” Hyun jin berjalan menuju pintu.

“Yaaaaaaa hyun jin-a.” Langkah hyun jin terhenti dengan teriakan mino.

“Ne, waegude hyung-a?” hyun jin memutar tubuhnya dan kembali menghampiri mino.

“Ada satu lagi yang belum ku katakan. Karena aku tidak bisa ikut serta dalam interview nanti, jadi tolong suruh photographer yang di terima untuk menemuiku dua hari setelah pengumuman.” Ternyata masih ada yang belum di katakan mino pada hyun jin.

“Ne, araseo hyung. Oiya di kantor atau di luar kantor?” hyun jin bertanya lagi pada mino.

“Di kantor saja. Suruh ia menemuiku di ruanganku.”

“Baiklah, aku keluar sekarang.” Hyun jin membungkuk pada mino lalu pergi meninggalkan mino di ruangan kerjanya.


***

Donghae dan eun hye memarkirkan mobil mereka. Lalu eun hye keluar dari mobil dan langsung menghampiri mobil donghae dan hyesun.

“Sampai.” Eun hye merentangkan tangannya dengan kamera menggantung di leher jenjengnya saat ia sudah di depan mobil hyesun dan donghae.

Hyesun dan donghae mengambil sesuatu di bangku belakang. Tas hitam berbentuk kotak berwarna hitam muncul dari bangku belakang. Isi tas itu adalah barang kesayangan donghae dan hyesun. Ya isinya adalah kamera kesayangan mereka. Mereka keluarkan kamera itu dari tas lalu mengalungkannya di leher jenjang mereka. Dan siap untuk keluar dari mobil, dan kamera mereka siap mengabadikan berbagai pemandangan indah di sini.

“Ooohhh, indahnya.” Hyesun terkagum melihat pemandangan sekitar.

“Benarkan aku bilang.” Eun hye mengingat pembicaraannya pada hyesun di kamar tadi siang.

“Hm ne.” hyesun mengangguk. Kepala donghae bolak-balik memperhatikan eun hye dan hyesun.

“Ingin berdiam diri di sini saja?” Suara dongahae membuat hyesun sadar dalam keterkagumannya.

“Ooo, ne ayo kita jelajahi tempat ini.” Hyesun menarik tangan eun hye, lalu tangan eun hye menyambar tangan donghae dan menariknya. Jadilah mereka tarik-tarikkan.
Kamera kesayangan tidak pernah terlepas dari tangan mereka bertiga.

Ya beginilah seorang photographer ada sesuatu yang menarik hati mereka, tangan mereka langsung siap untuk menekan tombol dan kamera mereka siap untuk mengabadikan objek indah itu.

“Hana..dul..set..” hyesun berpose dan lampu blitz berwarna putih keluar dari kamera donghae

Coba lihat bidadari itu


Donghae hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Habis sudah kata-katanya untuk menggambarkan bidadari yang selalu di hatinya ini. Cantik, sempurna, keren, perfect, manis, mungil, imut, semua sudah keluar dari mulutnya. Entah apa yang membuat hyesun bisa secantik ini.

“Sepertinya ia sangat terpesona olehmu.” Eun hye berbisik pada hyesun saat melihat reaksi donghae seperti itu setelah melihat hasil jepretannya.

“Hahaha, ada-ada saja kau ini. Hey aku apakah aku secantik itu. Sampai-sampai kau sulit menelan ludahmu.” Hyesun berteriak pada donghae.

“Hmpfh.” Eun hye menahan ketawanya.

“Coba kalian lihat foto ini. Lihatlah cantik sekali bukan.” Donghae menyuruh eun hye dan hyesun untuk melihat foto hyesun yang tadi. Tetapi yang menghampiri donghae hanya eun hye, sedangkan hyesun wajahnya sudah berubah menjadi merah seperti bayi yang baru lahir karena merasa malu.

“Ya, benar kau cantik sekali hyesun-a.” sebenarnya eun hye memang sudah terpesona dengan kecantikan hyesun daritadi.

“Aaahh, sudahlah kalian jangan berlebihan.” Hyesun menarik tangan eunhye dan donghae mengajak mereka untuk menjelajahi tempat ini lagi, dan melupakan foto itu.


***

Pukul 19.00

Kamar Donghae

Hye sun, donghae, dan eunhye sudah kembali dari penjelajahan mereka di namsan tower. Sekarang mereka sudah berada di tempat mereka masing-masing.

“Syurrr…syur…” terdengar bunyi shower menyala dar balik pintu kamar mandi.

“Sorry…sorry…sorry…sorry.” Suara itu berasal dari ponsel donghae yang ia letakan di atas meja kecil di samping kamarnya.

“Yaa tunggu sebentar.” Donghae berteriak dari dalam kamar mandi. Dan langsung mengenakan handuk tepat di pinggangnya lalu cepat-cepat ia berlari meninggalkan kamar mandi dan menghampiri sumber suara itu.

“Appa?” donghae bingung. Saat ia sampai ia sudah menghubungi keluarganya. Sekarang appa meneleponnya. Ada masalah apa?

“Yobeoseyo.” Donghae menyapa ayahnya.

“Ne, yobeoseyo donghae-a. Bagaimana keadaan mu sekarang?”

“Aaa, aku baik-baik saja. Ada masalah apa appa meneleponku?”

“Ooo tidak ada masalah apa-apa. Appa hanya ingin memberitahu, besok appa ada tugas di Seoul. Bisakah kau menemui appa besok?”

“Hah? Joungmalyo?”

“Ne, otteokke? Apakah kau ada acara besok?”

“Oh sebenarnya besok aku akan mengantar hyesun belanja beberapa pakaian untuknya. Hmm jam berapa kita bertemu?”

“Besok saat jam makan siang.”

“Ooo araseo. Aku bisa menemui appa besok.”

“Lalu hyesun bagaimana?”

“Tidak mungkinkan hyesun belanja sampai jam makan siang. Jadi nanti setelah selesa belanja aku dan hyesun langsung menemuimu.”

“O, ne araseo. Jaga dirimu dan hyesun baik-baik. Kami selalu mendoakanmu.”

“Ne, appa gomawo. Annyeong.”

“annyeong.”  

***


Kediaman Keluarga Mino Pukul 23.00

Semua penghuni rumah sudah tertidur lelap. Mereka sudah masuk dalam alam bawah sadar mereka. Hanya lampu ruang tamu yang masih menyala. Mino memasuki kamar appa dan omma nya, lalu masuk ke kamar halmoni, mereka terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya masing-masing. Mino tidak ingin mengganggu mereka yang sedang menikmati alam mimpinya hanya senyum bahagia yang tersungging di wajah mino saat mino memasuki kamar appa, omma, dan halmoni.

Kaki jenjangnya mulai menaiki anak tangga. Mino memasuki kamar hyorim. Hyorim terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya. Ia terlihat sangat lelah. Mungkin hari ini banyak pemotretan yang harus ia selesaikan. Di elusnya rambut hyorim oleh tangan halusnya. Lalu tangan mino bergerak menarik selimut yang hanya menutupi kaki hyorim menutupi tubuh hyorim. Setelah melihat adiknya lebih nyaman dengan posisi tidurnya saat ini, mino keluar dari kamar hyorim.
 
Sekarang langkah mino bergerak menuju kamar adik laki-lakinya yang berada di sebelah kamar hyorim. Pria berparas tampan dengan senyum yang menghiasi tidurnya dengan tubuh ditutupi dengan selimut tebal terlihat sangat menikmati mimpinya malam ini. Senyum simpul tersungging di wajah mino. Di jitaknya kepala yesung pelan. Mino langsung menarik tangan jahilnya ketika yesung menggeliat merasakan ada sesuatu yang menyentuhnya. Takut adiknya jadi terbangun akhirnya mino keluar dari kamar itu.

Dan yang terakhir adalah kamar anak kesayangannya. Wajah malaikatnya terlihat sangat polos. Semua yang anaknya alami adalah karena kesalahannya. Mino harus berbohong pada ye eun mengatakkan bahwa ibu kandungnya telah meninggal demi keselamatan ye eun. Ayah min jung memaksa mino mengatakan pada ye eun bahwa ibunya sudah meninggal, kalau tidak ayah min jung akan mengambil ye eun dari tangan mino dan ye eun akan di masukkan ke panti asuhan. Dan apa boleh buat, terpaksa mino melakukannya. Malaikat yang tidak berdosa ini harus ikut menderita karena mino. Masih teringat dalam ingatannya pesan terakhir dari min jun “Mianhae, minho-a aku harus pergi. Tolong jaga anak kita. Aku serahkan semuanya padamu. Aku tidak akan melupakanmu. Saranghae” begitulah pesan terakhir dari min jung.

Butiran bening itu mulai mengalir dan jatuh membasahi selimut yang menutupi tubuh mungil malaikatnya. Ia gunakan punggung tangannya untuk menyeka butiran bening itu. Di kecupnya kening halus malaikat tampannya. Ia rapatkan selimut tebal itu ke tubuh mungil malaikatnya. Senyum simpul tersungging di wajahnya sebelum ia keluar dari kamar itu.

Sekarang mino sudah berada di kamarnya. Ia mengeluarkan sesuatu dari laci meja kerjanya. Sebuah kotak berwarna merah berbahan beludru keluar dari laci itu. Dan kalian pasti tau apa isi dari kotak merah itu. Ya isinya adalah sebuah cincin. Itu adalah cincin yang sama dengan cincin yang ia berikan pada min jung. Di pandangnya dengan tatapan penuh kesedihan cincin itu. Banyak pertanyaan yang terbersit dalam pikirannya tentang kepergian min jung. 5 tahun sudah min jung pergi meninggalkan hidupnya. Tetapi kenangan-kenangan ia bersama min jung selalu mondar-mandir dalam pikirannya. Mino masih mencintai min jung tetapi mino juga kesal atas semua yang dilakukan min jung padanya. Entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Biarkan waktu yang menjawabnya.

Setelah puas memandang cincin itu mino kembali meletakkannya di dalam laci. Kasur besar di samping meja kerjanya sudah menantinya sejak tadi. Di hempaskan tubuhnya ke kasur besar itu. Besok masih ada banyak pekerjaan yang menantinya. Besok ia harus ke Seoul Plaza untuk membeli beberapa barang untuk persiapan interview.  Semoga besok hari yang menyengkan untuknya. Ia tutup hari ini dengan doa. Dan dengan doa juga ia akan memulai hari esok.


Selesai sudah chapter 1...
mohon komen semuanya.... [heh] [heh]

« Last Edit: July 05, 2010, 11:45:55 pm by lluluMH »
[lovestruck]
EUNHAE IS SAME LIKE MINSUN !!!!!!!!!! LOL

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #34 on: July 06, 2010, 12:47:46 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks lulu udah diupdate [hug] [hug] [hug]

si min jung ninggalin mino karna disuruh appa nya ya emang appa nya nda suka sama mino [chin] [chin] [chin]

whwhwh ntar bakal ketemu nih minsun di seoul plaza trs ada adegan nubruk itu ya lu wew gimana reaksi mreka ya kalo mreka ketemu lagi di tempat kerja hyesun nglamar ditempat mino kan pasti pd kaget dah kalo hyesun ke trima kerja disono [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

chap slanjutnya GPL ya lu punk punk punk


ADAM COUPLE SELCA

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #35 on: July 06, 2010, 12:52:33 am »


 [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

asik di update juga..........  [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

baca dulu akh............

gumawo lulu.........  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye]
« Last Edit: July 06, 2010, 12:55:29 am by Echyn MinHo LeeSun »
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline lluluMH

  • Newbie
  • *
  • Posts: 79
  • I like her style boyish but still beauty love it
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #36 on: July 06, 2010, 01:00:00 am »
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks lulu udah diupdate [hug] [hug] [hug]

si min jung ninggalin mino karna disuruh appa nya ya emang appa nya nda suka sama mino [chin] [chin] [chin]

whwhwh ntar bakal ketemu nih minsun di seoul plaza trs ada adegan nubruk itu ya lu wew gimana reaksi mreka ya kalo mreka ketemu lagi di tempat kerja hyesun nglamar ditempat mino kan pasti pd kaget dah kalo hyesun ke trima kerja disono [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

chap slanjutnya GPL ya lu punk punk punk

dulu sebelum hamilin min jung ayah min jung suka-suka aja sm mino, cz ayah min jung kan pemilik perusahaan besar di korea jadi dia takut nama baiknya tercemar karena min jung hamil yg di luar nikah ini.. begitu k'...  [biggrin] [biggrin] [biggrin]
[lovestruck]
EUNHAE IS SAME LIKE MINSUN !!!!!!!!!! LOL

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #37 on: July 06, 2010, 01:04:13 am »
lulu thnx dah di up date...
 tapi bacanya agak pusing mungkin karena tulisannya warna hijau,  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]
tapi g suka ceritanya, mmmm emang min jung ninggalin min ho kenapa??? pasti nyesel dech dah ninggalin min ho and anaknya...
pas di seoul plaza yach min ho and hye sun bakal ketemu, ????
LULU Hwaiting yach!!!! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #38 on: July 06, 2010, 02:01:58 am »
udah diupdet ma lulu... thenk u banyak lulu...

ceritanya menarik...  jadi karena ayah min jung yang takut malu akhirnya misahin min jung ma min ho yaw... waduh...

cepet-cepet dilanjutin y lu... penasaran

ayo lanjuuuuuuuttttt.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #39 on: July 06, 2010, 06:37:55 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
Gumawo lu udah diupdate... ...
Bagus kok lu,,
Lu kejadian min0 ngehamilin min jung bkalan dikeliatn gak??hehehe
Gak sanggup bayangin.....
Lol
Lanjtkan ya lu!?!

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #40 on: July 06, 2010, 08:33:00 am »
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks lulu udah diupdate [hug] [hug] [hug]

si min jung ninggalin mino karna disuruh appa nya ya emang appa nya nda suka sama mino [chin] [chin] [chin]

whwhwh ntar bakal ketemu nih minsun di seoul plaza trs ada adegan nubruk itu ya lu wew gimana reaksi mreka ya kalo mreka ketemu lagi di tempat kerja hyesun nglamar ditempat mino kan pasti pd kaget dah kalo hyesun ke trima kerja disono [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

chap slanjutnya GPL ya lu punk punk punk

dulu sebelum hamilin min jung ayah min jung suka-suka aja sm mino, cz ayah min jung kan pemilik perusahaan besar di korea jadi dia takut nama baiknya tercemar karena min jung hamil yg di luar nikah ini.. begitu k'...  [biggrin] [biggrin] [biggrin]


owh jd gitu lu si min jung hamil diluar nikah wew ntar jgn diflashback bagian yg begonoan nya ye takut nyesek IDEMMMM dah sm si empir [hmpfh] [hmpfh] nda sanggup buta ngebayangin mino sm min jung ehm2an [dry] [dry] [dry]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #41 on: July 06, 2010, 09:35:34 am »
setuju ama semuanya .. adegan itu jgn diperlihatkan ya lulu .. sebenarnya udah sakit hati ngebayangin si minjung punya anak dari minho hammer2 ga rela [angry] [angry]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #42 on: July 06, 2010, 10:25:20 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]thc lulu dah update niy ff,, ayah km msih skit yaa?? aq doain smga ayahmu cpet smbuh yaa lu...amin...

betul2,, min jung kga boleh dceritain ngapa2in m mino ah dsni,,, [chin] [chin] [chin] trus hyesun jg ma donghae jgn ngapa2in ah,,, serem jg mrka serumah ya lu dsni??? moga ja ga mcem2 ya mrka  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline lluluMH

  • Newbie
  • *
  • Posts: 79
  • I like her style boyish but still beauty love it
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #43 on: July 07, 2010, 11:34:03 pm »
yahahahhay tenang semuanya, aku aja mikirin nya jijik, gimana buatnya..  [hmpfh] [hmpfh]
pokoke nnt ada kejutan deh.. di tunggu aja...  [laughing]
[lovestruck]
EUNHAE IS SAME LIKE MINSUN !!!!!!!!!! LOL

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" -Chapter 1- 06 Juli 2010
« Reply #44 on: July 07, 2010, 11:41:26 pm »
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]thc lulu dah update niy ff,, ayah km msih skit yaa?? aq doain smga ayahmu cpet smbuh yaa lu...amin...

betul2,, min jung kga boleh dceritain ngapa2in m mino ah dsni,,, [chin] [chin] [chin] trus hyesun jg ma donghae jgn ngapa2in ah,,, serem jg mrka serumah ya lu dsni??? moga ja ga mcem2 ya mrka  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

SETUJUUUUUUUU jangan ampe ngapa2in... Hye sun cuma buat minho seorang...  [AddEmoticons04234]

buruan next chapternya ya...

di  [guns] sist lulu... baru di updet udah minta lagi...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

lagi...lagi... lagi...  [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy]