“Kalian … di sini …” doronim buka suara lebih dulu.
“Ne, aku dan Jan Di ingin makan siang di dalam. Tapi sayangnya kami tidak dapat tempat” sahut sunbae.
“Kau kenal mereka, babe?” nona diplomat segera bergelayut mesra pada lengan doronim saat tersadar doronim mengenal aku dan sunbae.
“BABE???” doronim terlonjak dengan panggilan sayang itu. Dia menggerak-gerakkan tangan agar terbebas dari lilitan nona diplomat.
Jadi ini yang dimaksud tidak bersedia dijodohkan. Pergi makan siang berdua sambil pamer kemesraan apa bisa disebut bukti kalau mereka menolak dinikahkan. Huh, yang benar saja!
“Aku tanya pada mu, honey. Apa kau kenal mereka?” ulang agashi.
“Tentu saja kami saling kenal” sambar sunbae.
“Jun Pyo adalah bos ku sekaligus bos pacar ku. Bukan begitu, chagiya?” giliran sunbae yang main mesra-mesra dengan ku.
Pacar?? Chagi?? Kenapa sunbae jadi genit begini. Tiba-tiba iseng ngaku-ngaku sebagai pacar ku. Ingin dibantah takut menjatuhkan image sunbae. Tidak dibatah takut sama pelototan doronim. Jadi serba salah.
“Yya! Yoon Ji Hoo jangan bercanda. Leluconnmu tidak lucu. Mana mungkin kalian pacaran” bukannya aku yang yang marah justru doronim yang protes keras.
“Aku tidak bercanda. Ini serius, Jun Pyo-a. Kami memang sedang berkencan, benar kan chagiya?” sunbae menuntut pengakuan ku.
“Ne …” otak ku sudah pindah ke dengkul. Dengan santainya aku malah mengiyakan bualan sunbae. Dasar Geum Jan Di bodoh!