Author Topic: Reaches Of Happiness ~~ Update Chapter 9 now ~~ May 01 2012 ~~  (Read 13062 times)

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile




Quote
“Lee Minho, kau bisa panggil aku Minho” ujar Minho meyakini Hyesun.

Ragu Hyesun menyambut uluran tangan pria ini, tapi entah apa yang mendorongnya, tangan Hyesun menyambut uluran tangan Minho, “Goo Hyesun, Tuan bisa panggil saya Hyesun” sahut Hyesun pelan.

Hyesun merasakan geteran itu lagi saat tangan mereka saling menjabat, Hyesun tersenyum saat di lihatnya Minho menyeringai kearahnya.




Tok...tok
Spontan Minho dan Hyesun mengalihkan pandanganya ke arah pintu.
“Masuk...” sahut Minho datar.

“Songsaengheyo Doronim, Tuan muda Kimbun...!” belum juga Mr.Park selesai bicara, tiba-tiba Kimbun nyelongsong masuk ke ruang kerja Minho.

“Yye.., Lee Minho, apa tidak bisa kau minta file ini be..sok” ucap Kimbun menghampiri Minho, Kimbun menghentikan ucapannya saat di lihatnya seorang wanita di ruangan itu.
Mata Kimbun begitu lekat menatap wajah-nya, Minho yang melihat reaksi Kimbun saat melihat Hyesun, sontak menyenggol bahunya, untuk menyadarkan pria ini dari keterpanaannya.

“Mana filenya” ucap Minho mengernyitkan alis, saat di lihatnya Kimbun masih dalam posisi yang sama.

“Hi...man, what’s wrong with you” pekik Minho di telinga Kimbun, sontak Kimbun mengalihkan pandangnya ke Minho.

“Aishh..,kau ini” Kimbun mengernyitkan hidungnya ke Minho, merasa tidak suka akan aksi yang di lakukan sahabatnya ini.
Perlahan di alihkannya pandangannya ke Hyesun, Kimbun memamerkan senyum termanisnya ke Hyesun.

Hyesun yang melihat tingkah Kimbun agak tidak nyaman dengan posisinya, perlahan di gesernya tubuhnya sedikit di belakang Minho, untuk menghindari tatap Kimbun.

Sekilas Minho melirik ke Hyesun, dia tahu wanita ini merasa tidak nyaman dengan pandangan sahabatnya ini, perlahan menggeser posisinya tepat berdiri membelakangi Hyesun.

“Gumawo” ucap Hyesun sangat pelan, mengharap Minho mendengar ucapannya, gayung bersambut Minho reflek memutar kepalanya dan tersenyum menatap Hyesun.

Kimbun merasa tidak nyaman saat Minho menghalangi pandangannya, “Arghh.., kau ini” ucap Kimbun menggerutu, perlahan di hempaskannya tubuhnya di sofa ruangan itu.

“Jadi ini alasannya, kenapa kau pulang lebih cepat dari Jepang” ucap Kimbun menyelidik.

“Alasan apa?” Minho hanya mengernyitkan alisnya, binggung dengan pertannya yang di ajukan Kimbun.

“Itu, yang di belakangmu” sahut Kimbun mendangakkan kepalanya ke Minho.

“Aishh.., mana filenya” pinta Minho menghampiri Kimbun, dengan sigap Kimbun memberikan file yang di minta Minho, tanpa berpikir panjang di hampirinya Hyesun yang dari tadi hanya diam membisu.

“Kimbun-a, bisa kau jelaskan apa maksud semua ini” pinta Minho menunjukan isi filenya ke Kimbun, saat di lihatnya Kimbun mendekati Hyesun.

“Just minute, ok” sahut Kimbun, memainkan ke-dua alisnya.

“Hi.., Nona cantik” ucapnya tersenyum sipu, Minho sekilas melirik ke arah kedua orang itu.

“Perkenalkan, saya Kimbun, sahabat baiknya Lee Minho” ucap Kimbun sambil mengulurkan tangannya ke Hyesun, dengan berat hati Hyesun mengulurkan tangannya.

“Goo Hyesun” ucapnya pelan.

“Wow, you look so gorgeous lady” ucapnya sambil mencium telapak tangan Hyesun,
 
Minho yang melihat aksi Kimbun, sontak menarik lengan pria itu ke arah meja kerjanya.

“Aissh.., Lee Minho, apa yang kau lakukan?” ucap Kimbun sewot.

“Tolong jelaskan ini” sahut Minho, melatakan file itu ke hadapan Kimbun.

“Apa tidak bisa nanti saja” sahut Kimbun mencoba bangkit dari duduknya, muka Kimbun berlipat saat tangan Minho mencengkram bahunya.

“Sekarang, areso” sahut Minho membelalakan matanya, Kimbun hanya tertunduk lemah.

Hyesun masih diam terpaku di pojok ruangan itu, perhatiannya tertuju pada dua sahabat yang berargumen di depannya.
Hyesun sedikit membelalak matanya saat di lihatnya Minho menuju ke arahnya dengan pandangan teduh.

“Lebih baik, kau temani Helmonie” pinta Minho pelan, “Ne...” sahut Hyesun mengangguk, Hyesun terenyuh saat di rasakannya telapak tangan Minho menyentuh punggungnya.

Entah apa yang ada di pikiran Minho saat ini, tangannya masih menempel di punggung Hyesun, dan langkah kakinya mengiringi Hyesun hingga ke bibir pintu ruang kerjanya.

“Kalau Helmonie sudah tidur, lebih baik kau istirahat saja” ucap Minho pelan, sambil menghirup keharuman aroma peach dari rambut wanita di depannya.

Perlahan Hyesun membalikan badannya menghadap Minho,pelan di angkat kepalanya menatap pria di depannya ini.
Hyesun terenyuh untuk pertama kalinya di lihatnya tatapan mata Minho begitu teduh, tidak ada tatap mata yang menusuk, tidak ada tatap mata yang penuh kemarahan dan tidak ada tatap mata yang penuh curiga.

Hyesun bingung melihat perubahan drastis dari pria ini, setidaknya Hyesun mulai merasa nyaman berada di dekat pria ini, perlahan di bungkuk-kan tubuhnya memberi hormat.
“Annyeong.., Tuan Lee” ucap Hyesun pelan, dan perlahan meninggalkan Minho yang masih terdiam di depan pintu.
 
Minho mengamati kepergian Hyesun hingga wanita itu hilang dari pandangan-nya, dan  menutup rapat pintu ruang kerjanya, di senderkan tubuhnya di balik pintu, pikirannya melayang saat membayangkan wajah wanita itu melintas di pikirannya.
Terpampang seulas senyum dari wajahnya,Kimbun menghampiri Minho, saat di lihatnya sahabatnya ini tersenyum sendiri.

“Kau, baik-baik saja Minho-a” ucap Kimbun, mengulurkan tangannya ke dahi Minho, reflek Minho menangkis tangan Kimbun.

“Weayo” tanya Kimbun, bingung melihat sahabatnya ini.

“Jangan coba-coba meledekku” ucapnya, perlahan berlalu dari hadapan Kimbun, yang masih terdiam di posisinya.

____@.@____


“Bibi Yang” sapa Hyesun dari bibir pintu, saat di lihatnya Bibi Yang duduk di samping tempat tidur Nenek Lee.

“Gwancana Hyesun-a?” menghampiri Hyesun yang masih berdiri di depan pintu.

“Gwancana Bi” ucap Hyesun lembut, menyentuh bahu Mrs.Yang.

“Joungmal, Sun-a?” tanya Mrs.Yang penasaran, Hyesun tersenyun sambil menganggukan kepalanya.

“Syukurlah kalau begitu, Tuan muda tidak menyakitimu” ucap Mrs.Yang menarik nafas lega.

Hyesun berjalan menghampiri Nenek Lee, di ceknya keadaan selang infus yang bersemat di pergelangan tangan Nenek Lee.

“Jika kau sudah lelah, biar Bibi yang menjaganya” ucap Mrs.Yang, saat di lihatnya Hyesun membaringkan kepalanya di bahu Nenek Lee.
“Anhi, aku ingin menemani Nenek Lee di sini. Bibi istirahatlah” pinta Hyesun tanpa merobah posisinya.

“Baiklah, Bibi akan istirahat” sahut Mrs.Yang menghampiri Hyesun, lembut di belainya kepala Hyesun dan berlalu dari ruangan itu.

Kring...

Hyesun mengalihkan pandangnya ke asal suara itu, pelan di langkahkan kakinya menghampiri meja di mana Hpnya tergeletak.

“Yeoboseyo oppa...” ucap Hyesun pelan

“Yeoboseyo Sun-a, apakah kau, masih di Rumah Sakit” ucap pria di seberang sana.

“Anhi, ada apa oppa?” sahut Hyesun, namun pria itu tidak memberikan jawabannya

“Oppa, kau baik-baik sajakan?” tanya-nya penasaran.

“Anhi, bisakah kita ketemu sekarang?, ada yang ingin aku bicarakan!”

Hyesun menarik nafas berat, tersirat nada kekuatiran dari suara pria di seberang sana.
“Mian, oppa! Hari ini aku tidak ada di rumah, aku menggantikan temanku untuk merawat pasiennya” sahut Hyesun ragu.

“Tidak bisakah, walau hanya sebentar, aku mohon Sun-a!” pintanya sedikit memaksa.

“Joungmal mianhea oppa, majikanku pasti tidak akan mengijinkan, bagaimana kalau besok siang, oppa?” tanya Hyesun meminta kepastian dari pria itu, namun pria itu tidak memberikan jawabannya.

Tut...tut terdengar sambungan telepon terputus sepihak,“Ada apa denganmu oppa, apa kau sedang ada masalah” gumam Hyesun.

Rasa kuatir merajai Hyesun, pikirannya tertuju ke pria itu, bingung akan apa yang harus di lakukannya.
Hyesun berusaha menghubungi nomor telepon pria itu, namun sial nomor telepon itu tidak aktif.

Hyesun bergegas ke kamarnya yang terhubung langsung ke kamar Nenek Lee, sigap di ambilnya tas dan sweaternya, berniat untuk menemui pria itu, “Aku tidak bisa membiarkan kau sendiri oppa, aku akan menemuimu sekarang” ucap Hyesun pelan.

Perlahan dilangkahkan kakinya keluar dari kamar Nenek Lee, belum juga niatnya tercapai Hyesun menghentikan langkahnya saat di lihatnya Nenek Lee membuka matanya.
Perasaan Hyesun cambur aduk, haruskah dia meninggalkan Nenek Lee sendiri, atau dia harus membiarkan Ji Hoon oppa yang saat ini sangat membutuhkannya.
“Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan” ucap Hyesun pelan, pandangan matanya tertuju ke Nenek Lee, saat di lihatnya airmata menetes dari sudut matanya.

Perlahan di hampiri-nya tubuh tua itu, pelan di usap-nya air mata Nenek Lee, “Mianhea oppa, aku tidak bisa membiarkan wanita ini sendiri, saat ini dia sangat membutuhkan ku! Onnieku lah wanita yang tepat menemanimu saat ini” ucapnya pelan, mencoba menahan air matanya yang mulai membasahi pipinya.

Hyesun membelai lembut dahi Nenek Lee, mengharapkan wanita ini tidak terpengaruh akan suasana hatinya yang sedang galau, penat dan lelah itulah yang di rasakannya saat ini, perlahan Hyesun terlelap di samping bahu Nenek Lee.

“Doronim, apa anda membutuhkan sesuatu” ucap Mrs.Yang saat di lihatnya Minho menuju kamar Neneknya.

“Anhi, kau istirahatlah” sahut Minho, perlahan memasuki kamar Neneknya.
Minho termangu saat di lihatnya Hyesun terlelap di samping Neneknya, seulas senyum hadir di wajahnya, saat di hampiri kedua wanita yang sedang terlelap itu.
 Lembut di belai dan kecupnya dahi tua sang Nenek “ Mimpi indah Nek” ucapnya lembut di telinganya, perlahan matanya tertuju pada wanita di samping sang Nenek.

Lekat Minho mengamati wajah Hyesun, “sangat cantik walaupun sedang tertidur, tapi kenapa ada duka dari matamu yang indah itu” gumam Minho dalam hati. perlahan di ambilnya selimut dan menyematkan ketubuh wanita itu, tanganya bergerak ingin membelai pipi putih wanita itu, namun di urungkan-nya niat itu dan perlahan keluar dari kamar sang Nenek.

Hyesun mengeliat pelan saat di rasakan tubuhnya terasa pegal, pelan di buka matanya saat di rasakannya ada cahaya yang menerangi kamar itu.

“Selamat pagi, Sun-a” sapa Mrs.Yang, sambil membuka tirai jendela
 
“Pagi Bi” ucapnya pelan.

“Kenapa kau tidur di sini, apa kau ketiduran” tanya Mrs.Yang menyelidik

“Ne, mungkin karna aku tidak mau meninggalkan Nenek Lee sendiri” ujar-nya tersenyum ke pada Nenek Lee, “Apa kabarmu Nek” sambil di elusnya pipi tua itu, yang perlahan membuka matanya.

____@.@____


“Doronim” sapa Mr.Park saat di lihatnya Minho menuruni anak tangga, “Ne.., ada apa” ucapnya menatap Mr.Park.

“Ada telephon dari Tuan Kim” sambil menyodorkan telephon ke Minho.

“wae” ucap Minho ketus.

“Apa kita jadi meeting dengan arsitek yang membangun Hotel di Jeju” ucap Kimbun dari seberang sana,

“Jadi, tapi kau saja yang memimpin meeting itu, aku tidak bisa menghadiri meeting tersebut” sahut Minho, perlahan menghampiri kamar sang Nenek.

“Minho-a, bagaimanapun kau adalah President Direktur di sini, jadi kau yang harus memimpin rapat ini” sahut Kimbun sewot

“Kimbun-ssi, apa gunanya kau jadi asistenku, jika untuk hal ini saja kau tidak bisa menghandlenya!! Sahut Minho ketus mendengar ucapan Kimbun.

“Intinya aku tidak bisa, areso” perinta Minho tegas, memutuskan hubungan telephon tersebut.

Tanpa Minho sadari, Hyesun sudah berdiri tepat di belakang-nya,perlahan Minho membalikan badannya dan tersentak saat di lihatnya Hyesun sudah berdiri tepat di depannya.

“Selamat pagi Tuan muda Lee” sapa Hyesun, namun Minho hanya mengganggukan kepalanya pelan.

“Kau mau kemana?” tanya-nya, saat di lihatnya Hyesun mengundurkan diri dari hadapannya.

“Saya akan mengambil infus makanan untuk Nenek anda” ucap-nya memberi hormat dan berlalu ke arah dapur.

“Pagi Nek, apa kabarmu hari ini” sapa Minho memasuki kamar sang Nenek, perlahan di kecupnya lama dahi wanita tua itu.

“Apa Tuan muda, ingin sarapan” sapa Mrs.Yang menghampiri Minho, namun Minho hanya menggeleng lemah menjawab pertanyaan Mrs.Yang.

“Sonsaengheyo Tuan muda Lee, saya akan menggantikan infus di pergelangan Nenek anda” ucap Hyesun yang sudah berdiri di belakang Minho.

 “Ne, silahkan” ucap-nya tersenyum, sambil menggeser posisi duduknya tepat di bawah kaki sang Nenek.

“Ada apa dengan gadis ini?, pagi ini wajahnya terlihat murung” gumam Minho, mata-nya sibuk memperhatikan setiap gerakan Hyesun saat memasang infus makanan.

“Doronim, sudah waktunya kita berangkat” ucap Mr.Park menghampiri Minho.

“Oh, ne...” sahut Minho, perlahan berdiri dari posisinya menghampiri sang Nenek.
“Aku berangkat kerja dulu Nek, aku janji akan pulang capat hari ini” ucapnya pelan di telinga sang Nenek.

Perlahan Minho melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu di ikuti Mr.Park, langkahnya terhenti saat di lihatnya Hyesun termangu di pojokan kamar.
“Apa kamu baik-baik saja, Hyesun-ssi?” ucap-nya menghampiri Hyesun,

“Ne, Tuan Lee” sahut Hyesun datar.

Entah kekuatan dari mana, Minho berani menyentuh bahu gadis itu, pelan di remasnya bahu gadis itu, seakan-akan ingin menghibur dan memberi kekuatan pada-nya.

Hyesun tersentak dan tidak menyangka akan sikap yang di tunjukan pria ini pada-nya,
Dia hanya tertunduk tanpa mampu menatap wajah Tuan muda-nya.

“Tolong kau jaga Nenekku” ucap-nya pelan dengan senyum terpasang di wajah-nya,

Hanya anggukan kecil dan seulas senyum di wajah Hye Sun mewakili jawaban untuk Tuan muda Lee.

“Lebih baik kau tunggu aku di depan, ada file yang tertinggal di ruang kerjaku” ucap Minho pada Mr.Park.
Perlahan meninggalkan kamar itu, Hyesun menatap kepergian Minho hingga pria itu hilang dari balik pintu kamar.

“Ternyata Tuan muda sangat memperhatikanmu Sun-a” ucap Mrs.Yang menghanpiri Hyesun.

Namun Hyesun tidak memberikan reaksi akan pertanyaan Mrs.Yang, pandangan matanya masih tertuju ke arah pintu kamar tersebut.

Mrs.Yang yang merasa aneh melihat sikap Hyesun dengan pelan di raih-nya pergelangan tangan Hyesun.
“Gwancana, Sun-a” ucap-nya kuatir

“Anhi Bi, aku kuatir dengan Eomma di rumah! Bolehkah, aku ijin keluar siang ini? Ucap Hyesun ragu, namun mengharapkan kepastian dari Mrs.Yang.

“Bibi akan mengijinkan, tapi akan lebih baik jika kau minta ijin ke Tuan muda” ujarnya pelan.

“O...” Hyesun tertunduk lemas mendengar jawaban Mrs.Yang, akan sulit baginya jika harus meminya ijin pada Tuan muda Lee.

“Lebih baik, kau hampiri Tuan muda” ucap Mrs.Yang, sambil mendorong pelan Hyesun ke arah pintu.

Dengan sigap Hyesun keluar dari kamar Nenek Lee, di percepat langkah kakinya menuju teras depan, “Tuan muda Lee” ucap-nya saat di lihat pria itu keluar dari ruang kerjanya.

“Gwancana, Sun-a” sahut Minho, menghampiri Hyesun

Hye Sun hanya tertunduk saat pria ini berdiri tepat di depannya, hanya tarikan nafas yang terdengar dari dirinya. Hyesun bingung harus memulai dari mana, pelan di angkatnya kepalanya menatap sang Tuan muda. “A..apa boleh saya ijin keluar sebentar Tuan? Ucap-nya ragu.

“Mwo..?” sahut Minho bingung.

“Saya ingin melihat eomma di rumah sebentar saja, saya janji hanya sebentar saja” ucap Hyesun menatap Minho sambil menyipitkan matanya, berusaha untuk meyakinkan pria di depannya ini.

Minho yang melihat mimik wajah Hyesun hanya mampu mengulum bibirnya “O...baiklah, kau boleh keluar” sahut Minho tersenyum lebar.

Mendengar jawaban dari Tuan mudanya sontak membuat Hyesun terkegirangan “Gumawo, Tuan muda Lee” ucap Hyesun berbinar-binar.

Minho yang melihat Hyesun begitu bahagia, memperlekat tatapan mata-nya ke Hyesun, di puaskan menatap gadis itu dengan leluasa. “Akhirnya, aku dapat melihat mata indah itu, bercahaya kembali” gumam-nya.


“Aku harus berangkat” ucap Minho mengakhiri kebisuan di antara mereka, hanya anggukan dan senyum menyeringai dari Hyesun, yang menghantar kepergian Minho keluar dari Lee Mainson.

____@.@____


Suasana pagi hari di jalan raya kota Souel, mulai di padati kendaraan yang berlalu lalang. Aktifitas pagi hari yang indah, yang pernah di rasakan oleh seorang Lee Minho, senyum bahagia masih terpampang di wajahnya.
Perlahan mercy hitam itu memelankan lajunya memasuki plataran gedung Shinwha, sapaan dan hormat menghampiri dirinya saat memasuki lobby gedung bertingkat 30 itu.

“Wow...amaze to see you to day like this Minho-ssi” ucap Kimbun menyambut Minho di depan pintu lift.

Minho yang mendengar perkataan Kimbun hanya mendengus dan berlalu dari hadapannya.

“Yye...Minho-a, aku kan hanya ingin menyapamu, jangan marah dong!” ujar Kimbun mengikuti langkah Minho memasuki ruang kerjanya.

Ji Hun tersenyum manis saat di lihatnya Minho lewat di depan mejanya, berusaha menarik perhatian Minho, namun sial objek yang di incar melongos begitu saja dari hadapnya.

“Beritahu kami, jika arsitek dari Hotel Jeju sudah datang” ucap Kimbun pada dua sekretaris itu.

Mata Kimbun masih sibuk mengikuti gerak-gerik Minho, berusaha mencari tahu apa yang membuat sahabatnya tampak berbeda hari ini.

Merasa risih dengan tatapan Kimbun, Minho membelalakan matanya ke pria itu, namun hal itu tidak membuat-nya terpengaruh.
Berbagai pertanyaan bermain di pikirannya “Hal apa yang membuatnya berubah?
apa karna harga saham Shinwha yang naik di pasaran?,
apa karna Shinwha grup baru mendapatkan penghargaan the Best Company in Asia? tidak mungkin, tapi apa? Kimbun menggeleng-gelengkan kepalanya, semua pertanyaan yang keluar dari pikiran-nya tidak akan mempengaruhi pria di hadapan-nya.

Minho yang sesekali melihat gelagat Kimbun, hanya dapat mengulum senyum.

Mata Kimbun berbinar-binar, saat jawaban yang tepat melintas di pikirannya “Ya.., gadis itu, gadis bertubuh mungil itu yang membuatnya berubah” senyum culas Kimbun ke Minho.

“Wea..?” ucap Minho, saat di lihatnya Kimbun tersenyum sambil memainkan jari telunjuknya ke Minho.,

“Karna dia kan” sahut Kimbun, perlahan menghampiri Minho.

Pertanyaan yang di ajukan Kimbun, sontak membuat Minho mengangkat alisnya tinggi.

“Dia memang gadis yang manis ya” ucap-nya merangkul Minho yang masih duduk di kursi kerjanya.

 “Gadis...” ucap Minho memastikan.

“Jangan-jangan, dia tidak gadis lagi?” ucap Kimbun menlirik Minho dari sudut matanya.

“Kalau bicara jangan sembarangan” pekik Minho, bangkit dari duduknya, pelan di sikutnya Kimbun yang menghalangi jalannya.


____@.@____


“Annyeong” sapa tiga pemuda, yang menghampiri dua sekretaris itu. Sontak membuat Ji Hun berdiri dari duduknya, tidak menyangkan akan bertemu Ji Hoon di tempat kerjanya.

“Annyeong” sahut Ms.Sung, memyambut ke tiga pria di depannya.

“Kami ada janji meeting dengan Tuan Lee hari ini” ucap pria berjas coklat itu mantap.

“Apakah Tuan-tuan adalah arsitek dari Hotel Jeju” ujar Ms.Sung memastikan, dengan kompak ketiga pemuda itu menganguk,

“Baiklah, silahkan duduk dulu, saya akan memberitahu Tuan Lee” ucap Ms.Sung perlahan berlalu dari hadapan ke-tiga pria itu.

Tidak membuang kesempatan, Ji Hoon menghampiri Ji Hun yang menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
“Ternyata kau bekerja di perusahaan Shinwha, Ji Hun-ssi” ucap-nya, berdiri tepat di depan meja Ji Hun.

Ji Hun tidak memberikan reaksi akan pertanyaan yang di ajukan Ji Hoon, hanya tatapan sinis dari matanya, mewakili rasa tidak sukanya akan kehadiran Ji Hoon di Shinwha.
“Oppa, aku mohon jangan bicara denganku sekarang” pinta Ji Hun memelas

“Weayo...?” sahut Ji Hoon bingung

“Anggap saja, kita tidak saling kenal, aku tidak mau ada masalah di perusahaan ini, aku mohon oppa” ujarnya pelan, mengharapkan pengertian dari pria ini.

Ji Hoon yang bingung dengan permintaan Ji Hun, hanya menganggu pelan. Tersirat rasa kecewa akan perkataan Ji Hun yang tidak mengakuinya.

“Apa kalian saling kenal” tanya Ms.Sung, melirik ke-dua orang di depannya.

“Anhi, Tuan ini hanya memperkenalkan dirinya pada saya” sahut Ji Hun cepat, sontak membuat Ji Hoon merubah raut wajah kecewa.

“O.., begitu” ucap Ms.Sung, menatap ke-dua orang tersebut.

“Tuan-tuan, silahkan ikuti saya” ujar Ms.Sung kepada ke-tiga pria tersebut.

“Ji Hun-ssi, tolong kau antarkan kopi ke ruangan Tuan Lee” perintah Ms.Sung, berlalu dari hadapan-nya.


Tok...tok...


“Tuan Lee, Tuan Kim, ini Tuan Lee kepala arsitek pembangunan Hotel Jeju” ucap Ms.Sung memperkenalkan ke tiga pria tersebut.

“Annyeong.., saya Kimbun” sapa-nya sambil menyabat tangan mereka.

“Dan ini Tuan Lee, Presiden Direktur Shinwha grup” ujar Kimbun, namun pria yang di maksud malah sibuk dengan pekerjaannya.

“Minho-a, meeting segera di mulai” ucap Kimbun membelalakan matanya.

“Oh, ya lakukan saja” ucap Minho datar, Kimbun yang mendengar jawaban Minho, hanya mendengus dan mempersilahkan duduk ke-tiga pria di depan-nya.

“Baiklah, apa yang harus di bahas hari ini” ucap Minho perlahan menggabungkan diri dengan mereka.

“Ini report akhir penyelesaikan pembangunan Hotel Shinwha di Jeju, Tuan” ucap Ji Hoon, menyerahkan file reportingnya ke Minho, manun Minho hanya melirik file tersebut.

“Saya tidak butuh laporan hardcopy, yang saya butuhkan penjelasan mengenai finishing Hotel di Jeju” ucap Minho dingin, tanpa melihat ke-tiga pemuda itu.


Tok...tok...


“Saya bawakan kopi, untuk menemani meeting hari ini” ucap Ji Hun, sambil menyajikan kopi ke pada pria-pria itu.

Ji Hun tersenyum manis, saat menyuguhkan kopi ke Minho, “Ini kopi untuk anda, Tuan Lee” ucap-nya menyeringai ke Minho, namun Minho tidak memperdulikan ucapan sekertaris itu.

Ji Hoon yang melihat tingkah Ji Hun, hanya dapat menelan ludah sendiri.
Tidak menyangka akan di perlakukan seperti ini oleh wanita yang sangat di cintai-nya

“Tuan-taun, sepertinya saya harus undur diri dari meeting kali ini” ucap Minho, bangkit dari duduk-nya.

“Minho-a, kau mau kemana” tanya Kimbun penasaran, menghampiri Minho.

“Hari ini aku juga ada Meeting di luar, kau saja yang melanjutkan meeting ini, ok!” ujar Minho berlalu dari ruangan itu, mendengar jawaban Minho sontak membuat Kimbun kesal, hanya cibiran dari bibirnya menatap ke pergian sahabatnya ini hingga hilang dari balik pintu.

“Tuan Lee, anda mau keluar” sapa Ji Hun, saat di lihatnya Minho melintas di depan mejanya.

“Apa urusanmu” ucap-nya melirik tajam ke Ji Hun, perlahan meninggalkan gadis itu tertunduk dalam.

____@.@____


Suasana siang di kota Souel begitu ramai, matahari yang bersinar siang ini sangat bersahabat, dan angin yang berhembus juga sangat nyaman, senyaman hati seorang gadis yang berjalan dengan riangnya menelusuri trotoar jalan di kota Souel.
Senyum mewarnai wajahnya saat keinginannya bertemu dengan pria idamannya akan terlaksana.


Flashback

“Yeoboseyo...Oppa” sapa Hyesun senang saat berhasil menghubungi Ji Hoon.

“Yeoboseyo, Sun-a” balas Ji Hoon, sedikit terkejut saat Hyesun menghubungi-nya.

“Aku ingin bertemu dengan oppa, apa hari ini oppa sibuk” tanya Hyesun memastikan jawaban dari pria di seberang sana.

“Anhi, bisa temui aku di gedung Shinwha, jam makan siang nanti” pinta Ji Hoon.

“Baik oppa, aku akan menemui oppa di sana” ucap-nya senang.

“Kabari aku, jika kau sudah sampai!” ucap Ji Hoon cepat mengakhiri percakapannya.

Dengan sigap Hyesun menyelesaikan pekerjaannya di Lee mainson, surat ijin keluar ini  sudah di dapat-nya dari Tuan muda Lee, senyum mengembang di wajahnya saat mematutkan diri di depan cermin.

“Sangat cantik” sapa Mrs.Yang dari balik pintu, Hyesun menolehkan kepalanya saat di lihatnya Mrs.Yang menghampirinya.

“Gumawo, Bi” ucap-nya tertunduk malu.

“Sampaikan salam bibi untuk eommamu Sun-a” ujarnya membelai lembut pipi Hyesun.

Hyesun mengangguk pelan, perasaan tidak enak hati telah menggelayuti pikiran-nya.
Niat keluar siang hari ini bukan bertemu dengan eommanya, melainkan Ji Hoon oppa.
“Mianhae Bibi Yang, bukan maksudku membohongimu, tapi aku hanya ingin bertemu dengan Ji Hoon oppa” ucap-nya lirih.


Endflashback


Kring...kring...

“Sonsaengheyo.., saya permisi sebentar, ucap Ji Hoon perlahan ke luar dari ruangan itu.

“Yeoboseyo.., Sun-a” sapa Ji Hoon, saat melewati meja Ji Hun, sontak membuat gadis itu mengalihkan pandangan-nya ke Ji Hoon.

Pelan Ji Hun mengikuti pria itu dari belakang, di tajamkannya pendengaran-nya mencari tahu apa yang di bicarakan Ji Hoon dengan Hyesun.
Seketika wajah Ji Hun mengeras, mengetahui Ji Hoon akan bertemu dengan Hyesun siang ini, di remasnya kuat ke-dua tangannya menahan emosi yang mulai memuncak.

“Tidak akanku biarkan oppa, kau bertemu lagi dengan dongsaengku” gumam Ji Hun geram, otak-nya berpikir keras, mencari cara agar pertemuan Ji Hoon dan Hyesun tidak akan terealisasi.

Ji Hun mengendap-endap dari belakang mengikuti langkah Ji Hoon menuju lobby Shinwha, matanya terbelalak saat di lihatnya Hyesun sudah berdiri di Luar pintu lobby.
Wajah Ji Hun kian mengeras saat di lihatnya Ji Hoon membelai pipi Hyesun, ingin rasanya memaki ke-dua orang tersebut, namun di sadari posisinya saat ini tidaklah pantas untuk melakukan sesuatu yang kurang menyenangkan.

“Oppa, apa kau baik-baik saja” ucap Hyesun saat di lihatnya guratan kesedihan dari wajah Ji Hoon.

“Ne, aku hanya butuh teman untuk bicara” sahut Ji Hoon pelan.

“Mian, sudah dua minggu ini aku tidak bisa menemani oppa” ucap Hyesun menyesal, mendengar ucapan Hyesun Ji Hoon merasa tidak enak hati, membuat Hyesun jadi tempat pelarian-nya saat hubungan-nya dengan Ji Hun sedang tidak nyaman.

“Jangan bicara seperti itu Sun-a, kau adalah sahabat dan teman terbaikku” ucap Ji Hoon, pelan di raihnya ke-dua tangan Hyesun, sontak membuat wajah gadis itu memerah.

Walaupun tersirat rasa kecewa dari wajah Hyesun, saat Ji Hoon  mengatakan dia adalah sahabat terbaiknya, namun gadis itu memuntahkan perasaan itu mentah-mentah. Baginya melihat pria di depannya ini bahagia sudah cukup membuat-nya senang, Hyesun tersipu malu saat Ji Hoon mengecup jemari tangannya, rona wajahnya kian memerah.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengamati gerak gerik ke-dua insan tersebut dari dalam mobil.
Raut wajah-nya mengeras saat di lihatnya pria itu mengecup tangan gadis yang berdiri di depannya, hanya cibiran yang terpasang dari wajanya saat di ketahuinya siapa pria yang bersama dengan gadis itu.
Hal yang sama terjadi juga dengan Ji Hun, reflek di pukulnya kaca yang ada di depannya, nafasnya menggebu ingin rasanya memaki pria itu karna sudah melanggar janji-nya.

“Bukankah itu Nona Goo” ucap Mr.Park polos, mengalihkan pandangannya ke Minho, hanya lirikkan dari sudut mata-nya mengomentari pertanyaan Mr.Park. sontak mebuat Mr.Park meluruskan pandangannya ke depan tanpa berani berkomentar lagi.

Minho masih mengamati dua insan tersebut, bola matanya bergerak saat di lihatnya gadis itu perlahan meninggalkan pemuda itu.
Minho tidak dapat memungkiri bahwa gadis itu begitu bahagia, wajah dan mata gadis itu lebih bersinar, ya lebih bersinar di bandingkan saat dia menatap lekat wajah gadis itu tadi pagi.


Pelan di tutup mata-nya, saat terlintas wajah gadis itu di pelupuk matanya, hanya hembusan nafas berat yang terdengar mewakili perasaannya yang sedang tidak menentu.

“argh.., kenapa bayangan wajah gadis itu selalu ada di depanku” gumanya lirih, pelan di pukulnya sandaran kursi mobil itu, sontak membuat Mr.Park yang duduk di kursi itu membalikan badannya.

“Gwancanayo, Doronim” ucap Mr.Park ragu.

“Jalan.., tunggu!” Minho mengalihkan pandangannya ke pria tersebut saat di lihatnya seorang gadis lain menghampiri pria itu.

Tajam di amatinya ke-dua orang tersebut, berusaha mencari tahu apa yang mereka bicarakan. Minho mendengus saat di lihatnya gadis yang di kenalnya sebagai sekertaris di kantornya itu, sedang memukul-mukul dada pria itu, alisnya terangkat tinggi saat di lihatnya pria itu memeluk erat gadis itu.


____@.@____



“Apa sudah ada hasil dari meeting hari ini” ucap Minho yang tiba-tiba masuk ke ruang kerjanya.

“Hi..bro, kau sudah kembali” sapa Kimbun, menghampiri Minho di meja kerjanya.

“Dua bulan lagi, peresmian Shinwha Hotel akan terlaksana” ucap Kimbun mantap.

“Mwo.., tidak bisa” ucap Minho tegas, perlahan bangkit dari duduknya.

“Ya, Lee Minho, kau kira semudah itu apa, menyelesaikan pembangunan Hotel” sahut Kimbun sewot.

“Apa gunanya mereka di bayar mahal!” ucap-nya menunjuk kearah tiga orang tersebut.

Kimbun hanya dapat menarik nafas berat, melihat sikap sahabatnya ini, perlahan Minho menghampiri meja meeting itu, tatapannya tertuju pada pria yang di lihatnya di luar lobby tadi.
Tatapan tajamya masih tertuju pada pria itu, senyuman menyindir terpasang di wajah Minho saat pria itu membalas tatapnya.

“Jika Tuan Lee tidak keberatan, beri kami waktu sebulan untuk menyelesaikan tahap akhir pembangunan Hotel Shinwha” ucap pria lantang, mengharapkan persetujuan dari Minho.

“Dua minggu, no compremised” ujar Minho tegas,
“kenapa, anda tidak mampu” ucap Minho, dengan senyum tipis di wajah-nya.

Keheningan terasa sesaat di ruangan itu, sementara Minho masih lekat menatap pria di depan-nya.
Lawan yang di tatap hanya mampu tertunduk lemah, tanpa mampu berbuat apa-apa lagi.

Ji Hoon berfikir keras mencari solusi untuk permasalahan ini, namun posis-inya seperti terdakwa yang baru saja di jatuhi vonis hakim, ‘pasrah’ menghadapi permintaan client besar perusahaan-nya ini.

“Apa tidak ada solusi lainya Minho-a” ucap Kimbun mencairkan suasana yang sempat membeku.

“Baiklah jika itu permintaan Direktur Lee, kami turuti” ucap Ji Hoon mantap, sontak ke-dua rekannya mengalihkan pandangan mata tak percaya akan apa yang mereka dengar.

“Nice” ucap Minho bangkit dari duduknya,
“Karna sudah tidak ada yang harus di bicarakan lagi, bisa tinggalkan saya sendiri” ucap-nya tegas berjalan ke arah meja kerjanya.

Minho menunjukkan sikap apatis-nya terhadap sapaan perpisahan dari ke-tiga arsitek tersebut, Kimbun yang berperan aktif mengantarkan ke-tiga orang tersebut hingga di ambang pintu, perlahan merapatkan tubuhnya di balik pintu.

Sorotan tajam dari mata Kimbun mengamati aktifitas Minho, namun objek yang di tuju menyibukan diri dengan dokumen di depan-nya.

“Gwancana Minho-a?” ucap Kimbun, meraih kursi di depan meja Minho, lagi pria tersebut mengacuhkan dirinya, pelan Minho menghempaskan tubuh-nya di sandaran kursi.

Lekat di tatapnya Kimbun yang juga sedang mengamati-nya, berusaha menutupi perasaan-nya yang sedang galau dari sahabat-nya ini.

“Gwancanayo, aku pulang dulu” ujar Minho cepat, dengan sigap di raih jas-nya yang tergantung di sandaran kursi.
Kimbun mendengus melihat sikap Minho yang berlalu begitu saja dari hadapa-nya.
                  



End Of Chapter

   

         


‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

anyeonggg.... Free lagii yang update [sweat]
sama seperti yang lalu karna suatu hal Itaraya sista, blum bisa masuk CM
dan meminta saia untuk membantu update-an FF-nya (R.O.H) Chapter 5 ^^
dia (baca Ita ) meminta maaf yg sebesar-besar nya karna ga bisa post sendiri
(something wrong with her lappie, ga bisa buka CM [ohmy])
saran gw, segera dicarikan anti virus yang mumpuni Taa'' untuk menghalau virus yg menyerang lappie-muu [hmpfh]
sekian prakata pengantar dari saia^^
mohon maaf atas segala kekurangan-nya, untuk balesan comment-nya nunggu Itaa sista OL yaa ^^
gumawooo





‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
wah, min ho dah mulai cemburu~cemburu aja,deh.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
belum habis bacanya, tp kyknya minho udah mulai cemburu ke bummie ya? iya sih cowok itu keganjengan sih [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
itaaaaaaaaaaaaaaaa, komawo dah di up date.

 whistling whistling Hye Sun di taksir ama duo namja ganteng yang 1 tuan muda lee Min Ho, atunya lagi sahabat min ho aka Kim Bum yg ganjen bgt juga naksir eh satu lagi ampir lupa Il Woo si secret admire hye sun whistling whistling

Min Ho mulai jatcin nih kayknya ama hye sun , mana cemburu ama temen sendiri,  [hmpfh] [hmpfh] ayo Min Ho taklukkan Hye Sun dan buat Hye Sun lupa ama Ji hoon... [smiley-gen013] [smiley-gen013]

puassss bacanya long chapter, Min Ho dah mulai sweet ama Hye sun and cemburu sudah bikin otak min ho keram, tinggal lempar eonni Hye sun ke laut aja kyknya [hmpfh] [hmpfh]



    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
tata itaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa tengkyu udah diupdate [hug] [hug] [hug] [hug]

ekekekekeke mbum tu ye jd cowok ganjen amir ga bs liat cewek cantik nganggur [hmpfh] [laughing] mino mulai jeles ni bagus2 mulai ada rasa ke hyesun [lovestruck] [lovestruck]


ADAM COUPLE SELCA

iiuuu

  • Guest
waaa.. aku dataaang.. ~~

sist free tengkyu byak uda mw update tin ini.. muaach..
sist ita tengkyu byak jga uda menyisihkan wktu buat nls ff ini.. dtgah ksibukan yg bejibun.. muaaaaach~ alay mode on hmpf

wah papi dmari uda nunjukin kekuasaannya.. gencet aja terus pi si ji hoon.. dia kan yg bkn mami berharap lbh.. lgian kalo susah inget mami, kalo seneng ikt ji hun.. ~plakk ditabok sist ita.. lol
mami.. siap2 ntu drmah ama papi.. hmpf.. seneng jg kalo mami uda agak nyaman ama papi...
lanjutkan pi.. bkn mami berpaling padamu.. bkn camer n kakak iparmu gak bsa berbuat apa2 ama mami...


Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Baru aja baca update-an yang ini...

So...Ji Hoon dan Ji Hun...yakin neh namanya beda? kok kayanya sama aja bacanya ... hehee...Si Hyesun disukain ama Kimbun juga yak? And Minho dah pake acara cemburu pula...padahal belum ada komitmen apapun...phewww....BIarin aja deh Kimbun yang usaha duluan, biar ntar minho tambah jealous... [hmpfh]...

OKD, ditunggu ya update nya lagi....

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Minho perhatian bgt nih sama hye sun , berarti udah mulai ada rasa dong kak ?
ji hoon sebenernya suka sama siapa sih kak ??? Bingung aku
aduh itu si bum , jangan toel2 hye sun dong ... Genit amet sih , hehehe
thanks kak ita and kak free dah diupdate

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile

anyeonggg.... Free lagii yang update [sweat]
sama seperti yang lalu karna suatu hal Itaraya sista, blum bisa masuk CM
dan meminta saia untuk membantu update-an FF-nya (R.O.H) Chapter 5 ^^
dia (baca Ita ) meminta maaf yg sebesar-besar nya karna ga bisa post sendiri
(something wrong with her lappie, ga bisa buka CM [ohmy])
saran gw, segera dicarikan anti virus yang mumpuni Taa'' untuk menghalau virus yg menyerang lappie-muu [hmpfh]
sekian prakata pengantar dari saia^^
mohon maaf atas segala kekurangan-nya, untuk balesan comment-nya nunggu Itaa sista OL yaa ^^
gumawooo


Makasih banget ya free yang baik hati, tidak sombong dan suka menolong dah mau update-in ff aku  [hug]
soal antivirus-nya dah di pasang, mudah2an bisa buka CM lagi [heh]
sekarang gantiaan ya inetmu yang bermasalah [hmpfh]

wah, min ho dah mulai cemburu~cemburu aja,deh.
pastinya, sebagai competitor berat minho [hmpfh]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
belum habis bacanya, tp kyknya minho udah mulai cemburu ke bummie ya? iya sih cowok itu keganjengan sih [laughing] [laughing]
gumawo mom dah baca, bummie aku bikin di sini sebagai cowok yang ganjen [hmpfh]

itaaaaaaaaaaaaaaaa, komawo dah di up date.

 whistling whistling Hye Sun di taksir ama duo namja ganteng yang 1 tuan muda lee Min Ho, atunya lagi sahabat min ho aka Kim Bum yg ganjen bgt juga naksir eh satu lagi ampir lupa Il Woo si secret admire hye sun whistling whistling

Min Ho mulai jatcin nih kayknya ama hye sun , mana cemburu ama temen sendiri,  [hmpfh] [hmpfh] ayo Min Ho taklukkan Hye Sun dan buat Hye Sun lupa ama Ji hoon... [smiley-gen013] [smiley-gen013]

puassss bacanya long chapter, Min Ho dah mulai sweet ama Hye sun and cemburu sudah bikin otak min ho keram, tinggal lempar eonni Hye sun ke laut aja kyknya [hmpfh] [hmpfh]
gumawo shanty, klo jancin sih belum, minho merasa nyaman aja jika ada hyesun [heh]
kwkwkw klo soal eonninya hyesun...wait n' see aja apa lagi yang akan dia lakukan tuk menarik perhatiannya minho
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
tata itaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa tengkyu udah diupdate [hug] [hug] [hug] [hug]

ekekekekeke mbum tu ye jd cowok ganjen amir ga bs liat cewek cantik nganggur [hmpfh] [laughing] mino mulai jeles ni bagus2 mulai ada rasa ke hyesun [lovestruck] [lovestruck]

mak...kok jarang Ol di LI lagi ya [what]
makanya aku bikin bummie jadi cowok playboy, gak bisa liat cewek cantik langsung sosor [hmpfh]

waaa.. aku dataaang.. ~~

sist free tengkyu byak uda mw update tin ini.. muaach..
sist ita tengkyu byak jga uda menyisihkan wktu buat nls ff ini.. dtgah ksibukan yg bejibun.. muaaaaach~ alay mode on hmpf

wah papi dmari uda nunjukin kekuasaannya.. gencet aja terus pi si ji hoon.. dia kan yg bkn mami berharap lbh.. lgian kalo susah inget mami, kalo seneng ikt ji hun.. ~plakk ditabok sist ita.. lol
mami.. siap2 ntu drmah ama papi.. hmpf.. seneng jg kalo mami uda agak nyaman ama papi...
lanjutkan pi.. bkn mami berpaling padamu.. bkn camer n kakak iparmu gak bsa berbuat apa2 ama mami...

klo Ji hoon tipikalnya emang jelek banget, klo butuh baru nyari klo nggak lupakan  [hammer]
aku juga agak bingung ama karakter nih cowok [heh]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Baru aja baca update-an yang ini...

So...Ji Hoon dan Ji Hun...yakin neh namanya beda? kok kayanya sama aja bacanya ... hehee...Si Hyesun disukain ama Kimbun juga yak? And Minho dah pake acara cemburu pula...padahal belum ada komitmen apapun...phewww....BIarin aja deh Kimbun yang usaha duluan, biar ntar minho tambah jealous... [hmpfh]...

OKD, ditunggu ya update nya lagi....
mawar, mian klo nama dua orang itu bikin bingung, tapi aku feel banget masukin mereka dalam ff ini [biggrin]
kimbun sih totaly gak ada feel ke hyesun, secara diakan playboy yang gak bisa liat cewek di anggurin [hmpfh]
klo soal cemburunya minho bukan ama kimbun aja kok, Ji hoon dan Il woo siap buat minho panas hati
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Minho perhatian bgt nih sama hye sun , berarti udah mulai ada rasa dong kak ?
ji hoon sebenernya suka sama siapa sih kak ??? Bingung aku
aduh itu si bum , jangan toel2 hye sun dong ... Genit amet sih , hehehe
thanks kak ita and kak free dah diupdate
klo ada rasa belum, hanya merasa nyaman aja kok
klo ji hoon aslinya suka ama eonnie hyesun, dia deketin hyesun karna ada maksud tertentu aja, di chapter 7 akan terbongkar semua niat jelek Ji hoon kok [biggrin]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
sis....nasib hye sun ko miris bgt?? [what] kaya cinderella gitu... Ji Hun juga [angry] jahatnya sama aja sama eommanya.. hammer2 trima nih Ji Hun [guns] [guns] [guns] stlh Ji Hoon bsk2 Min Honya lagi yg direbut dari Hye Sun... [dry]
cptn d'update ya sis... [hmpfh] [hmpfh]

Love you more than I can say