Poll

kira-kira lagu apa yang cocok buat MP Aljoana

"Wonderful Tonight" By Eric Clapton
3 (18.8%)
"Baby Can I Hold You Tonight"  By. Boyzone
3 (18.8%)
"One Night" By The Corrs
10 (62.5%)
terserah author (glodak!)
0 (0%)

Total Members Voted: 16

Author Topic: Re: THE MAESTRO (chapter 22 ---- 31 Juli 2011)  (Read 36134 times)

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #301 on: March 23, 2011, 07:20:10 am »
mumpung udah ga koma lg CM nya udah baca siy yg di fb cuma ga komen [hmpfh] yah agak gondok dongkol empet sm aldian hammer2 hammer2 hammer2 kesian cintia [cry] [cry] [cry] eh tu cintia jgn dibikin hamil ya jgn ya ya ya whistling knapa ane demen liat joan sm albert ye ekekekek orgnya gokil ceplas ceplos bs bikin joan ketawa cucok lah #PLAK ditendang authornya [hmpfh] [laughing]
SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU MAKKKKKKKKKKKKKKKKKK [hmpfh] [hmpfh]

setuju enggak, ya???


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #302 on: March 24, 2011, 08:46:00 am »
sisi said stuju..stuju.. [hmpfh] *bantuin sisi jwb whistling
chintya jgn dibuat tekdung [nono] [nono] bisa mati kutu bacanya [wacko] [wacko]

Love you more than I can say

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #303 on: March 24, 2011, 10:51:34 am »
sisi said stuju..stuju.. [hmpfh] *bantuin sisi jwb whistling
chintya jgn dibuat tekdung [nono] [nono] bisa mati kutu bacanya [wacko] [wacko]

orang yang tekdung chintya kok pada sewot... gak tau deh chintya ntar hamil or gak....gue belum mikir


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #304 on: March 26, 2011, 01:40:12 pm »
THE MAESTRO
Chapter 8

Song of the Day :

How Do I Live
By. Trisha Yearwood

How do I
Get through one night without you
If I had to live without you
What kind of life would that be?
Oh I need you in my arms
Need you to hold
Your my world my heart my soul
If you ever leave
Baby you'd take away everything good in my Life.

And tell me now
How do I live without you
I want to know
How do I breathe without you
If you ever go
How do I ever, ever survive?
How do I
How do I
O how do I live?.

Without you
There'd be no sun in my sky
There would be no love in my life
There would be no world left for me
And I
Baby I don't know what I would do
I would be lost if I lost you
If you ever leave
Baby you would take away everything real in My life

And tell me now
How do I live without you
I want to know
How do I breathe without you
If you ever go
How do I ever ever survive?
How do I
How do I
O how do I live?...

Please tell me baby..

How do I go on?
If you ever leave
Well baby you would take away everything
Need you with me
Baby don't you know your everything good in My life

And tell me now
How do I live without you
I want to know
How do I breathe without you
If you ever go
How do I ever, ever survive?
How do I
How do I
O how do I live

How do I live without you
How do I live without you baby.......
How do I live....


“Chin… Chintya!” Aldian terkejut melihat gadis itu. Chintya-lah yang semalam bersamanya. Seketika dunia begitu kelam baginya. Gadis di depannya itu masih saja menangis sesenggukkan. “Miane, Chintya… Miane.”

Chintya berusaha meraih kimononya yang terkoyak akibat perlakuan kasar Aldian semalam. Masa depannya hancur dalam waktu semalam dan itu karena sepupunya yang mabuk. Sementara impiannya untuk menikah dengan Nicky lenyap sudah. Kegadisannya telah terenggut oleh pria mabuk yang menyebut nama wanita lain saat menyentuh… Menyentuh? Bukan, lebih tepatnya memperkosanya.

Lunglai, Chintya keluar kamar jahanam itu. Aldian masih diam mematung dengan mulut ternganga. Merutuki tabiat hinanya terhadap sepupunya sendiri. Dia menyandar di ranjang, berusaha mengingat kejadian semalam dengan hati perih. Semalam dia mabuk berat dan pulang sendiri. Chintya memapahnya memasuki kamar dan dia merasa melihat sosok Joana pada diri Chintya. Phabo! Kenapa semua ini harus terjadi padaku, Tuhan!!!!

Aldian turun dari ranjang, membuka lemari dengan kasar. Mengambil salah satu kimono untuk menutupi tubuh telanjangnya. Dia merasa harus menyelesaikan semuanya sekarang. Apa yang akan dia lakukan? Entahlah.. dia begitu pusing saat ini.

Diketuknya kamar Chintya. Tak ada sahutan. Dengan ketidaksabaran tingkat akut, dia membuka pintu kamar Chintya yang ternyata tak dikunci. Gadis itu masih menangis, tapi tangannya dengan terampil berkemas. Semua sudah diputuskan. Jika tetap di manshion ini, segalanya tentu tambah runyam. Harusnya saat Nicky mencurigai kedekatan Aldian dan Joana, dia mampu mencium gelagat tak baik. Tapi Chintya berusaha menampik hal itu. Tak menyangka dirinya menjadi bagian dari kisah terlarang ini. Kisah  seorang maestro bernama Aldian yang jatuh cinta dengan ciptaannya sendiri, Joana.

“Mau kemana, kau?” tanya Aldian memecahkan keheningan di ruangan itu. Chintya tak menggubris, masih melanjutkan aktifitasnya dengan koper-koper berisi pakaian. “Jawab, Chintya!” hardik Aldian.

Chintya memandang dengan perasaan jijik. Aldian mengerti dan menunduk. Rasa bersalah menyelimuti hatinya. “Pergi dari manshion ini!” jawab Chintya tegas.

“Chintya, aku mohon… kita selesaikan masalah ini baik-baik,” pinta Aldian.
“Menyelesaikan?” tanya Chintya heran. Air mata masih merambati pipi mulusnya.”Memangnya apa yang akan kau lakukan untuk menyelesaikan masalah ini?”

Aldian terdiam. Pertanyaan Chintya tepat menggambarkan kebingungannya saat ini.
“Tidak bisa menjawab, bukan?” pasti Chintya lagi. “Jangan bilang kau akan menikahiku karena di antara kita tidak ada cinta.”

Aldian menunduk. Saat ini dia tengah jatuh cinta pada Joana. Perasaan yang begitu ingin dia ingkari, tapi terjebak sendiri dengan tingkah konyolnya.

“Kau mencintai Joana, bukan?” tebakan jitu Chintya.”Kau bahkan menyebut namanya saat mengingau.”

“Chintya…,” panggil Aldian. Saat ini tampangnya sangat menyedihkan. Chintya menyeret kasar kopernya, segera angkat kaki dari manshion. Aldian terkesiap dan berusaha mengejar. Saat berada di tangga, terjadilah tarik menarik koper antara keduanya.

“Kau mau kemana, Chintya? Aku tak akan mengijinkanmu pergi!” bentak Aldian. Chintya berusaha menghempaskan genggaman tangan Aldian pada kopernya. “Cukup, Aldian-ssi… Aku tidak mau jadi bagian dari kisah cinta ini.”

 Mina Im yang melihat pertengkaran mereka, menghentikan aktifitas untuk mengamati lebih jauh. Tampak olehnya Chintya memandang penuh amarah pada tuannya. “Seharusnya saat Nicky menceritakan padaku tentang gelagat tak baik antara kau dan Joana, aku segera menyadari hal itu.”

Mina Im semakin mempertajam pendengaran saat nama Joana disebut Chintya. “Kau seorang lelaki yang jatuh cinta pada anak kecil yang berada di bawah perwalianmu selama tiga belas tahun!”

Mina Im terkejut mendengar cercaan Chintya yang terakhir. Saraf tubuhnya lemaslah sudah.

“Hentikan perasaan hinamu itu karena sudah pasti banyak yang akan menentang terutama abojimu,” nasihat Chintya dengan nada berapi-api.
 “Kita rahasiakan yang semalam atau aku sangat membencimu jika Nicky tahu semua ini!” kalimat terakhir Chintya sebelum memantapkan niatnya meninggalkan manshion itu dengan mobilnya.
Aldian menangis sudah. Dia mengacak-acak rambut dengan pikiran yang kacau lalu berteriak-teriak tak jelas. Lalu tiba-tiba dia teringat pada Joana. Di mana anak itu? Dan akhirnya dia memanggil Joana keras-keras seperti orang gila. Joana! Joana!

Ya, Joana-lah yang membuatnya gila.
“Dia tidak ada di sini, Doronim!” jawab Mina. Aldian menoleh dengan pandangan berkilat, emosi segera merajai hati saat mendapati kenyataan itu. Hari masih sangat pagi dan Joana sudah tak ada di rumah.”Di mana dia?” tanyanya dengan nada keras.

“Nyonya Vicky membawanya ke Villa.”

Kenyataan itu membuat hatinya tambah mencelos. Dia teringat perkataan Vicky kemarin,”Omma dan Appa berencana memboyong Joana ke villa kami.”

“Dia harus bersama kami. Aku akan mempersiapkannya sebagai istri Dany,” kalimat Vicky yang satu itu pun masih Aldian ingat. Hatinya hancur sudah. Ya, Tuhan.. ..Apa yang harus kulakukan? Apa?

“Masih ingatkah pembicaraan kita minggu kemarin, Doronim?” suara Mina mendayu, menambah kesedihan Aldian. “Inilah yang aku takutkan selama ini.”

Aldian menangisi semuanya. Tubuhnya lunglai, merosot kebawah. Hanya sekeping hati yang sakit, tapi memberi makna begitu dalam hingga kekekaran tubuh itu terkalahkan. Mina Im berjongkok di depannya. Sebagai seorang Ibu, dia berusaha menenangkan tuannya,”Benar kata Chintya agashi, Doronim. Pupuslah perasaan itu. Relakan Joana, maka semua akan berjalan baik-baik saja.”


-------------------------

Joana si gadis polos. Itulah yang selalu diucapkan Harry saat menikmati sarapan dengan gadis itu di Villa Lee. Vicky begitu terhibur dengan lelucon demi lelucon yang dilontarkan Joana di meja makan. Semalam Harry mengajak Joana ke  villa karena Aldian sudah lenyap entah kemana dan dia semakin puas dengan keputusaannya itu. Dalam hati, Harry enggan melepaskan gadis itu pulang ke Lee Manshion lagi. Inilah saatnya untuk mempersiapkan Joana menjadi istri Danny. Begitu pikirnya.

“Kau pindah ke sini, ya, sayang?” pinta Harry. Vicky mengangguk.”Ne, Joana. Halmoni sudah bicara pada Oppamu. Dia setuju jika kau pindah ke sini.”
Joana memandang nanar. Danny yang juga ada di ruang makan mengamati ekspresi wajahnya.

“Aldian akan menikah dengan Jenifer Son,”kabar dari Harry. “Kau tentu tidak ingin mengganggu mereka, bukan? Chintya juga akan segera ku suruh pindah kemari.”

“Ha…. Ha… haraboji..,” panggil Joana di antara keping-keping hatinya. Sedapat mungkin dia menahan tangis. Danny masih mengamati. Cahaya pagi memantul di mata jeli Joana hingga tampak kilatan air mata yang menyelimuti. Di sini Danny bisa menyimpulkan jika Joana akan menangis.

“Waeyo, Sayang?” tanya Harry.
“Ka… kapan mereka menikah?” masih tergagap, Joana ingin mengetahui kepastian itu. Setidaknya jika saat itu tiba, dia sudah mempersiapkannya dari sekarang. Walau pun dunia serasa jauh dari impiannya selama ini. Impian seorang remaja yang sedang jatuh cinta, ingin selalu bersama orang yang dicintai.

“Aku juga tidak tahu, Sayang. Tapi bisa kupastikan secepatnya,” jawab Harry. Vicky mengulurkan tangannya menyeberangi meja besar itu untuk menggenggam tangan Joana lalu berkata,”Karena itu kau pindahlah ke sini. Sehingga tidak mendadak jika mereka sudah menikah.”

Harry mengangguk, menyetujui perkataan istrinya. “Kalian juga akan segera menikah!”

Danny dan Joana terkejut bukan main mendengar pengumuman Harry. “Mwo?”

Vicky jadi mencubit lengan Harry.”Sayang, kau tidak berbasa-basi rupanya.”
“Buat apa berbasa-basi jika semuanya sudah jelas,” balas Harry, lalu tatapannya beralih pada dua remaja di depannya yang duduk bersisihan itu,”Kalian saling menyukai, bukan?”

Joana menunduk, hatinya tambah perih. Dany jadi tidak tega melihatnya. “Haraboji, bagaimana bisa berkesimpulan seperti itu?”

Harry mengibaskan tangannya,”Kebersamaan kalian selama ini. Memangnya kenapa? Apa kesimpulanku salah?”

Danny mengalihkan perhatiannya pada Joana. Gadis itu masih menunduk. “Saya tidak mencintai Joana,” Danny memutuskan menutupi kenyataan bahwa Joana tidak mencintainya di depan Harry.

“Saya mencintai wanita lain,” lanjut Danny lagi, masih menatap Joana yang kini mengangkat wajah ke arahnya.

Hary mengibaskan tangannya.”Cinta tidaklah penting. Kalian sudah cukup dekat selama ini dan itu cukup bagiku untuk menikahkan kalian.”

“Tidak bisa begitu, Haraboji!” bentak Danny. Dia tahu hati wanita di sampingnya itu semakin perih, tentu menolak perjodohan ini tapi tak kuasa berucap. Karena itulah danny harus menghentikan perjodohan konyol ini. Menikah dengan Joana, tak disangkal kalau itulah impiannya selama ini. Tapi gadis itu tidak mencintainya, apalah arti pernikahan jika dijalani dengan keterpaksaan.

Vicky terkejut melihat ketidaksopanan Danny.”Tenang, Danny-a. jangan kurang ajar begitu pada Harabojimu.”

“Joana,” panggil Vicky.”Kau sama sekali tidak bersuara, bagaimana pendapatmu?”

Joana memandang nanar. Vicky merasakan sesuatu yang aneh. Kepiluan hati gadis itu menjalar di dirinya. Kenapa Joana bisa sesedih ini?

“Saya… saya mau minta pendapat Oppa,” jawab Joana lirih. Harry terpingkal-pingkal mendengarnya,”Apa perlunya itu. Sudah pasti Oppamu setuju.”

“Saya ingin mendengarnya dari mulut Oppa sendiri,” kata Joana. Danny menoleh. Mata Joana masih memerah menahan tangis. “Saya akan ke Lee Corporation siang ini. Meminta pendapat Oppa dan berpamitan padanya,” lanjut Joana. Dalam hati, Joana berharap Aldian menolak perjodohan ini dan menahannya di Lee Manshion.

“Saya akan mengantar Joana ke Lee Corporation,” Danny memutuskan dan membuat Joana yang terkejut menoleh ke arahnya. Harry mengangguk-angguk.”Oke, aku mengerti sekarang. Selama ini Aldian adalah walimu, jadi kau berpikiran begitu. Yap, aku setuju. Temuilah Oppamu itu dan pulanglah ke Villa ini.”

Joana mengangguk enggan. Danny memandang lembut padanya dan menggenggam tangannya. Dia begitu ingin berkata pada Joana,”Aku mengerti perasaanmu, Joana. Aku mengerti.”

Saat perjalanan ke Lee Corporation. Keheningan terjadi di keduanya. Dalam kebisuan itu Danny menyetir. Sementara Joana lebih memilih mengamati pemandangan di luar jendela. Danny menghela nafas karenanya. Dia masih memikirkan pria yang berhasil mencuri hati Joana.

“Siapa pria itu, Joana?” rasa penasaran Danny sudah memuncak hingga keluar juga pertanyaan itu. Joana masih menatap pemandangan di sepanjang jalan.”Joana…,”panggil Danny lagi.

“Mwo?” akhirnya Joana menoleh.
“Kau dan Albert berpacaran?” tanya Danny. Joana menggeleng.
“Lalu siapa pria itu?”
Joana menunduk.
“Jangan bilang kalau pria itu…
Joana tak bisa membendung perasaannya. Dia menangis. Danny semakin hancur. Selama ini dia bersaing dengan pamannya sendiri. Lalu apakah perasaan itu mungkin? Bisakah Joana bersatu dengan Aldian jika selama ini status Aldian adalah wali Joana.

“Sejak kapan kau jatuh cinta pada Ajhusi?” selidik Danny. Joana menggeleng,”Entahlah, Danny-a. Aku juga tidak tahu,” jawab Joana di antara isakan tangisnya.

“Kau tahu perasaan Ajhusi padamu? Maksudku apakah cintamu berbalas?”

“Aku tidak tahu, Danny…,” jerit Joana. Dia masih saja terisak. ”Jeongmal, aku tidak tahu bagaimana perasaan Oppa padaku. Yang aku tahu, aku mencintai Oppa. Aku selalu ingin bersama Oppa sejak pertama kami bertemu.”

“Ajhusi akan segera menikah. Lalu apa yang akan kau lakukan?”
Sekali lagi Joana menggeleng. Dia tidak berani membayangkan jika saat itu tiba. Mobil Danny berhenti saat sampai didepan gedung perkantoran Lee Corporation. Danny memeluk Joana yang masih menangis berusaha menenangkan.”Buanglah perasaan yang menyiksa ini, Joana. Janganlah seperti pandir yang selalu berkeluh kesah. Untuk apa kau begitu pilu memikirkannya sementara dia sendiri tidak memikirkanmu.”

Joana mendongak hingga matanya mampu bertatapan dengan pandangan Danny.”Apakah perasaan ini salah, Danny? Apakah ini termasuk cinta terlarang?”

Danny menggeleng. “Entahlah.”

“Bantu aku untuk melupakannya, Danny,” pinta Joana sungguh-sungguh. Danny mengangguk.”Akan kucoba.”

Joana menyeka air matanya, lalu membuka pintu mobil. Dia memasuki gedung Lee Corporation diiringi tatapan penuh pengharapan dari Danny. Saat sampai di kantor Aldian, dia masuk tanpa mengetuk pintu. Aldian terkejut, begitu pula wanita yang sedang bersamanya, Jenifer Son. Mereka tampak duduk bermesraan di sofa. Tanpa risih Jenifer Son bergelanyut di dada Aldian, tak perduli pria itu jadi gugup. Membuat hati Joana semakin sakit.

“Kau tidak sopan sekali, Joana?” hardik Jenifer Son. “Lain kali ketuk pintu dulu sebelum masuk kemari.”

Joana menunduk. Semua jelaslah sudah. Cintanya tak berbalas. Sementara Aldian semakin serba salah. Dalam satu hari, dia merasa dirinya bagai Casanova yang main hati. Hati siapa yang dia permainkan? Menurutnya adalah hatinya sendiri. Dia ingin melupakan perasaan cintanya pada Joana dan membutuhkan Jenifer Son untuk itu. Itulah sebabnya dia semakin merapatkan diri pada Jenifer.

“Joan ingin bicara, Oppa,” kata Joana diantara kepiluan hatinya. Aldian terdiam. Jeny-lah yang bersuara,”Bicaralah.”

“Empat mata, Oppa,” pinta Joana. Jenifer memandang penuh emosi. Merasa keberadaannya tak dianggap oleh gadis remaja itu. Aldian menoleh padanya dan berkata lembut,”Keluarlah sebentar, Jenny. Aku dan Joana akan berbincang sebentar.”

Jenifer beringsut dengan uring-uringan. “Aku ingin dia keluar Manshion saat kita menikah,” kata Jenifer. Jelas-jelas dia mencium ancaman terhadap rencana pernikahannya dengan Aldian. Seperti ada alarm di kepalanya yang memperingatkan hal itu. Aldian hanya mengangguk. Sekali lagi Jenifer pamer kemesraan, berusaha mencium bibir Aldian tapi pria itu memundurkan kepala hingga dia hanya mampu mencium angin.

 Saat Jenifer sudah tidak ada di ruangan itu, mereka berbincang satu sama lain. Ada kegugupan kecil di antara keduanya kini. Sesekali tampak Aldian menyeka keringat padahal ruangan itu ber-AC.

“Oppa,” panggil Joana lirih. Aldian memandangnya. Dia menanti-nanti perkataan gadis itu selanjutnya.

“Haraboji bilang…
Joana menghentikan kalimatnya. Dia begitu malas mengemukakan semua itu. Dalam hati dia berharap semua ini hanya mimpi. Pernikahan Aldian dan Jenifer tidak akan terjadi dan dia tidak perlu berpisah dengan pujaan hatinya itu. Tapi dia harus bicara. Seperti yang dia katakan pada Harriot waktu sarapan tadi, dia ingin mendengar langsung pendapat Aldian.”Haraboji bilang kalau sekarang aku harus tinggal di Villa.”

Aldian berusaha menata perasaannya. Ingin rasanya dia berteriak, “Anhi, Joana. Tetaplah bersamaku sampai akhir.” Tapi kebalikanlah yang dia ucapkan yang menambah kepiluan hati gadis itu,”Ne, Omma sudah membicarakan itu kemarin dan Aku setuju.”

Joana semakin berusaha menahan tangis. Kerongkongannya serasa pahit. Dia memilin-milin ujung roknya, menghilangkan rasa gugup.

“Nany juga akan ikut denganmu,” kata Aldian lagi.”Aku yakin kalian berdua tidak bisa dipisahkan.”  

Joana semakin menunduk. Aldian semakin tidak tega.

“Haraboji juga bilang kalau….

Joana mendongak, berusaha menangkap ekspresi Aldian saat dia memberitahukan pertunangan itu,”Haraboji bilang kalau aku dan Danny dijodohkan.”

Air mata itu mengalir sudah. Dalam kabut, Joana mampu melihat Aldian membuang muka dan  menghela nafas berat. Sebenarnya perasaan apa ini, Oppa? Bagaimana bisa semua ini terjadi padaku? Aku mohon hentikan semua ini! Jangan siksa aku. Joana menangis tanpa suara.

“Itu terserah kau, Joana,” tanggapan Aldian kemudian. “Kau sudah dewasa sekarang. Jika kau mencintai Danny, apa salahnya jika kalian menikah?”

Joana memejamkan mata. Sekuat hati dia mengangguk. “Ne, Oppa. Joan mengerti. Terima kasih telah mengasuh Joan selama ini.”

Aldian masih saja membuang muka. Dia tidak ingin pertahanan yang dia bangun runtuh. Tekadnya sudah bulat. Dia ingin melupakan perasaan cinta itu.

“Miane telah mengganggumu, Oppa,” Joana berdiri, lalu sambil membungkukkan badan, menyapa,”Anyong.”

Tidak ada ciuman sayang di pipi yang selalu dilakukan jika mereka berpisah. Aldian menyadari itu di antara keeping-keping hatinya. Matanya memejam saat suara pintu kantornya tertutup dan Joana sudah keluar. Pria tampan itu mulai menangis. “Miane, Joan-a… Miane.”

Joana berjalan gontai. Tak ada lagi semangat hidup dan berakhir dengan terduduk di undakan lobi gedung, menangisi semuanya.

Aku mencintaimu, Oppa… Jika saja kau tahu. Aku mencintaimu sejak pertama kali pertemuan kita. Saat kau mengajariku bermain piano dengan nada sederhana ‘tinkle-tinkle little star’. Aku selalu ingin merebut perhatianmu dari Alicia Uni pada waktu itu dan aku senang saat pada akhirnya kau mengajakku ke Lee Manshion.

Aku mengurung diri di kamar saat Alicia uni meninggal. Aku merasa bersalah karena doa yang aku panjatkan sebelum kalian menikah, bahwa aku ingin agar kau hanya untukku. Hanya untukku, Oppa…  Aku tak menyangka akan jadi seperti itu,  bahwa Tuhan mengambil nyawa Alicia Uni  untuk mengabulkan doaku. Dan sekarang haruskah aku berdoa seperti itu lagi?

Joana masih saja duduk di lobi sambil menangis. Danny menghampiri dan Joana memeluknya. Menumpahkan segala kesedihan di dada Danny. Hati pria itu mampu merasakan kepiluan Joana bahkan mampu menyimpulkan yang terjadi saat Joana bertemu Aldian. Dalam hati, Danny berjanji, akan membuat Joana melupakan cintanya pada Aldian.


BERSAMBUNG
« Last Edit: March 26, 2011, 02:08:53 pm by sisicia »


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #305 on: March 26, 2011, 02:08:10 pm »
Sumpah bener2 berharap cyntia ga hamil jgn ah nanti malah makin nambah masalah yg ada

kesian bgt mesti memendam prasaan satu sama laen huft lagu buat joan ni
"ku akan menanti meski harus penantian panjang ku akan setia menunggumu karna kutau kau hanya utkku" #kiwil mode on hmpf

Ya ampun paporit ane ga muncul dimari ekekek sis next chap munculin albert dunk hihi soalnya ane demen sm dy malahan gokiiiiilllll hmpf

Btw tengkyu udah diupdate^^


ADAM COUPLE SELCA

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #306 on: March 26, 2011, 02:12:44 pm »
Sumpah bener2 berharap cyntia ga hamil jgn ah nanti malah makin nambah masalah yg ada

kesian bgt mesti memendam prasaan satu sama laen huft lagu buat joan ni
"ku akan menanti meski harus penantian panjang ku akan setia menunggumu karna kutau kau hanya utkku" #kiwil mode on hmpf

Ya ampun paporit ane ga muncul dimari ekekek sis next chap munculin albert dunk hihi soalnya ane demen sm dy malahan gokiiiiilllll hmpf

Btw tengkyu udah diupdate^^

itu lagu siapa? aku kok lum pernah dengar?

Albert??? haduh... aku lupa nih ma albert... hehehehe


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #307 on: March 26, 2011, 02:30:45 pm »
Lagunya nikita willy itu loh ku tetap menanti

Nyahahahah albertku dilupakan hmpf cowok sableng bin gokil PD tingkat dewa nanti buat ngibur joan dy kan lg rapuh bgt tu albert nungul lg jd tim penggembira ekekekek


ADAM COUPLE SELCA

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #308 on: March 26, 2011, 04:33:25 pm »
hiks..hiks sist sisi kok sedih2an seh neh part
pada korban perasaan smuaaaa......
smoga ntr mreka berdua sadar klo mang g bisa d pisahkan so bersatu lagi dweh n bisa melewati rintangan he9

gumawo sist dah update

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #309 on: March 26, 2011, 06:34:50 pm »
Lagunya nikita willy itu loh ku tetap menanti

Nyahahahah albertku dilupakan hmpf cowok sableng bin gokil PD tingkat dewa nanti buat ngibur joan dy kan lg rapuh bgt tu albert nungul lg jd tim penggembira ekekekek
mmm... liat ja nanti,deh... q msh bingung jg ma karaktr albert. hehehe


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #310 on: March 26, 2011, 06:37:42 pm »
hiks..hiks sist sisi kok sedih2an seh neh part
pada korban perasaan smuaaaa......
smoga ntr mreka berdua sadar klo mang g bisa d pisahkan so bersatu lagi dweh n bisa melewati rintangan he9

gumawo sist dah update
ada kok yg gak krban perasaan, it lho. si jin, vicky dan hary. trio kwek2 it malah tak bperasaan sama skali hahahaha.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

iiuuu

  • Guest
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #311 on: March 26, 2011, 06:57:57 pm »
sumpah aq mewek baca chap ini smbl dger lagu nikita willy.. bner2 menyayat hati.. tq revy onnie.. lgunya aq jdiin backsound pas baca ini..  rasanya gak tega bgd ama si joan..
apa lagi aldian.. huhuhu.. chntya kagak bole n jgn hamdan.. ya sist..

albertnya next chapt munculin ye sist.. biar joan terhbur..
si jeni emang kudu di  [head break]

gomawo uda update.. muaaah..

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #312 on: March 26, 2011, 07:07:52 pm »
sumpah aq mewek baca chap ini smbl dger lagu nikita willy.. bner2 menyayat hati.. tq revy onnie.. lgunya aq jdiin backsound pas baca ini..  rasanya gak tega bgd ama si joan..
apa lagi aldian.. huhuhu.. chntya kagak bole n jgn hamdan.. ya sist..

albertnya next chapt munculin ye sist.. biar joan terhbur..
si jeni emang kudu di  [head break]

gomawo uda update.. muaaah..
hah? pada dgrin lagu nikyta willy? pdhal yg q dgrin wkt buat chap ini lagunya trisha yearwood, how do i live. soale g tau lagu nikyta willy,hehehe. iya... ntar q munculin lg si albert. hehehe.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #313 on: March 26, 2011, 07:38:06 pm »
lahhh kenapa jadi begini seh ?
oh jadi org ke3 yg tau tentang kejadian itu mina im ??
Aldian gue sumpahin elu nanti bakalan nyesel !!!
kak,yang jadi dany siapa sh ?
joana yang tegar ya
itu si jenifer, kurang ajar juga ya ... Aku pikir sh karakternya lumayan baik tapi GUBRAKKK sama aja dimana2 musuh ma tetep aja jahat !!!
aduh agak kecewa ma chap ni thanks kak dah diupdate

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 8 (27. 3. 2011)
« Reply #314 on: March 26, 2011, 07:52:34 pm »
lahhh kenapa jadi begini seh ?
oh jadi org ke3 yg tau tentang kejadian itu mina im ??
Aldian gue sumpahin elu nanti bakalan nyesel !!!
kak,yang jadi dany siapa sh ?
joana yang tegar ya
itu si jenifer, kurang ajar juga ya ... Aku pikir sh karakternya lumayan baik tapi GUBRAKKK sama aja dimana2 musuh ma tetep aja jahat !!!
aduh agak kecewa ma chap ni thanks kak dah diupdate
dany itu aka dong hae...


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]