Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 50242 times)

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

akhirnya jung soo mengungkapkan juga kesukaan alias belum cinta sih...  [lovestruck] [lovestruck]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
haloo bu tarnoo lama tak jumpa  [hmpfh] ayo buu capcuss di update lagi langsung bikin kawin yaaa jangan lama lama

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
yeah akhirnya keinginan tersbt diungkapkan jua oleh hyun soo [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] semoga hee young menerimanya #berdoa,, lebay [hmpfh] [laughing] [laughing] kan camer dah setuju tuh [smiley-dance013] [smiley-dance013]

yup,bener banget mam...calon ibu mertua dh setuju,tinggal calon ayah mertua,nih [biggrin]

gumawo mam,dh baca [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
[lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

akhirnya jung soo mengungkapkan juga kesukaan alias belum cinta sih...  [lovestruck] [lovestruck]

bukan Jung Soo,onnie...tp Hyun Soo [hmpfh]

yup,dia dh ngungkapin perasaannya dgn jujur,tinggal si Hee Young aja nerima ato kgk [biggrin]

gumawo yah,onnie...dh baca [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
haloo bu tarnoo lama tak jumpa  [hmpfh] ayo buu capcuss di update lagi langsung bikin kawin yaaa jangan lama lama

lngsung dbikin kawin + kgk blh pake lama,yah??? [chin]

klo gitu...ane hrs nungguin wangsit dr bang ilham dl ya [hmpfh]

btw,gumawo dh baca ya,sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

iiuuu

  • Guest
waw kayaknya heeyoung [love eyes] ama hyun soo... lgsung nikah aja ya next chapt [laughing] jgn biarkan mantan2nya hyun so ggu2 rmah tgga mereka yaa sista..

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
waw kayaknya heeyoung [love eyes] ama hyun soo... lgsung nikah aja ya next chapt [laughing] jgn biarkan mantan2nya hyun so ggu2 rmah tgga mereka yaa sista..

soal nikah,dtunggu aja sist...ntar ane nikahin mereka berdua (ini lg dftar d KUA kelurahan Seoul,nih [hmpfh])

klo soal mantan2nya Hyun Soo [chin]...kyknya cmn Jessica aja yg bakal berontak,pan dia kgk tau menahu klo Hyun Soo nikah sm Hee Young...panaslah hatinya & jd [devil2] lah dia (kasian neng Jessica [hmpfh])

btw,gumawo dh baca ya sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
thanks dah d update :D

Sempet tegang baca bagian'' terakhir..

ayo hee young jgn nolak. aq jamin 100% drmu akan bahagia

knp tegang,sist??? gr2 tantenya Hee Young yg dah kembali ya??? [hmpfh]

Hee Young minta waktu buat mikir2 dulu ya,sist...nolak apa kagak,nih??? [hmff]

btw,gumawo dh baca ya,sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

bukan karna tantenya hee young, tapi karna hyun soo mengungkapkan ketertarikannya pada hee young  [biggrin] entah kenapa aku tegang aja bacanya  [hmpfh]

Updatenya jangan lama-lama ya sist..  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
[rofl] iya sista lampu hijau,kl diblg salah ketik terlalu jauh melencengx haha,khilaf aj de khilaf.tp kalo appa berlakunya lampu kuning ya sist..jd bhas lampu  [hmpfh]
hyun soo bs jd suami yg baikkan?gak tergoda lg sm jessi?trus apa yg dibuat imo hingga hee mw nikah muda?
Maaf ya jgn tersinggung bukanx mw jilat ludah kmbli tp kata manajerku satu updatean trlalu murah sista,jd dy mintax satu updatean lg secepatx.jd next chap minggu ya [wacko]

waduh,MC-nya minta tmbhn update-an,nih [chin]

 [AddEmoticons04246],sist...dtunggu aja yah [biggrin]

btw,siapa sih manajernya???jd pengen tau [hmpfh]
sabar menunggu sistaaaaaaaaa [clap] [clap] [clap] manajernya mbah dukun [hmff]
[/size][/color][/b]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
mian ya dalb ane baru bisa komen sekarang,
lg sbk ngurusin member LUD yg lg error [heh] [hmpfh]
sumpah gak nyangka HS bakal menyatakan perasaannya ama HY [what] [lovestruck]
but i liked so much sist, apa akan semudah itukah HS n' HY menikah
bgimana dengan appanya HS [what] [chin] apa yg akan di lakukannya terhadap pernikahan HS [heh]
trus HY bakal terima timangannya HS [what], mian banyak nanya ya
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
update dong udah 4hr ni bang iham udah bengong terus tuh lg nganggur...... [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
HYUN SOO [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
HEE YOUNG [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
UPDATE [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]
[/size][/color][/b]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile

The Day I Fall in LOVE

Chap 10


Hee Young menatap langit-langit kamarnya tanpa fokus kesana, pikirannya lebih terpusat pada kata-kata Hyun Soo saat mereka duduk berdua di taman panti dan saat pria tampan itu mengecup punggung tangannya dengan lembut.

Berkali-kali wajahnya yang putih mulus merona merah bila mengingat hal yang terakhir dilakukan oleh Hyun Soo padanya di dalam mobil sebelum mereka berpisah…memang hanya kecupan di tangan, tapi itu adalah kecupan yang pertama kali diterimanya dari seorang laki-laki yang bukan ayahnya.

Selain kecupan, masih ada lagi masalah pernyataan Hyun Soo padanya…pria itu dengan jujur menyatakan kalau ingin membina rumah tangga dengannya. Hee Young hampir berteriak kegirangan ketika Hyun Soo mengatakan kalau dia adalah wanita yang ingin dinikahi oleh pria itu…tapi hatinya juga sedikit terluka ketika Hyun Soo dengan jujur juga mengatakan kalau dia hanya merasakan rasa SUKA pada Hee Young, dan bukan rasa CINTA.

Hee Young memang tidak bisa mengharapkan Hyun Soo akan serta merta jatuh cinta padanya dalam beberapa kali pertemuan mereka yang baru-baru saja terjadi, bahkan Hee Young sendiripun kurang yakin kalau perasaan yang kini dirasakannya pada Hyun Soo juga bisa dikategorikan sebagai rasa cinta.

Namun Hee Young juga tidak bisa memungkiri kalau pesona Hyun Soo sudah memikat hatinya. Ini kali pertama seorang pria dekat dengannya...memberikan perhatian lebih pada dirinya, dan Hee Young mengakui setiap bersama dengan Hyun Soo, hatinya akan merasa senang dan nyaman.

“Oh, appa…omma…aku bingung. Apa yang harus kulakukan?” keluhnya memelas pada foto kedua orangtuanya.

Di tengah keluhan putus asa itu, Hee Young teringat sesuatu. Dengan sigap, dia bangun dari posisi tidurnya dan meraih ponsel yang terletak di atas meja kecil di sebelah tempat tidurnya.

“Eun Kyung-a…kita harus bicara” ujarnya cepat ketika sambungan teleponnya sudaah diangkat oleh Eun Kyung di ujung sana.

“Mwo? Bicara? Ya, sudah…bicara saja, akan aku dengarkan”

“Anhi…anhi…bukan di telepon. Temui aku di kedai mie ramen yang biasanya di dekat rumahku sekarang juga”

“Yaa…pabo-ya…mana mungkin aku dengan secepat kilat hadir di kedai mie ramen itu, kau harus menungguku di sana. Lagipula apa,sih yang ingin kau bicarakan dan kenapa kita tidak bicara di rumahmu saja?”

“Masalah penting. Kau akan terkejut bila mendengar berita ini…dan aku tidak ingin membicarakan itu di rumah, dinding-dinding biasanya punya telinga”

“Yaa…kau bicara seolah-olah kau punya berita heboh saja untuk kudengarkan. Baiklah, tunggu aku di sana…aku mau tahu berita heboh apa yang dipunyai penggemar manga seperti dirimu”

“Berita yang akan membuatmu iri padaku”

“Baik, kita akan lihat seberapa iri nantinya aku denganmu. Aku akan datang sekitar 15 menit lagi…ingat, Hee Young-a…kau sudah harus ada di kedai itu begitu aku tiba, kalau tidak aku akan pulang”

“Arasso…arasso. Cepat datang, ok?!”

“Kudae…tutup teleponnya jadi aku bisa pergi sekarang”

“Ok, aku tutup”

Hee Young mengakhiri pembicaraannya dengan Eun Kyung dengan senyuman tipis di bibirnya. Apa yang akan dikatakan oleh sahabatnya itu nanti? Eun Kyung pasti akan kaget bukan kepalang…Hee Young yakin itu.

$$$

Hee Young duduk dengan tenang di kedai mie ramen, tempat dia dan Eun Kyung akan bertemu. Segelas air putih hangat menemaninya, perutnya masih kenyang berkat makanan yang dimakannya di panti tadi…namun karena perasaan gugup yang menyertainya, Hee Young bermaksud memesan semangkuk mie ramen lagi, nanti bila Eun Kyung sudah datang.

“Yaa…Goo Hee Young, sebaiknya beritamu itu harus bagus. Aku sampai harus membatalkan janji potong rambutku di salon hanya untuk menemuimu di sini”

Hee Young hanya bisa nyengir begitu serombongan kata-kata itu diucapkan oleh Eun Kyung yang baru saja tiba di kedai itu.

“Kau sudah datang rupanya”

“Tentu saja aku sudah datang. Memangnya kau berbicara dengan siapa? Dengan bayanganku?”

“Mian…mian, aku sudah menyuruhmu datang kesini sehingga kau harus membatalkan janjimu di salon. Tapi aku benar-benar harus bicara padamu, aku kebingungan bila harus memikirkannya seorang diri”

Eun Kyung langsung duduk di depan Hee Young. Raut wajahnya tertarik, tapi tetap saja mulutnya bicara hal yang berlainan dengan ekspresi wajahnya itu,

“Beritamu harus benar-benar menarik sehingga aku tidak sia-sia membatalkan janjiku”

“Arasso”

“Nah, sekarang ceritakan!”

“Kau tidak akan percaya dengan ceritaku ini, Eun Kyung-a”

“Terlalu berbelit-belit, Hee Young-a. Ceritakan masalahmu dengan jelas!”

Hee Young tersenyum melihat sahabatnya sudah mulai kehilangan kesabaran. Hee Young memperbaiki posisi duduknya sebelum bersuara,

“Kau masih ingat dengan Lee Hyun Soo-ssi?”

“Tentu saja aku masih ingat…dia sahabat Dae Kwan-oppa. Walaupun kami hanya pernah beberapa kali bertemu dan tidak banyak berbicara, tapi aku tidak akan mungkin melupakannya, lagipula dia kan cukup terkenal. Memangnya kenapa dengan dia?”

“Dia ingin menikah denganku, Eun Kyung-a”

Sesuai dengan dugaan Hee Young, Eun Kyung merespon berita itu dengan rasa kaget luar biasa…malah menurut Hee Young reaksinya terlalu berlebihan. Eun Kyung menggebrak meja mereka sambil berteriak “Hah?!” dan kedua matanya melotot lebar menatap Hee Young.

“Yaa…jangan seperti itu! Pengunjung yang lain sekarang jadi memperhatikan kita” tegur Hee Young sedikit panik melihat reaksi sahabatnya itu.

 “Bagaimana mungkin aku tidak kaget?! Berita yang kau bawa bukan hanya membuat kaget, tapi juga membuat pusing!”

“Pusing? Bagian mana yang membuatmu pusing?”

“Bagian yang mana lagi?! Beritamu kan tidak banyak...tentu saja bagian dia berniat menikahimu, itu yang bikin aku pusing!”

“Kau tidak percaya padaku?”

“Bukannya aku tidak percaya padamu, Hee Young-a. Tapi selama ini kalian tidak begitu dekat…selain pernah naik bis yang sama, bagaimana mungkin dia memiliki niat untuk menikah dengamu?!”

“Sebenarnya kami sangat dekat dalam beberapa hari ini, Eun Kyung-a” Hee Young sempat mencegah Eun Kyung untuk berlaku berlebihan sekali lagi, sebelum melanjutkan, “Melalui proses kedekatan yang hanya berjalan beberapa hari belakangan inilah, dia berkeinginan menikah denganku”

“Tapi kau tahu kan reputasinya sebagai seorang playboy?”

“Tentu saja aku tahu, kau yang bilang padaku. Tapi selama dekat denganku, dia tidak pernah dekat dengan wanita lain lagi”

“Darimana kau tahu?! Dia itu playboy, Hee Young-a…seorang playboy tidak akan gembar-gembor di depan wanita yang dekat dengan dirinya kalau selain wanita itu ada beberapa wanita yang lain lagi!”

“Tapi aku yakin selama denganku, Hyun Soo-ssi tidak dekat dengan wanita yang lain lagi” Hee Young mencoba bersikeras.

“Terserah kau saja…tapi aku ingatkan, Hee Young-a…Hyun Soo itu seorang playboy yang berbahaya”

‘Berbahaya bagaimana? Dia sama sekali tidak pernah berlaku tidak sopan padaku…dia malah menjagaku dengan baik”

“Kau sudah jatuh hati padanya ya?”

“Sebenarnya, Eun Kyung-a…itu yang membuat aku bingung”

“Bingung?”

“Iya…bingung. Aku yakin kalau aku belum jatuh cinta padanya, aku yakin itu…tapi aku menyukainya! Hyun Soo-ssi bisa membuat perasaanku semakin baik dan bersemangat lagi setelah kepergian appa dan omma. Banyak hal yang dilakukannya untukku agar aku tidak larut dalam kesedihanku…itu yang membuat aku suka padanya, dan ingin terus berada di dekatnya”

“Itu tanda kalau kau mulai jatuh hati padanya, pabo-ya”

“Entahlah…aku sudah katakan kalau itu yang membuatku bingung”

“Lalu dia… bagaimana dengan dirinya?”

“Dia? Mmm...dia bilang kalau dia menyukaiku”

“Suka? Bukan cinta?”

“Itu yang aku tanyakan padanya…dia menjawab kalau rasa cinta akan tumbuh seiring perjalanan waktu kami nanti. Aku juga berpikir seperti itu terhadapnya”

“Kadang-kadang aku merasa heran mengapa kau sering dikatakan sebagai murid pandai di sekolah kita dulu, Hee Young-a”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Hee Young-a…sebagai orang yang tidak pernah terlibat hubungan serius dengan laki-laki sebelumnya, kau masih bisa dimaafkan atas kenaifanmu itu. Tapi sebagai perempuan dengan otak yang lumayan cerdas, kau harusnya bisa menangkap maksud tersembunyi dari pernyataannya untuk menikahimu”

“Aku tahu alasannya…Hyun Soo-ssi sendiri yang mengatakannya kepadaku”

“Lalu apa alasannya?”

“Mianhae, Eun Kyung-a. Masalah itu adalah masalah pribadi Hyun Soo-ssi, aku tidak punya hak untuk menceritakannya padamu”

“Jadi kau langsung setuju dengan permintaan playboy itu?”

“Tolong jangan sebut Hyun Soo-ssi dengan panggilan itu, Eun Kyung-a. Dia kan punya nama, panggil dia dengan namanya” pinta Hee Young sambil cemberut.

Eun Kyung memonyongkan bibirnya beberapa centi sebelum menyahut, “Arasso…Hyun Soo-ssi! Nah, apa kau langsung menuruti permintaan..ehm…Hyun Soo-ssi itu?”

Hee Young menggeleng lemah, “Aku sudah katakan kalau aku bingung”

“Lalu apa keinginan hatimu?”

“Aku…aku ingin bersamanya…tapi, aku juga takut, karena pernikahan kami nanti bukanlah pernikahan yang didasarkan pada rasa cinta. Aku takut ikatan kami tidak begitu kuat”

“Kalau begitu jangan menikah dengannya” sahut Eun Kyung sambil menyeruput air putih milik Hee Young, “Aish, air ini tidak dingin”

“Menurutmu seperti itu?” tanya Hee Young terkesima dengan jawaban Eun Kyung.

“Ya, jelaslah. Nih, rasakan sendiri…air ini hangat”

“Yaa…siapa yang bicara tentang air?” Hee Young langsung sewot, giliran Eun Kyung yang terkesima melihat kesewotan sahabatnya itu,

“Ah, mian…maksudmu lamaran Hyun Soo-ssi, kan?”

“Tentu saja!”

Eun Kyung terkekeh, “Ya, iyalah…kalau hatimu ragu-ragu mengapa harus masuk ke dalam pernikahan yang hanya akan membuatmu tidak nyaman”

“Tapi aku merasa sangat nyaman dan terlindungi bila berada di sisinya…oh, aku harus memberikan jawaban apa padanya, Eun Kyung-a? ” Hee Young kembali ke nada memelasnya.

Eun Kyung memutar kedua bola matanya dengan tidak sabar, “Terserah kau saja, nona Goo. Kalau aku menyarankan…kau jangan sampai memutuskan masalah ini dengan terburu nafsu, lebih baik kau pikirkan masak-masak jawaban apa yang akan kau berikan pada Hyun Soo-ssi nanti”

Hee Young mengangguk, lalu sambil tersenyum dia berkata “Aku jadi berfikir apa yang akan dikatakan Mun Hee-imo bila dia tahu aku mendapatkan lamaran dari Hyun Soo-ssi”

“Mun Hee-imo sudah kembali?”

Hee Young mengangguk lagi, “Aku tidak tahu kapan tepatnya dia kembali…ketika aku pulang tadi, dia sudah ada di rumah…tapi aku tidak melihat Kang Dae-samchon…karena itulah aku ingin bicara disini saja. Tapi tadi waktu aku minta izin pada bibi Ma untuk pergi ke kedai ini, bibi Ma memberitahuku kalau imo dan samchon juga sedang pergi keluar”

“Syukurlah dia sudah kembali…paling tidak dia benar-benar melaksanakan amanat dari kedua orangtuamu untuk menjaga kalian berdua”

“Ya, aku juga berfikir seperti itu”

“Hee Young-a…jawab aku dengan jujur” Eun Kyung tiba-tiba bertanya, wajahnya tampak serius, membuat Hee Young jadi ikut-ikutan serius,

“Apa?”

“Apakah kau dan Hyun Soo-ssi…ehm…sudah pernah berciuman, Hee Young-a?”
 
Keisengan Eun Kyung yang tiba-tiba saja merubah arah pembicaraan jelas membuat Hee Young kelimpungan…kedua pipinya spontan memerah mendengar pertanyaan sahabatnya itu,

“Kau ini bicara apa, sih?” tukas Hee Young malu.

“Jangan malu-malu, Hee Young-a…ceritakan saja padaku” Eun Kyung malah semakin giat bertanya berkat sikap malu-malu Hee Young itu.

Hee Young kembali menunjukkan sikap malunya sebelum akhirnya menjawab (masih dengan wajah memerah malu), “Belum”

“Hah? Belum?” Eun Kyung kembali bersikap berlebihan, membuat Hee Young mendelik kesal padanya karena mereka sekali lagi menjadi pusat perhatian pengunjung kedai,

“Iya, belum! Aku kan sudah bilang kalau dia selalu memperlakukanku dengan sopan, dan selalu menjagaku. Tapi tadi sebelum dia pulang, dia sempat mengecup punggung tanganku…aku sampai merinding dibuatnya”

“Cuma kecupan di punggung tangan, kau sudah merinding…bagaimana kalau nanti dia menciummu?”

“Yaa…Han Eun Kyung…aku rasa itu tidak pantas dibicarakan sekarang” tegur Hee Young cepat-cepat sebelum pembicaraan Eun Kyung merembet kemana-mana.

“Arasso...arasso” sahut Eun Kyung, “Tapi ngomong-ngomong, oppa tidak pernah mengecup punggung tanganku”

Hee Young terkekeh geli, “Dan dia juga belum pernah mengajakmu menikah kan? Apa kubilang, kau pasti akan merasa iri padaku”

Eun Kyung menatap Hee Young dengan kesal, “Tapi kau kan belum pernah dicium…kita seri, kalau begitu”

Hee Young kembali terkekeh geli sambil mengangguk, “Dan sekarang aku merasa sangat lapar…berpikir membuat perutku menderita”

Eun Kyung mengangguk setuju, “Kita pesan mie ramen pedas, ya? Aku yang bayar”

Hee Young tentu saja tidak menolak kesempatan emas itu. Masalahnya bersama Hyun Soo untuk sementara tersingkirkan demi semangkuk mie ramen pedas gratis.


_________

Sementara itu Hyun Soo sedang memainkan permainan bilyard di penthousenya ketika Dae Kwan datang berkunjung, untuk memenuhi permintaan Hyun Soo di telepon dua puluh menit sebelumnya.

“Ada apa, man? Hal yang ingin kau sampaikan terdengar sangat penting, kalau tidak kau tidak akan memintaku untuk datang kesini” ujar Dae Kwan sambil mengambil salah satu bola bilyard Hyun Soo dan mengambungkannya ke udara sebelum menangkapnya kembali.

Hyun Soo menghentikan permainannya, “Aku memang ingin menyampaikan berita yang sangat penting…setidaknya buat diriku. Dan aku juga ingin meminta tolong kepadamu”

Dae Kwan tersenyum sambil menaruh bola bilyard yang tengah dipegangnya kembali ke tempatnya semula, “Berita apa itu?”

“Aku ingin menikah”

Dae Kwan terbelalak mendengar kata-kata sahabatnya itu, “Kau…ingin menikah? Apa aku tidak salah dengar? Jangan bercanda, Hyun Soo-ya”

“Aku tidak bercanda” sahut Hyun Soo sambil meletakkan tongkat bilyardnya di atas meja bilyardnya, dan kemudian berjalan menuju bangku di dekat meja bilyard untuk duduk disana…Dae Kwan mengikuti jejaknya.

“Lalu siapa wanita itu? Jessica?” tanya Dae Kwan setelah duduk dengan nyaman di  depan Hyun Soo.

Hyun Soo diam sesaat, dihelanya nafasnya sebentar sebelum menjawab, “Bukan”

“Bukan? Lalu siapa?”

Hyun Soo diam lagi, kemudian dengan tersenyum dia berkata, “Goo Hee Young-ssi”

Dae Kwan terbelalak lagi, dikuceknya kedua telinganya yang pastinya tidak bermasalah…seolah-olah telinganya salah dengar waktu Hyun Soo mengucapkan nama Hee Young, “Hyun Soo-ya…jangan main-main! Kau tidak menyebutkan nama Goo Hee Young-ssi ketika kau menjawab pertanyaanku tadi kan? Aku pasti salah dengar”

Hyun Soo menggeleng, kali ini sikapnya serius, “Aku tidak main-main atau sedang bercanda. Aku memang ingin menikahi Goo Hee Young-ssi”

“Hyun Soo-ya, sadarlah! Dia masih sangat muda untuk kau ajak berkomitmen”

Hyun Soo tersenyum lagi, “Lalu saat kau mengajak Han Eun Kyung-ssi untuk menjalin hubungan, apa kau tidak memikirkan soal usianya?”

Dae Kwan gelagapan sebelum menjawab, “Itu beda…dua masalah kita adalah masalah yang sama sekali berbeda”

“Kau tidak serius menjalin hubungan dengan Han Eun Kyung-ssi?” pancing Hyun Soo dengan gaya tenangnya.

“Siapa bilang aku main-main? Aku serius…aku sangat serius dengan dirinya” sahut Dae Kwan agak sewot.

“Begitu pula aku. Aku sangat serius dengan niatku untuk menikahi Hee Young-ssi”

“Kau mencintainya?” pancing Dae Kwan.

“Aku menyukainya, sangat menyukainya sampai-sampai aku tidak ingin melepaskannya…dan aku yakin seiring perjalanan kami membina rumah tangga, aku akan mencintainya”

“Goo Hee Young-ssi tahu tentang hal itu?”

“Tentu saja dia tahu…aku berusaha untuk jujur pada dirinya tentang perasaanku”

“Apa kau juga jujur tentang Jessica?”

Ketenangan Hyun Soo dalam menjawab setiap pertanyaan Dae Kwan agak terusik, dia harus berdiri dan mengambil air mineral di lemari pendingin yang ada di ruangan itu sebelum duduk kembali dan berkata,  “Aku tidak bicara apapun tentang Jessica pada Hee Young-ssi”

“Jadi Hee Young-ssi tidak tahu menahu tentang hubunganmu dengan Jessica? Bukankah dia masih kekasihmu sebelum kau bertemu dengan Hee Young-ssi?”

“Kau tahu benar soal status hubungan kami, Dae Kwan-a. Kami tidak pernah serius menjalani hubungan kami…bahkan aku dan Jessica tidak pernah berkomitmen apapun mengenai hubungan yang kami jalani. Kami bebas bila kami tidak bersama”

Dae Kwan menannggapi kata-kata Hyun Soo itu dengan ekspresi yang semakin serius, “Aku harus menanyakan hal ini kepadamu, Hyun Soo-ya…aku tidak peduli kau tersinggung atau tidak, ini demi Hee Young-ssi”

Hyun Soo merasakan hatinya agak terganggu dengan kata-kata Dae Kwan barusan, namun dia tetap menyahut, “Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Katakanlah kau dan Hee Young-ssi benar-benar sudah menikah…lalu Jessica datang kembali ke Seoul, apakah kau dan dia akan melanjutkan hubungan kalian di belakang Hee Young-ssi?”

Hyun Soo menampakkan tampang tersinggungnya sekarang, namun suaranya tetap tenang ketika dia menjawab, “Aku tidak akan mengkhianati Hee Young-ssi!”

Dae Kwan tersenyum, “Aku harus meyakinkan diriku…sebagai pacar Eun Kyung, aku harus memperhatikan kebahagiaan sahabat kekasihku juga kan?”

Hyun Soo hanya bisa membalas senyuman Dae Kwan tadi dengan senyuman kecil, “Terima kasih kau mau memperhatikan kebahagiaan Hee Young-ssi, Dae Kwan-a. Oleh sebab itu aku ingin meminta pertolonganmu”

“Pertolonganku?”

“Ya, pertolonganmu. Selama lima hari ke depan, aku akan berada di Taiwan…dan aku akan berangkat malam ini, otomatis aku tidak akan bisa berada di Seoul untuk menemani Hee Young-ssi. Aku minta bantuanmu dan Han Eun Kyung-ssi untuk menemaninya. Dia sangat membutuhkan hiburan yang banyak untuk membuat hatinya bahagia dan ceria lagi”

“Dan kau pikir setelah lamaran mendadakmu, dia bisa tenang dan memikirkan hiburan? Aku yakin saat ini dia sedang kebingungan”

“Dia memang sedikit bingung…dia meminta waktu untuk memikirkan semuanya”

“Gadis manis yang malang”

“Yaa…jangan menyebut calon istriku seperti itu!” tegur Hyun Soo galak.

Dae Kwan tertawa, “Akhirnya aku bisa mendengar ucapan itu dari bibirmu sendiri, Hyun Soo-ya…aku pikir aku tidak akan bisa mendengar kau mengatakan ‘calon istriku’ apalagi ‘istri’…kalau ini bukan kenyataan, aku yakin aku pasti sedang bermimpi”

Hyun Soo mau tak mau ikut tersenyum mendengarnya, “Memangnya kau pikir aku tidak akan pernah mau menikah”

Dae Kwan mengangkat kedua bahunya dengan gaya malas-malasan, “Tidak juga…kau pasti akan menikah, mengingat reputasi aboji-mu. Tapi setidaknya aku mengira kalau aku yang akan melangkah ke altar pernikahan lebih dulu dibandingkan dirimu. Yah, ternyata aku salah…kau yang akan duluan, bila Hee Young-ssi mengabulkan lamaranmu”

Dae Kwan terlalu asyik mengoceh sehingga tidak menyadari perubahan raut wajah Hyun Soo. Dan ketika dia melihatnya, Dae Kwan hanya bisa bertanya dengan bingung,

“Ada apa lagi, man?”

Hyun Soo menggeleng, jelas sekali wajahnya kurang nyaman ketika dia menjawab, “Tidak ada apa-apa…hanya saja hari ini sudah 2 kali aku mendengar nama aboji dibawa-bawa ketika aku sedang membahas soal Hee Young-ssi…bagiku itu sangat mengganggu”

“Mengapa kau berpikir seperti itu?”

“Tidak ada alasan apapun…kau tahu bagaimana hubunganku dengan aboji”

“Dan aku yakin persoalan pernikahan ini ada sangkut pautnya dengan abojimu…aku benar kan?”

Hyun Soo mengangguk. Setelah meminum seteguk air mineralnya, dia berkata, “Aboji dan aku punya kesepakatan…”

Hyun Soo mengulangi cerita tentang peristiwa yang dialaminya dengan ayahnya sampai akhirnya kesepakatan itu terjadi. Dae Kwan mendengarkan dengan seksama, dan setelah Hyun Soo selesai, Dae Kwan berkata,

“Kau seharusnya berterima kasih pada abojimu”

Hyun Soo menatapnya dan bertanya dengan nada heran, “Mengapa aku harus berterima kasih padanya?”

“Sebab bila bukan karena kesepakatan yang kau jalani dengan abojimu sekarang, kau tidak akan punya niatan untuk menikahi Hee Young-ssi. Aku tidak akan bertanya tentang alasanmu ingin menikahinya, tapi aku yakin salah satunya pasti berhubungan dengan kesepakatan itu. Walaupun kau tertarik…sangat-sangat tertarik pada Hee Young-ssi, kau tidak akan berniat menikahinya…tanpa bantuan kesepakatan itu”

Bibir Hyun Soo menyunggingkan senyuman yang agak sinis saat dia mendengar ocehan panjang lebar dari Dae Kwan,

“Dan bila aku tidak mengajukan syaratku sendiri, aku akan berakhir di dalam pernikahan dengan Chung Ae”

Dae Kwan tertawa lagi, “Dan itu salah satu alasan kau harus berterima kasih pada abojimu yang mau-mau saja menerima syaratmu…kalau tidak Hee Young-ssi tidak akan menjadi Ny. Muda Lee, tapi Chung Ae yang akan menerima gelar itu. Lalu, apakah Hee Young-ssi sudah tahu tentang kesepakatan itu?”

“Dia sudah tahu semuanya”

“Berarti kau benar-benar sudah serius rupanya, Hyun Soo-ya”

“Aku sangat serius. Sekarang maukah kau membantuku?”

“Tentu saja, man. Aku dan Eun Kyung akan mengawasinya untukmu” lalu dengan terkekeh geli, Dae Kwan melanjutkan,

“Aku jadi penasaran dengan reaksi Eun Kyung bila tahu sahabatnya dilamar olehmu…dia pasti akan iri, dan aku akan jadi sasaran pelampiasan keiriannya itu”

Hyun Soo tertawa lepas, “Kau juga harus melamarnya, kalau begitu”

Dae Kwan ikut tertawa, “Nanti, aku harus mempersiapkan diri dulu. Eun Kyung bukan gadis manis yang bisa diajak kompromi…dia pasti akan banyak permintaan, walaupun ide melamar datangnya dari dirinya sendiri”

“Resikomu jatuh cinta pada dirinya”

“Dan resikomu akan kau rasakan bila sudah benar-benar jadi suami sah Goo Hee Young-ssi”

Hyun Soo tersenyum, “Aku sedang menantikan hari itu tiba”



_________

Hee Young sedang menyibukkan diri dengan tugas kuliah di dalam kamarnya, dia tidak menunggu kedatangan Hyun Soo untuk menjemputnya malam minggu ini. Hee Young tidak yakin akan bisa menghadapi wajah tampan Hyun Soo bila mereka ‘kencan’ berduaan tanpa teringat dan merasa dikejar-kejar dengan ‘hutang’ jawaban yang ditunggu-tunggu oleh Hyun Soo.

Maka ketika Hyun Soo menelponnya dan mengatakan kalau dia akan berangkat ke Taiwan malam ini dan akan berada di sana selama 5 hari, Hee Young merasa lega lahir dan bathin. Namun wajahnya kembali memerah menahan rasa malu ketika Hyun Soo berkata kalau dirinya mengharapkan Hee Young dapat memberikan jawaban ketika dirinya kembali ke Seoul nanti.

Sebuah ketukan di pintu kamarnya, membuyarkan lamunan Hee Young akan Hyun Soo,

“Hee Young-a…boleh imo masuk?” suara Mun Hee terdengar, menyusul ketukan di pintu kamar  itu tadi.

“Masuklah, imo” jawab Hee Young.

Mun Hee masuk beberapa saat kemudian. Dengan senyuman manis, dia mendekati Hee Young, “Kau sedang apa, sayang?”

Hee Young balas tersenyum, “Sedang mengerjakan tugas kuliah, imo. Imo ada perlu denganku?”

“Ah, anhi…imo hanya ingin menjenguk dirimu. Mianhae, imo dan samchon tidak bisa menemanimu dan Jae Hwa makan malam tadi, kami ada urusan di luar. Kau mau mengerti kan, Hee Young-a?”

Hee Young mengangguk, “Tentu saja, imo”

“Syukurlah. Oh ya, sebenarnya imo juga datang ke sini untuk memberitahumu sebuah undangan makan siang untuk besok, sayang”

Hee Young menatap Mun Hee dengan bingung, “Undangan? Undangan makan siang dari siapa, imo?”

“Dari relasi bisnis imo dan samchon”

“Lalu mengapa aku harus ikut makan siang bersama kalian?”

Mun Hee tersenyum, “Mereka ingin mengenal keluarga kami, Hee Young-a. Karena kau dan Jae Hwa adalah anak-anak kami, kalian juga diundang untuk ikut makan siang. Bagaimana, kau bersedia?”

Hee Young mengangguk, “Aku akan ikut makan siang bersama, imo”

“Terima kasih, Hee Young-a. Imo keluar dulu, lanjutkan tugasmu”

Dan ketika Mun Hee keluar, Hee Young tidak memperhatikan ada seringai kemenangan yang menghiasi bibir merah tantenya itu.

$$$

Makan siang berlangsung dengan lancar. Relasi bisnis yang dimaksudkan oleh Mun Hee ternyata adalah keluarga Bae. Putra mereka, Bae Nam Wook pernah berdansa dengan Hee Young saat resepsi pernikahan Myung Hee…sehingga ketika mereka bertemu kembali, Hee Young dan Nam Wook terlihat akrab. Keluarga Bae dan keluarga Hee Young sangat menikmati acara makan siang mereka.

“Bagaimana tanggapanmu tentang keluarga Bae, Hee Young-a?” tanya Kang Dae di sela-sela konsentrasinya menyetir. Mereka sudah akan kembali ke rumah setelah acara makan siang selesai.

“Keluarga mereka sangat baik, samchon” Hee Young yang duduk di bangku belakang bersama adiknya, hanya bisa menjawab sekedarnya saja.

“Dan tanggapanmu tentang Bae Nam Wook-ssi?”

Hee Young tersenyum, “Dia juga sangat baik. Kami pernah bertemu saat pesta pernikahan Myung Hee-imo. Dia teman yang menyenangkan”

“Syukurlah kalau kau menyukainya, Hee Young-a” timpal Mun Hee, membuat Hee Young dan Jae Hwa saling bertukar kebingungan dalam pandangan mereka, namun tidak satupun yang mau menanyakan hal itu lebih lanjut…dan perjalanan pulang ke rumah dihabiskan dengan membicarakan hal-hal ringan yang menyenangkan hati mereka berempat saja.


_________

Selang 2 hari setelah makan siang, Hee Young menerima kedatangan Myung Hee dan Jung Hwan di pintu depan rumahnya. Mereka mengaku datang atas undangan Mun Hee untuk makan malam bersama.

“Mun Hee-imo yang mengundang imo dan samchon kesini? Mengapa harus diundang? Kan kalian bukan orang lain…ini rumah kalian juga” cecar Hee Young.

Myung Hee dan Jung Hwan hanya tersenyum menanggapi ocehan Hee Young itu.

“Kalian sudah datang? Ayo, masuk…sebentar lagi tamu istimewa kita juga bakalan datang dan makan malam akan segera dimulai ketika mereka sudah datang” tak berapa lama muncul Mun Hee untuk ikut menyambut kedatangan adik dan adik iparnya itu dengan senyuman lebarnya.

“Tamu istimewa?” tanya Hee Young bingung. Mun Hee yang masuk bersama Jung Hwan tidak mendengar pertanyaan itu, hanya Myung Hee yang mendengarnya,

“Tamu istimewa untuk keluarga kita, sayang” jawab Myung Hee sambil mencubit pipi keponakannya itu dengan gemas dan melangkah masuk meninggalkan Hee Young sendirian.
 
Jawaban itu tentu saja tidak memuaskan hati Hee Young.

Kebingungan Hee Young itu terjawab 15 menit kemudian ketika ‘tamu istimewa’ yang dimaksudkan oleh Mun Hee datang…’tamu istimewa’ yang dimaksudkan itu tak lain dan tak bukan adalah keluarga Bae. Mereka makan malam bersama, dan selama itu kebingungan Hee Young masih belum menemukan jawabannya.

Hee Young akhirnya menemukan jawaban atas maksud kedatangan keluarga Bae untuk ikut makan malam bersama keluarganya, ketika Ny. Bae berkata dengan bangga bahwa mereka ingin melamar Hee Young untuk menjadi istri putra mereka, Bae Nam Wook.

“Nam Wook begitu tergila-gila pada putri keluarga ini setelah pertemuan dan dansa mereka di malam resepsi pernikahan kalian” ucap Ny. Bae sambil tersenyum lebar pada Myung Hee dan Jung Hwan. Di sebelahnya duduk sang putra yang sesekali melirik penuh arti ke arah Hee Young. Mereka semua, minus Jae Hwa yang sudah pergi tidur duluan, duduk di ruang keluarga untuk membicarakan hal ini.

Di lain pihak, Hee Young yang menjadi objek pembicaraan hanya bisa mendengarkan dengan ekspresi tidak percaya…tidak terpintas di benak Hee Young kalau maksud kedatangan mereka malam ini adalah untuk melamarnya.

Setelah basa-basi yang menurut Hee Young terlalu lama antara Tuan & Ny. Bae dengan Mun Hee dan suaminya, sehingga membuat kepala Hee Young terasa sakit, mereka akhirnya menanyakan jawaban dari Hee Young. Mun Hee dan Kang Dae menatapnya penuh harap sementara Myung Hee dan Jung Hwan tampak mengkhawatirkan dirinya.

“Jawablah, sayang” ujar Mun Hee membujuk. Kepala Hee Young semakin sakit mendengar nada suara tantenya itu…dadanya terasa sesak.

Setelah mencoba mendapatkan udara bagi paru-parunya, Hee Young menjawab, “Terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh keluarga Bae dan Bae Nam Wook-ssi kepada saya. Tapi saya sangat memohon maaf apabila saya harus menolak lamaran yang diajukan oleh keluarga Bae kepada saya…karena…karena saya sudah menerima lamaran dari pria lain”

‘akhirnya…akhirnya jawaban itu keluar, Hyun Soo-ssi. Sayang sekali kau tidak ada disini untuk mendengarnya’ bathin Hee Young…ditatapnya satu persatu keluarganya, Myung Hee dan Jung Hwan tersenyum menyemangatinya…tapi berbeda dengan Mun Hee dan Kang Dae yang menatapnya tidak percaya, seolah-olah Hee Young sudah mencemarkan nama baik mereka.

Keluarga Bae tampak terkejut dengan jawaban itu, namun ketika mereka merespon jawaban Hee Young, mereka tampak menghargai keputusan yang diambil oleh Hee Young. 10 menit kemudian mereka pamit untuk pulang, diiringi oleh permintaan maaf berkali-kali dari Mun Hee dan Kang Dae.

“Bagaimana bisa kau lakukan itu, Hee Young-a?!” Mun Hee begitu gusar ketika dia dan Kang Dae kembali dari mengantarkan keluarga Bae ke pintu depan.

“Itu keputusan Hee Young, onnie. Kau harus menerimanya” bela Myung Hee sambil merangkul Hee Young, sementara Hee Young hanya bisa terdiam melihat tantenya begitu marah padanya.

“Myung Hee benar, yeobo…kita harus menghormati keputusan Hee Young” Kang Dae mencoba menenangkan istrinya…Mun Hee mencoba mengatur pernafasannya dan meredam kemarahannya.

“Siapa laki-laki itu?” tanya Mun Hee setelah agak tenang…namun suaranya masih mengandung sedikit kemarahan.
 
Hee Young memandang Myung Hee, meminta bantuannya…namun kali ini tantenya itu juga ikut ‘bersekongkol’ untuk tahu siapa gerangan yang sudah melamar keponakannya itu.

“Bisakah aku menjawabnya nanti saja? Kepalaku sakit sekali…maafkan aku” akhirnya hanya kata-kata itu yang keluar dari bibir mungil Hee Young setelah beberapa detik terdiam.

Walaupun seluruh keluarganya memperlihatkan wajah yang kurang berkenan melepaskannya untuk pergi, namun tidak satu orangpun yang melarangnya ketika Hee Young langsung meninggalkan ruang keluarga dan naik ke atas untuk pergi masuk ke dalam kamarnya.

“Kau tahu siapa laki-laki itu, Myung Hee-ya?” tanya Mun Hee, kegusarannya beralih ke adik perempuannya begitu sosok Hee Young sudah menghilang dari tangga.

“Aku juga tidak tahu, onnie. Setahuku Hee Young belum memiliki pacar” jawab Myung Hee.

Jung Hwan mengangguk menyetujui jawaban istrinya, “Hee Young sangat dekat dengan kami, noona. Dia pasti cerita kalau ada sesuatu yang terjadi pada dirinya, tapi untuk soal lamaran itu, dia tidak pernah bercerita”

“Aku yakin itu hanya akal-akalannya saja untuk dapat menghindar dari lamaran keluarga Bae” ucap Mun Hee lagi dengan geram.

“Onnie juga keterlaluan! Hee Young ternyata tidak tahu tentang rencana kedatangan keluarga Bae kesini. Dia yang jadi maksud kedatangan mereka…tapi ternyata Hee Young sendiri tidak tahu apa-apa. Padahal di telepon kau bilang kalau dia dan Bae Nam Wook punya hubungan khusus, tapi ternyata mereka tidak punya hubungan apa-apa…aku sudah menduganya, Hee Young pasti akan cerita padaku bila dia dekat dengan Bae Nam Wook-ssi” Myung Hee mulai menyerang kakaknya.

“Hah?! Buktinya, dia tidak menceritakan padamu soal lamaran yang diterimanya…tapi, aku yakin kalau lamaran itu hanya omong kosong belaka” balas Mun Hee tak mau kalah.

“Hee Young bukan anak kecil lagi, dia berhak menolak lamaran yang ditawarkan keluarga Bae padanya…tidak peduli apakah demi itu dia harus berbohong atau tidak! Ingat, onnie…kau hanya wali dalam masalah finansial Hee Young, bukan wali untuk kehidupan pribadinya!”

Mun Hee terdiam, suaminya juga ikut terdiam. Jung Hwan yang melihat keadaan ini akan mengarah ke pertengkaran antara kedua saudara itu, memutuskan untuk mengajak istrinya pulang, dan Myung Hee langsung menyetujuinya.

"Ingat, onnie...jangan sekali-kali campuri urusan pribadi Hee Young lagi!" kata Myung Hee sambil menahan kegeraman hatinya atas ulah kakaknya malam itu.

Sepeninggal adik dan adik iparnya, Mun Hee menghempaskan tubuhnya di sofa sambil mengeluh gusar, “Anak itu mengacaukan semuanya!”



dah d update,sista2...mian,klo mem-boring-kan,ya [biggrin]

spt biasa : saran,kritik & tentu saja koment2nya dtunggu dgn senang hati [biggrin]...HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

ps : buat sist.Ita...chap yg ini bs jwb pertanyaan sist.Ita gak ya??? (mudh2an bs ya [biggrin])

« Last Edit: June 06, 2011, 09:11:28 am by dalbyeol »

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
rajin banget updatenya [sweat] [sweat] [hmff] [hmff]

akhirnya,,, kata 'menerima lamaran pria lain' kluar jg dari bibir mungil hee young,, ohhh berbahagialah kau hyun soo, jika mengetahuinya [hmpfh] [lovestruck] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun