Author Topic: Full Of Love (Song of Life 2) Chapter 17, update  (Read 23071 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Sist Aii yang baik update donggggg
#puppy eyes

mianhe  [heh] [heh] belum sempet update yang ini... idenya baru dapet yang YMMF.. jadi mungkin FOL mau hiatus dulu... belum dapet ide... tapi ai usahain secepatnya  [heh] [heh]  [hug] [hug]

mianhe...

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Ditunggu eon..

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
ternyata ini dah lama update ya, telat nih [goodgrief] [goodgrief]

akhirnya jungmin hyena dah hot lagi  [lovestruck] [lovestruck] and tetep cast fav.ku saat scene hana n jungmin..kalo diandaikan Hana itu mirip siapa sih?maksudnya kalo dalam realnya digambarkan kayak siapa [chin] [chin] pertanyaan gak penting ya banghead banghead hehehe
Eh..itu hyun wo gila ya,orang dh punya suami kok masih dikejar-kejar [ranting] [ranting] [ranting]

thx dah update, and jangan lupa update lagi ya sist [hmpfh] [hmpfh]
[/size][/color][/b]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
ternyata ini dah lama update ya, telat nih [goodgrief] [goodgrief]

akhirnya jungmin hyena dah hot lagi  [lovestruck] [lovestruck] and tetep cast fav.ku saat scene hana n jungmin..kalo diandaikan Hana itu mirip siapa sih?maksudnya kalo dalam realnya digambarkan kayak siapa [chin] [chin] pertanyaan gak penting ya banghead banghead hehehe
Eh..itu hyun wo gila ya,orang dh punya suami kok masih dikejar-kejar [ranting] [ranting] [ranting]

thx dah update, and jangan lupa update lagi ya sist [hmpfh] [hmpfh]

terima kasih juga sist untuk komentnya  [hug]
Ha na mirip siapa ya.. ai juga bingung sist...  [hmpfh] [hmpfh] sebenrnya gak ada penggambaran siapa-siapa untuk Ha na, yang ai pikirin Ha na seperti anak kecil lainnya  [heh] [heh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] *klise banget ya
tapi sempet kepikir juga sih sist kalau Ha na nantinya jadi anak yang lincah, lucu, ceria, banyak bertanya juga banyak ngoceh... apalagi kalau dia sudah dihadapakan ma suatu percakapan, dia bakal jawab percakapan dengan entah siapapun itu dengan jawaban khas anaknya, apa adanya, polos, tapi bisa membuat orang sadar kalau ucapannya benar dan jawaban itu menurut pandangannya sebagai anak kecil... bayangan sih gitu, tapi gak tahu mau digambarkan kayak siapa direalnya  [chin] [chin] [heh] [heh] [hmpfh] [hmpfh]

he he he Hyun woo pikir, cewek yang udah punya suami ada tantangannya tersendiri sist  [rofl] [rofl] [rofl]

yup, gak akan lupa kok... lagi dalam perjalanan  Hface Hface

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Update dong sist,mumpung cm g eror..sm yg di short juga,di tunggu yak :-D
[/size][/color][/b]

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
updeteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Update dong sist,mumpung cm g eror..sm yg di short juga,di tunggu yak :-D


[/quote]
updeteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


mianhe... karena ide FOL nya macet ditengah2 jadi ai ngelanjutin YMMF nya dulu, jadi ai usahain setelah YMMF nya selesai ai update...  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

gomawo untuk komentnya  [hug] [hug] [hug]

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
 [ranting] updete kakak aiiiiii [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting]

Offline sun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 26
    • View Profile
Kak Ai.., kapan nie yang ini di UPDATE.. Udah  [AddEmoticons04235] sama pasangan ini!!

younee

  • Guest
Updateeee donggg sistaaaaaaaaaaa

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
sist ai_yuki
author yang paling rajiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.....!! dikau kemana?
kok gak update2 sih???
CM udah cantik begini loh....
update yg ini dong...!  [briggin] [briggin]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Rya

  • Newbie
  • *
  • Posts: 47
    • View Profile
 [smiley-dance013] [smiley-dance013] sist update yang ini dukk kngen nih majungmin hyena [bav]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mianhe baru sempet update... [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] moga-moga memuaskan dan gak ngebosenin karena udah terlalu lama... mianhe  [heh] [heh]





Chapter 13

Bae Suzy as Shin Yoo rae

Matahari perlahan mulai tenggelam, meninggalkan semburat berwarna jingga di ufuk sebelah barat, yang perlahan menghilang digantikan oleh gelapnya malam. Diamatinya kejadian alam yang memukau penglihatan beberapa orang, namun tidak untuknya, seakan hal itu tidaklah menarik dan hanya sebagai angin lalu semata. “bagaimana…?”tanya orang itu tanpa membalikkan tubuhnya pada seseorang tepat saat orang itu melangkah masuk dan berdiri menatap bahu laki-laki itu.

“sudah selesai… dan waktunya sudah ditetapkan… anda dapat melakukannya saat itu…”

Senyum laki-laki itu terlihat jelas, mengiringi kepergian sang mentari yang perlahan mulai menghilang ditelan bumi “bagus sekali… kalau begitu persiapkan semua yang aku butuhkan untuk malam itu… akhirnya…” tak lama tawa nyaring dan keras terdengar dari mulutnya. Menandakan rasa senang yang membuncah dalam hatinya. Akhirnya, akhirnya segalanya akan selesai, dan dendamnya akan segera tuntas.
Ia dapat hidup nyaman dan tenang setelah malam itu, malam kehancuran seseorang yang memang selalu ia harapkan kehancurannya. Kehancuran yang akan ia bawa untuknya, dan pasti akan membuat kesakitan yang banyak, tentu saja tidak setara dengan rasa sakit yang dialaminya, tapi rasanya… akan sepadan.

“bagus… bagus sekali…”ujar laki-laki itu, membalikkan tubuhnya dan duduk dikursinya, menyandarkan tubuhnya penuh dengan kemenangan.

**********

Malam itu adalah malam yang tidak menyenangkan untuk Lee Jung min. Bagaimana tidak, saat ia kembali dan ingin beristirahat bersama istrinya, tapi yang ia dapatkan adalah sikap dingin dan sedih istrinya itu dengan berbaring membelakangi Jung min di ranjang keduanya.

Jung min memahami dan mengerti apa yang terjadi, dan ia merasa bersalah karena itu, tapi… ‘bukankah lebih baik tidak seperti ini!! Ausssshhh!!!”seru Jung min dalam hati, ketika menatap gerakan bahu Hye na yang cepat, karena tarikan napas Hye na yang cepat, menahan amarahnya.

Jung min menghela napas panjang, ia harus menyelesaikan masalahnya malam ini, jika tidak, masalah ini akan berlanjut dan tentu saja akan merugikan dirinya, dan akhirnya, senyum terlihat diwajahnya “…sayang..”panggil Jung min sambil melangkah mendekat dan duduk di sisi ranjang, dipunggungi oleh istrinya.

Hye na masih diam ditempatnya, tidak berbalik dan menatap suaminya itu “…sayang…”panggil Jung min lagi, kali ini ia menyentuh pelan bahu Hye na, berusaha untuk mengalihkan pandangan Hye na padanya, tapi sepertinya kemarahan istrinya itu sudah mempengaruhi kekuatannya yang akhirnya membuat Jung min menyerah dan menghela napasnya kembali “…mianhe…”ujar Jung min, menundukkan kepalanya, namun tidak ada tanggapan dari istrinya itu

“mianhe…”ujar Jung min lagi

Hye na masih diam ditempatnya, namun kini Jung min dapat menyadari gerakan berbeda dari bahu Hye na. terlihat lebih berat dan lebih keras dan kemudian terdengar isakan tertahan dari arah istrinya itu yang semakin membnuat Jung min cemas “…yya…yya.. hey… kenapa menangis…”ujar Jung min, duduk disisi Hye na dan mendekapnya erat, mencoba menenangkan.

Hye na masih diam ditempatnya, namun berhasil membuat Jung min bertindak tidak sabar. Ia sangat tidak menyukai jika kekasih hatinya itu menangis dihadapannya tanpa ia mengetahui alasannya kenapa ia meneteskan air matanya. Dengan segera Jung min bangkit dari tempatnya, dan duduk berjongkok dihadapan Hye na yang masih berbaring miring diranjang keduanya, menatap kedua matanya.

Ditatapnya Hye na, muram “ada apa sayang…”tanya Jung min, sambil mengusap rambut Hye na lembut. Hye na terlihat mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang duduk dihadapannya, menatapnya penuh kasih “…mereka…” Hye na berusaha menahan tangisnya

“ada apa sayang… tenanglah… jangan menangis”ujar Jung min

“tapi…mereka…mereka…akan segera meninggalkanku…”ujar Hye na, yang setelah selesai melanjutkan kalimatnya, tangis kembali pecah. Jung min diam, menatap Hye na, belum mengerti hingga kesadarannya kembali dan ia mengerti “..ahni… anak-anakmu tidak akan meninggalkanmu ataupun meninggalkan kita… ahni… jangan berpikir seperti itu…”ujar Jung min

“tapi mereka sudah menunjukkan tanda-tanda itu…”ujar Hye na, berusaha menahan tangisnya

Jung min diam, menarik napas panjang “dengarkan aku sayang…”ujar Jung min yang kemudian bangkit dan menggeser tubuh Hye na untuk membaringkan tubuhnya dihadapan Hye na, menatap istrinya itu, lekat “…tidak akan ada yang pergi lagi atau meninggalkanmu… semuanya akan tetap berada disisimu… tetapi itulah kehidupan sayang… dan itulah jalan mereka, takdir mereka…” Jung min menghentikan ucapannya sesaat, menghela napas, mengusap kepala sang istri lembut “ hanya saja…”lanjut Jung min “…mereka tidak akan pernah meninggalkanmu… walaupun nanti ada seseorang yang hidup bersama mereka… anggap kau mendapat anak baru… dan hal itu masih sangat lama…”ujar Jung min berusaha menenangkan Hye na dan membawa Hye na kedalam dekapannya “…tapi…”

“yya…”potong Jung min yang kemudian menjauhkan tubuhnya dari Hye na tanpa melepaskan lingkaran tangannya dan ditatapnya Hye na lembut “…lagipula Jae min dan Min jae belum pantas untuk melakukan hubungan seperti itu… dan En kyu…”Jung min menghentikan ucapannya sesaat “yahhhh…En kyu tidak akan menikah secepat itu bukan… dia masih punya banyak mimpi… jadi… berhentilah bersikap khawatir… lagipula masih ada aku… kau hanya tinggal mengatakan pada suamimu ini, jika kau ingin memiliki anak lagi… aku masih mampu melakukannya…”ujar Jung min, mengedikkan bahu dan alisnya, menunjukkan senyum menggodanya, yang berhasil membuat Hye na menatap suaminya itu kesal dan memukul pelan dada suaminya “auuuuussshh…”

Jung min tersenyum lebar, kemudian menghela napas panjang sebelum kemudian menatap Hye na tajam dan membawanya dekat, masuk kedalam pelukannya “…sekarang… berhentilah menangis dan peluk aku…”ujar Jung min yang tak lama segera dijawab oleh Hye na dengan senyum lebar diwajahnya dan pelukan erat yang melingkari tubuh Jung min.

***********

Seung gi melintasi jalan panjang yang berbatasan dengan sebuah pantai di sisi kanannya dan sebuah hutan dengan berbagai macam tumbuhan di sisi sebelah kirinya. Jalanan itu sangat sepi saat itu, dan ia mengerti kenapa, matahari baru saja menunjukkan sinarnya dan udara masih sangat mempengaruhi semua orang untuk memejamkan matanya dan merapatkan selimut mereka yang hangat, dan menelungkup dibawah selimutnya yang hangat, namun tidak untuk Lee Seung gi. Seseorang yang sangat ingin ditemuinya membuatnya bersemangat dari rasa ngantuk dan lelah yang bersemayam ditubuhnya.

Seung gi tersenyum, terpikir dibenaknya bisa saja tempat ini memang benar-benar sepi dan terpencil, hingga jarang sekali orang melewati jalan itu, namun dia tidak peduli dengan semua itu, karena ada yang lebih mengalihkan perhatiannya. Senyum Seung gi terlihat merekah lebar diwajahnya ketika ia menatap seseorang, namun hanya sesaat, tiba-tiba senyum Seung gi menghilang dari wajahnya, bukan hanya seseorang yang ingin dilihatnya, namun Seung gi menebak ada seseorang yang lain yang tidak ia inginkan kehadirannya di tempat itu, bersama dengan wanita yang selalu ditunggunya.



 “siapa lagi orang itu…?”bisik Seung gi bertanya dalam hati sambil perlahan melangkah mendekati kedua orang tersebut “dokter Min…”sapa Seung gi, perlahan terdengar ragu, takut jika kedatangannyalah yang tidak diharapkan keduanya.

Dokter Min Hyun ah dengan cepat membalikkan tubuhnya, menatap orang itu, dan ternyata ia benar-benar terkejut, hingga ia menjatuhkan sesuatu yang ada ditangannya menatap orang itu bingung.

“Lee Seung gi-ssi…”panggil Min Hyun ah, ragu “ap…apa yang kau lakukan…” dokter Min tidak melanjutkan ucapannya ketika seseorang berdiri disisinya, menatap Lee Seung gi dan dokter Min Hyun ah bingung, bergantian.

“ahhh… perkenalkan… dia asisten ku… Kang… Jung suk…” dokter Min tiba-tiba terdiam, kalimatnya terhenti oleh sebuah pelukan yang sama sekali tidak ia kira, namun ia tetap melanjutkan kalimatnya “…dia yang membantuku menangani semua pasien disini dan…”, dan setelahnya ia terdiam ditempatnya, tidak percaya dengan apa yang dibisikkan laki-laki dihadapannya. “…bogoshipo…”ujar Seung gi, masih memeluk wanita dihadapannya yang memang sangat dirindukannya.

Min Hyun ah terlihat diam, terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya “tap…”ujar Min Hyun ah, sambil kemudian berusaha melepaskan pelukan Seung gi.

“aku mohon…”pinta Seung gi, membuat Hyun ah menjatuhkan kedua tangannya, di kedua sisi tubuhnya dan terdiam ditempatnya, membiarkan Seung gi memeluknya semakin erat untuk melepas kerinduan seperti yang dikatakannya, namun pelukan itu tidak lama, saat Jung suk berdeham, menyudahi pelukan Lee Seung gi.

“maaf… saya akan membawa semua persediaan ini ke klinik…”ujar Jung suk berusaha, menatap lucu, sambil menahan senyum pada keduanya, membuat Lee Seung gi menundukkan kepalanya, menahan malu.

“ne… dan…” dokter Min mengalihkan pandangannya menatap Lee Seung gi sesaat kemudian kembali menatap Kang Jung suk, tersenyum “…ne… terima kasih banyak Jung suk…”ujar dokter Min kemudian.

********

Matahari mulai terlihat, memancarkan sinarnya dan menghangatkan bumi, namun sepertinya tidak mempengaruhi seseorang yang terlihat duduk diam, menerawang, tidak merasakan kehangatan sang mentari. Orang itu menundukkan kepalanya, mulai mengingat segalanya kembali.

Flashback

“Hyung…kapan kau pulang…? Kau harus ada saat ulang tahun kami ya…janji…!!!”ujar Jae min melalui telepon yang dihubungkan oleh Hye na pada hyung mereka, En kyu.

“ne.. tentu saja… hyung tidak mungkin melewatkan hari ulang tahun kalian… hyung janji… hyung bahkan sudah membelikan kalian hadiah dan tiket untuk pulang…”ujar En kyu sambil melirik sekilas pada 2 bungkus kado yang ia letakkan di seberang mejanya dan sebuah tiket pesawat yang tergenggam sebelah tangannya yang bebas.

“bagus… hyung harus janji tidak akan melewatkannya… harus… harus… harus…”ujar Min jae kemudian, tersenyum senang, melalui alat penjawab telepon. “ini ulang tahun ke 9 kami… dan kau harus datang…”tambah Jae min berusaha mengukuhkan dan meyakinkan apa yang diucapkan hyungnya itu

En kyu tersenyum melalui teleponnya dan menghela napas pelan “ne… hyung janji… janji…janji…”ujar En kyu


End Of Flashback

_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=

 En kyu terdiam, menghela napas panjang sesaat, dan mendekapkan kedua tangannya di wajahnya, seakan ingin menghapus rasa lelahnya, namun rasa lelah itu semakin menjadi ketika ia mengingat hal yang menyakiti hatinya beberapa tahun yang lalu, dan karena itu segalanya semakin hancur.

Flashback

En kyu terdiam ditempatnya menatap langit langit putih ruangan itu. Tak lama pandangannya teralih pada sesuatu yang menggantung dan dilapisi dengan perban putih dihadapannya. En kyu mendesah pelan menatap kakinya yang terlihat benar-benar parah dan benar-benar… patah. Ya, patah dan dia harus tinggal dirumah sakit selama yang dibutuhkan untuk pemulihan kakinya itu. Dan itu semua didapatnya karena berkat seseorang yang kini tengah diam, tertidur di sofa tak jauh dari tempatnya berada.

Tidak terjadi sesuatupun dengan orang itu, hanya beberapa lecet yang dibeberapa tempat di tangan dan kakinya, dan tidak ada yang parah ataupun, tentu saja patah dari tubuhnya, dan itu membuat En kyu semakin kesal.

En kyu melempar keras bantal yang menyandar tangan disisinya, menggantikan bantal guling yang kini digunakan orang itu, kearah orang itu, dan berhasil membuatnya terkejut dan bangkit, membentur meja disisinya, ditatapnya En kyu bingung “YYA!!!”seru orang itu kemudian melemparkan kembali bantal yang menimpanya kearah En kyu kembali, hingga membuat sesuatu yang sudah parah kini semakin terasa parah.

“AKHHHHH!!! Hyun woo!!! Kau gila ya!!!??!!”seru En kyu, menatap kakinya yang digantung dihadapannya yang sebelumnya tidak sengaja terkena lemparan bantal dari orang itu.

Hyun woo tersenyum lebar, merasa bersalah dengan apa yang sudah diperbuatnya dan melangkah mendekatii sahabatnya itu. “I’am sorry…”ujar Hyun woo dengan logat amerikanya yang sempurna. “auuushhh kau ini… yya!!!”seruan En kyu terhenti seketika ketika dering ponselnya berbunyi. En kyu mengalihkan pandangannya menatap meja disisi ranjangnya dan mengambil ponsel itu. Menatap sesaat layarnya dimana tertulis nama seseorang yang meneleponya, En kyu tersenyum mengetahui siapa yang meneleponnya.

“yobseyo… Min jae-aa”ujar En kyu senang, namun lama tidak terdengar jawaban dari ponselnya, hanya desahan dan sesekali En kyu dapat mendengar isak tangis dari arah ponselnya itu “…Yyaa… dongsaeng-aa… ada apa… Min jae-aa… semuanya baik bukan… apa terjadi sesuatu padamu…?”tanya En kyu semakin taku dan juga penasaran

“yya… Min jae-aa…”

Lama, akhirnya isakan itu mulai mereda dan kemudian En kyu mendengar desahan panjang jhas Min jae untuk menenangkan dirinya “ada apa…?”tanya En kyu.

“Hyung…”ujar Min jae akhirnya

“ne…”

“kau harus pulang sekarang…”ujar Min jae terdengar lemah

“ada apa…?”

Min jae terdiam sesaat dan lagi-lagi terdengar desahan panjang darinya “…Dong woo…”ujar Min jae.

Ahhh ya, En kyu ingat 2 tahun yang lalu ommanya memberi kabar padanya tentang adik laki-lakinya yang baru lahir, dan En kyu sendiri yang memberinya nama Dong woo, dan omma serta appanya menyetujuinya dan sekarang setelah 2 tahun, ia yakin Dong woo tumbuh dengan sehat layaknya adik laki-laki kembarnya yang salah satunya kini sedang berbicara dengannya. “…ahhh ya Min jae… hyung sangat merindukan Dong woo… ada apa dengannya…?dia pasti lebih nakal dibanding kalian bukan… akhhhh… hyung benar-benar ingin pulang…”ujar EN kyu yang kemudian terlihal menatap Hyun woo dan memicingkan matanya kesal pada Hyun woo yang kini duduk disisinya, mendengarkan apa yang dibicarakan sahabatnya itu.

En kyu terdiam kembali ketika ia mendengar isakan lirih itu lagi “…yya… Min jae-aa… ada apa… kenapa kau…”

“Dong woo meninggal hyung dan omma seta appa baru saja membawanya pulang dari rumah sakit… hyung harus pulang… sekarang hyung… temani omma… tidak cukup jika hanya kami dan appa… hyung juga…”

“mianhe…”ujar En kyu memutus pembicaraan Min jae. Ia benar-benar terkejut saat itu. Jantungnya tiba-tiba berdebar cepat dan seluruh tubuhnya gemetar tak terkendali. “hyung tidak bisa pulang sekarang… hyung…”

“HYUNG!!!”seru Min jae tiba-tiba, emosinya mulai meledak “…tidak apa-apa hyung jika kau tidak bisa datang diulang tahun kami beberapa kali… tapi aku mohon… kau harus pulang sekarang… aku mohon…”ujar Min jae terdengar lemah dan kini EN kyu dapat merasakan kesedihan yang sangat darinya. “mianhe Min jae-aa… salam saja untuk semua orang disana… hyung tidak bisa pulang sekarang… keadaan hyung tidak memungkinkan untuk hyung pulang…hyung…” ucapan En kyu terhenti, Min jae memutus hubungan komunikasi mereka “yobseyo… yobseyo… Min jae-aa…”panggil En kyu, namun tidak terdengar jawaban apapun yang terdengar hanya dengung panjang yang menandakan hubungan komunikasi mereka sudah putus.

En kyu menjatuhkan ponselnya tidak berdaya. Ia benar-benar tidak berdaya dan bingung saat itu, tapi apa yang harus ia lakukan jika tubuhnya tidak mengijinkannya untuk meninggalkan tempat itu sekarang.

“gwenchana…?”tanya Hyun woo tiba-tiba, mengusik lamunannya.

“ahhh…” En kyu menghela napas panjang sesaat “sepertinya tidak… mereka benar-benar akan marah padaku nanti… dan sepertinya aku harus bersiap untuk itu…”

Hyun woo diam ditempatnya, ia ikut merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Pasalnya, ia yang membuat keadaan En kyu seperti itu. Jika saja ia tidak mengebut dan menyebabkan semua itu. Kaki En kyu patah karena ia terjatuh dan terlempar sebelum akhirnya membentur bangunan. En kyu bahkan sempat mengalami koma selama beberapa jam, namun untungnya semuanya kembali membaik dan hanya mendapatkan patah kaki. Sedangkan dirinya mengalami beberapa lecet dibagian tubuhnya kecuali wajahnya.

Hyun woo menundukkan kepalanya sesaat kemudian mengalihkan pandangannya menatap En kyu “…apa perlu aku mengabarkannya pada Jung min ahjussi…”

“ahni… omma akan semakin cemas karena itu, dan aku tidak ingin melakukannya saat omma kehilangan anaknya…”

“tapi…”

“biar aku yang mencari tahu apa yang harus aku lakukan…”ujar En kyu yang kemudian tersenyum menatap Hyun woo, menenangkannya. “…tapi…terima kasih banyak brother…”ujar EN kyu yang kemudian memukulkan bantal ditangannya di lengan Hyun woo pelan.

Beberapa jam En kyu terdiam, memikirkan apa yang harus dilakukannya tampa membuat cemas seluruh keluarganya. Ya, semua keluarganya tidak mengetahui apa yang dialami oleh EN kyu, dan En kyu sudah memegang janji Hyun woo serta dokter yang menanganinya untuk tidak memberitahu siapapun termasuk keluarganya. EN kyu tidak ingin membuat mereka cemas. Bahkan haraboji dan halmoninya yang berada tak jauh dari tempatnya pun tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi padanya. En kyu menghembuskan napasnya sesaat, kemudian mulai menekan sebuah nomer diponselnya. Lama tidak terhubung, namun akhirnya…

“yobseyo… En kyu-aa…”ujar orang itu

“appa…”panggil En kyu, terdengar sedih dan benar saja, air mata perlahan mulai jatuh dipipinya saat itu.


End Of Flashback

En kyu diam, ia kembali dari kenangannya dan menghela napas panjang sesaat “…sepertinya karena itu kedua adik kembarku itu bersikap seperti ini…”ujar En kyu lirih.

“yah… tentu saja… setelah apa yang aku lakukan pada mereka…”tambah En kyu lagi, tersenyum tipis, mencoba menghibur dirinya sendiri, kemudian tanpa menyadari ia menghela napasnya kembali, panjang.

Flashback

En kyu keluar dari mobil jemputannya. Setelah lelah selama beberapa jam perjalanan dari Amerika ke Seoul, akhirnya En kyu sampai dirumahnya yang indah dan menenangkan. Ia harus pulang hari itu. Kali ini ia bisa datang beberapa hari sebelum ulang tahun kedua adik kembarnya yang ke 11 tahun dan ia senang akhirnya ia bisa ada di sisi keduanya saat ulang tahun mereka walaupun beberapa kali sebelumnya ia tidak dapat menghadirinya.

Ya, ia tidak bisa, karena sejak ulang tahun adik kembarnya yang ke 9 hingga sekarang En kyu tidak dapat pulang ke Seoul. Ada saja halangan yang menyertainya. Tiket pulang pesawat komersial yang tidak bisa ia dapat, yah, walaupun harabojinya dengan senang hati akan meminjamkannya pesawat pribadinya, tapi saat ulang tahun adik kembar En kyu yang ke 9, pesawat jet pribadi keluarga Lee sedang dalam perbaikan sekaligus uji kelayakan karena beberapa hal. Dan En kyu hanya dapat menghela napas saat itu.

Mengirim kado adik kembarnya dan menghubungi kedua adik kembarnya melalui video call, dan seperti tebakan En kyu, adik kembarnya tidak ingin mendengar alasan En kyu, dan bahkan tidak mau mendengar alasan En kyu saat itu.

Segalanya kembali terulang di ulang tahun adik Jae min dan Min jae ke-10 tahun. Kali ini Jae min dan Min jae tidak ingin merayakan ulang tahunnya, walaupun ibu mereka ingin merayakannya sekaligus menjanjikan kedatangannya sang kakak, namun karena Jae min dan Min jae tidak percaya lagi akan kedatangannya, maka keduanya tidak menginginkannya lagi, yah, sepertinya bosan dengan apa yang dijanjikan oleh orang dewasa.


Dan akhirnya di ulang tahun ke-11 Jae min dan Min jae yang walaupun lagi-lagi tidak ingin mereka rayakan, En kyu dapat pulang dan dapat merayakan hari ulang tahun adiknya itu bersamaan ulang tahunnya yang memang ia inginkan untuk merayakannya bersama keduanya dan ia merasa senang karenanya. Banyak hal terpikirkan di benaknya, semua kesenangan bersama kedua adik kembarnya itu, yah semuanya akan menyenangkan. En kyu tersenyum membayangkan semua itu hingga tidak menyadari jika mobil jemputannya sudah sampai didepan mansion Lee.

“sudah sampai tuan muda…”ujar sang supir, menatap En kyu tersenyum

“ahhh… ne terima kasih pak…”ujar En kyu

“sepertinya anda senang sekali hari ini…”ujar supirnya tersebut, ketika menatap senyum En kyu yang terus terkembang diwajahnya. En kyu tersenyum semakin lebar, membalas ucapan supirnya “…terima kasih banyak pak… apa ini masih manjadi kejutan…?”tanya En kyu kemudian, menatap sang supir menyelidik.

Sang supir tersenyum menjawab pertanyaan En kyu beserta gerakan mengunci mulutnya, meyakinkan jawabannya “…bagus pak… khamsamnida…”ujar En kyu yang kemudian melangkah masuk kedalam mansion sambil menjinjing tas pakaiannya. En kyu membuka pintu Lee mansion, mengintip sesaat sebelum kemudian membuka pintunya lebar ketika menyadari tidak ada orang dalam ruang tamu Lee mansion. Mansion itu begitu lengang sore itu.

Ya, ketika sampai di Seoul hari sudah menunjukkan pukul 4 sore dan tanpa berlama-lama ia langsung masuk kedalam mobil jemputannya sebelum akhirnya membawanya pulang ke Lee mansion, tetapi di sore hari seperti itu tidak ada kegiatan apapun di Lee mansion. En kyu menebak jika abojinya belum pulang dan ommanya tengah didapur atau dikamarnya, tapi bagaimana dengan adik kembarnya. Ia belum melihat keduanya dari ujung rambut ke ujung kaki sore itu.  
Biasanya keduanya akan sibuk bermain di taman atau diruang tengah dengan play stationnya, tapi hari itu benar-benar tidak terlihat gerakan apapun di ruangan depan mansion Lee.

En kyu masuk kedalam dan melangkah hingga sampai di dapur Lee mansion, dan saat itulah ia melihat seseorang yang sangat dirindukannya dengan wajah pucat, semakin membuat wajahnya yang putih semakin putih dan tengah melakukan sesuatu untuk makam malam keluarganya. En kyu menatap ommanya tersenyum kemudian tanpa diduganya tiba-tiba sang omma berbalik dan kini keduanya saling menatap. Tatapan keduanya berbeda diawal. Tatapan penuh kerinduan terpancar dari mata En kyu sedangkan tatapan tidak percaya terlihat dari pancaran mata sang ibu.

“En kyu…”ujar Hye na lemah, namun masih dapat didengar oleh En kyu yang berdiri di pintu dapur

“omma…”ujar En kyu, menatap sang omma dan kemudian melangkah mendekat, tersenyum. Senyum penuh kerinduan. “omma…”panggil En kyu, menatap sang ibu, menunduk karena kini ia lebih tinggi dari sang ibu

‘kau.. kau… kau semakin tinggi sayang…”ujar Hye na ragu dengan seseorang yang berada dihadapannya sekarang seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, namun tatapan Hye na pada En kyu yang lembut penuh kerinduan tidak dapat menipu siapapun yang ada disekeliling keduanya.

“omma…”ujar En kyu, menatap sang ibu dalam dan meletakkan tangannya di wajah sang ibu untuk mengusapnya lembut “…bogoshipo omma…”ujar En kyu lagi.

“saranghae…”balas Hye na, yang kemudian membawa En kyu kedalam pelukannya, memeluknya erat “…ah sayang… omma benar-benar merindukanmu…”ujar Hye na, memeluk semakin erat putra pertamanya itu. “oohhh….sayang…”ujar Hye na.

“omma… omma… aku tidak bisa… ber…napas…”ujar En kyu yang kemudian membuat Hye na melepaskan pelukannya “…ahhh… mianhe sayang…”ujar Hye na “….ahhh… hari ini ulang tahun adik-adikmu…omma akan membuat sesuatu yang enak untuk kalian… ahhh… omma sangat senang kau pulang sayang…”ujar Hye na, menatap penuh senyum En kyu dan memakai celemeknya, mulai bersiap untuk membuat masakannya. En Kyu diam sesaatmenatap punggung mungil ommanya yang terlihat rapuh “…omma…”panggil En Kyu

“ne…” ujar Hye na tanpa mengalihkan perhatiannya dari masakan yang tengah dibuatnya.

“mianhe…”uajr En Kyu hati-hati yang kini berhasil membuat perhatian Hye na teralihkan “ada apa sayang…”

En Kyu menundukkan kepalanya “mianhe… untuk Dong wo…” En Kyu menghentikan kalimatnya sesaat “aku tidak ada disana saat itu…”ujar En Kyu, menatap Hye na hati-hati dan prihatin. Hye na terdiam, mengingat segalanya hingga desahan napas panjang terdengar darinya seolah untuk menenangkan hatinya “ahni…gwenchana… omma tidak dapat mengubah hasilnya jika…” Hye na menghentikan kalimatnya “…jika itu hasil akhirnya…”tambah Hye na mencoba tersenyum, namun senyumannya tidak terlihat tulus, ada kesedihan didalamnya yang membuat En kyu kembali memeluk Hye na, dalam lembut.

“ahhh… Min jae dan Jae min bagaimana mereka sekarang omma…?”tanya En kyu penasaran, mangalihkan perhatian sang ibu. En Kyu menatap Hye na sambil membayangkan kedua adik kembarnya yang sudah bertumbuh besar sejak kepergiannya. “…ne… mereka…ahhhh… lebih baik kau lihat sendiri nanti…tapi yang pasti mereka juga sangat merindukanmu sayang…”ujar Hye na, mengusap lembut pipi En kyu. En Kyu tersenyum, memikirkan dan memutuskan sesuatu, tanpa disadarinya keputusan itu membuatnya menyesali beberapa hal sampai hari ini “sepertinya aku ingin bertemu mereka sekarang omma…”


En kyu diam menyandarkan tubuhnya di sisi mobilnya, menunggu dengan senyum yang merekah di wajahnya. Ia benar-benar tidak sabar bertemu dengan adik laki-lakinya itu, dan ia yakin ini pasti akan membuat keduanya sangat terkejut karena kepulangannya yang tanpa mereka duga. En kyu masih tersenyum menunggu, hingga akhirnya orang yang ia tunggu keluar dan tengah dikelilingi oleh beberapa gadis seumuran mereka, membuat En kyu tersenyum lebar dan lucu menatapnya “…mereka sudah besar sekarang…”batin En kyu

En kyu mengangkat tangannya dan ketika ia akan memanggil adik kembarnya itu tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang “oppa…!!!”panggil orang itu yang tiba-tiba menghambur kedalam pelukan En kyu dan membuatnya semakin terkejut. “YYA!!! siapa… siapa kau…”ujar En kyu berusaha melepaskan pelukan orang itu, atau kini ia tahu kalau orang yang memanggil dan memeluknya dengan tiba-tiba adalah seorang wanita… atau gadis…

End Of Flashback

En kyu tersenyum sesaat, menghela napas panjang dan mengingat segalanya kembali, awal yang tidak ia sangka akan berujung oleh kebencian adik kembarnya itu pada dirinya. En kyu terdiam ditempatnya sesaat sebelum kemudian ia mengangkat wajahnya dan terkejut dengan kedatangan seseorang yang –ia sudah mengira jika orang itu- sudah berdiri cukup lama dan memperhatikannya.

“ahhh… kau…”ujar En kyu menatap orang itu kemudian kembali menghela napas panjang dan menatap kedua tangannya yang ia letakkan diwajahnya, berusaha menghapus semua ekspresi yang muncul diwajahnya.

“ya…”jawab orang itu

Keduanya terdiam, memberikan jeda yang cukup lama diantara mereka yang cukup untuk membuat keduanya memikirkan sesuatu hingga memutuskannya. “ada apa Kim Hyun woo…?”tanya En kyu akhirnya.

“…apa sudah menyerah dengan ommaku…”goda En kyu, menatap Hyun woo, menunjukkan senyum lebar yang menggoda.

“ahni…”jawab Hyun woo cepat “…hanya menatapmu yang terlihat serius memikirkan sesuatu… ada apa…?”

“tak ada…”

“memikirkan adik kembarmu…?”tebak orang itu, menatap En kyu selidik mencari pembenaran dari ekspresi yang ditunjukkan oleh En kyu yang ternyata menjawabnya dengan helaan napas panjang. “…ne… bisa jadi seperti itu…”

Hyun woo menarik napas panjang sebelum akhirnya mengeluarkan apa yang dipikirkannya “…sepertinya aku mulai mengerti apa yang  terjadi dengan kau dan adik kembarmu itu… dan aku bisa menebak aku berperan juga didalamnya…” Hyun woo menatap En kyu yakin.

En kyu diam, menatap Hyun woo sesaat kemudian tersenyum kecut, mengerti “ne… dan sekarang aku khawatir dengan omma…”

Hyun woo menarik napas panjang dan menghembuskannya cepat dan bangkit dari tempatnya “…yaaaahhhh… sayangnya omma mu itu tidak memikirkan tentang itu…”jawab Hyun woo.

“mwo…?!?!”

“ya… dia hanya takut jika anak-anaknya mulai meninggalkannya dan pergi…”ujar Hyun woo terlihat meletakkan kedua tangannya dibelakang kepalanya, kemudian memalingkan wajahnya menatap En kyu yang masih duduk ditempatnya dan tengah menatapnya tajam, bingung “…seharusnya kau menjelaskan segalanya pada adik kemarmu itu dan jangan membiarkan semuanya berlarut-larut…”ujar Hyun woo lagi yang kemudian beranjak pergi dari tempatnya, masih dengan sikapnya yang sebelumnya.

“kemana…?!?!?”tanya EN kyu, menatap Hyun woo bingung

“… menemui Hye na-ssi…”jawab Hyun woo seraya mengedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda.

“yya!!! belum cukupkah kau?!?!?!”ujar En kyu “apa kau tidak ingin menyerah…?!?!?!”tambah En kyu sedikit berteriak.

Hyun woo diam, mulai melangkah pergi sambil mengibaskan tangannya, menjawab pertanyaan En kyu, dan terus melangkah meninggalkan En kyu sambil menyembunyikan senyum penuh maksudnya. En kyu kembali menghela napas panjangnya sesaat setelah Hyun woo berbelok dan menghilang. Ia kembali terpekur dengan ingatannya.

************

Jung min menatap diam kekasih hatinya yang masih terlelap disisinya. Setelah tangisan sesaatnya dan ketakutan yang membuat tenaganya terkuras ia mulai tertidur dalam pelukannya ketika ia mencoba untuk menenangkannya. “gwenchana sayang… kau tidak akan pernah kehilangan siapapun lagi… dan sangat mustahil aku akan melepaskanmu… kau tidak akan kehilanganku atau anak-anak sayang… tenang saja… aku tidak akan pernah membiarkanmu sendiri… ini janjiku sayang…”ujar Jung min lirih yang kemudian mengecup puncak kepala Hye na dan semakin erat membawanya kedalam pelukannya.

“Jung min-aa…”gumam Hye na tiba-tiba ditengah tidurnya.

Jung min terdiam ditempatnya, menatap Hye na sesaat kemudian tertawa lebar, mendengar igauannya “…kau bermimpi apa sayang tentang aku…”ujar Jung min lirih dan kemudian membawa Hye na kembali masuk kedalam pelukannya. “ya sayang… aku disini…” Jung min menjawabnya lembut “kau sudah bangun…?”tambahnya lagi, berbisik, dan perlahan mednekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu dan mengecup singkat bibirnya, lembut.

Hye na tersenyum lemah menatap sang suami. “jam berapa sekarang…?”tanya Hye na

“jam 8 pagi… ada apa…?”jawab Jung min singkat, masih menatap istrinya lembut.

“mwo…?!?!!?”seru Hye na yang dengan cepat bangkit dari ranjang keduanya. “yya… kenapa kau tidak membangunkanku…”ujar Hye na lagi, terlihat bergegas mencuci mukanya kemudian mengambil pakaiannya sebelum langkahnya terhenti oleh seseorang. “…semuanya sudah selesai sayang… anak-anak sudah berangkat… mereka juga sudah sarapan… dan aku juga sudah memandikan Ha na sayang…”ujar Jung min sambil menunjukkan Ha na dalam pelukannya dan perlahan melangkah mendekati Hye na ketika Ha na terlihat mengangkat kedua tangannya dan menggerakkan jari-jarinya ingin merengkuh ibunya.

Hye na tersenyum menatap Jung min, merasakan sesuatu… sebuah kebanggaan dan rasa kasih yang semakin dalam. Membawa Hye na merasakan kehangatan dan cinta yang semakin bertambah. Hye na melangkah mendekati suaminya dan anak perempuannya itu, dengan tatapan penuh kasih “ahhh…. Sayang…”ujar Hye na sambil melangkah mendekati keduanya.

Jung min mengerti, dengan senyum lebar Jung min mengangkat Ha na lebih dekat  pada Hye na namun ia dibuat diam, terkejut dengan sikap Hye na yang memeluk Jung min dan membawa Ha na kedalam pelukan keduanya “…saranghae…”bisik Hye na ketika memeluk Jung min yang diam.

Masih memeluk keduanya Hye na kembali mengatakannya“saranghae… saranghae…saranghae…” kemudian secepat sebelumnya, Hye na melepaskan pelukannya dan meraih Ha na kemudian melangkah pergi keluar dari kamar keduanya dan sekejap kemudian ia kembali dengan senyum merekah lebar diwajahnya dan tanpa diduga Jung min, Hye na meletakkan kedua lengannya di leher tengkuk Jung min, membawanya dan mendekatkan wajahnya ke wajahnya. Jung min diam, terkejut dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu hingga menyadari hembusan napasnya dan mulutnya yang mulai menempel ketat pada mulutnya, mengecup lembut dan lama.

“…sayang…”ujar Jung min tersengal ketika Hye na melepaskan ciumannya. Jung min menatap Hye na, dan tidak ingin segera mengakhirinya, Jung min kembali mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya kembali ke bibir lembut Hye na. Tangan Jung min menyentuh dagu Hye na lembut, membuat mulutnya terbuka. Dengan sebuah erangan singkat, Hye na menyerah dengan tuntutan Jung min, dan Jung min langsung mendorong lidahnya kedalam mulut istrinya, dalam, cepat, sepenuhnya. Hye na terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu, memikirkan segalanya kembali ketika menatap matahari yang mulai menyinari, Hye na mencoba menarik dirinya, namun Jung min tidak mengijinkannya. Mulut Jung min bergairah dan lapar, kemudian tanpa memikirkan apapun lagi, Hye na membalas perlakuan Jung min padanya. Lidahnya mulai bergerak seliar lidah Jung min dalam mulutnya, sama nakalnya.

Keduanya larut dalam gairah masing-masing, hingga akhirnya dengan cepat, Hye na dapat merasakan tubuhnya di bawa dan dibaringkan di ranjang keduanya. Jung min menggulingkan Hye na hingga terlentang kemudian mulai menciumi pipinya, dagunya, bahunya, lehernya kemudian mulutnya lagi dengan hasrat yang semakin meningkat, “sayang…”erang Hye na, mencoba mendorong Jung min, yang dengan mudahnya bangkit. Keringat mulai mengalir ditubuhnya, Jung min diam menatap istrinya yang berbaring penuh hasrat dibawahnya “…ya sayang…”jawab Jung min diantara desahan napasnya.

“kita… akhhh…” Hye na mendesah kembali saat Jung min menurunkan ciumannya dan menggigit bahu Hye na yang terbuka. “…aku…sayang… aku menginginkanmu…”ujar Jung min, sambil menatap Hye na penuh gairah.

“ya…”ujar Hye na tidak memikirkan apapun lagi dan hanya gairah yang melingkupi keduanya. Mednengar persetujuan dari Hye na. Jung min menatap Hye na dan dengan cepat mulai melepaskan kemejanya, membuat beberapa kancing kemejanya terlepas dari tempatnya, kemudian dengan pandangan berhasrat, Jung min kembali memuaskan bibirnya dengan mengcupi setiap tempat yang terbuka, yang terpampang dihadapannya dari tubuh Hye na, hingga berhasil melepaskan gaun tidur Hye na dan melemparkannya begitu saja bersama pakaian mereka yang lain dan membuat tubuh keduanya kini terbuka dan terpampang di pandangan masing-masing.

“…Jung… Jung min-aa…”desah Hye na ketika merasakan kecupan Jung min disetiap daerah sensitifnya, membuat gairahnya semakin memuncak dan dengan cepat ia mulai menyatukan tubuhnya, membawa mereka ke tempat tertinggi, menggapai bintang.

**********

“kau lapar…? Sandwich…? Atau kau ingin minum sesuatu…? Susu atau…” Hyun ah menghentikan ucapannya, mengangkat kepalanya dan menghentikan kegiatannya yang tengah mencari sesuatu yang mungkin dapat dimakan tamunya di lemari pendinginnya, namun saat itu yang didapatinya tamu itu tengah menatapnya berbeda, berbeda… ada bara yang penuh kerinduan disana, juga… kekhawatiran.



 “Seung gi-sshi…”panggil Hyun ah, mencoba memutus tatapan itu padanya.

“ahhh..ahni…”jawab Seung gi, menundukkan wajahnya, mengalihkan perhatiannya.

“kopi…?”tanya Hyun ah lagi, berusaha tidak memperdulikan apapun yang terlihat dari Seung gi.
Seung gi diam, menghela napas panjang kemudian menundukkan kepalanya. Hyun ah tersenyum seolah telah mendapat jawaban dari laki-laki dihadapannya Hyun ah kemudian membalikkan badannya dan mulai membuat 2 cangkir kopi pagi itu dan beberapa roti bakar. “kau pilih selai atau daging dan keju…?’tanya Hyun ah disela kesibukannya, tanpa membalikkan tubuhnya hingga tidak menyadari Seung gi telah bangkit dari tempatnya dan melangkah, berjalan mendekati Hyun ah “…bogoshipo…”ujar Seung gi sesaat setelah melingkarkan lengannya di perut Hyun ah, mendekapnya dari belakang.

Hyun ah terkejut, dan menghentikan apa yang dilakukannya “Seung gi-sshi…”ujarnya lirih, merasakan sesuatu yang aneh yang mulai bergejolak dihatinya. Seung gu diam ditempatnya, mengistirahatkan kepalanya di bahu Min Hyun ah, sebelum akhirnya kembali mengatakannya “…bogoshipo… aku sangat merindukanmu…”ujar Seung gi.

Hyun ah diam ditempatnya, tidak mampu melakukan apapun, hanya mampu merasakan hembusan napas hangat Seung gi yang menerpa bahunya dan lingkaran lengannya yang membuatnya merasa sesak. Debaran jantungnya semakin cepat, hingga… “Dokter Min…”panggil seseorang, membuat Hyun ah dengan cepat membalikkan tubuhnya dan menatap kearah orang yang memanggilnya, tanpa mengacuhkan Seung gi yang masih berdiri, diam ditempatnya, menundukkan kepalanya. “ada apa…?”tanya Dokter Min Hyun ah, menatap orang itu khawatir. “Su ki akan melahirkan dokter… istriku…!!! Tolong dia dokter…”ujar orang itu yang terlihat sangat khawatir, menatap dokter Min.

“kita kesana…”jawab dokter Min sebelum kemudian mengalihkan wajahnya, menatap Lee Seung gi “..mianhe Seung gi-sshi… aku harus pergi… jika kau menginginkan sesuatu… ambil saja di dapur…”ujar Min Hyun ah yang mengambil peralatannya dan beranjak pergi.

Seung gi menganggukkan kepalanya mengiyakan, kemudian menjatuhkan tubuhnya di kursi sebelum berbisik lirih pada dirinya sendiri “….aku menginginkanmu…”ujar Seung gi tepat ketika pintu tak jauh di belakangnya menutup dan menghilangkan sosok wanita itu dari hadapannya… lagi… “ahni!!”seru Seung gi dalam hati yang kemudian segera membalikkan tubuhnya dan mengejar dokter Min

*********




 Jung min diam, tersenyum mengamati wajah sang bidadarinya yang masih terlelap disisinya. Rasa lelah terlihat masih melingkupi wajahnya, namun senyum kepuasan belum menghilang dari wajahnya.
“sayang…”bisik Jung min lembut, tidak ingin membangunkan istrinya itu. Hari sudah beranjak siang, matahari sudah semakin tinggi dan kabar yang akan membuat Seung gi marah padanya adalah hari itu dia tidak kekantornya dan melakukan tugasnya. Dan karenanya ia akan mendengar teriakan keras dari Seung gi.

Tetapi itu tidak akan membuat senyum menghilang dari wajahnya. Hari itu hari yang indah baginya, dan itu semua karena Hye na. Setelah pengalaman beberapa jam yang lalu yang membuatnya dan istrinya berteriak penuh kepuasan beberapa kali, Jung min tidak mungkin melupakannya. Pagi itu adalah pagi yang menyenangkan dan merupakan pengalaman pertama baginya.

Ia sangat terkejut ketika Hye na mengambil Ha na dari pelukannya, melangkah keluar dan menyerahkannya pada pelayan yang ia panggil untuk menjaga Ha na. Hye na bahkan tidak terlalu memikirkan Ha na ketika Jung min mengatakan bahwa ia akan menjaga Ha na untuknya jika Hye na merasa lelah, tapi bukan dukungan dari istrinya itu yang ia dengar.

“ahni… kau akan lebih kerepotan nanti jika kita juga harus menjaga Ha na… lagipula perhatianmu akan terus tertuju padaku dari pada pada Ha na…”jawab Hye na.

Jung min tersenyum mendengar ucapan istrinya itu yang sangat tidak suka jika anak-anaknya dirawat oleh para pelayan atau nanie mereka, tapi hari itu berbeda..
“tapi sayang…”

“ahni… aku ingin Ha na bersama nanienya hari ini… dan kau bersamaku sekarang…”ujar Hye na yang kemudian tanpa Jung min duga langsung menempelkan bibirnya lembut di bibir Jung min dan menciumnya lama dan lembut.

Hye na bergumam lirih, memanggil namanya pelan, membuat pikirannya kembali pada istrinya itu “…ada apa sayang…”ujar Jung min, mengecup kepala Hye na dan membuatnya terbangun. “…kau sudah bangun…?”tanya Jung min, ketika menatap mata Hye na yang terbuka dan mengedip silau oleh cahaya matahari. “…sudah pagi..?”tanya Hye na sambil menarik selimut ke dagunya untuk menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai pakaian apapun saat itu.

Jung min tersenyum “…apa aku sehebat itu sayang…”ujar Jung min, menatap Hye na yang tersenyum dengan wajah memerah. “…ini tengah hari sayang… dan kau berhasil membuatku tidak berangkat kerja hari ini… jika…”

“auuussshhhh… araseo… aku yang bertanggung jawab.. tapi sudah siang…?!?!?”

“ne…”

“aku tidur sehari kemarin dan kita sudah berganti…”

“ahnio… ini masih dihari yang sama sayang… auussshhhh.. sepertinya gairahku sudah membuatmu melupakan waktu…”goda Jung min.

Hye na tersenyum kemudian perlahan mengangkat tubuhnya dan duduk bersandar di kepala ranjangnya menatap Jung min yang menatapnya sama lembut. “…sayang…”panggil Hye na menatap Jung min, penuh kasih.

“uhhhmmm…”jawabnya.

Hye na terdiam sesaat mengangkat tangannya dan menangkupkannya di pipi Jung min dan perlahan menggerakkan ibu jarinya di pipinya, mengusapnya lembut “…kau tidak akan pernah meninggalkanku bukan…”ujar Hye na, mengusap ringan pipi Jung min.

Mendengar pertanyaan istrinya itu, Jung min dengan cepat meraih tangan Hye na dan mencengkeramnya serta menatap istrinya itu marah “…YYA!!! kita sudah pernah membahasnya… dan aku tidak ingin membahas tentang ini lagi… aku tidak ingin mendengar pertanyaan ini lagi… dan jangan pernah mengatakannya lagi…araseo!!!”seru Jung min, menatap Hye na kesal, kemudian dengan cepat membuang wajahnya, cepat dari pandangan Hye na.

Hye na diam, tersenyum kemudian perlahan mengangkat kedua tangannya, menangkupkan kedua tangannya di wajah Jung min, membawanya kembali menatap dirinya, kemudian dengan lembut kembali mendaratkan ciumannya di bibir sang suami, membuatnya diam dan menghapus rasa kesalnya.

“kau tidak bisa…” ucapan Jung min terhenti tiba-tiba. Dengan cepat Hye na kembali mencium bibirnya dan kini ditambah dengan hujan ciuman yang ia berikan di seluruh bagian wajah suaminya itu, membuatnya melupakan rasa kesalnya. “mianhe…”ujar Hye na lembut saat ia sudah menghentikan ciumannya.

“jangan katakan kalimat itu lagi…”ujar Jung min dengan nada yang terdengar sedikit mengancam. Hye na diam dan menjawabnya dengan sebuah senyuman lebar di wajahnya. “tapi, hal ini masih boleh dilakukan…”tambah Jung min lagi yang kemudian kembali membawa Hye na membaringkan tubuhnya, mendaratkan ciumannya di bibir Hye na dan kembali membawa keduanya meraih bintang-bintang tanpa memperdulikan apapun lagi.
********

En kyu mengangkat wajahnya ketika mendengar sebuah ketukan di dinding kaca tepat di belakangnya, memberitahukannya bahwa seseorang tengah berada di belakangnya.

“hi…”sapa orang itu dengan senyum dan kelembutan yang khas hampir sama dengan yang dimiliki wanita yang sangat En kyu sayangi, ommanya. “…hi… kemarilah…”ujar En kyu sambil kemudian menunjukkan kursi disisinya.

“kopi…’”ujar orang itu lagi, menawarkan

En kyu tersenyum, kemudian menerima segelas kopi yang ditawarkan olehnya “…gomawo Yoo rae-aa…”ujar En kyu.

Yoo rae diam, kemudian melangkah kearah kursi yang sebelumnya ditunjuk oleh En kyu
“…gwenchana…?”tanyanya sesaat setelah ia duduk di kursi itu.

En kyu mengangkat wajahnya dari gelas kopi ditangannya “…ehm! Ada apa…?”

“khawatir…cemas…”

En kyu diam, tersenyu menundukkan kepalanya “…gwenchana…”

“apa keadaan belum membaik…?”tanyanya

En kyu meletakkan gelas kopinya dan memalingkan wajahnya menatap wanita yang duduk dan menatap dirinya, cemas. En kyu menghela napas panjang sebelum kemudian menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Yoo rae.

Yoo rae diam, menghela napas kemudian perlahan menyentuh dan menggenggam lembut tangan En kyu “…semuanya akan membaik… lagipula itu hanya sebuah salah paham bukan…”hibur Yoo rae

En kyu tersenyum, dan kembali mengalihkan wajahnya menatap Yoo rae “…kapan kau menemui appamu…?”tanya En kyu, mencoba mencari tahu alasan sebenarnya wanita yang duduk dihadapannya datang ke Seoul.

“secepatnya… tapi belum sekarang… appa bahkan jarang sekali menjengukku… dan omma sudah sangat merindukannya… aku pikir aku ingin menggantikan posisinya di sini untuk membuatnya kembali kepelukan omma…”

En kyu tersenyum menggoda, penuh maksud “… agar appamu bisa kembali kepelukan ommamu dan kau kembali kepelukanku…”tambah En kyu, menatap Yoo rae menggoda

“YYA!!! darimana kau dapat rasa percaya diri itu…”ujar Yoo rae, mencoba mengelak.

“terserah darimana yang kau inginkan…”jawab En kyu, masih mencoba menggoda wanita dihadapannya yang kini sudah terlihat memerah diwajahnya, dan EN kyu tersenyum penuh dengan kemenangan.

“auuushhhh… aku merasakan hawa terasa sangat panas disini…”sambung seseorang tiba-tiba, menatap kedua orang yang duduk dihadapannya sinis. En kyu membalikkan tubuhnya dan menatap kesal orang itu “…YYA!!! pergilah… kau benar-benar mengganggu…”ujar En kyu

“aku bosan…”

“kalau begitu kembalilah…”tambah Yoo rae “banyak fansmu yang menunggu…”ujarnya lagi.

En kyu tersenyum menatap wajah Hyun woo yang terlihat benar-enar merasa bosan “…apa kau lagi-lagi diacuhkan oleh omma…?”tanya EN kyu, menatap Hyun woo dengan senyum menggoda, yang berhasil mendapat tatapan kesal dari Hyun woo. “auuusssshhh… diacuhkan lebih baik dari pada tidak keluar dari kamarnya seharian…”ujar Hyun woo kesal “…auuushhhhhh…. Sebenarnya apa yang dia lakukan di kamarnya… bahkan ayahmu juga tidak keluar dari sana… apa yang mereka lakukan!!”serunya semakin kesal.

En kyu tersenyum “yyyaa… kau cukup dewasa dan cukup berpengalaman untuk tahu jawabannya…”ujar EN kyu, membuat Yoo rae tersenyum malu-malu disisinya. Hyun woo menatap EN kyu, dengan tatapan bertanya “…apa yang…” Hyun woo diam, menatap EN kyu semakin dalam, hingga akhirnya menyadarinya “….auuushhhh!!!! aku benar-benar!!! Auushhhhh!!!”seru Hyun woo semakin marah, meneguk kopi EN kyu hingga habis kemudian dengan cepat melangkah pergi meninggalkan EN kyu dan Yoo rae yang menahan tawanya menatap tingkah Hyun woo.

**********

“sayang…apa yang kau pegang itu…?”tanya Jung min, mengalihkan pandangannya dari berkas di hadapannya dan menatap istrinya yang terlihat tengah serius membaca sesuatu yang terlihat seperti undangan. Malam sudah mulai beranjak saat itu. Setelah seharian hingga hampir waktu makan malam mereka mengurung diri dikamar keduanya, Jae min dan Min jae datang dna mengetuk pintu kamar keduanya keras dan sesekali terdengar suara tangisan dari Ha na yang saat itu berada dalam dekapan Jae min. Mendengar teriakan keduanya dan tangisan Ha na, Hye na bergegas mengambil jubah tidurnya dan beranjak bangkit untuk membuka pintu tanpa menunggu Jung min mengenakan pakaiannya.

“omma… sebenarnya apa yang kalian berdua lakukan hingga sore seperti ini…” Jung min dapat mendengar protes Jae min pada ommanya itu

“mianhe sayang…”jawab Hye na yang segera mengambil Ha na dari pelukan Jae min dan membawanya masuk kedalam kamarnya. “kau benar-benar sangat sibuk bersama appa ya…”ujar Min jae sambil menatap Hye na dan mencoba menatap dibalik punggung Hye na, mengintip kedalam kamar orang tuanya itu. Mendengar perkataan Min jae, Jung min dapat menatap wajah Hye na yang memerah karena malu yang kemudian segera menutup pintu kamar keduanya dan beranjak masuk. Jung min tersenyum mengingat segalanya.

Hye na mengalihkan wajahnya, menatap Jung min yang tengah menatapnya tersenyum. “undangan sayang…”

“undangan apa…”

Hye na kembali menatap beberapa undangan yang lain ditangannya, terlihat meneliti dan mengeceknya kembali “Yayasanku mengadakan penggalangan dana untuk anak-anak penderita kanker… dan aku sebagai direktur Han’s Hospital diundang untuk memberikan beberapa kata sebelum membuka acara itu…”jawab Hye na yang kemudian mengalihkan pandangannya kembali, menatap Jung min yang masih menatapnya “…apa kau bisa datang dan menemaniku sayang…”tanya Hye na dengan pandangan memohon.

“kapan itu…?”

“lusa malam…”

Jung min diam, mengingat jadwalnya kembali untuk lusa malam “…lusa itu…errmmmm… ahhh… mianhe sayang… sepertinya tidak bisa… saat itu aku harus terbang ke jeju untuk menyelesaikan urusanku disana…”

“dengan En kyu…?”tanya Hye na, penasaran

“ne…”

Hye na menghela napas keras “…baiklah…”ujarnya lemah

“mianhe sayang…”

Hye na diam “…sebenarnya apa yang kalian lakukan sayang…? Apa ada sesuatu yang serius yang terjadi di pekerjaan kalian…?!?”

Jung min tersenyum melihat kekhawatiran dari wajah Hye na “…ahni sayang… gwenchana… hanya ingin mengajari En kyu beberapa hal sebelum dia juga bertanggung jawab didalamnya…”

Hye na menghela napas kembali, bahunya mengendur dan Jung min tahu, Hye na sudah merasa tenang “…jangan terlalu serius dan jangan terlalu keras padanya sayang… En kyu masih perlu banyak belajar…”
Jung min tersenyum dan menganggukkan kepalanya menjawab permintaan Hye na.

“ada apa dengan ku omma…”sambung seseorang tiba-tiba, membuat Hye na membalikkan wajahnya dan tersenyum senang menatap anak laki-lakinya “ahhhh… En kyu-aa…kemarilah…”

En kyu melangkah cepat dan duduk di sisi Hye na, menatap appa dan omma bergantian, menunggu jawaban atas pertanyaannya, namun kembali bertanya saat tidak ada yang menjawab pertanyaannya sebelumnya
“…ada apa appa… omma…”

Hye na kembali mengalihkan pandangannya dari undangan-undangan ditangannya “…ahhh… ahni sayang… omma hanya meminta appamu agar tidak terlalu keras padamu… kau masih perlu banyak belajar…”
“justru karena harus banyak belajar aku harus keras padanya sayang…”sambung Jung min

“sayang… tidak perlu keras… belajar harus dengan perlahan….”

“ahni sayang…” Jung min tidak setuju dengan ucapan istrinya itu “…belajar harus disiplin dan keras kalau tidak, kita tidak akan pernah mencapai target…”

“sayang… belajar tidak harus…”

“hyung…”panggil seseorang tiba-tiba, memecah perdebatan antara Hye na dan Jung min dan membuat keduanya serta En kyu mengalihkan pandangannya menatap orang yang berdiri dan memanggilnya. “ahhh.. Min jae-aa…”

En kyu menatapnya bingung kemudian bangkit berdiri, “bisakah kita bicara…?”tanyanya.

En kyu masih diam ditempatnya tidak percaya dengan apa yang didengar dan dilihatnya “…hyung…”

“ahhh… ne… tentu saja…”ujar En kyu yang kemudian melangkah mengikuti Min jae yang meninggalkan kedua orang tuanya yang menatap keduanya bingung. “apa semua akan baik sayang…”tanya Hye na, menatap Jung min yang berjalan dan duduk disisinya, mengalungkan tangannya di bahu Hye na kemudian menariknya mendekat untuk bersandar di bahunya.

Hye na masih memalingkan wajahnya menatap En kyu yang melangkah pergi “…sayang… apa kau tidak perlu melihat mereka.. aku khawatir…”ujar Hye na, cemas. Jung min tersenyum menatap istrinya itu kemudian ia semakin membawa Hye na mendekat ke tubuhnya dan mendekapnya erat “…kita lihat saja nanti…”ujar Jung min, tersenyum menatap punggung En kyu dan Min jae yang menghilang di balik sudut teras rumah mereka, kemudian tersenyum lebih lebar lagi ketika menatap Hye na yang mulai menyandaran kepalanya di bawah dagu Jung min dan lebih mednekatkan tubuhnya pada tubuh suaminya itu “…jangan terlalu mengkhawatirkan anak-anak sayang…”tambah Jung min lagi.

**********

“apa kau sudah menerimanya…?”

“ne doronim…”

“dan kau sudah menyiapkan segalanya bukan…”

“ne…”

“tidak ada yang terlupakan…?”

“ne…”

“bagus… jangan sampai ada yang terlupakan, karena aku tidak ingin rencana ini gagal…”ujar orang itu yang kemudian mengalihkan pandangannya menatap malam penuh bintang hari itu, tersenyum senang pada rembulan yang terlihat sabit malam itu “…ini harus berhasil… aku harus berhasil… haraboji… anda akan mendapatkan pembalasannya…”
 
**********



End Of Chapter
« Last Edit: January 08, 2013, 06:23:57 am by ai_yuki »

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mianhe baru sempet update... terlalu banyak yang dipikirin, jadi ngundur terus... sekali lagi mianhe... semoga ceritanya gak ngebosenin... di chap selanjutnya adalah chap pintu gerbang masalah untuk pasangan Jung min dan Hye na... dan mungkin juga sedikit kesulitan dialami ma Seung gi...tapi semoga mereka bisa ngelewatinnya